tugas rangkuman psak 50,55,60xxx

PSAK 50, PSAK 55 dan PSAK 60

PSAK No. 50 (revisi 2010) memiliki tujuan sebagai berikut :
• •

Menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. Melengkapi prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, dan pengungkapan informasi mengenai prinsip-prinsip tersebut dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.

PSAK 55 (revisi 2010) memiliki tujuan sebagai berikut :

Mengatur prinsip-prinsip dasar pengakuan dan pengukuran aset keuangan, liabilitas keuangan, dan kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan. Persyaratan penyajian informasi instrumenkeuangan diatur dalam PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian. Persyaratan pengungkapan informasiinstrumen keuangan diatur dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.

PSAK 60 memiliki tujuan sebagai berikut :

Mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan dalam laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi:

(a) signifikansi instrumen keuangan atas posisi dan kinerja keuangan entitas; dan (b) jenis dan besarnya risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos selama periode dan pada akhir periode pelaporan, dan bagaimana entitas mengelola risiko-risiko tersebut.

Melengkapi prinsip-prinsip untuk pengakuan, pengukuran dan penyajian aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 50 dan PSAK 55.

1

dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). dan waran pro rata kepada semua pemilik. tetapi dalam definisi liabilitas instrumen ekuitas entitasnya termasuk rights. opsi dan waran pro-rata untuk semua pemilik. dan • Jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas. PSAK 55 dan PSAK 60 Pada PSAK 50 (revisi 2010) memiliki dua definisi. tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan. • Diatur tentang Puttabale instruments dan instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi direklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas ketika semua syarat terpenuhi. atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan. dan sebaliknya. puttable instruments.opsi. atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk termasuk rights. instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi. Dalam PSAK 50 (Revisi 2010) : • • Puttable instruments diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu. Diatur bahwa Instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu. 2 . dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi).Ruang Lingkup dan Instrumen Keuangan pada PSAK 50. yaitu definisi aset keuangan dan definisi liabilitas keduanya termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas di masa depan. Pada PSAK 50 (revisi 2010) Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika: • Tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan. puttable instruments.

3 . yaitu: Laba atau rugi neto asset keuangan atau liabilitas keuangan Total pendapatan bunga dan total beban bunga. • Mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan nilai tercatat untuk setiap kategori instrumen keuangan dalam laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan. beban. Pendapatan dan beban imbalan dari aset atau liabilitas keuangan dan aktivitas wali amanat Pendapatan bunga dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai Jumlah kerugian penurunan nilai. Pada PSAK 60 : • Mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrument keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan. keuntungan dan kerugian dalam laporan laba rugi komprehensif atau catatan atas laporan keuangan. • Mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan pos pendapatan.Dalam Reklasifikasi ED PSAK 55 ( Revisi 2011 ) terdapat pembahasan mengenai reklasifikasi dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kepinjaman yang diberikan dan piutang. • Mengatur hal-hal yang perlu diungkapkan jika entitas menetapkan suatu instrument keuangan berupa: Pinjaman yang diberikan dan piutang untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan keuangan • Mensyaratkan entitas mengungkapkan jumlah reklasifikasi ke dan dari setiap kategori dan alasan reklasifikasi • Mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan rekonsiliasi perubahan pos penurunan nilai selama periode berjalan untuk setiap kelompok aset keuangan.

informasi kualitas kredit aset keuangan yang lewat jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai . • Untuk setiap kelompok instrumen keuangan harus mengungkapkan: analisa umur asset keuangan yang jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai analisa dan factor penurunan nilai jumlah (1) dan (2). • Hal yang diungkapkan dalam pengungkapan kualifikatif adalah: - eksposur risiko dan bagaimana risiko timbul tujuan. hal-hal yang perlu diungkapkan adalah sebagai berikut: Mengungkapkan tiga level hirarki nilai wajar. • Mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan informasi untuk mengevaluasi jenis dan tingkat risiko yang timbul dari instrument keuangan.jumlah tercatat asset keuangan telah jatuh tempo atau penurunan nilai setelah negosiasi.• Terdapat penjelasan mengenai pengungkapan kebijakan akuntansi dan dasar pengukuran sesuai dengan PSAK 1 ( Revisi 2009 ) : Penyajian laporan Keuangan paragraph 72 • Terdapat pembahasan peraturan mengenai Sehubungan dengan nilai wajar.jumlah paling mewakili nilai maksimal eksposur risiko kredit .uraian agunan yang dimiliki sebagai jaminan dan peningkatan perikatan kredit . Jika ada perbedaan nilai wajar saat pengakuan awal dengan jumlah yang ditentukan menggunakan teknik penilaian pada tanggal itu. kebijakan. maka mengungkapkan: Kebijakan akuntansi untuk pengakuan perbedaan dan agregat perbedaan yang diakui dan rekonsiliasi perubahan saldo perbedaan. uraian agunan dan peningkatan perikatan kredit. 4 . proses pengelolaan risiko dan metode untuk mengukur risiko setiap perubahan (1) dan (2) dari periode sebelumnya • Untuk setiap kelompok instrumen keuangan harus mengungkapkan: .

mengungkapkan: jenis dan jumlah tercatat aset yang diperoleh kebijakan pelepasan asset ketika aset tidak siap dikonversi. Aset keuangan atau kewajiban keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (financial asset at fair value through profit or loss/FVTPL) dengan kriteria : • • Untuk diperdagangkan (trading) Ditetapkan (designated) 5 . Klasifikasi PSAK No. 50 (1998) mengklasifikasikan instrumen keuangan (istilah dalam PSAK ini adalah efek) ke dalam salah satu dari tiga kelompok berikut ini : • • • Dimiliki hingga jatuh tempo (Held to maturity) Diperdagangkan (trading) Tersedia untuk dijual (available for sale) PSAK 50 (revisi 2006) paragraf 7 mengklasifikasikan instrumen keuangan ke dalam empat kategori : A.• Ketika memperoleh asset melalui pengambilalihan kepemilikan agunan yang dimiliki sebagai jaminan. • Suatu entitas harus mengungkapkan: • analisa jatuh tempo untuk non-derivatif liabilitas keuangan analisa jatuh tempo untuk derivatif liabilitas keuangan uraian pengelolaan risiko likuiditas melekat pada (a) dan (b) Pengungkapan Kuantitatif – Risiko Pasar – Analisa Sensitivitas mengungkapkan : analisa sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar asumsi dan metode yang digunakan dalam analisa sensitivitas perubahan asumsi dan metode analisa sensitivitas 1.

Aset keuangan tersedia untuk dijual (Available for sale / AFS). 50 (1998). Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo (Held to maturity/HTM). 50 (revisi 2006)inilah maka Pinjaman dan deposit di industri perbankan memenuhi kriteria sebagai Instrumen Keuangan dan harus diperlakukan dengan memenuhi syarat-syarat dalam PSAK No. maka diakui ke dalam salah satu dari 3 kategori Held to Maturity. 50 (revisi 2006) melakukan pengklasifikasian berdasarkan pengakuan dan pengukurannya yaitu berdasar jangka waktu suatu aset keuangan akan dimiliki ataupun jangka waktu tempo untuk kewajiban keuangan. dengan kriteria a) b) c) Aset keuangan non-derivatif Ditetapkan sebagai AFS Tidak diklasifikasikan sebagai FVTPL. L&R dan HTM Kategori yang berbeda dengan PSAK 1998 adalah Loan and Receivable. PSAK No. 50 (revisi 2006). trading dan Available for Sale dimana mengklasifikasikan instrumen keuangan tersebut lebih kepada menurut penyajiannya dalam neraca. Jadi. dengan kritera : a) b) c) Aset keuangan non-derivatif Pembayaran tetap/telah ditentukan Jatuh tempo telah ditetapkan d) Entitas memiliki maksud dan kemampuan untuk memiliki hingga jatuh tempo C. Dengan adanya PSAK No. Pengakuan Pengakuan atas instrumen keuangan disesuaikan dengan klasifikasi yang telah penulis jelaskan di atas. dengan kriteria yang sama dengan HTM hanya saja tidak memiliki kuotasi di pasar aktif ( quoted market) D. 2. Pinjaman yang diberikan dan piutang (Loan and Receivable/ L&R). apabila mengacu kepada PSAK No.B. 6 .

