Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P.

Groover

3. PROSES PENGECORAN LOGAM
Menurut jenis cetakan yang digunakan proses pengecoran dapat diklasifikan menjadi dua katagori : 1. Pengecoran dengan cetakan sekali pakai. 2. Pengecoran dengan cetakan permanen. Pada proses pengecoran dengan cetakan sekali pakai, untuk mengeluarkan produk corannya cetakan harus dihancurkan. Jadi selalu dibutuhkan cetakan yang baru untuk setiap pengecoran baru, sehingga laju proses pengecoran akan memakan waktu yang relatif lama. Tetapi untuk beberapa bentuk geometri benda cor tersebut, cetakan pasir dapat menghasilkan coran dengan laju 400 suku cadang perjam atau lebih. Pada proses cetakan permanen, cetakan biasanya di buat dari bahan logam, sehingga dapat digunakan berulang-ulang. Dengan demikian laju proses pengecoran lebih cepat dibanding dengan menggunakan cetakan sekali pakai, tetapi logam coran yang digunakan harus mempunyai titik lebur yang lebih rendah dari pada titik lebur logam cetakan. Cetakan Pasir : cetakan pasir merupakan cetakan yang paling banyak digunakan, karena memiliki keunggulan : Dapat mencetak logam dengan titik lebur yang tinggi, seperti baja, nikel dan titanium; Dapat mencetak benda cor dari ukuran kecil sampai dengan ukuran besar; Jumlah produksi dari satu sampai jutaan. Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir : Dalam gambar 3.1 ditunjukkan tahapan pengecoran logam dengan menggunakan cetakan pasir sebagai berikut : Pembuatan pola, sesuai dengan bentuk coran yang akan dibuat; Persiapan pasir cetak; Pembuatan cetakan; Pembuatan inti (bila diperlukan); Peleburan logam; Penuangan logam cair kedalam cetakan; Pendinginan dan pembekuan; Pembongkaran cetakan pasir; Pembersihan dan pemeriksaan hasil coran; Produk cor selesai.

21

Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Groover

Gambar 3.1 Tahapan pengecoran logam dengan cetakan pasir

Catatan : Kadang-kadang diperlukan perlakuan panas terhadap produk coran untuk memperbaiki sifat-sifat metalurginya. Tahapan pembuatan cetakan pasir : 1. Pemadatan pasir cetak di atas pola; 2. Pelepasan pola dari pasir cetak rongga cetak; 3. Pembuatan saluran masuk dan riser; 4. Pelapisan rongga cetak; 5. Bila coran memiliki permukaan dalam (mis : lubang), maka dipasang inti; 6. Penyatuan cetakan; 7. Siap untuk digunakan. Pola dan Inti : Pola merupakan model benda cor dengan ukuran penuh dengan memperhatikan penyusutan dan kelonggaran untuk pemesinan pada akhir pengecoran. Bahan pola adalah : kayu, plastik, dan logam. Jenis-jenis pola : ( lihat gambar 3.2) (a) Pola padat (solid pattern); (b) pola belah (split pattern); (c) Pola dengan papan penyambung (match – plate pattern); (d) Pola cope dan drag (cope and drag pattern). (a) Pola padat (disebut juga pola tunggal) : Pola padat dibuat sama dengan geometri benda cor dengan mempertimbangkan penyusutan dan kelonggaran untuk pemesinan. Biasanya digunakan untuk jumlah produksi yang sangat kecil.
22

tetapi untuk membuat cetakannya lebih sulit. 23 . dua bagian pola belah masing-masing diletakan pada sisi yang berlawanan dari sebuah papan kayu atau pelat besi. Inti biasanya dibuat dari pasir yang dipadatkan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Groover Walaupun pembuatan pola ini mudah. Gambar 3. Inti : Pola menentukan bentuk luar dari benda cor. sehingga logam cair akan mengalir membeku diantara rongga cetak dan inti. sedangkan inti digunakan bila benda cor tersebut memiliki permukaan dalam. Biasanya digunakan untuk benda coran yang memiliki geometri yang lebih rumit dengan jumlah produksi menengah. tetapi pada pola ini dua bagian dari pola belah masing-masing ditempelkan pada papan yang terpisah. seperti membuat garis pemisah antara bagian atas cetakan (cope) dengan bagian bawah cetakan (drug). untuk membentuk permukaan bagian luar dan dalam dari benda cor. (d) Pola cope dan drug : Pola ini hampir sama dengan pola dengan papan penyambung. Inti merupakan model dengan skala penuh dari permukaan.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Demikian pula untuk membuat sistem saluran masuk dan riser diperlukan tenaga kerja yang terlatih. Seperti pada pola.2 Beberapa jenis pola (b) Pola belah : Terdiri dari dua bagian yang disesuaikan dengan garis pemisah (belahan) cetakannya. dalam benda cor. Proses pembuatan cetakannya lebih mudah dibandingkan dengan memakai pola padat. (c) Pola dengan papan penyambung : Digunakan untuk jumlah produksi yang lebih banyak. ukuran inti harus mempertimbangkan penyusutan dan pemesinan. yang diletakan dalam rongga cetak sebelum permukaan logam cair dilakukan. Pola ini biasanya juga dilengkapi dengan sistem saluran masuk dan riser. Pada pola ini.

kemampuan cetakan untuk mempertahankan bentuknya dan tahan terhadap pengikisan oleh aliran logam cair. atau pasir silika yang dicampur dengan mineral lain (mis. tetapi permeabilitasnya kurang baik.3 (a) Inti disangga dengan chaplet. Groover Pemasangan inti didalam rongga cetak kadang-kadang memerlukan pendukung (support) agar posisinya tidak berubah.3). kemampuan pasir pada permukaan rongga cetak untuk menahan keretakan dan pembengkokan akibat sentuhan logam cair. yang dibuat dari logam yang memiliki titik lebur yang lebih tinggi dari pada titik lebur benda cor. kualitas pengikat dan faktor-faktor yang lain. bagian chaplet yang menonjol ke luar dari benda cor selajutnya dipotong. (3) Stabilitas termal. chaplet baja digunakan pada penuangan besi tuang. Gambar 3. setelah penuangan dan pembekuan chaplet akan melekat ke dalam benda cor (lihat gambar 3. Beberapa indikator untuk menentukan kualitas cetakan pasir : (1) Kekuatan. Ukuran butir yang kecil akan menghasilkan permukaan coran yang baik. sehingga dapat membebaskan gas-gas dalam rongga cetak selama proses penuangan. (c) hasil coran dengan lubang pada bagian dalamnya Cetakan dan Pembuatan Cetakan : Pasir cetak yang sering dipakai adalah : pasir silika (SiO2).Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Sebagai contoh. Cetakan yang dibuat dari ukuran butir ynag tidak beraturan akan menghasilkan kekuatan yang lebih tinggi dari pada butir yang bulat. 24 . (2) Permeabilitas. dsb). resin phenolik. tanah lempung) atau resin organik (mis. (b) vhaplet. tetapi ukuran butir yang besar akan menghasilkan permeabilitas yang baik. kemampuan cetakan untuk membebaskan udara panas dan gas dari dalam cetakan selama operasi pengecoran melalui celah-celah pasir cetak. resin turan. Hal ini tergantung pada bentuk pasir. Pendukung tersebut disebut chaplet.

Keunggulan : Memiliki kolapsibilitas yang baik. Cetakan pasir basah. kemampuan cetakan membebaskan coran untuk menyusut tanpa menyebabkan coran menjadi retak. Cetakan pasir kering. dan Murah. Klarifikasi Cetakan Pasir : Cetakan pasir basah. lempung. dan kemudian cetakan dibakar dalam sebuah oven dengan temperatur berkisar antara 204o sampai 316o C.5 cm pada permukaan rongga cetakan. Kelemahan : Uap lembab dalam pasir dapat menyebabkan kerusakan pada berberapa coran. penolik. Pembakaran dalam oven dapat memperkuat cetakan dan mengeraskan permukaan rongga cetakan. dan air. Cetakan pasir kering. Klasifikasi cetakan yang telah dibahas merupakan klasifikasi konvensional. tergantung pada logam dan geometri coran. diperoleh dengan mengeringkan permukaan pasir basah dengan kedalaman 1. minyak alkyd. (5) Reusabilitas. Bahan perekat khusus harus ditambahkan pada campuran pasir untuk memperkuat permukaan rongga cetak.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Keunggulan : Dimensi produk cetak lebih baik. dibuat dengan menggunakan bahan pengikat organik. Pemakaian terbatas untuk coran yang medium dan besar dalam laju produksi rendah medium. Permeabilitas baik. Reusabilitas yang baik. Saat ini telah dikembangkan cetakan yang menggunakan pengikat bahan kimia.2 cm sampai dengan 2. Groover (4) Kolapsibilitas (collapsibility). atau Cetakan kulit kering. Beberapa bahan pengikat yang tidak menggunakan proses pembakaran. Cetakan kulit kering. Laju produksi lebih rendah karena dibutuhkan waktu pengeringan. dibuat dari campuran pasir. seperti antara lain resin turan. 25 . kemampuan pasir (dari pecahan cetakan) untuk digunakan kembali (didaur ulang). Kelemahan : Lebih mahal dibandingkan dengan cetakan pasir basah.

Groover Cetakan tanpa pembakaran ini memiliki kendali dimensi yang baik dalam aplikasi produksi yang tinggi. atau cara pembuatan pola. 26 .4 : Menggunakan pasir dengan pengikat resin termoset. (2) Kotak dibalik sehingga campuran pasir dan resin jatuh diatas pola yang masih panas.4 Tahapan pembuatan cetakan kulit Cara pembuatan : (1) Pada logam dipanaskan dan diletakan diatas kotak yang telah berisi campuran pasir dengan resin termoset.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Gambar 3. Perbedaan antara metode ini dengan metode cetakan pasir terdapat dalam komposisi bahan cetakan. sehingga kelebihan campuran pasir kembali jatuh kedalam kotak. Cetakan kulit (shell molding) ditunjukkan dalam gambar 3. (4) Kulit pasir dipanaskan dalam oven selama beberapa menit hingga seluruhnya mengering. Proses Pengecoran dengan Cetakan Khusus : Proses pengecoran telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan khusus. (3) Kotak dikembalikan ke posisi semula. (5) Cetakan kulit dilepaskan dari polanya. membentuk lapisan campuran yang melapisi permukaan pola sehingga membentuk kulit keras. cara pembuatan cetakan.

dan kemudian dilakukan penuangan. Jadi istilah vakum pada proses ini adalah metode pembuatan cetakan. Cetakan Vakum : Cetakan vakum disebut juga proses-V. sehingga dapat dihindarkan terjadinya keretakan pada hasil coran. (4) Tekanan vakum dilepaskan. Dimensi lebih akurat. Setelah pembekuan. camshaft. (5) Cetakan disatukan dengan pasangannya untuk membentuk kup dan drug. kemudian divakum untuk memperkuat kedua bagian tersebut. Keuntungan dari cetakan kulit : Permukaan rongga cetak lebih halus dibandingkan dengan cetakan pasir basah. Groover Dua belahan cetakan kulit dirakit. bukan metode pengecoran. (2) Rangka cetak (flask) yang di desain secara khusus. seluruh pasir dapat didaur ulang untuk digunakan kembali. Kurang cocok bila digunakan untuk jumlah produksi yang rendah (hanya cocok untuk produksi massal). Tahapan proses adalah : (lihat gambar 3. (6) 27 . saluran turun (sprue) dan cawan tuang (cup) dibentuk dalam pasir. value bodies. bushing. Permukaan yang halus tersebut memudahkan logam cair selama penuangan dan dihasilkan permukaan akhir yang lebih baik. Contoh penggunaan : roda gigi. sehingga buturan pasir disatukan membentuk cetakan padat.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. lembaran plastik akan habis terbakar dengan cepat setelah tersentuh logam cair. Memilki kolapsibilitas yang sangat baik. menggunakan cetakan pasir yang disatukan dengan tekanan vakum.5) (1) Lembaran plastic ditarik diatas pola kup dan drug dengan vakum. Kelemahan : Pola logam lebih mahal dibandingkan dengan pola yang digunakan pada cetakan pasir basah. (7) Coran yang telah selesai dengan saluran turun dilepaskan dari cetakan. kemudian pola diangkat dari cetakan. dan ditarik dengan tekanan vakum. ditaruh diatas pelat pola dan diisi pasir. (3) Lembaran plastik yang lain ditempatkan diatas rongga cetak. Selanjutnya dilakukan penuangan logam cair. di support dengan pasir atau butiran logam dalam sebuah rangka cetak.

proses cetak penuh (full-mold process). Dalam hal ini cetakan tidak harus dapat dibuka dalam kup dan drug.5 Tahapan pembuatan cetakan vakum Keuntungan dari proses vakum : Tidak menggunakan bahan pengikat. Pola cetakan termasuk sistem saluran masuk. proses penguapan busa (evaporative foam process). Kelemahan : Proses pembuatannya relatif lambat. riser dan inti (bila diperlukan) dibuat dari bahan busa polisteren. Proses pengecoran polisteren Nama lain dari proses ini adalah : proses penghilangan busa (lost-foam process).Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Karena tidak ada air yang dicampurkan kedalam pasir. dan tidak segera dapat digunakan. Groover Gambar 3.6). maka kerusakan coran akibat uap lembab dapat dihindarkan. Pasir tidak perlu dikondisikan secara khusus (karena tidak menggunakan bahan pengikat). proses penghilangan pola (lost pattern process). karena pola busa tersebut tidak perlu dikeluarkan dari rongga cetak (lihat gambar 3. 28 .

Tahapan pengecoran presisi : (lihat gambar 3. Tidak perlu dibuat kup dan drug. sehingga dibutuhkan pola baru setiap kali pengecoran. Keuntungan proses ini : Pola tidak perlu dilepaskan dari rongga cetak. sehingga rongga cetak dapat diisi.6 Tahapan proses pengecoran polisteren Tahapan proses pengecoran polisteren adalah : (1) Pola polisteren dilapisi dengan senyawa tahan api.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. setelah sebelumnya lilin tersebut mencair terlebih dahulu dan dikeluarkan dari rongga cetakan. Kelemahannya : Pola polisteren merupakan pola sekali pakai. Biaya pembuatan pola mahal. Groover Gambar 3. dan sistem saluran masuk serta riser dapat dibuat menjadi satu dengan pola polisteren tersebut. segera setelah logam cair dimasukan kedalam cetakan. busa polisteren menguap. dan pasir dimasukkan kedalam kotak cetakan dan dipadatkan kesekeliling pola. 29 . dengan cara menuang atau menginjeksikan lilin cair ke dalam cetakan induk tersebut. Pengecoran presisi (investment casting) : Dalam proses pengecoran ini pola dibuat dari lilin yang dilapisi dengan bahan tahan api untuk membuat cetakan. (2) Pola busa tersebut ditempatkan pada kotak cetakan. (2) Beberapa pola ditempelkan pada saluran turun (sprue) membentuk pohon bola. (3) Logam cair dituangkan kedalam bagian pola yang berbentuk cawan tuang dan saluran turun (sprue). Penggunaan : Produksi massal untuk pembuatan mesin automobil (dalam proses ini pembuatan dan pemasangan pola dilakukan dengan sistem produksi automatis). Pola lilin dibuat dengan cetakan induk (master die).7) (1) Pola lilin dibuat.

Sulit bila diperlukan inti. Groover Gambar 3. 30 (3) (4) . Seluruh cetakan terbentuk dengan menutup pola yang telah dilapisi tersebut dengan bahan tahan api sehingga menjadi kaku. Lilin dapat didaur ulang. Terbatas untuk benda cor yang kecil. kemudian dipanaskan sehingga lilin meleleh dan keluar dari dalam cetakan.7 Tahapan proses pengecoran presisi Pohon pola dilapisi dengan lapisan tipis bahan tahan api.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. (7) Setelah logam cair dituangkan dan membeku cetakan dipecahkan. Ketelitian dimensi sangat baik (toleransi ± 0.076mm). Tidak diperlukan pemesinan lanjut. Permukaan hasil coran sangat baik. (5) Cetakan dipegang dalam posisi terbalik. Kelemahan : Tahapan proses banyak sehingga biayanya mahal. dan coran dilepaskan dari sprue-nya. Keuntungan dari pengecoran presisi : Dapat membuat coran dalam bentuk yang rumit. (6) Cetakan dipanaskan kembali dalam suhu tinggi. sehingga semua kotoran terbuang dari cetakan dan semua logam cair dapat masuk kedalam bagianbagian yang rumit disebut proses preheating.

Anginkan plaster agar dihasilkan plaster yang keras dan padat. Kekuatan cetakan akan berkurang bila terlalu kering. Cara menanggulangi kelemahan : Keluarkan udara sebelum diisi cairan. Permeabilitas cetakan rendah. Gunakan cetakan dengan komposisi dan perawatan khususyang dikenal dengan proses Antioch. alat penguat gigi. mengatur waktu pengeringan cetakan. baja tahan karat. Dimensi akurat. seperti bubuk dan silika dicampur dengan plaster untuk : mengatur kepadatan. dan kemudian dikeringkan. sehingga uap sulit keluar dari rongga cetak. Keuntungan : Permukaan akhir baik. Mampu membuat bagian coran yang tipis. 31 . dan meningkatkan kekuatan. Pengecoran dengan cetakan plaster dan keramik : Pengecoran dengan cetakan plaster mirip dengan cetakan pasir. Cetakan presisi dapat digunakan untuk semua jenis logam. Untuk membuat cetakan. hanya cetakannya dibuat dengan plaster (2CaSO4-H2O) sebagai pengganti pasir. seperti : baja. dan paduan tembaga. Tidak tahan temperatur tinggi. Bila cetakan tidak kering uap lembab akan merusak hasil coran. plaster dicampur dengan air dan dituangkan ke dalam pola plastik atau logam dalam rangka cetak (flask) dan dibiarkan mengering (catatan: pola kayu kurang sesuai untuk cetakan plaster). magnesium.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Proses Antioch adalah proses yang menggunakan campuran 50% pasir dengan plaster. Bahan tambahan. Pengecoran dengan cetakan plaster digunakan untuk logam dengan titik lebur rendah seperti : aluminium. mengurangi terjadinya keretakan. Kelemahan : Perawatan cetakan plaster sulit sehingga jarang digunakan untuk produksi tinggi. memanaskan cetakan dalam autoclave (oven yang menggunakan uap air superpanas dan bertekanan tinggi). Dengan cara ini akan dihasilkan permeabilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan cetakan plaster konvensional. Groover Contoh penggunaan : komponen mesin turbin. paduan dengan titik lebur tinggi. perhiasan.

Kelebihan lainnya = cetakan plaster.8 berikut ini. dan produk coran lainnya yang memiliki geometri yang rumit. besi tuang.8 Tahapan dalam pengecoran dengan cetakan permanen 32 . Penggunaan sama dengan cetakan plaster hanya titik lebur logam coran lebih tinggi. Jadi cetakan keramik dapat digunakan untuk mencetak baja. Gambar 3. sudu-sudu pompa dan turbin.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. paduan tembaga. Groover Contoh Penggunaan : cetakan logam untuk mencetak plastik. magnesium. dan besi tuang. Pengecoran dilakukan melalui beberapa tahapan seperti ditunjukkan dalam gambar 3. Cetakan keramik mirip dengan cetakan plaster. Pada umumnya cetakan ini dibuat dari bahan baja atau besi tuang. bedanya cetakan keramik menggunakan bahan keramik tahan api yang lebih tahan temperatur tinggi dibandingkan dengan plaster. dan paduan lainnya yang mempunyai titik lebur tinggi. Proses Cetakan Permanen Pengecoran cetakan permanen menggunakan cetakan logam yang terdiri dari dua bagian untuk memudahkan pembukaan dan penutupannya. karet. Logam yang biasa dicor dengan cetakan ini antara lain aluminium.

Tahapan pengecoran: . ketebalannya ditentukan oleh lamanya waktu penahan sebelum cetakan dibalik. Groover (1) (2) (3) (4) (5) cetakan diberi pemanasan awal dan dilapisi (coated). alas lampu. dan timah putih. Pengecoran bertekanan rendah (low pressure casting) Pada pengecoran jenis ini cetakan diletakkan diatas ruang kedap udara (airtight chamber).Cetakan kemudian dibalik.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Berbagai pengecoran cetakan permanen : 1. Pengecoran tuang (slush casting) Digunakan untuk benda cor yang berlubang dengan cetakan logam tanpa inti. inti (bila digunakan) dipasang dan cetakan ditutup. .Logam cair dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan sejenak sampai terjadi pembekuan pada bagian yang bersentuhan dengan dinding cetakan. logam cair dituangkan ke dalam cetakan.9 Pengecoran dengan cetakan bertekanan rendah 33 . Contoh penggunaan: patung.9. produk coran yang dihasilkan. boneka. Logam cor yang biasa dipakai : timah hitam. dan lain-lainnya. 2. seperti ditunjukkan dalam gambar 3. . dan cetakan dibuka. Gambar 3.Diperoleh benda cor yang berlubang. sehingga bagian logam yang masih cair akan tertuang keluar dari rongga cetakan. kemudian gas bertekanan rendah dialirkan ke dalam ruang tersebut sehingga logam cair yang berada di dalam ladel tertekan ke atas melalui saluran batu tahan api masuk ke dalam cetakan. seng.

Groover Keuntungan : . Konfigurasi secara umum ditunjukkan dalam gambar 3. 3.Kekuatan benda cor lebih baik. .Kerusakan karena porositas udara dapat dikurangi. Gambar 3.Hasil cetakan bersih bebas dari inklusi.Mesin cetak tekan ruang dingin (cold chamber) 34 . Pengecoran cetakan permanen vakum (vacuum permanent mold casting) Merupakan bagian dari pengecoran bertekanan rendah. bedanya disini cetakannya divakum.Mesin cetak tekan ruang panas (hot chamber). 4. . Pengecoran cetak tekan (die casting) Pengecoran cetak tekan termasuk proses pengecoran cetakan permanen dengan cara menginjeksikan logam cair ke dalam rongga cetakan dengan tekanan tinggi (7 sampai 350MPa).Sifat mekaniknya meningkat. Tekanan tetap dipertahankan selama proses pembekuan. dan .10 Konfigurasi mesin pengecoran cetak tekan ruang dingin (cold chamber) Terdapat dua jenis mesin cetak tekan : .Kerusakan akibat porositas gas dan oksidasi dapat diperkecil. Kelebihan proses ini dibandingkan pengecoran bertekanan rendah adalah : .10. . sehingga cairan logam akan ditarik ke dalam rongga cetak karena adanya perbedaan tekanan.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. setelah seluruh bagian coran membeku cetakan dibuka dan hasil coran dikeluarkan dari dalam cetakan.

dibandingkan cetak tekan ruang panas. Groover Perbedaan antara mesin cetak tekan ruang panas dan mesin cetak tekan ruang dingin dapat dilihat dalam table 3.11. silinder mesin dan silinder injeksi terendam injeksi diisi logam cair secara manual dalam logam cair atau mekanis. 2. Tungku peleburan terpisah. seperti ditunjukkan dalam gambar 3. Laju produksi cepat.1 Perbedaan antara mesin cetak tekan ruang panas dan mesin cetak tekan ruang dingin Mesin cetak tekan ruang panas Mesin cetak tekan ruang dingin 1. Tungku peleburan terdapat pada 1. logam dilebur di dalam kontainer yang menjadi satu dengan mesin cetaknya. 4. 3. Tekanan injeksi berkisar antara 7 2. Digunakan untuk logam cor dengan 3.1 Tabel 3. Tekanan injeksi berkisar antara 14 sampai 35 MPa sampai 140 Mpa. titik lebur lebih tinggi seperti Al. Proses pengecoran cetak tekan ruang panas : Dalam mesin pengecoran cetak tekan ruang panas.11 Proses pengecoran cetak tekan ruang panas 35 .Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Gambar 3. Cu. Zn. Laju produksi lebih lambat 500 produk/jam. Digunakan untuk logam cor dengan titik lembur rendah seperti Sn. bisa mencapai 4. Mg. Pb.

(2) Plunger menekan logam cair dalam ruang sehingga mengalir masuk ke dalam rongga cetak. dan benda coran yang telah membeku ditekan keluar dengan pin ejektor. (3) Ram ditarik. Groover Tahapan pengecoran: (1) Cetakan ditutup dan pluger ditarik ke atas. Gambar 3. (3) Plunger ditarik. logam dilebur didalam kontainer yang terpisah dengan mesin cetaknya. logam cair masuk ke dalam ruang (chamber). tekanan dipertahankan selama proses pendinginan dan pembekuan.12 Proses pengecoran cetak tekan ruang dingin Tahapan pengecoran : (1) Cetakan ditutup dan ram ditarik. 36 . seperti ditunjukkan dalam gambar 3. tekanan dipertahankan selama proses pendinginan dan pembekuan. cetakan dibuka. (4) Proses pengecoran selesai.12. cetakan dibuka. logam cair dituangkan ke dalam ruang (chamber).Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. (2) Ram ditekan sehingga mendorong logam cair masuk ke dalam rongga cetak. Proses pengecoran cetak tekan ruang dingin : Dalam mesin pengecoran cetak tekan ruang dingin. dan benda coran yang telah membeku ditekan keluar dengan pin ejektor.

cincin. Jenis–jenis pengecoran sentritugal : 1) Pengecoran sentritugal sejati. Pengecoran sentritugal sejati : Dalam pengecoran sentrifugal sejati. Akibat pengaruh gaya sentritugal logam cair akan terdistribusi ke dinding rongga cetak dan kemudian membeku. 5) Dapat mencetak bagian benda cor yang sangat tipis hingga 0. bushing. 2) Sering terjadi efek cil. logam cair dituangkan ke dalam cetakan yang berputar untuk menghasilkan benda cor bentuk tabular. 3) Dimensi benda cor akurat (toleransi ± 0. seperti pipa.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Kelemahan : 1) Geometri benda cor harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dikeluarkan dari dalam cetakan. 5. terutama bila temperatur tuang logam cair terlalu rendah. 4) Permukaan benda cor halus. Gambar 3.076 mm untuk benda cor yang kecil). 6) Pendinginan cepat dengan ukuran butir kristal yang sangat halus sehingga hasil pengecoran memiliki kekuatan yang baik. dan lain-lainnya. Groover Keuntungan pengecoran cetak tekan : 1) Laju produksi tinggi. tabung. 2) Pengecoran semi sentritugal.13 Proses pengecoran sentrifugal sejati 37 . 2) Sangat ekonomis untuk produksi massal. 3) Pengecoran sentrifuge.5 mm. Pengecoran Sentritugal Pengecoran sentritugal dilakukan dengan menuangkan logam cair ke dalam cetakan yang berputar.

cetakan baru diputar setelah logam cair dituangkan.2 ft/sec2 atau 9. Orientasi sumbu putar cetakan bisa dalam posisi horisontal maupun vertikal. Karakteristik benda cor hasil pengecoran sentrifugal sejati: . .13 ditunjukkan logam cair dituangkan ke dalam cetakan horisontal yang sedang berputar melalui cawan tuang (pouring basin) yang terletak pada salah satu ujung cetakan. Kecepatan putar yang sangat tinggi menghasilkan gaya sentrifugal sehingga logam akan terbentuk sesuai dengan bentuk dinding cetakan.8 m/s2) Rasio antara gaya sentrifugal dengan berat disebut faktor–G (GF ) : GF = F mv 2 v 2 = = W Rmg Rg 38 . tetapi sebelah dalamnya akan berbentuk bulatan.memiliki densitas (kepadatan) yang tinggi terutama pada bagian luar coran. karena adanya gaya radial yang simetri. atau bentuk-bentuk yang lain. heksagonal. lb (N) g = percepatan gravitasi (32. Jadi. ft (m) W = mg Gaya gravitasi : dimana : W = gaya gravitasi. ft/sec (m/s) R = radius dalam cetakan.tidak terjadi penyusutan pembekuan pada bagian luar benda cork arena adanya gaya sentrifugal yang bekerja secara kontinu selama pembekuan. Pada beberapa mesin. Bila kita anggap orientasi sumbu putar adalah horisontal. Groover Dalam gambar 3. oktagonal. tetapi yang lebih umum adalah horisontal. . bentuk luar dari benda cor bisa bulat.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P.cenderung ada impuritas pada dinding sebelah dalam coran dan hal ini dapat dihilangkan dengan permesinan. lbm (kg) v = kecepatan. maka gaya dapat didefinisikan dengan persamaan berikut ini. Gaya sentrifugal : F = dimana : mv 2 R F = gaya. lb (N) m = massa.

pengaruh gravitasi dapat menyebabkan ketebalan dinding coran bagian bawah lebih tebal dibandingkan dengan bagian atasnya. ft (m) Rb = radius bawah coran. Tentukan kecepatan putaran (N ). tergantung pada logam yang akan dicor. Jawab : diameter dalam cetakan D = OD = 10.9 rev/min π 0.833 ft.2x65 = 676. N = 30 2x32.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P.833 Dalam pengecoran sentrifugal vertikal. Contoh soal : Pengecoran sentrifugal sejati yang dioperasikan secara horisontal digunakan untuk membuat tabung tembaga panjang 12 in dengan diameter luar (OD) 10 in dan diameter dalam (ID) = 9 in. rev/min  πRN  D   2 2 R πN 30   πN   =  GF =    = 2  Rg g  30  g  30  2 dimana : D = diameter dalam cetakan. ft (m) Rt = radius atas coran. bila faktor–G yang digunakan dalam pembuatan tabung tersebut adalah 65. ft (m) 39 .0 in = 0. ft (m) N = 30 2 gGF π D Secara empiris nilai GF berkisar antara 60 s/d 80 untuk pengecoran sentrifugal horisontal.Rb dimana : L = panjang vertikal coran. Groover Kecepatan dapat dinyatakan dengan : v = dimana : 2πRN πRN = 60 30 N = kecepatan putar. 2 gL 30 N = 2 2 π Rt .

15. gaya sentrifugal digunakan untuk menghasilkan coran yang pejal (bukan bentuk tabular). Bagian tengah yang memiliki densitas rendah mudah dikerjakan dengan pemesinan.14. Groover Radius atas coran (Rt ) akan sama dengan radius bawah coran (Rb ).14 Proses pengecoran semi sentrifugal Densitas logam dalam akhir pengecoran lebih besar pada bagian luar dibandingkan dengan bagian dalam coran yaitu bagian yang dekat dengan pusat rotasi. Gambar 3. Gambar 3.15 Proses pengecoran sentrifuge 40 . seperti roda. bila N = tak berhingga. Kondisi ini dimanfaatkan untuk membuat benda dengan lubang ditengah. seperti yang ditunjukkan dalam gambar 3. Pengecoran sentrifuge : Dalam pengecoran sentrifuge cetakan dirancang dengan beberapa rongga cetak yang diletakkan disebelah luar dari pusat rotasi sedemikian rupa sehingga logam cair yang dituangkan ke dalam cetakan akan didistribusikan kesetiap rongga cetak dengan gaya sentrifugal. puli. seperti ditunjukkan dalam gambar 3.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Cetakan dirancang dengan riser pada pusat untuk pengisian logam cair. Pengecoran semi sentritugal : Pada metode ini.

. radial. dan sentrifuge ditunjukkan dalam tabel 3. rotasi.temperature lebur dan temperature penuangan. Pemilihan dapur tergantung pada beberapa faktor. cetakan. dan tidak diperlukan persyaratan semetri radial seperti dua jenis pengecoran sentrifugal yang lain. Bengkel Cor (Foundry) Merupakan bengkel yang memiliki dapur peleburan logam dan peralatan bantu lainnya seperti ladel. Dapur Peleburan (Furnace) Beberapa jenis dapur peleburan yang sering digunakan dalam bengkel cor adalah: 1) Kupola. 41 . . 4) Dapur busur listrik (electrical-arc furnance). . 2) Dapur pembakaran langsung (direct fuel-fired furnance). Digunakan untuk benda cor cor bentuk tabular.pemeliharaan.paduan logam yang akan dicor.biaya investasi. 3) Dapur krusibel (crusibel furnance). Rongga cetak berada diluar cetak berada pada pusat cetak berada pada pusat pusat rotasi. Perbedaan antara sentrifugal sejati. semi sentrifugal. simetri radial. semi sentrifugal.2 Perbedaan antara sentrifugal sejati. Digunakan untuk benda 3. Pusat simetri rongga 2. Benda cor memiliki 1. . cor yang pejal (lubang berlubang/tidak berlubang. rotasi.2 Tabel 3.kapasitas dapur yang dibutuhkan. Groover Proses ini digunakan untuk benda cor yang kecil. seperti : .Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. dibuat belakangan). dan sentrifuge Sentrifugal sejati Semisentrifugal Sentrifuge 1. dan lain-lainnya.polusi terhadap lingkungan. Pusat simetri rongga 2. 5) Dapur induksi (induction furnance). . Digunakan untuk benda 3. 3. 2. . Tidak dipersyaratkan.pengoperasian. Benda cor memiliki simetri 1.

Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Groover Kupola Kupola adalah dapur yang digunakan untuk melebur besi tuang. Pengisisan dilakukan melalui charging door bergantian antara kokas dan besi. sedang bahan bakunya adalah besi bekas dan seringkali ditambahkan besi kasar. Penambahan bahan baku juga dilakukan secara berkala dan dapur dapat bekerja secara kontinu. Terak akan mengapung di atas besi cair dan berfungsi sebagai pelindung hingga tidak bereaksi dengan lingkungan di dalam kupola. terbuat dari baja dan bagian dalamnya dilapisi dengan batu tahan api. Pembakaran terjadi disekitar pipa hembus sehingga di daerah ini akan terjadi percairan besi dan fluks akan bereaksi dengan abu kokas dan impuritas lainnya membentuk terak.16. Cairan akan dikeluarkan secara berkala bila jumlah cairan sudah cukup banyak. Sebagai bahan bakar digunakan kokas (coke). dan batu kapur digunakan sebagai fluks. seperti ditunjukkan dalam gambar 3. Dapur ini berbentuk silindrik tegak.16 Kupola yang digunakan untuk peleburan besi tuang 42 . Gambar 3.

17 Tiga jenis dapur krusibel Dalam gambar 3. Dapur pot tetap : Dapur tidak dapat dipindah. dan serbuk batubaru. Sebagai bahan bakar digunakan minyak. (b) pot tetap (stationary pot). krusibel diangkat dari dapur dan digunakan sebagai label penuangan. Bila logam telah melebur. Dapur tukik : Dapat ditukik untuk menuangkan logam cair. Dapur jenis ini biasanya digunakan untuk melebur logam non-besi seperti paduan tembaga dan aluminium. 43 . logam cair diambil dari kontainer dengan ladel. dan dipanaskan dengan pembakar (burner) yang ditempatkan disebelah tungku. Dibagian bawah tungku terdapat lubang saluran untuk mengalirkan logam cair hasil peleburan. Atap dapur membantu pemanasan dengan memantulkan bunga api ke dalam tungku peleburan. Logam yang akan dilebur ditempatkan di dalam tungku tersebut. Dapur krusibel (dapur kowi) : Dapur ini melebur logam tanpa berhubungan lagsung dengan bahan pembakaran tidak langsung (indirect fuel-fired furnance). Groover Dapur pembakaran langsung Dapur pembakaran langsung terdiri dari tungku kecil yang terbuka.17 ditunjukkan 3 jenis dapur krusibel yang biasa digunakan : (a) krusibel angkat (lift-out crucible).Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. Krusibel angkat : Krusibel ditempatkan didalam dapur dan dipanaskan hingga logam mencair. Bahan bakar yang digunakan adalah gas alam. Gambar 3. gas. (c) dapur tukik (tilting-pot furnance).

maka kondisi lingkungan peleburan dapat dikontrol dengan baik. 44 . Groover Dapur krusibel digunakan untuk peleburan logam non-besi seperti perunggu.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. dan dihasilkan arus induksi sehingga terjadi pemanasan dan peleburan logam yang sangat cepat. karena tidak terjadi kontak dengan elemen pemanas. Penggunaan : . bahan baku dilebur dengan panas yang dihasilkan dari suatu busur listrik. Dapur busur listrik : Dalam jenis dapur ini.peleburan paduan aluminium. Gambar 3. . Dapur Induksi : Dapur induksi dalam gambar 3. Kapasitas dapur umumnya terbatas hanya beberapa ratus pound saja.18 Dapur induksi Keuntungan dapur induksi 1. logam cair yang dihasilkan memiliki kualitas dan kemurnian yang tinggi. 3.peleburan baja. Konsumsi daya tinggi. .semua paduan yang lain. 2. medan gaya elektromagnetik menyebabkan terjadinya pencampuran logam cair. 4.peleburan besi tuang.18 menggunakan arus bolak-balik yang dialirkan ke suatu kumparan untuk menghasilkan medan magnit dalam logam. paduan seng dan aluminium. dan . Biasanya menggunakan dua atau tiga elektrode. tetapi dapur ini dapat dirancang kapasitas lebur tinggi (25 s/d 50 ton/jam). pemanasan dan peleburan sangat cepat. dan biasanya digunakan untuk pengecoran baja. logam cair homogen. kuningan. 5.

Setelah produk coran membeku dan dikeluarkan dari cetakan. pemangkasan (trimming). 4. ladel (lebih umum digunakan). . Groover Catatan : 1. biasanya dilakukan beberapa tahapan pekerjaan lanjutan yaitu : 1. . sedang oksida mengapung di atas. dan (b) ladel dua orang Masalah yang sering terjadi dalam proses penuangan adalah oksidasi logam cair yang masuk ke dalam cetakan sehingga dapat mengurangi kualitas produk. krusibel. 3. pembersihan permukaan. Gambar 3.menggunakan saringan (filter) untuk menghalangi masuknya oksida dan impuritas yang lain. sehingga pada waktu penuangan logam cair yang keluar adalah logam cair bagian bawah. Penuangan. Bahan baku logam satu sama lain saling bersentuhan → loop tertutup → arus listrik → panas (H = I 2 R t) → bahan baku logam mencair.menggunakan fluks untuk menutupi logam cair sehingga oksidasi dapat dihambat. pemeriksaan. 2. dan Perlakuan panas Pemindahan logam cair dari dapur peleburan ke cetakan dapat dilakukan dengan : 1.19.19 Dua jenis ladel yang umum digunakan (a) ladel kran. 45 . Arus listrik AC melewati kumparan → medan magnit yang berubah-ubah → gaya gerak listrik (E = BVL) pada bahan baku logam.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P.ladel dilengkapi saluran tuang (pouring spout) yang bentuknya sedemikian rupa. dan 2. 3. Pembersihan. pelepasan inti. Adanya arus dan medan magnet dalam bahan baku logam → gaya gerak mekanik (F = BIL) → bahan baku logam bergerak → pencampuran logam cair homogen. seperti dapat dilihat dalam gambar 3. Untuk menghindari oksidasi tersebut dapat dilakukan dengan : . 2.

sedang perlakuan panas dilakukan bila diperlukan perbaikan sifat mekanik produk. perbaikan (repair) bila diperlukan. (e) Rongga penyusutan (shrinkage cavity). (d) Butiran dingin (cold shot). Penyebabnya sama dengan pembekuan dini. Groover 5.20 menunjukkan beberapa jenis cacat yang sering terjadi pada proses pengecoran adalah : Gambar 3. percikan yang terjadi pada saat penuangan memyebabkan terbentuknya gelembung padat dan terperangkap dalam cetakan. Tahapan (1) s/d (5) termasuk pekerjaan pembersihan pada bagian foundry. 6. (c) Penyumbatan (cold shut). cacat yang terjadi akibat pembekuan yang tidak bersamaan sehingga sebagian logam cair masih tertinggal dan 46 .Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. yaitu pembekuan yang terjadi sebelum seluruh pengisian rongga cetak selesai. Untuk menghindari hal tersebut harus dirancang prosedur penuangan dan sistem saluran masuk yang lebih baik. perlakuan panas.20 Beberapa jenis cacat yang sering terjadi dalam coran (a) Pembekuan dini (misrun). (b) Penyebab terjadinya pembekuan dini : (1) Fluiditas logam cair kurang. (2) Temperatur penuangan terlalu rendah. Kualitas pengecoran Gambar 3. (3) Penuangan terlalu lambat. terjadi bila dua bagian logam mengalir bersama. tetapi terdapat perbedaan suhu pembekuan antara keduanya. (4) Beberapa bagian rongga cetak terlalu sempit.

Beberapa kerusakan yang berhubungan dengan pemakaian cetakan dapat dilihat dalam gambar 3. sehingga bentuk benda cor akan mengikuti bentuk rongga cetak yang terkikis. Ini sering terjadi dekat bagian atas cetakan (lihat gambar 2. (b) Lubang peniti (pinhole). (c) Pengikisan dinding cetakan (sand wish). (d) Scabs. terjadi pada saat logam cair dituang. yaitu pergeseran antara kup (bagian atas cetakan) dan drug (bagian bawah cetakan) sehingga menghasilkan benda cor yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan. Groover membeku belakangan. (g) Keretakan (hot tearing/hot cracking). (e) Penetrasi. (f) Mikroporisitas. terjadi bila fluiditas logam cair tinggi.21 : Gambar 3. lubang – lubang kecil yana terjadi di bawah permukaan cetakan akibat terperangkapnya gas di dalam rongga cetakan. Setelah pembekuan. yang disebabkan oleh permeabilitas yang rendah dan kelembaban yang tinggi pada cetakan pasir. 47 . rongga gas berbentuk balon yang timbul akibat adanya pelepasan gas cetakan selama penuangan. kekosongan-kekosongan kecil yang menyebar dalam coran akibat penyusutan pembekuan logam cair yang terakhir pada struktur dendritik. permukaan benda cor terdiri dari campuran butir – butir pasir dan logam.21 Beberapa jenis cacat dalam pengecoran dengan cetakan pasir (a) Gas dalam pasir (sand blow). Hal ini terjadi di dekat permukaan coran. (f) Pergeseran belahan cetakan (mold shift).Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. terjadi pada tahap akhir dari cetakan. tetapi ada bagian yang masih melekat sehingga terpisah dari coran. daerah kasar pada permukaan benda cor akibat adanya pasir yang terlepas selama penuangan dan tertanam pada permukaan benda cor. sehingga dapat merembus ke dalam cetakan pasir atau inti pasir.5).

Bagian yang tebal memerlukan waktu yang lebih lama untuk pembekuan dan pendinginannya. bagian-bagian yang bersudut tajam harus dihindari karena merupakan pemusatan tegangan yang dapat menimbulkan keretakan benda cor.22.23). Metode pemeriksaan. c) Pengujian mekanik untuk mengetahui sifat mekanik benda cor.22 Bagian yang tebal pada interseksi dapat menimbulkan rongga penyusutan 4) Tirus (draft).b) atau menggunakan inti (gambar 3. (h) Keretakan cetakan (mold crack). terjadi bila kekuatan cetakan tidak memadai sehingga logam cair dapat mengisi celah retakan tersebut. Groover (g) Pergeseran inti (core shift). 3) Pengujian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merencana suatu produk coran : 1) Kesederhanaan geometri. Hal ini dapat diatasi dengan merubah desain (gambar 3. 48 .22. pergeseran serupa terjadi pada inti dan pada umumnya ke arah vertikal.c). b) Pengujian radiografi untuk mengetahui cacat pada bagian dalam benda cor. seperti kekuatan tarik. 2) Pengukuran dimensi. kekurangan dan lain–lain.22. meliputi : a) Pengujian dengan tekana (udara) untuk mengetahui adanya kebocoran pada benda cor. setiap bagian sebaiknya memiliki ketebalan yang merata agar terhindar dari rongga penyusutan. Gambar 3. untuk memudahkan mengeluarkan pola dari dalam cetakan (lihat gambar 3. 3) Ketebalan. untuk mempermudah pross pernetakan.Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. meliputi : 1) Pemeriksaan secara visual. 2) Pojok/sudut.a). sehingga logam cair yang tersisa akan membentuk rongga (lihat gambar 3.

Gambar 3. untuk beberapa jenis proses pengecoran.23). agar diproleh dimensi yang lebih akurat perlu dilakukan pemesinan. 49 .Fundamentals of Modern Maufacturing-Mikell P. 7) Kelonggaran pemesinan. perubahan kecil yang tidak terlalu penting dapat mengurangi penggunaan inti (gambar 3. Groover 5) Penggunaan inti.23 Perubahan desain untuk menghindari pemakaian inti 6) Toleransi dimensi dan penyelesaian permukaan. Pada umumnya cetakan pasir memerlukan pemesinan. ketelitian dimensi dan penyelesaian permukaan tergantung pada jenis logam dan proses yang digunakan. sehingga desain cetakan harus memperhitungkan kelonggaran untuk proses pemesinan tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful