P. 1
Pr Ujian Utama

Pr Ujian Utama

|Views: 6|Likes:
Published by Lubura Jana
bhbbhbh
bhbbhbh

More info:

Published by: Lubura Jana on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2013

pdf

text

original

PR UJIAN UTAMA Nama : I Gusti Ngurah Bagus Surya Udayana NIM : 0502005038

Penguji : dr. I G K Darmada SpKK

1. Apabila disbanding varicella, mengapa lesi herpes Zooster cenderung lokal, berkelompok sesuai peta dermatome? Pada saat VZV mengalami fase laten, virus akan berada pada ganglion saraf yang tersebar sesuai peta dermatom. Manifestasi lesi pada herpes zozter muncul sesuai kepadatan virus pada masing-masing ganglion.

2. Apa saja Diferential diagnosis luka pada Genitalia? A. SIfilis B. Ulkus Mole C. Infeksi genitalia D. LGV E. Granuloma Inguinale F. Herpes Simpleks Genitalis

3. Gambaran Klinis dan Stadium LGV

Gambaran Klinis LGV Gejala mula timbul dalam waktu 3-12 hari atau lebih setelah terinfeksi. Pada penis atau vagina muncul lepuhan kecil berisi cairan putih yang tidak disertai nyeri, tidak gatal dan tidak berbau. Lepuhan ini berubah menjadi ulkus (luka terbuka) yang segera membaik sehingga seringkali tidak diperhatikan oleh penderitanya. Kadang-kadang boleh menyebabkan rasa kram pada bagian inguinalis.

Sindrom klinik sekunder terjadi dalam interval waktu antara 1-4 minggu setelah lesi primer dan biasanya disertai keluhan-keluhan umum. Kadang-kadang boleh menyebabkan rasa kram pada bagian inguinalis. Sedangkan pada wanita terletak pada vulva. dan jika tidak diobati akan terbentuk lubang (sinus) di kulit yang terletak diatas kelenjar getah bening tersebut. STADIUM LGV BENTUK DINI Afek primer. karena pada umumnya afek primer pada wanita di tempat yang lebih dalam. Sindrom inguinal medial dimulai dengan pembesaran kelenjar limfe inguinal disertai rasa nyeri. nyeri sendi. tetapi biasanya meninggalkan jaringan parut atau kambuh kembali. Jika afek primer pada tempat tersebut. tetapi kelenjar Gerota. Sindrom inguinal merupakan sindrom yang tersering dijumpai karena itu akan diuraikan secara luas. tidak enak badan. Itulah sebabnya sidrom tersebut lebih sering terdapat pada pria dari pada wanita. Melalui lesi primer ini kuman penyebab LGV masuk dan menyebar melalui aliran limfe mencapai kelenjar terdekat. muntah. sehingga terjadi pembengkakan jaringan. Pada wanita terjadi. kira-kira 80 %. Kulit diatasnya tampak merah dan teraba hangat. kemudian berkembang ke arah peradangan perinodal. maka yang mengalami peradangan bukan kelenjar inguinal medial. Biasanya berupa papulo vesikel kecil. Dari lubang ini akan keluar nanah atau cairan kemerahan. sakit punggung dan infeksi rektum yang menyebabkan keluarnya nanah bercampur darah. Lesi bersifat tidak nyeri. Setelah masa inkubasi 1 sampai 4 minggu atau bisa lebih timbul afek primer. Sindrom inguinal. sakit kepala. pada umumnya sembuh sendiri dalam waktu singkat tanpa gejala klinik yang menonjol sehingga tidak menarik perhatian dan lolos dari pengamatan. . Gejala lainnya adalah demam. yakni di vagina 2/3 atas dan serviks. jika afek primernya pada genitalia eksterna dan vagina 1/3 bawah. Infeksi rektum bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut yang selanjutnya mengakibatkan penyempitan rektum. umumnya unilateral. lalu akan membaik. Akibat penyakit yang berulang dan berlangsung lama. nafsu makan berkurang. Sindrom tersebut dapat terjadi pada pria. maka pembuluh getah bening bisa mengalami penyumbatan. Pada pria biasanya terletak pada daerah glans penis. jika afek primernya di genitalia eksterna. vagina atau serviks. berdiameter 2-3 cm.Selanjutnya jika terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada salah satu atau kedua selangkangan. sulkus koronarius. teraba padat. prepusium. dalam waktu singkat mudah pecah menjadi erosi.

Buboadenitis iliakal pada perut kanan bawah menimbulkan gejala yang mirip apendisitis. Lebih lanjut bisa menimbulkan abses perirektal. elephantiasis terdapat di penis dan skrotum. Pertama. BENTUK LANJUT Pada pria dapat ditemukan “cicatrical inguinal” yang dalam derajat berat dapat menimbulkan edema dan elephantiasis tungkai. fistula rektovasikal. Jika meluas terbentuk elephantiasis genitor-anorekta dan disebut Sindrom Jersild. Sindrom tersebut dapat terjadi pada pria homoseksual. Pada pria. nausea dan artralgia. juga dengan jaringan di bawah kelenjar serta jaringan kulit di atasnya yang tampak ungu kemerahan. Penjalaran dari kelenjar Gerota menimbulkan proktitis. sehingga terjadi penjalaran ke kelenjar perirektal (kelenjar Gerota) yang terletak antara uterus dan rektum. Elefantiasis tersebut dapat bersifat vegetatif. anoreksia. . Pada wanita kelainannya akan lebih parah dari pada wanita. Sindrom inguinal ini umumnya bersifat unilateral. sedangkan pada wanita di labia dan klitoris. sehingga aliran getah bening terbendung serta terjadi edema dan elefantiasis. Pada pria. Buboadenitis akan mengalami supurasi multilokular dan bila pecah akan menimbulkan sinus atau fistula multiple. Jika sindrom inguinal tidak diobati. maka terjadi fibrosis pada kelenjar inguinal medial. Sindrom anorektal. dapat terbentuk fistel-fistel dan ulkus-ulkus. sedang ligamentum inguinal sendiri tetap utuh sehingga timbul celah panjang di antara keduanya dan disebut “sign of the groove” atau “green blatt’s sign”. Pada wanita buboadenitis inguinal ternyata sangat jarang karena perbedaan aliran limfe dari vulva dan vagina pada umumnya menuju ke kelenjar limfe perirektal Gerota dengan gejala awal nyeri pada pinggang bawah. rektovaginal dan fistula in ano serta obstruksi usus dan kesulitan defekasi (striktura rekti). sindrom genital biasanya terbatas pada genitalia eksterna sedang pada wanita selain genitalia eksterna juga genitalia interna. Keluhan umum dapat berupa sakit kepala. demam. yang melakukan senggama secara genitoanal. Kelenjar limfe iliakal dan femoral dapat juga terkena bersamasama kelenjar limfe inguinal membentuk sekelompok bubo disebut “ettage bubonen”. jika senggama dilakukan dengan cara genito-anal. jika afek primer terdapat pada vagina 2/3 atas atau serviks. Sindrom genital.Terjadi perlekatan antara satu kelenjar dengan yang lain. sekret rektum purulen dan bisa berdarah. disebut estiomen. Kedua. hanya sebagian yang bersifat bilateral. ulserasi mukosa rektum. Pada wanita dapat terjadi dengan dua cara. suatu tanda klinik yang khas. Buboadenitis inguinal yang terletak di atas ligamentum inguinale dan buboadenitis femoral dibawah ligamentum inguinale tampak memanjang dari medial ke lateral.

yang kemudian menjadi abses. Ulserasi pada rektum dapat menembus vagina sehingga terjadi fistula rektovagina. Ulserasi vagina dapat menembus ke vesika urinaria sehingga timbul fistula vesikovagal. Gambaran Khas. Abses perirektal dapat berlanjut menjadi fistula perianal dan bila sfingter ani terkena akan timbul inkontinensia alvi. Limfangitis dan perilimfangitis kronik pada vulvoanal menimbulkan hiperplasi induratif. Orifisium uretra eksterna tertarik ke bawah akibat prolaps dinding ventral vagina (visbek uretrae). jika terbentuk infiltrat di uretra posterior. Sindrom tersebut terjadi. berlangsung 2-6 mgg Sifilis Dini . lalu memecah dan menjadi fistel. Akibatnya ialah terjadi striktur hingga orifisium uretra eksternum berubah bentuk seperti mulut ikan dan disebut fish mouth uretra dan penis melengkung seperti pedang Turki 4. pada penekanan oleh kedua paha mengubah elephantiasis tersebut menjadi gepeng dan disebut “Buchblatt condyloma”. Lab dan terapi pada masing-masing stadium syphilis Stadium Sifilis Stadium I Stadium II Stadium Laten dini (<2th) Stadium rekuren Stadium Laten lanjut (>2th) Sifilis Lanjut S III Stadium I Gambaran Khas = ulkus durum.Sindrom genital lanjut. Sindrom anogenital lanjut. Keadaan ini disebut “elephantiasis labiae” (esthiomene). rektovaginal. Kadang-kadang tampak hipopigmentasi atau hiperpigmentasi kulit pada genitalia eksterna. Sindrom uretral. Ditandai oleh perubahan-perubahan pada vulvoanal. Ulserasi kronik pada rektum atau sigmoidorektum berakhir dengan jaringan parut sehingga terjadi striktur. Ditandai oleh edema kronik yang dapat menimbulkan indurasi dan hiperplasi labia secara poliploid dengan lobulasi dan papilla. Akibat striktur pada rektum sering terjadi kolitis ulseratif atau protokolitis. dan anosigmoidorektal.

ulkus durum & bulbo indolen tdk nyeri  fokus primer  sembuh sendiri S II : . kulit (kondiloma lata.Erupsi lokalisata/generalisata lokalisata:mukosa (mucous patch). stadium rekuren) & stadium laten (S III & S Laten Lanjut) Stadium Dini : Penicillin G 2.4 juta/kali/unit Stadium laten : Penicillin G 4.Sindroma spt flu .Limfadenopati generalisata .8 juta/kali/harga . stadium laten dini. S II.psoriasiformis) Pengobatan sifilis sesuai dengan stadium dini (S I. S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->