You are on page 1of 1

ALOGARITMA TATALAKSANA BRONKIOLITIS Penyebab: RSV, parainfluenza, influenza, adenovirus, mycoplasma. Usia: < 2 tahun.

Gejala: Panas, pilek, batuk disusul sesak nafas, wheezing ekspiratoir, sianosis (Bayi kecil: apnea) Foto rontgen: Hiperinflasi, penebalan peribronkial, atelektasis, infiltrat Periksa: Kesadaran, pernapasan, wheezing, warna kulit, status hidrasi, Skor RDAI

Ringan: RDAI <3
Makan/Minum normal Dehidrasi (-) Retraksi (-)

Sedang: RDAI 3 - 15
Retraksi (+), Takipnea (+), Wheezing (+) Sianosis (-) Resiko tinggi (+)

Berat: RDAI >15
Sianosis(+), Sesak hebat Dehidrasi (+) Hipoksia (+), Apnea (+), Makan/minum (-)

Rawat Jalan :
Hidrasi oral, nutrisi, Suportif Pastikan: pengetahuan orang tua (+), transportasi ke RS memadai

Rumah Sakit:
Oksigenasi, hidrasi, Nutrisi Albuterol: 0,1 mg/Kg/dosis dalam 3 cc normal saline secara nebulasi, bisa diulangi tiap 4-6 jam, Antibiotika: disesuaikan

ICU/UPI:
Cek: Foto dada, Gas darah, EKG, Elektrolit. Oksigenasi, ventilasi bila perlu: mekanik,

Nebulasi Albuterol, Steroid: deksametason 0,10,2 mg/Kg/dosis IV, Antibiotik spectrum luas, Suportif

Diagnosa Banding Bronkiolitis:
Infeksi: Pertusis, Bronkopneumonia Non-infeksi: Asma, Gastroesophageal reflux, Corpus Alienum saluran napas, Trakeoesofageal fistula, Cystic Fibrosis

Bronkiolitis dengan resiko tinggi:
Lahir premature, usia < 3 bulan, Penyakit Jantung Bawaan, Penyakit Pru Kronis, Riwayat asma/alergi pada keluarga

1