PROYEK AKHIR

RANCANG BANGUN SMART PACKAGING MACHINE DENGAN MENGINTEGRASIKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) BERBEDA VENDOR (PLC MODICON DAN HMI TOUCH SCREEN)

HERMAN GUSNADI NRP. 7304 040 012

DOSEN PEMBIMBING : Ir. ANANG TJAHJONO, MT NIP. 131 793 746 Ir. ERA PURWANTO, M.Eng NIP. 131 651 855

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2008

PROYEK AKHIR

RANCANG BANGUN SMART PACKAGING MACHINE DENGAN MENGINTEGRASIKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) BERBEDA VENDOR (PLC MODICON DAN HMI TOUCH SCREEN)
HERMAN GUSNADI NRP. 7304 040 012

DOSEN PEMBIMBING : Ir. ANANG TJAHJONO, MT NIP. 131 793 746 Ir ERA PURWANTO, M.Eng NIP. 131 651 855

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2008

RANCANG BANGUN SMART PACKAGING MACHINE DENGAN MENGINTEGRASIKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) BERBEDA VENDOR (PLC MODICON DAN HMI TOUCH SCREEN) Oleh: HERMAN GUSNADI NRP 7304.040.012 Proyek Akhir ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Disetujui oleh Tim Penguji proyek akhir: Dosen Pembimbing:

1.

Drs. Irianto, MT NIP. 131 964 948

1. Ir. Anang Tjahjono, MT NIP 131 793 746

2.

Renny Rakhmawati, ST,MT NIP. 132 233 200

2. Ir. Era Purwanto,M.Eng NIP 131 651 855

3.

Ir. Sutedjo, MT NIP. 131 918 367 Mengetahui Ketua Jurusan Teknik Elektro Industri

Ainur Rofiq Nansur, ST,MT NIP. 131 859 915

.

namun untuk kebutuhan yang besar serta mengutamakan kecepatan dan ketelitian dilakukan oleh industri. Dalam suatu industri banyak terdapat proses yang variatif dan kompleks. bahasa pemrograman yang digunakan untuk penterjemahan berbasis Java. Untuk komunikasi antar PLC yang saling integrasi tersebut digunakan media Local Area Network (LAN). agar beberapa PLC tersebut dapat bekerja secara efektif dan efisien maka dilakukan integrasi. Human Macine Interface (HMI) Touch Screen . dan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan akademis di PENS – ITS yaitu sebagai modul praktikum Kata Kunci : PLC. dengan melakukan integrasi. salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah sistem kontrol. PLC memiliki tipe bermacam-macam serta memiliki spesifikasi atau keunggulan berbeda sesuai dengan vendor yang memproduksi. SCADA iii . Dampak peningkatan kebutuhan pokok ini ialah meningkatnya jumlah produksi kebutuhan tersebut.ABSTRAK Peningkatan jumlah penduduk yang besar perlu diwaspadai oleh instansi yang berwenang. Proses produksi kebutuhan pokok dapat dilakukan oleh semua pihak. karena mempengaruhi aspek kehidupan salah satunya kebutuhan pokok hidup sehari-hari yang kian meningkat. proses dibagi menjadi beberapa bagian dan setiap bagian dikerjakan oleh satu PLC. dan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA). LAN. tetapi harus melalui HMI Touch screen yang berfungsi sebagai penerjemah antara keduanya. HMI Touch Screen. Hasil proyek akhir ini ialah PLC Modicon tidak dapat secara langsung berkomunikasi dengan PLC Allen Bradley. hal ini memungkinkan dalam suatu industri terdapat dua PLC atau lebih dengan vendor berbeda. sebagian besar industri menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) sebagai sistem kontrol.

PLC has any type and specification or difference function relationship with vendor that produce. in order to some PLC can work effective and efficient then do integration. and can increase that production Process. Factory have many variation and complex process. and can used to support academic activity in PENS-ITS as practice modul. This Final Project result are PLC Modicon cannot communicate with PLC Allen Bradley directly. such as main necessary that increase. Communication media that used is Local Area Network (LAN). dan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA). programming language on the HMI based on Java. but need HMI Touch screen for translate between two PLC. one of method that used to solve the problem is control system. In factory possible have two PLC or more with difference vendor. process divided some parts and each PLC do one part. LAN.ABSTRACT Increase of people population more need to warried. HMI Touch Screen . but for big process and need high accuration can handle with factory. Keyword: PLC. SCADA . This Process can do all side. Factories use Programmable Logic Controller (PLC) as control system. Human Macine Interface (HMI) Touch Screen . This case can make any change.

ST) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Dengan segala upaya penulis telah berusaha sebaik mungkin menyelesaikan proyek akhir ini. Atas kehendak Allah sajalah. keluarga.KATA PENGANTAR Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat. kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diperlukan demi kesempurnaan dari Proyek Akhir ini. Surabaya. Akhirnya tak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan sehingga terselesaikannya Proyek Akhir ini. Amin. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW. Untuk itu koreksi. kekuatan. Penulis berharap agar proyek akhir dapat menambah literatur dan memberikan banyak manfaat bagi para pembacanya. dan para pengikut setianya. namun kami menyadari bahwa ”tak ada yang sempurna didunia ini” sehingga mungkin masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan Proyek Akhir ini. sahabat. Juli 2008 Penulis v . penulis dapat menyelesaikan proyek akhir yang berjudul : RANCANG BANGUN SMART PACKAGING MACHINE DENGAN MENGINTEGRASIKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) BERBEDA VENDOR Pembuatan Proyek Akhir ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan (S. taufik serta hidayah-Nya.

MT terima kasih buat training PLC nya pak 9. Ir. juga tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada: 1. motivasi dan juga kasih sayang yang tak pernah hilang. nasehat. selau Sekertaris Jurusan Teknik Elektro Industri yang selalu mendukung dan memberikan motivasi bagi kami.MT. Bapak Ir. Jangan pernah putus asa. Msc selaku kepala Lab. 5. ST. Aku akan selalu ingat padamu teman. Otomasi TC 102 yang telah banyak memberikan ilmu. Bapak Agus Indra Gunawan. 3. Bapak Ibu Dosen PENS-ITS yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Buat adikku yang tercinta yoga dan dian. terima kasih ayah dan ibuku yang tercinta. 10. 6. ST. 4. yang selalu sabar dan terus memberikan motivasi. Aku sekarang libur ke mak yem… jangan . Anang Tjahjono. 2. 12. MT selaku pembimbing yang selalu memberikan masukan dan nasehat. terima kasih pak agus… 8. Ibu Renny Rakhmawati.MT. Bapak Dr. 7.UCAPAN TERIMA KASIH Sujud dan Syukur senantiasa penyusun ucapakan kehadirat ALLAH SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya penyusun dapat menyelesaikan proyek akhir ini. Titon Dutono. Era Purwanto. M. suwon pak. 11. Bapak Satpam yang mau membukakan pintu malam-malam ketika kami mau ke giras. Bapak Ainur Rofiq N. Ibunda dan Ayahanda tercinta yang tanpa kenal lelah selalu mendukung baik lewat doa . ST. Bapak Arman Jaya. terimakasih atas ilmu yang telah diberikan. Terima kasih banyak buat partner terbaikku Rudy.ENG selaku Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. materi. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Industri yang selalu memberikan yang terbaik bagi kami. kamu harus bisa meraih yang terbaik. Rasa terima kasih tak cukup untuk membalas besar pengorbanan yang telah engkau berikan. ST.Eng selaku pembimbing yang selalu memberikan motivasi dan saran yang terbaik. Semoga anakmu ini selalu menjadi anak yang berbakti kepadamu dan dapat membalas semua pengorbananmu. Bapak Ir. M. guyonan segar yang membuat aku terhindar dari stress.

“hasna” kapan jalan-jalan pagi lagi. “nunuk” kalau makan jangan banyak-banyak ntar diliatin orang lo. “yusron” ojo ndek alas terus hehehe. kamu bisa ang… semangatmu tak pernah padam. ayo macul bareng… you‟re “Robotic Hardware Design Specialist” terus berjuang teman…. “epenk” kapan IW maneh.”tata” ayo beli nasi krengsengan. Andik Terima Kasih telah membantu membuatkan hardware conveyor. “tanti” thanks buat laptopnya. “soepril” ayo bos nggarap ndek smk 8 karo tuku bajol. “andik” ayo ndek koo.. engkau memang teman yang selalu menghibur aku dikala suka dan duka. “asimo” tolong dijaga stadionnya salam bonek. Aku bangga punya kalian semua.13. Aku gak tau harus bilang apa padamu teman. “bakpo” kalau njaga rental jangan lupa makan. “aka” kmu dicari tarzan katanya rumput di hutan habis. “Anthony” dijaga ya parkirannya?. 14. jaga terus kekompakkan yaa. semua pasti bisa dihadapi kalau kita punya semangat dan keyakinan untuk BISA. “haho” ayo ndek jombang maneh. 15. vii .. 17. “j pank” ayo tuku bubur. “evie” jangan lupa kuenya ya. Buat Aang Thanks For All.. “bang huda” ayo tuku krupuk sak kolam. pernah putus asa dan patah semangat. Buat Aka kita pasti bisa kalau punya keyakinan dan semangat. “aries” kapan maen PS lagi. thanks buat gurauannya box. 16. “bisma” kalau naik motor ja ngan kenceng-kenceng hehehe. “tofan” ayo maen ps sampek isuk. jangan malem-malem ya ntar kedinginan nich… jaga persahabatan kita semua friends. Semoga kita semua sukses dan berhasil…. “aang” kalau ke THR aq ojo ditinggal ndek giras. sukses slalu ya… Buat Syaiful asrama thanks udah gambarkan aq desain conveyor Terima kasih buat teman-teman 4 D4 Elin semua “Andry” suwun bos buat nasinya. “ebes” mosok mangan urang mendem salam glewo.. lakukan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain…. kapan maen bola lagi.. aku bangga padamu teman. “Atim” kalau ke schneider jangan bawa flashdisk). aku tak kan melupakan semuanya. “rudy” kamu pantasnya masuk jurusan mekanik hee hee. “amink” ayo taun baruan karo ndelok bal-bal an.

terima kasih banyak pak. jangan lupa kalau tidur komputernya di shut down dulu. deddy jangan lupa oleh-olehnya kalau ke jombang 23.. semoga Allah SWT membalas semuanya dengan seribu kebaikan. mbah darmo. aku tetap mencintaimu walau kini kau tak bersamaku lagi. kang john. Buat Cici. susilo. hendi terima kasih banyak datanya. dan semuanya aja dech. 24. Pak Ronald Schneider thanks buat trainingnya di PENS-ITS. 25. semoga slalu sukses. n effendi terima kasih da jenguk aq ke rumah sakit. thanks buat inverter dan PLC nya 22.idrus. Buat seseorang yang slalu dukung aq. Buat Finila Thanks buat obat. Bapak Saleh. 30. Bapak Fauzi. 19. Teman-teman asrama 108 basuki ojo malsu ae kang. buat lab nya. nasehat n supportnya dikala aq lagi down n butuh nasehat.aris. suwun mas buat masukannya yang sangat berarti. PT Dempo Laser Metalindo. thanks banget teman… 20. . sidiq. aku bisa bangkit karena ada kau di hatiku. 29. Bapak Ibrahim. Mas Aqib Maimun yang jauh-jauh dari Jakarta menuju lab otomasi dan menyempatkan diri untuk berbagi ilmu di dunia industri. buat conveyornya dan telah mengajarakan design conveyor yang baik. kalau ke WBL jangan lupa bawa bekal. yang slalu ada dikala hati ini suka dan duka. 28. aku tetap mencintaimu slamanya… 27. Mas heres kapan maen PS lagi… ayo rekaman . Teknisi Lab Otomasi TC 102 Harun maaf aku ngerepotin kamu terus. Pak Budi Ruko Sulung yang telah membagi ilmu tentang PLC dan touch screen. 26. Semoga terus maju. jangan marah ya kalau slama ini aku diam. panel dan semua fasilitas yang telah mas sediakan. zainul. ridwan jangan tidur malam-malam. kang bontu thanks for all.18. Mas agus fitriyanto terima kasih banyak mas. jangan sedih yaaa… aku yakin kamu pasti bisa menghadapi ini semua . Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Tugas Akhir ini yang tidak bisa penyusun sebutkan satu persatu. Lek Musta‟in Lek Romadhon terima kasih banyak telah membantu aku dikala sakit. haqim.. 21. kiki.

.. 1 1.........4......................................9 Jalur Ekstensi atau Tambahan .............................................................. 15 2.....................7 Keluaran-keluaran PLC ... 2 1........ 11 2.....................3................................................................ vi DAFTAR ISI ........... 4 BAB II ................1 Modul controller (CPU) .............................4........................5 PLC MODICON Quantum CPU 311 100 .....................................................................................................3......5 Masukan-masukan PLC ...... xii DAFTAR TABEL ...............3.................2 Memori .....................................2 Power Supply (CPS) .............. 10 2................................8 Pengaturan atau Antarmuka Keluaran ...............................1 Pendahuluan .............. 10 2.....................4 Operasional PLC .................................3................................................................................................................................................................................................................................................. 9 2......................3 Pemrograman PLC................................. 5 2. 11 2...........................................................................3 Modul Input / Output .........5 Tinjauan pustaka ................................................................. 3 1.......Central Processing Unit) . 21 2........................2 Sejarah PLC .....................................4 Batasan masalah ........................................ 12 2...............................6 Sistematika Pembahasan ..................... ix DAFTAR GAMBAR ............... 17 2.................................. 22 2..........................................6 Pengaturan atau Antarmuka Masukan ..................................6 Software Unity Pro XL .............. 3 1.................................................4..................... 2 1........................... 12 2........................ v UCAPAN TERIMA KASIH ........................... 13 2...........3..................3 Komponen-komponen PLC ....................................................................................................... 16 2..........................................4 Catu daya PLC ...................................................................................................................2 Jalur-jalur Masukan .............5............................... 20 2................................1 Latar Belakang .........................................................3 Metodologi ................................................................... 5 2..................................................................................................................... iii ABSTRACT .................................... 1 PENDAHULUAN..................... xiv BAB I .................................... 7 2................................3 Jalur-jalur Keluaran .... 14 2.............................................2 Tujuan.........3........................................................5.......1 Unit Pengolah Pusat (CPU ..............................................3........................ 18 2... 32 ix ... 14 2..............................3..... 14 2.............. 1 1....DAFTAR ISI ABSTRAK .4.4 Menghubungkan Piranti Masukan dan Keluaran.................. 21 2............ iv KATA PENGANTAR .....................1 Konsep Dasar ................5..3................................................... 5 TEORI PENUNJANG ............

.......................3 Data Opto Coupler 4N25 ......6 Perancangan dan pembuatan software PLC dan HMI ..........2 Penggunaan Script pada Vijeo Designer dengan bahasa pemrograman Java ..............2.....2......................................12 Opto Coupler ............................................................1 Pengambilan data ..............9..7 HMI Touch Screen Magelis XGBGT .................................... 63 3........................... 72 ............. 58 3...............9.......... 43 2............6.....2 Pengujian aktuator solenoid ......................................... 60 3......................................................3....................................................3...........................3..... 48 2.....................................9.....................................................14....................... 39 2............2 Data Selenoid ..... 60 3....... 60 3.... 50 2..3... 60 3...... 56 BAB III ............... 57 3..................... 64 3..........2 Transistor sebagai switch .........................4 Flow Chart ..1 Pengujian perangkat masukan ........................................... 53 2............. 71 4.................................. 71 PENGUJIAN DAN ANALISA ......................................... 63 3.............................. 62 3...............................................1 Mapping input output PLC Modicon ........14.1 Perancangan dan pembuatan pendeteksi posisi benda .. 66 BAB IV .............................................................13 Transistor ..........................................................................3.. 36 2................................... 71 4.........................................................................9 Software Vijeo Designer ............... 59 3...........................13....................................................... 52 2...... 34 2............1 Blok diagram sistem .................................................... 57 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT ....2.............. 37 2..........4 Data Transistor TIP31..11 perational Amplifier (OP-AMP) sebagai pembanding (Comparator) ............. 63 3.................................................................................10 Photo Semikonduktor ........................3 Contoh Pembuatan Script ....... 72 4.... 47 2..14 Jaringan Komputer ................................. 46 2.....3 Definisi variabel PLC Modicon ............................3 Manfaat jaringan computer ..1 Jenis-Jenis Jaringan Komputer ..............................................6............................... 72 4............3 Perancangan dan pembuatan perangkat keluaran (output) ..............2 Topologi Jaringan Komputer ............8 Komnikasi dengan Ethernet......3 Pengujian Software HMI Touch Screen .. 37 2..................................... 57 3.............................5 Perancangan dan pembuatan conveyor ..14.........1 Transistor BJT sebagai saklar ....................6..................... 60 3........................................................... 41 2...... 58 3......1 Perancangan dan pembuatan driver solenoid .1 Membuat project baru ..................................................6............ 52 2..2 Mapping memory PLC Allen Bradley pada HMI ................2 Perancangan dan pembuatan perangkat masukan (input) ................................................

............................................ 81 5....................................2 Pengujian monitoring sensor ......3 Pengujian Monitoring Aktuator ....................................................................................................... 79 BAB V................................... 78 4............4............. 83 LAMPIRAN ................................. 75 4............................................................1 Kesimpulan ...........3.............. 78 4..........................................................................................................................................................2 Hasil Pengujian ....................... 81 PENUTUP ................. 81 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 85 xi ...........4........... 74 4.....................................................4........1 Definisi kode barcode ......4 Pengujian Integrasi Sistem .......3.. 81 5........................................................2 Saran ...............

...........19.................................. 29 Gambar 2.......................................................4 Ilustrasi terminal COMM .................... 32 Gambar 2................30 Konstruksi Dioda Foto (a) junction harus dekat permukaan (b) lensa untuk memfokuskan cahaya (c) rangkaian dioda foto ................................................................................................26 Penambahan script dengan aksi ....... 14 Gambar 2.............................................2 Rangkaian antarmuka masukan PLC .............................................. 17 Gambar 2................................................. 24 Gambar 2.................. 43 Gambar2.......... 13 Gambar 2............... 34 Gambar 2............20 Komuniksi antara HMI dengan devicve lain melalui Ethernet ............................................................28 Editor Script1 ..............5 Menghubungkan sensor keluaran singking dengan masukan sourcing .... 16 Gambar 2.............. 23 Gambar 2....... 27 Gambar 2..DAFTAR GAMBAR Gambar 2............................................29 Editor Script2 ................ 28 Gambar 2...................8 Menghubungkan beban keluaran dengan keluaran PLC tipe sourcing ............................................15 Indikator LED modul DDO 353 00 .......................................................24 Penggunaan script pada vijeo designer ........................................................ 37 Gambar 2........30 Karakteristik Dioda Foto (a) intensitas cahaya (b) panjang gelombang ..9 Proses scanning pada PLC .............17 Tampilan Software Unity Pro XL ................. Tampilan Belakang XGBGT ......... 41 Gambar 2................. 15 Gambar 2................... 41 Gambar 2..........................6 menghubungkan sensor keluaran sourcing dengan masukan singking ......................................... 42 Gambar 2....... 17 Gambar 2...........7 Menghubungkan beban keluaran dengan keluaran PLC tipe singking ............................. 39 Gambar 2.................................. 19 Gambar 2....................................16 Konfigurasi modul DDO 353 00 ........ 41 penekanan switch ..... 36 Gambar 2........................................................13 Konfigurasi modul DDI 353 00 ............. 44 (c) reverse voltage vs arus dan (d) reverse voltage vs kapasitansi ...................................11 Modul Digital Input DDI 353 00 ....3 Rangkaian antarmuka keluaran PLC ...... 21 Gambar 2.............................. 9 Gambar 2............................................. 38 Gambar 2............................................. 42 Gambar 2..................................................10 PLC Modicon Quantum .......18 Tampilan depan XGBGT ...........................................................14 Modul Digital Output DDO 353 00 .......25 Penggunaan script dengan switch ................... 40 Gambar 2............ 22 Gambar 2.. 44 ......................21 User interface dari vijeo designer ............................. 34 Gambar 2.............12 Indikator LED modul DDI 353 00 ......1 Elelmen-elemen dasar PLC .............22 Tampilan untuk pembuatan project baru ...................................................................23 Konfigurasi komunikasi via Ethernet ................. 18 Gambar 2..........................

................................ 48 Gambar 2.........................5 Monitoring Kecepatan .........4 Disain Konveyor ................................................................................ 72 Gambar 4...............................36 Kurva Transistor ................1 Blok Diagram Sistem ...32 Opto Coupler ..... 67 Gambar 4......................... 50 Gambar 2.......................................31 Rangkaian Komparator dengan OP-Amp LM 324 ......... 77 Gambar 4....................... 66 Gambar 3............................................................. 60 Gambar 3.... 55 Gambar 3... 73 Gambar 4............4 Monitoring Aktuator selenoid ........... 74 Gambar 4. 76 Gambar 4.............34 Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur centimeter) ..........37 Topologi Bus .................................................2 Tampilan data 2 ..........1 Tampilan data ......................................................................... 58 Gambar 3.................. 47 Gambar 2............................6 Flow Chart Penterjemahan memory PLC Allen Bradley ................................................................. 53 Gambar 2............................ 76 Gambar 4..............................................................................................38 Topologi TokenRing .....................................5 Diagram Alur pengambilan data....................................................... 75 Gambar 4............ 51 Gambar 2................. 57 Gambar 3..........................6 Perekaman kecepatan motor ..................... 48 Gambar 2.........................................................................3 Driver Selenoid ..................... 46 Gambar 2........ 62 Gambar 3....7 Perekaman Operasi motor ...............................................Gambar 2... 77 xiii ...............2 Rangkain pendeteksi benda ................................... 54 Gambar 2...................................3 Tampilan sensor .....39 Topologi Star ...........................7 Perekaman Operasi motor .......33 Contoh penggunaan opto coupler ...........35 Skematik Transistor ............

......... 30 Tabel 2.............3 Data Transistor TIP31 .................4 Mapping Input Output PLC Modicon ......................... 28 Tabel 2...... 30 Tabel 2.........................................................8 Diagram alur eksekusi .....4 Pengujian Integrasi .............. 64 Tabel 3.................................................. 25 Tabel 2.....3 Definisi kode barcode ......................6 Definisi Variabel PLC Modicon..2 Data Opto Coupler 4N25........ 25 Tabel 2.......................15 Respon ( Beban Resistif) Modul DDO 353 00 ........ 26 Tabel 2..................... 63 Tabel 3........................ 68 Gambar 3. 72 Tabel 4...... 63 Tabel 3......... 71 Tabel 4....14 Proteksi atau isolasi Modul DDO 353 00 ......... Spesifikasi XGBGT seri 4000 .........................................9 Pemetaan (Mapping) DDI 353 00 ............................................................ 22 Tabel 2.......3 Spesifikasi Umum Modul DDI 353 00 ..... 65 Gambar 3.. 79 ....... 69 Tabel 4................ 35 Tabel 3......... 32 Tabel 2.......4 Isolasi Modul DDI 353 00 ..... 31 Tabel 2........................................................................................................19.......... 59 Tabel 3.................. 23 Tabel 2..........................5 Pengaman (Fuses) Modul DDI 353 00 ............................. 30 Tabel 2.............................18 Deskripsi tampilan unity pro xl ................................... 26 Tabel 2....................2 Keterangan Indikator Modul DDI 353 00 ....13 Arus Beban maksimal Modul DDO 353 00 ........2 Pengujian aktuator .6 Rating Input Modul DDI 353 00 ....................................5 Mapping memory PLC Allen Bradley Pada HMI .. 26 Tabel 2............................................1 Pengujian sensor dan komparator... 78 Tabel 4...8 Respon Modul DDI 353 00 ......................6 Definisi Variabel PLC Modicon.......17 Pemetaan (Mapping) Modul DDO 353 00 ..... 30 Tabel 2.........................1 Data transistor BC557 .....................................16 Respon Beban Induktif / kapasitif maksimal ........ 60 Tabel 3......................................... 60 Tabel 3.........7 Diagram Alur pemrosesan data .............1 Mode Power Supply ..........7 Input Maksimum Modul DDI 353 00 ................................................................... 25 Tabel 2................. 25 Tabel 2.................... 31 Tabel 2.......................................... 31 Tabel 2...................................DAFTAR TABEL Tabel 2........12 Tegangan Operasi Modul DDO 353 00 .11 Spesifikasi Umum Modul DDO 353 00 ........................................................................................................10 Keterangan Indikator Modul DDO 353 00 ........

General Electric. ralay dan yang sering digunakan yaitu Programmable Logic Controller (PLC). muncul berbagai masalah sosial. efisiensi produksi secara umum 1 . GEC. Penerapan teknologi di industri merupakan syarat agar diperoleh proses produksi yang cepat. namun untuk kebutuhan yang besar serta mengutamakan kecepatan dan ketelitian dilakukan oleh industri. karena hampir seluruh kebutuhan hidup manusia dapat dipenuhi oleh industri. dan Toshiba. baik skala kecil. panel kontrol dengan relay menjadi kontrol sekuensial utama dan sering digunakan dalam industri. tingkat kesejahteraan menurun. Proses produksi kebutuhan pokok dapat dilakukan oleh semua pihak. PLC diperkenalkan pertama kali pada tahun 1989 oleh Modicon (sekarang bagian dari Schneider Electric). Industri memegang peranan penting dalam peningkatan produksi. Pemasaran PLC dengan harga rendah didominasi oleh perusahaan Jepang seperti Mitsubishi. Omron. kemudian beberapa perusahaan seperti Rockwell Automation. karena banyak peralatan-peralatan proses produksi yang berbasis elektrik. karena mempengaruhi aspek kehidupan. seperti motor listrik. dan efisien. sedang maupun besar. bor listrik. kontaktor. seperti Cam Shaft dan Drum. Persaingan industri makin meningkat. dan Programmable Logic Controler diperlukan untuk itu. efektif. peningkatan tindak pidana dan kekerasan. Siemens dan Westinghouse memproduksi dengan harga standar dan kemampuan kerja tinggi. dan yang perlu diperhatikan ialah kebutuhan pokok hidup sehari-hari yang kian meningkat. teknologi elektro merupakan aspek penting dalam dunia industri.1 Latar Belakang Peningkatan jumlah penduduk yang besar perlu diwaspadai oleh instansi yang berwenang. Saat ini. Kontrol logika konvensional tidak dapat melakukan beberapa kasus digital. Sebelum PLC. ketika relay muncul. telah banyak peralatan kontrol sekuensial. diantaranya angka pengangguran yang bertambah secara signifikan. Dampak peningkatan kebutuhan pokok ini ialah meningkatnya jumlah produksi kebutuhan tersebut.BAB I PENDAHULUAN 1.

3 Metodologi Beberapa langkah yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek akhir ini. Meningkatkan kualitas dan menurunkan reject. 1. mengeksekusi. tidak menutup kemungkinan dalam suatu industri memiliki PLC dengan vendor berbeda contohnya tipe Quantum Modicon yang diproduksi Schneider Electric. Menurunkan biaya material dan upah kerja dari suatu produk. 1. Allen Bradley diproduksi oleh Rockwell Automation. PLC menerima masukan dan menghasilkan keluaran sinyalsinyal listrik untuk mengendalikan suatu sistem. 4.Penentuan dan pengumpulan literatur Mengumpulkan dan mempelajari literatur sehubungan dengan permasalahan yang dihadapi.dianggap sebagai kunci sukses. PLC merupakan sistem yang dapat memanipulasi. Pengaturan proses dilakukan dengan komunikasi antar PLC. dan tiap bagian dikerjakan oleh satu PLC. Perancangan sistem . diantaranya : 1. Kecepatan peralatan produksi dan line produksi dapat diset untuk membuat suatu produk. dengan metode ini proses dibagi menjadi beberapa bagian. Meminimalkan downtime dan biaya peralatan lebih murah. maka dilakukan integrasi dalam suatu proses produksi.2 Tujuan Tujuan dari proyek akhir ini adalah mengintegrasikan PLC Modicon dan PLC Allen Bradley untuk proses packaging. Efisiensi produksi meliputi area yang luas seperti : 1. Untuk mengoptimalkan penggunaan PLC yang berbeda vendor. PLC mempunyai spesifikasi dan keandalan berbeda sesuai dengan vendor yang mengeluarkan. 2. Studi literatur tentang teori penunjang Proyek Akhir Mempelajari secara teori dan praktis tentang penggunaan PLC dalam proses di industri 3. 3. dengan dasar data yang bisa diprogram dalam sistem berbasis mikroprosesor integral. seperti Manual Book PLC modicon. proses slanjutnya dikerjakan oleh PLC yang lain. dan atau memonitor keadaan proses pada laju yang amat cepat. Software yang digunakan ialah Vijeo Designer sebagai HMI. Komunikasi PLC Modicon 2.

Pembuatan sistem Membuat Proyek akhir bagian per bagian dimulai pembuatan panel sampai software HMI 5.5 Tinjauan pustaka 1. membahas tentang Human Machine Interface (HMI) yang digunakan untuk proses monitoring dan kontrol proses.0 Untuk Miniatur Dcs Berbasis PLC Omron CS1 Series Pada Modul Praktikum New Model SFA – 2211. membahas tentang komunikasi menggunakan DCS. tipe Komunikasi yang digunakan ialah TCP/IP sehingga proses lebih cepat. Pada proyek akhir ini digunakan PLC dengan vendor berbeda tipe Allen Bradley dan Modicon. yang saling berintegrasi untuk proses packaging. software HMI vijeo designer. Pengujian plant dan sistem. Melakukan pengujian dan analisa terhadap hasil integarsi PLC modicon dengan Allen Bradley 6. 2. 1. plant berupa proses packaging bola. yaitu integrasi dengan PLC Allen Bradley dan HMI Touch screen 4. 1.4 Batasan masalah Lingkup proyek akhir ini meliputi penggunaan PLC modicon Quantum sebagai controller.Penyusunan buku Menyimpulkan hasil perencanaan dan pembuatan serta penyempurnaan alat dengan hasil pengujian dan menyusun buku Laporan Tugas Akhir. Verifikasi sistem Perbaikan terhadap error dan penyempurnaan dari sistem yang dibuat agar sesuai dengan harapan 7. Dodiek Ika Candra dalam proyek akhir 2006 dengan judul HMI Dari Visual Basic 6. Aqib Maimun dalam proyek akhir 2006. dengan judul Miniatur DCS Memanfaatkan Controller Link Network Dengan PLC Omron CS1G/H Sebagai Controller Pada Modul Praktikum New Fa Model SFA-2211. juga dilengkapi dengan HMI touch sreen dan SCADA .Melakukan perancangan sistem Proyek Akhir secara umum. 3 . Software PLC yang digunakan ialah unity pro xl.

Berisi latar belakang pembuatan. tujuan. Bab II : Teori penunjang Menjelaskan mengenai teori-teori penunjang yang dijadikan landasan dan rujukan perhitungan dalam mengerjakan Proyek Akhir ini. sensor. Bab IV : Pengujian dan analisa Membahas pengujian mekanik. BAB V : Penutup Berisi kesimpulan dari keseluruhan pengerjaan Proyek Akhir dan saransaran untuk memperbaiki kelemahan sistem dari sistem yang telah dibuat demi pengembangan dan penyempurnaan di waktu mendatang.1. perangkat lunak(software) maupun pengujian sistem secara keseluruhan dan analisa sistem.. sistem perangkat keras (hardware). batasan masalah yang dikerjakan dan sistematika pembahasan.6 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini adalah sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan. . Bab III : Perancangan dan pembuatan alat Menjelaskan dan membahas tentang perencanaan dan pembuatan sistem.

perakitan. maka sistem kontrol proses tidak akan tahu apa yang terjadi dalam proses yang sedang berjalan. dan mengeliminasi transisi status yang berbahaya dalam proses produksi. Dengan kata lain. tidak peduli ukurannya. Dengan demikian. Sebuah PLC (kepanjangan Programmable Logic control) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan relay yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. misalnya diinginkan saat suatu saklar ON. 5 5 . tentu saja akan membutuhkan pencacah eksternal. Guna memperjelas contoh penggunaan PLC ini. Misalnya saja.BAB II TEORI PENUNJANG 2.1 Pendahuluan Sistem kontrol proses terdiri atas sekumpulan piranti-piranti dan peralatan-peralatan elektronik yang mampu menangani kestabilan. makin lama makin kompleks. PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor terkait). maka kita akan membutuhkan 10 pewaktu. Kemudian bagaimana jika kemudian dibutuhkan informasi berapa kali masingmasing saklar dalam kondisi ON. Demikian seterusnya. PLC banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi industri. Dengan kata lain. penanganan bahan. Tetapi bagaimana jika yang dibutuhkan 10 saklar dan 10 selenoida. Pengguna membuat program (yang umumnya dinamakan diagram tangga atau ladder diagram) yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan. akurasi. otomatis dan sebagainya. tidak peduli berapa lama saklar tersebut ON. akan digunakan untuk menghidupkan sebuah selenoida selama 5 detik. PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrumen keluaran berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati. yang berupa menghidupkan atau mematikan keluarannya (logika 0 atau 1. kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan. jika sensor tidak ada atau rusak atau tidak bekerja. hidup atau mati). Masing-masing komponen dalam sistem kontrol proses tersebut memegang peranan pentingnya masing-masing. Kita bisa melakukan hal ini menggunakan pewaktu atau timer. semakin kompleks proses yang harus ditangani. misalnya pada proses pengepakan. hampir semua aplikasi yang memerlukan kontrol listrik atau elektronik membutuhkan PLC.

semakinpenting penggunaan PLC untuk mempermudah proses-proses tersebut (dan sekaligus menggantikan beberapa alat yang diperlukan). Selain itu sistem control proses konvensional memiliki beberapa kelemahan, antara lain :  perlu kerja keras saat dilakukan pengkabelan  Kesulitan saat dilakukan penggantian dan/atau perubahan;  Kesulitan saat dilakukan pelacakan kesalahan;  Saat terjadi masalah, waktu tunggu tidak menentu dan biasanya lama. Sedangkan penggunaan kontroler PLC memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem kontrol konvesional, antara lain:  Dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional, jumlah kabel yang dibutuhkan bisa berkurang hingga 80 %  PLC mengkonsumsi daya lebih rendah dibandingkan dengan sistem kontrol proses konvensional (berbasis relay);  Fungsi diagnostik pada sebuah kontroler PLC membolehkan pendeteksian kesalahan yang mudah dan cepat;  Perubahan pada aurutan operasional atau proses atau aplikasi dapat dilakukan dengan mudah, hanya dengan melakukan perubahan atau penggantian program, baik melalui terminal konsol maupun komputer PC;  Tidak membutuhkan spare part yang banyak;  Lebih murah dibandingkan dengan sistem konvensional, khususnya dalam kasus penggunaan instrumen I/O yang cukup banyak dan fungsi operasional prosesnya cukup kompleks;  Ketahanan PLC jauh lebih baik dibandingkan dengan relay auto-mekanik

2.2 Sejarah PLC PLC pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an. Alasan utama perancangan PLC adalah untuk menghilangkan beban ongkos perawatan dan penggantian sistem kontrol mesin berbasis relay. Bedford Associate (Bedford, MA) mengajukan usulan yang diberi nama MODICON (kepanjangan Modular Digital controller) untuk perusahaan-perusahaan mobil di Amerika. Sedangkan perusahaan lain mengajukan sistem berbasis komputer (PDP-8). MODICON 084 merupakan PLC pertama didunia yang digunakan pada produk komersil. Saat kebutuhan produksi berubah maka demikian pula dengan sistem kontrol-nya. Hal ini menjadi sangat mahal jika perubahannya terlalu sering. Karena relai merupakan alat mekanik, maka, tentu saja, memiliki umur hidup atau masa penggunaan yang terbatas, yang akhirnya membutuhkan jadwal perawatan yang ketat. Pelacakan kerusakan atau kesalahan menjadi cukup membosankan jika banyak relai yang digunakan. Bayangkakn saja sebuah panel kontrol yang dilengkapi dengan monitor ratusan hingga ribuan relai yang terkandung pada sistem kontrol tersebut. Bagaimana kompleks-nya melakukan pengkabelan pada relai-relai tersebut. Bayangkan saja hal ini. Dengan demikian "pengontrol baru" (the new controller) ini harus memudahkan para teknisi perawatan dan teknisi lapangan melakukan pemrograman. Umur alat harus menjadi lebih panjang dan program proses dapat dimodifikasi atau dirubah dengan lebih mudah. Serta harus mampu bertahan dalam lingkungan industri yang keras. Jawabannya ? Penggunaan teknik pemrograman yang sudah banyak digunakan (masalah kebiasaan dan pada dasarnya bahwa 'people do not like to change') dan mengganti bagian-bagian mekanik dengan teknologi solidstate (IC atau mikroelektronika atau sejenisnya) Pada pertengahan tahun 1970-an, teknologi PLC yang dominan adalah sekuenser mesin-kondisi dan CPU berbasis bit-slice. Prosesor AMD 2901 dan 2903 cukup populer digunakan dalam MODICON dan PLC A-B. Mikroprosesor konvensional kekurangan daya dalam menyelesaikan secara cepat logika PLC untuk semua PLC, kecuali PLC kecil. Setelah mikroprosesor konvensional mengalami perbaikan dan pengembangan, PLC yang besar-besar mulai banyak menggunakan-nya. Bagaimanapun juga, hingga saat ini ada yang masih berbasis pada AMD 2903. Kemampuan komunikasi pada PLC mulai muncul pada awal-awal tahun 1973. Sistem yang pertama adalah Modbus-nya MODICON. Dengan demikian PLC bias berkomunikasi dengan PLC lain dan bisa ditempatkan lebih jauh dari lokasi mesin sesungguhnya yang dikontrol.

7

Sekarang kemampuan komunikasi ini dapat digunakan untuk mengirimkan dan menerima berbagai macam tegangan untuk membolehkan dunia analog ikut terlibat. Sayangnya, kurangnya standarisasi mengakibatkan komunikasi PLC menjadi mimpi buruk untuk protokol-protokol dan jaringa-jaringan yang tidak kompatibel. Tetapi bagaimanapun juga, saat itu merupakan tahun yang hebat untuk PLC. Pada tahun 1980-an dilakukan usaha untuk menstandarisasi komunikasi dengan protokol otomasi pabrik milik General Motor (General Motor's Manufacturring utomation Protocol (MAP)). Juga merupakan waktu untuk memperkecil ukuran PLC dan pembuatan perangkat lunak pemrograman melalui pemgromaman smbolik dengan komputer PC daripada terminal pemrogram atau penggunaan pemrogram genggam (handled programmer). Sekarang PLC terkecil seukuran dengan sebuah kontrol relai tunggal (seperti produk ZEN Programmable Relay dari Omron). Tahun 1990- dilakukan reduksi protokol baru dan modernisasi lapisan fisik dari protokol-protokol populer yang bertahan pada tahun 1980-an. Standar terakhir (IEC 1131-3), berusaha untuk menggabungkan bahasa pemrograman PLC dibawah satu standar internasional.Sekarang bisa dijumpai PLC-PLC yang diprogram dalam diagram fungsi blok daftar instruksi, C dan teks terstruktur pada saat bersamaan1

1

http://www.plcopen.org/default.htm)

2. Elemenelemen dasar sebuah PLC ditunjukkan pada gambar berikut: Pengatur Masukan /Input Catu daya Komunikasi Memori CPU Jalur tambahan Atau Extension Pengatur Keluaran /Output Gambar 2. artinya seperangkat perangkat lunak dan keras yang diadaptasi untuk keperluan aplikasi dalam dunia industri.sistem kontrol proses 9 .3 Komponen-komponen PLC PLC sesungguhnya merupakan sistem mikrokontroler khusus untuk industri.1 Elelmen-elemen dasar PLC 2 2 Agfianto .

CPU itu sendiri biasanya merupakan sebuah mikrokontroler (versi mini mikrokontroler lengkap). dengan penggunaan teknologi Flash. Hal ini bisa dijumpai dengan adanya indikator lampu pada badan PLC sebagai indikator terjadinya kesalahan atau kerusakan. Selain berfungsi untuk menyimpan “sistem operasi”. CPU ini juga menangani komunikasi dengan piranti eksternal.1 Unit Pengolah Pusat (CPU . dilakukan melalui kanal serial komputer yang bersangkutan. mikrokontrolernya adalah Hitachi dan Fujitsu.2. eksekusi program. 2. hasil terjemahan diagram tangga yang dibuat oleh pengguna atau pemrogram.interkonektivitas antar bagianbagian internal PLC. proses penghapusan dan pengisian kembali memori dapat dilakukan dengan mudah (dan cepat). hal ini dilakukan karena alasan keamanan. mengawasi atau mengamati masukan dan memberikan sinyal ke keluaran (sesuai dengan proses atau program yang dijalankan). Pada awalnya merupakan mikrokontroler 8-bit seperti 8051. dalam bentuk biner. Tetapi yang jelas. Misalnya. sedangkan untuk produk Eropa banyak menggunakan Siemens dan Motorola untuk produk produk Amerika. juga digunakan untuk menyimpan program yang harus dijalankan. Memori pengguna dibagi menjadi beberapa blok yang memiliki fungsi khusus. Beberapa bagian memori digunakan untuk menyimpan status masukan dan keluaran.3. manajemen memori. nilai pewaktu atau nilai ppencacah bisa disimpan dalam bagian memori ini. Biasanya untuk produkproduk PLC buatan Jepang. . Sedangkan bagian lain dari memori digunakan untuk menyimpan isi variabelvariabel yang digunakan dalam program yang dituliskan. Isi dari memori Flash tersebut dapat berubah (bahkan dapat juga dikosongkan atau dihapus) jika memang dikehendaki seperti itu.3. biasanya. Status yang sesungguhnya dari masukan maupun keluaran disimpan sebagai logika atau bilangan „0‟ dan „1‟ (dalam lokasi bit memori tertentu).Central Processing Unit) Unit pengolah pusat atau CPU merupakan otak dari sebuah kontroler PLC. Kontroler PLC memiliki suatu rutin kompleks yang digunakan untuk memeriksa agar dapat dipastikan memori PLC tidak rusak.2 Memori Memori sistem (saat ini banyak yang mengimplementasikan penggunaan teknologi flash) digunakan oleh PLC untuk sistem kontrol proses. Pemrograman PLC. Masingmasing masukan dan keluaran berkaitan dengan sebuah bit dalam memori. namun saat ini bisa merupakan mikrokontroler 16 atau 32 bit.

Hampir semua produk perangkat lunak untuk memprogram PLC memberikan kebebasan berbagai macam pilihan seperti: memaksa suatu saklar (masukan atau keluaran) bernilai ON atau OFF. Beberapa PLC catu dayanya terpisah (sebagai modul tersendiri). masing-masing produk PLC membutuhkan perangkat sendiri-sendiri. memori dan lain-lain). Dengan pemberian dokumentasi maupun komentar pada program. Yang demikian biasanya merupakan PLC besar. tetapi juga bisa deprogram melalui program manual. Saat ini fasilitas PLC dengan komputer sangat penting sekali artinya dalam pemrograman-ulang PLC dalam dunia industri. apakah program sudah berjalan dengan benar atau tidak.. Pengguna harus menentukan berapa besar arus yang diambil dari modul keluaran/masukan untuk memastikan catu daya yang bersangkutan menyediakan sejumlah arus 11 . Pemrogram dapat memberikan nama pada piranti masukan dan keluaran. Dengan kata lain. maka akan mudah nantinya dilakukan pembenahan (perbaikan atau modifikasi) program dan pemahaman terhadap kerja program diagram tangga tersebut.3 Pemrograman PLC Kontroler PLC dapat diprogram melalui komputer. 2. Untukkeperluan ini dibutuhkan perangkat lunak. sedangkan yang medium atau kecil. Dokumentasi diagram tangga ini diperlukan untuk memahami program sekaligus dapat digunakan untuk pelacakan kesalahan. melakukan pengawasan program (monitoring) secara real-time termasuk pembuatan dokumentasi diagram tangga yang bersangkutan.4 Catu daya PLC Catu daya listrik digunakan untuk memberikan pasokan catu daya ke seluruh bagian PLC (termasuk CPU. Hal ini membantu untuk menghindari situasi berbahaya dalam ruang produksi (pabrik). catu dayanya sudah menyatu. Sekali sistem diperbaiki. apakah selama disimpan tidak terjadi perubahan atau sebaliknya. program yang benar dan sesuai harus disimpan ke dalam PLC lagi. Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan program PLC. Kebanyakan PLC bekerja pada catu daya 24 VDC atau 220 VAC. yang mampu melakukan pemeriksaan program sekaligus pengawasan secara rutin apakah PLC bekerja dengan baik dan benar atau tidak. yang biasa disebut dengan konsol (console).2.3. komentar-komentar pada blok diagram dan lain sebagainya. yang biasanya juga tergantung pada produk PLC-nya. dalam hal ini beberapa pabrik PLC telah membuat fasilitas dalam PLCnya berupa dukungan terhadap jaringan komunikasi.3.

berapa cacah barang yang sudah diproduksi. Tujuannya adalah melindungi CPU dari sinyal-sinyal yang tidak dikehendaki yang bisa merusak CPU itu sendiri. Dengan cara demikian. Hal ini dengan mudah . artinya masukan dan keluaran murni merupakan saklar (baik relai maupun opto isolator). Modul antar masukan ini berfungsi untuk mengkonversi atau mengubah sinyal-sinyal masukan dari luar ke sinyal-sinyal yang sesuai dengan tegangan kerja CPU yang bersangkutan (misalnya. sinyal-sinyal masukan tersebut dapat berupa logika (ON atau OFF) maupun analog. maka lingkungan industri dimana PLC digunakan tidak akan merusak PLC-nya itu sendiri karena memiliki catu daya terpisah antara PLC dengan jalurjalur masukan dan keluaran. 2. Pengguna harus menyediakan sendiri catu daya terpisah untuk masukan dan keluaran PLC. robot (misalnya. Dengan kata lain. Catu daya listrik ini biasanya tidak digunakan untuk memberikan catu daya langsung ke masukan maupun kelauran. ketinggian permukaan air. masukan dari sensor dengan tegangan kerja 24 VDC harus dikonversikan menjaid tegangan 5 VDC agar sesuai dengan tegangan kerja CPU). misalnya. peralatan lain dapat dijadikan masukan untuk PLC.3.3.yang memang dibutuhkan.6 Pengaturan atau Antarmuka Masukan Antarmuka masukan berada di antara jalur masukan yang sesungguhnya dengan unit CPU. tekanan udara dan lain sebagainya. untuk mendeteksi proses atau kondisi atau status suatu keadaan atau proses yang sedang terjadi. Tipe modul yang berbeda menyediakan sejumlah besar arus listrik yang berbeda. Lebih canggih lagi. PLC kecil biasanya hanya memiliki jalur masukan digital saja.5 Masukan-masukan PLC Kecerdasan sebuah sistem terotomasi sangat tergantung pada kemampuansebuah PLC untuk membaca sinyal dari berbagai macam jenis sensor dan pirantipiranti masukan lainnya. sedangkan yang besar mampu menerima masukan analog melalui unit khusus yang terpadu dengan PLC-nya. Salah satu sinyal analog yang sering dijumpai adalah sinyal arus 4 hingga 20mA (atau mV) yang diperoleh dari berbagai macam sensor. robot bisa mengirimkan sinyal ke PLC sebagai suatu informasi bahwa robot tersebut telah selesai memindahkan suatu objek dan lain sebagainya) dan lain-lain. 2. seperti citra dari kamera. maka dibutuhkan sensor-sensor yang tepat untuk masing-masing kondisi atau keadaan yang akan dideteksi tersebut.

akibatnya photo transistor akan menerima cahaya dan akan menghantarkan arus (ON). sinyal ditransmisikan melalui cahaya.7 Keluaran-keluaran PLC Sistem otomatis tidaklah lengkap jika tidak ada fasilitas keluaran atau fasilitas untuk menghubungkan dengan alat-alat eksternal (yang dikendalikan). Kerjanya sederhana. piranti eksternal akan memberikan sinyal untuk menghidupkan LED (dalam opto osilator). CPU akan melihatnya sebagai logika satu. Begitu juga sebaliknya. Beberapa alat atau piranti yang banyak digunakan adalah motor. Secara „optik‟ dipisahkan (perhatikan gambar diatas). relai.3.2 Rangkaian antarmuka masukan PLC 3 Penggunaan opto-isolator artinya tidak ada hubungan kabel sama sekali antara dunia luar dengan unit CPU. saat sinyal masukan tidak ada lagi. menghubungkan dan memutuskan jalur.sistem kontrol proses 13 . atau dengan kata lain. Keluaran analog digunakan untuk menghasilkan 3 Agfianto . 2. Keluaran digital bertingkah seperti sebuah saklar. maka LED akan mati dan photo transistor akan berhenti menghantar (OFF). CPU akan melihatnya sebagai logika nol (catu antara kolektor dan emitor drop dibawah 1 volt).dilakukan menggunakan rangkaian ditunjukkan pada gambar berikut: opto-isolator sebagaimana Gambar 2. lampu indikator. selenoida. Keluaran ini dapat berupa analog maupun digital. speaker dan lain sebagainya.

3 Cara kerjanya jugasama. Untuk masukan. 4 Agfianto .3. agar berfungsi sebagaimana mestinya. jumlah ini dapat ditambahkan menggunakan sebuah modul keluaran dan masukan tambahan (I/O expansion atau I/O extension module). Jika diinginkan.8 Pengaturan atau Antarmuka Keluaran Sebagaimana pada antarmuka masukan. PLC yang berdiri sendiri tidak ada artinya. sedangkan yang membaca status photo transistor. diperlukan sensor untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. yang menyalakan dan mematikan LED didalam optoisolator sekarang adalah CPU.3. Kemudian apa yang dikendalikan atau dikontrol ? inilah fungsi dari keluaran. apakah menghantarkan arus atau tidak. sebagaimana ditunjukkan pada gambar I.sinyal analog (misalnya.sistem kontrol proses . 2.3 Rangkaian antarmuka keluaran PLC 4 2. dihubungkan dengan berbagai macam piranti yang akan dikendalikan seperti motor. 2. adalah peralatan atau piranti eksternal. PLC haruslah dilengkapi dengan piranti-piranti masukan dan keluaran. perubahan tegangan untuk pengendalian motor secara regulasi linear sehingga diperoleh kecepatan putar tertentu).4 Menghubungkan Piranti Masukan dan Keluaran Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya. selenoida dan lain sebagainya. keluaran juga membutuhkan antarmuka yang sama yang digunakan untuk memberikan perlindungan CPU dengan peralatan eksternal.9 Jalur Ekstensi atau Tambahan Setiap PLC biasanya memiliki jumlah masukan dan keluaran yang terbatas. Gambar 2.

yang berkaitan dengan terminal atau tanda “+” atau Vcc. maka akan terdapat 10 (5x2 terminal) sekrup termina lmasukan. yang kemudian untuk beberapa masukan atau keluaran dijadikan satu dan disebut dengan jalur common (dalam PLC dengan tanda COMM). setiap jalur keluaran atau masukan memiliki terminal (+) dan(-).6 5 Agfianto . Sedangkan istilah sourcing. yang masing-masing bertanda (+) dan (-). berkaitan dengan pemberian sejumlah arus ke piranti luar (eksternal)Masukan atau keluaran. jika terdapat 5 masukan. yaitu istilah “singking” dan “sourcing”.4.2. Istilah singking berkaitan dengan penarikan atau penyedotan sejumlaharus dari piranti luar (eksternal). Dengan demikian.1 Konsep Dasar Konsep dasar berkaitan dengan apa yang bisa dihubungkan dan bagaimana caramenghubungkan ke masuka atau keluaran PLC. namun hal ini kemudian dihindari dengan cara menyatukan terminal (+)nya.sistem kontrol proses 15 . baik yang bersifat singking atau sourcing hanya bisamenghantarkan arus listrik satu arah (searah saja). Gambar 2. istilah ini berkaitan degan tanda “-“ (terminalnegatif) atau GND (ground).4 Ilustrasi terminal COMM 5. artinya menggunakan catu dayaDC. Ada dua istilah yang sudah lazimdikalangan elektronika maupun pengguna PLC. Pada gambar dibawah ditunjukkan contoh 3 masukan dengan satu jalur tunggal terminal COMM dan masing-masing dihubungkan dengan sebuah saklar.

Perhatikan penempatan tegangan DC-nya.2. terutama polaritas terminalnya (positif dan negatifnya). Gambar 2. Pada gambar 2. Dalam hal ini COMMON bersifat positif untuk tipe hubungan atau koneksi semacam ini. . sebagaimana disebutkan sebelumnya. adalah bahwa keluaran dari sensor bisa berbeda tergantung dari sensor itu sendiri dan aplikasinya. yang biasanya berupa sensor. jenis sensor yang digunakan.4. masukan atau hubungan yang cocok disisi lainnya (PLC) adalah yang memberikan arus ( sourcing).5 tersebut. Yang penting.6 ditunjukkan tipe koneksi yang lain atau kebalikan dari tipe koneksi yang sebelumnya. dengan demikian. merupakan jensi yang menyedot arus (singking).2 Jalur-jalur Masukan Yang perlu diperhatikan dalam menghubungkan piranti luar dengan jalur masukan.5 Menghubungkan sensor keluaran singking dengan masukan 6 sourcing Pada gambar 2. Sedangkan pada gambar 2.5 ditunjukkan suatu contoh cara menghubungkan sebuah sensor denga tipe keluaran singking dengan masukan PLC yang bersifat sourcing. bagaimana caranya dibuat suatu rangkaian sensor yang dapat memberikan sinyal ke PLC sesuai dengan spesifikasi masukan PLC yang digunakan.

sistem kontrol proses 17 .a dan 5. 2. NPN maupun relai. Pada gambar 5.6 menghubungkan sensor keluaran sourcing dengan masukan 7 singking Pada gambar 2. Gambar 2. pasangan terminalnya disisi yanglain (PLC) merupakan tipe singking.b. COMMON bersifat negatif atau GND. masing-masing ditunjukkan bagaimana cara PLC mengatur piranti eksternal secara nyata. Untuk tipe hubungan semacam ini.6 memperlihatkan bahwa sekarang sensor memiliki sumber arussendiri sehingga tipenya merupakan sourcing. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa harus dilakukan hubungan singking-sourcing atau sourcing-singking bukan singkingsingking maupun sourcing-sourcing.3.3.4.Gambar 2.7 Menghubungkan beban keluaran dengan keluaran PLC tipe 8 singking 7 Agfianto .3 Jalur-jalur Keluaran Keluaran dari PLC biasanya dapat berupa transistor dalam hubungan PNP.

8.Gambar 2. tipe keluaran PLC adalah sourcing.7 ditunjukkan bagaimana PLC menangani beban keluaran.4. Beban diletakkan antara terminal masukan singking dengan terminal positif catu daya. adalah sebaliknya.8 Menghubungkan beban keluaran dengan keluaran PLC tipe 9 sourcing Pada 2. sehingga konfigurasinya beban keluaran diletakkan antara keluaran sourcing dengan terminal negatif. yang digunakan untuk menggerakkan beban bukan untuk PLC-nya itu sendiri. Sedangkan pada gambar 2.4 Operasional PLC Sebuah PLC bekerja secara kontinyu dengna cara men-scan program.sistem kontrol proses Agfianto . Umumnya lebih dari 3 tetapi secara garis besarnya ada 3 tahap tersebut. 2. sebagaimana ditunjukkan pada gambar dibawah 8 9 Agfianto . Ibaratnya kita bisa mengilustrasikan satu siklus scan ini menjadi 3 langkah atau 3 tahap. jika PLC-nya sendiri keluarannya tipe singking.sistem kontrol proses .

Mungkin program Anda mengatakan bahwa masukan pertama statusnya ON maka keluaran pertama akan di-ON-kan. Dengan kata lain. dari langkah pertama dapat ditentukan apakah memang keluaran pertama harus di-ON-kan atau tidak (berdasarkan status masukan pertama).Eksekusi Program. apakah sensor yang terhubungkan dengan masukan pertama ON ? Bagaimana dengan yang terhubungkan pada masukan kedua ? Demikian seterusnya.Perbaharui status keluaran. 2. Pembaharuan keluaran ini bergantung pada 19 .Gambar 2. berikutnya PLC akan mengerjakan atau mengeksekusi program Anda (diagram tangga) per instruksi. 3. pertama PLC akan melihat masingmasing status Keluaran apakah kondisinya sedang ON atau OFF.Periksa status masukan. hasilnya disimpan ke dalam memori yang terkait dan akan digunakan pada langkah berikutnya. akhirnya PLC akan memperbaharui atau mengupdate status keluaran. Karena PLC sudah tahu masukan yang mana saja yang ON dan OFF.9 Proses scanning pada PLC Keterangan : 1. Kemudian akan menyimpan hasil eksekusi untuk digunakan kemudian.

masukan mana yang ON selama langkah 1 dan hasil dari eksekusi program di langkah 2. Jika masukan pertama statusnya ON, maka dari langkah 2, eksekusi program akan menghasilkan keluaran pertama ON, sehingga pada langkah 3 ini keluaran pertama akan diperbaharui menjadi ON. Setelah langkah 3, PLC akan menghalangi lagi scanning program-nya dari langkah 1, demikian seterusnya. Waktu scan didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan 3 langkah tersebut. Masing-masing langkah bisa memiliki waktu tanggap (response time) yang berbeda-beda, waktu total tanggap atau total response time adalah jumlah semua waktu tanggap masing-masing langkah: waktu tanggap masukan + waktu eksekusi program + waktu tanggap keluaran = waktu tanggap total

2.5 PLC MODICON Quantum CPU 311 100 Modicon Quantum merupakan seri PLC keluaran Schneider Electric, berikut bagian dari PLC modicon quantum:         Modul Kontroler (CPU) Modul Power Supply (CPS) Modul I/O (Dxx, Axx) Modul Network Interface ( terdapat Modul Field Bus) Modul Special Purpose /Intelligent Simulator (XSM) dan Modul Baterai (XCP) Backplanes (XBP) dan Backplane Expander (XBE) Pengkabelan tipe CableFast (CFx)

Gambar 2.10 PLC Modicon Quantum

10

2.5.1 Modul controller (CPU) CPU quantum digunakan sebagai master bus yang mengendalikan sistem lokal, remote dan I/O terdistribusi. Modul ini menggunakan sistem operasi digital dimana menggunakan programmable memory untuk penyimpan internal dari insruksi. Instruksi ini digunakan untuk mengimplementasikan fungsi spesifik seperti:  Logic  Proses squensial  Timing  Coupling  Aritmatika

2.5.2 Power Supply (CPS) Digunakan untuk supply semua modul yang terdapat pada backplane.

10

Unity Pro Xl Manual – Modicon Quantum

21

Mode power supply
Tabel 2.1 Mode Power Supply

Tipe Power Supply Standalone Standalone summable Redundant

Penggunaan Untuk konfigurasi 3 dan 8 A yang tidak membutuhkan toleransi kesalahan Untuk konfigurasi konsumsi lebih dari rating arus dari supply, dua buah power supply diperlukan untuk power redudancy Untuk Konfigurasimemerlukan daya untuk opersi sistem uninterrupted. Dua Power Supply redundant diperlukan untuk daya Redundancy

2.5.3 Modul Input / Output  Digital Input (DDI 353 00) Gambar 2.11 menunjukkan Modul dengan mode sink dengan kapasitas 4 X 8 dan tegangan masukan 24 VDC.

Gambar 2.11 Modul Digital Input DDI 353 00
11,12

11

Unity Pro XL manual – Digital input / Output

6. 2.13 23 . Nomer Modul.32 Hijau Indikator tiap chanel Konfigurasi Modul digital input DDI 353 00 dapat dilihat pada gambar 2. 3. 5.1. 4.2 Keterangan Indikator Modul DDI 353 00 LED Warna Indikator ketika ON Active Hijau BUS Komunikasi aktif 1….12 Indikator LED modul DDI 353 00 12 Berikut ini keterangan dari gambar 2. Code Warna Tampilan LED Fuse Cutouts Terminal Kabel Removabel Door Label identifikasi konsumen Gambar 2.12: Tabel 2. Deskripsi Modul.

Gambar 2.13 Konfigurasi modul DDI 353 00 13 Catatan : N/C = Tidak Dihubungkan (Not Connected) 13 Unity Pro Xl manual .Digital input / Output .

4 Isolasi Modul DDI 353 00 Tabel 2.3 Spesifikasi Umum Modul DDI 353 00 Tabel 2.Spesifikasi Modul Tabel 2.6 Rating Input Modul DDI 353 00 25 .5 Pengaman (Fuses) Modul DDI 353 00 Tabel 2.

9 Pemetaan (Mapping) DDI 353 00 .Tabel 2.8 Respon Modul DDI 353 00 Tabel 2.7 Input Maksimum Modul DDI 353 00 Tabel 2.

5.11 menunjukkan Modul dengan mode source dengan kapasitas 4 X 8 dengan keluaran 24 VDC. Deskripsi Modul. Code Warna Tampilan LED Fuse Cutouts Terminal Kabel Removabel Door Label identifikasi konsumen 14 Unity Pro Xl manual . Modul Digital Output Gambar 2. 2.Digital input / Output 27 .14 Modul Digital Output DDO 353 00 14 1. Nomer Modul. 4. Gambar 2. 3. 6.

Gambar 2.32 Warna Hijau Merah Hijau Indikator ketika ON BUS Komunikasi aktif Kesalahan diluar modul Indikator tiap chanel Konfigurasi Modul digital input DDI 353 00 dapat dilihat pada gambar 2.15: Tabel 2.Digital input / Output .15 Indikator LED modul DDO 353 00 15 Berikut ini keterangan dari gambar 2.16 15 Unity Pro Xl manual .10 Keterangan Indikator Modul DDO 353 00 LED Active F 1….

Digital input / Output 29 .Gambar 2.16 Konfigurasi modul DDO 353 00 16 16 Unity Pro Xl manual .

14 Proteksi atau isolasi Modul DDO 353 00 .12 Tegangan Operasi Modul DDO 353 00 Tabel 2.Spesifikasi Modul Digital Output DDO 353 00 Tabel 2.13 Arus Beban maksimal Modul DDO 353 00 Tabel 2.11 Spesifikasi Umum Modul DDO 353 00 Tabel 2.

17 Pemetaan (Mapping) Modul DDO 353 00 31 .15 Respon ( Beban Resistif) Modul DDO 353 00 Tabel 2.16 Respon Beban Induktif / kapasitif maksimal Tabel 2.Tabel 2.

dan lain-lain) 3 Project browser 4 Jendela informasi Untiy pro dapat digunakan untuk membuat program dengan 5 bahasa pemrograman (standar IEC) .18 Deskripsi tampilan unity pro xl Area Deskripsi 1 Toolbar Unity Pro XL 2 Editor Window (editor bahasa.17: Gambar 2. editor data.17 Tampilan Software Unity Pro XL Tabel 2.2.6 Software Unity Pro XL Tampilan software Unity Pro Xl dapat dilihat pada gambar 2.

literals. IL (Instruction List). Batas penulisan ST dibatasi sampai 300 karakter dan panjang program dibatasi oleh memori yang ada di PLC.     FBD (Function Block Diagram). only available for the MAST task. ST (Structured Text).1 Beberapa hal penting dalam Stuctured Text:  Exspression Expression ialah konstruksi yang berisi operator dan operand yang mengembalikan nilai ketikan dieksekusi  Operator Operator adalah symbol yang merepresentasikan operasi untuk di eksekusi  Operand Operator digunakan untuk operand.  Instrucsions Instruksi digunakan untuk memberi nilai kembalian dari expression kepada parameter actual dan kepada structure dan mengontrol expression. input FFB dan output FFB. Operand merupakan variabel. Bahasa Pemrograman dengan ST (Structured Text) 2. 33 . SFC (Sequential Function Chart).5. LD (Ladder Diagram).

Tampilan Belakang XGBGT .19.7 HMI Touch Screen Magelis XGBGT Gambar 2.2.18 Tampilan depan XGBGT Gambar 2.

19. Spesifikasi XGBGT seri 4000 Tipe Komunikasi Magelis XGBGT  USB  RS-232  RS-485  Ethernet 35 .Tabel 2.

8 Komnikasi dengan Ethernet Gambar 2.20 Komuniksi antara HMI dengan devicve lain melalui Ethernet .2.

9 Software Vijeo Designer Gambar 2.1 Membuat project baru       Masukkan comment (tambahan) Pilih tipe (gunakan satu atau beberapa terminal) Definisikan password untuk project Masukkan nama target Pilih tipe terminal Definisikan parameter untuk komunikasi antara vijeo designer dan terminal (IP address) 37 .9.21 User interface dari vijeo designer 2.2.

22 Tampilan untuk pembuatan project baru 2.1.9.Gambar 2.1 Konfigurasi driver melalui Ethernet  Pilih driver komunikasi  Konfigurasi device  Konfigurasi grup komunikasi .

8.1 Level Script  Aplikasi  Asosiasi dengan panel  Asosiasi dengan obhect ( contoh switch) 39 .23 Konfigurasi komunikasi via Ethernet 2.2 Penggunaan Script pada Vijeo Designer dengan bahasa pemrograman Java 2.9.Gambar 2.1.

24 Penggunaan script pada vijeo designer .Gambar 2.

26 Gambar 2.25 Gambar 2.2.25 Penggunaan script dengan switch 2 Klik dua kali pada bagian atas switch dan tambahkan script dibawah tab “while touch” .3 Contoh Pembuatan Script .27 41 .9.26 Penambahan script dengan aksi penekanan switch 3 Buat script seperti gambar 2. lihat gambar 2. 1 Tambahkan switch dengan tipe “spin button” sesuai gambar 2.

Gambar 2. Validate program script seteleah selesai Gambar 2.29 Editor Script2 .28 Editor Script1 4 Tambahkan script dibawah ini pada spin button dibawah tab while pressed.

karena terjadi kekosongan electron pada struktur kristalnya. masing-masing electron dalam atom saling terikat sehingga electron valensi genap menjadi 8 untuk setiap atom.gecocities. sehingga bahan tersebut menjadi lebih bermuatan positif. Bahan semikonduktor seperti Germanium (Ge) dan Silikon (Si) mempunyai 4 buah electron valensi. energi yang diterima oleh elektron yang memungkinkan elektron pindah dari ban valensi ke ban konduksi pada kondisi bias mundur.com 43 . maka akan terjadi beda tegangan diantara kedua bahan tersebut. Kemudian bila dihubungkan semikonduktor jenis P dan jenis N dan kemudian disinari cahaya.8 volt.2. itulah sebabnya kristal silicon memiliki konduktivitas listrik yang rendah. maka elektron yang tidak terikat pada struktur kristal akan mudah lepas. Bila semikonduktor jenis N disinari cahaya. Beda potensial pada bahan silikon umumnya berkisar antara 0. Untuk membentuk semikonduktor tipe P pada bahan tersebut disisipkan pengotor dari unsure golongan III.30 Konstruksi Dioda Foto (a) junction harus dekat permukaan (b) 17 lensa untuk memfokuskan cahaya (c) rangkaian dioda foto 17 Sensor www.10 Photo Semikonduktor Divais photo semikonduktor memanfaatkan efek kuantum pada junction. (a) (b) (c) Gambar 2.6 volt sampai 0. karena setiap electron terikan oleh atom-atom yang berada disekelilingnya.

Ge2000nm)  Digunakan sebagai sumber arus  Junction capacitance turun menurut tegangan bias mundurnya  Junction capacitance menentukan respons frekuensi arus yang diperoleh Gambar 2.Ada beberapa karakteristik dioda foto yang perlu diketahui antara lain:  Arus bergantung linier pada intensitas cahaya  Respons frekuensi bergantung pada bahan (Si 900nm.30 Karakteristik Dioda Foto (a) intensitas cahaya (b) panjang gelombang 18 (c) reverse voltage vs arus dan (d) reverse voltage vs kapasitansi 18 Karakteristik Photo semikonduktor Insitut Teknologi Bandung . GaAs 1500nm.

....... ..62x10-34 Js) Infra merah yang digunakan sebagai transmisi dan hanya memanfaatkan pancaran cahaya infra merah. proton akan dibangkitkan..(2..... ...1 hc E  ..wikipedia.... Proses pancaran cahaya berdasarkan perubahan tingkat energi ketika elektron dan lubang bergabung atau berekombinasi di daerah N pada saat LED dibias maju19..LED infra merah adalah suatu komponen yang tersusun dari sambungan PN yang akan memancarkan cahaya bila dialiri arus dengan bias maju.. Jika LED infra merah memancarkan cahaya berarti datanya dianggap 1.1)  E adalah energi dalam elektron volt c adalah kecepatan cahaya  adalah panjang gelombang h adalah konstanta Plank (6.... 45 . sedangkan jika LED infra merah tidak memancarkan cahaya berarti datanya 0.. ........ .... Selama perubahan energi ini. ... ...............org/wiki/Light-emitting_diode. sebagian akan diserap oleh bahan semikonduktor dan sebagian lagi akan dipancarkan sebagai energi cahaya. http://en.... ............. Light Emitting Diode.. Tingkatan energi dari proton dinyatakan dengan persamaan 2......... . 19 Wikipedia 2006..... ...

2.31 Rangkaian Komparator dengan OP-Amp LM 324 20 Bagian ini adalah rangkaian pembanding. Sebuah masukan dijadikan patokan dan diberi variable tegangan (untuk menentukan kepekaan daya tangkap) dalam hal ini. Cara kerja rangkaian ini adalah ketika photo diode tidak terkena cahaya. Pada saat photodiode terkena cahaya. Prinsipnya adalah hanya membandingkan antara masukan inverting dan non inverting jika kedua masukan bernilai (bertegangan) sama.11 perational Amplifier (OP-AMP) sebagai pembanding (Comparator) Gambar 2. set Resistor variable 20k hingga masukan inverting dan non inverting pada Op-Amp sama. maka output OpAmp akan bernilai nol dan sebaliknya. drop 20 Sistem Pengendalian Motor Stepper Tanpa Kabel Berbasis mikrokontroler AT89C51 Ramon Zamora. masukan non inverting lah yang menjadi referensi. maka resistansinya akan mengecil sehingga terjadi drop tegangan pada titik A. ditandai dengan LED menyala (bernilai 0). Menggunakan sebuah OpAmp (operational amplifier) yang mempunyai 2 masukan yaitu inverting dan non inverting. Rahmad Sadli dan Yunidar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Banda Aceh .

2. contohnya sebagai pemisah antara mikrokontroller dengan peralatan yang mempunyai tegangan besar dan dapat mengganggu kinerja mikrokontroller. karena menggunakan cahaya maka masukan dengan keluaran akan terisolasi oleh cahaya tersebut. Seperti ditunjukkan pada gambar 2.12 Opto Coupler Gambar 2.33 merupakan contoh dari penggunaan opto coupler 21 http://elektronika-elektronika.com/2007/03/sensoroptocoupler.blogspot.32 Opto coupler jenis transistor (opto transistor) terdiri dari LED dan photo transistor yang meiliki prinsip kerja mirip dengan transistor normal Cuma yang membedakan ialah cara pemberian sinyal.tegangan tersebut tentu saja juga mengubah masukan inverting Op-Amp sehingga menyebabkan output Op-Amp bertegangan (tidak nol lagi). Gambar 2.32 Opto Coupler Opto coupler merupakan komponen yang digunakan sebagai isolator antara rangkaian power dengan rangkaian control21.html 47 . jika pada transistor menggunakan tegangan atau arus sedangkan pada opto transistor menggunakan cahaya.

33 Contoh penggunaan opto coupler 2.org/wiki/transistor . dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET).Gambar 2. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik. memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.13 Transistor Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat.wikipedia.wikipedia. stabilisasi tegangan. modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching).22 Gambar 2.34 Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur 23 centimeter) 22 23 http://id.org/wiki/transistor http://id.

Pada umumnya. Dalam rangkaian analog. dan komponen-komponen lainnya. transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Salah satu modus yang banyak digunakan disebut “modus normal”. yaitu jenis n-p-n dan jenis p-n-p. Rangkaian analog melingkupi pengeras suara. Untuk jenis n-p-n. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. dan penguat sinyal radio. transistor digunakan dalam amplifier (penguat). sumber listrik stabil. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. sehingga transistor dapat memiliki empat modus pengoperasian. BJT terbuat dari lapisan tipis semikonduktor tipe-p dengan tingkat doping yang relatif rendah. bagian di tengah disebut “basis” (base). memori. transistor memiliki 3 terminal. Modus ini juga sering disebut sebagai pengoperasian transistor pada “daerah aktif”. salah satu bagian tipe-n (biasanya mempunyai dimensi yang kecil) disebut “emitor” (emitter) dan yang lainya sebagai “kolektor” (collector). Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate. transistor terdiri dari dua sambungan p-n yang berperilaku seperti diode. yang diapit oleh dua lapisan semikonduktor tipe-n. Secara skematik kedua jenis transistor diperlihatkan pada gambar 2.. yaitu sambunganemitor-basis berpanjar maju dan sambungan kolektor-basis berpanjar mundur. Perhatikan bahwa untuk jenis n-p-n. Karena alas an sejarah pembuatannya. 49 . Dalam rangkaian-rangkaian digital. Setiap diode dapat diberi panjar majuatau berpanjar mundur.35. Terdapat dua jenis kontruksi dasar BJT. Tanda panah pada gambar 2.35 menunjukkan kaki emitor dan titik dari material tipe-p ke material tipe-n.

24 http://id.13. walaupun bukan sebagai switch ideal.Gambar 2.wikipedia. Untuk dapat berfungsi sebagai switch.org/wiki/transistor . maka titik kerja transistor harus dapat berpindah-pindah dari daerah saturasi (switch dalam keadaan “on”) ke daerah cut-off (switch dalam keadaan “off”).1 Transistor BJT sebagai saklar Komponen transistor dapat berfungsi sebagai switch.35 Skematik Transistor 24 2.

51 .Gambar 2.36 Kurva Transistor 25   Cut off VBE <0.7 dan Ic =0 Saturasi VBE ≈0.7 dan Ic bergantung beban / Rangkaian 25 Draft Mata Kuliah Rangkaian elektronika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika .

merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. ribuan atau bahkan jutaan node. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. puluhan.14.1 Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN). Setiap komputer.1 Jenis-Jenis Jaringan Komputer 2. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa .14. 2. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data. seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua. misalnya printer) dan saling bertukar informasi. 2. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai. 14. mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. 2. seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda .1.4 Internet Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini.2 Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN).1.1. jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas.14.1. pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN mampu menunjang data dan suara. 2.14 Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputerkomputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resouce. printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan.14.2.3 Wide Area Network (WAN) Wide Area Network (WAN).

2. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan.5 Jaringan Tanpa Kabel Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komukasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel.14. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus. 2.1 Topologi BUS Gambar 2. token-ring.berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya.14.1. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel. maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.14. dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang. 2.ilmukomputer. star dan peer-to-peer network.37 Topologi Bus 26 26 www.2 Topologi Jaringan Komputer Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan.2. baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.com/umum/yuhefizar-komputer. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda.php 53 . Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas.

php . Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan Gambar 2. • Diperlukan repeater untuk jarak jauh 2.2 Topologi TokenRING Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran).com/umum/yuhefizar-komputer.14.2. Jaringan akan disebut sebagai loop. maka jaringan tidak bisa berfungsi.ilmukomputer.Keuntungan • Hemat kabel • Layout kabel sederhana • Mudah dikembangkan Kerugian • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil • Kepadatan lalu lintas • Bila salah satu client rusak.38 Topologi TokenRing 27 27 www.

14.2.39 Topologi Star 28 Keuntungan • Paling fleksibel • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain • Kontrol terpusat • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan • Kemudahaan pengelolaan jaringan Kerugian • Boros kabel • Perlu penanganan khusus • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis 28 www.ilmukomputer.3 Topologi STAR Kontrol terpusat. Simpul pusat dinamakan stasium primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server.Keuntungan • Hemat Kabel Kerugian • Peka kesalahan • Pengembangan jaringan lebih kaku 2.php 55 . Gambar 2. semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.com/umum/yuhefizar-komputer.

Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Sehingga bila salah satu mesin rusak. misalnya AT. tidak perlu membuang komputer lamanya.3 Manfaat jaringan computer . Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer.Resource Sharing. semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua. Ia cukup memasang netword card di kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem jaringan. harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. . Misalnya. katakanlah Pentium II. dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan. sistem jaringan ini lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai. . Akan tetap. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.14. Komputer berukutan kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar.2. Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program. dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). dan ingin memberli komputer baru. Pemakai komputer yang memiliki komputer „kuno‟. .Menghemat uang. 2. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas. maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.14.4 Topologi Peer-to-peer Network Peer artinya rekan sekerja. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang dipasang di komputer Dino. data dan printer secara bersama-sama. tiga atu lebih komputer yang terkoneksi kejaringan.2. seolah-olah data tersebut berada didekatnya. dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data.Reliabilitas tinggi. tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut.

1 Blok diagram sistem Unity Pro Xl Vijeo Designer Touch Screen PLC CPU MOD NOE 31 Basic I/O PLANT LAN PLC CPU AB ETH Basic I/O SCADA RS Logic 500 Gambar 3.1 Blok Diagram Sistem Gambar 3.BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Perencangan dan pembuatan alat terdiri dari pembuatan hardware yang terdiri dari sensor. pemasangan PLC pada panel dan wiring. Bagian Software terdiri dari pemograman PLC dan pemograman HMI Touch Screen. actuator.1 merupakan rancangan integrasi PLC menggunakan Local Area Network (LAN). 3. dan rangkaian komparator. Data yang dikirim 57 57 . PLC harus memiliki IP address berbeda dengan PLC yang lain demikian juga untuk HMI.

D Aproksimasi rangkaian semikonduktor edisi ke empat. untuk proses pengolahan data dilakukan di dalam HMI. lihat gambar 3. rangkaian comparator. Ph. Erlangga .2 Rangkain pendeteksi benda Arus relatif yang melewati infra merah pada suhu ruangan 25 0C ialah kurang dari sama dengan 20 mA 29. photo dioda sebagai Receiver (Rx).1 Perancangan dan pembuatan pendeteksi posisi benda Bagian ini terdiri dari infra merah sebagai Transmitter (Tx).2 Perancangan dan pembuatan perangkat masukan (input) 3. dan rangkaian switching .2. 3.disimpan pada memory PLC dan memory HMI. dalam rangkaian digunakan arus infrared =15 mA IIR= 5V  330 15mA jadi nilai resistor R1 yang dipasang 330Ω 29 Albert Paul Malvino.2 Gambar 3.

Beban yang digunakan dalam rangkaian ialah relay dengan tegangan 5 V dan arus 60 mA Tegangan keluaran komparator pada kondisi high  5 Volt Tegangan keluaran komparator pada kondisi low  0 Volt Dengan tegangan keluaran komparator tersebut maka transistor dapat berfungsi sebagai saklar.1 Cut off VBE < 0. 3.Tegangan di photo dioda berubah tergantung pada intensitas cahaya. asumsi pada saat terkena cahaya tegangan photo dioda = 1. tegangan di photo dioda akan berubah jika intensitas cahaya yang masuk juga berubah.75 Arus Kolektor tergantung beban dengan catatan arus beban yang digunakan dibawah arus kolektor maksimum (Ic max).2.2.25V 0. 59 .2 Transistor sebagai switch 3.1 Data Transistor Tipe BC557 Tabel 3.75V Cut on VBE  0.2. untuk keperluan setting dan menghasilkan logika high dan low dipasang resistor variabel dengan nilai 50KΩ.75V Syarat transistor sebagai saklar sesuai data pada table 3.7 V agar didapat output komparator low maka nilai tegangan di VR(referensi) harus lebih kecil dari tegangan photo dioda (masukan) .1 Data transistor BC557 Parameter Arus kolektor maksimum Hfe VCE maksimum VCE saturasi VBE ON Nilai 100mA 150 45V 0.

2 dan table 3.1 Perancangan dan pembuatan driver solenoid Gambar 3.2 Data Selenoid  Arus Selenoid 550 mA  Tegangan Selenoid 12 V 3.3.3 Data Transistor TIP31 Parameter Arus collector maksimum Arus Basis maksimum Hfe Nilai 3A 1A 10-50 Sesuai dengan tabel 3.3.2 Data Opto Coupler 4N25 Parameter Arus input Forward Maksimum Arus Colektor 3.3.3.4 Data Transistor TIP31 Nilai 60 mA 50 mA Tabel 3.3.3 Driver Selenoid 3.3 Perancangan dan pembuatan perangkat keluaran ( output) 3.3 maka: .3 Data Opto Coupler 4N25 Tabel 3.

..2 arus masukan forward maksimum optocoupler = 60mA maka digunakan arus 15 mA R1  R1  Vin ......( 3.... .....4) Iin4 n 25 5V  333 15mA R1  330 61 .. . ....( 3.... .......... ..... .Ic ………………………………………......92K 13mA R2  1K Sesuai dengan table 3................................... . . .............1) Hfe 0...... . ................3) R2 Vcesat 4 n 25  0 Ib  R2  12V  0. .... . ...............2) R2 Vcc .(3......... .....(3..... ............55 A Ib   13....75mA 40 Ib  Ib  (Vcc  Vcesat 4 n 25 ) ..................

Saat pengisian bola akan dihitung sebanyak data yang dibutuhkan. berhenti koveyor.3. Pengisian bola tergantung dari data yang dikirim oleh sensor pengambil data. Pengisian Bola Terdiri dari sensor pendeteksi barang . sensor penghitung. pengisi bola menggunakan solenoid. Saat pengambilan data pada daerah ini di triger oleh sensor S1 untuk mengambil data. 2. Penandaan Kotak Terdiri dari solenoid penanda.5 Perancangan dan pembuatan conveyor Gambar 3. Tempat penyeleksi barang Sistem penyeleksian barang menggunakan sensor photodioda yang memiliki sistem kerja hampir sama dengan barcode yaitu membaca garis hitam putih. 3. .4 Disain Konveyor Plan terdiri dari beberapa bagian : 1.

4 Mapping Input Output PLC Modicon Tipe Sensor 5 Sensor 6 Selenoid 1 Selenoid 2 Selenoid 3 Selenoid 4 Address %I1.4.1 %Q1.2 %Q1.2 Mapping memory PLC Allen Bradley pada HMI Tabel 3.1 %I1.6.3.5.3 %Q1.5.5 Mapping memory PLC Allen Bradley Pada HMI Nama Start Sistem Stop Sistem Kecepatan 1 Kecepatan 2 Kecepatan 3 Baca Kecepatan Kecepatan Motor (Analog in) Data Kotak Sensor 1 Sensor 3 Sensor 4 Selenoid A Selenoid B Selenoid C Selenoid D Penghitung Bola Alamat B3:1/4 B3:1/3 B9:0/4 B9:0/5 B9:0/6 N7:5 I:3.1 N7:2 B3:1/2 B3:1/5 I1/2 O2:1 O2:3 O2:5 O2:7 C5:0 63 .6.1 Mapping input output PLC Modicon Tabel 3.6 Perancangan dan pembuatan software PLC dan HMI 3.4.2 %Q1.5.4 3.5.

3 Definisi variabel PLC Modicon Tabel 3.6.3.6 Definisi Variabel PLC Modicon Nama Variabel baca_sensor_5 bola_biru bola_hijau bola_kuning bola_merah Coba coba1 conveyor_stop data_sensor_5 jumlah_produksi_gagal output_counter_biru output_counter_bl_biru output_counter_bl_hijau output_counter_bl_kuning output_counter_bl_merah output_counter_hijau output_counter_kuning output_counter_merah output_counter_produksi_gagal produksi_bola_biru produksi_bola_hijau produksi_bola_kuning produksi_bola_merah produksi_gagal produksi_kotak_biru produksi_kotak_hijau produksi_kotak_kuning produksi_kotak_merah reset_counter_biru reset_counter_bl_biru reset_counter_bl_hijau reset_counter_bl_kuning reset_counter_bl_merah reset_counter_hijau reset_counter_kuning Alamat unlocated %M43 %M42 %M41 %M40 %M45 unlocated %M46 unlocated %MW14 unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated %MW12 %MW11 %MW10 %MW9 %M48 %MW8 %MW7 %MW6 %MW5 unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated unlocated Tipe BOOL EBOOL EBOOL EBOOL EBOOL EBOOL INT EBOOL BOOL INT BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL INT INT INT INT EBOOL INT INT INT INT BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL BOOL .

5.Tabel 3.2 %M47 %MW13 unlocated BOOL EBOOL EBOOL EBOOL EBOOL EBOOL EBOOL EBOOL EBOOL INT BOOL 65 .5.5.2 %Q1.4.6 Definisi Variabel PLC Modicon reset_counter_merah reset_counter_produksi_gagal selenoid1 selenoid2 selenoid3 selenoid4 sensor5 sensor6 sensor_bola total_produksi_bola Wes unlocated %M49 %Q1.1 %I1.4 %I1.3 %Q1.1 %Q1.5.4.

1 Flow chart pengambilan data START NO SISTEM ON ? YES CONVEYOR ON ? NO YES AMBIL DATA KECEPATAN MOTOR DARI PLC AB ADA DATA BARCODE ? NO YES AMBIL DATA BARCODE ADA DATA BOLA? NO YES AMBIL DATA BOLA Gambar 3.4 Flow Chart 3.6.3.5 Diagram Alur pengambilan data .4.6.

Alur proses ditunjukkan pada gambar 3.4.2 Flow chart penterjemahan memory PLC Allen Bradley START DEFINISI VARIABEL SCRIPT AMBIL DATA DI HMI PENERJEMAHAN VARIABEL DENGAN SCRIPT SIMPAN DATA VARIABEL DI HMI END Gambar 3.Alur pada gambar 3. proses ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas script dalam HMI.6 67 .6.5 digunakan untuk mengambil data dari PLC Allen Bradley yang selanjutnya diproses di HMI Touch Screen 3.6 Flow Chart Penterjemahan memory PLC Allen Bradley Penerjemahan dilakukan agar data dari PLC allen Bradley dapat dikenali oleh PLC Modicon.

7 digunakan untuk memproses data yang telah diambil dari PLC allen Bradley.3.4.7 Diagram Alur pemrosesan data Alur pada gambar 3.6. selanjutnya hasil pemprosesan dikirimkan ke PLC modicon .3 Flow chart pemrosesan data START BACA DATA DARI HMI DATA BARCODE SESUAI DATA BASE N HITUNG PROSES SALAH PEMBACAAN BARCODE (PRODUKSI GAGAL) Y HITUNG PROSES BENAR PEMBACAAN BARCODE WARNA BOLA SESUAI DATA BARCODE N Y HITUNG PROSES WARNA SALAH (PRODUKSI GAGAL) Y WARNA HITUNG PROSES BENAR JUMLAH BOLA SESUAI DATA BARCODE N Y HITUNG PROSES BOLA SALAH (PRODUKSI GAGAL) HITUNG PROSES BOLA Y SALAH (PRODUKSI GAGAL) END Gambar 3.

4 Flow chart eksekusi START BACA DATA DARI HMI YES DATA BARCODE = BOLA MERAH ? AKTIFKAN SELENOID MERAH NO DATA BARCODE = BOLA KUNING ? AKTIFKAN SELENOID KUNING NO DATA BARCODE = BOLA HIJAU ? AKTIFKAN SELENOID HIJAU NO DATA BARCODE = BOLA BIRU ? AKTIFKAN SELENOID BIRU NO END Gambar 3.3.8 Diagram alur eksekusi Alur pada gambar 3.4. 69 .8 merupakan proses akhir setelah data diproses di HMI maka PLC modicon mengolah data tersebut dan mengeksekusi aktuator sesuai data yang telah diproses.6.

Halaman ini sengaja dikosongkan .

75 dan VBE cut off<0. dengan tegangan yang sesuai tabel 4.1 Pengujian sensor dan komparator Parameter Output Photo Dioda Output OP-AMP Tegangan Photo Dioda (Terkena Sinar Infra merah) Tegangan Photo Dioda (Tidak Terkena Sinar Infra merah 0. Pengujian yang dilakukan pada bab ini antara lain: 1.BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Dalam Bab ini dibahas tentang pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem yang dibuat.89 Volt 0. Perangkat Masukan Aktuator selenoid Integrasi Sistem 4. 71 71 .201 Volt 3.1 Pengujian perangkat masukan Tabel 4. 2. 3.52 Volt Tegangan keluaran op-amp merupakan masukan dari transistor BC 557 yang berfungsi sebagai saklar.1 maka transistor dapat bekerja sebagai switch karena sesuai data sheet VBE saturasi = 0. dan kemudian ke dalam dilakukan ke dalam sistem yang telah terintegrasi. Pengujian pertama-tama dilakukan secara terpisah.75V..62 Volt 4. Pengujian ini dilaksanakan untuk mengetahui kehandalan dari sistem dan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum.

2 Pengujian aktuator Parameter Selenoid ON Selenoid OFF Tegangan 11.75 Volt 0. 4.3.2 Pengujian aktuator solenoid Tabel 4.1 Tampilan data .2.75 Volt sesuai dengan tabel 4. Hal ini disebabkan karena pada saat transistor TIP 31 staurasi terdapat drop tegangan pada kolektor emitor (Vce) yang besarnya VCCVselenoid = 0.2 Volt Arus 0.1 Pengambilan data Gambar 4.51 A 0 Keluaran Selenoid idealnya 12 V (sesuai dengan tegangan catu) tetapi dalam pengukuran menghasilkan 11.3 Pengujian Software HMI Touch Screen 4.25 Volt.4.

Gambar 4.1 dan 4.2 merupakan tampilan data yang telah melalui proses pengambilan dan penerjemahan. 73 .2 Tampilan data 2 Gambar 4.

Dalam industri monitoring sensor dapat digunakan untuk:  memonitor sensor yang pemasangannya jauh dengan panel  mengetahui kondisi sensor yang dipasang pada bagian berbahaya pada saat produksi berlangsung  memudahkan operator dalam pengamatan .3 Tampilan sensor Sensor 1 sampai sensor 4 merupakan bagian dari PLC Allen Bradley dan sensor 5 dan 6 merupakan bagian PLC Modicon Monitoring sensor sesuai gambar 4.4.3 digunakan untuk mengetahui kerja dari bagian sistem.2 Pengujian monitoring sensor Gambar 4. selain itu apabila terjadi error pada sistem dikarenakan sensor tidak bekerja maka dengan proses monitoring sensor dapat memudahkan untuk perbaikan.3.

4.3 Pengujian Monitoring Aktuator Gambar 4. disamping itu dapat memprediksi kapan solenoid rusak dan waktunya mengganti. pada gambar 4. Fungsi lain ialah untuk mengetahui proses.4 Monitoring Aktuator selenoid Aktuator terdiri dari 8 selenoid.3. 75 .4 menunjukkan kerja dari solenoid 1 sampai 4 yang dikendalikan oleh PLC modicon dan solenoid a sampai d dikendalikan oleh PLC allen bradley Dalam Industri Monitoring aktuator dapat berfungsi untuk mengetahui berapa kali solenoid beroperasi sehingga didapatkan suatu manajemen penggunaan solenoid yang efektif dan efisien.

6 Perekaman kecepatan motor .Gambar 4.5 Monitoring Kecepatan Gambar 4.

7 Perekaman Operasi motor Gambar 4.7 Perekaman Operasi motor 77 .Gambar 4.

8.4 Pengujian Integrasi Sistem 4.6 Perekaman waktu operasi motor yang ditunjukkan pada gambar 4.7 digunakan untuk memprediksi kerusakan dari motor sehingga memudahkan dalam proses maintenance dan repair.1 Definisi kode barcode Tabel 4. Kecepatan produksi ditentukan oleh kecepatan motor karena semakin cepat maka proses produksi semakin banyak. oleh sebab itu digunakan monitoring kecepatan motor dan melakukan perekaman kerja sesuai yang ditunjukkan pada gambar 4.3 Definisi kode barcode Kode 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Warna Bola Merah Merah Merah Kuning Kuning Kuning Hijau Hijau Hijau Biru Biru Biru Jumlah Bola 3 4 5 3 4 5 3 4 5 3 4 5 Penanda Selenoid Merah Selenoid Merah Selenoid Merah Selenoid Kuning Selenoid Kuning Selenoid Kuning Selenoid Hijau Selenoid Hijau Selenoid Hijau Selenoid Biru Selenoid Biru Selenoid Biru . sama seperti pada monitoring opersi motor.Penggunaan monitoring kecepatan pada gambar 4. 4. Selenoid yang beroperasi direkam waktu kerjanya seperti pada ganbar 4. yaitu digunakan untuk mengetahui kerusakan selenoid.5 mempunyai tujuan untuk mengetahui kerja dari motor.4.

79 . hal ini dikarenakan sensor yang digunakan tidak mendeteksi perubahan data di Kotak sehingga data yang dikirimkan dari PLC Allen Bradley ke modicon salah.4. selain itu kesalahan pengiriman data dikarenakan pengaruh cahaya pada sensor barcode sehingga tidak dapat melakukan pembacaan secara benar.4 Pengujian Integrasi Kode Barcode 1 4 7 10 8 12 11 5 Pembaca an PLC AB 1 4 7 10 4 1 11 5 Warna Bola Merah Kuning Hijau Biru Kuning Merah Biru Kuning Jumlah Bola 3 3 3 3 5 3 4 4 Penanda Status Selenoid merah Selenoid Kuning Selenoid Hijau Selenoid Biru Selenoid Kuning Selenoid Merah Selenoid Biru Selenoid Kuning OK OK OK OK Salah Salah OK OK Sesuai dengan pengujian integrasi terdapat beberapa error pembacaan barcode.4.2 Hasil Pengujian Tabel 4.

Halaman ini sengaja dikosongkan .

pembuatan dan pengujian sistem. 5. 2. PLC modicon dapat berkomunikasi dengan PLC Allen Bradley meskipun berbeda vendor. 3.BAB V PENUTUP Berdasarkan perancangan. dalam proyek akhir ini digunakan perantara HMI Touch Screen. penggunaan sensor yang lebih baik. maka dapat disimpulkan dan diberikan saran yang kelak berguna dalam pengembangan proyek akhir ini: 5. integrasi dengan PLC lama dengan PLC tipe baru 4. Untuk mengintegrasikan PLC Allen Bradley dan PLC Modicon.1 Kesimpulan 1. agar tidak terganggu oleh noise 81 81 .2 Saran 1. Integrasi dengan lebih dari dua PLC berbeda vendor 2. Integrasi PLC berbeda vendor dapat diterapkan industri yang ingin menambah sistem kontrol tetapi tidak merubah sistem kontrol yang lama. Penambahan plan untuk memaksimalkan kerja PLC 3.

Halaman ini sengaja dikosongkan .

Erlangga [4] Unity Pro Xl Operation Manual Schneider Electric [5] Vijeo Designer Manual [6] http://www. Aproksimasi Rangkaian Semikonduktor Edisi keempat.htm [2] http://www.kelas mikrokontrol.ilmukomputer.forumsains.com [7] Allen Bradley Manual book 83 .DAFTAR PUSTAKA [1] agfianto .sistem kontrol proses http://www.com/kp/kp1.com/index.php?page=36 [3] Albert Paul Malvino.

Halaman ini sengaja dikosongkan .

selenoid1=selenoid_1.getIntValue(). //------------------------------------//Script Created: Jul 07.getIntValue().write(hasil_kecepatan_motor). float hasil_kecepatan_motor.LAMPIRAN //------------------------------------//Script Created: Jul 06. 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script int selenoid1. 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script //analog_out_1=analog_out. hasil_kecepatan_motor=(Data1/data_2)*1380. Data1 = analog_in. int posisi_selenoid1. analog_in_1. posisi_selenoid_1. float data_2=16384. } else { 85 .write(posisi_selenoid1). if (selenoid1==0) { posisi_selenoid1=0. float Data1.

posisi_selenoid_2.write(posisi_selenoid2). 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script int selenoid3. posisi_selenoid_1. int posisi_selenoid3.getIntValue().write(posisi_selenoid2). selenoid3=selenoid_3.getIntValue(). selenoid2=selenoid_2. } else { posisi_selenoid2=50. } //------------------------------------//Script Created: Jul 07.posisi_selenoid1=50.write(posisi_selenoid1). posisi_selenoid_2. . 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script int selenoid2. if (selenoid2==0) { posisi_selenoid2=0. int posisi_selenoid2. } //------------------------------------//Script Created: Jul 07.

} //------------------------------------//Script Created: Jul 07. int posisi_selenoid4. posisi_selenoid_4. } //------------------------------------//Script Created: Jul 09. posisi_selenoid_4. if (selenoid4==0) { posisi_selenoid4=0.write(posisi_selenoid4).getIntValue().write(posisi_selenoid4).write(posisi_selenoid3). } else { posisi_selenoid3=50.if (selenoid3==0) { posisi_selenoid3=0. posisi_selenoid_3. } else { posisi_selenoid4=50.write(posisi_selenoid3). 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script 87 . posisi_selenoid_3. 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script int selenoid4. selenoid4=selenoid_4.

if (selenoid_aa==0) { posisi_selenoid_aa=0. } //------------------------------------- .getIntValue(). posisi_selenoid_a. selenoid_aa=selenoid_a. posisi_selenoid_b.getIntValue().write(posisi_selenoid_aa).write(posisi_selenoid_bb). int posisi_selenoid_aa. } //------------------------------------//Script Created: Jul 09. selenoid_bb=selenoid_b. posisi_selenoid_a.write(posisi_selenoid_bb).write(posisi_selenoid_aa). 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script int selenoid_bb. posisi_selenoid_b. if (selenoid_bb==0) { posisi_selenoid_bb=0. int posisi_selenoid_bb. } else { posisi_selenoid_aa=50. } else { posisi_selenoid_bb=50.int selenoid_aa.

getIntValue(). if (selenoid_dd==0) { posisi_selenoid_dd=0. posisi_selenoid_c. 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script int selenoid_cc. } //------------------------------------//Script Created: Jul 09.getIntValue(). } else { posisi_selenoid_dd=50. } else { posisi_selenoid_cc=50. int posisi_selenoid_cc. selenoid_dd=selenoid_d. posisi_selenoid_d.write(posisi_selenoid_dd). if (selenoid_cc==0) { posisi_selenoid_cc=0.write(posisi_selenoid_cc). posisi_selenoid_c. 2008 // // Description: // //------------------------------------// Replace this line with your script int selenoid_dd. int posisi_selenoid_dd. selenoid_cc=selenoid_c.write(posisi_selenoid_dd).//Script Created: Jul 09.write(posisi_selenoid_cc). posisi_selenoid_d. } 89 .

if wes=1 then data_sensor_5:=0. PT:=T#2s. END_IF. END_IF. elsif bola_kuning=1 then selenoid2:=1. if sensor5=0 then if bola_merah=1then selenoid1:=1. selenoid3:=0. . END_IF. END_IF. selenoid2:=0.//Program PLC Eksekusi selenoid baca_sensor_5:=not sensor5. timer (IN:=data_sensor_5. if baca_sensor_5 =1 then data_sensor_5 := 1. elsif bola_hijau=1 then selenoid3:=1.Q=>wes) . elsif bola_biru=1 then selenoid4:=1. selenoid4:=0. selenoid1:=0.

91 .

.

93 .

.

95 .

.

97 .

detective_@plasa.com Riwayat Pendidikan Formal  SDN Klatak 1 lulus tahun 1998. Institute Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Moto “Hadapilah semua dengan senyuman dan hati yang ikhlas” .PROFIL PENULIS Nama : Herman Gusnadi TTL : Banyuwangi. Pada tanggal 25 juli 2008 telah mengikuti Seminar Proyek Akhir sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Sains Terapan (SST) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Kalipuro Banyuwangi 68451 Telepon : 08563279195 E-Mail : herman_gusnadi@yahoo.  Jurusan Teknik Elektro Industri Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).17Agustus 1986 Alamat : Ds Tegallalang Kel.com.bulusan Kec.  SLTP Negeri 1 Kalipuro lulus tahun 2001.  SMK Negeri 1 Glagah Banyuwangi lulus tahun 2004.

99 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful