LAPORAN KASUS FRAKTUR TERTUTUP OS FEMORIS BILATERAL Nama mahasiswa NIM Dokter pembimbing I. IDENTITAS PASIEN : : : : : : : Tn. R.N. 28 tahun.

Laki-laki. Karyawan Swasta. Islam. -. 18 Februari 2009. : : : William. 11-2007-136. Dr. Andjar. B, Sp. OT.

Nama Umur Jenis kelamin Pekerjaan Agama Alamat Tanggal masuk RS. M.H. Thamrin II. ANAMNESA

Alloanamnesa Tgl 20 Maret 2009, Pk 15.00 WIB. Keluhan Utama :

Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di luar pulau Jawa kira – kira 6 hari sebelum masuk rumah sakit M. H. Thamrin. Keluhan tambahan :

Pasien mengeluh sakit hebat pada daerah kedua paha ke bawah. Riwayat penyakit sekarang :

Kira – kira 6 hari sebelum masuk rumah sakit M.H. Thamrin, pasien mengalami kecelakaan lalu lintas di luar pulau Jawa dimana mobil yang ditumpangi oleh pasien masuk ke dalam jurang namun tidak sampai terbakar. Pasien mengalami luka sobek di kaki kanan pada bagian lutut belakang bawah dan betis kanannya. Pasien lalu dibawa ke rumah sakit setempat untuk dilakukan tindakan pertolongan pertama. Pasien sempat dilakukan tindakan operasi di rumah sakit setempat tersebut. Pasien dirujuk ke RS. M. H. Thamrin untuk dilakukan tindakan perawatan dan operasi 1

tidak mudah dicabut. 3. III. 9. sianosis (-). tidak teraba benjolan.perbaikan kedua tulang paha dan kaki yang patah. Hidung Bentuk normal. 7. Leher Bentuk normal. Keadaan Umum Pasien tampak sakit sedang. A. palpebra sup et inf tidak oedema. : 130/70 mmHg 37. penyakit jantung. Pasien mengeluh sakit hebat pada kedua paha ke bawah. lemah. Telinga Bentuk normal. isokor. KGB tidak teraba membesar. Kepala Bentuk normal. rambut berwarna hitam. asma. M = 6  15 Tanda-tanda Vital Tekanan darah : Suhu 4. sklera tidak ikterik. 8. batuk-batuk lama disangkal. V = 5. darah tinggi. PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Tgl 18 Februari 2009. serumen -/Mulut Bentuk normal. perioral sianosis (-). kornea jernih. tidak ada deviasi septum nasi.7 °C Nadi : 90x/mnt RR : 20x/mnt 2 . dyspneu (-). sekret -/-. kedudukan kedua bola mata simetris. 5. trakea di tengah. terdistribusi merata. lidah tidak kotor. 1. 2. GCS : E = 4. konjungtiva anemis. Mata Bentuk normal. faring tidak hiperemis. Kesadaran Compos mentis. CAE lapang. 6. krepitasi tidak ada. pupil bulat. sekret -/-. tonsil T1-T1 tenang. Riwayat penyakit dahulu : Riwayat menderita kencing manis. bibir tidak kering.

ronchi -/-.c.10. hepar dan lien tidak teraba membesar. batas atas batas kiri (A) : i. 14. gallop (-) Datar. Timpani. tampak simetris dalam statis dan dinamis. Thorax Paru : (I) (Pa) (Pe) (A) (I) (Pa) (Pe) Bentuk normal. retraksi suprasternal (-) Vokal fremitus kanan kiri sama kuat Sonor pada kedua lapang paru Suara nafas vesikuler. teraba arteri radialis. 14. arteri ulnaris. multiple VL di regio poplitea dan cruris dekstra. tanda-tanda radang/infeksi (-). V midclavicula line sin. batas kanan : midsternal line Bunyi jantung I dan II reguler murni.c. Kulit Sawo matang. Ekstremitas superior Bentuk normal. Genitalia eksterna Laki-laki. deformitas (+). dan arteri brakhialis. murmur (-). nyeri tekan (-). deformitas (-).s. meteorismus (-) Bising usus (+). multiple VE pada kedua cruris. Abdomen (I) (Pa) (Pe) (A) 12. tidak tampak tanda-tanda radang. : i.s. oedem (+) pada kedua regio femoris.s. V midclavicula line sin. tak kuat angkat Redup pada . turgor baik 3 . telah dicircumsisi.. oedema (-). Normal Jantung : 11. II parasternal line sin. tidak tampak gambaran usus dan vena Supel. Ekstremitas inferior Bentuk abnormal. Skrotum Testis kanan dan kiri teraba. wheezing -/Ictus cordis tak tampak Ictus cordis teraba i. 13. terpasang spalk dan gips pada regio femoris bilateral. nyeri pada perabaan (-).c.

Eritrosit . Darah : . Pasien juga mengeluh sakit hebat pada kedua paha ke bawah.Leukosit .Hematokrit . 10.RESUME Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 28 tahun. Mata : Konjungtiva anemis. Tampak fraktur 1/3 tengah os femoris bilateral. 87 U/L. 2. Pemeriksaan fisik Suhu : 37. . 389. 15 mg / dL.Trombosit .B. Ekstermitas inferior : Bentuk abnormal. V. .000/µL. oedem (+) pada kedua regio 4 . X –FOTO femur dan cruris Kesan : Tampak fraktur collum femoris dekstra. deformitas (+).1 juta/µL. multiple VL pada regio poplitea dan cruris dekstra. Tidak dilakukan. IV. oedem (+) pada kedua regio femoris. Tidak dilakukan. Status Lokalis Regio femoris dan cruris (I) : Terpasang spalk dan gips pada kedua regio femoralis. datang ke rumah sakit karena kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan terjadinya luka sobek di kaki kanan pada bagian lutut belakang sebelah kanan dan daerah betis kanan.7 mg / dL.GDS . 0.Ureum .200/µL. 33 %. (Pa) (Pe) (A) : : : Tidak dilakukan. 95 U/L.Kreatinin : : : : : 193 mg/dL.Golongan Darah : A rhesus (+).7 °C.SGPT .5 g/dl.SGOT .Hb PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium 18 Februari 2009 : : : : : 6.

Hb . X –FOTO femur dan cruris Kesan : Tampak fraktur collum femoris dekstra. Tidak dilakukan. multiple VL pada regio poplitea dan cruris dekstra. 2. terpasang spalk dan gips pada regio femoris bilateral. Status Lokalis Regio femoris dan cruris.femoris. DIAGNOSA KERJA 1. 193 mg/dL. multiple VE pada kedua cruris.Leukosit .1 juta/µL. Vulnus laceratum luas regio cruris dekstra. PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium 18 Februari 2009 Darah : .Eritrosit . Fraktur tertutup collum femoris dekstra. 10. VI. multiple VL di regio poplitea dan cruris dekstra. Diagnosa pre op : 5 . Anemia ec perdarahan.5 g/dl. Tidak dilakukan. Fraktur tertutup 1/3 tengah os femoris bilateral. Tidak dilakukan. (I) (Pa) (Pe) (A) : : : : Terpasang spalk dan gips pada kedua regio femoris.200/µL. Tampak fraktur 1/3 tengah os femoris bilateral. 2.GDS : : : : 6. 3. 4.

Antiperdarahan. : Antibiotika. : Antibiotika Analgetika. : Antibiotika. PROGNOSIS Ad vitam : dubia ad bonam. PENATALAKSANAAN Transfusi darah. Analgetika. 3. Vulnus Laceratum luas pada regio cruris dekstra. Ad functionam : dubia ad bonam.VII. 1. Operatif Medikamentosa : Hemiarthroplasty. Medikamentosa : 2. 6 . Fraktur tertutup collum femoris dekstra. Fraktur tertutup 1/3 tengah os femoris bilateral. Anemia ec perdarahan. VIII. Operatif Medikamentosa : STSG (Soft Thickness Skin Graft) + nekrotomi cruris lateral. Analgetika. Operatif Medikamentosa : ORIF (Open Reduction Internal Fixation). Ad sanationam : dubia ad bonam. 4.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.