EKSTROFILIA BULI-BULI Adalah defek sebelah ventral sinus urogenitalis system musculoskeletal.

Dinding abdomen sebelah bawah berhubungan langsung dengan permukaan dalam dinding posterior buli-buli, sehingga ujung-ujung mukosanya bertemu dengan kulit dinding abdomen. Oleh karena mukosa buli-buli terpapar langsung dengan dunia luar, sehingga urine yang keluar dari muara ureter tidak tertampung. Tulang ramus osis pubis terpisah lebar, cincin pelvis tidak rigid, dan eksorotasi femur, sehingga pasien berjalan seperti bebek. Kelainan ini jarang didapatkan, yakni terjadi pada 1 dari 30.000 kelahiran hidup, dan lebih banyak didapatkan pada lelaki 3:1. Terdapat tiga jenis kompleks ekstrofilia :
1. Ekstrofia buli-buli klasik (60%):

Gambaran tipe klasik berupa massa bewarna merah yang menonjol pada region suprapubik, dengan dinding bulu-buli dan trigonum terpapar ke luar, dan muara uretra yang epispadis mengeluarkan urine. Kelainan yang menyertai adalah kedua simfisis pubis yang terpisah cukup lebar, dan seringkali disertai dengan hernia inguinalis indirekta, testis retraktil, dan prolaps rectum pada 15-20% kasus. Saluran kemih atas biasanya dalam batas normal. Prognosis penyakit pasien ini cukup baik, dengan usia harapan dan kualitas hidup cukup baik. Operasi sebaiknya secepat mungkin, pada usia 48 jam, untuk mengurangi kerusakan mukosa buli-buli dari paparan lingkungan luar dan menghindari tindakan operasi osteotomi iliaka.

2. Ektrofia kloaka (10%): Tipe ini adalah yang paling berat dengan defek dinding abdomen yang sangat luas, berupa buli-buli, usus ileosekal terpapar, dan anus imperforatus. Diikuti dengan mielomeningokel (50%). Prognosis jenis ini tidak menggembirakan.

3. Epispadias (30%): Epispadias adalah kelainan yang paling ringan di antara ketiganya, yakni berupa muara uretra berada di dorsum penis dan jarak antara simfisis pubis tidak terlalu jauh. Lebih kurang 90% diikuti dengan refluks vesiko-ureter, dan 75% dengan inkontenesia urine. Sesuai dengan letak muara uretra, epispadias dibedakan dalam 3 tipe, yakni :

Penopubik Terapi Operasi rekonstruksi epispadias glanular dan penile dilakukan secara elektif uretroplasi dengan kordektomi. Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari : penis. . dan implantasi uretra. Rekonstruksi meliputi bladder-neck plasty. mirip dengan perlakuan terhadap ekstrofia tipe klasik.Akar (menempel pada didnding perut) . uretroplasti. kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi). a) Penis Penis terdiri dari: . Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.a. Dasar glans penis disebut korona.Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut). Anatomi Sistem Reproduksi Pria 1.Badan (merupakan bagian tengah dari penis) . Penile (25%) c. Kontinensia dapat tercapai hingga 60-80% Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi Laki-Laki A. Epispadias glanular (15%) b. Namun untuk tipe penopubik yang biasanya disertai dengan inkontenensia harus dilakukan rekonstruksi lebih ekstensif. skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).

Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis. uretra. .Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum. Duktus Duktuli . Jika rongga tersebut terisi darah. kaku dan tegak (mengalami ereksi). Kelenjar prostat. dilakukan oleh sel interstial (sel leydig). Di bawah kelenjar ini terdapat Kelenjar Bulbo Uretralis yang memilki panjang 2-5 cm. Struktur dalamnya terdiri dari : vas deferens. merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu: Lobus posterior Lobus lateral Lobus anterior Lobus medial Fungsi Prostat: Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis yang berguna untuk menlindungi spermatozoa terhadap sifat asam yang terapat pada uretra dan vagina. fungsi hampir sama dengan kelenjar prostat. Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat). Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius. testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh. mengelilingi uretra.Alat kelamin laki-laki terbagi atas 3 bagian : a) Vas deferens Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih . dilakukan di Tubulus seminiferus.2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus. Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil: .Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen. Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. b) Uretra Uretra berfungsi 2 fungsi: . terdiri dari : a) Membentuk gamet-gamet baru yaitu spermatozoa. b) Skrotum Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis. c) Testis Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. c) Kelenjar Prostat Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra. Prostat mengeluarkan sekeret cairan yang bercampur secret dari testis. Fungsi Vesika seminalis : Mensekresi cairan basa yang mengandung nutrisi yang membentuk sebagian besar cairan semen 3. 2. Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis. Fungsi testis. Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia. Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika. b) Menghasilkan hormon testosteron. d) Vesikula seminalis. maka penis menjadi lebih besar. karena agar sperma terbentuk secara normal. terletak bersebelahan. kelenjar prostat dan vesikula seminalis. Testis menghasilkan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) juga hormon testosterone. perbesaran prostate akan membendung uretra dan menyebabkan retensi urin.

Hormon pada Laki-laki a. Uretra berfungsi 2 fungsi: . dan serabut-serabut saraf. spermatozoa melalui duktuli eferentis merupakan bagian dari kaput (kepala) epididimis. Saluran epididimis dikelilingi oleh jaringan ikat. B. Testosteron Bertanggung jawab dalam perubahan fisik laki-laki terutama organ seks sekundernya. Fisiologi Sistem Reproduksi Pria 1.Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen. mengatur sperma sebelum di ejakulasi. Pertumbuhan dan pematangan organ reproduksi . kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam rongga perut terus ke kandung kemih. masuk ke dalam vas deferens Fungsi dari epididimis yaitu sebagai saluran penhantar testis. c) Uretra. badan dan ekor epididimis sebagian ditutupi oleh lapisan visceral. di belakang kandung kemih akhirnya bergabung dengan saluran vesika seminalis dan selanjtnya membentuk ejakulatorius dan bermuara di prostate. Epididimis terdiri dari kepala yang terletak di atas katup kutup testis. pembuluh limfe. Efek hormon testoteron pada pria: Sebelum lahir: a. Bangunan Penyokong atau Penyambung Funikulus Spermatikus Bagian penyambung yang berisi duktus seminalis. b) Duktus Deferens Merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis.Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih . c. LH Menstimulir Sel Interstitiil Leydig untuk memproduksi Testosteron. dan memproduksi semen. FSH Menstimulir spematogenesis. Panjang duktus deferens 50-60 cm.a) Epididimis Merupakan saluran halus yang panjangnya ± 6 cm terletak sepanjang atas tepi dan belakang dari testis. berbelok-belok dan membentuk kerucut kecil dan bermuara di duktus epididimis tempat spermatozoa disimpan. 4. lapisan ini pada mediastinum menjadi lapisan parietal. Mendorong penurunan testis ke skrotum Efek reproduksi c. Maskulinasi saluran reproduksi dan genital eksterna b. Duktus eferentis panjangnya ± 20 cm. b.

Tahap akhir spermatogenesis adalah pematangan spermatid menjadi spermatozoa. Spermatozit sekunder berkembang menjadi spermatid.d. badan dan ekor . Penting dalam spermatogenesis e. Ukuran spermatozoa adalah 60 mikron. Berlangsung 64 hari. Spermatozit primer menjadi spermatozit sekunder. Pertumbuhan tanda kelamin sekunder 2. Spermatozoa terdiri dari kepala. Spermatogenesis Spermatogenesis adalah perkembangan spermatogonia menjadi spermatozoa. Spermatogonia berkembang menjadi spermatozit primer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful