You are on page 1of 22

NEMATODA JARINGAN / DARAH

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Nematoda adalah hewan multiseluler yang paling banyak jumlahnya di bumi dan terdapat hampir di seluruh habitat dan beberapa juga terdapat di tempat yang tidak biasa seperti sumber mata air panas, es, laut dalam, dan lingkungan berasam dan dengan kadar oksigen rendah. Kelimpahannya mencapai jutaan individu per m2 tanah pada tanah dan sedimen dasar perairan. Nematoda memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga kelestarian tanah, salah satunya adalah sebagai dekomposisi material racun atau secara istilah disebut bioremediasi. Nilai nematoda sebagai bioremediasi tanah ini sangatlah penting. Jika dihitung dengan rupiah maka akan didapatkan seberapa pentingnya hewan kecil ini bagi tanah dan tentunya bagi manusia. Nematoda Darah / Jaringan Tubuh Manusia dan Hewan. Nematoda darah atau dikenal sebagai Nematoda filaria, menyebabkan penyakit kaki gajah atau elefantiasis/filariasis. Di Indonesia terdapat 3 spesies cacing ini yang dikenal juga sebagai cacing filaria limfatik, sebab habitat cacing dewasa adalah di dalam sistem limfe (saluran dan kelenjar limfe) manusia yang menjadi hospes definitifnya, maupun dalam sistem limfe hewan yang menjadi hospes reservoar (kera dan kucing hutan). Spesies cacing filaria yang ada di Indonesia adalah: Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Cacing filaria ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang menjadi vektornya.

1.2 Tujuan 1. Mengetahui daur hidup dan morfologi nematode. 2. Mengetahui macam-macam jenis nematode jaringan / darah. 3. Mengetahui penyakit dan gejala yang ditimbulkan, serta pengobatannya.

1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana daur hidup dan morfologi dari nematoda ? 2. Apa saja macam-macam dari nematoda jaringan / darah ? 3. Apa penyakit dan gejala yang ditimbulkan dari masing-masing jenis nematoda jaringan / darah?

4. Bagaimana cara mengobati penyakit yang ditimbulkan nematoda jaringan / darah?

BAB II PEMBAHASAN

2.1 NEMATODA Nematoda (cacing bulat) mempunyai bentuk bulat panjang dan tidak bersegmen. Mempunyai jenis kelamin jantan dan betina. Cacing jantan lebih kecil daripada yang betina dan melengkung kearah ventral. Ukurannya bervariasi dari beberapa millimeter (misalnya: Trychinella spiralis) sampai 35 (tiga puluh lima) cm (misalnya: Ascaris lumbricoides) bahkan ada yang mendekati 1 (satu) meter (misalnya : Dracunculus medinensis). Bentuk telurnya bermacam-macam bergantung jenis cacingnya. Nematoda mempunyai jumlah species yang terbesar di antara cacing-cacing yang hidup sebagai parasit. Cacing-cacing ini berbeda-beda dalam habitat, daur hidup dan hubungan hospes-parasit (host-parasite relationship). Morfologi dan daur hidupnya beragam; ada yang panjangnya beberapa millimeter dan ada pula yang melebihi satu meter. Cacing ini mempunyai kepala, ekor, dinding, dan rongga badan dan alat-alat gerak lain yang agak lengkap. Biasanya system pencernaan, ekskresi dan reproduksi terpisah. Pada umumnya cacing bertelur, tetapi ada juga yang vivipar dan yang berkembang biak secara parthenogenesis. Cacing dewasa tidak bertambah banyak di dalam badan manusia. Seekor cacing betina dapat mengeluarkan telur atau larva sebanyak 20 sampai 200.000 butir sehari. Telur atau larva ini dikeluarkan dari badan hospes dengan tinja. Larva biasanya mengalami pertumbuhan dengan pergantian kulit. Bentuk infektif dapat memasuki badan manusia dengan berbagai cara; ada yang masuk secara aktif, ada pula yang tertelan atau dimasukkan oleh vector melalui gigitan. Hampir semua nematoda mempunyai daur hidup yang telah diketahui dengan pasti.

2.2 NEMATODA JARINGAN / DARAH Nematoda yang infeksinya di jaringan tubuh biasanya bersifat parasitic pula pada hewan, misalnya pada kucing dan anjing.

Filariasis bankrofti (wukereriasis brankrofti) b. Hospes perantara cacing ini adalah nyamuk. Cacing filaria penyebab penyakit kaki gajah berasal dari genus wuchereria dan brugia. Penyakit yang disebabkan oleh Wuchereria bancrofti: a.2.2. Di belahan barat dunia dan ada di daerah perkotaan oleh nyamuk Culex quinquefasciatus. dan brugia timori. brugia malayi. Wuchereriasis c. c. Di Indonesia cacing yang dikenal sebagai penyebab penyakit tersebut adalah wuchereria bancrofti. Cacing dewasa hidup di dalam saluran limfe. seperti benang maka disebut filarial. Parasit ini tersebar luas di daerah yang beriklim tropis diseluruh dunia dan terdapat di Indonesia. .Wuchereria Bancrofti Wuchereria bancrofti atau disebut juga Cacing Filaria adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Nemathelminthes. Bentuk cacing ini gilig memanjang. Di Pasifik Selatan dan ada di daerah pedesaan oleh nyamuk Aides Polynesiensis. Klasifikasi ilmiah Kingdom: Animalia Classis: Ordo: Upordo: Family : Genus: Species: Secernentea Spirurida Spirurina Onchocercidae Wuchereria Wuchereria bancrofti Hospes dan Nama Penyakit Hospes definitive Wuchereria bancrofti adalah manusia. sedangkan microfilaria hidup di dalam darah dan limfe. b. Elephantiasis Distribusi Geografis a.1 JENIS-JENIS NEMATODA JARINGAN / DARAH 1.

Apabila nyamuk yang mengandung mikrofilaria ini menggigit manusia. sehingga tumbuh menjadi lebih panjang dan kurus. sehingga mikrofilaria yang terdapat ditubuh penderita ikut terhisap kedalam tubuh nyamuk. misalnya: paru-paru. 2. Tahap pertama. ekornya berujung tumpul. dan hati. Gerak larva stadium III ini sangat aktif. kemudian menembus dinding lambung dan bersarang diantara otot-otot dada (toraks). tumbuh menjadi lebih gemuk dan panjang yang disebut larva stadium II. jantung. Bentuk mikrofilaria menyerupai sosis yang disebut larva stadium I. Tahap kedua.Morfologi dan Siklus Hidup  Cacing dewasa (makrofilaria). bersarung pucat.  Tempat hidup Makrofilaria jantan dan betina di saluran limfe dan kelenjar limfe. Pada hari ke sepuluh dan seterusnya larva berganti kulit untuk kedua kalinya. Siklus hidup cacing Filaria terjadi melalui dua tahap. untuk makrofilarial yang jantan memiliki panjang kurang lebih 40 mm. Sedangkan pada malam hari mikrofilaria terdapat di dalam pembuluh darah tepi. bentuknya seperti benang berwarna putih kekuningan. Mikrofilaria tersebut masuk kedalam paskan pembungkus pada tubuh nyamuk. Dalam waktu kurang lebih satu minggu larva ini berganti kulit. ekor melingkar. ini adalah larva stadium III. Maka mikrofilaria yang sudah berbentuk larva infektif (larva stadium III) secara aktif ikut masuk . Siklus hidup cacing filaria dapat terjadi dalam tubuh nyamuk apabila nyamuk tersebut menggigit dan menghisap darah orang yang terserang filariasis. yaitu: 1. perkembangan cacing Filaria dalam tubuh manusia (hospes) kurang lebih 7 bulan. sehingga larva mulai bermigrasi mula-mula ke rongga perut (abdomen) kemudian pindah ke kepala dan alat tusuk nyamuk.  Makrofilaria yang betina memiliki panjang kurang lebih 65 – 100 mm. perkembangan cacing Filaria dalam tubuh nyamuk sebagai vector yang masa pertumbuhannya kurang lebih 2 minggu. Sedangkan larva cacing filaria (mikrofilaria) berbentuk seperti benang berwarna putih susu. dan pada siang hari mikrofilaria terdapat di kapiler alat-alat dalam. Sedangkan mikrofilaria berukuran panjang kurang lebih 250 mikron.

Pemeriksaan darah ada-tidaknya cacing biasa dilakukan malam hari. pembengkakan bisa terjadi di tangan. Jika pada waktu itu ada nyamuk yang menggigit. larva keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke pembuluh limfe. Ketika menyumbat pembuluh limfe di selangkangan. larva ini akan masuk ke alat penusuk. mikrofilaria beredar di dalam darah. payudara. Jika nyamuk itu menggigit orang. sedangkan pada siang hari dia berada didalam kapiler alat-alat dalam seperti pada paru-paru. tetapi sebelumnya tumbuh di dalam tubuh nyamuk. misalnya.kedalam tubuh manusia (hospes). Didalam pembuluh limfe larva mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi cacing dewasa yang sering disebut larva stadium IV dan larva stadium V. cacing terdeteksi dalam darah tepi pada malam hari. Makhluk mini itu berkembang dalam otot nyamuk. Selanjutnya. Bersama aliran darah. Larva ini dapat berpindah ke peredaran darah kecil di bawah kulit. kemudian setelah mengalami pertumbuhan. cairan limfe dari bawah tubuh tidak bisa mengalir sehingga kaki membesar. Bersama-sama dengan aliran darah dalam tubuh manusia. Selain di kaki. Pada saat dewasa (Makrofilaria) inilah. mengakibatkan pembesaran tangan. Cacing yang diisap nyamuk tidak begitu saja dipindahkan. Sekitar 3 minggu. sehingga mikrofilaria yang terdapat di tubuh penderita ikut terhisap ke dalam tubuh nyamuk. Cacing filaria yang sudah dewasa bertempat di pembuluh limfe. Setelah dewasa (Makrofilaria) cacing menyumbat pembuluh limfe dan menghalangi cairan limfe sehingga terjadi pembengkakan. larva mulai bergerak aktif dan berpindah ke alat tusuk nyamuk. Patologi dan Gejala Kliniks . sehingga akan menyumbat pembuluh limfe dan akan terjadi pembengkakan. maka orang itu akan tertular penyakit ini. Dapat terjadi penyumbatan di ketiak. atau buah zakar.Nyamuk pembawa mikrofilaria itu lalu gentayangan menggigit manusia dan ”memindahkan” larva infektif tersebut. Siklus hidup pada tubuh nyamuk terjadi apabila nyamuk tersebut menggigit dan menghisap darah orang yang terkena filariasais. cacing ini menghasilkan telur kemudian akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut mikrofilaria. Uniknya. larva keluar dari pembuluh kapiler dan masuk ke pembuluh limfe. maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu masuk ke dalam otot dada nyamuk. pada stadium 3. jantung dan hati. selebihnya bersembunyi di organ dalam tubuh.

sakit kepala. terjadi infiltrasi sel plasma. Reaksi pada manusia terhadap infeksi filaria berbeda dan beraneka ragam dan tidak mungkin stadium penyakit di batasi dengan pasti. Penyumbatan pada filariasis terjadi perlahan-lahan. jaringan retroperitoneal. kelenjar ari-ari. Limfedema dan perubahan statis yang kronik terjadi pada kulit diatasnya. Filarisasi dengan penyumbatan Gejala akhir yang dramatic pada filarisasi ialah elephantiasis. bukan mikrofilaria. pada anak-anak berumur 6 tahun telah dapat ditemukan mikrofilaria didalam daerah tanpa menimbulkan gejala yang menunjukkan adanya infeksi ini. biasanya setelah terkena infeksi dengan filarial secara terus- . Bahkan. Demam menggigil. Yang terutama terkena ilah saluran limfe tungkai dan alat genital. Cacing dewasa ini hidup dalam saluran limfatik aferen atau sinus – sinus limfe sehingga menyebabkan dilatasi limfe. Pada laki-laki umumnya terdapat Limfongitis akut dari funiculus spermaticus (funiculitis) disertai penebalan dan rasa nyeri. muntah dapat menyertai serangan tadi. yang berlangsung antara beberapa hari sampai beberapa minggu. menyebabkan saluran limfatik berkelok – kelok serta katup limfatik menjadi rusak. gejala filariasis disebabkan oleh cacing dewasa baik yang hidup maupun yang mati atau yang telah mengalami degeneasi. pada waktu cacing dewasa mati microfilaria menghilang. 3. penderita tetap tidak menyadari akan adanya infeksi. Filarisasi bancrofti dapat berlangsung selama beberapa tahun sehingga dapat mempunyai gambaran klinis yang berbeda-beda. Orchitis. Limforgitis retrograde dari anggota tubuh. Epidydimitis. dan otot ileo-psoas juga dapat terjadi karena cacing yang mati dan mengalami degenerasi. eosinofil. 1. Akibat kerusakan pembuluh darah. Filarisasi dengan peradangan Infeksi filariadengan peradangan merupakan fenomena alergi berdasarkan kepekaan terhadap metabolit cacing dewasa yang hidup dan yang mati. pembengkakakn setempat dan kemerahan lengan dan tungkai merupakan gejala-gejala yang khas dari serangan yang berulang-ulang. dan makrofag di dalam dan sekitar pembuluh darah yang terinfeksi dan bersama dengan proliferasi endotel serta jaringan ikat. 2. Funiculitis . Selain itu. Epydidimitis. Filarisasi tanpa gejala Di daerah endemik.Perubahan patologi yang utama terjadi akibat kerusakan inflamatorik pada sistem limfatik yang disebabkan oleh cacing dewasa. Dilatasi ini mengakibatkan penebalan pembuluh darah di sekitarnya.

Dalam stadium menahun reaksi reaksi sel dan sembab diganti oleh hiperplasi fibroblast. Diagnosis Diagnosis filariasis hasilnya lebih tepat bila didasarkan pada anamnesis yang berhubungan dengan vector di daerah emdemis dan di konfirmasi dengan hasil pemeriksaan laboratorium. dan sedikit demi sedikit setelah bertahun-tahu. dan flokulasi juga baik untuk diagnosis bila microfilaria sulit di temukan dalam darah. pada stadium lanjut setelah terjadi gejala elephantiasis. sedangkan untuk menetapkan spesies filarial dilakukan dengan membuat sediaan darah tetes tebal dan hapus tipis yang diwarnai dengan larutan Giemsa atau Wright. reaksi ikatan komplemen. Terhadap penyerapan dan pergantian parasit oleh jaringan granulasi yang proliferative. Kadar protein yang tinggi didalam limfe merngsang pembentukan jaringan ikat kulit dan kolagen. Tes intradermal dengan menggunakan antigen Dirofilaria. Sediaan darah tetes tebal yang diperoleh dari penderita. Microfilaria akan banyak ditemukan bila urin penderita banyak mengandung cairan kiluria. Dalam darah penderita dengan gejala filariasis tidak selalu ditemukan microfilaria. microfilaria ini dapat dipisahkan dengan cara sentrifugasi. Disini bisa diketahui densitas microfilaria dalam darah. Kira-kira setelah satu tahun pasca infeksi. Bahan pemeriksaan adalah darah yang di ambil pada malam hari. Dibentuk varises saluran limfe yang luas. Hal-hal yang penting dalam Pemeriksaan Laboratorium . langsung diperiksa dengan mikroskop untuk melihat adanya microfilaria yang masih bergerak aktif. biasanya cacing dewasa dan microfilaria sudah mati. dilakukan dengan cara mengambil 1 ml darah penderita yang dicampur dengan 10 cc larutan formalin 2%. Untuk mengetahui infeksi ringan. Bagian yang membesar menjadi keras dan timbul elephantiasis menahun. hemaglutinasi.menerus selama bertahun-tahun. Bila microfilaria Wuchereria bancrofti dapat ditemukan dalam urin penderita kiluria. Endapan darah diambil dan diperiksa langsung atau diwarnai. Kelainan ini didahului oleh edema menahun dan sering juga oleh serangan peradangan akut yang berulang-ulang. larva menjadi cacing dewasa dan mengeluarkan microfilaria. Pada bulan pertama terjadi gejala filariasis yang disertai peradanga. Ada kemungkinan. Elephanthiatis pada umumnya mengenai tungkai dan alat kelamin dan menyebakan perubahan bentuk yang luas. Pada gejala ini tidak ditemukan microfilaria dalam darah.

Untuk mendeteksi cacing dewasa dalam cairan atau kelenjar limfe dapat dilakukan dengan sinar rontgen. e. Untuk mendeteksi microfilaria dalam darah tepi dapat dilakukandengan teknik Knot (konsentrasi membran). Pemeriksaan limfosintigrafi dengan menggunakan dekstran atau albumin yang ditandai dengan adanya zat radioaktif menunjukkan adanya abnormalitas sistem limfatik sekalipun pada penderita yang asimptomatik mikrofilaremia. Pengambilan darah dilakukan malam hari mengingat periodisitas mikrofilarianya umumnya nokturna. Supaya sarung microfilaria dapat diwarnai dengan hasil yang baik. Anamnesis penting untuk mengetahui pengambilan bahan pemeriksaanyang terbaik maupun waktu pengambilan yang tepat untuk penentuan spesies filaria yang dicurigai. c. Penggunaannya masih terbatas pada penelitian dan survei. Ini berguna terutama untuk evaluasi hasil pengobatan. Diagnosis Parasitologi a. teknik konsentrasi Knott.a. 2. b. cairan hidrokel atau cairan kiluria pada pemeriksaan sediaan darah tebal. Ciri-ciri khas microfilaria Wuchereria bancrofti adalah lekuk tubuh halus. kadang-kadang potongan cacing dewasa dapat dijumpai di saluran dan kelenjar limfe dari jarngan yang dicurigai sebagai tumor. b. Pemeriksaan dengan ultrasonografi ( USG ) pada skrotum dan kelenjar getah bening ingunial pasien akan memberikan gambaran cacing yang bergerak-gerak (filarial dance sign). Pada pemeriksa histopatologi. inti tubuh teratur. Deteksi parasitologi: menemukan mikrofilaria di dalam darah. tidak ditemukan inti pada ekor. biasanya digunakan pewarnaan hematoksilin (hematoksilin Delafield) karena sarung tidak bias diwarnai dengan larutan Giemsa. Radiodiagnosis a. diagnosis dibuat berdasarkan gejala klinis dan dipastikan dengan pemeriksaan laboratorium : 1. b. . d. membran filtrasi dan tes provokatif DEC. Selain itu. dan inti panjang sama dengan lebarnya. Diferensiasi spesies dan stadium filaria : menggunakan pelacak DNA yang spesies spesifik dan antibodi monoklonal untuk mengidentifikasi larva filaria dalam cairan tubuh dan dalam tubuh nyamuk vektor sehingga dapat membedakan antara larva filaria yang menginfeksi manusia dengan yang menginfeksi hewan. ruang kepala tidak terisi.

Di sebelah timur dunia dapat ditemukan di Afrika. Taiwan. DEC adalah satu-satunya obat yang efektif. meluas jauh ke utara sampai Spanyol dan ke selatan sampai Brisbane. Hingga saat ini. Indonesia dan kepulauan Pasifik Selatan. Sedangkan untuk filariasis akibatBrugia malayi dan Brugia timori. Ivermektin adalah antibiotik semisintetik dari golongan makrolid yang mempunyai aktivitas luas terhadap nematoda dan ektoparasit. mual hingga muntah. Untuk filariasis akibat Wuchereria bankrofti. Obat ini hanya membunuh mikrofilaria. Filipina. Diagnosis imunologi Dengan teknik ELISA dan immunochromatographic test ( ICT ). tetapi pengobatan dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Sehingga. Efek samping yang ditimbulkan lebih ringan dibanding DEC.3. diberikan setiap tahun selama 5 tahun. tetapi ada di dalam cairan hidrokel atau cairan kiluria Pengobatan Pengobatan filariasis harus dilakukan secara masal dan pada daerah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC). Obat lain yang juga dipakai adalah ivermektin. untuk pengobatannya dianjurkan dalam dosis rendah. dosis yang dianjurkan 5 mg/kg berat badan/hari selama 10 hari. Efek samping dari DEC ini adalah demam. Jepang.bancrofti dalam sirkulasi. Pada kasus-kasus tertentu dapat juga dilakukan pembedahan. efek samping yang ditimbulkan lebih berat. Pada stadium obstruktif. dosis yang dianjurkan 6 mg/kg berat badan/hari selama 12 hari. DEC dapat membunuh mikrofilaria dan cacing dewasa pada pengobatan jangka panjang. sakit kepala. menggigil. Kedua teknik ini pada dasarnya menggunakan antibodi monoklonal yang spesifik untuk mendeteksi antigen W. Australia. Pengobatan kombinasi dapat juga dilakukan dengan dosis tunggal DEC dan Albendazol 400mg. Di belahan barat dunia di hindia barat. khususnya pada kasus yang kronis. Epidemiologi Parasit ini tersebar luas di daerah tropik dan subtropik. mikrofilaria sering tidak ditemukan lagi di dalam darah. dan relatif murah. Terapi suportif berupa pemijatan juga dapat dilakukan di samping pemberian DEC dan antibiotika. aman. Hasil tes yang positif menunjukkan adanya infeksi aktif walaupun mikofilaria tidak ditemukan dalam darah. Frekuensi filariasis yang . Pada pengobatan filariasis yang disebabkan oleh Brugiamalayi dan Brugia timori. Costa Rica dan sebelah utara Amerika Selatan. Pengobatan kombinasi meningkatkan efek filarisida DEC.

mempunyai frekuensilebih rendah daripada penduduk asli. Periodisitas tidak berubah walaupun orang yang terkena infeksi berpindah ke daerah nonperiodik. kelambu tempat tidur. Penyemprotan residu di dalam rumah dan pemakaian larvisida dapat berhasil terhadap Culex quinquefasciatus dan nyamuk domestic lainnya. vektor. Sulawesi. umur. Vektor utama di belahan Barat Dunia ialah Culex quinquefanciatus dan di Pasifik Selatan Aedes Polynesiensis. Orang Eropa. “repellent” nyamuk. sedangkan nyamuk Aedes Polynesiensis menggigit pada siang hari. pakaiann yang melindungi. Jawa. karena culex quinguefascialus sebagai vektor utama.bersifat periodik. dan keadaan lingkungan. Nyamuk Culex quinquefanciatu menggigit pada malam hari. Frekuensi berbeda-beda menurut suku bangsa. Pemberian Hetrazan secara masal untuk membasmi microfilaria di dalam darah para pengandung dan pemakaian insektisida untuk pemberantasan nyamuk berhasil baik di St. yang lebih terlindung terhadap nyamuk. Maluku. hidup di luar rumah dan di daerah hutan. terutama berhubungan dengan faktor lingkungan. Virgin Islands dan Tahiti. jenis kelamin. Di Daerah Pasifik Selatan frekuensi Filariasis nonperiodik di daerah luar kota sama tingginya atau lebih tinggi dari pada di desa-desa besar karena vektor terpenting ialah Aedes Polynesiensis. Untuk dapat memahami epidemiologi filariasis. hidup di rumah dan daerah kota. Obat DEC . Akan tetapi cara pemberantasan ini tidak efektif terhadap nyamuk yang hidup di daerah rimba seperti Aides polynesiensis. Pencegahan Pencegahan terhadap wuchereriasis di daerah endemic meliputi pemberantasan nyamuk dan mematikan parasit dalam badan manusia yang merupakan sumber infeksi. seekor nyamuk yang biasanya hidup di semak-semak. Di Indonesia filariasis tersebar luas di daerah endemi terdapat di banyak pulau di seluruh Nusantara. Perlindungan manusia dengan menutup ruangan dengan kasa kawat. hospes reservoar. berhubungan dengan kepadatan penduduk dan kebersihan yang kurang. NTT. seperti di Sumatera dan sekitarnya. Di daerah Pasifik Selatan filariasis nonperiodik berbeda dengan yang periodik atas dasar perbedaan geografis dan perbedaan-perbedaan kecil pada cacing dewasanya. Kalimantan.Croix. dan Irian Jaya. merupakan persoalan ekonomi dan pendidikan. terutama membiak di dalam air yang dikotori dengan air got dan bahan organik yang telah membusuk. kita perlu memperhatikan faktorfaktor seperti hospes.

misalnya kucing kera dll. B.penyakit yang disebabkan oleh B.termasuk Indonesia.16 mm ( B. timori hanya terdapat di Indonesia timur di pulau timor.timori disebut filariasis timori kedua penyakit tersebut kadang-kadang disebut sebagai filariasis brugia.timori ) Cacing betina mengeluarkan microfilaria bersarung. Distribusi geografis   B.23 mm x 0. malayi ) 2139 mm ( B. Brugia malayi dan brugia timori Hospes dan nama penyakit Brugia malayi dapat dibagi dalam dua varian : yang hidup pada manusia dan hidup pada manusia dan hewan. Daur hidup dan morfologi Morfologi : Cacing dewasa jantan dan betina hidup di saluran dan pembuluh limfe benteknya halus seperti benag dan berwana putih susu yang betina berukuran 55 mm x 0. Ukuran microfilaria .alor dan beberapa pulau kecil di nusa tenggara timur. Gambar telur dan cacing dewasa wuchereria bancrofti 2.rote. timori ) dan yang jantan 22-23mm x 0. brugia timori hanya terdapat manusia.malayi disebut filariasis malayi dan yang disebabkan oleh B.tidak mempunyai khasiat pencegahan oleh sebab itu penduduk perlu dididik untuk melindungi dirinya dari gigitan nyamuk. malay ). 13.09 mm (B. malayi hanya terdapat di asaia.dari india sampai ke jepang.08 mm ( B.flores.

B malayi mempunyai periodisitas nocturna atau sub-perioditas nocturna.ulkus pada pangkal paha ini. B.stadium akut ditandai dengan serangan demam dan gejala peradangan saluran dan kalenjar limfe. Daur hidup : Cacing betina mengeluarkan microfilaria bersarung.pada stadium ini tungkai bawah biasanya ikut membengkak dan menimbulkan gejala limfadema. timori 280-310 mikron x7 mikron.pecah menjadi ulkus.menibulkan infiltrasi pada seluruh paha atas.tanpa pengobatan. bancofti . B.mengenal saluran limfe dan menimbulkan limfangitis retrograde. bancofti.berkembang dari larva stadium I menjadi larva stadium II dan III.di dalam tubuh nyamuk kedua parasit ini juga mengalami dua kali pergantian kulit. kadang – kadang peradangan pada kalenjar limfe ini menjalar ke bawah.gejala klinis ke dua penyakit tersebut berbeda dengan gejala klinis filiariasis bankrofti. Limfadenitis biasanya mengenai kalenjar limfe inguinal di satu sisi dan peradang ini sering timbul setelah penderita bekerja berat di ladang atau sawah. di dalam tubuh manusia berkembang kedua parasit tersebut juga sama dengan perkembangan w.limfadeniitis dengan gejala komplikasi komplikasinya dapat berlangsung beberapa minggu sampai 3 bulan lamanya.peradangan pada saluran limfe ini dapat terlihat sebagai garis merah yang menjalar ke bawah dan peradangan ini dapat pula menjalar ke jaringan sekitarnya. menyerupai perkembangn parasit W. malayi yang berprioditas nocturna di tularkan oleh An Barbirotris yang di peroditas subperioditas nocturna ditularkan oleh nyamuk mansonia B .timori di tularkan oleh nyamuk An barbirotris. Patologi dan gejala klinis Gejala klinis filiariasis malayi sama dengan gejala kliinis filiariasis timori. daur hidup kedua parasit ini sangat panjang .bila sembuh meninggalkan bekas sebagai jaringan parut dan tanda ini merupakan salah satu gejal objektif filiariasis limfatik.bancofti masa pertumbuhan di dalam nyamuk kurang lebih 10 hari pada manusia kurang lebih 3 bulan . .tetapi lebih pendek dari pada w.limfadenitis biasanya berlangsung 2 – 5 hari dan dapat sembuh dengan sendirinya. timori mempunyai perioditas nocturna.yang bersifat khas untuk filiariasis.B.limfadenitis dapat pula berkembang menjadi bisul.yang hilang timbul berulang kali. malayi adalah 200-260 mikron x 8 mikron dan B.

 Diagnosis parasitologi : sama dengan pada filiariasis bankrofti .yang dianjurkan adalah pemberian dosis rendah rendah jangka panjang(100 mg/minggu selama 40 minggu ) atau garam DEC 0.untuk mendapatkan penyembuhan yang sempurna.barbirostir.biasanya terdapat di pinggir pantai atau aliran sungai dengan rawa – rawa. Epidemiologi B. Pengobatan dan prognosis Hingga sekarang DEC masih merupakan obat pilihan.malayi bersifat local.bila dibandingkan dengan yang terdapat pada pengobatan filiariasis bankrofti.T. timori hanya terdapat di pedwsaan.timori hannya terdapat pada di Indonesia bagian timur yaitu N.untuk pengobatan masal pemberian dosis standard an dosis tunggal tidak dianjurkan.di Indonesia dosis yang dianjurkan adalah 5 mg/kg berat badan /hari selama 10 hari.dari Sumatra sampai kepulauan Maluku .perlu pengobatan ini dilang beberapa kali. B. timori .karena vektornya tidak dapat berkembang biak diperkotaan.dosis yang berpakai di beberapa Negara asia berbeda – beda.T.malayi dan B.kecuali sampel berasal dari darah saja.B.An.B.efek samping DEC pada penngobatan filiariasis brugia jauh lebih berat.sesuai dengnan tempat perindukan vektornya.2 – 0.Diagnosis Diagnosis dibuat berdasarkan gejala klinis dan dapat dibuktikan dengan menemukan mikrofilia di dalam darah tepi.4 % selama 9 – 12 bulan. malayi dan B. Gambar telur dan cacing dewasa B.malayi yang hanya dapat hidup di daerah persawahan.  Radiodiagnosis umumnya tidak dilakukan pada filiariasis malayi  Diagnosis imunulogi belum dapat dilakukan pada filariasis malayi.pengobatan dengan invermektin sama dengan pada filiariasis bankrofti.penyebarab B. malayi yang terdapat pada manusia dan hewan.

loaiasis. Diperkirakan 12-13 juta manusia terinfeksi larva Loa loa . terutama di Kamerun dan di Sungai Ogowe.3. Manusia adalah satu-satunya reservoir alami. Loa loa Nama Penyakit  Nama Penyakit : Loa loa filariasis. Tropical swelling dan Afrika eyeworm  HP: Lalat Crysops silaceae dan C dimidiata  Daya hidup: 4-17 tahun Distribusi geografis Distribusi geografis loaiasis manusia terbatas pada hutan hujan dan rawa kawasan hutan Afrika Barat. Calabar swelling(Fugitiveswelling).

Microfilaria mempunyai sarung berukuran 250 – 300 mikron x 6 – 8.parasit ini ditularkan oleh lalat chrysops.dahak dan kadang – kadang ditemukan dalam cairan sumsum tulang belakang.mikrofilaria yang beredar dalam darah diisap oleh lalat dan setelah kurang dari 10 harri didalam badan serongga.cacing dewasa dapat ditemukan di seluruh tubuh dan seringkali menimbulkan gngangguan di konjongtiva mata dan pagkal hidug denga menimbulkan .35 – 0.5 mikron.pada malam hari microfilaria berada dalam pembuluh darah paru – paru.mikrofilaria tumbuh menjadi larva infektif dan siap ditularkan kepada hospes lainnya.cacing dewasa tumbuh dalam badan manusia dalam waktu 1 sampai 4 tahun kemudian berkopulasi dan caing dewasa betina mengeluarkan microfilaria.dapat ditemukan dalam urin.43 mm.cacing betina mengeluarkan mikrofilaria yang beredar dalam darah pada siang hari (diurna).5 mm dan yang jantan berukuran 30 – 34 x 0.yang betina berukuran 50 – 70 x 0. Patologi dan gejala klinis Cacing dewasa yang mengembara dalam jaringan subkutan dan mikrofilia yang beredar dalam darah seringkali menimbulkan gejala.Morfologi dan daur hidup Cacing dewasa hidup dalam jaringan subkutan.

Diagnosis Diagnosis dibuat dengan menemukan mikrofilaria di dalam darah yang diambil pada waktu siang hari atau menemukan cacing dewasa di konjungtiva mata ataupun dalam jaringan subkutan Pengobatan   Penggunaan dietilkarbamasin (DEC) dosis 2 mg/kgBB/hari. Menghindari gigitan Lalat 2.timbulnya secara spontan dan menghilang setelah beberapa hari aatau seminggu sebagai manifestasi supersensitive hospes terhadap penyakit. 3 x sehari selama 14 hari Pembedahan pada mata Pencegahan 1.pelupuk mata menjadi bengkak sehingga menggau penglihatan.masalah utama adlah bila cacing masuk ke otak dan menyembabkn ensefalitis.sakit . Pembengkakan jaringan yang tidak sakit dan non fitting ini dapat menjadi sebesar telur ayam.mata sendat .pada saat – saat tertentu penderita menjadi hypersensitive terhadap zat sekresi yang dikeluakan oleh cacing dewasa dan menyebabkan reaksi radang bersifat temporer.pasien menderita.cacing dewasa dapat pula ditemukan dalam cairan serebrospinal pada orang yang menderita meningoenefalitis.kelainan yang khas ini dikenal denal calabar swelling atau fugitive swelling. Pemberian obt-obatan 2 bln sekali .lebih sering terdapat ditangan atau lengan dan sekitarnya.iritasi pada mata.secara fisiskis .

Onchocerca volvulus Hospes dan nama penyakit Parasit ini ditemukan pada manusia.cacing betina yang gravid mengeluarkan microfilaria di dalam jaringan subkutan.blindinf flariasis. Gambar telur dan cacing dewasa loa loa 4.pencegahan dapat dilakukan denagan menghindari gigitan lalat atau dengan pemberian obat sebulan sekali.opalesan dan transparan.maka penyakitnya lebih banyak ditemukan pada pria dewasa.penyakitnya disebut oukoserkosis.selama 3 kali berturut –turut.river blindness.kemudian mikrofilia . Jangan sering-sering masuk hutan Prognosis Prognosis biasanya baik apabila cacing dewasa telah dikeluarkan dari mata dan pengobatan berhasil dengan baik Epidemiologi Daerah endemic adalah lalat chrysops silacea dan chrysops dimidiate yang mempunyai tempat perindukan di hutan yang berhujan dengan kelembapan tingkat tinggi.yang sering masuk hutan.5 – 50 cm x 70 – 400 mikron dan cacing jantan 19 – 42 mm x 130 x 210 mikron.cacing betina berukuran 33. Mofologi dan daur hidup Cacing dewasa hidup dalam jaringan ikat.melingkar satu dengan lainnya seperti benang kusut dalam benjolan (tumor).bentuknya seperti kawat berwarna putih.lalat – lalat ini menyerang manusia.3.

tengkorak.bila lalat simulium menusuk kulit dan menghisap darah manusia maka lalat.bagian kepala dan ujung ekor tiidak ada inti dan tidak mempunyai sarung.kedua oleh microfilaria yang dikeluarkan oleh cacing betinadan ketika microfilaria beredar dalam jaringan menuju kulit.benjolan dapat digerak-gerakan dan tidak tidak tersa sakit (nyeri). .larva infektif.letak benjolan biasanya diatas tonjolan – tonjolan tulang seperti pada scapula.Krista ilaka lutut dan menyebabkan kelainan kosmetik.kelainan yang ditimbulkan oleh microfilaria lebih hebat dari pada oleh cacing dewasa karena microfilaria dapat menyerang mata dan menimbulkan gangguan pada saraf – saraf optic dan retina mata.pertama oleh cacing dewasa yang hidup dalam jaringan ikat yang merasang pembentukan serat –serat yang mengelilingi cacing dalam jaringan.ada dua macam proses patologi yang ditimbulkan oleh parasit ini.masuk kedalam otot toraks.kelainan yang disebabkan oleh cacing dewasa merupakan benjolan – benjolan yang dikenal sebagai onkoserkoma dalam jaringan subkutan.jumlah benjolan lemon pun bermacam – macam dari sedikit sampai lebih dari seratus.larva masuk lagi ke dalam jaringat ikat menjadi dewasa dalam tubuh hospes dan mengeluarkan microfilaria.pada umumnya lesi mengenai kulit dan mata.larva infektif masuk kedalam probosis lalat dan dikeluarkan bila lalat mengisap darah manusia.iga.ukuran nya bermacam – macam ada yang kecil sampai sebesar lemon. Patologi dan gejala klinis Ada 2 tipe gejala klinis :   Tipe forest dimana kelainan kulit lebih dominan Tipe savanna dimana kelainan mata yang dominan Manifestasi onkosersiasis terutama berupa kelainan pada kulit sistem limfatik di mata.setelah 6 – 8 hari berganti kulit dua kali dan menjadi larva infektif.mikrofilaria mempunyai dua macam ukuran yaitu 285 – 368 x 6 – 9 mikron dan 150 – 287 x 5 – 7 mikron.meningalkan jaringan subkutan mencari jalan ke kulit.siku – siku.

volvulus.atrofi kulit.untuk pengobatan individu.kelainan pada mata berupa kertitis. Suramin merupakan satu – satunya obat yang membunuh cacing dewasa O.vulvulus tetapi jarang dipakai mengigat cara pemberiannya yang relative sulit dan toksiksitasnya tinggi.parsitologik menemukan microfilaria atau cacing dewasa dalm benjolan subkutan. Pengobatan Dietilkarbamasin tidak lagi dipakai mengigat efek sampingnya yang berat. .diberikan satu dua kali per tahun pada pengobatan masal.microfilaria ditemukan benjolan.ibu hamil. Invermectin merupakan obat pilihan dengan dosis 150 ug/kg berat badan. o Pada kasus – kasus onkodematitis hiperaktif dan berat badan diman gejala – gejala tak dapat di kendalikan dengan ivermectin dosis berulang.tes serologi sekarang sedang digalakkan untuk menunjang diagnosis onkoserkosis.obat yang dipakai adalah Ivermectin baik untuk pengobatan masal dan maupun selektif.dapat diberikan pada dosis 100 – 150 ug/kg berat badan dan diulang setiap 2 minggu.8 mg/kg berat badan.limbitis.bulan atau 3 bulan hingga mencapai dosis total 1.parasitologik menemukan mikrofilaria dalam kornea. Penggunaanya hanya : o Untuk pengobatan kuratif yang selektif di daerah yang tak ada transmisi atau pada orang tang meniggalkan daerah endemik O. 2.macan tutul(leopard skin).Diagnosis Klinis adanya nodul subkutan.obat ini tidak diberikan kepada anak – anak dibawah 5 tahun atau berat nya kurang dari 15 kg.diagnosis dibuat dengan menggunakan microfilaria pada biopsy kulit yakni menyayat kulit (skin –snip) dengan pisau tajam atau pisau silet kira – kira 2 – 5 mm bujur sangkar.menyusui atau orang dengan sakit berat.hanging groin.uveitis dan adanya mikrofilaria dalam kornea.kelainan kulit seperti kulit.sayatan kulit dijepit dengan dua buah kaca objek kemudian dipulas dengan giemsauntuk menemukan cacing dewas dapat dapat dilakukan juga dengan dalam mengeluarkan benjolan (tumor).

Prognosis Prognosis baik bila tidak terjadi kerusakan mata.penyakit ditemukan baik pada orang dewasa maupun anak pada anak. Epidemiologi Tempat perindukan vektor (simulium) terdapat di daerah pengunugan yang mempunyai air sungai yang deras.infeksi menahun yang seringkali diakhiri dengan kebutaan. Gambar telur dan cacing dewasa onchocerca volvulus .makun jauh dari sungai kebutuhan makin berkurang dan oleh karna itu penyakit ini dikenal dengan river blindness. Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan lalat simulium atau memakai pakaian tebal yang meutupi seluruh tubuh.lalat ini suka menggigit manusia di sekitar sungai tempat perindukan nya. Kebutaan terjadi pada penduduk yang berkaitan dengan sungai.

Loa loa dan Onchocerca volvulus.2 Menjawab Pertanyaan 1) Pertanyaan dari Elis C Faktor apakah yang dapat mempengaruhi penyebaran penyakit malaria? Jawaban : Faktor yang mungkin menyebabkan pengaruh penyebaran penyakit malaria adalah lingkungan sekitar. iklim dan cuaca setempat. ekor. ada yang panjangnya beberapa millimeter dan ada pula yang melebihi satu meter. Karena biasanya kebiasaan dari masyarakat tersebut yang merupakan faktor utama bisa terserangnya penyakit ini. 2) Pertanyaan dari Wawan . penyakit ini bisa ditanggulangi. Brugia malayi. kebersihan. Macam macam nematode jaringan / darah yaitu Wuchereria bancrofti. dan rongga badan dan alat-alat gerak lain yang agak lengkap. ekskresi dan reproduksi terpisah. 3. dinding.BAB III PENUTUP 3. Pada umumnya cacing bertelur. nutrisi dan kebiasaan masyarakat tersebut. Dengan kebiasaan yang baik dan bersih.1 Kesimpulan Morfologi dan daur hidupnya beragam. Brugia timori. Cacing ini mempunyai kepala. tetapi ada juga yang vivipar dan yang berkembang biak secara parthenogenesis. Biasanya system pencernaan.

Menyukai tempat dengan banyak air seperti di sungai dan lainnya. Menyukai tempat dengan air yang menggenang seperti bak di kamar mandi. Diposkan oleh Nenden Ayu Lisniawati di 03. Bentuk tubuhnya bulat. 3) Pertanyaan dari Restu R Darimanakah asal larva malaria yang berada di dalam nyamuk? Jawaban : Larva yang berada di dalam tubuh nyamuk berasal dari orang yang terserang penyakit tersebut.11 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook . dan seterusnya. Waktunya beredar yaitu waktu malam hari. melintang. Waktu beredarnya yaitu pada siang hari.  Di desa : Nyamuk Anopheles atau Aedes merupakan nyamuk yang hidup biasanya di daerah banyak tumbuhan dan gelap seperti hutan. Bentuk tubuh nyamuk seperti elips. Begitu pula jika ada nyamuk yang menggigit orang yang terjangkit penyakit tersebut. Terbawa oleh nyamuk lalu tumbuh menjadi mikrofilaria dan dimasukkan kembali ke tubuh manusia.Apakah perbedaan dari nyamuk yang menyebabkan penyakit malaria yang ada di kota dan di desa? Jawaban :  Di kota : Nyamuk Culex quinquefasciatus merupakan nyamuk yang hidup di tempat yang banyak barang-barang yang digantug seperti pakaian. kebun dan lainnya. Sehingga orang tersebut tertular oleh penyakit tersebut.