P. 1
Case Abses Peritonsil

Case Abses Peritonsil

|Views: 20|Likes:
Published by Feby Oktaviani

More info:

Published by: Feby Oktaviani on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2013

pdf

text

original

ILUSTRASI KASUS

IDENTITAS PASIEN Nama Umur : Ny. Ramadian : 33 Tahun

Jenis kelamin : Perempuan Alamat : Piai Tanah Sirah

Suku bangsa : Minangkabau ANAMNESIS Seorang pasien perempuan berumur 33 tahun datang ke poli THT RS. DR. M. Djamil Padang pada tanggal 28 Desember 2009 dengan : Keluhan Utama Riwayat Penyakit Sekarang

: Hidung tersumbat sejak tadi malam : Hidung tersumbat sejak tadi malam

Sejak jam 12 malam, yang disertai ingus encer berwarna bening jernih. Gatal di hidung, mata dan telinga. Bersin-bersin ada sejak timbul keluhan, ini terutama dipengaruhi oleh cuaca. Namun pasien juga pernah menderita penyakit ini diakibatkan oleh debu, serbuk sari bunga dan makanan seperti udang.


Penciuman dirasa berkurang. Pasien telah sering berobat ke dokter umum dan diberi obat makan tapi pasien tidak tahu nama obatnya, tidak pernah mendapat obat semprot atau obat tetes hidung.


Cairan yang mengalir dibelakang hidung (+). Demam (-), pandangan kabur (-), epistaksis (-), tinitus (-).
1

Sosial.7 oC Pemeriksaan Sistemik Mata Toraks Abdomen : Konjungtiva tidak anemis. refilling kapiler < 2 2 . Riwayat Pekerjaan. Ekonomi. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Frekuensi nadi Suhu : Tampak sakit : Somnolen : 110 / 70 mmHg : 84 x /menit : 36. dan Kebiasaan : Pasien adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Riwayat sakit kepala dan terasa berputar disangkal. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien telah menderita penyakit ini sejak tahun 2000. Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini. Hidung tersumbat yang berpindah-pindah (-).• • • Tidak ada riwayat trauma. sklera tidak ikterik : Paru dan jantung dalam batas normal : Dalam batas normal Ekstremitas : Akral hangat.

Congenital Trauma Radang Kel.STATUS LOKALIS THT Telinga Pemeriksaan Kelainan Kel. Metabolik Nyeri tarik Nyeri tekan tragus Cukup lapang (N) Sempit Hiperemi Edema Massa Bau Warna Jumlah Jenis Dekstra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Cukup lapang (N) Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Coklat kekuningan Sedikit Basah Sinistra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Cukup lapang (N) Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Coklat kekuningan Sedikit Basah Daun Telinga Dinding Liang Telinga Sekret/serumen Utuh Perforasi Gambar Membran timpani Warna Putih mutiara Reflex cahaya Tidak ada Bulging Tidak ada Retraksi Tidak ada Atrofi Tidak ada Jumlah perforasi Tidak ada Jenis Tidak ada Kuadran Tidak ada Pinggir Tidak ada Putih mutiara Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tanda radang Fistel Sikatrik Nyeri tekan 3 Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada .

Congenital Trauma Radang Massa Dekstra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Sinistra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Hidung luar Sinus paranasal : inspeksi : tanda radang/trauma/sikatrik/massa tidak ada Pemeriksaan Nyeri tekan Nyeri ketok Rinoskopi Anterior Vibrise Radang Vestibulum Cavum nasi Cukup lapang (N) Sempit Lapang Lokasi Jenis Jumlah Bau Ukuran 4 Dekstra Tidak ada Tidak ada Sinistra Tidak ada Tidak ada Ada Tidak ada Cukup lapang (N) eutrofi Ada Tidak ada sempit hipertrofi Sekret .Mastoid Nyeri ketok Rhine Schwabach Weber Kesimpulan Tidak ada + Sama Tidak ada + dengan Sama dengan Tes garpu tala Audiometri pemeriksa Tidak ada lateralisasi normal pemeriksa Tidak ada lateralisasi normal Hidung Pemeriksaan Kelainan Deformitas Kel.

Konka inferior Konka media Warna Permukaan Edema Ukuran Warna Permukaan Edema Cukup lurus/deviasi Permukaan Warna Spina Kripta Abses Perforasi Lokasi Bentuk Ukuran Permukaan Warna Konsistensi Mudah digoyang Pengaruh vasokonstriktor Merah muda Licin Tidak ada N Merah muda Licin Tidak ada Cukup lurus Licin Merah muda Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada - livide Licin Tidak ada Tidak kelihatan Septum Massa Cukup lurus Licin Merah muda Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada - Gambar Rinoskopi Posterior Tidak dilakukan Orofaring dan Mulut Pemeriksaan Palatum mole Kelainan Simetris /tidak Warna + Edema Bercak /eksudat 5 Dekstra Tidak simetris Hiperemis Ada Ada Sinistra Tidak simetris HIperemis Ada Ada .

arkus faring Dinding faring Tonsil Warna Permukaan Ukuran Warna Permukaan Muara kripti Detritus Eksudat Perlengketan dengan pilar Warna Edema Abses Lokasi Bentuk Ukuran Permukaan Konsistensi Karies /radiks Kesan Warna Bentuk Deviasi Massa Merah muda Ada Ada Tidak ada Higiene mulut kurang Pucat N Tidak ada Tidak ada Merah muda Ada Ada Tidak ada Pucat N Tidak ada Tidak ada Peritonsil Tumor Gigi Lidah Gambar Laringoskopi Indirek Tidak dilakukan Pemeriksaan kelenjar getah bening leher Inspeksi : Tidak terlihat tanda pembesaran kelenjar getah bening Palpasi : Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening 6 .

Dibawa ke dokter dan dinyatakan sakit gigi biasa. 1 bulan yang lalu tenggorokan pasien bengkak dan semakin membesar sehingga sukar menelan sejak seminggu yang lalu.RESUME Seorang pasien perempuan berumur 33 tahun mengeluhkan nyeri menelan sejak 28 hari yang lalu. Tidak bisa bernafas melalui hidung. 7 . Sejak 2 bulan yang lalu pasien mengeluh sakit gigi. Air liur banyak.

tinitus (-).mulut kotor dan berbau. Diagnosis Tambahan 3. hanya bisa makan bubur. Tidak bisa bernafas melalui hidung sejak 2 minggu yang lalu. Riwayat sakit kepala dan terasa berputar disangkal. sering keluar cairan kental bening dari hidung. Sering makan makanan yang mengandung penyedap makanan. Demam (-). Sulit berbicara dan suara serak. Sukar menelan. Rahang kaku. Diagnosis Banding Rhinitis Vasomotor 8 . Diagnosis Kerja Rhinitis alergi persisten sedang berat 2. Stridor (+) saat tidur dan terjaga. tidak bisa membuka mulut dengan lebar. epistaksis (-). Hidung tersumbat sejak < 1 bulan yag lalu. Pandangan kabur. Pendengaran pasien berkurang sejak > 1 bulan yang lalu. 1. Tidak ada riwayat trauma.

2. Edisi 6. 9 . Pemeriksaan Anjuran Prick Test 5.Rhinosinusitis 4. http://en. Terapi - Antihistamin Kortikosteroid Topikal 6. DAFTAR PUSTAKA 1. Peritonsillar Abscess. dkk.org/wiki/Peritonsillar_abscess. Prognosis Quo ed Sanam : dubia ad Bonam Quo ed Vitam : dubia ad Bonam 8. Nasehat Hindari alergen. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. Hal. Arsyad . Soepardi E.wikipedia. Jakarta : FKUI. Wikipedia. Terapi Anjuran - Desensitisasi 7. 226-227.

10 .

Symptoms and signs Unlike tonsillitis. The infection.Peritonsillar abscess From Wikipedia. PTA can also occur de novo. spreads to the peritonsillar area (peritonsillitis). PTA has a more even age spread — from children to adults. This region comprises loose connective tissue and is hence susceptible to formation of abscess. in these cases. the free encyclopedia Peritonsillar abscess. Causes PTA usually arises as a complication of an untreated or partially treated episode of acute tonsillitis. Commonly involved species include streptococci. Symptoms start appearing 2–8 days before the formation of abscess. which is more common in the pediatric age group. Progressively worsening unilateral sore throat and pain during swallowing usually are 11 . is a recognised complication of tonsillitis and consists of a collection of pus beside the tonsil (peritonsillar space). also called PTA or quinsy. Both aerobic and anaerobic bacteria can be causative. staphylococci and hemophilus.

European Super Quinsy A new fatal and airborne strain. as for all abscesses. 11 blade in an awake and co-operative patient. swollen lymph nodes. the infection is frequently penicillin resistant and for this reason it is now common to treat with clindamycin[1]. The uvula may be displaced towards the unaffected side. Antibiotics are also given to treat the infection. using a guarded No. persistent pain in the peritonsillar area. Physical signs include redness and edema in the tonsillar area of the affected side and swelling of the jugulodigastric lymph nodes. Maximus Peritonsillar Abscess. Treatment can also be given while a patient is under anesthesia. Neck pain associated with tender. The drainage may be performed as an outpatient procedure. headache and a distortion of vowels informally known as "hot potato voice" may appear. More commonly. malaise. Complications associated with peritonsillar abscess • • • • • Parapharyngeal abscess Extension of abscess in other deep neck spaces leading to airway compromise Septicaemia Possible Necrosis of surrounding deep tissues In rare cases. referred ear pain and halitosis are also common.the earliest symptoms. fever. Whilst these signs may be present in tonsillitis itself. a PTA should be specifically considered if there is limited ability to open the mouth (trismus). As the abscess develops. thereby relieving the pain of the pressed tissues. through surgical incision and drainage of the pus. Odynophagia (pain during swallowing). Mediastinitis 12 . and ipsilateral earache also can occur. There is so far only one know case and life expectancy is currently unknown. Treatment Treatment is. but this is usually reserved for children or increasingly agitated or anxious patients. commonly referred to as European Super Quinsy has recently been discovered. a needle aspiration using a 9 or 10 gauge needle after a lidocaine and epinephrine gargle is used. Internationally.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->