You are on page 1of 4

A. PENDAHULUAN Air merupakan kebutuhan primer dan sangat vital bagi makhluk hidup.

Ketersediaan air dalam kualitas yang baik dan kuantitas yang memadai merupakan hal yang mutlak diperlukan. Permasalahan klasik mengenai sumber daya air yaitu belum meratanya pendistribusian air bersih bagi masyarakat, mengingat bahwa tidak semua kawasan mendapatkan air bersih. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan akan sumber daya air agar pemanfaatannya dapat berkelanjutan. Pengelolaan sumberdaya air meliputi konservasi, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air. Guna mendukung kegiatan tersebut maka diperlukan pembangunan infrastruktur/prasarana sumber daya air. Prasarana sumber daya air adalah bangunan air beserta bangunan lain yang menunjang kegiatan pengelolaan sumber daya air, baik langsung maupun tidak langsung (UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya air). B. PEMBAHASAN Sistem air bersih adalah suatau sistem suplai air bersih yang meliputi sistem pengambilan air baku, proses pengolahan air baku, transmisi air baku, proses pengolahan air baku sistem transmisi dan reservoir air bersih serta sistem distribusi atau perpipaan yang dapat dioperasikan sedemikian rupa sehingga terdapat tekanan yang cukup disetiap saat pada seluruh bagian sistem perpipaannya air harus tersedia untuk pemakaian setiap saat tanpa ada interupsi. 1) Bangunan Intake Intake adalah bangunan penangkap air atau tempat air masuk dari sungai, danau atau sumber air permukaan lainnya ke instalasi pengolahan. Pada bangunan intake ini biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air. Selanjutnya, air akan masuk ke dalam sebuah bak yang nantinya akan dipompa ke bangunan Instalasi Pengolahan Air (Water Treatment Plant). 2) Instalasi Pengolahan Air

1

Instalasi

Pengolahan

Air

(IPA)

adalah

suatu

kesatuan

bangunanbangunan yang berfuingsi mengolah air baku meniadi air bersih/minum. Bagunan ini terdiri dari 4 bagian, yaitu : a) Koagulasi; proses destabilisasi partikel koloid dengan penambahan bahan kimia berupa tawas, ataupun dilakukan secara fisik dengan rapid mixing (pengadukan cepat), hidrolis (terjunan atau hydrolic jump), maupun secara mekanis (menggunakan batang pengaduk). b) Flokulasi; membentuk dan memperbesar flok dengan dilakukan pengadukan lambat (slow mixing). c) Sedimentasi; mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi. Berat jenis partikel koloid (biasanya berupa lumpur) akan lebih besar daripada berat jenis air. Dalam bak sedimentasi, akan terpisah antara air dan lumpur. d) Filtrasi; Unit filtrasi untuk menyaring dengan media berbutir. Media berbutir ini biasanya terdiri dari antrasit, pasir silica, dan kerikil silica dengan ketebalan disinfeksi berbeda. berupa Biasanya untuk proses tambahan, UV, dilakukan penambahan chlor, ozonisasi,

pemabasan, dan lain-lain sebelum masuk ke bangunan reservoir. Gabungan unit koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi disebut unit aselator

Gambar. Unit Aselator pada Water Treatment Plant 3) Reservoir Setelah dari Instalasi Pengolahan Air (IPA), air kemudian masuk ke dalam bangunan reservoir. Reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipa-pipa secara grafitasi. Bangunan reservoir ini biasanya diletakkan di tempat dengan eleveasi lebih tinggi daripada tempat-tempat yang

2

menjadi sasaran distribusi. Umumnya bangunan reservoir terletak diatas bukit atau gunung. 4) Pipa Distribusi Setelah dari reservoir, air bersih siap untuk didistribusikan melalui pipa-pipa dengan berbagai ukuran ke tiap daerah distribusi. bersih ke pelanggan atau konsumen. Pipa distribusi adalah pipa yang dipergunakan untuk mendistribusikan air

Selain itu terdapat pula fasilitas pendukung dalam penyediaan air bersih, yaitu: 1) Pipa transmisi adalah pipa yang dipergunakan untuk mengalirkan air baku ke unit pengolahan atau mengantarkan air bersih, dari unit pengolahan ke unit distribusi utama atau reservoir pembagi. 2) Pompa centrifugal adalah pompa yang menggunakan gaya centrifugal untuk dapat mengisap air.

Skema Sistem Penyediaa Air Bersih C. KESIMPULAN 1) Pendistribusian air bersih bagi masyarakat secara merata perlu didukung oleh infrastruktur/prasarana yang baik. 2) Terdapat 3 aspek yang diperlukan dalam menentukan sumber air bersih yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.

3

3) Terdapat 3 bagian penting dalam sistem pengolahan air bersih, yaitu bangunan intake, Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan reservoir. 4) Sistem pendistribusian air bersih melalui pipa-pipa sebaiknya secara grafitasi.

Referensi: http://ciptakarya.pu.go.id/pam/Istilah/Istilah.htm, diakses tanggal 9 Maret 2013. http://wordpress.com/2010/12/03/instalasi-pengolahan-air-bersih/, tanggal 9 Maret 2013. Undang- Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya air. diakses

4