1. a. Karbon aktif b. Kaporit atau Kalsium hipoklorit: Ca(ClO)2 c. Kapur tohor Ca(OH)2 d. pasir terbagi dua, yaitu: 1.

Pasir silika memiliki rumus SiO2 (silikon dioksida). 2. Pasir besi memiliki rumus kimia Fe2O3 (Ferri Oksida)

2. Banjir adalah peristiwa tergenanganya daratan akibat volume air yang meningkat dalam wilayah yang cukup luas dan cukup lama. Indonesia menempati urutan ketiga di dunia sebagai negara rawan bencana setelah india dan cina. Banjir mengakibatkan penduduk harus mengungsi ketempat yang lebih aman. Pengungsi banjir kekurangan air bersih sehingga mengalami berbagai penyakit, khususnya sakit kulit akibat pemakain air yang kotor. Untuk itu, dibutuhkan teknologi tepat guna untuk menghasilkan air bersih dengan cepat dan mudah dioperasikan. Proses-proses utama dalam pengolahan air untuk dijadikan air bersih dengan sistem saringan pasir cepat adalah sebagai berikut:
Koagulasi & flokulasi

Air baku

Mixing

pengendapan

filtrasi

Desinfeksi

Air bersih

Gambar 1: Bagan urutan proses pengolahan air dengan saringan pasir cepat a. Koagulasi Merupakan proses destabilisasi mutan partikel koloid, suspended solid halus dengan penambahan koagulan disertai dengan pengadukan cepat untuk mendeskripsikan bahan kimia secara merata. Koagulasi didefinisikan sebagai proses destabilisasi muatan koloid padatan tersuspensi termasuk bakteri dan virus, dengan suatu koagulan, sehingga akan terbentuk flok-flok halus yang dapat diendapkan.

7H2O + 1.Bila koagulan ditambahkan ke dalam air.  Agregasi partikel partikel melalui rangkaian inter partikulat antara grupgrup reaktif pada koloid  Penangkapan partikel koloid negatif oleh flok-flok hidroksida yang mengendap. Alkalinitas yang ada di dalam air bereaksi denagn alumunium sulfat menghasilkan alumunium hidroksida sesuai dengan persamaan: Al2(SO4)3. Reaksinya adalah: 2FeSO4.5. reaksi yang terjadi antara lain:  Pengurangan potensial elektrostatis hingga suatu titik di mana gaya van der walls dan agitasi yang diberikan menyebabkan partikel yang tidak stabil bergabung serta membentuk flok. 14 H2O + 3 Ca (HCO3)2  3 CaSO4 + 2 Al (OH)3 + 6 CO2 + 14 H2O Bila air tidak mengandung alkalinisasi untuk bereaksi dengan alum.0 sampai 9. maka alkalinitas perlu ditambah. 18 H2O] adalah salah satu koagulan yang umum digunakan karena harganya murah dan mudah didapat. pH harus dinaikkan hingga 7.5 Cl2  Fe2(SO4)3 + FeCl3+ 21H2O reaksi ini terjadi pada pH rendah sekitar 4. Biasanya alkalinitas dalam bentuk ion hidroksida (Ca(OH)2) dengan reaksi: Al2(SO4)3. 14H2O + 3 Ca(OH)2  3 CaSO4 + 2 Al (OH)3 + 14 H2O  Ferrous Sulfate (FeSO4) Ferrous Sulfate membutuhkan alkalinitas dalam bentuk ion hidroksida agar menghasilkan reaksi yang cepat. Senyawa Ca(OH)2 dan NaOH biasanya ditambahkan untuk meningkatkan pH sampai titik tertentu dimana ion Fe2+ diendapkan sebagai Fe(OH)3. 7H2O + 2Ca(OH)2 + 1/2O2  2Fe(OH)3 + 2CaSO4 + 13 H2O Agar reaksi diatas terjadi. Selain itu Ferrous Sulfate digunakan dengan mereaksikannya dengan klorin dengan reaksi: 3FeSO4. .0. Jenis koagulan yang sering dipakai adalah:  Alumunium Sulfat (Alum) Alumunium Sulfat [Al2(SO4)3.

Jika nilai gradien terlalu besar maka gaya geser yang timbul akan mencegah pembentukan flok. bau dan kesadahan. Flokulasi Tujuan flokulasi adalah untuk mempercepat proses penggabungan flokflok yang telah dibibitkan pada koagulasi. Untuk itu.  Jumlah dan karakteristik koloid  Derajat keasaman air (pH)  Temperatur air  Alkalinitas air. Untuk mendapatkan flok yang besar dan mudah mengendap maka bak flokulasi dibagi atas tiga kompartemen.Proses yang mempengaruhi koagulasi antara lain:  Kualitas air meliputi gas-gas terlarut.  Memperlancar proses conditioning air limbah. Partikel-partikel yang telah distabilkan selanjutnya melakukan proses tarik-menarik dan membentuk flok yang ukurannya makin lama makin besar sehingga mudah mengendap. . sebaliknya jika nilai gradien terlalu rendah/tidak memadai maka proses penggabungan antar partikulat tidak akan terjadi dan flok besar serta mudah mengendap akan sulit dihasilkan. warna. pada kompartemen kedua terjadi proses penggabungan flok. rasa. nilai gradien kecepatan proses flokulasi dianjurkan berkisar antara 90/detik hingga 30/detik. kekeruhan. dimana pada kompartemen pertama terjadi proses pendewasaan flok. dan pada kompartemen ketiga terjadi pemadatan flok. Tujuan dilakukan flokulasi pada air limbah selain lanjutan dari proses koagulasi adalah:  Meningkatkan penyisihan Suspended solid (SS) dari pengolahan fisik. bila terlalu rendah ditambah dengan pembubuhan kapur b. khususnya limbah industri  Meningkatkan kinerja secondary-clarifier dan proses lumpur aktif  Sebagai pretreatment untuk proses pembentukan secondary effluent dalam filtrasi. Gradien kecepatan merupakan faktor penting dalam desain bak flokulasi.

clear water region -----------. terjadi interaksi antar partikel sehingga ukuran meningkat dan kecepatan pengendapan bertambah. --------. dimana gaya antar partikel saling menahan partikel lainnya untuk mengendap. Klasifikasi sedimentasi didasarkan pada konsentrasi partikel dan kemampuan partikel untuk berinteraksi. Klasifikasi ini dapat dibagi dalam empat tipe.c.  Settling III: pengendapan pada lumpur biologis. Sebagai contoh: pengendapan pertama pada pengolahan air limbah atau pengendapan partikel hasil proses koagulasi-flokulasi pada pengolahan air minum maupun air limbah. partikel mengendap secara individual dan tidak ada interaksi antar partikel.  Settling IV: terjadi pemampatan partikel yang telah mengendap yang terjadi karena berat partikel. Sebagai contoh: pengendapan lumpur kasar pada bak prasedimen untuk pengolahan air permukaan dan pengendapan pasir pada grit chamber.discrete settling region Flocculant settling region Kedalaman ----------------------Hindered settling region ------------------------Compression region Waktu Gambar 2: Tipe sedimentasi .  Settling II: pengendapan partikel flokulen. Sedimentasi Sedimentasi adalah pemisahan solid-liquid menggunakan pengendapan secara gravitasi untuk menyisihkan suspended solid. yaitu:  Settling tipe I: pengendapan partikel diskrit.

Mn2O7 + 4Fe(HCO3)2  K2Z + 3MnO2 + 2Fe2O=3 + 8CO2 4H2O K2ZmnO. yaitu:  Filtrasi dengan media filter yang mengandung MnO2 Air baku dialirkan ke suatu filter yang medianya mengandung MnO2. nH2O + H+ Untuk reaksi penghilangan besi tersebut diatas adalah reaksi katalitik dengan mangan MnO2 sebagai katalis.  Dengan Mangan Zeolite Air baku yang mengandung besi dan mangan dialirkan melalui suatu filter bed yang media filternya terdiri dari mangan-zeolite (K2ZmnO. tetapi merupakan reaksi dari Fe2= dan Mn2= dengan oksida mangan tinggi (higher mangan oxide) Filtrat yang terjadi mengandung ferri-oksida dan mangan-oksida yang tidak larut dalam air dan dapat dipisahkan dengan pengendapan dan + .d. Selain itu dapat mengganggu kesehatan. Selama mengalir melalui media tersebut Fe dan Mn yang terdapat dalam air baku akan teroksidasi menjadi bentuk Fe(OH)3 dan Mn2O3 oksigen terlarut dalam air. adanya kandunganFe dan Mg dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Reaksinya sebagai berikut: K2ZmnO.MnO. Ada dua cara memfiltrasi zat Fe dan Mg pada air.Mn2O7 + 2Mn(HCO3)  K2Z + 5MnO2 + 4CO2 + 2H2O Reaksi penghilangan besi dan mnagan dengan mangan zeoite tidak sama dengan proses pertukaran ion. Filtrasi Air tanah banyak mengandung zat besi (Fe) dan mangan (Mn). Reaksinya sebagai berikut: 4 Fe2+ + O2 + 10 H2O  4 Fe (OH)3 + 8H+ Mn2+ + MnO2 . mangan zeolit berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mengoksida yang tidak larut dalam air. dengan oksigen sebagai oksidator.Mn2O7). nH2O  MnO2 . sedangkan untuk reaksi penghilang Mn adalah reaksi antar Mn2+ dengan hidrat mengoksidasi. nH2O.

Demikian juga Ladang garam memproduksi . Pada dasarnya prinsip pemurnian air laut adalah memisahkan garam dari air laut sehingga diperoleh air tawar. 3. Kemurnian air yang dicapai hingga 99% dan tingkat produksi yang tinggi. 3. Penyulingan Percobaan pertama untuk memisahkan garam dan air laut adalah meniru cara alam. yaitu dengan menguapkan air laut kemudian mengembunkan uapnya kembali. garam-garam yang terlarut tetap tinggal dalam larutan (air laut). RO merupakan cara paling murah untuk menawarkan pemurnian air laut. Osmosis balik ini dioperasikan secara kontinyu. 2. sedangkan sisanya berupa garam larut. Keuntungan metode ini adalah kemurnian air yang dihasilkan bagus. antara lain: 1.dan menghemat energi. Ada banyak cara untuk mengolah air asin menjadi air tawar. Ketika air laut dipanaskan. Osmosis Balik (Reverse Osmosis) Osmosis balik atau reverse osmosis (RO). Selama proses berlangsung kemampuan reaksinya makin lama makin berkurang dan akhirnya menjadi jenuh. proses ini kita kenal dengan sebutan desalinasi. Dengan perluasan dapat diperoleh banyak uap dalam waktu relatif singkat.Mn2O7). hanya air yang menguap. bahanbahan organik. menghemat tempat. Dengan menggunakan alat suling bagian dalam wadah perebus air laut dilengkapi dengan pipa-pipa tegak untuk memperluas permukaan air yang dipanaskan.penyaringan. Untuk regenerasinya dapat dilakukan dengan menambahkan larutan kaliumpermanganat kedalam zeolite (K2ZMnO. bakteri akan ditolak (rejeksi). sehingga memaksa dari molekul-molekul air murni menembus suatu membran semipermeabel. dilaksanakan dengan memberikan tekanan terhadap air laut. Evaporator Evaporator adalah sistem utama bagi pabrik untuk mengolah air laut menjadi air tawar.

Evaporator untuk mengolah air laut dirancangkan untuk mengumpulkan uap yang terjadi di dalam proses penguapan. dengan menghilangkan garam dari air laut. Teknologi itu biasanya digunakan untuk pabrik pengolah air laut skala besar. Sebaliknya. air bersih akan diproduksi. Uap itu akan terkumpul maka menjadi air tawar.garam melalui proses penguapan air laut. Proses tersebut antara lain: Penguapan dengan multi guna : Air laut akan direbuskan untuk penguapan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful