Tugas Akhir Organisasi Internasional

Fellin Fidi Kinanti (071012024)

Perubahan Dalam Organisasi Internasional: Liga Bangsa-Bangsa Menuju Perserikatan Bangsa-Bangsa

Tugas Akhir Mata Kuliah Organisasi Internasional Tahun 2012 Department Hubungan Internasional Universitas Airlangga

Perubahan merupakan salah satu dinamika dan topik pembahasan yang tidak dapat dipisahkan dari studi Organisasi Internasional. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa organisasi internasional terus mengalami perkembangan seiring dengan berjalannya waktu. Demikian halnya yang terjadi pada Liga Bangsa-Bangsa yang dianggap tidak berhasil melaksanakan tugasnya serta mewujudkan tujuannya sebagai organisasi perdamaian dan keamanan dunia. LBB yang dibentuk pada masa inter-war pada akhir Perang Dunia I lantas bertransformasi menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memegang peranan penting sebagai organisasi intergovernmental dunia pasca Perang Dunia II hingga saat ini. PBB sendiri memiliki tujuan dan kepentingan yang serupa dengan LBB yakni menjaga perdamaian dan keamanan dunia melalui kooperasi dan integrasi negara-bangsa. Berbagai pertanyaan muncul seiring perkembangan dan perubahan dalam dua organisasi tersebut, diantaranya adalah mengapa LBB dibubarkan sementara PBB masih memainkan berbagai peran penting dalam hubungan internasional hingga saat ini? Apa yang begitu berbeda diantara keduanya yang menyebabkan kedua organisasi tersebut memiliki perbedaan eksistensial? Paper ini akan membahas lebih mendalam mengenai perubahan dalam organisasi internasional khususnya dalam kasus perkembangan dan transformasi LBB menjadi PBB serta stuktur kedua organisasi tersebut.

1

Woodrow menjelaskan bahwa pembentukan organisasi internasional merupakan hal yang penting untuk menjaga perdamaian. hal tersebut bukan karena konstitusi mereka namun karena mereka adalah teman. integasi dan interdependensi merupakan tiga konsep penting dalam mempelajari Organisasi Internasional. dimana anggotanya adalah negara yang berdaulat. similar to a civil one. 3 Ibid. Hal. “Liberalism”. Dalam paper ini. Perspektif liberalisme akan dipergunakan sebagai dasar analisis perkembangan LBB sementara perspektif neorealisme akan dipergunakan dalam menganalisa perkembangan PBB. Tim. “Each nation for the sake of its own security can and ought to demand of the others that they should enter along with it into a constitution. Hal. yakni liberalisme dan neorealisme.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) Teori Hubungan Internasional dalam Organisasi Internasional Kooperasi. Wendt2 kemudian memberikan contoh bahwa perang antara Amerika Serikat dan Kanada merupakan sebuah hal yang tidak dapat dibayangkan. Pemikiran tersebut diungkapkan oleh Immanuel Kant1 yang menyatakan bahwa perang merupakan hal yang tidak pernah terpikirkan dalam hubungan negara-negara liberal yang demokratis. Pemikiran mengenai perilaku kooperatif tersebut menginspirasi Woodrow Wilson dalam menggagas solusi pasca perang. Wilson yang merupakan Presiden Amerika Serikat pada masa tersebut kemudian menggagas 14 poin penting akan pembentukan organisasi bangsa-bangsa yang ia tujukan pada kongres Amerika Serikat pada bulan Januari 1918. 2 2 . dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition). Pembentukan LBB pada tahun 1919 sangat dipengaruhi oleh pemikiran kaum liberal mengenai democratic peace. Konsep-konsep tersebut dapat dikatakan sebagai hal yang melatarbelakangi pembentukan organisasi intergovernmental seperti LBB dan PBB. Terlebih dalam lingkungan yang anarki3. New York: Oxford University Press. Pemikiran Wilson ini juga memiliki kemiripan akan penjelasan Kant mengenai keadaan Perpetual Peace. penulis akan menggunakan dua perspektif Hubungan Internasional dalam melihat perkembangan LBB dan PBB. within which the rights of each could be secured… but peace can never be inaugurated nor secured 1 Dunne. Dimana ia mengajukan pembentukan sebuah liga kedamaian yang disebut dengan pacific federation. 185-201 2 Ibid. 2005.

dimana para pemimpin negara mulai memperbincangkan wacana pembentukan organisasi yang menggantikan LBB. 4 5 Ibid. PBB kemudian terbentuk pada tahun 1945 ketika perang dunia II diakhiri dengan kemenangan kelompok sekutu. which we will call a pacific federation is required… it can be shown that this idea of federalism. LBB dianggap gagal dalam mencapai tujuannya. LBB kemudian berada dalam masa tidak aktif. Mitrany menjelaskan bahwa proses ini umumnya didahului dengan apa yang disebut ramifikasi atau proses penyelesaian masalah teknikal melalui kooperasi. Ketika perang dunia II dimulai oleh Jerman. (Kant 1991: 102-5). thus a particular kind of league. Hal 2 Ibid. Di sisi lain. Italia dan Jepang yang sebelumnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari LBB. extending gradually to encompass all states and thus leading to a perpetual peace. Penjelasaan mengenai kinerja dan struktur LBB yang berkaitan dengan teori liberalis sendiri akan dijelaskan lebih lanjut dalam sub-judul selanjutnya. berbeda dengan konsep aliansi yang berfokus pada penggabungan kekuatan untuk merespon ancaman dari luar5. Bahwa liga keamanan tersebut idealnya memiliki kekuatan militer untuk melawan agresi dan memiliki dominasi atas kehendaknya. Liberalisme juga mempengaruhi pembentukan LBB melalui konsep integrasi dan interdependensi. Konsep-konsep liberalisme inilah yang mendasari usulan dan kinerja dari LBB sebagai organisasi internasional terbesar pertama pasca perang dunia. suatu hal yang membedakannya dengan LBB. Hal 2 6 Ibid. transformasi LBB menuju PBB merupakan suatu hal yang dipertanyakan terkait teori kerjasama dalam kooperasi kaum liberal.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) without a general agreement between the nations. Integrasi sendiri dapat dijelaskan sebagai sebuah proses pembangunan closer-union antar negara dalam lingkup regional maupun internasional. is practicable and has objective reality. Kemenangan ini membawa pengaruh besar terhadap struktur dan operasi PBB yang menggunakan basis Dewan Keamanan denggan veto power.4 Dapat dikatakan bahwa berbagai pemikiran akan pembentukan Liga Kedamaian inilah yang menjadi dasar pembentukan LBB. Sementara interdependensi merupakan kondisi dimana seorang aktor mendapatkan pengaruh atau dampak dari keputusan aktor lainnya6. Hal 2 3 . Collective Security merupakan salah satu konsep yang diajukan oleh Wilson sebagai sistem kinerja utama LBB.

namun juga karena adanya negara yang mempunyai major power yang mendukung keberlangsungan interaksi tersebut9. 205-224 9 Ibid. Hal ini sesuai dengan penjelasan Waltz yang menjelaskan bahwa efektifitas dari keadaan sistem internasional dan kesuksesan institusi internasional tidak sebatas terjadi hanya karena kooperasi negara-negara akan ketergantungan. dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition) . oleh karenanya neorealisme memperkenalkan konsep-konsep seperti balance of power dan hegemonic stability. Neorealisme menjelaskan bahwa distribusi kekuatan dan kepentingan negara akan mempengaruhi perilaku negara7. Tim & Schimdt. 162-181 8 Lamy.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) Penulis akan menganalisa sistem PBB ini melalui perspektif neorealisme. Brian C. 4 4 . “Realism”. Bahwa power dan interaction merupakan hal yang harus dipertimbangkan negara dalam sebuah struktur internasional. 2005. New York: Oxford University Press. New York: Oxford University Press. Hal. Rusia. Induk tersebut yakni negara-negara pemenang perang dunia II. Pandangan neorealisme sendiri memiliki perbedaan dengan pandangan realisme yang menitikberatkan kedaulatan negara sebagai pusat dari tindakan negara dalam kondisi dunia yang anarkis. 2005. PBB memiliki perbedaan dengan LBB dimana terdapat negara-negara besar yang menjadi induk dari segala keputusan mengenai bidang keamanan dan perdamaian dunia. Neorealisme mendukung memiliki kedekatan dengan neoliberalisme. Perbedaan keduanya berpusat pada inti kerjasama tersebut. Keduanya sistem pembentukan institusi bersama negara-negara dalam internasional. Neorealisme menekankan bahwa kerjasama negara dilatarbelakangi oleh keinginan untuk survive dan menjaga kekuatannya. Pernyataan ini berbeda dengan argumentasi neoliberal yang menyatakan bahwa kooperasi dapat terjadi secara efektif hanya karena kondisi global yang 7 Dunne. Pandangan neorealisme dipopulerkan oleh Kenneth Waltz yang menjelaskan bahwa institusi yang diikuti oleh negara-negara merupakan sebuah hal yang penting sebagai upaya penjagaan keamanan negara. “Contemporary Mainstream Approaches: Neo -realism and Neo-liberalism” dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition). Inggris dan Perancis merupakan negara pemenang perang dunia II dan sekaligus merupakan negara pemilik veto power. Amerika Serikat. Hal. Steven L. sementara kaum neoliberalis mendasarkan kerjasama internasional sebagai bentuk dukungan dan promosi bahwa kooperasi bukan merupakan hal yang tidak mungkin terjadi dalam sistem dunia yang anarki 8. Hal.

A. “The League of Nations (Geneva) Collection 1920-1945”. LBB memiliki struktur organisasi yang terdiri dari beberapa komisi dan komite diantaranya adalah the Permanent Mandates Commission. Dalam tulisannya. Artikel dapat ditemukan dalam laman http://www. akan terlihat bagaimana penjelasan kaum neorealis berkontribusi dalam membuat PBB tetap berjalan hingga saat ini. Hal. Beberapa subject setelahnya mengatur keanggotaan negara. tidak seperti LBB yang gagal dan digantikan dengan PBB. hingga Courts of Justice12. Walter. LBB memiliki seorang Secretary-General yang bertugas sebagai pemimpin sidang yang juga dimandatkan dalam mengatur. Hal. Hal 1.nl/archives/pdf/10758520.pdf [diakses pada tanggal 3 Oktober 2012] 12 Dorn. dalam International Institutes of Social History. A. tujuan dan prinsip utama LBB dalam menjalankan organisasinya. Negara yang termasuk kedalam keanggotaan LBB adalah negara yang menandatangani convenant LBB pada awal terbentuknya LBB. Dalam penjelasan akan struktur dan organisasi PBB selanjutnya. 6-9 11 5 . Liga Bangsa-Bangsa: Struktur dan Organisasi Liga Bangsa-bangsa yang terbentuk pada tahun 1919 memiliki dasar acuan dan prinsip utama yang tertuang dalam The League of Nations Convenant yang mengatur segala isi dan kinerja organisasi tersebut. 2008. the Economic Committee. LBB telah menghasilkan setidaknya 169 hasil sidang yang dipublikasikan terhitung tahun 1922 hingga tahun 193811. 2012. 10 Ibid.iisg. Dispute Settlement. Dorn menjelaskan bahwa terdapat beberapa subjek yang ada di dalam convenant. Walter Dorn mencoba menjelaskan isi dari Covenant tersebut terkait struktur didalam LBB. memutuskan serta mempublikasikan hasil sidang kedalam berita tertulis. organ didalam LBB. “The League of Covenant and UN Charter: A Side by Side Comparison”. the Committee on Arbitration and Security dan the Permanent Central Opium Board. dalam Royal Military College of Canada. the Committee of enquiry for European Union.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) mendukung untuk melakukan kerjasama dalam bidang ekonomi dan lingkungan10. Namun keanggotaan tambahan dapat disetujui ketika telah melalui 2/3 quorum voting dalam Majelis. Preamble yang termasuk bagian dari subject menjelaskan secara garis besar mengenai LBB. Dalam Covenant tersebut disebutkan bahwa. serta berbagai concerns LBB yang dispesifikasikan kedalam beberapa subjek yang berkaitan dengan upaya penjagaan keamanan dan perdamaian dunia seperti Arms Reduction. the Financial Committee. 4 Anon.

Hal inilah yang coba diungkapkan oleh Taylor Paul dan Devon Curtis yang menuliskan sejarah LBB dan PBB dalam tulisannya.Tugas Akhir Organisasi Internasional Secretary-General LBB akan dipilih dari Fellin Fidi Kinanti (071012024) perwakilan anggota LBB yang menandatangani convenant. Devon. Semetara majelis dihadiri oleh setiap anggota negara LBB dengan maksimal tiga orang representasi setiap negara. Salah satu alasan lainnya adalah bahwa setiap keputusan yang diformasikan oleh majelis dan dewan bersifat recommendation. Council atau dewan beranggotakan satu orang perwakilan negara anggota LBB dan memiliki satu vote. Paul dan Curtis kemudian mengungkapkan bahwa pembagian tanggung jawab diantara dua komite besar di LBB ini juga tidak jelas. 2005. Banyak negara yang dapat saja menolak dan tidak mendapatkan sanksi apabila tidak menyepakati hasil sidang. majelis dan dewan tidak efektif karena dihadiri oleh seluruh anggota LBB dan keputusan yang dihasilkan haruslah keputusan yang unanimous atau disepakati oleh seluruhnya dengan satu suara. 6 6 . LBB memiliki dua komisi besar didalam organisasinya yakni dewan dan majelis. protes China akan penyerangan Jepang kepada Manchuria tidak mendapatkan tanggapan oleh LBB dan berujung pada keluarnya Jepang dari LBB 13 14 Ibid. Hal tersebut menurut Paul dan Curtis berbahaya mengingat tujuan awal LBB adalah menjaga perdamaian. Sehingga liga tersebut seolah-olah hanya berupa perkumpulan negara-negara yang dapat saja mengingkari kooperasinya karena tidak ada kekuatan yang mampu mengontrol kinerja liga. Paul dan Curtis kemudian mengungkapkan alasan lainnya dibalik keruntuhan LBB. 405-424. Hal ini membuat kinerja dan keefektifan LBB dipertanyakan14. Paul & Curtis. tidak ada mekanisme yang mengatur hal tersebut dalam LBB. Persamaan antara majelis dengan dewan inilah kemudian yang menyebabkan ketidakefektifan LBB dalam menyelesaikan berbagai kasus. Hal. “The United Nations”. New York: Oxford University Press. Dan alasan terakhir keruntuhan LBB adalah ketika Amerika Serikat sebagai negara superpower tidak masuk ke dalam LBB itu sendiri15. yang berarti tidak ada ikatan terhadap keputusan itu. Taylor. 15 Ibid. Hal. walaupun demikian representasi tersebut tetap mempunyai satu vote saja13. dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition) . Paul dan Curtis berpendapat bahwa sebagai komite eksekutif. Hal ini didukung melalui fakta mengenai awal dimulainya perang dunia II.

Menurut Paul dan Curtis hal inilah yang menjadi dasar perubahan PBB dimana PBB menyadari bahwa kekuatan yang lebih prerogatif di dalam badan dunia ini. Security Council adalah badan PBB yang tidak dimiliki oleh LBB. “International History 1900 -1945”. United Nations terbentuk tepatnya pada tanggal 24 Oktober 1945 dengan 51 negara sebagai anggota pertamanya. 2005. New York: Oxford University Press. 18 Ibid. 17 Ibid. Disusul kemudian oleh pengunduran diri Jerman pada 14 Oktober 1933 dan keluarnya Italia dari LBB pada 11 Desember 193717. Perbedaan mendasar antara LBB dan PBB dapat dilihat dalam perbedaan komite kedua organisasi internasional tersebut. PBB memiliki UN Charter yang dibentuk oleh negara-negara former PBB selama perang dunia II sebagai fondasi dan prinsip dasar kinerja dari organisasi ini18. Hal. PBB sendiri memiliki tujuan yang sama dengan LBB namun berada dalam formasi dan kemasan yang berbeda. LBB dibubarkan dan bertransformasi menjadi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Paul Taylor dan Devon Curtis menjelaskan bahwa setidaknya terdapat 4 tujuan PBB yang tercantum di dalam UN Charter. Susan L. dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition) . Aplikasi ini kemudian selaras dengan pemikiran kaum neorealis akan kooperasi dan institusi internasional.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) pada tanggal 27 Maret 193316. Ketika negara tersebut dikenal sebagai kelompok poros dan kelompok yang memulai berbagai agresi yang memulai perang dunia II. 63-91. Hal. LBB kemudian berada pada kondisi tidak aktif. LBB hanya memiliki majelis umum dan dewan yang memiliki kekuatan yang sama dengan jumlah member state dan vote yang sama. 6 19 Ibid. Selaiknya LBB yang memiliki The League of Nations Covenant. Pertama adalah untuk menjaga keamanan dan perdamaian internasional. Dewan khusus ini memiliki hak prerogatif dan dimandatkan secara khusus dalam 16 Carruthers. serta menjadi pusat harmonisasi aksi negaranegara di dunia19. menyelesaikan permasalahan internasional secara kooperatif serta menghargai hak-hak asasi manusia. Bahwa kekuatan dan negara masih menjadi aspek utama dalam hubungan internasional. Hingga pada tahun 1945 setelah perang dunia II berakhir. 6 7 . Perserikatan Bangsa-Bangsa: Struktur dan Organisasi Ketika mengalami kegagalan karena meletusnya perang dunia II. Hal. membangun hubungan yang harmonis antar negara.

dimana “the five permanent members of the security council were seen as the major powers when the UN was founded. Ditemukan dalam laman http://www. memiliki hasil yang mengikat.shtml [diakses pada tanggal 10 Oktober 2012] 8 . 6 22 Member-States: Growth in United Nations Membership. Ditemukan dalam laman http://www. Selain dewan keamanan dan 20 21 Ibid. Sistem simple majority juga dipergunakan dalam keputusan non-substansial.un. Paul dan Curtis juga menyatakan bahwa GA hanya mampu memberikan rekomendasi hasil sidang yang tidak mengikat.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) pengambilan keputusan terkait isu perdamaian dan keamanan internasional. Hal. GA PBB memberikan satu vote untuk masing-masing negara dan mengambil keputusan mengenai perdamaian.”21 Memiliki kemiripan dengan majelis dalam LBB.shtml#2000 [diakses pada tanggal 10 Oktober 2012] 23 Ibid.org/sg/ biography. kecuali GA fifth committee yang mendiskusikan budget UN. 2012. Hal. dan kota-kota lainnya di dunia. 2012. Pada mulanya dewan keamanan memiliki 11 anggota dengan 5 negara permanen dan 6 negara non-permanen. Namun. 1945-Present. pengesahan anggota baru dan budget UN dengan sistem quorum yakni 2/3 majority. PBB memiliki General Assembly atau majelis umum yang beranggotakan seluruh member-state PBB yang diikuti oleh 191 negara dunia hingga tahun 2003. jumlah member-state PBB bertambah sebanyak 193 negara dengan masuknya Montenegro pada tahun 2006 dan South Sudan pada tahun 201122. Terhitung sejak tahun 2007. and they were granted a veto on the view that if big powers were not given a privileged position.org/en/members/growth. dengan UN offices yang bertempat di Geneva. sementara sistem consensus mulai sering dipergunakan dalam berbagai pertemuan PBB23. PBB memiliki markas besar yang bertempat di New York. Dalam website resmi PBB yang diakses pada tahun 2012. 6 Ibid.un. 6 24 Secretary-General Ban Ki-Moon: Biography. Ban Ki-moon yang berasal dari Korea Selatan medapatkan mandate sebagai Sekjen PBB ke-8 dan secara unanimous terpilih kembali untuk menjadi sekjen PBB pada tahun 201124. Vienna. the UN would not work. Hak veto merupakan salah satu keistimewaan Negara Permanent-5 dalam Security Council PBB. pada tahun 1965 keanggotaan dewan keamanan ditambahkan hingga 15 negara dengan 5 negara permanen dan 10 negara nonpermanen20. Hal. PBB sama dengan LBB memiliki seorang Secretary-General yang memiliki peran sebagai pemimpin sidang dan pengambil keputusan dalam mencetak berita terkait PBB.

jstor. Hal. limited as they were. LBB yang beroperasi melalui ide collective security kaum liberal. Artikel dapat ditemukan dalam laman http://www. Demikian halnya dalam struktur organisasi. PBB memiliki beberapa komite lainnya seperti the Economic and Social Committee (ECOSOC) dan berbagai sub-body serta agency yang menangani isu-isu khusus seperti UNICEF. Kesimpulan: Perkembangan dalam Organisasi Keamanan Dunia LBB Menuju PBB Perubahan dalam LBB menuju PBB. dimana PBB memiliki perkembangan yang lebih spesifik dan berpengaruh dalam berbagai isu internasional disamping isu utamanya yakni isu keamanan dan perdamaian dunia. Sehingga dapat dikatakan bahwa LBB tidak berhasil memberikan perlindungan serta bantuan terkait kasus keamanan pada saat itu. ILO dan lain sebagainya25. “The success of the Italian campaign in Ethiopia in the face of public condemnation of Italy by the League of Nations as an aggressor. 6 Fenwick. G. 3 (Jul. 1956: 306) Alasan kegagalan LBB tersebut sesuai dengan penjelasan Citra Hennida akan tiga faktor yang melatarbelakangi pembubaran suatu organisasi internasional secara umum yakni. American Society of International Law. The American Journal of International Law Vol. 506-509. tidak berhasil karena tidak adanya sumber daya militeristik yang mampu menganggapi protes dan peristiwa menyangkut agresi dan penyerangan negara. “The "Failure" of the League of Nations” dalam. Fenwick. and in spite of economic sanctions applied by the League.26” (Fenwick. No. (1) tidak mampunya suatu organisasi internasional dalam mengakomodasi kepentingan anggota. UNESCO. 1936. (2) tidak mampunya suatu organisasi 25 26 Ibid. dapat disimpulkan bermula dari kegagalan LBB dalam menjalankan fungsinya sebagai organisasi keamanan dan perdamaian dunia. C. the confession of the failure of the league has been naturally a regretful one. Absennya kekuatan yang mampu mendukung eksistensi organisasi internasional seperti teori kaum neorealis merupakan salah satu penyebab dari kegagalan. Subkhusus dibawah PBB ini juga menjadi salah satu pembeda dari LBB dan PBB. 30. Fenwick bahwa.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) majelis umum..org/stable/2191024 [diakses pada tanggal 5 Januari 2013] 9 . On the part of those who believe in the principle of collective security as applied to international relations. Salah satunya dapat dilihat melalui penjelasan C. has led to a quite general reaction on the part of public opinion in United States to the League as being a “failure”.G. 1936). WHO. pp.

Veto yang dimiliki negara-negara pemenang perang dunia membuat PBB mampu bergerak dalam aspek militeristik. Citra. Sehingga melalui alasan ketika. 2012. Alasan pertama dapat dijelaskan melalui keluarnya negara-negara dan protes yang tidak kunjung mendapatkan respondari dari PBB akan agresi dan perang. dan (3) struktur organisasi yang tidak jelas 27. namun juga kepada aspek implementatif yakni kepentingan anggota dan sistem serta struktur organisasi yang kacau. PBB sendiri telah sukses dalam perkembangannya dan menjaga eksistensinya sebagai organisasi internasional intra-governmental hingga saat ini. mampu menimbulkan aspek assistance dan perlindungan yang tidak dapat diberikan LBB. Walaupun di lain sisi hal terkait intervensi PBB masih menjadi topik perdebatan yang hangat. namun sistem dewan keamanan dalam PBB dapat dikatakan berfungsi sesuai dengan aspek collective security.Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) internasional dalam mencapai tujuan. serta yang terakhir bahwa LBB secara struktur tidak memiliki kekuatan yang mampu mendominasi dan memiliki legitimasi seperti pada dewan keamanan PBB. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegagalan LBB tidak hanya meliputi aspek teoritis semata seperti tujuan dan latar belakang liberal yang dimilikinya. sehingga terlepas dari aspek dan penjelasan mendalam akan efektifitas PBB. seperti intervensi yang dilakukan PBB dalam menjaga hak asasi manusia dan pengiriman pasukan perdamaian yang menjaga daerah-daerah konflik. 27 Hennida. Berdasarkan penjelasan di kelas Organisasi Internasional (28 September 2012) mengenai “LBB dan PBB”. aspek kedua dijelaskan melalui kegagalan aspek teoritis kaum liberal akan perdamaian abadi dalam LBB. Permanent 5 secara tidak langsung mengontrol dan menjadi pusat dari kinerja PBB. Sehingga PBB berjalan dan terus berkembang dalam isu-isu spesifik terkait kemanusiaan hingga saat ini. Kegagalan ini kemudian diperbaiki oleh PBB yang memiliki sistem organisasi yang berbeda walaupun memiliki kesamaan dalam tujuan akan perdamaian dunia. menurut pendapat penulis aspek-aspek terkait kekuatan permanent 5 merupakan pembeda utama LBB dan PBB dalam implementasinya. 10 . Penulis berpendapat bahwa perbedaan sistem inilah yang menyebabkan perbedaan eksistensial diantara kedua. aspek collective security LBB gagal berjalan. Walaupun dalam aspek tujuan PBB dapat dikatakan juga belum berhasil menyelenggarakan keamanan dan perdamaian dunia tanpa perang (karena masih adanya peperangan dan persengketaan seperti pada kasus IsraelPalestina). Kegagalan tersebut diperbaiki dalam pembentukan PBB.

Hal. No. 1936. New York: Oxford University Press. dalam International Institutes of Social History. dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition). “The League of Covenant and UN Charter: A Side by Side Comparison”. “The United Nations”. 2005. Walter. G. The American Journal of International Law Vol. 1936).Tugas Akhir Organisasi Internasional Fellin Fidi Kinanti (071012024) Daftar Pustaka Buku Cetak Carruthers. Artikel dapat ditemukan dalam laman http://www. dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition). 2012.jstor. New York: Oxford University Press. Paul & Curtis. 185-201 Dunne. Susan L. 2005. “Contemporary Mainstream Approaches: Neo-realism and Neo-liberalism” dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition). 2005. 30. dalam Royal Military College of Canada. 506-509. Hal.. 63-91. American Society of International Law. C. 162-181 Lamy. Artikel Online Anon. New York: Oxford University Press. 2005. Hal. New York: Oxford University Press. “Realism”. Dorn. Hal. Brian C. Devon. 2005. Hal 1. Artikel dapat ditemukan dalam laman http://www. dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition). Tim & Schimdt. Hal. pp. Hal. Fenwick. “The League of Nations (Geneva) Collection 1920-1945”. Tim.iisg.pdf [diakses pada tanggal 3 Oktober 2012] Fenwick.org/stable/2191024 [diakses pada tanggal 5 Januari 2013] 11 . New York: Oxford University Press. 405-424. 3 (Jul. 6-9 Dunne. A. 2008. 205-224 Taylor. dalam John Baylis and Steve Smith The Globalization of World Politics: An Introduction to International Relations (Third Edition). “Liberalism”. “The "Failure" of the League of Nations” dalam. Steven L. “International History 1900-1945”.nl/archives/pdf/10758520.

1945-Present.un.un.shtml [diakses pada tanggal 10 Oktober 2012] Lecturing Kelas Hennida.org/sg/ biography. Ditemukan dalam laman http://www. 2012. Ditemukan dalam laman http://www. 2012. 2012. Berdasarkan penjelasan di kelas Organisasi Internasional (28 September 2012) mengenai “LBB dan PBB”. Citra. 12 .shtml#2000 [diakses pada tanggal 10 Oktober 2012] Secretary-General Ban Ki-Moon: Biography.Tugas Akhir Organisasi Internasional Website Resmi Fellin Fidi Kinanti (071012024) Member-States: Growth in United Nations Membership.org/en/members/growth.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful