Piracetam Mekanisme kerja Level neuronal - Berkaitan dengan kepala polar phospholipid membran - Memperbaiki fluiditas membran sel

- Memperbaiki neurotransmisi - Menstimulasi adenylate kinase yang mengkatalisa konversi ADP menjadi ATP Level vaskuler - Meningkatkan deformabilitas eritrosit, meningkatkan aliran darah otak meningkat - Mengurangi hiper-agregasi - Memperbaiki mikrosirkulasi Diagnosis lokasi infark otak Stroke sistem karotis 1. Gejala penyumbatan arteri karotis interna - Buta mendadak (amaurosis fugaks) - Disfasia bila gangguan terletak pada sisi dominan - Hemiparesis kontra lateral dan dapat disertai sindrom Horner pada sisi sumbatan 2. Gejala-gejala penyumbatan arteri serebri anterior - Hemiparesis kontra lateral dengan kelumpuhan tungkai lebih menonjol - Gangguan mental (bila lesi di frontal) - Gangguan sensibilitas pada tungkai yang lumpuh - Inkontinensia - Dapat menyebabkan kejang-kejang 3. Gejala-gejala penyumbatan arteri serebri media - Bila sumbatan di pangkal arteri, terjadi hemiparesis yang sama, bila tidak di pangkal maka lengan lebih menonjol - Hemiphestesia - Gangguan fungsi luhur pada korteks hemisfer dominan yang terserang, mis: afasia motorik/sensorik 4. Gangguan pada kedua sisi akibat perluasan penyumbatan - Hemiplegi dupleks - Sukar menelan - Gangguan emosional, mudah menangis Stroke sistem vertebralis 1. Sumbatan/gangguan pada arteri serebri posterior Hemianopsia homonim kontralateral dari sisi lesi Hemiparesis kontralateral Hilangnya rasa sakit, suhu, sensorik proprioseptif (termasuk rasa getar) kontralateral (hemianestesia) Terkena cabang ke talamus  sindrom talamik (rasa nyeri terus menerus dan sukar dihilangkan; pada pemeriksaan raba terdapat anestesia, tetapi pada tes tusukan timbul rasa nyeri (anestesia dolorosa)) Hemikhorea, disertai hemiparesis, disebut sindrom Dejerine Marie

2. Sumbatan/gangguan pada arteri vertebralis - Jika sumbatan pada sisi yang dominan terjadi sindrom wallenberg, sumbatan pada sisi yang tidak dominan seringkali tidak menimbulkan gejala 3. Sumbatan/gangguan pada A. serebelli posterior inferior - Sindrom wallenberg berupa ataksia serebelar pada lengan dan tungkai di sisi yang sama, gangguan N V dan refleks kornea hilang pada sisi yang sama. Dapat juga terjadi: sindrom horner sesisi dengan lesi, disfagia, apabila infark mengenai nukleus ambiguus ipsilateral, nistagmus, jika terjadi infark pada nukleus vertibularis, hemiphestesia alternans 4. Sumbatan/gangguan pada cabang kecil A. basilaris adalah paresis nervi kranialis yan nukleusnya terletak di tengah-tengah N III, N IV, dan N XII, disertai hemiparesis kontralateral Sindrom di batang otak Mesensefalon - Sindrom weber berupa, paralisis N III dengan hemiplegi kontralateral, disebut hemiplegia alternans N III. Kausanya seringkali lues - Sindrom arteri basilaris: sumbatan total menimbulkan hemiplegia dupleks dan kelumpuhan otot-otot bulbar (bulbar palsy) Pons - Sindrom foville: hemiparesis kontralateral dan konjugasi ke sisi lesi - Sindrom millard-goebler: hemiparesis kontralateral, paresis N VII ipsilateral, dan konjugasi ke arah sisi lumpuh Medulla Oblongata Sindrom Wallenberg, dengan gejala-gejala: - Vertigo, muntah disertai cegukan - Analgesi dan termoanestesi wajah homolateral, dan pada badan dan anggota pada sisi kontralateral - Sindrom horner - Disfagia - Gejala serebral berupa ataksia, hipotoni, dan nistagmus homolateral

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful