LABORATORIUM INSTRUMENTASI PENGUKURAN & IDENTIFIKASI SISTEM TENAGA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO – INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Gedung B-204 & AJ-303 Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111 Telp: 031-5947302; Fax: 031-5931237; e-mail: lipist204@ee.its.ac.id Jumlah Halaman 6 (enam)

MODUL 05/PPL/LIPIST/2012-2013

PERCOBAAN 5 PENGGUNAAN OSILOSKOP
TUJUAN PERCOBAAN
1. 2. 3. Praktikan dapat mengetahui prinsip kerja osiloskop, fungsi, tata cara kalibrasi dan batas operasinya. Praktikan dapat menggunakan osiloskop untuk mengetahui bentuk gelombang dari suatu sinyal tegangan serta mengukur amplitudo, frekuensi, dan beda fasa sinyal tersebut. Praktikan mampu menganalisis keakurasian pengukuran berdasarkan rumusan matematika yang tersedia.

ALAT PERCOBAAN
No 1 2 3 4 5 6 Nama Alat Digital Storage Oscilloscope (DSO) BK-2542/2542B Arbitrary/Function Generators BK-4086AWG Digital Multi Meter BK-2709B Bread Board + Komponen Percobaan “K_P5” + Kabel Komputer / Laptop (Dianjurkan yang dilengkapi Port USB & Serial) Datasheet Peralatan Jumlah 1 set 1 set 1 set 1 set 1 buah 1 set

KONSEP DASAR
Osiloskop adalah alat ukur besaran listrik yang dapat memetakan sinyal listrik. Secara umum osiloskop berfungsi untuk menganalisis tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu yang ditampilkan pada layar, serta melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan osiloskop kita dapat mengetahui besarnya nilai frekuensi, periode dan tegangan dari sinyal. Dengan sedikit pengaturan kita juga dapat mengetahui beda fasa antara dua buah sinyal. Terdapat dua tipe osiloskop berdasarkan prinsip kerjanya, yakni tipe analog (ART - analog real time oscilloscope) dan tipe digital (DSO-digital storage osciloscope) yang masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan. Osiloskop analog menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas elektron dalam tabung sesuai bentuk sinyal kemudian menampilkannya pada layar. Osiloskop ini menggambar bentuk-

Halaman

1

Ia mengulang proses ini secara terus menerus sampai dihentikan. Gambar 2 Diagram blok osiloskop digital Halaman 2 . Osiloskop kemudian menyimpan nilai-nilai tegangan ini bersama dengan skala waktu gelombangnya di memori sesuai diagram blok pada gambar 2. gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik) dan didigitalisasikan. Diagram blok osiloskop jenis ini disajikan pada gambar 1. osiloskop digital hanya mencuplik dan menyimpan demikian banyak nilai dan kemudian berhenti. sifatnya yang realtime dan pengaturannya yang mudah dilakukan karena tidak ada tundaan antara gelombang yang sedang dilihat dengan peragaan di layar. Beberapa DSO memiliki kemampuan untuk menyesuaikan jumlah cuplikan yang disimpan dalam memori per akuisisi (pengambilan) gelombang yang akan diukur. Selain itu jenis ini mampu memeragakan bentuk sinyal yang lebih baik untuk gelombang-gelombang yang kompleks seperti sinyal video di TV dan sinyal RF yang dimodulasi amplitudo. Keterbatasannya adalah tidak dapat menangkap bagian gelombang sebelum terjadinya event picu serta adanya kedipan (flicker) pada layar untuk gelombang yang frekuensinya rendah (sekitar 10-20 Hz).cathode ray tube) dari kiri ke kanan. Dalam osiloskop digital. Pada prinsipnya. Osiloskop ini memberikan kemampuan ekstensif serta kemudahan dalam akuisisi gelombang dan pengukurannya.bentuk gelombang listrik melalui gerakan pancaran elektron ( electron beam) dalam sebuah tabung sinar katoda (CRT . Osiloskop analog pada prinsipnya memiliki keunggulan seperti harganya yang relatif lebih murah daripada osiloskop digital. Gambar 1 Diagram blok osiloskop analog Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur kemudian mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital menggunakan ADC ( Analog to Digital Converter ).

Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar. Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop. 6. 8. 5. 3. Memastikan probe dalam keadaan baik. Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan. 2. 4. Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan (digroundkan). PANEL OSILOSKOP YANG DIGUNAKAN (DSO BK-2542B) Gambar 3 Front/Back Panel osiloskop digital PANEL DEPAN No.Pada saat menggunakan osiloskop perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Disamping untuk kemanan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Security loops Carrying Handle Power On/Off AC Line Input Pass/Fail Output LAN Interface Port RS232 Serial Interface Port USB Device Interface Port Rear Rubber Feet PANEL BELAKANG Fungsi Keamanan (Non Teknis) Alat bantu untuk memindahkan osiloskop Menyalakan atau mematikan DSO BK-2542B Terminal kabel power dari sumber AC/PLN Mengeluarkan sinyal sisa pemfilteran Terminal untuk kabel LAN Terminal untuk kabel jenis serial Terminal untuk komunikasi dengan port USB PC Penyangga osiloskop (Non Teknis) Halaman 3 . hal ini juga untuk mengurangi suara dari frekuensi radio atau jala-jala. Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil. Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus. 7. gunakan skala Volt/Div yang besar. gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Power On/Off LCD Display Screen Carrying Handle Menu On/Off Adjusment Knob Auto Set Utility & Save/Load Measure & Cursor Acquire & Display Fungsi Menyalakan atau mematikan DSO BK-2542B Menampilkan sinyal dan parameter terukur Alat bantu untuk memindahkan osiloskop Menampilkan atau menyembunyikan menu Memilih item atau merubah nilai parameter terpilih Pen-skalaan otomatis kanal yang dipilih Akses I/O/Languange/Print Setup dan Penyimpanan Pengukuran nilai parameter secara otomatis atau manual Pengaturan proses akuisisi dan tampilan pada DSO No.

Halaman 4 . c. yang mempunyai amplitude 2 cm dan periode 0. PERCOBAAN Pada percobaan ini akan dilakukan hal-hal sebagai berikut: 1. real time sample rate. 3. Terminal)  tekan tombol Auto Set  putarlah knop kalibrator hingga menghasilkan kondisi under compensating & over compensating ( simpan data)  putarlah kembali knop kalibrator hingga kondisi normal (simpan data). b. Vefektif. gambarkanlah sketsa sebuah gelombang sinus pada suatu posisi tertentu. 4.01 sekon) Apa yang dimaksud dengan beda fasa? (sertakan rumusan dan ilustrasinya) Apakah gambar Lissajous itu? (sertakan juga rumusan dan penggunaannya) Jabarkan definisi dari Vmaksimum. maximum input voltage.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Run Control Trigger Control Shortcut & Local Horizontal Control EXT TRIG BNC Channel 2 BNC Input Vertical Control Channel 1 BNC Input Function Buttons Print Button Probe Comp.02 sekon (ambillah sumbu x sebagai sumbu waktu dengan skala 3 cm = 0. Terminal USB Host Interface Tilt Feet Menjalankan atau menghentikan akuisisi sinyal Mengatur mekanisme trigger pada sinyal Mempercepat tahap tertentu (optional) Mengatur mekanisme pengukuran pada sumbu X Terminal input trigger dari sumber luar Kanal 2 osiloskop Mengatur mekanisme pengukuran pada sumbu Y Kanal 1 osiloskop Memilih menu yang ditampilkan pada layar Mengatur dan menjalankan fungsi “Print” Terminal sumber sinyal internal untuk kalibrasi probe Terminal USB Device (Flash Disk. Pada kertas millimeter. dll) Kaki penyangga 10 Ventilation Fan Pendingin utama DSO TUGAS PRA PERCOBAAN 1. dan Vrms ? (Lihatlah tugas pendahuluan yang ditempel di papan pengumuman praktikum) 2. Mempersiapkan piranti osiloskop. a. Nyalakan osiloskop. Lakukan proses kalibrasi probe dengan tahapan sebagai berikut : pilih penguatan 10X pada probe  pasang probe pada salah satu kanal (Channel BNC 1 atau 2)  kaitkan terminal positif probe ke terminal kompensasi (Probe Comp. 5. dan input impedance. Bacalah datasheet atau user manual osiloskop yang digunakan (BK 2542/2542B) kemudian catatlah pada laporan sementara data terkait: bandwidth.

