1.a. Proses penyusunan APBN diuraikan pada UU No.

17 tahun 2003 pasal 11 hingga 15, sedangkan proses penyusunan APBD diuraikan pada UU No. 17 tahun 2003 pasal 16 hingga 20. Proses penyusunan APBN (berdasarkan UU no. 17 tahun 2003 pasal 11 hingga 15: 1. Pemerintah Pusat menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro tahun anggaran berikutnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat selambatlambatnya pertengahan bulan Mei tahun berjalan. 2. Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat membahas kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang diajukan oleh Pemerintah Pusat dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN tahun anggaran berikutnya. 3. Berdasarkan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, Pemerintah Pusat bersama Dewan Perwakilan Rakyat membahas kebijakan umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian negara/lembaga dalam penyusunan usulan anggaran. 4. Dalam rangka penyusunan rancangan APBN, menteri/ pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga tahun berikutnya. Rencana kerja dan anggaran disusun berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai dan disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun. Rencana kerja dan anggaran selanjutnya disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN. 5. Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penyusunan rancangan undang-undang tentang APBN tahun berikutnya. Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga diatur dengan Peraturan Pemerintah. 6. Pemerintah Pusat mengajukan Rancangan Undang-undang tentang APBN, disertai nota keuangan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Agustus tahun sebelumnya. 7. Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat. 8. Dewan Perwakilan Rakyat dapat mengajukan usul yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Undang-undang tentang APBN. 9. Pengambilan keputusan oleh Dewan Perwakilan Rakyat mengenai Rancangan Undangundang tentang APBN dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. 10. APBN yang disetujui dan disahkan oleh DPR terinci sampai dengan unit organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja.Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui Rancangan Undang-undang , maka Pemerintah Pusat dapat melakukan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBN tahun anggaran sebelumnya. APBN di Indonesia menggunakan sistem masa tahun anggaran tahun kalender sejak tahun 2000. Proses penyusunan APBD (berdasarkan UU no. 17 tahun 2003 pasal 16 hingga 20) : 1. Pemerintah Daerah menyampaikan kebijakan umum APBD tahun anggaran berikutnya sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, sebagai landasan penyusunan RAPBD kepada DPRD selambat-lambatnya pertengahan Juni tahun berjalan. 2. DPRD membahas kebijakan umum APBD yang diajukan oleh Pemerintah Daerah dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD tahun anggaran berikutnya.

Pengambilan keputusan dan pengesahan oleh DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan selambat-lambatnya satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober tahun sebelumnya. Badan Anggaran bertugas: 1. 5. Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada pejabat pengelola keuangan daerah sebagai bahan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD tahun berikutnya. Adapun dalam rangka penyusunan RAPBD.wordpress. Berdasarkan kebijakan umum APBD yang telah disepakati dengan DPRD. 4. program. membahas bersama Pemerintah yang diwakili oleh menteri untuk menentukan pokok-pokok kebijakan fiskal umum dan prioritas anggaran untuk dijadikan acuan bagi setiap kementerian/lembaga dalam menyusun usulan anggaran. Pemerintah Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah membahas prioritas dan plafon anggaran sementara untuk dijadikan acuan bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah. 2.3.html 1. Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku pengguna anggaran menyusun rencana kerja dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah tahun berikutnya. Pemerintah Daerah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. terkait. menetapkan pendapatan negara bersama Pemerintah dengan mengacu pada usulan komisi .Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah diatur dengan Peraturan Daerah.DPRD dapat mengajukan usul yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD. fungsi.blogspot. Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan DPRD. 7.Rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah disusun dengan pendekatan berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang sudah disusun. 9.com/2011/02/proses-penyusunan-apbd-dan-perubahan. 10. kegiatan.b.Apabila DPRD tidak menyetujui Rancangan Peraturan Daerah . 6. dan jenis belanja. maka untuk membiayai keperluan setiap bulan Pemerintah Daerah dapat melaksanakan pengeluaran setinggi-tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya.com/2012/02/20/proses-penyusunan-apbn/ http://karangtangis. Sumber: http://fileq. 8. Rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada DPRD untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan RAPBD. APBD yang disetujui oleh DPRD terinci sampai dengan unit organisasi.

hampir seluruh komisi DPRD di Indonesia tidak memiliki data atau statistik yang memadai. Selain itu. APBD-P. Faktanya. dan nasional selayaknya terarsipkan dengan baik. tetapi campur tangan dari pemerintah dan DPR sebagai pihak yang “lebih diatas” yang secara cerdas mengelabui sistem yang telah dibuat dan meloloskan begitu banyak dana negara yang menjadi tidak halal. program. dan membahas pokok-pokok penjelasan atas rancangan undang-undang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN Analisis pada keadaan saat ini: Konsultasi antara Banggar dan komisi-komisi. Namun. regional. ● Banggar bukanlah tim penyusun anggaran DPRD. sehingga kelengkapan data/informasi sektoral mutlak diperlukan oleh setiap komisi. Pembahasan isu sektoral oleh DPRD dilaksanakan oleh komisi-komisi yang ada di DPRD. Itulah sebabnya mengapa DPRD selalu “kalah” dalam pembahasan isu dan kebijakan. 6. dan kegiatan kementerian/lembaga.id/id/banggar 1. Entitas sektor publik : Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM . keberadaan tenaga ahli dan kelompok pakar/tim ahli belum dianggap penting oleh DPRD dan pemerintah daerah.c. yang tergabung dalam komisi di dewan.go. begitu pula isu-itu terkini hendaknya dapat teramati dan dianalisis dengan baik pula. dan pertanggungjawaban APBD) karena secara substantif sudah ada kesepakatan pada setiap fraksi ketika membicarakan politik anggarannya DPR. kemungkinan tidak efektif ketika Komisi tersebut terlalu mendominasi (lebih superior).dpr. yang mendiskusikan anggaran untuk anggota DPRD dengan Sekretaris DPRD. ● Sumber: http://www. dan RAPBD. membahas laporan realisasi dan prognosis yang berkaitan dengan APBN. Pada praktiknya Banggar sering ditempatkan hanya sebagai “juru bicara” DPR dalam hal penganggaran negara dan daerah (pembahasan rancangan APBD. khususnya Komisi yang membawahi keuangan/anggaran daerah.3. termasuk kebijakan anggaran. Bagi saya tugas Badan Anggaran sudah dapatkan dikatakan ideal dalam penempatannya dalam fungsi banggar. melakukan sinkronisasi terhadap hasil pembahasan di komisi mengenai rencana kerja dan anggaran kementerian/lembaga. 5. Penyusunan rencana kerja dilakukan oleh semua alat kelengkapan DPRD sesuai dengan kebutuhan mereka. bukan ketidakmampuan Badan anggaran dalam menunaikan tugas yang membuat pelaksanaan badan anggaran kurang efektif. meski pun sudah diamanatkan dalam UU No. Statistik daerah. dengan kepala daerah dan jajarannya. PPAS. tetapi juga dibantu oleh semua anggota dewan yang lain.27/2009 dan PP No. Banggar hanya memberikan saran belaka kepada pimpinan DPRD. Merupakan suatu langkah tepat apabila badan anggaran diberi independensi dan pemisahan wewenang dengan DPR yang saat ini begitu mampu mengubah hasil kerja Badan Anggaran. membahas rancangan undang-undang tentang APBN bersama Presiden yang dapat diwakili oleh menteri dengan mengacu pada keputusan rapat kerja komisi dan Pemerintah mengenai alokasi anggaran untuk fungsi.16/2010. ● Banggar tidak bekerja sendiri dalam membahas KUA. 4. dengan difasilitasi oleh Sekretaris DPRD.

Adanya cadangan untuk . Penerapan sistem absen-panggil oleh dosen 2. Tersedianya telepon sebagai sarana bagi dosen yang merasa kekurangan sarana mengajar. 1. jumlah. Hilangnya berbagai barang milik fakultas yang ada di dalam 1. Adanya data inventaris fasilitas kelas (jenis. Absen menggunakan teknologi (seperti fingerscan) Fasilitas kelas yang kurang memadai. 3. Sanksi berupa pengurangan nilai bagi mahasiswa yang melakukan kecurangan presensi. 2. Petugas mengecek fasilitas kelas setiap sebelum kelas dimulai. Aktivitas Pengendalian 1.Divisi : Pengendalian pada bagian pelayanan kuliah Potensi Ketidaksesuaian data presensi mahasiswa dengan fakta di kelas. dan usia barang) 3. Adanya CCTV 2.

Pengecekan barang oleh petugas setiap waktu transisi antar kelas. 1. Adanya aturan tugas tertulis yang menggunakan . Pemanfaatan teknologi untuk pendeteksian plagiarisme pada tugas tertulis mahasiswa. Prioritas dalam input KRS bagi mahasiswa yang memang wajib mengambil mata kuliah tersebut pada semester tersebut. mengantisipasi kekurangan atau barang yang hilang. Mahasiswa tidak mendapatkan kelas mata kuliah yang ia butuhkan. Jumlah dosen untuk tiap mata kuliah sesuai dengan kebutuhan. 3. 2.kelas. 1. Mahasiswa melakukan plagiarisme pada tugasnya. Jadwal antar mata kuliah penting disusun sehingga meminimalisir bentrok. 2. 3.

.tulisan tangan. Pemberlakuka n hukuman sosial maupun akademik. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.