Menghitung Jam Kerja Karyawan

Disini saya coba menjelaskan bagaimana menghitung jumlah jam kerja karyawan dengan rumus-rumus excel. Dalam kasus disini sudah kita tetapkan jam masuk kantor dan jam keluar kantor, dan jam disini bisa disesuaikan dengan kebutuhan kantor yang bersangkutan. Jadi jam masuk karyawan akan dibandingkan dengan jam masuk kantor sehingga dari perbandingan ini akan muncul status, status tersebut bisa telat atau tidak. Begitu pula dengan jam pulang karyawan akan dibandingkan dengan jam pulang kantor sehingga disini muncul suatu status yang berisi “pulang awal” dan “tidak”.

Seperti yang kita lihat bentuk tabel excel diatas, dibawah ini akan saya jelaskan satu persatu maksudnya. Cell B1 : berisi tanggal yang berlaku saat membuat absensi Cell B2 : jam masuk yang diberlakukan oleh kantor Cell B3 : jam keluar yang diberlakuakan oleh kantor Cel B4 : jumlah jam istirahat, disini tulis ’1:00′, bukan berarti jam ‟1:00′ tetapi maksudnya 1 jam. Kenapa formatnya harus begitu? Ini dimaksudkan agar komputer mengerti bahwa ini merupakan format jam, sehingga akan lebih mudah dalam melakukan perhitungan jam. Cell A8 : merupakan kode karyawan Cell B8 : merupakan nama karyawan Cell C8 : merupakan jam chek in karyawan Cell D8 : berisi rumus : =IF(C8>$B$2;”Telat”;”OK”), jadi disini menyatakan status check in, jika telat maka akan muncul status “Telat”, dan jika tidak akan muncul stasus “OK”. Cell E8 : merupakan jam chek out karyawan Cell F8 : berisi rumus: =IF(E8<$B$3;”Pulang Awal”;”OK”), menyatakan status check out, jika pulang lebih awal maka akan muncul muncul status „Pulang Awal‟ jika tidak statusnya „OK‟. Cell G8 : berisi rumus =E10-C10-$B$4, ini merupakan kalkulasi (check in – check out – istirahat), sehingga kita bisa menemukan berapa jam karyawan tersebut bekerja pada hari ini. Saya kira sampai disini dulu penjelasan saya, mudah-mudahan bisa bermanfaat

"Pulang Awal"."Ok")) pada Cell H11 diisi denganrumus : =F11-D11-$B$7 . Cara kerjanya sama dengan yang lama cuma disini ada tambahan untuk rumus pada kolom IN Status. Out Status dan Jumlah (jam). Pada artikel tersebut merupakan perhitungan standard. Pada Cell E11 diisi dengan rumus : =IF(C11="I". IF(D11>$C$4."Telat". Dan ada tambahan kolom Shift pada tabel absensi (tabel utama). Jadi setelah ada komentar yang masuk menanyakan hal ini maka saya lanjutkan dengan membikin perhitungan dengan memakai Shift dengan jumlah 2 ( Shift ) jam kerja."Ok").IF(F11<$B$5. Artinya tidak ada perhitungan dengan jam kerja dengan memakai shift. IF(F11<$C$5.Menghitung Jam Kerja Karyawan Berdasarkan Shift Tulisan ini merupakan lanjutan dari artikel saya berjudul Menghitung Jam Kerja Karyawan. pada jam masuk dan jam keluar disini saya bagi dengan dua shift seperti yang telihat diatas."Pulang Awal"."Ok")) Pada Cell G11 diisi dengan rumus : =IF(C11="I".IF(D11>$B$4. Dan kemungkinan bisa ditambah dengan 3 Shift kerja. Dibawah ini merupakan contoh gambaran untuk 2 shift kerja : Berbeda dengan tabel excel dari artikel saya sebelumnya. dengan merubah sedikit modifikasi pada rumus-rumusnya."Ok")."Telat".

