RELATIVITAS BAHASA DAN RELATIVITAS BUDAYA

Abstract: Linguistic relativity and linguistic universality relate to each other as two opposite poles in the world of linguistics. They depend on each other for their respective existence, and they are both absolutely necessary for giving adequate description of a great variety of linguistic phenomena. The recent re-emergence of linguistic relativity has been a reaction against excessive formalism in Generative Linguistics, particularly in its ambitious attempts to explain the nature of Universal Grammar. The re-emergence of linguistic relativity is thus best seen as a balancing effort in the latest development of linguistic theory. In its connection with cultural relativity, linguistic relativity may well be explained, on the one hand, by referring back to the Sapir-Whorf hypothesis, which states that the way we perceive reality is in part determined by the language we speak. On the other hand, linguistic and cultural relativity may also be explained by going back to the Saussurean ideas of signifier vs. signified , and by adding to them the newly coined linguistic concepts of lexicalization , grammaticization , and verbalization . Key words: linguistic relativity, cultural relativity, lexicalization, grammaticization, verbalization. 1. PENDAHULUAN Relativitas bahasa dan relativitas budaya adalah topik tua yang tetap menarik. Dalam dua bab terakhir dari bukunya Language, Sapir (1921) membahas kaitan tak langsung antara bahasa dan budaya, serta kekhasan bentuk sastra yang tergantung pada kekhasan struktur bahasa yang menjadi wahananya. Di masa kejayaan aliran Strukturalisme Amerika, relativitas bahasa dinyatakan oleh Joos (1957: 96) sebagai berikut, Languages could differ from each other without limit and in unpredictable ways . Secara lebih ringkas, Moulton (lihat Rivers 1981: 43) menyarikannya, Languages are different . Dalam aliran Strukturalisme Amerika, perbedaan lintas-bahasa yang dinyatakan oleh Joos maupun Moulton terutama meliputi perbedaan struktur bahasa pada tingkat fonetik, fonemik, morfemik, dan sintaktik. Kuatnya keyakinan terhadap relativitas bahasa tersebut mendorong munculnya gagasan tentang analisis kontrastif dalam pengajaran bahasa asing, yang dipelopori oleh Fries (1945) dan kemudian dipopulerkan oleh Lado (1964). Artinya, relativitas bahasa, yang merupakan kesimpulan analisis linguistik murni, jadi menonjol secara amat jelas di bidang linguistik terapan: every language is structurally unique. Keterkaitan antara relativitas bahasa dan relativitas budaya nampak pada hasil kajian antropologi budaya, misalnya tentang tingkat tutur bahasa Jawa. Meskipun Uhlenbeck (1978) telah meneliti berbagai aspek bahasa Jawa sejak dasawarsa1950an, tingkat tutur bahasa Jawa dikenal oleh para pakar sosiolinguistik dan pragmatik (lihat Brown dan Levinson 1987, Levinson 1983, dan Trudgill 1983) terutama melalui karya Geertz (1960), The Religion of Java. Tingkat tutur dalam bahasa Jawa demikian pula dalam bahasa Bali, Madura, dan Sunda merupakan sebuah contoh: bagaimana nilai kesantunan budaya secara eksplisit terungkap pada kesantunan bahasa (Poedjosoedarmo et

and even more important. secara langsung maupun tak langsung. Kedua pendekatan ini dikaitkan dengan . 1979: 8). Dalam paradigma Chomskyan. yang hipotesisnya menyatakan bahwa persepsi kita terhadap realitas dipengaruhi oleh bahasa pertama yang kita miliki. Pakar sosiolinguistik Hudson (1980: 80-94) menjelaskan bahwa bahasa tercakup dalam budaya. UG is a set of general linguistic principles available in particular grammars. It does not seem far-fetched to hold Chomsky indirectly responsible for the accelerated development in sociolinguistics and ethnolinguistics at the end of the 1960s and for the emphasis laid upon pragmatics and discourse analysis in the mid 1970s. Paradoxical as it may seem. pendekatannya bersifat mentalistik-formal. Kedua. Tingkat tutur bahasa Jawa akan dibahas lebih lanjut di bawah sub-topik leksikalisasi. Perlu diingat. tuturan dalam komunikasi verbal sering mencerminkan. maka muncullah pragmatik. Sebaliknya.2 al. his revival of the Saussurean langue-parole dichotomy (under the name competence and performance ). language is a mirror of the society atau a mirror of the culture. Kini gagasan tentang relativitas bahasa muncul kembali sebagai reaksi terhadap ide universalitas bahasa yang ditonjolkan secara berlebihan melalui pendekatan formal (Gumperz and Levinson 1996). Dalam tarik-ulur ini. sparked renewed interest in the study of language in its sociocultural context. Model yang dikemukakan oleh Hudson adalah gambaran tentang langue konsep Saussurean yang terkenal itu. yang menyatakan bahwa nilai-nilai budaya yang kita anut akan tercermin dalam tingkah-laku kebahasaan kita. sintaksis bersifat sentral. analisis wacana. dan tujuannya adalah mencari dan merumuskan kaidah-kaidah universal. Pertama. dalam teori Chomsky. UG masih ditafsirkan sebagai sejumlah prinsip kebahasaan yang bersifat umum. dan etnolinguistik yang seluruhnya tertarik untuk mempelajari bahasa dalam konteks interpersonal ataupun sosiokultural. Oleh karena itu. yaitu prinsip-prinsip kebahasaan yang diklaim bersifat universal dan secara bersama-sama membentuk UG. penjelasan tentang UG menjadi tujuan utama. UG adalah nama baru bagi LAD (language acquisition device). yang secara eksplisit dikemukakan oleh Chosmky dalam Aspects (1965). Maka tidak mengejutkan jika formal universals sebagaian besar merupakan kaidah-kaidah sintaksis. Paham tentang universalitas bahasa dipicu oleh istilah Gramatika Semesta atau Universal Grammar (UG). yang terdapat pada setiap bahasa. his assertion of the auto-nomy of syntax. Berbicara tentang relativitas bahasa dan relativitas budaya di awal abad ke-21 adalah meninjau topik lama dengan cara pandang yang baru. nilai-nilai budaya yang dianut oleh penutur suatu bahasa. Dalam Teori GB (Chomsky 1981) maupun Teori Minimalis (Chomsky 1995). Linguistik Generatif adalah linguistik bebak-konteks. universalitas bahasa terutama bertumpu pada formal universals. pendekatan Hudson. Makalah ini membicarakan relativitas bahasa dan relativitas budaya dengan dua pendekatan. sosiolinguistik. Bersamaan dengan terjadinya pekembangan dan perubahan teoritis dalam aliran Linguistik Generatif. language is a mirror of the mind. pendekatan Sapir-Whorf. UG is the set of linguistic principles we are endowed with at birth in virtue of being human (Smith 1999: 42). dilingkupi oleh ranah budaya. bagi pakar linguistik yang memperhatikan pentingnya konteks dan aspek sosial dan kultural. Dalam teori generatif klasik ini. Bagi Chomsky. menarik sekali bagaimana Lavandera (1988:1) melihat paradoks yang mendorong pertumbuhan kembali relativitas bahasa. Karena ketegaran Chomsky dalam mempertahankan sentralitas dan otonomi sintaksis.

Language is a system of arbitrary vocal or visual symbols used by people of a given culture as a means to carry on their daily affairs. Indonesia. contoh (1b) dari Dra. Gloria Poedjosoedarmo.. Inggris. b. dan contoh (1c) dari Dr. dan menyarankan bahwa konsep-konsep budaya mungkin sekali bersifat khusus dan muncul secara jelas lewat ekspresi bahasa. yang terdiri atas penanda (signifier) dan petanda (signified). Berikut akan dibicarakan leksikalisasi dan gramatisasi. LEKSIKALISASI DAN GRAMATISASI LINTAS-BAHASA Bagi pendekatan yang melihat bahasa sebagai cermin masyarakat atau cermin budaya. ?Sir. c. Dalam istilah yang lebih kita kenal. yang dihasilkan oleh pembelajar bahasa asing yang mencari padan kata dengan merujuk kamus saku. 2. jelek = bad. *The book pregnant many interesting things... adalah sebuah tanda yang arbitrer (arbitrary sign). dan contoh-contoh tersebut akan diproyeksikan pada lanskap sosiokultural. definisi bahasa yang sesuai adalah paduan antara definisi Sapir (1921: 8) dan definisi Francis (1958: 13). berjalan = (to) walk. dan verbalisasi. dan Arab). yang terdiri dari bentuk atau bunyi [ayah] dan makna orang tua laki-laki ). leksikalisasi tak-sepadan. Sejak kita mengenal pemikiran de Saussure (1916 [1959]). .A. dan leksikalisasi timpang. seperti contoh-contoh1 pada butir (1). Bahayanya segera nampak ketika kita temukan kalimat-kalimat aneh . dan gramatisasi berarti kehadiran konsep dan bentuk gramatikal secara serempak sebagai penanda gramatik (misalnya. if you are not too heavy. sebagai alat komunikasi dalam kehidupan mereka sehari-hari. dalam penyajian makalahnya di Konferensi TEFLIN ke-52 di Palembang pada bulan Oktober 2004.) Definisi ini menegaskan bahwa bahasa adalah entitas budaya. dosen pada Jurusan Sastra Inggris FS UM. berlari = (to) run. sufiks -s pada kata books. M. langit = sky. istilah leksikalisasi berarti kehadiran makna dan bentuk secara serempak sebagai kata (misalnya. yang digunakan oleh sekelompok penutur dengan budaya tertentu. 2. guru bahasa Inggris di kota kediri pada tahun 1970an. akan digunakan contoh-contoh dari beberapa bahasa yang diketahui oleh penulis (yaitu. ?I like concubine. Setiap kata. Leksikalisasi sepadan pada bahasa Indonesia dan bahasa Inggris nampak pada kata-kata berikut: bumi = earth. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang relativitas bahasa dan relativitas budaya. yang keduanya diproyeksikan pada wacana sosiokultural masing-masing. penanda berarti bentuk dan petanda berarti makna. kita setuju bahwa bahasa bukanlah name-giving.1. dengan menambahkan konsep mutakhir berupa leksikalisasi. Dari Leksikalisasi sampai Tingkat Tutur dan Sastra Pentas (Verbal Art) Leksikalisasi lintas-bahasa dapat dikategorikan menjadi tiga jenis: leksikalisasi sepadan. . (Bahasa adalah sistem verbal atau visual bersifat manasuka. kata ayah. gramatisasi. yang berarti lebih dari satu ). Padanan semacam ini lebih merupakan perkecualian daripada norma. Artinya. Dalam konteks ini. 1 Ketiga contoh tersebut saya peroleh dari tiga nara sumber yang berbeda: contoh (1a) dari Bapak Soeyoso. berbahasa bukan berarti memberikan namanama pada benda-belum-bernama.3 pemikiran Saussurean tentang penanda (signifier) dan petanda (signified). baik = good. menurut de Saussure. (1) a. bahasa Jawa. Furaidah.

membaik = to recover. berjalan-jalan = (to) take a walk. di-save. diblock. method.. mata-mata = orang yang menyelidik seperti mata. terong = egg-plant (plant that looks like an egg) c. mungkin dia akan melakukan analisis yang sama terhadap kata-kata seperti matahari = mata bagi hari. printer. Sebaliknya. dan mekanisme untuk dapat mempertahankan makna setiap kata secara utuh. dhanyangs = guardian spirits e. di-delete. quite the contrary they are very much liked by human beings. (2) a. Hal ini terlihat dengan jelas. petungan = the Javanese numerological system Penjelasan ini adalah penjelasan menurut perspektif emik. Contoh pertama menunjukkan keakraban masyarakat Indonesia terhadap makanan pokoknya. teknik. 2 Sewaktu belajar di Universitas Hawaai. yakni perspektif subyek yang diteliti. misalnya. serai = lemon-grass (grass that tastes like lemon) f. Tentang thuyul. mata air = mata yang mengeluarkan air. memedis = frightning spirits b. because they help them become rich. Di antara leksikalisasi tak-sepadan. seperti tercantum pada butir (2). thuyuls = familiar spirits d. if cut into two halves. penelitian antropologi yang memasuki ranah kepercayaan lokal akan menemukan sejumlah obyek budaya yang bersifat lokal pula. pada kata-kata padi. manner. sedangkan contoh kedua menunjukkan pesatnya perkembangan sain dan teknologi pada masyarakat berbahasa Inggris.. misalnya. Ketika penutur bahasa Inggris mempelajari bahasa Indonesia. They don t upset and frighten people or make them sick. beras. di-enter. yang mengakibatkan peminjaman kosakata secara besar-besaran dalam bahasa Indonesia lisan: CPU. Geertz (1960: 16-17) memberikan penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: [T]he thuyuls are spirit children. atau sebaliknya earthly = duniawi. setiap kata akan kehilangan padanannya ketika ia mengalami proses morfologis atau menjadi bagian dari sebuah idiom: membumi = down to earth. saya biasanya berbelanja ke Asian Groceries dan China Town di Honolulu. Pertanyaannya: apakah analisis seperti ini juga pernah terlintas dalam pikiran penutur bahasa Inggris? Jangan-jangan yang terjadi adalah sebaliknya. pada kemajuan teknologi komputer.. teknique. file. misalnya. . kemiri = candle-nut (nut that looks like candle) e. (to) run out of = kehabisan. lelembuts = possessing spirits c. kemungkinan besar dia harus meminjam kata-kata dari bahasa Inggris metode. (to) sky-rocket = melangit. kecipir = wing-plant (plant that has wings) d. sukun = bread-fruit (fruit that looks like bread) Analisis ini tentu menarik bagi penutur bahasa Indonesia. Leksikalisasi timpang berarti tanda (sign) yang ada dalam bahasa A tidak memiliki padanan dalam bahasa B.. disket. belimbing = star-fruit (fruit. looks like a star) b. mechanism. jika kita kembali pada padanan di atas. yang menarik adalah adanya kreasi leksikal dalam bahasa Inggris2. nasi = rice. terdapat sejumlah kata bahasa Jawa yang disertai terjemahan Inggrisnya. gabah. atau sebaliknya pada kata cara = way. games. Leksikalisasi tak-sepadan nampak. monitor. Misalnya. dan sering dikejutkan oleh kreasi leksikal dalam bahasa Inggris tersebut. . (3) a. . printout. children who are not human beings.4 Bahkan. pada Daftar Isi dari buku Geertz (1960) yang disebutkan di atas. Jika penutur bahasa Indonesia melakukan pembahasan ilmiah.

keindahan rasa bahasa itu hilang dan pertunjukan terasa . RP krama: Paduka sampun pikantuk nawala? you PERF get letter Bahasa Jawa ragam panggung didominasi oleh oleh varian (5d) dan (5e). yang merupakan bahasa sehari-hari (BS). Sebagai gambaran. Bagi penggemar wayang kulit dan ketoprak. madya (sedang). Suharno 1982). contoh (4) di atas. dapat diperkaya dengan ragam panggung (RP) dalam bentuk ngoko dan krama. dan diperkaya juga oleh Bahasa Jawa sehari-hari. BS madya: Sampeyan empun angsal serat? c. Bahasa Jawa ragam panggung yang multi-level itu lazim dipakai pada pagelaran wayang kulit atau ketoprak dulu juga pada pagelaran wayang orang. dapat dikemukakan perbandingan sebagai berikut. jenis kedua sangat menarik jika dikaitkan dengan bahasa Jawa. sampeyan. 1979. 1986). misalnya. bahasa Jawa ragam panggung memiliki rasa bahasa yang khas. tergantung pada siapa orang kedua yang menjadi mitra bicara. ngoko: Kowe wis oleh layang? b. Poedjosoedarmo et al. krama: Panjenengan sampun pikantuk serat? you PERF get letter Telah banyak bahasawan yang membahas tingkat tutur bahasa Jawa (lihat. Oleh karena itu. Mengapa? Karena nilai kesantunan budaya Jawa masuk dan menembus ke dalam sistem leksikon bahasa Jawa. Rasa bahasa ini masih diperkaya lagi oleh kekhasan suara dan watak masingmasing tokoh wayang. serta kekhasan cara bicara mereka. RP ngoko: Sira wus antuk nawala? e. Bima bersuara bariton dan hanya berbicara pada tingkat ngoko. BS ngoko: Kowe wis oleh layang? b. madya: Sampeyan empun angsal serat? c. masingmasing dari ketiga pronomina ini akan diproyeksikan pada tingkat tutur ngoko (rendah). yaitu varian (5a). saya lebih tertarik membicarakan tingkat tutur yang dikaitkan dengan sastra pentas atau verbal art. BS krama: Panjenengan sampun pikantuk serat? d. Arjuna berbicara dengan nada rendah. Dalam komunikasi verbal. (5) a. Kresna berbicara dengan nada agak tinggi. Di samping tiga tingkat tutur di atas yang lazim digunakan dalam pergaulan sehari-hari. (5b) dan (5c). (4) a. Tabel 1. Ia membawa pendengarnya pada suasana masa lampau yang klasik dan elegan. Pronomina kedua atau you dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan dengan tiga kemungkinan: kowe. atau panjenengan. Secara singkat. kosakata bahasa Jawa juga diperkaya oleh sastra pentas atau bahasa Jawa ragam panggung (Poedjosoedarmo et al. Misalnya. dengan sangat halus dan santun. ketika wayang kulit atau kethoprak dipentaskan dalam bahasa Indonesia yang mono-level. Perbandingan antara Pronomina ke-2 dalam bahasa Inggris dan bahasa Jawa. dan krama (tinggi). kaya diplomasi yang dibumbui humor. tetapi kini sudah semakin jarang. yang berakibat pada timbulnya tingkat tutur. Pron-2 Bhs Inggris you Pron-2 Bhs Jawa kowe sampeyan panjenengan Tingkat Tutur ngoko madya krama Pertanyaan dalam bahasa Inggris Have you got a letter? akan diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa menjadi tiga tingkat tutur yang berbeda. Akibatnya.5 Di antara ketiga jenis leksikalisasi di atas. Sudaryanto 1991.

dan perkembangan demokratisasi di Indonesia. c. But you used to. Tapi siapakah yang tidak mendengar deru kami. I used to be a teacher. Tetapi kalimat (7b) dan (7c) sulit dibedakan dalam bahasa Indonesia.. kami tidak mungkin diganti dengan kita. tidak mengacaukan maksud si penutur. b. Kami sekarang mayat Berilah kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Dalam puisi tersebut. (7) a. sebagai exclusive we dan inclusive we .2. Namun penggunaan kita. Dari Gramatisasi dan Variasi Pronomina sampai Demokratisasi Di depan telah dikemukakan bahwa gramatisasi berarti kehadiran konsep dan bentuk gramatikal sebagai penanda gramatik. dapat diungkapkan dengan dua cara dalam bahasa Inggris. meskipun salah secara gramatikal. (9) Guru : Kalian sekarang ada di mana? Ket. terbayang kami maju dan berdegap hati? . tanpa mengakibatkan kerancuan makna. sastra. : Kita menunggu di dekat gerbang kebon binatang. dikaitkan sepintas dengan sejarah. Misalnya. I don t. (10) Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa berteriak Merdeka dan angkat senjata lagi. saya tertarik untuk meninjau pronomina pertama jamak kami vs. Kesulitan menerjemahkan kata bantu used to ke dalam bahasa Indonesia dapat dilihat melalui humor pada butir (8). yang dikerjakan oleh Burton Raffel . dalam karya sastra. tetapi secara estetik rasa kulturalnya telah hilang. A horse eats grass b. penggunaan kami dan kita. makna leksikal dan proposisional setiap ujaran tidak berbeda. terutama puisi. Berkaitan dengan gramatisasi dan variasi pronomina. Dalam percakapan sehari-hari. (6) a. karena kami adalah arwah para pejuang yang sedang berbicara dengan manusia Indonesia yang masih hidup. do you? Husband : No. kami tentu lebih benar daripada kita. 2. sehingga kedua-duanya terpaksa diterjemahkan menjadi Saya dulu guru. I was a teacher. Kalimat (7a) dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Saya guru. Tetapi terjemahan Krawang-Bekasi dalam bahasa Inggris. Pak. Horses eat grass. karya Chairil Anwar yang monumental itu. Mari kita perhatikan percakapan via telpon berikut. Kalimat bahasa Indonesia Kuda makan rumput.6 hambar. rombng. Ambillah beberapa baris dari Krawang-Bekasi . seperti ketiga contoh pada butir (7). (8) Wife : I don t think I look thirty five. pertukaran penggunaan kami dan kita akan mengakibatkan perbedaan makna yang amat besar. Secara semantik. I am a teacher. sering saling-tukar. yang memiliki referensi umum. Dalam jawaban ketua romboingan tersebut.. setiap nomina terbilang (countable nouns) dalam bahasa Inggris harus dinyatakan dalam bentuk tunggal atau jamak. kita serta pronomina kedua Anda. Begitu juga setiap kalimat pernyataan dalam bahasa Inggris selalu mengandung kala (tense) yang dilekatkan pada verba. Sebaliknya.

Dalam pertumbuhan bahasa Indonesia. walaupun resminya seorang presiden. Hal ini nampak lebih jelas ketika dalam deskripsi singkat tentang Jusuf Kalla. 50. Kira-kira pada akhir 2009 nanti Anda akan makin kaya atau tidak? Sebagai bandingan. Jika kami diganti dengan kita. selama rezim Soeharto berkuasa. hanya dapat memberikan we (dan juga us dan our) sebagai padanan kami. menjelang jatuhnya dari kekuasaan. Bahkan. tanpa membuat wapres merasa tersinggung atau tersudutkan. (11) Kami bangsa Indonesia. Tetapi setelah reformasi.7 (1993: 123-5). Soeharto pernah mengatakan. Berapa uang yang dihabiskan untuk proyek pemenangan Anda (sebagai Ketua Umum Golkar)? c. nilai-nilai kesetaraan semakin meluas dan semakin diterima oleh masyarakat Indonesia. yaitu kamu dan engkau. Soeharto lebih merasa sebagai Raja Jawa. Di sini. Anda terdengar enak dan nyaman sebagai sapaan dalam bahasa pers: surat redaksi kepada pembaca. Pebruari 2005) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.. Singkatnya. Sebelumnya ia sibuk bertelepon kepada tim negosiator RI dengan GAM . Sebelum masa reformasi. pertanyaan pertama adalah: (12) Bagaimana Anda menilai hasil pertemuan RI dan GAM di Helsinki. bahkan Wakil Presiden dan Presiden. pers tidak memiliki keberanian untuk ber-Anda dan mengajukan pertanyaan sensitif kepada pejabat tinggi negara. Artinya. dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Apakah Anda merasa menjadi pesaing Presiden? b. perbedaan realisasi pronomina pada kedua bahasa tersebut telah mengakibatkan pemiskinan dalam terjemahan.. Pada awalnya. dan pemirsa adalah orang kedua yang tak dikenal dan tak diketahui. Pada saat ini. pewawancara juga lebih berani untuk menanyakan isu-isu yang sensitif. b. pronomina Anda muncul sebagai padanan you dalam bahasa Inggris. pers masih sungkan untuk ber-Anda terhadap pejabat tinggi negara. wawancara dengan menteri. sapaan penyiar radio terhadap pendengar. Tempo menggunakan pronomina ketiga ia. Simaklah pertanyaan-pertanyaan berikut: (14) a. maka proklamasi itu akan kehilangan maksudnya yang esensial. Telepon seluler selalu ia pegang sendiri. Dalam wawancara Tempo (no. ketua DPR atau MPR. Gema perjuangan dari pronomina kami (dibandingkan dengan kita) juga terdengar nyaring dalam naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. c. karena bahasa Inggris tidak membedakan antara we exclusive dan we inclusive. perubahan sosial-politik menuju tata . pers tidak merasa segan lagi menggunakan Anda. penggunaan Anda terasa sangat pas. Mengapa? Karena pronomina kedua yang telah ada.. kami di sini adalah bangsa Indonesia yang sedang memproklamirkan diri kepada dunia. Ia releks dan dikenal mudah ditemui wartawan. dan bukan beliau. . meneguhkan diri sebagai pendeta. Finlandia? Penggunaan Anda dalam wawancara ini mengisyaratkan bahwa pers dan wapres memiliki equal footing atau kesetaraan sosial. Dalam konteks ini. pembaca. sebagai sarana untuk menciptakan bahasa Indonesia yang lebih demokratis (Moeliono dan Dardjowidjojo 1988: 175). pendengar. Lengser keprabon madeg pandhito (Mundur dari kedudukan raja. Penggunaan Anda sebagai pronomina demokratis menunjukkan tahap-tahap keberhasilan yang menarik. (13) a. Dengan adanya kesetaraan sosial tersebut. Dengan diwakili oleh Soekarno-Hatta. terdengar kurang santun untuk digunakan terhadap mitra tutur yang dihormati.. misalnya. dan sapaan penyiar TV terhadap pemirsa. Pronomina kedua Anda memiliki arti istimewa dalam kaitannya dengan perkembangan demokratisasi di tanah air.) Apa artinya? Selama lebih dari tiga dekade.

Sedangkan tesis Hudson didukung. Maka terjemahan yang wajar dari judul tersebut adalah Empat Juli di San Salvador . serta merupakan entitas yang cair sehingga tidak mudah didefinisikan. 3. Perlu diingat bahwa bahasa dan budaya saling terkait erat-lekat. dengan mengambil definisi kebudayaan yang tercantum dalam kamus Webster (1989: 314). Dengan kata lain. salah satu cerpen O Henry (1984) berjudul The Fourth in Salvador . atau penggunaan salah satu tingkat tutur dalam bahasa Jawa. Maka kata tersebut tidak mungkin diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Inggris. menyediakan satu bab khusus (Bab 2. Kebudayaan dapat dilihat sebagai agregat pengetahuan. VERBALISASI LINTAS-BUDAYA Budaya atau kebudayaan. dan terungkap secara khas pada bahasa setempat. Misalnya. sebagai padanan culture dalam bahasa Inggris.) Berkaitan dengan definisi di atas. bahasa memiliki dua fungsi utama: pertama. Pada sisi lain. the fourth di sini ternyata kependekan dari the fourth of July. Bagaimana uraian di atas terkait dengan tesis Sapir-Whorf dan tesis Hudson? Bahasa bisa memaksa penuturnya tanpa memberikan pilihan. . dengan meluasnya penggunaan pronomina yang demokratis . Untuk keperluan pembahasan budaya dan bahasa. berlaku pula tesis Hudson: kepercayaan dan nilai budaya sering bersifat lokal. Meskipun ada berbagai teori yang menjelaskan makna kebudayaan. Setelah saya baca cerpen itu. antara lain. atau sistem partisipasi sosial. menjadi sarana transmisi dan juga transformasi budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya. oleh fakta sosial-politik Indonesia: tumbuhnya demokratisasi politik memungkinkan tumbuhnya demokratisasi dalam berbahasa. memiliki cakupan yang luas dan pengertian beragam. Dalam konteks ini. culture-specific values often get revealed through language-specific expressions. sehingga terjemahan terdekatnya adalah the elebration of the independence day . Menurut tesis Sapir-Whorf. dan praktek budaya. modus berpikir.8 pemerintahan yang lebih demokratis dapat dilihat. Ini membuktikan kebenaran tesis Sapir-Whorf: cara penutur menangkap dan mengungkapkan realitas ditentukan oleh bahasa pertama yang ia miliki. bahasa ikut menentukan modus budaya. atau culture is different from nature. Atau. memadukan sistem pengetahuan dan kepercayaan sebagai dasar tingkah-laku budaya. satu hal adalah jelas: budaya berbeda dengan alam. kepercayaan. sebagaimana nampak pada penggunaan kala (tense) dalam bahasa Inggris. Duranti (1997). and behavior that depends upon man s capacity for learning and transmitting knowledge to succeeding generations (Budaya adalah pola terpadu dari pengetahuan. dalam bukunya Linguistic Anthropology. yaitu hari kemerdekaan Amerika Serikat. antara lain. Culture [is] the integrated pattern of human knowledge. Sebagai bandingannya. bahasa pertama menentukan pola pikir dan tingkah laku kita dalam interaksi verbal. bahasa yang merupakan bagian terpenting dari kebudayaan dipandang oleh Duranti (1997: 1) sebagai alat sosial. kata tujuhbelasan dalam bahasa Indonesia berarti perayaan kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus . makalah ini memilih jalan pintas. Theories of Culture ) untuk membicarakan teoriteori kebudayaan. dan kedua. dan tingkah laku manusia yang tergantung pada kemampuanya untuk mempelajari dan mewariskan pengetahuan kepada generasi berikutnya. modus komunikasi. dan hubungan keduanya bersifat dinamis dan saling mempengaruhi. seperti Anda dan ia. belief.

Tetapi dalam kalender Hijriah. seorang kolega di UM4. yang berarti pengungkapan konsep budaya via bahasa. Dengan wajah ceria dia berteriak. Di sini akan nampak verbalisasi yang berbeda karena perbedaan konvensi budaya. saya akan membicarakan verbalisasi yang terkait. Sub-judul Verbalisasi Lintas-budaya di atas mengisyaratkan dua hal.. bulan Ramadlan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam.1.. Dalam bagian ketiga dari makalah ini. perbedaan greetings tersebut terkadang mengakibatkan negative transfer. sebuah konsep universal mungkin sekali diungkapan secara verbal dengan cara yang berbeda. penerima pesan. ketika seorang mahasiswa Amerika di Malang mengirim sms dalam bahasa Indonesia dan mengakhirinya dengan Punya hari baik . Namun. Misalnya. dosen muda di Jurusan Sastra Inggris FS UM dan mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris PPS UM. 3. Amerika Serikat. telepon seluler saya selalu dihujani oleh puluhan sms berisi Marhaban yaa Ramadlaan .3 Berkaitan dengan hari dan minggu . yang sedang bertugas belajar di Ohio. 3 Anekdot tersebut saya dapatkan dari Dra. Maka. karena perbedaan konvensi budaya. Good night everybody! Maka salam perpisahan itu membuat semua orang terheran-heran. Ini memang berbeda dengan Have a nice weekend. dalam arti sebagai culture-specific and languagespecific expression. Dan keterjemahan atau translatability merupakan salah satu tes untuk melihat apakah suatu ungkapan bersifat khas. S. yang dapat diterjemahkan menjadi Selamat berakhir pekan . . dengan mitos dan kearifan. tidak ada bulan istimewa yang disambut. Setiap menjelang Ramadlan.9 Dua contoh tersebut merupakan ilustrasi dari postulat bahasa adalah cermin budaya . wahai Ramadlan) merupakan ucapan yang lazim beredar bukan saja di antara orang Islam penutur bahasa Arab. dengan ucapan *Sugeng Sapar (Selamat Sapar) atau *Sugeng Rejeb (Selamat Rajab). pertama. * Selamat Mei atau *Selamat Datang Mei . Seorang kawan Indonesia. dalam bahasa Indonesia.. dan kedua. selamat malam dalam bahasa Indonesia bisa menjadi good evening atau good night dalam bahasa Inggris. dan dengan demikian ungkapan verbalnya bersifat khas dalam budaya dan bahasa setempat. Untuk itu. saya memilih istilah verbalisasi . namun segera dipahami oleh kawan-kawan Indonesia lainnya sebagai negative transfer (dari selamat malam ) dan disambut dengan tawa lepas. Begitu juga dalam kalender Saka yang digunakan orang Jawa. Salam perpisahan yang pertama tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia. bahasa Inggris memiliki salam perpisahan Have a nice day dan Have a nice weekend. umpamanya. tiba di sebuah pesta pada pukul 7 malam. Furaidah. Waktu dan Ucapan Selamat Manusia. tergantung apakah kita baru bertemu atau akan berpisah. M. sebagai makhluk sosial. umpamanya. dengan waktu dan ucapan selamat. ucapan Selamat berakhir pekan tetap terdengar translationese. 4 Yang saya maksud sebagai kolega di sini adalah Aulia Apriana. Kedua. Pertama. Berkaitan dengan bulan tidak ada ucapan selamat. khususnya dalam kalender Gregorian yang kita pakai sehari-hari.A. berpikir cukup lama untuk menemukan bahwa itu adalah terjemahan dari Have a nice day. sebuah konsep memang bersifat lokal. Ucapan bahasa Arab Marhaban yaa Ramadlaan (Selamat datang. yang rajin mengamati transfer yang terjadi di antara kawan-kawan Indonesia yang belajar di Universitas Ohio. Dalam konteks pembelajaran bahasa asing. dan mungkin hanya digunakan oleh orang kota. Tidak ada. tetapi juga orang Islam penutur bahasa Indonesia. S. berbagi kesejahteraan dengan saling mengucapkan selamat yang dikaitkan dengan waktu.

dosen bahasa Mandarin pada Lambaga Bahasa. Selamat Tahun Baru merupakan ucapan yang paling wah dan paling meriah. Universitas Merdeka Malang. tanpa menafikan adanya penafsiran lokal. dan dengan demikian berakhirnya sebuah tahun. dan kemuliaan bagi agama Islam dan kaum muslimin . pada sang merahputih berarti berani . Nad ullaaha an yaj alahu aama khairin wa barakatin wa izzin lil-islaam wal muslimien. Dari uraian tentang ucapan selamat yang dikaitkan dengan waktu dapat disimpulkan tiga hal penting. 6 Penjelasan tentang Xin Nan Kwai Le dan Gong Xi Fa Cai beserta artinya masing-masing saya dapatkan dari Nancy Perdanasari. tetapi dengan ucapan yang kini sangat populer di Indonesia Gong Xi Fa Cai. Para pemilik pusaka misalnya. di padang Kerbala. Nurul Murtadho. semua stasiun televisi di Indonesia menggelar acara menyambut tahun baru . Di antara ucapan selamat yang dikaitkan dengan waktu. tahun baru disambut dengan ucapan yang berbeda. Tetapi untuk sistem kalender lain. minggu. Pergantian tahun Hijriah direnungi dengan doa yang tidak terlalu populer. Dalam konteks sosial-budaya yang berbeda. Pertama. Apakah dengan demikian Selamat Tahun Baru merupakan ucapan yang universal? Jawabnya adalah ya . tetapi juga hari dipenggalnya kepala Sayyidina Husein putra Sayyidina Ali dan juga cucu Nabi Muhammad s. Dilihat dari gebyarnya. yang termasuk wilayah Iraq sekarang. yang artinya Kita bermohon kepada Allah. satuan waktu hari. keris atau tombak yang dianggap bertuah lazimnya melakukan jamas pusaka atau memandi-keramaskan pusaka pada awal bulan Sura. yaitu bulan pertama tahun Saka. karena merah dalam kebudayaan Cina adalah lambang kesejahteraan dan kebahagiaan . Ada pula yang menyambut tahun baru dengan selamatan kecil. merah pada golongan merah bisa berarti komunis . jika dikaitkan dengan kalender Gregorian.w. Juga Unit Gawat Darurat di setiap rumah sakit harus bersiap-siap menyambut kecelakaan baru. yang secara harfiah berarti Di setiap pergantian tahun. bulan.6 Imlek juga dirayakan dengan berbagai dekorasi dan kostum tradisional Cina dengan warna merah menyala.a. yang saat ini menjadi dosen luar biasa di Jurusan Sastra Arab FS UM.10 Setiap menjelang berakhirnya bulan Desember. Kedua. semoga Anda selalu sejahtera . ini adalah season s greeting yang paling dikenal oleh manusia sejagad. pada lampu merah berarti berhenti . berdasarkan penjelasan yang beliau peroleh dari penutur asli bahasa Arab. sebagai padanan Selamat Tahun Baru dalam bahasa Arab. yang diyakini sebagai hari keselamatan para Nabi dari berbagai musibah. secara lintas-budaya. Ini adalah makna lokal dari warna merah. . keberkahan. Pergantian tahun Saka tidak disambut oleh orang Jawa dengan saling mengucapkan Sugeng Warsa Enggal (Selamat Tahun Baru). semoga menjadikan tahun baru ini tahun kebajikan. tetapi pada warung lampu merah berarti pelacuran .5 Tahun baru Cina atau Imlek juga tidak disambut dengan ucapan Xin Nian Kuai Le (Selamat Tahun Baru). membagi-bagikan jenang Sura. ucapan selamat yang dikaitkan dengan hari. yang berarti Semoga rejeki selalu datang berlimpah . atau bahkan tanpa ucapan apa-apa. dosen pada Jurusan Sastra Arab FS UM. dan bulan 5 Doa menjelang pergantian tahun baru Hijriah tersebut saya dapatkan dari Dr. tahun dapat dihayati sebagai parameter universal. Datangnya tahun baru Hijriah juga tidak disambut dengan ucapan Fie kulli aamin wa antum bikhair. Mungkin secara historis keprihatinan Sura ini ada kaitannya dengan Asyuraa (hari kesepuluh bulan Muharram). tetapi disambut dengan tirakatan (berprihatin) atau melekan (berjaga sampai larut malam). minggu.

11 bersifat sangat lokal. ucapan selamat menjelang atau pada pergantian tahun sangat variatif. dari Selamat Tahun Baru yang paling populer bagi kalender Gregorian. diikuti oleh kemeriahan Gong Xi Fa Cai untuk Imlek. dan akhirnya oleh diam dan tirakatan untuk tahun Saka. Ketiga. . Kesimpulan ketiga atau terakhir ini menunjukkan kuatnya tesis Hudson: dalam konteks yang sama. muncul verbalisasi yang berbeda-beda sebagai pengejawantahan dari nilai budaya yang berbedabeda pula. kemudian oleh doa bagi tahun Hijriah.

Januari berasal dari Janus. Monday) adalah milik bintang dan dua planet: the Sun. bukan dalam pengertian astronomi melainkan dalam pengertian astrologi atau bahkan lebih primitif daripada astrologi. octo. sembilan. orang Indonesia boleh tersenyum bangga. sang dewi kecantikan kedua dewa-dewi tersebut adalah bagian dari kepercayaan Romawi kuno. Selasa. Sadarkah penutur bahasa Inggris bahwa nama-nama hari dalam kebudayaan mereka penuh dengan mitos yang tak masuk akal? Mungkin sekali tidak. kepercayaan lama yang dulu merupakan bagian dari suatu sistem budaya bisa terus terbawa oleh arus bahasa. Sunday = the day of the Sun b. Friga. itsnain. Friday = the day of Friga. yang berarti satu. Thurday = the day of the Thunder f. sepuluh . D. mitos tersebut dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut: (15) a. dan Mei berasal dari Maius. kata-kata septem. Maka melalui sejarahnya yang panjang. arba .C. Friday. delapan. Tiw. Rabo. Seandainya jawabnya adalah ya . tsalaats. Tapi apa yang ada sekarang? September. dewa bermuka dua menghadap ke depan dan ke belakang. yang kita dapatkan dari kebudayaan Arab. akankah mereka berusaha menggantinya dengan nama-nama yang lebih logis? Mungkin sekali tidak. sang dewa perang. 12. termasuk kita sudah .2. 10. tidak mungkin lagi untuk dibuang dan diganti. bisa kita tawarkan nama-nama hari yang kita miliki. tiga hari lainnya (Sunday. Kamis jelas berkaitan dengan kata-kata ahad. Dari tinjauan etimologis ini. Masih berkaitan dengan waktu. novem. kepercayaan lama tersebut lebih layak disebut mitos. Nama-nama itu telah mendarah-daging dalam sistem budaya mereka. Setelah orang Inggris tahu dan menyadari bahwa nama-nama hari mereka penuh dengan mitos. Setidak-tidaknya Ahad. Senin. lima . dengan tinjauan kritis. dan kini. Nopember. Tetapi senyum bangga itu mungkin harus ditahan dulu. dan satu hari sisanya (Thursday) adalah milik kekuatan alam: the Thunder. Masih ada lagi nama-nama bulan yang tidak logis. Seperti halnya ketika orang menyebut Amerika tidak lagi mengingat Amerigo Vespucci. Saturday. tidak langsung ingat pada George Washington dan Christopher Columbus. dua. 11. Desember merujuk pada bulan ke-9. decem berarti tujuh. Saturday = the day of Saturn Berdasarkan nama-nama hari tersebut. tiga. the god of war d. Tuesday) adalah milik tiga dewa: Odin. nama-nama hari di dalam bahasa Inggris ternyata penuh mitos. Apakah orang Barat dan juga manusia moderen sedunia. atau menyebut Washington. Oktober. the Moon. Tuesday = the day of Tiw.12 3. khams . yang tugasnya menjaga gerbang waktu. sambil mengangguk hormat kepada orang Arab yang telah meminjami nama-nama hari yang lebih logis. the Saturn. Monday = the day of the Moon c. empat. Jadi. tujuh hari dalam seminggu tersebut mutlak dikuasai oleh kekuatan langit . Di antara nama-nama bulan dalam kalender Gregorian. karena orang Indonesia juga berbagi mitos dengan orang Inggris atau orang Barat pada umumnya. the supreme god and the creator e. the wife of Odin g. Seperti tercatat dalam kamus Webster (1989). Terkait dengan bahasa Latin. Wednesday = the day of Odin. dapat dikemukakan uraian berikut: tiga hari dalam seminggu (Wednesday. Maret berasal dari Mars. Mitos dan Kearifan: Endapan Budaya dalam Bahasa Bahasa sebagai langue (the abstract linguistic system existing within the collective mind of the speech community) berinteraksi secara dinamis dan terus-menerus dengan budaya yang melingkupinya.

Dengan memperhatikan mitos yang mengendap dalam nama-nama hari dan bulan. Dari mitos. Bobot tertinggi adalah 9. Laporan utama ini terdiri dari empat artikel. lakon wayang. the Saturn. Aceh: Anak-anak yang Hilang . Pemahaman tuntas atas sebuah teks sangat bergantung pada pengetahuan pembaca atau pendengar tentang teks pendahulu. Hubungan ini bisa bersifat ekspisit. atau the Javanee numerological system (Geertz 1960: 30-37). Yang terakhir ini bisa mencakup kisah keagamaan. Tidak aneh pula bila sebagian orang Jawa. untuk sebagian orang Jawa. dan Twi. dan the Moon bukan lagi dianggap sebagai penguasa langit. kearifan juga merupakan endapan budaya dalam bahasa. Friga. yang dimiliki oleh hari Sabtu dan pasaran Paing . . berfungsi sebagai rujukan atau prior text (Foley (1995: xi). mitos yang tersisa pada nama-nama hari dan bulan hanya tinggal kulit tanpa isi. dan bisa pula bersifat implisit. Dalam Analisis Wacana (Thornbury 2005: 137-8). tidak mengherankan jika ramalan perbintangan muncul setiap minggu di koran atau majalah non-ilmiah di Indonesia. 11. Akibatnya. Sewaktu Soeharto berkuasa dan Golkar menjadi partai pemerintah. kearifan. misalnya Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (cetakan ke-52. masih sering dianggap sebagai pedoman hidup . dengan sikap boleh percaya boleh tidak. yang penuh dengan petungan waktu (penanggalan) dan ruang (arah). dan jadilah bulan Juli . Sebagaimana mitos. sebagai cultural maxims. bisa berupa kata bijak. disajikan pada Tabel 2. kitab-kitab primbon. 10. apa perbedaan antara orang Inggris dan orang Jawa? Bagi orang Inggris. orang mungkin masih ingat bahwa awal kampanye pemilu selalu dijatuhkan pada hari Sabtu Paing. tetapi juga juga sebagai daya-hidup yang memelihara keberlangsungan kepercayaan tersebut. atau cerita yang mengakar. terutama dalam pembahasan dan analisis terhadap teks sastra atau semi-sastra. masih berpegang pada petungan. bulan Juli 1988). 8. Mengapa? Karena menurut primbon Jawa. Sebaliknya. yaitu kumpulan puisi Chairil Anwar yang berjudul Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus. 1993: 7). Sebagai teks kini . Tempo (no. lalu mencantumkan namanya. tetapi kebodohan yang telah mengakar dalam sistem kalender internasional. Ini bukan mitos. Jadi Sabtu Paing bernilai paling tinggi: 18. Begitu juga Kaisar Augustus. bahasa Jawa bukan sekedar berfungsi sebagai wadah. Sejumlah judul artikel lain di majalah Tempo. namanya diabadikan oleh bulan Agustus . yaitu aspek atau nilai budaya yang dihargai oleh masyarakat. Sebagai ilustrasi dari hubungan yang eksplisit. 46. 9.13 sedemikian tololnya. masing-masing hari dan pasaran memiliki nilai atau bobot. Begitu pula the Sun. Tak dikenal lagi siapa itu dewa Odin. 12 tanpa perubahan nama. Januari 2005) menyajikan laporan utama pasca tsunami. Berkaitan dengan mitos yang ada pada sistem penanggalan. Syahdan. Dalam konteks ini. marilah kita bergerak menuju kearifan. artikel ini membicarakan penderitaan anak-anak Aceh pasca tsunami. karya sastra. sering terdapat hubungan antara present text (teks kini) dan prior text (teks pendahulu). 10 tergeser menjadi bulan ke-9. yang disebut intertextuality (intertekstualitas). dulu hanya ada 10 bulan dalam kalender Gregorian. Masyarakat pada umumnya masih suka membaca ramalan perbintangan. Artikel pertama berjudul Yang Terampas dan Yang Putus . sebagai teks yang terkait dengan teks pendahulu. Yang saya maksud sebagai kearifan adalah semacam cultural maxims. Kaisar Julius ingin selalu dikenang. Hawaii. dongeng atau legenda yang merakyat. tetapi sekedar nama-nama bagi heavenly bodies. bulan ke-7. sehingga tidak mampu menghitung sampai dengan 12? Menurut Greg Trevanovitch (kuliah umum di East-West Center. Bedanya. yang kini hidup di zaman serba moderen. dengan menggunakan judul yang merujuk teks pendahulu .

Sajak Abimanyu Gugur karya Rendra memberikan napas yang lebih heroik terhadap lakon kematiannya di padang kurusetra. karya A. Di koran Jawa Pos. Laksana. . Pertama. Saat ini.. menambah. di bawah rubrik Wayang Lindur . dan juga mengoreksi judul rubrik Wayang Opo Maneh di Jawa Pos. Januari 2005 Robohnya Surau Kami Selain peribahasa atau judul karya sastra. penulis berita bukan hanya dituntut untuk menyajikan berita secara lengkap. 44. Tiga Penguak Tabir . Ada permainan fonologis di sini: Wayang Lindur sama ucapannya dengan wayang nglindur . yang tak lain adalah seniman kondang Slamet Gundono.Pd. perundingan antara RI dan IMF) Badai Pasti Belum Berlalu (ttg. A. Minggu. cerdas. tetapi juga memiliki pengetahuan umum yang luas. dalam arti pintar bermain kata dan logika. Duduk Sama Tinggi .7 adalah hasil pelesetan logika dengan menggeser. dan Robohnya Penjara Kami . dosen pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FS UM dan kandidat doktor pada PPS UM. dan bahkan dipelesetkan dengan semena-mena. Januari 2005 Teks Kini: Judul dan Isi Artikel Tiga Penguak Tabir (ttg. Asrul Sani. terutama oleh para sastrawan atau penulis Indonesia moderen berlatar-belakang Jawa. karya A. tetapi sedang ngelindur. atau mengganti kata yang ada pada teks pendahulu. Navis. 7 Dra. senirupawan Handiwarman Saputra. no. beberapa tahun yang lalu ejekan terhadap dunia wayang muncul setiap hari Minggu di bawah rubrik Wayang Opo Maneh? (Wayang Apa Lagi?). cerita wayang juga sering dirujuk secara implisit sebagai teks pendahulu. A. penulis juga harus witty.14 Menyimak Tabel 2. direka-ulang secara kreatif. Novel Arjuna Mencari Cinta. penulis A. kerusakan lingkungan bawah laut di Aceh pasca tsunami) Robohnya Penjara Kami (ttg. Navis. Tabel 2. tradisi mempermainkan dunia wayang di Jawa Pos ditulis setiap Minggu oleh Ki Slametg. Rubrik ini menyarankan bahwa ki dalang tidak sedang bercerita. adalah hasil pelesetan fonetis dan leksikal dari teks pendahulu Tiga Menguak Takdir . Sedangkan tiga teks selanjutnya. merupakan penafsiran puitis yang sangat indah dan menggetarkan terhadap rasa gamang-dan-pasrah Raja Astina itu dalam menghadapi kematian yang berupa kutukan. M. misalnya. Rivai Apin peribahasa Judul filem tahun 1970an Judul cerpen. Badai Pasti Belum Berlalu . yang berarti wayang mengigau . dapat kita simpulkan dua hal penting. Cerita wayang merupakan salah satu sumber inspirasi: ia bisa dikembangkan secara imajinatif. 48. S. 47. Kedua. karya Yudhistira Ardi Noegraha yang terbit hampir tiga dekade yang lalu. Teks pertama dalam Tabel 2.. Sajak Goenawan Muhamad Pariksit . terutama teks pendahulu yang sesuai untuk dijadikan rujukan. yang ditulis oleh Ki Sunu. Januari 2005 no. Keterkaitan antara Teks Kini dan Teks Pendahulu Tempo no. dan Arsitek Adi Purnomo) Duduk Sama Tinggi (ttg. membantu memberikan kelengkapan referensi untuk Robohnya Surau Kami . dan menarik. Cerpen Bakdi Soemanto Karna adalah rekayasa ulang yang secara cerdik menjungkir-balikkan alur cerita lakon Karna Tandhing . adalah ledekan habis-habisan terhadap dunia wayang. Yuni Pratiwi. bangunan penjara di Aceh yang roboh karena tsunami) Teks Pendahulu Tiga Menguak Takdir Berdiri sama tinggi duduk sama rendah Badai pasti berlalu Keterangan Kumpulan puisi Chairil Answar.

kenapa seorang direktur tersinggung ketika ditanya sekretarisnya. Sebagai teks pendahulu. Suratnya sudah Anda tanda-tangani? Dalam konteks ini. Baik kekaguman maupun kejenuhan. Ditinjau dari sudut universalitas dan relativitas budaya. Tetapi ketika universalitas bahasa itu dirumuskan melalui pendekatan deduktifteoritis dengan formalisme berlebihan. Tambahan lagi. misalnya. Maka seperti dalam pembicaraan tentang primbon. Sebaliknya. puisi. wayang mengandung mitos dan kearifan budaya. phrase structure rules yang bersifat recursive adalah penjelasan matematis yang cerdas: bagaimana frasa atau kalimat dapat diperpanjang terus menerus tanpa batas. Ketika kita berbicara atau menulis. sekarang merekalah yang jadi wayang . 1965). dan novel di atas merupakan kekaguman kreatif terhadap dunia wayang. hasilnya tidak selalu memuaskan. penggunaan pronomina Anda sebagai salah satu pronomina kedua dalam bahasa Indonesia kurang memenuhi kesantunan berbahasa. kita menciptakan kalimatkalimat baru. Tetapi kaidah-kaidah itu tidak bisa menjelaskan. yaitu pandangan bahwa linguistik adalah matematika bahasa. pendekatan ini jadi semakin menarik ketika berusaha menemukan dan merumuskan formal universals. cerpen. dengan MC yang bernarasi sebagai dalangnya (Kadarisman 1999). yang tidak menyusut dan mengendap dalam bahasa. Language is fundamentally creative. Artinya. dalam konteks yang sama. Magnis-Suseno 1984: 114-6). Seperti halnya tak ada angka terbesar dalam matematika. Hal ini dimungkinkan oleh linguistic competence (Radford 1997: 2) atau kompetensi bahasa. PENUTUP: KEMBALI KE PARADIGMA SAUSSUREAN Dalam perkembangan ilmu bahasa. wayang merupakan teks pendahulu yang tergurat tajam dalam ingatan kolektif mereka. dan ketika kita mendengar atau membaca. tak ada pula frasa atau kalimat terpanjang dalam bahasa. Seperti dikemukakan di awal tulisan ini. ada tradisi Bloomfieldian yang tak berubah dalam tradisi Chomskyan. 4. melainkan menghidup-suburkan kreativitas bahasa dan sastra Jawa. Dalam sintaksis generatif. pertanyaan Have you signed the letter? adalah pertanyaan yang santun dalam bahasa Inggris. Sampai di sini. formal universals yang berupa principles and parameters dianggap sebagai kaidah-kaidah universal yang membentuk Universal Grammar (Chomsky 1995).15 Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa tokoh atau lakon wayang bisa muncul sebagai karya sastra atau pelesetan kultural. Dulu orang Jawa merayakan pesta perkawinan dengan nanggap wayang. wayang dalam budaya Jawa adalah contoh dari entitas kultural yang khas Jawa. dan juga sastra Indonesia yang berlatar Jawa. kedua-duanya bersumber dari kondisi psiko-sosial yang satu: dominasi wayang dalam budaya Jawa (Keeler 1992: 38-48. yaitu a specific mental ability that enables us to create and interprete novel grammatical utterances. Kaidah-kaidah dalam linguistik generatif mungkin memadai untuk menjelaskan mengapa sebuah kalimat berterima atau tak-berterima pada tataran sintaktis. pendekatan formal yang mengisyaratkan linguistik adalah bagian dari sain nampak sangat logis dan menyakinkan. bagi manusia Jawa. sedangkan pelesetan kultural tersebut bisa dilihat sebagai outlet dari kejenuhan cinta terhadap wayang. Karya sastra serius misalnya. bahasa Jawa dan dunia wayang saling terkait erat-lekat seperti dua sisi dari mata uang yang sama. terutama menggunakan re-write rules yang mampu menjelaskan kreativitas bahasa dengan sangat baik. karena orang . Yang lebih menarik. kita memproses pemahaman kalimat-kalimat baru pula. Universalitas bahasa adalah istilah yang memiliki daya pikat tersendiri. Ini nampak jelas pada pendekatan mentalistik-formal yang diperkenalkan oleh Chomsky (1957. wayang telah mendorong munculnya narasi pengantin Jawa sebagai seni pentas sejak tahun 1970an.

Semua bahasa memiliki fonem. dan krama. sufiks. kategori leksikal (misalnya. dan kategori frasal (misalnya. A). Bahasa Inggris dan Indonesia adalah bahasa berpola S-V-O.) Musik rock adalah irama ombak beringas menghantam cadas yang terjal. pronomina kedua Anda yang berdiri di tengahtengah antara pronomina kamu yang [-hormat] dan pengganti-pronomina Bapak/Ibu yang [+hormat] mengisyaratkan kesetaraan dalam komunikasi verbal. yang tak bisa lepas dari lingkup budayanya. Jelasnya. bersifat universal. V. sebaliknya dalam bahasa Jawa ia terbelah menjadi tiga: kowe. sementara bahasa Inggris memiliki 22 konsonan dan 12 vokal.16 kedua selalu disapa dengan you tanpa kecuali. yang terdiri atas konsonan dan vokal. kalimat bahasa Inggris bersifat mono-level sedangkan kalimat bahasa Jawa bersifat multi-level. Tetapi konstruksi object-focus hanya ada dalam bahasa Indonesia. panjenengan. dan verbalisasi . muncul di depan kita dengan kekhasan masing-masing. Ini adalah contoh kecil dari relativitas bahasa. Budaya dan bahasa mengalir bersama arus waktu. NP. sedangkan bahasa Indonesia memiliki prefiks. yang lazimnya berupa afiks. Sebaliknya. Dalam budaya Jawa. Universalitas ini dapat berfungsi sebagai poros untuk menjelaskan relativitas bahasa. Manusia modern adalah manusia yang tahu bagaimana membebaskan diri dari mitos dan menghiasi diri dengan kearifan. sejumlah infiks. leksikalisasi . Seluruh uraian tentang relativitas bahasa dan budaya dalam makalah ini dapat disimpulkan dalam postulat neo-Bloomfieldian: every language is unique. Maka setiap bahasa. Dalam poros paradigmatik. Bahasa Inggris hanya memiliki prefiks dan sufiks. Pada seni pentas. Satuan bahasa seperti fonem. Maka. madya. AP) merupakan satuan bahasa yang bersifat universal. time is money. pronomina kedua you yang tegak sendirian tidak mungkin dijadikan indikator yang sama oleh masyarakat berbahasa Inggris. varian bahasa Inggris Shakespeare mungkin memiliki kemiripan dengan varian bahasa Jawa pedalangan. Tetapi ketika ketiganya diproyeksikan secara lintas-bahasa dan lintas-budaya. pronomina kedua you dalam bahasa Inggris tegak sendirian. ketika leksis diproyeksikan pada poros sintagmatik. kesantunan ada dalam setiap budaya. yang masing-masing terkait dengan bentuk dan makna bahasa. morfem. Universalitas bahasa dapat diterima jika betul-betul terbukti secara empirik. meninggalkan endapan mitos dan mutiara kearifan. N. dan tak ada dalam bahasa Inggris. sampeyan. Karena itu. tapi orang Jawa bilang. Bergerak ke ranah budaya. muncullah berbagai perbedaan. sedangkan wayang adalah inti budaya Jawa. Waktu adalah konsep yang unversal. dan simulfiks. tetapi secara lintas-budaya ucapan selamat yang berkaitan dengan waktu sangat beragam. sehingga sebuah kata dapat terbelah menjadi bentuk ngoko. substantive universals lebih mudah dibuktikan kebenarannya daripada formal universals. Tetapi karya Shakespeare tidak menjadi inti budaya Inggris. langgam Jawa adalah lagu air sungai yang menyusuri lembah dengan sabar dan tenang. structurally and culturally. alon-alon waton kelakon (perlahan-lahan asalkan sampai. gramatisasi . Ini nampak pada peribahasa yang merupakan cultural maxims. Dalam bahasa Indonesia. kesantunan menembus sistem leksikon. Meminjam istilah kaum generatif. Semua bahasa memilki fonem bebas dan fonem terikat. meluasnya penggunaan Anda dalam konteks sosial-politik di Indonesia dapat dilihat sebagai indikator berkembangnya egalitarianisme dan demokratisasi. analisis struktural cukup memadai . Fenomena ini tidak terdapat dalam bahasa Inggris. Orang Inggris mengatakan. Sebagai alat-analisis. Begitu pula cara manusia menghargai waktu bervariasi secara kultural. tetapi aktualisasinya mungkin berbeda secara lintas-bahasa. VP. Tetapi bahasa Hawaii hanya memiliki 8 konsonan dan 5 vokal.

