You are on page 1of 22

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Kami mengajak pembaca untuk menjelajahi seluruh wilayah etika. Pertama dibahas tema tema klasik seperti: hati nurani, kebebasan, tanggung jawab, dan keutamaan. Kemudian dibicarakan pula tentang beberapa teori besar dari sejarah filsafat moral: hedonisme, eudemonisme, utilitarianisme, dan deontologi. Akhirnya, disajikan sekedar pengantar pada etika terapan, artinya, etika yang menyototi bidang bidang khusus seperti dunia kedokteran, praktik bisnis, lingkungan hidup, dll. Dalam makalah ini Kami membahas tentang hati nurani sebagai penomenal moral, kesadaran dan hati nurani retrosfektif dan hati nurani rosfektif hati nurani bersipat personal dan supersonal, beberapa masalah khusus tentang hati nurani dan pembinaan hati nurani. Hati nurani dan super ego pun kami bahas.

B.

Rumusan Masalah Dari Latar belakang diatas penulis menarik rumusan masalah yang akan diangkat menjadi pembahasan dalam makalah ini yaitu : Bagaimana hati nurani sebagai norma, Moral yang subjektif?

C.

Tujuan 1. Untuk mengetahui Bagaimana hati nurani sebagai norma, Moral yang subjektif? 2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah yang bersangkutan

1

BAB II PEMBAHASAN

A. Hati Nurani sebagai Fenomena Moral 1. Pendekatan naratif Setiap manusia mempunyai pengalaman tentang hati nurani dan mungkin pengalaman itu merupakan perjumpaan paling jelas dengan moralitas sebagai kenyataan.dalam suatu pendekatan h yang berbeda naratif kita mulai dengan memandang tiga contoh yang berbeda tentang pengalaman hati nurani yang dipilih dengan cara demikian,sehingga dapat dipakai dalam analisis selanjutnya. · seorang hakim telah menjatuhkan vonis dalam suatu perkara pengadilan yang penting.malam sebelumnya ia didatangi oleh wakil dari pihak terdakwa.orang itu menawarkan sejumlah besar uang,bila si hakim bersedia memenangkan pihaknya.Hakim yakin bahwa terdakwa itu bersalah.bahan bukti yang telah dikumpulkan dengan jelas menunjukkan hal itu. Tapi ia tergiur oleh uang begitu banyak, sehingga tidak bisa lain daripada menerima penawaran itu. Ia telah memutuskan terdakwa tidak bersalah dan membebaskan dari segala tuntutan hukum.Kejadian ini sangat

menguntungkan untuk dia. Dan sekarang ia sanggup menyekolahkan anaknya ke luar negeri dan membeli rumah yang sudah lama diidam-idamkan oleh istrinya. Namun demikian,ia tidak bahagia dalam batinnya ia merasa gelisah. Ia seolah-olah “malu” terhadap dirinya sendiribukan karena ia takut kejadian itu akan diketahui oleh atasannya. Selain anggota keluarga terdekat tidak ada yang tahu. Prosedurnya begitu hati hati dan teliti, sehingga kasus suap itu tidak akan pernah diketahui oleh orang lain. Namun, kepastiaan ini tidak bisa menghilangkan kegelisahannya. Baru kali ini ia menyerah terhadap godaan semacam itu. Sampai swekarang ia selalu setia pada sumpahnya ketika

2

hati nurani adalah “instansi” dalam diri kita yang menilai tentang moralitas perbuatan perbuatan kita secara langsung. turut ). 3 . Untuk mengerti hal ini perlu kita bedakan antara pengenalan dan kesadaran. Untuk menunjukan kesadaran. dengan hati nurani” kita maksudkan penghayatan tentang baik atau buruk berhubungan dengan tinkah laku konkrit kita. Kesadaran dan Hati Nurani Apa itu hati nurani ? secara sangat umum dapat dikatakan.dilantik dalam jabatan yang luhur ini. 2. Dalam hati nurani berlangsung juga penggandaan yang sejenis. Dengan demikian coscieentia sebenarnya berarti “ turut mengetahui” dan mengingatkan kita pada gejala “ penggandaan “ yang disebut tadi bukan saja saya saya melihat pohon itu. hati nurani adalah kesadaran moral “ instansi” yang membuat kita menyadari baik atau buruk ( secara moral ) dalam prilaku kita dan karena itu dapat menyuluhi dan membimbing perbuatan perbuatan kita dibidang moral. Kata itu berasal dari kata kerja scire ( mengetahui ) dan awalan con ( bersama dengan.kata coscieentia yang sama dalam bahasa latin ( dan bahasa bahasa yang serumpun dengannya) digunakan juga untuk menunjukan “ hati nurani”. melainkan tentang situasi yang sangat konkrit tidak mengikuti hati nurani ini berarti menghancurkan integritas pribadi kita dan menghianati martabat terdalam kita Dapat dikatakan juga. Mengapa kali ini ia sampai terjatuh ? ia merasa marah dan mual terhadap dirinya sendiri. dalam bahasa latin dan bahasa bahasa yang diturunkan dari padanya. Ia tidak berbicara yang umum. dipakai kata conscieentia. Hati nurani ini memerintahkan atau melarang kita untuk melakukan sesuatu dan disini. Hati nurani merupakan semacam “ saksi “ tentang perbuatan perbuatan moral kita. kini dan disini. tapi saya juga “ turut mengetahui” bahwa sayalah yang melihat pohon itu.

Tetapi dalam hal ini perlu dibedakan antara dua macam rasio: rasio teoretis dan rasio praktis. kehendak. itu tidak berarti bahwa ia mengemukakan suatu penalaran logis ( reasoning ). atau rasio. Hati nurani juga sangat konkret sifatnya dan mengatakan kepada kita apa yang harus dilakukan kini dan disini.B. kehendak. Pemikiran intwitif berlangsung “ bagaikan tembakan “ :langsung. Biarpun putuswn hati nurani bersifat rasional. atau rasio ? Dalam sejarah filsafat sering dipersoalkan apakah hati nurani termasuk perasaan. Hati nurani seolah olah merupakan jembatan yang menghubungkan pengetahuan etis kita yang umum dengan prilaku konkret. 4 . Beberapa Masalah Khusus tentang Hati Nurani 1. satu kali tembak. Dalam hati nurani pula memainkan peranan baik perasaan atau kehendak maupun juga rasio tapi terdapat suatu tendensi kuat dalam filsafatuntuk mengakui bahwa hati nurani secara khusus dikaikan secara rasio. 2. ucapan hati nurani pada umumnya bersifat intuitif. tidak menurut tahap tahap perkembangan seperti dalam sebuah argumentasi. artinya langsung menyatakan: ini baik baik dan terpuji atau itu buruk dan tercela. Namun demikian. Rasio teoretis bersifat abstrak. maka rasio praktis justru bersifat konkret. kadang kadang putusan hati nurani bisa memiliki sifat sifat yang mengingatkan kita pada suatu argumentasi. terutama hati nurani prosfektif. Hati Nurani sebagai Hak Hati nurani merupakan hak dasar bagi setiaap manusia. Rasio teoretis memberi jawaban atas pertanyaan. Dalam filsafat dewasa ini sudah terbentuk keyakinan bahwa manusia tidak bisa dipisahkan dalam berbagai fungsi atau daya. Tidak ada orang lain yang berwenang untuk campur tangan dalam putusan hati nurani seseorang. Putusan hati nurani “ mengkonkretkan “ pengetahuan etis kita yang umum. Hati nurani termasuk perasaan . Mengemukakan putusan jelas merupakan fungsi dari rasio.

bahkan wajib dilakukan padahal secara objektof perbuatan itu buruk. Dalam kasus semacam itu negara menghadapi dilema yang tidak mudah: menjalankan tugas tugas pertahanan nasional dengan baik atau menghormati hati nurani warga negara.Bila dalam deklarasi universal tentang hak asasi manusia ( 1948 ) disebut juga “ hak atas kebebasan hati nurani “(pasal). melainkan bersalah tindaknya sipelaku. hati nurani adalah norma terakhir untuk perbuatan kita. Hati nurani adalah norma moral terakhir Hati nurani mempunyai kedudukan kuat dalam hidup moral kita. Konsekuensinya bahwa negara harus menghormati putusan hati nurani para warganya. Dalam arti itu hati nurani mengikat kita secara mutlak. Manusia bukan saja wajib untuk selalu mengikuti hati 5 . bahkan kalau kewajiban itu menimbulkan konflik hak dari conscientious objektor: orang yang berkeberatan memenuhi suatu kewajiban sebagai warga negara karena alasan hati nurani contohnya terkenal adalah conflik yang sering dialami di negara negara yang mempraktekan wajib militer. semua orang yang berfikiran sehat akan menolak pembunuhan pembunuhan itu sebagai kejahatan besar. Tapi yang sebenarnya diungkapkan oleh hati nurani bukan baik burkunya perbuatan itu sendiri. Padahal. Putusan hati nurani yang merupakan norma moral terakhir bersifat subjektif. Mungkin pembunuhan mahatma gandhi atau martin luther king pun beranggapan melakukan suatu perbuatan baik yang diperintahkan hati nurani. 3. Manusia adalah orang yang jidup baik ( secara moral ) bila ia selalu hidup menurut hati nuraninya. Kita selalu mengikuti hati nurani dan tidak pernah boleh kita lakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani. Disana tidak jarang dan orang muda yang menolak untuk memenuhu wajib militer dengan alasan hati nurani. Dan belum tentu perbuatan yang dilakukan atas desakan hati nurani adalah baik juga secara objektif bisa saja hati nurani menyatakan sesuatu adalah baik.

dapat memberikan penyuluhan tepat dalam hidup moral kita. Karena sifat subjektif itu mereka tegaskan hati nurani juga mudah disalahgunakan. hampir tidak mungkin akan mempunyai putusan hati nurani yang baik tentang hak milik. Adanya banyak tipe hati nurani: ada yang halus dan jitu. Pada mulanya anak kecil hanya bisa dilatih untuk menyesuaikan diri secara lahiriah dengan kehendak para pendidiknya. ada pula yang longgar dan kurang tepat. Pembinaan hati nurani Ilmu pengetahuan empiris mempunyai sebagai cita cita : objektifitas sempurna. Hati nurani bisa menjadi kedok untuk melakukan rupa rupa kejahatan. sehingga tidak bisa membedakan baik dan buruk.nuraninya. subjektifitas sama artinya dengan kurang serius. bahkan ada yang tumpul. Tapi pendidikan akal budi jauh lebih gampang untuk dijalankan. Pendidikan disekolah terutama bertujuan mengembangkan dan mendidik akal budi anak anak. Disekolah mendidik terutama berarti mencerdaskan. Etika sebagai ilmu tidak menjadi mubajir dengan adanya hati nurani. Dalam fisikiatri dibicarakan tentang moral insanity: kelainan jiwa yang membuat orang seolah olah buta dibidang etis. Metode metode yang harusnya digunakan untuk mencapai hasil optimal. Etika harus berusaha keras untuk mencari kepastian ilmiah dan objektif dalam problem problem yang dihadapi. Hanya hati nurani yang didik dan dibentuk dengan baik. tidak bisa diandalkan sewenang wenang. C. keadaan yang mereka. dalam mendidik akal budi lebih jauh jelas. Anak ytang didik dalam keluarga pencuri misalnya. Ketakutan akan sanksi yang 6 .ia wajib juga mengembangkan hati nuraninya dan seluruh kepribadian etisnya sampai menjadi matang seimbang. Orang yang menderita moral insyanity perlu diobati.

a. ego. Istilah “superego” berasal dari sigmun frued ( 1856-1939). ketaksadaran yang mengerjakan sesuatu dan tidak tinggal diam. lama kelamaan harus diganti dengan cinta dan nilai nilai. Pendidikan hati nurani seolah seolah berjalan dengan sendirinya. Pandangan frued tentang struktur kepribadian Tubuh kita mempunyai struktur tertentu: ada kepala. artinya. walaupun tentu tidak terdiri dari bagian bagian dalam ruang. Hidup psikis manusia juga untuk sebagian besar tidak tampak atau lebih tepat lebih sadar. karena terpendam dilaut. tapi sebagian gunung es itu tidak kelihatan. 1. Hanya puncaknya tampak diatas permukaan air. lengan.mewarnai permulaan kehidupan moral. Ketiga instansi ini massing masing adalah id. dokter ahli syaraf austria yang meletakan dasar untuk psikoanalisis. Kewajiban terhadap hukum moral mengikat hidup semua orang. kaki. Ia mengemukakan istilah itu dalam rangka teorinya tentangstruktur kepribadian manusia. Psike kita juga mempunyai suatu struktur. Struktur psikis manusia menurut frued meliputi tiga instasi atau tiga sistem yang berbeda. namun tetap merupakan kenyataan yang harus diperhitungkan.Frued mengintroduksikan kedalam psikolog paham “ketaksadaran dinamis”. 7 . D. dan batang tubuh. Hati nurani dan “superego” Seringkali hati nurani dikaitkan dengan “ superego”. bahkan tidak jarang kedua hal disamakan begitu saja. bilamana si anak diliputi oleh suasana yang sehat serta luhur dan ia melihat bahwa orang disekelilingnya memenuhi kewajiban mereka dengan seksama dan mempraktekan keutamaan keutamaan yang mereka ajarkan. Id Frued pernah mengatakan bahwa hidup psikis kita ibarat gunung es yang terapung apung di laut. superego.

“keseleo lidah”. adanya ID terbukti juga. Pada awal mula. salah ucap. Pertama. hidup manusia terdiri dari psikis saja..olah hanya merupakan penonton pasif. Ketiga alasan paling penting bagi frued untuk menerima adanya ketaksadaran adalah pengalamannya dengan pasien pasien neurosis. Pada janin dalam kandungan ibunya dan pada bayi yang baru lahir saja. seperti perbuatan keliru. Hidup psikis manusia didasarkan atas Id itu. Bagi frued adanya Id telah terbukti terutama dengan tiga cara. perlu ditekankan bahwaid atau ketaksadaran merupakan satu keyakinan psikologis yang normal dan universa. Id meliputi segala sesuatu yang bersifat impersonal atau anonim. remeh saja dan tidak punya arti. Bagi Descartes. tidak disengaja atau tidak disadari.justru karena itu frued memilih istilah “id” (atau bahasa aslinya “Es”) yang merupkan kata ganti orang neutrum. Kedua. lupa dan sebagainya. hidup psikis untuk serratus persen sama dengan Id. Id adalah lapisan yang palling fundamental dalam susunan psikis seorang manusia. karena hidup psikis sama saja dengan kesadarn. kegiatan psikis yang tak sadar merupakan satu kontradiksi. dalam daya daya yang mendasar yang menguasai kehidupan psikis manusia. 8 . Hal itu diwarisi oleh psikologi filsuf prancis Rene Descartes (1596-1650) yang dijiluki “bapak filsafat modern”. Bila bermimpi. faktor psikis yang paling jelas membuktikannya adanya Id dalam mimpi. Frued memakai istilah “Id” untuk menunjukan ketaksadaran itu. kita mempelajari perbuatan perbuatan yang pada pandangan pertama rupanya. Walaupun faktor faktor tak sadar memainkan peranan besar dalam neurosis. sipemimpi sendiri seolah.Pada permulaan psikolog modern hidup psikis disamakan begitu saja dengan kesadaran.

lagi pula untuk memecahkan konflik konflik dengan realitas dan konflik konflik dengan keinginan keinginan yang tidak cocok satu sama lain. Ego Aktivitas ego bisa sadar. dan seperti Ego ia mempunyai susunan psikologis lebih kompleks. c. orang yang dalam hati kecilnya sangat takut dengan kenyataan berlagak gagah berani. Sebagai contoh aktivitas sadar boleh disebut: persepsi lahiriah (saya melihat pohon disitu).b. 9 . Sebagai contoh tentang tentang aktivitas prasadar dapat dikemukakan fungsi ingatan (saya mengingat kembali nama yang tadi saya lupa).dan aktivitas tak sadar dijalankan oleh Ego melalui mekanisme mekanisme pertahanan (defence mechanisms). Tapi untuk sebagian besar Ego bersifat sadar. presepsi batiniah (saya merasa sedih) dan proses intelektual. Lama kelamaan ia yakin bahwa disamping Id dan Ego masih harus diterima suatu instansi lain yang seolah olah bertempat diatas Ego (dan karena itu namanya: superego). Ego dikuasai oleh “prinsip realitas” (the raliti principle). Superego ini termasuk ego.naluri) untuk mempertahnkan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan alam sekitar. Jadi prinsip kesenangan dari Id disini diganti dengan prinsip realitas. Ego juga mengontrol apa yang mau masuk kesadaran dengan kata lain mengadakan sintesis psikis. Bagi ego sama penting mempunyai hubungan baik dengan superego seperti dengan Id. prasadar maupun tak sadar. Superego mempunyai tempat khusus antara Ego dan Id. Misalnya. Superego Superego adalah instansi terakhir yang dikemukakan frued. tetapi ia juga mempunyai kaitan sangat erat dengan Id. Adalah tugas Ego (bukan Id dan naluri. sebab bersifat kritis terhadapnya bahkan bisa sampai menghantam.

Superego adalah instansi yang melepaskandiri dari ego dalam bentuk observasi diri. Superego bisa tak sadar : pada tahap superego baik sumber rasa bersalah maupun rasa bersalah itu sendiri bisa tetap disadari. ia mengatakan selain hati nurani superego meliputi juga fungsi fungsi observasi diri dam “ideal dari aku”. Aktivitas superego menyatakan diri dalam konflik dengan Ego. Sebagaimana sudah kita lihat. rasa malu. rasa menyesal. Dihadapan tuhan yang maha kudus manusia menyadari kebersalahannya dang mengharapkan pengampunan atas dosa dosanya. Suatu keberatan yang sering dikemukakan terhadap pandangan frued mengenai superego adalah bahwa ia terutama mentoroti bentuk patologis dari hati nurani. Terutama ia harus melepaskan diri dari kebiasan untuk menaruh perasaan bersalah. Pandangan psikiater Prancis A. Yang dirasakan dalam emosi emosi seperti ras bersalah. Pokoknya. kritik diri. hati nurani dalam keadaan tidak normal. artinya. dan sebagainya. Hubungan hati nurani dan superego Menurut hemat kami.(gambaran yang dipakai subjek untuk mengukur dirinyadan sebagai standar yang harus dikejar). tindakan terhadap dirinya sendiri. 2. Dalam buku pengantar baru pada psikoanalisis 1933 salah satu buku terakhir yang dituslisnya. dosa dan kebersalahan memainkan peranan besar.hesnard (1882-1969)dalam bukunya “moral tanpa dosa” ia berpendapat bahwa manusiaharus membebaskan diri dari kecenderungan kurang sehat untuk berefleksi tentang dirinya dan memelihara suatu kehidupan batin yang tidak real. internalisasi ini adalah kebalikannya dari proses psikologis yang disebut “proyeksi”. larangan dan tindakan refleksi lainnya. 10 . hati nurani dan superego tidak bisa disamakan. Bisa saja superego terbentuk karena internalisasi dari printah printah dan larangan orang tua. Dalam agama. freud mengembangkan psikoanalisis dalam usahanya untuk menyembuhkan pasien pasien neurotis.

