PROBABILITY

(PELUANG)
Adalah :
Ukuran kuantitatif dari ketidakpastian yang menunjukkan
keyakinan terjadinya suatu peristiwa.

Teori probability telah dikembangkan oleh ahli matematika dari Eropa,
yaitu Galileo Galilei (1564 – 1642), Balise Pascal (1623 – 1662), Pierre
de Fermat (1601 – 1665), Abraham de Moivre (1667 – 1754) dan yang
lainnya.
Teori prob digunakan sebagai dasar dalam statistika inferensial atau
untuk bidang ilmu yang lain, yang memerlukan ukuran dari
ketidakpastian berupa bilangan antara nol dan satu.
Penentuan besarnya probability dapat ditinjau dari dua sudut pandang,
yaitu Objective Probability dan Subjective probability.
• Objective Probability (classical probability) :
Didasarkan pada konsep equally likely, misalnya undian dadu yang terdiri atas enam
mata, maka peluang tampak setiap mata adalah sama yaitu 1/6.
Bentuk lainnya adalah konsep relative-frequency, misal untuk waktu yang lama 15 dari
1000 anak balita menderita diare jika meminum antibiotik jenis A, maka peluang anak
balita yang meminum anti biotik A akan diare adalah 15/1000 = 0.015.
• Subjective Probability :
Peluang didasarkan pada personal judgement, sehingga besarnya tidak sama dengan
hasil perhitungan orang lain.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------

Contoh: Undian dua coin sekaligus atau satu coin dua kali, menghasilkan
Ruang Sampel S :




{ }
S MM,MB,BM,BB =
( )
( )
( )
n A
P A
n S
=
Misal jika A = Peristiwa tampak Muka satu kali , maka terjadinya A didukung oleh dua
titik sampel yaitu : MB dan BM, sehingga n (A)= 2 sedangkan
n (S)= 4 -------- P(A) = 2/4.

HUKUM-2 PELUANG :
( )
0 1 P A s s
( )
( )
1 P A P A = ÷
( ) ( ) ( ) ( )
P A B P A P B P A B = + ÷ ·
( )
( )
( )
P A B
P A| B
P B
·
=
Conditional Probability

( ) ( ) ( )
P A B P A .P B · =
independence of events
Contoh :
Berikut disajikan data tentang jumlah pasien yang sembuh dan tidak sembuh
setelah meminum tiga jenis obat influensa.
a. Jika dipilih seorang pasien secara acak, maka berapa peluang dia minum obat A
b. Berapa peluang pasien tersebut minum obat A atau obat B ?
c. Berapa peluang pasien tersebut sembuh ?
d. Jika pasien tersebut sembuh, berapa peluang dia minum obat C ?
e. Jika pasien minum obat B, berapa peluang dia tidak sembuh ?
f. Berapa peluang pasien yang terpilih minum obat A atau Sembuh?




Kondisi
Pasien
Obat A Obat B Obat C
Sembuh 70 65 115
Tdk Sembuh 50 25 5
SOAL:
1. Diketahui : P(A) = 0.52 , P(B) = 0.36 , P(AB) = 0.20
a. Isikan nilai peluang di atas ke dalam tabel berikut 2x2
b. Artikan nilai-nilai pada tabel tersebut.
2. Dari sebuah kemasan yang berisi 15 barang, 4 barang adalah rusak.
Secara acak dipilih dua barang secara satu persatu, tentukan nilai
peluang bahwa :
a. Barang pertama adalah rusak.
b. Barang pertama rusak dan yang kedua adalah baik.
c. Keduanya adalah rusak.
3. Di suatu daerah, 15% dari populasi orang dewasa adalah perokok,
0.86% adalah perokok yang menderita emphysema dan 0.24% adalah
bukan perokok yang menderita emphysema.
a. Berapa peluang seseorang yang dipilih secara acak dari populasi
tersebut adalah penderita emphysema?
b. Jika yang terpilih adalah perokok berapa peluang bahwa orang
tersebut penderita emphysema ?
c. Jika yang terpilih adalah bukan perokok berapa peluang bahwa orang
tersebut menderita emphysema ?

PROBABILITY DISTRIBUTION
Variabel acak (Random Variable)?
Variabel acak : - Variabel acak diskrit
- Variabel acak kontinu
Distribusi Variabel Acak Diskrit : - Dist. Binomial
- Dist. Poisson
- Dist. Hypergeometrik
Distribusi Variabel Acak Kontinu :
The Normal Distribution
Variabel X yang berdistribusi Normal dengan rata – rata dan deviasi standar ,
ditulis dengan

µ
o
( )
N , µ o

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful