P. 1
Kabupaten Jember

Kabupaten Jember

|Views: 8|Likes:
Published by Arief Fadillah B
Kabupaten Jember
Kabupaten Jember

More info:

Published by: Arief Fadillah B on Mar 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2014

pdf

text

original

Jum’at, 3 Mei 2002

Kabupaten Jember
Penggemar cerutu alias aficionado tahu persis bahwa cerutu buatan Kuba, Amerika, Swiss, dan Jerman, mahal dan berkelas. Kabupaten Jember lewat tembakau Besuki merupakan salah satu pemasok cerutu tersebut. Tembakau Besuki ini dimanfaatkan terutama untuk bahan pembalut cerutu (dekblad) selain sebagai bahan pengikat (binder) serta pengisi ( filler) aroma cerutu yang berkualitas tersebut. Bahan baku tembakau diperoleh dari lembaran daun tembakau Besuki Na Oogst (BNO) yang tumbuh di hamparan lahan seluas 36.000 hektar. Jenis tembakau BNO ini cukup rentan terhadap serangga sehingga perlu ada pelindung, supaya daunnya tidak terserang hama. Seperti layaknya rumah bagi penghuninya, jaring seluas petakan sawah dibentangkan untuk menaungi tanaman tembakau ini. Tonggak bambu dipancang untuk menegakkan jaring tersebut. Masyarakat setempat menyebutnya Tembakau Bawah Naungan (TBN), karena tumbuhnya dinaungi jaring. Sudah hampir dua abad lamanya tanaman ini tumbuh di daerah Kabupaten Jember. Pada awalnya adalah George Bernie yang mendapatkan hak erfpacht atau hak guna usaha untuk jangka waktu 75 tahun di daerah Jember, tepatnya Jeng-gawah. Ia menggunakan lahan ini untuk usaha perkebunan tembakau jenis BNO. Sejalan dengan perkembangannya, perkebunan tersebut lalu dikelola oleh badan hukum milik Pemerintah Hindia Belanda. Setelah pendudukan Jepang, perusahaan ini kemudian dinasionalisasikan. Terhadap lahan perkebunan itu sempat timbul konflik antara petani dengan PT Perkebunan (PTP) XXVII. Konflik ini bisa diselesaikan. Petani memperoleh hak milik atas lahan tersebut. PTP XXVII, XIX, XXI, dan XXII pada tahun 1996 kemudian melebur menjadi PT Perkebunan Nusantara X. Masyarakat setempat biasa menanam tembakau. Sampai-sampai tanaman tembakau menjadi trade mark Kabupaten Jember. Tidak mengherankan bila pemerintah kabupaten memakai daun tembakau sebagai salah satu gambar yang menghias lambang daerahnya. Kondisi topografi berbukit-bukit dan tanah subur mampu membentuk kondisi yang menguntungkan tanaman tembakau. Maka tidak salah, bila daerah bekas Karesidenan Besuki ini menjadi salah satu sentra tembakau selain Dataran Deli di Sumatera Utara. Di samping tembakau, kopi juga termasuk salah satu komoditas perkebunan yang memberi kontribusi dalam perekonomian kabupaten. Kabupaten Jember menjadi penghasil kopi kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kabupaten Malang. Pada tahun 2001 produksi kopi 8.698 ton. Sebagian besar produksi ini (76 persen) dikelola oleh perkebunan besar. Petani kurang tertarik dengan tanaman kopi, karena termasuk tanaman tahunan. Pengerjaannya membutuhkan modal yang cukup besar bila dibandingkan dengan tembakau.

Tembakau dan kopi membuat Jember dikenal orang. Namun, sumbangan dari perkebunan masih terbilang kecil dibandingkan dengan tanaman bahan makanan. Kontribusi perkebunan pada tahun 2000 hanya Rp 478 milyar, sedangkan tanaman bahan makanan Rp 1,48 trilyun. Menurut catatan Dinas Per-tanian Tanaman Pangan Kabupaten Jember, produksi padi tahun 2001 jumlahnya 716.956 ton. Terjadi penurunan 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Bahkan tingkat produktivitasnya pun turun tujuh persen menjadi 50 kuintal per hektar. Produksi padi terutama dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan makan penduduk Kabupaten Jember. Jumlah penduduk kabupaten ini masuk tiga besar penduduk terbanyak di Provinsi Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kabupaten Malang. Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan untuk meningkatkan produksi padi. Seperti pelatihan calon penangkar benih, pengembangan benih unggul padi, serta pengadaan traktor tangan. Dinas Pertanian gencar melakukan berbagai macam usaha untuk meningkatkan produksi padi. Salah satunya adalah dengan mengembangkan pemakaian pupuk organik dan bibit padi unggul lokal. Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat memulihkan kondisi tanah, yang lamakelamaan menurun tingkat kesuburannya akibat penggunaan pupuk kimiawi yang berlebihan. (Yuliana Rini DY /Litbang Kompas)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->