You are on page 1of 14

METODE SI NKI NG FUND DEPRESI ATI ON DALAM

EKONOMI TEKNIK PABRIK KIMIA



DISUSUN OLEH:
NAMA : NIM:
CARINA EKA PUSPITA 03101403019
M. AMIRULLAH LUBIS 03101403030
WIRDAWATI 03101403041
OVIA YULIANI 03101403044
YULIANTI PERMATASARI 03101403045
RACHMAD ARRIZKY 03101403047
NIKEN PUTERI GUMAY 03101403049
RANNY ANGGRAINI 03101403051
EKA STATISTIKA 03101403057


JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2013

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam keuangan modern, sinking fund adalah metode yang organisasi
menyisihkan uang sepanjang waktu untuk pensiun hutang perusahaan maupun
untuk memprakirakan dana yang akan dikeluarkan perusahaan akibat dari
pemakaian alat produksi maupun penambahan dana oparasional lainnya. Lebih
khusus lagi, adalah dana ke mana uang dapat disimpan, sehingga waktu lebih dari
saham yang disukainya, obligasi atau saham dapat pensiun. Jumlah dana yang
diinvestasikan di tenggelam juga dapat digunakan untuk pembelian berbagai aset
perusahaan. Perusahaan menaruh uang ke rekening Singking Fund dan setelah
beberapa tahun pada saat aset (seperti mesin) menjadi tua perusahaan dapat
menggunakan uang ini untuk membeli aset baru.
Di beberapa negara bagian AS, Michigan misalnya, sekolah dapat meminta
para pemilih untuk menyetujui pajak untuk tujuan pendirian Singking Fund.
Departemen Keuangan Negara memiliki pedoman ketat untuk pengeluaran dolar
dana dengan hukuman untuk penyalahgunaan sebagai sebuah larangan yang kekal
pada pernah mencari pungutan pajak lagi.
1.2 Tujuan
Sinking Fund adalah metode yang organisasi menyisihkan uang sepanjang
waktu untuk pensiun hutang perusahaan. Jadi kita dapat memprakirakan hutang
atau pun biaya pengeluaran dari suatu alat produksi maupun dana operasional
lainnya. Namun pada makalah ini saya akan menganalisa biaya tetap maupun tidak
tetap dengan menggunakan metode singking fund dari peralatan pabrik kimia.









TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Metode sinking funds
Metode sinking funds atau dana pelunasan hutang adalah pembayaranhutang
yang dilakukan dengan satu kali pembayaran pada akhir periode hutang. Metode sinking
funds merupakan pengumpulan dana secara terencana melalui tabungan secara
periodik dalam jumlah yang sama untuk memperolehs ejumlah uang yang cukup besar
pada periode tertentu.Suatu hutang yang berbunga dikatakan telah dilunasi jika
seluruhpertanggungan (pokok dan bunga) telah dibebaskan dengan suatu
deretanpembayaran yang dibuat dalam suatu interval yang sama.Sinking funds
mengasumsikan bahwa peminjam membuat pembayaransecara berkala ke dalam suatu
dana yang disebut dana pelunasan (sinkingfunds). Metode sinking funds pada dasarnya
sama saja dengan metodeamortisasi, bedanya adalah pembayaran oleh
debitur kepada kreditur dilakukan satu kali yang dikenal dengan istilahlump sum
payment , pada ujung periodeberlakunya hutang.Dengan metode ini, kreditur tidak
membuatkan angsuran cicilan kepada debitur melainkan menerima dana
pengembalian sesuai dengan suku bungayang disepakati di akhir periode hutang,
sehingga dalam banyak kasus, debiturakan membuat suatu alokasi dana pribadi
yang dapat dicicilnya setiap intervalwaktu tertentu dengan harapan pada ujung
periode hutangnya, dana pelunasantelah tersedia. Beberapa debitur mencoba untuk
mengalokasikan dana kesebuah rekening atau pihak kreditur lain yang menawarkan
suku bunga lebihtinggi.
Sinking fund pertama kali digunakan di Britania Raya pada abad
ke-18 untuk mengurangi utang nasional . Sementara yang digunakan oleh Robert
Walpole tahun 1716 dan efektif di 1730-an 1720-an dan awal, itu berasal dari
sindikat pajak komersial dari semenanjung Italia abad ke-14 untuk pensiun hutang
publik ditebus dari kota-kota. Dana yang diterima apa pun terjadi surplus dalam
Anggaran nasional setiap tahun. Namun, masalahnya adalah bahwa dana itu jarang
diberikan prioritas apapun dalam strategi Pemerintah. Hasil ini adalah bahwa dana
itu sering diserbu oleh Departemen Keuangan saat mereka membutuhkan dana
cepat.
Sinking fund dapat beroperasi dalam tiga cara:
1. Perusahaan dapat membeli kembali sebagian dari obligasi yang beredar di
2. pasar terbuka setiap tahun.
3. Perusahaan dapat membeli kembali sebagian dari obligasi yang beredar
dengan harga panggilan khusus berkaitan dengan penyediaan sinking fund
(mereka obligasi opsi beli ).
4. Perusahaan memiliki opsi untuk membeli kembali obligasi pada harga pasar
baik atau harga sinking fund, mana yang lebih rendah. Untuk
mengalokasikan beban dari sinking fund panggilan cukup antara pemegang
obligasi, obligasi dipilih untuk panggilan yang dipilih secara acak
berdasarkan nomor seri. Perusahaan hanya bisa dibeli kembali sebagian kecil
terbatas dari penerbitan obligasi pada harga Singking Fund. Paling-paling
beberapa indentures memungkinkan perusahaan untuk menggunakan pilihan
penggandaan, yang memungkinkan pembelian kembali dua kali lipat jumlah
obligasi yang diperlukan dengan harga Singking Fund.
Entri berikut diperlukan untuk mencatat penyusutan dan penggantian aset
dengan metode ini.
a) Tahun pertama (di akhir)
1) Debit laba rugi akun dan kredit akut penusutan dana dengan jumlah biaya
penyusutsan tahunan
2) Juga penyusutan debit rekening dana investasi dan rekening kredit uang
tunai dengan jumlah yang sama
b) Dalam tahun-tahun berikutnyang diperoleh dan diinvestasikan kembali
1) Penyusutan dana debit rekening investasi dan kredit akun penyusutan
dana dengan jumlah bunga yng diperoleh dan diinvestasikan kembali
2) Laba dan rugi akun Debit dan kreditakun penyusutan dana dengan angsuran
penyusutan tahunan.
3) Penyusutan debit rekening dana investasi dan rekeningkredit uang tunai dengan
jumlah yang sama.
c) Pada penggantian aset.
1) Kas rekening debit dankreditpenyusutan rekening dana investasi dengan jumlah
yang direalisasikan oleh penjualan investasi.
2) Mentransfer maka laba atau rugi atas penjualan investasi pada akun laba dan
rugi.
3) Debit aset baru dibeli dan rekening kredit kas.
4) Penyusutan debit rekening dana dankredit rekening aset lama yang telah
menjadi tidak berguna.
Jumlah penyusutan tahunan yang akan diberikan dengan menggunakan
metode penyusutan dana akan dipastikan dari tenggelam meja dana. Keuntungan
Metode Penyusutan Dana Atau Metode Sinking Fund:
Keuntungan yang paling penting dari metode ini adalah bahwa hal itu
membuat tersedia sejumlah uang untuk penggantian aset, yang telah menjadi tidak
berguna.Jika ketentuan terpisah tidak dibuat, jumlah yang diperlukan untuk
membeli aset baru harus diambil dari usaha yang mungkin mempengaruhi posisi
keuangan dari perhatian negatif.
Kekurangan Metode Dana Penyusutan Atau Metode Sinking Fund:
1. Beban pada akun laba dan rugi terus meningkat sebagai tahun berlalu sejak
jumlah penyusutan setiap tahun tetap sama tetapi jumlah yang dibelanjakan
untuk perbaikan terus meningkat sebagai aset menjadi tua.
2. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa pekerjaan investasi uang rumit.
3. Harga sekuritas dapat jatuh pada saat mereka akan direalisasikan sebagai
akibat dari kerugian yang mungkin harus menderita.
Asumsi yang digunakan pada metode ini adalah penurunan nilai suatu aset
semakain cepat dari suatu saat ke saat berikutnya. Konsep peningkatan didasarkan
pada nilai waktu dari uang sehingga besarnya depresiasi akan meningkat dengan
tingkat bunga yang berlaku. Sehingga besarnya depresiasi tiap tahun makin tinggi ,
dan bila ditinjau dari pajak yang harus ditanggung perusahaan kurang
menguntungkan dan dengan alasan ini metode ini jarang digunakan .

2.2 Perhitungan Metode Sinking funds
Besarnya nilai patokan depresiasi tiap tahun dihitung dari konversi nilai yang akan
didepresiasi ( P – S ) selama N periode ke nilai seragam tahunan dengan bunga
sebesar i %
A = ( P – S ) ( A/F , i % , N ).
Nilai buku periode t adalah nilai aset tersebut setelah dikurangi akumulasi
nilai patokan depresisasi maupun bunga yang terjadi sampai saat itu.
B Vt = P – A ( F/A , i % , t ).
Dimana :
A = nilai patokan depresiasi dengan nilai bunga yang dihasilkanBVt = nilai buku
aset pada periode tahun ke t.
t = tahun
Tabel Sinking Fund :



Asumsikan bahwa Rs. , R akan diperoleh dalam N tahun, maka sejumlah
dana yang akan diperoleh setiap tahun adalah sebesar R/N, dengan cara ini
menjadi aman karena setiap tahunnya akan terkumpul sejumlah dana. Apabila
Dana Penyusutan (Sinking Fund) diinvestasikan dalam bentuk pemberian dividen,
maka dalam jumlah itu bisa diperoleh bunga, selanjutnya kita memiliki beberapa
prosedur lain. Asumsikan bahwa ada sejumlah dana disimpan maka pada tahun
pertama adalah Rs. X dan r adalah persentase bunga per tahun. Setelah satu tahun
jumlah akan diberikan adalah sebesar :
1
1
(1 )
N
X X r
÷
= + …………………….. ………....................….(3)
Setelah tahun kedua jumlahnya akan menjadi :
2
2
(1 )
N
X X r
÷
= +
Dengan cara yang sama setelah tahun ketiga :
3
3
(1 )
N
X X r
÷
= +
Setelah (N-1) tahun jumlahnya akan menjadi :
1
(1 )
N
X X r
÷
= +
Total Dana Penyusutan setelah N tahun akan menjadi penjumlahan dari
semua X
1
, X
2
, X
3
.……X
N-1
, yang sama nilainya dengan R, maka :
R = X
1
, X
2
, X
3
.……X
N-1

1 2 3
[ (1 ) (1 ) (1 ) ....(1 )]
N N N
R X r X r X r r
÷ ÷ ÷
= + + + + + + ….......................(4)
Rumus diatas adalah dalam perkembangan geometris dengan satu pembagian
umum akan diperoleh :
1
1
1
(1 )
[ (1 )
( 1)
1
(1 )
(1 )
1
1
1
N
N
a
r
aX X r
R
a
X X r
r
R
r
÷
÷
=
+
÷ +
=
÷
(
÷ +
(
+
¸ ¸
=
| |
|
+
\ .



…………………………….…..(5)
1 1
1 (1 )(1 ) (1 )
N N
r r X r
R X
r r
÷ ÷
÷ ÷ + +
= =
÷

Atau
1
(1 ) 1
N
X r
R
r r
÷
+
= ÷ ………………………………….. (6)
Jumlah tahunan untuk disimpan X dapat ketahui seperti berikut :
.
(1 )
N r
R r
X
r
÷
=
+
…………………………......………….……..…(7)

2.3 Contoh Metode Sinking Fund :
Dengan menggunakan data soal contoh 1 , hitunglah besar depresiasi
pertahun dengan menggunakan Metode SINKING FUND , suku bunga 12%. Suatu
PLN ( Persero) APJ X membeli 1 unit Recloser termasuk biaya pemasangan
dengan harga Rp.400.000.000 ,- dimana umur Recloser tersebut diasumsi 20 thn.
(suku bunga 12 % ). Bila nilai akhir (Salvage value ) dianggap Rp.0,-
Penyelesaian:
A= D1 = ( P – S ) ( A/F , i % , N )
= Rp(400.000.000 – 0 ) ( A/F , 12 % , 20 )
= Rp(400.000.000)* 0.0139
= Rp 5,551,512

BV1= Rp(400.000.000 – Rp 5,551,512 )
= Rp394,448,488

D2 = BV1 ( A/F , i % , N-1 )
= Rp394,448,488 * 0.0158
= Rp6,217,693

BV2= Rp394,448,488 – Rp6,217,693
= Rp 388,230,795
Jika seseorang memiliki hutang dan memutuskan untuk
menyisihkan/mengakumulasi sejumlah dana untuk bisa membayar kembali hutang
tersebut. Uang yang disisihkan ditambah bunga yang diperoleh akan menyamai
besarnya hutang.
R = S / S
nIi

Contoh :
Jatmiko meminjam Rp. 1.500.000 pada tariff bunga 18% dan mengadakan
penabungan bulanan ke dalam sinking fund untuk melunasi utang tersebut pada
akhir tahun pertama. Dana yang terhimpun dalam sinking fund memberikan hasil
bunga pada tariff 9% yang dimajemukkan secara bulanan.
1. berapa biaya perodik utang tersebut
2. pada akhir bulan ke 6 berapa nilai buku utang
Sebagian besar informasi yang saya bagikan melalui tulisan ini saya ambil dari
buku ‘an introduction to the mathematics of finance’ karangan John McCutcheon
and William F. Scott.
Secara umum metode pembayaran hutang yang dikenal saat ini adalah (1)
metode amortisasi, yaitu pembayaran hutang yang dilakukan secara berkala
dengan jumlah tertentu, (2) metode sinking fundatau dana pelunasan hutang, yaitu
pembayaran hutang yang dilakukan dengan 1 kali pembayaran pada akhir periode
hutang. Metode sinking fund mengasumsikan bahwa peminjam membuat
pembayaran secara berkala ke dalam suatu dana yang di sebut dana pelunasan
sinking fund.
Jika suatu hutang akan dibayarkan dengan metode amortisasi maka rentetan
pembayaran yang dibuat akan membentuk anuitas yangnilai sekarangnya sama
dengan jumlah hutang awal. Misalkan pinjaman sebesar Rp.5.000.000,- akan
dikembalikan dengan cicilan selama 4 tahun dengan bunga 8% per tahun, maka aka
nada 4 kali cicilan yang msing-masing besarnya dapat dihitung dengan
Rp.5.000.000,- / a4 = Rp.1.509.616,2 dimana a4 diperoleh dengan rumus
(1-(1+i)^-4)/i dengan i = 8% adalah tingkat suku bunga yang berlaku. Jika cicilan
ini diakumulasikan maka menghasilkan dana sejumlah Rp.6.038.465,-. Dengan
kata lain kita telah membayar bunga sebesar Rp.1.038465,- dalam jangka waktu 4
tahun.
Contoh 2

Sebuah lemari pendingin pada Badan Penelitian Bahan Pangan dengan
harga Rp 105.000.000,00. Nilai akhir alat itu adalah 20% dari harga awal
pembelian. Umur ekonomisnya 10 tahun. Besar bunga/interest adalah 15%,
besarnya beban tempat penyimpanan adalah 0.5%, pajak 1.8%, asuransi pertahun
2% dari harga pembelian awal. Dengan biaya penggantian Freon tiap tahun sebesar
Rp 2.000.000,00. Jam kerja mesin pendingin ini rata-rata hanya 2016 jam
pertahunnya. Daya maksimum pendinginan hingga -30
o
C adalah 10kW. Hitunglah
rincian biaya tetap dan tidak tetap dengan metode Sinking Fund!
Menentukan biaya tetap dan tidak tetap :
1. Biaya Tetap
a. Biaya Penyusutan dengan metode Sinking Fund:
Harga awal : Rp 105.000.000,00
Biaya ganti Freon : Rp 2.000.000,00
Nilai akhir alat (20%) : Rp 21.000.000,00 -
Nilai bersih untuk nilai penyusutan adalah : Rp 82.000.000,00

Menghitung Biaya Penyusutan dengan Metode Sinking Fund:

Akhi
r
Tahu
n
P-S (Rp)
A/F,15%,
10
F/P,15,n-
1
F/A,15%,
n
Dn (Rp) Vn (Rp)
0 - - - - - 105.000.00
0
1 82.000.00
0
0.04925 1 1 4.038.500 100.961.50
0
2 82.000.00
0
0.04925 1.15 2.15 4.644.275 96.317.225
3 82.000.00 0.04925 1.3225 3.472 5.340.916, 90.978.328
0 25
4 82.000.00
0
0.04925 1.5209 4.993 6.142.154,
65
84.835.769
,5
5 82.000.00
0
0.04925 1.7490 6.742 7.063.336,
5
77.772.433
6 82.000.00
0
0.04925 2.0114 8.754 8.123.038,
9
69.646.971
7 82.000.00
0
0.04925 2.3131 11.067 9.341.454,
35
60.305.920
,5
8 82.000.00
0
0.04925 2.66 13.727 10.742.410 49.563.510
,5
9 82.000.00
0
0.04925 3.0590 16.786 12.353.771
,5
37.209.739
10 82.000.00
0
0.04925 3.5179 20.304 14.204.616 23.002.296

b. Jumlah Bunga Modal dan Asuransi:
I=
()()

I=
()

= Rp 11.550.000,00/tahun
c. Jumlah Pajak dan Beban Penyimpanan:
= (%Beban Pajak + %Beban Penyimpanan) x P
= (1.8%+0.5%) x Rp 105.000.000,00
= Rp 2.415.000,00/tahun

Jadi Jumlah Biaya Tetap adalah:
Biaya Penyusutan [

] = Rp8.199.800,00/tahun
Biaya Jumlah Bunga dan Asuransi = Rp11.550.000,00/tahun
Biaya Jumlah Pajak dan Beban Penyimpanan = Rp2.415.000,00/tahun +
Jumlah Biaya Tetap = Rp22.164.800,00/tahun
2. Biaya Tidak Tetap
a. Biaya Perbaikan
Untuk mesin-mesin pengolahan hasil pertanian atau pangan beserta mesin
penggeraknya adalah:
BP=5%(P)/tahun=(5% x Rp 105.000.000,00)/tahun = Rp5.250.000,00/tahun

b. Biaya Operator/Asisten
Biaya operator atau asisten tergantung dari setiap instansi terkait.
Operator/asisten dibayar Rp 5.000,00/jam sesuai dengan pemakaian alat
pendingin tersebut, maka;
BO = Rp 5.000,00 x 2016 jam = Rp 10.080.000,00/tahun
c. Biaya Beban Listrik
Daya maksimum yang digunakan pada mesin pendingin tersebut adalah
10kW dengan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar Rp 600,00, maka biaya
beban listrik:
BL/jam = (10kW x Rp 600,00)/kWJam = Rp 6000,00/jam
BL/tahun = Rp 6000,00/jam x 2016 jam/tahun = Rp 12.096.000,00/tahun

Jadi Biaya Tidak Tetap adalah:
Biaya Perbaikan : Rp 5.250.000,00/tahun
Biaya Operator/Asisten : Rp 10.080.000,00/tahun
Biaya Beban Listrik : Rp 12.096.000,00/tahun +
Jumlah Biaya Tidak Tetap : Rp 27.426.000,00/tahun
Dari penjelasan dan perhitungan diatas dapat kita analisa bahwa biaya tetap
dan biaya tidak tetap dengan menggunakan metode sinking fund adalah
masing-masing Rp22.164.800,00/tahun dan Rp 27.426.000,00/tahun dan nilai akhir
alat tersebut pada akhir tahun nilai ekonomis yaitu pada tahun ke-10 adalah
Rp23.002.296,00. Dengan melihat kalkulasi atau perhitungan dengan
menggunakan metode sinking fund penyusunan biaya pertahunlebih mendetail.














KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari penjelasan dan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. sinking fund adalah metode yang organisasi menyisihkan uang sepanjang
waktu untuk pensiun hutang perusahaan maupun untuk memprakirakan
dana yang akan dikeluarkan perusahaan akibat dari pemakaian alat
produksi maupun penambahan dana oparasional lainnya.
2. Penggunaan metode sinking fund lebih mendetail dalam menyusun
anggaran karena dijelaskan tiap subjek pembiayaan alat dan
operasionalnya.

B. Saran
Tentunya dengan penggunaan metode sinking fund harus mengetahui nilai
ekonomis, interest atau bunya pertahun, serta perincian biaya menurut klasifikasi
alat produksinya. Jika kita telah mengetahui biaya pertahun dari alat produksi
serta operasionalnya dapat kita pastikan hal tersebut mendekati pada kenyataan di
lapangan nanti.
DAFTAR PUSTAKA
Adi Putra, Wahyu. 2010. Laporan Paper Penggunaan Metode Sinking Fund Dalam
Ekonomi Teknik. http://www.scribd.com/doc/35946494/Ekonomi-Teknik-
Engineering-Economy. (Diakses pada 24 Maret 2013)
Anonim. 2013. Sinking Funds. http://en.wikipedia.org/wiki/Sinking_fund.
(Diakses pada tanggal 24 Maret 2013)
Bodie, Kane dan Marcus. 2007. Essentials of Investments. Essentials Investasi.
Keenam Edisi Internasional. Singapore: McGraw Hill.
El Husna, Fadhila. 2012. Makalah Aktuaria Jadwal Amortisasi dan Sinking Funds. http://
id.scribd.com/doc/98367298/Jadwal-Amortisasi-Dan-Sinking-Funds.
(Diakses pada tanggal 24 Maret 2013)
Theodore, Jeeffentra. 2011. Tugas Amortisasi dan Sinking Fun Edit Mar.
http://ilerning.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1751:
tugas- amortisasi-dan-sinking-fund-edit-mar&catid (Diakses pada tanggal 24
Maret 2013)