AZIMAT DALAM ISLAM

benda yang diyakini memiliki berkah untuk tujuan-tujuan tertentu. Sebagian orang berpendapat bahwa azimat adalah syirik dengan mengambil dasar hadist shahih riwayat Ahmad berikut:

“Sesungguhnya suwuk (rukyah), jimat dan pengasihan adalah syirik.” Banyak orang yang tidak paham hadist, menelan mentahmentah hadist tersebut dan mengatakan (dengan ketidaktahuannya) bahwa semua rukyah dan jimat adalah syirik. Padahal yang dimaksud hadist tersebut tidak demikian. Dalam ilmu hadist, untuk bisa memahami hadist, kita harus memahami sejarah munculnya hadist tersebut. Sehingga kita bisa mengambil kesimpulan yang tepat. Sayangnya, banyak orang yang merasa pintar berdalil padahal dia hanya membaca hadis terjemahan dan kemudian mengambil kesimpulan sendiri. Imam al-Munawi menjelaskan, menggunakan rukyah (kecuali yang syar’iyyah), jimat dan pelet (pengasihan) dianggap syirik sebagaimana dalam redaksi hadist, karena hal-hal di atas yang dikenal di zaman Rasulallah sama dengan yang dikenal pada zaman jahiliyah yaitu ruqyah (yang tidak syar’iyyah), jimat dan pengasihan yang mengandung syirik. Atau dalam hadits, Rasulallah menganggap rukqah adalah syirik karena menggunakan barang-barang tersebut berarti pemakainya meyakini bahwa benda-benda itu mempunyai pengaruh (ta’tsir) yang bisa menjadikan syirik kepada Allah. Imam Ath-Thayyibi menanggapi hadits tersebut bahwa yang dimaksudkan dengan syirik pada hadits di atas adalah apabila seseorang meyakini bahwa jimat tersebut mempunyai kekuatan dan bisa mempengaruhi (merubah sesuatu) dan itu jelas-jelas bertentangan dengan ketawakkal-an kepada Allah.[2] Di bagian lain al-Munawi menjelaskan bahwa pengguna jimat sama dengan melakukan pekerjaan ahli syirik apabila pengguna meyakini bahwa jimat tersebut dapat menolak takdirnya yang sudah tercatat. Namun, jika jimat tersebut berupa asma atau kalam Allah atau dengan (tulisan berbentuk) dzikir Allah yang tujuannya untuk ber-tabarruk kepada Allah atau penjagaan diri serta tahu bahwa yang dapat memudahkan segala sesuatu adalah Allah maka hal itu tidak diharamkan. Pendapat ini disampaikan Ibnu Hajar yang dikutip oleh alMunawi dalam Faidh al-Qadir.[3] Sedangkan wifiq adalah semacam jimat yang cara penulisannya dikembalikan pada kesesuaian hitungan dan dalam bentuk tertentu. Wifiq ini dapat bermanfaat untuk segala hajat, termasuk keselamatan, keberhakan dalam usaha, penyembuhan penyakit, memudahkan orang yang melahirkan dan lain-lain. Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawi Haditsiyyah-nya menjawab: hukum menggunakan wifiq tersebut adalah boleh jika digunakan untuk hal-hal yang diperbolehkan syari’at dan jika digunakan untuk melakukan hal haram maka hukumnya haram. Dan dengan ini, kita dapat menjawab pendapat al-Qarafi (ulama Malikiyyah murid

Sabtu, 15 September 2012

Apakah Islam Memperbolehkan Azimat?
Ilmu agama islam sangat luas dan terdiri tingkatan syariat, hakekat sampai makrifat. Wajar saja, apabila ada perbedaan pendapat mengenai berbagai hukum dalam agama islam. Termasuk perbedaan pendapat mengenai hukum memakai azimat. Sebagian kelompok islam melarang penggunaan azimat dengan alasannya tersendiri. Di sisi lain, banyak ulama besar memperbolehkan penggunaan azimat dengan catatan jimat hanya dianggap sebagai sarana dalam berusaha, bukan penentu segalanya. Jadi ada dua pendapat di sini, ada yang memperbolehkan dan ada yang tidak. Kedua pendapat tersebut sama-sama didukung oleh ulama yang dihormati. Setiap pendapat punya dalil masing-masing. Selanjutnya, terserah Anda mau meyakini yang mana. Karena keyakinan Anda adalah hak asasi Anda. Yang penting, kita bisa saling menghormati keyakinan orang lain. Kami sebagai pengelola Perguruan Hikmah Olah Kanuragan Alam Maya tentu saja menyediakan azimat untuk Anda yang meyakini bahwa menggunakan azimat itu boleh. Dan pendapat ini didukung oleh sebagian besar ulama yang tergabung dalam Nahdlotul Ulama (NU). Jika Anda punya keyakinan lain pun tidak masalah. Jangan memaksakan diri untuk menggunakan azimat apabila Anda merasa tidak sesuai dengan keyakinan Anda. Dan sebagai manusia yang baik, diharapkan kita bisa menghormati keyakinan orang lain yang berbeda tanpa perlu mencela. Azimat hanyalah salah satu cara diantara sekian banyak cara untuk mendapatkan berkah. Jika Anda tidak ingin menggunakan azimat, mungkin Amalan Ilmu Hikmah lebih cocok untuk Anda. Orang bilang "Banyak jalan menuju roma", banyak cara untuk mencapai tujuan yang sama. Jangan menganggap azimat secara berlebihan seolah-olah ini satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan Anda. Banyak orang memilih menggunakan azimat karena cara ini dinilai lebih praktis dibanding cara-cara lainnya. Jimat atau azimat dalam bahasa Arab disebut dengan tamimah (penyempurna). Makna tamimah adalah setiap benda yang digantungkan di leher atau selainnya untuk melindungi diri, menolak bala, menangkal penyakit ‘ain*1+ dan dari bahan apa pun. (Lisanul Arab 12/69). Dalam perkembangannya, yang dimaksud azimat adalah segala

hizib serta azimat. tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. surat al-Fatihah dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wal Minah alMar’iyyah. Mengamalkan doa-doa. menulis hurufhuruf permulaan AlQur`an dengan tujuan mnjaga harta benda agar aman. (At-Thibb an-Nabawi. kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT. yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. adalah perbuatan syirik.” (Faidhul Qadir. QS. ia berkata. basmalah. A-Marruzi berkata. dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan. Setidaknya. Bahkan Shohabat Abdurrohman bin auf RA. “‘Sesungguhnya hizib. ia menulisnya pada secarik kertas.‘Izzuddin bin ‘Abdissalam) yang menegaskan bahwa wifiq adalah termasuk bagian dari sihir. keyakinan Anda adalah hak asasi Anda. azimat dan pelet. al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits: Dari Abdullah bin Umar. ibnu taimiyah al harrani menulis QS Hud.” Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas. jangan paksakan diri untuk mengikuti keyakinan kami.” (HR Muslim *4079+). Diantaranya adalah: : :” : Dari Auf bin Malik al-Asja’i. Sifat Allah. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja. Allah SWT berfirman: Dari Abdullah. salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan. ”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur. bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. misalnya: . Tertanam keyakinan bahwa azimat itu tidak dapat memberi pengaruh apapun.” (HR Ahmad *3385+). Diposkan oleh Rohman Imam Pradita “Berdoalah kamu. kemudian digantungkan di lehernya. Mengomentari hadits ini. atau hadits yang lain. Imam sufyan al tsauri menuliskan untuk wanita yang akan melahirkn dan digantung didada . Abu Dawud menceritakan. hal 82-83). Dengan demikian. dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat. (QS al-Mu’min: 60) Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. bahwa islam memperbolehkan penggunaan azimat selama azimat tersebut sesuai dengan syarat-syarat yang telah disebutkan di atas. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan. dan memakai azimat. Sedangkan yang belum baligh. Dalam At-Thibb an-Nabawi. juz II hal 307-310). bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman menggunakan azimat. Harus menggunakan Kalam Allah SWT. Jadi sebenanya. ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah. hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. maka bacalah (bacaan yang artinya): Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya. membaca hizib. maka larangan itu tidak berlaku. dst. Rasul menjawab.[4] Di antara ulama Islam yang ahli dan berkecimpung secara langsung dengan pembuatan wifiq adalah Al-Ghazali. al-Anbiya: 69-70. ”Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Apabila Anda punya keyakinan lain.” Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dati hidungnya). niscaya Aku akan mengabulkannya untukmu”. basmalah. Meskipun demikian. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri. juz 6 hal 180-181).” Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anakanaknya yang baligh. Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. serta para ulama yang lain mengatakan: “Keharaman yang terdapat dalam hadits itu. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut. tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Allahumma rabbi jibrila dst. Lalu kami bertanya kepada Rasulullah. ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku.” (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah. bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah. Ibnu Hajar. hal 167). adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya. atau dzikir kepadoNya. “Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil. 44 didahi orang yang mimisan. Jadi apakah islam memperbolehkan azimat? Menurut pendapat dari ulama besar yang kami ikuti perkataannya. lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan. hizib dan memakai azimat pada dasanya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba. Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda. Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful