P. 1
g12 Lhp Beny Grindulu

g12 Lhp Beny Grindulu

4.8

|Views: 1,124|Likes:
Published by BENY
Sub DAS Grindulu dengan kondisi lahan yang di dominasi lereng miring sampai curam berpotensi terjadinya erosi berat sampai longsor. Keadaan tanah dengan tiga jenis batuan metamorf, sedimen dan beku perlu penanganan yang berbeda dalam mencegah terjadi dan berkembangnya lahan kritis
Sub DAS Grindulu dengan kondisi lahan yang di dominasi lereng miring sampai curam berpotensi terjadinya erosi berat sampai longsor. Keadaan tanah dengan tiga jenis batuan metamorf, sedimen dan beku perlu penanganan yang berbeda dalam mencegah terjadi dan berkembangnya lahan kritis

More info:

Categories:Types, Research
Published by: BENY on Mar 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

Daerah Aliran Sungai (DAS) didefinisikan sebagai suatu wilayah daratan yang

dipisahkan dari wilayah lain di sekitarnya oleh pemisah alam topografi, seperti

punggung bukit atau gunung dan menerima air hujan, menampung dan mengalirkannya

melalui suatu sungai utama ke laut/danau (DitJen RRL, 1998 dalam Tim Peneliti

BP2TPDAS-IBB, 2004). Suatu DAS dipisahkan dari wilayah lain di sekitarnya (DAS-

DAS lain) oleh pemisah alam topografi, seperti punggung bukit dan gunung. DAS

(watershed) adalah sinonim dengan daerah tangkapan air (catchment area) dengan

luasan yang tidak ada pembakuan, berkisar antara beberapa hingga ribuan kilometer

persegi, namun perlu dibedakan pengertiannya dengan daerah/wilayah pengaliran sungai

(river basin) dimana DAS merupakan bagian dari river basin (Sheng, 1990). Pengertian

DAS oleh Dixon dan Easter (1986) adalah sub drainage area dari major river basin.

Sementara Schwab et. al. (1981) memberi batasan DAS dengan luas maksimum 259.000

ha (1.000 mil persegi) sebagai basis untuk pengendalian banjir daerah hulu (head water

flood control). Hal ini untuk membedakan dengan sistem pengendalian banjir di daerah

hilir.

DAS juga bisa dipandang sebagai suatu sistem pengelolaan yaitu suatu wilayah

yang memperoleh masukan (inputs) yang selanjutnya diproses untuk menghasilkan

luaran (outputs) (Asdak, 1995; dan Becerra, 1995). Dengan demikian DAS merupakan

prosesor dari setiap masukan yang berupa hujan (presipitasi) dan intervensi manusia

untuk menghasilkan luaran yang berupa produksi, limpasan dan hasil sedimen

DAS dipandang sebagai suatu ekosistem, dimana manusia baik sebagai individu,

kelompok masyarakat maupun hasil aktivitasnya merupakan bagian dari komponen

ekosistem yang saling berinteraksi dengan komponen sumberdaya alam flora, fauna,

tanah dan air untuk memenuhi kebutuhannya. Komponen yang menyusun suatu

ekosistem DAS terdiri dari manusia, tanah (lahan), air, tumbuhan dan hewan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->