Enam tahap perkembangan moral Menurut kohlberg. hal yang pahit atau hal yang menyenangkan. Profesor psikologoi Amerika ini mula mula bekerja di universitas chicago dan kemudian di universitas Harvard dimana ia memimpin harvarvard’s center for moral education. tapi hal itu semata mata dihubungkan dengan reaksi orang lain.E. tapi pada prinsipnya bisa terjadi. “khayalan” dalam arti: kasus kasus itu tidak terjadi secara konkret. Sepanjang kariernya sebagai psikolog piaget mempelajari perkembangan pengetahuan manusia (yang disebutnya “epistemologi genetis”). motivasi untuk penilaian moral terhadap perbuatan hanya didasarkan atas akibat atau konsekuensi yang dibawakan oleh prilaku sianak: hukuuman atau ganjaran. Penilaian tentang baik buruknya perbuatan hanya ditentukan oleh faktor faktor dari luar. 2. Pada tingkat ini si anak mengakui adanya aturan. Tiga tingkat itu berturut turut adalah tingkat pascakonvensional. Metode kohlberg adalah sebagai berikut. Ia (bersama para pembantunya) mengemukakan sejumlah dilema moral khayalan kepada subjek-subjek penelitian. enam tahap (stages) dalam perkembangan moral dapat dikaitkan satu sama lain dalam tiga tingkatan (level) demikian rupa sehingga setiap tingkat meliputi dua tahap. Untuk dilema-dilema itu tidak tersediapemecahan dalam lingkungan anak anak itu. sehingga mereka harus mencari pemecahannya sendiri.aturan yang baik serta buruk mulai mempunyai arti baginya. Kohlberg baru mulai penelitiannya pada anak anak umur enam tahun. 11 . 1. Jean piaget (1896-1980). Maksud dan Metode Penelitian Kohlberg Dalam seluruh karyanya kohlberg mengakui ketergantungannya pada psikolog swiss. L Kohlberg tentang Perkembangan Kesadaran Moral Seorang sarjana yang meluangkan banyak waktu dan tenaga untuk mempelajari fenomena moralitas dari sudut pandang psikologi adalah Lawrence Kohlberg (1927-1988).

Sifat pertama ialah bahwa perkembangan tahap-tahap selalu berlangsung dengan cara yang sama. Disini perbuatan perbuatan dinilai atas dasar norma norma umum dan kewajiban serta otoritas dijunjung tinggi. jika ibarat instrumen (alat) dapat memennuhi kebutuhan sendiri kadang kadang juga kebutuhan orang lain. Tingkat pertumbuhan Tingkat pra moral 0-6 tahun Tahap pertumbuhan Tahap 0 Perbedaan baik dan antara buruk Perasaan belum dirasakan atas kewibawaan norma-norma TINGKAT PRAKONVENSIONAL TAHAP 1 Anak Takut untuk atau berpegang akibat-akibat dari pada kepatuahan dan negatif 12 .Tingkat prakonvensional ini dapat dibedakan menjadi dua tahap: Tahap 1: orientasi hukuman dankepatuhan. guru) dan atas hukuman yang akan menyusul. Beberapa ciri khas perkembangan moral Sifat yang menurut penelitian kohlberg menandai seluruh perkembangan moral ini. dan seterusnya. Anak mendasarkan perbuatannya atas otoritaskonkret ( orangtua. Tingkat ini oleh kohlberg disebut “konvensional” F. bila ia tidak patuh. Tahap 2: orientasi relativis instrumental. si anak mulai dengan tahap pertama. Perbuatan adalah baik. lalu pindah ketahap kedua. Penelitian kohlberg menunjukan bahwa biasanya (tapi tidak selalu) anak mulai beralih ketingkat ini antara umur sepuluh dan tiga belas tahun. dalam arti.

Takut perbuatan untuk kekuasaan dan ganjaran. TAHAP 4 Orang pada berpegang ketertiban moral dengan aturan tersendiri 13 . akibat perbuatan: Hukuman. berusaha motif-motif lahiriah dan Menghindarkan partikular hukuman TAHAP 2 Anak mendasarkan diri atas egonisme naif yang kadang ditandai timbal-balik: kadang relasi do ut des TINGKAT KONVENSIONAL TAHAP 3 Orang Rasa berpegang terhadap bila bersalah orang tidak pada keinginan dan lain Perhatian maksud memenuhi mempertahankan ketertiban juga untuk persetujuan orang mengikuti tuntutan-tuntutan lahiriah perbuatan: lain harapan.Perhatian khusus untuk hukuman.

orang sudah tidak melihat jalan keluar untuk menyelesaikan masalah atau dilema moral yang dihadapinya.TINGKAT PASCAKONVENSIONAL atau BERPRINSIP TAHAP 5 Penyesalan atau diri tidak Orang berpegang penghkuman persetujuan karena mengikuti sosial. artinya. 14 . batin dan universal ditandai keniscayaan universalitas yang oleh dan Sifat kedua adalah bahwa orang hanya dapat mengerti penalaran moral satu tahap diatas tahap dimana ia berada. Sifat ketiga adalah bahwa orang secara kognitif merasa tertarik pada cara berfikir satu tahap di atas tahapnya sendiri. pengertian TINGKAT pada demokratis. Sifat keempat adalah bahwa perkembangan dari satu tahap ke tahap berikutnya terjadi bila dialami ketidakseimbangan kognitif dalam penilaian moral. kontak Hidup moral adalah konsensus bebas moralnya sendiri tanggung jawab pribadi atas dasar Prinsip-prinsip batin: TAHAP 6 Orang berpegang Maksud dan akibat-akibat pada hati nurani tidak diabaikan motif-motif pribadi.

Saran Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak terdapat kesalahan dan kekhilafan.BAB III PENUTUP A. bahwa hal yang paling penting dari pembentukan kepribadian adalah hati nurani. Hati nurani mempunyai kedudukan yang kuat dalam hidup moral kita. sehingga dapat menjadi acuan kami kedepan dalam membuat makalah. Hati nurani pun selalu berkaitan erat dengan pribadi yang bersangkutan. terutama hati nurani prosfektif. untuk itu kami sangat mengharapkan masukan dari para pembaca berupa kritik dan saran yang sifatnya membangun. Namun demikian. Kesimpulan Kesimpulan dari makalah ini. Hati nurani adalah intansi dalam diri kita yang menilai tentang moralitas perubahan-perubahan kita secara langsung baik hal yang buruk atau hal yang benar. kadang kadang putusan hati nurani bisa memiliki sifat-sifat yang mengingatkan kita pada suatu argumentasi. hati nurani saling berkaitan dengan agama.hati nurani juga memainkan peranan dalam hampir semua kebudayaan Dan dalam hubungan ini bisa diakui juga bahwa hati nurani memainkan peranan lebih besar dalam suatu kebudayaan dari pada dalam kebuyaan lain B. 15 .

Von magnis.Pustaka Al Husna Baru.Asmaran.DAFTAR PUSTAKA Suraji. Jakarta: PT.Achmad.Franz.Kuliah Etika. 2006.Filsafat Moral.2007. kesusilaan Dalam Teori dan Praktek. 1985.Pengantar Studi Akhlak. Bertens. Charis Zubair.Etika umum. Jakarta: rajawali pers Poerwudawinta. ETIKA. L.1995. K.Yogyakarta: Kanisius.1992. Poespoprojo. 1986.bandung Remaja Karya.Imam. Raja Grafindo Persada.jakarta: PT. Etika dalam persepektif al quran dan al hadist. 16 . kamus umum bahasa indonesia.Gramedia Pustaka Utama AS.Wjs. Jakarta: PT.

ii 17 . sangat kamis harapkan demi kesempurnaan dan perbaikan makalah ini ke depan. kami menyadari di dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca.KATA PENGANTAR Segala Puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunianyalah penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Hati Nurani Sebagai Norma Nilai Moral Yang Subjektif.“ Shalawat beiring salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman jahiliya menuju jaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan ini. Pembuatan makalah ini merupakan tugas yang di berikan sebagai bentuk kegiatan belajar.

....................................................................... 4 C... 1 B..................................................... 12 BAB III PENUTUP A.................................... Pembinaan hati nurani ............ L Kohlberg tentang Perkembangan Kesadaran Moral ............................................................................................... Hati nurani dan “superego” .............. ii BAB I Pendahuluan A.......... 1 C.................................. Hati Nurani sebagai Fenomena Moral ................ Tujuan .................. 2 B.... 1 BAB II PEMBAHASAN A........... Kesimpulan ...................... i DAFTAR ISI ................................. 11 F............................................................................................................................................ 15 B........................................ Beberapa Masalah Khusus tentang Hati Nurani ........................................................ 15 DAFTAR PUSTAKA ii 18 ..............................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR .................................. Latar Belakang ............................ Rumusan Masalah ........................... 6 D. 7 E.............................................................. Saran .... Beberapa ciri khas perkembangan moral .................................................................................................................................................................

1021180125 JURUSAN FKIP PKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU 2013 19 .MAKALAH ETIKA Hati Nurani Sebagai Norma Moral Yang Subjektif Disusun Oleh Yeli Arti Npm.

20 .

21 .

22 .