Sesudah suatu saraf nyeri mulai dirangsang kemudian muncul respon fleksor.

Namun beberapa detik kemudian reflek mengalami kelelahan. Akhirnya kontraksi selasai dan otot kembali kedalam keadaan awalnya. Namun sebelum kembali kedalam keadaan awal tersebut terjadi afterdischarge. Lamanya afterdischarge bergantung pada intensitas stimulus sensori yang mencetuskan reflek. Afterdischarge ini tidak terjadi pada reflek taktil namun terjadi pada reflek nyeri. Semakin kuat impuls nyeri tersebut maka semakin lama afterdischargenya. Peristiwa afterdischarge ini terjadi akibat letupan beruntun dalam interneuronnya sendiri yang tereksitasi. Jadi reflek fleksor ini bertujuan untuk dapat menarik bagian tubuh yang mengalami nyeri atau teriritasi dari stimulus. Kemudian karena adanya afterdischarge ini, reflek dapat menahan bagian tubuh yang teriritasi selama beberapa detik sesudah iritasi selesai. Pola Menarik Diri (Withdrawal Reflex) Pola menarik diri (withdrawal) ini timbul ketika reflek fleksor dirangsang bergantung pada saraf sensorik mana yang distimulasi. Jadi stimulasi nyeri yang terjadi di lengan tidak hanya menimbulkan kontraksi pada otot fleksor di lengan namun juga pada otot-otot abductor yang menjauhkan lengan dari sumber impuls nyeri. Dengan kata lain, pusat intgrasi dalam medulla menyebabkan otot-otot berkontraksi sehingga secara efektif dapat memindahkan bagian tubuh yang terasa nyeri untuk menjauhi objek yang menimbulkan nyeri tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful