You are on page 1of 3

SOAL – SOAL MANAGEMENT ENCANA: 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Bencana?

J: Bencana adalah dampak dari suatu kejadian yang tidak dapat ditanggulangi dengan sumber daya setempat 2. Bagaimana proses terjadinya bencana? J: Proses tejadinya bencana dimulai dengan keberadaan suatu hazard (hazard) yang berubah menjadi suatu kejadian. Kejadian tersebut dapat menimbulkan dampak atau akibat langsung pada manusia maupun lingkungannya. 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hadzar? J: Hazard adalah sesuatu yang berpotensi menyebabkan bahaya. Hazard dibagi atas yang alamiah seperti sungai, tanah miring, pertemuan patahan lempeng bumi, api, gunung berapi. Selain hazard yang bersifat alamiah ada juga hazard yang dibuat oleh manusia (man made hazard). 4. Jelaskan perbedaan antara hadzar, kejadian & bencana? Berikan contoh masing-masing? J: Hazard adalah sesuatu yang perlu diperlakukan secara hati-hati dan dijaga keseimbangannya, sebab dapat mengakibatkan suatu kejadian yang memberi efek merugikan manusia, contoh: Gempa bumi disebabkan oleh lempeng bumi yang bergerak mencari keseimbangan. Kalau gempabumi terjadi dilautan, bisa diikuti oleh tsunami. Dengan demikian,tanah miring dan patahan lempeng bumi adalah merupakan hazard Kejadian adalah Contoh kejadian adalah banjir, longsor, letusan gunung berapi, gempa, tsunami, ledakan bom, kebakaran, angin rebut, pesawat terbang jatuh, tabrakan kereta api, badai dan lain-lain Bencana adalah contoh bencana adalah kerusakan ribuan bangunan,meninggalnya ribuan penduduk, serta kejadian ribuan penduduk yang terluka pada kejadian Tsunami di Aceh 5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kesiapsiagaan? J: Kesiapsiagaan adalah kumpulan dari seluruh langkah-langkah dan kebijakan yang dilakukan oleh manusia sebelum munculnya kejadian dengan tujuan untuk menurunkan kerusakan yang diakibatkan oleh kejadian tersebut. 6. Jelaskan upaya-upaya yang dilakukan dalam proses kesiapsiagaan? J: Mencegah hazard menjadi suatu kejadian, Melakukan penyanggahan terhadap paparan kejadian, Menghindar dari paparan kejadian, Tanggap darurat terhadap korban/dampak kejadian (Tanggap darurat medis

Dalam buku Contigency Planning for Emergencies A manual for . e) Perencanaan Kontijensi Perencanaan kontijensi adalah merupakan bagian dari kesiapsiagaan (preparedness) Rencana kontigensi adalah perencanaan termasuk pendidikan dan pelatihan sumber daya yang terkumpul untuk dipergunakan atau mengatasi kejadian yang diantisipasi.:Penyelamatan diri. Triase Sekalipun triase kelihatannya mudah tetapi tenaga untuk triase harus dipilih dari dokter atau perawat yang ada yaitu yang paling berpengalaman bekerja melakukan triase di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit. diberi LABEL KUNING ( T2 ). Kalau dia tidak bisa mengikuti komando maka beri dia LABEL MERAH ( T1 ). b) Korban-korban yang sadar diminta untuk berkumpul disatu tempat. Penyelamatan orang lain oleh penduduk setempat. atau menggerakkan jari tangan. mana yang kemudian yang penanganannya bisa ditunda sampai sebelum enam jam setelah kejadian. perfusi dan kesadaran yaitu : a) Kalau pernapasannya diatas 30/menit maka korban diberi label LABEL MERAH ( T1 ). denyut nadi tidak teraba lagi dan sudah tidak sadar. Kegiatan triase merupakan kegitan memilah-milah korban dalam waktu kurang dari satu menit (60 detik) perkorban. c) Korban yang masih tertinggal dan belum diberi label. Penyelamatan oleh petugas kesehatan & Tanggap darurat Kesehatan Masyarakat) 7. periksa perfusinya yaitu tekan ujung jarinya. Mereka yang bisa bergerak menuju tempat yang ditunjuk diberi LABEL HIJAU ( T3 ). yaitu yang mana paling gawat yang memerlukan pertolongan paling awal. mengangkat lengan. Triase 3). Kegawatan korban dinilai sesuai metode START ( Simple Triage and Rapid Treatment). Kalau napasnya dibawah 30/menit. yang mana bisa ditunda sampai korban gawat telah tertangani. Yang dinilai adalah pernapasan. atau d) HITAM ( T4 ) kalau sudah meninggal yaitu tidak bernapas lagi. kalau warna ujung jarinya kembali normal setelah lewat dari 2 detik maka korban tersebut diberi LABEL MERAH ( T1 ). Kalau waktu yang dibutuhkan kurang dari 2 detik. periksa kesadarannya dengan memberi komando untuk menyebut namanya.

Local Goverment Unit disebutkan : Contigency planning is a mechanism to pull together resources and inter-agency coordintion at the advent of early warning signal of an impending emergency. Agar resiko atau dampak yang timbul dari bencana tersebut dapat dikurangi atau diatasi maka dilakukan persiapan berupa rencana kontigensi menghadapi letusan gunung merapi tersebut. Global Perkiraan Semua tingkatan Tahunan Waktu panjang Khusus /diproyekkan Khusus. tapi sudah diperkirakan dalam waktu dekat. Segera setelah kejadian Ruang lingkup perencanaan Yang terlibat Pada waktu khusus Orang orang yang tahu Lebih khusus Orang orang tertentu yang terlibat Khusus. rencana kontijensi dan Rencana Operasional Rencana Aspek Rencana Kesiapan Rencana Kontijensi Operasional Kapan dilakukan Pada fase perencanaan jauh hari sebelum adanya kejadian. tetap Pemanfaatan Fokus Gaya Perencanaan Alokasi Tingkat Perencanaan Batasan Waktu Hubungan Semua jenis Waktu panjang. tanpa mengetahui kapan kejadian akan terjadi Umum Setiap orang Sebelum kejadian. telah nyata Nyata Tepat Nyata dilapangan Dilakukan pada waktu tepat. dalam waktu terbatas Diperhitungkan Tingkat Pengelola Khusus(tapi tidak tentu) Berkembang Berkembang .Perbedaan antara Kesiapan. Tabel 9. Rencana kontijensi dibedakan dengan rencana kesiapan (Preparedness Planning) dan Rencana Operasional (Operational Planning) sebagai tergambar pada tabel 3. Contoh : Diperhitungkan akan terjadi letusan gunung merapi dalam waktu beberapa hari mendatang.