P. 1
PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MELAKUKAN NEGOSIASI DI KELAS XI PEMASARAN SMKN 1 MAGETAN088

PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MELAKUKAN NEGOSIASI DI KELAS XI PEMASARAN SMKN 1 MAGETAN088

|Views: 472|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : MOHAMMAD RIFKI ADITIA, HARTI ,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : MOHAMMAD RIFKI ADITIA, HARTI ,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Mar 20, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2015

pdf

text

original

PENGARUH KEMAMPUAN KOMUNIKASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT MELAKUKAN NEGOSIASI DI KELAS XI PEMASARAN SMKN 1 MAGETAN

Moh. Rifki Aditia Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ABSTRAK
Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang selalu menjadi topik utama dalam bidang pendidikan. Asumsi tersebut berkembang dengan pertimbangan bahwa prestasi belajar merupakan indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa. Prestasi belajar merupakan suatu penilaian dari hasil pendidikan, umumnya dirumuskan pada suatu evaluasi atau biasanya yang disebut sebagai rapor. Maksud penilaian hasil-hasil pendidikan itu ialah untuk mengetahui sejauh manakah kemajuan kemampuan individu siswa tersebut. Dan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kemampuan komunikasi siswa terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi di kelas XI Pemasaran SMK Negeri 1 Magetan. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh kemampuan komunikasi siswa terhadap prestasi belajar. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan yaitu variabel bebas dan vaiabel terikat. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: observasi, dokumentasi, angket. Dari hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh nilai Uji t regresi sederhana lebih besar dari t tabel , maka kemampuan komunikasi efektif berpengaruh signfikan terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi. Kata Kunci : kemampuan komunikasi, prestasi belajar

ABSTRACT

Scholastic achievement is a problem that has always been an important topic in the field of education. The assumptions have been developed on the basis of learning outcomes is an indicator of the quality and quantity of knowledge that has been dominated by students. Scholastic achievement is an assessment of educational outcomes, are generally formulated an evaluation or commonly known as a report card. The purpose of education evaluation of the results is to determine the degree to which the progress of the capacity of each student. And this study aims to determine whether the influence of communication skills training to learn from the achievements of the class XI negotiated SMK Negeri a Magetan marketing. This study includes a quantitative descriptive study. The research was conducted to determine the magnitude of the effect of communication skills learning outcomes. In this study there are two variables used the independent variable and tied vaiabel. In this study, researchers conducted a study using data collection methods include: observation, documentation, questionnaires. From the results of the simple linear regression analysis of t test values obtained by a simple regression, is greater than t tables, then the effective communication abilities significantly exposed impact on learning achievement eye negotiate training. Keywords: communication skills, school performance .

PENDAHULUAN

Setiap

warga

negara

berhak

1

mendapat pendidikan layak sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan diatur melalui Peraturan Pemerintah, sedangkan pelaksanaan program pendidikan dilakukan dalam suatu sistem yang disebut Sistem Pendidikan Nasional. Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia, pendidikan merupakan suatu upaya yang tepat dan efektif, maka kualitas pendidikan terus diupayakan, misalnya perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, pembaharuan kurikulum, pelatihan guru dan sebagainya agar siswa memperoleh prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang selalu menjadi topik utama dalam bidang pendidikan. Asumsi tersebut berkembang dengan pertimbangan bahwa prestasi belajar merupakan indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa. Prestasi belajar merupakan suatu penilaian dari hasil pendidikan, umumnya dirumuskan pada suatu evaluasi atau biasanya yang disebut sebagai rapor. Maksud penilaian hasil-hasil pendidikan itu ialah untuk mengetahui sejauh manakah kemajuan kemampuan individu siswa tersebut. Berbagai penilaian dalam proses belajar tersebut diberikan melalui kuis, tugas, Ulangan harian, UTS, dan UAS dari materi diklat yang diberikan, hasil siswa tersebut dinamakan indeks prestasi. Indeks prestasi merupakan rumusan terakhir yang diberikan oleh guru mengenai kemajuan atau hasil belajar. Dengan belajar setiap individu akan memperoleh pemahaman ilmu pengetahuan, yang diharapkan dapat membentuk kecakapan, keterampilan, sifat, pengertian, harga diri, minat, watak dan penyesuaian diri bagi setiap individu tersebut. Secara tidak

langsung prestasi yang dicapai dapat menjadi prediksi bagi keberhasilan individu dimasa depan sehingga terbentuklah sumber daya manusia yang berkualitas. Hasil dari tindakan mengadakan penilaian itu lalu dinyatakan dalam suatu pendekatan yang perumusannya bermacammacam. Hasil belajar yang optimal banyak dipengaruhi oleh berbagai komponen belajar mengajar, menurut Muhibbin (2003:43) faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu aspek fisiologi (yang bersifat jasmaniah) dan aspek psikologi (yang bersifat rohaniah), sedangkan faktor eksternal adalah lingkungan dan pertemanan. Hal ini dapat menentukan tinggi rendahnya prestasi belajar seorang siswa. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, kemampuan berkomunikasi siswa mempunyai peranan penting bagi mereka. Prestasi belajar akademik dapat dioptimalkan jika dibangun dengan komunikasi yang baik. komunikasi yang baik diperlukan kemampuan komunikasi seperti menulis, membaca, berbicara, mendengarkan, dan berpikir (kemampuan bernalar), karena dalam kehidupannya, manusia selalu melakukan kegiatan komunikasi sebagai bukti kesadaran akan keberadaannya, yaitu mengadakan aksi dan ber-reaksi atas stimuli yang datang padanya. Pratikto (1982:11) mengatakan selagi ia masih hidup, manusia selalu melakukan berbagai kebutuhannya, dalam hal ini kegiatan komunikasi adalah yang paling banyak dilakukan. Kemampuan komunikasi turut berperan dalam menentukan siswa

