P. 1
Bpd

Bpd

|Views: 6|Likes:

More info:

Published by: DennyArnoviandryBayu on Mar 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2014

pdf

text

original

BPD (Bronkopulmonar displasia

)
M. Denny A 1010211145

Pendahuluan
• Bronkopulmonar displasia (BPD) merupakan penyakit paru kronik yang ditemui pada bayi prematur dan BBLSR yang mengunakan alat bantu nafas. • Bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR), bayi prematur yang lahir antara 23 – 28 minggu gestasi, membutuhkan oksigen lebih tinggi selama 1-2 minggu setelah lahir

• Pemakaian respirator pada BBLSR dan bayi prematur dalam jangka panjang dapat menyebabkan barotrauma dan volutrauma yang dapat merusak jalan nafas dan parenkim paru secara langsung maupun tidak langsung

insiden ketergantungan oksigen pada 28 hari setelah lahir adalah sekitar 30% .50% .Epidemiologi • BPD terjadi pada 27% bayi preterm yang menderita gangguan pernafasan berat dan 50% pada bayi yang menderita hipoplasia pulmonar • Pada BBLSR (<1500 g).

Etiologi 1. Inflamasi Respon inflamasi berlebihan (jumlah dari sitokin proinflamasi dari influks alveolar. seperti makrofag dan leukosit) terjadi di kehidupan awal infan yang akan mengalami BPD .

Minimalisasi penggunaan ventilasi mekanik dengan menggunakan Nasal Continuous Positive Airway Pressure (NCPAP) lebih awal dan Noninvasive Ventilatory Support akan menurunkan kejadian BPD .2. Ventilasi mekanik Volutrauma / barotrauma adalah salah satu penyebab BPD.

peningkatan sel inflamasi. dan sitokin. peningkatan deposit kolagen.3. perubahan di sistem surfaktan. Paparan oksigen Hiperoksia dapat mengakibatkan efek pada jaringan paru seperti proliferasi dari sel alveolar tipe 2 dan fibroblast. penurunan alveolarisasi dan densitas mikrovaskular  meningakibatkan BPD .

Patogenesis .

mengi. lalu menetap pada awal minggu ketiga. dan ronkhi.Gejala Klinis • Gejala klinis BPD meliputi takipnea. infeksi. Eksaserbasi terjadi berhubungan dengan edema paru. Risiko terjadinya infeksi juga meningkat. atau gagal jantung kanan . retraksi. Kebutuhan oksigen mulai meningkat pada akhir minggu pertama setelah lahir.

dan hipoksemia kronik. . dan air trapping.• Bronkopulmonar displasia sering disertai dengan bronkospasme. ketidakseimbangan ventilasi-perfusi. serta peningkatan volume paru. Abnormalitas fungsi paru pada bayi BPD meliputi penurunan komplians paru. episode sianosis. tahanan saluran respirasik.

atau kombinasi dari hal tersebut . atau peningkatan dari apneubradikardi. peningkatan dari tekanan oksigen.Pemeriksaan Fisik dan Penunjang • Pemeriksaan Umum Status respirasi yang buruk adalah manifestasi yang disebabkan karena peningkatan dari pernafasan yang buruk.

S2 tunggal.• Pemeriksaan paru Retraksi dan keabnormalan paru yang difus biasa ditemukan. atau P2 prominen mungkin diikuti dengan cor pulmonal . Wheezing atau pemanjangan ekspirasi juga harus diwaspadai • Pemeriksaan Kardiovaskuler Ventrikel kanan terangkat.

karena disebabkan hiperinflasi dari paru .• Pemeriksaan Abdomen Liver mungkin membesar setelahnya ke sisi kanan di daerah gagal jantung atau mungkin ke bawah abdomen.

atau ketiga tiganya . atau hipokloremia). restriksi cairan (peningkatan nitrogen urea dan kreatinin). Walaupun demikian jika masalah respirasi telah kronik dan stabil pH biasanya sub normal (pH > 7.• Analisis Gas Darah Biasanya menunjukkan retensi CO2. hipokalemia. terapi diuretik (hiponatremia.25) • Elektrolit Abnormalitas dari elektrolit akan dihasilkan dari retensi kronik karbondioksida (peningkatan serum bikarbonat).

mengindikasikan adanya kemungkinan nefrokalsinosis sebagai hasil dari pemakaian diuretik jangka lama .• Urinalisis Pemeriksaan mikroskopik akan menunjukkan adanya sel darah merah.

dimanifestasikan oleh hipertrofi ventrikel kanan dan elevasi dari tekanan arteri pulmonal dengan deviasi aksis ke kanan.• EKG dan Ekokardiografi ini diindikasikan pada BPD yang tidak membaik atau semakin memburuk. penebalan daripada dinding ventrikel kanan. dan abnormal dari geometri ventrikel kanan. . peningkatan waktu interval sistolik kanan. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi cor pulmonal dan atau hipertensi pulmonal.

Pemeriksaan Radiologi Rongen Empat tahap perubahan radiografi pada BPD. Northway dkk : • Tahap 1 ( < 3 hari) Karakteristik (mirip dengan RDS dan kadang juga menyerupai komplikasi RDS seperti pneumotoraks dan emfisema paru interstisial). ▫ Tampak air bronchogram ▫ Tampak ground glass appearance ▫ Belum terjadi hiperinflasi .

Tahap 1 .

Tidak ada kecenderungan pada satu lobus tertentu. .• Tahap 2 (4-10 hari) ▫ Ada penemuan radiografi yang menetap dan harus diwaspadai untuk perkembangan BPD lebih lanjut. Kadang sulit untuk melihat batasan jantung. Pada kasus berat akan tampak gambaran yang lebih kasar. ▫ Gambaran interstitial yang halus atau kasar yang difus (homogenous opacity) sering dijumpai pada tahap ini. ▫ Mulai terbentuk vacuole lusen tapi belum terlalu jelas.

Tahap 2 .

▫ Dikenal dengan pola interstisial .• Tahap 3 (10-20 hari) ▫ Vacuole meluas dan akan dikenali menjadi kistik yang berisi daerah udara.

Tahap 3 .

▫ Hiperinflasi paru akan terlihat pada kasus yang parah .Tahap 4 (> 1 bulan) ▫ Tampak hiperekspansi paru-paru ▫ Perluasan cyst ▫ Pada tahap ini. udara lebih sering terjebak di lobus bawah daripada lobus atas.

Tahap 4 .

CT Scan akan menunjukkan temuan yang berbeda tergantung pada stadium penyakit • Radiografi adalah pencitraan andalan untuk diagnosis BPD .CT SCAN • CT Scan digunakan dalam evaluasi lebih lanjut dari displasia bronkopulmonar (BPD).

.

Diagnosis Banding .

dan memfasilitasi perkembangan paru . memberikan oksigenasi adekuat. memperbaiki fungsi respirasi.Tatalaksana • Tujuan tatalaksana BPD adalah mengurangi keluhan respirasi. meminimalkan jejas paru dan inflamasi.

.

Komplikasi .

dan kelainan neurologis. .Prognosis • Sebagian bayi dengan BPD dapat bertahan hidup. • 24% bayi BPD akan mempunyai keluhan respirasi hingga dewasa. tetapi terdapat peningkatan risiko infeksi. hiperaktifitas saluran respirasi. disfungsi jantung.

• Meskipun BPD ringan berhubungan dengan hasil yang lebih baik. tetapi anak yang menderita BPD mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk menderita mengi. dibandingkan dengan anak-anak tanpa BPD . atau infeksi saluran respirasi bawah. asma.

50% dari seluruh bayi BBSLR dengan riwayat BPD kembali masuk rumah sakit pada 12-24 bulan pertama setelah lahir. dan 50% mempunyai riwayat mengi atau asma pada masa anak-anak.• Pada beberapa laporan. Risiko kejadian akut yang mengancam jiwa (20%) atau kematian mendadak (3%) lebih tinggi pada bayi BBLSR dengan BPD .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->