PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Perbankan pada awalnya hanya ada perbankan konvensiaonal seperti yang kita ketahui selama ini,Seiring perkembangan zaman yang semakin pesat dan semakin modern. Dan karena Indonesia penduduknya mayoritas muslim mendorong perbankan untuk mendirikan perbankan yamg berbasis Syari’ah untuk menarik para konsumen. Namun, sejauh ini masih banyak para konsumen yang mengatakan bahwa bank konvensional dan bank syari’ah itu sama. Pada hal Bank syariah merupakan sebuah solusi untuk mendapatkan modal usaha tanpa ada bunga pinjaman. Hal tersebut seakan menjadi pemecah kebuntuan di kalangan umat Islam indonesia untuk mendapatkan modal usaha tanpa harus terlibat ke dalam riba yang meskipun dalam hal ini masih menjadi khilafiyah. Berangkatnya umat Islam dari bank konvensional menuju bank syariah membuat bank syariah semakin memperbanyak jenis-jenis transaksi Maka dari itu dalam pembahasan makalah ini pemakalah akan membahas tentang “pembiayaan pada bank (salam, mudharobah, mudharobah muqayadah)” untuk meluruskan kesalah pemahaman konsumen selama ini terhadap bank syari’ah khususnya. Pada dasarnya setiap bank itu berfungsi senbagai penghinmpun dana dan penyalur dana kepada konsumen. Namun yang membedakan bank konvensional dengan bank syari’ah yaitu pada akad-akad nya.

1

B. LANDASAN TEORI

PSAK 103 TENTANG SALAM  Salam adalah akad jual beli barang pesanan (muslam fiih) dengan pengiriman dikemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannya dilakukan oleh pembali pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.

PSAK 105 TENTANG MUDHARABAH  Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua bertindak sebagai (pengelolah dana) bertindak selaku pengelolah, dan keuntungan dibagi diantara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana.  Mudharabah muqayyadah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola dana, antara lain mengenai tempat, cara dan atau obyek investasi.

2

PEMBAHASAN

1. Pembiayaan pada bank dengan akad salam Salam adalah transaksi jual beli di mana barang yang diperjualbelikan belum ada. Oleh karena itu barang diserahkan secara tangguh sedangkan pembayaran dilakukan tunai. Bank bertindak sebagai pembeli, sementara nasabah sebagai penjual.1 a) Operasional Salam Syarat utama salam adalah barang atau hasil produksi yang akan diserahkan kemudian tersebut dapat ditentukan spesifikasinya secara jelas seperti jenis, macam, ukuran, mutu dan jumlahnya. Apabila ternyata nantinya barang yang diserahkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan di awal maka nasabah harus bertanggung jawab dengan cara menyediakan barang sejenis yang sesuai dengan spesifikasi atau mengembalikan seluruh uang yang telah diterima.  Contohnya, petani tembakau membutuhkan uang saat ini sedangkan panen belum tiba, maka petani tersebut dapat meminta kepada Bank Syariah untuk membeli hasil panen yang akan datang dan bank akan menjualnya kembali kepada petani tersebut dengan cicilan yang disepakati dalam jangka waktu tertentu. Tentunya Bank Syariah akan menerapkan persentase keuntungan tertentu sesuai kesepakatan.  Contoh lainnya, petani tembakau ingin menjual hasil panennya 2 bulan mendatang kepada pedagang. Dalam hal ini katakan pedagang belum memiliki uang. Maka kedua pihak tersebut dapat pergi ke Bank Syariah dan mengajukan pembiayaan salam.

1

masayine.blogspot.com/2012/05/akad-salam-dan-aplikasinya-dalam

3

Bank Syariah akan memberikan uang tunai kepada petani tembakau dan pedagang tersebut memiliki utang kepada Bank Syariah dan sesuai dengan kesepakatan akan dicicil dan dilunasi dalam jangka waktu tertentu. Bank akan menambahkan sejumlah persentase keuntungan yang disepakati.2 b) Rukun Salam • Muslim (pembeli atau pemesan) • Muslam ilaih (penjual atau penerima pesanan) • Ra’s al-mal (harga pesanan atau modal yang dibayarkan) • Muslam fih (barang yang dipesan) • Sighat Ijab Qabul (ucapan/akad serah terima) Aplikasi Jual Beli Salam di Perbankan Syariah Kita semua tahu bahwa salah satu fungsi bank adalah sebagai lembaga intermediary. Termasuk perbankan syariah, bank-bank ini tidak merasa tertarik dengan proses mengolah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap dipasarkan kepada konsumen. Bank-bank ini hanya menyediakan dana untuk pembiayaan. Lalu bagaimana model jual beli salam dapat diterapkan dalam dunia perbankan syariah? Jawabannya sebenarnya sangat mudah, hanya memerlukan sedikit keberanian dan kerelaan untuk menanggung resiko agar skema jual beli salam ini bias sukses. Hal ini disebabkan pihak bank harus mempersiapkan diri dengan kerugian-kerugian yang mungkin terjadi dari jatuhnya harga Al Muslam Fiih (barang yang akan diserahkan). Dan tentu saja, jual beli salam tidak dapat diterapkan untuk semua hasil pertanian. Skema jual beli salam yang dapat diaplikasikan dalam perbankan syariah adalah seperti pada Gambar berikut.

2

gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-syariah/pembiayaan-bank-

syariah.

4

Keterangan: Koperasi petani mangga harum manis memerlukan bantuan dana untuk mensukseskan panen anggota-anggotanya tahun depan terhitung dari sekarang3. Untuk itu, koperasi petani tersebut mendatangi bank syariah dan menawarkan skema jual beli salam agar bank syariah tidak rugi dan petanipun dapat panen dengan baik. Maka prosesnya adalah sebagai berikut: (1) Bank syariah membeli 10 ton mangga harum manis dari koperasi petani buah mangga harum manis dengan harga Rp. 50.000,- per kilogram menggunakan akad jual beli salam untuk 1 tahun ke depan. (2) Bank syariah membayar tunai kepada koperasi tersebut sebesar: Rp.50.000,- x 1000 x 10 = Rp. 500.000.000,- . (3). Bank syariah menjual kepada pemborong buah mangga harum manis dengan harga Rp.55.000,- per kilogram menggunakan akad jual beli salam untuk 1 tahun kedepan. (4). Pemborong membayar tunai kepada bank syariah sebesar: Rp.55.000,- x 1000 x 10 = Rp.550.000.000,-.

3

muamalah-10.blogspot.com/2012/01/makalah-fiqh-muamalah-akad-salam

5

(5). Setelah satu tahun berlalu, koperasi petani mengirimkan mangga harum manis dengan jumlah dan kualitas sesuai pesanan kepada bank syariah. (6). Bank syariah kemudian mengirimkan buah-buah tersebut kepada pemborong. (7). Pemborong menjual mangga harum manis di pasar buah dengan harga Rp.100.000,- per kilogram. (8). Pemborong mendapatkan keuntungan dari penjualan mangga di pasar buah. Dari penjelasan dalam skema di atas, terlihat bahwa semua yang terlibat dalam jual beli salam mendapatkan keuntungan mereka masing- masing. Para petani mendapatkan keuntungan berupa panen yang baik dengan hasil yang memuaskan disebabkan keperluan-keperluan mereka dalam mengelola

perkebunan tersebut dapat terpenuhi dengan uang tunai yang dibayarkan di muka oleh pihak bank syariah. Sedangkan pihak bank syariah mendapatkan keuntungan sebesar lima puluh juta rupiah yang merupakan selisih harga jual kepada pemborong dengan harga beli dari petani mangga. Dan pihak pemborong mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dari bank syariah dengan harga jual di pasar buah. Memang resiko yang ditanggung oleh pihak bank dan pemborong cukup besar, utamanya ketika prospek harga barang tersebut ke depannya tidak terlalu positif. Oleh karena itu, sikap kehati-hatian bank dalam model jual beli ini sangatlah tinggi, dan skema ini pada akhirnya memang tidak dapat diterapkan untuk semua jenis produk atau hasil pertanian, hanya pada jenis-jenis hasil pertanian yang dapat diramalkan bagus. 2. Pembiayaan pada bank dengan akad mudharobah Mudharobah adalah kontrak antar dua pihak dimana satu pihak yang disebut rab al-mal (investor) mempercayakan uangnya kepada pihak keduayang disebut mudharib untuk tujuan menjalankan usaha. Mudharib menyumbangkan tenaganya dan waktunya untuk mengelolah usaha mereka sesuai dengan perjanjian4. Keuntungan dari usahanya tersebut secara Mudharabah akan dibagi hasilnya
4

Abdullah Saeed, Menyoal Bank syari’ah,Jakarta:Paramadina, 2004

6

menurut kesepakatan yang telah disepakati pada perjanjian awal, dan apabila usaha tersebut mengalami kerugian maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh pihak pemodal selama kerugian tersebut bukan disebabkan kelalaian pengelola modal. Dan jika kerugian tersebut disebabkan karena kecurangan atau kelalaian pengelola modal, maka pengelola modal yang harus bertanggung jawab atas kerugian yang telah dialaminya5. a) Aplikasi mudharabah Mudharabah dalam perbankan syari’ah biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan dan pendanaan. Sedangkan pada sisi penghimpunan dana mudharabah diterapkan pada (a) Tabungan berjangka, yaitu tabungan yang dimaksudkan untuk tujuan khusus, yaitu seperti tabungan haji, dan tabungan kurban, dan sebagainya; (b) Diposito biasa dan special, diposito special (special investment), dimana dana yang dititipkan nasabah, khusus untuk bisnis tertentu, misalnya saja dalam murabahah ataupun ijarah saja.

Sedangkan pada sisi pembiayaan, mudharabah diterapkan untuk (a) Pembiayaan modal kerja, seperti modal kerja perdagangan dan jasa; (b) Investasi khusus, disebut juga mudharabah muqayyadah, dimana sumber dana khusus dengan penyaluran yang khusus dengan syaratsyarat yang telah ditetapkan oleh shahibul maal.

5

prima-an.blogspot.com/2011/01/produk-mudharabah-dalam-bank-syariah

7

b) Rukun mudharobah  Pelaku (pemilik modal maupun pelaksana usaha)  Objek6 (modal dan keja)  Persetujuan kedua belah pihak (ijab-qabul)  Nisbah keuntungan c) jenis-jenis al-mudharabah Secara umum, mudharabah terbagi menjadi dua jenis, yaitu: 1. Mudharabah Muthlaqah Mudharabah muthlaqah adalah bentuk kerja sama antara penyedia modal (shahibul maal) dan pengelola modal (mudharib) yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah yang akan digunakan untuk usahanya. 2. Mudharabah Muqayyadah ` Mudharabah muqayyadah atau disebut juga dengan istilah mudharabah atau specified mydharabah adalah

restricted

kebalikan dari mudharabah muthlaqah, yaitu mudharib dibatasi dengan batasan jenis usaha, waktu, dan tempat usahanya. Dengan adanya pembatasan tersebut seringkali mencerminkan

kecenderungan umum shahibul maal dalam memasuki jenis dunia usahanya.

Adiwarman A. Karim, Bank Islam-analisis Fiqih dan Keuangan, Edisi IV, Jakarta: RajaGrapindo Persada, 2010

6

8

PENUTUP

 KESIMPULAN Salam adalah barang atau hasil produksi yang akan diserahkan kemudian tersebut dapat ditentukan spesifikasinya secara jelas seperti jenis, macam, ukuran, mutu dan jumlahnya. Apabila ternyata nantinya barang yang diserahkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan di awal maka nasabah harus bertanggung jawab dengan cara menyediakan barang sejenis yang sesuai dengan spesifikasi atau mengembalikan seluruh uang yang telah diterima.. Dari urainan diatas dapat disimpulkan bahwa pada akad salam terlihat bahwa semua yang terlibat dalam jual beli salam mendapatkan keuntungan mereka masing- masing. Mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua bertindak sebagai (pengelolah dana) bertindak selaku pengelolah, dan keuntungan dibagi diantara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana. Keuntungan dari usahanya tersebut secara Mudharabah akan dibagi hasilnya menurut kesepakatan yang telah disepakati pada perjanjian awal, dan apabila usaha tersebut mengalami kerugian maka kerugian tersebut akan ditanggung oleh pihak pemodal selama kerugian tersebut bukan disebabkan kelalaian pengelola modal. Dan jika kerugian tersebut disebabkan karena kecurangan atau kelalaian pengelola modal, maka pengelola modal yang harus bertanggung jawab atas kerugian yang telah dialaminya

9

DAFTAR PUSTAKA

Abufadilah.files.wordpress.com/2011/07/Psak-105.pdf Karim Adiwarman A., Bank Islam-analisis Fiqih dan Keuangan, Edisi IV, Jakarta: RajaGrapindo Persada, 2010 Masayine.blogspot.com/2012/05/akad-salam-dan-aplikasinya-dalam Muamalah-10.blogspot.com/2012/01/makalah-fiqh-muamalah-akad-salam Saeed Abdullah, Menyoal Bank syari’ah,Jakarta:Paramadina, 2004 scribd.com/doc/53937355/Psak-103 prima-an.blogspot.com/2011/01/produk-mudharabah-dalam-bank-syariah

10

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful