You are on page 1of 5

KASUS 1 An. D usia 11thn, perempuan sering mengeluh lemas dan mudah lelah setelah beraktivitas.

Diseluruh permukaan kulit di ekstremitas muncul bintibintik kemerahan. Klien juga sering mengeluh nyeri pada ekstremitas bawah dan nyeri terasa terutama pada malam hari sebelum tidur. Nyeri dirasakan ngilu tapi tidak terkolasir. Sejak 4 bln yang lalu klien sering sakit sehingga tidak bisa sekolah dan beraktivitas lainnya, nafsu makannya menurun dab berat badan klien terus menyusut. Oleh ibunya klien dibwwa ke rumah sakit umum. Dari hasil pemeriksaan Labroratorium darah hematologi, kimia klinik dan morfologi darah tepi dokter mendiagnosa klien menderita ALL. Sebulan yang lalu klien dibawa ke RS karena keluhan klien bertambah berat, dengan adanya gwjala wajah pucat dan muntah warna merah kehitaman sebanyak 7 kali dalam sehari, keluar darah melalui hidung, sesak nafas dan badan panas. Klien di bawa ke RSHS dan di rawat di ruang A1. Hasil pemeriksaan fisik saat di kaji : Kesadaran composmentis, BB: 25 kg, TB;135 cm, TD 110/80 mmhg, HR: 110x/menit, RR 30x/menit, S 38,6 C Muka pucat, konjungtiva anemis, terpasang kasa tampon di hidung, CRT selama 5 detik, ekstremitas lemah. Hasil pemeriksaan Laboratorium : Hb 4,8 gr/dl, Ht 55 %, leukosit 55000/mm3, trombosit 43000mm3 SGOT 14 U/L 30ºC SGPT 6 U/L LDH 9,7 U/L, GDS 195 mg/dl. Pemeriksaan urin: BJ urin 1.015,PH : 5,0, protein urin (-), glukosa urin (-), urobolinogen urin (<1). Pemeriksaan mikroskopis urin: Eritrosit 0,1,leukosit 0,2, sel epitel 0,1, Definisi Leukemia adalah proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas sering di sertai bentuk leukosit yang lain dari pada normal, jumlahnya berlebihan dan dapat menyebabkan anemia.(Ilmu Penyakit Dalam jilid II Soeparman dan Sarwono Waspadji, 549) Leukimia adalah penyakit darah dimana terdapat ploriferasi berlebihan dari sel-sel sistem Lekopoetik atau penyakit neoplastik yang ditandai oleh ploriferasi abnormal dari sel-sel hematopoietik penyakit ini mengenai sel darah putih yang mengalami pembelahan yang berulang-ulang. Penyakit ini semacam kanker yang menyerang sel-sel darah putih. Akibatnya fungsi sel darah putih terganggu, bahkan sel-sel darah merah dapat terdesak karena pertumbuhan yang berlebihan ini jumlah sel darah merah menurun. Juga terjadi ploriferasi di limpa, ginjal, hati dan kulit. (KMB Vol 2 hal 954) Leukimia adalah kanker salah satu jenis sel darah putih di sumsum tulang belakang (Patofisiologi, Elizabeth J.Corwin, 133).

Etiologi Penyebab Leukimia belum diketahui secara jelas, tetapi cukup banyak bukti adanya pengaruh genetik dan patogenesis virus. Kerusakan sumsum tulang akibat pajanan radiasi atau bahan kimia (benzene) dapat menyebabkan Leukimia. Radiasi, zat kimia, obat-obatan, virus dan abnormalitas genetik telah dinyatakan merupakan etiologi penyakit ini. (KMB Vol 2 hal 954).

Klasifikasi Leukimia Limfoblastik Akut LLA dianggap sebagai suatu proliferasi ganas limfoblas. Paling sering terjadi pada anak-anak 82 % dan pada dewasa 18 % dengan laki-laki lebih banyak dari pada wanita. ( KMB vol 2, 955 dan ilmu penyakit dalam, 553). LLA adalah keganasan yang paling lazim ditemukan pada masa anak-anak, dengan sekitar 70% anak diobati dengan kemoterapi konvensional. Sub kelompok penderita ini mempunyai resiko tinggi (75-100%) mengalami relaps dengan menggunakan terapi biasa (konvensional) dan harus difikirkan untuk transplantasi sumsum tulang (TST). (Keperawatan Anak,Nelson vol 1 hal 740) Leukemia Mielogenik Akut Leukemia miielogenik akut (LMA) merupakan kelompok leukemia heterogen yang berasal dari sel leluhur myeloid. (Keperawatan Anak, Nelson vol 1 hal 740). AML mengenai sel stem hematopoetik yang kelak berdiferensiasi ke semua sel myeloid,monosit,granulosit (basofil,netrofil,esionofil),eritrosit dan trombosit. Semua kelompok usia dapat terkena, insidensi meningkat sesuai dengan bertambahnya usia

Patofisiologi Kelebihan sel darah putih (yang imatur dalam jumlah banyak) Proliferasi tanpa control Sel-sel anak yang abnormal Menghambat sel lain di sum-sum tulang Menurunkan kadar sel nonleukemik didalam darah Leukemia

Limfosit berproliferasi dalam sum-sum tulang Akibatnya hematopoiesis normal terhambat Penurunan jumlah leukosit,sel darah merah dan thrombus

ALL Tanda dan Gejala ALL • Rasa lelah • Panas tanpa infeksi • Purpura(perdarahan kecil di dalam kulit, membran mukosa, atau permukaan serosa) • Nyeri tulang dan sendi • Penurunan berat badan • Anoreksia • Infeksi • Sakit kepala • Rambut rontok (Ilmu penyakit dalam jilid 2, Soeparman dan Sarwono Waspadji, 553) Manifestasi Klinis LImfosit imatur berproliferasi dalam sumsum tulang dan jaringan perifer dan mengganggu perkembangan sel normal. Akibatnya, hematopoesis normal menjadi terhambat, mengakibatkan jumlah leukosit, sel darah merah, dan trombosit. Eritrosit dan trombosit jumlahnya rendah dan leukosit jumlahnya dapat rendah atau tinggi tetapi selalu terdapat sel imatur. Manifestasi infiltrasi leukemia ke organ-organ lain lebih sering terjadi pada ALL dari pada bentuk leukemia lain dan mengakibatkan nyeri karena pembesaran hati atau limpa, sakit kepala, muntah karena keterlibatan meningen, dan nyeri tulang. (KMB vol 2, 955) Penatalaksanaan ALL Terapi ALL telah mengalami kemajuan, sekitar 60 % anak mencapai ketahanan hidup – 5 tahun. Bentuk terapi utama adalah kemoterapi dengan vincristine, prednison daunorubicine dan asparaginase untuk terapi awal dan dilanjutkan dengan kombinasi mercaptopurine, methotrexate, vincristine, dan prednison untuk pemeliharaan. Dan radiasi untuk daerah kranio spinal dan injeksi intratekal obat kemoterapi dapat membantu mencegah kekambuhan pada SSP. (KMB vol 2 Hal 955) Pengaruh Leukemia pada tubuh

Pengaruh pertama dari leukemia adalah pertumbuhan metastatik dari sel leukemik pada tempat yang abnormal dalam tubuh. Sel leukemik dalam sumsum tulang dapat berkembang biak sedemikian hebatnya sehingga dapat menyerbu ke tulang disekitarnya,menimbulkan rasa nyeri dan cenderung mudak fraktur. Hampir semua sel leukemia menyebar ke limpa,nodus limfe,hati, dan daerah pem darah lain yang khusus. Pada tiap daerah ini sel-sel bertumbuh dengan cepat menginvasi jaringan sekitarnya, menggunakan unsure metabolic jaringan tersebut dan akibatnya terjadi kerusakan jaringan. Pengaruh umum dari leukemia adalah timbulnya infeksi,anemia berat, dan kecenderungan untuk berdarah karena terjadi trombositopenia. Pengaruh ini diakibatkan oleh pergantian sel normal dalam sum-sum tulang dan limfoid oleh sel leukemik yang tidak berfungsi. Akhirnya mungkin pengaruh yang paling penting dari leukemia pada tubuh adal;ah penggunaan bahan metabolic yang berlebihan oleh sel kanker yang sedang tumbuh. Jaringan leukemik memproduki sel-sel baru begitu cepat, sehingga timbul kebutuhan makanan yang besar sekali dalam cairan tubuh, khususnya asam amino dan vitamin. Akibatnya, energi penderita menjadi sangat berkurang, dan penggunaan asam amino yang berlebihan menyebabkan jaringan protein tubuh yang normal mengalami kemunduran yang cepat. Diet Tidak ada diet khusus untuk penyakit leukimia, karena pada penyakit leukimia, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, sangat dibutuhkan. Jadi, ada baiknya jika menggunakan pola makan 4 sehat 5 sempurna karena semua yang dibutuhkan tubuh terdapat pada pola ini. Prosedur Diagnostik  Bentuk terapi utama adalah kemoterapi  Tempatkan pada ruangan khusus  Batasi pengunjung sesuai indikasi  Berikan periode istirahat tanpa gangguan dan berikan tandakan kenyamanan. Obat-obatan dan Tindakan medis untuk menagani ALL • Kortikosteroid • Alkoid • Antibiotic • Antimetabolit,dll • TST (Transplantasi Sum sum Tulang) Dampak pada TUMBANG anak dengan ALL Pertumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada individu anak sedangkan perkembangan adalah suatu proses yang terjadi secara simulatan dengan pertumbuhan yang menghasilkan kualitas individu untuk berfungsi yang dihasilkan melalui proses belajar dari lingkungannya.

Dampak pada pertumbuhannya dan perkembangan terganggu karena sel-sel kanker telah berproloferasi dengan cepat di dalam tubuh,dan perkrmbangan nyapun terganggu karena aktifitasnya berkurang. Pada usia sekolah (6-11/12 thn) pertumbuhan fisiknya sedikit meningkat, hal ini membuat anak membutuhkan aktifitas 4-5 jam setiap harinya. Pada fase ini anak akan mengenal lingkungan lain selain keluarga yaitu sekolah ditempat ini lah anak mengembangkan interaksi social, belajar tentang nilai moral dan budaya dari lingkungan selain keluarga. Pada kasus ini anak perkembangannya terganggu karena aktifitasnya berkurang. Pola bermain pada anak dengan ALL Pola bermain dengan menggunakan alat permainan edukatif (ape) yang memberi fungsi permainan secara optimal dan perkembnagan anak dan untuk meminimalkan stressor hospitalisasi. Contohnya : permainan roda tiga atau dua,puzzle, buku cerita,majalah,permainan kotak bola,dll. Dampak hospitalisasi pada anak dengan ALL Anak usia sekolah sudah mampu mengontrol prilakunya jika merasa nyeri atau dengan menggigit bibir atau dengan memegang sesuatu dengan erat. Reaksi yang sering muncul yaitu menolak perawat atau tindakan yang dilakukan padanya atau tidak mau kooperatif dengan petugas kesehatan. Peran keluarga Keluarga merupakan unsure penting dalam keperawatan anak mengingat anak bagian dari keluarga, kehidupan anak dapat ditentukan oleh keluarga, untuk itu keluarga harus mengenal keluarga sebagai tempat tinggal tetap dalam kehidupan anak. (wong,perry,hocknberry 2000) Masalah Keperawatan yang mungkin muncul • Resiko tinggi terjadinya infeksi yang berhubungan dengan perubahan sistem imun sekunder terhadap leukemia • Nyeri berhubungan dengan infiltrasi leukosit jaringan sistemik • Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh • Kelemahan dan intoleran terhadap aktifitas • Gangguan gambaran diri, berhubungan dengan penampilan