2

untuk membuatnya menjadi tahu dan mendapatkan pengetahuan sebagai sumber ilmu baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan luar sekolah mereka. Dengan berkomunikasi siswa mendapatkan hubungan timbal balik dari interaksi yang dilakukan dengan individu lain. Salah satu masalah kemampuan komunikasi siswa SMK(Sekolah Menengah Kejuruan) dalam kehidupan sehari-harinya adalah perbedaan penggunaan bahasa dalam lingkungannya, serta belum adanya sikap membiasakan pada diri siswa untuk menggunakan bahasa yang efektif sehingga mendukung kemampuan berkomunikasinya. Bahasa dianggap sebagai alat yang paling sempurna dan mampu membawakan pikiran dan perasaan baik mengenai hal-hal yang bersifat konkrit maupun yang bersifat abstrak (Effendi, 1985:5). Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dituntut untuk mempunyai kemampuan berbahasa yang baik. Seseorang yang mempunyai kemampuan berbahasa yang memadai akan lebih mudah menyerap dan menyampaikan informasi baik secara lisan maupun tulisan. Kemampuan berkomunikasi siswa dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah rendah karena sebagian besar siswa kurang antusias ketika sedang berkomunikasi dengan individu lain. Siswa lebih bersifat pasif, enggan, takut atau malu mengemukakan pendapatnya. Tidak jarang siswa merasa kurang mampu dalam berkomunikasi sebab melakukan komunikasi dianggap sulit, dan menakutkan. Hal ini menyebabkan siswa menjadi takut atau phobia terhadap komunikasi secara langsung. Ketakutan yang muncul dari dalam diri siswa tidak hanya di sebabkan oleh

siswa itu sendiri. Tetapi juga di dukung oleh ketidak mampuan guru menciptakan situasi kondusif untuk dapat menciptakan keharmonisan dalam suasana tersebut. Dalam mengembangkan komunikasi, siswa bisa sukses dalam pekerjaan, pendidikan, usaha dan dalam hubungan sosial sangat tergantung pada bagaimana siswa mengelola konflik yang bisa muncul sebagai akibat langsung dari buruknya komunikasi. Maka termasuk keterampilan komunikasi adalah kemampuan mengelola masalah dengan negosiasi. Negosiasi adalah kemampuan membangun kesepakatan dan saling percaya dengan menempatkan semua pihak pada kedudukan sederajat. Masalah dalam komunikasi bisa saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari siswa karena pengaruh dari orang lain yang mempersepsi buruk pemikiran dan tindakan siswa (Devi, 2008:67). Kemampuan siswa mengkomunikasikan pesan kepada orang lain dapat meminimalisir masalah tersebut, bahkan bisa dirubah atau berubah menjadi simpatik. Kemampuan berkomunikasi merupakan faktor penting dari sebuah kegiatan negosiasi, salah satu mata diklat yang diberikan di kelas XI jurusan pemasaran sebagai mata diklat kejuruan yang menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan komunikasi adalah melakukan negosiasi. Hal ini dikarenakan pada mata diklat melakukan negosiasi salah satu kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa adalah melakukan proses tawar-menawar dengan calon pelanggan. Kemampuan komunikasi sangat diperlukan untuk mata diklat kejuruan terutama mata diklat negosiasi, yang dalam kegiatan negosiasi juga terdapat

3

unsur-unsur utama yang ada dalam komunikasi yaitu sumber (source), pesan (message), saluran (channel), penerima (receiver), serta umpan balik (feed back). Proses komunikasi yang terjadi dalam kegiatan negosiasi bersifat dua arah, dua pihak yang melakukan komunikasi sama-sama mempunyai hak untuk bicara dan didengarkan. Komunikasi dan negosiasi mempunyai tujuan komunikasi yang ingin dicapainya, sehingga siswa yang memiliki kemampuan komunikasi dengan baik akan memiliki kemudahan dalam mempelajari mata diklat melakukan negosiasi di sekolahnya, seperti halnya kemampuan komunikasi yang harus dimiliki siswa di SMK Negeri 1 Magetan, merupakan satusatunya SMK di Magetan yang sudah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Oleh karenanya SMK Negeri 1 Magetan merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di Magetan. Komunikasi Menurut Effendy (2003 : 8) Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan antar manusia. Komunikasi juga dapat diartikan sebagai bentuk interaksi manusia yang saling berpengaruh mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja. Cangara (2002 : 20) mengartikan bahwa komunikasi tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bhasa verbal, tetapi juga ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. Komunikasi Efektif Komunikasi yang efektif, menurut Stewart L Tubbs dan Sylvia Moss (1974:9-13), paling tidak menimbulkan lima hal ; pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan. 1. Pengertian

Pengertian artinya penerimaan yang cermat dari sisi stimuli seperti yang dimaksud oleh komunikator. 2. Kesenangan Komunikasi yang lazim disebut komunikasi fatis (phatic communication) yang dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan. 3.Mempengaruhi Sikap Bisa dikatakan bahwa komunikasi yang kita jalin kebanyakan adalah untuk saling mempengaruhi satu sama lain. Komunikasi membahasakannya dengan, komunikasi persuasive. 4. Hubungan Sosial yang Baik Sebagai makhluk sosial yang tak pernah bisa sendiri dalam kehidupannya, manusia mempunyai daftar kebutuhan sosial yang akan menumbuhkan dan mempertahankan hubungan. 5. Tindakan Efektivitas yang terjalin selama komunikasi berlangsung karena untuk menimbulkan tindakan, kita harus berhasil terlebih dahulu menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah sikap atau menumbuhkan hubungan yang baik. proses komunikasi, tetapi juga factor-faktor yang mempengaruhi perilaku. Komunikasi Antarpribadi ( Interpersonal ) Komunikasi antar pribadi adalah proses penyampaian panduan pikiran dan perasaan seseorang kepada seorang lainnya agar mengetahui, mengerti, atau melakukan kegiatan tertentu (Efendy, 1986:60). Menurut Joseph De Vito (1976), "komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain, atau juga sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung". Teori AIDDA

4

Teori AIDDA merupakan suatu poses psikologi pada diri komunikan. Berdasarkan formula AIDDA ini, komunikasi persuasive didahului dengan upaya membangkitkan perhatian. Upaya ini tidak hanya dilakukan dalam gaya bicara dengan kata-kata yang merangsang tetapi juga dengan penampilan (appearance) ketika menghadapai komunikan. Apabila ditinjau dari segi psikologisnya, maka komponen perubahan yang terjadi pada teori AIDDA juga bisa ditinjau dari komponen perubahan sikap yang terjadi pada diri manusia akibat terpaan pesan (Rakhmat, 1986:52) yaitu: a. Cognitive: Pesan yangdisampaikan ditujukan pada pikiran komunikan. Hal ini dilakukan agar komunikan tahu dan paham akan pesan yang disampaikan. Hal ini sama dengan Attention dalam Teori AIDDA. b. Afektif: Pada tahap ini tujuan komunikator tidak hanya supaya komunikan tergerak hatinya hingga timbul perasaan tertentu seperti minat yang muncul akibat adanya perhatian. c. Behavioral: Dampak yang timbul adalah berupa tindakan atau kegiatan. Hal ini sudah bisa mulai dilihat pada proses pengambuilan keputusan. Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru (Tu`u, 2004:75). Prestasi belajar juga merupakan suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya (Winkel, 1996:162). Mata Diklat Melakukan Negosiasi

Mata Diklat Melakukan Negosiasi adalah mata Diklat yang mengajarkan siswa untuk mempelajari dan memahami tentang keterampilan berkomunikasi dengan orang lain sehingga mencapai kesepakatakan. Sedangkan Phil Baguley (dalam Devi 2008: 53), menjelaskan tentang definisi negosiasi yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang. Selain itu, dalam melakukan negosiasi seseorang dituntut untuk menentukan dengan sungguh-sungguh tata bahasa dan pemilihan kata yang akan dipakai agar dalam berkomunikasi dapat memahami maksud yang diinginkan dengan baik. Tujuan mata diklat melakukan negosiasi sendiri adalah membantu siswa dalam menguasai pengetahuan tentang perilaku konsumen, segmen pasar yang dihadapi, target pasar, dan bagaimana mengidentifikasi keberatan calon pelanggan. Semua keahlian tersebut harus didukung dengan kemampuan berkomunikasi siswa, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan pesan sehingga terjadi kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Hubungan Komunikasi Pestasi Belajar Mata Melakukan Negosiasi dengan Diklat

Komunikasi dan pendidikan merupakan unsur terpenting karena komunikasi menentukan keberhasilan pendidikan. Orang sering berkata tinggi rendahnya suatu pencapaian unsur pendidikan dipengaruhi oleh faktor komunikasi khususnya komunikasi pendidikan (Yusuf,1990:13) dan pencapaiaan

5

komunikasi pendidikan dirasionalkan melalui komunikasi interpersonal. Komunikasi yang efektif, menurut Stewart L Tubbs dan Sylvia Moss (1974:9-13), paling tidak menimbulkan lima hal ; pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan. Hal ini diperlukan siswa untuk memmpelajari mata diklat kejuruan terutama mata diklat negosiasi, yang dalam kegiatan negosiasi juga terdapat unsur-unsur utama yang ada dalam komunikasi yaitu sumber (source), pesan (message), saluran (channel), penerima (receiver), serta umpan balik (feed back). Proses komunikasi yang terjadi dalam kegiatan negosiasi bersifat dua arah, dimana dua pihak yang melakukan komunikasi sama-sama mempunyai hak untuk bicara dan didengarkan, hal ini juga menjadi satu tanda bahwa komunikasi berjalan efektif yaitu dengan timbulnya pengertian antara sumber dan penerima pesan. dengan demikian dalam berkomunikasi kita dapat memahami apa yang dirasakan oleh lawan bicara kita.prinsip ini perlu dikembangkan dalam proses negosiasi agar para pihak yang bernegosiasi dapat saling memahami pandangan, masalah dan tuntutan dari kedua belah pihak, sehingga dapat terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak yang bernegosiasi. Penelitian Terdahulu 1. Hubungan komunikasi interpersonal antara mahasiswa dan dosen dengan prestasi akademik mahasisawa fakultas psikologi Universitas Gunadarma 2. Pengaruh Komunikasi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa

Pada Mtsn Model Makassar (Suatu Studi Komunikasi Pendidikan) Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomenafenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena tersebut bisa berupa bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukmadinata, 2006:72). Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas XI program keahlian Pemasaran SMK Negeri 1 Magetan. 2. Objek penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Magetan. Sumber data dan data penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. a. Data primer Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil kuisioner yang dibagikan ke siswa kelas XI program Keahlian Pemasaran. Dimana data yang diperoleh meliputi data-data yang terkait dengan kemampuan komunikasi efektif siswa terhadap prestasi belajar siswa. b. Data sekunder Data sekunder merupakan data pendukung bagi penelitian yang dilakukan dimana data sekunder

6

diperoleh dari sekolah yang telah diolah,yang melipti faktor-faktor internal dan eksternal yang digunakan sebagai pedoman untuk dapat melihat bagaimana kemampuan komunikasi siswa. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupan sosial yang diamati (Sugiyono, 2006:119). Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, maka instrumen penelitian yang digunakan adalah angket untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi siswa terhadap prestasi belajar mata pelajaran Melakukan Negosiasi pada siswa kelas XI program keahlian Pemasaran SMK Negeri I Magetan. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut: a. Observasi (pengamatan) Observasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan secara cermat dan sistematis fenomena-fenomena di lapangan. Tujuan dari observasi ini adalah untuk memperoleh informasi yang lengkap mengenai permasalahan dalam kemampuan komunikasi siswa pada siswa kelas XI program keahlian Pemasaran SMK Negeri I Magetan. b. Dokumentasi Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menunjang hasil penelitian. Data yang diperoleh melalui metode dokumentasi ini adalah dokumen-dokumen sekolah. Adapun dokumen-dokumen sekolah

tersebut adalah profil sekolah serta nilai UTS dan UAS mata pelajaran Melakukan Negosiasi. c. Angket Angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden (Sugiyono, 2008:142). Penyusunan pertanyaan atau pernyataan dalam angket berdasarkan indikator variabel. Dalam penelitian ini, skala pengukuran data jawaban angket menggunakan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial tertentu (Sugiyono, 2006: 107). Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi sub variabel kemudian dijabarkan menjadi indikator dan indikator tersebut digunakan untuk menyusun pernyataan. Karena alternatif jawaban yang disediakan ada lima, maka penulis memberikan skor satu hingga lima untuk tiap-tiap pernyataan. Dengan Skala Likert ini responden diminta untuk memberikan tanggapan terhadap setiap pernyataan dengan memilih salah satu dari lima alternatif jawaban yang tersedia. Angket tersebut perlu melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Kedua uji tersebut berguna untuk menunjukkan bahwa instrumen yang digunakkan valid dan reliabel. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Sedangkan uji reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2007:348). Berikut rumus uji validitas dan uji reliabilitas:

7

Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan rumus Product Moment angka dasar yaitu:

Keterangan: rxy = koifisien korelasi X dan Y X = skor per butir Y = skor total angket masing-masing responden N = jumlah responden X2 = jumlah kuadrat nilai X Y2 = jumlah kuadrat nilai Y Adapun kriteria dalam uji validitas adalah sebagai berikut: Jumlah responden (N) adalah 116 siswa dan menggunakan taraf signifikansi 5%, dengan melihat tabel r diperoleh rtabel sebesar 0,195 (Sugiyono, 2006: 369). Jika r hitung ≥ r tabel, maka pernyataan angket valid Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan angket tidak valid Uji validitas dilakukan dengan bantuan SPSS 17. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus formula Alpha Cronbach yaitu:

a. Jika alpha < 0,6 maka reliabel (kurang baik) b. Jika alpha 0,7 maka reliabel (dapat diterima) c. Jika alpha > 0,8 maka reliabel (baik) d. Uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan SPSS 17. Teknik Analisis Data Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Berikut teknik yang digunakan peneliti dalam menganalisis data: Analisis Deskriptif Persentase Analisis deskriptif persentase digunakan untuk memberikan gambaran mengenai hasil penelitian secara kategorikal. Sebelum dilakukan analisis deskriptif persentase, terlebih dulu dilakukan penskoran terhadap masing-masing pernyataan angket pada setiap variabel. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif persentase digunakan untuk mengetahui tingkat persentase jawaban dari masingmasing responden kemudain mengelompokkan ke dalam kategori tertentu. Menurut Ali (1994: 184) langkah-langkah yang ditempuh dalam penggunaan analisis deskriptif persentase adalah sebagai berikut: a. Membuat tabel distribusi angket. b. Menentukan skor tanggapan responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan. c. Menjumlah skor tanggapan yang diperoleh dari tiap-tiap responden. d. Memasukkan skor tersebut ke dalam rumus sebagai berikut:

Keterangan: rII = reliabilitas instrumen k = banyaknya pernyataan dalam angket = varians butir = varians total Adapun kriteria dalam uji reliabilitas menurut Priyatno (2009: 172) adalah sebagai berikut:

8

Determinasi (R Square) Keterangan % = deskkriptif persentase n = jumlah skor yang diperoleh responden N = jumlah skor ideal, yang diperoleh dari banyaknya pernyataan dikalikan skor ideal yaitu 5 e. Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel kategori yang disusun melalui perhitungan sebagai berikut: 1) Menentukan persentase tertinggi = skor tertinggi/skor tertinggi x 100% = 5/5 x 100% = 100% 2) Menetukan persentase terendah f. Membuat tabel interval dan kategorinya Tabel 3.2 Interval Kelas dan Katergorinya Interval 84 % < % ≤ 100 % 68 % < % ≤ 84 % 52 % < % ≤ 68 % 36 % < % ≤ 52 % 20 % < % ≤ 36 % Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Koifisien korelasi (R) adalah korelasi antara dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R berkisar antara 0 sampai 1. Jika nilai mendekati 0 maka hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen sangat lemah. Jika nilai mendekati 1 maka hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen sangat kuat (Priyatno, 2009: 144). Koifisien korelasi (R) dilakukan dengan bantuan SPSS 17. Berikut tabel nilai koifisien korelasi: Koefisien Korelasi (R) Koifisien determinasi (R Square) adalah R kuadrat dimana hasilnya diubah ke bentuk persen artinya persentase sumbangan pegaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Priyatno, 2009: 144). Koefisien determinasi (R Square) dilakukan dengan bantuan SPSS 17. Uji Hipotesis Uji t Uji t digunakan untuk membuktian hipotesis pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Prosedur uji t adalah sebagai berikut: Menentukan rumusan hipotesis: Ho = Secara parsial tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan komunikasi siswa (X) terhadap prestasi belajar (Y). Ha = Secara parsial ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan

Analisis Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana berguna untuk menganalisis hubungan linear satu variabel independen dengan satu variael dependen (Priyatno, 2009: 137). Berikut rincian perhitungan yang akan dibahas dalam analisis regresi sederhana: Koefisien Korelasi (R) dan Koefisien

9

a.

b. c.

Uji t 17.

komunikasi siswa (X) terhadap prestasi belajar (Y). Taraf kesalahan yang digunakan (α) = 5% dengan berdasarkan pada derajat kebebasan (dk) pembilang = k dan derajat kebebasan (dk) penyebut = (n-k1) Membandingkan thitung dengan ttable Mengambil kesimpulan: 1) Apabila thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti secara parsial kemampuan komunikasi siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar. 2) Apabila thitung < ttable atau nilai t yang dihasilkan pada tingkat signifikansi dibawah 0,05 (5%), berarti pada pengujian ini tidak mampu atau gagal menerima Ha sehingga Ho di terima. dilakukan dengan dengan SPSS

Gambaran Umum SMK Negeri 1 Magetan SMK Negeri 1 Magetan berdiri pada tahun 1952, bukan sebagai SMK ataupun SMEA melainkan SGB (Sekolah Guru Bawah) yang berlokasi di SDN Komplek dan merupakan sekolah keguruan. Karena sekolah ini berkembang pesat, maka dibagi menjadi dua yaitu SGB 1 yang masuk pagi dan SGB 2 yang masuk sore. Kepala sekolahnya adalah Bapak Soeparni Notohadi Wasono (kepala sekolah sementara). Pada tahun 1954 SGB pindah ke wilayah pusat kota, tepatnya di Jalan Kartini Nomor 6 Magetan sampai sekarang. Pada tahun

1959 sesuai dengan program pemerintah, ada perubahan nama dari SGB menjadi SGA (Sekolah Guru Atas) sekaligus pengukuhan Bapak Soeparni Notohadi Wasono sebagai kepala sekolah. Pada tahun 1977 ada perubahan nama lagi dari SGA menjadi SPG (Sekolah Pendidikan Guru), yang menjabat kepala sekolah adalah Bapak Wachid, B.A. Pada masa kepemimpinannya, beliau mengadakan SPG Sore yang diberi nama SPG Swarnas 1 (Swadarma Nasional). Tahun 1989 kepemimpinan dijabat oleh Bapak Paidi, B.A., setelah itu ada keputusan dari pusat bahwa SPG/SGO seluruh Indonesia ditutup dalam rangka meningkatkan mutu guru. Kemudian dari SPG dialihkan menjadi SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas). Sebetulnya ada pilihan untuk dialihfungsikan sebagai STM karena pada saat itu STM Negeri di Magetan belum ada. Namun karena tingginya biaya praktik, maka SPG/SGO tetap menjadi SMEA, dimana keputusan tersebut berdasarkan SK No. 0342/V/1989 tanggal 5 Juni 1989. Pada tahun awal berdirinya SMEA, ada 2 jurusan yang yaitu Akuntansi dan Pemasaran disusul jurusan Administrasi Perkantoran. Untuk praktik di lapangan diberi nama PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang kemudian diubah menjadi PSG (Pendidikan Sistem Ganda). Pada Tahun 1998 sekolah mengalami perubahan nama lagi menjadi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yaitu SMK Negeri 1 Magetan. Perubahan nama tersebut sesuai dengan perkembangan zaman dan diarahkan menjadi sekolah kejuruan dengan kepala sekolah Bapak Soebari Hardja Saputra. Ada penambahan program keahlian yang dikelompokan menjadi 2 yaitu bidang Bisnis dan Manajemen:

10

Administrasi Perkantoran, Akuntansi dan Pemasaran; dan bidang Pariwisata: Unit Perjalanan Wisata dan Akomodasi Perhotelan. Pada Tahun Pelajaran 2008/2009 ada penambahan program keahlian di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu program keahlian Multimedia. Identitas SMK Negeri 1 Magetan a. Nama : SMK Negeri 1 Magetan b. Status : Negeri c. Alamat : Jalan Kartini Nomor 6 d. Kelurahan : Magetan e. Kecamatan : Magetan f. Kabupaten : Magetan g. Provinsi : Jawa Timur h. Kode Pos : 63314 i. Telepon/Fax. : (0351) 895094 j. Email : smkn1_magetan@yahoo.co.id k. Website : www.smkn1magetan.sch.id l. Waktu Penyelenggaraan : Pagi Visi, Misi dan Motto SMK Negeri 1 Magetan a. Visi Mewujudkan SMK Negeri 1 Magetan menjadi sekolah bertaraf internasional, yang berkarakter budaya bangsa, berjiwa wirausaha, ekonomi kreatif. b. Misi 1) Melaksanakan pembelajaran yang berwawasan keunggulan dengan melibatkan semua komponen sekolah dan stake holder yang terkait. 2) Meningkatkan sarana dan prasarana serta sistem yang menunjang pengembangan sumber daya manusia yang optimal.

3) Menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 untuk semua komponen sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan. 4) Meningkatkan hubungan kerjasama antara sekolah dengan dunia usaha / dunia industri dan masyarakat. 5) Meningkatkan kemampuan intelektual dan mutu lulusan yang berorientasi pada pencapaian kompetensi berstandar nasional dan internasional. 6) Mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa serta berwawasan lingkungan c. Motto Kreatif, inovatif, maju bersama. Program Keahlian di SMK Negeri 1 Magetan a. Bidang Bisnis dan Manajemen 1) Administrasi Perkantoran 2) Akuntansi 3) Pemasaran b. Bidang Pariwisata 1) Unit Perjalanan Wisata 2) Akomodasi Perhotelan c. Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi 1) Multimedia Gambaran Umum Keahlian Pemasaran Program

Program Keahlian Pemasaran di SMK Negeri 1 Magetan selalu menjadi

11

prioritas dengan program-program kegiatan yang menarik, menyenangkan, kreatif, inovatif dan penuh tantangan. Program keahlian Pemasaran menawarkan sejumlah kompetensi di dalam proses belajar antara lain kompetensi komunikasi bisnis, kompetensi menata produk, melakukan negosiasi, melakukan konfirmasi keputusan pelanggan, menemukan peluang baru dari pelanggan, serta berbagai macam kompetensi yang berkaitan dengan pekerjaan seorang tenaga penjual/pemasar yang lain. Keseluruhan kompetensi diarahkan untuk mewujudkan visi dan misi program keahlian Pemasaran yang profesional dan mandiri serta mampu berkompetisi di tingkat Nasional maupun Internasional. Selain itu pihak sekolah juga mendukung kegiatankeiatan siswa di luar pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi siswa, seperti lomba membaca puisi, pidato, dll. Yang diadakan pihak sekolah secara rutin tiap semester. Selain kegiatan pembelajaran rutin, program keahlian Pemasaran juga melaksanakan program kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan dunia usaha dan dunia Industri serta masyarakat luas. Misalnya pelaksanaan pendidikan dan pelatihan dari Matahari Dept. Store, Praktek Kerja Industri (Prakerin) di instansi-instansi pemerintah maupun swasta, kunjungan industri berupa kegiatan Table Manner di Hotel Sahid Raya Solo serta ke perusahaan-perusahaan besar seperti Matahari Dept. store, Sri Ratu Mall dan lain-lain. Dengan kegiatan Prakerin yang dilakukan oleh pihak sekolah yang bekerjasama dengan pihak instansi-instansi terkait, diharapkan para siswa mampu untuk melatih dan mengembangkan ilmu

yang diperoleh dari pembelajaran di kelas sehingga jurusan pemasaran mampu untuk menciptakan lulusan yang di inginkan oleh dunia kerja. Untuk menguji kemampuan siswanya, program keahlian Pemasaran juga melaksanakan uji profesi bekerjasama dengan Pertokoan lokal yang berada di Magetan bagi siswa kelas XI. Siswa yang berhasil mengikuti uji profesi mendapatkan sertifikat lulus dan sertifikat tersebut dapat digunakan untuk melengkapi berkas administrasi jika melamar pekerjaan. Visi dan Misi Program Keahlian Pemasaran a. Visi Mewujudkan tenaga kerja Penjualan yang professional dan mandiri serta mampu berkomunikasi di tingkat nasional maupun internasional. b. Misi 1) Melaksanakan pembelajaran di bidang Penjualan sesuai dengan tuntutan dunia kerja. 2) Menghasilkan tamatan yang berkepribadian unggul dan terampil di bidang Penjualan. Kurikulum Program Keahlian Pemasaran a. Normatif 1) Pendidikan Agama 2) Pendidikan Kewarganegaraan 3) Bahasa Indonesia 4) Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

12

5) Seni Budaya b. Adaptif 1) Bahasa Inggris 2) Matematika 3) IPA 4) IPS 5) KKPI 6) Kewirausahaan c. Produktif 1) Dasar Kompetensi Kejuruan a) Mengaplikasikan Ketrampilan Dasar Komunikasi b) Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) 2) Kompetensi Kejuruan a) Bekerjasama dengan kolega dan pelanggan b) Bekerja di lingkungan sosial yang berbeda c) Penanganan konflik d) Melakukan negosiasi e) Melakukan konfirmasi keputusan pelanggan f) Melakukan proses administrasi pelanggan g) Menata produk h) Mempersiapkan dan mengoperasikan peralatan transaksi d. Muatan lokal 1) Bahasa Arab 2) Bahasa Jepang 3) Bahasa Jawa e. Pengembangan Diri 1) BP / BK Penyajian Data

Untuk memperoleh data, peneliti menyebarkan angket kemampuan komunikasi efektif kepada responden, yaitu siswa kelas XI program keahlian Pemasaran sebanyak 115 siswa. Dari angket tersebut diperoleh data sebagai berikut: Pengujian Instrumen Berdasarkan jawaban dari responden terhadap angket kemampuan komunikasi efektif, diperoleh hasil yang valid dan reliabel. Hasil tersebut diketahui setelah angket kemampuan komunikasi efektif diuji validitas dan reliabilitas. Berikut ini hasil uji validitas dan reliabilitas angket kemampuan komunikasi efektif: a. Uji Validitas Dalam penelitian ini, jumlah responden (N) adalah 115 siswa dan menggunakan taraf signifikansi 5%, maka dengan melihat tabel r (Sugiyono, 2007:373) diperoleh rtabel sebesar 0,182. Setiap pernyataan dalam angket dinyatakan valid apabila rhitung ≥ rtabel. Adapun hasil uji validitas angket dengan SPSS 17 adalah sebagai berikut: Hasil Uji Validitas Berdasarkan hasil uji validitas angket dengan SPSS 17 maka seluruh pernyataan dalam angket dinyatakan valid karena rhitung > rtabel. b. Uji Reliabilitas Tabel 4.1 Hasil Uji Reliabilitas Variab Cronb α No Kesim el ach’s Kr mor pulan α itis

13

1

Kema 0,908 0,8 Reliabe mpuan l Komun ikasi Hasil uji reliabilitas angket dengan SPSS 17 adalah 0,908. Karena hasil tersebut lebih dari 0,8 dapat disimpulkan bahwa angket tersebut reliabel dengan kategori baik. Deskripsi Karakteristik Responden Karakteristik responden merupakan gambaran tentang keadaan responden. Adapun karakteristik tentang responden dalam penelitian ini di klasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, umur dan transportasi ke sokolah. Berikut ini dibahas mengenai karakteristik dari masing-masing klasifikasi: a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel di atas menunjukkan skor setiap responden berbeda dengan responden lainnya. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi efektif setiap responden berbeda dengan responden lainnya. Untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi efektif responden, dilakukan penggolongan ke dalam kategori yang telah ditentukan. Hasil penggolongan tersebut adalah sebagai berikut:
Deskripsi Tingkat Prestasi Belajar Prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi pada siswa kelas XI program keahlian pemasaran diperoleh dari nilai praktik setelah satu kompetensi dasar selesai. KKM seluruh mata pelajaran adalah 80, termasuk untuk mata diklat melakukan negosiasi. Siswa dianggap tuntas apabila nilai siswa mencapai KKM, dan dianggap belum tuntas apabila nilai siswa belum mencapai KKM. Berikut ini adalah rincian nilai tersebut:. Analisis Regreasi Linear Sedehana Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh kemampuan komunikasi efektif terhadap prestasi belajar. Dengan bantuan SPSS 17, analisis ini menunjukkan hasil sebagai berikut: Tabel 4.29 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana

Tabel 4.3 Responden Berdasarkan Kelamin Jenis kelamin Kelas L P XI PMs 1 1 38 XI PMs 2 2 36 XI PMs 3 0 38 Jumlah 3 112 Persentase 2,6% 97,4%
Analisis Data

Jenis Jumlah 39 38 38 115 100%

Deskripsi Tingkat komunikasi efektif

Kemampuan

Setelah peneliti menyebarkan angket dan dijawab oleh responden, peneliti memberikan skor pada masing-masing responden. Kemudian skor tersebut diolah dengan teknik analisis deskriptif persentase. Deskripsi Hasil Penilaian Angket

14

Coefficientsa Unstandar dized Coefficien ts Std. Erro Model B r 1(Consta 22.9 2.84 nt) 32 6

Standar dized Coeffici ents Sig T . 8.05 . 7 00 0 16.9 . 95 00 0

Beta

Kemam .676 .040 .848 puan Komuni kasi a. Dependent Variable: Prestasi Belajar

Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Model Summary Std. Change Statistics Err R or Sq Adj of uar R uste the e Sig. M Sq d R Esti Ch F d d F od uar Squ mat ang Cha f f Cha el R e are e e nge 1 2 nge 1 . . .716 3.99 . 288 1 1 . 84 71 455 719 .81 1 000 a 8 9 6 3 a. Predictors: (Constant), Kemampuan Komunikasi Berdasarkan tabel diatas, diketahui R sebesar 0,848 berarti korelasi kemampuan komunikasi terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi sebesar 0,848. Dapat disimpulkan korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat. d. Koefisien Determinasi (R Square)
Berdasarkan tabel diatas, diketahui R Square sebesar 0,719 dan diubah menjadi persen sebesar 71,9% berarti persentase sumbangan pengaruh kemampuan komunikasi terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi sebesar 71,9%, sedangkan sisanya sebesar 28,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Uji t Uji t digunakan untuk membuktian hipotesis pengaruh kemampuan komunikasi secara parsial terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan

Persamaan regresi untuk regresi linear sederhana adalah Y=a+bX. Hasil pada tabel di atas apabila dimasukkan dalam persamaan regresi tersebut adalah Y=22,932 + 0,676X yang berarti: a. Nilai konstanta (a) adalah 22,932 artinya jika kemampuan komunikasi efektif 0 maka prestasi belajar bernilai positif sebesar 0,676. b. Nilai koifisien regresi variabel kemampuan komunikasi efektif (b) bernilai 0,676 dapat diartikan bahwa setiap peningkatan kemampuan komunikasi efektif sebesar 1, maka prestasi belajar akan naik sebesar 0,676. Tanda (+) positif menunjukkan bahwa ada hubungan yang searah antara kemampuan komunikasi efektif dengan prestasi belajar. c. Koefisien Korelasi (R)
Tabel 4.30

15

negosiasi. Dengan bantuan SPSS 17 menunjukkan hasil sebagai berikut: Tabel 3.31 Hasil Uji t

Coefficientsa Unstandar dized Coefficien ts Std. Erro Model B r 1(Consta 22.9 2.84 nt) 32 6

Standar dized Coeffici ents Sig T . 8.05 . 7 00 0 16.9 . 95 00 0

Beta

Kemam .676 .040 .848 puan Komuni kasi a. Dependent Variable: Prestasi Belajar

Dalam penelitian diketahui bahwa ttabel sebesar 1.65857, sedangkan berdasarkan tabel hasil uji t menggunakan program SPSS 17 diperoleh thitung sebesar 16,995 dengan taraf signifikansi 0,000. Karena thitung > ttabel (16,995 > 1,65857 dengan taraf signifikansi < 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima sehngga dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi efektif berpengaruh signfikan terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi. Pembahasan Kemampuan Komunikasi

(1974:9-13), paling tidak menimbulkan lima hal ; pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan. Dalam penelitian ini, kemampuan komunikasi tersebut dijabarkan melalui pernyataanpernyataan angket untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi siswa kelas XI program keahlian pemasaran di SMK Negeri 1 Magetan yang berjumlah 115 siswa. Hasil analisis derkriptif persentase menyebutkan bahwa 45% siswa memiliki tingkat kemampuan komunikasi sedang dan 43% siswa memiliki kemampuan komunikasi tinggi, dan 12% siswa memiliki kemampuan komunikasi sangat tinggi. Dua tingkat kemampuan komunikasi tersebut merupakan tingkat kemampuan komunikasi yang tertinggi pada siswa. Berikut pembahasannya:
a. Pengertian Hasil jawaban siswa pada angket menunjukkan bahwa prestasi adalah hal utama yang harus dicapai dan untuk mencapai prestasi tersebut siswa Perlu pemahaman mengenai psikologi pesan dan psikologi komunikator untuk mencapai prestasi dalam belajar. b. Kesenangan Hasil jawaban siswa pada angket menunjukkan bahwa tidak semua komunikasi ditujukan untuk menyampaikan informasi, tetapi siswa diberikan pemahaman tentang komunikasi interpersonal yang dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan siswa, sehingga siswa berusaha berkomunikasi

Penerimaan yang cermat dari sisi stimuli seperti yang dimaksud oleh komunikator. Kegagalan menerima isi pesan secara cermat disebut kegagalan komunikasi primer (primary breakdown in communication). Komunikasi yang efektif, menurut Stewart L Tubbs dan Sylvia Moss
16

secara efektif selain yang diterapkan di sekolah . c. Pengaruh pada sikap Hasil jawaban siswa pada angket menunjukkan bahwa siswa yakin dapat mempengaruhi(komunikasi efektif) dengan temantemannya. Berkaitan dengan mata pelajaran melakukan Negosiasi, siswa yakin mata pelajaran tersebut berguna ketika siswa bekerja dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. d. Hubungan yang makin baik Hasil jawaban siswa pada angket menunjukkan bahwa sebagai makhluk sosial yang tak pernah bisa sendiri dalam kehidupannya. Jadi orientasi siswa adalah menjalin hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar. e. Tindakan Hasil jawaban siswa pada angket menunjukkan bahwa pemberian contoh nyata atau contoh dalam kehidupan sehari-hari dan komunikasi dengan pribadi (satu arah) tidak terlalu memberikan kontribusi prestasi bagi siswa. Yang lebih penting bagi siswa adalah praktik langsung ketika guru selesai mengajar dan ketika mengajar. Dalam proses belajar mata pelajaran Melakukan Negosisasi guru memang sudah menggunakan power point, sehingga perlu dipertahannkan agar siswa tetap termotivasi untuk melakukan komunikasi secara baik. Prestasi Belajar Prestasi belajar merupakan suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai

dengan bobot yang dicapainya (Winkel, 1996: 162). Dalam penelitian ini, peneliti mengambil nilai mata diklat melakukan negosiasi. Nilai tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaiakan dua kompetensi dasar proses belajar yang ditempuh siswa dalam semester genap tahun ajaran 2012 – 2013 yaitu pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei dan Juni. KKM untuk mata diklat melakukan negosiasi adalah 80 sedangkan nilai hasil mata diklat melakukan negosiasi tersebut menunjukkan bahwa 85,2% siswa di bawah KKM (belum tuntas) dari 115 siswa. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa belum tuntas.

Pengaruh Kemampuan komunikasi efektif Terhadap Prestasi Belajar Komunikasi dan pendidikan merupakan unsur terpenting karena komunikasi menentukan keberhasilan pendidikan. Orang sering berkata tinggi rendahnya suatu pencapaian unsur pendidikan dipengaruhi oleh faktor komunikasi khususnya komunikasi pendidikan (Yusuf,1990:13) dan pencapaiaan komunikasi pendidikan dirasionalkan melalui komunikasi interpersonal. Dalam kegiatan belajar komunikasi dapat dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting, karena di dalam kegiatan belajar-mengajar tersebut terjadi transfer / pemindahan ilmu dari pihak penyampai pesan (Communican) hal ini adalah guru kepada penerima pesan (communicate) yaitu siswa, sehingga apabila kemampuan berkomunikasi siswa tersebut rendah maka dalam kegiatan pembelajaran tersebut tidak berjalan dengan lancar maka kelangsungan ke arah prestasi belajar tidak sepenuhnya dioptimalkan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar tidak dapat tercapai. Dalam menjalankan tugasnya seharihari, seringkali guru harus berhadapan dengan siswa yang prestasi akademisnya tidak sesuai dengan harapan guru. Bila hal

17

ini terjadi, pengajar cenderung untuk mengatakan pemahaman di kelas belum mampu untuk daplikasikan oleh para siswa. Tetapi mungkin saja siswa terpacu untuk berprestasi di sekolah, Apabila komunikan mengerti isi pesan atau pikiran komunikator, maka komunikasi terjadi. Sebaliknya bilamana komunikan tidak mengerti, maka komunikasi pun tidak terjadi (Effendy, 2003 : 32). Berdasarkan teori komunikasi dari Stewart L Tubbs dan Sylvia Moss , yaitu paling tidak komunikasi efektif menimbulkan lima hal ; pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan. Perbandingan Antara Nilai, dan Skor Angket Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas pertama tingkat kemampuan komunikasi siswa adalah sedang dan yang kedua adalah tinggi. Sedangkan prestasi belajar siswa rendah. Hasil analisis data menunjukkan Y=22,932 + 0,676X yang artinya kemampuan komunikasi efektif berbanding searah dengan prestasi belajar dan thitung > ttabel (16,995 > 1,65857) yang artinya kemampuan komunikasi efektif berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar

siwa terhadap prestasi belajar mata diklat Melakukan Negosiasi di kelas XI program keahlian Pemasaran SMK Negeri I Magetan. Saran Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran sebagai berikut: Dengan melihat keadaan siswa yang mempunyai kemampuan komunikasi pasif , disarankan bagi sekolah untuk mengadakan kegiatan seperti lomba pidato, lomba baca puisi, lomba aksi drama yang dapat menambah dan melatih kemampuan berkomunikasi siswa. Dengan melihat keadaan siswa yang masih kurang menguasai penggunaan bahasa yang efektif dalam berkomunikasi, disarankan bagi guru untuk membentuk kelompok belajar dengan teman sebaya yang pandai. Hal ini berfungsi sebagai wadah bagi siswa dapat berdiskusi dengan temannya yang pandai, sehingga para siswa mampu untuk melatih kemampuan berbahasa dalam berkomunikasi. Dengan melihat keadaan siswa yang pasif dalam berkomunikasi, disarankan bagi guru untuk merangsang siswa agar selalu berkomunikasi dalam hal bertanya atau berpendapat sehingga terjadi umpan balik ketika proses belajar. Atau guru bertanya kepada siswa untuk mengetahui tingkat DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta : PT. Rineka Cipta Cangara, Hafied. 2000. Pengantar Ilmu Komunikasi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Ghozali, Imam. 2009, Aplikasi

Simpulan Beberapa hal yang dapat diambil kesimpulan berdasarkan hasil penelitian adalah: Berdasarkan perhitungan R Square dengan menggunakan program SPSS 17 di didapatkan R Square sebesar 0,719 dan diubah menjadi persen sebesar 71,9% berarti persentase sumbangan pengaruh kemampuan komunikasi terhadap prestasi belajar mata diklat melakukan negosiasi sebesar 71,9%, sedangkan sisanya sebesar 28,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Simpulan dari pengujian R Square adalah ada pengaruh kemampuan komunikasi

18

Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Cetakan ke IV, Semarang: UNDIP Mulyana, D. 1999. Nuansa-nuansa Komunikasi. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. _______, 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. Priyanto, D. (2008). Mandiri Belajar SPSS. Jakarta : Medikom Puspitasari, Devi. (2008). Penjualan. Jakarta : Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional Rakhmat, J. 1991. Psikologi Komunikasi. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. _______, 1998. Metode Penelitian Komunikasi. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung. Sardiman A.M. 2010. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers. Jakarta. Sendjaja, S.Dj. 1993. Pengantar Komunikasi. Universitas Terbuka. Jakarta. _______, 1994. Teori Komunikasi. Universitas Terbuka. Jakarta. Slameto. 2010. Belajar dan Faktorfaktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta. Sudjana, Nana dan Ibrahim. 2001. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Sinar Baru Algensindo. Bandung. Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya. Bandung Sugiyono, Prof, Dr. 2007. Statistika untuk Penelitian. Bandung : CV Alfabeta Sugiyono, Prof, Dr. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta Tubbs, S.L. Moss. S. 1996. Human Communication: Konteks komunikasi.

(Penerjemah; Dr. Deddy Mulyana dan Gembirasari). PT. Remaja Rosdakarya. Bandung. _______, 2000. Human Communication: Prinsip-prinsip Dasar Komunikasi. (Penerjemah; Dr. Deddy Mulyana dan Gembirasari). PT. Remaja Rosdakarya. Bandung. http:// Bsn.go.id. diakses 12 Februari 2012 http://Microsoft Word Negosiasi.doc.htm diakses 22 Februari 2012 http://PENGANTAR KOMUNIKASI Sri Wahyu Widyaningsih.htm diakses 22 Februari 2012

19

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->