P. 1
Trauma Kepala

Trauma Kepala

|Views: 3|Likes:
ilmu bedah
ilmu bedah

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Arif Emping Gustidewatamuliaraya on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2014

pdf

text

original

TRAUMA KEPALA

KELOMPOK 5

ADI IRAWAN DWI FITRIANI OKTAVIA CHAFIDAWATI RISA SETIA BUDI AN AN YULIANTY ARIF DWI

Pendahuluan
• Di USA Cedera Kepala 500.000 kasus/tahun:

•10% praRS •90% di RS dg komposisi:
•80% Cedera Kepala Ringan (CKR) •10% Cedera Kepala Sedang (CKS) •10% Cedera Kepala Berat (CKB)

2009).PENGERTIAN • Trauma kepala atau trauma kapitis adalah suatu ruda paksa (trauma) yang menimpa struktur kepala sehingga dapat menimbulkan kelainan struktural dan atau gangguan fungsional jaringan otak (Sastrodiningrat. yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran yang mana menimbulkan kerusakan kemampuan kognitif dan fungsi fisik (Langlois. • Menurut Brain Injury Association of America. RutlandBrown. cedera kepala adalah suatu kerusakan pada kepala. Thomas. . tetapi disebabkan oleh serangan atau benturan fisik dari luar. 2006). bukan bersifat kongenital ataupun degeneratif.

Kecelakaan lalu lintas Kecelakaan kerja Trauma pada olah raga Kejatuhan benda Luka tembak .ETIOLOGI 1. 4. 2 3. 5.

• Umur Menurut Brain Injury Association of America. dua kelompok umur mengalami risiko yang tertinggi adalah dari umur 0 sampai 4 tahun dan 15 sampai 19 tahun (CDC. . .Karateristik • Jenis Kelamin . 1984).Mortalitas laki-laki dan perempuan terhadap trauma kepala adalah 3. 2006).4:1 (Jagger. Levine. 2006)..5 kali lebih banyak daripada perempuan (CDC. Jane et al.Menurut Brain Injury Association of America. laki-laki cenderung mengalami trauma kepala 1.

Proses primer Ini adalah kerusakan otak tahap pertama yang diakibatkan oleh benturan/proses mekanik yang membentur kepala.PATOFISIOLOGI CEDERA KEPALA 1. . percepatan dan perlambatan gerak kepala. Derajat kerusakan tergantung pada kuatnya benturan dan arahnya. kondisi kepala yang bergerak/diam.

Proses sekunder Merupakan tahap lanjutan dari kerusakan otak primer dan timbul karena kerusakan primer membuka jalan untuk kerusakan berantai karena berubahnya struktur anatomi maupun fungsional dari otak misalnya meluasnya perdarahan. kejang. . kerusakan neuron berlanjut. iskemia fokal/global otak. hipertermi.2. edema otak.

.

Mekanisme • Cedera Kepala Tumpul Cedera kepala tumpul biasanya berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas.Klasifikasi A. jatuh/pukulan benda tumpul. 2004) . • Cedera Kepala Tembus Cedera tembus disebabkan oleh luka tembak atau tusukan. (IKABI.

Berat Ringanya • Cedera Kepala Ringan • Cedera Kepala Sedang • Cedera Kepala Berat : GCS 14 .15 : GCS 9 .B.13 : GCS 3 – 8 .

MANIFESTASI KLINIK • Manifestasi klinik dari cedera kepala tergantung dari berat ringannya cedera kepala. 1. muntah seringkali proyektil. papil edema yang disebabkan oleh tekanan dan pembengkakan diskus optikus. Perubahan kesadaran adalah merupakan indicator yang paling sensitive yang dapat dilihat dengan penggunaan GCS ( Glascow Coma Scale) 2. . Peningkatan TIK yang mempunyai trias Klasik seperti : nyeri kepala karena regangan dura dan pembuluh darah.

PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. foto tengkorak 3 posisi 3.CT scan 4.Foto cervical bila ada tanda-tanda fraktur cervica .X-Ray.Pemeriksaan laboratorium 2.

head to toe examination .Penatalaksanaan Awal • Dilakukan oleh Dokter/Paramedis yang pertama kali melihat • Primary survey • A: Airway + C-Spine control • B: Breathing • C: Circulation • D: Disability • Secondary survey .

kita dapat melakukan chin lift atau jaw thrust sambil merasakan hembusan napas yang keluar melalui hidung. fleksi. • Usaha untuk membebaskan jalan napas harus melindungi vertebra servikalis (cervical spine control). Dalam hal ini. . atau rotasi yang berlebihan dari leher. Bila ada sumbatan maka dapat dihilangkan dengan cara membersihkan dengan jari atau suction jika tersedia. Untuk menjaga patensi jalan napas selanjutnya dilakukan pemasangan pipa orofaring.Airway + C-Spine control • Kelancaran jalan napas (airway) merupakan hal pertama yang harus diperhatikan. yaitu tidak boleh melakukan ekstensi.

perkusi.Breathing + ventilasi Yang diperhatikan: • Frekuensi nafas (RR) • Inspeksi.palpasi. auskultasi • Pneumothorax • Hematothorax • Flail chest • Kontusio paru • Terapi oksigen 4-6 rpm • Kalau perlu Chest Tube Thoracostomy (CTT) • Ambu Bag untuk ventilasi .

Circulation + Bleeding • Tekanan Darah + Nadi • Hipotensi • Takikardia • Atasi syok hipovolemia • Kontrol perdarahan eksternal .

Disability • Mini Neurologis • GCS : E M V • Pupil • Bulat isokor/anisokor • Reflek cahaya +/• Motorik : Parese +/- .

Terapi • Medikamentosa • Antibiotika. bila ada luka atau indikasi lain • Anti tetanus bila lukanya kotor • Analgetika • Anti muntah • Neurotropik • Anti kejang : Phenytoin. Diazepam • Obat penenang : CPZ 12.5 mg atau diazepam 5 mg IV .

Indikasi CT Scan • Kesadaran↓ (GCS<15). • Fraktur Basis Kranii • Nyeri kepala hebat dan muntah menetap • Cedera penetrasi • Kejang • Defisit neurologi (lateralisasi) .

Indikasi Operasi • Depressed fraktur> 1 tabula • Midline shift > 5mm • Perdarahan Intrakranial(EDH/SDH/ICH) > 25cc • Cederapenetrasi .

Indikasi Rawat: • • • • • • • • • • CT Scan tidak ada CT Scan abnormal Semua cedera tembus Riwayat hilang kesadaran Kesadaran↓ Sakit kepala sedang-berat Fraktur tengkorak Rhinorea/Otorea Amnesia Tidak ada keluarga dirumah .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->