untuk instrumen yang memiliki kuotasi di pasar aktif seperti FVTPL. Reklasifikasi Salah satu bentuk kedisiplinan IAS yang diadopsi oleh PSAK No. 50&55 (revisi 2006) adalah dalam masalah reklasifikasi ini. tentunya mudah untuk menentukan fair valuenya. PSAK No. 55 (revisi 2006) yang mengatur lebih ketat masalah reklasifiksi ini. Hal ini memungkinkan adanya moral hazard oleh manajemen perusahaan dengan mereklasifikasi instrumen keuangannya untuk tujuan pemerataan laba atau income smoothing. menajemen kemudian mereklasifikasi instrumen keuangan sebagai “trading” agar gain yang dihasilkan dari peningkatan fair value tersebut dapat langsung diakui di income statement sehingga laba akan ‘seolah-olah’ meningkat. 55 (revisi 2006) AP 86 dan 89 mengatur mengenai pengukuran instrumen yang tidak mempunyai pasar aktif dengan teknik penilaian : • Penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang memahami. PSAK No. fair valuenya meningkat. namun apabila tidak memiliki pasar aktif fair value seperti itu tidak akan didapat. terdapat ‘tainting rule’ yaitu larangan untuk mengklasifikasikan HTM selama 2 tahun jika entitas bermaksud menjual atau mereklasifikasi investasi HTM dalam 7 .3. Pada PSAK No. 50 (1998) tidak memberikan larangan mengenai pengklasifikasian ulang instrumen keuangan yang sebelumnya telah direklasifikasi. Sebagai contoh ketika instrumen keuangan yang sebelumnya termasuk dalam HTM ataupun AFS. Pengukuran Masalah penentuan fair value. Ada tiga aturan baru reklasifikasi menurut PSAK ini : • Reklasifikasi dari kelompok klasifikasi manapun DARI atau KE FVTPL tidak diperbolehkan • Reklasifikasi Loan and Receivable DARI atau KE HTM dan FVTPL tidak diperbolehkan • Reklasifikasi dari AFS menjadi Loan and Receivable tidak diperbolehkan Selain itu. berkeinginan (arm’s length market transaction) • Nilai wajar terkini instrumen lain yang secra substansial sama • Analisis discounted cash flow • Penggunaan option pricings model 4.

Sedangkan jika dibandingkan dengan PSAK 50 (1998). Yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan meliputi : 1. Pengungkapan PSAK 50 (revisi 2006) mengatur pengungkapan untuk seluruh instrumen derivatif dengan rinci. Pengungkapan dapat berbentuk kombinasi dari penjelasannaratif dan kuantitatif.jumlah pokok yang signifikan. dengan mempertimbangkanbeberapa hal seperti karakteristik instrumen tersebut dandasar pengukuran yang telah digunakan. kecuali jika sudah mendekati jatuh tempo. sepanjang dianggap memadaiuntuk mengungkapkan karakteristik instrumen dimaksudserta arti pentingnya bagi entitas. Format. Tempat dan Klasifikasi Instrumen Keuangan • • Pernyataan ini tidak mengatur format dari informasi yang dipersyaratka untuk diungkapkan atau tempatnya dalamlaporan keuangan. 50 (1998) tidak memberikan panduan yang jelas tentang indikator-indikator penurunan nilai untuk instrumen keuangan. PSAK 50 (1998) menyebutkan bahwa biaya perolehan yang diturunkan nilainya tidak dapat diubah lagi. • Manajemen entitas mengklasifikasikan instrumenkeuangan dalam beberapa kelompok sesuai sifat dariinformasi yang diungkapkan. 8 . 5. Mengenai apakah nilai tersebut dapat direstorasi lagi tidak disebutkan dalam PSAK ini. Sebagai contohnya instrumen keuangan jenis FVTPL akan dinyatakan turun nilainya berdasarkan PSAK 55 (revisi 2006)apabila pasar aktif instrumen tersebut hilang karena kesulitan keuangan. jumlah pokok hutang hampir seluruhnya tertagih atau ada kejadian tertentu di luar kendali. PSAK 55 (revisi 2006) memberikanpenekanan lebih pada ’bukti objektif (objective evidance)’ yang menjadi dasar daripenurunan nilai tersebut (paragraf 60) dan juga penekanan bahwa evaluasi akanadanya penurunan tersebut harus dilakukan pada setiap tanggal neraca (paragraf 59). 6. Penurunan Nilai PSAK No.

jika tersedia. termasuk: : a. terekspos risiko tingkat bunga atas arus 9 . risiko yang terkait dan sasaran usaha yang ingin dicapai. entitas harus mengungkapkan: a. Kebijakan dan metode akuntansi yang digunakan.waktu. kewajiban finansial. • Pengungkapan untuk setiap kategori aset keuangan apakahpembelian dan penjualan aset keuangan dicatat pada tanggal perdagangan atau pada tanggal penyelesaian. 4.dan Tingkat bunga efektif. Persyaratan. lindung nilai atas arus kas.termasuk kriteria pengakuan dan dasar pengukuranyang diterapkan. • Tanggal penilaian ulang (repricing) atau tanggal jatuh tempo kontraktual. dan lindung nilai atas investasi bersih dalam operasidi luar negeri.dan instrumen ekuitas.2. maka seluruhpersyaratan dan kondisi instrumen tersebut harus diungkapkan. dan tingkat kepastian arus kas di masa datang. Penjelasan kebijakan manajemen risiko harus memuat kebijakan yang menyangkut hal-hal seperti lindung nilai atas eksposur risiko upaya penghindaran konsentrasi risiko yang berlebihan. Mengindikasikan aset keuangan dan liabilitas keuangan mana yang terekspos risiko tingkat bunga atas nilai wajar. dan persyaratan mengenai agunan guna mengurangi risiko kredit. pengungkapan terpisah secara lebih spesifik dan terperinci harus dilakukan. Untuk lindung nilai atas nilai wajar. • Jika instrumen keuangan bersifat signifikan. Informasi mengenai cakupan dan sifat instrumenkeuangan. • • Menjelaskan sejauh mana suatu instrumen keuangan digunakan. b. Risiko Tingkat Bunga • Informasi mengenai eksposur risiko tingkat bunga. termasuk persyaratan dan kondisi yangbersifat signifikan yang dapat mempengaruhi jumlah. 3. dan b. mana yang lebih dahulu. Kondisi dan Kebijakan Akuntansi • Untuk tiap kelompok aktiva finansial. Kebijakan Manajemen Risiko dan Aktivitas Lindung Nilai • Mengungkapkan tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan termasuk kebijakan lindung nilainya.

Risiko Kredit • Mengungkapkan informasi mengenai eksposur risiko kredit. tidak boleh disajikan neto dalam neraca. Nilai wajar • Mengungkapkan nilai wajar tiap kelompok aset dan liabilitas dalam cara yang memungkinkan untukdiperbandingkan dengan nilai tercatat dalam Neraca.Namun demikian.kas. maka entitas wajib menyediakan informasinilai wajar pada pengungkapan tambahan. • Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi instrumenkeuangan seperti investasi dalam instrumen ekuitas daninstrumen derivatif yang tingkat bunga efektifnya tidakdapat ditentukan. Jumlah yang paling mewakili eksposur risiko kredit maksimal apabila pihak b. pinjaman. dan instrumen keuangan sejenis yang melibatkan pembayaran di masa datang yangmencerminkan nilai waktu dari uang. • Jika investasi dalam instrumen ekuitas atau derivatif yangterkait tidak memiliki kuotasi. • Pengungkapan suku bunga efektif berlaku untuk obligasi. 6.Fakta ini harus diungkapkan bersamaan dengan 10 . entitas mengungkapkan keberadaan haksecara hukum untuk melakukan saling hapus ketikamenyajikan informasi seperti yang dipersyaratkan di atas. dan Konsentrasi risiko kredit yang bersifat signifikan • Aset keuangan dengan hak saling hapus dengan liabilitaskeuangan. dan tidak secara langsung terekspos terhadap risiko tingkat bunga (misal instrumen ekuitas). kecuali penyelesaian akan dilakukan secara neto atau secarabersamaan.termasuk: a. lawan tidak mampu memenuhikewajibannya. 5. • Jika entitas tidak mengukur instrumen keuangan di neracapada nilai wajar. tanpa memperhitungkan nilai wajar dariagunan. maka instrumen tersebutdiukur pada biaya perolehan berdasarkan Pernyataan ini.notes.

penjelasaninstrumen keuangan tersebut. 50 (1998) dalam industri perbankan Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Reklasifikasi bunga SBI ini 11 . danpenjelasan mengapa nilai wajarnya tidak dapat diukursecara andal. 50 (revisi 2006) sebagai pengganti PSAK No.  Bunga surat berharga misalnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tidak boleh masuk sebagai pendapatan operasional bunga. nilai tercatatnya. dan PSAK 60 Permasalahan-permasalahan yang bisa timbul sebagai akibat berlakunya PSAK No. 7. Pengungkapan Lainnya Pengungkapan lainnya mengenai : • Penghentian pengakuan • Jaminan • Instrumen Keuangan Majemuk dengan Beberapa • Derivatif Melekat • Instrumen Keuangan pada Nilai Wajar • Reklasifikasi/Penggolongan Kembali • Laporan Laba Rugi dan Ekuitas • Penurunan Nilai • Wanprestasi dan Pelanggaran Dampak penerapan PSAK 50. Dengan memakai standar baru ini dapat mengurangi sumber pendapatan bunga bank dalam hal sebagai berikut :  Pendapatan provisi dan komisi kredit kini menjadi pengurang dari nilai kredit yang diberikan guna menghitung pendapatan bunga efektif. dan jika memungkinkan. 2. Mengenai Penyisihan Kerugian Kredit (Loan-Loss Provisioning) atau Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). PSAK 55. kisaran dari estimasinilai wajar yang paling memungkinkan.

P. Penerapan PSAK 50 dan PSAK 55 membutuhkan sistem dan persiapan yang cukup lama dan cukup mahal karena harus menggabungkan semua laporan keuangan dalam satu paket. Mengapa bank –bank di indonesia mengajukan keberatan terhadap PSAK 50 dan 55? keadaan di Indonesia atau tidak? 3. Menurut anda apakah adopsi PSAK 60 terhadap aturan IFRS sudah sesuai dengan FAISHAL A.  Kredit sebagai asset bank digolongkan pada “Loan and Receivables” yang mana valuasinya adalah dengan cara amortized cost. 4. Selain masalah teknologi. Misalkan untuk menghitung penyisihan kerugian kredit. sehingga kredit yang dikenakan bunga dibawah bunga pasar akan terdiskon menjadi lebih kecil dari harga perolehannya (kredit yang dikucurkan) 3.nya yang relatif kecil. 120110100008 12 .55. Bagaimana tanggapan yang diberikan oleh bank – bank yang ada di indonesia terhadapan penerapan IFRS terhadap PSAK 50. hal ini membawa konsekuensi bahwa nilai kredit (dalam hal ini asset bank) akan dipengaruhi oleh proyeksi cashflow dari asset tersebut. Dari sisi investasi. bank memiliki sumber daya manusia yang mampu menganilisis data-data statistik yang ada. Sumber Daya Manusia yang menguasai mengenai PSAK ini juga terbatas. kaitannya dengan internal rating model. jadi akan menambah masalah bagi perbankan untuk penerapan PSAK ini.berdampak pada bank yang banyak menempatkan dananya di luar kredit dengan ciri rasio pinjaman terhadap dana (LDR). Pertanyaan 1. paling sedikit setiap bank harus mengeluarkan dan sebesar US$1 juta untuk membeli sistem informasi dan teknologi untuk aplikasi pelaporan keuangan berdasarkan PSAK No. Bank harus menilai sumber daya manusia yang dimiliki dan melakukan training-training secara kontinu agar sumber daya manusia yang tersedia dapat dengan cepat mengadopsi PSAK 55 (revisi 2006). dan 60 ? 2. 50 & 55 (revisi 2006).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful