PERCOBAAN 4 KESADAHAN 4.1 PENDAHULUAN 4.1.

1 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui kesadahan pada suatu perairan dengan sampel air sumur. 4.1.2 Latar Belakang Kesadahan air adalah air yang mengandung garam-garam Kalsium (Ca2+) dan Magnesium (Mg2+). Air sadah atau air keras adalah air yang memiliki kadar mineral tinggi. Sedangkan air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Selain ion kalsium dan magnesium, penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Metode paling sederhana untuk menentukan kesadahan air adalah dengan sabun. Dalam air lunak sabun akan menghasilkan busa yang banyak. Pada air sadah, sabun tidak akan menghasilkan busa atau menghasilkan sedikit sekali busa. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (W/V) dari CaCO3 (Astina, 2005). Air sadah tidak begitu berbahaya untuk diminum, namun dapat menyebabkan beberapa masalah. Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral, yang menyumbat saluran pipa dan keran. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun dirumah tangga dan air sadah yang bercampur sabun tidak dapat membentuk busa, tetapi malah terbentuk gumpalan soap scum (sampah sabun) yang sukar dihilangkan. Dalam industri, kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian. Pada industry yang menggunakan ketel uap, air yang digunakan harus terbebas dari kesadahan. Hal ini dikarenakan kalsium dan magnesium karbonat cenderung mengendap pada permukaan pipa dan permukaan penukar panas. Penumpukan endapan ini dapat mengakibatkan terhambatnya aliran air didalam pipa. Dalam ketel uap, endapan mengganggu aliran panas kedalam air, mengurangi efisien pemanasan dan memungkinkan
4-1

karbonat.4-2 komponen logam ketel uap terlalu panas. kecuali setelah melewati penapisan jenis tertentu.8 ppm) . Pengapuran tidak dapat dilarutkan dengan air sehingga residu putih akan tetap menempel pada permukaan yang terkena air yang mengandung kalsium karbonat. dan bikarbonat. Kalsium dan magnesium akan bergabung dengan ion alkali untuk membentuk kalsium karbonat. Ini termasuk hidroksida. Mereka juga dapat ditemukan di air setelah penapisan. Air dengan tingkat kekerasan 8 gpg (136. Bikarbonat adalah sumber yang paling umum penyebab alkalinitas. Kalsium karbonat adalah salah satu komponen pengerasan dan pengapuran. 4. 2009). Hampir semua saluran alami memiliki jumLah yang dapat dihitung. Dikenal tiga macam kesadahan yaitu kesadahan total. Sebagian besar deterjen memiliki batas toleransi kekerasan kurang dari 10 gpg (171 ppm) pada konsentrasi yang efektif. Dalam system bertekanan. Bikarbonat dapat berubah menjadi karbonat jika dipanaskan sehingga reaksi formasi pengapuran lebih sering muncul dalam air panas. panas berlebihan ini dapat menyebabkan kegagalan ketel uap (Sastono. Air alami kebanyakan mengandung bikarbonat dengan sedikit ion karbonat. Kesadahan pada air disebabkan oleh adanya satu atau lebih ion. JumLah karbonat yang kecil ditemukan pada saluran air alami di tempat tertentu. Demikian pula pada air PDAM yang sering terdapat kalsium terlarut. Ukuran kesadahan air dinyatakan dalam ppm (satu per sejuta bagian CaCO3). dan dinyatakan dalam grain per galon kalsium karbonat. dari 0 sampai sekitar 50 grain/gallon (Webadmin. Tetapi. sangat jarang melebihi 3 atau 4 grain/gallon. 2009).2 DASAR TEORI Dalam air tanah atau air permukaan seperti air sumur terdapat sejumLah garam kalsium dan atau magnesium terlarut baik dalam bentuk garam klorida atau sulfat. seperti pelembut lime soda ash. hidroksida dengan konsentrasi tinggi di saluran air alami dianggap tidak biasa. walaupun terkadang konsentrasinya sangat kecil. kesadahan tetap dan kesadahan sementara (Rachman. Total Kesadahan Air ditunjukan dengan jumLah kandungan kalsium dan magnesium. Adanya garam-garam ini menyebabkan air menjadi sadah yaitu tidak dapat menghasilkan busa jika dicampurkan dengan sabun. 2009). Ion hidroksida selalu ada di dalam air.

Kesadahan Air dapat menciptakan biuh logam pada kamar mandi shower dan bathtubs (Sastono. mengandung 60-120 ppm CaCO3 d. 1974 . Standar kesadahan menurut WHO. Untuk mengetahui tingkat kesadahan maka air sumur tersebut hendaknya diuji melalui laboratorium.4-3 kekerasan total harus dilemahkan demi kebersihan yang efisien. Sangat lunak sama sekali tidak mengandung CaCO3b. Lunak. Standar kesadahan menurut E. Mineral Kesadahan Air dapat menyumbat semburan pembilas dan saluran air. Agak sadah. Teknis analisis praktis dengan memakai deterjen tersebut tidak bisa menujukkan tingkat kesadahan atau kadar logam berat dalam air sumur. Standar kesadahan air meliputi : 1. Cara praktis untuk mengetahui kesadahan air sumur dapat dilakukan • • • • dengan cara melarutkan detergen dalam air minum. Jika air sumur sadah atau mengandung logam berat. Sangat sadah 180 ppm ke atas 2. mengandung 0-60 ppm CaCO3 c. Apabila kesadahan air lebih tinggi daripada Kesadahan Air yang dapat ditoleransi oleh deterjen biasa. Kesadahan Air dapat menyebabkan bahan linen berubah pucat. seperti (Ca2+. 1984 bahwa: a. Sadah mengandung 120-180 ppm CaCO3 e.Merck. Mg2+ dan Al3+) maka detergen yang ditambahkan dalam air minum tidak akan menimbulkan busa atau jumLah busa yang dihasilkan sedikit. yaitu: • • Kesadahan Air dapat menurunkan efisiensi dari deterjen dan sabun. Kerugian yang ditimbulkan oleh kesadahan air. 2009). gunakan deterjen dengan level yang lebih tinggi atau tambahkan konsentrasi penggunaan deterjen. Kesadahan Air dapat menyebabkan noda pada bahan pecah belah dan bahan flat. Residu Kesadahan Air dapat melapisi elemen pemanas dan menurunkan efisiensi panas.

005 N 1. 4. Lunak. larutan buffer pH 10. Agak sadah 8-18°D atau 142-320 ppm CaCO3 d. Agak sadah.2 Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah larutan (Ethylene Diamine Tetra Acid) EDTA 0. 4. dan menurut EPA. Lunak antara 4-8°D atau 71-142 ppm CaCO3 c. 1974 a. 1995). indikator (Eriochrome Black T) EBT. sedangkan menurut Merck air sadah adalah air yang mengandung 320-534 pm atau sekitar 18-30°D.1 Alat Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah pipet tetes.005 .4-4 a. sampel air sumur Loktabat dan sampel air sumur Cempaka.3.3. larutan buffer pH 12. gelas ukur.3 Cara Kerja A. gelas beaker. Standarisasi Larutan EDTA 0. Sangat lunak antara 0-4°D atau 0-71 ppm CaCO3 b. air dikatakan sadah jika mengandung CaCO3 sekitar 150-300 ppm (Cheremisinoff. akuades. Standar kesadahan menurut EPA. antara 75-150 ppm CaCO3 d. indikator Murexida.3 METODOLOGI PERCOBAAN 4. Ditambahkan secukupnya indikator EBT kedalamnya kemudian dititrasi dengan larutan EDTA 0. Sangat lunak sama sekali tidak mengandung CaCO3 b. 4. Sangat sadah 30°D keatas atau sekitar 534 ppm CaCO3 3. buret dan labu erlenmeyer.3.005 N. Sangat sadah 300 ppm keatas CaCO3 Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa air yang dikatakan air sadah adalah air yang mengandung garam mineral khususnya CaCO3 sekitar 120180 ppm menurut WHO. Menggunakan Indikator EBT Larutan standar kalsium diambil sebanyak 10 mL kemudian ditambahkan 5 mL larutan buffer pH 10. antara 0-75 ppm CaCO3 c.

Ditambahkan secukupnya indikator murexida kedalamnya kemudian dititrasi dengan larutan EDTA 0.4. kemudian dititrasi dengan larutan EDTA 0. Pengukuran Kesadahan Sampel Air 1. kemudian dititrasi dengan larutan EDTA 0. Kesadahan Kalsium Sampel air diambil sebanyak 10 mL kemudian ditambahkan 1 mL larutan buffer pH 12.4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.005 N Tabel 1. B. Sebanyak 1 mL KCN 10% dan indikator murexida secukupnya ditambahkan kedalamnya.005 N sampai cairan berwarna ungu dan dicatat banyaknya volume larutan EDTA yang digunakan untuk menitrasi 4. Menggunakan Indikator Murexida Larutan standar kalsium diambil sebanyak 10 mL kemudian ditambahkan 1 mL larutan buffer pH 12.4-5 N sampai cairan berwarna biru laut dan dicatat banyaknya volume larutan EDTA yang digunakan untuk menitrasi. Standarisasi Larutan EDTA 0. Hasil pengamatan standarisasi larutan EDTA 0.005 N sampai cairan berwarna ungu dan dicatat banyaknya volume larutan EDTA yang digunakan untuk menitrasi. Pengamatan V=10 mL Ditambahkan 5 mL larutan buffer Warna = Bening . 2.1 Hasil A. 2.005 N No. 1 2 Percobaan • Indikator EBT Diambil larutan standar kalsium pH 10.005 N sampai cairan berwarna biru laut dan dicatat banyaknya volume larutan EDTA yang digunakan untuk menitrasi. Sebanyak 1 mL KCN 10% dan indikator EBT secukupnya ditambahkan kedalamnya. Kesadahan Total Sampel air diambil sebanyak 10 mL kemudian ditambahkan 5 mL larutan buffer pH 10.

Ditambahkan 5 mL larutan buffer Warna = Bening pH 10.6 mL Warna = Ungu menitrasi. indikator EBT Warna = Ungu Percobaan Pengamatan Dimasukkan air sumur ke dalam Vair = 10 mL .6 mL 0.8 mL larutan yang digunakan untuk Vtitrasi = 0. Hasil pengukuran kesadahan total di air sumur Cempaka No. Ditambahkan 1 mL larutan KCN 10% Ditambahkan secukupnya.005 N dan dicatat banyaknya Vakhir = 9.6 mL Warna = Biru laut menitrasi.005 N dan dicatat banyaknya Vakhir = 6. Pengukuran Sampel Tabel 2. Dititrasi dengan larutan EDTA Vawal = 7.4 mL Warna = Biru laut V=10 mL 1 2 3 4 menitrasi. Indikator Murexida Diambil larutan standar kalsium Ditambahkan 1 mL larutan buffer Warna = Bening pH 12. Ditambahkan indikator murexida Warna = Merah muda secukupnya. 1 2 3 4 5 erlenmeyer.4-6 3 4 Ditambahkan indikator EBT Warna = Ungu secukupnya.6 mL larutan • yang digunakan untuk Vtitrasi = 0. Dititrasi dengan larutan EDTA Vawal = 9.005 N dan dicatat banyaknya Vakhir = 9 mL larutan yang digunakan untuk Vtitrasi = 0. Dititrasi dengan larutan EDTA Vawal = 10 mL 0. B.4mL 0.

1 2 3 4 5 erlenmeyer. Hasil pengukuran kesadahan kalsium di air sumur Cempaka .005 N dan dicatat banyaknya Vakhir = 8.4-7 Tabel 3.4 mL larutan yang digunakan untuk Vtitrasi = 0. indikator EBT Warna = Ungu Percobaan Pengamatan Dimasukkan air sumur ke dalam Vair = 10 mL Tabel 4. Hasil pengukuran kesadahan kalsium di air sumur Cempaka No.6 mL Warna = Biru laut menitrasi. Hasil pengukuran kesadahan total di air sumur Cempaka No. Dititrasi dengan larutan EDTA Vawal = 9 mL 0. Ditambahkan 1 mL larutan KCN 10% Ditambahkan secukupnya. 1 2 3 4 5 erlenmeyer.005 N dan dicatat banyaknya Vakhir = 5. Ditambahkan 5 mL larutan buffer Warna = Bening pH 12.2 mL larutan yang digunakan untuk Vtitrasi = 1 mL Warna = Ungu menitrasi. Ditambahkan 5 mL larutan buffer Warna = Bening pH 10.2 mL 0. Percobaan Pengamatan Dimasukkan air sumur ke dalam Vair = 10 mL Tabel 5. Dititrasi dengan larutan EDTA Vawal = 6. Ditambahkan 1 mL larutan KCN 10% Ditambahkan indikator murexida Warna = Merah muda secukupnya.

Indikator ini apabila bereaksi dengan ion logam rentan terhadap perubahan pH. Indikator EBT ini dapat bereaksi dengan ion logam yang pada percobaan ini berasal dari ion Mg2+..4-8 No.4 mL 0. Perubahan reaksi ditandai dengan berubahnya warna dari yang sebelum dititrasi dengan EDTA berwarna ungu. Larutan EDTA 0. Untuk menjaga kestabilan pH. hasil akhir titrasi tidak terganggu oleh reaksi indikator dengan logam. dalam prosedur pengukuran kesadahan. percobaan yang lebih dulu dilakukan yaitu Standarisasi larutan EDTA 0.2 Pembahasan Pada percobaan kesadahan ini. ketika dititrasi dengan EDTA. . Percobaan Pengamatan Dimasukkan air sumur ke dalam Vair = 10 mL Ditambahkan 5 mL larutan buffer Warna = Bening pH 12.005 N digunakan sebagai larutan standar yang digunakan untuk titrasi dalam pengukuran kesadahan pada sampel air. dan pada akhir titrasi berwarna biru laut. 4. Ditambahkan 1 mL larutan KCN 10% Ditambahkan indikator murexida Warna = Merah muda secukupnya.005 N dengan menggunakan indikator EBT dan Indikator murexida. 1 2 3 4 5 erlenmeyer. Dititrasi dengan larutan EDTA Vawal = 8. perlu ditambahkan suatu buffer dengan pH 12. Tetapi untuk menjaga kestabilan pH. Sedangkan apabila meggunakan indicator murexida perubahan reaksi ditandai dengan berubahnya warna dari yang sebelum dititrasi dengan EDTA berwarna merah dan pada akhir titrasi berwarna ungu. Dengan demikian.2 mL larutan yang digunakan untuk Vtitrasi = 2.005 N dan dicatat banyaknya Vakhir = 6. perlu ditambahkan suatu buffer dengan pH sekitar 10.4.2 mL Warna = Ungu menitrasi.

Selanjutnya dititrasi dengan larutan EDTA sampai didapatkan warna ungu berubah menjadi warna biru laut.16 mg/L CaCO3.4-9 Pada percobaan kesadahan digunakan 2 sampel air. 10 mL air ditambah dengan 5 mL buffer dengan pH 10. sehingga larutan juga ditambahkan buffer pH 12 sehingga reaksi logam dengan indikator tidak terlalu berpengaruh pada titrasi. maka dapat diperoleh hasil perhitungan kesadahan magnesium pada sampel yaitu air sumur Loktabat sebesar 527. Menurut Permenkes RI. 1 mL KCN 10% dan indicator EBT secukupnya. Merck pun air sumur Loktabat termasuk air sangat sadah karena kesadahan totalnya > 534 mg/L CaCO3. sampel air sumur Loktabat merupakan air yang sangat sadah sekali karena kesadahan totalnya > 180 mg/L CaCO3. Dari hasil perhitungan diperoleh kesadahan total pada sampel yang dinyatakan dalam mg/L CaCO3 adalah air sumur Loktabat sebesar 750 mg/L CaCO3 dan air sumur Cempaka sebesar 750 mg/L CaCO3. Pada percobaan kesadahan kalsium.2 mg/L CaCO3 dan pada sampel air sumur Cempaka sebesar 488. yaitu sampel dari air sumur Loktabat dan air sumur Cempaka. Sedangkan jika menurut standar kesadahan EPA maka air sumur Loktabat juga termasuk air sangat sadah karena kesadahan totalnya > 300 mg/L CaCO3. 2010 dianjurkan 500 mg/L CaCO3. Untuk mencegah kekeliruan dalam penentuan titik akhir titrasi. maka larutan berwarna ungu. bila melewati batas tersebut lalu diturunkan. Dari hasil perhitungan diperoleh kesadahan kalsium pada sampel yang dinyatakan dalam mg/L CaCO3 adalah air sumur Loktabat sebesar 222.84 mg/L CaCO3. untuk selanjutnya dititrasi dengan larutan EDTA sampai warnanya menjadi ungu. Pada kesadahan total. . 1 mL larutan KCN 10 % dan indikator murexida sehingga larutan menjadi berwana merah muda. Dari data yang dihasilkan dari percobaan. Berdasarkan standar terdapat empat standar kesadahan yang diketahui yaitu standar kesadahan air menurut WHO. 10 mL sampel air ditambahkan dengan 1 mL buffer pH 12.8 mg/L CaCO3 dan air sumur Cempaka sebesar 261. Apabila menurut standar kesadahan menurut E.

5 KESIMPULAN Dari hasil percobaan dapat diperoleh beberapa kesimpulan kesadahan total pada sampel yang dinyatakan dalam mg/L CaCO3 adalah air sumur Loktabat sebesar 750 mg/L CaCO3 dan air sumur Cempaka sebesar 750 mg/L CaCO3. Zat ini sangat kuat menarik ion logam berat (termasuk kalsium) dalam jaringan tubuh dan melarutkannya untuk dibuang melalui urine. EBT atau Eriochrome Black T adalah indicator kompleksometri yang merupakan bagian dari titrasi pengompleksian contohnya proses determinasi kesadahan air. . sedikit larut dalam air. Kesadahan Magnesium pada sampel yaitu air sumur Loktabat sebesar 527. Indicator murexida menimbulkan perubahan warna pada larutan sampel air menjadi warna merah muda.16 mg/L CaCO3. rentang warna dari kuning pada pH Asam kuat melalui kemerahan-ungu dalam larutan asam lemah menjadi biru-ungu dalam larutan basa.8 mg/L CaCO3 dan air sumur Cempaka sebesar 261. EDTA sebenarnya adalah Ligan Seksidentat yang dapat berkoordinasi dengan suatu ion logam lewat kedua nitrogen dan ke empat gugus karboksilnya atau disebut Ligan Multidentat yang melindungi lebih dari dua atom koordinasi per molekul. magnesium atau ion logam lain. Fungsi KCN yaitu membuat kompleks dengan bahan pengganggu sebab kation dapat bereaksi dengan EDTA. EBT berwarna biru lalu berubah menjadi merah ketika membentuk komplek dengan kalsium. 4. Dalam larutan. yaitu asam amino yang dibentuk dari protein makanan.2 mg/L CaCO3 dan air sumur Cempaka sebesar 488.84 mg/L CaCO3.4-10 EDTA adalah singkatan dari Ethylene Diamine Tetra Acid. Kesadahan kalsium pada sampel yang dinyatakan dalam mg/L Ca adalah air sumur Loktabat sebesar 222. Murexida dalam keadaan kering memiliki penampilan bubuk ungu kemerahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful