Manifestasi Mukosa Oral Akibat Penyakit Sistemik

Tuberkulosis Tuberkulosis rongga mulut (oral tuberculosis) dapat primer, tetapi umumnya merupakan manifestasi sekunder tuberkulosis paru, (Eng, et al.,1996, cit Von Arx, Husain, 2001). Pada umumnya lesi tuberkulosis terletak di lidah, kadang- kadang juga di gusi, dasar mulut, palatum, bibir, mukosa bukal. Di lidah dapat menyebabkan makroglosia dan memberi kesan glossitis. Pada TB rongga mulut dijumpai pembesaran kelenjar limfe daerah preaurikular, trismus, trakheitis dan laringitis (2).Tipe lesi tuberkulosis rongga mulut adalah granuloma, fissure, glossitis dan ulkus. Gambaran klinis lesi ulkus TB rongga mulut bervariasi umumnya : 1. Tidak berbatas jelas 2. Terdapat granulasi pada dasar lesi. 3. Tidak selalu nyeri 4. Kekuningan Diagnosis banding ulkus TB rongga mulut meliputi RAU (Recurrent Aphthous Ulceration), traumatic ulcer, syphilitic ulcers dan keganasan termasuk squamous cell carcinoma primer, limfoma. Oleh karena itu biopsi/pemeriksaan histopatologi sangat penting. Jika histopatologis berbentuk granulomatosa, diagnosis banding adalah sarkoid, Crohn’s disease, reaksi benda asing, sifilis tersier, dan Sindrom Melkersson-Rosenthal. Diperlukan juga pemeriksaan sputum untuk mencariMycobacterium tuberculosis dan pemeriksaan radiologi. Tuberkulosis masih endemik di daerah berkembang. Meningkatnya prevalensi penderita HIV-AIDS, menyebabkan prevalensi penderita TB juga meningkat karena penurunan sistem pertahanan tubuh pada penderita HIV-AIDS memunculkan manifestasi klinis pada pengidap bakteri Mycobacterium tuberculosis. Salah satu manifestasi klinis, di antaranya ulserasi indurasi kronis rongga mulut. Sifilis Walaupun lesi primer dari penyakit kelamin ini umumnya terjadi di daerah genetalia,dapat juga di jumpai di bibir,mukosa mulut sebagai kontak orogenital. Lesi primer dari sifilis bawaan ditandai oleh timbulnya nodul yang pecah setelah beberapa hari dan meninggalkan borok atau luka dengan tepi keras yang tidak sakit.Biasanya terjadi pembengkakan serta kekenyalan kelenjar limfe servikal.Lesi(chancre) ini sangat inefektif dan oleh karena itu harus diperiksa dengan sangat hatihati.Sifilis primer biasanya mereda setelah 8-9 minggu tanpa meninggalkan jaringan parut. Sifilis sekunder secara klinis akan muncul kira-kira 6 minggu setelah infeksi primer dan ditandai oleh sebuah ruam makular atau papula,demam,lesu,sakit kepala,limfadenopati umum serta sakit pada

mocous patches pada gingiva 3. Stadium II (Syphilis sekunder) .Rash makulopapular berwarna coklat kemerahan.Lesi → tidak ada eksudat . . Sifilis dapat menjadi laten dan menimbulkan lesi tersier beberapa tahun setelah infeksi pertama. krn tx antibiotik yang efektif. otak.Glositis dengan mukosa atropi . sistim pembuluh darah jantung. . flulike symptoms.Tahap ini jarang. Stadium I (Syphilis primer) . Luka-luka patogenik tersier terjadi padasistim safar pusat.mukosa akan terlibat dan lesi digambarkan sebagai lesi jejak siput.IO. . Hasil kerja spiroketa secara diam-diam tetapi mematikanselama stadium laten itu menjadi jelas.Sifilis sekunder ini akan hilang dalam 2-6 minggu.Penderita dapat terserang sakit jiwa.4x beresiko terjadi squamous sel carcinoma . tidak sakit → chancre . genital (umumnya). Sadium ini timbul pada sekitar 30%dari orang-orang yang tidak diobati dan dapat terjadi 5 sampai 40 tahun sesudahinfeksi mula-mula. jari .Condyloma latum pada permukaan kulit dan mukosa .Lokasi. kulit dan organ-organ vital lainseperti mata. Stadium III (Syphilis tertier) .Dua lesi yang dikenali sebagai tanda sifilis tersier adalah gumma di langit-langit serta leukoplakia pada permukaan dorsal lidah. tulang. khas pada palatal → perforasi palatal.Lesi sembuh 3-12 minggu dengan sedikit atau tidak terjadi jaringan parut → periode latent Syphilis primer pada lidah 2. ginjal dan hati.Melibatkan sistem kardiovaskular dan CNS . . kebutaan atau penyakit jantung .tenggorokan.Mocous patches (Ulser mukosa yang ditutupi oleh eksudat) . keras. Luka-luka ini yang disebut gumata lalu pecah dan menjadi borok .Untunglah sekarang ini lesi sifilis tersier jarang sekali dijumpai.Lymphadenopathy regional . bibir.demam.Ulser kronis pada tempat infeksi.Pada kira – kira sepertiga penderita.Mulai setelah 2-10 minggu . Gambaran Klinis 1. rongga mulut. indurasi. .Tahap ini juga dapat sembuh spontan (periode latent) Syphilis sekunder. dan akhirnya dapat meninggal.Gumma (ulser destruktif) pada berbagai organ .Lymphadenopathy.Timbul beberapa tahun setelah infeksi .

Lepra Gejala lepra berkembang sangat lambat.2000. gangguan tropik terhadap tulang dan otot. Adanya lesi yang khas dan kehilangan sensibilitas. Mycobacterium leprae dapat pula menyerang mata sehingga buta. papul. (arif mansjoer. Bila mengenai kulit muka akan mengakibatkan tampang seseorang menjadi sangat menakutkan yang disebut facies leonina (muka singa). Syphilis kongenital . bakterioskopis. Lesi kulit dapat tunggal atau multipel. Gerakan anggota badan (lengan dan kaki) terganggu dan menimbulkan kecacatan. Penebalan saraf tepi saja tanpa disertai kehilangan sensibilitas dan/atau kelemahan otot juga merupakan tanda kusta. 2.hal 55) Diagnosis didasarkan pada gambaran klinis.hal 66) .Rash mukokutan tampak diawal .diagnosis kusta ditegakkan bila terdapat satu dari tanda kardinal berikut : 1. biasanya hipopigmentasi atau kadang-kadang lesi kemerahan atau berwarna tembaga. ginjal dan sebagainya. Bila ragu-ragu maka dianggap sebagai kasus dicurigai atau diperiksa ulang setiap 3 bulan sampai ditegakkan diagnosis kusta atau penyakit lain. menyerang alat alat dalam seperti paruparu. Lesi dapat bervariasi tetapi umumnya berupa makula.Infeksi tulang fomer → deformitas nasal (“saddle nose”) . (dr. Gejala pertamanya berupa penebalan pada kulit yang berubah warnanya berupa bercak keputih-putihan (macula hypopigmentasi) yang kurang atau hilang perasaannya (anestesia). kelumpuhan dan borok-borok karena terganggunya peredaran zat.Manifestasi pada berbagai sistem organ saat perkembangan janin . dan histopatologis. Terkenanya sistem saraf ditandai dengan terjadinya gangguan perasaan (tuna rasa).4. BTA positif Pada beberapa kasus ditemukan basil tahan asam dari kerokan jaringan kulit. Kerusakan saraf terutama saraf tepi. Menurut WHO (1995). Indah entjang. Pengenalan tanda pertama ini sangat penting untuk berhasilnya pengobatan dan pencegahan kecacatan akibat lepra. atau nodul. bermanifestasi sebagai kehilangan sensibilitas kulit dan kelemahan otot.Periostitis tibia. pertumbuhan tulang ke anterior → deformitas. Kehilangan sensibilitas pada lesi kulit merupakan gambaran khas.2000. “saber shin”hutchinson’s triad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful