P. 1
Dinamika Laut (Arus)

Dinamika Laut (Arus)

|Views: 2,991|Likes:
Published by shadry

More info:

Published by: shadry on Mar 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

Sections

Di laut sebenarnya, variasi f hampir linier di lintang rendah dan β= 1013

cm-1

/det.
Dengan menggunakan harga ini bersama dengan parameter - parameter lain yang telah
dispesifikasikan menghasilkan streamline yang tidak simetri antara bagian barat
dan timur (lihat gambar 10).

Gambar 10 Garis arus - garis arus untuk laut yang berotasi, parameter Coriolis
merupakan fungsi linier dari lintang

Kita lihat streamline menumpuk dan menyempit di bagian barat sementara sirkulasi di
bagian tengah dan bagian timur tetap lebar. Hasil ini menunjukkan kesamaan dengan
intensifikasi arus di bagian barat dari laut yang sebenarnya. Penyebabnya adalah variasi f
dengan lintang.
Pembahasan di atas adalah untuk BBU.
Untuk BBS : f diambil negatif, α tidak berubah, β tetap positif.
Jika stress angin masih diberikan oleh

by

F

x

π

τ

cos

=

b < 0 dan y hanya berganti tanda.
Gambar 15 dan 16 dapat dipakaikan untuk daerah di selatan ekuator, karena dari
persamaan (59) dan (60) jelas bahwa :
u (x,y) = u (x, -y)

dan

41

v (x,y) = - v (x,-y)
menumpuk dan menyempitnya streamlines di bagian barat dalam kasus f yang
merupakan fungsi linier dari lintang terdapat baik di BBU maupun di BBS.

BAB IV
TEORI MUNK TENTANG SIRKULASI LAUT YANG DISEBABKAN
OLEH PENGARUH ANGIN

42

Dalam model Stommel untuk intensifikasi arus di laut bagian barat, laut dianggap
homogen. Anggapan ini menghasilkan arus horisontal yang meluas sampai ke dasar. Hasil
ini bertentangan dengan hasil pengamatan yang memperlihatkan transport massa dalam
jumlah besar terjadi di lapisan atas. Anggapan ini juga menimbulkan komplikasi
matematik yang mamaksa Stommel mengambil jalan untuk mengatasi hal ini dengan
mengambil gaya gesekan yang agak sembarang.

Untuk menghindari kesulitan - kesulitan ini, Munk tetap mempertahankan transport massa
Sverdrup sebagai dependent variable. Sekali lagi hal ini memungkinkan untuk menyelidiki
kasus yang lebih umum dari laut yang baroklinik (tidak homogen) tanpa keharusan untuk
menspesifikasikan distribusi vertikal dari densitas dan kecepatan.
Seperti model Stommel, laut dalam model mempunyai batas - batas berbentuk segi empat
dan bila tidak ada arus permukaan laut adalah datar. Sumbu x ke arah timur, sumbu y ke
arah utara, dan sumbu z positif ke atas. Bidang z = 0 terletak pada muka rata - rata,
permukaan sebenarnya adalah z = h(x,y).

Persamaan gerak horisontal untuk kondisi tunak dan mengabaikan suku non linier adalah :



∂∂

∂∂

+



∂∂

∂∂

+



∂∂

∂∂

+

∂∂

=

zu

A

z

yu

A

y

xu

A

x

xp

fv

V

H

H

ρ

(1)



∂∂

∂∂

+



∂∂

∂∂

+



∂∂

∂∂

+

∂∂

=

zv

A

z

yv

A

y

xv

A

x

xp

fu

V

H

H

ρ

(2)

Persamaan - persamaan ini mempunyai suku - suku yang sama dengan suku persamaan
Stommel : gaya Coriolis, gradien tekanan, gesekan lateral dan gesekan vertikal.

Kita ingin mengintegrasikan persamaan (1) dan (2) secara vertikal dari suatu kedalaman z
= - D dimana gradien tekanan horisontal dan gerakan sama dengan nol (seperti model
Sverdrup) ke permukaan z = h(x,y).
Dengan mendefinisikan integrasi vertikal tekanan sebagai

pdz

p h
D

(3)

Integral di gradien tekanan persamaan (1) dan (2) adalah

43

=

=

=

h

D

h

D

D

z

p

xD

h

z

p

xh

pdz

x

dz

xp

)

(

)

(

dan

=

=

=

h

D

h

D

D

z

p

yD

h

z

p

yh

pdz

y

dz

yp

)

(

)

(

Dua suku terakhir adalah nol karena

0

=

∂∂

=

∂∂

yD

xD

dan p(z=h) = 0

menggunakan (3) didapat

xp

dz

xp

h

D

=

yp

dz

yp

h

D

=

(4)

Integrasi suku - suku Coriolis dari persamaan (1) dan (2) menghasilkan komponen
transport massa Mx dan My

fMx

udz

xp

f

=

∂∂

ρ

fMy

vdz

xp

f

=

ρ

(5)

dan integrasi suku -suku shearing stress vertikal menghasilkan komponen x dan y dari
stress angin permukaan x

τ dan y

τ,

x

h

D

dz

zu

Av

z

τ

=



y

h

D

dz

zv

Av

z

τ

=



(6)

Integrasi suku - suku shearing stress horisontal lebih rumit dan suatu pendekatan yang
sembarang harus dibuat agar hasil analitik dapat dicapai. Misalnya : ambil
AH = ρ KH dan KH, viskositas kinematik eddy sebagai konstanta,

44







+

=





=





=



=



=

=

=

=

h

z

h

D

h

z

h

D

H

h

z

h

D

h

D

H

h

z

h

D

H

h

D

h

D

H

H

xu

xh

dz

x

u

u

xh

x

dz

u

x

K

xu

xh

dz

x

u

x

dz

xu

x

K

xu

xh

dz

xu

x

K

dz

xu

x

K

dz

xu

A

x

ρ

ρ

ρ

ρ

ρ

ρ

ρ

ρ

ρ

ρ

)

(

2

2

memperhitungkan/mengambil seluruh sukuk - suku ini tidaklah mungkin. Munk
menganggap bahwa integrasi, dengan menggunakan (5), dapat didekati sebagai

=

=



h

D

h

D

H

H

H

xMx

K

udz

x

K

dz

xu

A

x

2

2

2

2

ρ

Akhirnya integrasi suku -suku shearing stress horisontal dapat didekati sebagai



+

=





+



h

D

H

H

H

Mx

y

x

K

dz

yu

A

y

xu

A

x

2

2

2

2

(7a)

dan



+

=





+



h

D

H

H

H

My

y

x

K

dz

yv

A

y

xv

A

x

2

2

2

2

(7b)

Menggabungkan persamaan (4), (5), (6) dan (7a,b) integrasi persamaan gerak (1) dan (2)
secara vertikal menghasilkan :

x

H

Mx

y

x

K

xp

fMy

τ

+



+

+

=

2

2

2

2

(8)

dan

y

H

My

y

x

K

yp

fMx

τ

+



+

+

=

2

2

2

2

(9)

45

Sekarang, karena variasi h dengan x dan y relatif kecil dan kita mencari solusi untuk
keadaan tunak, maka adalah mungkin (seperti dalam model Sverdrup) menggunakan
persamaan kontinuitas yang diintegrasi secara vertikal dalam bentuk

0

=

+

y

My

x

Mx

Hal ini menuntut adanya stream function transport massa

)

,
( y
x

=

sedemikian

sehingga

y

Mx

=

;

x

My

=

(10)

Analog dengan stream function transport volume ψ (x,y), yang ada bila aliran adalah
dua dimensi dan non divergen (divergensi horisontal dari kecepatan = 0,

∂u/∂x + ∂v/∂y = 0). Suatu stream function transport massa ada bila aliran adalah dua

dimensi dan divergensi horisontal dari transport massa sama dengan nol (∂Mx/∂x +

∂My/∂y = 0).

Substitusikan persamaan (10) ke dalam persamaan (8) dan (9) diperoleh

x

H

y

y

x

K

x

p

x

f

τ

+

+

=

2

3

2

3

dan

46

y

H

y

x

x

K

y

p

y

f

τ

+

+

=

2

3

2

3

Persamaan pertama diferensir terhadap y dan persamaan kedua terhadap x

y

y

y

x

K

y

x

p

x

y

x

f

x

H

+

+

=

∏∂

τ

β

4

4

2

2

4

2

2

x

y

x

x

K

y

x

p

y

x

f

y

H

+

+

+

=

τ

2

2

4

4

4

2

2

_______________________________________________ _

τ

β

z

H

curl

x

K

=



∇4

(11)

47

dimana

∇4

adalah operator biharomik dua dimensi

4

4

2

2

4

4

4

4

2

y

y

x

x

∂∂

+

∂∂

+

∂∂

Seperti sebelumnya, persamaan (11) ini adalah persamaan tendensi vortisitas yang
menyatakan keseimbangan antara tiga torsi : yaitu pertama yang disebabkan oleh gesekan
lateral, kedua yang disebabkan oleh vortisitas planeter dan yang ketiga disebabkan oleh
stress angin. Suku kedua dan ketiga persamaan (11) merupakan persamaan Sverdrup. Suku
- suku inilah yang akan tinggal dalam persamaan (11) bila kita anggap bahwa derivatif
dengan orde tinggi tidak penting.

Ada 8 syarat batas, 4 pada x dan 4 pada y, diperlukan untuk mendapatkan siolusi
persamaan (11) :

1.Tidak ada aliran melalui batas - batas

0

=

pada batas

(12)
Syarat batas ini menyatakan bahwa batas - batas adalah streamline yang harganya
diambuil sama dengan nol.
2.Tidak ada shear aliran sepanjang batas

∂Π/∂n = 0 pada batas

(13)
n adalah normal terhadap batas. Secara fisis persamaan (13) menyatakan tidak ada
transport massa sepanjang batas. Dinyatakan dalammlaut segi empat kita, dari x = 0
ke x = λ dan dari y = - b ke y = + b, syarat - syarat batas ini menjadi :

0

)

,

(

)

,
0

(

)

,

(

)

,
0

(

=

=

=

=

x y

x y

y

y

λ

λ

(14)

dan

0

)

,

(

)

,

(

)

,

(

)

,

(

=

∂−

=

=

=

y b

x

y b

x

b

x

b

x

(15)

Munk mengamati bahwa memiliki batas - batas laut yang sembarang seperti di atas, akan
membuat tidak mungkin untuk mempelajari laut yang sebenarnya. Tetapi ia menunjukkan
bahwa solusi untuk "bentuk umum" (main feature) dalam sirkulasi laut diharapkan tidak

48

sensitif terhadap pilihan batas - batas, kaena bentuk umum ini sama disemua laut meskipun
batas - batasnya tidak sama. Untuk amgin zonal (τy = 0 ) stress pada permukaan laut
dapat dinyatakan sebagai

n

n

n

n

x

c

by

n

d

by

n

a

+

+

π

π

τ

sin

cos

.

(16)

dimana n = 1,2,3, .....

nπ/b dapat dipandang sebagai bilangan gelombang angin (wind wave number).

Sebagai contoh :
n = 1

1

1

1

1.

sin

cos

c

by

d

by

a

x

+

+

π

π

τ

dan anggap bahwa a1, b1, c1, semuanya positif.
Plot komponen angin zonal ini akan terdiri dari jumlah ketiga suku di ruas kanan (lihat
gambar 18). Stress angin zonal total adalah jumlah seluruh τx.n adalah Σ τx.n.

1

.

n

x

z

curl τ

adalah jumlah suku - suku

y

curl

n

x

n

x

z

=

.

.1 τ

τ

atau



=

by

n

d

by

n

a

b

n

curl

n

n

n

x

z

π

π

π

τ

cos

sin

1

.

(17)

1

.

n

x

z

curl τ adalah komponen z dari curl dari n komponen stess angin zonal.

1

1

.

.

n

x

z

n

x

z

curl

curl

τ

τ Σ
=

Karena τx.n adalah kombinasi linier dari τx.n (persamaan 16) maka tiap τx.n dapat
digunakan untuk memecahkan persamaan diferensial (11) secara independen dan kita dapat
menulis



=



by

n

d

by

n

a

b

n

x

K

n

n

n

H

π

π

π

β

cos

sin

4

(18)

Solusi umum dari persamaan (18) terdiri dari jumlah solusi khusus dari persamaan non -
homogen.
Solusi khusus didapat dengan mengintegrasikan

49





=

by

n

d

by

n

a

b

n

K

y n

n

n

H

π

π

π

cos

sin

1

)

(

41

4

hasilnya

)

cos

sin

(

1

)

(

3

1

my

d

my

a

K

m

n

n

n

H

=

atau

1

1

)

(

.

3

1

n

x

z

Hcurl

K

m

n

τ

=

(19)

dimanan m = nπ/b
subscript 1 menunjukkan solusi khusus.
Bentuk persamaan homogen dari persamaan (18) ditulis oleh Munk sebagai

0

)

)(

(

2

2

4

=

∂∂

n

x

k

(20)

Subscript 2 menunjukkan solusi persamaan homogen

3

/ H

K

k β

(21)

yang disebut "bilangan gelombang Coriolis - Gesekan" (Coriolis - friction wave number),
k dianggap konstan.
Perbandingan gaya Coriolis dan gaya gesekan atau scaling variasi gaya Coriolis terhadap
gaya gesekan.

Karena solusi umum persamaan (18) :

2

1

))

,

(

(

))

(

(

)

,

(

y

x

y

y

x

n

n

n

+

=

(21a)

harus memenuhi syarat batas (14) maka,

0

))

,

(

(

))

(

(

))

,
0

(

(

))

(

(

2

1

2

1

=

+

=

+

y

y

y

y

n

n

n

n

λ

jadi

1

2

))

(

(

))

,
0

(

(

y

y

n

n

=

karenanya Munk mengambil solusi persamaan homogen sebagai :

1

2

))

(

(

)

(

)

(

)

(

y

y

Y

x

X

n

n

n

n

=

(22)

50

dimana Xn dan Yn harga fungsi dari x dan y saja. Dengan cara ini syarat batas (22)
dapat dipenuhi.
Selanjutnya bila Yn(y) dianggap sebagai :

1

1

4

))

(

(

)

(

y

m

K

y

Yn

n

H

β

λ

maka

[

]

1

)

(

)

(

(

)

(

1

4

1

2

=

x

Xn

m

K

y

H

n

n

β

λ

(23)

Bentuk ini dipilih oleh Munk untuk kemudahan. Kombinasi λKHm4

β-1

adalah tanpa

satuan, jadi Xn(x) akan tanpa satuan, yang berarti X(x) adalah eksponensial dalam x.
Juga anggapan di atas menyederhanakan bentuk solusi umum Πn, yang dari persamaan
(21a) adalah

(

)

)

(

)

(

1

4

1

x

Xn

m

K

y

H

n

n

=

β

λ

(24)

atau dari (19),

1

)

(

.

1

n

x

z

n

curl

x

Xn

τ

λβ−

=

(25)

Untuk mendapatkan fungsi Xn(x), persamaan (23) disubstitusikan ke dalam persamaan
(20). Substitusi akan memerlukan derivatif - derivatif :

(

)

)

(

)

(

1

4

1

4

2

4

I V

H

n

n

X n

m

K

x

=

β

λ

(26a)

(

)

)1

(

)

(

1

4

1

4

4

2

4

=

X n

m

K

m

y

H

n

n

β

λ

(26b)

51

(

)

)

(

)

(

1

4

1

2

2

2

2

4

I I

H

n

n

X n

m

K

m

y

x

=

β

λ

(27a)

dan

(

)

)

(

)

(

1

4

1

2

I

H

n

n

X n

m

K

x

=

β

λ

(27b)

yang menghasilkan persamaan diferensial biasa tidak homogen

λ

3

4

3

2

2

k

X

m

X

k

X

m

X

I

II

IV

=

+

(28)

Superscript menunjukkan diferensiasi terhadap x. Subscript n dihilangkan untuk
penyederhanaan. Solusi persamaan (28), sekali lagi, terdiri dari jumlah solusi khusus dan
solusi homogen.
X = X1 + X2

dimana

X1 adalah solusi khusus dan
X2 adalah solusi persamaan homogen
Dari persamaan (28) jelas bahwa kita dapat mengambil,

4

3

1

mk

X

λ

=

(29)

dan menganggap Xz mempunyai bentuk :

kx

ce
X
α

2

(30)
dimana c dan α adalah konstanta - konstanta.
Substitusi ke dalam persamaan (28) akan menghasilkan :

52

0

2

4

2

2

4

=

+

n

n

γ

α

α

γ

α

(31)

dimana



=

b

kn

km

n

π

γ

Persamaan (31) dapat ditulis dalam bentuk :

(

) α

γ

α

=

2

2

2

(32)

Persamaan (31) atau (32) akan mempunyai 4 akar α1, α2, α3, dan α4, dua adalah real
dan dua adalah compleks conjugate. Misalkan akar yang kompleks dapat dinyatakan
sebagai :

α1 = α1' + i α1"

dan

α2 = α2' + i α2"

dengan i = √-1, α1' = α2' dan α1" = α2"
Munk mengilustrasikan kelakuan keempat akar α1, α2, α3, dan α4 sebagai fungsi dari
parameter γn yang didapatkan dari solusi numerik persamaan (32). Jika panjang
gelombang zonal minimum diambil sebagai :

km

m

1500

)

/

2
( =

π

,maka

1

max

1500

/

2

=

km

m

π

dan

26
,
0

016
,
01500

/

2

max/

)

(

=

=

=

π

γη

k

m

n

k ditaksir dari (21)

1

3/
1

2

7

1

13

016
,
0

det

/

10

5

det

/

10

2

=



=

km

cm
x cm

x

k

Untuk harga γn yang kecil solusi asimtotik adalah pendekatan yang cukup baik
sehingga :

53

α1 = -1/2 (1 + i√3 )

α2 = -1/2 (1 - i√3 )

α3 = γn4

α3 = 1

Substitusi harga - harga ini ke dalam persamaan (29) dan (30) dan jumlahkan, akan didapat
solusi umum X sebagai :

kx

kx

kx

i

kx

i

e

c

e

c

e

c

e

c

mk

X

n

4

3

)
3

1(

2/
1

2

)
3

1(

2/
1

1

4

3

4

+

+

+

+

=

+

γ

λ

atau dituli kembali sebagai :

kx

kx

kx

i

kx

i

n

e

c

e

c

e

c

e

c

mk

kx

n

4

3

)
3

1(

2/
1

2

)
3

1(

2/
1

1

4

3

4

4

+

+

+

+

=

+

γ

λ

λ

γ

(33)

(33)
Untuk menetukkan konstanta - konstanta c1, c2, c3, dan c4, syarat batas pada x seperti
diberikan oleh persamaan (14) diterapkan melalui persamaan (24).
1. Dari

,
0

)

,
0
( =
y

dan x (0) = 0, dan

1 = c1 + c2 + c3 + + c4 = 0

(34)

2. Dari Π(λ,y) = 0 x (λ) = 0, dan

0

1

4

3

)
3

1(

2/
1

2

)
3

1(

2/
1

1

4

=

+

+

+

+

λ

γ

γ

λ

λ

k

k

n

k

i

k

i

e

c

e

c

e

c

e

c

(35)

3. Dari

0

/

)

,
0

(

=

x

x

0

'=

x

dan

0

)

3

1(

2

/

1

)
3

1(

2

/

1

4

3

4

2

1

=

+

+

+

kc

kc

kc

i

kc

i

n

γ

(36)

4. Dari

0

/

)

,

(

=

x

y

λ

0

'=

x

dan

0

)

3

1(

2

/

1

4

3

4

)
3

1(

2/
1

2

4

=

+

+

+

λ

λ

γ

λ

γ

k

k

n

k

i

e

kc

e

kc

e

kc

i

n

(37)

Persamaan - persamaan ini : (34) s/d (37) dapat diselesaikan secara simultan dan dengan
menganggap bahwa :

1

4

<<

n

γ

;

1

<<

− λk

e

;

λ

γ λ

λ

γ

k

e

k

n

k

n

4

1

4

=

(38)

menghasilkan :

)
3

/

3

1(

2

/

1

4

1

i

k

c

n

+

=

λ

γ

)
3

/

3

1(

2

/

1

4

2

i

k

c

n

=

λ

γ

(39)

54

1

4

3

= λ
γ k

c n

λ

γ k

c

n4

4 =

menggunakan harga - harga ini mengingat anggapan (38), persamaan (33) menjadi :



+


= −

6

23

23

cos

2/
1

π

λ

k

kx

Be

X

kx

Barat

(40)

central 1

+

(

)

1

1

)

(

+


x
k

e

kx

k

λ

λ

Timur

dimana B ≡ 2/√3 - √3 /kλ
Diferensiasi terhadap x menghasilkan :

=

kx'

Barat

(41)

central Timur

Perhatikan bahwa x tidak tergantung pada .......... konsekuensinya persamaan (25) dapat
ditulis sebagai :

1

.

n

x

z

xcurl τ

λβ

=

(42)
yang dapat langsung dihitung dari pengamatan stress angin zonal tanpa menguraikan stress
angin dalam deret Fourier seperti yang ditunjukkan oleh pewrsamaan (17), asalkan deret
mencapai konvergensi dengan cepat sehingga untuk semua suku - suku yang penting
pendekatan yang ditunjukkan oleh persamaan (38) dipenuhi. Sepanjang setiap lintang
stream fucntion transport massa bervariasi dengan variasi X(x). Dari definisi (10) :

y

Mx

=

;

x

My

+

=

55



+

λ

k

kx

Be kx

23

23

sin

2/
1

−(1

1

1

λ

k

)

)
( x

k
e


− λ

X (x) dapat ditafsirkan sebagai berbanding lurus dengan transport ke arah utara dari x =
0 hingga ke suatu titik x = x1.
X' (x) disetiap titik dan kelakuannya sepanjang garis lintang yang konstan akan identik.
Gambar 20 menunjukkan streamlines transport massa Π(x,y) di laut berbentuk segi empat
yang dihitung dari persamaan (42) untuk angin zonal tahunan rata - rata yang berhembus di
atas Lautan Pasifik. Di sebelah kiri adalah Plot τx(y) dan curl τx(y) : (d τx/dy), di
bawah adalah plot fungsi X(x).

Fungsi - fungsi ini dikombinasikan secara grafik menurut (42) untuk menghasilkan isoline
dari Π. Transport diantara garis penuh yang berdekatan adalah 107

m3

/det.
Sistem angin zonal terlihat membagi Sirkulasi menjadi beberapa gyre. Garis pemisah
antara gyre terjadi pada Φ = Φb dimana dτx/dy = 0, yang bersesuaian denganlintang
- lintang angin barat, angin pasat utara dan selatan dan doldrums. Hasilny asesuai dengan
yang ditentukan dari observasi oseanografi. Sumbu - sumbu lintang dari gyres (MxMy = 0)
terjadi di lintang - lintang Φ = Φa dimana dτx/dy mempunyai harga - harga ekstrim.
Laut Sargasso di Atlantik dihubungkan dengan titik belok dari stress angin rata - rata
antara Westerlies dan angin pasat. Titik belok antara doldrums dan angin pasat di BBU dan
di BBS menetukan batas dari Equator Counter Current.

56

Gambar 11 Garis - garis arus transport massa yang diintegrasikan secara vertikal untuk
edaran arus yang dibangkitkan angin zonal di dalam laut segi empat
Sepanjang setiap lintang, Π berubah hanya dengan X (x) dan kita telah melihat bahwa
fungsi X (x) da X' (x) secara fifis dapat diinterprestasikan sebagai komponen utara -
selatan dari transport massa dan transport massa per satuan panjang. Tinjau section
(bagian) di lintang - lintang Φ melalui pusat Gyres dalam gambar 11. Bila X dan X'
dihitung dari (40) dan (41) didapatkan bahwa persamaan tersebut memberikan hasil yang

57

dapat dibagi dalam 3 bagian dimana laut (bagian barat, bagian tengah yang lebar dan
bagian timur). Lihat gambar 12.

Gambar 12 Plot variasi timur - barat transport massa (α x) dan kecepatan
transport massa (α x)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->