Disini saya ingin mengembangkan kembali rumus-rumus tersebut dengan memasukan suatu variabel yaitu karyawan tidak masuk kerja. Dam sarana yang paling tepat untuk contoh implementasi adalah dengan menghitung absensi karyawan ini. Jumlah karyawan yang pulang tepat waktu 5. Kalau sudah mengetahui perhitungan-perhitungan tersebut tentunya dapat diambil kebijakan-kebijakan tertentu untuk meningkatkan kinerja karyawan. Jumlah karyawan yang masuk telat 4. Countifs() adalah suatu fungsi perhitungan counter dengan dengan persyaratan yang majemuk. . Artinya kita dapat memasukan beberapa kriteria.Statistik Absensi Karyawan Melanjutkan artikel saya yang terdahulu yang berjudul Menghitung Jumlah Jam Kerja Karyawan. Jumlah karyawan yang pulang lebih awal Dengan mengetahui komposisi perhitungan diatas kita dapat menghitung absensi harian dan selanjutnya akan ditemukan perhitungan absensi selama satu bulan kerja. Bentuk statementnya COUNTIFS(range_criteria_1. Artinya dalam suatu perintah kita bisa memberikan beberapa syarat-syarat kondisional secara bersamaan.( Perlu diketahui saya memakai excel office 7.criteria_2]). criteria_1."L") menghasilkan nilai 5 Dan untuk menghitung jumlah perempuan . Untuk lebih jelasnya kita contohkan seperti tabel dibawah : Dari tabel yang terlihat bagaimana cara menghitung berapa jumlah laki-laki dan jumlah perempuan. Sebenarnya saya disini saya juga ingin menjelaskan tentang fungsi Countifs() pada Excel Office 7 (untuk Excel 2003 fungsi ini tidak ada).[range_criteria_2. dengan alasan artikel yang sudah ada dikembangkan lebih lanjut.) Dan dengan alasan tersebut pada artikel ini saya akan memasukan rumus-rumus perhitungan untuk : 1. Untuk menghitung jumlah laki-laki : =COUNTIFS(B3:B11. Tentunya sangat menyulitkan sekali kalau dikantor kita mempunyai banyak karyawan dan kita harus menghitung berapa jumlah karyawan yang tidak masuk kerja. untuk itu saya membuat suatu rumusan-rumusan yang sekiranya bisa mempermudah untuk melakukan perhitungan tersebut. Jumlah karyawan yang masuk tepat waktu 3. Jumlah karyawan yang tidak masuk 2.

pertanyaan begini : berapa jumlah laki-laki yang berumur dibawah 30 tahun.merupakan range yang akan dihitung G2 . Dengan mengerti maksud dari fungsi diatas selanjutnya kita akan meng-implementasikannya pada Absensi Karyawan seperti tabel dibawah ini. yaitu ditabel atas pojok kanan. Dari rumus-rumus diatas masih merupakan perintah sederhana."<30") Menghasilkan nilai : 2 Karena cuma Adi dan Nono saja laki-laki yang berumur dibawah 30 tahun C3:C11 merupakan range untuk kolom umur. Pada status Check in (cell E12) rumusnya sbb : =IF(D12="-"."-"."-".IF(C12="I". "Ok"). dan “L” atau “P” kriteria jenis kelamin tertentu yang akan kita hitung. Tabel tersebut merupakan kembangan dari artikel saya di menghitung-jam-kerja-karyawanberdasarkan-shift. IF(D12>$C$4. Langkah selanjutnya agar mudah mengerti saya akan memasukan dua kriteria sekaligus."Pulang Awal".C3:C11."P") menghasilkan nilai 4 B3:B11 merupakan range yang akan kita hitung. Penjelasannya sbb : Total Karyawan :Merupakan jumlah karyawan yang terbagi dua Shift yang dihitung secara otomatis. Rumus yang dihasilkan : =COUNTIFS(B3:B11.=COUNTIFS(B3:B11."Ok").IF(D12>$B$4. Jadi aturan mainnya disini apabila jam masuk (Cell D12) diberi tanda “-” maka karyawan dianggap tidak masuk. Cuma disini saya tambahkan untuk variable karyawan yang tidak masuk kerja supaya jumlah karyawan yang tidak masuk kerja bisa dihitung."Telat"."Pulang Awal"."L".G2) ket : C12:C23 .IF(C12="I".IF(F12<$C$5. dan “<30″ adalah kriteria dibawah 30."Ok"))) Disini saya juga memasukan sedikit perhitungan Statistik."Telat".merupakan isi dari Shift I Pada cell H3 diisi rumus : . Pada cell G3 diisi rumus : =COUNTIFS(C12:C23. karena belum memasukan dua kriteria sekaligus."Ok"))) Dan pada Check Out Status (cell G12) rumusnya sbb : =IF(D12="-".IF(F12<$B$5.

H2. .H2."-") ket : C12:C23. rumusnya sbb .G12:G23."Telat") Cell G7 : =COUNTIFS(C12:C23."-") ket : menghitung karyawan yang tidak masuk di Shift II Masuk Tepat Waktu : Meghitung karyawan yang masuk tepat pada waktunya Cell G5 diisi =COUNTIFS(C12:C23."Ok") Cell G6 : =COUNTIFS(C12:C23.G2 artinya Karyawan yang ada di Shift I D12:D23.G2.E12:E23. Pada Cell G4 diisi rumus : =COUNTIFS(C12:C23."Telat") Cell H6 : =COUNTIFS(C12:C23.merupakan range yang akan dihitung G3 .E12:E23.D12:D23."-" artinya yang mempunyai jam masuk "-" alias tidak masuk pada Cell H4 diisi rumus =COUNTIFS(C12:C23.G12:G23."Ok") Cell G8 : =COUNTIFS(C12:C23.E12:E23.H2.E12:E23.G12:G23.G2.G12:G23."Ok") penjelasan : Pada E12:23 dihitung status "Ok" Cell H5 diisi =COUNTIFS(C12:C23.E12:E23.G2. Tetapi rumus yang saya berikan hanya bisa jalan di excel office 7.H2.merupakan ini dari Shift II Cell I3 merupakan total jumlah karyawan."Pulang Awal") Untuk lebih mudahnya dalam mempelajari saya sertakan file excelnya disini DownLoad. Dengan penjelasan diatas mudah-mudahan dapat dimengerti terutama pada penggunaan fungsi COUNTIFS().H2.=COUNTIFS(C12:C23. =G3+H3 ket : jumlah total dari shift I dan II Tidak Masuk :Merupakan jumlah karyawan yang tidak masuk yang terbagi dua shift dan dihitung secara otomatis."Ok") Cell H7 : =COUNTIFS(C12:C23.G2.H2) ket : C12:C23 .H2."Pulang Awal") cell H8 : =COUNTIFS(C12:C23.

Dan seperti biasanya kalau ada suatu kasus yang menarik akan saya buatkan suatu artikel agar dapat di pelajari bersama-sama. jadi yang benar tanggal 3 dulu baru tanggal 5. tetapi saya tidak pernah menggunakannya. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya. dan asal usul ide pembuatan program ini berdasarkan dari suatu pertanyaan dari salah seorang rekan pengunjung yang mengirimkan suatu file Excel kepada saya untuk memecahkan kasusnya. sesuai dengan file aslinya yang dikirimkan kepada saya. Dan saya juga sangat berterima kasih untuk itu. Cara Menggunakan Program. yang pertama Cara Menggunakan Program dan yang kedua Maintenance. mudah-mudah dengan begitu ilmu akan selalu terus sambung menyambung dan berkembang kearah yang lebih baik lagi. jadi saya lebih menekankan bagaimana cara menjalankan program ini. Walaupun ada disediakan fasilitas untuk itu. yang mana saya sendiri pun sering tidak menduga trik-trik yang muncul begitu saja saat saya mendapatkan suatu kasus yang menarik. Sebenarnya program ini sangat mudah dibuat kalau kita menggunakan khusus bahasa pemrograman database. Jadi para penggemar Excel dapat mempelajari rumus-rumus yang saya berikan dengan mempelajari fungsi-fungsi apa saja yang saya gunakan untuk membentuk program ini. karena sering pertanyaan-pertanyaan yang datang kepada saya mendatangkan suatu ide-ide baru dan trik-trik baru untuk memecahkan berbagai kasus yang mungkin tidak dapat ditemukan di buku mana pun. Ada hal yang terbalik alias melanggar kaidah-kaidah hukum pemrograman standard disini. jangan loncat-loncat seperti misalnya habis tanggal 5 tanggal 3. dan maaf rumus-rumus disini mungkin agak sulit sekali untuk di jelaskan dengan kata-kata. tanggal ini harus diisi termasuk hari minggu. tetapi yang paling terbanyak disini adalah penambahan rumus-rumus. Yaitu Rekap Bulanan diisi terlebih dahulu untuk menghasilkan Rekap Harian secara otomatis. Ini sebenarnya sangat melanggar prinsip pemrograman standard tapi justru dengan memakai excel hal ini lebih effisien. Dan ada beberapa tambahan beberapa kolom yang saya hidden untuk kebutuhan teknis pula. maklum dasarnya adalah bahasa Visual Basic yang bukan merupakan spesialisasi saya. Jadi sangat sayang kalau saya lupakan begitu saja tanpa ada orang yang bisa memanfaatkannya dengan baik. karena excel sangat terbatas sekali dalam pengelolaan Query. Pada Sheet pertama. akan tetapi berhubung kita menggunakan program excel hal ini menjadikannya agak sulit. Program ini terdiri dari 2 (dua) sheet. program ini terdiri dari 2 (dua) sheet. Jadi saya hanya menggunakan murni pakai rumus-rumus Excel yang ada. Contohnya saya berikan seperti dibawah ini : Berikutnya adalah mengisi besarnya Uang Makan dan dan PPH21 seperti yang ditunjukkan gambar dibawah ini: . I. Dan harus diisi secara urut dan teratur. Pembayaran lembur pada hari Libur atau tanggal merah berbeda dengan tanggal biasa. Program ini juga tidak menggunakan program Macro sedikitpun walaupun fasilitas ini sudah disediakan oleh Excel. tapi Alhamdulillah solusinya dapat dipecahkan. yaitu Rekap Bulanan ada tabel Tanggal Libur. Sheet yang pertama berisi Rekap Bulanan dan yang kedua Rekap Harian. dan formatnya pun tidak terlalu banyak perubahan walau ada perbaikan di sana-sini sesuai dengan kebutuhan teknis. Pertama kali dapat kasus begini saya agak bingung juga dan kepikiran terus karena penasaran. Penjelasan saya akan saya bagi dua bagian. akan tetapi end user tentunya akan kesulitan untuk memanfaatkannya.Menghitung Uang Lembur Karyawan Menghitung Uang Lembur Karyawan Program ini saya bikin dari Excel versi 2007.

dan “H” hari biasa. kolom ini juga terisi otomatis. kolom ini merupakan total uang yang diterima karyawan sebelum dipotong pajak (PPH21). berapa jumlah jam lembur karyawan. . dan kolom ini terisi otomatis.Apabilah PPH21 tidak diperhitungkan kasih nilai nol saja. Pada tabel bagian atas dari gambar ini. Kolom Uang Lembur : akan terhitung otomatis. Jumlah bersih : Jumlah uang lembur yang harus diterima karyawan sesudah dipotong pajak. Uang Makan : Kolom ini juga terisi otomatis. Pada baris di bawahnya ada symbol “X” untuk menandakan Hari Libur. symbol ini akan terisi secara otomatis pada saat kita sudah mengisi tanggal-tanggal hari libur seperti yang sudah saya terangkan diatas. Tarif Lembur/ Jam Hari Biasa : harus diisi. menyatakan perhitungan total uang sesuai dengan kolom masing-masing. Pada bagian jumlah jam lembur. Kolom Hari Biasa : merupakan jumlah total jam lembur hari biasa. Jumlah kotor : kolom ini terisi otomatis. ini hanya untuk memudahkan teknis saja. Kolom Hari Libur : merupakan jumlah total jam lembur pada hari libur. Nama : merupakan nama karyawan. Rekap Harian. artinya kode ini tidak boleh sama dengan kode karyawan lainnya. Perhitungan totalnya memang tidak saya tempatkan dibawah seperti pada umumnya. NIK : harus diisi dan merupakan kode karywan dan bersifat unique. Tarif Lembur/Jam Hari Libur : terisi otomatis dengan perhitungan 2 (dua) kali Tarif Lembur pada hari biasa. Anda di sini harus mengisi. dengan syarat jam lembur perharinya harus lebih dari 2 jam baru uang makan dapat diperhitungkan satu kali. Pada baris tanggal sudah terisi dari tanggal 1 (satu) sampai dengan tanggal 31 ( tiga satu). Berikutnya penjelasan untuk Sheet ke 2 (dua).

maka maka protectnya harus dibuka terlebih dahulu dengan jalan : buka tab Review || Unprotect Sheet. jadi bagian-bagian tersebut saya protect kecuali bagian-bagian untuk meng entry data. Sebagian besar sheet yang terisi penuh dengan rumus-rumus. II. Dan jangan lupa untuk memprotect kembali. jadi file nya mempunyai ekstensi (. jadi total karyawan yang bisa ditampung sebanyak 1000 personil. Program ini saya buat dengan Office Excel 2007.xlsx).Ini merupakan daftar Absensi Lembur Harian yang terbentuk secara otomatis akibat dari perhitungan-perhitungan dari Sheet yang pertama ( Rekap Bulanan ). Hal ini untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dilakukan user. setelah terbuka permintaan password. dan saya simpan dalam format Office Excel 2007 pula. Yang perlu diisikan di sini hanya Tanggal dan Jam Mulai Lembur. selebihnya terhitung secara Otomatis. Jumlah baris yang saya sediakan disini sebesar 1000 baris. Apabila Anda ingin merubah rumus-rumusnya untuk menyesuaikan dengan keadaan dengan Perusahaan Anda. isikan dengan “jnet99″ dengan huruf kecil semua. . Maintenance Technical.

tapi kalau kurang menitnya menjadi nol.Menghitung Jam Lembur Karyawan Saya pernah menerima kasus seperti ini : Bagaimana caranya menghitung jumlah jam lembur karyawan lewat rumusan Excell. Merupakan hasil akhir dari perhitungan. . Isi rumusnya sebagai berikut Pada Kolom C3 diisi rumus : =B3-C3 Pada Kolom D3 diisi dengan rumus : =Minute(C3) Pada Kolom E3 diisi dengan rumus : =IF(Minute(C3)>15.0) Pada Kolom F3 diisi dengan rumus : =Hour(C3) Pada kolom G3 diisi dengan rumus : =E3 Untuk baris selanjutnya kita tinggal mencopy dari isi-isi rumus tersebut. sehingga kita bisa menghitung jumlah jam kerja karyawan pada saat itu dalam waktu yang lebih ringkas apalagi jumlah karyawan sampai seratus keatas.30. Sedangkan kolom yang lainnya sudah diisi rumus. Tapi kalau jumlah jam lemburnya 1 jam 16 menit maka dihitung 1 jam 30 menit. Dimana kalau lewat 15 menit akan digenapkan menjadi 30 menit. Kolom Adj : untuk penyesuaian menit Result : disini terbagi dua yaitu Hour (jam) dan Minute (menit). Misal jumlah jam lembur 1 jam 15 menit atau kurang maka akan dihitung 1 jam saja. Sampai disini dulu tulisan saya smoga bermanfaat. Kolom duration : untuk mengetahui lamanya lembur Kolom Minute : untuk mengetahui menit dari jam. User hanya diperbolehkan mengisi kolom start dan kolom end saja. Dari utak-atik program Excel maka ditemukan bentuk rumusan tabel dibawah ini : Kolom Start : menyatakan awal jam lembur Kolom End : Menyatakan jam karyawan pulang lembur.

Hal ini akan sangat mudah jika jam awal lebih kecil dari jam akhir.Contoh kasus sederhana kali ini adalah menghitung selisih jam. dibaca: 7557 kali dipublikasikan: 17 March 2012 23:02:04 Wita. jika benar maka nilainya akan ditambah satu. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat ilustrasi berikut. maka error yang sebelumnya timbul akan hilang. misalnya saya ingin mendapatkan hasil dari penguran jam akhir dikurangi jam awal. Untuk itu kita menghilangkan error tersebut maka formulanya harus dirubah menjadi seperti berikut : =C2-B2+IF(B2>C2. Tips dan Trik. setelah melakukan pengurangan antara kolom C dengan B selanjutnya dilakukan pengecekan apakah kolom B nilainya lebih besar dari kolom C. rumus diatas akan menghasilkan error. Namun permasalahan akan terjadi apabila jam awal lebih besar daripada jam akhir.Menghitung Selisih Jam (Ms Excel Untuk Pemula) Editor: ridwan@bsmsite.com . Dari contoh diatas untuk nama Oya dapat kita hitung selisih jam yaitu dengan cara menggunakan formula berikut : =C2-B2 Rumus diatas akan berhasil tanpa error.1) Selanjutnya copy formula tersebut pada baris berikutnya. . misalnya mulai start jam 3:00 dan jam akhir 11:00 maka hanya dengan menggunakan rumus pengurangan biasa sudah bisa terlihat hasilnya. namun apabila waktu selesai lebih besar dari pada waktu mulai seperti Farhan dan Rika. Sedikit penjelasan dari formula diatas.com. 1 Tahun yang lalu BSMsite. misalnya jam awal 19:00 dan jam akhir 6:00.

Kolom Nomor diisi nomor urut. Nama Barang.MONTH(C2). Misalkan judul kolom Nomor ada di A1. kolom Nama Barang diisi nama barang. Begitu juga jika waktu kadaluarsa ditentukan dalam satuan hari misalnya 200 hari. maupun tahun anda dapat menggunakan fungsi Date dari Microsoft Excel. maka rumus pada kolom tanggal kadaluarsa adalah: =DATE(YEAR(C2).DAY(C2)) Keterangan rumus: Rumus di atas adalah untuk menghitung satu tahun dari tanggal produksi dengan parameter:    YEAR(C2)+1 adalah menghitung 1 tahun dari tanggal produksi.MONTH(C2)+6. Pada rumus yang baru ini parameter tahun tidak ditambah 1 melainkan parameter bulan yang ditambah 6. Fungsi date memiliki 3 buah parameter yaitu year. MONTH(C2) adalah menentukan bulan kadaluarsa sesuai dengan bulan produksi. Tanggal Produksi di C1 dan Tanggal Kadaluarsa di D1. bulan. Kita akan membuat tabel di excel dengan kolom-kolom Nomor. Misalnya suatu barang diproduksi pada tangga 2 Januari 2009 akan kadaluarsa pada satu tahun yang akan datang yaitu 2 Januari 2010. Jika waktu kadaluarsa bukan 1 tahun melainkan 6 bulan. Sebagai contoh kasus adalah menentukan waktu kadaluarsa dari suatu barang berdasarkan tanggal produksi barang tersebut.DAY(C2)).DAY(C2)+200) .MONTH(C2). Pada posting kali ini saya akan memberikan tips dan contoh kasus penggunaan fungsi Date menggunakan Microsoft Excel untuk perhitungan waktu yang akan datang. DAY(C2) adalah menentukan hari kadaluarsa sesuai dengan hari produksi. maka rumus pada kolom Tanggal kadaluarsa diubah menjadi: =DATE(YEAR(C2). Nama Barang di B1.Rumus Hitung Waktu di Excel Untuk melakukan perhitungan waktu baik hari. kolom Tanggal Produksi diisi tanggal produksi dan kolom Tanggal Kadaluarsa di cell D2 diisi rumus =DATE(YEAR(C2)+1. Tanggal Produksi dan Tanggal Kadaluarsa. month dan day.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful