You are on page 1of 7

LAPORAN KASUS IMPETIGO

Oleh : Mariza apriyana

Pembimbing dr. Farida hartati sp.kk

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA BAGIAN SMF KULIT DAN KELAMIN RSUD PATUT PATUH PATJU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR 2013

IDENTITAS PASIEN Nama : An. M

Jenis kelamin : Laki-laki Umur Alamat Pendidikan Agama Suku : 5 tahun : Gerung : Belum sekolah : Islam : sasak

IDENTITAS ORANGTUA Nama Ayah Agama Pendidikan Pekerjaan Nama Ibu Agama Pendidikan Pekerjaan : Tn. C : Islam : SMA : Petani : Ny. M : Islam : SMA : Ibu Rumah Tangga

ANAMNESA Anamnesa dilakukan dengan heteroanamnesis dengan Ibu Kandung pasien.

a). Keluhan Utama. Kulit melepuh pada bagian wajah, leher dan dada. b). Riwayat Penyakit Sekarang. Pasien dikeluhkan kulit lepuh-lepuh pada wajah, leher, dan dada bagian atas sejak 10 hari yang lalu. Ibu pasien mengatakan bahwa pasien sering menggarukgaruk kulitnya karena gatal. Awalnya, muncul bintil-bintil kemerahan berisi cairan yang sebagian ada yang pecah berwarna kuning encer dan membentuk keropeng. Semenjak bintil-bintil ini muncul, pasien menjadi lebih rewel dari biasanya, susah makan dan sulit tidur. Ibu pasien mengatakan lepuh-lepuh dan bintil-bintil kemerahan ini semakin bertambah banyak di sekitar mulut serta meluas kedahi, pelipis dan dagu. Kemudian Ibu pasien membawa pasien berobat ke Puskesmas dan diberikan obat minum dan salep (Ibu pasien tidak tahu nama obat). Namun setelah diberikan obat, keluhan pasien tidak berkurang. tetapi semakin meluas ke dada bagian atas. tidak mengeluhkan adanya demam, batuk dan pilek pada pasien. c). Riwayat Penyakit Dahulu. Pasien belum pernah mengalami gejala penyakit seperti ini sebelumnya. d). Riwayat Penyakit Keluarga. Tidak ditemukan gejala penyakit yang sama dalam keluarga pasien Ibu pasien

e) riwayat pengobatan

Pasien pernah dibawa berobat ke Puskesmas tapi keluhan pasien tidak berkurang. Ibu pasien tidak tahu nama obat yang diberikan di Puskesmas. f) Riwayat kebiasaan Pasien biasanya mandi teratur 2x sehari, pagi dan sore hari dengan menggunakan sabun mandi. Namun setelah keluhan ini muncul, pasien lebih jarang dimandikan, hanya diseka dengan kain lap basah 1x sehari. Pasien juga mengganti pakaiannya 2x sehari setelah mandi dan menggunakan handuk sendiri. Apabila pasien berkeringat, ibu pasien jarang mengelap keringat pasien dan mengganti pakaian pasien. PEMERIKSAAN FISIK. Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign: Tekanan Darah Nadi Suhu Pernapasan Status Gizi Kepala Mata Hidung : tidak dilakukan : 105 x/menit : 36,7 : 32 x/menit : Cukup : Normocephali, tampak bintil-bintil kemerahan dan lepuh pada dahi. : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-) : sekret (-) ,tampak bintil-bintil kemerahan dan lepuh pada hidung. : Tampak sakit sedang. : Compos Mentis

Mulut mulut dan dagu. Telinga Leher Thoraks Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

: Bibir kering (-), tampak bintil-bintil kemerahan dan lepuh pada daerah sekitar

: serumen (-/-), sekret (-/-) : pembesaran KGB (-)

: Bentuk simetris, gerak nafas simetris : massa (-), nyeri tekan (-) : sonor diseluruh lapang paru : Cor : S1 S2 tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-). Pulmo : Vesikuler +/+, rhonkhi -/-, wheezing -/-.

Abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi Genitalia Ekstremitas : Distensi (-) : Bisisng usus (+) normal : Supel, hepar/ lien/ ginjal tidak teraba : Timpani diseluruh lapang abdomen : Tidak diperiksa : tidak dijumpai edema,. Akral hangat.

STATUS DERMATOLOGI :
5

Regio Lesi

: Dahi, Hidung, Sekitar mulut, Dagu, Leher dan Dada bagian atas :Pustul, vesikel - bula, eritema, tampak krusta tebal berwarna kuning seperti madu, dasar erosi . Multipel, diskret sebagian konfluen, bentuk bulat, tidak teratur,ukuran miliar sampai numular, diameter bervariasi antara 0,2 2cm, batas tegas, menimbul dari permukaan kulit. Tidak tampak tepi yang aktif, sebagian kering dan sebagian basah.

DIAGNOSA BANDING

Impetigo krustosa Impetigo bulosa Ektima

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pewarnaan Gram untuk melihat adanya bakteri kokus Gram positif (Staphylococcus atau Streptococcus) dengan biakan atau kultur dari eksudat yang diambil di bagian bawah krusta dan cairanyang berasal dari bula. Hasil kultur bisa memperlihatkan S. aureus, S. Pyogenes atau keduanya. DIAGNOSA KERJA Impetigo krustosa PENATALAKSANAAN non- medikamentosa
o

Menjelaskan pada Ibu pasien untuk mencegah pasien menggaruk karena dapat menyebabkan luka.

Anjuran kepada Ibu pasien agar segera mengelap pasien bila berkeringat dan mengganti pakaiannya.

Medikamentosa
o

Antibiotika topikal : Bactroban ointment, dioleskan 2x sehari.

o Sistemik Antibiotik : Augmentin sirup diminum 4x 1 sendok teh/hari PROGNOSIS. Quo ad Vitam Quo ad fungtionam Quo ad sanationam . : ad bonam : ad bonam : ad bonam