kabel. c. catat hasil pengukurannya. 100 Hz. dan 250 Hz kemudian ulangi langkah pada poin 2d. Kembalikan level frekuensi pada 50 Hz. g. d. Tekan tombol “Auto Set” pada osiloskop. a. Nyalakan function generator. Matikan osiloskop. Ukur nilai resistor. Persiapkan osiloskop. 2. inductor. Mengukur tegangan listrik bolak-balik (AC). Mengukur beda fasa antar dua fungsi sinyal tegangan listrik.jpg. j. g. Ukur jarak A dan B masing-masing dari titik pusat koordinat dengan tahapan sebagai berikut: Tekan tombol “Cursor”  pada layar sebelah kanan akan muncul “Cursor Menu”. Ubah lah frekuensi luaran function generator menjadi 25 Hz dan 100 Hz kemudian ulangi langkah 3f. Matikan osiloskop dan function generator kemudian rapikan seluruh piranti yang ada. dan modul lissajous (resistor. dan kapasitor kemudian catat. Lepas terminal positif probe dari terminal kompensasi lalu kembalikan pada posisi penguatan 1X. e. b. tekan menu “Mode” kemudian pilih “Manual”  tekan menu “Source” kemudian pilih “CH2”  tekan untuk memilih kursor Y1  putar knob untuk memindahkan kursor Y1 ke puncak A atau B  tekan untuk memilih kursor Y2  putar knob untuk memindahkan kursor Y2 ke sumbu x yang sejajar dengan titik pusat koordinat  catat nilai ∆Y yang terbaca kemudian simpan gambar lissajous dalam format *. Ubah nilai frekuensi ke level 25 Hz. Persiapkan osiloskop dan function generator. h. Ubah nilai frekuensi ke level 25 Hz. h. 100 Hz. Susunlah modul lissajous sesuai rangkaian berikut: 3. Nyalakan osiloskop. b. induktor/kapasitor. l. bread board). Gambar 4 Lissajous dan rangkain pengukurannya d. Nyalakan function generator kemudian atur amplitudo dan frekuensi luarannya pada level 10 Vpp – 50 Hz. i. f. a. Nyalakan osiloskop. dan 250 Hz kemudian ulangi langkah pada poin 2-ij. Matikan osiloskop dan function generator kemudian rapikan. Perhatikan bentuk sinyal yang muncul kemudian catat dan simpan data pengukuran (measurement all) serta sinyalnya dalam format *. e. Halaman 5 .d.csv. Atur amplitudo dan frekuensi luaran function generator pada level 14 Vpp – 50 Hz (Ikutilah petunjuk asisten serta cermati dan ingatlah tata caranya). Hubungkan terminal “Output” function generator dengan terminal “Channel BNC 1 atau 2” osiloskop. Ukur nilai amplitude dan frekuensi sinyal luaran pada terminal “Output” menggunakan multimeter yang tersedia. f. tekan tombol “Horizontal – Menu”  pada layar sebelah kanan akan muncul mode pengukuran horizontal yang digunakan. k. function generator. e. pilih “X-Y”.jpg dan *. c.

b. periode dan frekuensi hasil perhitungan dengan hasil pengukuran? Mengapa demikian? Percobaan mengukur beda fasa antar dua fungsi sinyal tegangan listrik. Percobaan mengukur tegangan listrik bolak-balik (AC). Apa fungsi function generator pada percobaan ini? c. b. Jelaskan analisis dari data kalibrasi yang Anda peroleh (dengan kata-kata Anda sendiri). c.ANALISIS Setelah percobaan selesai. Jelaskan hasil analisis Anda terkait data percobaan yang diperoleh. a. jelaskan bagaimana pengaruhnya? Halaman 6 . real time sample rate. Adakah perbedaan antara hasil poin 3b dan 3c. 2. f. Mengapa data terkait bandwidth. dan input impedance perlu diketahui dalam percobaan ini? (Jelaskan satu persatu) b. Adakah perbedaan level amplitudo dan frekuensi hasil pengukuran menggunakan multimeter dan osiloskop? Mengapa demikian? e. mengapa demikian? e. Mengapa kalibrasi perlu dilakukan dalam percobaan ini? Jelaskan pula mengenai penggunaan penguatan 10X pada proses kalibrasi ini. Percobaan mempersiapkan piranti osiloskop. Jelaskan hasil analisis Anda tentang pengaruh perubahan frekuensi pada level amplitudo dan frekuensi sinyal (baik pada pengukuran menggunakan multimeter atau osiloskop). a. d. Sudah sesuaikah nilai amplitudo. ϕ = tan −1 XL X XL = tan −1 C R R = 2πfL 1 2πfC XC = c. maximum input voltage. Adakah pengaruh perubahan frekuensi pada bentuk lissajous dan nilai beda fasa? Bila ada. lakukanlah proses analisis pada hal-hal sebagai berikut: 1. Mengapa perlu dilakukan pengukuran dengan multimeter sebelum pengukuran dengan osiloskop? Jelaskan pula perbedaan kedua pengukuran tersebut. Jelaskan hasil analisis Anda terkait data percobaan yang diperoleh. a. Hitunglah beda fasa pada masing-masing level frekuensi menggunakan rumusan di bawah ini: 3. Hitunglah beda fasa pada masing-masing level frekuensi menggunakan data ∆Y A dan B serta rumusan di bawah ini: θ = arcsin A B d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful