LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II

PERCOBAAN III Penentuan Kadar KMnO4 dalam Larutan Berwarna

Disusun oleh:
Nama NIM Hari/Tanggal Kelompok : Yenny Nurcahyanti : M0310056 : Kamis, 7 April 2010 :6

Asisten Pembimbing : Jati Wulansari

LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2011

PENENTUAN KADAR KMnO4 DALAM LARUTAN I. sementara fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsikan. dihamburkan. yaitu: spektrofotometer ultraviolet.1994) Secara umum spektrofotometri dibedakan menjadi empat macam. Apabila benda itu diubah atau dibelokkan sudut getarnya. Spektrofotometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu. dan spektrofotometer serapan atom. Suatu larutan yang mempunyai warna khas dapat menyerap sinar dengan λ ttt. Dasar Teori Spektroskopi adalah studi mengenai interaksi antara energy cahaya dan materi. spektrofotometer sinar tampak. spektrofotometer inframerah. Hal penting yang mendasari prinsip ini adalah bahwa penyerapan sinar tampak atau ultraviolet dapat mengakibatkan ttereksitasinya electron dari molekul. 2009) Ketika cahaya melewati melewati suatu larutan biomolekul. Spektrofotometri adalah sebuah metode analisis untuk mengukur konsentrasi suatu senyawa berdasarkan kemampuan senyawa tersebut maengabsorbsi berkas sinar atau cahaya. dan dipancarkan kembali oleh materi itu dengan λ yang sama maupun berbeda. Dalam hubungannya dengan senyawa organik. (Riyadi. Spektoskopi adalah suatu keadaan yang terjadi jika suatu cahaya mengenai suatu benda atau materi. Kemudian cahaya itu bisa jadi diserap. II. Bila energi dari cahaya (foton) harus sesuai dengan perbedaan energy dasar dan . Kemungkinan yang pertama adalah cahaya ditangkap dan kemungkinan kedua adalah cahaya discattering. terjadi dua kemungkinan. maka disebut polarimetri. • Menentukan konsentrasi KMnO4 dalam larutan dengan Titrasi Redoks. (Underwood. maka senyawa ini mampu menyerap cahaya. Tujuan • Menentukan kadar KMnO4 dalam larutan cuplikan berwarna dengan analisis spektrofotometri. Panjang gelombang dimana suatu senyawa organik menyerap energi bergantung pada struktur senyawa itu. Senyawa organik mempunyai elektron valensi yang dapat dieksitasi ke tingkat yang lebih tinggi. sehingga teknik spektroskopi dapat digunakan untuk menentukan struktur senyawa yang tidak diketahui dan untuk mempelajari karakteristik ikatan dari senyawa yang diketahui. Warna yang tampak dan fakta bahwa orang bisa melihat adalah akibat absorbansi energi oleh senyawa organik maupun senyawa anorganik. diteruskan. (Hadi. 2008) Istilah spektrofotometri berhubungan dengan pengukuran energi radiasi yang diserap oleh suatu sistem sebagai fungsi panjang gelombang dari radiasi maupun pengukuran panjang absorbsi terisolasi pada suatu panjang gelombang tertentu.

yaitu: 1.1989: 397-403) Prinsip kerja dari percobaan ini adalah menentukan konsentrasi sampel dengan menggunakan kurva standar yang menghubungkan antara konsentrasi sampel dengan absorbansinya.energy eksitasi dari molekul tersebut. (Aisyah. Suatu sinar bila mengenai suatu media. Larutan sampel yang digunakan memiliki lima konsentrasi yang berbeda. 2. Sumber energi radiasi yang kontinue dan meliputi daerah spektron Monokromator Wadah untuk sampel Defektor: transducer yang mengubah energi radiasi menjadi isyarat listrik. intensitasnya akan berkurang. 4. 5. Hal ini disebabkan karena adanya serapan dabn sebagian kecil dipantulkan oleh media. Sistem pembacaan yang mempertunjukkan besar isyarat listrik (indikator) Skema spektrofotometer laruta n sumbe r monokroma tor penukar laruta n defekto r defekto r pengua t indikat or Suatu larutan yang mempunyai warna khas dapat menyerap sinar dengan panjang gelombang ttt. . (R. Day. 3. Lima konsentrasi tersebut diukur panjang gelombangnya untuk mengetahui konsentrasi yang sebenarnya. Cahaya tersebut kemudian menuju ke kuvet (tempat sampel). 2009) Unsur-unsur penting suatu spektrofotometer. (Hadi. Banyaknya cahaya yang diteruskan maupun diserap oleh larutan akan dibaca oleh detektor yang kemudian menyampaikan ke layar pembaca. 2009) Cara kerja spektrofotometer dimulai dengan dihasilkannya cahaya monokromatik dari sumber sinar. Penguat dan rangkaian yang bersangkutan yang membuat isyarat listrik cocok diamati 6. Proses inilah yang menjadi dasr pengukuran dari absorbansi dalam spektrofotometer.A.

Hukum Beer menyatakan bahwa intensitas cahaya berkurang secara eksponensial dengan bertambahnya konsentrasi zat penyerap secara linier. konsentrasi elektrolit yang tinggi. Grafik antara absorbansi dengan konsentrasi media larutan berwarna berupa garis lurus yang melalui pusat sumbu. Io = Intensitas mula-mula It = Intensitas setelah melalui media ε = absorbtivitas molar b = tebal media / larutan c = konsentrasi larutan dari persamaan teresebut. pH larutan. (Hedayana dkk. absorbansi (A) adalah besarnya intensitas sinar yang diserap suatu medium. Penyimpanannya jika zat pewarna mengion. Absorbansi tergantung pada jarak yang dijalani oleh radiasi meleati larutan. berdisosiasi atau berasosiasi dengan larutan serta membentuk ion kompleks yang posisinya bergantung pada konsentrasi dan cahaya tidak monokromatis. yang persamaannya: Log Io/It = εbc Dimana.Transmitasi (T) sering dinyatakan dengan presentase (% T). dan zat pengganggu. absorbansi larutan bertambah dengan pengurangan kekuatan sinar. (Denney. suhu. . panjang gelombang radiasi dan sifat jenis zat molekular dalam larutan.log T = log P/Po Berbeda dengan transmitasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi absorbansi yaitu jenis pelarut. dimana: T = P/Po Absorbansi (A) suatu larutan dinyatakan dengan persamaan: A = . Hukum Beer hanya digunakan tepat untuk radiasi monokromatis dan sifat macam zat yang menyerap diatas jangkauan konsentrasi yang bersangkutan. log (Io/It) merupakan absorbansi (A). laju berkurangnya intensitas oleh bertambahnya ketebalan berbanding lurus dengan intensitas cahaya. Dengan kata lain. 1994) Lambert-Beer mengamati hubungan antara intensitas sinar (monokromatis) mula-mula dengan intensitas sinar (monokromatis) setelah melalui media. 1994: 145) Hukum lambert menyatakan bahwa cahaya monokromatik melewati medium tembus cahaya.

Nilai ε untuk suatu zat dalam larutan berubah dengan perubahan indeks bias yang 4. Day. (R. 2011: 8-9) C Dari grafik diatas. Radiasi yang relatif kuat yang melalui suatu medium yang hanya mengandung sedikit molekul penyerap. 1992) . Syarat Kimia 3. dimungkinkan molekul tereksitasi ke keadaan energi yang lebih tinggi oleh sebagian foton yang tersedia sehingga tidak ada peluang untuk absorbansi lanjut 5. Syarat Konsentrasi 2. Syarat Kejernihan (Keenan dkk. 1996) Penyimpangan Hukum Lambert-Beer 1.A (Tim Kimia Dasar. Alur absorbansi versus konsentrasi molar akan berupa tidak linier sepanjang seluruh jangka konsentrasi 2. 2011: 9) Syarat-syarat penggunaan Hukum Beer 1.A. Radiasi polikromatik yang menyebabkan lapisan kedua tidak akan menyerap fraksi radian yang sama seperti lapisan pertama (Hadyana. yaitu semakin besar konsentrasi maka absorbansi semakin besar. Nilai ε tidak tergantung pada sifat dasar spesies penyerap dalam larutan dan panjang gelombang radiasi karena tidak mampu mengawasi kedua aspek tersebut. (Tim Kimia Dasar. tergantung pada konsentrasi 3. 2002: 994) Agar perubahan absorbansi oleh perubahan konsentrasi lebih sensitif dan lebih cepat. maka panjang gelombang dengan serapan maksimum. Karakteristik instrumen yang disebabkan efek kelebihan defektor ketidaklinieran pengganda dan piranti kaca serta ketidakstabilan sumber-sumber radiasi atau cahaya 6. dapat dilihat hubungan konsentrasi (C) dan absorbansi (A) berbanding lurus. Syarat Cahaya 4.

1994: 58) Titrasi redoks adalah titrasi suatu larutan standar oksidator dengan suatu reduktor atau sebaliknya.com) Larutan permanganat tidak stabil kaarena mudah terurai. senyawa tersebut tidak dapat digunakan sebagai standar primer III. 3. energi panas. dasarnya adalah reaksi oksidasi-reduksi antara analit dengan titran. basa.weebly. Metodologi Percobaan III. 1980) Kalium Permanganat distandarisasikan dengan menggunakan Asam Oksalat.1 Alat dan bahan • Alat: 1.akan berubah menjadi ion Mn2+ dalam suasana asam. Dalam reaksi ini. Teknik titrasi ini biasa digunakan untuk menentukan kadar oksalat atau besi dalam suatu sampel. panjang gelombang dan sifat alamiah yang terlarut. Seperangkat alat spektrofotometer Gelas Beaker Gelas ukur Labu ukur Pipet tetes 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah . asam. Konsentrasi larutan akan berubah sedikit dengan perubahan temperatur karena perubahan volume. dan MnO2. 2. Warna ini digunakan untuk menunjukkan kelebihan reaksi (Day. Kalium Permanganat mudah diperoleh dan tidak memerlukan indikator kecuali digunakan larutan yang sangat encer. titran yang digunakan adalah Kalium Permanganat. (pdkt1-tekim-undip. temperatur ditemukan hnaya sebagai efek kedua. panjang gelombang yang kecil dan intensitas radiasi. Dalam prakteknya. ion Mn2+. Hukum tersebut tidak menyinggung efek dari temperatur (suhu). Oleh karena itu. reaksi terjadi: 2MnO4. Permanganometri adalah titrasi yang didasarkan pada pada reaksi redoks. 5. 4.bertindak sebagai oksidator. Setetes permanganat memberikan suatu warna merah muda yang jelas kepada volume larutan dalam suatu titrasi. (Galen.Hukum Lambert-Beer mengindikasikan bahwa absorbtivitas adalah konsentrasi yang konstan. Penguraian Kalium Permanganat dapat dipercepat oleh cahaya. ion MnO4. Pada Permanganometri. Ion MnO4.+ 5H2C2O4 + 6H+ 2Mn2+ +10CO2 + 8H2O Akhir titrasi ditandai dengan timbulnya warna merah muda yang disebabkan kelebihan permanganat. jika tidak mengubah skala luas.

2 Gambar . 10. H2C2O4 (Asam Oksalat) H2SO4 3M III. • Bahan: 1. Pengaduk Statif Buret Penjepit Kayu Erlenmeyer Hot plate Holder 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 11. Larutan cuplikan I dan II 4. 8. 12. 9. 2.6. 5. Aquades KMnO4 10-2M secukupnya secukupnya secukupnya 25 ml 10 ml 3. 7.

6 x 10-5M. hingga t=3/4 t mengukur Jarum penunjuk skala absorbansi . dan larutan blanko λ max mengatur Memasukkan larutan Kuvet. Pembuatan Grafik Standar Larutan KMnO4 10-2M Membuat larutan sebanyak 10ml Spektrofotomete r dipanaskan 10 menit menghitung Konsentrasi 2 x 105 M.3 Langkah Kerja 1. 4 x 10-5M. 10 x 10-5M.3. 8 x 10-5M.

hingga t=3/4 t mengukur Absorba nsi menghitung Kadar KMnO4 dalam larutan standar 3.Absorbansi dengan Gra fik A vs C 2. Penentuan Konsentrasi KMnO4 dalam Larutan H2C2O4 25 ml memasukkan Labu titrasi 250 ml menambahkan Air 50 menambahkan . Penentuan Kadar KMnO4 dalam Larutan Cuplikan Larutan cuplikan Memasukkan larutan Kuvet.

1356 0. Penentuan Kadar KMnO4 dalam Larutan cuplikan λmax = 524 nm Cuplikan I II Absorbansi (A) 0.2067 0.2030 0. Titrasi KMnO4 .3154 2.2325 0. Pembuatan Grafik Standar λmax = 524 nm No 1 2 3 4 5 Konsentrasi 2 x 10-5M 4 x 10-5M 6 x 10-5M 8 x 10-5M 10 x 10-5M Larutan KMnO4 KMnO4 KMnO4 KMnO4 KMnO4 Absorbansi (A) 0.1595 0.H2SO4 3 M 10 ml memanaskan Suhu 70oC atau Menitrasi dengan larutan Cuplikan KMnO4 mengalami Perubahan mencatat V Percobaan 2 mengulangi kali IV.H2C2O4 .1450 3. Data Percobaan 1.

Informasi zat yang ditransmisikan ke fotodetektor yang bertindak sebagai transduceryang merubah besaran menjadi besaran listrik agar mudah diidentifikasi. dan 10 x 10-5.68 x 10-5M = 85 ml M Asam Oksalat V larutan • Vcuplikan KMnO4 M Asam Oksalat V larutan V.04 ml. Prinsip kerja spektrofotometer mula-mula zat yang akan diukur diidentifikasi. 4 x 10-5M. gelas beker untuk menampung larutan. Kemudian kedua radiasi dipantulkan kembali ke dua cermin sehingga bertemu di pencacah sinar untuk berinteraksi. gelas ukur untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. 0. Radiasi dari sumber inframerah dipecah oleh pencacah sinar menjadi dua bagian dengan arah saling tegak lurus. Hal ini dikarenakan adanya serapan oleh larutan yang sebagian kecil dipantulkan oleh media.06 ml. Untuk melakukan pengenceran tersebut digunakan rumus: V1. 0. diperoleh hasil bahwa untuk membuat 10 ml larutan KMnO4 dengan konsentrasi diatas diperlukan larutan KMnO4 dengan konsentrasi 10-2 M dan volume masingmasing 0. Prinsip dasar dari percobaan ini adalah serapan terhadap reaksi cahaya oleh suatu spesies kimia dalam hal ini adalah larutan berwarna yag mempunyai kisaran panjang gelombang sesuai dengan warnanya. kuvet untuk tempat larutan yang akan diukur absorbansinya. Sebagian sinar diarahkan ke sampel lalu ke detector berfluktuasi tetapi terkendali. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengenceran larutan KMnO4 10-2 M menjadi larutan dengan konsentrasi 2 x 10-5M. 6 x 10-5M.02 ml. 8 x 10-5M.3 ml = 1. Suatu larutan yang mempunyai warna tertentu dapat menyerap sinar dengan panjang gelombang tertentu. Semakin kecil konsentrasi suatu zat maka semakin terang larutannya. Langkah pertama sebelum melakukan percobaan adalah menyiapkan alat dan bahan.1 ml. berupa atom atau molekul. 0.08 ml dan 0. Dari hasil perhitungan.1 ml = 1. Terang atau tidaknya suatu larutan berwarna tergantung pada konsentrasi zat larutannya.M1=V2.68 x 10-5M = 85 ml = 30. Kemudian pengenceran dilakukan . Untuk itu diperlukan alat seperti spektrofotometer untuk mengukur absorbansi. Hasil dan Pembahasan Percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan kadar KMnO4 dalam larutan cuplikan berwarna dengan analisis spektrofotometri. dan labu ukur untuk mengencerkan larutan sesuai konsentrasi yang diinginkanserta pipet tetes untuk mengambil larutan dalam jumlah kecil.• Vcuplikan KMnO4 = 32. Konsentrasi suatu larutan dapat diperhitungkan dari harga absorbansi.

Dari data tersebut dapat disimpulkan semakin besar konsentrasi maka semakin besar nilai absorbansinya. Sebab jika larutan yang digunakan keruh. 0. Hubungan ini semakin diperjelas dengan pembuatan grafik absorbansi (A) dengan konsentrasi (C) yang berupa garis lurus dengan melewati puast sumbu dimana absorbansi (A) sebagai ordinat (sumbu y) dan konsentrasi (C) sebagai absis (sumbu x). Selain itu. akuades juga berperan dalam proses pengenceran KMnO4 10-2 M. Titrasi ini menggunakan KMnO4 sebagai titran. mulai melakukan titrasi. karena makin banyaknya warna kompleks yang terkandung dalam larutan tersebut. Akuades juga berfungsi untuk membersihkan kuvet dari larutan KMnO4 sebelumnya. 10 ml H2SO4.3154. Sehingga mempunyai banyak panjang gelombang.dengan mencampurkan larutan akuades ke dalam labu ukur.1 ml dan 30.H2C2O4. Jika yang digunakan sinar polikromatis maka hubungan antara absorbansi dengan konsentrasi tidak linier. Panjang gelombang tersebut terlihat absorbansi terbesar yaitu 0.3 ml. sehingga inilah yang mendasari untuk menentukan 524 nm sebagai panjang gelombang maksimum. Saat mencari panjang gelombang maksimum dilakukan dengan memperkecil selang antar interval. 0. Sinar yang dipakai untuk melewati larutan KMnO4 dan cuplikan merupakan sinar monokromatis karena mempunyai satu panjang gelombang. Grafik ini merupakan grafik standar. Karena larutan KMnO4 berwarna ungu. Larutan yang sudah diencerkan dimasukkan pada alat spektrofotometer sehingga diperoleh nilai absorbansinya adalah 0. 0. Dikarenakan sinar polikromatis akan terurai menjadi komponen warna penyusunnya.1450. Larutan KMnO4 disebut dengan larutan standar sedangkan larutan cuplikan adalah sampel yang mengandung KMnO4 dan larutan blanko adalah larutan yang belum ditambahkan kompkeks berwarna.2325. Percobaan kedua adalah penentuan kadar konsentrasi cuplikan. 0. Penggunaan panjang gelombang maksimum mempunyai serapan maksimum dan pada serapan maksimum tersebut perubahan absorbansi dengan merubahnya konsentrasi akan lebih sensitive dan lebih cepat. Larutan yang digunakan berwarna tidak keruh. Lalu mengocoknya hingga larutan tercampur sempurna. Jenis cuplikan yang diuji ada 2 jenis dengan konsentrasi yang berbeda-beda. dan H2C2O4 ke dalam Erlenmeyer. Percobaan pertama adalah membuat grafik standar. Erlenmeyer yang sudah terisi larutan kemudian dipanaskan sampai mendidih.2067 dan 0. Warna ini digunakan untuk menunjukkan kelebihan pereaksi. Dari hasil percobaan diperoleh nilai absorbansi 0. maka sinar atau cahaya yang melalui larutan tidak akan diteruskan tetapi akan dihamburkan sehingga akan megurangi kekuatan cahaya yang diabsorbsi. Pada percobaan ketiga yaitu penentuan konsentrasi KMnO4 dalam larutan dengan titrasi redoks KMnO4 .1356.1595. Pada percobaan ini yang digunakan sebagai larutan blanko adalah akuades yang nantinya digunakan sebagai pengkalibrasi dimena telah diketahui bahwa skala absorbansi akuades adalah nol. Langkah pertama adalah memasukkan cuplikan kedalam buret. Hasil percobaan diperoleh volume 32. Pada akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna menjadi merah muda. Cuplikan KMnO4 yang belum diketahui konsentrasinya disiapkan kemudian diukur dengan spektrofotometer.2030. sehingga saat diuji dengan spektroskopi didapatkan panjang gelombang antara 500-600 nm.3154. . Setelah itu. Lalu memasukkan 50 ml akuades.

C4 = 7.36 x 10-5M yang ditandai dengan perubahan warna maenjadi merah muda.72 x 10-5M. Untuk percobaan titrasi diperolaeh konsentrasi KMnO4 = 3. Sedangkan untuk metode kurva standar C1 = 5.09 x 10-4M.9 x 10-5M dan C2 = 3. C4 = 8 x 10-5M. Kurang teliti pada saat melakukan perhitungan VI. dalam hal ini adalah larutan berwarna yang mempunyai kisaran panjang gelombang sesuai dengan warnanya • Spektrofotometri adalah sebuah metode analisis untuk mengukur konsentrasi suatu senyawa berdasarkan kemampuan senyawa mengabsorbsi berkas sinar atau cahaya • Besarnya konsentrasi larutan berbanding lurus dengan absorbansinya karena warna yang dikandung semakin kompleks sehingga grafik hubungan absorbansi dan konsentrasi berupa garis lurus linier • Konsentrasi dari cuplikan yang diperoleh: − Dengan Hukum Lambert-Beer Cuplikan I Cuplikan II = 5. C3 = 6 x 10-5M. 5.05 x 10-5M. Kekurangtelitian dalam membaca skala pada alat ukur 3. C5 = 1. sehingga meskipun sudah dibersihkan.73 x 10-5M. C3 = 5. C2 = 3. Kurang tepat dalam memasukkan larutan ke kuvet. Kurang tepat saat memegang kuvet yakni memegang bagian yang jernih atau bagian yang dilewati cahaya. tetapi juga dapat mempengaruhi kekuatan cahaya yang diabsorbsi. C5 = 10 x 10-5M.11 x 105 M dan C2 = 3. Kesalahan pengkalibrasian spektrofotometer 6.09 x 10-5M.61 x 10-5M. mungkin lebih dari ¾ tinggi kuvetnya. Kesimpulan • Prinsip Spektrofotometer adalah adanya serapan terhadap radiasi cahaya oleh suatu spesies kimia.Konsentrasi cuplikan dengan persamaan Lambert-Beer hasilnya adalah C1 = 5. C2 = 4 x 10-5M.59 x 10-5M. Kekurangtepatan dalam mengencerkan KMnO4 2. Untuk konsentrasi larutan KMnO4 yang telah diencerkan adalah C1 = 2 x 105 M. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan diperoleh konsentrasi yang berbeda antara metode Lambert-Beer dan metode kurva standar.9 x 10-5M .11 x 10-5M = 3. Sedangkan untuk metode kurva standar didapat konsentrasi sebagai berikut C1 = 2. 4.59 x 10-5M − Dengan metode grafik standar: Cuplikan I = 5. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh: 1.

Jakarta: Erlangga • Tim Kimia Dasar.Analisis Kimia Kuantitatif.1992.weebly.Jakarta: Erlangga • Hadyana. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Dasar II.2011. Wood. 1989. Pudjaatmaka.JR.1986.Analisis Kimia Kuantitatif Edisi 5. Jakarta: Erlangga • R.com/materi-redoks.html diakses 12 April 2011 .AI Underwood.1994.Semarang: IKIP Press • Keenan.Kimia Universitas Jilid 2. Daftar Pustaka • Hedayana.Cuplikan II = 3. Kleinfelter.Day.Kimia Analitik Instrumen Edisi 1.05 x 10-5M VII.A. Surakarta: Lab Kimia FMIPA UNS • http://pdkt1-tekim-undip.dkk. Sumar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful