You are on page 1of 8

Tablet

Tugas Khusus Komprehensif

Dosen:

Elisma, M. Farm, Apt.

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI STIFARM TAMAN SISWA PADANG 2013

Struktur umum xantin Keterangan: Caffeine : R1 = R2 = R3 = CH3 Theobromine : R1 = H. Misalnya pirimidin dan asam nukleat.3. R3 = H . Batasan mengenai alkaloid seperti dinyatakan di atas perlu dikaji dengan hati-hati. Semua alkaloid mengandung paling sedikit sebuah nitrogen yang biasanya bersifat basa dan dalam sebagian besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin heterosiklik. Xantin merupakan salah satu golongan alkaloid. Gambar 1.3-dimetilxantin. R2 = R3 = CH3 Theophylline : R1 = R2 = CH3. teofilin adalah 1. Ketiganya merupakan derivat xantin yang mengandung gugus metil.7. teofilin dan teobromin. Derivat xantin terdiri dari kafein. 1986).Alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). dan teobromin adalah 3. merupakan alkaloid yang terdapat dalam tumbuhan.dimetilxantin. Karena banyak senyawa heterosiklik nitrogen lain yang ditemukan di alam bukan termasuk alkaloid.7-trimetilxantin. Kafein adalah 1. yang kesemuanya itu tidak pernah dinyatakan sebagai alkaloid (Achmad.

S. terutama siklik AMP dan siklik GMP. ginjal. tidak berbau. Aksi dari kopi pada prinsipnya di dasarkan pada daya kerja kafein. otot jantung. tetapi dapat juga digunakan sebagai stimulans dan diuretic. kelarutan: agak sukar larut dalam air dan etanol (95%)P. kafein dan teobromin mempunyai efek farmakologis yang sama. merangsang SSP.N. Obat-obat ini menyebabkan relaksasi otot polos terutama otot polos bronkus. stimulan dan karena itu digunakan untuk .3. Trimetil Xanthin) Rumus kimia: C8H11N4O2. Pemerian: serbuk / hablur bentuk jarum mengkilat. Juga kopi ini digunaskan untuk mengobati keracunan yang mempunyai tanda – tanda adanya deprosi pada susunan syaraf pusat. Berbagai efek farmakologi metilxantin dapat diterangkan dengan 3 macam dasar kerja pada taraf seluler yaitu: (1) berhubungan dengan translokasi Ca intrasel. PENGGUNAAN: a.7. sukar larut dalam eter P. Alkaloid ini diperoleh dari biji kopi Coffe arabica. biasanya menggumpal. putih. (2) melalui peningkatan akumulasi senyawa siklis nukleotid. Teobromin tidak bermanfaat secara klinis karena efek farmakologisnya rendah. Kafein adalah C. otot – otot jantung. dan (3) melalui blokade reseptor adenosin 1. yang bekerja pada susunan syaraf pusat. dan meningkatkan diuresis. C.Teofilin. mudah larut dalam kloroform P. Kafeina (1. berasa pahit . Meskipun kopi terutama digunakan sebagai minuman. Liberica (fam: Rubiaceae) mengandung kafein.

Kafein merangsang pusat pernapasan.1. untuk menyebabkan insomnia dalam dosis moderat. kafein memiliki aktivitas diuretik yang lemah. Kegunaan farmasetiknya: 1. Kafein umumnya diberikan dalam kombinasi dengan aspirin atau kodein untuk aktivitas analgesik.7 Dimetil Xantin) Rumus kimia: C7H9N4O2Diperoleh dari biji tumbuhan Theobroma cacao (fam: Sterculaceae) yang berguna sebagai diuretik dan stimulan SSP. d. Struktur kafein 2. untuk meningkatkan aktivitas mental 3. Karena merupakan stimulan . c. Dalam kombinasi dengan ergotamine. b. untuk menghasilkan kewaspadaan 2. untuk mengurangi depresi dan kelelahan ringan 4. Pada manusia: mengendurnya otot-otot dalam bronkus yang disebabkan oleh teobromin membantu meringankan gejala asma. e. Gambar 2. digunakan untuk mengurangi dari migrain. Theobromina (3.

dehidrasi. Gambar 3. tremor. Efek samping tambahan termasuk hilangnya nafsu makan. cemas. efeknya diuretiknya memungkinkan untuk digunakan untuk mengobati gagal jantung yang disebabkan oleh akumulasi cairan yang berlebihan.miokard serta vasodilator. Komplikasi termasuk masalah pencernaan. seperti anjing dapat keracunan. Selain itu. menyebabkan darah yang berkurang tekanannya. serta berkontribusi peningkatan produksi urin. Theofilina (1. gelisah. Pada hewan: Jumlah Teobromin ditemukan dalam coklat adalah cukup kecil sehingga dan aman dikonsumsi oleh manusia. Struktur teobromin 3. rangsangan. teobromin meningkatkan detak jantung dan juga melebarkan pembuluh darah. Tahap selanjutnya dari keracunan Teobromina termasuk epilepsi seperti kejang dan kematian. keracunan Teobromin dapat disembuhkan.3 Dimetil Xantin) . dan denyut jantung yang lambat. tetapi binatang yang memetabolisme Teobromin lebih lambat. mual dan muntah. Teobromin dapat menyebabkannsulit tidur atau terjaga atau insomnia. Teobromin dari sesedikit 50 gram cokelat untuk anjing kecil dan 400 gram untuk anjing berukuran rata-rata. Jika terdeteksi dini. 2.

Penggunaan: teofilin adalah bronkodilator kuat. untuk mengontrol asma akut dan kronis b. Teofilin memiliki sedikit efek stimulan pada otak besar. lebih mudah larut dalam air panas. d. c. Strukturnya: 1. Untuk mengontrol bronkospasme akut. putih. Untuk asma bronkial. f. b. Kerja teofilin: a. untuk mengobati penyakit kronis paru obstruktif c. teofilin berguna sebagai bronkodilator dan diuretik). meningkatkan kontraktilitas otot jantung dan efisiensi. . pahit.Rumus kimia: C7H9N4O2. Pemerian: serbuk hablur. Peningkatan tekanan darah. merelaksasi dari otot polos bronkus. e.3 dimetil xantin . d. teofilin berefek diuretik sedikit lebih kuat dari kafein. Obstruktif kronik penyakit dari saluran udara. larut dalam lebih kurang 120 bagian etanol. (95%) P. g. Teofilin digunakan sebagai stimulansia pernafasan pada apnea neonatal (penghentian pernafasan). Digunakan untuk penyakit paru obstruktif kronik. Kelarutan: larut dalam lebih kurang 180 bagian air. tidak berbau. mudah larut dalam larutan alkali hidroksida dan dalam amonia encerP. e. Meningkatkan denyut jantung. Oleh karena itu digunakan a. merupakan isomer dari Teobromin.

Gambar 4. Struktur teofilin .f. Teofilin ini juga merupakan stimulan jantung dan digunakan untuk mengobati gagal ventrikel kiri.

Anonim. (Editors). Hardman.A. S. New York: Pergamon Press. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (Eighth Edition). Edisi III. E. Farmakope Indonesia. 1986. Anonim. & Lee. Jakarta. (1990). Goodman and Gilman’s The pharmacological basic of theurapeutic. 1995. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. . Edisi IV.Daftar Pusraka Achmad. 1979. Jakarta: Penerbit Karunika Jakarta Universitas Terbuka. G. Buku Materi Pokok Kimia Organik Bahan Alam. L. Farmakope Indonesia. J. Jakarta.