anjir Rob Mengancam Pesisir

  

Setiap Tahun Naik 2,5 Cm Tanjung Pesona 2,91 M Sadai 2,65 Meter

edisi: 10/Nov/2009 wib

Supari PANGKALPINANG, BANGKA POS - Babel Ocean Observation Science and Technologies (BOOST) Centre Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengingatkan masyarakat di pesisir untuk berhati-hati dengan banjir rob. Beberapa tahun terakhir, ketinggian air laut (pasang laut) terus naik rata-rata 2,5 cm per tahun. Kepala Bidang Kelautan dan Pengawasan DKP Kepulauan Bangka Belitung, M Hidayat Hamawi melalui Analis BOOST DKP Arief menyebutkan, kenaikan mencolok terjadi di Tanjung Pesona dan Sadai, Bangka Selatan. Untuk Tanjung Pesona pasang tertinggi tahun 2008 2,88 meter sedangkan tahun 2009 pasang tertinggi sementara 2,91 meter. Di Sadai tahun 2008 pasang tertinggi 2,59 meter adapun tahun 2009 sudah 2,65 meter. “Untuk 2009 baru data sementara, kecendrungannya akan terus naik karena pasang tertinggi terjadi bulan Desember dan Januari. Makanya masyarakat harus berhati-hati dengan banjir rob, terutama yang tinggal di pesisir. Kami perkirakan tahun ini bisa lebih dari 3 meter,” jelas Arief kepada harian ini, Senin (9/11) di kantornya. Menurut Arief, pasang surut di Bangka Belitung berhubungan dengan kondisi laut Cina Selatan. Adapun dampaknya membuat air laut tumpah ke jalan dan perumahan di pesisir terendam air. “Sekarang kita lihat air laut sering masuk ke jalan raya, padahal dulunya tidak, seperti di jalan raya Selindung Pangkalpinang-Sungailiat. Kemudian di antara Penyak dan Dusun Mulia, KobaPangkalpinang. Bukan hanya masyarakat di pesisir, pelayaran juga harus berhati-hati, karena pasang surut terkait dengan gelombang,” ingatnya seraya mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di daerah yang sudah dipasang peralatan stasiun BOOST yaitu di Sadai, Tanjung Pesona, Peltim (Muntok), Selendang Permai, Tanjung Tinggi dan Teluk Gembira. Arief juga menyinggung kecepatan angin di perairan Bangka Belitung. Untuk bulan November, angin paling kencang bertiup di perairan Sadai 9,63 m/s. Musim Hujan Terpisah, Koordinator Analisa Prakiraan Kantor Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, Supari mengatakan, meskipun sudah sering tujuh hujan namun saat ini belum bisa dikategorikan musim hujan. Pihaknya harus melihat sampai tanggal 10 November. “Setelah itu baru kita analisa apakah November masuk musim hujan,” kata Supari, Senin (9/11).

Bangka Pos/Agus N

Supari juga mengingatkan bahwa kecepatan angin yang terukur sempat mencapai 20 knot atau 35 km/jam pada tanggal 5 Nopember 2009. tinggi gelombang bisa mencapai 2 meter.” tegas Supari seraya memperkirakan pada hari ini Selasa (10/11) gelombang Muntok-Palembang mencapai 1. tapi hanya besaran komulatif. Sedangkan Pangkalbalam-Jakarta relatif tidak tinggi dengan gelombang di bawah dua meter. “Awal November beberapa kali hujan. Supari mengingatkan pelayaran Muntok-Palembang dan Pangkalbalam-Tanjungpandan untuk waspada. “Untuk pantai menghadap utara baik di Pulau Bangka maupun Belitung. Sungaliat dan Pangkalpinang. hujan yang terukur 94. pada siang hari kebanyakan angin Timur Laut dan Timur.8 milimeter (mm) selama 13 hari. Dari delapan hari.” ujarnya. Pangkalbalam-Tanjungpandan 2 meter.5 meter. walaupun di airpot. hujan sudah tujuh hari namun yang terukur 41. sedangkan sekarang bertiup dari Arah Timur Laut. Belinyu. “Untuk kapal besar aman. Kapal barang harus memperhatikan betul peringatan dini dari BMG ini. di daerah itu berpeluang terjadi gelombang tinggi khususnya di Laut Natuna dan Selat Karimata. Oktober 2009 saja. Kondisi ini berpeluang terjadi di perairan Muntok.4 mm mengindikasikan aktivitas hujan meningkat. Mengacu kriteria BMG minimal 150 mm. (slm/rya) Gelombang Tinggi BMG Pangkalpinang memperkirakan lima hari ke depan. Kondisi ini perlu diwaspadai.600 meter. penerbangan harus memilih kapan waktu tepat untuk mendarat atau take off karena bisa membahayakan.” jelasnya menambahkan. di Tanjungpandan hujan jauh lebih besar.” kata Supari. Menurutnya bila angin kencang terjadi dalam waktu lama. Pangkalbalam-Jakarta 1. “Sejauh ini kecepatan angin tidak berpengaruh dan jarak pandang masih di atas 1. gelombangnya akan lebih tinggi dari pantai yang menghadap ke selatan. (rya) .” kata Koordinator Analisa Prakiraan Kantor BMKG Pangkalpinang.Adapun selama Oktober 2009. kondisi serupa terjadi di pantai yang menghadap utara. tapi nelayan perlu waspada dengan kondisi cuaca yang mulai berubah ini karena angin bertiup kencang yang berpotensi menimbulkan gelombang. Tri Nugroho. penerbangan Oktober sampai 9 November 2009 masih normal karena intensitas hujan masih dalam batas kewajaran. Supari. “Yang perlu waspada lagi kapal barang atau kapal ekspor dari Pangkalbalam-Singapura atau Malaysia. Jebus. maka belum bisa dikategorikan musim hujan. Di Belitung dan Beltim. karena sekarang angin dari arah utara. gelombang bisa di atas 3 meter. dan di perairan Selat Karimata bisa 2 meter. anginnya menunjukkan musim hujan sudah aktif. karena angin di laut bisa lebih kencang dari di darat. Namun menurut Kepala Divisi Operasional Bandara Depati Amir. belum bisa dikriteriakan musim hujan. curah hujan di atas 200 mm.5-2 meter.