You are on page 1of 14

FARMAKOLOGI Anti Konvulsi

(311111126) Rimami (311111127) Nurul Fatimah (311111128) Mira Siti K.Disusun oleh: Ratna A. (311111129) Ramadhaniar (311111130) Kristin H. (311111131) Fitri Julian (311111091) Risky F. (311110070) Fitria S. (311111123) Tessy Ermawati (311111124) Hanipah K (311111125) Imas R. (311111102) Fitriani (311111092) Sri Narti D. (311111118) Lelis Karlina (311111119) Ria Amalia (311111120) Ulfah Az-zahra (311111121) Silvia Widyani (311111122) Putri Candra K. (311110113) . (311110054) Retha M. R. F.

. sebab obat ini jarang digunakan untuk gejala konvulsi penyakit lain.Anti Konvulsi Digunakan terutama untuk mencegah dan mengobati epilepsi. Golongan obat ini lebih tepat dinamakan ANTI EPILEPSI.

EPILEPSI Epilepsi adalah nama umum untuk sekelompok gangguan atau penyakit susunan saraf pusat yang timbul spontan dengan episode singkat (disebut Bangkitan atau Seizure). dengan gejala utama kesadaran menurun sampai hilang. .

OBAT-OBAT EPILEPSI Anti epilepsi adalah obat yang dapat mencegah timbulnya pelepasan muatan listrik yang abnormal di pangkalnya (fokus) dalam SSP .

2. Dengan mencegah timbulnya letupan depolarisasi eksesif pada neuron epileptik dalam fokus epilepsi. Dengan mencegah terjadinya letupan depolarisasi pada neuron normal akibat pengaruh dari fokus epilepsi. .MEKANISME KERJA ANTIEPILEPSI 1.

• Jangka waktu terapi umumnya bertahuntahun bahkan bisa seumur hidup. Bila dalam 2-3 tahun tidak terjadi serangan maka dosis dapat diturunkan berangsur sehingga pengobatan dapat dihentikan sama sekali. .PENGGUNAAN ANTIEPILEPSI • Umumnya pengobatan dilakukan dengan dosis rendah dulu kemudian dinaikan secara berangsur sampai efek maksimal tercapai dan kadar plasma menjadi tetap.

misalnya Etadion dan Trimetadion. misalnya Fenobarbital. • Hidantoin-hidantoin . Asetazolamid. misalnya Fenitoin • Suksinimida-suksinimida. . Mefobarbital. misalnya Diazapam dan turunannya. Karbamazepin. • Serba-serbi. dan Asam Valproat.PENGGOLONGAN ANTIEPILEPSI • Barbital-barbital.misalnya Metilfenilsuksinimida dan Etosuksinimida • Oksazolidin-oksazolidin. dan Heptobarbital.

Mysolin • Strukturnya mirip dengan fenobarbital dan di dalam hati akan dibiotrasformasi menjado fenobarbital. FENOBARBITAL. tetapi kurang sedatif dan sangat efektif terhadap serangan grand mal dan psikomotor. Luminal • Zat hipnotik ini terutama digunakan pada serangan epilepsi Grand mal / besar. 2. hari ke 4 250 mg dan hari ke 11 25 mg .ZAT-ZAT TERSENDIRI 1. • DS : oral 3 x sehari @ 25 – 75 mg maksimal 400 mg (dalam 2 dosis). • DS : Dimulai 4 x sehari @ 500 mg. PRIMIDON. biasanya dalam kombinasi dengan kafein atau efedrin guna melawan efek hipnotisnya.

tidak untuk serangan-serangan kecil karena dapat memprofokasi serangan. Zarontin • Sangat efektif terhadap serangan ringan. ekskresinya melalui ginjal. ETOSUKSINIMIDA. FENITOIN. kerjanya panjang karena praktis tidak terikat dg protein. • DS : 2 x sehari @ 250-500 mg. Dilantin • Zat hipnotik ini terutama efektif pada grand mal dan seranga psikomotor. . 4. • DS : oral 1-2x sehari @ 100-300 mg. Ditalin.3.

• DS : oral 2 – 3 x sehari @ 2 – 5 mg 6.5. hipnotik. Tegretol • Senyawa trisiklik ini mirip imipramin. . Digunakan pada epilepsi grand mal dan psikomotor dengan efektifitasnya sama dengan fenitoin tetapi efek sampingnya lebih ringan.400 mg. relaksan otot. KARBAMAZEPIN . • DS : Dimimun dengan dosis rendah dan dinaikan berangsur-angsur sampai 2-3 x sehari @ 200. DIAZEPAM . Maka digunakan sbg obat status epileptikus dalam bentuk injeksi. Valium • Selain bersifat sebagai anksiolitika. juga berkhasiat antikonvulsi.

dalam kombinasi dengan obat lain dapat digunakan untuk serangan grand mal • DS : Dimulai 3-4 x sehari @ 100-150 mg.1963).menjadi asam. ASETAZOLAMID.berangsur dinaikan sampai 2-3 x sehari @ 300-500 mg. 8. sebagai obat pilihan pertama pada serangan ringan. Depakene • Derivat asam asetat ini daya anti konvulsinya ditemukan secara kebetulan (Meunier . ASAM VALPROAT. . Diamox • Senyawa sulfonamid ini bersifat merintangi enzim Carbonic Acid Dehidrase dan sering digunakan sebagai diuretik. • DS : 2-4 x sehari @ 250 mg. Digunakan pada serangan karena kerja fisik (berat). Khasiat anti konvulsinya diperkirakan berdasarkan meningkatnya ekskresi ion natrium dan bikarbonat serta darah bisa .7.

. berikan dosis tambahan MgSO4 2 gr iv sekurang-kurangnya 20 menit setelah pemberian terakhir.KEJANG PADA KASUS EKLAMPSI • Pada kasus Eklampsia dapat diberikan MgSO42 gr/jam dalam drip infus Dextose 5% untuk pemelihaan sampai sampai kondisi / tekanan darah stabil (140-150 mmHg). berikan fenobarbital 250 mg im atau Diazapam 10 mg iv atau amobarbital 3-5 mg/kgBB iv. Bila masih tetap kejang. • Bila timbul kejang.