P. 1
KegawatDaruratan Medis Gigi

KegawatDaruratan Medis Gigi

|Views: 110|Likes:
Published by Andhika Priyatama

More info:

Published by: Andhika Priyatama on Mar 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2013

pdf

text

original

KegawatDaruratan Medis Gigi

Rahardjo 19 Maret 2012

Topik
 Trauma

Dental  Infeksi Dental  Syok  Kedaruratan Kepala dan Leher

Dental Anatomi

Primary

 

Erupsi saat 7-30 bulan 20 gigi, 10 atas, 10 bawah 2X ( 4 insisivus, 2 kaninus, 4 molar)
Mulai pembentukkan usia 3-4 bulan Erupsi 7-21 tahun 32 gigi ( termasuk gigi terakhir) 2x ( 4 insisivus, 2 kaninus, 4 premolar, 6 molar)

Permanent
   

Dental Anatomy .

Dental Trauma  Fraktur gigi  Fraktur alveolar  Luksasi  Intrusi atau konkusi  Avulsi  Primary vs Permanent .

Fraktur Gigi Permanen  Enamel   (Ellis 1)   Gigi gempil Tanpa rasa sakit kecuali ada injuri ditempat lain Patahan gigi yang besar dapat disimpan untuk dsigabungkan kembali Tidak ada tindakan segera yang perlu dilakukan .

Fraktur Gigi Permanen  Enamel         dan Dentin ( Ellis 2) 70 % dari fraktur gigi Sakit bila terpapar panas atau dingin Dentin berwarna kekuningan Perlu rontgen untuk melihat adanya injuri lain Resiko terjadinya infeksi pulpa meningkat Kondisi dievaluasi setelah 24 jam Proteksi dengan semen dental Pertimbangkan pemberian antibiotik .

Fraktur Gigi Permanen  Keterlibatan  Pulpa Bisa terlihat (Ellis 3) • Bisa terdapat darah  Bisa terjadi dibawah gusi (fraktur akar) • Hanya dapat diamati dengan sinar-x    Sangat sakit akibat pulpa terpapar Penanganan seperti ellis 2 Dimungkinkan perawatan saluran akar atau pencabutan .

Fraktur Gigi Permanen  Fraktur  Alveolar   Dikaitkan dengan fraktur. luksasi atau gigi avulsi Fraktur sederhana seperti yang melibatkan 12 gigi dapat ditangani oleh GP Kerusakan alveolar yang luas dapat menyebabkan deformitas kosmetika yang signifikan  konsulkan bedah mulut .

Fraktur Akar .

Luksasi       “Gigi yang longgar” Extrusi – gigi keluar dari tulang alveolar namun tidak lepas Luksasi Lateral – pergerakan ke lateral disertai fraktur alveolar Sebaiknya gunakan sinar-x Lakukan reposisi dengan penekanan adekuat – diperlukan anestesi lokal Lakukan splinting .

Konkusi (Memar) dan Intrusi  Perpindahan Gigi Masuk dalam soket  Konkusi – rasa sakit tanpa disertai pergerakan gigi  Intrusi – perpindahan gigi yang parah melibatkan fraktur alveolar dan atau fraktur akar  Membedakan keduanya lewat pemeriksaan sinar-x dan reposisi .

. larutan Hank atau sulkus bukal BUKAN es atau air! Hindari terjadinya kerusakan jaringan periodontal terutama bagian akar. susu.Avulsi        Perpindahan gigi secara lengkap dari soket tulang alveolar Paling baik diselamatkan dengan reimplantasi dalam waktu kurang dari 3 jam Pindahkan ke salin steril. Bersihkan dengan salin normal Bersihkan jendalan dari soket Splint.

Gigi Primer/Susu Vs Gigi Permanen  Gigi susu yang avulsi tidak boleh di-reimplantasi untuk menghindari kerusakan pada gigi pengganti.  Gigi susu mempunyai pulpa yg lebih besar dan dentin lebih sedikit  lebih berisiko infeksi.  Gigi luksasi pada anak dapat berisiko terjadinya avulsi dan aspirasipertimbangkan splinting segera. .  Jejas pada Enamel dapat menyebabkan luka pada mukosa rongga mulut pertimbangkan penumpatan gigi.

 Jika alergidapat gunakan Clindamycin  Perhatikan kondisi imunitas tetanus jika belum punya vaksin .Perhatian Khusus  Antibiotik dengan penisilin atau amoksisilin cukup.

Infeksi Dental  Abses Periapikal  Pericoronitis  Dry socket  Buccal/facial cellulitis  Komplikasi .

Abses Periapikal  Komplikasi dari karies/pulpitis  Inflamasi dan abses terjadi pada jaringan periodontal dan bukal  Terjadi linfadenopati  Bakteri: Streptococcus mutans  Sakit dikurangi dengan I&D (Incision and Drainage)  Perawatan definitive adalah dengan perawatan saluran akar .

Periapical Abscess .

Periapical Abscess .

Perikoronitis  Paling sering pada gigi molar 3  Akibat: penumpukkan plak bakteri dan debris makanan diantara gingiva yang menutupi sebagian gigi yang erupsi. bisa terdapat pus.  Sakit. dan ada inflamasi lokal  Bisa berlanjut menjadi selulitis  Irigasi dibagian bawah flap. terasa tak nyaman. kumur air garam hangat  antibiotik .

Pericoronitis .

Dry Socket.Alveolar Osteitis  Komplikasi pencabutan gigi  Terjadi perpindahan Jendalan darah yang menutupi tulang alveolar  Tulang alveolar yang terpapar  inflamasi  Rasa sakit post-ekstraksi biasanya berkurang setelah 48 jam  Rasa sakit pada Dry socket meningkat pada 24-72 jam  Bisa berlanjut menjadi osteomyelitis .

Dry Socket  Analgesia – Nsaids. Blok Nervus  Jika pasien kembali dalam kurun 24 jam  Bisa dibutuhkan packing Jika ditangani awal dan dipantau terus tidak diperlukan.  Antibiotik?  . Narcotics.

Komplikasi  Infeksi Dental yang dapat berlajut pada komplikasi yang serius:         Selulitis bukal atau fasial Infeksi ruang submandibula (Ludwig’s angina) Infeksi ruang Parapharyngeal Komplikasi melibatkan jalan nafas/Airway Infeksi orbital infeksi sistem saraf pusat Infeksi yang meluas ke mediastenum Trombosis sinus cavernosum .

Komplikasi  Tanda penyakit yang Serius      Gejala Sistemik – demam/ menggigil Trismus Perpindahan posisi lidah Hilangnya kesadaran Sakit pada mata  Butuh antibiotik Sistemik  Perlu konsul ke THT  Perlu penggunaan rontgen CT  Manajemen Jalan Nafas .

Bakteri Anaerob Gunakan Penisilin atau amoxicillin Bisa juga Amox/Clav atau clindamycin  Infeksi Sederhana    Jika infeksi meluas menjadi facial atau buccal cellulitis  IV 2nd generation cephalosporin + metronidazole .Antibiotik  Patogen Luas    Terutama golongan streptoccocal Bacteroides sp.

Syok  Definisi: perfusi jaringan yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik sel  Disebabkan oleh    Volume darah rendah Disfungsi jantung Perubahan diameter lumen pembuluh darah .

 .Kategori Syok Syok Hipovolemik disebabkan oleh volume darah yang rendah yang disebabkan oleh perdarahan atau dehidrasi  Syok Kardiogenik  disebabkan penurunan kontraktilitas jantung  Syok Distributif  disebabkan hilangnya tonus arteri yang normal sehingga darah tidak dpt terdistribusi ke seluruh tubuh (sepsis. anafilaksis)  Syok Obstruktif disebabkan obstruksi sirkulasi sentral turun.

Kategori Syok Jenis Syok Hipovolemik Mekanisme Perdarahan Dehidrasi •Gastrointestinal •Penguapan •Ruang ketiga Kegagalan Pompa Hilangnya tonus pembuluh darah Etiologi Perdarahan internal/eksternal Muntah/ diare Luka bakar Luka bakar/pankreasitis Infark Miokard masif Trauma Medula spinalis Sepsis Overdosis Obat Anafilaksis Tamponade perikardium Tension pneumothoraks Embolus paru Diseksi aorta Kardiogenik Distributif Obstruktif Obstruksi aliran ke sirkulasi sentral .

haus  Temuan obyektif:       Takikardia Kulit dingin/ pucat dan lembab karena pengisian kapiler terlambat Tekanan nadi kecil Tekanan darah menurun Status mental berubah. takipnea. gelisah. capek. lemah. mual. perasaan akan mati.Temuan Klinis Syok  Gejala subyektif: cemas. dilatasi pupil. Keluaran urine menurun .

Pasang kateter urine dan keluaran urine dipertahankan di atas 50 ml/jam pada orang dewasa. pernapasan. sirkulasi. 1 ml/kg/jam pada anak.Terapi  Langkah   umun:  Penilaian awal cepat + pemeriksaan fisik rinci Stabilkan jalan nafas. . pernafasan. dan 2 ml/kg/jam pada bayi. dan tulang belakang.

Modalitas Terapi Jenis Syok Ekspansi Volume Vasokonstriktor Adregenikα Tidak Inotrop Langkah Spesifik adrenenik Lain -β 1 Tidak •Kendalikan Perdarahan •Bidai Fraktur Pompa Balon Aorta Hipovolemik Ya Kardiogenik Tidak (kecuali jika ada dehidrasi atau MI ventikel kanan) Ya Ya Tidak Ya Distributif Obstruktif Ya Tidak Tidak Tidak Antibiotika Antihistamin Dekompresi •Tamponade •Tension Pneumothoraks .

adenopati submandibular akut.  Jika terdapat bukti selulitis wajahdan mengarah ke orbita mungkin diperlukan antibiotik IV  . atau nyeri pada perkusi gigi. pembengkakkan.Infeksi Oral dan Gigi Pasien dengan karies gigi datang ke UGD berikan analgetik tindakan lanjut oleh dokter gigi  Abses Gigi perlu dicurigai jika ada demam.  resepkan penisilin + drainase.

 Terapi: • aplikasi lokal atau pembilasan dengan larutan lidokain kental • Infeksi Herpes – asiklovir (200mg 5x1) • Infeksi Kandida . . atau candida Temuan: • Herpes simpleks.Stomatitis  Muncul bersama ulkus gusi atau lidah   Etiologi: herpes simpleks.satu ulkus/ vesikel atau lebih • Coxsackievirus – ulkus/ vesikel yang meluas • Kandida – mukosa mulut atau lidah kemerahan atau ada lapisan putih. Coxsackie virus.Klotrimazole troche (10mg 5x1) 10-14 hari.

Gunakan analgesik dan relaksan otot parenteral. .   Dapat menyebar ke telinga Terapi NSAID untuk sementara dan rujuk ke spesialis  Dislokasi TMJ sebab pergeseran mandibula ke anterior   Pasien tidak dapat menutup mulut Terapi: Lakukan reduksi dengan traksi mandibula ke belakang.Gangguan Sendi Temporomandibular  Peradangan kronik atau akut dan secara tipikal menyebabkan nyeri pada pergerakan sendi dan mengunyah.

Terima Kasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->