Penyakit Jantung Pada Kehamilan

(Friday, 28 March 2008) - Kontribusi dari dr. Edial Sanif - Terakhir diperbaharui (Thursday, 02 April 2009)

Mereka yang menderita penyakit jantung perlu hati-hati jika terjadi kehamilan, karena mempunyai risiko baik bagi ibu maupun bagi janin, sehingga diperlukan perawatan dan perhatian khusus. PENDEKATAN KLINIS PENYAKIT JANTUNG PADA KEHAMILAN Pertimbangan Umum Pada Penatalaksanaan Kehamilan akan menyebabkan perubahan fisiologis yang luas pada sistem kardiovaskular., dan berakibat terjadinya gangguan pada jantung dan aliran darah sehingga perlu dipertimbangkan jika terjadi kehamilan. Pada wanita sehat dapat beradaptasi terhadap perubahan hemodinamik (denyut jantung, sistem pernafasan, volume darah, hormon dan lain sebagainya). Namun perubahan-perubahan ini dapat menjadi ancaman pada wanita dengan penyakit jantung. Walaupun penyakit jantung jarang muncul secara de novo selama kehamilan, namun banyak wanita dengan penyakit jantung yang telah diketahui sebelumnya atau wanita dengan potensi penyakit jantung mengalami kehamilan. Insiden penyakit jantung pada kehamilan adalah sekitar 1% dan terus meningkat. Perubahan ini mungkin sebagai hasil dari kemajuan penatalaksaan penyakit jantung selama beberapa dekade terakhir, hal ini menyebabkan bertambahnya jumlah wanita dengan penyakit jantung bawaan mencapai usia dewasa dan mampu melahirkan. Kemajuan teknik operasi dan medika mentosa menyebabkan penurunan penyakit jantung rematik secara drastis dibandingkan dengan penyakit jantung kongenital di dunia barat. Namun di negara berkembang, penyakit jantung rematik masih cukup tinggi. Hal ini akan menambah penyebab utama kematian pada maternitas, terhitung 35 kematian secara tidak langsung di Inggris dari tahun 1997-1999. Di Malaysia, suatu laporan yang diterbitkan tahun 2000, terdapat 77 kematian akibat penyakit jantung pada kehamilan, sekitar 16,4% dari seluruh kematian pada kehamilan dari tahun 1995-1996. Sebagai tambahan, masih terdapat angka morbiditas yang patut dipertimbangkan berkenaan dengan gagal jantung kongestif, komplikasi tromboemboli, dan gangguan irama jantung. Komplikasi pada fetus mencakup keguguran, restriksi pertumbuhan intrauterinne, dan kelahiran prematur. Walaupun prognosis untuk kehamilan pada wanita dengan penyakit jantung biasanya baik, penatalaksanaan pada pasien membutuhkan beberapa perhatian. Artikel ini membahas pendekatan klinis penatalaksanaan penyakit jantung pada kehamilan dan menyelidiki kontroversi pada penatalaksanaan. KLASIFIKASI PENYAKIT JANTUNG DAN KATEGORI RESIKO Secara umum, penyakit jantung dapat diklasifikasikan menjadi penyakit jantung sianosis dan penyakit jantung asianosis. Tabel 1 menunjukkan klasifikasi penyakit jantung asianotik, diambil dari penelitian tahun 1998 oleh Chia et al. Tidak didapatkan kasus penyakit jantung sianosis dalam seri ini. Keterlibatan katup jantung yang multipel tidak umum terjadi, termasuk 17 wanita dengan penyakit yang melibatkan 2 katup, sedangkan 2 wanita memiliki penyakit jantung yang melibatkan 3 katup jantung. Penelitian ini merupakan studi retrospektif yang membandingkan kasus penyakit jantung dengan populasi obstetri secara umum selama lebih dari periode 3 tahun. Tingkat induksi kelahiran tidak berbeda. Penggunaan analgesia epidural yang lebih tinggi pada persalinan memicu bertambahnya tingkat kelahiran dengan alat, walupun tidak ada perbedaan dengan tingkat persalinan dengan opeasi caesar. Banyak bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir rendah, pada kelompok dengan penyakit jantung, namun angka mortalitas perinatal tidak berubah. Tidak ada kasus penyakit jantung sianosis selama periode penelitian ini. Secara mencolok, pada penelitian tentang penyakit jantung sianosis (tidak termasuk Eisenmenger’s complex) ditemukan bahwa komplikasi kardiovaskular pada kehamilan muncul pada 32% pasien dengan 1 kematian, dan hanya 43% dari kehamilan yang dapat lahir hidup. Penyakit jantung juga bisa dikategorikan menurut risiko kematian, yang tergantung dari lesi jantung yang mendasari dan klasifikasi fungsional dari New York Heart Association (NYHA) (tabel 2). Kategori berdasarkan resiko akan memandu kepada evaluasi lebih lanjut yang lebih komprehensif dan penatalaksanaan yang optimal dari tiap kasus.

Tabel 1. Penyakit jantung asianosis; klasifikasi dan insiden (n) Lesi jantung kongenital Atrial septal defect Ventricular septal defect Patent ductus arteriosus 20 15 5 Lesi jantung didapat Rheumatic mitral stenosis mitral incompetence aortic incompetence aortic stenosis pulmonary stenosis
http://www.jantunghipertensi.com - Jantung Hipertensi Powered by Mambo Generated: 5 April, 2010, 16:46

Autotransfusi transien muncul dengan kontraksi uterus dan sekitar 500 mL darah memasuki sirkulasi sentral. Hal ini dicapai dengan meningkatnya heart rate ( 29% ) dan stroke volume ( 18% ) penelitian Pulsed Doppler juga telah mengkonfirmasi perubahan ini. Perubahan hemodinamik yang paling dalam muncul selama proses melahirkan. tinggi (mortalitas 5-15 %) Stenosis katup Koartasio aorta Riwayat infark miokard Sindrom Marfan Katup prostetik mekanis Rendah (mortalitas kurang dari 1%) Regurgitasi mitral ringan s/d sedang Prolaps katup mitral Defek septum ventrikel ringan Defek septum atrium ringan PERUBAHAN HEMODINAMIK NORMAL SELAMA KEHAMILAN Selama kehamilan volume plasma mulai meningkat sejak dini mulai minggu keenam dan mendekati 150 % dari status normal pada saat melahirkan. meningkatkan stroke volume dan cardiac output. Diluar perubahan ini. Ebstein. yang menyebabkan peningkatan cardiac output yang lebih tinggi. heart rate dan cardiac output tetap meningkat selama 2 hari pertama postpartum dan turun secara drastis menuju garis batas dalam 10 hari.Jantung Hipertensi Powered by Mambo Generated: 5 April. 16:46 . Sedang &ndash. rasa sakit. Udema pada ekstremitas terjadi pada hampir semua wanita hamil. Cardiac output meningkat pada usia kehamilan 5 minggu dan meningkat sampai 45 % diatas garis batas pada gestasi 24 minggu. KEHAMILAN YANG MENGGAMBARKAN PENYAKIT JANTUNG Banyak gejala pada kehamilan yang dapat menggambarkan penyakit jantung. tekanan darah tetap tidak berubah. Segera setelah kelahiran terdapat peningkatan yang nyata pada intravaskular yang berhubungan dengan terlepasnya kompresi vena kava inferior secara tiba-tiba. Selama kehamilan terus berlangsung. terutama akibat konstriksi uterus. pembesaran uterus menekan diagfragma ke atas sehingga menurunkan kapasitas vital dan total volume paru.Non-rheumatic hypertrophic obstructive cardiomyopathy Wolf-Parkinson-White syndrome 45 32 14 5 4 2 1 Tabel 2. Kompresi vena kava inferior menyebabkan menurunnya venous return ke jantung dan menyebabkan sakit kepala ringan dan http://www.com . Penyesuaian dosis obat harus dipertimbangkan. Stroke volume. prostaglandin. 2010. Pada kehamilan kembar peningkatan ini lebih tinggi. Penelitian secara longitudinal menunjukkan peningkatan cardiac output mendekati 1. Kenaikan ini terjadi secara cepat pada kehamilan dini sampai trimester kedua dan menetap pada trimester ketiga sampai melahirkan.s complex Penyakit jantung sianosis (teralogy of Fallot.jantunghipertensi. Terdapat penambahan 12% demand pada kala 1 persalinan dengan peningkatan cardiac output 34% pada kala akhir. Pertukaran kompleks dari sistem renin angiotensin aldosteron.3 sampai 1. sebagai akibat meningkatnya total sodium dan air dalam tubuh dan kompresi vena kava inferior pada uterus yang matang. hormon reproduksi. dengan hasil meningkatnya klirens obat pada ginjal (laju filtrasi glomerulus meningkat hingga 150%) dan meningkatnya metabolisme obat di hepar. menyebabkan sulit bernafas. transposition of the great vessels) Hipertensi pulmonal Penyakit jantung iskemik (infark miokard akut) Obstruktif hipertrofi kardiomiopati Gagal jantung (kardiomiopati peripartum). Kategori berdasarkan resiko Resiko Tinggi (mortalitas 25-50%) Eisenmenger&rsquo. dan faktor natriuretik atrium memberi peranan pada perubahan volume ini. Bertambahnya volume darah ini meningkatkan volume distribusi obat. dan kecemasan.5 l selama kehamilan.

berbaring secara datar merupakan masalah yang serius pada kehamilan dengan penyakit jantung. termasuk murmur pansistolik yang menyebar ke seluruh prekordium dan karotis dan kelainan lain dengan intensitas yang tidak berubah dengan posisi. Oleh karena itu. radiografi dada normal dengan memberi penutup pada abdomen memberi dosis sekitar 0. two-dimensional. Radioisotope scanning Radioisotope scan. Uji latih dapat dilakukan secara aman http://www. Ekokardiografi Ekokardiografi (m-mode. umumnya tidak terjadi selama proses melahirkan. Hal ini terjadi secara sekunder terhadap perubahan hiperdinamik.jantunghipertensi. pergeseran axis QRS ke kiri atau ke kanan dan denyut prematur atrium atau ventrikel. MENYELIDIKI PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG PADA KEHAMILAN Elektrokardiografi (EKG) Perubahan normal pada pembacaan EKG yang muncul selama kehamilan mencakup sinus takikardi. sinus arrest dengan irama nodal escape. Bunyi jantung IV umumnya tidak terdengar pada kehamilan dan terdengar hanya pada sekitar 4% pasien. yang normal pada kehamilan. yang tidak menggunakan radiasi. Peningkatan volume plasma menyebabkan vena jugularis terisi lebih banyak dan tekanan vena sentral sedikit meningkat. pergeseran jantung secara horizontal yang meningkat seiring gestasi. yang tidak memiliki makna klinis. Bagaimanapun. Perubahan echocardiography normal selama kehamilan mencakup peningkatan ukuran jantung dan massa ventrikel kiri.Jantung Hipertensi Powered by Mambo Generated: 5 April. hemoptisis dan nyeri dada bukan merupakan gejala normal pada kehamilan dan harus dievaluasi lebih lanjut. 2010. murmur sistolik atau kontinyu dapat terdengar pada ruang intercosta kanan atau kiri. atau T harus diinterpretasikan secara hati-hati. atau perubahan amplitudo gelombang P. Dengan tidak adanya gejala. Intensitas bunyi jantung I dan bunyi jantung III terdengar pada 84% pasien. QRS. Perubahan yang terlihat pada radiografi dada pada kehamilan normal dapat menggambarkan adanya penyakit jantung. Sebagai tambahan. Transesophageal echocardiography aman dan berguna untuk menyelidiki kelainan jantung kongenital yang kompleks dan endokarditis infektif. Palpitasi bisa terjadi dan biasanya merupakan tanda sinus takikardi. EKG lebih berguna untuk mendiagnosa aritmia daripada untuk menggambarkan kelainan struktural.1 rad terhadap ibu dan hanya sekitar 0. yang memerlukan evaluasi lebih jauh. Informasi yang sama dapat diperoleh menggunakan modalitas lain seperti stress echocardiography. Radiografi dada Paparan terhadap sinar X. seperti thallium scan atau positron emission tomography. selama tidak melibatkan iradiasi. Denyut prematur atrium dan ventrikel. MRI merupakan model yang menarik untuk penyelidikan. Doppler) merupakan tes diagnostik non invasif yang terpilih pada kehamilan dan tidak menimbulkan bahaya terhadap janin. ST segment elevasi.com . Sebuah efusi perikardial yang kecil dapat tercatat. Ini berarti janin dapat terpapar terhadap 625 kali radiografi dada sebelum melebihi batas 5 rads untuk durasi pada kehamilan. termasuk diagnosa definitif dari berbagai kelainan struktural. terutama pada pasien dengan katup prostetik atau pasien yang sebelumnya menjalani operasi. juga memberi kontribusi pada pergeseran ini. Murmur ini dapat berubah saat dilakukan penekanan pada stetoskop atau saat pasien pada posisi tegak lurus. Bagaimanapun. paroksismal nokturnal dyspnoea dan sinkop. Prosedur ini akan menyediakan informasi mengenai cadangan kardiovaskular. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan. batas jantung kiri dan supply pembuluh darah pulmonal yang penuh seiring pembesaran palsu (pseudoenlargement) di atrium kiri yang berkaitan dengan lordosis tulang belakang. Perubahan ukuran dan massa pada ventrikel kiri yang berhubungan dengan peningkatan volume dapat menyebabkan apical impulse bergeser ke kiri. terutama selama trimester pertama. Elevasi dan rotasi jantung yang disebabkan pelebaran uterus. Penyelidikan lain telah menunjukkan regurgitasi ringan pada katup. Magneting resonance imaging Prosedur ini hanya memberi sedikit peranan. 16:46 . Bagaimanapun. sinus aritmia. mengindikasi adanya peningkatan aliran yang melalui katup aorta.008 rad terhadap janin. Murmur diastol tidak umum ditemukan pada kehamilan dan biasanya menandai adanya fungsi atau anatomi jantung yang tidak normal.sinkop. banyak perubahan EKG yang tidak spesifik ini tidak membutuhkan evaluasi lebih lanjut. berkenaan dengan meningkatnya aliran darah pada arteri mammaria interna. baik pada batas sternum bawah atau pada daerah katup pulmonal. dan harus dihindari selama kehamilan. Secara umum. kecurigaan adanya murmur ejeksi sistolik. Ejeksi murmur sistolik umumnya terdengar pada 96% wanita hamil normal. yang perlu dirujuk kepada ahli jantung. Hal ini mencakup peningkatan ringan ukuran jantung . karena dapat diinterpretasikan sebagai suatu murmur diastolik atau suatu opening snap. depresi. Perubahan pada auskultasi pada kehamilan normal telah didokumentasikan dengan baik. walaupun terdapat peningkatan minat dan penelitian dalam hal ini. dapat berbahaya terhadap janin. Beberapa pengarang telah melaporkan hal ini tidak menjadi masalah. Bagaimanapun. menggunakan paparan terhadap irradiasi sehingga berpotensi mendatangkan resiko pada kehamilan. Suara redup vena pada fossa supraklavikula kanan dapat membingungkan dengan murmur kontinyu pada patent ductus arteriosus (PDA) atau fistula arteri-vena. murmur sistolik pada stenosis katup meningkat intensitasnya selama gestasi sebagai akibat dari meningkatnya volume sirkulasi darah dan stroke volume dan murmur regurgitasi menurun intensitasnya sebagai akibat menurunnya tahanan perifer total. kelainan apapun pada ekokardiogram membutuhkan evaluasi klinis. wandering atrial pacemaker dan paroksismal supraventrikular takikardi.

Faktor resiko gagal jantung mencakup anemia. ahli bedah jantung. Bagaimanapun. Tujuan utama dari penatalaksanaan selama kehamilan adalah untuk menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko gagal jantung dan untuk memulai terapi secara tepat. 16:46 . Telah disepakati bahwa induksi yang mendekati persalinan dapat dibenarkan untuk rencana persalinan selama jam-jam siang pada kasus yang http://www. Terminasi kehamilan atau operasi jika ada indikasi. Jika pertumbuhan intrauterine yang terhambat terlihat. percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA) dapat dibawa keluar secara aman melalui rute arteri radialis. wanita dengan penyakit jantung secepat mungkin ditangani oleh berbagai ahli di klinik.com . Akses dari arteri radialis sekarang lebih populer daripada pendekatan dari arteri brakhialis. dan keseimbangan asam basa pada plasenta dan janin. Pengawasan terhadap berat. Namun.Jantung Hipertensi Powered by Mambo Generated: 5 April. dengan mempertimbangkan potensi resiko dan keuntungan untuk ibu dan janin. Namun telah dilaporkan beberapa operasi sukses dilakukan. terutama kelainan jantung janin pada wanita dengan penyakit jantung kongenital seperti VSD (ventricular septal defect) . perfusi arteri yang berkurang dan perubahan pada koagulasi. Operasi hendaknya dilakukan pada posisi left decubitus dengan persiapan untuk caesar jika kehamilan sudah lebih dari masa gestasi 24 minggu. hendaknya dilakukan setiap pemeriksaan antenatal untuk meyakinkan status hemodinamik pasien tetap optimal selama kehamilan. Angka mortalitas janin yang dilaporkan adalah antara 2. akses dari arteri radialis atau arteri brakialis sebaiknya digunakan daripada pendekatan dari arteri femoral. Cardiopulmonary bypass dapat mengatasi hipotermia. Invasive investigations Kateterisasi jantung menghasilkan paparan sekitar 0. masingmasing berhubungan dengan resiko tinggi. normothermic. dengan kateter yang lebih kecil dan bentuk balon dan stent yang lebih baik. Jika kateterisasi jantung diperlukan. Penatalaksanaan pada pasien ini juga mencakup konseling tentang implikasi genetik pada janin. penutupan defek septum atrium atau ventrikel sebaiknya dilakukan selama kehamilan karena perubahan hemodinamik yang dapat dipicu oleh penggunaan cardiopulmonary bypass. dan PDA. 2010. Bagaimanapun. obat-obat tertentu. ahli jantung. Idealnya operasi apapun hendaknya dilaksanakan sebelum kehamilan. keadaan janin sebaiknya dinilai dengan Doppler velocimetry dan biophysical profile . Terkadang suatu PDA harus diligasi selama kehamilan karena derajat pirau kiri-kanan yang berat. Wanita dengan penyakit jantung paling baik diterapi pada klinik berbagai ahli pada pusat pelayanan tersier.9% dan 20. perkembangan aritmia dan kehamilan multipel. Kehamilan merupakan kontraindikasi pada Eisenmenger sindrom. cardiopulmonary support harusnya dengan aliran tinggi. Penilaian perkembangan janin dengan scan ultrasound secara serial adalah penting pada wanita dengan penyakit jantung berat dan lesi jantung kongenital sianosis.005 rads pada janin yang telah dilindungi penutup. risiko valvulotomi tertutup tidak lebih tinggi daripada keadaan tidak hamil. PENATALAKSANAAN PASIEN HAMIL DENGAN PENYAKIT JANTUNG Pertimbangan umum Untuk meminimalkan resiko maternal dan fetal pada wanita hamil dengan penyakit jantung yang terjadi bersamaan membutuhkan usaha bersama dari para spesialis yang berpengalaman dengan penatalaksanaan mereka. atrial septal defect . harus dihindari pada kehamilan berkenanan dengan gagal ginjal neonatal dan kematian. infeksi (terutama infeksi saluran kemih). Klinik yang berisi berbagai ahli lebih dipilih dan kunjungan sebelum kehamilan akan memerlukan konseling yang sesuai berkenaan dengan potensi resiko meternal dan fetal pada kehamilan. hipertensi. tekanan darah dan denyut nadi. dan diaktifkan tanpa hyperkalaemic arrest. namun pasien dengan intractable heart failure atau gejala yang tidak bisa ditoleransi dan kegagalan terapi medis dapat memerlukan bedah jantung. mungkin dibutuhkan. Tim ini hendaknya melibatkan dokter ahli kandungan. yang berarti paparan radiasi yang lebih sedikit terhadap janin. Kebanyakan obat kardiovaskulas dapat digunakan pada kehamilan saat ada indikasi. Wanita dengan riwayat kardiomiopati peripartum sebelumnya disarankan untuk tidak hamil lagi karena kondisi ini akan kambuh dan memiliki prognosis buruk.2% dan anangka mortalitas maternal adalah antara 0 sampai 21 %. Walaupun resikonya kecil namun dapat setinggi 10% saat dua anggota keluarga terkena dan 50% jika tiga anggota keluarga terkena. hipertensi pulmonal ( didefinisikan sebagai tekanan pulmonal lebih dari 40 mmHg) dan sindrom Marfan dengan keterlibatan aorta (diameter lebih dari 40mm).pada kehamilan untuk menduga penyakit jantung iskemik atau kapasitas fungsional. Untuk menghindari komplikasi ini. Saat hamil. induksi persalinan untuk alasan obstetri harus tetap dilakukan. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki masalah hemodinamik dan hanya membutuhkan sedikit intervensi atau tidak sama sekali.jantunghipertensi. Stres pada operasi itu sendiri dapat memicu persalinan dan untuk itu penggunaan tokolitik harus secara bijaksana. Persalinan sebaiknya tanpa induksi karena alasan jantung. sementara sebagian lainnya dapat memperlihatkan gejala dekompensasi jantung. Bradikardi janin telah dilaporkan dengan uji maksimal dan untuk itu pasien tidak diizinkan untuk melebihi 75% dari heart rate maksimalnya. Terapi obat harus ditinjau ulang. seperti angiotensin-converting enzyme inhibitor. ahli anestesi dan jika perlu. termasuk pemeriksaan kardiovaskular secara detail. Sindrom Marfan memiliki model genetik Mendelian yang diturunkan secara genetik dimana penyakit jantung kongenital diturunkan secara multifaktorial. Pada pasien dengan mitral stenosis yang berat. Pengaturan ini akan memberi dugaan yang akurat dari keparahan dan perjalanan lesi jantung pada wanita tsb dan cadangan kardiovaskularnya. Dengan tehnik anastesi dan operasi yang canggih dan pemilihan pasien secara hati-hati. Pemeriksaan ultrasound dini merupakan hal yang penting untuk mengkonfirmasi usia gestasi. juga kemungkinan gagal induksi dan sepsis merupakan kontraindikasi. jika ada indikasi ( contoh saat balloon valvuloplasti menjadi kontraindikasi ) valvotomi mitral tertutup lebih disarankan daripada operasi jantung terbuka dimana terdapat risiko tinggi terhadap janin. Scan Ultrasound resolusi tinggi dengan echocardiography janin dilakukan pada usia gestasi 18.22 minggu untuk menyingkirkan kelainan srtuktural. jika diperlukan.

Anestesi epidural aman selama tetap memperhatikan pengisian cairan dan pengawasan ketat. banyak yang menganjurkan antibiotik profilaksis pada pasien dengan penyakit jantung struktural. Anestesi spinal dapat menurunkan tekanan darah secara drastis. Jika alergi terhadap penisilin . sehingga perawatan pasien dapat optimal. anestesi epidural cukup efektif dan dapat ditoleransi dengan baik. Kriteria · Katup jantung prostetik (termasuk katup bioprostetik dan homograft · Malformasi kongenital · Endokarditis bakterial sebelum · Rematik dan disfungsi katup didapat (bahkan setelah operasi katup) · Kardiomiopati hipertrofi. Anestesi epidural menurunkan cardiac output dengan menurunkan pengisian vena yang diikuti dengan dilatasi arteri perifer. tergantung pada kepentingan dan status penyakit maternal. analgesia dan anestesia. Banyak persalinan yang tidak familier dengan kateter Swan-Ganz yang digunakan untuk monitor tekanan. pengawasan ketat jantung dan lokasi persalinan harus direncanakan dengan baik. karena adanya potensi konsekuensi yang berat dan fatal pada endokarditis dan terapi biaya rendah. antibiotik profilaksis rutin membawa resiko toksisitas obat dan endokarditis resisten antibiotik. anestesi umum dapat menjadi pilihan yang lebih aman. Pada lebih dari 2165 wanita dengan penyakit jantung rematik atau penyakit jantung kongenital dimana tidak digunakan antibiotik peripartum rutin. anestesi umum mungkin lebih dipilih pada sindrom Eisenmenger. Di Inggris direkomendasikan antibiotik profilaksis hanya pada wanita dengan katup artifisial yang mempunyai resiko tinggi. Pada sebagian besar pasien dengan cadangan sirkulasi yang adekuat. Penanganan harus dilakukan untuk menghindari supine hypotension berkenaan dengan efek kompresi aortocaval oleh uterus yang gravid. Namun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa regimen antibiotik ini memiliki efek pada frekuensi endokarditis. Keseimbangan cairan memerlukan perhatian lebih. pilihan jenis anestesi harus ditentukan sesuai individu. Saat operasi caesar diindikasikan. 16:46 . Namun melakukan persalinan dengan bantuan alat pada pasien yang mudah mendorong bayi keluar dengan sendirinya tidak memberi keuntungan apapun. persalinan spontan lebih baik karena tidak ada bukti yang mengatakan bahwa operasi caesar elektif memberi keuntungan. hanya ada 2 kasus (0. Penatalaksanaan intrapartum pada pasien dengan penyakit jantung sama pentingnya seperti pada wanita sehat.05%) dari endokarditis infektif yang secara samar-samar berhubungan dengan persalinan. Anestesi epidural tinggi dapat berbahaya karena dapat menghambat plexus simpatis jantung yang dapat memicu denyut nadi yang menurun secara tiba-tiba. Lebih jauh lagi. Karena tingginya angka mortalitas pada endokarditis infektif. terutama pada pasien dengan penyakit yang berat.com . baik untuk ibu maupun untuk janin. Namun untuk beberapa pasien dengan penyakit jantung berat. terutama saat mereka telah mengkonsumsi digoxin. sangat penting dalam proses membuat keputusan. Persalinan yang lebih cepat akan meminimalkan stress persalinan pada ibu dan efek hipoksia pada janin. persalinan normal per vaginam dengan analgesia yang efektif dan kala II yang cepat dan difasilitasi ( dengan forceps atau ekstraksi vacuum) lebih dipilih. diuretik dan agen ionotropic pada persalinan diperlukan. Syntometrine.rumit.jantunghipertensi. egometrine merupakan obat pilihan. menurut teori akan menyebabkan kontraksi tonik pada uterus. !!! Kebanyakan pasien mengalami persalinan yang cepat. Hal ini ditandai dengan tekhnik anestesi lokal dosis rendah. Hal ini dapat dicapai dengan menopang ibu dengan bantal atau dengan berbaring pada posisi lateral kiri. Obat ini juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan diuretik seperti furosemide. Syntocinon lebih dipilih untuk profilaksis daripada ergometrine sejak syntocinon memiliki efek pada pembuluh darah dan dapat digunakan sbagai cairan infus. Di bawah keadaan ini. termasuk pasien. Namun menjadi indikasi pada kasus-kasus resiko tinggi saat penggunaan cairan. Secara umum. 2010. berikan 1 g vancomycin iv. Profilaksis endokarditis. Bagaimanapun. tatap harus digunakan secara hati-hati pada hipertensi pulmonal primer atau pirau kanan ke kiri. Walaupun kontroversial. · Prolaps katup mitral dengan regurgitasi katup. banyak pusat kesehatan yang telah menetapkan praktek pemberian antibiotik profilaksis saat persalinan dan masa puerperium (tabel 3).Jantung Hipertensi Powered by Mambo Generated: 5 April. Persalinan dibantu untuk meminimalkan peningkatan tekanan darah secara drastis yang disebabkan usaha mengedan. Pembenaran penggunaan antibiotik berdasarkan pada munculnya bakteremia transien yang asimptomatik pada lebih dari 5% ibu saat persalinan dan pada laporan endokarditis pada masa puerperium. Kehilangan darah saat persalinan hendaknya http://www. Secara umum. Penggunaan obat sitotoksik pada kala III persalinan masih diperdebatkan. Pada keseimbangan. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan atrium kiri dan merugikan pada pasien dengan stenosis mitral yang signifikan. Regimen yang direkomendasi 1 g ampicillin intravena/intramuscular + 120 mg gentamicin iv/im saat onset persalinan atau ruptur membran atau saat induksi anestesi dan 6-8 jam pasca persalinan. Tabel 3. Bagaimanapun. Operasi caesar dilakukan untuk indikasi obstetri dan kondisi jantung yang spesifik. Weaver dan Pearson membuat sebuah postulat bahwa digoxin memiliki efek stimulasi secara langsung pada myometrium. kombinasi Syntocinon dan ergometrine. Untungnya. pada kebanyakan pasien. persalinan berlangsung cepat dan tanpa komplikasi. Walaupun anestesi epidural dapat menstabilkan hemodinamik. Oxytocics digunakan bersamaan pada pasien dengan gagal jantung. Pendekatan tim. KESIMPULAN Perencanaan waktu dan proses persalinan.. Hamil dapat hadiah uang. dalam situasi dimana perdarahan postpartum sulit diatasi. memaksa sekitar 500 ml darah memasuki sirkulasi. operasi caesar elektif dapat tetap menjadi pilihan yang terbaik..

POIN-POIN PRAKTIS Perubahan fisiologis normal Perubahan hemodinamik dalam muncul selama kehamilan dan persalinan. Kasus-kasus resiko tinggi Sindrom Eisenmenger dihubungkan dengan kondisi maternal dan fetal yang buruk. Kondisi maternal dan fetal cukup baik pada penyakit jantung non sianotik dan lesi katup regurgitasi. penutup di daerah pelvis harus digunakan. Saturasi oksigen yang rendah. Lesi katup stenosis. Ballon valvuloplasty dan valvotomy tertutup dapat dilakukan secara aman jika diperlukan. dan Raman Subramaniam). ahli anestesi. terapi medis direkomendasikan. Jika ada indikasi untuk operasi.dan diinisiasi tanpa hyperkalemic arrest. ditoleransi dengan buruk.( Patrick Chia. Anestesi epidural secara umum dapat ditoleransi. dan cardiac output kembali normal dalam 2 minggu setelah persalinan. perhatian pada masalah neonatal. trombolisis merupakan kontraindikasi. dan sindrom Marfan merupakan kontraindikasi untuk hamil. Penyelidikan EKG dan echocardiography aman pada kehamilan. Pada katup prostetik. cardiopulmonay bypass support harus dengan aliran tinggi. Denyut nadi. Gejala dan tanda Dyspnoea. Hipertensi pulmonal memiliki resiko kematian maternal yang tinggi. dan pertimbangan kontrasepsi. heparinisasi sistemik direkomendasikan selama minngu 6-12 minggu dan 2-3 minggu terakhir dari kehamilan. 16:46 . edem perifer dan palpitasi biasa dikeluhkan pada kehamilan normal.Jantung Hipertensi Powered by Mambo Generated: 5 April. Penatalaksanaan pada kehamilan Penatalaksanaan harus melibatkan ahli kandungan.jantunghipertensi. Radiasi ion hendaknya dihindari. Sebagian besar obat-obat kardiovaskular dapat digunakan pada kehamilan. Kardiomiopati peripartum.diminimalkan dan diganti dengan segera jika diperlukan.com . hipertensi pulmonal. ahli jantung. Sambil belajar : uang mengalir. hipertensi pulmonal dan pirau kanan-kiri. Patofisiologi Lesi katup regurgitasi dan pirau kiri ke kanan yang ringan/sedang ditoleransi lebih baik berkenaan dengan penurunan tahanan perifer total. hematokrit yang tinggi dan sinkop yang rekuren adalah pertanda prognosis yang buruk pada penyakit jantung sianotik kongenital. membawa prognosis yang buruk dan kehamilan berikutnya merupakan kontraindikasi karena angka rekuren yang tinggi. PTCA dianjurkan jika diperlukan.. Adanya peningkatan yang buruk atau penurunan pada aliran Doppler yang melintasi katup aorta pada stenosis aorta harus menjadi perhatian. dengan mempertimbangkan potensi resiko terhadap ibu dan bayi. Klik disini http://www. Perawatan postpartum hendaknya mencakup early ambulation. Obat oxytoxic dapat digunakan tapi harus dihindari jika bersamaan dengan gagal jantung. dan bila memungkinkan. Muermur ejeksi sistolik ringan muncul pada 96% wanita hamil. stroke volume. Pada infark miokard akut. dan ahli bedah jantung. Antibiotik profilaksis peripartum direkomendasikan. normothermic. Indikasi untuk operasi sama seperti pada wanita yang tidak hamil. Persalinan yang cepat lebih diinginkan dan penggunaan kateter Swan-Ganz didukung. Sindrom Eisenmenger. Peningkatan denyut nadi dan stroke volume meningkatkan cardiac output 45%.. Pada stenosis mitral yang berat. 2010. Murmur diastolik adalah abnormal. Hendrick Chia. Resiko utama pada koartasio aorta dan sindrom Marfan merupakan resiko maternal dari diseksi aorta. walaupun jarang. Volume plasma meningkat 50%. Autotransfusi sebanyak 500 ml darah muncul selama persalinan. Kasus-kasus dengan resiko rendah dan sedang.