frasa. maupun wacana dengan mengacu pada lanskap sosialbudaya. . baik yang lepas dari maupun terkait dengan relativitas budaya. sehingga signifier dan signified mendapatkan pengertiannya yang lebih lengkap ketika keduanya diproyeksikan pada tingkat kata.17 untuk membedah relativitas bahasa. kalimat. Analisis struktural ini dikembangkan berdasarkan paradigma Saussurean: bahasa adalah langue yang dilingkupi dan juga melingkupi ranah budaya.

Makalah disajikan pada Seminar Internasional TEFLIN di Palembang. Jakarta: P.. Inc. Stephen C. 1960. Francis. and Foreign Language Teaching. Linguistic Anthropology. Gumperz. Massachusetts: The MIT Press. 185-207. Disertasi Ph. Chomsky. Teaching and Learning English as a Foreign Language. Cambridge: Cambridge University Press. Desember 2004.). Massachusetts: The MIT Press. Kadarisman. Fries. Chomsky. USA. 2004b. Eneste. 1986. Kadarisman. (tidak dipublikasikan). The Minimalist Program. T. The Hague: Mouton. Cambridge University Press Hudson. . The Structure of American English. yang telah membaca-cermat dan memberikan saran perbaikan pada draf awal makalah ini. (ed. University of Hawaii at Manoa. Dalam Newmeyer. 1957. Effendi. yang secara langsung maupun tak langsung telah membantu memberikan data dan melengkapi referensi yang sangat berharga bagi penulisan makalah ini. 13. 1958. hlm. Robert. Ronald Press: New York. Martin. Politeness: Some Universals in Language Use. Keeler. Frederick J. Ward. 1964. Singapore: Oxford University Press. No. 6. 2004a. Linguistics: The Cambridge survey. Noam. Rethinking Linguistic Relativity. Dalam Linguistik Indonesia. The Religion of Java. Clifford. R. New York: McGrawHill. Stephen C. Noam. Chairil Anwar: Aku Ini Binatang Jalang. vol. Joos. Alessandro. 1987. Nelson. Cambridge. Ann Arbor: The University of Michigan Press. Javanese Shadow Puppets. Lado. Honolulu. & Levinson. Noam. A. 1965.Pd. Linguistic Relativity. 2. 1996. Gramedia Foley. Lavandera. A. Geertz. Hawaii. Noam. A. Keterbatasan Teori Minimalis Chomsky. Language Teaching: A Scientific Approach. Aspects of Theory of Syntax. John J.). Effendi. 1-13. Chomsky. 1995. Wedding Narratives as Verbal Art Performance: Explorations in Javanese Poetics. Cambridge: Cambridge University Press. Minggu. 1999. 1997. Jawa Pos. Kadarisman. The Study of Language in its Sociocultural Context. 1945. Cambridge: Cambridge University Press Chomsky. Indawan Syahri. Saya juga berterima kasih kepada para nara sumber. John Miles. The Singer of Tales in Performance. Charles C. A. Sociolinguistics. Syntactic Structures. Beatriz R. hlm. 1992. 1988. Penelope & Levinson. dosen Universitas Muhamadiyah Palembang dan kandidat doktor pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris PPS UM. W. Cambridge: Cambridge University Press. Lectures on Government and Binding. Cambridge. Bloomington. M. dan 20 Maret 2005. Chicago and London: The University of Chicago Press. 1957. Mouton: The Gruyter. Cultural Relativity. Indianapolis: Indiana University Press.D. Tahun ke 22. DAFTAR PUSTAKA Brown. Pamusuk (ed.18 Catatan: Saya sangat berterima kasih kepada Drs. 1980. Duranti. New York: American Council of Learned Societies. 1981. IV: Language: The socio-cultural context. Readings in Linguistics. Effendi. 1995.

W. Raffel. Potret Pembangunan dalam Puisi. Cambridge: Cambridge University Press. London: Harcourt Brace Jovanovich. . Jakarta: Balai Pustaka. Poedjosoedarmo. Soemodidjojo. Publishers. 1983. 1986.) Penguin Books. 44. Southeast Asia Series. Tingkat Tutur Bahasa Jawa. A. Springfield. 1977. 46. Language: An Introduction to the Study of Speech. Chicago and London: The University of Chicago Press. S. Saussure. 1981. Ferdinand de. 1979. Arjuna Mencari Cinta. Linguistic Theory in America (second edition). 1984. series D. Etika Jawa (Javanese ethics). New American Library.. (Pacific linguistics.. The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Answar.). Kamus Inggeris-Indonesia. Soenjono (ed. Soepomo. Peter. 1978. E. 45. Kundjana. Research School of Pacific Studies. Franz. Course in General Linguistics (English translation by Baskin. S. dan Dardjowidjojo. Doktor Plimin (Kumpulan Cerpen). Leginem. Frederick J. & Suharso. Navis. no. Suharno. 1959. A Descriptive Study of Javanese. Toronto. Pragmatics. 50.). V. Stephen C. Alip. Jakarta: Cypress. Suharno. Tata Bahasa Baku Bahasa Jawa. Noegroho. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2002. 47.Januari 2005. 1984. 1989. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. S. Mohamad.) Canberra: Australia: Department of Linguistics. Studies in Javanese Morphology. Burton (ed. Pengarang. Inc. Ignatius. Goenawan. Sociolinguistics: An Introduction to Language and Society. 1921. Wojowasito. Jakarta: Gramedia. San Diego: Academic Press. W. 48 .). Henry. Februari 2005. Robohnya Surau Kami (Kumpulen Cerpen). Publishers. Ragam Panggung dalam Bahasa Jawa. 1999. Jakarta: Litera. Magnis-Suseno. Soemanto. Sudaryanto (ed. Anton M. Th. R. Rendra. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Trudgill. Kitab Primbon Betaljemur Adammakna (Cetakan ke-52). 1982. 1983. The Hague: Martinus Nijhoff. Yogyakarta: Penerbit Soemodidjojo Mahadewa. 2002. 1971. no. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 1993. Smith. 41 Stories by O. 1986. Yudhistira Ardi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Sapir.. London: McGraw-Hill Book Company. Cambridge: Cambridge University Press. 1982. New York. G. Burton. Edward. Ohio University: Monographs in Indonesian Studies. Tanpa Kota: Penerbit C. 1993. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. No. & A. G. Soepomo. Chomsky: Ideas and Ideals. Pariksit. New York: A Signet Classic. no. Tempo.). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1988. Rivers. San Diego. Moeliono. 1977. Teaching Foreign-Language Skills (Second Edition). The Australian National University. 1991. Bakdi. Raffel. A. Massachusetts: Merriam Webster Inc.19 Levinson. New York. Newmeyer. M. Neil. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. S. Poedjosoedarmo. 89. Webster's Ninth New Collegiate Dictionary. Uhlenbeck. (Revised edition. Wilga M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful