1.

Pemenggalan Kata Pemenggalan yang dikenal juga dengan istilah hyphenation yakni tanda

horizontal kecil yang memisahkan dua atau lebih elemen dari sebuah kata yang terpecah atau tanda pemisah di akhir baris. Ada beberapa penyebab dari pemenggalan kata dalam sebuah tulisan, seperti karena berpindah baris yang disebabkan oleh ruang untuk kata tersebut tidak cukup atau telah habis, sehingga harus berpindah ke baris setelahnya (Bahasa Indonesia Akademik Untuk Perguruan Tinggi. 2011 : 18). Ada beberapa ketentuan dalam pemenggalan kata yang sesuai dengan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan terbitan Pusat Bahasa Depdiknas dan PT Intan Pariwara tahun 2003 dan kaidah pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia, yakni sebagai berikut: 1. Pada setiap suku kata yang merupakan hasil dari pemenggalan harus terdapat huruf vokal. 2. Pemenggalan kata pada kata dasar, dapat dilakukan dengan melihat ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. Apabila di dalam kata terdapat dua huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan diantara dua huruf vokal tersebut. Misalnya : Yang benar ~ Bu – ah ~ Ma – in ~ Bu – at ~ Su – a – tu ~ Mu – a – ra ~ Ke – lu – ar yang salah ~ bua – h ~ mai – n ~ bua – t ~ sua – tu ~ mua – ra ~ ke – luar

Adapun dua huruf vokal yang tidak dapat dipisahkan, karena memiliki satu bunyi, yakni huruf diftong, seperti : au, ai, oi. Seperti dalam kata: Yang benar ~ Au – la yang salah ~ a – u – la

1

~ Sau – da – ra ~ Pan – dai ~ Pan – tai ~ Am – boi

~ sa – u – da – ra ~ pan – da – i ~ pan – ta – i ~ am – bo – i

b. Apabila di dalam kata terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan diantara dua huruf konsonan tersebut. Misalnya : Yang benar ~ Ap – ril ~ Man – di ~ Mit – ra ~ Prog – ram ~ Rak – yat ~ Pen – ting yang salah ~ a – pril ~ ma – ndi ~ mi – tra ~ pro – gram ~ raky – at ~ pent – ing

c. Jika di antara kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan yang kedua. Misalnya : Yang benar ~ Ben – trok ~ In – stru – men ~ Ul – tra ~ In – fra yang salah ~ bent – rok ~ ins – tru – men ~ ult – ra ~ inf – ra

Adapun dua huruf konsonan yang berurutan atau lebih yang berurutan yang memiliki satu bunyi tidak dapat dipenggal. Misalnya : Yang benar ~ Ba – nyak ~ De – ngan ~ Ikh – las ~ Makh – luk ~ Masy – hur yang salah ~ ban – yak ~ den - gan ~ ik – hlas ~ ak – hluk ~ mas – yhur

2

d. Apabila di dalam sebuah kata terdapat huruf konsonan di antara huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. Misalnya : Yang benar ~ Ba – pak ~ La – wan ~ Se – ring ~ Da – pat yang salah ~ bap – ak ~ law – an ~ ser – ing ~ dap – at

e. Apabila setelah melakukan pemenggalan terdapat satu satu huruf vokal dalam s atu suku kata, pemenggalan tidak boleh dilakukan. Misalnya : Yang benar ~ Itu ~ Aku ~ Ingin ~ Amat yang salah ~ i – tu ~ a – ku ~ i – ngin ~ a – mat

3. Pemenggalan kata pada kata yang berimbuhan, seperti imbuhan awalan, imbuhan akhiran dan imbuhan bersisipan, dapat dilakukan dengan melihat ketentuan-ketentuan sebagai berikut: a. Apabila di dalam kata tersebut kata dasarnya tidak mengalami perubahan, pemenggalan dapat dilakukan dengan melihat langkahlangkah di bawah ini : 1. Memisahkan imbuhan awalan, akhiran ataupun partikel dari kata dasar, kecuali imbuhan akhiran – i. Misalnya : ~ Berasal menjadi ber – asal ~ Membantu menjadi mem – bantu ~ Tahunan menjadi tahun - an ~ Sambutan menjadi sambut – an ~ Makanan menjadi makan – an ~ Terlindungi menjadi ter – lindungi

3

Memisahkan imbuhan dengan kata dasar yang telah mengalami perubahan. Seperti : Yang benar ~ Ber – asal ~ Mem – ban – tu ~ Ta – hun – an ~ Sam – but – an ~ Ma – kan – an ~ Ter – li dungi ~ Me – le – bi – hi yang salah ~ be – ra – sal ~ me – mban – tu ~ ta – hu – nan ~ sam – bu – tan ~ ma – ka – nan ~ ter – lin – dung – i ~ Me – le – bih . kecuali imbuhan akhiran -i. Apabila di dalam kata tersebut kata dasarnya mengalami perubahan. pemenggalan dapat dilakukan pada kata dasar tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebelumnya. Setelah memisahkan imbuhan dari kata dasar. pemenggalan dapat dilakukan dengan melihat langkahlangkah di bawah ini : 1. Misalnya : ~ Menyapu menjadi me – nyapu ~ Memakai menjadi me – makai ~ Menutup menjadi me – nutup ~ Menolong menjadi me – nolong 4 . Seperti :~ Ber – asal ~ Mem – ban – tu ~ Ta – hun – an ~ Sam – but – an ~ Ma – kan – an ~ Ter – lin – dungi ~ Me – le – bi – hi Dari langkah-langkah di atas.~ Melebihi menjadi me – lebihi 2. masih banyak contoh pemenggalan kata yang salah.i b.

hi Dari langkah-langkah di atas. Setelah memisahkan imbuhan dari kata dasa yang telah mengalami perubahan.nyalahi 2.~ Mengasihi menjadi me – ngasihi ~ Menyalahi menjadi me . masih banyak contoh pemenggalan kata yang salah. Seperti : Yang benar ~ Me – nya – pu ~ Me – ma – kai ~ Me – nu – tup ~ Me – no – long ~ Me – nga si – hi ~ Me – nya – la – hi yang salah ~ meny – a – pu ~ mem – a – kai ~ men – u – tup ~ men – o – long ~ meng – asih – i ~ menya – lah – i c. Apabila kata yang berimbuhan adalah imbuhan bersisipan. Misalnya : Yang benar ~ Ge – li – gi ~ Ge – me – tar ~ Ki – ner – ja yang salah ~ gel – igi ~ gem – etar ~ kin – erja 5 . ketentuan dalam memenggal sama dengan ketentuan memenggal kata dasar. Seperti : ~ Me – nya – pu ~ Me – ma – kai ~ Me – nu – tup ~ Me – no – long ~ Me – nga – si – hi ~ Me – nya – la . pemenggalan dapat dilakukan pada kata dasar tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebelumnya.

merupakan bagian dari kata dasar. Jika trans. Seperti : ~ Bi – o – gra – fi ~ In – tro – spek – si ~ In – fra – struk . Apabila sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih. pemenggalan dapat dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini : 1 Memisahkan unsur-unsur yang terdapat dalam kata tersebut. Jika trans.bukan bagian dari kata dasar dan merupakan unsur gabungan. pemenggalannya dapat dilakukan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1.tur Dari langkah-langkah di atas. ~ Biografi menjadi bio – grafi ~ Introspeksi menjadi intro – speksi ~ Infrastruktur menjadi infra – stuktur 2 Setelah memisahkan unsur-unsur tersebut. pemenggalannya dilakukan dengan mengikuti pola pemenggalan kata dasar. Misalnya : 6 . Apabila di dalam kata terdapat bentuk –trans. masing-masing unsur dapat dipenggal sesuai dengan ketentuan pemenggalan pada kata dasar. pemenggalannya dapat dilakukan di antara kata transdengan kata dasar lainnya. masih banyak contoh pemenggalan kata yang salah. Seperti : Yang benar ~ Bi – o – gra – fi ~ In – tro – spek – si ~ In – fra – struk – tur yang salah ~ bio – graf – i ~ in – tros – peks – i ~ in – fras – truk tur Misalnya : 5. Misalnya : Yang benar ~ Tran – si – si ~ Tran – sit yang salah ~ trans – isi ~ trans – it 2.4.

5. nama Nabi/Rasul. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. nama instansi. dan kitab suci. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang. atau nama tempat. 2. 7 yang salah ~ Al – qu – ran ~ ju – mat ~ bi – dah ~ mu – tah . Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan. sedangkan huruf tebal tidak pernah diatur dalam pedoman EYD. 6. termasuk kata ganti untuk Tuhan. Uraian secara rinci tentang penulisan huruf kapital akan dijelaskan sebagai berikut: 1. Pemakaian Huruf Kapital Pemakaian huruf yang lazim dalam bahasa Indonesia adalah huruf kapital atau huruf besar dan huruf miring. Misalnya : Yang benar ~ Al – qur – an ~ Jum – at ~ Bid – ah ~ Mut – ah 2.Yang benar ~ Trans – mi – gra – si ~ Trans – ak – si ~ Trans – fu – si 6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. 4. yang salah ~ tran – smi – gra – si ~ tran – sak – si ~ tran – sfu – si Pemenggalan kata-kata yang berasal dari bahasa Arab yang mengandung ain dan hamzah yang didahului oleh huruf konsonan tidak dapat dipenggal sesuai dengan ketentuan-ketentuan sebelumnya. 3. keturunan.

lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. 13. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar. 14. adik. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. garis bawahi Tanda hubung boleh digunakan untuk 8 . bulan. majalah. dan. ke. untuk yang tidak terletak pada posisi awal. kakak. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. 1.7. Contoh: bergeletar. dan judul karangan kecuali kata seperti di. 10. 3. dan sapaan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. serta dokumen resmi. Penulisan Kata Turunan a. 15. surat kabar. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama Negara. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata. hari raya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti anda.dikelola. dan bahasa. hari. Contoh: bertepuk tangan. sisipan. 12. 11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna di dalam nama buku. saudara. memperjelas. yang. pangkat. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. Imbuhan (awalan. 9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. dari. suku bangsa. ibu. dan peristiwa sejarah. 8. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.

adik-adik. mancanegara. dilipatgandakan. Pengulangan kata yang berubah bunyi Contoh: sayur-mayur. Penulisan bentukUlang Kata ulang dituliskan dengan menggunakan tanda hubung di antara kedua unsurnya. 4. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas. rumput-rumputan. Pengulangan gabungan kata Contoh: meja-meja tulis. kunang-kunang. 4. Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. undang-undang. Pengulangan kata dasar Contoh: anak-anak. Contoh: menggarisbawahi. bolak-balik. rumah-rumah sakit. diselipkan tanda hubung. 1. 9 . didorong-dorong. Pengulangan kata berimbuhan Contoh: berlari-larian. 3. duta-duta besar.2. Contoh: adipati. berkejar-kejaran. Penulisan kata ulang ada bermacam-macam. unsur gabungan ditulis serangkai. gabungan kata ditulis serangkai. kereta-kereta api cepat. ramairamai. 2. mondarmandir. laki-laki. Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital. pontang-panting. Contoh: non-Indonesia. kaitmengait. 3. 4. Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi.

Artikel si dan sang ditulis terpisah. Contoh: di dalam. Contoh: Sang harimau marah kepada si kancil. Lihat bagian gabungan kata yang ditulis serangkai. ibu kota. kauambil. dll.ke dan dari Kata depan di. 10 . -nya) ditulis serangkai. Contoh: kumiliki. Kata Depan di. Mari kita berangkat ke kantor. termasuk istilah khusus. ditulis terpisah Contoh: duta besar. 5. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian. anak-istri saya. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. 4. Misalnya: Bermalam sajalah di sini Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari. Beberapa gabungan kata yang sudah lazim dapat ditulis serangkai. dari) ditulis terpisah. kemari. sepak bola.ke dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. miliknya. ke. Dia berjalan-jalan di luar gedung. Kata ganti (kau-. Contoh: alat pandang-dengar. kecuali yang sudah lazim seperti kepada. Gabungan kata. seperti kepada dan daripada. keluar. bukumu. -mu. ke tengah. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian.daripada. 3.5. kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. ku-. 2. orang tua. dari Surabaya. Kata depan atau preposisi (di . b. Penulisan Gabungan Kata 1. -ku. Gabungan kata. 6. a. termasuk istilah khusus. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.

Jangankan dua kali. Bawa kemari gambar itu. Jika Ayah membaca di teras. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. Partikel –lah. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. 11 . Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. Catatan : Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai.Ia datang dari Surabaya kemarin. -kah. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Dia masuk. Misalnya: Apa pun permasalahannya. 7. Dia lebih tua daripada saya. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. Adik pun membaca di tempat itu. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. lalu keluar lagi. Penulisan Partikel a. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apalah gunanya bersedih hati? b. dan –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

00 per helai. c. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Nasution H. tugas itu akan diselesaikannya. Baik laki-laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi.Bagaimanapun juga.R. W. Walaupun sederhana.Sos S. pekerjaannya dapat dijadikan pegangan. S. „tiap‟. M. Misalnya: Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu. jabatan. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya.000. Misalnya : A. Partikel per yang berarti „demi‟. a. 8. Harga kain itu Rp50. sapaan.A M. Singkatan nama orang. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.Hum. Supratman M. Sekalipun belum selesai.E. Penulisan Singkatan dan Akronim 1. Hamid Suman Hs. atau „mulai‟ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Abdul Haris Nasution Haji Hamid Suman Hasibuan Wage Rudolf Supratman master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi 12 . nama gelar. rumah itu tampak asri.B.H.Kom.Si. S. hasil.

dl. Sdr. Misalnya: DPR PBB WHO PGRI PT SD KTP  Dewan Perwakilan Rakyat Perserikatan Bangsa-Bangsa World Health Organization Persatuan Guru Republik Indonesia Perseroan Terbatas Sekolah Dasar Kartu Tanda Penduduk Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. dst. No. dan dan dan lain-lain sebagainya seterusnya 13 . bapak saudara kolonel b.Bpk. Misalnya: dll. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. Misalnya: jml. tgl. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. kpd.  jumlah kepada tanggal halaman yang dalam nomor Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. badan atau organisasi. hlm. Kol. dsb. yg.

n. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. Misalnya: LIPI Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan 14 . ybs. c.p. atas nama dengan alamat untuk beliau untuk perhatian d. Lambang kimia. takaran. timbangan. u. u. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam surat menyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. Misalnya: Cu cm kg kVA l Rp TNT kuprum sentimeter kilogram kilovolt-ampere liter rupiah trinitrotoluene 2. Yth. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. d. singkatan satuan ukura. Misalnya: a. catatan: sama yang dengan atas bersangkutan Yang Terhormat Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus.b.a. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. a.sda.

pemilihan umum ilmu pengetahuan dan teknologi rapat pimpinan peluru kendali bukti pelanggaran radio detecting and ranging 15 . hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut. Misalnya: Bulog Bappenas Nasional Iwapi Kowani Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kongres Wanita Indonesia Badan Urusan Logistik Badan Perencanaan Pembangunan c. Akronim nama diri yang berupa singkatan dan berapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital.LAN PASI SIM Lembaga Administrasi Negara Persatuan Atletik Seluruh Indonesia surat izin mengemudi b. 2) Akronimn dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil. 1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesi (tidak lebih dari tiga suku kata). Misalnya: pemilu iptek rapim rudal tilang radar catatan: jika pembentukan akronim dianggap perlu.

Angka Arab Angka Romawi C(100). b.000) a.6. susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat.2. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya.VII. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan.X. Panitia mengundang 250 orang peserta.IV.9.000. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.II.V.9 : I. D (500). V(5000).III. M : 0.IX.1.7.5.8. 100 minibus. c. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf.VIII. dan 250 sedan.VI. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali. Bukan: 250 orang peserta diundang panitia dalam seminar itu. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.3. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman miliaran rupiah. 16 .4. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. M (1. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. jika lebih dari dua kata. Angka yang menunjukan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca.L (50). Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. Penulisan Angka dan Bilangan Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. (1000). Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus.

luas. apartemen.d. Pasal 5. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 g. 2) Penulisan lambang mata uang. US$ . dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya.50* Catatan: 1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda decimal. 14 Apartemen No. rumah. atau kamar.5 sentimeter 5 kilogram 4 meter persegi 10liter Rp5. berat. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut. kecuali di dalam table. Kamar 169 f. seperti Rp . £. (b) satuan waktu. dan (d) jumlah Misalnya: 0. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. 15 Jalan Wijaya No. 5 Hotel Mahameru.00 US$ 3. Misalnya: Bab X. dan isi. (c) nilai uang.00 10 persen 27 orang 17 .000. e. a) Bilangan utuh Misalnya: tahun1928 17 Agustus1945 1 jam 20 menit pukul 15. Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No.

Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Bab III. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara berikut. spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecahan. Huruf E.000-an (lima llembar uang seribuan) Tahun 1950-an 18 .Dua belas Tiga puluh Lima ribu b) Bilangan pecahan Misalnya: Setengah Tiga perempat Dua persepuluh Satu persen Satu permil Catatan: (12) (30) (5000) (½) (¾) (0. Kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu(huruf) i. Misalnya: a. Pada awal abad XX (angka Romawi Kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini(huruf dan angka Arab) pada awal abad kedua puluh (huruf) b.2) (1%) (1‰) 1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik. Misalnya: Lima lembar uang 1. Butir 5). (Lihat juga keterangan tenteng tanda hubung . 2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian h.

3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi.00(lima ribu dolar). Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai. seperti akta dan kuitansi).(tahun seribu Sembilan ratus lima puluhan) Uang 5. Pemakaian Tanda Baca A. Rumah itu dijual dengan harga Rp125. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Catatan: 1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5.00.00(lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban.000.50 (Sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen) Bukti pembelian barang seharga Rp5. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf penulisanya harus tepat.) 1.000. 10.000. k.000. Misalnya: 19 . Tanda Titik (.000.500. Misalnya: Dilemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.000-an (uang lima ribuan) j. 2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan.

Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini 2. atau daftar. ikhtisar.Ayahku tinggal di Solo Biarlah mereka duduk di sana.1 Gambar Tangan 1. 20 . Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik.A. dsb. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi B.2.2 Tabel 1. Dia memerlukan meja. Misalnya: a.2 … Catatan: Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1. Dia mengatakan.2. Sudjatmiko.2 Ilustrasi 1. Patokan Umum 1.1 … 2.1 Isi karangan 1.3 Grafik Patokan khusus 2.” 2.2. Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. kursi. III. “kaki saya sakit. Departemen Pendidikan Nasional A. M. … b. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagian.

dan detik yang menunjukkan waktu. 35 menit.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi.00 4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.20. sore.3. siang. atau malam.30 jam (30 detik) 21 .00 siang Pukul 05.00 pagi Pukul 11. tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1. dan detik yang menunjukkan jangka waktu.00 sore Pukul 08.00 Pukul 22. 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. siang. sore.45 Pukul 07.30 Pukul 11.0. menit. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi. Misalnya: Pukul 1. Misalnya: 1. atau malam. menit.35. Misalnya: Pukul 00.20 jam (1 jam 35 menit 20 detik) 0.35. Misalnya: Pukul 09.00 Pukul 17.30 jam (20 menit 30 detik) 0.

1920 Azab dan Sengsara. Hasan. Nomor gironya 5645678. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956.200 orang. 2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersankutan. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukan jumlah. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis. dan tempat terbit. 6. judul tulisan yang tidak berakhiran dengan tanda Tanya atau tanda seru.5.000 orang. table. Hans Lapoliwa. Lihat halaman 2345 dan seterusnya. Catatan: 1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuanatau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah. Penduduk Jakarta lebih dari 11. Misalnya: Alwi. dan Anton Siregar. Weltevreden: Balai Poestaka. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24. Soenjono Dardjowidjojo. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12. Misalnya: Acara kunjungan Menteri Pendidikan nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan 22 . dan sebagainya. atau. Merari.000 orang.000.

pena.750 m 5) Tanda titik dipakai pada penulisan singkat (Lihat Bab II. dan tinta. dan kecuali.50 8. Satu.000.750 m $50. surat kilat.Moh. tiga.Kepala Kantor Penempatan Tenaga Jalan Cikini 71 Jakarta Yth .75 8. . melainkan. Huruf H) B.250.) 1. Tanda Koma (. (b) nama dan alamat pengirim surat.Sdr. sedangkan. Surat biasa.. (c) di belakang tanggal surat. Misalnya : 23 .3) Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) nama dan alamat penerima surat. dua. tanda koma dipakai dalam unsur-unsur dalam suatu perician atau pembilangan.. Misalnya: Yth. 2. Rp200.Hasan Jalan Diponegoro 82 21 April 2008 4) Pemisahan bilangan ribuan atau kelipatannya dan decimal dilakukan sebagai berikut. Misalnya : Saya membeli kertas. tanda koma untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya didahului dengan kata seperti tetapi. atauoun surat kilat khusus memerlukan perangko.

Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. dia akan memperoleh beasiswa belajar di luar negeri. Misalnya : Saya akan datang kalau ada undangan. Jadi.Saya akan memberi buku – buku puisi. kecuali yang tinggal di luar kota. Catatan : Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. jadi. dia mempunyai banyak teman. sahubungan dengan itu. Semua mahasiswa harus hadir. saya akan datang Karena tidak congkak. Ini bukan buku saya. 3. kita harus banyak membaca buku. 24 . Dia senang membaca cerita pendek. Di mempunyai banyak teman karena tidak congkak. dan meskipun begitu. tetrapi kau yang memilihnya. 4. Misalnya : Anak itu rajin dan pandai. dengan demikian. tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar. sedangkan adik saya suka membaca puisi. melainkan buku ayah saya. Misalnya : Kalau ada undangan. Agar memiliki wawasan yang luas. Olehkarena itu. Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. seperti oleh karena itu.

bukan main! Hati – hati.” kata Ibu. “saya gembira sekali. (lihat juga pemakaian tanda petik. jadi. atau Mas dari kata lalin yang terdapat di dalam kalimat. dan kasihan. Mas. kapan pulang? Mengapa kamu diam. Misalnya: “Di mana saudara tinggai?” tanya Pak Guru. begitu? Wah. atau kata – kata yang dipakai sebagai sapaan seperti Bu. 25 .” “saya gembira sekali. 5. Bu. tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dari kalimat. wah. huruf J dan K) Misalnya: Kata Ibu. aduh. ya.” 7. tanda koma dipakai untuk memisahkan tanda seru. . Catatan : Ungkapan penghubung antar kalimat. ya. 6.Meskipun begitu. seperti oleh karena itu. “karena lulus ujian. tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda sseru. Misalnya: O. Bab III. dengan demikian. Dik. sahubungan dengan itu. Dik? Kue ini enak. “Masuk ke kelas sekarang!” perintahnya. jalannya licin. dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. seperti o. dan meskipun begitu tidak dipakai pada awal paragraf.

H. Poerwadarminta. 10 Mei 1960 Tokyo. Abdullah. 1977). Jilid 1. 1967). Bahasa Indonesia untuk Karangmengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. 12. Hadikusuma. (c) tempat adn tanggal. tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. tanda koma dipakai di antara bagian0bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. Jalan Salemba Raya 6. 9. hlm. 1984. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. 4. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: Restu Agung. 1973. S. hlm. 1950). Junus. 26 .S. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakya. Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni. Misalnya: Alisjahbana.8. Dendy. Jakarta Surabaya. Sugono. tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat. Universitas Indonesia. Jepang. Misalnya : Sdr.) 1976. Politik Bahasa Nasional. serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. 25. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Kamus Politik Internasional. 10.J. Halim. hlm. Jakarta: Pusat Bahasa. Amran (Ed. Jalan Pisang Batu 1. 2009. (b) bagianbagian alamat. Takdir. Kamus Arab-Indonesia. Misalnya: Gunawan. Jakarta:Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran. Hilman. Bogor Dekan Fakultas Kedokteran. Mahmud. W. Ilham.

mengikuti latihan paduan suara. 13. Pak Ahmad. (Siti Khadijah Mas Agung). M.) Misalnya: Guru saya.00 Catatan: Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau diantara dolar dan sen.A. Di daerah kami. dengan Siti Khadijah M.11.E Ny. Semua siswa. tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. baik laki-laki maupun perempuan. atau marga. Catatan: 27 .50 Rp750. (lihat juga pemakaian tanda pisah. M.5 m 27. tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi..E. Khadijah. 12. Huruf F.3 kg Rp500. keluarga. Bab III. tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.M Catatan: Bandingkan Siti Khadijah.A. S.A Bambang Irawan. pandai sekali. Misalnya: 12. Misalnya: B. S. Ratulangi. masih banyak oerang laki – laki yang makan sirih. M. misalnya.

Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Adik membaca di teras depan . kami ucapkan terima kasih. saya sendiri asik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku. 14. Bandingkan dengan: Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa dikawasan Nusantara ini dalam pengembangan kosakata. Tanda Titik Koma (. Ibu menulis makalah di ruang kerjanya .Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapait dengan tanda koma. 2.buku yang baru dibeli ayahnya. Dalam hubungan itu. Contoh 28 . sebelum perincian terakhir tidak perlu menggunakan kata dan. Atas perhatian Sawdara. tanda koma dapat dipakai –untuk menghindari salah baca / salah pengertian –dibelakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara.) 1. C. Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah. Misalnya: Dalam pengembangan bahasa. Contoh : Hari sudah malam. kita dapat memanfaatkan bahasabahasa di kawasan nusantara ini. Ayah mengurus tanaman di kebun. anak-anak masih membaca buku.

Contoh Ibu membeli buku. dan jeruk. 2. Misalnya: Kita memerlukan kursi. celana. 3. pensil.Syarat-syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini : 1. 3. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. D. Fakultas kedokteran itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. dan kaos. Tanda titik koma di gunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. dan lemari. pisang. apel. Tanda Titik Dua (:) 1. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. berbadan sehat. Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Misalnya: 29 . baju. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian . meja. 2. meja. berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. 4. dan lemari. dan tinta. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. berkewarganegaraan Indonesia. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Letakkan baik-baik!” 4. 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan istilah Edisi Ketiga. Bu.a.00-10. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. Hari. Tanda Hubung (-) 1. Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjujjan pelaku dalam percakapan.” Ibu : “Jangan lupa. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris . Jakarta: Pusat Bahasa E. XLIII. 28 Oktober 2008 : 09. (c) judul dan anak judul suatu karangan.30 3. (b) bab dan ayat dalam kitab suci. No. Misalnya: Horison. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b. Misalnya: Disamping cara lama diterapkan juga cara baru… 30 . Nak!” Amir : ”Bai. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. tanggal Waktu : Selasa. Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S. Misalnya: Ibu : ”Bawa kopor ini.

Sebagaimana kata pribahasa . Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang . Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (a) hubungan bagianbagian kataatau ungkapan dan (b) penghilangan bagian frasa atau kelompok kata . Misalnya: 8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5. 3. Misalnya: anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4.000) 31 . Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu. Misalnya: ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1. tak ada gading yang tak retak . Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas . 2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris. Senjata ini merupakan sarana pertahanaan yang canggih . Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa .

tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan social (tanggung jawab social dan kesetiakawanan social) Karyawan boleh mengajak anak-istri kepertemuan besok. dan gabungan kata yang merupakan kesatuan. angka dengan –an. Tanda hubung dipakai untuk merangkai : a. d. b. kata ganti yang berbentuk imbuhan. ke-dengan angka . kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital .000) tanggung jawab dan kesetiakawanan social 6. 32 . Misalnya : se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu se-dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. f. e. Bandingkan dengan : be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20. c.

Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsure bahasa Indonesia dengan unsure bahasa asing. Misalnya : di-smash di-mark-up pen-tackle-an 33 .Bandara Sukarno-Hatta Alat pandang-dengar 7.