You are on page 1of 7

Dahsyatnya Kekuatan Syaitan Untuk Mempengaruhi

Keturunan Adam
Senin, 25 Agustus 2008

‫سلّ َم‬
َ ‫علَ ْيهِ َو‬
َ ُّ‫صلّى ال‬
َ ‫ قَالَ رسول ال‬:
‫ِإنّ الشّيْطَانَ يَجْرِي ِمنْ ا ْبنِ آدَمَ مَجْرَى الدّمِ (صحيح البخاري‬
Sabda Rasulullah saw :
“Sungguh syaitan mengalir pada tubuh keturunan Adam pada aliran darahnya”
(Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Maha Suci Allah Swt Maha Raja Tunggal dan Maha Sempurna
di alam semesta, sebelum alam semesta dicipta hingga alam
semesta dihamparkan dengan kemegahan hingga alam semesta
berakhir. Dialah Allah Swt Al Wujud, Maha Mengetahui segala
keadaan, Maha Memiliki setiap nafas dan kehidupan, Maha
Mengawali dan Mengakhiri Kebahagiaan, Maha Menawarkan Pengampunan dan tiada
pernah terhenti dari zaman ke zaman. Tawaran pengampunan Illahi selalu menyeru
setiap sanubari untuk mendekat kehadirat-Nya, waktu – waktu mulia terus
menawarkan kemuliaan, datangnya malam – malam mulia di bulan syaban, datangnya
malam – malam mulia di bulan ramadhan dan juga hari – hari mulia lainnya yang
padanya tersimpan rahasia kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bagi mereka yang mau mendapatkannya maka Allah Swt menawarkannya sebelum
mereka menginginkannya, Jalla Wa Alla Allah Swt telah menawarkan anugerah dan
pengampunan sebelum hamba-Nya meminta pengampunan, Allah menawarkan
kedekatan kehadirat-Nya sebelum hamba-Nya ingin untuk dekat dengan Allah, Allah
menawarkan anugerah dan kasih sayang-Nya sebelum hamba-Nya meminta. Dialah
Yang Maha Mendahului dan Maha Terdahulu atas segala kebaikan.

Jalla Wa Alla Swt Yang Maha Suci dan Maha Beruntung mereka yang mengagungkan
Allah hingga di hari hari mulia menjelang gerbang ramadhan yang terdapat padanya
rahasia kedekatan kehadirat Allah Jalla Wa Alla, yang Allah mengangkat derajat
hamba-Nya mendekat kehadirat-Nya lebih daripada waktu – waktu lainnya.
Sebagaimana kita lihat di waktu – waktu ramadhan sangat mudah bagi kita untuk
melakukan ibadah, jauh berbeda dengan hari – hari lain.

Di bulan ramadhan kita bisa melakukan puasa 1 bulan penuh dan belum tentu itu bisa
kita perbuat di hari – hari selain ramadhan. Di bulan ramadhan kita mampu
melakukan shalat tarawih 23 rakaat dan belum tentu kita bisa melakukannya di bulan
selain ramadhan. Kenapa kita mampu melakukannya di bulan ramadhan? Karena
Allah Maha Dekat kepada kita dan lebih dekat kepada kita di bulan ramadhan. Lebih
memanjakan kita dan lebih menerangi jiwa kita dengan cahaya Illahi. Dan juga Allah
Swt membatasi kekuatan syaitan di bulan ramadhan.

Sebagaimana sabda Nabiyyuna Muhammad Saw bahwa syaitan itu mengalir di darah
keturunan Adam. Demikian dahsyatnya kekuatan syaitan untuk mempengaruhi panca
indera, menundukkan telinga manusia agar tunduk pada hawa nafsu dan dosa,
menundukkan penglihatan manusia agar ikut pada hawa nafsu dan dosa. Demikian
panca inderanya terus dimasukki oleh kekuatan syaitan sampai ke jiwanya hingga
semakin waktu syaitan makin berkuasa pada jiwanya, makin tertutup jiwanya dari
keinginan mulia. Makin banyak sangka buruknya, makin banyak sombongnya, makin
banyak menghina hamba Allah, semakin gelap keadaan itu maka semakin sempit
terasa kehidupannya walaupun ia dalam keluasan harta, walaupun ia dalam
kemudahan, walaupun ia dalam kebahagiaan. Akan tetapi ketika jiwanya tersempitkan
maka ia tidak merasakan terkecuali azab.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Ketika jiwa bercahaya dengan cahaya Allah di majelis – majelis dzikir, di majelis –
majelis taklim atau di tempat lain yang jiwa itu bercahaya dengan keagungan Nama
Allah Swt maka disaat itulah terang – benderang sanubarinya, terang – benderang
ruhnya dan akan terang – benderang seluruh panca inderanya dengan cahaya Allah,
maka disaat itulah jiwanya berat untuk berbuat maksiat, berat untuk sangka buruk,
berat untuk berbuat hal – hal yang hina diikuti seluruh panca inderanya yang juga
merasa enggan berbuat dosa. Matanya, telinganya, bibirnya, kaki dan tangannya
selalu berat untuk melakukan dosa. Kenapa? Karena cahaya Allah mengungguli di
dalam jiwanya.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika gumpalan daging itu baik maka
baiklah seluruh tubuhnya, jika gumpalan daging itu buruk maka buruklah seluruh
tubuhnya, ketahuilah gumpalan daging itu adalah hati, kata Sang Nabi Saw.

Demikianlah hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah ,
Allah Swt memuliakan kita dengan kehidupan ini disertai tuntunan Sang Nabi yang
dengan itu runtuhlah kekuatan syaitan. Sungguh hamba – hambaKu, kau tidak akan
punya kemampuan untuk meruntuhkan mereka, sebesar apapun kekuatan syaitan
kekuatan Allah lebih besar menolong hamba – hambaNya. Syaitan menjebak manusia
kepada dosa dan kemaksiatan sejauh- jauhnya, dalam sekejap Allah bisa hapuskan
dosanya jika ia banyak bertaubat. Puluhan tahun hamba-Nya berbuat dosa dan
kesalahan ternyata ia menebusnya dengan air mata taubatnya maka sirna seluruh
dosanya.

Demikian hadirin – hadirat kasih sayang Illahi Swt yang tentunya meruntuhkan
kekuatan syaitan. Usaha syaitan berpuluh – puluh tahun menjerumuskan salah seorang
keturunan Adam bisa sirna dengan 1,2 detik sebab perbuatan Allah Jalla Wa Alla.
Demikian agungnya dan khusnatullah kepada mukminin – mukminat.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika Sayyidatuna Aisyah ra dikatakan oleh
Sang Nabi “datang kepadamu syaitanmu”, maka berkata Sayyidatuna Aisyah ra “ya
Rasulullah apa di dalam diriku ini ada syaitan?”, dan Rasul Saw menjawab “ya
betul, di hatimu dan di dirimu itu ada syaitan”. Apakah di setiap manusia juga ada
syaitannya? Rasul Saw menjawab “ya benar pada setiap manusia itu ada syaitan
penggodanya”, lalu engkau? dan Rasul Saw menjawab “ya pada diriku pun ada
syaitannya, tapi Allah Swt sudah menundukkannya sampai syaitan itu pun
menyerah”. Demikian riwayat shahih muslim memperjelas daripada hadits riwayat
Shahih Bukhari ini bahwa syaitan itu mengalir di setiap aliran darah keturunan Adam.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Langkah – langkah menuju bulan ramadhan dimana Allah Swt mengikat syaitan,
maka sedemikian para mufassir melemahkan dan menafsirkan makna hadits ini yaitu
adalah syaitan tu dilemahkan oleh Allah karena Allah memberikan kekuatan iman
lebih besar kepada muslimin – muslimat di bulan ramadhan. Kenapa wahai Rabb?
Karena Allah Swt melipatgandakan pahala mereka lebih besar di hari – hari ramadhan
dibandingkan hari lain. Dalam salah satu pendapat berkata salah seorang muhaddits
bahwa di hari itu, di bulan – bulan ramadhan pahala manusia itu dilipatgandakan
menjadi 700X lipat, demikian untuk umat Nabi Muhammad Saw. Bersandarkan
dengan hadits Shahih Bukhari bahwa Rasul Saw bersabda “amal pahala umatku
dikalikan 10X sampai 700X lipat”. Maka sebagian muhaddits mengatakn itu yang
700X lipat di bulan ramadhan dan yang 10X lipat di hari – hari biasa.

Demikian Agungnya Allah Swt dan Maha Indahnya perbuatan Allah kepada kita
sampai waktu yang paling banyak dilipatgandakan. Itulah, Allah bantu pula kita
dengan melemahkan syaitan. Tidak hanya dari itu saja tapi Allah menambahkan
kemuliaan malam lailatulqadr hingga juga Allah tambah kemuliaan – kemuliaan
lainnya di bulan ramadhan dengan sa’atulijabah (suatu saat yg cuma beberapa detik
saja, yang barangsiapa berdoa saat itu pastilah dikabulkan Allah swt, saat2 mulia itu
ada juga di setiap hari jumat, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari) dan
lainnya. Banyak sekali anugerah yang Allah munculkan di bulan ramadhan dan di saat
itu Allah persempit kekuatan syaitan. Demikian Allah memanjakan kita.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Bulan ramadhan juga bulan shadaqah. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul
Saw bersabda “orang yang paling dermawan”, kalau sudah kalimat orang yang paling
dermawan berarti tidak ada lagi yang paling dermawan selain Rasul Saw, apapun
beliau saw belum pernah mengatakan “tidak”, belum pernah mengatakan “tidak” pada
yang meminta – minta. Hadirin – hadirat dan di bulan ramadhan beliau itu lebih
dermawan lagi. Diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah ra bahwa Rasul Saw sangat
dermawan di bulan ramadhan, ini diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. Ikuti sunnah
Nabi kita Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Di dalam bershadaqah ada hal yang perlu diperjelas, shadaqah yang paling agung
adalah shadaqah kepada kerabat kita sendiri sebelum kepada yang lain. Jadi kalau kita
kelebihan harta sedekahi dulu kerabat kita yang susah melebihi orang lain. Kerabat itu
lebih dulu daripada yang lain, demikian Rasul Saw mengajarkan kepada kita. Dan
sebaik – baik shadaqah adalah kepada ayahbundanya, kalau ayahbundanya susah.
Kalau ayahbundanya tidak susah maka kepada kerabatnya, lalu kepada tetangganya
lalu kepada fuqara. Demikian bentuk shadaqah, demikian bentuk zakat dan lainnya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Rasul Saw telah menyampaikan ini berkali – kali riwayat Shahih Bukhari dan Shahih
Muslim ketika Abu Thalhah Al Anshori ra adalah salah seorang Anshar yang kaya –
raya. Dia mempunyai satu taman rekreasi disebut kebun dan taman rekreasi itu
merupakan asset harta yang mahal dan luar biasa dan sangat mewah di masa itu.
Ketika turunnya ayat “kalian belum mendapatkan kesempurnaan sebelum
menginfaqkan yang kalian cintai”. Ayat ini turun di masa itu maka Abu Thalhah Al
Anshori ra datang kepada Rasululluh, ya Rasulullah ini kebun rekreasi aku infaqkan
karena Allah Ta’ala karena aku menyayanginya, kuinfaqkan untuk Allah. Rasul Saw
tahu Abu Thalhah ra ini orang baik, orang mulia tapi punya 1 kekurangan kecil, 1
kekurangan kecil saja dan kekurangannya lupa pada kerabatnya yang susah.

Maka Rasul Saw tidak menghardik Abu Thalhah dengan ucapan “engkau ini
keluargamu tidak kau perhatikan, kau kaya – raya sendiri”. Tidak demikian, namun
Rasul Saw berkata “Abu Thalhah kau mau infaqkan ini kebun rekreasi yang demikian
mewah dan megahnya?”, maka Abu Thalhah berkata “benar ya Rasulullah”. Rasul
Saw menjawab “karena Allah?”, Abu Thalhah menjawab “ya, karena Allah”. Kalau
begitu kau bantu aku untuk menyampaikannya kepada yang berhak. Abu Thalhah
menjawab “mau ya Rasulullah”. Kau yang sedekahkan kepada Allah dan sekarang
sampaikan kepada yang berhak, mau bantu aku untuk menyampaikannya kepada yang
mustahiq?, Abu Thalhah menjawab “mau ya Rasulullah” Rasul Saw berkata “tolong
sampaikan kepada kerabatmu yang susah”. Menangis Abu Thalhah mendengarnya,
Subhanallah! Rasul Saw menegurnya dengan teguran yang demikian lembut.
Kerabatmu banyak yang susah, sekarang kau datang padaku mau menginfaqkan
hartanya. Demikian hebatnya, Rasul Saw berkata tolong sampaikan kepada orang
susah yaitu keluargamu, benahi keluargamu. Ya Rasulullah engkau lebih perhatikan
keluargaku daripada diriku sendiri, demikian indahnya tuntunan Nabi kita
Muhammad Saw.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, salah seorang ayah mempunyai anak,
anaknya susah dan ayahnya mampu. Ayahnya menaruh hartanya di Masjid Nabawiy
untuk diberikan kepada fuqara, yang mengambil anaknya maka ayahnya berkata “hai,
itu bukan untukmu tapi untuk fuqara!”, anaknya berkata “tapi aku juga tergolong
fuqara, aku orang yang mustahiq”. Maka ayahnya datang kepada Rasul Saw “ya
Rasululullah aku mau berikan pada fuqara malah diambil anakku!”, Rasul Saw
bertanya “anakmu fuqara?”, ayahnya menjawab “ya, ia fuqara ya Rasulullah”, kalau
begitu harta itu untuknya.

Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,

Dalam riwayat lain muncul riwayat lain yang sebaliknya dari ini, seorang anak datang
kepada Rasul Saw mengadu hartanya ada yang diambil oleh ayahnya. “Ayahku
mencuri hartaku wahai Rasul?” Rasul Saw bertanya “ayahmu mencuri hartamu?”, si
anak menjawab “betul ya Rasulullah”. Rasul Saw berkata “panggil ayahmu”,
ayahnya dipanggil dan ditanya oleh Rasul Saw, ayahnya ini sudah lanjut usia “engkau
mencuri sebagian harta anakmu?” maka ayahnya menjawab “ya Rasulullah boleh
aku menyampaikan sedikit syair”, “silahkan” kata Rasul Saw.

Maka orangtua itu menyampaikan sebuah syair yang cukup panjang, kira – kira
ringkasnya begini, ketika istriku hamil dan saat itu hamil telah lanjut dan disaat itu
malam hari aku berlari mencari seseorang yang bisa membantu kelahiran dan disaat
itu hari hujan yang demikian derasnya, aku tidak perdulikan tetesan air hujan yang
membasahi tubuhku demi mencari sang bidan yang membantu melahirkan ketika
sampai pada bidan itu aku mengetuk pintunya. Seandainya ia tidak mau keluar kecuali
aku harus duduk di pintunya berhari – hari, aku akan duduk dipintunya. Bidan itu
keluar dan aku mengemis padanya agar ia mau membantu kelahiran istriku. Maka aku
memayunginya, memayungi sang bidan itu dan aku tak mau satu tetes pun air hujan
mengenai tubuhnya, kubiarkan tubuhku penuh dengan air jangan sampai bidan
terkena tetesan air hujan, karena aku takut ia berbalik tidak mau meneruskan niatnya.
Sampailah aku kerumah dan kudengar istriku masih merintih dan penuh harap – harap
cemas dengan doa akan kelahirannya dan saat itu kudengar jerit sang bayi, aku
memeluknya dan mengadzankannya.

Inilah anugerah yang terindah, inilah makhluk yang paling aku cintai, aku
mengumandangkan adzan pada telinga bayiku dan kubimbing ia mulai dari kecil
sampai kujadikan kesembuhannya adalah tumbal nyawaku. Diamnya dari tangis
adalah anugerah yang terbaik untukku, kusisakan hari – hariku untuk
memperjuangkannya dan kukorbankan tidurku untuk ketenangan tidurnya. Dan ketika
ia telah lanjut dan anaknya besar dan dewasa dan dialah kebanggaanku tapi dia
mengatakan aku mengambil hartanya. Maka saat itu Rasul Saw menangis, “wahai
anak hartamu itu adalah milik ayahmu” maka anaknya pun tertunduk.

Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Jangan lupakan ayahbunda kita, ini akan masuk bulan ramadhan al mukarram puaskan
jiwa kita untuk bakti pada ayahbunda kita bisa dengan harta dan bukan hanya dengan
harta bisa dengan akhlak dan budi pekerti sehingga berkata Sayyidina Abdullah bin
Umar Ra diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitabnya Adabul Mufrad, ketika
datang seseorang yang sudah banyak berbuat dosa, mengadu kepada Abdullah bin
Umar ra karena Rasul Saw telah wafat, Abdullah bin Umar bertanya “apakah engkau
mempunyai ibu?”, sudah wafat “punya ayah?”, sudah wafat. Ya sudah kalau begitu
banyak istighfar saja, banyak beramal sholeh. Ketika orang itu pergi, orang yang
disebelah Abdulllah bin Umar bertanya “ya ibn umar kenapa engkau tadi bertanya
apa ada ibunya, ada ayahnya?”, hubungannya apa antara ayah dan ibunya dengan
orang itu?. Abdullah bin Umar berkata “aku tidak temukan satu penawar dosa yang
lebih daripada menyenangkan hati ayah dan bunda”, itulah penawar dosa yang
paling dahsyat. Itulah yang memadamkan kemurkaan Allah Swt.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Oleh sebab itulah Allah Swt menjadikan perantaraan kehidupan kita lewat ayahbunda
kita, mereka adalah perantara kehidupan kita tapi jangan lupa juga dengan perantara
hidayah iman kita, Sayyidina Muhammad Saw. Ini hadirin – hadirat kita ingat bakti
ayah dan ibu demikian hebatnya lagi, lebih - lebih bakti kita kepada Nabi Muhammad
Saw. “Belum sempurna iman kalian sebelum aku lebih dicintainya dari ayah dan
ibunya, dari anak- anaknya, dari seluruh manusia”. Kesempurnaan iman adalah
pada cinta kita kepada Nabi kita Muhammad Saw, ini kehadiran kita disini salah satu
bukti cinta kita karena kita berkumpul bersama para pecinta Nabi Muhammad Saw.
Mendengarkan shalawat dan dzikir serta mendengarkan hadits – hadits Nabi
Muhammad Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari tentang bagaimana dahsyatnya akan datang
fitnah, kerusakan dan permasalah yang menimpa di permukaan bumi ini. Inilah tanda
– tanda akhir zaman, akan tetapi Rasul Saw juga memberikan satu resep besar
bagaimana caranya menjadikan dunia ini aman dan sejahtera? Rasul Saw mengatakan
kelak di akhir zaman akan datang waktunya harta itu akan luas dan menjadi sejahtera
seluruh permukaan bumi. Para sahabat berkata “ya Rasulullah itu untuk kuffar atau
untuk muslimin?”, Rasul Saw menjawab “untuk kalian, kalian yang akan menjadi
luas dan kaya – raya kelak di akhir zaman”. Sehingga tidak ada satupun yang mau
menerima shadaqah karena semuanya sudah luas dan berlebihan sehingga menerima
shadaqah adalah hal yang sangat hina karena semuanya sudah berkecukupan.

Apakah hal itu mungkin terjadi? Ini adalah janji Nabiyyuna Muhammad Saw, beliau
telah mengatakan banyak sebab bagaimana dikatakan akan muncul fitnah, akan
muncul banyak para pengaku Nabi, akan muncul banyak gempa bumi, dan kesemua
itu telah terjadi. Dan akan muncul pula keluasan yang akan menimpa muslimin –
muslimat dengan keberkahan dan kekayaan sehingga disaat itu harta di tangan orang –
orang mulia, orang – orang baik yang akan diberi kekayaan oleh Allah Swt yang
dengan itu orang – orang lain akan menginduk pada orang – orang yang baik. Maka
disaat itu para sahabat bertanya “ya Rasulullah bagaimana keadaan mereka bisa
mencapai seperti itu? Caranya bagaimana?”, Rasul Saw menjawab “disaat itu
mereka yang dilimpahi kekayaan itu dan kaya – raya seluruh dunia ini, karena apa
karena satu kali sujud bagi mereka lebih mulia daripada dunia dan segala isinya”.

Ketika jiwa penduduk bumi seperti itu. Allah melimpahkan harta seluas – luasnya
sebagaimana firman Allah Swt “bila orang – orang beriman itu bertaqwa kepada
Allah Swt, Allah akan tumpahkan keluasan dan keberkahan dari langit dan bumi”.
Dan itu pasti akan terjadi, karena semua adalah janji Nabiyyuna Muhammad Saw
maka tentunya kita memahami kalau keadaan umat disaat itu sangat mencintai sujud.
Oleh sebab itu ketika munculnya kebangkitan muslimin – muslimat di barat dan di
timur dan tentunya juga di wilayah kita di Jakarta ini dengan semakin banyaknya
kelompok dzikir, semakin banyaknya kelompok – kelompok shalawat, semakin
banyaknya tabligh – tabligh besar, semakin banyaknya orang -orang yang menangis
karena Allah. Ini tanda terbitnya matahari kebahagiaan akan segera muncul.

Demikian hadirin – hadirat kita bermunajat kepada Allah Swt semoga Allah
mempercepat terbitnya matahari kebahagiaan dan kesejahteraan dan kemakmuran
bagi muslimin – muslimat di barat dan di timur. Ya Rahman Ya Rahim Fakullu
Jami’an Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Rahman bangunkan jiwa – jiwa untuk bersujud, Ya Rahman perbanyak jiwa
orang – orang yang mencintai sujud, Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya
Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Ya dzal jalali wal ikram ya dzaththauli wal in’am akan datang waktunya kita akan
melihat tidak adanya lagi fuqara di permukaan bumi, tidak ada lagi muslimin –
muslimat yang susah, tidak ada lagi muslimin – muslimat yang kelaparan, ini janji
Nabiyyuna Muhammad Saw dengan terbitnya jiwa – jiwa yang mencintai sunnah
Nabi Muhammad Saw.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Terakhir Diperbaharui ( Friday, 05 September 2008 )