You are on page 1of 396

LAP PORAN STA ATUS LINGKUNGAN HIDUP DA AERAH USUS IB P PROVINS SI DAER RAH KHU BUKOTA A JAKAR RTA

TAHU UN 2010 0

PEMERINT TAH PROV VINSI DAER RAH KHUS SUS IBUKO OTA JAKARTA

BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH (BPLHD) PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Alamat Telp Fax E-mail

: Jl. Casablanca Kav. 1 Kuningan Jakarta 12950 : (021) 5256174, 5209645, 5209651, 5209653 : (021) 5209643, 5265309 : bid_inf_bplhd@jakarta.go.id webmin_bplhd@yahoo.com

Website : http://bplhd.jakarta.go.id

KATA PENGANTAR
Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan pada pokoknya tertuju pada peningkatan kesejahteraan, peningkatan SDM dan sekaligus memberikan jaminan kepentingan terhadap aspirasi generasi masa kini dan masa yang akan datang. Tujuan pembangunan berwawasan lingkungan dapat berhasil, apabila dalam memenuhi tuntutan rencana pembangunan memperhatikan perubahan kependudukan, peningkatan kebutuhan penduduk, peningkatan kegiatan sosial ekonomi yang dapat memberikan tekanan pada sumber daya alam. Untuk itu agar dapat tersusun rencana pembangunan berkelanjutan diperlukan informasi yang lengkap, akurat dan aktual dari berbagai aspek. Agar dapat menyusun rencana pembangunan dalam rangka implementasi konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan diperlukan Informasi yang akurat dan aktual yang terangkum dalam buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta yang penyusunannya didasarkan pada pedoman umum penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Provinsi yang diterbitkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Mengingat luas cakupan data dan informasi yang berkaitan dengan kualitas lingkungan hidup, maka disadari bahwa penyusunan buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta masih belum cukup sempurna. Untuk itu saran dan masukan dari semua pihak guna peningkatan kualitas buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta senantiasa kami harapkan. Kepada seluruh anggota Tim Penyusun serta pihak lain yang telah turut berpartisipasi menyusun dan mengembangkan kualitas buku Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah ini, saya ucapkan terima kasih. Semoga niat mulia kita semua dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup ini senantiasa mendapat petunjuk dan ridho Tuhan Yang Maha Esa.

Jakarta, 24 Maret 2011 KEPALA BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA

Ir. PENI SUSANTI, Dipl. Est NIP 195507301980012001

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Dengan Rahmat Allah SWT "Laporan Status Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Tahun 2010" ini dapat disusun sesuai dengan Pedoman Penyusunan Status Lingkungan Hidup Provinsi yang diterbitkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI. Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta memuat informasi tentang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya, Tekanan terhadap Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan serta Analisis Hasil Kebijaksanaan, yang dilaporkan dalam 2 (dua) bagian. Buku pertama memuat laporan dalam bentuk narasi dan buku kedua memuat data numerik secara rinci. Harapan Saya, semoga Laporan Status Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta ini dapat dijadikan acuan dalam penyusunan rencana pembangunan dan pengambilan keputusan, dalam rangka mewujudkan kota Jakarta yang nyaman untuk semua. Akhirnya, kepada Tim Penyusun dan semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu penyusunan laporan ini, saya ucapkan terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr.Wb. Jakarta, Maret 2010

GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,

FAUZI BOWO

ABSTRAK
Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2010 adalah suatu gambaran secara umum mengenai kondisi lingkungan dan sebuah jabaran dari segala aktifitas manusia/masyarakat dalam mengelola lingkungan dan pengaruhnya pada permasalahan sosial, ekonomi dan kesehatan. Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia yang berada di dataran rendah pantai utara bagian barat Pulau Jawa, terletak pada 106O48’ bujur timur dan 6O12’ lintang selatan yang mempunyai luas wilayah 650 km2, dimana pada kota ini mengalir sekitar 13 (tiga belas) sungai baik alami maupun buatan. Sungai-sungai besar yang ada di kota Jakarta adalah sungai Ciliwung, sungai Moorkervart dan sungai Cipinang. Provinsi DKI Jakarta yang terletak pada dataran rendah dengan ketinggian antara 0 – 10 meter diatas permukaan laut, berbatasan secara administratif di bagian barat dengan Tangerang (Banten), bagian selatan dengan Bogor (Jawa Barat), bagian timur dengan Bekasi (Jawa Barat) dan di bagian utara dengan Laut Jawa. Suhu rata-rata tahunan mencapai 27OC dan iklim dipengaruhi oleh angin muson. Tinggi curah hujan setiap tahun rata-rata 2.000 mm dengan maksimum curah hujan tertinggi pada bulan Januari, sedang temperatur bervariasi antara 23,42OC (minimum) sampai 31,7OC (maksimum), dan kelembaban (nisbi) 77,97 persen. Pada penulisan Pendahuluan memuat tentang latar belakang penulisan, isu utama lingkungan hidup dan tingkat kesadaran berbagai lapisan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Adapun isu utama lingkungan hidup yang terjadi di tahun 2010 tidak berbeda jauh dengan tahun 2009 walaupun sudah banyak dilakukan pembenahan secara signifikan dalam hal pengelolaan lingkungan di wilayah provinsi DKI Jakarta tetapi masalah banjir, pencemaran (Situ, Sungai, Laut, Udara), limbah padat dan cair, transportasi, selain itu dalam hal penulisannya juga memuat kebijakan pembangunan daerah berkelanjutan Provinsi DKI Jakarta, yang meliputi kebijakan pembangunan lingkungan hidup, kebijakan tata ruang dan kebijakan sosial, ekonomi dan budaya. Bab I memuat tentang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya, yang meliputi tentang Lahan dan Hutan, Keanekaragaman Hayati, Air, Udara, Laut Pesisir dan Pantai, Iklim, Bencana Alam beserta perbandingan dengan baku mutu (standar/kriteria), perbandingan nilai antar lokasi dan antar waktu, serta analisis statistik sederhana (frekuensi, maksimum, minimum dan rata-rata). Bab II memuat tentang Tekanan Terhadap Lingkungan yang meliputi tentang Kependudukan, Permukiman, Kesehatan, Pertanian, Industri, Pertambangan, Energi, Transportasi, Pariwisata, Limbah B3 beserta perbandingan dengan baku mutu (standar/kriteria), perbandingan nilai antar lokasi dan antar waktu, serta analisis statistik sederhana (frekuensi, maksimum, minimum dan rata-rata). Bab III memuat tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan yang meliputi tentang Rehabilitasi Lingkungan, Pengawasan Amdal, Penegakan Hukum, Peran serta masyarakat, dan Kelembagaan serta perbandingan nilai antar lokasi dan antar waktu, serta analisis statistik sederhana (frekuensi, maksimum, minimum dan rata-rata). Rekomendasi bagi pengelolaan lingkungan di tahun 2010 disajikan secara umum, isi rekomendasi menekankan pada keberlanjutan dan upaya peningkatan program pengelolaan yang telah ada, upaya peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat serta koordinasi antar lembaga dan antar wilayah administrasi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Data bagi penulisan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2010 ini berasal dari berbagai sumber termasuk instansi-instansi terkait di wilayah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hasil penelitian dan pemberitaan dari media massa.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, keadaan dan mahkluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya, sehingga kualitas lingkungan hidup perlu dijaga dan dikelola dengan bijaksana. Sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan sumber penting bagi kehidupan umat manusia dan mahkluk hidup lainnya. Sumber daya alam menyediakan sesuatu yang diperoleh dari lingkungan fisik untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, sedangkan lingkungan merupakan tempat dalam arti luas bagi manusia dalam melakukan aktivitasnya sehingga pengelolaan sumber daya alam harus mengacu pada aspek konservasi dan pelestarian lingkungan. Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara dan pusat kegiatan dan pesatnya pembangunan di berbagai sektor selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga dapat menambah beban pada lingkungan terutama akibat meningkatnya limbat padat, cair, gas serta eksploitasi sumber daya alam telah memberikan dampak pada semakin berkurangnya daya dukung lahan dan lingkungan. Perjalanan pembangunan kota yang pada tahap awalnya hanya ditekankan pada peningkatan produktivitas/pertumbuhan ekonomi telah mulai bergeser pada upaya-upaya yang lebih proporsionil antara kepentingan ekonomi dan keseimbangan lingkungan melalui proses perencanaan pembangunan yang lebih partisipatif yang melibatkan peran serta para pelaku pembangunan (stake holder) dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan guna terwujudnya tata pemerintahan yang baik (good governance).

B.

Tujuan Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah

Tujuan utama penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta adalah : 1. Menyediakan dasar bagi perbaikan pengambilan keputusan pada semua tingkat; 2. Meningkatkan kesadaran dan kefahaman akan kecenderungan dan kondisi lingkungan; 3. Memfasilitasi pengukuran kemajuan menuju keberlanjutan. Laporan ini dimaksudkan untuk mendokumentasikan perubahan dan kecenderungan kondisi lingkungan. Pelaporan yang rutin akan menjamin akses informasi lingkungan yang terkini dan akurat

Pendahuluan

Halaman I - 1

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

secara ilmiah bagi publik, industri, organisasi non-pemerintah, serta semua tingkatan lembaga pemerintah. Laporan SLHD juga menyediakan referensi dasar tentang keadaan lingkungan bagi pengambil kebijakan sehingga memungkinkan dapat menjadi kebijakan yang baik dalam rangka mempertahankan proses ekologis serta meningkatkan kualitas kehidupan di masa kini dan masa datang.

C. 1.

Metodologi Penyusunan Sumber Data

Data dan informasi yang digunakan untuk menyusun buku laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta adalah data dan informasi yang dikumpulkan oleh instansi yang ada di lingkungan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan data yang bersumber dari laporan penelitian tahun 2010. 2. Pendekatan Penyusunan

Untuk mencapai maksud dan tujuan penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta sebagaimana dikemukakan di atas, diupayakan koordinasi penyusunan dengan memperhatikan beberapa aspek, terutama :  Aspek fungsional, yakni penelusuran adanya kaitan kegiatan dan keterpaduan fungsi antara satu instansi dengan instansi lainnya yang menangani urusan yang telah menjadi kewenangan Pemda DKI Jakarta. Selain itu diidentifikasi juga tugas pemerintahan dan tugas pembangunan yang masih menjadi kewenangan pemerintah pusat.  Aspek formal, yakni upaya penerapan petunjuk tingkat nasional, yang disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan DKI Jakarta.   Aspek struktural, yakni penelusuran kaitan dan koordinasi kerja setiap tingkatan instansi. Aspek material, yakni penelusuran adanya kaitan dan koordinasi antar instansi dalam penyajian dan pemanfaatan data.  Aspek operasional, yakni penelusuran adanya kaitan dan keterpaduan dalam penentuan langkah-langkah penyusunan, baik dari segi waktu dan lingkup data. Untuk mencapai tujuan dan sasaran buku Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta ini, pendekatan yang ditempuh dalam rangka pengumpulan data dijelaskan sebagai berikut :  Penelusuran kembali berbagai dokumen yang memuat rumusan kebijaksanaan baik produk Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, baik tentang pembangunan sektoral di daerah maupun tentang pengelolaan lingkungan hidup.

Pendahuluan

Halaman I - 2

 Data tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan diperoleh dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup Dearah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta.3 . Tahapan Penyusunan Buku Laporan dan Buku Data Penyusunan Buku Laporan (Buku I) dan Buku Data (Buku II) dilaksanakan secara simultan. Gambaran tentang kualitas lingkungan hidup DKI Jakarta tahun 2010. 1. Dinas Kelautan dan Pertanian. Tahap Evaluasi Evaluasi diarahkan pada tiga aspek utama. D. Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta meliputi pemantauan kualitas lingkungan hidup di wilayah DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010  Pengumpulan data Tekanan terhadap lingkungan tahun 2010 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta. 1. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.3. Data Lingkungan yang terkumpul baik berasal dari sektor maupun hasil monitoring dan evaluasi (monev) BPLHD Provinsi DKI Jakarta disusun dan dianalisis secara komprehensif.  1.  Upaya pengendalian dampak baik yang telah dilaksanakan oleh masing-masing instansi sesuai dengan tugas pokoknya maupun melalui koordinasi instansi terkait. dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Prosedur Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Proses Kegiatan Tahap Pemantauan Pemantauan dilakukan terhadap semua aspek kependudukan dan lingkungan hidup. analisis data. pengumpulan dan pengolahan data. Dinas Pertamanan dan Pemakaman. yaitu :  Kegiatan sosial ekonomi yang potensial menimbulkan dampak pada komponen kependudukan dan lingkungan hidup. melalui pengumpulan data yang dilakukan oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD). Pendahuluan Halaman I .2. Dinas Teknis lainnya secara berkala yang selanjutnya disusun menjadi data dasar oleh Badan Pusat Statistik DKI Jakarta. Dinas Kesehatan.  Data kegiatan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya diperoleh dari BAPEDA DKI Jakarta.1. BPLHD Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya. 1. BPS Provinsi DKI Jakarta.

Sistematika Penyajian (1) Buku II (Buku Data) Penyusunan Buku Data didasarkan pada data lingkungan hidup yang benar. Bab 2 menjelaskan Tekanan Terhadap Lingkungan. Bab 3 menjelaskan Upaya Pengelolaan Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. namun tetap diupayakan untuk memenuhi jumlah dan jenis data (tabel data) semaksimal mungkin. dan lahan. Buku II (Buku Data) merupakan kumpulan data dasar tentang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya. Kualitas lingkungan hidup berdasarkan media air. Data tersebut dikumpulkan menurut prosedur pendataan sesuai dengan kaidah data yang benar. Walaupun kondisi dan permasalahan Provinsi DKI Jakarta relatif berbeda dengan Daerah Tingkat I lainnya. Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor 1822 tahun 2002 tentang Pembentukan Tim Penyusun Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta merupakan landasan legal yang menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. Kualitas dan kuantitas sumberdaya alam termasuk keanekaragaman hayati. tergantung dan didasarkan pada data dasar yang digunakan sebagai informasi bagi peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat serta para pengambil keputusan dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. dan penyajian laporan dengan menggunakan pendekatan model P-S-R (Pressure-State-Response). (2) Buku I (Buku Laporan) Buku I merupakan penjelasan hasil identifikasi dan analisis data yang disajikan pada buku II. sedangkan analisis dalam penyusunan laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. E. udara. Ruang lingkup pedoman ini meliputi : a b c 2. akurat dan ilmiah. Pendahuluan Halaman I . Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan penyusunan laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2010 paralel dengan kegiatan rutin BPLHD dan didukung berbagai sektor terkait termasuk pengumpulan data monev yang dilakukan sepanjang tahunnya.4 . Tekanan Terhadap Lingkungan dan Upaya Pengelolaan Lingkungan. Buku I tersebut disistematisir menjadi tiga bab yaitu :    Bab 1 menjelaskan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya. Kualitas penduduk dan sosial ekonomi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dokumentasi kebijakan.

[2] meningkatnya produksi sampah kota dan belum tersedianya pola penanganan yang efektif dan efisien. [6] masih buruknya prasarana dan sarana pelayanan publik. [5] belum optimalnya penataan ruang dan peruntukan penggunaan lahan. Bidang Ekonomi Meskipun Pemerintah DKI Jakarta telah berupaya melakukan terobosan namun hasilnya belum terlihat maksimal. dimana roda perekonomian belum berjalan secara optimal. [3] belum tertanganinya masalah sampah dengan teknologi modern. [2] pola dan perilaku masyarakat dan dunia bisnis cenderung kurang bersahabat pada lingkungan hidup. [5] belum optimalnya penataan ruang dan peruntukan penggunaan lahan.5 . [3] bahaya banjir tetap mengancam setiap tahun. Pendahuluan Halaman I . sehingga pencemaran Jakarta masih terus berlangsung. [4] Jakarta sangat polutif dan merupakan kota yang memiliki tingkat pencemaran tinggi. trotoar. 3. Bidang Sarana dan Prasarana Kota Persoalan menonjol yang memerlukan perhatian serius berkaitan dengan prasarana dan sarana publik adalah : [1] belum berhasilnya penanganan permukiman kumuh melalui ressetlement. Kesenjangan ekonomi baik antar pelaku ekonomi maupun antar golongan pendapatan masih cukup tajam dan terjadi pada segala aspek kehidupan. BBM dan air tanah. 2. [2] banjir yang terus terjadi setiap tahun di sejumlah lokasi walaupun saat ini sifatnya hanya genangan sementara.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 F. Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Jakarta dengan jumlah penduduk yang besar dan pendapatan masyarakat yang relatif tinggi dibanding masyarakat lainnya di Indonesia. [4] belum memadainya fasilitas jalan. karena pesatnya pembangunan dan sistem drainase yang kurang baik. yaitu [1] terus berlangsungnya dalam mengkonsumsi produk yang berasal dari SDA seperti. sehingga struktur dan fundamental ekonomi sangat rentan terhadap gejolak yang terjadi. Beberapa catatan berikut ini menunjukkan keriusan sebagian besar masyarakat pada masalah SDA dan lingkungan hidup di Jakarta : [1] terus berlangsungnya peningkatan konsumsi BBM tanpa upaya penghematan serta kesadaran yang rendah pada pemanfaatan energi alternatif. menghadapi dua persoalan besar berkaitan dengan isu SDA dan lingkungan hidup. Isu-isu Utama Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Secara umum gambaran isu-isu yang mempengaruhi kualitas lingkungan hidup di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 adalah sebagai berikut : 1.

bukan hanya menyebabkan pendapatan mereka turun drastis. pengemis dan anak jalanan yang memerlukan perhatian dan pertolongan di satu sisi tetapi juga dibutuhkan ketegasan dalam penanganannya di lain pihak. Sehingga akhirnya mereka harus tinggal di pemukiman yang padat dengan kualitas lingkungan hidup yang tidak sehat. 5. jumlah pengguna narkoba juga semakin bertambah. Hal ini menjadi masalah ketika kota tidak mampu untuk menyediakan fasilitas kehidupan yang layak bagi pendatang dan keluarga kurang mampu dengan angka kelahiran yang tinggi. Masalah sosial lainnya yang timbul akibat krisis dan sulitnya lapangan kerja adalah semakin banyaknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). seni budaya. Bidang Sosial Budaya Bidang sosial budaya mencakup aspek yang sangat luas meliputi aspek kehidupan beragama. permuseuman.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 4. Pendahuluan Halaman I . Banyaknya masyarakat yang terpuruk akibat krisis multi dimensi yang lalu. Sebagian dari mereka adalah pengamen. Namun demikian dalam banyak hal dalam berbagai aspek ini saling kait-mengait yang memerlukan penanganan secara terpadu. olah raga dan kepemudaan. Kondisi ini dapat menimbulkan ketegangan dalam masyarakat sehingga mudah emosi dan ter-provokasi menjadi perkelahian antar warga masyarakat. Sementara itu. sehingga program-program tentang penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat perlu terus dilanjutkan. Besarnya jumlah penduduk ini antara lain disebabkan oleh tingginya angka kelahiran serta banyaknya pendatang dari luar daerah ke Provinsi DKI Jakarta.6 . tetapi juga banyak diantara golongan masyarakat kecil itu kehilangan pekerjaan ataupun usahanya menjadi bangkrut. pedagang di lampu lalu lintas. Kependudukan dan Ketenagakerjaan Persoalan kependudukan di DKI Jakarta pada dasarnya adalah jumlah penduduk yang terlalu besar jika dibanding dengan daya tampung wilayah dan pelayanan yang bisa diberikan oleh kota. Tentunya kondisi ini tidak boleh berlangsung secara terus menerus dan harus ditanggulangi segera. Beragamnya masyarakat yang tinggal di DKI Jakarta dapat menimbulkan terjadinya peristiwaperistiwa yang bersifat primordial dan partisan. kesejahteraan sosial. karena berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban umum. Sebagian dari mereka terutama akar rumput (grassroot) sangat fanatik terhadap kelompoknya sendiri dan menganggap kelompok lain sebagai saingan dan musuhnya. pemberdayaan masyarakat. Konflik sosial semacam ini sering terjadi di sejumlah wilayah dengan latar belakang dan penyebab yang sangat kecil.

Berkait dengan masalah kependudukan di Provinsi DKI Jakarta. Pendahuluan Halaman I . dan operasional) dipastikan akan menimbulkan dampak negatif dan dampak positif yang besar ataupun yang penting bagi lingkungan hidup disekitarnya. 2. Dalam upaya mengantisipasi dan mengelola perubahan-perubahan yang timbul akibat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan yang berpotensi menimbulkan dampak-dampak penting. namun demikian bukan berarti pembangunan terhambat maka yang perlu dilakukan adalah pengelolaan pembangunan yang ramah lingkungan. 3. Tingginya tingkat pengangguran. masalah ketenagakerjaan yang muncul adalah pengangguran dan kualitas tenaga kerja yang masih belum memadai atau tidak sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang tersedia. dalam konteks menciptakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkesinambungan dan bertanggung jawab.. Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). Rendahnya sikap dan pengetahuan tentang kesehatan keluarga dan kesejahteraan keluarga terutama di kalangan penduduk miskin. konstruksi. Pencari kerja melebihi ketersediaan lapangan kerja. 3. 4. 4. 5. Pelayanan mengenai kependudukan dirasakan masih belum memadai. Urbanisasi ke Provinsi DKI Jakarta masih sulit dikendalikan. Beberapa masalah yang menonjol yaitu : 1. maka diwajibkan kepada pemrakarsa dan pelaku usaha untuk membuat/memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Provinsi DKI Jakarta yang berperan ganda baik sebagai pemerintahan daerah juga sebagai Ibu Kota Negara memiliki kompleksitas permasalahan terutama dibidang pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.7 . Persoalan semacam ini tentu saja menjadi kendala pembangunan Provinsi DKI Jakarta yang dituntut memiliki sumber daya manusia yang produktif dan efektif dalam bekerja. 2. Penduduk Provinsi DKI Jakarta kurang berminat jadi TKI. Ketaatan terhadap peraturan ketenagakerjaan masih rendah. terutama dalam era perdagangan bebas AFTA 2013.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Beberapa permasalahan bidang kependudukan di Provinsi DKI Jakarta : 1. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2000 tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 1996 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dalam Kerangka Sistem Informasi Manajemen Kependudukan Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta belum berjalan baik. Ketidaksesuaian antara kualitas angkatan kerja dengan persyaratan lapangan kerja. Walaupun demikian sangat dipahami dalam proses realisasi pembangunan tersebut (pra-konstruksi.

1. Banjir 2. Sungai.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Beberapa faktor yang menjadi isu utama dalam kaitannya sebagai kontributor terhadap perubahan lingkungan hidup sesuai dengan prioritas pembangunan daerah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 yang dapat mengurangi kualitas lingkungan di DKI Jakarta. Pencemaran (Situ. dengan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Kebijakan Pembangunan Daerah Berkelanjutan Provinsi DKI Jakarta Pembangunan di DKI Jakarta adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional secara keseluruhan dan pembangunan pada hakekatnya adalah suatu proses perubahan menuju peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik dengan menempatkan manusia sebagai pelaku sekaligus bagian dari proses perubahan melalui pemanfaatan teknologi dan sumberdaya secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. pengawasan. Membangun sarana dan prasarana kota yang menjamin kenyamanan. Udara) 3. dan pengendalian pembangunan. Permukiman dan Kemiskinan G. Melayani masyarakat dengan prinsip pelayanan prima. Visi dan Misi Pemerintah Provinsi dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta Visi dan Misi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Visi : “Jakarta Yang Nyaman dan Sejahtera Untuk Semua” Misi : 1. 3. antara lain : 1. Limbah Padat dan Cair 4 Transportasi 5. 4. 5. Laut. pelaksanaan. Memberdayakan masyarakat dengan prinsip pemberian otoritas pada masyarakat untuk mengenali permasalahan yang dihadapi dan mengupayakan pemecahan yang terbaik pada tahapan perencanaan. Membangun tata kelola pemerintahan yang baik dengan menerapkan kaidah-kaidah “Good Governance” 2. Pendahuluan Halaman I . Menciptakan lingkungan kehidupan kota yang dinamis dalam mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan.8 .

misi. 2. Memainkan peran aktif dan sentral dalam mendorong institusi pemerintah maupun swasta untuk membangun sarana dan prasarana kota dengan prinsip Pembangunan Berkelanjutan secara konsisten. tujuan dan strategi pembangunan yang mampu mengakomodasi semua kepentingan tersebut di atas secara terpadu. 2. Prioritas Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta Kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 secara umum diarahkan kepada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pendahuluan Halaman I . Memberi pelayanan prima pada masyarakat berkaitan dengan berbagai informasi dan kebijakan seputar lingkungan hidup yang menjadi tanggung jawab BPLHD dengan menerapkan kaidahkaidah Good Governance.9 . khususnya dalam menentukan prioritas pembangunan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Visi dan Misi BPLHD Provinsi DKI Jakarta Visi : “Mewujudkan BPLHD sebagai penyelamat lingkungan dan pelopor perubahan paradigma isu lingkungan dari beban menjadi aset dalam pembangunan berkelanjutan” Misi : 1. Peran Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara dan fungsi Provinsi DKI Jakarta sebagai Kota Jasa (service city) menghendaki adanya visi. instansi. 3. Konflik kepentingan yang muncul. koordinasi dan kerjasama yang efektif terkait dengan pengelolaan sumberdaya lingkungan hidup baik antar sektor. mendidik dan memberdayakan masyarakat dan swasta untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai pembangunan dan peningkatan kualitas kehidupan sosial masyarakat majemuk perkotaan. peningkatan kualitas keamanan dan ketertiban kota sebagai kebutuhan dasar (basic need) masyarakat. hendaknya dapat dieliminir karena telah menyebabkan timbulnya permasalahan-permasalahan hampir di semua sektor. Mendorong. Permasalahan Provinsi DKI Jakarta pada prinsipnya berakar dari tuntutan peran dan fungsinya yang sedemikian besar. Berdasarkan kebijakan tersebut. maka disusunlah Prioritas Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta. Prioritas pembangunan tahun 2010 ditetapkan dengan memperhatikan isu strategis dan ditindaklanjuti oleh program-program yang bertujuan mewujudkan amanat Visi-Misi sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007-2012. 4. serta peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. baik dalam lingkup nasional maupun daerah. Mendorong tercapainya kesepahaman. maupun wilayah.

serta peningkatan kapasitas ruas jalan dan persimpangan. perairan Teluk Jakarta) yang memenuhi baku mutu. Pengelolaan Fasilitas Pejalan Kaki dan pembuatan jalur bagi sepeda dengan jalur khusus bagi Disabled Person dan Fasilitas Kendaraan Roda Dua. c. Pengelolaan Jaringan Jalan. waduk/situ. terutama dalam rangka pengembangan wilayah Barat-Timur. b. antara lain beroperasinya sarana prasarana penyediaan air bersih bagi masyarakat yang belum terjangkau pelayanan air bersih perpipaan.10 . perluasan dan penambahan jaringan jalan (termasuk jalan layang) di Jakarta. antara lain : tersedianya tahapan pembangunan insfrastruktur pengendalian banjir untuk mengurangi banjir dan genangan di 26 (dua puluh enam) rawan banjir antara lain : Banjir Kanal Timur.  Penanggulangan Polusi. antara lain : meningkatnya status mutu air (sungai. Pengendalian banjir.  Pembangunan Perhubungan dan Transportasi. restrukturisasi trayek angkutan umum dan pengembangan sistem fendor. Beroperasinya Busway koridor 9 dan 10 meningkatnya kualitas pelayanan busway koridor 1 sampai dengan 8. d. Diprioritaskan untuk menghasilkan kinerja antara lain meningkatnya kapasitas pelayanan angkutan umum. antara lain meningkatnya akses Gakin terhadap layanan pendidikan. Penyediaan Sumber Air Bersih. layanan rumah susun sewa serta tertatanya lingkungan permukiman kumuh.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Prioritas pembangunan tahun 2010 diarahkan untuk menghasilkan kinerja sebagai berikut :  Pengembangan Sarana dan Prasarana Perkotaan Diprioritaskan untuk menghasilkan kinerja antara lain : a. Berkurangnya pencemaran air. Berkurangnya polusi udara antara lain : menurunnya tingkat pencemaran udara yang disebabkan oleh emisi dari sumber bergerak (transportasi) dan sumber tidak bergerak (industri) yang melebihi baku mutu udara ambien dan baku mutu tingkat kebisingan. antara lain : optimalisasi. b. antara lain berfungsinya kelembagaan Mass Rapid Transit (MRT). Kali Ciliwung dan Kali Krukut. Diprioritaskan untuk menghasilkan kinerja antara lain : a. Diprioritaskan untuk menghasilkan kinerja antara lain meningkatnya kualitas layanan bagi penduduk miskin. beras murah. Berkurangnya Pendahuluan Halaman I . layanan kesehatan.  Peningkatan Kualitas Pelayanan Keluarga Miskin. Menurunnya jumlah pelanggaran pada Kawasan Dilarang Merokok. muara. permodalan usaha (PPMK).

Reduce and Recycle). antara lain pelayanan kelurahan. korban wabah dan korban bencana. meningkatnya layanan TPS/LPS dan terlaksananya tahapan pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF). penyediaan dana untuk pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin. Pengembangan Puskesmas Kecamatan dengan fasilitas tempat tidur rawat inap.  Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Pendidikan.SKPD lainnya. Tersusunnya peta kompetensi dan terseleksinya pejabat struktural. Terintegrasinya sistem informasi perencanaan dengan program penyusunan anggaran. c. diterapkan sistem 3 R (Reuse. serta peningkatan aparat kesehatan dan peran serta masyarakat. Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain : meningkatnya ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat Kelurahan dan kemampuan masyarakat untuk menyelesaikan Pendahuluan Halaman I . d. berkurangnya anak usia sekolah yang tidak bersekolah. antara lain meningkatnya kemandirian pengelolaan sampah di sumber. SMK. Meningkatnya kompetensi PNS. Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain : Tidak terjadinya putus sekolah bagi siswa SD.  Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan. meningkatnya kompetensi guru dan kapasitas manajemen sekolah.  Penerapan Kaidah Good Governance. SMP. Meningkatnya kualitas pelayanan publik di garis depan. SMA. Terselenggaranya Reformasi Birokrasi antara lain : Terlaksananya reformasi kebijakan. pelaksanaan APBD dan pengawasan pelaksanaan APBD. pelayanan kecamatan dan pelayanan di UPT. Peningkatan pelayanan perizinan. Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain : a. terbentuknya organisasi yang lebih ramping. b. Implementasi sistem akurasi pemerintahan. Tersusunnya sistem remunerasi bagi PNS Provinsi DKI Jakarta dan terimplementasinya pemisahan peran operator dari regulator. e.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 rumah tangga dan non rumah tangga yang membuang limbah domestiknya melebihi baku mutu serta industri yang membuang limbah cairnya melebihi baku mutu. Implementasi E-Procurement. g. Terlaksananya komunikasi langsung masyarakat secara bertatap muka maupun elektronik. Meningkatnya kapasitas penanggulangan sampah. Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain meningkatnya mutu pelayanan Puskesmas Kelurahan pada kelurahan padat penduduk. c.  Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan.11 . Tersusunnya job description untuk setiap jabatan perangkat daerah. tidak mampu. f. meningkatnya mutu lulusan sekolah. Meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat dengan menempatkan tenaga kesehatan masyarakat di kelurahan.

sarana lingkungan. evaluasi dan SAR.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 permasalahan di tingkat komunitas mereka sendiri.  Peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain : dipertahankannya kualitas RTH Publik sebagai sarana sosial. meningkatnya kemampuan pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Menumbuhkembangkan toleransi terhadap perbedaan nilai kehidupan perkotaan yang multi kultural. terintegrasinya seluruh sumberdaya daerah dalam keadaan eskalasi bencana. berfungsinya pengawasan dan penegakan peraturan terhadap keamanan bangunan publik. Perpustakaan Besar DKI Jakarta dan berfungsinya perkampungan budaya betawi sebagai sentra budaya betawi. Meningkatnya peran Jakarta sebagai kota budaya. meningkatnya kapasitas Rukun Warga dalam melayani masyarakat.  Pengembangan Budaya Keragaman Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain : a.12 . meningkatnya kapasitas dan kualitas pelayanan di tingkat Kelurahan. mengembangkan lingkungan perumahan yang sehat. bertambahnya taman interaktif di Kelurahan yang padat penduduk dan disempurnakannya legal enforcement dan enforcement Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) terhadap kawasan yang dikembangkan oleh developer. b. bertambahnya jumlah dan kualitas RTH pada RW kumuh di lima wilayah kotamadya.  Pengelolaan Bencana Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain : meningkatnya peran Pusat Pengendalian Bencana. dikembangkannya Taman Skala Kota. bertambahnya taman kota dan taman pemakaman umum. fasilitas temu budaya lokal/etnis dengan budaya asing. terbentuknya badan usaha yang mandiri dan profesional untuk pembangunan dan pengelolaan rumah susun dan secara bertahap memindahkan penghuni bantaran kali/situ/danau dan permukiman ilegal ke rumah susun. Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) sebagai gedung pentas kelas dunia. Pendahuluan Halaman I . antara lain melalui fasilitas budaya lokal dalam kehidupan multikultur.  Pengelolaan Perumahan dan Permukiman Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain : meningkatnya ketersediaan rumah susun untuk memenuhi kebutuhan penduduk berpenghasilan rendah.  Fasilitas Penyelenggaraan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2009 Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain terselenggaranya keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009. dan identitas kota. antara lain : beroperasinya kawasan Kota Tua.

sekolah. Dengan kata lain prioritas pengalokasian APBD ditujukan pada program yang secara nyata berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja. puskesmas. Untuk menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010  Perluasan Kesempatan Kerja dan Usaha Diprioritaskan untuk mencapai kinerja antara lain bertambahnya kesempatan kerja dan terinformasinya bursa tenaga kerja. 5) Prioritas pengalokasian untuk penambahan kesejahteraan pegawai yang diperoleh dari efisiensi belanja non-fisik. Prioritas Pengalokasian APBD 2010 Berdasarkan Prioritas Pembangunan Daerah sebagaimana dijelaskan diatas. 2) Prioritas pengalokasian pada SKPD yang berfungsi sebagai pelaksana pelayanan langsung publik.13 . Kecamatan dan Kelurahan) melalui pendelegasian kewenangan untuk urusan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. nyata dan untuk kepentingan masyarakat luas (program dedicated). misalnya panti sosial. 3. 4) Prioritas pengalokasian untuk meningkatkan proporsi belanja di tingkat wilayah (Kota/Kabupaten. prioritas pengalokasian anggaran diarahkan sesuai peran SKPD sebagai regulator. Pendahuluan Halaman I . serta langsung menyentuh kepentingan publik. 3) Prioritas pengalokasian untuk menjamin keseimbangan kapasitas aparat dan kemudahan akses masyarakat (penguatan kapasitas Kecamatan dan Kelurahan. supervisor dan operator sesuai tugas pokok dan fungsinya. serta PPMK). Lebih rinci Prioritas APBD dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Prioritas pengalokasian pada kegiatan yang berskala besar. maka kebijakan prioritas pengalokasian APBD 2010 diarahkan untuk menjamin terlaksananya ketiga prioritas pembangunan diatas.

industri. Hak Guna Bangunan. Sedangkan menurut status pemilikannya. tegalan. hidrologi tanah dan keadaan vegetasi alami yang semuanya secara potensial akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan. Pada umumnya. yaitu sarana permukiman/sosekbud. tetapi pergeseran penggunaan lahan tidak akan terlalu jauh Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Lahan permukiman/sosekbud adalah tempat tinggal/halaman sekitarnya dan tempat kegiatan penduduk serta fasilitas pelayanan jasa seperti perdagangan. Pengelolaan lahan yang ramah lingkungan dan penyusunan tata ruang yang tepat. tanah kritis/rusak. Sumberdaya lahan menurut penggunaannya diklasifikasikan menjadi 12 jenis. pendidikan. peribadatan. Lahan perairan adalah lahan yang ditutupi berbagai jenis air permukaan seperti sungai.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 BAB II KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA A. perikanan. yaitu Tanah Negara. pertanian lahan kering. Hak Pengelolaan dan Tanah Milik. perkebunan. areal berhutan. sawah. sarana perhubungan. Dari 12 jenis klasifikasi penggunaan lahan tersebut. padang. topografi/relief. Hak Guna Usaha. penggunaan lahan digolongkan menjadi 6 jenis. padang dan pertambangan terbuka) tidak ada di DKI Jakarta. Hak Pakai. pemakaman dan taman. perkantoran. perpasaran. sehingga dapat diketahui potensi sumber daya lahan untuk berbagai penggunaannya. olahraga. perhubungan. penetapan penggunaan lahan didasarkan pada karakteristik lahan dan daya dukung lingkungannya. waduk dan rawa. hutan.14 . pertambangan terbuka dan perairan. 1. Lahan dan Hutan Lahan Lahan merupakan bagian dari bentang lahan (Landscape) yang meliputi lingkungan fisik. termasuk di dalamnya iklim. permukiman dan penggunaan lainnya. pertanian lahan sawah. industri. Bentuk penggunaan lahan yang ada dapat dikaji melalui proses evaluasi sumber daya lahan. 4 jenis (perkebunan. tanah kritis/rusak. Berdasarkan inventarisasi sumberdaya lahan menurut klasifikasi penggunaan lahan di DKI Jakarta untuk tahun 2010 belum terinventarisir. dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan antara lain banjir. danau. Secara garis besar penggunaan lahan dapat dikelompokkan menjadi : ladang. kekeringan dan longsor lahan. perkebunan.

09 57.34 3.00 25.184.2. Waduk/rawa 12. 12. Perparkiran Areal berhutan 7. 6. Kolam/air tawar Perhubungan 6.993.00 232. Tanah tandus Padang 9. tingginya nilai lahan sebagai akibat pertumbuhan sektor bisnis yang cukup pesat mengakibatkan terjadinya mutasi penggunaan lahan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .70 66.00 237. Kebun campuran Pertanian lahan sawah 3.89 1. Hutan alami 7.15 .2.1.19 390. Terminal bis 6. Perkebunan rakyat Perikanan 5.1.5. Perkebunan besar 4.2. Kawasan 10.00 161.45 809. 2010 NO 1.00 3.00 5. KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN Pemukiman/sosekbud dll Pertanian lahan kering 2. Sungai 12. Ladang 2. Jalan/jalur KA 6.1. 4. 10. 2.1. Tanah rusak 8. Tegalan 2.2.3.78 571.4.215. Sawah irigasi 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 atau dengan kata lain hampir sama dengan keadaan tahun 2009.00 949.92 595.6.00 144.00 1.30 177. 7. Jalan 6. INVENTARISASI SUMBERDAYA LAHAN MENURUT KLASIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN.99 532.387.3.82 4.1. Floodway JUMLAH (Ha) 61.23 825.147.00 93.27 541. 5. Semak belukar Industri 10.2. Hutan sejenis/kota Tanah kritis/rusak 8. 9.2.2.00 1. JUMLAH Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Estimasi Team SLHD.2.12 6. Lapangan udara 6.213.45 4. Non-kawasan Pertambangan terbuka Perairan 12. 8. Adapun perkiraan penggunaan lahan pada tahun 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah : TABEL : II.1.2.00 31. Sawah tadah hujan Perkebunan 4.135.1.00 1.2. 11.233.3. 2010 Peranan lahan sebagai ruang untuk tempat tinggal.1. Khusus di DKI Jakarta.542.1. Rumput/alang-alang 9. Tambak air payau 5. media atau tempat tumbuh tanaman atau wadah bahan galian/mineral menunjukkan bahwa lahan mempunyai kedudukan yang sentral dalam menunjang keberhasilan pembangunan.1.50 223.1.164. Pelabuhan laut 6.

23 Ha. pelabuhan laut 541. Luas lahan untuk masing-masing menurut penggunaannya adalah sebagai berikut : jalan raya pada akhir tahun 2010 diperkirakan tidak berubah.74 %). yaitu Perkampungan Industri Kecil (PIK). seperti sarana permukiman.213.15 %). Selama tahun 2010 penggunaan lahan pertanian sedikit mengalami pergeseran.27 Ha (3. Lahan Peruntukan Perhubungan Pada akhir tahun 2010.77 %). pariwisata dan lainlain.02 Ha) luas lahan industri pada tahun 2010 ini tidak mengalami perubahan.20 %) dan terminal bis seluas 57. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . juga bermanfaat sebagai ruang terbuka hijau yang sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Lahan Peruntukan Pertanian Lahan pertanian selain mempunyai fungsi sebagai sarana penghasil komoditi bahan makanan dan produk pertanian lainnya.00 Ha. Tetapi pada tahun-tahun mendatang diperkirakan mutasi penggunaan lahan dari sarana pertanian. Namun demikian. diantaranya 825. 1. Lahan Peruntukan Perindustrian Penggunaan lahan untuk sarana industri pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 4.59 %) diantaranya terletak di tiga kawasan industri. terutama lahan kering (tegalan) ke sarana lainnya yang lebih menguntungkan dari segi ekonomi diperkirakan akan terus berlangsung sejalan dengan perkembangan sektor bisnis di DKI Jakarta.92 (75.2. 1.00 Ha.00 Ha dan 237. Hal ini membawa permasalahan yang cukup kompleks sehingga peletakan perencanaan di bidang sumberdaya lahan sering mengalami pergeseran. PT. (Persero) JIEP dan PT.09 Ha (10.12 Ha. sarana lainnya terdiri dari jalan/jalur kereta api 595. pelabuhan udara 177.3. perdagangan.527.45 Ha (9. tetap seluas 4. luas lahan sarana perhubungan mencapai 5. karena keterbatasan luas wilayah dan pesatnya perkembangan sektor bisnis di DKI Jakarta menyebabkan kompetisi penggunaan lahan semakin meningkat sehingga lahan yang tersedia untuk sarana pertanian dari tahun ke tahun cenderung semakin menurun. Dibandingkan dengan luas lahan sarana industri tahun 2009 (3.30 Ha tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan keadaan tahun 2009. 1. Luas lahan sawah. lahan tegalan dan lahan perikanan masing-masing seluas 1.16 .542.215.164. perkantoran.135. 1.1.34 Ha (19. (Persero) Kawasan Berikat Nusantara (KBN).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 yang cukup berarti dari sektor yang kurang produktif seperti pertanian ke sektor-sektor lainnya yang lebih menguntungkan.

perdagangan. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Sementara itu. perkantoran. lahan perairan (sungai. kebutuhan akan sarana permukiman/sosekbud dari tahun ke tahun semakin meningkat. Namun demikian.00 Ha. danau/waduk/dam dan rawa serta flood way) yang ada di DKI Jakarta pada tahun 2010 seluas 1. geologi. Ekosistem hutan juga dipengaruhi oleh keadaan iklim. Dibandingkan dengan kondisi akhir tahun 2009 luas hutan mengalami peningkatan 135. sehingga di dalam membangun hutan harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi dan masalah kependudukannya. jenis. Hal ini membawa permasalahan yang cukup kompleks sehingga peletakan perencanaan di bidang sumber daya lahan sering mengalami pergeseran.5. seperti sarana permukiman. Harapan ini perlu didukung bersama untuk mewujudkan. pemanfaatan lahan untuk pembangunan sarana permukiman perlu diatur secara efisien dan se-efektif mungkin seperti pembangunan rumah susun. Hutan Hutan merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah pengendalian daur air. karena banyak kelebihan ekosistem hutan untuk mewujudkan harapan tersebut. luas areal hutan di DKI Jakarta pada tahun 2010 mencapai 809. pariwisata dan lain-lain. keadaan pertumbuhan dan struktur hutannya. tingginya nilai lahan sebagai akibat pertumbuhan sektor bisnis yang cukup pesat mengakibatkan terjadinya mutasi penggunaan lahan yang cukup berarti dari sektor yang kurang produktif seperti pertanian ke sektorsektor lainnya yang lebih menguntungkan. 2. Peranan lahan sebagai ruang untuk tempat tinggal.00 Ha (93. Lahan Peruntukan Lainnya Secara kumulatif. karena keterbatasan luas lahan. luas lahan yang digunakan untuk sarana permukiman/sosekbud diperkirakan mencapai 61.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1.17 . watak pertumbuhan. Nilai peran hutan ditentukan oleh luas.60 %) dari luas wilayah DKI Jakarta. media atau tempat tumbuh tanaman serta wadah bahan galian/mineral menunjukkan bahwa lahan mempunyai kedudukan yang sentral dalam menunjang keberhasilan pembangunan.4 Ha. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dimaksud dan meningkatnya taraf hidup manusia.223 ribu jiwa dengan tingkat pertumbuhan 0. Khusus di Provinsi DKI Jakarta.16 persen per tahun.19 Ha tidak terjadi perubahan.993.4. 1. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 jumlah penduduk DKI Jakarta pada tahun 2010 mencapai 9. Pada tahun 2009. watak tanah dan geomorfologi. Lahan Peruntukan Permukiman Pembangunan dan penyediaan sarana permukiman yang layak dan memadai bagi penduduk merupakan tanggung jawab moril bagi pemerintah DKI Jakarta. erosi dan longsor lahan.147.

atau untuk pelindung suatu ekosistem.1. banjir. hutan kota yang ada tersebar di 47 lokasi dan diperkirakan luasnya sekitar 571.76 Ha dan tidak mengalami perubahan selama kurun waktu 2010. abrasi pantai dan pelindung terhadap tiupan angin. pencegah erosi. pada tahun 2010 luasnya mencapai 44. banjir. Hutan Kota Sampai dengan tahun 2010.  Hutan Konversi. perkebunan. Kawasan hutan lindung yang ada di DKI Jakarta seluruhnya merupakan hutan payau/bakau. pencegahan erosi. Sesuai dengan karakteristik/ciri khasnya dan untuk kepentingan nasional.  Hutan Konservasi. 2. Hutan Lindung Hutan lindung mempunyai fungsi khusus sebagai pelindung tata air. hutan diklasifikasikan menjadi 4 jenis :  Hutan Produksi. Hutan kota yang tersebar di beberapa lokasi tidak dimasukkan dalam salah satu kategori diatas.82 Ha.2. abrasi pantai serta pelindung terhadap tiupan angin.82 Ha dan tidak mengalami perubahan selama tahun 2010. adalah hutan produksi yang dicadangkan untuk dilepas guna memenuhi kepentingan diluar kehutanan seperti untuk pertanian. Hutan Konservasi Hutan konservasi di DKI Jakarta pada tahun 2010 mencapai 188.3.20 Ha dan hutan taman wisata alam seluas 99. Luas hutan kota ini jauh lebih besar dibandingkan dengan luas hutan alami Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . adalah hutan yang karena sifat alamnya diperuntukkan secara khusus untuk melindungi tata air. adalah hutan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan sebagai penghasil komoditi kayu serta hasil hutan lainnya. 2.  Hutan Lindung. pertambangan. kawasan industri atau permukiman penduduk. adalah hutan yang karena sifat-sifatnya diperuntukkan sebagai pelindung dan pelestarian bagi flora dan fauna. berdasarkan peruntukan/ fungsi utamanya. tapi dimasukkan dalam klasifikasi tersendiri. 2.18 . yang ada di DKI Jakarta hanyalah hutan lindung dan hutan konservasi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Prioritas pembangunan yang dilakukan Pemda DKI Jakarta pada bidang kehutanan meliputi pemeliharaan hutan yang sudah ada dan pengembalian fungsi lahan ke rencana tata ruang yang sudah ada.02 Ha terdiri dari hutan cagar alam dan suaka margasatwa seluas 88. Dari ke-empat jenis peruntukan/fungsi hutan diatas.

Tidak berhutan 3).02 - - - - - : Dinas Pertanian dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta. Tidak berhutan 2).2. Berhutan b. Berhutan b. Hasil inventarisasi sumber daya hutan menurut fungsi dan tipe hutan pada tahun 2010 adalah sebagai berikut : TABEL : II. Berhutan b.3. Hutan Konservasi 1). Berhutan b. Tidak berhutan Hutan Lindung a. Tidak berhutan 4. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 18. Tidak berhutan 2).00 70.76 - - - - - - 2. Berhutan b. Berhutan b. 2010 : Sedangkan hasil inventarisasi diperoleh hasil bahwa selama tahun 2010 tidak terjadi perubahan luas. Satwa Margasatwa a. Cagar Alam a. Berhutan b. Hutan Produksi (HP) 1). 3.19 . HP Tetap a.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 (hutan lindung dan hutan konservasi) yang ada di DKI Jakarta atau sekitar 70.00 Ha). Secara lengkap lokasi dan luas hutan kota Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut : TABEL : II. JUMLAH SUMBER DAYA HUTAN MENURUT FUNGSI DAN TIPE HUTAN DI DKI JAKARTA TAHUN 2010 TIPE HUTAN HUTAN BASAH NO FUNGSI PAYAU 1. Tidak berhutan JUMLAH Sumber Keterangan HUTAN KERING GAMBUT PANTAI TROPIK DATARAN RENDAH TROPIK DATARAN TINGGI RAWA 44.20 99. Tidak berhutan Hutan Konversi a.82 188. HP Terbatas a.68 persen dari total luas hutan di DKI Jakarta (809. Taman Wisata Alam a.

00 8.32 3. JIEP Pulogadung 5.00 4.00 2.00 3. Komplek Kopasus Cijantung 7.28 1.00 Ha) KOTAMADYA NAMA/LOKASI HUTAN KOTA LUAS Jakarta Timur Jakarta Pusat Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Kali Pesanggrahan 9. Kampus UI Depok 2. Pondok Indah 7. TMP Kalibata 16.75 28. Kelurahan Ciganjur 11. Kelurahan Cawang 17.00 2. Eks Bandara Kemayoran 2.00 3.00 4.85 1.00 3.00 Ha) KOTAMADYA Jakarta Selatan NAMA/LOKASI HUTAN KOTA 1. Waduk Bea Cukai 1. Kalisari 18.88 22. Museum Purnabakti.00 4. Seskoal 14.64 3.82 30. Yonzikon 13 10. Arhanud SE-10 12. Situ Babakan 3. Situ Mangga Balong 5.00 65.58 8.. Mabes TNI Cilangkap 2.00 2.75 5.56 9. Sespolwan Kebayoran Lama 13. Kampus ISTN 8.50 5. Blok P 6. Komplek Linud Halim PK 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 LOKASI HUTAN KOTA PROVINSI DKI JAKARTA. PT.90 1. sambungan (0.20 . Gudang Peluru Marinir 17.00 27.43 3. Situ Rawa Dongkal 6. Marinir Cilandak 15. Viaduct Klender 12. Kawasan Mabad.00 4.60 4.50 25.00 1. Kawasan Pulomas 15. 2010 (0..30 3.00 3. Manggala Wana Bhakti 19. BPLIP Pulogadung 14.60 14.30 4. Gedung Pemuda Cibubur 8.40 3. Arboretum Cibubur 4. Kelurahan Pondok Kelapa 13.10 10. Fly over Kampung Rambutan 10. Kebun Binatang Ragunan 4. GOR Ragunan 18.00 140. Manggala Wana Bhakti LUAS 55.00 5. Kelurahan Kelapa Dua Wetan 16. Gelora Bung Karno 1.90 3.30 bersambung . TMII 11. Bumi Perkemahan Cibubur 9.

jalan Kebayoran Lama dan Cileduk Raya.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 3.00 2. Tapak Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . landai dengan kemiringan lereng 8-25 persen (2. LPA. Kawasan ini terletak pada akses Jalan Srengseng Raya.4 Ha). PT. 1). Sisi utara dan selatan hutan tersebut berbatasan langsung dengan jalan raya dan Sungai Pesanggrahan. seluas 15 Ha dan secara geografis terletak pada 6 13’12” LS dan 106 49” BT. Kecamatan Kembangan. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) 5. Ancol 6. Berdasarkan wilayah adminstrasi pemerintahan kawasan ini termasuk wilayah kota Jakarta Barat.10 Ha) dan sisanya merupakan hamparan gelombang agak dengan kemiringan lereng >25 persen (1. Srengseng 2.21 . O O Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan hamparan dataran dengan kemiringan lereng 0-3 persen (7. Jakarta Propertindo 4. Hutan Kota Srengseng pada hakekatnya merupakan tipe hutan konservasi resapan air. 2010 : 3.00 8. Srengseng wilayah Jakarta Barat. pada hakekatnya mencakup dasar penetapan lokasi (status kawasan). yang dapat dicapai melalui jalan Tol Merak-Jakarta. Hutan Kota Srengseng terletak di Jalan Haji Kelik. iklim dan hidrologi.20 2.20 Ha). Gelora Bung Karno 4. yang secara rinci diuraikan sebagai berikut. Yayasan Said Naum 1. Hutan Kota Srengseng Jakarta Barat Kawasan hutan Srengseng ditetapkan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 202 Tahun 1995.00 2. dan bagian lainnya dibatasi dengan kawasan permukiman terutama dari kelompok sosial menengah dan penduduk asli kawasan tersebut.50 6.00 3. Kuburan Belanda.00 4.49 1.82 Uraian deskripsi hutan kota kawasan Provinsi DKI Jakarta. Kali Karang (Seratus Kota) 7.00 571. habitat dan keanekaragaman hayati. Waduk Pluit 2. fungsi dan manfaatnya. PT. letak dan luas lokasi. Danau Sunter 3. pencapaian lokasi (status aksesibilitas). Astra Honda Motor 8.59 3. lokasi wisata dan center aktivitas masyarakat. konfigurasi lapang. Eks Babeks Sungai Bambu JUMLAH LUAS HUTAN KOTA Sumber Keterangan : Dinas Pertanian dan Kelautan Provinsi DKI Jakarta. yang difungsikan sebagai wilayah resapan air dan plasma nutfah. Kelurahan Srengseng.08 15.60 1. Masjid Istiqlal Jakarta Barat Jakarta Utara 1.

wahana penelitian plasma nutfah dan pelatihan bagi petugas pengelola hutan kota di seluruh DKI Jakarta dan sekitarnya. Kondisi hutannya mencerminkan bentuk hutan yang telah kembali hijau dari kondisi yang sebelumnya dengan terlihat beberapa lapisan tajuk yang terbentuk. Gapura hutan kota yang cukup megah yang dibangun tahun 2007. Jenis yang tumbuh di areal ini adalah jenis Mahoni. Hutan Kota Kampus UI Jakarta Selatan Hutan kota Kampus Universitas Indonesia ditetapkan berdasarkan SK Rektor UI Nomor Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Lamtoro dan Bintaro. strata II. Habitat kawasan hutan kota ini. juga dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi. Fasilitas yang terdapat di hutan kota Srengseng sudah sangat lengkap bila di bandingkan dengan hutan kota lainnya diantaranya adalah :      Taman rekreasi beserta beberapa jenis mainan anak-anak.22 . Areal yang cekung jika dialiri air yang drainasenya kurang baik karena berbentuk memutar di dalam kawasan hutan kota dari kali Pesanggrahan akan menuju blok rawa. buah maupun yang dapat mendatangkan serangga sebagai pakan burung. landai. Flamboyan dan Jati. Ketapang. dibawahnya dan tumbuhan bawah. Kawasan hutan ini berfungsi sebagai kawasan lindung baik flora dan fauna. Jenis-jenis vegetasi pada setiap plot terdapat pada strata IV tersebut dari jenis vegetasi yang lebih banyak dibandingkan pada strata lainnya. Jenis-jenis pohon yang tumbuh di hutan kota Srengseng sebanyak 65 jenis pohon. terdiri dari tiga bentuk ekosistem perairan. Pohon-pohon yang tumbuh di area yang cekung diantaranya jenis Akasia.570 Ind/Ha. agak curam dan curam. Stratafikasi yaitu strata I. 2). baik pada lapisan tajuk teratas. Vegetasi pada strata IV tersebut jenis vegetasi yang berupa pohon menghasilkan bunga. pembangunan tata hijau dan bentuk konfigurasi lapangan yang relatif beragam komponen pembangunan tata hijau yang merupakan wujud hutan kota. Jenis yang lebih banyak tumbuh di areal datar dan landai. strata III dan strata IV. Jenis yang mendominasi lokasi ini adalah Akasia (Acasia auricoformis) yang terdapat plot. Pada areal yang datar terdapat areal bekas pembuangan sampah. Pada lokasi hutan kota Srengseng ini terdapat 4 layer dengan kerapatan rata-rata 2. Tempat atraksi yang dibangun tahun 2007 yang biasa digunakan untuk berbagai kegiatan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 memiliki topografi yang bervariasi yaitu dengan area datar. Jenis yang dikembangkan merupakan koleksi dari berbagai tetumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan kenyamanan serta merupakan kawasan resapan air untuk kepentingan tata air tanah (hidrologis). Menara pengamatan yang digabung dengan fasilitas papan panjat. Tempat parkir yang cukup luas dan memadai.

pada ketinggian tempat 74 meter dari permukaan laut. Dalam status hukum tersebut UI wajib mengedepankan kinerja pengelolaan sebuah universitas publlik dengan prinsip-prinsip efisien. UI secara resmi menempati kampus baru seluas 318 Ha yang berlokasi di Depok (wilayah perbatasan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat). tanggal 31 Oktober 1988 lalu diperbaharui dengan SK Gubernur Nomor 3487/1999 dengan nama Mahkota Hijau.4 Ha) yang pada awalnya didominasi oleh penggunaan tanah sawah. yang diupayakan dalam bentuk tiga Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Hutan Kota UI dapat ditempuh dengan jalan kaki maupun dengan kendaraan roda dua.40 Ha secara geografis terletak pada 6 20’45” LS dan 106 49’15” BT. dengan kemiringan lereng 8-25 persen (13. Dalam alokasi pembangunan hutan kota di kawasan ini terdiri dari dua kelompok. Habitat kawasan hutan kota ini terdiri dari dua bentuk ekosistem [a] ekosistem perairan yang merupakan wahana tandon perairan (situ). Hutan kota kampus Universitas Indonesia berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan 55. sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Pondok Cina Kota Depok. UI ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Mandiri berstatus Badan Hukum Milik Negara (BUMN) atau Autonomus Public University. disamping kampus lama jalan Salemba 4 seluas 93.850 M dan jalan Pegangsaan Timur seluas 7.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 84/SK/12/1988. dan [b] kawasan hutan kota yang direncanakan sebagai wahana koleksi pelestarian plasma nutfah. Kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan. Keadaan topografi di kampus UI-Depok berdasarkan peta topografi tanah Kota Depok berupa hamparan landai dengan kisaran 3-8 persen (76. Hutan kota kampus UI berbatasan langsung dengan pusat kegiatan/aktivitas yang terletak di kota Depok. wahana koleksi pelestarian plasma nutfah. yang difungsikan sebagai wilayah resapan air. Kecamatan Jagakarsa. Pada saat sekarang sebagian lahan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas akademik.6 Ha. Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan hamparan landai dengan kisaran 3-8 persen seluas (76.40 Ha kawasan ini termasuk wilayah Kota Jakarta Selatan.703 M 2 2 O O keduanya di Jakarta. akuntabilitas dan transparansi. efektivitas. Sejak 5 September 1987.23 . wahana penelitian dan sarana rekreasi alam. Pada tanggal 26 Desember 2000. selain itu memiliki lahan bergelombang ringan dengan kemiringan lereng 825 persen (13. Wilayah kampus UI beserta hutan kotanya sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Jagakarsa. sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Beiji Timur Kota Depok.6 Ha) yang terdapat disepanjang bibir lembah kampus UI pada ketinggian tempat 74 meter dari permukaan laut. yaitu [a] pembangunan ekosistem perairan seluas 10. Kelurahan Srengseng Sawah dan selebihnya wilayah Depok (34.6 Ha). hutan karet dan perkampungan. Hutan kota kampus Universitas IndonesiaI seluas 55.6 Ha) Provinsi Jawa Barat.4 Ha) dan bergelombang ringan.4 Ha dan [b] pembangunan hutan kota seluas 79.

Sedangkan dalam hutan kota UI terdapat shelter-shelter peristirahatan. rattus exulans. Ikan. kawasan lindung pelestarian plasma nutfah. Fakultas Politeknik. Remis (corbicula javanica). kebun. tegalan. halte. Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan resapan air. dan baru terealisasi sebanyak 41 jenis. Bellamya javanica. Pusgiwa. burung Cabe (dicaeum trochileum). empang. kimia dan fakultas sastra. rattus norvegius. farmasi. Tikus. Disisi lain kawasan ini juga dipergunakan sebagai penyuluhan mahasiswa tentang arti penting lingkungan tata hijau diwilayah perkotaan. serta Walet sapi (collocalia linchi). Fakultas Psikologi. rattus diardi. Fakultas Ilmu Komputer. Untuk jenis burung terdiri 56 jenis. Fasilitas olah raga berupa lapangan bola kaki. geografi. Untuk jenis Tikus besar di kampus UI ada 5 (lima) yaitu rattus tiomanicus. Diantaranya banyak dijumpai yaitu Bondol jawa (lonmchura linchi). Bunglon serta jenis Serangga. menara pengamatan dan beberapa tempat sampah. Adapun satwa yang ada di kawasan kampus UI-Depok beserta hutan kotanya terdiri dari Burung. Fisip. Fasilitas-fasilitas ini merupakan satu kesatuan dari rancangan yang tidak bisa dipisahkan karena di dalam pengembangannya seluruh potensi ini akan saling mendukung. Perpustakaan Pusat maupun fakultas masing-masing. lapangan volly. Hutan Kota Waduk Sunter Kawasan hutan kota waduk Sunter Utara. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Burung-burung itu dalam tujuh habitat berbeda. dari rencana 184 jenis yang akan dibudidaya. Pusat Antar Universitas. lapangan parkir. Fasilitas peribadatan berupa mesjid UI. Katak dan beberapa satwa liar seperti Ular. bandicota indica. Kadal. Fakultas Teknik. bagi mahasiswa biologi. Fakultas Sastra. pramuka maupun pecinta alam. yaitu danau. Pusat Studi Jepang. serta laboratorium tanaman obat dan rumah kaca. serta sebagai kawasan rekreasi baik bagi masyarakat kampus maupun masyarakat sekitarnya. lapangan tenis. 3). juga dimanfaatkan sebagai wahana biodiversitas (keanekaragaman hayati). sawah. Bondol dada sisik (lonchura ponctulata). karet dan hutan penghijauan. plang peringatan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 ekosistem yaitu [a] pepohonan yang berasal dari Wales Barat. lapangan hocky. lapangan basket. serta adanya fasilitas pendukung berupa guest house. Komponen pembangunan Mahkota Hijau hutan kota Kampus UI yang merupakan wujud hutan kota. dilingkungan komplek perumahan Sunter yang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . alang-alang. [b] pepohonan yang berasal dari Wales Timur dan [c] vegetasi asli Jakarta dan sekitarnya. Kijing (pilsbryconcha exilis). lapangan bulu tangkis. Fakultas Hukum. Fakultas MIPA. Jenis rayap subteran yang banyak adalah macrotelmes gilvus. rumah makan. Sedangkan untuk jenis Molusca air tawar ditemukan Gondang (pila scutata).24 . plang hutan kota. Keong mas (pomacea sp). Fasilitas yang ada di sekitar kawasan hutan kota kampus UI di Depok terdiri dari fasilitas pendidikan dengan terdapatnya Fakultas Ekonomi.

Fasilitas-fasilitas yang terdapat di hutan kota waduk Sunter belum banyak karena masih dalam tahap proses perlindungan habitat dan penanganan sampah. Sedangkan jenis-jenis satwa liar yang ada antara lain. pengendali intrusi laut.0 Ha. Kelapa (coco nucifera). Melina (gmelina arborea). seperti Emprit (lonchura sp). dan beberapa jenis serangga meliputi Kupu Kuning. Untuk mencapai kawasan ini. yang merupakan satu kesatuan ekosistem. Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan hamparan dataran rendah. dan Kutilang (pycnonotus surigaster). O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . menuju kearah perumahan Sunter melalui jalan raya menuju ke PRJ.20 Ha. Kiara payung (filicium deficien). ditetapkan oleh Wali Kota Jakarta tahun 1988 dan diperbarui dengan SK Gubernur Nomor 317/1999. Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung. dan beberapa jenis lainnya.25 . kawasan ini termasuk dalam wilayah kota Jakarta Utara. dengan ketinggian tempat ± 2. koleksi pelestarian plasma nutfah. Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan penyangga lingkungan permukiman. Selain itu bisa juga ditempuh melalui kawasan Ancol menuju Kemayoran lalu langsung ke arah Waduk Sunter. sangtuari satwa. Angsana (pterocarpus indicus). Jenis pepohonan yang dibudidayakan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dikelola oleh Badan Pengelola Sunter. Kadal (mabuia sp). Nilai kerapatan pohon pada lokasi ini pada berbagai plot sangat berbeda-beda dan didapatkan rata-rata 1500 – 2445 Ind/Ha. Tanjung (mimomosops elengi). namun hingga kini baru terbudidaya tanaman Mahoni (sweitania mahagoni). Kaya (kaya anthoteca). Kecamatan Tanjung Priok dan Kelurahan Papanggo. Dalam rencana pengembangannya kawasan ini akan diupayakan dengan berbagai macam jenis. Luas kawasan hutan kota berdasarkan penetapannya 8. yang secara geografis terletak pada 6 51’23” LS dan 106 54’39” BT. Ketapang (terminalia catapa). Bondol (lanchura sp). pada hakekatnya merupakan jenis terpilih yang fungsi jasa biologisnya dapat diandalkan untuk melerai berbagai jenis pencemaran udara. Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahannya. dan wahana rekreasi/wisata. Kawasan hutan kota ini. Belalang. Flamboyan (delonix regia). Glondongan (plyanthia sp).4 meter dari permukaan laut. Bungur (lager stromea speciosa). Trembesi (samanea saman). Kawasan hutan ini dibangun pada bagian menyusur kawasan danau. Wiyoto Wiyono (Cililitan-Tanjung Priok). terbentuk dalam satu kesatuan areal yang kompak di sekitar situ-situ yang luasnya 40. Kalajengking dan beberapa jenis lainnya. yang merupakan bagian ruang terbuka hijau penyangga permukiman. situasi tapak yang telah direkayasa (galian/timbunan). dapat melalui jalan Tol Ir. Tikus (raffus sp). Prenjak (prinia sp). Bambu apus (bambusa sp).

penetapan lokasinya didasarkan atas Surat Mensekneg Nomor R/34M/Sekneg/16/1987. dan beberapa jenis serangga meliputi Kupu kuning. dan Kutilang (Pycnonotus surigaster). seperti Emprit (lonchura sp). Kalajengking dan beberapa jenis lainnya.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 4).0 meter dpl. Bondol (lanchura sp). Prenjak (prinia sp). pada beberapa lokasi kerapatan bisa mencapai nilai 10. yang merupakan koleksi dari berbagai jenis tumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan. kawasan ini termasuk dalam wilayah kota Jakarta Pusat.5 Ha yang secara geografis terletak pada 6 10’07” LS dan 106 38’32” BT. Kawasan ini mempunyai topografi yang relatif datar dengan kemiringan lahan sekitar 1 persen dan berada pada ketinggian 2. Status hukumnya diperbarui oleh SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 339/2002. Kawasan hutan ini selain berfungsi untuk tujuan konservasi lingkungan sehingga yang dikembangkan tidak hanya keindahan tetapi juga berfungsi untuk mengontrol lingkungan. terutama musim kemarau. khususnya dalam upaya mengendalikan lingkungan fisik kritis di wilayah perkotaan dan penyangga fungsi tata air tanah (hidroologis). Kadal (mabuia sp).60 Ha walaupun luas secara keseluruhan 52.26 . dapat ditempuh melalui jalan Tol Cawang-Tanjung Priok. Fungsi dari waduk ini salah satunya untuk mengontrol banjir dengan pengendalian yang dibantu oleh rumah pompa. jalan Raya Cempaka Putih. Lokasi ini merupakan suatu areal konservasi yang sengaja dibuat dan direncanakan dalam kota baru Bandar Kemayoran yang didalamnya terdapat waduk buatan yang mengatur keluar masuknya air. Trembesi (samanea saman) dan beberapa jenis lainnya. Belalang. Hutan Kota Kemayoran Hutan kota eks Bandara Kemayoran. yang merupakan bagian ruang terbuka hijau lingkungan komplek Pekan Raya Jakarta (PRJ). yang antara lain meliputi Flamboyan (delonix regia). Untuk mencapai kawasan ini. Sedangkan jenis-jenis satwa yang ada antara lain.000 Ind/Ha sedangkan di plot lainnya ada yang hanya 500 Ind/Ha. O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Hal ini tidak berarti negatif tetapi karena adanya penghijauan dan rehabilitasi tanaman yang menggunakan jarak tanam 1x1 M. dan atau melalui jalan Raya Gunung Sahari. Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahannya. Kerapatan pohon secara plot sangat berbeda sekali. menciptakan iklim mikro yang nyaman bagi manusia dengan mempengaruhi radiasi matahari. Kecamatan dan Kelurahan Kemayoran. Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung. Luas kawasan hutan kota ini berdasarkan penetapannya 4. Kawasan hutan kota Kemayoran pada hakekatnya sangat dipengaruhi oleh intrusi air laut. Lokasi terletak berdekatan dengan laut walaupun tidak berbatasan langsung dengan laut. Dalam hutan itu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan jenisjenis spesifik.0-3. Tikus (raffus sp).

mewujudkan habitat tetumbuhan yang berbeda dengan hamparan tetumbuhan lainnya. Menara pengamat yang berada di tengah berfungsi sebagai pengamanan. Untuk mencapai kawasan ini. Selain itu juga sebagai kawasan penyangga lingkungan fisik kritis perkotaan dan kawasan pencegah intrusi air laut. kawasan ini dilintasi oleh anak cabang sungai Cipinang. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya memanfaatkan fungsi jasa biologis tetumbuhan dalam meredam kebisingan suara kapal terbang. yang pada awalnya direkomendasikan seluas 300 Ha kemudian tinggal 70 Ha. Beberapa jembatan yang menghubungkan lokasi-lokasi di dalam hutan kota.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 temperatur udara. Ketetapan berikutnya hanya 3. dapat memanfaatkan akses jalan Raya Pondok Gede-Bekasi dan atau dari jalan Raya Bogor (Cililitan) menuju kearah komplek Lanud Halim. Kawasan hutan kota Lanud Halim. Jenis tetumbuhan di kawasan hutan kota ini. Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan dataran hingga bergelombang ringan. karena keperluan lahan untuk keperluan komplek. dengan kisaran kemiringan lereng 3-9 persen. yang sekaligus bergabung dengan lapangan golf Halim. dan santuari satwa. yang ditetapkan berdasarkan SK Komando Lanud Nomor Shep/14/X/1988 tanggal 21 Oktober 1988 dan diperbarui dengan SK Gubernur Nomor 338/2002. wahana koleksi keanekaragaman jenis dan plasma nutfah. termasuk dalam wilayah Kota Jakarta Timur. sebagai peredam bagi bangunan yang berjarak kurang dari 700 meter dari pusat perkantoran Lanud Halim. Secara geografis kawasan terletak pada 6 47’11” LS dan 106 47’10” BT dan berdasarkan wilayah administrasi pemerintahannya. pergerakan angin dll. Gerbang hutan kota dan pagar yang berfungsi sebagai pengaman. sering terjadi penggenangan air limpasan sesaat. Hutan Kota Komplek Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta Timur Hutan kota Komplek Lanud Halim Perdanakusumah merupakan bagian dari ruang terbuka hijau Angkatan Udara RI. Hal ini terlihat jelas apabila dibandingkan dengan hamparan tata hijau pada kawasan lapangan golf. Fasilitas yang terdapat di hutan kota kemayoran adalah sebagai berikut :     Pintu air yang melancarkan perputaran air.5 Ha karena ada konservasi untuk kepentingan lain. Wujud hutan kota ini tertata berbeda dengan kawasan hijauan di sekitarnya.27 . dengan ketinggian tempat berkisar 35 meter dari permukaan laut. Pada lokasi yang merupakan dataran rendah. Kelurahan Halim Perdanakusumah. Hutan kota Lanud Halim. Kawasan ini pada hakekatnya telah ditetapkan sebagai wahana penyangga lingkungan kedirgantaraan dan sebagai wahana koleksi pelestarian plasma nutfah dari berbagai macam jenis pepohonan. Kecamatan Makasar. 5). serta sebagai kawasan rekreasi. merupakan O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . yang merupakan hamparan padang Golf.

Tikus (raffus sp). juga merupakan wahan koleksi keanekaragaman jenis dan plasma nuftah. dapat ditempuh melalui jalan Tol TB. Fasilitas-fasilitas yang ada di hutan kota ini sangat minim sekali hanya ada plang dan fasilitas sederhana. Hutan Kota Komplek Kopassus Cijantung Hutan kota komplek Kopasus Cijantung. yang merupakan bagian tata ruang terbuka hijau penyangga lingkungan kehidupan dan wilayah resapan air tanah (hidrologis). Karena letaknya di tengah kota dan komplek perumahan maka tanaman yang di tanam adalah vegetasi yang mampu menyerap polusi dan penghasil O yang banyak. Belalang. O O 2 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Kayu manis (vitis vinisera). Angsana (pterocarpus indicus). Untuk mencapai kawasan ini. Simatupang (Kampung Rambutan-Pondok Pinang). Sengon (paraserianthes falcataria) dan Melina (gmelina arborea). dan beberapa jenis Jambu-jambuan (Eugenis sp). kawasan ini termasuk dalam Wilayah Kota Jakarta Timur. dan beberapa jenis serangga yang meliputi Kupu kuning.28 . Secara hukum diperbarui dengan melalui SK Gubernur Nomor 868/2004. Luas kawasan hutan kota berdasarkan penetapannya 1. dikenal dengan nama “Hutan Kalimantan”. Jadi hanya sebagian kecil saja dari seluruh kawasan hutan kota yang mempunyai vegetasi terutama pada lokasi sekitar waduk. ditambah dengan hasil budidaya pembangunan hutan kota yang meliputi jenis Kirai payung (Fillcium defisien). yang secara geografis terletak pada 6 11’11” LS dan 106 49’21” BT. Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahannya. Satwa liar yang jarang adalah jenis burung. hal ini nampaknya akibat pengaruh kebisingan pesawat terbang. sedangkan pada lokasi yang terbuka dibudidayakan dengan jenis Mangium (Acacia mangium). Dalam kawasan hutan kota ini semak belukar merupakan ciri khas. Kecamatan Pasar Rebo dan Kelurahan Cijantung.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 koleksi dari berbagai jenis tetumbuhan yang dinilai fungsi jasa biologis dapat meredam kebisingan. serta segaia kawasan rekreasi dan olah raga. Konfigurasi lapang kawasan ini merupakan hamparan dataran hingga gelombang ringan. 6). Saga (andenanthera sp).75 Ha. Sedangkan jenis satwa liar yang ada antara lain Kadal (mabuia sp). jalan Raya Bogor. Dasar penetapan kawasannya atas surat persetujuan dari pengelola Komplek Kopasus Cijantung tahun 1989. Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan penyangga lingkungan fisik kritis perkotaan dari gangguan kebisingan. Hal ini disebabkan banyaknya lokasilokasi yang sama sekali belum ditanami dan hanya berupa semak belukar dan alang-alang. Kerapatan pohon Ind/Ha pada lokasi hutan kota Halim Perdana Kusumah secara rata-rata hanya didapatkan 1430 Ind/Ha.

Dalam rencana pengembangannya kawasan ini akan diupayakan dengan berbagai macam jenis. Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan penyangga lingkungan fisik kritis perkotaan. seperti Emprie (lonchura sp).5 Ha. pada hakekatnya merupakan jenis terpilih yang fungsi jasa biologisnya dapat diandalkan untuk melerai berbagai jenis pencemaran udara. Belalang. Kawasan hutan ini dibangun menyusuri kawasan komplek Kopasus. Tanjung (mimomosops elengi) dan jenis Asam landi (pitelobrium sp) dan beberapa jenis lainnya. Flamboyan (delonix regia). koleksi pelestarian plasma nutfah. Bungur (lager stromea speciosa). kawasan ini termasuk wilayah kota Jakarta Timur. Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung. Hutan Kota PT. JIEP Pulo Gadung Jakarta Timur Hutan kota di lingkungan kawasan industri Pulo Gadung. Sedangkan jenis-jenis satwa liar lain yang ada antara lain. secara geografis terletak pada 6 51’23” LS dan 106 49’32” BT. dan Kutilang (pycnonotus surigaster). yang merupakan bagian ruang terbuka hijau penyangga kawasan industri. Kecamatan Cakung dan Kelurahan Rawa Terate. menuju kawasan industri melalui jalan Pemuda. terbentuk dalam satu kesatuan areal yang kompak di sekitar situ-situ yang luasnya 0. Wiyoto (Cililitan-Tanjung Priok). dan wilayah resapan air (hidrologi).9 Ha. Ketapang (terminalia catapa). Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahannya. 7). O O Untuk mencapai kawasan ini. JIEP pada hakekatnya ditetapkan berdasarkan surat persetujuan pengelolanya tahun 1988. sangtuari satwa. Kawasan hutan kota ini. yang dikelola oleh PT. Luas kawasan hutan kota berdasarkan penetapannya 8. Fasilitas yang ada di hutan kota ini belum ada diprioritas secara umum karena letaknya sepanjang komplek perumahan sehingga hanya diperlukan untuk pemeliharaan dan jalur hijau. dan merupakan satu kesatuan hutan dengan ketebalan rata-rata 30-40 meter. Prenjak (prinia sp). dan beberapa jenis serangga meliputi Kupu kuning. Bondol (lanchura sp). namun hingga kini baru tanaman Mahoni (sweitania mahagoni). atau ditempuh melalui jalan raya Bekasi lama. Jenis pepohonan yang dibudidayakan. Kalajengking dan berbagai jenis lainnya. Secara hukum diperbarui melalui SK Gubernur Nomor 870/2004. Glondongan (plyanthia sp). Angsana (pterocarpus indicus). Kadal (mabuia sp). Tikus (raffus sp). Kirai payung (Filicium defisien). dapat ditempuh melalui Tol Ir.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dengan ketinggian tempat ± 67 meter dari permukaan laut. Trembesi (samanea saman).29 . Konfigurasi lapang kawasan ini merupakan hamparan dataran rendah hingga situasi tapak yang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . juga berfungsi sebagai kawasan rekreasi dan wisata.

dengan berbagai macam jenis pepohonan yang merupakan koleksi dari beberapa jenis pohon sebagai wahana sangtuari satwa. kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan penyangga lingkungan fisik kritis kawasan industri. Kawasan hutan kota ini. Bondol (lanchura sp). Kalajengking dan jenis lainnya. wahana rekreasi dan wisata. Jenis yang dikembangkan merupakan jenis tetumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan kenyamanan serta merupakan kawasan resapan air untuk kepentingan tata air tanah (hidroorologis).5 M. Fasilitas yang ada sampai saat ini berupa :    Plang tanda merupakan kawasan hutan kota. Kawasan hutan ini dibangun pada bagian tengah kawasan industri. Pada hutan ini juga strata yang terjadi ada 4 strata dari mulai tumbuhan bawah sampai strata 4 yang merupakan jenis-jenis tanaman hutan. baik pada lapisan tajuk dominan. Belalang. penunjukan lokasi didasarkan atas persetujuan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . sangtuari satwa. Tikus (raffus sp). Ketapang (terminalia catapa) dan beberapa jenis lainnya. koleksi pelestarian plasma nutfah. Fungsi utama hutan kota ini sebagai penampung air limpasan dari wilayah sekitarnya dan penetralisir limbah. Pada kawasan ini terdapat situ yang mampu menampung air kurang lebih 235 juta M dengan kedalaman rata-rata 4. Keciat (spatodae sp).30 . Prenjak (prinia sp). tertekan dan tumbuhan bawah. Pintu air untuk mengalirkan air dari situ ke sungai. dengan terlihat beberapa tajuk yang terbentuk. Kadal (mabuia sp). Kerapatan pohon ini merupakan salah satu yang tinggi yaitu mencapai 5. Satwa liar yang dijumpai adalah jenis burung. yang merupakan satu kesatuan ekosistem daratan dengan situ-situ. dengan ketinggian tempat ± 7. Saga (adenatera sp). Lamtoro Gung (leucaenaglauca). Karena lokasinya di daerah industri warna airnya keruh dan kehitam-hitaman dan dasar situ berlumpur organik 0.600 Ind/Ha dan cukup rapat dan potensi yang bagus karena letaknya di depan sehingga sangat mudah di monitoring ketika ada kerusakan. seperti Emprit (lonchura sp). dan Kutilang (pycnonotus surigaster) dan beberapa jenis burung lainnya. Trembesi (samanea saman).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 telah di rekayasa (galian/timbunan). Hutan Kota Komplek Mabes ABRI Cilangkap Hutan kota komplek Mabes ABRI Cilangkap.4 meter dari permukaan laut. yang antara lain meliputi Flamboyan (delonix regia). terbentuk dalam satu kesatuan areal yang kompak. dan beberapa jenis serangga meliputi Kupu kuning. 3 8). Damar (agathis sp). Kondisi hutannya mencerminkan bentuk hutan yang beranekaragam.65 M. Sedangkan jenis satwa liar yang ada antara lain. Pagar pengaman untuk hutan kota.

kawasan ini termasuk dalam wilayah Jakarta Timur. Kawasan hutan kota Mabes ABRI Cilangkap merupakan penggabungan dua ekosistem yaitu perairan (situ) dan pepohonan. Luas kawasan hutan kota ini semula direkomendasikan 60 Ha.000 Ind/Ha dengan stratifikasi 5 layer. Flamboyan (delonix regia). Yang sering dijumpai adalah jenis burung. tanggal 19 Oktober 1988. Kaliandara (cailiandra callothyrus).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Asisten Logistik Mabes ABRI Surat Nomor B/2. Vegetasi yang dibudidaya merupakan koleksi dari berbagai jenis tetumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Prenjak (prinia sp). disebelah tenggara komplek Taman Mini Indonesia Indah. Konfigurasi lapang kawasan ini merupakan hamparan dataran.2/4-07/154/S log. baik dari arah Taman Mini Indonesia Indah maupun dari jalan raya Bogor.000-6. Wujud hutan kota ini tertata berbeda dengan kawasan hijauan disekitarnya dan dicirikan dengan kumpulan beberapa jenis pepohonan yang beranekaragam. yang menunjukkan spesifik penataannya. Sengon O O (paraserianthes falcataria). Eboni (diospyros celebica). Kelurahan Cilangkap dan terletak 3-4 Km. dengan ketinggian tempat ± meter dari permukaan laut dan kisaran kemiringan lereng 0-2 persen. Kecamatan Pasar Rebo. Untuk mencapai kawasan ini. seperti Emprit (lonchura sp). yang antara lain meliputi jenis Mahoni (swietinia mahagoni). dapat memanfaatkan tembusan ke akses jalan raya Cilangkap. Fasilitas yang ada di lokasi hutan kota komplek Mabes ABRI Cilangkap yaitu berupa : pagar pengaman sebagai pengamanan lokasi dan saluran air sebagai konservasi air hutan kota. Leda (eucalyptus sp). Keputusan ini diperbarui kembali sesuai dengan SK Gubernur Nomor 871/2004.43 Ha. yang merupakan bagian ruang terbuka hijau lingkungan komplek yang telah diupayakan sebelumnya. dan sangtuari satwa. Bondol (lanchura sp). Kawasan hutan ini dibangun mengapit ekosistem tandon air (situ buatan) didalam komplek Mabes ABRI Cilangkap. juga merupakan wahana koleksi keanekaragaman jenis dan plasma nutfah. Jambu mete (ancardium ocidentale). Secara geografis kawasan ini terletak pada 6 13’00” LS dan 106 37’37” BT. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . khususnya dalam upaya mengendalikan lingkungan fisik kritis di wilayah perkotaan dan penyangga fungsi tata air tanah (hidroorologis). dan kini tinggal 14. Galinggem (bixa orellana) dan beberapa jenis lainnya. serta sebagai kawasan rekreasi dan olah raga bagi masyarakat khusus komplek Mabes ABRI Cilangkap. Pinus (pinus mercusii). Kerapatan pohon dan stratifikasi hutan kota ini termasuk yang paling tinggi yaitu rata-rata kerapatan dari berbagai stratifikasi bisa mencapai 5. dengan jarak tanam yang relatif rapat 3x3 M.31 . dan Kutilang (pycnonotus surigaster). Mangium (acacia mangium). Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan penyangga lingkungan fisik perkotaan dan kawasan resapan air. Sedangkan jenis-jenis satwa liar yang ada antara lain Kadal (mabuia sp). berdasarkan wilayah administrasi pemerintahannya.

semak dan alang-alang. Luas kawasan hutan kota ini berdasarkan penetapannya 27. 2 jenis bambu dan 8 jenis tumbuhan bawah yang terdiri dari jenis tanaman hias.32 . Jati Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Kawasan hutan kota ini dibangun menyusur kawasan Bumi Perkemahan Cibubur dalam satu kesatuan ekosistem dengan ketebalan rata-rata 30-40 M. Kecamatan Cipayung dan Kelurahan Cibubur. Berdasarkan wilayah administrasi O pemerintahannya. tanggal 25 September 1989 dengan pembaruan dari SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 872/2004.32 Ha. yang secara geografis terletak pada 6 20’01” O LS dan 106 70’31” BT. 2 jenis bambu dan 8 jenis tumbuhan bawah yang terdiri dari jenis tanaman hias.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 9). Jenis yang mendominasi lokasi ini adalah Akasia (Acasia Auricoformis) yang terdapat diseluruh plot penelitian. baik pada lapisan tajuk teratas. Konfigurasi lapang kawasan ini merupakan hamparan dataran hingga bergelombang ringan. Kawasan hutan kota Cibubur dalam satu kesatuan arela yang kompak. dan beberapa jenis lainnya. Trembesi (samanea saman). Gelinggem (bixa orellana). kawasan ini termasuk dalam wilayah kota Jakarta Timur. dapat ditempuh melalui jalan tol Jakarta-Bogor. Untuk mencapai kawasan ini. Jenis yang dikembangkan merupakan koleksi dari berbagai jenis tetumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan kenyamanan serta merupakan kawasan resapan air untuk kepentingan tata air tanah (hidroorologis). Kaliandra (calliandra calothyrus). penetapan lokasinya didasarkan atas Surat Departemen Kehutanan Nomor 2570/89. Eboni (diospyros celebica). yang merupakan bagian ruang terbuka hijau lingkungan komplek Bumi Perkemahan Cibubur. Asam landi (pitolebrium sp). Kondisi hutannya mencerminkan bentuk hutan yang asli. Lamtoro gung (leucaena gluaca). dengan terlihat beberapa lapisan tajuk yang berbentuk. Jenis yang mendominasi lokasi ini adalah Akasia (Acasia Auricoformis) yang terdapat diseluruh plot penelitian. semak dan alang-alang. yang antara lain meliputi Flamboyan (delonix regia). dengan berbagai macam jenis pepohonan yang merupakan koleksi dari beberapa jenis sebagai pusat pelestarian plasma nutfah (arboretum). dibawahnya dan tumbuhan bawah. dengan ketinggian tempat ± 43 meter dari permukaan laut. Hutan Kota Bumi Perkemahan Cibubur Hutan kota Cibubur dikenal dengan nama “Arboretum Cibubur”. Saga (adenatera sp). Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan banyaknya jenis vegetasi yang terdapat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur untuk seluruh plot contoh dijumpai sebanyak 57 jenis vegetasi dengan komposisi 47 jenis tumbuhan. jalan Raya Bogor dan atau melalui jalan Raya Cileungsi-Cibubur. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan banyaknya jenis vegetasi yang banyaknya yang terdapat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur untuk seluruh plot contoh dijumpai sebanyak 57 jenis vegetasi dengan komposisi 47 jenis tumbuhan.

Bondol (lanchura sp) dan Kutilang (pycnonotus surigaster). Pada lokasi bumi perkemahan dan graha wisata Cibubur ini terdapat semua lapisan strata yaitu strata I. serta sangtuari satwa. Plang hutan kota. Prenjak (prinia sp). Klepu (sterculia foetida) dan beberapa jenis lainnya. Kawasan ini selain berfungsi sebagai kawasan penyangga lingkungan fisik kritis perkotaan dan kawasan koleksi pelestarian plasma nutfah. seperti Emprit (lonchura sp). kawasannya ditetapkan atas persetujuan Departemen Pekerjaan Umum (Dirjen Pengairan). Tikus (raffus sp) dan beberapa jenis serangga yang meliputi Kupu kuning. Hutan Kota Situ Rawa Dongkal Hutan kota Situ Rawa Dongkal. Pada strata IV tersebut dari jenis vegetasi yang lebih banyak dibandingkan pada strata lainnya. Bondol (lanchura sp) dan Kutilang (pycnonotus surigaster). Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahannya. Sedangkan jenis-jenis satwa liar yang ada antara lain Kadal (mabuia sp). buah maupun yang dapat mendatangkan serangga sebagai pakan burung.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 (tectona grandis). Kecamatan Jagakarsa. Kalajengking dan beberapa jenis lainnya. juga berfungsi sebagai kawasan rekreasi dan wisata.33 . Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung. Fasilitas yang ada di kawasan hutan kota Bumi Perkemahan Cibubur merupakan hutan kota yang diperuntukan sebagai lokasi perkemahan jadi fasilitas yang ada diperuntukan untuk kepentingan bumi perkemahan yaitu :      Lokasi-lokasi perkemahan. strata III. Pembangunan hutan kota ini dinilai strategis karena posisi yang berada di wilayah resapan air. Luas kawasan hutan kota berdasarkan penetapannya 10. kawasan ini termasuk dalam wilayah kota Jakarta Selatan. Vegetasi pada strata IV tersebut terdiri dari jenis vegetasi yang menghasilkan bunga. Untuk O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Lokasi-lokasi halte untuk beristirahat. yang secara geografis terletak pada 6 23’6” LS dan 106 45’11” BT. Prenjak (prinia sp). strata II. Jenis-jenis vegetasi pada setiap strata yang ada di tiap plot Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur. SK-nya diperbarui melalui SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 207/2005 tanggal 3 Pebruari 2005. Belalang. Jamuju (pondocarpus imbricarpus). Sungkai (peronema canescens). Kamar mandi dan wc yang tersebar di setiap lokasi. 10). Penyiapan tempat-tempat air. Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung. strata IV dan strata V.0 Ha. Sedangkan jenis-jenis satwa liar yang ada antara lain Kadal (mabuia sp). Damar (agathis sp). seperti Emprit (lonchura sp).

namun hingga kini baru Mahoni (sweitania mahagoni). Ketinggian tempat ± 72. Bondol (lanchura sp). dan Kutilang (pycnonotus surigaster). Jakarta Propertindo/Banjir Kanal Barat Jakarta Utara Kawasan hutan ini terletak di tepian Bajir Kanal Barat diatas tanah milik PT. Jenis ini untuk melerai berbagai jenis pencemaran udara dan berfungsi sebagai resapan air. terbentuk dalam satu kesatuan areal yang kompak diantara pepohonan dengan situ-situ. seperti Emprit (lonchura sp). Kawasan hutan kota ini selain berfungsi sebagai kawasan resapan air. Trembesi (samanea saman). Nilai kerapatan yang ada cukup tinggi dengan nilai pada plot yang dilakukan 5. Sisi utara dan selatan hutan tersebut berbatasan langsung dengan jalan raya dan sungai Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . dan wahana rekreasi/wisata. Fasilitas yang ada di hutan kota ini berupa pagar pengaman dan plang peringatan dan belum ada fasilitas tambahan ke arah pengembangan. Bungur (lager stromea speciosa). Tikus (raffus sp) dan beberapa jenis serangga meliputi Kupu-kuning. Kaya (kaya anthoteca). Kawasan ini terletak pada akses jalan Pluit. Tanjung (mimomosops elengi). koleksi pelestarian plasma nutfah. Angsana (pterocarpus indicus). Jakarta Propertindo ditetapkan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 197/2005. Hutan kota ini dibangun sejak tahun 2003 yang sebelumnya telah ditanami sayur-sayuran oleh masyarakat sekitar sehingga tetap menggunakan tumpangsari. Lainnya adalan Kadal (mabuia sp). yang difungsikan sebagai wilayah konservasi terutama terhadap intrusi air laut dan pengamanan bantaran sungai. dapat ditempuh melalui jalan Raya Ciganjur Jakarta Selatan. Prenjak (prinia sp).34 .400 Ind/Ha. Glondogan (plyanthia sp). yang merupakan satu kesatuan ekosistem. Hutan Kota PT. penyangga lingkungan permukiman. dan beberapa jenis lainnya. 11). Bambu apus (bambusa sp). Ketapang (terminalia catapa). Kawasan hutan kota ini. Hutan kota PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 mencapai kawasan ini. Dalam rencana pengembangannya kawasan ini akan diupayakan dengan berbagai macam jenis. Kawasan hutan kota ini dibangun menyusuri kawasan danau. Kecamatan Penjaringan. Jakarta Propertindo atau Banjir Kanal Barat pada hakekatnya merupakan tipe hutan hijau sekitar bantaran sungai yang sangat dipengaruhi oleh kondisi sungai. yang dapat dicapai melalui jalan Bandara Soekarno Hatta. Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan kawasan ini termasuk wilayah kota Jakarta Utara. Konfigurasi lapang kawasan ini merupakan dataran hamparan landai dan merupakan cekungan alami. sebagai tadon limpasan air sekitarnya.0 meter dari permukaan laut. Kirai payung (filicium deficien). Kalajengking dan beberapa jenis lainnya. Belalang. Flamboyan (delonix regia). Satwa liar yang sering dijumpai adalah jenis burung. sangtuari satwa.

baik pada lapisan tajuk teratas. Areal yang cekung jika dialiri air drainasenya kurang baik karena berbentuk memutar dan membentuk rawa. Emprit (longchura sp) dan beberapa jenis Kadal (mabuia sp). Tikus (raffus sp) dan Katak. juga dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi dan penyerapan konservasi air. Tapak memiliki topografi yang tidak bervariasi karena terletak pada bantaran sungai. Hutan kota KBN Marunda pada hakekatnya merupakan tipe hutan hijau untuk konservasi seluas 1. terdiri dari tiga bentuk ekosistem perairan. Jenis yang lebih banyak tumbuh diareal datar dan landai.59 Ha. Biawak (varanus salvatore).35 . Hutan Kota Kawasan Berikat Nusantara Marunda. Fasilitas yang terdapat di hutan kota PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 muara. dan bagian lainnya dibatasi dengan kawasan permukiman terutama dari kelompok sosial menengah dan penduduk asli kawasan tersebut. Komponen pembangunan tata hijau yang merupakan wujud hutan kota. Jakarta Propertindo ini terdapat tiga layer stratifikasi yaitu strata I. ular air. 12). Kecamatan Rorotan yang merupakan perbatasan dengan Wilayah Bekasi.000 Ind/Ha. Habitat kawasan hutan kota ini. Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan hamparan dataran dengan kemiringan dengan sungai. Vegetasi pada strata III tersebut terdiri jenis vegetasi yang berupa pohon dengan kerapatan 4. Pada lokasi hutan kota PT. Kondisi hutannya mencerminkan bentuk hutan yang telah kembali hijau dari kondisi yang sebelumnya merupakan tanaman sayur-sayuran yang ditanam masyarakat karena sistem yang digunakan adalah sistem tumpang sari dengan terlihat beberapa lapisan tajuk yang terbentuk. Jakarta Utara Kawasan hutan kota KBN Marunda ditetapkan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 196/2005 tanggal 1 Pebruari 2005. pembangunan tata hijau dan bentuk konfigurasi lapangan yang relatif beragam. Jenis-jenis pohon yang tumbuh di hutan kota Srengseng sebanyak 65 jenis pohon. yang difungsikan sebagai wilayah Ruang Terbuka Hijau di daerah industri. strata II dan strata III. Satwa liar yang dijumpai pada lokasi hutan kota. yang dapat dicapai melalui jalan Tol Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Jakarta Propertindo/Banjir Kanal Barat adalah : Pengaman sungai sebagai bantaran dan Pagar pengaman untuk lokasi hutan kota. Berdasarkan wilayah administrasinya kawasan ini termasuk wilayah kota Jakarta Utara. meliputi jenis burung air Raja udang (halyon chloris). Kawasan ini terletak pada akses jalan Marunda Raya. Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan pelindung bantaran sungai dari abrasi oleh sungai. dibawahnya dan tumbuhan bawah. ular tanah.

Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan kawasan ini termasuk wilayah kota Jakarta Pusat terletak di pusat kota yang di kelilingi gedung perkantoran. Fasilitas yang terdapat di hutan kota KBN Marunda belum ada karena masih standar luasan tanaman yang dikelola oleh pengelola kawasan KBN.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Tanjung Priok. Jenis-jenis pohon yang tumbuh relatif masih sedikit karena mulai dihijaukan. Biawak (varanus salvatore). sisi utara dan selatan hutan tersebut berbatasan langsung dengan jalan raya dan kawasan industri Marunda. 13).36 . Satwa liar yang dijumpai pada lokasi hutan KBN Marunda. burung Kutilang. Ketapang. Hutan kota Masjid Istiqlal lebih cocok sebagai taman kota dimana pohon yang mendominasi adalah jenis-jenis tanaman untuk taman. Komponen pembangunan tata hijau yang merupakan wujud hutan kota. meliputi jenis-jenis burung Gereja. Kondisi hutannya mencerminkan bentuk tanaman yang telah kembali hijau dari kondisi yang sebelumnya kosong dengan terlihat hanya satu strata dengan kerapatan 2.500 Ind/Ha. burung Cinenen dan kadang-kadang karena dekat dengan laut dan hutan mangrove pada kawasan pantai terdapat burung air Raja udang (halyon chloris). seluas 1. Beberapa jenis serangga yang ditemukan Kupu kuning. Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan hamparan dataran dan tapak memiliki topografi yang tidak bervariasi yaitu dengan area datar karena merupakan pengurukan/reklamasi pembangunan kawasan. juga dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi. Jenis-jenisnya adalah MPTS seperti Mangga. Habitat kawasan hutan kota ini merupakan kawasan pembangunan tata hijau dan bentuk konfigurasi lapangan relatif beragam. Emprit (longchura sp) dan beberapa jenis Kadal (mabuai sp). Pada hakekatnya merupakan tipe hutan konservasi resapan air. Hutan Kota Masjid Istiqlal Jakarta Pusat Kawasan hutan Srengseng ditetapkan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 202 Tahun 1995 dan diperbarui DK Gubernur Nomor 198/2005 tanggal 1 Pebruari 2005 yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan daerah resapan air serta plasma nutfah. Flamboyan dan Jati. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Tidak ada jenis yang mendominasi lokasi ini karena memang diperuntukkan untuk beragam tanaman yang terdapat di hutan kota ini. Tikus (raffus sp) dan Katak.08 Ha. Belalang dan Gangsir. Kawasan hutan kota ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau berfungsi sebagai kawasan lindung untuk flora dan fauna. Akasia. Jenis yang dikembangkan merupakan koleksi dari berbagai jenis tumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan kenyamanan serta merupakan kawasan resapan air untuk tata air tanah (hidrorologis). Pohon yang tumbuh di area merupakan hasil penghijauan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi DKI Jakarta dan pengelolan KBN Marunda.

Komponen pembangunan tata hijau yang merupakan wujud hutan kota. Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan hamparan bergelombang dengan kemiringan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Fasilitas penyiraman yang sudah lengkap dan otomatis. Sisi utara dan selatan hutan tersebut berbatasan langsung dengan jalan raya akses. memadai dan pagar pengaman.37 . dan bagian timur berbatasan dengan balaikota Jakarta selatan sedang batas lainnya dengan kawasan permukiman terutama dari kelompok sosial menengah keatas. Hutan Kota Blok P Jakarta Selatan Kawasan hutan Srengseng ditetapkan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 864/2004. juga dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi spiritual. Ketapang. Sisi utara dan selatan hutan tersebut berbatasan langsung dengan jalan raya dan sungai Ciliwung. Tempat parkir yang cukup luas. Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan hijau dari masjid. 14). Jenis yang lebih banyak tumbuh di areal datar dan landai. Kawasan ini terletak pada akses jalan raya yang dapat dicapai melalui jalan-jalan utama di Jakarta yaitu di sekitar Gambir dan stasiun Juanda. dan bagian lainnya dibatasi dengan kawasan lapangan Banteng dan komplek Gambir. Tapak memiliki topografi yang bervariasi yaitu dengan area datar dan landai. Hutan kota Srengseng pada hakekatnya merupakan tipe hutan konservasi resapan air. bentuk konfigurasi lapangan yang relatif beragam. Konfigurasi lapangan kawasan ini merupakan hamparan dataran dengan plot-plot kecil karena merupakan taman dari masjid terbesar di Indonesia. Drainase berbentuk memutar di dalam kawasan hutan kota ke kali Ciliwung dan ada kolam di samping masjid yang berguna sebagai resapan air.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 stasiun kereta api dan sungai Ciliwung. Berdasarkan wilayah administrasi pemerintahan kawasan ini masuk wilayah Jakarta Selatan. Habitat kawasan hutan kota ini. kawasan ruang terbuka hijau yang diwajibkan untuk ruangruang penting di Jakarta dan sekitarnya. Jenis pohon yang tumbuh di hutan kota Masjid Istiqlal lengkap.64 Ha. Tempat sampah yang sudah lengkap dan teratur. Pohon-pohon yang tumbuh di area diantaranya jenis Akasia. seluas 1. Flamboyan dan Jati. Kawasan ini terletak pada akses jalan Prapanca. dapat dicapai melalui jalan Kemang sebelah pertokoan Blok M. Fasilitas yang terdapat di hutan kota masjid sudah sangat lengkap dibandingkan dengan hutan kota lainnya diantaranya adalah :     Plang dan lampu-lampu taman rekreasi. terletak di jalan Prapanca Blok P dan bersebelahan dengan Balaikota Jakarta Selatan. yang difungsikan sebagai wilayah resapan air dan plasma nutfah.

Lampu taman. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Gangsir dan Orong-orong. Tingkat kerapatan pohon mencapai 4. wahana penelitian plasma nutfah dan pelatihan bagi petugas pengelola hutan kota diseluruh DKI Jakarta dan sekitarnya. Tapak memiliki topografi yang bervariasi yaitu dengan area datar. burung Dara. burung Enggang.500 Ind/Ha. Jenis pohon yang tumbuh di hutan kota blok P merupakan pengkayaan berbagai jenis tanaman buah-buahan yang rata-rata penanaman tahun 2003 sehingga mempunyai tinggi sekitar 4-8 meter. Pada strata III tersebut dari jenis vegetasi yang lebih banyak dibandingkan dengan strata lainnya. landai dengan kemiringan lereng (0. Pintu air. agak curam dan curam. Penangkaran burung. dibawahnya dan tumbuhan bawah. Jenis yang dikembangkan merupakan koleksi dari berbagai jenis tumbuhan yang dinilai dapat berfungsi sebagai penyangga kehidupan dan kenyamanan serta merupakan kawasan resapan air untuk kepentingan tata air tanah (hidrorologis). Gereja.5 Ha). Flamboyan. Jati dan banyak sekali jenis buah-buahan. Vegetasi pada strata IV tersebut terdiri jenis vegetasi yang berupa pohon yang menghasilkan bunga.38 . sangat beragam dan membentuk pembangunan tata hijau dan bentuk konfigurasi lapangan yang relatif beragam komponen pembangunan tata hijau yang merupakan wujud hutan kota. Ketapang. burung Merpati. strata III dan strata IV. Monumen dan Taman Ade Irma Suryani. Fasilitas yang terdapat di hutan kota Blok P sudah sangat lengkap dibandingkan dengan hutan kota lainnya diantaranya adalah :       Penangkaran rusa. Kondisi hutannya mencerminkan bentuk hutan yang telah kembali hijau dari kondisi yang sebelumnya dengan terlihat beberapa lapisan tajuk yang terbentuk. baik pada lapisan tajuk teratas. Pada lokasi hutan kota Blok P ini terdapat tiga layer stratifikasi yaitu strata II. juga dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi. landai. Habitat kawasan hutan kota ini. Halte taman. meliputi jenis burung Kutilang. Sedangkan beberapa jenis serangga yang ditemukan meliputi Kupu kuning.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 lereng (0.8 Ha). Kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan lindung baik flora dan fauna. Pohon yang tumbuh diarea yang cekung diantaranya jenis Akasia.4 Ha) dan sisanya merupakan hamparan waduk (0. Belalang. Satwa liar yang dijumpai pada lokasi hutan kota Blok P. Rusa totol. Jenis yang mendominasi lokasi ini jenis buah-buahan yang merupakan hasil penanaman serempak oleh pejabat-pejabat hutan kota yang terdapat plot.

57 persen. Dari pembinaan tersebut dapat diharapkan tumbuh kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan hutan kota.30 persen. dan dilihat dari penyebarannya di wilayah Kotamadya Jakarta Utara persentase RTH paling tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya dan Jakarta Selatan merupakan daerah resapan RTH relatif rendah. Penyuluhan. Pembangunan unit percontohan bekerjasama dengan instansi/para pengelola lahan. Hutan Kota Mabes ABRI Cilangkap.40 persen.44 persen). Hutan Kota PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Dari kaitan tersebut untuk mempertahankan penggunaan lahan dan menambah luas hutan kota. jalan dan saluran sebesar 14. hal-hal yang perlu dilaksanakan pada program ini adalah : Pembinaan Masyarakat Pembinaan masyarakat khususnya masyarakat sekitar lokasi yang akan dibangun hutan kota. Persentase penggunaan lahan yang tertinggi adalah perumahan sebesar 37. serta Hutan Kota Srengseng.42 Ha (24. program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 adalah : 1. Lahan yang diperuntukan bagi Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru mencapai 15.883. Hutan Kota Halim Perdanakusumah. JIEP Pulogadung. Hutan Kota Situ Rawa Dongkal. Hutan Kota Pluit. Penggunaan lahan harus efisien mengingat lahan sangat terbatas bila dibandingkan dengan kebutuhan untuk menampung pertumbuhan dan perkembangan aktivitas sosial. 2. industri 5. Pengertian tersebut disampaikan melalui kegiatan penyuluhan oleh instansi terkait. 3. Menyusun pedoman dan petunjuk teknis. Hutan Kota Arboretum Cibubur. Program Jangka Menengah Setelah program jangka pendek dilaksanakan perlu segera dilanjuti dengan program jangka menengah.39 . Pembebasan lahan secara bertahap. Program Jangka Pendek Program jangka pendek meliputi kegiatan-kegiatan antara lain :      Inventarisasi lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan hutan kota. Hutan Kota Kemayoran. 2). Rencana Pengembangan dan Program Pembangunan Hutan Kota Lokasi yang telah ditetapkan dan telah dibuat detail perencanaannya yaitu hutan Kota UI Depok. Melakukan program pembangunan hutan kota antara lain : 1). Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . juga termasuk para pengusaha real estate dan masyarakat yang perlu diberikan pengertian tentang manfaat hutan kota baik secara langsung maupun tidak langsung agar dapat dinikmati oleh masyarakat.

ekonomi. Pemeliharaan hutan kota dalam rangka penanggulangan dan pengendalian terhadap hama dan penyakit. Pembinaan yang dilakukan dalam suatu ekosistem yang utuh antara alam dan makhluk hidup yang menjadi penghuninya. Menetapkan areal hutan kota pada setiap kawasan real estate. peremajaan.40 . Areal yang mengalami pencemaran diatas ambang batas ditentukan dalam wilayah hutan kota. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Pembinaan ditujukan khususnya terhadap hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan hutan kota. b). penyulaman dan lain-lain. kampanye dan gerakan penghijauan di wilayah kota dalam rangka membangun hutan kota. Selain instansi terkait yang dapat melakukan pembinaan terhadap masyarakat juga diajak lembaga swadaya masyarakat dalam penyelenggaraan hutan kota yang dapat memberikan motivasi positif mendorong ke arah meningkatnya kesadaran akan pentingnya hutan kota. dan sosial politik. Pemeliharaan dilakukan pada saat awal pelaksanaan. Pembangunan Hutan Kota Penyiapan rencana pembangunan hutan kota untuk mencapai sasaran program pembangunan hutan kota sebagai upaya pokok program jangka menengah dalam pembangunan hutan kota diambil langkah-langkah sebagai berikut : Pembinaan Hutan Kota Dalam rangka menjaga kelestarian hutan kota yang sudah ada perlu adanya pembinaan terhadap pemeliharaan dan pengamanannya. pemangkasan. a). baik ditinjau dari aspek lingkungan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Untuk menggalakkan peran serta masyarakat dalam kegiatan tersebut perlu disertai dengan penyuluhan. Wilayah kota yang potensial untuk mengembangkan hutan kota. Kegiatan yang perlu dilakukan dalam pembinaan antara lain:    Penataan kembali pembangunan areal ruang terbuka hijau dan menetapkan lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan hutan kota. Melaksanakan inventarisasi terhadap : o o o  Areal hutan kota yang telah ada. setelah penanaman dan setelah bibit tumbuh di lapang. Penentuan areal konservasi wilayah perkotaan dalam bentuk hutan kota sesuai dengan luas yang telah diperlukan.

123 M langkah ini dilakukan untuk 2 2 2 2 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Melaksanakan pembinaan dan pembangunan pada areal hutan kota yang sudah ada sebagai habitat flora dan fauna. hingga warga Jakarta tetap sehat dan terhindar dari penyakit stres akibat kesibukan sehari-hari.   Terkendalinya pencemaran dan polusi udara hingga emisi gas kendaraan bermotor dan industri agar dapat ditangkal oleh hutan kota.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010    Melaksanakan intensifikasi hutan kota yang telah ada agar dapat berfungsi secara optimal dalam memulihkan kondisi lingkungan. Melaksanakan Studi Penelitian studi dan penelitian terhadap berbagai aspek dalam pembangunan hutan kota perlu dilaksanakan sebagai upaya pengembangan hutan serta meningkatkan kualitas yang akan dicapai. pemerintah daerah telah melakukan pembebasan tanah pemerintah DKI Jakarta yang saat ini banyak terlantar untuk dijadikan lahan terbuka hijau. Terciptanya atau terbentuknya hutan kota pada setiap wilayah permukiman atau kawasan di wilayah kota yang merupakan kantong-kantong pengendali lingkungan pencemaran udara dan kantong resapan air. wilayah Jakarta Utara sebanyak 4 (empat) lokasi dengan luas lahan sebesar 6. dalam menambah perluasan hutan kota dan untuk mengurangi polusi udara. nyaman. Selain hal tersebut. Melakukan pengkayaan tanaman terhadap hutan kota yang kurang vegetasi berupa pohon sehingga dapat berfungsi sebagai pengendali lingkungan.804 M dan Jakarta Timur sebanyak 3 (tiga) lokasi dengan luas lahan sebesar 4. wilayah Jakarta Selatan sebanyak 10 (sepuluh) lokasi dengan luas lahan sebesar 17.475 M . Program Jangka Panjang Sasaran yang ingin dicapai dalam pembangunan hutan kota adalah :   Tumbuh dan berkembangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat melestarikan hasil pembangunan hutan kota. dan sejuk. 3). Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Untuk menunjang pelaksanaan pembangunan hutan kota perlu diselenggarakan pendidikan dan latihan bagi para petugas maupun penyuluh untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan hutan kota.41 .560 M . c). dan pembebasan jalur hijau yang menjadi tempat SPBU. d). Terciptanya Jakarta yang bersih. untuk wilayah Jakarta Pusat 11 (sebelas) lokasi dengan luas lahan sebesar 1.

tingkat keasaman. Semua makhluk hidup berinteraksi atau berhubungan erat dengan lingkungan tempat hidupnya. Keanakeragaman hayati merupakan anugerah terbesar bagi umat manusia karena dapat memberikan sumber kehidupan. sedangkan yang bermangrove hanya 1 meter.42 . ini semua disebut faktor fisik. Selain itu hutan mangrove dapat dimanfaatkan pula sebagai wahana rekreasi alam hutan wisata payau. lautan dan ekosistem akuatik. air. Salah satu komunitas ekosistem yang ada di DKI Jakarta dan bermanfaat dalam menjaga kelangsungan hidup manusia adalah adanya komunitas mangrove yang merupakan ekosistem hutan yang khas dan unik yang berpotensi sebagai perlindungan terhadap wilayah pesisir dan pantai dari ancaman sedimentasi. dan kelembaban. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Di dalam ekosistem. ada faktor kimia. Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. cahaya. jenis dan ekosistem menunjukkan terdapat perbagai variasi bentuk. baik antar makhluk hidup maupun makhluk hidup dengan lingkungannya atau komponen abiotiknya. maka akan ditemukan makhluk hidup. dan kandungan mineral. Keanekaragaman jenis flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan membentuk ekosistem yang berbeda. batuan. Keanekaragaman Ekosistem Di lingkungan manapun di muka bumi ini. Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yang menimbulkan berbagai bentuk ekosistem. seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik. 1. abrasi dan intrusi air laut. Komponen biotik meliputi berbagai jenis makhluk hidup mulai yang bersel satu (uni seluler) sampai makhluk hidup bersel banyak (multi seluler) yang dapat dilihat langsung oleh kita. ukuran dan sifat lainnya pada tingkat yang berbeda merupakan keanekaragaman hayati. penampakan. Totalitas variasi gen. Lingkungan hidup meliputi komponen biotik dan komponen abiotik. 2 B. tanah. Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati menurut UU Nomor 5 Tahun 1994 adalah keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk di dalamnya daratan. Keanekaragaman yang tinggi akan dapat menghasilkan kestabilan lingkungan yang mantap. dimana target pada tahun 2010 adalah sekitar 14 persen. Erosi di pantai Marunda yang tidak bermangrove selama 2 bulan mencapai 2 meter.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 mengejar target perluasan RTH yang kini baru 9-10 persen dari luas Ibukota Jakarta yaitu sebesar 650 Km . seperti salinitas (kadar garam). Selain faktor fisik. penghidupan dan kelangsungan hidup manusia. Komponen abiotik meliputi iklim. frekuensi.

.000 pohon mangrove di kawasan Restorasi Ekologis Hutan Lindung Angke. Suaka Margasatwa Pulau Rambut 45. Keanekaragaman fauna di hutan mangrove cukup tinggi.000 pohon/Ha dengan rincian wilayah Jakarta Utara Kawasan Ekosistem Mangrove Tol Sedyatmo 95. ular Sanca (Phyton reticulatus). baik yang menetap maupun migran (Nirarita et al. Monyet (Macaca fascicularis).43 . Hal ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pengendalian terhadap ancaman degradasi kawasan mangrove sebagai jalur penyangga wilayah pantai guna meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya. 1996). Kawasan Taman Suaka Margasatwa Muara Angke 25. Tekanan berat terhadap kawasan mangrove di DKI Jakarta akibat perambahan dan alih fungsi kawasan menjadi permukiman. dan terus bertambah dari tahun ke tahun. dan burung (Nirarita et al. secara garis besar dapat dibagi dua kelompok.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Menurut Rusminarto et al (1984) dalam pengamatannya pada areal hutan mangrove di Tanjung Karawang mengatakan bahwa dengan dibukanya kawasan mangrove menjadi pertambakan. pembangungan fasilitas rekreasi dan pemanfaatan lahan pasang surut untuk budidaya tambak mengakibatkan penurunan luas hutan mangrove. mamalia. Jakarta Utara. Di Pulau Jawa tercatat 167 jenis burung dijumpai di hutan mangrove.02 Ha.52 Ha dengan persentase tutupan antara 40-80 persen dan kerapatan 2. Semakin menurunnya kawasan mangrove di wilayah DKI Jakarta harus dicermati sebagai langkah awal untuk menyelamatkan dan melestarikan kawasan mangrove atas dasar pulih kembalinya ekosistem semirip mungkin dengan kondisi sebelum mengalami kerusakan. 1996). Hutan Lindung Angke Kapuk 44.00 Ha. Hal ini mengindikasikan bahwa pembukaan pertambakan pada areal hutan mangrove akan meningkatkan bahaya penyebaran penyakit malaria. kerang.41 Ha. Kapuk. 2. Bekantan (Nasalis larvatus). Kebun Bibit Angke Kapuk 10. dan lainnya serta kelompok terestrial seperti insekta. sejak tahun 2009 untuk mengatasi tekanan berat tersebut Pemerintah DKI Jakarta melakukan penanaman 2. maka perkembangan nyamuk Anopheles sp yang merupakan vektor penyakit malaria jumlahnya akan semakin tinggi.50 Ha.82 Ha. reptilia.51 Ha dan wilayah Kepulauan Seribu yang meliputi Cagar Alam Pulau Bokor 18. Beberapa jenis reptilia yang hidup di hutan bakau antara lain Biawak (Varanus salvator). kucing Bakau (Felis viverrina). Kawasan Wisata Alam Angke Kapuk 99.500-7. dan Pulau Penjaliran Barat 19. Pada tahun 2010 Luas lokasi hutan mangrove di DKI Jakarta adalah sebesar 376. Pulau Penjaliran Timur 18. yaitu fauna akuatik seperti ikan. Kalong (Pteropus vampyrus). udang. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .00 Ha. Lutung (Presbytis cristatus). dan Garangan (Herpetes javanicus) juga menyukai hutan mangrove sebagai habitatnya (Nontji.50 Ha. amphibia. 1987). Keanekaragaman Spesies Mangrove juga memiliki fungsi ekologis sebagai habitat berbagai jenis satwa liar. Luwak (Paradoxurus hermaphroditus).. ular Belang (Boiga dendrophila).76 Ha. dan jenis-jenis ular air seperti Cerbera rhynchops.

Trigil (Tringa sp) dan Gajahan (Numenius schopus). Kuntul (Egretta sp). Blekek Asia (Limnodromus semipalmatus). Hutan mangrove juga sebagai habitat beberapa jenis burung yang dilindungi seperti Pecuk ular (Anhinga anhinga melanogaster).000 ekor.. 1988). alba). Mengkudu dan Pandan laut. Dua jenis katak yang dapat ditemukan di hutan mangrove adalah Rana cancrivora dan R. dan Trulek lidi (Himantopus himantopus) (Sutedja dan Indrabrata. dan Fordonia leucobalia. 1992). diantaranya Elang bondol (Halieeaetus indus). Ibis hitam (Plegadis falcinellus). Kuntul putih besar (E. Beberapa jenis burung bernyanyi yang masih sering terlihat antara lain Kepodang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Jenis tumbuhan yang terdapat di DKI Jakarta cukup bervariasi mulai dari jenis tumbuhan pantai sampai dengan jenis tumbuhan dataran/pegunungan dan palawija. Bluwok (ibis cinereus). Bangau tongtong (Leptoptilos javanicus). Homalopsis buccata. intermedia). dan Cangak laut (Ardea sumatrana) juga mencari makan di dekat hutan mangrove (Whitten et al. Akan tetapi sampai dengan tahun 2010 ini belum dapat diketahui jumlah seluruh jenis tumbuhan yang ada di DKI Jakarta. Bangau hitam (Ciconia episcopus). Satwa liar yang dilindungi di P. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sbb : 2. burung Duit (Vanellus indicus).1. Pelatuk besi (Thereskiornis aethiopica). Gegajahan Besar (Numenius arquata). Cangak (Ardea sp). Disamping itu di beberapa pulau di Kepulauan Seribu banyak ditemukan Sukun. Roko-roko (Plegadis falcneleus). Rambut adalah dari jenis burung dengan populasi sekitar 40.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Archrochordus granulatus. Rambut termasuk dalam kategori dilindungi. Rambut terdiri dari 45 Ha kawasan perairan dan 45 Ha kawasan daratan. Bintayung (Freagata andrew-si). Kawasan Suaka Margasatwa Pulau Rambut Pulau Rambut saat ini statusnya menjadi suaka margasatwa berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 275/Kpts/-II/1999. Dari gambaran tersebut diatas bahwa keanekaragaman hayati baik flora dan fauna banyak terdapat di wilayah tersebut.44 . Keanekaragaman hayati baik flora dan fauna di DKI Jakarta secara umum tidak berbeda jauh dengan keadaan flora dan fauna lainnya di pulau Jawa. Delapan belas jenis burung dari 49 yang dijumpai di dalam kawasan suaka margasatwa P.. Rutun. Kowak merah (Nycticorax caledonicus). Kuntul perak (E. Bluwok (Ibis cinereus). limnocharis (Nirarita et al. Trinil tutul (Tringa guitifer). Hal ini karena adanya kesatuan geografis meskipun saat ini sudah banyak mengalami pengurangan akibat tingginya pembangunan di DKI Jakarta. 1996). Ketapang. burung Pecuk ular (Anhnga anhinga). Cemara laut. dan Raja udang biru kecil (Halcyon chloris). Luas suaka margasatwa P. Jenis-jenis burung Egretta eulophotes. Untuk jenis tumbuhan pantai umumnya didominasi oleh jenis pohon Kelapa. Kuntul perak kecil (Egretta garzetta). Jenis-jenis burung lain yang banyak dijumpai antara lain burung Camar (Larus sp). hanya jenis tumbuhan pantai khususnya yang ada di kepulauan Seribu yang sudah terdeteksi yaitu ada sekitar 86 jenis.

S. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Di kawasan ini ditemukan 4 (empat) jenis vegetasi mangrove. Nomor 683).3 Ha dan merupakan wilayah dalam Zona Inti II. Kawasan Cagar Alam Pulau Penjaliran Barat Cagar alam P. alba dan Avicennia marina. tagal. C. kondisinya juga mengalami penurunan akibat abrasi. yaitu hutan pantai. Peteloran Barat memiliki luas 11. tagal.3 Ha. S. alba. Luas P. Jalak suren (Sturnus contrajala). Penjaliran Timur juga menjadi bagian Zona Inti II. P. hutan mangrove dan hutan sekunder campuran.5. dimana kondisinya mengalami penurunan akibat abrasi.2. Di pulau ini didominasi burung air dan dara laut. Satwa liar lain adalah jenis primata. Selain itu juga dijumpai Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang merupakan jenis introduksi. Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 220/Kpts-II/2000 menetapkan kembali wilayah kawasan hutan dan perairan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Rambut memiliki vegetasi tipe khas relatif utuh. Penjaliran Timur. termasuk penetapan kawasan pelestarian alam yang meliputi P. Beberapa jenis burung yang dijumpai dalam kawasan ini adalah Dara laut (Ducula bicolor). Penjaliran Timur adalah 18. 2. 2. Burung angin (Fregata ariel) dan kepodang (Oriolus chinensis). yaitu jenis Rhizopora stylosa. Kawasan Cagar Alam Pulau Peteloran Barat Cagar alam P. tagal dan Avicennia marina. Penjaliran Barat termasuk dalam wilayah Zona Inti II yang berfungsi sebagai kawasan perlindungan ekosistem mangrove. Bokor ditetapkan dengan Surat Keputusan Gouvernor General Hindia Belanda Nomor 6 tahun 1931 (Stbl. P. Sedang vegetasi yang dilindungi adalah vegetasi mangrove dari jenis Rhizopora mucronata dan S. Peteloran Barat merupakan salah satu lokasi tempat bertelur penyu sisik di Kepulauan Seribu. yakni di lokasi pasir bercampur karang yang merupakan daerah perairan yang tenang. Kawasan Cagar Alam Pulau Penjaliran Timur Cagar alam P.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 (Oriolus sp). yaitu jenis Rhizopora stylosa. 2. Luas P.41 Ha. Selain itu. Bokor secara spesifik ditetapkan sebagai cagar alam untuk perlindungan botanis dengan luas 18 Ha. alba dan Avicennia marina. P. Di kawasan ini ditemukan 4 (empat) jenis vegetasi mangrove. Penjaliran Barat adalah 8.4. Peteloran Barat merupakan kawasan untuk perlindungan ekosistem mangrove dan Penyu sisik (Eretmochelys imbricata). C. Kawasan Cagar Alam Pulau Bokor Cagar alam P. C. Kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan Prejak. yakni jenis Rhizopora mucronata.3. Penjaliran Barat dan P. 2.45 . Di kawasan ini ditemukan 3 (tiga) jenis vegetasi mangrove. Cagar alam P.

46 .76 Ha. Suaka Margasawa Muara Angke Berbatasan dengan tanggul kawasan Pantai Indah Kapuk ke arah suaka margasatwa sebagian besar digenangi air. Bokor seluas 18 Ha. Jangkar (Bruguiera sp).7 Ha. taman wisata alam Angke Kapuk seluas 99. pencegahan bencana banjir.50 Ha. seperti pengaturan tata air.82 Ha.82 Ha. yang terdiri dari Taman Nasional Kepulauan Seribu seluas 108. hutan dengan tujuan khusus yaitu kebun pembibitan 10. Putri malu (Mimosa pudica). 2. Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 220/Kpts-II/2000 mengatur kawasan lindung di wilayah Provinsi DKI Jakarta seluas 108.51 Ha. Cengkareng Drain 28. tahun 1998.475. Buta-buta (Ezcoecaria agallocha). Waru laut (Thespesia populnea). Area yang ditetapkan terakhir ini terdiri dari cagar alam Muara Angke 25. pengendalian erosi. Nipah (Nypa fruticans) dan Ketapang (Terminalia catapa). Sedangkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 755/Kpts-II/UM/1998. dan Kangkung (Ipomoea sp). transmisi PLN 23. Talas lompong (Colocasia sp). pohon Pidada atau Bidara (Sonneratia alba) merupakan jenis yang sering dijumpai selain Api-api (Avicenia marina).5 Ha dan dengan SK Kehutanan Nomor 667/Kpts-II/1995 berubah kembali menjadi 327. suaka margasatwa Muara Angke seluas 25 Ha. suaka margasatwa P. cagar alam Muara Angke ditetapkan sebagai suaka margasatwa Muara Angke dengan luas 25.039. hutan produksi Angke Kapuk seluas 158.93 Ha. sehingga tumbuhan di kawasan ini merupakan vegetasi rawa yang langsung terkena pengaruh pasang surut air laut. Salah satu keunikan ekosistem khas mangrove di kawasan Muara Angke adalah adanya tumbuhan rotan (Calamus sp) yang spesifik. hutan lindung Angke Kapuk seluas 44.6. Tumbuhan di Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .02 Ha. pencegahan intrusi air laut serta pemeliharaan kesuburan tanah. hutan lindung Angke 44.02 Ha.50 Ha. Api-api (Rhizopora sp). hutan wisata alam 99.76 Ha. serta jalan tol dan jalur hijau 95. Keberadaan pohon relatif sporadis.35 Ha. namun kondisinya saat ini merupakan lahan rawa terbuka yang didominasi oleh herba seperti Warakas (Acrostichum aureum) dan Seruni (Wedelia biflora).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Selain hal tersebut diatas sejak tahun 1939 pesisir Teluk Jakarta bagian Barat telah ditetapkan sebagai kawasan lindung berupa cagar alam dan hutan lindung seluas 15. Pada lahan rawa terbuka tumbuh vegetasi bukan spesifik penghuni hutan mangrove seperti Gelagah (Saccharum spontaneum).45 Ha. status tersebut berubah menjadi kawasan lindung Tegal Alur Angke Kapuk sesuai dengan ketetapan SK Menteri Pertanian Nomor 161/UM/1977 seluas 335.07 Ha. Dalam perkembangannya. Kawasan lindung tersebut merupakan kawasan hutan sesuai dengan sifat alamnya yang merupakan sistem penyangga kehidupan. Rambut seluas 90 Ha.02 Ha. Suaka margasatwa Muara Angke ditetapkan sebagai kawasan hutan mangrove yang seharusnya didominasi oleh pohon. cagar alam P.05 Ha. luas Suaka Margasatwa Muara Angke pada tahun 2010 adalah 25.

4. JENIS VEGETASI DI KAWASAN LINDUNG MUARA ANGKE. ketumpang lemah Jukut Inggris Ki bensin Maman. rotondus C. bidenata Altemanthera repens Andropogon aciculate A. SEMAK DAN RERUMPUTAN Acrostichum aureum Achiranthes aspea A. ANGKE KAPUK DAN KAMAL. intermedius Boreria latifolia Bracharia nutica Calopogonium mucroides Centrosema pubescens Clome aspera Chloris barbata Cyoerus hasapar C.47 . enceng-enceng Rumput jejarongan Papa air Rumput teki Rumput Kimules Katumpang Urang-aring Tapak liman Jukut carulang Eceng gondok Jonge Jukut karukuan bersambung … sambungan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . platyterus Desmodium heterophyla D. Pada tabel dibawah dapat dilihat jenis vegetasi di Kawasan Hutan Lindung dan Fauna yang Dilindungi di Muara Angke : TABEL : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 atas merupakan tumbuhan yang hidup pada kondisi bukan payau. kremh Jukut domdoman Rumput pipit Gelotrak. TAHUN 2010 POHON Avicennia sppp Acasia auriculiformis Cocos nucifera Delonix regia Leucaena luecocephala Mimusops elengi Morinda citrifolia Pithecolobium dulchis Raisthonia regia Rhizopora mucronata Sonneratia caseolaris Thepesia populnea Excoecaria agallocha PERDU. trifolium Eclypta alba Elephantopus scaber Eleochine indica Eichornia crassipes Emilia sanchifolia Ergastis sp NAMA DAERAH Api-api Akasia Kelapa Flamboyan Lamtoro Tanjung Mengkudu Asem londo Bakau-bakau Pidada/bidara Waru laut Buta-buta NAMA DAERAH Warakas Jarong lalaki Sui in sui talum Daun tolod.

indica Himenographis interukta Ipomoea acuatica I. yamaysensis Sueda maritima Tacca pinnata Typha augustifolia Urenia lobata Vitis tripfolia Wedelia biflora Yussiae parvivolia Sumber : PT. pescaprae Leucas lavondulafolia Melastoma malabathricum Micania cordata Mimossa invisa M. Rambut.48 . pudica Oxalis barbata Merenia genela Panicum repens Passiflora foetida Pasphallum scobeculata Physalis minima P. walingi Pungpurutan Daun kapialun. galing Seruni Cacabean Suaka margasatwa Muara Angke dihuni oleh burung dengan jenis yang sama dengan penghuni suaka margasatwa P. histula I. oleh karena sebagian besar burung tersebut mencari makan di Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . nigra M. Mandara Permai.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 PERDU. neruli Pestia stratoides Pluche indica Politicha qinaura Poligonium sp Portulaca oleaceae Dricardosonia brassiliensis Saccharum spontaneum Salvinia natans Screpus grassus Sesivium porthulacastrum Sphaerates sp S. kembang gelang Ki heuleut Jarong Melur Gading tikus Lembang. SEMAK DAN RERUMPUTAN Eupathorium odorantum Fimbristilis aeroginosa Heliochares dulchis H. 2010 Keterangan : NAMA DAERAH Kirinyuh Babawangan beureum Babawangan Kangkung Kangkung Bandung Katang-katang Paci-paci Harendong Cipatuheun Borang Cucuk Garut Si kejut/putri malu Calincing Jejahean/lalampyangan Kaceprata Jukut pingping kasir Cecedet Meniran Ki apu Bluntas Bingbin Gelang krokot Gelagah Mata lele Walingi Gelang laut.

5. 8. Tumbuhan bawah hanya terdapat pada area yang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 6. Kanwil Kehutanan DKI Jakarta dan Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Fauna liar lainnya yang dijumpai adalah kelompok reptilia. 10. FAUNA YANG DILINDUNGI DI SUAKA MARGASATWA MUARA ANGKE. letaknya memanjang sejajar pantai sepanjang 5 Km dengan lebar 100 meter dari garis pasang surut yang terbentang mulai dari batasan hutan wisata Kamal ke arah timur hingga suaka margasatwa Muara Angke.5. yang diperkirakan jumlahnya tinggal 40 ekor. Kadal (Mabula multifasciata). sedang tumbuhan bawah jarang terlihat oleh karena di pengaruhi pasang-surut. hingga keberadaannya menjadi spesifik jika dibandingkan dengan kawasan permukiman. 12. TAHUN 2010 NO 1. tidak terdapat perubahan yang berarti sampai tahun 2010. Sumber Keterangan KELOMPOK Mamalia Reptilia Reptilia Reptilia Burung Burung Burung Burung Burung Burung Burung Burung Burung Burung : Suaka Margasatwa Muara Angke. telah diusahakan penanaman Bakau (Rhizopora mucronata) dan Api-api (Avicenia sp) yang telah berlangsung sejak bulan Agustus 1999 melalui kerjasama antara Lembaga Pengkajian Mangrove. seperti Biawak (Varanus salvator). 4.49 . 7. TABEL : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 pesisir Teluk Jakarta. Untuk mempertahankan kondisi suaka margasatwa Muara Angke sebagai ekosistem mangrove. Hutan Lindung Angke Kapuk Kawasan hutan lindung Angke Kapuk yang mempunyai luas pada tahun 2010 sebesar 44. Sedyatmo dan jalan Kapuk Muara. ular Hijau (Dryophis prasinus) dan ular Cincin (Boiga dendrophila). 3. 11. 9. Yayasan Kehati. bakau atau mangrove.7. Di dalamnya terdapat areal permukiman Pantai Indah Kapuk dengan batas sebelah Selatan adalah jalan tol Prof. 2. 2. Keberadaan flora ditampilkan oleh flora khas pesisir.76 Ha. Macaca fascicularis yang dikenal sebagai Monyet Ancol juga menghuni kawasan ini. 13. Dibandingkan tahun sebelumnya. 2010 : NAMA DAERAH Monyet Biawak Ular cincin mas Ular piton Pecuk padi Pecuk ular Kowak maling Pelatuk besi Raja udang Blekok Kuntul Kuntul kecil Cangak abu Cangak merah SPESIES Macaca fascicularis Varanus salvator Boiga dendrophila Phyton sp Phalacocorax pygmaeus Anhinga anhinga Nyticorax nyticorax Thereskiomia Halcyon chloris Ardeola speciosa Egretta intermedia Egretta gazeta Arde cinerea Ardea Jenis vegetasi yang tumbuh di hutan lindung relatif terbatas. 14.

Rhizopora sp yang termasuk dalam klasifikasi pohon banyak dijumpai di kawasan perbatasan dengan hutan lindung Angke Kapuk di sekitar pantai. Kuntul putih (Egretta sp). Cekakak (Halycon chloris). Sonneratia caseolaris. Rhizopora mucronata. didominasi Api-api (Avicennia sp). Kowak maling (Nycticorax nycticorax). Jenis vegetasi yang dominan adalah Api-api (Avicennia spp) yang tumbuh mulai tingkat semai hingga tingkat pohon. Dalam upaya mempertahankan keberadaan hutan lindung. Beberapa bagian hutan lindung Angke Kapuk mengalami abrasi yang cukup kuat oleh gempuran ombak. Kihujan (Samanea Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Jenis vegetasi yang ada pada tingkat pohon adalah Avicennia marina.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 cenderung lebih ke darat. Di dalam kawasan ini terdapat areal kebun bibit mangrove seluas 10. Kuntul kerbau (Bubulcus ibis).8. Delonix regia. Tumbuhan lain yang dijumpai adalah jenis Akasia (Acasia auriculiformis). Keadaan ini mengindikasikan bahwa kelanjutan pertumbuhan jenis tumbuhan tersebut relatif baik. sedangkan Rhizopora mucronata dan Excoecaria agallocha pada tingkat tiang. 2. Adanya vegetasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan fungsi lindung terhadap serangan abrasi. Dengan akar tunjang yang dimiliki. officinalis. alba.47 Ha. officinalis. Hutan Wisata Kamal Sampai dengan tahun 2010 ini. sedangkan Bakau (Rhizoposa sp) hanya tumbuh di beberapa area yang sempit sehingga tumbuhan tersebut tampak sporadis. Blekok (Ardeola speciosa).50 . alba. Perannya terhadap keseluruhan area adalah sangat penting. Rambut. Belibis (Anas gibberrfrons). Fauna yang terdapat di hutan lindung Angke Kapuk antara lain didominasi oleh burung pantai yang berjenis sama dengan yang terdapat di suaka margasatwa P. A. Thespesia popoulne. Pada tingkat sapihan yang menonjol adalah Avicennia marina. Ketebalan hutan lindung sekitar 40 meter. di beberapa bagian pantai di lakukan penanaman vegetasi bakau. Cangak abu (Ardea cinerea). apalagi kawasan ini memiliki pasang laut cukup tinggi dan pengaruh angin musim cukup besar. Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan beberapa jenis ular.00 Ha. hutan wisata Kamal merupakan kawasan dengan vegetasi mangrove paling luas. Sedangkan jenis Bakau (Rhizopora sp) hanya tumbuh secara sporadis. A. Pecuk (Phalacrocorax sp) dan Bluwak (Mycteria cineria). Keberhasilan tumbuh vegetasi tersebut mengalami hambatan oleh gelombang laut yang cukup besar. yaitu Pecuk ular (Anhinga melanogaster). maka jenis bakau merupakan tanaman yang diharapkan dapat bertahan terhadap pengaruh laut. Satwa lain selain jenis burung adalah Biawak (Varanus salvator). yaitu sekitar 110. A. Vegetasi yang tumbuh di kawasan lindung relatif homogen. Acasia auliculiformis dan Delonix regia. A.

Air Tanah. selain yang dilakukan pihak swasta yang peduli terhadap keberadaan hutan mangrove di DKI Jakarta. serta sebagai tempat beristirahat pada malam hari. seperti burung. Air Curah Hujan. Dari semua uraian diatas bahwa perambahan dan alih fungsi kawasan terutama untuk kepentingan tambak ikan berakibat terganggunya peranan fungsi komunitas dan kawasan mangrove karena terputusnya rantai makanan bagi biotik kehidupan. yaitu : 1. Hutan wisata Kamal masih berfungsi sebagai habitat burung air sebagaimana diindikasikan oleh keberadaan vegetasi mangrove seperti Api-api (Avicennia sp) yang menyebar di seluruh hutan wisata. seperti kawasan Pantai Indah Kapuk. air tanah semi tertekan/semi artesis/air tanah dalam. bendungan/bendungan irigasi dan air rawa. air sungai. Kegiatan-kegiatan yang dapat merusak ekositem mangrove antara lain: pengembangan permukiman. Keberadaan empang bekas tambak maupun tambak yang masih diusahakan di sekitar kawasan wisata ini telah menjadi daya tarik bagi burung untuk tetap memanfaatkan hutan wisata sebagai habitatnya.51 . dibedakan menjadi kebutuhan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Flamboyan (Delonix regia). Hal tersebut diindikasikan kehadiran burung Pecuk (Phalacrocorax sp). air danau/situ alamiah. terdiri dari air hujan tampungan dan air limpasan. pembangunan fasilitas rekreasi Ancol dan pemanfaatan lahan pasang surut untuk kepentingan budidaya pertambakan. Bluntas (Plucea sp). Terdegradasinya kawasan mangrove akibat tumbuh kembangnya pusat kegiatan aktivitas manusia. Cangak (Ardea sp) yang terbang di hutan wisata Kamal. terdiri dari air tanah bebas/air tanah dangkal.094 Ha. tempat berlindung dari tiupan angin. Air Permukaan. 3. Jenis tersebut tumbuh di tepi areal tambak.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 saman). dan Kedondong (Spondias pinnata). air danau/situ buatan. Nenasia (Breynia sp) dan beberapa jenis rumput yang biasa tumbuh pada ekosistem darat. Untuk mengurangi akibat perambahan dan alih fungsi. dan air tanah tertekan/artesis/air tanah sangat dalam. Air Berdasarkan jenis sumber/cadangan. C. reptil dan lain sebagainya. Jenis tumbuhan bawah yang tumbuh antara lain Kitower (Derris heterophylla). terdiri dari mata air. Mahoni (Swietenia macrophyla). Sedangkan klasifikasi berdasarkan alokasi penggunaannya. air dibedakan menjadi 3 kategori. maka pemerintah DKI Jakarta melakukan upaya diantaranya tahun 2009 melakukan rehabilitasi Mangrove Suaka Margasatwa Muara Angke seluas 8 Ha dan menyiapkan jalur hijau jalan sepanjang bantaran seluas 2. Peranan kawasan ini adalah sebagai tempat mencari makan bagi burung air. 2. Kuntul (Egretta sp).

industri dan pertanian. perkantoran. hotel dan pemadam kebakaran.19 juta m (2. hotel. 3 3 3 3 3 3 3 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . pertokoan/perkantoran.23 %). terdiri dari air permukaan 469. Air merupakan sumberdaya yang amat vital untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia. rumah sakit. baik berupa air tanah dangkal maupun air tanah dalam. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) JAYA sebagai salah satu perusahaan yang secara langsung bertanggung jawab terhadap penyediaan air bagi warga DKI Jakarta. Namun demikian mengingat bahwa penyediaan air bersih yang cukup dan kontinyu bagi warga bersifat vital dan sangat mendesak. Dengan kata lain 43. Perusahaan tersebut antara lain PT. konsumsi air mengalami kenaikan sekitar 35. mengoptimalkan kapasitas yang ada (mengurangi tingkat kehilangan) dan meningkatkan pelayanan.52 %). Dari hasil penyusunan NSAD ini diperoleh informasi bahwa total penggunaan sumberdaya air untuk kebutuhan warga (domestik dan industri) pada tahun 2010 diperkirakan mencapai sekitar 811.21 juta m .99 persen kebutuhan air bersih untuk warga (domestik dan industri) diperoleh dari sumber lainnya (air tanah).48 %).01 persen kebutuhan air bersih untuk warga DKI Jakarta. Akibatnya masyarakat dan pengusaha mengandalkan penyediaan air dari sumber air tanah. rumah sakit. Saat ini. maka perlu upaya khusus untuk meningkatkan kapasitas produksi. pengoperasian dan pemeliharaan instalasi produksi belum optimal dan masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi memelihara sarana dan prasarana air minum. selain PDAM JAYA ada beberapa perusahaan swasta yang juga memproduksi air meskipun jumlahnya belum terlalu besar.47 juta m (39. sumber air baku yang makin sulit diperoleh. pertokoan. Dari jumlah tersebut sebanyak 790. kebutuhan pertanian sekitar 20.28 juta m (2.49 %). industri. Kebutuhan domestik dimaksud adalah kebutuhan untuk menunjang kelangsungan hidup manusia. dll.52 .01 %) dan dari air tanah sebanyak 341.99 %).50 %) digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik yang meliputi kebutuhan rumah tangga.05 juta m (4. PT. kebutuhan akan air dirasakan semakin meningkat dan saat ini penyediaan air bersih bagi warga DKI Jakarta menghadapi berbagai kendala. Ciputra Development. Permasalahan pokok yang dihadapi PDAM JAYA dalam penyediaan air bersih antara lain adalah tingkat kehilangan air yang masih tinggi (sekitar 50. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. antara lain kebutuhan untuk rumah tangga (masak/minum/cuci/mandi).74 juta m (56. Jika dibandingkan dengan tahun 2009.93 juta m (97. PENTA dan PT. Melalui upaya-upaya ini diharapkan penggunaan air tanah secara bertahap dapat dikurangi. Candrasa Pranaguna. kebutuhan industri sekitar 20. Total produksi air saat ini diperkirakan baru mampu mensuplai sekitar 56.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 domestik.

66 persen dari 434.591. NERACA SUMBERDAYA AIR AIR PERMUKAAN PROVINSI DKI JAKARTA.000 29. Pada tahun 2008.85 juta m dibandingkan tahun sebelumnya.45 juta m . Bendungan/irigasi/ Waduk/Dam SATUAN M3 132.31 persen pada tahun 2009 menjadi 72.083.370. Domestik 2.570 16.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Curah hujan yang lebih rendah juga mengakibatkan penurunan ketersediaan air yang berasal dari curah hujan.351 Rp 362.89 juta m menjadi 72. selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut : TABEL : II. Neraca sumberdaya air di DKI Jakarta (air permukaan dan air tanah).44 juta m dan pemakaian air tanah hanya sedikit mengalami penurunan. Pemakaian air tanah pada tanah pada tahun 2009 mencapai 341.77 %) turun sebanyak 9.108 12. Pertanian 4. air curah hujan tampungan sebanyak 84. Mahalnya air PAM merupakan alasan yang digunakan oleh warga kenapa mereka tetap mempertahankan pemakaian air tanah. turun sebesar 4.25 juta m Sedangkan air permukaan turun sebesar sebesar 16. Industri 3.339.029 : Neraca Sumberdaya Alam Daerah Provinsi DKI Jakarta : TOTAL Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 2009 AKTIVA CADANGAN SUMBER : 1. Mata Air 2.029 362.105.6. Lain-lain DEGRADASI SUMBERDAYA AIR : SALDO AKHIR : TOTAL Sumber Keterangan 3 3 3 3 3.240 230.445.789 Rp EKSPLOITASI PEMANFAATAN : 1.445. Pengambilan air tanah yang terus menerus yang dapat mengakibatkan perusakan lingkungan kurang mendapat perhatian dari mereka.53 . 3 PASIVA SATUAN M3 304. Air Sungai 3.400.59 juta m (9.

478 4.804 7.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. dimana persyaratan ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) Nomor 416 Tahun 1990 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air. Air Tanah Dalam/Semi Tertekan/Semi Artesis 3. umumnya masih baik/memenuhi persyaratan air bersih yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Banyaknya penduduk yang memanfaatkan air sumur dangkal yang tercemar.542.137 : Neraca Sumberdaya Alam Daerah Provinsi DKI Jakarta : PASIVA Rp EKSPLOITASI PEMANFAATAN : 1. Industri 3.467. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di Provinsi DKI Jakarta menyebabkan letak sumursumurnya berdekatan dengan septic tank. Kualitas air tanah di Provinsi DKI Jakarta umumnya tergantung pada kedalaman ”aquifer”-nya. kedalaman 40 meter. Domestik 2.137 TOTAL Sumber Keterangan TOTAL 1. Air Tanah Dangkal/Air Tanah Bebas 2. 2009 AKTIVA CADANGAN SUMBER : 1. Pertanian 4. Parameter kualitas air bersih yang ditetapkan dalam peraturan tersebut Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .732.802. hal ini disebabkan masih terbatasnya penyediaan air bersih yang disediakan oleh PD. Lain-lain SATUAN M3 329.653 DEGRADASI SUMBERDAYA AIR : SALDO AKHIR : 341.7.855 Rp 341. berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat akibat kontaminasi dan buruknya sanitasi. Kondisi semacam ini tentunya tidak sejalan lagi dengan Undang-undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 ayat 3 yang menyebutkan bahwa air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat. Air Tanah Sebagian besar penduduk Provinsi DKI Jakarta sampai saat ini masih menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih maupun air minum. Air Tanah Sangat Dlm/Air Tanah Tertekan/Air Tanah Artesis SATUAN M3 330.467.54 . sehingga air tanah merupakan alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia disamping air sungai dan situ. NERACA SUMBERDAYA AIR AIR TANAH PROVINSI DKI JAKARTA.484 10.664. harus memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas. PAM Jaya. sehingga umumnya sumur-sumur di Provinsi DKI Jakarta tercemar oleh rembesan dari septic tank penduduk yang kondisinya tidak memenuhi syarat.191.

Jakarta Timur terdiri dari 17 Kelurahan 4. Terletak didaerah permukiman penduduk b. Keadaan topografi Dari pertimbangan lokasi diatas.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 meliputi parameter fisik. Untuk mengetahui kondisi air tanah di Provinsi DKI Jakarta. mikrobiologi. ditentukan jumlah sumur sebanyak 75 lokasi yang terdapat di lima wilayah DKI Jakarta. kimiawi. Jakarta Utara terdiri dari 15 Kelurahan 3. dengan 75 kelurahan yaitu : 1. Jakarta Barat terdiri dari 15 Kelurahan 5. Jakarta Pusat terdiri 11 Kelurahan Untuk masing-masing kelurahan diambil 1 (satu) sampel air sumur sehingga diperoleh contoh sumur sebanyak 75 sumur.55 . BPLHD Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan pemantauan sebanyak 2 kali pada Tahun 2009. kimia. dan radioaktif. dengan 75 Kelurahan dimana masing-masing kelurahan diwakili oleh 1 sumur dangkal. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Titik pantau 101 102 103 104 105 106 107 108 109 Lokasi Pemantauan Karet Tengah (Kecamatan Tanah Abang) Cikini (Kecamatan Manteng) Kwitang (Kecamatan Senen) Mangga Dua Selatan (Kecamatan Sawah Besar) Tanah Tinggi (Kecamatan Johar Baru) Kebon Kelapa (Kecamatan Gambir) Kemayoran (Kecamatan Kemayoran) Cempaka Putih Barat (Kecamatan Cempaka Putih) Kebon Kosong (Kecamatan Kemayoran) Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Dekat dengan sumber pencemaran d. ditentukan jumlah sumur sebanyak 75 lokasi yang terdapat di 5 wilayah DKI Jakarta. Parameter yang dipantau yaitu parameter fisik. yaitu : No. dan biologi yang disesuaikan dengan PERMENKES Republik Indonesia Nomor 416/MenKes/Per/IX/1990 tentang Dari pertimbangan lokasi diatas. Jakarta Pusat terdiri dari 11 Kelurahan. Jakarta Selatan terdiri dari 17 Kelurahan 2. yaitu : a. Lokasi pemantauan air sumur/tanah dangkal ditentukan berdasarkan hal-hal sebagai berikut : a. Kondisi lingkungan c.

56 . yaitu : No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 c. yaitu : No. Jakarta Selatan terdiri dari 17 Kelurahan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 10 11 110 111 Gelora (Kecamatan Tanah Abang) Kramat (Kecamatan Senen) b. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Titik pantau 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 Lokasi Pemantauan Duri Kosambi (Kacamatan Cengkareng) Kalideres (Kecamatan Kalideres) Palmerah (Kecamatan Palmerah) Jelambar Baru (Kecamatan Grogol Petamburan) Tangki (Kecamatan Taman Sari) Kemanggisan (Kecamatan Palmerah) Duri Kepa (Kecamatan Kebon Jeruk) Sukabumi Selatan (Kecamatan Kebon Jeruk) Meruya Utara (Kecamatan Kembangan) Tegal Alur (Kecamatan Kalideres) Rawa Buaya (Kecamatan Cengkareng) Kembangan Selatan (Kecamatan Kembangan ) Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Titik pantau 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 Lokasi Pemantauan Ciganjur (Kecamatan Jagakarsa) Tanjung Barat (Kecamatan Jagakarsa) Pela Mampang (Kecamatan Mampang Prapatan) Pondok Labu (Kecamatan Cilandak) Pondok Pinang (Kecamatan Kebayoran Lama) Kebayoran Baru (Kecamatan Kebayoran Baru) Kalibata (Kacamatan Pancoran) Pejaten Barat (Kecamatan Pasar Minggu) Pesanggrahan (Kecamatan Pesanggrahan) Kebon Baru (Kecamatan Tebet) Grogol Utara (Kecamatan Kebayoran Lama) Setia Budi (Kecamatan Setia Budi) Srengseng Sawah (Kecamatan Jagakarsa) Gandaria Selatan (Kacamatan Cialndak) Manggarai (Kecamatan Tebet) Ragunan (Kecamatan Pasar Minggu) Kebayoran Lama Utara (Kecamatan Kebayoran Lama) Jakarta Barat terdiri dari 15 Kelurahan.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 13 14 15 313 314 315 Tambora (Kecamatan Tambora) Kebon Jeruk (Kecamatan Kobon Jeruk) Kapuk (Kecamatan Cengkareng) d.57 . yaitu : No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Titik pantau 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 Lokasi Pemantauan Rorotan (Kacamatan Cilincing) Pademangan Barat (Kecamatan Pademangan) Sunter Agung (Kecamatan Tanjung Priok) Sunter Jaya (Kecamatan Tanjung Priok) Kamal Muara (Kecamatan Penjaringan) Kelapa Gading Timur (Kecamatan Kelapa Gading) Tugu Selatan (Kecamatan Koja) Penjagalan Barat (Kecamatan Penjaringan) Semper Barat (Kecamatan Cilincing) Pegangsaan Dua (Kecamatan Kelapa Gading) Pluit (Kecamatan Penjaringan) Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Jakarta Utara terdiri dari 15 Kelurahan. Jakarta Timur terdiri dari 17 kelurahan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Titik pantau 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 Lokasi Pemantauan Halim Perdana Kusumah (Kecamatan Makasar) Cakung Barat (Kecamatan Cakung) Pondok Kelapa (Kecamatan Duren Sawit) Rawa Teratai (Kecamatan Cakung) Cijantung (Kecamatan Pasar Rebo) Rawamangun (Kecamatan Pulo Gadung) Penggilinga (Kecamatan Cakung) Kramat Jati (Kecamatan Kramat Jati) Kampung Melayu (Kecamatan Jatinegara) Munjul (Kecamatan Cipayung) Ciracas (Kecamatan Ciracas) Klender (Kecamatan Duren Sawit) Ujung Menteng (Kecamatan Cakung) Utan Kayu Utara (Kecamatan Matraman) Bidara Cina (Kecamatan Jatinegara) Cililitan (Kecamatan Kramat Jati) Malaka Jaya (Kecamatan Duren Sawit) e. yaitu : No.

Pada kedua jenis permukiman tersebut di seluruh wilayah lokasi pengamatan air tanah lebih banyak di wilayah permukiman padat teratur. jenis sumur adalah sebagai berikut : 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 12 13 14 15 512 513 514 515 Ancol (Kecamatan Pademangan) Tanjung Priok (Kecamatan Tanjung Priok) Kali Baru (Kecamatan Cilincing) Koja (Kecamatan Koja) Untuk lebih jelasnya lokasi pemantauan air tanah dangkal pada tahun 2009 ini disajikan pula dalam bentuk peta seperti yang tersaji pada Gambar : II. GAMBAR : II.1. 2009 I II III IV Region Tanah : I endapan rendah 0-3 m (asin) II endapan tinggi datar 7-12 m III endapan datar 7-12 m IV berlereng 12-25 m (tawar) V permukaan > 25 m (tawar) V Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta Hasil pemantauan berdasarkan kondisi lingkungan.58 . Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .8 di bawah terlihat bahwa kondisi pemukiman pada sumur di wilayah Provinsi DKI Jakarta meliputi 36 lokasi (48 %) termasuk dalam wilayah permukiman padat tidak teratur.1. Kondisi Lingkungan Lokasi Pemantauan Dari hasil pemantauan pada Tabel : II. LOKASI PEMANTAUAN KUALITAS AIR TANAH DANGKAL DI DKI JAKARTA. kecuali di wilayah Jakarta Utara lebih banyak di wilayah permukiman padat tidak teratur.1. 39 lokasi (52 %) termasuk dalam wilayah permukiman padat teratur.

8. 1. tempat sampah.2.1. jenis sumur timba sebanyak 11 sumur (15 %). KONDISI PEMUKIMAN PEMANTAUAN KUALITAS AIR TANAH DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2009 WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara JUMLAH TOTAL Sumber Keterangan A JML SUMUR 7 8 5 7 9 36 % 19% 22% 14% 19% 25% 48% 10 10 5 8 6 39 B JML SUMUR % 26% 28% 13% 21% 15% 52% 0 0 0 0 0 0 C JML SUMUR % 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0 0 0 0 0 0 D JML SUMUR % 0% 0% 0% 0% 0% 0% : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Dari hasil yang diperoleh bahwa kondisi sumur di beberapa titik pantau sudah memenuhi syarat sanitasi. Jenis Sumur Jenis sumur yang dipantau terbagi menjadi 4 jenis yaitu sumur timba.59 . jet pump sebanyak 3 sumur (4 %) dan sebanyak 23 responden (31 %) tidak menjawab.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. salon kecantikan.9. 2009 : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Dari 75 titik pantau. pompa hisap dan jet pump. diatas 10 meter ada 26 sumur (35 %) dan sebanyak 39 sumur (52 %) tidak diperoleh keterangan. industri. Dari hasil pemantauan diketahui bahwa jarak sumur dengan septik tank di bawah 10 meter sebanyak 31 sumur (41 %). 2009 : A = Pemukiman Padat Tidak Teratur C = Pemukiman Tidak Padat. Tidak teratur B = Pemukiman Padat Teratur D = Pemukiman Tidak Padat. Jarak Sumur Dengan Sumber Pencemar Sumber pencemaran lain yang dapat mencemari sumur antara lain septik tank. pompa tangan 15 sumur (20 %). bengkel. TABEL : II. saluran got dan sungai. pompa tangan. pompa hisap (sanyo) 23 sumur (31 %).1. JARAK SUMUR DENGAN SEPTIK TANK DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2009 WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara JUMLAH TOTAL Sumber Keterangan JARAK < 10 METER JML SUMUR 5 8 3 7 7 30 PERSENTASE 29% 47% 27% 47% 47% 40% JARAK > 10 METER JML SUMUR 9 6 3 5 3 26 PERSENTASE 53% 35% 27% 33% 20% 35% TIDAK ADA KETERANGAN JML SUMUR 3 3 5 3 3 17 PERSENTASE 18% 18% 45% 20% 20% 23% : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Teratur 1.1.

2.70 . Cilincing).2.166 92. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .1. Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416 tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air.00 .029 114 .383 OKTOBER 68.00 0.70 .00 . TABEL : II.10 menunjukkan bahwa untuk parameter Total Padatan Terlarut (TDS) di lima wilayah masih memenuhi baku mutu.109 1.1. namun untuk wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara dibeberapa titik baik pada pemantauan bulan Juli maupun pemantauan bulan Oktober telah melebihi baku mutu.958.00 1.20. Kec.115. Konsentrasi tertinggi berada di Wilayah Jakarta Timur yaitu pada titik 402 yang berada di Kelurahan Cakung Barat.20 .10.9.50 .216 KEKERUHAN (skala NTU) JULI OKTOBER 0 .00 .00 .00 0.2.17.50 : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 1. Untuk parameter Kekeruhan air sumur di DKI Jakarta umumnya masih dalam kondisi baik.820 190.50 1. dan biologi (mikrobiologi).10 .69. 2009 : BM TDS =1500 mg/L BM Kekeruhan = 25 mg/L Dari Tabel : II.1008 186. Kualitas Fisik Air Tanah Gambaran kualitas fisik air tanah di Provinsi DKI Jakarta yang meliputi TDS dan kekeruhan dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1.80 . Rentang tertinggi dicapai oleh titik pemantauan di Wilayah Jakarta Utara pada pemantauan bulan Juli yaitu 2.00 65.1.00 1. Kualitas Air Tanah di Provinsi DKI Jakarta Kualitas air tanah meliputi parameter fisik.50 1.30 .00 123 .00 .1.00 .00 59. kimia.243.00 . 1.046 190.1.570 mg/L pada titik 501 (Kelurahan Rorotan.1. Prosentase besarnya parameter fisik yang melebihi baku mutu pada masing-masing wilayah dapat dilihat pada tabel di bawah ini.00 .20 .60 .2.92.4. KISARAN KUALITAS FISIK AIR TANAH DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2009 WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Sumber Keterangan TDS (mg/L) JULI 43.00 1.00 .

1.0.2. Sedangkan kisaran minimum kandungan Besi dan Mangan tidak terdeteksi.22 . (Tabel : II.17.42 43.39 0. Kisaran maksimum tertinggi untuk parameter Besi dan Mangan adalah pada titik 103 (Kelurahan Kwitang) dan 102 (Kelurahan Cikini).2. TABEL : II.18.00 .00 .65 4.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.12.11.00 * .0.61 . 2009 : (1) Fe = Besi.11.25 . Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .85 2. CaCO3 dan Organik air tanah di wilayah DKI Jakarta memberikan hasil yang bervariasi.61 .39 43.70 .1.11 .144.8.13 .4. Cl = 600. 2009 PARAMETER WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Sumber Keterangan Fe * .00 mg/L.0.01 .1.91 .6.0.442.55 .39 0.35 0.50 mg/L.77 3.8.35 0.422.69 .7.18 19.95 0.01 .01 . Parameter lain seperti Fluorida secara umum di setiap wilayah belum melampaui baku mutu. F = Fluorida.78 7.7.02 . Mn.00 .20 0.7. Cl. Cl = Chlorida (2) Baku Mutu : Fe = 1. PERSENTASE PARAMETER FISIK AIR TANAH YANG MELEBIHI BAKU MUTU.99 F 0.00 * .55 0.90 .0.51 1.8. Organik = 10.0.6.0.22. pH = 6.02 .00 .84 6.77 0. Kualitas Kimia Air Tanah Kisaran kadar kimia an organik seperti Fe.80 0.07 KADAR KIMIA ORGANIK (mg/L) 0. Sedangkan untuk parameter Chlorida wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara terdapat beberapa titik yang konsentrasi Cl-nya sangat tinggi. TAHUN 2009 WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.04 .81 Cl 19. KISARAN KADAR KIMIA ORGANIK/ANORGANIK AIR TANAH.00 0.12).24 pH 4.35 : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2009 : TDS (mg/L) JULI 3 (18%) 1 (7%) OKTOBER - KEKERUHAN (skala NTU) JULI 1(6%) 1 (7%) OKTOBER - Tabel : II.50 .05 .11 tersebut di atas memberikan informasi bahwa kualitas fisik khususnya parameter TDS dan kekeruhan di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur lebih buruk dibandingkan dengan wilayah lain yang cenderung masih relatif bagus kualitasnya.836.29 0. F = 1.02 . Mn = Mangan. F.22 – 336.11.00 mg/L (3) * = tidak terdeteksi Dari Tabel di atas menunjukkan bahwa kadar kimia Anorganik seperti Besi dan Mangan sebagian besar kisaran maksimumnya sudah termasuk tinggi dan telah melebihi baku mutu.00 .03 .00 .2. Mn = 0.11 5.5 – 9.1.97 Mn 0.50 mg/L.15 9.2.00 mg/L.

Konsentrasi F > 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Adapun untuk lebih jelasnya mengenai kandungan unsur tersebut di atas dijelaskan secara rinci sebagai berikut :  Besi Parameter ini menunjukkan besarnya kandungan Besi di dalam air tanah di sekitar lokasi pengambilan sampel. Pada lima Wilayah Administrasi Kota seluruhnya ada titik pantau yang konsentrasinya telah melebihi baku mutu. Apabila berikatan dengan ion dapat menyebabkan rasa asin dan dapat merusak pipa-pipa air.5 mg/L dapat menyebabkan rasa pahit pada minuman dan meninggalkan noda kecoklat-coklatan pada pakaian. Kecuali wilayah Jakarta Selatan pada wilayah lainnya ada titik pantau yang konsentrasi kimia Organiknya telah melebihi baku mutu. Sedangkan pada wilayah lainnya tidak ada titik pantau yang konsentrasi Khloridanya telah melebihi baku mutu.62 . Kandungan Khlorida dalam air tanah bisa disebabkan oleh intrusi air laut.  Khlorida Dalam jumlah kecil Khlorida ini dibutuhkan untuk desinfektan. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Berdasarkan hasil analisa laboratorium menunjukkan bahwa konsentrasinya di beberapa wilayah kota Administrasi telah melebihi baku mutu kecuali di wilayah Jakarta Selatan pada semua titik pantau konsentrasinya masih memenuhi baku mutu. Secara umum konsentrasi Fluorida di wilayah DKI Jakarta masih memenuhi baku mutu yang diperbolehkan.  Kadar Kimia Organik Kandungan Organik menimbulkan rasa bau yang tidak sedap dan dapat menyebabkan sakit perut serta menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa logam.5 mg/L dapat menyebabkan ”fluoroisis” pada gigi yaitu terbentuknya noda-noda coklat yang tidak mudah hilang pada gigi.35 mg/L. Kandungan Khlorida pada air tanah pada umumnya belum melampaui baku mutu Khlor.  Fluorida Kandungan Fluorida dalam jumlah kecil dibutuhkan sebagai pencegahan terhadap penyakit caries gigi yang paling efektif tanpa merusak kesehatan.11 -22. Tingginya kandungan Fe dalam air tanah disebabkan karena adanya persenyawaan Besi dalam lapisan tanah yang terkikis oleh air saat aliran air melewatinya.24 mg/L. konsentrasinya yang melebihi baku mutu bila dikonsumsi akan membahayakan kesehatan. kisaran tertinggi terdapat di wilayah Jakarta Utara yaitu berkisar 2.  Mangan Kandungan parameter Mangan pada air tanah dengan konsentrasi > 0. Tetapi di wilayah Kotamadya Jakarta Utara pada titik 513 (Kelurahan Pademangan) konsentrasi Khlornya mencapai 836. hal ini menunjukkan bahwa di titik-titik tersebut air tanahnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

terutama untuk parameter Besi (Fe). dimana baku mutu untuk parameter Total Coliform sebesar 50 ind/100 mL. PERSENTASE JUMLAH SUMUR TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU UNTUK PARAMETER BESI (Fe) PROVINSI DKI JAKARTA. Selain itu kondisi septic tank juga sangat berpengaruh terutama untuk septic tank yang masih menggunakan teknologi konvensional dimana air kotor di resapkan ke dalam tanah. 2009 NO 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu perlu menjaga kondisi septic tank agar kedap air sehingga air kotor tidak merembes ke dalam tanah. Organik. Persentase Kualitas Air Tanah di Provinsi DKI Jakarta Persentase kualitas air tanah dilihat berdasarkan jumlah sumur yang kualitas airnya tidak memenuhi baku mutu.000 ind/100 mL.2. Detergen.13. Pada Tabel : II. Konsentrasi Coliform berkisar antara <1. TABEL : II. Jarak antara septic tank dengan sumur yang dipersyaratkan adalah minimal 10 meter. Pada sebagian besar lokasi pemantauan (sumur) parameter tersebut telah melebihi baku mutu.000. Hasil persentase tersebut tersaji pada Tabel : II.63 . 2009 : JUMLAH SUMUR YANG DIPANTAU 17 17 11 15 15 BESI (Fe) TDK MEMENUHI 0 2 3 0 2 PROSENTASE 0% 12% 27% 0% 13% Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 1.13.13 menggambarkan bahwa kondisi unsur Besi dalam air tanah di DKI Jakarta prosentase yang tidak memenuhi baku mutu relatif masih rendah yaitu 9 persen (7 sumur) dari seluruh sumur yang dipantau.000 ind/100 mL.8 – 79.8 – 14. dan Mikrobiologi (Coliform dan Fecal coli). sedangkan untuk parameter Fecal coli berkisar antara <1.3. Oleh sebab itu jarak antara septik tank dengan sumur sangat mempengaruhi kondisi tersebut.000. Mangan (Mn). Tingginya konsentrasi bakteri disebabkan oleh rembesan limbah domestik septik tank. Persentase tertinggi berada di wilayah Jakarta Pusat yaitu dari 11 Kelurahan terdapat 3 Kelurahan yang konsentrasi Besi (Fe)-nya tinggi. Kualitas Biologi Air Tanah Kualitas secara biologi air tanah meliputi parameter bakteri Coliform dan Fecal coli.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1.3.

2009 NO 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.14. Sedangkan untuk wilayah Jakarta barat. Persentase tertinggi terdapat di wilayah Jakarta Timur mencapai 35 persen. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .16. PERSENTASE JUMLAH SUMUR TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU UNTUK PARAMETER DETERGENT PROVINSI DKI JAKARTA.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. 2009 : JUMLAH SUMUR YANG DIPANTAU 17 17 11 15 15 DETERGENT TDK MEMENUHI 0 2 1 0 1 PROSENTASE 0% 12% 9% 0% 7% Sedangkan untuk kualitas Organik pada air tanah di Provinsi DKI Jakarta seperti yang terlihat pada Tabel : II. Tabel : II.15 berikut ini menunjukkan persentase jumlah sumur yang telah melebihi baku mutu untuk parameter Detergen. sedangkan untuk wilayah lain konsentrasi Detergen masih berada dibawah baku mutu. TABEL : II.14 terlihat bahwa persentase jumlah sumur yang memiliki konsentrasi Mangan yang telah melebihi baku mutu di DKI Jakarta mencapai 27 persen. 2009 NO 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. TABEL : II. Dari hal tersebut diperoleh informasi bahwa persentasi tertinggi sumur yang telah melebihi baku mutu untuk parameter Detergen berada diwilayah Jakarta Timur sebesar 12 persen. sedangkan persentase terendah terdapat di wilayah Jakarta Selatan sebesar 6 persen. 2009 : JUMLAH SUMUR YANG DIPANTAU 17 17 11 15 15 MANGAN (Mn) TDK MEMENUHI 1 6 3 5 5 PROSENTASE 6% 35% 27% 33% 33% Pada parameter mangan seperti yang terdapat pada Tabel : II. untuk wilayah Jakarta Utara adalah yang paling tinggi persentase jumlah sumur yang telah melebihi baku mutu organiknya yaitu 53 persen.64 .16. PERSENTASE JUMLAH SUMUR TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU UNTUK PARAMETER MANGAN (Mn) PROVINSI DKI JAKARTA. persentase sumur yang telah melebihi baku mutu adalah 13 persen dan Jakarta Timur 12 persen. Sedangkan Untuk wilayah lainnya persentase Organiknya belum melebihi baku mutu.15.

Persentase sumur yang telah melebihi baku mutu Coliform tertinggi berada di wilayah Jakarta Utara yaitu sebesar 87 persen.4. PERSENTASE JUMLAH SUMUR TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU UNTUK PARAMETER COLIFORM PROVINSI DKI JAKARTA. Persentase terendah terdapat diwilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yaitu sebesar 47 persen dan 29 persen.17.17. 2009 : JUMLAH SUMUR YANG DIPANTAU 17 17 11 15 15 ORGANIK TDK MEMENUHI 0 2 0 2 8 PROSENTASE 0% 12% 0% 13% 53% Persentase jumlah sumur yang konsentrasi Coliform dan Fecal coli telah melebihi baku mutu tersaji pada Tabel : II.65 . Status Mutu Air Tanah (Indeks Pencemaran) di Jakarta Status mutu air tanah digambarkan dengan Indeks pencemaran (Pollution Index) yang merupakan indeks yang digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diijinkan. Rata-rata persentase sumur di DKI Jakarta yang telah melebihi baku mutu Coliform sudah lebih dari 50 persen. TABEL : II. 2009 NO 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2009 : JUMLAH SUMUR YANG DIPANTAU 17 17 11 15 15 COLIFORM TDK MEMENUHI 5 8 7 8 13 PROSENTASE 29% 47% 64% 53% 87% Pada Tabel : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 PERSENTASE JUMLAH SUMUR TIDAK MEMENUHI BAKU MUTU UNTUK PARAMETER ORGANIK PROVINSI DKI JAKARTA. Di lihat dari keseluruhan wilayah DKI Jakarta maka wilayah yang konsentrasi Coliformnya melampui baku mutu adalah sebesar 55 persen. 2009 NO 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.17 terlihat bahwa air tanah diseluruh wilayah DKI Jakarta telah melebihi baku mutu Coliform. 1. Pengelolaan dengan Indeks Pencemar dapat memberi masukan pada pengambil keputusan agar dapat menilai kualitas air serta melakukan tindakan tertentu untuk memperbaiki Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .

secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut : 1).18. TABEL : II. 2009 : 2007-2008 JML TITIK 19 32 15 9 PERSENTASE 25% 43% 20% 12% JML TITIK 17 31 14 13 2009 PERSENTASE 23% 41% 19% 17% Kondisi Indeks Pencemaran Air Tanah di DKI Jakarta pada tahun 2009 kondisinya memburuk bila di bandingkan dengan periode tahun 2007-2008. Dari hasil pemantauan air tanah di DKI Jakarta. Parameter Kimia Kondisi parameter kimia air tanah mengalami tren yang bervariasi antara lain sebagai berikut :  Parameter Besi (Fe) : Secara umum kondisi konsentrasi besi masih berada dalam kondisi yang relatif baik yaitu sebagian besar masih berada dibawah baku mutu bahkan konsentrasinya tidak terdeteksi. 2009 KATEGORI Baik Cemar Ringan Cemar Sedang Cemar Berat Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. maka penggunaan air tanah sebagai bahan baku air minum tidak direkomendasikan. Demikian pula untuk parameter Kekeruhan di Jakarta Timur dan Utara ada beberapa titik yang telah melebihi baku mutu. Parameter Fisik Hasil pemantauan menunjukkan bahwa parameter Fisik air tanah yang berupa TDS (Total Padatan Terlarut) dan kekeruhan di seluruh wilayah DKI Jakarta rata-rata masih baik. kondisi ini memburuk dibanding tahun sebelumnya yang hanya 5 persen melebihi baku mutu. Secara keseluruhan kualitas air tanah umumnya dalam kondisi tercemar ringan namun mengingat tingginya kandungan bakteri Fecal coli dan Coliform pada air tanah yang rata-rata telah melebihi baku mutu.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 kualitas air jika terjadi penurunan kualitas akibat kehadiran senyawa pencemar. namun untuk wilayah Timur kondisinya lebih buruk dibandingkan dengan wilayah lain dimana untuk parameter TDS ada tiga titik yang telah melebihi baku mutu . Indeks Pencemaran air tanah di Provinsi DKI Jakarta tersaji pada Tabel : II. Persentase wilayah yang melebihi baku mutu yaitu sebesar 9 persen. 2).18.  Parameter Mangan (Mn) : Pada parameter ini wilayah yang melebihi baku mutu cukup banyak dan rata-rata disemua wilayah ada beberapa titik yang konsentrasi Mn-nya telah melebihi baku mutu. STATUS MUTU (INDEKS PENCEMARAN) AIR TANAH PROVINSI DKI JAKARTA. Persentase konsentrasi Mn yang telah melebihi baku mutu di Provinsi Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .66 .

4). 3).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 DKI Jakarta sebesar 27 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya maka kondisi ini membaik dimana pada periode 2007-2008 persentase titik pantau yang telah melebihi bakumutu adalah 33 persen. tercemar sedang 19 persen. tercemar sedang 20 persen dan tercemar berat 12 persen. Untuk meningkatkan kualitas air tanah perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya sanitasi serta persyaratan teknis pembangunan sumur. hal ini memburuk bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 1 persen. Rata-rata disemua wilayah ada beberapa titik yang telah melebihi baku mutu. Perlu peningkatan jumlah lokasi dan frekuensi pemantauan sehingga didapatkan gambaran kondisi air tanah di Wilayah DKI Jakarta yang lebih mewakili masing-masing karakter lokasi.808 buah dimana untuk Jakarta Pusat sebanyak 77.251 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . agar membuat sumur resapan dimana sampai tahun 2009 sebanyak 83. Dari hasil pemantauan air tanah di DKI Jakarta.825 buah. Parameter Mikrobiologi Bakteri Coliform. Kondisi ini lebih buruk jika dibandingkan dengan tahun 2007-2008 dimana kategori baik sebesar 25 persen. upaya yang perlu dilakukan dalam menindaklanjuti hasil penelitian tersebut di atas. Wilayah tertinggi dengan pencemaran Detergen adalah Wilayah Jakarta Timur.743 buah. dan Jumlah Lubang Resapan Biopori pada tahun 2009 adalah sebanyak 716.344 buah. adalah : 1). Perlu adanya sosialisasi warga Jakarta. 4).152 buah dan wilayah Jakarta Barat sebanyak 19. wilayah Jakarta Timur sebanyak 30.  Parameter Detergen (MBAS) : Secara keseluruhan persentase wilayah yang telah melebihi baku mutu untuk konsentrasi Detergent adalah 5 persen. 2). Persentase yang telah melebihi baku mutu di DKI Jakarta sebesar 55 persen. dengan rincian kategori baik sebesar 23 persen. tercemar ringan 43 persen.67 . tercemar ringan 41 persen. Perlu adanya koordinasi dengan instansi terkait dalam upaya melakukan pengelolaan kualitas air tanah secara terintegrasi. wilayah Jakarta Pusat sebanyak 9. Indeks Pencemaran Status mutu air tanah di DKI Jakarta pada tahun 2009 termasuk dalam kategori baik sampai tercemar berat.  Parameter Organik : Kondisi Organik dibeberapa wilayah telah melebihi baku mutu di wilayah Jakarta Utara 53 persen. Jakarta Barat 13 persen dan Jakarta Timur 12 persen.064 buah di 4 wilayah kota yaitu Jakarta Selatan sebanyak 23. 3). sedang Jakarta Utara masih sangat sedikit selain hal tersebut mulai tahun 2006 semua pembangunan rumah baru dan pengurusan UKL-UPL dan Amdal wajib melakukan pembuatan sumur resapan. dan tercemar berat 17 persen.

baik dalam hal struktur dan tekstur tanah. 2.gedung perkantoran/perhotelan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 buah.644 buah dan Kepulauan Seribu sebanyak 600 buah dan jumlah lubang Biopori di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2010 sebanyak 1. Jakarta Utara sebanyak 29. Hal ini disebabkan akibat pembangunan yang sangat pesat di berbagai sektor pembangunan. gedung . identifikasi situ-situ dan waduk terakhir dilaksanakan pada tahun 1995. Meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan di Propinsi DKI Jakarta menyebabkan peningkatan jumlah buangan limbah domestik. plankton/periphyton. industri ditambah lagi pertumbuhan penduduk dan arus urbanisasi yang sedikit banyak memerlukan lahan. wilayah Jakarta Barat sebanyak 445. Situ-situ (Waduk) Keberadaan situ-situ di Propinsi DKI Jakarta sangat penting artinya bagi kelangsungan kehidupan di perkotaan.958. Jakarat Selatan sebanyak 182.301 buah dengan rincian wilayah Jakarat Selatan sebanyak 249.300 buah.474 buah. tumbuhan air dan berbagai jenis ikan dan mahluk hidup lainnya. sifat kimia air. disamping banyaknya situ – situ yang mengalami pendangkalan dan telah berubah fungsi akibat adanya aktivitas manusia. sehingga berdasarkan kepada hal-hal tersebut di atas maka situ-situ yang ada di wilayah DKI Jakarta tersebut perlu dilakukan upaya pelestariannya serta peningkatan fungsinya. Jakarta Barat sebanyak 349.050 buah. akan tetapi dengan meningkatnya pembangunan dan aktivitas penduduk ada beberapa situ yang hilang dan berubah fungsi. limbah industri dan limbah-limbah lainnya yang pada gilirannya menimbulkan pencemaran dan kerusakan situ-situ yang ada. karena mempunyai fungsi sebagai tempat cadangan air tanah disaat musim kemarau dan berfungsi sebagai pengendali banjir dimusim penghujan maupun pemanfaatan lainnya bagi kesejahteraan warga di sekitar situ. wilayah Jakarta Timur sebanyak 414. Secara umum beberapa situ di Propinsi DKI Jakarta saat ini telah terjadi proses perubahan kualitas situ dari ekosistem alami ke ekosistem buatan yang pada dasarnya mewujudkan ekosistem yang tidak lengkap siklus jaring-jaring makanannya sehingga hal ini memberikan indikasi bahwa hubungan timbal balik antar komponen lingkungan yang ada tidak berjalan dengan baik. Jakarta Timur sebanyak 77. wilayah Jakarta Utara sebanyak 509.599 buah. oleh karena itu perlu dilakukan inventarisasi dan pemantauan yang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Sekarang ini keberadaan situ-situ di Propinsi DKI Jakarta cenderung berkurang jumlahnya dan keadaannya sudah banyak yang tercemar maupun beralih fungsi.240 buah.312 buah. Situ-situ di wilayah DKI Jakarta yang tersebar di beberapa wilayah dengan luasan yang berbeda mempunyai karakteristik yang berbeda. permukiman.504 buah. wilayah Jakarta Pusat sebanyak 339. Inventarisasi. Kondisi situsitu tersebut mempunyai fungsi ekologis yang sangat penting.535 buah dan wilayah Kepulauan Seribu sebanyak 600 buah.68 .

Kel. Kel. Rawa Bandung Raya. Menteng. Menteng Jl. Tanah Abang Jl. Kelapa Gading Jl. M. Penjaringan Selain itu juga disajikan dalam bentuk peta yang terdapat pada Gambar : II. Taman Makam Pahlawan Kalibata. Gatot Subroto. TABEL : II. Tanjung Priok Kel. Kel. Cakung Jl. Srengseng Kebon Jeruk Kel. Sunter Jaya.19. Kelapa Dua Wetan. Kec. Kayu Putih Jl.Gelora. Tanjung Duren Utara II. Kel. Kota Bumi. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 berkesinambungan untuk mengetahui keberadaan dan kondisi fisik situ-situ yang terdapat di wilayah DKI Jakarta. Sunter Agung Jl.2 untuk lebih memudahkan dalam melihat sebaran lokasi pemantauan situ/waduk di Provinsi DKI Jakarta. Kec. Prapanca Raya Kel Petogogan Kel.Srengseng Sawah Kelurahan Srengseng Sawah Jl. Tidar.Grogol Kel. Kel. Kalibata Kebon Binatang Ragunan. Tanah Abang Jl. Kec. Jakarta Timur Jl. Rawa Gelam Kec. Raya Penggilingan.Ragunan Jl. seperti yang tersaji pada Tabel : II. Kec.Pulogadung Jl. Raya Pluit Selatan. Kebon Melati. Kel. Pejagalan Jl. Pulomas Utara. Kel.69 . dalam kaitan tersebut maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 telah melakukan upaya pengambilan sampel air situ/waduk pada 28 situ/waduk. Kel. Kec. Gandaria Kelurahan Tugu Jl. Semeru I/II. Kel. Kel. Kel. Kel. Papanggo Jl. Kec. LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL SITU/WADUK DI DKI JAKARTA TAHUN 2010 WILAYAH LOKASI PENGAMBILAN SAMPLE AIR SITU TAHUN 2010 Situ Babakan Mangga bolong Jakarta Selatan Kali Bata Ragunan Ragunan Pemancingan Walikota Jaksel Kelapa Dua Wetan Situ Kramat / Sunter Hulu Rawa Dongkal Jakarta Timur Situ Rawa Gelam (Kwsn Industri Pulogadung) Rio-Rio Pedongkelan Situ Elok Rawa Badung Lembang Jakarta Pusat Situ Melati Senayan Grogol Jakarta Barat Taman Kota Srengseng Teluk Gong Bahagia Papanggo Sunter I Jakarta Utara Sunter II Pik I PIK II Kodamar Pluit Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 : Jl. Kayu Putih Jl. Cibubur Jl.Ciracas Kel.Kahfi. Teluk Betung/Jl. Grogol Petamburan Jl. Tanjung Duren. PIK Jl. Lembang. Danau Sunter Selatan I. Setu. Pantai Indah Selatan Kel.Ragunan Kebon Binatang Ragunan. PIK Kel. Pantai Indah Utara Kel.19.

2. Dengan demikian jumlah sampel yang diambil meliputi 84 sampel air untuk analisis parameter kimia lengkap. tengah dan outlet situ. dimana pada masing-masing situ dilakukan 3 titik pengambilan yaitu di inlet. fecal coli. sedang metode pengambilan dan analisa laboratorium dapat dilihat pada Tabel dibawah : TABEL : II. pH.November 2010. dan biologi.20. 84 sampel bakter. yang meliputi parameter fisik. dengan parameter yang akan dipantau adalah sesuai dengan SK Gub. dan plankton (fitoplankton). PERALATAN SAMPLING AIR SITU/WADUK NO 1 2 3 4 5 Sumber Keterangan PARAMETER Debit Conductivity. Turbiditas Kecerahan Sampel Air Plankton : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : PERALATAN SAMPLING Current meter Water Quality Checker Secchi disk Ember plastik/Jerigen Plankton net Pengambilan sampel air dilakukan dengan metode terpadu (integrated sampling) yaitu gabungan tempat permukaan (kedalaman ± 20 cm) dan bagian dasar yang kemudian dikompositkan menjadi Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . DO.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GAMBAR : II.70 . LOKASI PENGAMBILAN SAMPLE KUALITAS AIR SITU/WADUK TAHUN 2010 Situ Pluit Situ Sunter Barat Situ Sunter II Situ Teluk Gong Situ Sunter I Situ Tomang Barat Situ Kramat/ Sunter Hulu Situ Ria-Rio Situ Bahagia Situ Lembang Situ Melati Situ Rawa Badung Situ Senayan Situ Ragunan Situ Kalibata Situ Elok Situ Kelapa Dua Wetan Situ Babakan Situ Areman Situ Kramat/Sunter Hulu Periode pengambilan sampel untuk situ/waduk di DKI Jakarta dilaksanakan 1 kali pemantauan pada bulan Juli . Suhu. dimana untuk parameter biologi meliputi coliform. kimia. KDKI Jakarta Nomor 582/1995 untuk peruntukan perikanan dan peternakan (Golongan C).

KONDISI UMUM LOKASI PEMANTAUAN SITU TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Kimia dan Mikrobiologi. Selain itu dilakukan pula perhitungan dengan menggunakan Pollutan Indeks/Indeks Pencemar dengan mempergunakan berbagai parameter yang ada baik Fisik. Metoda analisa laboratorium yang digunakan sesuai dengan SNI dan standar lain yang telah diakui dan valuasi terhadap hasil analisa air situ dibandingkan dengan Baku Mutu dan disesuaikan dengan SK Gub. yang meliputi parameter Fisik.1.0<IP≤10. 25 dengan ukuran jala 76-80 µm atau 173 meshes.22.0 1. Setelah itu sekeliling jaring Plankton net disemprot dengan aquades hingga bersih. Kimia.0 IP> 10. NILAI INDEKS PENCEMAR (IP) AIR DAN KATEGORINYA NILAI IP 0≤IP≤1.21.71 . Pengambilan sampel Plankton dilakukan dengan mengambil air permukaan sebanyak 30 liter dan disaring dengan Plankton net no. ataupun Biologi. Sampel air diambil dengan cara memegang botol steril bagian bawah dan botol dicelupkan sedalam 20 cm di bawah permukaan air.0 5. Sampel ini kemudian dimasukkan ke dalam botol Plankton dan disimpan dalam ice box. KDKI Jakarta Nomor 582/1995 untuk peruntukan perikanan dan peternakan (Golongan C). outlet. Setelah selesai botol disimpan di dalam ice box dengan batas tidak lebih 24 jam. Sampling dilakukan di inlet. Analisa sampel air situ dilakukan oleh laboratorium Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. Total sampel air dari 28 situ/waduk adalah 84 sampel. Pengambilan sampel bakteri Coliform dan Fecal coli dilakukan dengan menggunakan botol bervolume 100 ml yang telah disterilkan pada suhu 120 C selama 15 menit. dapat diuraikan sebagai berikut : 2.0<IP≤5. Sampel sejumlah 2 liter ditempatkan dalam jerigen dan disimpan dalam ice box. Kondisi Umum Lokasi Pemantauan TABEL : II.inci untuk dikonsentrasikan menjadi 20 ml. Evaluasi terhadap nilai IP adalah berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115/2003 : TABEL : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 satu sampel.0 STATUS Memenuhi Baku Mutu (Kondisi Baik) Cemar Ringan Cemar Sedang Cemar Berat o Secara umum kondisi dan lokasi pemantauan situ/waduk di Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan BPLHD Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010. dan tengah situ/waduk.

kepel. dipenuhi tumbuhan air Air bau. Daerah resapan air Dijadikan tempat pembuangan sampah. hitam dan tercemar Terdapat proses pendangkalan karena sampah Meluap pada musim hujan. sambungan NO WILAYAH & NAMA SITU ALAMAT KONDISI FISIK SITU Di sekitarnya merupakan pemukiman penduduk. Terbentuk secara alami Kondisi situ sebagian sudah terawat Air keruh. Situ terbentuk secara alami mempunyai luas 8 ha. Sedangkan jenis pepohonan disekitar situ antara lain kelapa. pepohonan dan sekolah Tanaman yang ada seperti Leersia dan Mimosa. pemancingan. Ujung Aspal (Jati Melati) Kecamatan Cipayung. cemara. Pohon yang ada disekitar situ adalah pohon asam. Jakarta Timur Badan Penampung air.. hitam dan tercemar Terdapat proses pendangkalan karena sampah Kondisi disekitar situ berupa pemukiman penduduk yang tidak teratur. Dikelola oleh Yayasan PKP Sumber air berasal dari sumber alami.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 NO 1 WILAYAH & NAMA SITU Situ Kawasan Industri Pulogadung / Rawa gelam ALAMAT Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur KONDISI FISIK SITU Terbentuk secara Buatan Sumber air berasal dari buangan sekitar dan air hujan Kondisi situ tidak terawat.sawo. dan tidak tercemar Air naik pada musim hujan. sedangkan tanaman KEGUNAAN Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . tanah lapang. sekolah dan pemukiman penduduk. Kondisi sekitar situ merupakan kebun. air hujan dan buangan sekitar. tetapi tidak termanfaatkan. pepohonan & tanah lapang.72 . Terbentuk secara alami luas lebih kurang 3 ha Sumber air berasal dari buangan sekitar dan air hujan Kondisi situ tidak terawatt Air bau. Badan Penampung air. 4 Situ Kelapa Dua Wetan Terletak di Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas Kotamadya Jakarta Timur Badan penampung air Perikanan Rekreasi bersambung. dan tidak tercemar Air naik pada musim hujan.. 2 Situ Badung Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur. Terbentuk secara buatan Sumber air berasal dari sumber alami sekitar dan air hujan Kondisi situ masih alam Air keruh. ketapang dan putri malu. sengon dan lain-lain. sungai. angsamna. KEGUNAAN Badan Penampung air Tidak termanfaatkan. 3 Situ Sunter Hulu Situ Kramat/Sunter Hulu terletak di Jl.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 5 Situ Rawa Dongkal Jalan Tidar – Perumahan Bukit Permai Kelurahan Cibubur Kecamatan Ciracas Jakarta Timur 6 Situ Pedongkelan Jakarta Timur 7 Waduk Teluk Gong Jalan Pancet I Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Perumahan yang ada disekitar situ teratur. Pengelolanya adalah DPU DKI Jakarta. Air naik pada musim hujan. Terbentuk secara Alami Sumber air berasal dari buangan sekitar dan air hujan Kondisi situ tidak terawat. Gelora.. air bau. bersambung. darat yang ada seperti mangga (Mangifera indica) dan kelapa (Cocos nucifera) Terbentuk secara alami dengan luas ± 9 ha Sumber air berasal dari alami dan sungai gede.73 . Gatot Subroto. Situ ini dikelilingi perumahan penduduk. pepohononan dan persawahan. Kel. Tanah Abang KONDISI FISIK SITU Dengan luas ± 4 ha. Kondisi sekitar waduk adalah pemukiman penduduk yang tidak teratur. air keruh. Airnya berasal dari masukan rumah tangga yang ada disekitar waduk dan berasal dari air hujan. dan tidak tercemar. Terbentuk secara buatan dengan luas lebih kurang 0. sambungan NO 8 WILAYAH & NAMA SITU Taman Ria Senayan ALAMAT Situ ini beralamat di Jl.75 ha. Kec. Kondisi air kontinu akan tetapi terjadi penurunan permukaan air pada musim kemarau dan kenaikan permukaan pada musim penghujan. Badan penampung air hutan kota Badan penampung air Pemancingan Fungsi waduk adalah sebagai penampungan air dari sekitar Pengendali banjir. Dan buangan domestik Kondisi situ tidak terawat dan terjadi proses pendangkalan akibat dari lumpur dan booming algae Kondisi perairan sebagian ditumbuhi tanaman air dan sebagian dikotori KEGUNAAN Fungsi situ adalah sebagai badan penampung air dan perikanan. Situ ini telah dilindungi telah dilindungi oleh SK Gubernur KDKI Jakarta Nomor 1872 Tahun 1987. hitam dan tercemar Terdapat proses pendangkalan karena sampah dan tumbuhan air Waduk Teluk Gong berada pada pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta..air hujan Kondisi situ sebagian alami. Terdapat dua saluran masuk dan satu saluran keluar (dengan menggunakan pompa) dari waduk. Sumber air alami berasal dari air hujan. Tidak terdapat industri disekitar situ.

.01/003. saga dan ketapang.74 . 11 Waduk Melati Waduk Melati terletak di Jalan Teluk Betung Kelurahan Kebon Melati Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat sampah. Kondisi situ terawat namun terjadi pendangkalan yang disebabkan oleh limbah organik dan limbah padat yang berasal dari buangan rumah tangga disekitar KEGUNAAN Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Waduk ini dikelola oleh PWSCC Waduk Melati ini terbentuk secara buatan dengan luas ± 3. airnya jernih dengan kecerahan 45 cm dan hanya sebagian kecil (5%) tertutup oleh sampah dan tanaman air (teratai). Luas waduk ini 20 ha dan terdapat pipa perencanaan IPAL pada waduk tersebut. Gondangdia Kecamatan Menteng Kotamadya JakPus. Tanjung Duren II Grogol Jakarta Barat. air sungai dan air hujan Fungsi waduk adalah sebagai penampungan air dari sekitar Pengendali banjir Pengolah limbah domestik sebagai daerah resapan air Rekereasi Waduk ini berfungsi sebagai badan penampung air dan Pengendali banjir bersambung.5 ha Airnya berasal dari buangan penduduk disekitar waduk.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 9 Waduk Tomang Barat Berada di RT. 10 Situ Lembang Situ Lembang berada di jalan Lembang Kel.. kehitaman2 Tercemar limbah domestik Terdapat aerator untuk meningkatkan kualitas situ dengan cara dikontakan dengan udara tetapi hasilnya kurang maksimal Situ ini dikelola oleh Dinas Pertamanan DKI Jakarta Terbentuk secara alami dengan luas sekitar 0. terletak dekat halte busway Indosiar. Bantaran situ juga tidak terawat dengan baik karena adanya kegiatan pembangunan taman ria Kondisi disekitar situ adalah perkantoran dan pepohonan. Lingkungan sekitar situ dikelilingi oleh perumahan yang tertata rapih dan pepohonan yang terdiri dari pohon beringin. Kondisi air keruh. sambungan NO WILAYAH & NAMA SITU ALAMAT KONDISI FISIK SITU Terdapat pintu air pada inlet (masukan dari sungai Cideng) dan outletnya (menuju Banjir Kanal). Kondisi airnya kontinyu Pada musim hujan air meluap dan pada musim kemarau air turun.4 ha Airnya berasal dari mata air di sekitar situ Airnya tersedia secara kontinyu baik pada musim hujan maupun musim kemarau Kondisi situ terawat dan tidak nampak adanya proses pendangkalan Sedangkan kondisi perairan cukup bersih.

dan buangan rumah tangga yang ada di sekitar waduk. Terjadi penyempitan lahan situ.75 . Warga dari pemukiman tersebut membuang limbahnya langsung ke perairan situ atau ke aliran sungai yang masuk ke situ. Situ ini terbentuk secara buatan dengan luas ± 1 ha. bersambung. Kelurahan Penggilingan Kecamatan Cakung Berfungsi sebagai penampung air Resapan air Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Kondisi air kontinyu dimana air naik pada musim hujan dan turun pada musim kemarau Fisik perairan hijau pekat dengan tepian waduk sudah diberi tanggul pembatas dan di tengahnya diberi air mancur. Sumber air berasal dari sumber alami dan buangan penduduk. Waduk tersebut terbentuk secara alami dgn luas kurang lebih 4 ha Airnya berasal dari sumber air air hujan. dikelola oleh Pemda DKI Jakarta. Kotamadya Jakarta Barat 13 Situ Rio-Rio Rio-Rio terletak di Jalan Pulo Mas Raya Kelurahan Kayu Putih. Lingkungan sekitar situ berupa pemukiman penduduk dan pepohonan yg berada disekitar situ Situ Rio-Rio terbentuk secara alami dengan luas yang ada saat ini hanya tinggal ± 3. Pada sisi barat situ terdapat jalan raya dan jalan tol. Pada bagian utara situ terdapat pompa pengatur banjir. Pada inlet dan outlet situ terdapat pintu air. Kondisi lingkungan sekitar situ RiaRio merupakan pemukiman penduduk yang letaknya tidak beraturan.85 ha. Masukan air pada situ berasal dari drainase Pulo Nangka.. Jakarta Timur. Situ ini dikelola oleh Dinas Perikanan DKI Jakarta.. Kelurahan Grogol Kecamatan Grogol Petamburan. berfungsi sebagai badan penampungan air Penampung limbah domestik Situ ini berfungsi sebagai pengendali banjir dan resapan air. Airnya berasal dari air hujan dan dari KEGUNAAN 14 Situ Elok Situ Elok berada di perumahan Puri Elok. sambungan NO WILAYAH & NAMA SITU ALAMAT KONDISI FISIK SITU Bagian utara situ merupakan pemukiman liar dan bagian timur serta selatan situ terdapat pemukiman penduduk. Adapun outletnya menuju Kali Jembatan Besi. Kondisi air kontinyu dan kondisi situ sangat tidak terawat. Situ ini berfungsi sebagai pengendali banjir dan resapan air.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 12 Waduk Empang Bahagia Terletak di Jalan Semeru I dan Jalan Semeru II.

Kondisi air kontinu akan tetapi terjadi penurunan permukaan air pada musim kemarau dan kenaikan permukaan pd musim penghujan. Kondisi sekitar waduk adalah pemukiman penduduk yang tidak teratur. sambungan NO WILAYAH & NAMA SITU ALAMAT KONDISI FISIK SITU Luas kurang lebih 6 ha Airnya berasal dari sumber alami dan limbah domestik dari pemukiman penduduk di belakang lokasi Taman Makam Pahlawan Kalibata melalui satu saluran inlet pada tepian situ banyak ditumbuhi pepohonan. Permasalahan yang ada pada situ ini adalah terjadinya pendangkalan yang diakibatkan oleh sampah dan lumpur. Airnya berasal dari masukan rumah tangga yang ada disekitar waduk dan berasal dari air hujan. 15 Waduk Teluk Gong 16 Waduk Kalibata Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata Kelurahan Kalibata Kecamatan Pancoran Kotamadya Jakarta Selatan buangan sekitar.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Jakarta Timur. dan saluran air dari situ Mangga Bolong outletnya menuju sungai Ciliwung KEGUNAAN 17 Situ Babakan Situ Babakan terletak di Jalan Muhammad Kahfi Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Kotamadya Jakarta Badan penampung air Resapan air Irigasi Rekreasi Penanggulangan banjir dan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Terbentuk secara alami Luas kurang lebih 6 ha Airnya berasal dari sumber alami dan limbah domestik dari pemukiman Pasokan air kontinyu Terawat dengan baik dengan warna air hijau jernih Fungsi waduk adalah sebagai penampungan air dari sekitar dan Pengendali banjir.75 ha. pada pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta. Pemukiman penduduk teratur. pasir dan pengurukan Kondisi disekitar situ adalah pemukiman penduduk. industri dan pepohonan yaitu akasia dan tanjung. Terdapat dua saluran masuk dan satu saluran keluar (dengan menggunakan pompa) dari waduk. lumpur. Tempat resapan air dan Tempat penanggulangan banjir bersambung.. situ sudah ditembok Situ ini terbentuk secara alami dengan luas sekitar 27 ha Air berasal dari Kali Tengak.76 . Kondisi air kontinyu dan terdapat pendangkalan akibat sampah. Waduk Teluk gong terbentuk secara buatan dengan luas lebih kurang 0. Kali Setu.. Masukan dari Kali Pulo Gebang dan Kali Cakung.

Waduk Sunter I terbentuk secara buatan dengan luas ± 27. Kondisi disekitar waduk adalah KEGUNAAN 20 Waduk Sunter I Berada di Jalan Danau Sunter Jaya. Kondisi air kontinyu dan tetapi ada proses pendangkalan karena sampah yg berada di pinggiran situ Tempat budidaya perikanan Dipergunakan untuk rekreasi Pemancingan sebagai badan penampung air..4 ha dan airnya bersumber dari sumber alami. Waduk ini dikelola oleh DPU DKI Jakarta. Badan penampung air Resapan air Irigasi Penanggulangan banjir Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Badan penampung air Resapan air Irigasi Penanggulangan banjir bersambung. Kecamatan Pasar Minggu. Waduk ini dikelola BP3L Sunter. Jakarta Utara. Kelurahan Ragunan. dari sungai (kali Sunter). Kotamadya Jakarta Utara. Tejadi pendangkalan pada waduk Sunter akibat sampah. air hujan dan buangan dari sekitar waduk. Kelurahan Papanggo. Waduk ini terbentuk secara alami dengan luas ± 27 ha. Terdapat pintu air pada inlet dan outletnya. Air berasal dari sumber air alami.77 . perkantoran dan pepohonan (angsana). Kondisi air kontinyu. Lingkungan di sekitar situ merupakan perkampungan penduduk dan masih banyak pepohonan yg berada disekitar situ Setengah luas dari situ ini sudah diberi tanggul terbuat dari tembok sehingga memperkecil adanya pendangkalan akibat adanya erosi tanah Partisipasi masyarakat terhadap pelestarian situ cukup baik Pada tahun ini situ babkan tidak dipantau karena sedang dilakukan pengerukan dan pembangunan badan situ Situ dikelola Kbn Binatang Ragunan Terbentuk secara alami dengan luas kurang lebih 10 ha Kondisi situ terawat kondisi perairan tanpa ada tanaman pengganggu Fisik perairan keruh dengan warna air kuning coklat Kondisi sekitarnya adalah pepohonan yang terdiri dari pohon Albasia. air hujan dan buangan dari sekitar.. sambungan NO WILAYAH & NAMA SITU ALAMAT KONDISI FISIK SITU Kondisi sekitar waduk adalah pemukiman penduduk (teratur).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Selatan 18 Situ Ragunan II Situ Cisarua Bon Bin Ragunan berada di dalam Kebon Binatang Ragunan. Kecamatan Tanjung Priok. Kecamatan Tanjung Priok. Kota Administrasi Jakarta Selatan 19 Sunter Barat/ Papanaggo di Jalan Bisma Utara. Terdapat pintu air pada inlet dan outletnya. Akasia dan bambu.

Inspeksi kali sunter / Jl Yos sudarso Kel. airnya berasal dari sungai (Kali Opak). Kondisi sekitar waduk adalah pemukiman penduduk (kumuh). Kelurahan Penjaringan. industri antara lain Astra. Srengseng Kelurahan Srengseng Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat KONDISI FISIK SITU Terbentuk secara Buatan Dikelola oleh Dinas Pertamanan dan dinas Kehutanan Terdapat Pintu Air pada inlet maupun outletnya Terdapat aerator untuk meningkatkan kualitas air situ Di sekelilingnya banyak terdapat vegetasi yang juga merupakan bagian dari hutan kota srengseng Pengelolanya adalah Dinas PU Waduk Kodamar terbentuk secara buatan. Terdapat pintu air pada outletnya (menuju sungai sunter). sambungan NO 23 WILAYAH & NAMA SITU Hutan Kota Srengseng ALAMAT Terletak di Jl. Kecamatan Penjaringan. perkantoran dan pepohonan (akasia. tanjung dan pinus). Terdapat pintu air pada inlet (dari Kali Jiung) dan outletnya. airnya berasal dari air hujan dan buangan domestik dari sekitar waduk. Kecamatan Tanjung Priok. Pengelolanya adalah Kopro Banjir – PWSCC. dan sampah KEGUNAAN Berfungsi sebagai kantung banjir Berfungsi sebagai resapan air Dan pengairan 24 Waduk kodamar Jl. Airnya berasal dari sumber alami dan dari sungai (Kali Jiung). Waduk Pluit terbentuk secara alami. Fungsi sebagai badan penampung air namun penduduk sekitar membuang sampah kedalam waduk.. Kelurahan Sunter Jaya. jagung dan kelapa). dari air hujan dan buangan dari sekitar waduk. Kelapa gading Kec.78 . akasia. Sebagai daerah resapan air bersambung.. Jakarta Utara. Tempat pembuangan sampah dan untuk keperluan rumah tangga. Hotel Danau Sunter dan pepohonan yaitu pohon Akasia.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 21 Waduk Sunter II di Jalan Danau Sunter Selatan. Jakarta Utara. Terdapat proses pendangkalan yang disebabkan proses pengurukan. Sebagai daerah resapan air Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Fungsi waduk sebagai badan penampung air. pekantoran. dan sampah Kondisi sekitar waduk adalah pemikiman penduduk. Terdapat proses pendangkalan yang disebabkan proses pengurukan. industri dan pepohonan (pohon pisang. Kelapa gading Jakarta Utara Fungsi sebagai badan penampung air namun penduduk sekitar membuang sampah kedalam waduk. pemukiman penduduk. Terdapat pintu air pada inlet (dari Kali Opak) dan pada outletnya (menuju laut). Terdapat proses pendangkalan yang disebabkan oleh proses pengurukan. Pemukiman penduduk tidak teratur. 22 Pluit Jalan Pluit Raya Selatan. Waduk Sunter II terbentuk secara alami dengan luas ± 29 ha. perkantoran. Industri tidak membuang air limbah kedalam waduk.

Pantai Indah Utara Kel. industri dan pepohonan (pohon pisang. perkantoran. akasia. Dipergunakan untuk rekreasi sebagai badan penampung air.79 . Situ ini terbentuk secara buatan Air berasal dari buangan domestik penduduk sekitar dan air hujan outletnya menuju Cengkareng drain dan berakhir ke laut Lingkungan di sekitar situ merupakan permukiman penduduk teratur dan masih banyak pepohonan yang berada di sekitar situ Setengah luas dari situ ini sudah diberi tanggul terbuat dari tembok sehingga memperkecil adanya pendangkalan akibat adanya erosi tanah Dipergunakan untuk rekreasi sebagai badan penampung air. Pantai Indah Selatan Kel. sambungan NO WILAYAH & NAMA SITU ALAMAT KONDISI FISIK SITU Kondisi situ terawat pada bagians sisi nya.. jagung dan kelapa).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 25 Situ Ragunan Pemancingan Situ Cisarua Bon Bin Ragunan berada di dalam Kebon Binatang Ragunan Kelurahan Ragunan Kecamatan Pasar Minggu Kota Administrasi Jakarta Selatan 26 Waduk PIK I Terletak di Jl. Situ dikelola oleh Kebun Binatang ragunan Terbentuk secara alami dengan luas kurang lebih 10 ha Kondisi situ terawat kondisi perairan tanpa ada tanaman pengganggu Fisik perairan keruh dengan warna air kuning coklat Kondisi sekitarnya adalah pepohonan yang terdiri dari pohon Albasia.. Resapan bersambung. Pemukiman penduduk teratur. Resapan Pemancingan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Akasia dan bambu. Kondisi fisik air kehijau-hijauan akibat banyak nya alga Terdapat pintu air da pompa pada outletnya Aliran air tidak kontinyu Situ ini terbentuk secara buatan Air berasal dari buangan domestik penduduk sekitar dan air hujan outletnya menuju Cengkareng drain dan berakhir ke laut Lingkungan di sekitar situ merupakan pemukiman penduduk teratur dan perkantoran masih banyak pepohonan yang berada di sekitar situ Setengah luas dari situ ini sudah diberi tanggul terbuat dari tembok sehingga memperkecil adanya pendangkalan akibat adanya erosi tanah Kondisi situ terawat pada bagians KEGUNAAN 27 Waduk PIK II Terletak di Jl. Kapuk Muara Kec Kapuk Jakarta Utara Dipergunakan untuk rekreasi sebagai badan penampung air. Kapuk Muara Kec Kapuk Jakarta Utara Kondisi sekitar waduk adalah pemukiman penduduk.

00 78.90 85.00 621.00 241.00 204.00 910.00 117.00 258.20 91.00 69.00 NTU BM DHL = 750.00 OUTLE T 584.00 127.00 135.80 118.00 317.00 208.00 31.00 93.00 105.50 68.50 737.10 101.00 162.00 94. 2010 : 2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 28 Mangga Bolong Situ Mangga bolong terletak diKelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Kotamadya Jakarta Selatan sisi nya. KUALITAS FISIK SITU DI WILAYAH JAKARTA TIMUR TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 SITU/WADUK Situ Rawa Badung Situ Kawasan Pulogadung/Rawa Gelam Situ Sunter Hulu Kelapa dua Wetan Pedongkelan Rawa dongkal Situ E lok Rio rio DHL INLE T 545.00 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 79.00 31.00 63.80 101.00 41.50 INLE T 268.00 433.00 193.00 382.20 35. Daya Hantar Listrik (DHL).10 371.00 INLE T 287.00 733.00 OUTLE T 296.00 70.00 44.00 94. Kualitas fisik dari situ-situ di DKI Jakarta dapat kita lihat pada Tabel : II.50 177.00 139.00 309.00 154.00 87.23 bawah ini.00 μmhos/cm BM TDS = 500.00 427.70 154.00 60.80 37.50 241.00 OUTLE T 344.00 73.80 107.00 75.50 KE KE RUHAN TE NGAH 290.23.00 348.00 77.80 . Kondisi fisik air kehijau-hijauan akibat banyak nya alga Terdapat pintu air dan pompa pada outletnya Aliran air tidak kontinyu Situ ini terbentuk secara buatan Air berasal dari buangan domestik penduduk sekitar dan air hujan outletnya menuju situ babakan Lingkungan di sekitar situ merupakan perkampungan penduduk dan masih banyak pepohonan yg berada disekitar situ Setengah luas dari situ ini sudah diberi tanggul terbuat dari tembok sehingga memperkecil adanya pendangkalan akibat adanya erosi tanah Partisipasi masyarakat terhadap pelestarian situ cukup rendah karena banyaknya sampah menumpuk di pinggir situ Pada tahun ini situ mangga bolong tidak dipantau karena muka airnya sangat rendah sebagai akibat dilakukan pengerukan dan pembangunan badan situ babakan Badan penampung air Resapan air Irigasi Penanggulangan banjir dan Tempat budidaya perikanan Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. TABEL : II. 2010 : BM Kekeruhan = 100.00 143.00 mg/lt Dari tabel di atas diperoleh informasi bahwa kualitas fisik air situ/waduk di wilayah Jakarta Timur Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .60 TDS TE NGAH 283.90 229.70 35.50 667.50 153. Kualitas Fisik Parameter fisik situ meliputi kekeruhan.2. Zat padat terlarut (TDS) dan Zat padat tersuspensi (TSS).90 100.00 336.00 TE NGAH 571.40 296.50 150.00 383.20 252.

00 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 67. dan TDS pada situ/waduk di atas banyak disebabkan oleh banyak faktor misalkan tinggi rendahnya DHL dapat disebabkan oleh tinggi rendahnya konsentrasi ion-ion garam terlarut sehingga garam-garam tersebut terionisasi.00 174. 2010 : BM Kekeruhan = 100.00 41.00 OUTLE T 683.25.00 KE KE RUHAN TE NGAH 160.00 NTU BM DHL = 750. Sedangkan tinggi rendahnya TSS dan TDS dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan seperti ada tidaknya arus danau tersebut. Sedangkan untuk parameter DHL di situ Bahagia baik titik inlet.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 untuk parameter DHL dan TDS rata-rata masih berada dibawah ambang baku mutu. Banyaknya garam-garam yang terlarut dari air buangan sekitar akan dapat meningkatkan tingkat konduktivitas air situ.00 254.030.00 78.00 μmhos/cm BM TDS = 500.24.50 TE NGAH 692. bahkan untuk situ Rawa Gelam / kawasan Industri pulogadung konsentrasi DHL pada bagian tengah telah jauh melebihi baku mutu.50 45.50 184. untuk situ Grogol dan empang Bahagia dipengaruhi oleh limbah domestik dan masukan dari sungai di situ Grogol.50 OUTLE T 198.81 . baik di situ Tomang Barat maupun situ Bahagia.70 TDS TE NGAH 199.00 184.50 736.00 INLE T 210.50 OUTLE T 175.20 265. Parameter Kekeruhan dipengaruhi oleh kegiatan disekitar situ. KUALITAS FISIK SITU DI WILAYAH JAKARTA BARAT TAHUN 2010 NO 1 2 3 SITU/WADUK Grogol E mpang Bahagia Taman Kota Srengseng DHL INLE T 697.50 990. Bervariasinya kondisi parameter fisik di tiap situ banyak dipengaruhi oleh banyak hal seperti terutama lingkungan sekitar situ/waduk terutama apabila sumber airnya berasal dari lingkungan sekitar. TABEL : II. tengah maupun outlet konsentrasinya telah melebihi baku mutu.00 51.00 mg/ Di wilayah Jakarta Barat terlihat keadaan kualitas parameter fisik cukup bagus untuk parameter TDS. KUALITAS FISIK SITU DI WILAYAH JAKARTA UTARA TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . kecuali untuk parameter Kekeruhan Situ Rio-Rio. Walaupun tidak bersifat toksik namun jika dalam jumlahnya berlebihan akan meningkatkan nilai Kekeruhan dan akan menghambat penetrasi radiasi matahari. Rawa Dongkal.00 41.50 INLE T 251. Tingginya rendahnya konsentrasi DHL.50 216.00 54.00 191.50 1. Sunter Hulu dan situ Rawa Badung parameter Kekeruhan sudah tinggi.00 263. Untuk parameter Kekeruhan konsentrasinya telah melampaui ambang baku mutu. TABEL : II.

70 216.00 3.00 6.400.00 216.970.00 5.700.80 INLE T 7.60 TDS TE NGAH 153.50 202. baik di situ waduk Pluit.60 943.00 35.040.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 SITU/WADUK Sunter I / Timur Sunter 2 / Barat Papanggo Kodamar Pluit PIK 1 PIK 2 Teluk Gong DHL INLE T 638.00 682. Untuk parameter Kekeruhan di Jakarta Utara semuanya masih dibawah baku mutu. Untuk parameter DHL konsentrasinya telah melampaui ambang baku mutu.50 OUTLE T 7.00 149.00 35.00 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 145.10 218.00 54.00 75.00 518.00 630.130.00 16.392.60 191.80 5. 2010 : BM Kekeruhan = 100.930.00 176.00 1.00 8.00 6.000.00 863. situ PIK I dan PIK II.00 mg/lt Di wilayah Jakarta Utara terlihat keadaan kualitas parameter Fisik sebagian telah melebihi baku mutu untuk parameter.00 491.00 904.450.290.30 395.00 665.00 48.00 682.00 4.00 491.00 41.00 3.00 μmhos/cm BM TDS = 500. TDS maupun Kekeruhan.00 3.00 5.20 OUTLE T 154.309. baik titik inlet.00 917.tengah maupun outletnya. Kecuali waduk Sunter I yang kualitasnya masih bagus baik parameter DHL.00 527.00 3.00 39.00 1.00 16. Bervariasinya kondisi parameter Fisik di tiap situ banyak dipengaruhi oleh banyak hal seperti terutama lingkungan sekitar situ/waduk terutama apabila sumber airnya berasal dari lingkungan sekitar.00 448. Kualitas yang paling buruk adalah waduk Pluit.82 .00 TE NGAH 526.00 42.00 NTU BM DHL = 750.00 1.00 8.00 INLE T 187.00 145.00 142.00 KE KE RUHAN TE NGAH 7.00 48.00 70.00 632.00 78. DHL dan TDS.00 682.00 143.00 24.00 45. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Banyaknya garam-garam yang terlarut dari air buangan sekitar akan dapat meningkatkan tingkat konduktivitas air situ.50 OUTLE T 424.

00 244. situ Lembang.27.40 TDS TE NGAH 54.00 372.83 .00 40.20 TDS TE NGAH 133.00 41.00 9.00* 65.00 133.10 68.00 OUTLE T 122.00 KE KE RUHAN TE NGAH 141.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.30 59. 2010 : BM Kekeruhan = 100. KUALITAS FISIK SITU DI WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010 NO 1 2 3 SITU/WADUK Melati Lembang Taman Ria DHL INLE T 406.70 54.00 8.00 143.00 KE KE RUHAN TE NGAH 10. Bagus nya kondisi kualitas Fisik di Jakarta Selatan ini disebabkan juga fungsi situ yang sebagian peruntukannya untuk pariwisata dan telah di turapnya dinding di bagian pinggir situ sehingga mengurangi potensi erosi. 2010 : BM Kekeruhan = 100.00 TE NGAH 230.00 mg/L Situ/waduk di wilayah Jakarta Selatan terlihat kondisi kualitas fisik nya bagus baik pada bagian inlet.00 248. Bervariasinya kondisi parameter fisik di tiap situ banyak dipengaruhi oleh banyak hal seperti terutama lingkungan sekitar situ/waduk terutama apabila sumber airnya berasal dari lingkungan sekitar.00 9.30 54.00 8. tengah maupun outletnya.00 OUTLE T 399.50 53.00 INLE T 115.90 68.00 245.30 INLE T 27.00 53.00 NTU BM DHL = 750.00 71.50 341.00 227. namun kondisinya masih bagus karena permukiman disekitar situ Lembang adalah permukiman teratur dan tidak membuang limbah rumah tangga ke situ tersebut.20 41.40 OUTLE T 54.00 19.00 66.00 222.90 108. meskipun berada dilingkungan permukiman.90 INLE T 123.70 69.00 OUTLE T 223.60 OUTLE T 116.00 NTU BM DHL = 750. Kualitas fisik situ di wilayah Jakarta Pusat dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar.90 60.00 154.00 TE NGAH 527.80 101.00 243. Situ Taman Ria Senayan kondisinya masih bagus walaupun berada di Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .00 72.00 OUTLE T 26. Namun untuk parameter Kekeruhan di situ Melati konsentrasinya telah melebihi baku mutu baik pada bagian inlet. tengah maupun outletnya. Pada tahun 2010 ini terdapat 2 situ yaitu Situ Babakan dan Situ Mangga Bolong yang tidak bisa di pantau baik secara fisik kimia maupun Mikrobiologi karena terdapat kegiatan pembangunan (pengerukan) yang sedang berlangsung di lokasi situ yang akan dipantau sehingga dianggap tidak mewakili kondisi sebenarnya.00 78.00 mg/L Kondisi kualitas situ/waduk di wilayah Jakarta Pusat umumnya masih bagus.00 INLE T 78.00 249. KUALITAS FISIK SITU DI WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 SITU/WADUK Ragunan I Ragunan Pemancingan Kalibata Walikota Jaksel DHL INLE T 325.00 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 μmhos/cm BM TDS = 500.00 27.00 μmhos/cm BM TDS = 500.00 9.00 225. TABEL : II.26.00 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.

00 120. 2.00 20. 2. dan Phosphat. COD Sedangkan kondisi kualitas COD untuk situ/waduk terlihat bahwa hampir di setiap titik (inlet.1.Gub. tengah dan outlet) pada setiap situ/waduk termasuk dalam kategori cukup tinggi dan telah melampui baku mutu COD.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 tengah kota karena kegiatan pariwisata di sekitar situ ini tidak berjalan akibat pembangunan di sekitar situ. Parameter yang akan dibahas disini adalah parameter kunci yang dapat mempengaruhi kualitas air situ/waduk yang meliputi parameter BOD. BOD GRAFIK : II. Seperti yang dapat kita lihat pada grafik kondisi COD yang paling ekstrim berada pada inlet situ Rawa Gelam di kawasan industri Pulogadung.00 - outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah Situ Rawa Badung Situ Situ Sunter Kelapa dua Pedongkelan Kawasan Hulu Wetan Pulogadung BOD BM Rawa dongkal Situ Elok Rio rio Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 140. Organik.3.00 100. KONSENTRASI BOD SITU/WADUK DI WILAYAH JAKARTA TIMUR. Kualitas Kimia Kualitas kimia situ/waduk yang dipantau sesuai dengan SK. No.84 . Kelapa Dua Wetan dan Pedongkelan. 2010 180. Tingginya konsentrasi BOD dapat menunjukkan bahwa pada lokasi tersebut kebutuhan akan Oksigen untuk menguraikan bahan Organik semakin tinggi.00 60.00 80.00 40.1. DO.00 160. Tingginya COD ini ada kemungkinan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya tengah outlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet .582 Tahun 1995 untuk peruntukan perikanan dan peternakan (golongan C) sebanyak 21 parameter (hasil rinci terlampir). Dari delapan situ/waduk yang dipantau hanya tiga situ yang kualitas DO-nya masih berada dibawah baku mutu yaitu situ Sunter Hulu. Jakarta Timur a. b. 2010 : Dari gambar diatas diperoleh bahwa konsentrasi parameter BOD di situ/waduk di Jakarta Timur rata-rata telah melebihi baku mutu. Dengan demikian pada lokasi ini dapat menunjukkan semakin banyaknya jumlah bahan Organik yang mudah diurai (Biodegradable Organic Matter) tersebut. Halaman II .3. COD.

00 outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah outlet Situ Rawa Badung Situ Situ Sunter Kelapa dua Pedongkelan Kawasan Hulu Wetan Pulogadung COD BM Rawa dongkal Situ Elok Rio rio Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 20.00 150.00 350.00 5. tengah dan outlet sebagian besar dalam kondisi baik yaitu telah melebihi kadar minimum DO sebesar 3 mg/L (BM) kecuali untuk situ Rawa Gelam di kawasan industri Pulo Gadung yang dibawah baku mutu.00 250.00 50.00 10.2. KONSENTRASI DO SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA TIMUR.00 15. Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi Kualitas COD dapat dilihat dibawah ini.00 300. Untuk situ Rawa Gelam di kawasan industri Pulogadung ini rendahnya kadar DO di sebabkan oleh terjadinya eutrofikasi atau ditutupinya permukaan situ dengan tanaman air pada hampir seluruh bagian situ.3.00 100. GRAFIK : II. 2010 : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya tengah outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Halaman II .85 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 disebabkan oleh buangan limbah industri maupun limbah domestik dari kegiatan yang berasal di sekitar situ. KONSENTRASI COD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA TIMUR. Rendahnya DO pada situ/waduk tersebut dapat disebabkan oleh tingginya dekomposisi bahan Organik dan oksidasi bahan Anorganik yang dapat mengurangi kadar Oksigen terlarut pada bagian situ.00 - Situ Raw a Badung Situ Kaw asan Situ Sunter Hulu Kelapa dua Pedongkelan Wetan Raw a dongkal Situ Elok Rio rio BM DO Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 200. 2010 Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah Inlet 25. Pada situ Elok pada bagian inlet dan situ Rio-Rio bagian outlet DO-nya sangat rendah . GRAFIK : II. 2010 : c. DO Dari grafik dibawah ini jelas terlihat bahwa kondisi kualitas DO baik di titik inlet. 2010 400.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

d. Phospat
GRAFIK : II.4. KONSENTRASI PHOSPAT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA TIMUR, 2010
3.00 2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet Inlet tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah
Rio rio

Situ Rawa Badung

Situ Kawasan Pulogadung / Rawa gelam

Situ Sunter Hulu

Kelapa dua Wetan

Pedongkelan

Rawa dongkal

Situ Elok

P hospat

BM

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Kualitas Phospat pada situ/waduk seperti yang terlihat di grafik, dari 8 situ yang dipantau 3 situ konsentrasinya sangat rendah atau tidak terdeteksi dan 2 situ lainya konsentrasi Phospat sangat tinggi. Situ tersebut antara lain situ Rio-Rio dan situ Rawa Badung dan situ Rawa Gelam di kawasan industri Pulogadung. Eutrofikasi merupakan problem lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah Phospat (PO3-), khususnya dalam ekosistem air tawar. Tingginya Phospat ini dapat berasal dari aktifitas manusia seperti penggunaan sabun yang salah satu komponennya berupa Phospat yang dipakai sebagai pembentuk buih. Selain itu dapat berasal dari limbah rumah tangga lainnya yang sebagian besar berbentuk Anorganik dengan Ortophospat . e. Organik Konsentrasi organik terlihat masih berada dibawah baku mutu di sebagian situ yang dipantau baik inlet, tengah maupun outletnya. Situ yang konsentrasi Organiknya melebihi baku mutu antara lain situ Rawa Badung, situ kawasan Industri Pulogadung dan situ Rio Rio. Tinggi rendahnya organik ini dapat berasal aktifitas organisme baik hewan, tumbuhan, ataupun manusia. Pada umumnya Organik ini berisikan kombinasi Karbon, Hidrogen, dan Oksigen bersamasama dengan Nitrogen. Dengan semakin tingginya organik maka ada beberapa zat yang sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

outlet

Halaman II - 86

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

GRAFIK : II.5. KONSENTRASI ORGANIK SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA TIMUR TAHUN 2010
300.00 250.00 200.00 150.00 100.00 50.00 Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet Inlet tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah
Rio rio Rio rio
tengah

Situ Rawa Badung

Situ Kawasan Pulogadung / Rawa gelam

Situ Sunter Hulu

Kelapa dua Wetan

Pedongkelan Rawa dongkal

Situ Elok

Organik

BM

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

f.

Detergent

Kondisi kualitas Detergent didalam air situ/waduk di Jakarta Timur rata-rata masih berada dibawah baku mutu, Kecuali situ kawasan industri Pulogadung dan Rio-Rio menunjukkan kondisi yang sangat ekstrim dimana konsentrasinya telah jauh melampaui baku mutu . Hal ini terjadi karena pencemaran limbah industri dan limbah rumah tangga dari kegiatan industri maupun kegiatan penduduk sekitar situ. Penduduk disekitar situ biasa membuang limbahnya ke situ Rio-Rio hingga pada fisik inlet situ tersebut terlihat berbusa.
GRAFIK : II.6. KONSENTRASI DETERGENT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA TIMUR TAHUN 2010
2.50 2.00 1.50 1.00 0.50 Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet Inlet tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah outlet

Situ Rawa Badung

Situ Kawasan Pulogadung / Rawa gelam

Situ Sunter Hulu

Kelapa dua Wetan

Pedongkelan

Rawa dongkal

Situ Elok

Detergen

BM

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

2.3.2. Jakarta Selatan Pada tahun 2010 ini dari rencana 6 situ yang akan dipantau terdapat 2 situ yaitu situ Babakan dan situ Mangga Bolong yang tidak bisa di pantau baik secara fisik kimia maupun mikrobiologi karena

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

outlet

Halaman II - 87

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

terdapat kegiatan pembangunan (pengerukan) yang sedang berlangsung di lokasi situ yang akan dipantau sehingga dianggap tidak mewakili kondisi sebenarnya. Sedangkan untuk kualitas kimia situ di Jakarta Selatan lainnya adalah sebagai berikut: a. BOD Kondisi kualitas BOD pada situ/waduk yang berada diwilayah Jakarta Selatan sebagian masih dibawah kecuali situ walikota Jakarta Selatan pada inlet dan outletnya konsentrasinya sudah melebihi baku mutu. Tingginya konsentrasi BOD dapat menunjukkan bahwa pada lokasi tersebut kebutuhan akan Oksigen untuk menguraikan bahan organik semakin tinggi. Dengan demikian pada lokasi ini dapat menunjukkan semakin banyaknya jumlah bahan Organik yang mudah diurai (Biodegradable Organic Matter) tersebut.
GRAFIK : II.7. KONSENTRASI BOD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010
35.00 30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 Inlet Outlet Inlet Tengah Outlet Inlet Tengah Kalibata
BM

Outlet

inlet

Outlet

Ragunan I

Ragunan Pemancingan
BOD

Walikota Jaksel

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

b. COD Seperti halnya konsentrasi COD di wilayah Jakarta Timur, untuk wilayah Jakarta Selatan juga sudah sangat tinggi. Dari 4 situ yang dipantau hanya bagian outlet situ Ragunan pemancingan dan Kalibata saja yang kadar COD-nya masih dibawah baku mutu. Parameter COD menunjukkan jumlah senyawa Organik dalam air yang dapat dioksidasi secara kimia ataupun melalui proses mikrobiologis, dan mengakibatkan berkurangnya Oksigen terlarut di dalam air. Dalam hal ini situ di Jakarta Selatan dipengaruhi oleh aktifitas mikrobiologi atau bakteri Fecal coli yang banyak terdapat di situ Jakarta Selatan.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 88

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

GRAFIK : II.8. KONSENTRASI COD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010
90.00 80.00 70.00 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 Inlet Outlet Inlet Tengah Outlet Inlet Tengah Kalibata
BM

Outlet

inlet

Outlet

Ragunan I

Ragunan Pemancingan
COD

Walikota Jaksel

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

c. DO Kandungan Oksigen terlarut dalam air situ/waduk diwilayah Jakarta Selatan rata-rata masih bagus, yaitu diatas 3.0 mg /L. Kandungan Oksigen ini diperoleh akibat difusi gas Oksigen dari udara ke dalam air pada saat air bergerak (mengalir) ke arah hilir atau oleh angin yang berhembus di permukaan. Kadar kandungan Oksigen terlarut yang tertinggi terdapat di situ walikota Jakarta Selatan, yaitu mencapai 26 mg/L. Untuk lebih jelasnya
GRAFIK : II.9. KONSENTRASI DO SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010
30.00 25.00 20.00 15.00 10.00 5.00 Inlet Outlet Inlet Tengah Outlet Inlet Tengah Kalibata
DO

Outlet

inlet

Outlet

Ragunan I

Ragunan Pemancingan
BM

Walikota Jaksel

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

d. Phospat Grafik : II.10 menunjukkan bahwa kandungan Phospat di air situ/waduk di Jakarta Selatan masih berada dibawah baku mutu.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 89

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

GRAFIK : II.10. KONSENTRASI PHOSPAT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010
0.600 0.500 0.400 0.300 0.200 0.100 Inlet Outlet Inlet Tengah Outlet Inlet Tengah Kalibata
BM

Outlet

inlet

Outlet

Ragunan I

Ragunan Pemancingan
P hospat

Walikota Jaksel

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

e. Organik Kualitas Organik air situ/waduk diwilayah Jakarta Selatan sangat bervariatif. Untuk situ walikota Jakarta Selatan kandungan Organik meningkat hingga melampaui baku mutu dibagian inlet sedangkan untuk situ Ragunan pemancingan konsentrasi organik dibagian inlet tinggi dan menurun dibagian tengah dan outlet, sedangkan untuk waduk Kalibata konsentrasinya telah melebihi baku mutu baik dibagian inlet. Zat organik tersebut berasal dari buangan domestic dan industri (senyawasenyawa chlor). Di alam zat Organik terbawa aliran permukaan dan ada pula yang merembes ke danau. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada Grafik : II.11 dibawah ini :
GRAFIK : II.11. KONSENTRASI ORGANIK SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010
60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 Inlet Outlet Inlet Tengah Outlet Inlet Tengah Kalibata
BM

Outlet

inlet

Outlet

Ragunan I

Ragunan Pemancingan
Organik

Walikota Jaksel

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 90

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

f.

Detergent

Seperti halnya parameter Phospat, untuk parameter Detergent didalam air situ diwilayah Jakarta Selatan masih berada dibawah baku mutu. Hal ini menunjukkan bahwa pencemaran dari limbah rumah tangga di situ/waduk tersebut masih rendah.
GRAFIK : II.12. KONSENTRASI DETERGENT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010
0.60 0.50 0.40 0.30 0.20 0.10 Inlet Outlet Inlet Tengah Outlet Inlet Tengah Kalibata
BM

Outlet

inlet

Outlet

Ragunan I

Ragunan Pemancingan
Detergent

Walikota Jaksel

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

2.3.3. Jakarta Pusat Jumlah situ/waduk diwilayah Jakarta Pusat yang dipantau ada 3 situ yaitu situ Lembang, situ Melati dan situ Senayan. a. BOD Kandungan BOD disitu/waduk diwilayah Jakarta Pusat sebagian telah melebihi baku mutu Kecuali situ Senayan masih dibawah baku mutu. Untuk situ Lembang dan situ Melati konsentrasi dibagian inlet tengah maupun outletnya tinggi hingga melebihi baku mutu.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 91

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

GRAFIK : II.13. KONSENTRASI BOD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010
60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 Inlet tengah Situ Melati outlet Inlet tengah Situ Lembang
BOD MB

outlet

Inlet

tengah Senayan

outlet

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

b. COD Seperti halnya parameter BOD untuk parameter COD rata-rata konsentrasinya sangat tinggi. Parameter COD menunjukkan jumlah senyawa organik dalam air yang dapat dioksidasi secara kimia ataupun melalui proses mikrobiologis, dan mengakibatkan berkurangnya Oksigen terlarut di dalam air. Dari ketiga situ yang dipantau semua bagian dari situ tidak memenuhi baku mutu. Tinggi nya COD ini ada kemungkinan disebabkan oleh buangan limbah industri maupun limbah domestik dari kegiatan yang berasal di sekitar situ. Situ yang kadar COD nya paling tinggi berada di situ Lembang bagian tengah. Untuk lebih jelasnya mengenai kondisi Kualitas COD dapat dilihat dibawah ini.
GRAFIK : II.14. KONSENTRASI COD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010
100.00 90.00 80.00 70.00 60.00 50.00 40.00 30.00 20.00 10.00 Inlet tengah Situ Melati outlet Inlet tengah outlet Inlet tengah Senayan outlet

Situ Lembang
COD MB

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 92

Namun secara alami bisa juga berasal dari erosi tanah.00 5.Tinggi nya Oksigen terlarut Sedangkan konsentrasi terendah berada di situ Senayan yaitu dibagian tengah sebesar 3. DO Rata-rata konsentrasi DO disitu/waduk diwilayah Jakarta Pusat masih bagus. limbah domestik. Phospat Berbeda dengan parameter yang lain untuk parameter Phospat pada situ Lembang dan situ Senayan sangat rendah namun untuk situ Melati konsentrasi Phospat sangat tinggi hingga melampaui baku mutu. Oksigen terlarut merupakan salah satu parameter kualitas air yang penting.00 Inlet tengah Situ Melati outlet Inlet tengah outlet Inlet tengah Senayan outlet Situ Lembang BM DO Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. GRAFIK : II.15. Kualitas paling bagus berada di situ Melati yaitu dibagian tengah dengan konsentrasi sebesar 26. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 c. KONSENTRASI DO SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010 Konsentrasi DO di Situ/Waduk di Jakarta Pusat 30.00 10. Tingginya Phospat ini bisa disebabkan limbah industri.00 25. pupuk maupun hancuran dari bahan Organik dan mineral-mineral Phospat. GRAFIK : II.16. karena Oksigen yang digunakan untuk mendukung kelangsungan hidup makhluk air.35 mg/L. buangan dari hewan dan lapukan tumbuhan.62 mg/L. 2010 : d.00 20.00 15.93 .

00 40.00 50.94 . Dari 3 situ/waduk yang dipantau konsentrasi Detergent yang paling tinggi berada disitu Lembang bagian outlet . Hal ini menunjukkan situ di Jakarta Pusat terhindar dari limbah domestik. GRAFIK : II.00 70. GRAFIK : II. ataupun manusia.00 30.80 0.70 0. KONSENTRASI ORGANIK SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010 Konsentrasi Organik di Situ/Waduk di Jakarta Pusat 80. tumbuhan.60 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 KONSENTRASI PHOSPAT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010 Konsentrasi Phospat di Situ/Waduk di Jakarta Pusat 0.00 Inlet tengah Situ Melati outlet Inlet tengah outlet Inlet tengah Senayan outlet Situ Lembang Organik BM Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.30 0.40 0.17.50 0. Organik Konsentrasi Organik terlihat masih berada diatas baku mutu di hampir seluruh situ yang dipantau baik inlet. Detergent Seperti halnya Organik parameter Detergent di wilayah Jakarta Pusat masih berada dibawah baku mutu.00 10. 2010 : f. 2010 : e.10 Inlet tengah Situ Melati outlet Inlet tengah outlet Inlet tengah Senayan outlet Situ Lembang P hospat MB Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.90 0. KONSENTRASI DETERGENT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .20 0.00 20.00 60. tengah maupun outletnya. Tinggi rendahnya Organik ini dapat berasal aktifitas organisme baik hewan.18.

30 0. Jakarta Barat Di wilayah Jakarta Barat dilakukan pemantauan terhadap situ/waduk sebanyak 4 situ/waduk yaitu situ Grogol.00 mg/L. a.3.20.19.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 0.20 0. BOD Kondisi kulitas air situ di Jakarta Barat untuk parameter BOD hampir seluruhnya telah melampaui baku mutu baik dibagian inlet.60 0.40 0. KONSENTRASI COD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA BARAT TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .50 0. 2010 : b.10 Inlet tengah Situ Melati outlet Inlet tengah outlet Inlet tengah Senayan MB outlet Situ Lembang Detgt Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2010 : 2. tengah dan outlet.4. KONSENTRASI BOD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. COD GRAFIK : II. dan Teluk Gong dan situ Bahagia. situ Taman Kota Srengseng.00 mg/L dan konsentrasi tertinggi berada di waduk Grogol bagian outlet yaitu sebesar 66. kecuali situ Taman Kota Srengseng. Konsentrasi BOD terendah berada di outlet situ Taman Kota Srengseng yaitu 10.95 . GRAFIK : II.

47 mg/L berada di tengah situ Empang Bahagia sedangkan konsentrasi DO terendah terdapat di outlet situ Bahagia sebesar 0. GRAFIK : II. Konsentrasi tertinggi berada di situ Bahagia bagian inlet. Phospat Seperti halnya parameter BOD dan COD untuk parameter Phospat konsentrasinya juga sudah tinggi.20 diatas dapat kita ketahui. konsentrasi COD pada situ di Jakarta Barat sudah tinggi hingga melampaui baku mutu.96 . Konsentrasi COD berkisar antara 33. 2010 : Dari Grafik : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. DO Kandungan Oksigen terlarut dalam air situ di wilayah Jakarta Barat rata-rata masih tinggi. kecuali situ Taman Kota Srengseng yang konsentrasi Phospatnya sangat kecil yaitu 0. KONSENTRASI DO SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA BARAT.02 mg/L sehingga masih berada dibawah baku mutu. 2010 : d.46 mg/L. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .90 mg/L. c.60 mg/L sampai dengan 151.21. Namun kondisi yang sangat ekstrim kita temukan di situ Bahagia yaitu dibagian outletnya sangat rendah hingga kurang dari baku mutu yang seharusnya ada. Konsentrasi tertinggi mencapai 8. Tinggi nya COD ini ada kemungkinan disebabkan oleh buangan limbah industri maupun limbah domestik dari kegiatan yang berasal di sekitar situ.

KONSENTRASI PHOSPAT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 2010 : e. Kisaran konsentrasi Organik di situ antara 27.70 mg/L. Organik GRAFIK : II.23 diatas menunjukkan bahwa konsentrasi Organik pada situ di Jakarta Barat ratarata telah berada diatas baku mutu kecuali pada situ Taman Kota Srengseng bagian tengah. 2010 : Pada Grafik : II.22.23.97 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.04 mg/L sampai dengan 77. KONSENTRASI ORGANIK SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.

Dari empat situ yang dipantau situ Bahagia mempunyai kandungan Detergent lebih tinggi dibandingkan dengan situ lainnya.3. PIK II. Konsentrasi terendah berada di situ Kodamar bagian outlet masih berada dibawah baku mutu. Konsentrasi BOD di situ Sunter I berkisar antara 6. yaitu mencapai 2.45 mg/L. situ Sunter II. a.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 f. b. situ PIK I.13 mg/L. KONSENTRASI DETERGENT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.75 mg/L sampai dengan 7. Sedangkan kisaran tertinggi terada di situ Pluit yaitu antara 43. situ Papanggo.20 mg/L. Jakarta Utara Diwilayah Jakarta Utara dipantau sebanyak 8 situ yaitu situ Kodamar. Dari delapan situ/waduk yang dipantau terdapat tiga (3) situ yang konsentrasi BOD-nya masih memenuhi baku mutu yaitu situ Sunter I Sunter II dan situ Kodamar.24 menunjukkan bahwa konsentrasi Detergent pada situ di Jakarta Barat rata-rata masih berada dibawah baku mutu. COD Seperti halnya parameter BOD.20 mg/L sampai dengan 49. BOD Konsentrasi BOD diwilayah Jakarta Utara sebagian telah melebihi baku mutu. Bahkan pada bagian outlet situ konsentrasinya meningkat drastis hingga melebihi baku mutu. 2010 : 2.situ Teluk Gong dan situ Pluit. Sedangkan konsentrasi tertinggi berada di situ Pluit dengan konsentrasi sebesar 122.98 . situ Sunter I. GRAFIK : II.5. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .24. Detergent Pada Grafik : II.30 mg/L. parameter COD juga sudah sangat tinggi.

2010 : c. Dari delapan situ/waduk yang dipantau terdapat tiga (3) situ yang konsentrasi Phospatnya masih memenuhi baku mutu yaitu situ Sunter I. namun dua situ yang lain kandungan Oksigen dalam airnya sudah sangat rendah hingga kurang dari baku mutu diantaranya adalah situ Sunter II dan situ Pluit. 2010 : d. Eutrofikasi merupakan problem lingkungan hidup yang diakibatkan oleh limbah Phospat Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . GRAFIK : II. KONSENTRASI DO SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA UTARA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.26. KONSENTRASI COD SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA UTARA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Rendahnya DO pada situ/waduk tersebut dapat disebabkan oleh tingginya dekomposisi bahan Organik dan oksidasi bahan Anorganik yang dapat mengurangi kadar Oksigen terlarut pada bagian situ. Konsentrasi tertinggi berada di inlet situ-situ Pluit. DO Kandungan Oksigen terlarut dalam air situ di DKI Jakarta sebagian besar masih memenuhi baku mutu.25.99 . Phospat Konsentrasi Phosfat diwilayah Jakarta Utara sebagian telah melebihi baku mutu. situ PIK II dan situ Kodamar.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.

GRAFIK : II.60 mg/L. dan situ Kodamar konsentrasinya masih berada dibawah baku mutu. Tingginya Phospat ini dapat berasal dari aktifitas manusia seperti penggunaan sabun yang salah satu komponennya berupa Phospat yang dipakai sebagai pembentuk buih.27. Sunter II.71 mg/L sampai dengan 20. Kisaran konsentrasi Organik di situ Sunter I antara 20. Organik GRAFIK : II. Selain itu dapat berasal dari limbah rumah tangga lainnya yang sebagian besar berbentuk Anorganik dengan Ortophospat.83 mg/L.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 (PO3). namun dibagian situ Sunter I. KONSENTRASI PHOSPAT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA UTARA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2010 : Kualitas Organik disitu/waduk di wilayah Jakarta Utara rata-rata sudah tinggi. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 2010 : e. KONSENTRASI ORGANIK SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA UTARA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.100 .60 mg/L sampai dengan 84. Sedangkan kisaran tertinggi berada di situ PIK II 64.28. khususnya dalam ekosistem air tawar.

105 11. KONSENTRASI DETERGENT SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA UTARA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Konsentrasi tertinggi berada di situ Pluit yaitu berkisar antara 0.104 14. KISARAN KONSENTRASI MIKROBIOLOGI SITU/WADUK DKI JAKARTA TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 SITU / WADUK Situ Rawa Badung Situ Kwsn Pulogadung/Rw Gelam Situ Sunter Hulu Kelapa Dua Wetan Pedongkelan Rawa Dongkal Situ Elok Situ Ria Rio COLIFORM INLET 11.104 17. 2010 : 2.000 35.103 14. PIK 2.104 28. GRAFIK : II.105 bersambung.105 INLET 23. Kodamar.103 14.300 7.103 130 1.104 5.105 14.105 22.100 1.104 OUTLET 22.104 14.28. dan Plankton dan Benthos. Kualitas Biologi Parameter Biologi yang dipantau meliputi bakteri Coliform.104 FECAL COLI TENGAH 17.700 28.100 300 14.103 8.104 35.29. Sunter II.104 TENGAH 28.300 5.29 menunjukkan bahwa sebagian besar kandungan Detergent masih berada dibawah baku mutu.105 8.105 OUTLET 28. TABEL : II.. bakteri Fecal coli..105 3.106 23.107 1.101 .000 11.103 9.66 mg/L. sambungan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .104 1. Untuk situ Pluit dan situ PIK I bagian inlet konsentrasinya telah melebihi baku mutu.106 300 8. Detergent Grafik : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 f. Sedangkan situ yang kandungan Detergentnya masih berada dibawah baku mutu antara lain situ Sunter I.107 28.103 35.105 28.109 28.105 35.104 11.96 mg/L sampai dengan 1.104 1.000 35.4.400 28.104 16.105 1.700 1.

106 17.105 16.103 11.105 7. Tercemarnya kualitas Biologi situ-situ di DKI Jakarta oleh bakteri Coliform maupun Fecal colinya sebagian besar di sebabkan oleh limbah buangan domestic yang berasal dari rumah tangga.5.107 22.104 5.103 17.105 7.102 5.103 3.102 7.105 FECAL COLI TENGAH 6. Penerapan sistem indeks pencemaran air memerlukan analisa yang tepat terhadap parameter yang ada sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.104 11.105 17.104 28.105 23.105 14.100 5.105 23.104 8.106 22.105 28.105 28. Indeks Pencemar (IP) Penerapan sistem indeks pencemaran merupakan salah satu metode untuk mempermudah kontrol terhadap pencemaran air yang ada.108 28.103 17.105 220 80 130 11.105 11.105 17. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .102 14. Oleh sebab itu perlu diperhatikan tata lingkungan di sekitar situ agar situ-situ di DKI Jakarta tetap lestari dan terhindar dari pencemaran Biologi dari buangan domestik.105 14.104 16.103 22.103 17.105 11.105 11. Hal ini bisa menyebabkan tercemarnya air tanah dan akhirnya menggangu kesehatan manusia.105 28.103 5.106 9.102 .104 17.300 1.108 28.104 230 80 1.107 7.106 17.105 8.102 5.105 7.105 22.105 22.105 22.103 22.104 7.104 170 1100 22.104 8.103 28.104 17.107 22.103 110 500 22.105 22.104 17.104 22.106 23.106 17.108 13.104 800 5.107 TENGAH 9.106 17.106 11.102 5.105 Empang Bahagia Taman Kota Srengseng Teluk Gong Melati Lembang Taman Ria Sunter 1 / Timur Sunter 2 / Barat Papanggo Kodamar Pluit PIK 1 PIK 2 Ragunan 1 Ragunan Pemancingan Kalibata Walikota Jakarta Selatan Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 Keterangan : Baku Mutu Coliform : 20. 2.106 INLET 5. Dari 28 situ/waduk yang dipantau hanya ada 1 (satu) situ yang konsentrasi Coliform maupun Fecal colinya masih berada dibawah baku mutu yaitu situ Taman Ria Senayan.104 14.105 14.102 500 7.105 800 5.103 OUTLET 11.103 7.28 terlihat bahwa kualitas situ/waduk di DKI Jakarta sebagian besar kualitas Biologi baik Coliform maupun Fecal colinya telah melebihi baku mutu.103 14.000 ind/100 mL Baku Mutu Fecal Coli : 4000 ind/mL Dari Tabel : II.300 OUTLET 22.103 11.100 2.107 35.000 28.103 3.108 7.103 14.105 5.103 1. Berikut adalah hasil analisa kualitas air situ di daerah DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 NO 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Grogol SITU / WADUK COLIFORM INLET 9.

103 . Tingkat kualitas air di situ-situ tersebut bervariasi bergantung pada kondisi kegiatan di sekitarnya yang berpengaruh terhadap kualitas air.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II. 2010 : Dari grafik diatas dapat kita ketahui bahwa kondisi kualitas lingkungan air situ di DKI Jakarta secara umum telah tercemar. kondisi lingkungan sekitar situ maupun vegetasi sekitar.31. hampir diseluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta. mulai dari tercemar ringan. tercemar berat sebesar 31 persen. Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi perhitungan indeks pencemaran pada kualitas lingkungan air situ ini adalah bersumber dari pencemaran oleh limbah domestik. INDEKS PENCEMARAN SITU/WADUK WILAYAH DKI JAKARTA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. BOD. Untuk lebih jelasnya melihat status situ/waduk dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pengontrolan yang efektif terhadap kualitas air situ-situ tersebut. hal ini dapat diketahui dari tingginya parameter Biologis seperti Fecal coli dan Coliform. Hal ini disebabkan karena belum dikelolanya dengan baik situ-situ di DKI Jakarta. tercemar sedang sebesar 35 persen. parameter Organik. tercemar sedang sampai tercemar berat.30. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . COD dan Amonia juga berpengaruh terhadap hasil perhitungan. Persentase status mutu berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Indeks pencemaran menunjukan situ yang tercemar ringan sebesar 34 persen. GRAFIK : II.

2010 : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya outlet Halaman II . dan situ Pedongkelan.32.1.0 5. Status cemar berat ini dipengaruhi oleh kondisi kegiatan di sekitar lingkungan situ. telah berada pada status cemar berat baik dibagian inlet.0 15.0 Inlet 1 tengah Inlet 2 tengah tengah tengah tengah tengah tengah tengah Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet Inlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet outlet Inlet Situ Rawa badung Situ Kawasan Industri Pulogadung / Rawa gelam Situ Sunter hulu Situ Kelapa Dua Situ Pedongkelan Wetan Situ Rawa Dongkal Situ Elok Situ Ria Rio Baik Cemar ringan Cemar sedang Cemar Berat IP Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Jakarta Timur Kondisi status mutu situ/waduk di Jakarta Timur berkisar antara status cemar ringan sampai dengan status cemar berat. namun untuk situ Rawagelam/kawasan Industri Pulogadung. Dibeberapa situ statusnya berada di kisaran baik sampai cemar ringan seperti situ Kelapa Dua Wetan dan Rawa Dongkal. 2010 : 2.5.104 . INDEKS PENCEMARAN SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA TIMUR TAHUN 2010 25.0 20. GRAFIK : II.0 10. tengah maupun outlet.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 PERSENTASE INDEKS PENCEMARAN SITU/WADUK WILAYAH DKI JAKARTA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.0 0.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 2.105 .0 10. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya outlet Halaman II . Jakarta Pusat Berbeda dengan kondisi indek pencemaran di Jakarta Selatan.5.5.33.0 5.33 dibawah ini. Pada tahun ini situ Mangga Bolong dan Babakan tidak dipantau karena muka airnya sangat rendah sebagai akibat dilakukan pengerukan dan pembangunan badan situ Babakan Untuk lebih jelasnya mengenai status mutu situ di Jakarta Selatan dapat dilihat pada Grafik : II. tengah maupun outletnya. Untuk situ Senayan berada pada status cemar ringan baik dibagian inlet.2. untuk di Jakarta Pusat indeks pencemaranya berkisar antara baik sampai dengan cemar sedang.3.2.0 Inlet outlet Inlet 1 tengah tengah Inlet outlet outlet Inlet Walikota Jaksel Kali Bata Ragunan 1 Ragunan pemancingan Baik Cemar ringan Cemar sedang Cemar Berat IP Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Kondisi terburuk berada dibagian inlet situ/waduk Walikota Jakarta Selatan dengan nilai indeks mencapai 12.7 dan kondisi paling bagus berada dibagian inlet situ Babakan yang mencapai nilai indeks 1. Jakarta Selatan Status mutu situ/waduk Jakarta Selatan berkisar antara status cemar ringan sampai tercemar berat baik dibagian inlet. 2010 : 2.0 15. tengah dan outlet). tengah maupun outlet.0 0. GRAFIK : II. Sedangkan situ Melati berada pada status cemar sedang (inlet. INDEKS PENCEMARAN SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA SELATAN TAHUN 2010 20. Untuk situ Lembang pada bagian inlet berada pada status cemar ringan namun kondisinya meningkat dibagian tengah dan outletnya menjadi status baik.

sedangkan status cemar ringan terdapat pada bagian tengah dan outlet situ Hutan Kota Srengseng. INDEKS PENCEMARAN SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA PUSAT TAHUN 2010 15.36 menunjukkan bahwa kisaran status air situ di wilayah Jakarta Utara berkisar antara status baik sampai cemar berat. Status cemar berat berada di bagian outlet situ Bahagia dan bagian inlet situ Tomang Barat/Grogol. Kondisi kualitas yang paling bagus berada disitu Sunter I Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya outlet Halaman II .35.0 5.5. Jakarta Utara Pada Grafik : II. Jakarta Barat Status mutu air situ/waduk diwilayah Jakarta Barat terlihat lebih buruk dibandingkan dengan kondisi status mutu situ-situ sebelumnya. 2010 : 2.106 . GRAFIK : II.34. terlihat statusnya berkisar antara status cemar ringan sampai dengan cemar berat.0 10.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II. INDEKS PENCEMARAN SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2010 : 2.5.35.4.0 tengah tengah tengah Inlet Inlet outlet outlet Inlet Lembang Situ Melati Senayan Baik Cemar ringan Cemar sedang Cemar Berat IP Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.0 0.5. Pada Grafik : II.

INDEKS PENCEMARAN SITU/WADUK WILAYAH JAKARTA UTARA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Phospat. mendapat masukan limbah cair rumah tangga dan industri dan kurang terlihatnya situ sebagai salah satu komponen dalam fungsi ekologis. Pluit. dimana parameter-parameter yang melebihi baku mutu adalah.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 yaitu berkisar antara status baik sampai cemar ringan. Luas situ cenderung berkurang akibat adanya sedimentasi dan berpengaruh pada daya tampung situ. dengan endahnya waktu tinggal hidrolik mengakibatkan situ kurang optimal dalam menampung aliran yang besar pada waktu hujan dan kurang efektif sebagai penampung banjir. dan Detergent. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sampah yang menumpuk hampir di sepanjang pinggiran situ. 4. DO. mulai dari tercemar ringan. 582 Tahun 1995 dengan golongan C yaitu peruntukan untuk pertanian dan perikanan. Minyak dan Lemak.36. Akibatnya waktu tinggal hidrolik situ cenderung rendah. tercemar sedang sebesar 27 persen. 2. 3. Sedangkan kondisi paling buruk berada pada inlet situ Sunter II. 5. BOD. COD. Beberapa parameter di perairan situ telah melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh SK Gub KDKI Jakarta No. 2010 : Dari hasil pemantauan dilapangan dan pemeriksaan laboratorium dapat disimpulkan bahwa secara umum kondisi kualitas lingkungan khususnya air situ/waduk di DKI Jakarta pada tahun 2010 adalah sebagai berikut : 1. Kondisi situ secara umum tidak terawat dengan baik. GRAFIK : II. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Kondisi kualitas lingkungan air situ di DKI Jakarta secara umum telah tercemar. tercemar sedang sampai tercemar berat. Fenol. tercemar berat sebesar 38 persen.107 . situ PIK I dan situ PIK II. Persentase status mutu berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Indeks pencemaran menunjukan situ yang tercemar ringan sebesar 35 persen.

Dengan demikian sungai di DKI Jakarta merupakan tempat limpahan akhir dari pada buangan-buangan tersebut. Melakukan pengerukan secara berkala untuk mengurangi sedimentasi. Melakukan revitalisasi situ.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Agar kelestarian situ-situ di DKI Jakarta tetap terjaga dan menjadi lebih baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya diperlukan upaya-upaya yang harus dilakukan. Sungai Sungai sebagai salah satu komponen lingkungan yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia termasuk untuk menunjang pembangunan perekonomian. 3. Padahal sungai itu sendiri mempunyai banyak fungsi yang sangat penting. Provinsi DKI Jakarta dimana mengalir 13 (tiga belas) sistem aliran sungai yang sebagian besar berhulu di daerah Jawa Barat dan bermuara di Teluk Jakarta. 5. Untuk menanggulangi hal tersebut di atas. 7. Melakukan relokasi permukiman warga dari sekitar situ sehingga daerah pinggiran situ bebas dari pengaruh aktivitas manusia yang dapat berdampak pada pencemaran air. Oleh karena itu pencemaran air sungai dan lingkungan sekitarnya perlu dikendalikan seiring dengan laju pembangunan agar fungsi sungai dapat dipertahankan kelestariannya. pertanian. Sebagai akibat adanya peningkatan kegiatan pembangunan di berbagai bidang maka baik secara langsung ataupun tidak langsung akan mempunyai dampak terhadap kerusakan lingkungan termasuk didalamnya pencemaran sungai yang berasal dari limbah domestik maupun non domestik seperti pabrik dan industri. 2. Pembersihan sampah dan eceng gondok dari dalam situ. terutama perilaku dan disiplin masyarakat setempat dalam memanfaatkan fungsi Situ. perikanan. Menanam pohon berakar kuat untuk menjaga erosi. Melakukan konsevasi sumberdaya air yang melibatkan semua pihak dan mentaati rencana tata ruang yang telah disepakati. Penyuluhan secara rutin dan berkelanjutan untuk pemeliharaan situ guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan situ dan ekosistem di dalamnya. 6.108 . 3. misalnya dengan melakukan pengerukkan endapan dari dasar situ. 4. yaitu: 1. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 582 Tahun 1995 tentang Penetapan Peruntukan Baku Mutu Air Sungai/Badan Air serta Baku Mutu Limbah Cair di wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. peternakan. dan usaha perkotaan. antara lain sebagai sumber air baku air minum.

Ciliwung S. LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL AIR SUNGAI TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 5 TITIK 1 2 3 3A 4 SUNGAI S.3. Ciliwung S. Lokasi pengambilan sampel air dilakukan di 45 titik dari 13 sungai yang mengalir di DKI Jakarta. yang meliputi perbatasan DKI Jakarta – Jawa Barat. Peruntukan perikanan dan peternakan (Golongan C) 3.. Oktober dan Desember 2010. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Gedong) Sebelum Pinta Air Manggarai Jl. Ciliwung S. Peruntukan air baku air minum (Golongan B) 2. Mei. Peruntukan pertanian dan usaha perkotaan (Golongan D) GAMBAR : II. Ciliwung S. Agustus. hilir dan muara yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Ciliwung LOKASI PEMANTAUAN Kelapa Dua (Serengseng Sawah) Intake PAM Condet (Kp.29. Halimun (Guntur) Jl. KH.109 . Mas Mansyur (Karet Tengsin) GOLONGAN B B B B B bersambung. dimana frekuensi pemantauan dilaksanakan 5 (lima) kali yaitu pada bulan Maret.. LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL AIR SUNGAI TAHUN 2010 TABEL : II. dengan peruntukan sebagai berikut : 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 BPLHD Provinsi DKI Jakarta secara berkesinambungan telah melakukan pemantauan kualitas air di 13 sungai yang mengalir di Provinsi DKI Jakarta dimana data yang diperoleh dapat dipakai sebagai dasar dari kebijakan Pemerintah dalam pengendalian pencemaran sungai dan pengelolaan lingkungan di Provinsi DKI Jakarta dan maksud serta tujuan dari pemantauan ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan tingkat pencemaran air sungai baik secara kimia maupun biologis yang disesuaikan dengan baku mutu air sungai yang ditetapkan oleh Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 582 Tahun 1995.

Sepak S. Krukut S. Pupar Jl. Angke S. Komplek Zeni Srengseng Sawah Jl. Pejompongan (Karet Tengsin) Bekasi Ciledug Pesing Kali Angke Rel Kereta api (Kembangan) Jl. Cipinang S. Kali Baru Timur S. Psr. Cakung Jati Kramat S. Pemancar AL (Rw. Sunter K. Gudang PLN Jemb. Ancol Marina Pompa Pluit Jl. Sunter S. Raya Benda (Pegadungan) Muara Kamal Jl. Mookervart S. Radio Dalam PLTU Pluit Jl. Raya Bogor (YKK) Jl. Lebak Bulus Jl. Ciliwung S. Pesanggrahan S. Ciliwung S. Grogol S. Cakung Drain S. Cipinang K. Cengkareng Drain S. Ancol/Jemb. Pdk. AURI (Taman Bunga Cibubur) Jl. PIK (Muara Angke) Jl. Cakung Drain K. Labu Jl.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 Sumber Keterangan TITIK 5 6 29 30 32 7 8 8A 9 10 12 13 45 14 15 17 19 20A 21 22 23 24 24A 25 25A 27 33 34 35 36A 37 38 46 39 40 41 42 43 48 49 SUNGAI S.. Raya Bekasi (Cakung Barat) Cilincing (Pos Polisi) Muara Baru Rorotan Kawasan PT JIEP Jl.H. Grogol S. Petukangan S. Cengkareng Drain S. Swadaya. Cipinang S. Buaran S. Pulo Gebang Jl.Pesangrahan LOKASI PEMANTAUAN Jl.110 . Kali Malang Jl. Perdana Kusuma Pondok Rangon JL. Bir Bintang (Kl. Pondok Gede (Tol Taman Mini) Jl. Jati Negara Kaum Bogasari. Kamal S. Ciliwung S. Tarum Barat S. Ciliwung S. Angke S. Daan Mogot. Blencong S. Grogol S. Kali Baru S.Kelik. Srengseng GOLONGAN B D D D D B D D D D D D D B B B C D C D C C C C C D D D D D D D D D D D D C D D : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Kamal S. Sunter K. Sunter K. Gading) Jl. Kwitang Jl. Si Manis Jl. Pasar Jumat Jl. Ciliwung S. Daan Mogot. Mookervart S. 2010 : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .Buaya) Jl. Deres) Jl. Petukangan S. Kapuk Muara Ciputat. Bintaro (Ulujami) Belakang PIK Pulo Gadung Jl. Krukut S. Kali Baru Timur S. Koja Selatan Sudarso (Klp.

0 STATUS Memenuhi Baku Mutu (Kondisi Baik) Cemar Ringan Cemar Sedang Cemar Berat Sedang analisis data dan evaluasi kualitas biota air (plankton) dilakukan dengan perhitungan derajat pencemaran dengan metode Indeks Keanekaragaman (Indeks Diversitas) berdasarkan ShannonWiener (1975).111 . NILAI INDEKS PENCEMAR (IP) AIR SUNGAI DAN KATEGORINYA NILAI IP 0≤IP≤1. 2. 4. Metode ini dapat langsung menghubungkan tingkat ketercemaran dengan dapat atau tidaknya sungai dipakai untuk penggunaan tertentu dan dengan nilai parameter-parameter tertentu.31. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Klasifikasi derajat pencemaran tersaji pada Tabel : II. kimia. PARAMETER Debit Lebar Sungai Conductivity. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui perubahan struktur komunitas biota air (plankton) yang disebabkan adanya perubahan kualitas air. 5.0 1. Agustus. Turbiditas Sampel Air Plankton Benthos/Lumpur PERALATAN SAMPLING Current meter Meteran Water Quality Checker Ember plastik/Jerigen Plankton net Grab Sampler/Sekop Selain itu untuk melihat status mutu air sungai dilakukan pula evaluasi dengan metode Indeks Pencemaran. Mei.0 IP> 10.32. Oktober dan Nopember. Suhu. 3. maupun biologi dilakukan dengan peralatan seperti yang tersaji pada Tabel : II.0<IP≤5. untuk pengambilan sampel di lapangan baik itu untuk parameter fisik. 6. TABEL : II. informasi kualitas air sungai untuk tahun 2010 dilaksanakan sebanyak lima kali pemantauan yaitu bulan Maret.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Dari hasil evaluasi data. Evaluasi terhadap nilai IP adalah berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115/2003 : TABEL : II. pH. Metode Indeks Pencemaran digunakan untuk menentukan tingkat pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan.0<IP≤10. DO.30. Indeks Pencemaran (IP) ditentukan untuk suatu peruntukkan. kemudian dapat dikembangkan untuk beberapa peruntukkan bagi seluruh bagian badan air atau sebagian dari seluruh sungai. PERALATAN SAMPLING AIR SUNGAI NO 1.30.0 5.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.00 : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 : BM DHL = 500 µmhos/cm. Kekeruhan = 100 NTU (Gol B) BM DHL = 1000 µmhos/cm.141 127 483 63 27 23 38 AGUSTUS 237. Sungai Ciliwung Sungai Ciliwung terdiri dari 10 (sepuluh) titik pantau yang berada pada 2 (dua) peruntukan air sungai yaitu peruntukan air baku air minum (golongan B) dan peruntukan pertanian dan usaha perkotaan (golongan D).5 Dari hasil evaluasi data dan informasi kualitas air sungai dilakukan pada 13 sungai dengan 45 titik pengambilan sampel yang dilakukan meliputi 3 peruntukan yaitu peruntukan air baku air minum (golongan B).33 21.3 127.0 < H’ < 2. Wilhm (1975) : RENTANG INDEKS 0.0 < H’ < 3.0 2. peruntukan perikanan dan peternakan (Golongan C). kecuali untuk parameter TDS pada golongan D konsentrasinya telah melebihi baku mutu.2 71.576. serta peruntukan pertanian dan usaha perkotaan (Golongan D).8 518.8 30. KLASIFIKASI DERAJAT PENCEMARAN BERDASARKAN SHANNON-WIENER KLASIFIKASI Tercemar Berat Tercemar Sedang Tercemar Ringan Tercemar Sangat Ringan Sumber Keterangan : Shannon-Wiener dalam Staub et al.75 19.2 13.4 255.1.7 982.112 .6 5. Kualitas Fisik Kualitas fisik Daerah Aliran Sungai Ciliwung tersaji pada Tabel : II.6 10. Mei. TDS = 500 mg/L.33 19.(Gol D) Pada Tabel : II.0 < H’ < 1.TSS & TDS = 200 mg/lt. Oktober dan November rata-rata masih bagus. TABEL : II.0 OKTOBER 201.33 terlihat bahwa kualitas fisik sungai baik pada periode Maret. TSS = 100 mg/L.67 18.33 di bawah ini.198 103. a.32. diantaranya adalah sbb : 3.33.0 < H’ < 4.25 709 93.25 18.8 368.17 43.67 NOPEMBER 207 11. RERATA KUALITAS FISIK SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 Sumber Keterangan PARAMETER DHL TDS Kekeruhan TSS GOL B D B D B D B D MARET 153 464 72 219 95 95 74 49 MEI 260 1.6 56.0 3. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Agustus.0 1. Kekeruhan = .

Oktober maupun Nopember 2010. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.53 mg/L. GRAFIK : II. Kualitas Kimia Konsentrasi parameter Phospat di sungai Ciliwung yang masuk pada golongan B rata-rata masih memenuhi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret.113 . GRAFIK : II. Mei. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 GRAFIK : II. 2010 : Parameter Detergent untuk Sungai ciliwung rata-rata masih memenuhi baku mutu dibagian hulu yang masuk pada golongan B. Agustus. namun untuk bagian hilir khususnya titik 29 dan 30 pada pemantauan bulan Mei dan Nopember konsentrasi Detergent telah tinggi hingga melampaui baku mutu. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 b.38.37. 2010 : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Konsentrasi tertinggi berada dititik 30 (Ancol. Marina) pada pemantauan bulan Agustus yaitu mencapai 1. Namun untuk titik pemantauan dibagian hilir yang termasuk pada golongan D kualitasnya semakin buruk hingga melebihi baku mutu.39.

Pada titik 32 (pompa Pluit) konsentrasi DO meningkat hingga memenuhi baku mutu. Mei.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Konsentrasi Organik di sungai Ciliwung rata-rata telah melebihi baku mutu. Konsentrasi tertinggi berada di titik 5 yang beralamat di Jl. pada titik 5 (Jl. Gudang PLN yaitu mencapai 122. Oktober dan Nopember. GRAFIK : II. namun untuk titik tengah hingga hilir konsentrasi DO semakin menurun baik pada pemantauan bulan Maret. Gudang PLN) terjadi peningkatan konsentrasi yang sangat drastis hingga mencapai 84.114 . 2010 : Konsentrasi oksigen dalam air sungai Ciliwung masih cukup bagus dibeberapa titik dibagian hulu. namun konsentrasinya meningkat drastis terutama pada pemantauan bulan Mei dan Agustus. GRAFIK : II. 2010 : Konsentrasi BOD dan COD rata-rata juga sudah tinggi dan semakin kehilir konsentrasinya semakin tinggi.30 mg/L untuk parameter COD. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .40. Agustus.65 mg/L untuk parameter BOD dan 358. KONSENTRASI COD SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Seperti halnya parameter Organik.53 mg/L.41. KONSENTRASI BOD SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.

Kualitas Fisik Kualitas fisik Sungai Cipinang tersaji pada Tabel : II.814.34. 2010 : Hasil Perhitungan 2010 3.975.442.575. a.525.000 4. Berdasarkan hasil pengamatan sepanjang tahun 2010 ini parameter Coliform dan Fecal coli telah melebihi baku mutu di semua lokasi pengambilan sampel baik pada bulan Maret.000 AGUSTUS 33.310.650.500 7.400.115 .233.000 32.2.250 MEI 7.000 213000000 2.42. Agustus.821.825.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.273.000 13. Kualitas Biologi Parameter biologi yang dianalisa meliputi bakteri Coliform dan bakteri Fecal coli.333 237.667 48.645. TABEL : II. Sungai Cipinang Sungai Cipinang terdiri dari 6 (enam) titik pantau yang berada pada peruntukan pertanian dan usaha perkotaan (golongan D).033 2. KONSENTRASI DO SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.666.333 40505750 1725000 7928250 NOPEMBER 720.000 OKTOBER 6363333. 2010 : c. Oktober dan November.35. Mei.300 3. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . RERATA KUALITAS BIOLOGI SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 NO 1 2 PARAMETER Coliform Fecal Coli GOL B D B D MARET 429.750 241.000 27.667 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.

116 .4 83.67 158.40 83.50 68.33 OKTOBER 400.35.3 37. RERATA KUALITAS FISIK DAS CIPINANG TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 Sumber Keterangan PARAMETER DHL TDS Kekeruhan TSS MARET 400.TSS & TDS = 200 mg/lL. Kekeruhan = - Dari tabel diatas terlihat bahwa kualitas fisik sungai Cipinang rata-rata kondisi kualitasnya masih bagus.02 mg/L dan 1.33 37. Sedangkan pada bagian hilir yaitu titik 9 konsentrasi Phospat pada bulan Maret mencapai 0.7 MEI 405.03 mg/L.67 AGUSTUS 449.17 191.44 yang menerangkan bahwa kandungan Detergent dalam air dibeberapa titik telah melebihi baku mutu.17 123.93 31. 2010 : BM DHL = 1000 µmhos/cm.50 28.63 63.67 NOPEMBER 303. Pada titik 8A pada pemantauan bulan Maret dan Agustus telah tinggi hingga mencapai 1.71 mg/L. namun untuk parameter TDS pada pemantauan bulan Maret dan Mei di titik yang berada di Jl.43. Perdana Kusuma.2 191. b. 2010 : Adanya kandungan Phospat dalam air sungai merupakan salah satu indikator adanya pencemar Detergent yang masuk kesungai tersebut. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.33 192. Hal ini dapat kita lihat pada Grafik : II.17 52. pada pemantauan bulan Mei mencapai 0.84 mg/L dan pada pemantauan bulan Agustus mencapai 1. Kualitas Kimia Kualitas Kimia air sungai Cipinang khususnya parameter Phospat konsentrasinya dibagian hulu masih berada dibawah baku mutu. Dari tabel dibawah konsentrasi Detergent yang paling tinggi terjadi dihilir pada pemantauan bulan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .46 mg/L. Pondok Gede (Taman Mini) dan Jl.33 : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.67 21. GRAFIK : II.

Agustus. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 GRAFIK : II.45.45 telah tinggi.44.47. 2010 : Kandungan Organik pada air sungai Cipinang seperti pada Grafik : II. 2010 : Grafik : II. Mei.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Agustus hingga mencapai 1.25 mg/L. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Kandungan Organik yang tinggi berpengaruh pada konsentrasi COD dan BOD yang tinggi pula seperti pada Grafik : II.117 . KONSENTRASI BOD SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 GRAFIK : II. GRAFIK : II. Kondisi kualitas air sungai Cipinang semakin buruk jika dibandingkan dengan pada tahun 2009 dimana pada tahun 2010 dibeberapa titik konsentrasi DO masih memenuhi baku mutu. Oktober maupun November. Bahan pencemar yang banyak mengandung bahan-bahan Organik biasanya berasal dari limbah rumah tangga dan sampah domestik. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .48 di bawah ini menunjukkan bahwa kandungan Oksigen dalam air sungai Cipinang sudah tidak memenuhi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret. KONSENTRASI BOD SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.46.46 dan 47. Tingginya kandungan Organik di sungai Ciliwung terjadi karena tingginya pencemar yang masuk ke badan sungai. GRAFIK : II.

118 .667 29.760. TABEL : II.026.376.36.339.48.2010 : Hasil Perhitungan 2010 3. RERATA KUALITAS BIOLOGI SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 NO 1 2 PARAMETER Coliform Fecal Koli MARET 17. dan cenderung mengalami peningkatan konsentrasi pada bulan Oktober dan Nopember 2010.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.649. 2010 : c.566.833.36 kualitas Coliform dan Fecal coli air sungai Cipinang rata-rata telah jauh melebihi baku mutu.036.666.285.698. Kualitas Biologi Berdasarkan Tabel : II.000 6.811. Mei. Sungai Angke a. KONSENTRASI DO SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .667 NOPEMBER 10. Agustus dan Oktober telah tinggi konsentrasinya. Daan Mogot (Pool PPD) dan Pesing masuk pada golongan D.3.000 AGUSTUS 1.667 6.667 OKTOBER 5. Kualitas fisik air kali Angke umumnya masih bagus kecuali untuk parameter TDS di bagian hilir pada pemantauan bulan Maret.667 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.667 MEI 106.333 13. Kualitas Fisik Daerah aliran sungai Angke terdiri dari 3 titik pantau yaitu titik ( 19 ) yang berada di Ciledug masuk pada golongan C dan dua titik lainnya titik 20 dan 20A yang berada di Jl.333 7.433.066.

53. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI ANGKE TAHUN 2010 GRAFIK : II. Namun dibagian hulu pada bulan Maret dan Oktober konsentrasinya masih memenuhi baku mutu. Mei. Sedangkan pada Grafik : II.119 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 b. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI ANGKE TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.49. Oktober maupun November. 2010 : Konsentrasi Organik disungai Angke rata-rata telah melebihi baku mutu. Agustus. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .51.49 terlihat konsentrasi Phospat dibagian hulu masih berada di bawah baku mutu.50.52. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI ANGKE TAHUN 2010 GRAFIK : II. Oktober dan November 2010. GRAFIK : II. 2010 : GRAFIK : II. GRAFIK : II. KONSENTRASI BOD SUNGAI ANGKE TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. namun konsentrasi pada bagian hilir telah jauh melebihi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret.50 terlihat konsentrasi Detergent meningkat dibagian hilir pada pemantauan bulan Mei. Kualitas Kimia Kualitas kimia air kali Angke pada umumnya memburuk di bagian hilir. pada Grafik : II.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

KONSENTRASI COD SUNGAI ANGKE TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Seperti halnya parameter Detergent, Phospat dan Organik, untuk parameter BOD dan COD konsentrasinya sangat tinggi hingga jauh melebihi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober maupun November. Kualitas DO air sungai Angke rata-rata sudah buruk, bahkan pada air sungai Angke dibagian hilir sudah tidak ada kandungan Oksigennya.
GRAFIK : II.54. KONSENTRASI DO SUNGAI ANGKE TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

c. Kualitas Biologi Kualitas secara Biologis kali Angke baik parameter Coliform maupun Fecal coli sudah sangat tinggi, hal itu mengindikasikan bahwa kali Angke telah tercemar limbah yang berasal dari septik tank. 3.4. Sungai Mookervart

Sungai Mookervart terdiri dari 5 (lima) titik yang berada pada golongan C. Titik-titik tersebut

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 120

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

diantaranya adalah titik 24 (pabrik Bir Bintang, Kali Deres), titik 24A (pemancar AL, Rawa Buaya), titik 24B (Sumur Bor Duri Kosambi), titik 24C (Jemb.TMS Semanan) dan titik 24D (Jemb.Bakrie). a. Kualitas Fisik Seperti yang dapat kita lihat pada Tabel : II.37, kualitas fisik air sungai Mookervart pada pemantauan tahun 2010 baik parameter DHL, TDS, TSS maupun Kekeruhan rata-rata konsentrasinya masih berada di bawah baku mutu.
TABEL : II.37. RERATA KUALITAS FISIK SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 PARAMETER DHL TDS Kekeruhan TSS MARET 525.25 226 7.75 27.5 MEI 658.25 314.5 64.25 76.5 AGUSTUS 546.75 160.65 181.5 15 OKTOBER 498.5 256.75 30 22.5 NOPEMBER 439.25 170.45 8.75 15

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 : Hasil Pengukuran (2010) Baku Mutu DHL = 750 µmhos/cm, TSS = 100 mg/L, TDS = 500 mg/L, Kekeruhan = 100 NTU

b. Kualitas Kimia Kandungan Phospat dalam air sungai Mookervart baik pada pemantauan bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober dan November rata-rata telah melebihi baku mutu. Namun untuk bagian hilir konsentrasi Phospat menurun, bahkan pada pemantauan bulan Oktober dan November konsentrasinya berada dibawah baku mutu dimana masing-masing 0,19 mg/L dan 0,12 mg/L.
GRAFIK : II.55. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Seperti yang terlihat pada Grafik : II.56, konsentrasi Detergent konsentrasinya variatif. Pada bagian hulu pemantauan bulan Mei, Oktober dan November sudah sangat tinggi, sedangkan dibagian hilir

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 121

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

pada pemantauan bulan Mei dan Agustus konsentrasinya sudah tinggi.
GRAFIK : II.56. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Berbeda dengan parameter Detergent, untuk parameter Organik, BOD dan COD dibagian hulu dan hilir konsentrasinya telah tinggi hingga melebihi baku mutu. Namun di titik 24A pada pemantauan bulan Oktober dan November mengalami penurunan konsentrasi hingga pada bulan November konsentrasinya memenuhi baku mutu.
GRAFIK : II.57. KONSENTRASI ORGANIK S. MOOKERVART TAHUN 2010 GRAFIK : II.58. KONSENTRASI BOD S. MOOKERVART TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

GRAFIK : II.59. KONSENTRASI COD SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 122

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Buruknya kualitas air sungai Mookervart selain dapat dilihat dengan tingginya konsentrasi Detergent, Phospat, Organik, COD dan BOD juga ditunjukkan oleh rendahnya kandungan Oksigen dalam air sungai tersebut. Pada Grafik : II.60 bisa kita lihat bahwa konsentrasi Oksigen dalam air sungai Mookervart telah jauh berada di bawah baku mutu baik pada bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober maupun November 2010.
GRAFIK : II.60. KONSENTRASI DO SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

c. Kualitas Biologi Kualitas Biologi untuk air sungai Mookervart pada pemantauan bulan Maret,Mei, Agustus, Oktober maupun November tidak berbeda dengan sungai Angke. Baik parameter Coliform maupun Fecal coli konsentrasinya sudah sangat tinggi. Buruknya kualitas Biologi air sungai Mookervart khususnya parameter Coliform dan Fecal coli menunjukan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat sekitar sungai untuk tidak membuang limbah septik tank-nya ke dalam badan air.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 123

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

3.5.

Sungai Grogol

Sungai Grogol terdiri dari 3 titik pantau di bagian hulu yaitu titik 25 (Jl. Lebak Bulus), dibagian tengah titik 25A (Jl. Radio Dalam) serta titik 27 (PLTU Pluit) di bagian hilir yang berada pada golongan D. a. Kualitas Fisik Kondisi kualitas fisik Daerah Aliran Sungai Grogol pada umumnya kualitasnya sudah buruk terutama pada bagian hilir. Parameter fisik yang konsentrasinya telah tinggi adalah DHL dan TDS. b. Kualitas Kimia Grafik : II.61 di bawah ini menerangkan bahwa kualitas kimia air sungai Grogol terutama untuk parameter Phospat pada bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober dan November di bagian hulu konsentrasinya masih memenuhi baku mutu, namun dibagian hilir konsentrasinya sangat tinggi. Senada dengan parameter Phospat, untuk konsentrasi Detergent di sungai Grogol pada bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober dan November dibagian hulu masih berada di bawah baku mutu. Sedangkan untuk bagian hilir pada pemantauan bulan Mei, Oktober dan November konsentrasinya telah tinggi dimana masing-masing konsentrasinya 1,70 mg/L pada bulan Mei, 1,37 mg/L pada bulan Oktober dan 1,87 mg/L pada pemantauan bulan November 2010.
GRAFIK : II.61. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI GROGOL TAHUN 2010 GRAFIK : II.62. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI GROGOL TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Konsentrasi Organik dibagian hulu rata-rata masih memenuhi baku mutu, namun untuk bagian hilir (PLTU Pluit) konsentrasi Organik meningkat hingga melebihi baku mutu. Konsentrasi tertinggi pada pemantauan bulan Maret yakni mencapai konsentrasi 153,81 mg/L.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 124

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

GRAFIK : II.63. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI GROGOL TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Sedangkan untuk parameter BOD dibagian hulu konsentrasinya masih memenuhi baku mutu, dan seperti halnya parameter Organik, dibagian hilir konsentrasinya telah melebihi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober maupun November. Konsentrasi COD rata-rata telah melebihi baku mutu dan konsentrasinya meningkat dibagian hilir. Dibagian hulu pada pemantauan bulan Maret dan Mei konsentrasi COD masih berada dibawah baku mutu dengan konsentrasi masing-masing 22,40 mg/L pada bulan Maret dan 21,62 mg/L pada pemantauan bulan Mei 2010.
GRAFIK : II.64. KONSENTRASI BOD SUNGAI GROGOL TAHUN 2010 GRAFIK : II.65. KONSENTRASI COD SUNGAI GROGOL TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Tingginya konsentrasi Organik berdampak pada kandungan Oksigen dalam air sungai. Seperti yang dapat kita lihat pada Grafik : II.66 di bawah, konsentrasi Oksigen dalam air sungai Grogol dibagian hilir telah jauh dibawah baku mutu yang seharusnya ada. Konsentrasi DO dibagian hulu rata-rata masih memenuhi baku mutu.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 125

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

GRAFIK : II.66. KONSENTRASI DO SUNGAI GROGOL TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

c. Kualitas Biologi Kualitas Biologi air sungai Grogol baik parameter Coliform maupun Fecal coli pada golongan C maupun golongan D jumlahnya telah tinggi hingga jauh berada diatas baku mutu. Hal tersebut menunjukkan bahwa sungai Grogol telah tercemar oleh limbah tinja. 3.6. Sungai Sunter

Daerah aliran sungai Sunter berada pada golongan D dan terdiri dari 7 (tujuh) titik pantau. Pemantauan hulu sungai Sunter terletak dititik 10 (Pondok Rangon) dan bagian hilir terletak di titik 13 (Bogasari, Koja Selatan). a. Kualitas Fisik Kualitas fisik air sungai Sunter pada bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober dan November umumnya dibagian hilir konsentrasinya telah melebihi baku mutu, kecuali untuk parameter-parameter tertentu seperti TSS dititik 12 (Jl. Jati Negara Kaum) konsentrasinya sangat tinggi.
TABEL : II.38. RERATA KUALITAS FISIK SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 PARAMETER DHL TDS Kekeruhan TSS MARET 2927.875 1185.6 272.75 149 MEI 2833 1128.15 244.625 170.75 AGUSTUS 557.725 157.475 99.375 88.25 OKTOBER 1143.75 602.2 61.375 104.5 NOPEMBER 740 335.35 209.75 101

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Hasil Pengukuran (2010) Baku Mutu DHL = 1000 µmhos/cm, TSS = 200 mg/L, TDS = 200 mg/L, Kekeruhan = -

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 126

69. Oktober dan November. 2010 : Kandungan Organik dalam air sungai Sunter rata-rata dari hulu menuju ke hilir konsentrasinya semakin meningkat. demikian juga untuk parameter BOD dan COD. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 b.Koja Selatan) konsentrasinya melebihi baku mutu. 2010 : Pada Grafik : II. pada bagian hulu (titik 10) konsentrasinya masih memenuhi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret. Kelapa Gading) konsentrasi menurun hingga memenuhi baku mutu kecuali pada pemantauan bulan Mei mencapai 1. Pada titik 45 (Sudarso. GRAFIK : II. Kualitas Kimia Kualitas Phospat disungai Sunter. GRAFIK : II. Parameter Detergent pada titik 10 dan 12 rata-rata masih memenuhi baku mutu. Agustus. Sedangkan pada bagian tengah dan hilir konsentrasi Phospat meningkat hingga melebihi baku mutu.68.67.44 mg/L.127 . KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 GRAFIK : II.15 mg/L dan pada bualan November mencapai konsentrasi 1. Mei. Namun untuk parameter Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. sedangkan pada titik 13 (Bogasari.68 dapat kita lihat bahwa konsentrasi Detergent dari hulu menuju ke hilir rata-rata semakin meningkat.

KONSENTRASI DO SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. kecuali bulan November dititik 12 masih memenuhi baku mutu. KONSENTRASI BOD SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 GRAFIK : II. GRAFIK : II. Kualitas Biologi Kualitas Biologi air sungai Sunter baik parameter Coliform maupun Fecal coli jumlahnya telah jauh melebihi baku mutu. Mei.71. namun dibagian tengah dan hilir konsentrasinya menurun hingga tidak memenuhi baku mutu.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Organik dibagian hulu masih memenuhi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .72.128 . Oktober dan November 2010. Agustus. GRAFIK : II.70. Oktober dan November masih bagus. 2010 : c. Agustus. KONSENTRASI COD SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2010 : Kualitas DO dibagian hulu pada pemantauan bulan Mei.

53 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . b.39.95 mg/L.832. kecuali parameter TSS pada pemantauan bulan Maret.000 82.000 1.262.500 NOPEMBER 7. Srengseng). Sedangkan pada bagian hilir (49) untuk pemantauan bulan Maret. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 GRAFIK : II.250 MEI 123.74. Kelik. namun untuk parameter Detergent dibagian hilir pada pemantauan bulan Agustus konsentrasinya sudah sangat tinggi hingga mencapai 0.500 73. Kualitas Kimia Kualitas kimia air sungai Pesanggrahan khususnya untuk parameter Phospat masih berada dibawah baku mutu.313.73.527.129 .500 : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Hasil Perhitungan 2010 3. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.325.000 OKTOBER 965. 31. H.000 114.945.447. yakni mencapai konsentrasi 242 mg/L pada titik 23 dan 245 mg/L pada titik 49.825. Sungai Pesanggrahan Sungai Pesanggrahan pada tahun 2010 terdapat dua titik pantau yakni titik 23 ( Jl.01 mg/L.7.902. Kualitas Fisik Kualitas fisik sungai Pesanggrahan rata-rata masih bagus. Ciputat Pasar Jum’at. a.000 40.500 AGUSTUS 911. Lebak Bulus) dan titik 49 (Jl.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. GRAFIK : II. Mei dan Oktober konsentrasi Organik telah tinggi hingga masing-masing mencapai 30.67 mg/L. 2010 : Konsentrasi Organik disungai Pesanggrahan semakin meningkat dibagian hilir.587. Konsentrasi dibagian hulu (titik 23) rata-rata masih dibawah baku mutu kecuali pada pemantauan bulan Agustus yang mencapai 27.700. RERATA KUALITAS BIOLOGI DAS SUNTER TAHUN 2010 NO 1 2 Sumber Keterangan PARAMETER Coliform Fecal Coli MARET 404.365.

Sedangkan untuk parameter COD rata-rata telah melebihi baku mutu kecuali pemantuan pada bualan November dibagian hulu maupun hilir. Lebak Bulus) maupun titik 49 (Jl. GRAFIK : II.62 mg/L. 2010 : Kandungan Oksigen Terlarut pada air sungai Pesanggrahan pada bagian hulu rata-rata masih memenuhi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret. Mei.130 . GRAFIK : II. Srengseng).77.90 mg/L. Sedangkan pada bagian hulu kandungan Oksigen Terlarut sudah sangat rendah. 2010 : Rata-rata konsentrasi BOD disungai Pesanggrahan masih berada dibawah baku mutu baik pada titik 23 (Jl.76. KONSENTRASI COD SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Oktober maupun November. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 GRAFIK : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 mg/L dan 25.78. kecuali dititik 49 pada pemantauan bulan Mei konsentrasinya telah mencapai 26. GRAFIK : II. KONSENTRASI BOD SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. H. Agustus.Kelik. Ciputat Pasar Jum’at.75. KONSENTRASI DO SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Pondok Labu dan Jl. Sungai Krukut dan Tarum Barat Sungai Krukut dan Tarum Barat masuk pada golongan B. sedangkan sungai Tarum Barat terdiri dari 2 (dua) titik yaitu titik 17 dan 18 yang berada di Bekasi dan Halim Perdana Kusuma. Oktober maupun November rata-rata telah tinggi hingga melebihi baku mutu. sedang untuk parameter yang lain masih relatif bagus.131 . Agustus. Kualitas Biologi Kandungan bakteri Fecal coli dan Coliform di sungai Pesanggrahan pada pemantauan bulan Maret. Sungai Krukut terdiri dari 2 (dua) titik yaitu titik 14 dan 15 yang terletak di Jl. Kualias Kimia Kualitas Detergent dan Phospat di sungai Krukut dan sungai Tarum Barat umumnya masih berada dibawah baku mutu. b. Kualitas Fisik Kualitas fisik air sungai Tarum Barat dan sungai Krukut khususnya parameter TSS dan Kekeruhan rata-rata telah melebihi baku mutu baik pada periode pemantauan bulan Maret dan Agustus 2010.79. Mei.80.8. 3. 2010 : c. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI KRUKUT & TARUM BARAT TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . GRAFIK : II. a. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI KRUKUT & TARUM BARAT TAHUN 2010 GRAFIK : II. Pejompongan (Karet Tengsin).

2010 : Konsentrasi Organik pada sungai Krukut dan Tarum Barat rata-rata telah melebihi baku mutu.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. kecuali konsentrasi Organik di sungai Krukut dibagian hulu pada pemantauan bulan November.132 . KONSENTRASI BOD SUNGAI KRUKUT & TARUM BARAT TAHUN 2010 GRAFIK : II. GRAFIK : II. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI KRUKUT & TARUM BARAT TAHUN 2010 GRAFIK : II. Namun untuk sungai Tarum Barat kualitasnya sudah Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . KONSENTRASI COD SUNGAI KRUKUT & TARUM BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. demikian juga untuk parameter BOD dan COD rata-rata konsentrasinya telah melebihi baku mutu.83.81.84 kandungan Oksigen Terlarut pada air sungai Krukut terjadi penurunan kualitas pada bagian hilir sungai. 2010 : Jika kita lihat pada Grafik : II.82. dan sungai Tarum Barat pada pemantauan bulan Oktober dan November 2010.

Kualitas Biologi Kualitas Biologi air sungai Krukut dan sungai Tarum Barat pada bulan Maret.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 buruk baik pada pemantauan bulan Maret. Mei.133 . 2010 : c. Kapuk Muara. 3. Daerah Aliran Sungai Kali Baru Timur terdiri dari 2 (dua) titik yang berada pada golongan sungai D. DAS Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Daerah Aliran Sungai Cengkareng Drain terdiri dari 2 (dua) titik pantau yang titik bagian hulu masuk pada golongan sungai C yaitu titik 21 yang berada di daerah Kembangan dan 1 (satu) titik di bagian hilir masuk pada golongan sungai D yaitu titik 22 yang berada di Jl.84. a.67 mg/L. b. Oktober maupun November 2010.9. Kualitas Fisik Kualitas fisik sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur umumnya masih memenuhi baku mutu kecuali untuk parameter DHL dan TDS pada sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur bagian hilir rata-rata konsentrasinya telah melebihi baku mutu. konsentrasi tertinggi pada pemantauan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Titik-titik tersebut antara lain titik 33 yang berada di Jl. Sedangkan untuk sungai Kali Baru Timur bagian hulu kondisinya masih bagus namun dibagian hilir konsentrasi Phospat meningkat drastis disemua periode. Mei. Kualitas Kimia Konsentrasi detergent disungai Cengkareng Drain rata-rata masih memenuhi baku mutu. GRAFIK : II. KONSENTRASI DO SUNGAI KRUKUT & TARUM BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. kecuali untuk titik 22 pada pemantauan bulan Agustus konsentrasinya telah melebihi baku mutu hingga mencapai konsentrasi 0. Raya Bogor (YKK). dan titik 34 yang berada di Jl. Agustus. Ancol/Jembatan Si Manis. Agustus. Oktober maupun Nopember 2010 baik jumlah Coliform maupun Fecal coli telah jauh melebihi baku mutu.

KONSENTRASI PHOSPAT S.36 mg/L dan 1.88.87. GRAFIK : II. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. CENGKARENG DRAIN & KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.86.89. KONSENTRASI BOD SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 GRAFIK : II. sungai Kali Baru Timur rata-rata konsentrasinya juga masih berada dibawah baku mutu kecuali untuk bagian hilir pada pemantauan Mei dan Oktober konsentrasinya telah tinggi hingga mencapai 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 bulan Maret yakni mencapai 2.60 mg/L.34 mg/L. 2010 : Kualitas kimia khususnya parameter Detergent pada sungai Cengkareng Drain umumnya masih bagus.84 mg/L. GRAFIK : II. Seperti halnya sungai Cengkareng Drain.134 .85. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 GRAFIK : II. 2010 : GRAFIK : II. KONSENTRASI COD SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . hanya konsentrasi dibagian hulu pada pemantauan bulan Mei yang konsentrasinya mencapai 0.

COD dan BOD di sungai tersebut yang rata-rata telah melebihi baku mutu. Agustus. Selain itu buruknya kualitas air sungai juga dapat dilihat dengan rendahnya kandungan Oksigen Terlarut dalam air.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. hal ini dapat kita lihat dengan konsentrasi Organik. Sedangkan untuk sungai Kali Baru Timur dibagian hulu (titik 33) kandungan Oksigennya masih tinggi namun dibagian hilir ( titik 34) kandungan Oksigen dalam air menurun drastis hingga 0. 3. Kualitas Biologi Buruknya kualitas air sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur diperkuat pula dengan tingginya jumlah Coliform dan Fecal coli yang telah mencemari air sungai tersebut. Sungai Buaran.135 . KONSENTRASI DO SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Oktober dan November telah buruk. 2010 : c. GRAFIK : II. Grafik : II. Mei.90 dibawah ini menunjukkan bahwa rata-rata kandungan Oksigen dalam air disungai Cengkareng Drain sangat rendah.90. 2010 : Kondisi kualitas air sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur pada pemantauan bulan Maret.10. Cakung Drain dan Blencong Sungai Buaran pada pemantauan tahun 2010 mempunyai 1 titik pantau yaitu titik 48 (Belakang PIK Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .00 mg/L.

Agustus. Kandungan Oksigen terlarut juga sudah tidak sesuai lagi dengan baku mutu. dan sungai Blencong mempunyai 1 titik pantau yaitu titik 46 (Muara Baru Rorotan).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pulo Gadung). Oktober maupun November. Oktober dan November umumnya kondisinya sudah buruk. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 GRAFIK : II. Sedangkan sungai Blencong konsentrasinya masih memenuhi baku mutu baik pada pemantauan bulan Maret. 2010 : Pada Grafik : II. Raya Bekasi. kecuali untuk sungai Blencong. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI BUARAN. sungai Cakung Drain memiliki 2 titik pantau yaitu titik 37 (Jl. KONSENTRASI BOD SUNGAI BUARAN.92. Rata-rata pencemaran air sungai Buaran. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI BUARAN.92 menunjukkan bahwa kualitas Detergent di sungai Buaran dan Cakung Drain rata-rata kualitasnya telah melebihi baku mutu. b. Kualitas Kimia Grafik : II.136 . Mei.91.94. dan konsentrasi tertinggi terjadi pada pemantauan bulan Agustus. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI BUARAN. Sedangkan untuk sungai Blencong konsentrasi Detergent masih memenuhi baku mutu. Kondisi yang paling buruk adalah sungai Blencong. a.93. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 GRAFIK : II. Agustus. Cakung Barat). khususnya untuk parameter DHL dan TDS. GRAFIK : II. GRAFIK : II. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Hal ini dapat kita lihat pada kualitas Organik. Kualitas Fisik Kualitas fisik air sungai Buaran dan Cakung Drain pada bulan Maret. BOD dan COD yang pada masing-masing sungai konsentrasinya telah melebihi baku mutu.92 rata-rata konsentrasi Detergent di sungai Buaran dan Cakung Drain terjadi peningkatan konsentrasi pada pemantauan bulan Mei dan November. Cakung Drain dan Blencong sudah tinggi. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Mei.

96. Swadaya. Kualitas Biologi Pencemaran yang berasal dari limbah septik tank pada sungai Buaran. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 GRAFIK : II. Lokasi titik pantau sungai Petukangan terletak di Kawasan PT. KONSENTRASI DO SUNGAI BUARAN. KONSENTRASI COD SUNGAI BUARAN. 3.11.95. Raya Benda. Kualitas Kimia Kualitas kimia air sungai petukangan khususnya untuk parameter Phospat konsentrasinya menurun Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Daerah Aliran Sungai Petukangan dan Kamal Daerah Aliran Sungai Petukangan dan Kamal yang masing-masing terdiri dari 2 (dua) titik pantau dan termasuk kedalam air sungai golongan D. a. JIEP (hulu) dan Jl. Kualitas Fisik Kualitas fisik air sungai Petukangan dan Kamal khususnya untuk parameter DHL dan TDS telah melebihi baku mutu pada titik hilir.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II. Sedangkan sungai Kamal terletak di Jl. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. b. sungai Cakung Drain dan sungai Blencong umumnya telah tinggi dimana di bagian hulu maupun hilir sungai-sungai tersebut jumlah bakteri Coliform maupun Fecal colinya telah jauh melebihi baku mutu. 2010 : c. Pada titik 42 (Kamal Muara) untuk pemantauan bulan November tidak bisa diambil sampelnya karena kondisi saat itu banjir. Pegadungan (hulu) dan Muara Kamal (hilir). Pupar (hilir).137 .

12 mg/L. Agustus dan Oktober kualitasnya masih bagus namun pada pemantauan bulan Mei dan November konsentrasinya telah sangat tinggi. namun masih berada diatas baku mutu. Sedangkan untuk sungai Kamal mempunyai kecenderungan meningkat Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .97. Sedangkan untuk sungai Kamal konsentrasi di bagian hulu masih memenuhi baku mutu dan meningkat dibagian hilir hingga melebihi baku mutu. Konsentrasi Detergent di sungai Kamal bagian hulu masih memenuhi baku mutu. GRAFIK : II. KONSENTRASI DETERGENT SUNGAI PETUKANGAN DAN SUNGAI KAMAL TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.98. namun untuk bagian hilir konsentrasi Detergent meningkat hingga melebihi baku mutu. KONSENTRASI PHOSPAT SUNGAI PETUKANGAN DAN SUNGAI KAMAL TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. GRAFIK : II. 2010 : Konsentrasi Organik. 2010 : Sedangkan untuk parameter Detergent disungai Petukangan variatif.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 di bagian hilir. Pada pemantauan bulan Maret. BOD dan COD di sungai Petukangan rata-rata telah melebihi baku mutu baik dibagian hulu maupun hilir.138 . kecuali untuk pemantauan bulan Maret konsentrasinya menurun drastis hingga 0.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Mei.12. Agustus. kualitas Biologi air sungai Petukangan dan Kamal sudah buruk.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 konsentrasinya dibagian hilir baik pada pemantauan bulan Maret. Kualitas Biologi Seperti kualitas Fisik dan Kimia.101. GRAFIK : II.102.99. Jumlah Coliform dan Fecal colinya sudah sangat tinggi. Mei. beban pencemar air sungai di DKI Jakarta rata-rata telah tinggi.139 . Oktober maupun November. KONSENTRASI COD SUNGAI PETUKANGAN DAN SUNGAI KAMAL TAHUN 2010 GRAFIK : II. KONSENTRASI DO SUNGAI PETUKANGAN DAN SUNGAI KAMAL TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Beban Pencemar Beban Pencemar merupakan jumlah suatu unsur pencemar yang terkandung dalam air atau air limbah. KONSENTRASI BOD SUNGAI PETUKANGAN DAN SUNGAI KAMAL TAHUN 2010 GRAFIK : II. Agustus. 2010 : c. KONSENTRASI ORGANIK SUNGAI PETUKANGAN DAN SUNGAI KAMAL TAHUN 2010 GRAFIK : II. Oktober maupun November 2010. Sedangkan untuk kandungan Oksigen Terlarut di sungai Petukangan dan Kamal rata-rata telah kurang dari baku mutu yang seharusnya ada.100. bahkan di bagian hulu sungai Petukangan dan bagian hilir sungai Kamal kadungan Oksigen Terlarut dalam air nol (0 mg/L) baik pada pemantauan bulan Maret. 3.

Sungai Cipinang Beban pencemar sungai Cipinang baik untuk pencemar COD maupun BOD dibagian hulu pada pemantauan bulan Maret dan November rata-rata masih rendah. Muara Angke) dengan nilai sebesar 9. GRAFIK : II. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 GRAFIK : II. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 GRAFIK : II.689.140 . 2010 : b. Sungai Ciliwung Beban pencemar sungai Ciliwung di bagian hulu yakni titik 1 dan titik 2 serta bagian hilir yakni titik 30 dan 32 tidak bisa dihitung beban pencemarnya karena kondisi tidak memungkinkan untuk mengukur debit. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.104. Beban pencemar di sungai Cipinang mempunyai kecenderungan menurun pada pemantauan bulan Nopember. Peningkatan beban pencemar terjadi dibagian tengah yaitu titik 8A (Jl.6 kg/jam. Tol Taman Mini).555.rata beban pencemar meningkat pada pemantauan bulan November dan beban pencemar tertinggi disungai Ciliwung adalah untuk pencemar COD dititik 6 (Jemb. Beban pencemar tertinggi adalah untuk pencemar COD dititik 8A pada pemantauan bulan Maret yaitu sebesar 1.81 kg/jam. Pondok Gede.105.106.103. Beban pencemar untuk pencemar COD dan BOD rata-rata semakin meningkat dibagian hilir. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Rata. PIK. GRAFIK : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 a.

Beban pencemar Kali Angke dibagian hilir tidak bisa dihitung karena debit air dititik 20A tidak bisa diukur karena tidak ada aliran. Nilai beban pencemar untuk parameter COD pada bulan Maret sebesar 586.107. Sedangkan pada titik 24A (Jl.08 kg/jam. Daan Mogot.74 kg/jam. BEBAN PENCEMAR BOD DI KALI ANGKE TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . GRAFIK : II.326. Kali Angke). Beban pencemar untuk parameter COD dan BOD mengalami peningkatan pada pemantauan bulan November. Kali Angke Kali Angke terdiri dari 2 titik pantau yaitu titik 19 (Ciledug) dan titik 20A (Pesing. Bir Bintang) baik beban pencemar untuk parameter COD maupun beban pencemar untuk parameter BOD pada pemantauan bulan November tidak dihitung karena parameter debit tidak bisa diukur. Pemancar AL) baik pada pemantauan bulan Maret maupun November beban pencemar tidak bisa dihitung karena tidak ada aliran.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. BEBAN PENCEMAR COD DI KALI ANGKE TAHUN 2010 GRAFIK : II.108.110. GRAFIK : II.208.87 kg/jam dan 1. Beban pencemar pada pemantauan bulan November untuk parameter COD dan BOD masing-masing sebesar 3. sedangkan beban pencemar untuk parameter BOD pada bulan Maret sebesar 188.28 kg/jam. GRAFIK : II.141 .109. 2010 : d.109 dan 110 menunjukkan bahwa pada titik 24 (Jl. Sungai Mookervart Pada Grafik : II. 2010 : c. Daan Mogot.

55 kg/jam. dan pada bulan November sebesar 58. Dari ketiga titik tersebut hanya titik 25 dan 25A saja yang diukur parameter debitnya karena pada titik 27 tidak ada aliran sehingga debitnya tidak bisa diukur. 2010 : f. Beban pencemaran untuk pencemar COD pada bulan Maret dititik 25 sebesar 314. Sementara itu beban pencemar untuk parameter BOD pada bulan Maret sebesar 96.112. dan pada bulan November sebesar 127. 2010 : e.62 kg/jam.111. Sungai Sunter Beban pencemar sungai Sunter dibagian hulu dan hilir rata-rata masih rendah baik pada pemantauan bulan Maret maupun November 2010. dan untuk bulan November sebesar 308.47 kg/jam. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI GROGOL TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. dan untuk bulan November sebesar 464. Beban pencemar pada bagian tengah Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .76 kg/jam. Beban pencemaran untuk pencemar COD pada bulan Maret dititik 25A sebesar 287. Sungai Grogol Sungai Grogol terdiri dari 3 titik pantau diantaranya titik 25 (Jl. GRAFIK : II.08 kg/jam.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010 BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Lebak Bulus). Radio Dalam) dan titik 27 (PLTU Pluit). 25A (Jl.5 kg/jam. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI GROGOL TAHUN 2010 GRAFIK : II.142 . Sementara itu beban pencemar untuk parameter BOD pada bulan Maret sebesar 122.60 kg/jam.03 kg/jam.

Sungai Krukut dan Sungai Tarum Barat Beban pencemar untuk pencemar COD dan BOD rata-rata mengalami penurunan pada Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . yakni mencapai 787. Sungai Pesanggrahan Beban pencemar sungai Pesanggrahan untuk parameter BOD dan perameter COD mempunyai kecenderungan terjadi penurunan pada pemantauan bulan November.96 kg/jam. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 GRAFIK : II.116. 2010 : h. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 GRAFIK : II.75 kg/jam.41 kg/jam. Beban pencemar tertinggi adalah untuk parameter COD dititik 13 (Bogasari.115. GRAFIK : II. Pada pemantauan bulan November dititik 13 debit tidak bisa diukur sehingga tidak dapat menghitung beban pencemar pada bulan November. GRAFIK : II. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.113. Sedangkan beban pencemar untuk parameter BOD mencapai 3174. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI SUNTER TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.143 .114.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 meningkat baik pada bulan Maret maupun November 2010. Beban pencemar tertinggi terdapat dititik 23 pada pemantauan bulan Maret untuk pencemar COD. Koja Selatan) pada pemantauan bulan Maret yakni mencapai 7370. 2010 : g.

Sedangkan untuk pencemar BOD mencapai 5.872 kg/jam pada bulan November 2010. GRAFIK : II. namun untuk beban pencemar sungai Cengkareng Drain meningkat sangat tinggi dibagian hilir baik pada pemantauan bulan Maret maupun November 2010.118.729.75 kg/jam. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI KRUKUT DAN SUNGAI TARUM BARAT TAHUN 2010 GRAFIK : II. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN SUNGAI KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 GRAFIK : II. Beban pencemar untuk parameter COD dibagian hilir sungai Krukut pada pemantauan bulan Maret sebesar 2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 pemantauan bulan November 2010.172. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI KRUKUT DAN SUNGAI TARUM BARAT TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.369 kg/jam dan pada bulan November sebesar 665. Sedangkan beban pencemar untuk pencemar BOD pada bulan Maret sebesar 1. GRAFIK : II. Beban pencemar untuk parameter COD di sungai Cengkareng Drain dibagian hilir mencapai 18. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN SUNGAI KALI BARU TIMUR TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .120.986.64 kg/jam pada bulan November.119.619.144 . Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Beban pencemar Kali Baru Timur untuk pencemar COD dan BOD masih rendah.128 kg/jam pada bulan Maret dan 10.326.117.6 kg/jam dan untuk bulan November sebesar 759 kg/L. Sedangkan beban pencemar untuk pencemar BOD pada bulan Maret sebesar 719.9 kg/jam dan pada bulan November sebesar 1.2 kg/jam dan pada bulan November sebesar 284.97 kg/jam. 2010 : i. Beban pencemar sungai Tarum Barat untuk pencemar COD pada bulan Maret sebesar 2.4 kg/jam pada bulan Maret dan 30.82 kg/jam.

BEBAN PENCEMAR COD SUNGAI BUARAN. Beban pencemar tertinggi adalah untuk pencemar COD dititik 40 pada pemantauan bulan Maret. Beban pencemar disungai Petukangan dan sungai Kamal mengalami peningkatan dibagian hilir namun pada pemantauan bulan November mengalami penurunan beban pencemar. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Cakung Drain dan Blencong Beban pencemar sungai Buaran dan Blencong untuk pencemar COD maupun BOD pada pemantauan bulan Maret maupun November rata-rata masih rendah. yakni mencapai 359. BEBAN PENCEMAR COD DI SUNGAI PETUKANGAN GRAFIK : II. 2010 : k. Sedangkan untuk beban pencemar sungai Cakung Drain untuk pencemar COD maupun BOD semakin meningkat dibagian hilir (titik 38).42 kg/jam. BEBAN PENCEMAR BOD DI SUNGAI PETUKANGAN Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .121. GRAFIK : II.124.123. Pada hilir sungai Cakung Drain pada pemantauan bulan November tidak bisa diukur debitnya karena tidak ada aliran.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Beban pencemar dihilir sungai Cakung Drain mencapai 6. BEBAN PENCEMAR BOD SUNGAI BUARAN. CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010 GRAFIK : II.037 kg/jam untuk pencemar COD dan 2.725. GRAFIK : II. Sungai Buaran.122. Sungai Petukangan dan Sungai Kamal Pada sungai Kamal bagian hulu (titik 42) beban pencemarnya tidak bisa dihitung karena tidak ada aliran. 2010 : j.145 .9 kg/jam untuk pencemar BOD.

125 di bawah ini terlihat bahwa kategorinya berkisar antara cemar ringan hingga cemar berat. namun bila dicermati di titik 6 (PIK) menunjukkan trend yang menurun hal ini disebabkan adanya pelebaran sungai sehingga debit air dititik tersebut meningkat akibatnya konsentrasi pencemar mengalami pengenceran. a. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI CILIWUNG TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Sungai Ciliwung Status mutu Sungai Ciliwung pada Grafik : II.125. 2010 : 3.146 . 2010 : PROSENTASE STATUS MUTU BAIK 0% 0% 0% 0% 0% CEMAR RINGAN 9% 4% 2% 0% 2% CEMAR SEDANG 20% 11% 16% 16% 14% CEMAR BERAT 71% 84% 82% 84% 84% Tabel di atas menunjukkan bahwa kualitas air sungai di DKI Jakarta seluruhnya dalam kondisi telah tercemar dengan kategori tercemar ringan sampai tercemar berat.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 DAN KAMAL TAHUN 2010 DAN KAMAL TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.40 dibawah ini. Pada bagian hulu kualitas air sungai Ciliwung adalah cemar ringan sampai cemar sedang dan memburuk kualitasnya menuju hilir.13. JUMLAH TITIK PEMANTAUAN DAN STATUS IP SUNGAI DI DKI JAKARTA TAHUN 2010 PERIODE Maret Mei Agustus Oktober Nopember Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.40. Indeks Pencemar Air Sungai (IP) Tahun 2010 Status mutu air sungai di Provinsi DKI Jakarta secara keseluruhan dari 45 titik pantau dapat dilihat pada Tabel : II. GRAFIK : II. TABEL : II.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

b. Sungai Cipinang Sungai Cipinang berada pada golongan D yang terdiri dari enam titik pantau. Kualitas air sungai Cipinang dari hulu menuju hilir kualitasnya memburuk. Pada bagian hulu di titik 8 (Jl. Auri, Cibubur) kualitasnya cemar ringan sampai cemar sedang dan memburuk dibagian tengah dan hilir. Pada bagian hilir konsentrasinya memburuk dengan kategori cemar berat yang disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri Coli dari sumber domestik disekitar titik pantau.
GRAFIK : II.126. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI CIPINANG TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

c. Sungai Angke Kali Angke hanya terdiri dari dua titik pantau, pada bagian hulu berada pada golongan C sedangkan bagian hilir berada pada golongan D. Kualitas kali Angke dapat dilihat pada Grafik : II.127 di bawah ini, dari hulu ke bagian hilir kualitasnya memburuk. Kecenderungan ini terjadi pada pemantauan bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober maupun November 2010.
GRAFIK : II.127. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI ANGKE TAHUN 2010

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 147

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

d. Sungai Mookervart Sungai Mookervart berada pada sungai golongan C dan dari kedua titik pantau yang ada di sungai Mookervart telah berada pada status cemar berat baik mulai dari bagian hulu hingga bagian hilir.
GRAFIK : II.128. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI MOOKERVART TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

e. Sungai Grogol Seperti halnya kali Angke, sungai Grogol juga hanya mempunyai tiga titik pantau. Dari tiga titik tersebut telah berada pada status cemar berat baik pada pemantauan bulan Maret, Mei, Agustus, Oktober maupun November.

GRAFIK : II.129. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI GROGOL TAHUN 2010

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 148

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

f.

Sungai Sunter

Sungai Sunter termasuk pada golongan D. Kualitas sungai Sunter dari hulu menuju hilir mengalami penurunan kualitas, secara keseluruhan kualitas air sungai Sunter di bagian hulu maupun hilir pada lima periode pemantauan rata-rata termasuk dalam kategori cemar berat.
GRAFIK : II.130. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI SUNTER TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

g. Sungai Pesanggrahan Indeks pencemar sungai Pesanggrahan berkisar antara tercemar sedang sampai dengan tercemar berat. Indeks pencemar tertinggi berada dititik 49 pada pemantauan bulan Mei 2010.

GRAFIK : II.131. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI PESANGGRAHAN TAHUN 2010

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 149

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

h. Sungai Krukut dan Tarum Barat Sungai Krukut mempunyai dua titik pantau dan sungai Tarum Barat mempunyai satu titik pantau. Kondisi kualitas sungai Krukut baik dibagian hulu maupun hilir telah berada pada status cemar berat dan memiliki trend yang memburuk dari hulu hingga hilir, sedangkan untuk sungai Tarum Barat kualitasnya memburuk pada bulan Oktober dan November.
GRAFIK : II.132. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI KRUKUT DAN TARUM BARAT TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

i.

Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur

Sungai Cengkareng Drain mempunyai dua titik pantau, dimana titik di bagian hulu berada pada golongan C dan bagian hilir berada pada golongan D. Kualitas sungai Cengkareng Drain dari hulu menuju hilir semakin menurun kualitasnya. Sungai Kali Baru Timur mempunyai dua titik pantau yang berada pada golongan D, dimana kondisi kualitas pada bagian hulu termasuk dalam kategori cemar sedang dan cemar berat, sedangkan

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 150

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

pada bagian hilir telah berada pada status cemar berat.
GRAFIK : II.133. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI CENGKARENG DRAIN DAN KALI BARU TIMUR TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

j.

Sungai Buaran, Cakung Drain dan Blencong

Daerah Aliran Sungai Buaran, Cakung Drain dan Blencong berada pada golongan D. Kualitas air sungai Buaran, Cakung Drain dan sungai Blencong telah berada pada status cemar berat karena beban pencemar pada sungai-sungai tersebut tinggi.
GRAFIK : II.134. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI BUARAN, CAKUNG DRAIN DAN BLENCONG TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

k. DAS Petukangan dan Kamal Sungai Petukangan dan Kamal termasuk pada sungai golongan D, masing-masing mempunyai dua titik pantau. Untuk sungai Petukangan dan Kamal baik bagian hulu maupun hilir telah berada pada status cemar berat. Pada sungai Petukangan memiliki trend yang membaik pada bagian hulu menuju hilir, sedangkan untuk sungai Kamal sebaliknya dari hulu hingga hilir kualitasnya memburuk.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 151

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

GRAFIK : II.135. INDEKS PENCEMARAN SUNGAI PETUKANGAN DAN KAMAL TAHUN 2010

Sumber Keterangan

: BPLHD Provinsi DKI Jakarta, 2010 :

Dari hasil pemantauan kualitas sungai di DKI Jakarta pada tahun 2010, secara umum dapat disimpulkan sbb : 1. Pada umumnya kondisi air sungai di DKI Jakarta dari hulu menuju ke hilir telah buruk kualitasnya, baik kualitas fisik, kualitas kimia maupun kualitas biologi. 2. Berdasarkan Indeks Pencemar sungai, maka sungai-sungai di DKI Jakarta termasuk dalam kategori cemar sedang dan cemar berat. 3. Buruknya kualitas air sungai di DKI Jakarta disebabkan karena masuknya bahan-bahan pencemar yang berasal dari industri, limbah rumah tangga dan kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah ke dalam sungai. Hal ini membahayakan bagi masyarakat yang menggunakan air sungai untuk minum dan kegiatan MCK, karena air yang tercemar dapat menimbulkan penyakit pada saluran pencernaan serta penyakit kulit. Dari hasil kesimpulan tersebut diatas yang saat ini dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta adalah : 1. Diperlukan data penunjang dari Dinas Kesehatan tentang kualitas kesehatan penduduk yang tinggal dibantaran sungai untuk menentukan langkah-langkah peningkatan kualitas air sungai. 2. Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan. 3 Mendayagunakan warga masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai agar memanfaatkan lahan kosong dan dilakukan penanaman tanaman semusim. 4. Mulai tahun 2008 telah dilakukan kegiatan “Stop Nyampah” di sepanjang Sungai di DKI Jakarta selain melakukan bersih sungai Ciliwung, yang diikuti oleh semua aparat dan warga yang daerahnya dialiri sungai di lima wilayah kota Jakarta, kegiatan tersebut dilakukan untuk

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 152

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

menggugah kesadaran warga tentang arti pentingnya sungai bagi kehidupan. Sebagai gerakan serentak cinta sungai, kegiatan tersebut akan rutin selalu dilaksanakan setiap tahun yang dikoordinasikan oleh BPLHD Provinsi DKI Jakarta dan dilaksanakan bersama unit terkait lainnya. 5 Sudah menjadi kebijakan Pemerintah DKI Jakarta, sampai dengan tahun 2012 diharapkan daerah aliran sungai di Wilayah DKI Jakarta khususnya sepanjang sungai Ciliwung akan bebas dari sampah dan melakukan relokasi penduduk di sepanjang bantaran sungai tersebut.

D.

Udara

Pencemaran udara adalah menjadi momok yang menakutkan khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, tetapi dengan adanya Pedoman Penilaian Kualitas Udara Bersih (Clean Air Scorecard) yang dikeluarkan oleh Clean Air Initiative (CAI) Asia yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi kualitas udara suatu kota tentang upaya mengendalikan pencemaran udara dan Emisi Green House Gasses (GHG) adalah sangatlah penting. Dari hasil penilaian yang telah dilakukan terhadap 7 negara : Jakarta (Indonesia), Bangkok (Thailand), Manila (Philipina), Colombo (Sri Langka), Jinan dan Hangzhou (China), Kathmandu (Nepal) dan Hanoi (Vietnam), kota Jakarta dari hasil penilaiannya termasuk dalam kategori “Good” (Baik) hal ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian kualitas udara di DKI Jakarta telah berjalan dalam rel yang benar, apabila kita lihat dengan jumlah penduduk sebesar 9.588.198 jiwa pada tahun 2010 menempati areal hanya seluas 662.33 Km , dengan berbagai aktivitas didalamnya termasuk pembangunan yang semakin meningkat, upaya pengendalian kualitas udara yang selama ini dilaksanakan mulai telah menuai hasil yang diharapkan. Kualitas udara khususnya di perkotaan merupakan komponen lingkungan yang sangat penting, karena akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat maupun kenyamanan kota. Limbah gas di DKI Jakarta yang merupakan penyebab penurunan kualitas udara digolongkan ke dalam sumber tidak bergerak (kegiatan industri, rumah tangga dan pembakaran sampah) dan sumber bergerak (kegiatan transportasi). Potensi limbah berupa debu (total partikel) terbesar berasal dari sumber tidak bergerak yaitu industri sebesar 56.653,09 ton per tahun (70,37 %); SO2 tertinggi berasal dari sumber tidak bergerak yaitu 403.523,25 ton per tahun (78,32 %); NOx tertinggi dari sumber bergerak yaitu 27.079,72 ton per tahun (62,2 %) dan CO terbesar dari sumber bergerak sebesar 589.167,92 Ton per tahun (25,786%). Dari fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor merupakan penyebab pencemaran untuk parameter NOx dan CO. Sedangkan sumber tidak bergerak merupakan penyebab pencemaran untuk parameter SO2 dan debu.
2

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 153

500.316. jumlah kendaraan meningkat secara signifikan.com. kendaraan roda tiga sebanyak 13.  Sulfur dioksida (SO2) Meningkatkan resiko penyakit paru-paru dan menimbulkan batuk pada pemajanan singkat dengan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .250 dan kendaraan roda dua sebanyak 2. hal ini akan berdampak pada kemacetan jalan yang selanjutnya akan menimbulkan emisi gas buang yang lebih besar.60 ton/Tahun. CO sebesar 650. kendaraan beban sebanyak 318.25 ton/ahun. Nitrogen Oksida sebesar 9. sifat pencemaran udara dan efeknya terhadap kesehatan :  Partikulate matter (PM-10) Partikulat adalah padatan atau likuid di udara dalam bentuk asap. CO mengikat hemoglobin sehingga jumlah oksigen dalam darah berkurang.10 ton/Tahun.07 ton/Tahun.608. Apabila ozon yang berada di atmosfir mikro Jakarta berbahaya bagi kesehatan sehingga harus ditekan sekecil mungkin. Parameter HC dan NOx di udara akan membentuk parameter pencemar baru dengan bantuan sinar matahari (ultraviolet) yaitu Para Akrilonitrit (PAN) yaitu berupa gas asap (smog) dan ozon yang lebih berbahaya bagi kesehatan manusia. Kegiatan industri dengan cerobongnya menghasilkan emisi yang sangat tinggi dimana untuk tahun 2010 perkiraan beban emisi dari industri skala menengah dan besar untuk debu 16. Berikut.5 juta di tahun 2001 menjadi 9.  Karbon Monooksida (CO) Mengganggu konsentrasi dan refleksi tubuh. Hidro Karbon sebesar 27. disamping mengganggu estetika.154 . menyebabkan kantuk.6 juta dan pada tahun 2010.048.581.425.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Berdasarkan berita yang dilansir Vivanews. juga terdapat dampak udara yang sifatnya global yaitu menipisnya lapisan ozon pelindung bumi. partikel berukuran kecil dapat terhisap ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan penyakit gangguan pernapasan dan kerusakan paru-paru. dan dapat memperparah penyakit kardiovascular akibat defisiensi oksigen.30 ton/Tahun dan CO2 sebesar 3. terutama untuk kegiatan industri yang menghasilkan bahan berbahaya dan beracun. Emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan tersebut akan menambah memberikan kontribusi terhadap penurunan kualitas udara kota Jakarta.74 ton/Tahun. dan uap yang terdapat dalam atmosfir. Dengan semakin banyaknya jenis kegiatan industri maka emisi cerobong yang dihasilkan akan semakin besar. Selain pencemaran yang sifatnya mikro (lokal atmosfir Jakarta).172. dari 3. SO2 sebesar 3. debu. Jumlah kendaraan penumpang roda empat adalah sebanyak 421.006. maka fungsi ozon di lapisan luar atmosfir (stratosfir) merupakan ozon yang baik yang berfungsi melindungi bumi yaitu sebagai penyaring sinar ultraviolet yang menjadi penyebab penyakit kanker kulit. sepanjang tahun 2001 hingga 2008.

Sedangkan untuk lokasi pengambilan sampel dengan metode sesaat terdapat 9 lokasi seperti yang tertera pada Tabel : II.  Nitrogen Oksida (NO) Meningkatkan total mortalitas. Pengambilan sampel kualitas udara ambien dilakukan di lima Wilayah DKI Jakarta dengan Metode Sesaat yang menggunakan peralatan manual dan Metode Kontinyu yang menggunakan peralatan otomatis. Timbal juga dapat menyebabkan gangguan sistem syaraf. dari hasil pemantauan tersebut data kualitas udara ambien di DKI Jakarta agar dapat digunakan sebagai dasar penyusunan program kegiatan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup khususnya lingkungan udara agar semua program kegiatan dapat dilakukan secara terintegrasi. Terpetakannya kualitas udara ambien berdasarkan stasiun pemantau. Terinformasikannya dampak kesehatan yang timbul akibat pencemaran udara kepada masyarakat. serangan asma. dan kematian.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 konsentrasi tinggi. 2. dan sistem tubuh yang lain pada anak-anak. kejang-kejang. Dari hasil tersebut data yang diolah meliputi data hasil pemantauan kualitas udara ambien dengan menggunakan metode manual aktif yang dilakukan di 9 lokasi pemantauan dengan periode pemantauan 2 kali dalam satu bulan pada setiap lokasi. dimana hasil dari gambaran pengambilan sampel tersebut dapat dijadikan dasar dalam penentuan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selanjutnya yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dengan tujuan : 1. Terevaluasinya data dan informasi kualitas udara ambien. LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL KUALITAS UDARA AMBIEN DKI JAKARTA TAHUN 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Sampai dengan laporan ini disusun. 3. pemantauan dengan metode kontinyu hanya dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia namun untuk peruntukkan Roadside. Peningkatan kadar timbal darah sebesar 10 -20 ug/dl dapat menurunkan IQ.41 di bawah ini. sumsum tulang. ginjal. mortalitas pada bayi. GAMBAR : II. Pada tingkat paparan yang tinggi Pb dapat menimbulkan koma. pencernaan dan hipertensi. tidak masuk dalam lingkup kegiatan ini. dan penurunan IQ pada anak-anak.4. dan penyakit paru-paru kronis.  Timbal (Pb) Adalah logam berat yang beracun yang dapat mengakibatkan kerusakan otak. maka berdasarkan hal tersebut pemda DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya diantaranya pengambilan sampel kualitas udara ambien untuk melihat gambaran kondisi kualitas udara di wilayah DKI Jakarta.155 . penyakit cardiovascular.

0 METODE SESAAT Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 7.156 . 5. 2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. 6. 9.0 3.0 6. 8.0 3.0 3. 3.0 12. 4.0 3.0 6.0 3.41. Sumber Keterangan NAMA LOKASI Lubang Buaya Masjid Al-Firdaus Masjid Istiqlal Dufan-TIJA Kantor Kecamatan Cilincing PT JIEP Kantor Kelurahan Tebet Kantor BPLHD DKI Dinas Pertamanan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 : WILAYAH Pondok Gede Pegadungan Gambir Ancol Cilincing Rawa Terate Tebet Barat Kuningan Cipedak PERUNTUKAN Permukiman Permukiman Perkantoran Rekreasi Campuran Industri Pemukiman Perkantoran Pemukiman KETINGGIAN (M) 3. LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL KUALITAS UDARA AMBIEN DKI JAKARTA DAN PERUNTUKANNYA TAHUN 2010 NO 1.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GAMBAR : II.157 . METODE ANALISA KUALITAS UDARA NO 1. Nitrogen Dioksida (NO2) dan Debu (TSP). PARAMETER Sulfur dioksida (SO2) Nitrogen dioksida (NO2) Nitrogen oksida (NO) Debu (TSP) : BPLHD Provinsi DKI Jakarta (2010) : METODE ANALISA Pararosanilin Saltzmann Saltzmann Gravimetri PERALATAN SAMPLING 5 Gas Sampler 5 Gas Sampler 5 Gas Sampler High Volume Sampler Sumber Keterangan Pengolahan dan evaluasi data dilakukan dengan membandingkan hasil pengambilan sampel dengan baku mutu udara ambien berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 551 Tahun 2001 tentang Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Mutu Tingkat Kebisingan di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. 2. TABEL : II. Nitrogen Oksida (NO).42. Hasil pengambilan sampel kualitas udara ambien dan roadside pada tahun 2010 di Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .5. Hasil dari pelaksanaan survey lapangan yang menggunakan metode sesaat dan dibawa ke laboratorium UPT Laboratorium BPLHD Provinsi DKI Jakarta untuk dianalisa lebih lanjut. LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL KUALITAS UDARA (METODE SESAAT) Pengambilan sampel kualitas udara dilakukan sejak bulan Januari-Desember 2010 dengan frekuensi 2 kali sebulan. karena peralatan yang digunakan masih manual. 4. 3. dengan parameter yang dipantau meliputi Sulfur Dioksida (SO2).

03 122.58 143.00 86. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER DEBU (TSP) DKI JAKARTA TAHUN 2010 LOKASI KUNINGAN TE BE T JIE P ISTIQLAL ANCOL CILINCING LUBANG BUAYA KAHF I KALIDE RE S JAN 138.87 127.00 88.00 125.00 59.76 82.45 57.43 disajikan kualitas udara ambien untuk parameter debu (TSP) yang merupakan nilai rata-rata bulanan. Konsentrasi TSP seperti pada Grafik : II.43.45 318.16 266.50 126.29 189.05 67.69 135.12 84.16 166.70 193.75 187.22 109.76 137.03 270.92 133. perkantoran maupun sarana rekreasi.36 61. Pada Tabel : II.28 169. JIEP.77 128.60 192.60 RATA2 139.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1.22 83.26 166.00 162.93 109.20 263.53 160.00 255.98 301.00 200.95 JUL 174.00 160.66 OKT 114.17 232.43 dan Grafik : II.62 112.81 152.00 84. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan industri memberikan kontribusi yang paling besar dibandingkan dengan peruntukan lain seperti pemukiman.72 102.50 FE B 126.00 APR 103.28 173.76 172.90 202. dapat disimpulkan bahwa di antara semua lokasi pemantauan.15 210.48 159.54 125.00 MAR 166.00 79.29 101.53 218. hampir setiap bulan nilainya melebihi baku mutu.00 164.00 150.01 80.136.19 75. kawasan industri PT.90 JUN 189.23 115.50 178.71 128.41 NOP 88.50 410.45 199.00 267. Berdasarkan hasil diatas maka perlu dilakukan upaya pengendalian pencemaran dengan melakukan pemantauan kualitas emisi cerobong yang dihasilkan dari setiap kegiatan industri di kawasan tersebut.93 102.25 329.27 117.50 ME I 115.70 101. Kualitas Udara Ambien Metode Sesaat (manual) Pengambilan sampel kualitas udara ambien dengan metode sesaat dilakukan selama 24 kali yaitu dari bulan Januari-Desember 2010.39 289.33 202.51 121.00 163.00 36.60 181.26 160.00 256.158 .22 85.136 di bawah ini.49 112.38 124.00 206.65 AGUST 124.22 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 : BM TSP = 230 µg/Nm3/ 24 Jam Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .88 130. TABEL : II.09 133.50 143.50 56. memiliki konsentrasi yang paling tinggi.  Parameter Debu (TSP) Hasil pengambilan sampel untuk parameter debu (TSP) tersaji pada Tabel : II.67 173.22 SE PT 131.00 139.09 120.30 140.05 95.00 320.51 123.54 DE S 114.

40 26. Pada Tabel : II.00 µg/m3 / 24 Jam Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .60 12.20 39.75 21. ditunjukkan tingkat konsentrasi gas NO2 di stasiun pengambilan sampel dengan menggunakan metode manual.00 ME I 9.25 14.05 49.35 11.95 1.65 10.50 57.10 1.95 6.90 26.44.50 22.159 .70 5.98 24. Rata-rata konsentrasi NO2 di Jakarta untuk Tahun 2010 berkisar antara 12.75 13.20 NOP 21.70 6.10 22.25 5.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.52 10.20 15.75 3.13 14. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER NO2 DKI JAKARTA TAHUN 2010 LOKASI KUNINGAN TE BE T JIE P ISTIQLAL ANCOL CILINCING LUBANG BUAYA KAHF I KALIDE RE S JAN 21.60 21.00 JUN 5.85 RATA2 18.60 3.136.00 26.80 31.15 3.10 12.60 25.95 13.98 µg/Nm .70 49. Jika dibandingkan dengan baku mutu udara ambien berdasarkan Surat Keputusan Gubernur 551/2001 yaitu untuk parameter NO2 yaitu 92.90 77.80 5.65 AGUST 36.30 2.20 5.98 33.20 58. TABEL : II.35 28.95 15.75 20.40 23.96 3 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 : BM NO2 = 92.80 3. dapat di sebabkan oleh kegiatan transportasi oleh kendaraan bermotor di darat serta kegiatan industri.80 OKT 33.75 6.70 5.80 MAR 61.90 21.45 63.10 4. 2010 :  Parameter Nitrogen Dioksida (NO2) Tingginya konsentrasi Gas NOx termasuk salah satunya gas NO2.45 49.30 30.70 7.25 42.05 16.85 17.95 5.80 21.70 23.45 APR 5.05 42.20 3.80 10.20 5.20 28.15 12.40 7.25 9.44.70 SE PT 36.35 17.43 12.75 6.55 22.30 25.85 44.00 16.00 µg/m pada semua lokasi pengambilan sampel konsentrasi NO2 masih di bawah baku mutu.15 17.15 9.95 18.55 26.45 5.40 DE S 27.80 33.57 17.40 10.60 35.00 JUL 29.96-33. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER DEBU (TSP) DKI JAKARTA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.80 63.25 26.80 24.65 1.85 11.75 3.60 53.50 FE B 6.

75 1.50 2.80 3.89 8.90 13. 2010 :  Parameter Sulfur Dioksida (SO2) Tingginya konsentrasi SO2 di udara memiliki dampak terhadap kesehatan.55 5.25 2.15 MAR 1. dimana berdasarkan SK Gubernur Nomor 551 tahun 2001 baku mutu untuk Sulfur dioksida adalah 260 µg/m . sedangkan nilai terendah terdapat di lokasi Tebet.85 14.00 7.40 0.70 0.32 µg/m sampai dengan 8.20 16.25 3.20 6.75 1.50 5.90 3. Kualitas udara ambien untuk parameter SO2 tersaji pada Tabel : II.55 10.93 µg/m .40 2.00 2.25 JUN 8.75 FE B 1.40 12.15 APR 7. SO2 dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat membahayakan manusia.85 8.15 12. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER NO2 DKI JAKARTA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 3.95 1.10 2.15 NOP 2.75 13.70 2.40 10.60 2.95 1.95 2.160 .45.32 7.40 11.83 7.00 1.40 2.20 2.95 DE S 0.20 8.60 SE PT 0.36 7.10 1. Dari data yang diperoleh dapat dilihat bahwa konsentrasi SO2 masih berada dibawah baku mutu.60 15. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER SO2 DKI JAKARTA TAHUN 2010 LOKASI KUNINGAN TE BE T JIE P ISTIQLAL ANCOL CILINCING LUBANG BUAYA KAHF I KALIDE RE S JAN 9. hal ini disebabkan karena sampai tingkat konsentrasi tertentu.50 9.00 14.55 3.00 1.80 3.75 2.30 6.05 4.60 0.20 7.05 8.10 8.40 12.80 OKT 3.05 2.95 14.95 ME I 4.90 6.80 6.10 0.70 4. dimana nilai rata-rata bulanan di semua lokasi pengambilan sampel masih memenuhi baku mutu.95 9.55 4.93 3 3 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 : BM SO2 = 260 µg/m3 / 24 Jam Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .65 8.25 1.50 2.55 AGUST 1.50 7.95 RATA2 5.90 4.95 8.40 4.30 JUL 10.15 12.95 11.50 9. TABEL : II.10 8.80 7.90 14.23 5. Nilai rata-rata konsentrasi SO2 dalam satu tahun berkisar antara 5.70 13.45.25 17.137.20 14.50 2.95 6.85 1.30 7.95 1.81 8.95 7. dimana nilai tertinggi terdapat di Kalideres.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II. Dari semua pengukuran nilai SO2 masih jauh di bawah baku mutu. tumbuhan dan hewan.50 11.

007 0.023 0.004 ME I 0.002 0.010 SE PT 0.014 0.023 0.024 0.018 0.004 0.004 0.009 JUN 0.005 0.015 0.027 0.005 0.009 NOP 0.021 APR 0. Grafik : II. konsentrasinya masih di bawah baku mutu.009 0.019 DE S 0.015 0. Penentuan tersebut berdasarkan bobot terberat dari Debu yang diukur dalam 1 bulan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Konsentrasi SO2 dapat dipicu oleh aktivitas transportasi.008 0.012 0.138 di bawah ini menunjukkan rata-rata bulanan konsentrasi SO2 pada semua titik pantau.027 0.005 0.004 0.006 0.009 0.012 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta 2010 : BM Pb = 2 µg/m3 / 24 Jam Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .009 0.004 0.012 0.023 0.009 0. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER Pb DKI JAKARTA TAHUN 2010 LOKASI KUNINGAN TE BE T JIE P ISTIQLAL ANCOL CILINCING LUBANG BUAYA KAHF I KALIDE RE S JAN 0.007 0.008 0. Tingginya aktivitas transportasi di wilayah Kalideres menyebabkan konsentrasi SO2 di wilayah tersebut juga tinggi.048 0. SO2 merupakan pencemar sekunder yang terbentuk akibat reaksi antara zat pencemar primer dan dibantu oleh unsur-unsur meteorologis.004 0.028 RATA2 0.020 0.003 0.009 0.019 AGUST 0.010 0.003 0.007 0.009 0.019 0. TABEL : II.011 0.016 0.013 0.018 0. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER SO2 DKI JAKARTA TAHUN 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.016 0.025 0.022 0.017 0.009 0.004 0. Dari grafik di bawah dapat dilihat bahwa pada semua titik pantau. Unsur meteorologis yang memacu terbentuknya SO2 di udara adalah radiasi matahari dan curah hujan.017 0.008 0. GRAFIK : II.004 0.161 .016 0.007 0.017 0.006 0.031 0.021 0.46.021 0.020 0.008 0.014 0.011 0.104 0.011 0.018 0.009 MAR 0.046 0.008 0.005 0.021 JUL 0.016 0.016 0.028 0.009 0.009 0.016 0.018 0.020 0.015 0.008 0.036 0.007 FE B 0.017 0.017 0.007 0.017 OKT 0.018 0.005 0.014 0.035 0.043 0.138. 2010 :  Parameter Timbal (Pb) Kualitas udara ambien untuk parameter Pb merupakan hasil analisa kandungan Logam (Pb) yang terdapat di dalam Debu (TSP).

20 Jumlah terkecil yang akan mengakibatkan batuk. 8-12 Jumlah terkecil yang segera mengakibatkan iritasi tenggorokan. Pengaruh utama polutan SOX terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan. 2.011 µg/Nm terdapat di daerah Lubang Buaya dan nilai rata-rata maksimum terdapat di kawasan Kahfi sebesar 0. bahwa di DKI Jakarta konsentrasi SO2 pada semua lokasi pemantauan sepanjang Tahun 2010 nilainya masih dibawah baku mutu. kerusakan pada tanaman terjadi pada kadar sebesar 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Berdasarkan Tabel : II. hal ini menjukkan bahwa Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Berdasarkan hasil evalusi yang telah dilakukan. meskipun dengan kadar yang relatif rendah.139 terlihat bahwa kandungan Logam (Pb) yang terdapat di dalam Debu (TSP) masih memenuhi baku mutu di semua lokasi. Namun secara keseluruhan kualitas udara ambien untuk parameter Logam (Pb) masih jauh di bawah baku mutu yang diperkenankan.1. KUALITAS UDARA AMBIEN PARAMETER Pb DKI JAKARTA TAHUN 2010 3 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.139. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan kardiovaskular. Kadar SO2 yang berpengaruh terhadap gangguan kesehatan adalah sebagai berikut : Konsentrasi (ppm) Pengaruh 3-5 Jumlah terkecil yang dapat dideteksi dari baunya.5 ppm.036 µg/Nm . 2010 : 2. Dampak Kualitas Udara Ambien Terhadap Kesehatan Masyarakat Sulfur Dioksida (SO2) Pencemaran SOX menimbulkan dampak terhadap manusia dan hewan.46 dan Grafik : II. GRAFIK : II. 20 Maksimum yang diperbolehkan untuk konsentrasi dalam waktu lama. Konsentrasi Pb rata-rata minimum sebesar 0. Individu dengan gejala penyakit tersebut sangat sensitif terhadap kontak dengan SO2. 400-500 Berbahaya meskipun kontak secara singkat.162 . Beberapa penelitian menunjukkan bahwa iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih bahkan pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm. 50-100 Maksimum yang diperbolehkan untuk kontrak singkat (30 menit). 20 Jumlah terkecil yang akan mengakibatkan iritasi mata.

5 µg/Nm . Nitrogen Dioksida (NO2) Oksida Nitrogen seperti NO dan NO2 berbahaya bagi manusia.3. Ukuran partikulat debu yang membahayakan kesehatan umumnya berkisar antara 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 konsentrasi SO2 yang terkandung dalam udara ambien di DKI Jakarta belum tidak membahayakan bagi kesehatan manusia. Diudara ambien yang normal. NO dapat mengalami oksidasi menjadi NO2 yang bersifat racun. dan semua tikus yang diuji akan mati. memperlihatkan gejala kelumpuhan sistem syarat dan kekejangan. Pada Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Ukuran partikulat debu bentuk padat maupun cair yang berada diudara sangat tergantung kepada ukurannya. Partikel Debu 3 Inhalasi merupakan satu-satunya rute pajanan yang menjadi perhatian dalam hubungannya dengan dampak terhadap kesehatan. Tetapi jika pemajanan NO pada kadar tersebut berlangsung selama 12 menit. Kadar NO2 sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100 persen kematian pada binatang-binatang yang diuji dalam waktu 29 menit atau kurang.163 . Penelitian menunjukkan bahwa NO2 empat kali lebih beracun dari pada NO. pengaruhnya tidak dapat dihilangkan kembali. NO2 bersifat racun terutama terhadap paru.2. Pengaruh partikulat debu bentuk padat maupun cair yang berada di udara sangat tergantung kepada ukurannya. yang dapat memajan tubuh melalui rute lain. seperti Timah Hitam (Pb) dan senyawa beracun lainnya. Penelitian lain menunjukkan bahwa tikus yang dipajan NO sampai 2500 ppm akan hilang kesadarannya setelah 6-7 menit. Penelitian terhadap hewan percobaan yang dipajankan NO dengan dosis yang sangat tinggi.1 mikron sampai dengan 10 mikron. namun demikian tetap harus dilakukan pengendalian terhadap sumbernya agar tidak membahayakan di kemudian hari. Walau demikian ada juga beberapa senyawa lain yang melekat bergabung pada partikulat. Selama ini belum pernah dilaporkan terjadinya keracunan NO yang mengakibatkan kematian. 2. Data hasil kegiatan pemantauan kualitas udara di DKI Jakarta memperlihatkan hasil bahwa konsentrasi NO2 selama tahun 2010 berada pada angka dibawah baku mutu yaitu 92. 2. hal ini menunjukkan bahwa zat pencemar NO2 untuk saat ini tidak berdampak buruk bagi kesehatan manusia. namun demikian tetap diperlukan upaya pengendalian agar kualitas udara semakin membaik setiap tahun. Pemajanan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90 persen dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru (edema pulmonari). tetapi jika kemudian diberi udara segar akan sembuh kembali setelah 4-6 menit.

Keadaan ini akan lebih bertambah parah apabila terjadi reaksi sinergistik dengan gas SO2 yang terdapat di udara juga. Hampir semua organ tubuh mengandung Pb dan kira-kira 90 persen dijumpai di tulang. Rata-rata masukkan melalui air minum adalah 20 mg dengan kisaran antara 10-100 mg.01 persen sampai 3 persen dari seluruh partikulat debu di udara. Sumber masukan Pb adalah makanan terutama bagi mereka yang tidak bekerja atau kontak dengan Pb. 2.164 . Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron tidak berbahaya. kandungan dalam darah kurang dari 1 persen kandungan dalam darah dipengaruhi oleh asupan yang baru (dalam 24 Jam terakhir) dan oleh pelepan dari sistem rangka. Uji kelarutan menunjukkan bahwa Pb berada dalam bentuk yang sukar larut. Kadar Pb di alam sangat bervariasi tetapi kandungan dalam tubuh manusia berkisar antara 100-400 mg. manusia dengan pemajanan rendah mengandung 10-30 mg 3 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .4. selain itu diketahui pula bahwa logam yang terkandung di udara yang dihirup mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan dosis sama yang berasal dari makanan atau air minum. akan tetapi logam tersebut dapat bersifat akumulatif dan kemungkinan dapat terjadi reaksi sinergistik pada jaringan tubuh. Pada umumnya udara yang tercemar hanya mengandung logam berbahaya sekitar 0. Mungkin perhitungan ini bisa dianggap terlalu besar dan partikel Pb yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor ternyata bergabung dengan filamen karbon dan lebih kecil dari yang diperkirakan walaupun agregat ini sangat kecil (0. kandungan Pb dalam tinja dapat untuk memperkirakan asupan harian karena 90 persen Pb dikeluarkan dengan cara ini. Kontribusi Pb di udara terhadap absorpsi oleh tubuh lebih sulit diperkirakan. Diperkirakan rata-rata masukkan Pb melalui makanan adalah 300 mg per hari dengan kisaran antara 100-500 mg perhari.1 mm) jumlah yang tertahan di alveoli mungkin kurang dari 10 persen.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat udara yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli. Oleh karena itu kadar logam di udara yang terikat pada partikulat patut mendapat perhatian. Selain itu partikulat debu yang melayang dan berterbangan dibawa angin akan menyebabkan iritasi pada mata dan dapat menghalangi daya tembus pandang mata (Visibility). karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi. Hanya sebagian asupan (intake) yang diabsorpsi melalui pencernaan. Pada manusia dewasa absorpsi untuk jangka panjang berkisar antara 5-10 persen bila asupan tidak berlebihan. Adanya ceceran logam beracun yang terdapat dalam partikulat debu di udara merupakan bahaya yang terbesar bagi kesehatan. Timah Hitam (Pb) Pemajanan Pb dari industri telah banyak tercatat tetapi kemaknaan pemajanan di masyarakat luas masih kontroversi. Distribusi ukuran partikel dan kelarutan pb dalam partikel juga harus dipertimbangkan biasanya kadar pb di udara sekitar 2 Mg/M dan dengan asumsi 30 persen mengendap di saluran pernapasan dan absorpsi sekitar 14 mg/per hari.

kelumpuhan anggota badan. Gejala keracunan akut didapati bila tertelan dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan sakit perut muntah atau diare akut. Gejala klinis keracunan timah hitam pada individu dewasa tidak akan timbul pada kadar Pb yang terkandung dalam darah dibawah 80 mg Pb/100 gram darah namun hambatan aktivitas enzim untuk sintesa haemoglobin sudah terjadi pada kandungan Pb normal (30-40 mg). selain emisi industri dan debu jalan yang berasal dari lalu lintas yang padat kemungkinan keracunan Pb ada juga hubungannya dengan keterbelakangan mental tetapi belum ada bukti yang jelas. wanita cenderung mengandung Pb lebih rendah dibanding pria. konstipasi lelah sakit kepala.165 . Pengaruh Pb dalam tubuh belum diketahui benar tetapi perlu waspada terhadap pemajanan jangka panjang. namun demikian tetap diperlukan upaya pengendalian agar kualitasnya tidak semakin memburuk serta dapat mengakibatkan kerugian bagi kesehatan masyarakat. Hasil Pemantauan Tingkat kualitas udara ambien di setiap lokasi pantau dapat dilihat pada tabel berikut : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Hampir semua Pb–tetraetil diubah menjadi Pb Organik dalam proses pembakaran bahan bakar bermotor dan dilepaskan ke udara. diperoleh hasil bahwa rata-rata konsentrasi Pb pada semua lokasi pemantauan masih jauh berada dibawah baku mutu. Timah Hitam berakumulasi di rambut sehingga dapat dipakai sebagai indikator untuk memperkirakan tingkat pemajanan atau kandungan Pb dalam tubuh. dan pada perokok lebih tinggi dibandingkan bukan perokok. Senyawa Pb organik bersifat neurotoksik dan tidak menyebabkan anemia. anemia. Terdapat perbedaan tingkat kadar Pb di perkantoran dan pedesaan. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien di DKI Jakarta Tahun 2010. kejang dan gangguan penglihatan. Gejala keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu makan. Anak-anak merupakan kelompok resiko tinggi menelan langsung bekas cat yang mengandung Pb merupakan sumber pemajanan. Timah Hitam dalam tulang tidak beracun tetapi pada kondisi tertentu bisa dilepaskan karena infeksi atau proses biokimia dan memberikan gejala keluhan garam Pb tidak bersifat karsiogenik terhadap manusia.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pb/100 gram darah manusia yang mendapat pemajanan kadar tinggi mengandung lebih dari 100 mg/100 gram darah kandungan dalam darah sekitar 40 mg Pb/100 gram dianggap terpajan berat atau mengabsorpsi Pb cukup tinggi walau tidak terdeteksi tanda-tanda keluhan keracunan. Gangguan kesehatan adalah akibat bereaksinya Pb dengan gugusan sulfhidril dari protein yang menyebabkan pengendapan protein dan menghambat pembuatan haemoglobin.

90 3.20 5.028 0.80 3.003 0. namun demikian jika mengingat lokasi pemantauan di wilayah padat lalu lintas maka perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap sumber-sumber pencemar yang bersumber dari emisi kendaraan bermotor.20 6.60 2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.00 8.004 0.70 23.20 1.00 8.30 12.40 6.80 16.026 0.10 41.008 0.50 1.60 4.00 2.60 5.00 0% Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa pada semua waktu pemantauan tidak ada satu data pun yang nilainya melebihi baku mutu.90 28.40 38.004 0.00 4.00 0% TSP (µg/M3) 66 210 111 140 109 223 109 98 86 145 205 175 197 152 133 115 126 137 118 111 81 96 103 128 223 66 132 230 0.013 2 0.20 5.50 0.034 0.20 9.90 28.006 0.70 18.40 25.10 18.005 0.50 11.10 7.10 2.43 260 0.90 0.00 7.40 6.80 40.48 92.166 .40 3. hal ini dapat menggambarkan bahwa kualitas udara ambien dilokasi ini dalam kondisi baik.70 3.70 41.20 1.004 0.020 0. 2010 : PARAMETER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (µg/M3) 23.47.30 2.10 21.00 1.005 0.30 9.001 0.006 0.055 0.003 0.005 0.10 3.007 0. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .50 30.027 0.10 2.80 23.50 3.02 0.00 28.029 0.10 3.80 2.50 33.80 2.20 8.002 0.10 0.80 3.20 9.60 0.007 0.70 74.70 0.60 17.00 NO2 (µg/M3) 13.70 17.50 25.055 0.10 1.50 43.20 30.00 0% Pb (µg/M3) 0.30 8.006 0.05 0.80 7.00 0% SO2 (µg/M3) 10.90 48.50 12. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : KUNINGAN.80 17.10 3.10 74.10 2. JAKARTA SELATAN (PERUNTUKAN PERKANTORAN) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.10 3.60 7.00 4.90 17.001 0.10 13.00 2.

00 2.00 6.90 0. JAKARTA SELATAN (PERUNTUKAN PEMUKIMAN) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.00 8% SO2 (µg/M3) 10.20 1.48.10 36.00 0.00 0% Berdasarkan tabel diatas di lokasi pemantauan Tebet.40 36. selain dipicu oleh aktivitas lalu lintas juga dapat dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari.00 7.20 0.60 3.006 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.10 6.002 0. maka perlu dilakukan kegiatan pengendalian sumber pencemar udara khususnya dari kegiatan transportasi.50 13.50 3.90 36.20 4.018 0.007 0.50 2.90 4.40 9.80 0.50 9.50 7.80 18.90 1.00 6.017 0.50 19.90 1.10 11.050 0.70 31.90 1.30 1.007 0. 2010 : PARAMETER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (µg/M3) 32.80 5. yang merupakan peruntukkan pemukiman.50 0.003 0.00 1.004 0.007 0.30 4.05 0.007 0.20 1.30 8.20 12.10 15.042 0.90 12.00 0% Pb (µg/M3) 0.90 0. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .050 0.00 NO2 (µg/M3) 14. Karena peruntukkannya sebagai pemukiman.90 2.002 0.015 0.008 0.30 12.60 1.031 0.20 24.004 0.003 0.90 4.013 2 0.10 2.30 0.00 6.60 141.60 8.00 5.40 81.40 7.90 24.008 0. sedangkan untuk parameter yang lain tidak ada pengukuran yang melebihi baku mutu.40 81.006 0.00 62.50 7.50 6.167 .80 10. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : TEBET.50 9.006 0.40 2.50 0. Sumber pencemar NO2.80 3.30 6.65 92.10 17.80 7.10 108.70 0.003 0.60 6.80 17.00 0% TSP (µg/M3) 52 116 132 195 107 194 127 116 105 143 182 163 203 196 122 48 57 65 56 59 120 104 55 80 203 48 117 230 0.60 141. memperlihatkan bahwa ada pengukuran yang telah melebihi baku mutu yaitu untuk parameter NO2 sebesar 8 persen.30 4.10 6.20 8.70 0.05 0. agar tercipta suasana permukiman yang nyaman dan sehat.00 7.28 260 0.20 4.10 1.004 0.004 0.10 18.

011 0.0085 0.016 0.00 NO2 (ppm) 42.30 1.90 4.01 0.00 70.70 12.40 7.30 8.40 1.20 4.70 260 0. JAKARTA TIMUR (PERUNTUKAN INDUSTRI) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.008 0.008 0.20 33.50 3.90 13. JIEP.009 0.30 26.30 2.20 1.90 11.80 36.20 4.089 0.004 0.70 92.70 13.168 .40 25.50 10.40 36.10 2.50 33.20 71.00 79% Pb (µg/M3) 0.40 71.10 1.60 16.016 0.00 0% Berdasarkan tabel diatas.007 0.60 20.60 3.50 4.30 3.006 0.30 1.50 5.20 6.90 17. untuk itu diperlukan kegiatan pengendalian seperti penertiban emisi cerobong serta bentuk teknis cerobong agar emisi yang dikeluarkan oleh cerobong dari setiap industri tidak membebani kualitas udara ambien.00 17.90 3.014 0.10 10.10 0.30 5.20 12.10 2.50 9.00 0% TSP (µg/M3) 198 315 360 173 334 487 273 305 337 299 261 280 261 397 287 177 234 292 167 237 265 267 203 235 487 167 277 230 19.009 0. 2010 : PARAMETER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (ppm) 71. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : KAWASAN PT. Tingginya konsentrasi TSP di wilayah tersebut disebabkan karena aktivitas industri seperti kegiatan pembakaran.011 0.30 3.30 8.00 124.20 10.024 0.70 3. JIEP yang menjadi parameter kritis adalah TSP (Debu) dengan kondisi dari 24 pengukuran 19 pengukuran (79 %) diantaranya telah melebihi baku mutu.30 3.60 4.30 45.50 18.80 20.70 9.008 0. di kawasan Industri PT.20 20.50 32.30 16.30 3.014 0.80 22.20 13.015 2 0.70 18.20 8.089 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.30 1.49.50 0.80 0.50 6.017 0.004 0.00 4% SO2 (ppm) 25.004 0. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .027 0.90 6.30 5.70 12.90 38.007 0.60 2.10 3.10 2.20 124.50 8.015 0.50 1.10 0.00 4.70 1.43 0.014 0.

90 28.00 NO2 (ppm) 13.046 0.63 92.10 5.014 0.004 0.20 6.20 0.44 260 0.90 11.10 18.70 43.003 * 0.003 0.20 5.10 4.00 0% SO2 (ppm) 10.80 4.20 1.003 0.00 81.046 0.80 2.50 26.70 4.60 81.20 9.30 51. secara umum kualitas udara ambien di kawasan masjid Istiqlal relatif baik.10 4. Baiknya kualitas udara ambien di lokasi tersebut dapat disebabkan oleh aktivitas lalu lintas yang tinggi namun arusnya lancar sehingga beban pencemarannya tidak tinggi.50 9.60 12.50 20.50 11.30 2.20 39.70 0. JAKARTA PUSAT (PERUNTUKAN NIAGA) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan PARAMETER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (ppm) 24.70 4.60 10.01 0.10 3.40 5.70 6.005 0.20 11.10 2.0045 0.20 6.046 0.65 0.01 0.00 3.005 0.30 7.50 20.20 0. 2010 : Sebagai lokasi perniagaan.20 41.00 1.80 15.029 0.90 17.034 0.01 0. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .032 0.021 0.007 0.10 10.50 17.60 3.10 1.30 4. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : ISTIQLAL.90 45.20 7.70 11.00 8% Pb (µg/M3) 0.015 2 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.169 .00 18.50.90 26.50 0.008 0.50 4.90 9.30 12.80 39.008 0.00 2.80 18.009 0.20 13.90 58.60 0.00 0% : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.009 0.90 3.70 51.017 0.70 15.10 0.50 3.50 13.40 0.60 18.10 0.20 4. hal ini terlihat dari tabel diatas bahwa hanya parameter TSP yaitu dari 24 pengukuran hanya 2 pengukuran (8 %) saja yang melebihi baku mutu.00 34.50 47.30 2.00 0% TSP (µg/M3) 84 168 115 61 * 178 273 305 169 164 159 162 206 207 158 109 118 127 118 117 114 138 91 114 305 61 150 230 2.30 2.011 0.80 41.10 25.60 6.

70 14.008 0.20 6.60 3.00 NO2 (ppm) 5.40 8.026 0.80 27.70 31.51.002 0.014 0.30 25.20 81. JAKARTA UTARA (KAWASAN REKREASI) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.170 .014 0.006 0.60 3.10 11.70 44. karena di lokasi yang lama sulit dilakukan penyambungan instalasi listrik.60 7.30 0.10 10.30 0.00 0% TSP (µg/M3) 174 176 213 173 153 134 130 126 101 102 102 155 98 126 213 98 140 230 0.008 0.20 34.008 0.50 47.60 7.20 9.80 42.60 31.30 1.50 0.026 0.90 25.30 72.30 16.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.40 0.70 13.60 6.19 260 0.70 122.40 36.70 81.00 6.20 34.024 0.80 5. Namun bila dilihat hasil pemantauan pada table diatas yang menunjukkan bahwa kualitas udara ambient di lokasi tersebut relatif baik.003 0.30 2.013 0.90 13.80 4. hal ini kemungkinan disebabkan oleh lokasi pemantauan yang kurang representatif karena terletak di tengah rimbunan pepohonan yang dapat menghalangi radiasi matahari maupun radiasi emisi zat pemcemar udara.002 0.30 37. 2010 : PARAMETER NO (ppm) 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 2.00 122. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL.00 0% Pb (µg/M3) 0.10 26.60 12.40 0.022 0. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .00 75.012 0.80 6.18 0.00 29.50 3. Untuk itu perlu direkomendasikan relokasi alat pemantau di lokasi ini agar data yang dihasilkan representatif.012 0.00 0% SO2 (ppm) 6.10 1.00 0% Pada awal pemantauan (Januari-Mei 2010) di lokasi Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) tidak dilakukan pengukuran karena peralatan di lokasi tersebut perlu di relokasi.70 9.96 92.012 2 0.

00 0% SO2 (ppm) 20.20 47.83 260 0.30 2.80 8.20 1.002 * 0.00 0% TSP (µg/M3) 135 191 370 270 40 32 370 32 173 230 2.80 7. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : CILINCING.60 29. JAKARTA UTARA (PERUNTUKAN INDUSTRI DAN PEMUKIMAN) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan PARAMATER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (ppm) 18.90 0.60 18.025 0.40 5.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.013 2 0.40 0.52.20 24.90 29.40 20.019 0.00 NO2 (ppm) 21.00 0% : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.50 47.52 0.80 0.70 33.00 15.10 28.00 25% Pb (µg/M3) 0.002 0. untuk itu perlu dilakukan relokasi di sekitar lokasi tersebut agar data yang dihasilkan sama karakteristiknya dengan lokasi yang lama.75 92.40 0.005 0.015 0. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .80 24.025 0.70 30.90 0.20 0.10 3.171 . 2010 : Alat pemantauan kualitas udara ambien di lokasi ini tidak bekerja dengan baik disebabkan karena tidak stabilnya aliran listrik dan pada bulan April aliran listriknya terhenti total.50 0.

00 0% : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.30 6.70 6.00 1.60 3.50 14.40 0.60 9.20 23.00 35.53. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . dari semua 24 kali pengukuran hanya parameter TSP ada yang pengukurannya telah melebihi baku mutu sejumlah satu kali pemantauan.034 0.027 0.40 4.50 20.30 6.30 7.50 5.40 20.30 13.90 4.60 7.30 5.023 0.008 0.90 17.006 0.30 2.90 5.60 18.172 .008 0.10 5.40 10.05 92.20 2.30 12.015 0.20 6.009 0.60 0.006 0.049 0.80 0.20 7.049 0.90 3.004 0.60 4.10 4. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : LUBANG BUAYA.40 11.00 25.004 0.30 24.50 3.10 64.005 0.70 23.00 0% TSP (µg/M3) 64 109 139 181 * 200 124 72 121 172 224 173 153 307 208 108 101 93 88 147 125 99 47 73 307 47 136 230 1.012 2 0.00 0% SO2 (ppm) 2. 2010 : Kualitas udara ambien di lokasi ini seperti tersaji pada tabel di atas dalam kondisi relatif baik.30 7.80 15.004 0.30 41.025 0.003 0.01 0.015 0.70 4.40 13.80 0.20 6.60 1.60 2.60 19.001 0.003 0.003 0.00 NO2 (ppm) 12.20 65.40 6.60 12.50 10.70 1.40 1.30 2.00 4. JAKARTA TIMUR (PERUNTUKAN PEMUKIMAN) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan PARAMETER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (ppm) 2.50 6.001 0.00 4% Pb (µg/M3) 0.90 1.80 3.50 0.80 11.80 7.50 0.90 4.50 16.40 2.00 13.30 2.30 6.50 9.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.004 * 0.10 260 0.20 65.80 11.10 2.10 3.02 0.50 3.30 10.90 6.30 38.

90 5.30 14.70 1. untuk semua parameter masih memenuhi baku mutu.20 2.30 2.00 0% TSP (µg/M3) 58 56 65 93 133 192 89 96 103 138 174 156 98 190 138 86 73 59 72 43 104 54 77 65 192 43 101 230 0.90 2.50 0.016 0.015 0. pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa pada semua pengukuran (24 kali).20 3.50 8.50 1.10 18.70 6.2 0. 2010 : Tabel diatas menggambarkan kualitas udara ambien di lokasi Kahfi.70 15.20 1.00 0% SO2 (ppm) 2.041 0.60 4.40 2.60 11.54.10 29.80 17.40 31.70 16.20 9.021 0.10 11.012 0. maka lokasi ini diperuntukkan bagi pemukiman masih memenuhi kriteria.069 0.50 6.60 11.031 0.80 0.10 6.60 19.80 2.00 0% Pb (µg/M3) 0.80 0. TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : KAHFI.022 0.005 0.30 0.003 0.30 1.80 4.019 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.60 6.90 3.200 0.20 1.80 20.70 7.002 0.018 0.60 13.018 0.00 NO2 (ppm) 20.00 0% : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.70 23.70 7.005 0.20 0.30 1. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Berdasarkan hasil tersebut.029 2 0.30 4.40 3.00 0.00 2.00 1.60 29.70 26.00 11.40 2.012 0.022 0.30 7.104 0.20 31.60 13.80 19.002 0.99 260 0.004 0.70 47.50 1.40 4.20 0.60 9.023 0.60 8.70 6.20 2.70 47.60 1. JAKARTA SELATAN (PERUNTUKAN PEMUKIMAN) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan PARAMETER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (ppm) 8.70 1.30 1.78 0.40 5.00 2.173 .30 16.20 3.54 92.70 5.60 0.60 16.002 0.15 2.016 0.022 0.60 9.60 2.80 1.

80 7.80 16. JAKARTA BARAT (PERUNTUKAN PEMUKIMAN) TANGGAL Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Maksimum Minimum Rata-rata Baku Mutu JM>BM Persentase Sumber Keterangan PARAMETER 5-6 19-20 3-4 17-18 2-3 17-18 5-6 22-23 4-5 26-27 3-4 24-25 7-8 28-29 5-6 19-20 1-2 30-1 13-14 21-22 10-11 25-26 8-9 21-22 NO (ppm) 19.40 2. tersebut diatas maka dapat disimpulkan dan langkah yang seharusnya perlu dilakukan adalah sebagai berikut :  Pengambilan sampel kualitas udara ambien dengan metode sesaat di wilayah DKI Jakarta untuk parameter Sulfur Dioksida (SO2).50 0.40 4.005 0.00 18.30 14.10 2.80 5.40 2.50 9.90 4.70 0.018 0.70 15.00 2.80 3.50 0.20 10.036 0. maka lokasi pemantauan Kalideres yang juga diperuntukkan untuk permukiman.036 0.10 22.40 11.70 22.90 8.70 4.007 0.30 18.30 16.50 10.023 0.012 0.00 1.40 1.50 5. Sedangkan untuk parameter Nitrogen Dioksida (NO2) dan TSP memiliki pola kecenderungan menurun.30 21.50 24.70 18.014 0. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . TINGKAT KUALITAS UDARA AMBIEN LOKASI PANTAU : KALIDERES.30 12.70 1.026 0.20 7.00 NO2 (ppm) 15.004 0.00 0% TSP (µg/M3) 55 64 114 395 67 219 155 86 180 200 219 169 172 249 194 139 159 180 149 112 152 153 103 128 395 55 159 230 0.50 21.70 15.40 8.05 260 0.00 0% Pb (µg/M3) 0.70 0.174 .008 0. masih memenuhi baku mutu dan memiliki kecenderungan meningkat.00 16.011 0.012 0.80 12.010 0.60 7.20 3.00 14. Dari hasil pengambilan sampel kualitas udara ambien di Provinsi DKI Jakarta.00 5.40 7.50 6.60 25.90 21. tidak ada pengukuran yang melebihi baku mutu.70 10.70 65.00 0% SO2 (ppm) 17.10 8.010 0.006 0.003 0.00 21.60 12.40 7.20 15.78 92.004 0.10 1.30 17.90 34.018 0.80 1.027 0.70 19.020 0.30 11.80 9.003 0.37 0.30 6.90 2.018 0.00 0% : BPLHD Provinsi DKI Jakarta.30 16. kualitas udaranya juga relatif baik seperti pada tabel di atas.00 3.10 20.55.10 2.90 34.60 10.00 8.028 0.004 0. 2010 : Sama halnya dengan lokasi pemantauan Kahfi yang diperuntukkan untuk permukiman.30 3.70 3.90 6.90 24.40 25.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.014 2 0.015 0.20 0.70 65.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

Pengambilan sampel kualitas udara ambien dengan metode sesaat untuk parameter Debu (TSP) di beberapa lokasi seperti di Pulogadung dan Cilincing konsentrasinya telah melebihi baku mutu.

Kualitas udara DKI Jakarta untuk parameter PM-10 cenderung stabil, SO2 dan O3 memiliki pola yang meningkat, kecuali untuk parameter O3, parameter CO, PM-10, SO2 dan NO2 konsentrasinya masih di bawah baku mutu.

Sektor industri dan transportasi memberikan kontribusi yang besar dalam hal buruknya kualitas udara ambien di DKI Jakarta yang akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, seperti penyakit ISPA.

Untuk dapat melakukan evaluasi data lebih jauh seperti penentuan Status Mutu Udara Ambien maka perlu dilakukan peningkatan jumlah frekuensi pengambilan sampel dan parameter yang dipantau serta titik pengambilan sampel.

Untuk dapat melihat faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi zat pencemar udara ambien pada suatu wilayah dan dampaknya terhadap kesehatan maka diperlukan beberapa data penunjang seperti data meteorologi, data kesehatan, data industri dan data jumlah kendaraan sehingga dapat dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

Untuk memperbaiki kualitas udara ambien di DKI Jakarta, selain ditunjang oleh perangkat hukum maka Pemerintah Daerah perlu juga membina kerjasama dengan instansi terkait, masyarakat dan dunia usaha untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya udara bersih.

Dalam kaitan tersebut diatas maka dalam mengurangi dampak pencemaran di DKI Jakarta, langkah yang saat ini telah dilakukan pemerintah DKI Jakarta diantaranya : 1). Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Sejak tahun 2002, Jakarta menyelenggarakan Car Free Day yang digagas oleh koalisi LSM Lingkungan (AEB, MEB, GPUB, Instran, Bike to Work, Walhi, KPBB, Swisscontact Indonesia, Green Club Internasional, KIH Jakarta, STMT Trisakti, dan Yayasan Pelangi Indonesia) dan berlanjut di Tahun 2003 sampai 2006. CFD pertama dilaksanakan di koridor Sudirman – MH. Thamrin dengan penutupan jalan selama 6 jam dari jam 06.00-12.00 WIB. Pelaksanaan CFD dilakukan 1 kali dalam setahun yaitu bersamaan dengan Hari CFD Internasional setiap tanggal 22 September. Kegiatannya meliputi penutupan jalan dan kampanye polusi udara. Pusat kegiatan di Bundaran Hotel Indonesia. Berdasarkan amanat Perda 2/2005 pasal 27, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor sejak tahun 2007. Pada 22 September 2007 HBKB dilaksanakan di Jl.

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 175

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

Sudirman-MH. Thamrin dengan penutupan jalan selama 12 jam dari jam 06.00-18.00 WIB. Kegiatan HBKB meliputi penutupan jalan, pengukuran kualitas udara ruas jalan, dan kampanye pengendalian pencemaran udara. Maksud dari penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) adalah untuk mendukung program pengendalian pencemaran udara dari sumber bergerak (kendaraan bermotor) yang merupakan bagian dari pengelolaan terhadap kualitas udara di Provinsi DKI Jakarta guna menciptakan udara kota Jakarta yang lebih bersih dan segar demi peningkatan kualitas lingkungan dan kualitas masyarakat. Pada tahun 2007, HBKB telah dilaksanakan sebanyak 3 kali, yang meliputi 2 kali di Jl. MH. Thamrin (Patung Arjuna) sampai dengan Jl. Sudirman (Patung Pemuda), dan 1 kali di Kawasan Kota Tua. Pada tahun 2008, HBKB telah dilaksanakan sebanyak 18 kali, yang meliputi 12 kali di Jl. MH. Thamrin (Patung Arjuna)-Jl. Sudirman (Patung Pemuda), 1 kali di Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat, Jl. Pramuka Jakarta Timur, Jl. Rasuna Said Jakarta Selatan, Kawasan Kota Tua Jakarta Barat, dan 2 kali di Jl. Danau Sunter Selatan Jakarta Utara. Pada tahun 2009, HBKB telah dilaksanakan sebanyak 22 kali, yang meliputi 12 kali di Jl. MH. Thamrin (Patung Arjuna)-Jl. Sudirman (Patung Pemuda), dan 2 kali di masing-masing wilayah, yaitu di Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat, Jl. Pramuka Jakarta Timur, Jl. Rasuna Said Jakarta Selatan, Kawasan Kota Tua Jakarta Barat, dan Jl. Artha Gading Jakarta Utara. Penutupan jalan dilaksanakan pada ruas Jl. Sudirman (patung Pemuda)-Jl. MH. Thamrin (patung Arjuna) selama 8 jam yang dimulai dari pukul 06.00 dan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Untuk tahun 2010 pelaksanaan HBKB di Provinsi DKI Jakarta, khusus untuk ruas Jl, Sudirman (Patung Pemuda)-Jl. Thamrin (Patung Arjuna) dilaksanakan 2 kali dalam sebulan yaitu sebanyak 24 kali, sedang untuk masing-masing wilayah dilaksanakan sebanyak 2 kali yaitu Jl. Letjen Suprapto Jakarta Pusat, Jl. Pemuda Jakarta Timur, Jl. Rasuna Said Jakarta Selatan, Kawasan Kota Tua Jakarta Barat dan Jl. Artha Gading Jakarta Utara Adapun kegiatan rutin HBKB yaitu :      Senam pagi Liga Futsal Panggung Hiburan Sepeda Santai Siaran Langsung Program TV

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 176

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

2). Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor Dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kedaraan Bermotor. Sampai dengan Tahun 2009, terdapat 568 teknisi yang telah bersertifikat, 238 bengkel pelaksana uji emisi yang memiliki sertifikasi dan sudah melakukan uji emisi sebanyak 5.665 kali, sedang pada tahun 2010 terdapat 610 teknisi yang telah bersertifikat, 238 bengkel pelaksanan uji emisi yang telah memiliki sertifikasi dan sudah melaksanakan uji emisi sebanyak 19.586 kali, dimana sebanyak 19.214 kendaraan (97 %) lulus uji emisi dan 642 kendaraan (3 %) tidak lulus uji emisi.

Adapun daftar bengkel pelaksana uji emisi di 5 (lima) wilayah sebagai berikut :
JAKARTA SELATAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 LESTARI BAN BUANASAKTI ANEKA MOTOR, PT HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT ANDALA BAN ASTRA ISUZU ASTRIDO TOYOTA PONDOK INDAH AUTO CIPTA KARYA, PT BPPI ISUZU BUANA INDOMOBIL TRADA,PT GALLERIA FERRARI - MASERATI MTB SAHARJO NAWILIS SUN STAR MOTOR ADIRA MOBIL (PT. ADIRA DINAMIKA MOBILlNDO) AUTO 2000 SAHARJO AUT0 2000 TEBET SUPOMO TIRTA AGUNG BAN, CV HONDA MUGEN (PT. MITRAUSAHA GENTANIAGA) LESTARI MOTOR HANGTUAH JAYA SS, PT INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) ISTANA KEBAYORAN RAYA MOTOR I, PT ISTANA KEBAYORAN RAYA MOTOR II, PT KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR, PT(BINTARO) KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR, PT (TEBET) ANUGRAH MOBIL UTAMA, PT Jl. Panglima Polim Raya No. 62 Jl. Raya Warung Buncit No. 109 Jl. Sultan Iskandar Muda No. 81 Jl. Radio Dalam Raya F-I Jl. Buncit Raya No.9 Jl. Sultan Iskandar Muda No. 1A Jl. Sultan Iskandar Muda No. 1B Jl. Kebayoran Lama No. 57 Jl. Kartika Utama Kav. VTA, Pdk lndah Jl. TB. Simatupang No. 19 Jl. Dr. Sahardjo No. 321, Tebet Jl. Radio Dalam 3A-38 Jl. RS. Fatmawati No, 58-60 Jl. Raya Pasar Minggu No.8 Jl. Dr. Sahardjo No. 246A Jl. Supomo No. 36 Jl. Raya Pasar Minggu No. 16 Jl. Raya Pasar Minggu No. 10 Jl. RC. Veteran No. 9/Bintaro Jl. RS. Fatmawati No. 33 Jl. Kartika Utama Kav. 1, Pondok Indah Jl. RS. Fatmawati No. 21, Keb. Baru Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. 8 Jl. RC. Veteran No. 32, Bintaro Jl. Dr. Sahardjo No.169-171 Jl. Warung Jati Barat No. 203

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 177

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78

ASTRA INTERNATIONAL Tbk, PT (ISUZU FATMAWATl) ASTRA INTERNATIONAL, PT (AUTO 2000) ASTRlDO JAYA MOBILlNDO, PT AUTO 2000 CILEDUG VSP AUTO DAYA KEISINDO, PT (HONDA TENDEAN) CAHYA PRIMA PERSADA, PT CAKRAWALA AUTOMOTIF RABHASA, PT PT. HYUNDAI INTERAUTO HERIROMADIALI, PT (PERFORMANCE) HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT (TB SIMATUPANG) HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT (TEBET) PANCA JULANG MOTOR. PT (PASAR MINGGU) PERKASA MOTOR PUSAKA MOTOR RAMAl PESONA MOTOR, PT (R'SONA MOTOR) BENGKEL MOTOR (AVANTECH PRESTIGE MOTOR) BUMI PERKASA EAGLE TOBS OSCAR MOTOR PD. PILIHAN SARI PD. RAJAWALI (RADIO DALAM) PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000) PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (BMW CILANDAK) PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (PEUGEOT) PT. BIG BIRD PT. CITRA ASRl BUANA PT. EUROKARS CHRISDECO UTAMA (PORSCHE) PT. GOLDEN BIRD METRO PT. HIDUP BARU RAYA [STAR SERVICE) PT. KIA MOBIL INDONESIA (KIA TEBET] PT. PANCARAN ANEKA MOTOR PT. PERMATA HIJAU AUTOMEGAH (HONDA) PT. RADITA AUTO PRIMA PT. SAHINDO [BTC TIRE CENTER) PT. SARTIKA SUKSES BERSAMA PT. SIGMA PRIMA MOBILINDO PT. SIMPRUG MOBIL PT. SRIKANDI DIAMOND MOTORS PT. SUMBER BARU ANEKA MOBIL PT. TUNAS MOBILINDO PARAMA (TEBET) PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS DAlHATSU) PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS PEUGEOT) PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA BINTARO) PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA MAMPANG) PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA PS.MNGGU) PT. ZONA PUTRA MANDIRI (ZONA AUTO CLINIC) RAJAWALI (LEBAK BULUS) BPPA DAlHATSU (CIPUTAT) BPPA ARTERI PONDOK INDAH KIA AUTO RAYA PT. METROPOLITAN AUTO INDO (MAl) PT. INTI KARYA MANDIRI

Jl. RS. Fatmawati No, 159, Cilandak Jl. Radio Dalam 124 A-B Jl. RS. Fatmawati No.1 Jl. Ciledug Raya No. 16 Jl. Kapten Tendean No.8 Jl. Mampang Prapatan No. 20 Jl. Denpasar Raya Blok D2 Kav.12, Jl. Radio Dalam Raya No. 24 Jl. H. Nawi Raya No. 29 Jl. TB, Simatupang No. 60 Jl. Dr. Supomo No. 30, Tebet Jl. Pasar Minggu Km. 18 No. 72A Jl. RC. Veteran Bintaro Jl. Raya Pasar Minggu No. 35 Jl. Kapten Tendean No.10 Jl. Radio Dalam Raya No.5-7 Jl. Cipete Raya No. 36 RT009/006, Jl. Ciputat Raya No. 100A Jl. Bek. Murad 73A (Dr. Satrio) Jl. Dr. Saharjo No. 28, Menteng Dalam Jl. Radio Dalam Raya No. 34 Jl. TB. Simotupang Jl. RA. Kartini Kav. 203, Cilandak Jl. RA. Kartini Kav. 203, Cilandak Jl. Ciputat Raya No. 123 Jl. Raya Kebayoran Lama No.2 Jl. Sultan Iskandar Muda No. 51 Jl. Mampang Prapatan Raya No. 60 Jl. Hidup Baru Raya No. 68A Jl. Dr. Sahardjo No. 315, Tebet Jl. Ciputat Raya No. 28/30-A, Ciputat Jl. Raya Kebayoran Lama No. 40 Jl. Raya Pasar Minggu No.7, Pancoran Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 Jl. RC. Veteran Raya No. 42E, Bintaro Jl. Gatot Subroto No. 150 Jl. Arteri Pondok Indah Kav. 1 Jl. Mampang Prapatan Raya No. 21-23 Jl. RS. Fatmawati No. 123, Cilandak Jl. Prof. Dr. Soepomo SH, No. 174, Jl. Prof. Dr. Soepomo No. 31 Jl. Dr. Saharjo No. 319 Jl. RC. Vetaran 24, Bintaro Jl. Mampang Prapatan XI 83·85 Jl. Raya Paser Minggu No.7 Jl. Kapten Tendean No. 20C Jl. Karang Tngh Raya No.9, Cinere Jl. Ciputat Raya No. 22, Pondok Pinang Jl. Sultan Iskandar Muda No. 15 Jl. Ciputat Raya No. 77, Ke. Lama Jl. Warung Buncit Raya No. 31, Psr. Minggu Jl. Sultan Iskandar Muda No. 97

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 178

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

JAKARTA TIMUR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 BEN AGUNG MOTOR BERINGIN MOTOR SERVICE STATION BUANA INDOMOBIL TRADA, PT AUTO 2000 KRAMAT JATI AUTONUSA BININDO CITRA BATAVIA BINTANG BERLIAN, PT BERLIAN PRIMA MOBILINDO, PT BUANA INDOMOBlL TRADA, PT LBUM MATRAMAN RAPERIND MOTOR 1 RAPERIND MOTOR 4 SRIKANDI SUNTER SUMBER BARU SENTRAL MOBIL, PT AFJ MOTORSPORT HIERO (PT HARMEIR INTI ELOK REPARASI OTO) INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) SANDJUNGAN TRADING COY TRI JAYA BAN ARIGA MIRA ASTRA ISUZU, PT (PRAMUKA) AUT0 2000 PRAMUKA BLUE BIRD, PT HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT JAFA PENDAWA SELARAS, PT (AUTO MAINTENANCE) WANGSA INDRA PERMANA, PT AUTO PIT DIPO SERVICE HIBAINDO ARMADA MOTOR MELISSA MULTI MAJU MOTOR PINAGAR MOTOR PT. ARMADA PERKASA MOBILINDO PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000) PT. FORTUNA MUDA LAGA (FORMULABAN) PT. MEGATAMA MANDIRI (HONDA MEGATAMA) PT. MITRAGUNA SEJARI LESTARI (MULTIVARIASl) PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS DAIHATSU) PT. TUNAS RIDEAN Tbk. (TUNAS TOYOTA CAWANG) PT. TUNAS RIDEAN Tbk. (TUNAS TOYOTA) SUZUKl HASTAUTO TRISAPTA MOTOR SERVICE YANTO MOTOR PT. KARYA INDAH PT. ADHIPRIMA UTAMA MOBILINDO CV. PURNAMA MOTOR PT. ALTA JAYA NAULI (ALTA MOTOR) PT. LIANARlA MAKMUR Jl. Dewi Sartika No. 298 A, Cawang II Jl. Pramuka 137 Jl. Raya Bekasi Km. 19 Pulogadung Jl. Raya Bogor Km. 21 Kramat Jati Jl. Pahlawan Revolusi No. 09, Klender Jl. Raya Bekasi Km. 19 No. 20 Jl. Tarum Barat Raya No. 50 Jl. Dewi Sartika No. 173, Cawang Jl. Matraman Raya No. 71-73 Jl. Raya Kalimalang, Billy&Mood Q/2D Jl. Raden Inten II No.9, Buaran Jl. Raya Bekasi Km. 25, Ujung Menteng Jl. Kalimalang Blok M1 No.3Aa Jl. Basuki Rahmat No. 148, Duren Sawit Jl. Pahlawan Revolusi No 6, Pdk Bambu Jl. Halim P.Kusuma Kav 1, Kebon Pala Jl. Raden Inten II Kav. 8 No. 18 Jl. Dewi Sartika No. 295 Jl. Otto Iskandardinata No. 83 Jl. Otista Raya No. 60A Jl. Raya Pramuka Jl. Pramuka Raya No. 146 Jl. Pondok Gede No. 17 A, Kramatjati Jl. Kalimalang, Billy&Moon Blok M1/1A Jl. Raya Bekasi Timur Kav. 50, Klender Jl. MT Haryono Kav. 11 Jl. Kalimalang Blok E-3A Billy Moon Jl. Jend. A. Yani Kav. 87 Jl. Raya Bekasi Timur Km. 17, Klender Jl. Pemuda Kav. 15, Rawamangun Jl. Raya Pondok Kelapa No. 47 Jl. H. Miran No.57 RT01/11, Malaka Jl. Jatinegara Barat No. 134 Jl. Raya Tarum Barat No. 45 Jl. Pramuka No. 66 Jl. Kalimalang No.18, Duren Sawit Jl. Jatinegara Barat Raya No. 137 Jl. Matraman Raya No. 103-105 Jl. Dewi Sartika No. 145, Cawang Jl. Jatinegara Timur No. 51, Jatinegara Jl. Radar Auri No.3, Cibubur Jl. A. Yani No. 99 Jl. Kejaksaan No.1, Pondok Bambu Jl. A.Yani No.116, By Pass Jl. Otista III No.1 A, Bidara Cina Jl. Jend. A. Yani No. 159 Jl. Jend. Soekamto No. 73, Malaka Jaya Jl. Bapal Sepeda No. 30, Pulogadung

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 179

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

JAKARTA PUSAT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 AUTO 2000 AUTO SERVICE METROTIGA BERLIAN MOTORS, PT ATRIUM SERVICE POINT FONTANA INDAH MOTOR NAWlLlS NAWILIS PRABU MOTOR AUTO 2000 SALEMBA DHARMA DISTRINDO SARANA SEJATI, PT KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR, PT AUT0 2000 GARUDA MASS SARANA MOTORAMA, PT (NV MASS) PEGASUS RUANG KENCANA KNALPOT, PT (GARUDA) TOYOTA ASTRA MOTOR, PT GRAMEDIA PT. CSM CORPOTOTAMA PT. INTI KARYA MEGAH PT. JAVA MOTORS PT. SUN MOTOR BUANA TRADA (SUZUKI) PT. WONO JAYA MAKMUR (GARUDA JAYA MOTOR) TRAC JAKARTA (PT. SERASI AUTO RAYA) PT. ASTRA INTERNATIONAL, TBK.DSO HONDA CAKRA PENGUKIR JAKARTA BARAT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 DELTA AUTO ADITYA SRIJAYA MOBIL,PT AKASTRA TOYOTA AUTO 2000 (TOYOTA) BUMEN REDJA ABADI INDOMOBIL PRIMA TRADA LBUM JEMBATAN LIMA LBUM KEBON JERUK RAHARDJA EKALANCAR, PT CALTEX XPRESS LUBE (PT.BIFERGINDO SARI MURNl) CITRA NUSA WAHANA, PT FAMILY SERVISINDO BUANAMOBIL SENTRAL TRADA, PT RESTU MAHKOTA KARYA, PT ADHIPRIMA UTAMA MOBILINDO SERVICE, PT ARWANA, CV ASTRA ISUZU,PT (DAAN MOGOT) ASTRIDO DAIHATSU DAAN MOGOT ASTRIDO TOYOTA KEBON JERUK AUTO 2000 JAYAKARTA BINTANG BIJAKSANA, PT EUROKARS CHRISDECO UTAMA, PT GBT LARAS IMBANG HARTONO RAYA MOTOR, PT Jl. Mangga Besar VlII No. 12AC Jl. Meruya Ilir Raya No.19 Jl. Raya Keb. Lama No. 26 Pool VII Jl. Daan Mogot Kav. 146-147 Jl. Prof. Dr. Latumenten No. 5 Jl. Daan Mogot No. 116 Jl. KH, Moh. Mansyur No. 48-52 Jl. Panjang No. 8, Kebon Jeruk Jl. Sukarjo Wiryopranoto No, 49-51 Jl. Arjuna Utara No. 87, Kebon Jeruk Jl. Arjuna Kav, 89 Jl. Arteri Kedoyo No. 16 Jl. Arjuna 131 (Arteri Utara) Jl. Panjang No.12, Kebon Jeruk Jl. Perjuangan Raya No. 22 Jl. Gedong Panjang No. 37 Jl. Daan Mogot Km.13,9 Jl. Daan Mogot No. 234 Jl. Perjuangan No. 33A. Jl. Pangeran Jayakarta No. 9-11 Jl. Raya Kebayoran Lama Pal VII No. 2 Jl. Panjang No.6, Kebon Jeruk Jl. Meruya Ilir 43, Srengseng Jl. Daan Mogot Km. 1 No. 299 Jl. Letjend. Suprapto No. 63 Jl. Letjend. Suprapto Kav. 17 Jl. Jend. Ahmad Yani No. 80 Jl. Senen Raya No. 135 Jl. Gunung Sahari XI No. 21 Jl. Tanah Abang I/12A Jl. Tanah Abang I No. 17 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 50-52 Jl. Salemba Raya No. 67 Jl. Tanah Abang II No.113 Jl. Bungur Besar Raya No. 70 Jl. Garuda No.84 Jl. Jend. Sudirman No.8 Jl. Bungur Besar No. 75 Jl. Garuda No. 74, Kemayoron Jl. Jend. Sudirman No.5 Jl. Palmerah Selatan 22-28 Jl. Hoyom Wuruk No. 6 Jl. Pangeran Jayakarta No. 133 Jl. Kramat Raya 17 Jl. Letjend Suprapto M78 Jl. Garuda No. 28, Kemayoran Jl. Jend. Sudirman Kav. 5 Jl. Pangeran Jayakarta No. 28 Jl. Salemba Raya No. 23

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 180

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010

25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45

PUSAKA NURI UTAMA, PT RAHARDJA EKALANCAR, PT SETIAKAWAN PAHALA MOTOR, PT SUN HYUNDAI MOTOR, PT SHUNG SERVICE CV. PUTRA WIJAYA MOTOR PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000) PT. ISTANA KEBUN JERUK (HONDA KEBUN JERUK) PT. ISTANA KEMAKMURAN MOTOR PT. KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR PT. MITRA MATRA MOBILINDO (ASTRIDO TOYOTA) PT. REZA JAYA MOTOR PT. TUNAS MOBILINDO PARAMA (TOMANG) PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA) PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA) PT. PROTON MOTOR INDONESIA PT. MITRA USAHA GENTANIAGA (HNDA MUGEN PURI) PT. PLAZA AUTO PRIMA CABANG KYAI TAPA CV. KIUN MOTOR PT. TUNAS ARFANAL MOTOR WILKY G MOTOR JAKARTA UTARA

Jl. Raya Bojong Indah No. 64 Jl. Daan Mogot Km. 1, No. 24 Jl. Pluit Raya Selatan No.6 Jl. Panjang No.1, Kebon Jeruk Jl. Duri TSS No. 54, Jembatan Lima Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 35 Jl. Lingkar Luar Barat Jl. Panjang 200, Kebon Jeruk Jl. Daan Mogot No.6 Jl. Meruya Ilir No. 43 Jl. Bandengan Utara No. 41A. Jl. Pahlawan No. 81 Jl. Tomang Raya No. 19 Jl. Raya Kebayoran Lama No. 38 Jl. Latumenten No. 50 Jl. Letjen S. Parman Kav. N-3 Slipi Jl. Lingk Luar Barat, Puri Kembangan Jl. Kyai Tapa No. 263 Grogol Jl. Srengseng Raya No. 22 Jl. Raya Meruya Ilir No. 55 Jl. Komp. Taman Surya III Blok K.5 No.5

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

DWI ARGA MOTOR NELINDO SURYA ABADI NATIONAL MOTORS Co, PT ADHIJAYATAMA MOBILINDO (ASTRIDO TOYOTA), PT AUDI CENTER SRIKANDI SUNTER BUANA INDOMOBIL TRADA,PT INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) JUDA TERUNA, PT ASTRA INTERNATIONAL TBK, PT (BPPA DAIHATSU) ASTRA ISUZU, PT (SUNTER) AUT0 2000 YOS SUDARSO BUANA INDOMOBIL TRADA, PT CIPTA PRIMA AUTORAYA, PT DIPO MOTOR, PT GADING PRIMA AUTOLAND, PT (HONDA AUTOLAND) HONDA SUNTER HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT (PLUIT) KIAN MANDIRI MOTOR PANCA JULANG JAYA PT (KELAPA GADING) WOLFSBURG AUTO INDONESIA, PT BPPA PLUIT IVAN MOTOR PT. ARMADA AUTOGRAHA PT. ASTRA INTERNASIONAL Tbk - NISSAN DIESEL PT. ASTRA INTERNATIONAL - BMW PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000 PLUIT) PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (PEUGEOT SUNTER)

Jl. Plumpang Semper No. 16 Jl. Danau Agung 2 No. 29-30 Jl. Danau Sunter Sel Blok O/3 no.55-56 Jl. Yos Sudarso No. 19 Jl. Pantai lndah Selatan I ST. A Jl. Danau Sunter Utara Blok B No. 14 Jl. Danau Sunter Sel Blok O/300.49-50 Jl. Danau Sunter Barat Blok III/No. 40 Jl. Boulevared Barat Blok XC-8 No. 1-2 Jl. Pantai Indah Kpk Selatan I ST/A Jl. Bandengan Selatan No. 82 Jl. Yos Sudarso Kav. 24 - Sunter II Jl. Yos Sudarso No. 30, Sunter Jl. Laks, Yos Sudarso Kav. A 1-8 Jl. Pantai lndah Selatan I ST/A Jl. Boulevard Barat Blok LC 7 No. 43-45 Jl. Pluit Selatan No. 1C Jl. Raya Boulevard Barat Blok XB 1-2 Jl. Danau Sunter Barat Blok A1 No. 7 Jl. Raya Pluit Selatan Blok 1 No.8 Jl. Hibrida Raya Ra3 No. 28 Pintu III Jl. Pegangsaan 2 No.16, Kel. Gading Jl. Raya Pluit Selatan No. 8A Jl. Raya Pluit Selatan No.4 Jl. Danau Sunter Utara Blok C II No. 1-2 Jl. Pegangsaan 2 Km. 3,5, Kel. Gading Jl. Danau Sunter Selatan Blok O/5 Jl. Gaya Motor Selatan No. 1 Sunter ll Jl. Raya Pluit Selatan No.6 Jl. Yos Sudarso Kav. 24, Sunter ll

Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya

Halaman II - 181

Sunter Indah Raya Kav. Penjaringan Jl. CENDRAWASIH PERTIWIJAYA PT.4 No. Kawasan Dilarang Merokok (KDM) Pelaksanaan penegakan hukum Kawasan Dilarang Merokok mulai digelar sejak tahun 2009 ini sebagai implementasi Perda 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Pergub 75/2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok (KDM). Pelaksanaan Kegiatan penegakan hukum KDM untuk Tahun 2010 Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok yang dimulai pada bulan April 2010 dengan sasaran para perokok dan pimpinan/ penanggung jawab kegiatan/usaha yang melanggar 7 KDM akan dikenakan sanksi pidana. Pluit Selatan Raya Blok J/2. PLUIT AUTO PLAZA (HONDA PLUIT) : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Jl. Agung Barat l Blok A3 No. penghentian sementara dan pencabutan izin).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 PT. 234 Jl. Sunter Garden Blok DB No. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 4. PERROS MOBILINDO PT. Sunter II Jl. Bandengan Utara No. Kampung Bandan No.16. Gaya Motor Selatan No. Pegangsaan Dua Km. 20 Sumber Keterangan Melalui kegiatan tersebut diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat semakin meningkat untuk merawat kendaraan bermotornya dan mentaati Ambang Batas Uji Emisi sebagaimana diamanatkan Perda 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Pluit Raya Selatan No. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS DAlHATSU) PT. 1 No. Danau Sunter Barat Blok A3/8 Jl. Sunter Jl.5. 3). serta Pergub 31/2008 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Walang Baru No. sedangkan bagi pimpinan/penanggungjawab kegiatan/usaha di 7 KDM yang tidak memenuhi syarat penandaan/ petunjuk penetapan area KDM dan membiarkan orang merokok tidak pada tempatnya yang telah disediakan akan dikenakan sanksi administrasi berupa (peringatan.1 Sunter Jl. Plumpang Jl. Khusus untuk pelanggar perokok akan diproses dengan sidang di tempat. 40-40A Jl.182 . TRIMANITA DWIPERSADA PATRICE LUMUMBA SEJAHTERA PT. 24 Jl.7. 3-6. KIA MOBIL INDONESIA (KIA SUNTER GARDEN) PT. sedangkan khusus untuk pimpinan/penanggung jawab kegiatan/usaha dari tempat umum dan tempat kerja yang tidak menyediakan Tempat Khusus Merokok akan dikenakan sanksi pidana. Ancol Jl. WIRA ADRAWINA MEGAH BENGKEL MOBIL I BABE PT. DINARTI PUTRO TOYOTA ASTRA MOTOR (SUNTER) PT. setelah selama tahun 2008 dilaksanakan uji petik KDM terhadap 7 kawasan di 5 Wilayah Kotamadya. Pergub 92/2007 tentang Uji Emisi Kendaraan Bermotor (Kewajiban Uji Emisi Kendaraan Bermotor setiap 6 bulan sekali).

Penerapan Kawasan Parkir Berstiker Lulus Uji Emisi Menjelang adanya rencana penegakan hukum uji emisi yang akan diberlakukan di Wilayah DKI Jakarta. Salah satu proses sosialisasi terpenting yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah ditutupnya secara resmi TKM di Balaikota oleh Gubernur KDKI Jakarta. rumah sakit dan sekolah. koordinasi. Bapak Fauzi Bowo pada tanggal 13 Oktober 2010 yang juga diikuti secara serentak oleh gedung-gedung pemerintah DKI lainnya. media dan masyarakat.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sejak Diundangkan Pergub Nomor 88 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 75 Tahun 2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok pada tanggal 6 Mei 2010. Pemprov DKI Jakarta kini giat melaksanakan Uji Emisi guna memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor. yang saat ini masih terus di proses guna dibahas di tingkat Musyawarah Pimpinan Daerah. arena kegiatan anak-anak. tempat ibadah dan angkutan umum) menandatangani komitmen pelaksanaan Peraturan Gubernur Nomor 88 tahun 2010. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa 92 gedung masuk kategori “Buruk” dalam pelaksanaan KDM nya. pengelola gedung. 4). selain itu pemerintah DKI Jakarta juga melaksanakan pengawasan KDM yang melibatkan masyarakat melalui call center. organisasi masyarakat. tempat kerja. sms center atau website. Pada acara tersebut sejumlah perwakilan SKPD pembina teknis dari 7 KDM (tempat umum. Selain sosialisasi Pergub Nomor 88 Tahun 2010 secara internal di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga dilakukan sosialisasi eksternal kepada berbagai asosiasi.183 . terhitung sejak dicanangkannya gedung-gedung di Jakarta Bebas Asap Rokok oleh Bapak Gubernur pada tanggal 13 Oktober 2010. termasuk kepada 238 Bengkel Pelaksana Uji Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . selama tenggang waktu tersebut sebagai bentuk komitmen dan keseriusan Pemerintah DKI Jakarta. serangkaian aktivitas. Pesan utama yang disosialisasikan adalah tidak diperkenankannya lagi adanya Tempat Khusus Merokok (TKM) di dalam gedung dan aktivitas merokok hanya boleh dilakukan di luar gedung. sosialisasi. institusi pendidikan. mal. pemantauan dan penindaklanjutan terhadap laporan pengaduan masyarakat telah dilakukan oleh BPLHD Provinsi DKI Jakarta bersama SKPD teknis lainnya untuk mewujudkan Ibukota Jakarta yang bebas asap rokok. pemerintah DKI Jakarta telah melaksanakan pengawasan terhadap 422 gedung di Jakarta yang terdiri dari gedung perkantoran swasta dan pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian memberikan tenggang waktu selama 6 (enam) bulan bagi para pengelola gedung untuk melakukan persiapan penerapan kebijakan tersebut. tempat proses belajar mengajar. Untuk mendukung implementasi Kebijaksanaan KDM di Jakarta. LSM. tempat pelayanan kesehatan.

dan UPT Parkir Dishub IRTI Monas. guna lebih meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya uji emisi. serta Astra Honda Motor. untuk kemudian di test kembali. dengan terus berupaya untuk menjadi lebih baik lagi. Walikota Jakarta Pusat. dan penerapan kawasan parkir wajib berstiker di 25 Kawasan. maka beberapa bengkel servis/perawatan juga diikutsertakan guna melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang tidak lulus uji emisi. Biro KDH & KLN. kegiatan uji emisi ini perlu didukung seluruh elemen masyarakat guna mempertahankan kualitas udara Jakarta yang semakin baik. serta Agen Pemegang Merk (APM) Mobil dan Motor (Nissan. melalui upaya Pencegahan. Peugeot dan BMW). Pada Hari ini Senin. termasuk di kawasan Monas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang di dukung oleh BPLHD. dan Suzuki.184 . sebenarnya merupakan kebutuhan dari kendaraan yang seharusnya dirawat secara berkala. Selain itu pada kesempatan ini. sebagai upaya untuk mengimplementasikan Perda 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. undangan. Chevrolet. yang ditujukan tidak saja bagi Karyawan/wati Pemprov DKI Jakarta. yang salah satunya mengatur kewajiban bagi pengguna kendaraan bermotor untuk melakukan uji emisi setiap 6 bulan sekali.. sehingga dapat memenuhi ambang batas emisi gas buang yang sudah ditetapkan. Trend ini dapat dilihat dari hasil pemantauan kualitas udara yang di dapat dari tahun ke tahun. dan kendaraan pribadi. dan uji emisi di kawasan-kawasan komersial. Colombo Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . kawasan industri. Yamaha dan Coca Cola). Dishub. tetapi juga bagi Karyawan/wati dari Instansi atau Departemen lainnya. menggelar Uji Emisi Gratis di Balaikota Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan uji emisi.00-15.00 Wib.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Emisi (BPUE) Tersertifikasi dan 568 Teknisi Uji Emisinya. Uji Emisi Teguran Simpatik di Jalan Raya di 5 (lima) wilayah kota. Biro Umum. Isuzu. Satpol PP. Manila (Philipina). irit bahan bakar dan ramah lingkungan. sehingga awet. 30 Nopember 2009 mulai pukul 07. Beberapa langkah yang telah dilakukan dalam rangka mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat adalah pelaksanaan uji petik di 5 (lima) Kantor Walikota. tahan lama. seperti mal. hal ini terlihat dari evaluasi Penilaian Kualitas Udara Bersih (Clean Air Scorecard) yang dikeluarkan oleh Clean Air Initiative (CAI) Asia yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi kualitas udara suatu kota. Dari hasil penilaian yang telah dilakukan terhadap 7 negara Jakarta (Indonesia). tamu dan masyarakat umum. Penanggulangan (Diversifikasi Bahan Bakar dan Uji Emisi) dan Pemulihan Kualitas Udara (melalui pelaksanaan HBKB) di DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga Menetapkan sebagian Halaman Parkir IRTI Monas dan Balaikota menjadi Kawasan Parkir Kendaraan Wajib Berstiker Tanda Lulus Uji Emisi. Untuk itu. Daihatsu. Astra World (Toyota. termasuk kendaraan bermotor roda 2. dimana terjadi konsentrasi tingkat pencemaran udara yang terus menurun. Bangkok (Thailand). Oleh karena itu. baik bagi kendaraan umum.

Penerapan Kawasan Parkir Berstiker adalah suatu program yang dilaksanakan di dalam suatu kawasan untuk menetapkan sebagian tempat parkirnya menjadi Kawasan Parkir Kendaraan Bermotor Wajib Berstiker Tanda Lulus Uji Emisi. Walikota Jakarta Timur. Walikota Jakarta Pusat. Universitas Kristen Indonesia. diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat semakin meningkat untuk merawat kendaraan bermotornya dan mentaati Ambang Batas Uji Emisi sebagaimana diamanatkan Perda 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. juga dapat mengedukasi masyarakat. Jakarta Barat (RS. BPLHD Gedung Nyi Ageng Serang. Dharmais. 5) Pemberlakuan Pajak Progresif Pemerintah DKI Jakarta akan segera memberlakukan pajak progresif kendaraan bermotor. Jakarta Timur (PT. Walikota Jakarta Utara.Citra Marga Nusa Pala. IRTI Monas). agar menguji dan merawat kendaraan bermotornya secara berkala. Mal Ciprutra. PT. pajak yang besarannya bervariasi dari 1. Inti Garda Perdana). Tri Dharma Wasesa. serta Pergub 31/2008 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Kantor RS. Jinan dan Hangzhou (China). Melalui kegiatan-kegiatan tersebut. Balaikota DKI Jakarta. Jakarta Utara (Mal Kelapa Gading. Sedangkan Uji Emisi Teguran Simpatik adalah program kegiatan uji emisi kendaraan bermotor yang dipersiapkan secara khusus untuk mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa penegakan hukum uji emisi kendaraan bermotor.185 . tidak lama lagi akan diberlakukan di DKI Jakarta. Dharmais. mulai tahun 2009 pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberlakukan Zona Parkir Lulus Uji Emisi di 25 lokasi wilayah Ibukota Jakarta diantaranya adalah : Jakarta Pusat (Hotel Sahid. PT. Pondok Indah Mal 1 dan Mal 2). Pergub 92/2007 tentang Uji Emisi Kendaraan Bermotor (Kewajiban Uji Emisi Kendaraan Bermotor setiap 6 bulan sekali). Mal Senayan City. Universitas Trisakti). selain untuk memberikan pengharagaan kepada pemilik/pengguna kendaraan yang perduli lingkungan.JIEP). Dankos. Martina Berto. Walikota Jakarta Barat. Upaya ini.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 (Sri Langka). PT. Kathmandu (Nepal) dan Hanoi (Vietnam) kota Jakarta memperoleh hasil penilaian termasuk dalam kategori “Good” (Baik) hal ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian kualitas udara di DKI Jakarta telah berjalan dalam rel yang benar. PT. Jakarta Selatan (BPLHD Provinsi DKI Jakarta Jalan Casablanca.5 persen hingga 4 persen berlaku pagi kendaraan milik Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Walikota Jakarta Selatan.

Dengan memperhatikan kondisi-kondisi di atas. 52 tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. E. maka sangat membutuhkan perencanaan dan program-program dalam mendukung pengembangan wilayah pesisir utara Jakarta yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. sedang sampai berat. 8 tahun 1995 pasal 9 tentang Kebijakan Pokok Tata Ruang Pantura. Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh yang diakibatkan pelaksanaan kegiatan yang berada di hulu dan wilayah-wilayah/kota-kota yang berada di sekitar DKI Jakarta. sosial budaya. Salah satu upaya untuk menjalankan kebijakan tersebut perlu dilakukan pengembangan suatu pendekatan perencanaan pengelolaan lingkungan yang terpadu yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi. baik di tingkat pemerintah. Laut. rencana dan program pada kawasan tersebut agar dapat digunakan sebagai acuan bagi pengembang di dalam pelaksanaan pembangunan di kawasan tersebut. kematian ikan yang sering terjadi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 perorangan atau badan hukum dan kebijaksanaan ini berlaku efektif pada 1 Januari 2011. Untuk itu perlu adanya suatu kebijakan. Dengan Luas dan panjang pesisir utara Jakarta (± 32 km) menjadi suatu permasalahan bagi lingkungan antara lain : penggunaan lahan yang kurang bijaksana sehingga berkurangnya hutan mangrove. Secara umum wilayah Pantura Jakarta dapat dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah pengembangan yaitu Wilayah Pengembangan Barat untuk pemukiman dan campuran. Pesisir dan Pantai Dengan meningkatnya pembangunan di Provinsi DKI Jakarta di wilayah Jakarta Utara. masyarakat dan dunia usaha. Saat ini di kawasan Pantura dikelola oleh beberapa developer/pengembang. kondisi perairan laut yang telah mengalami pencemaran dari ringan. maka perlu dilakukan upaya pengendalian dan pemulihan lingkungan Pantura Jakarta yang dituangkan melalui Program Reklamasi dan Revitalisasi Pantura Jakarta dengan berpedoman kepada kebijakan Keppres No. Tetapi program ini belum dapat berjalan secara maksimal karena masih adanya perbedaan pendapat dan dukungn.186 . khususnya daerah pesisir utara Jakarta. Wilayah Pengembangan Tengah untuk kepariwisataan dan Wilayah Pengembangan Timur untuk industri dan pergudangan. kepadatan penduduk yang tinggi. Ruang Kawasan Pantura Jakarta dan ditindaklanjuti di dalam Perda No. selain hal tersebut pemerintah DKI Jakarta juga membentuk Satuan Tugas Anti Kemacetan yang bekerjasama dengan Polda Metro Jaya. kondisi biota laut yang cukup memprihatinkan. Dimana tujuan dari adalah salah satu instrumen guna mengendalikan jumlah kendaraan bermotor dan mengatasi kemacetan di wilayah DKI Jakarta. disamping semakin gencarnya reklamasi yang dilakukan oleh masyarakat pesisir sehingga garis pantainya juga semakin tidak terlihat. kelestarian sumberdaya dan lingkungan hidup. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .

terutama di perairan dangkal. Dari kaitan tersebut. Proses pendangkalan terjadi cukup dominan di daerah-daerah muara sungai karena air sungai yang masuk ke dalam teluk membawa sedimen dalam bentuk padatan tersuspensi dengan konsentrasi yang tinggi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Untuk mewujudkan hal-hal di atas. kedalaman 10 M terdapat pada jarak 4-5 Km dari garis pantai. maka demi terwujudnya keseimbangan antara pembangunan dan kondisi lingkungan yang sempurna. perlu dilakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait (Nasional. pada kedalaman 5 M berada pada jarak 1-2 Km dari garis pantai. Daerah teluk seperti perairan Teluk Jakarta. Kedalaman laut di Teluk Jakarta sangat landai. Kep. Tetapi ketika memasuki perairan Indonesia yang dangkal. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Daerah dan para Pakar) hal ini bertujuan untuk merumuskan konsep pelaksanaan reklamasi dan revitalisasi pesisir dan laut Jakarta. 1. Di kedua samudera yang mengapit perairan Indonesia. Kondisi Umum Hidro-Oseanografi di Wilayah Pantura Teluk Jakarta merupakan perairan semi tertutup yang masih mendapat pengaruh sifat laut dari Laut Jawa dan menerima limpasan air sungai yang bermuara ke dalam teluk. Berdasarkan hasil penelitian. tipe pasutnya adalah pasut campuran dengan dominasi pasut ganda (semi diurnal tide). Perairan Teluk Jakarta dan perairan di sekitar Pulau Pari. Karena pengaruh geografis dan batimetri. pasut yang merambat masuk ke perairan Indonesia mengalami perubahan yang berarti. Pasang surut (pasut) merupakan gerakan naik turunnya pasang laut secara periodik sebagai akibat gaya tarik benda-benda angkasa seperti matahari dan bulan. Seribu memiliki tipe pasut tunggal. pola umum pergerakan arus mengikuti pola umum arus di perairan Laut Jawa yang dibangkitkan terutama oleh perbedaan angin monsoon.187 . tipe pasutnya bisa berubah menjadi tipe campuran dengan dominasi pasut tunggal (diurnal tide) atau pasut ganda. dimana dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. Diperairan ini bermuara 13 sungai besar mulai dari muara sungai Cisadane di bagian barat sampai muara sungai Citarum di bagian timur. yaitu dalam satu hari terjadi satu kali pasang dan satu kali surut. pasang surut di wilayah Tanjung Priok memiliki tipe tunggal. maka perlu dilakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk dapat merumuskan konsep/langkah-langkah reklamasi dan revitalisasi yang berwawasan lingkungan. Pasut yang teramati di perairan Indonesia berasal dari Samudra Pasifik dan Samudera Hindia yang merambat masuk melalui perairan-perairan terbuka di sekeliling Indonesia.

Di lapisan permukaan laut kedalaman 0-10 m nilai salinitas berkisar antara 30. Variasi suhu laut dari pulau Penjaliran Timur di ujung utara Kepulauan Seribu sampai pulau Pari di bagian Selatan berkisar antara 28.5 . maka akan dapat mempengaruhi keseluruhan system yang ada. 2. kecuali stasiun pulau Penjaliran Timur di permukaan mencapai 29 C perlahan-lahan menurun menjadi 28.8 permil.75 – 31. khususnya terumbu karang yang dapat dimanfaatkan untuk wisata. Pola sedimentasi dan abrasi juga ditentukan dari pergerakan massa air baik dari daratan maupun laut.188 . aliran air limpasan (run-off).8 C pada kedalaman 10 m. disamping juga berperan dalam perpindahan biota perairan dan bahan pencemar dari satu lokasi ke lokasi lainnya. sebagai ekosistem pesisir utama yang tersebar hingga ke kawasan Kepulauan Seribu di Provinsi DKI Jakarta. mutlak dibutuhkan oleh manusia untuk hidup dan meningkatkan mutu kehidupan. Pada periode transisi arus relatif tidak berkembang.28. Oleh karena itu pengelolaan pesisir baik secara langsung maupun tidak langsung harus memperhatikan keterkaitan ekologis antar ekosistem pesisir dan ekosistem daratan. Secara umum semakin ke utara atau menjauhi perairan Teluk Jakarta. Keterkaitan berbagai ekosistem wilayah pesisir Teluk Jakarta antara ekosistem mangrove. aliran air tanah (ground water) dengan berbagai materi yang terkandung di dalamnya pada akhirnya bermuara di perairan pesisir. baik dalam kesatuan struktur fungsional maupun dalam keseimbangannya. Komponen hayati dan nir-hayati secara fungsional berhubungan satu sama lain dan saling berinteraksi membentuk suatu sistem. menjadikan wilayah pesisir Teluk Jakarta memiliki produktivitas hayati tinggi yang berperan penting sebagai penunjang sumberdaya ikan dan menjadi pusat keanekaragaman hayati. tengah dan selatan Kepulauan Seribu. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .8 C.8 – 33 permil. padang lamun dan terumbu karang.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Arus di perairan terbuka Laut Jawa dan sepanjang pantai Jawa Barat domain merupakan hasil dari pembangkitan angin. salinitas air laut semakin bertambah tinggi. Arti Penting Wilayah Pesisir Teluk Jakarta O O O Wilayah pesisir yang merupakan suatu himpunan integral dari komponen hayati dan nir-hayati. artinya pengaruh masuk air tawar yang mengalir ke teluk semakin berkurang. sedang pada lapisan kedalaman air laut lebih dalam > 20 m variasi salinitas berkisar 31. Sebaliknya arus bergerak ke timur pada bulan Januari dan Februari. Secara umum kondisi suhu lapisan permukaan laut diperairan Laut Jawa termasuk perairan Kepulauan Seribu dipengaruhi oleh musim. Kelangsungan fungsi wilayah pesisir sangat menentukan kelestarian dari sumberdaya hayati sebagai komponen utama dalam system di wilayah pesisir. Salah satu bentuk keterkaitan antara ekosistem daratan dan laut di wilayah pesisir dapat dilihat dari pergerakan air sungai. seperti pada musim timur (Juni-Agustus) suhu muka laut relatif lebih tinggi di bandingkan dengan musim barat (Desember-Februari). Apabila terjadi suatu perubahan pada salah satu dari kedua komponen tersebut. Secara keseluruhan tidak nampak adanya stratifikasi suhu baik yang berada di bagian utara. Arus bergerak ke barat mulai bulan Mei-Oktober.

yang sangat berpengaruh pada produktivitas hayati dan kualitas lingkungan perairan Teluk Jakarta. INTERAKSI ANTARA TIGA EKOSISTEM UTAMA DI PESISIR (DIMODIFIKASI DARI OGDEN DAN GLADFELTER.189 . Bahan Organik Terlarut 3. Selain itu interaksi ketiga ekosistem pesisir berperan penting sebagai pereduksi bahan pencemar. 3. seperti yang terlihat pada Gambar : II. GAMBAR : II. Ancaman-ancaman ini dapat berdiri sendiri atau saling berkaitan dalam setiap pemanfatan sumberdaya atau kegiatan pembangunan yang memberikan dampak terhadap ekosistem pesisir Teluk Jakarta. nutrient dan bahan pencemar yang berasal dari hulu. keterkaitan wilayah pesisir Teluk Jakarta dengan wilayah daratan melalui daerah aliran sungai (DAS) dengan 13 DAS yang bermuara di Teluk Jakarta. Kawasan tersebut berada dalam tekanan yang besar.6. menjadikan wilayah pesisir Teluk Jakarta sebagai perangkap sedimen. dimana bila terjadi gangguan pada salah satu ekosistem akan mempengaruhi ekosistem lain yang pada akhirnya akan mengganggu keseluruhan ekosistem di wilayah pesisir. Dampak Manusia Disamping itu. Bahan Organik Partikel 4. Finis 2. Migrasi Fauna 5. dimana ekosistemnya menghadapi ancaman kerusakan dan penurunan kualitas yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kelangsungan fungsional ekosistem pesisir Teluk Jakarta. padang lamun dan terumbu karang sebagai ekosistem utama di pesisir memiliki keterkaitan interaksi yang erat satu sama lain.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Ekosistem mangrove. Gambaran Ancaman terhadap Wilayah Pesisir Teluk Jakarta Akibat maraknya aktivitas pemanfaatan di wilayah pesisir Teluk Jakarta maupun di hulu dan laut lepas. Beberapa ancaman potensial terhadap ekosistem pesisir Teluk Jakarta adalah : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 1983) Keterangan : 1.6. penahan laju abrasi yang disebabkan oleh arus dan gelombang laut dan peredam badai dan tsunami. wilayah ini tengah mengalami situasi yang tak menguntungkan dan memprihatinkan.

pertambakan. maka terlihat jelas adanya degradasi sumberdaya alam pesisir. berupa peningkatan kekeruhan air dan pengendapan sedimen. Demikian pula pembukaan lahan pesisir untuk pertambakan dan industri berkontribusi penating dalam peningkatan pencemaran baik organik maupun anorganik di perairan Teluk Jakarta. diantaranya pemanfaatan ekosistem terumbu karang sebagai sumber pangan. Degradasi Sumberdaya Alam dan Keanekaragaman Hayati Sejalan dengan meningkatnya kegiatan pembangunan dan perkembangan permukiman serta perkotaan kearah pesisir.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 a.190 . industri dan pengembangan kota merupakan sumber beban sedimen dan pencemaran perairan pesisir. Adanya penebangan hutan dan pembukaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) telah menimbulkan sedimen serius di beberapa daerah muara dan perairan pesisir Teluk Jakarta. Ancaman lain terhadap habitat adalah degradasi terumbu karang di pesisir Teluk Jakarta yang disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia. akibat perkembangan pemukiman dan pusatpusat perdagangan yang pesat. pertambakan dan industri. b. Kebanyakan erosi pantai yang diakibatkan oleh aktivitas manusia adalah pembukaan hutan pesisir dan reklamasi pantai untuk kepentingan pemukiman. Kegiatan reklamasi pantai sebagaimana terjadi di pesisir Jakarta. Disamping itu sampah padat yang berasal dari rumah tangga dan kota merupakan sumber pencemar perairan pesisir yang sulit dikontrol. aktivitas manusia juga menjadi penyebab penting erosi pantai. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . sehingga sangat mengurangi fungsi perlindungan terhadap pantai. industri dan pembangunan infrastruktur. Kegiatan reklamasi pantai dapat mengakibatkan perubahan pada lingkungan pesisir. Degradasi Habitat Erosi pantai merupakan salah satu masalah serius degradasi garis pantai. c. arus dan gelombang. diperkirakan dapat merubah struktur ekologi pesisir bahkan dapat menurunkan keanekaragaman hayati perairan. Salah satu degradasi sumberdaya alam pesisir Teluk Jakarta yang cukup menonjol adalah degradasi hutan mangrove sebagai akibat pembukaan lahan/konversi hutan atau reklamasi pantai menjadi kawasan pemukiman. komoditas perdagangan (ikan hias) dan obyek wisata (keindahan dan keanekaragaman hayati). Selain dari prosesproses alami seperti angin. Sumber pencemar lain di pesisir Teluk Jakarta berasal dari kegiatan reklamasi pantai. dll) di pinggir pantai dan juga reklamasi pantai. industri. Ancaman lain terhadap keanekaragaman hayati di peraiaran pesisir Teluk Jakarta diduga antara lain berasal dari pembangunan infrastruktur (pelabuhan. Sedimentasi dan Pencemaran Kegiatan pembukaan lahan atas (hulu) dan pesisir untuk pertanian. permukiman.

Keharmonisan spasial mensyaratkan. pertanian. mengisyaratkan pentingnya pengelolaan ekosistem di wilayah tersebut secara terpadu dengan berbasis pada zonasi. yaitu zona preservasi. Untuk kegiatan pembangunan seperti pariwisata alam. Secara empiris terdapat keterkaitan ekologis (hubungan fungsional) baik antar ekosistem di dalam wilayah pesisir maupun antara wilayah pesisir dengan lahan atas/daratan (hulu) dan laut. atau dengan kata lain wilayah pesisir seyogyanya tidak seluruhnya diperuntukkan bagi zona pemanfaatan. Keberadaan zona preservasi dan konservasi dalam suatu wilayah pembangunan sangat penting dalam memelihara berbagai proses penunjang kehidupan. bahwa suatu wilayah pesisir hendaknya memiliki tiga zona.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI PESISIR TELUK JAKARTA (PANTURA) SECARA TERPADU BERBASIS ZONASI 3.191 . [4] sebagai penerima limbah (Ortolano. membersihkan limbah secara alamiah dan sumber kenakeragaman hayati (biodiversity). seperti siklus hidrologi dan unsur hara. sehingga membentuk suatu mozaik yang harmonis. yaitu : [1] sebagai penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan. Begitu pula jika pengelolaan kegiatan pembangunan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Contoh zona preservasi adalah daerah pemijahan ikan (spawning ground) dan jalur hijau pantai. Keunikan dan kompleksitas wilayah pesisir Teluk Jakarta dengan beragam ekosistem yang ada. budidaya ikan. pemanfaatan hutan mangrove dan perikanan secara berkelanjutan dapat berlangsung dalam zona konservasi. [3] sebagai penyedia sumberdaya alam. 1984). Setiap kegiatan pembangunan (industri. tetapi dialokasikan untuk zona preservasi dan konservasi. Dengan demikian perubahan yang terjadi pada suatu ekosistem pesisir cepat atau lambat akan mempengaruhi ekosistem lainnya. Setiap ekosistem alamiah termasuk di wilayah pesisir memiliki 4 fungsi pokok bagi kehidupan manusia. [2] sebagai penyedia jasa-jasa kenyamanan. Pentingnya Pengelolaan Pesisir Teluk Jakarta Berbasis Zonasi Pengelolaan ekosistem pesisir pada dasarnya adalah bagaimana mengelola segenap kegiatan pembangunan yang memanfaatkan ekosistem pesisir agar total dampaknya tidak melebihi kapasitas fungsionalnya. zona konservasi dan zona pemanfaatan. pemukiman. [2] kapasitas asimilasi. dengan alasan sebagai berikut : a. dll) yang berada di zona pemanfaatan hendaknya ditempatkan pada lokasi yang secara biofisik sesuai. Dalam zona ini tidak diperkenankan adanya pembangunan yang bersifat atraktif. [3] pemanfaatan berkelanjutan. Berdasarkan keempat fungsi tersebut di atas. maka secara ekologis terdapat 3 persyaratan yang menjamin tercapainya ekosistem yang optimal dan lestari. yaitu : [1] keharmonisan spasial.1. kecuali untuk pendidikan dan penelitian.

Kriteria produktivitas dapat diartikan bahwa pemanfaatan ruang yang direkomendasikan di dalam perencanaan harus memiliki efisiensi yang lebih tinggi bila dibandingakn dengan kondisi Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . pertanian. dampak kegiatan tersebut hendaknya ditekan seminimal mungkin. maka dampak negatifnya akan merusak tatanan dan fungsi ekologis wilayah pesisir.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 (industri. Dari hal-hal yang telah dikemukakan di atas maka mutlak diperlukan suatu pendekatan pengelolaan pesisir terpadu yang berbasis pada zonasi. sosial dan ekonomi. limpasan air permukaan (run off) atau aliran tanah (ground water). marikultur atau kawasan konservasi maka dampak negatif (pencemaran.2. dll) di lahan atas suatu DAS tidak dilakukan secara arif (berwawasan lingkungan). Jika melakukan kegiatan rekayasa pesisir (coastal engineering. b. Fenomena inilah yang kemungkinan besar merupakan faktor penyebab utama tingginya tingkat pencemaran dan juga sedimentasi di pesisir Teluk Jakarta. sehingga kegiatan yang berada di wilayah pesisir masih dapat menenggang segenap dampak negatif tersebut. Dengan perkataan lain. sedimen atau perubahan regim hidrologi.192 . c. biasanya terdapat lebih dari satu macam sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang dapat dikembangkan untuk kepentingan pembangunan. hendaknya menyesuaikan dengan karakteristik dan dinamika alamiah (design with nature principles). sedimentasi atau perubahan hidrologi) yang diakibatkan oleh kegiatan pemanfaatan di lahan atas/daratan hendaknya di minimalkan atau kalau mungkin ditiadakan. construction and development) maka perubahan proses-proses ekologis dan oseanografis serta bentang alam (landscape) yang ditimbulkan hendaknya masih dapat ditenggang oleh ekosistem pesisir tersebut. 3. permukiman. Kesesuaian Lingkungan sebagai Basis Zonasi Pengelolaan Pesisir Teluk Jakarta Kesesuaian unit lahan/perairan untuk zonasi pengelolaan pesisir pada dasarnya mensyaratkan agar setiap kegiatan pemanfaatan pesisir ditempatkan pada zona yang secara ekologis sesuai dengan kegiatan pemanfaatan. Baik secara ekologis maupun ekonomis. baik melalui aliran sungai. kegiatan pembangunan seperti reklamasi. Untuk wilayah pesisir yang menerima dampak yang negatif berupa bahan pencemar. dll. pemecah gelombang. budidaya tambak. pemanfaatan tunggal ekosistem di wilayah pesisir (single use) adalah sangat rentan terhadap perubahan internal maupun eksternal yang menjurus pada kegagalan usaha. Dalam beragam ekosistem di wilayah pesisir Teluk Jakarta. pembuatan jety. Dapat dikatakan pula bahwa penzonasian pemanfaatan sumberdaya di suatu wilayah pesisir harus di dasarkan pada analisis kesesuaian lingkungan yang mencakup aspek ekologis. Seperti misalnya suatu wilayah pesisir sudah diperuntukan untuk kegiatan pariwisata.

Disamping pilihan perubahan kondisi tersebut efisien.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 penggunaan saat ini. dimana pemerintah dituntut bekerjasama dengan semua stakeholders yang merasakan manfaat dan menanggung dampak kerusakan pembangunan. jika kegiatan tersebut dapat mencapai 3 (tiga) tujuan pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan hal itu kegiatan pembangunan pesisir dinyatakan berkelanjutan.193 . tetapi menganjurkannya dengan persyaratan bahwa laju kegiatan pembangunan tidak melampaui daya dukung (carrying capacity) lingkungan alam. yang oleh Frijdorf Capra (1986) didefinisikan sebagai himpunan konsep. Pemerintahan yang demokratis tidak hanya mencakup lembaga politik dan administratif dalam pemerintahan tetapi juga mencakup hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Dalam banyak hal. maka perhatian terhadap kerusakan lingkungan fisik perlu dipersyaratkan di dalam penilaian rekomendasi rencana penataan ruang. Dengan demikian pemanfaatan sumberdaya alam wilayah pesisir yang diarahkan di dalam penataan ruang akan mampu menjamin kegiatan ekonomi secara berkelanjutan yang merupakan kunci pokok dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat baik saat sekarang maupun di masa akan datang. Salah satu unsur yang dibutuhkan dalam merealisasikan pembangunan berkelanjutan. Kegagalan penanganan hambatan pembangunan berkelanjutan selama ini telah membuka ruang untuk koreksi dari pendekatan yang mengandalkan pengaturan dan pengawasan ke arah pendekatan yang lebih mengandalkan inisiatif otonom perorangan atau lembaga. yaitu berkelanjutan secara ekologi. Agar pembangunan serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Masyarakat yang saling bersinggungan atau terkait dengan persoalan pembangunan tidak dapat ditinggalkan begitu saja dalam pengambilan keputusan. yang membentuk cara pandang yang realitas dan kesadaran kolektif sebagai dasar masyarakat menata dirinya. Visi pembangunan berkelanjutan tidak melarang aktifitas pembangunan ekonomi. Dengan demikian generasi mendatang tetap memiliki asset sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan (environmental services) yang sama atau kalau dapat lebih baik dari pada generasi sekarang. persepsi dan tindakan yang diterima oleh masyarakat. Implikasi Pengelolaan Terpadu dalam Pembangunan Pesisir yang Berkelanjutan Pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) yang merupakan visi dunia international sudah saatnya juga merupakan visi nasional. penanganan pembangunan di dekati dengan paradigma good governance sebagai sebuah paradigma sosial baru. nilai. baik oleh investasi swasta maupun Pemerintah Daerah. yang seringkali menempatkan masyarakat sebagai instrumen. padahal masyarakat adalah pelaku. Sudah saatnya. 3. khususnya pembangunan pesisir saat ini adalah unsur demokratisasi. maka harus dapat dilaksanakan secara ekonomi untuk jangka panjang. persoalan pembangunan berkelanjutan bukan hanya urusan teknis semata.3.

nutrisi. kelelawar. suaka margasatwa Muara Angke. Adanya momentum otonomi daerah dalam konteks pembangunan pesisir. Bokor. Secara biologis. P. Dalam konteks pengelolaan wilayah pesisir terpadu yang berkelanjutan. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . primata. kohesi sosial. identitas sosial dan pengembangan kelembagaan. 1996). Penjaliran Timur. oleh karenanya manjadi penting dalam rantai makanan pada ekosistem perairan. Ekosistem mangrove di pesisir Teluk Jakarta terdapa di daerah hutan wisata Kamal.194 . Lancang Besar. arus. P. bahwa kegiatan dimaksud harus dapat mempertahankan integritas ekosistem. angin. tempat bertelur. mencegah intrusi air laut dan sebagai perangkap zat pencemar dan limbah. oksigen. Berkelanjutan ekologi mengandung arti. P. partisipasi masyarakat. serta sebagai penghasil bahan organik yang merupakan sumber makanan biota. Selain itu.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 ekonomi dan sosial. Lancang. memelihara daya dukung lingkungan dan konservasi sumberdaya alam. menahan angin. sehingga diharapkan pemanfaatan sumberdaya dapat berkesinambungan. mobilitas sosial. tempat memijah dan tempat mencari makan bagi ikan dan udang. Penjaliran Barat dan P. yaitu bagaimana mengembangkan system pengelolaan terpadu berbasis eko-sosio sistem yang dapat mendongkrak dan memberi stimulan terhadap pengelolaan wilayah pesisir di tingkat provinsi/kota/kabupaten secara berkelanjutan. air. hutan lindung Angke Kapuk. reptil dan jenis-jenis insekta. P. yang dapat diambil bagi kepentingan daerah tetapi juga menimbulkan problematika baru. ekosistem ini terbentuk di P. ketiga tujuan pembangunan berkelanjutan sebagaimana diuraikan di atas merupakan pilar yang integral dan saling terkait secara fungsional dalam upaya mempertahankan keseimbangan antara system alam dan system sosial (eko-sosio system) bagi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. suhu. mengendapkan lumpur. Secara fisik. gelombang dan salinitas. 4. khususnya masyarakat pesisir dan bangsa secara berkelanjutan. P. vegetasi mangrove menjaga pantai dari gempuran ombak dan tebing sungai dari abrasi. vegetasi mangrove berfungsi sebagai daerah asuhan post larva (yuwana). Sedang di Kepulauan Seribu. kelembaban. berfungsi juga sebagai habitat burung air. Sementara itu berkelanjutan secara ekonomi berarti bahwa suatu kegiatan pembangunan harus dapat membuahkan pertumbuhan ekonomi. pemberdayaan masyarakat. P. Peteloran Barat. kemayoran dan sekitar Cilincing – Marunda (Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Mangrove Komponen biota dari ekosistem mangrove adalah komunitas mangrove yang terdiri dari populasi tumbuhan (hutan) dan fauna mangrove yang berinteraksi dengan komponen abiotik mangrove seperti tanah. pemeliharaan kapital dan penggunaan sumberdaya serta investasi secara efisien. Berkelanjutan secara sosial mensyaratkan bahwa suatu kegiatan pembangunan hendaknya dapat menciptakan pemerataan hasil-hasil pembangunan. Untung Jawa. Rambut. cahaya.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pengamatan yang dilakukan pada tahun 1999 menunjukan ekosistem mangrove di pesisir Jakarta dijumpai melalui penampilan tumbuhan mangrove yang cukup berarti di kawasan bagian Barat. 3. Pada tingkat sapihan yang menonjol adalad Avicennia marina. alba Rhizopora mucronata Acasia auriculiformis Delonix regia : PT. Acasia auriculiformis dan Delonix regia.56. officinalis Rhizopora mucronata Excoecaria agallocha Avicennia marina A. 5.195 . A. alba. VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN PESISIR TELUK JAKARTA BAGIAN BARAT NO Tingkat Pohon 1. TABEL : II. 6. A. Vegetasi yang tumbuh di kawasan hutan lindung Angke Kapuk. Jenis vegetasi yang ada adalah Avicennia marina. 2. 4. Tingkat Tiang 1. Sumber Keterangan JENIS Avicennia marina A. officinals. 3. Delonix regia. 4. Rhizopora mucronata. Mandara Permai : X = kerapatan rendah (< 5 individu) XX = kerapatan sedang (5 – 10 individu) XXX = kerapatan tinggi (> 10 individu) KONDISI XXX XX XXX XXX XX XX XXX XXX XX XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX Fauna yang terdapat pada ekosistem mangrove di pesisir Teluk Jakarta didominasi oleh burung pantai yang jenisnya hampir sama dengan yang terdapat di cagar alam P. Sonneratia caseolaris dan Thespesia polpulne pada tingkat pohon. sedangkan bakau (Rhizopora sp) hanya tumbuh di beberapa area yang sempit sehingga tumbuhan tersebut tamak sporadis. Tingkat Sapihan 1. alba Delonix regia Sonneratia caseolaris Thespesia populnea Avicennia alba A. officinalis A. 5. di dominasi oleh api-api (Avicennia sp). 6. A. 2. Rambut dimana kawasan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 4. A. suaka margasatwa Muara Angke dan hutan wisata Kamal relatif homogen. officinalis. 3.alba. officinalis A. kecuali sekitar Cilincing dan Marunda intensitas kehadiran tumbuhan mangrove relatif rendah. 2. 5. marina A. sedangkan Rhizopora mucronata dan Excoecaria agallocha pada tingkat tiang.

50 44. belibis (Anas gibberrifrons). Satwa lain burung adalah biawak (Varanus salvator).00 3.41 19.00 3. cekakak (Halycon chloris).00 73.000.00 40. kuntul kerbau (Bubulcus ibis).00 40.000. khususnya sebagai tempat berlindung. kowak maling (Nycticorax nycticorak). untuk lebih jelasnya tentang masingmasing hutan mangrove di DKI Jakarta dapat dilihat pada tabel dibawah : TABEL : II.500. Luas dan kerapatan tutupan mangrove di DKI Jakarta pada tahun 2010 sebanyak 376. yang tersebar di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu).196 .00 3.00 3.57 LUAS DAN KERAPATAN TUTUPAN MANGROVE NO 1 2 3 4 5 LOKASI JAKARTA SELATAN JAKARTA TIMUR JAKARTA PUSAT JAKARTA BARAT JAKARTA UTARA      6     Sumber Keterangan LUAS LOKASI (Ha) 95. monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan beberapa jenis ular. Jenis burung yang terdapat pada ekosistem mangrove mangrove adalah pecuk ular (Anhinga melanogaster).52 PERSENTASE TUTUPAN (%) 60.00 2. berbiak dan mencari makan. blekok (Ardeola speciosa).500.500.00 2.1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 tersebut merupakan habitat berbagai jenis burung.50 376. kuntul putih (Egretta sp).00 70.00 3.500. cangak abu (Ardea cinerca).00 75. pecuk (Phalacrocorax sp) dan luwak (Mycteria cineria).500.00 65.00 KERAPATAN (Pohon/Ha) 7.00 18.82 10.00 70.000.00 2.Rambut Pulau Penjaliran Timur Pulau Penjaliran Barat TOTAL KEPULAUAN SERIBU : Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta : 4. sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alis Matales yang beradaptasi Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .00 Kawasan Ekosistem Mangrove Tol Sedyatmo Hutan Lindung Angke Kapuk Kawasan Taman Suaka Marga Satwa Muara Angke Kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk Kebun Bibit Angke Kapuk Cagar Alam Pulau Bokor Suaka Marga Satwa P.02 99. Padang Lamun Padang lamun adalah ekosistem khas laut dangkal diperairan dangkal dengan dasar pasir dan didominasi tumbuhan lamun.76 25.51 18.500.52 Ha.00 80.00 45.

Sargassum dan Turbinaria (TNKS.84 persen dan Liat sebesar 3. Selain flora tingkat tinggi. Pramuka didominasi oleh Thallasia. Ekosistem padang lamun berada di rataan terumbu karang.812. 2008 bahwa kumpulan padang lamun terbanyak di Kepulauan Seribu terdapat di Utara Pulau Pari yang mempunyai tekstur Pasir 94. Di Kepulauan Seribu terdapat 4 (empat) famili rumput laut yang hidup pada ekosistem padang lamun. 1999). Panggang. Di seluruh wilayah Indonesia. tempat mencari makan dan tempat pemijahan beberapa jenis ikan.200 m . Debu 3. dimana terjadi pengurangan sebesar 678.54 persen serta Selatan Pulau Pari yang mempunyai tekstur Pasir 96. didominasi oleh Hydrocharitaceae dan Potamogetonaceae. Syrongodium. Caulerpa. didominasi oleh tumbuhan rumput laut (sea grass) dengan struktur perakaran di dasar perairan. Selain berbagai jenis flora laut.134. Kawasan Kepulauan Seribu umumnya ditumbuhi oleh Thallasia. 2 2 2 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .197 . padang lamun juga dihuni oleh berbagai macam algae tingkat rendah seperti Halimeda. sedang P. Padina.500 m dan pada tahun 2004 luasan menjadi 2.5 M/detik O Sedang fungsi padang lamun diantaranya : a b c d e Sebagai tempat berkembang biaknya ikan-ikan kecil dan udang Sebagai perangkap sedimen sehingga terhindar dari erosi Sebagai penyedia bahan makanan bagi biota laut Bahan baku pupuk Bahan baku kertas Sebagai penyangga ekosistem terumbu karang. selain berbagai algae seperti Halimeda. Turbinaria dan Euchema.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 di air asin.65 persen. Thalosodendrum dan Chimodecea. P. Debu 1.63 persen.300 m atau sebesar 25 persen (lihat Tabel SD-20). perangkap sedimen. dari hasil penelitian juga disebutkan bahwa luasan padang lamun di pulau tersebut pada tahun 1999 adalah sebesar 2. padang lamun berfungsi meredam gelombang dan arus. udang dan biota laut lainnya.04 persen dan Liat sebesar 0. padang lamun di Kepulauan Seribu juga dihuni oleh berbagai organisme benthik (makrozoobenthos) dan Fitoplankton. Karya dan P. faktor yang mempengaruhi pertumbuhan padang lamun diantaranya : a b c d e Perairan laut dangkal berlumpur dan mengandung pasir Kedalaman tidak lebih dari 10 meter agar cahaya dapat tembus Suhu antara 20-30 C Kadar garam antara 25-35/Mil Kecepatan arus sekitar 0.Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat ITB. Sargassum.31 persen. tempat asuhan.

cagar alam. Penjaliran Barat dan P.94 Ha yang meliputi : P. diperuntukan bagi upaya pelestarian sumber genetik dan perlindungan proses ekologis. Angke Kapuk dan Kamal Muara dan yang berada di Kepulauan Seribu. Penjaliran Timur P. merupakan kesatuan dengan Zona Inti I dan II yang merupakan tempat mencari makan dan berkembang biak bagi penyu sisik. 4. Zona ini terletak pada koordinat 5 26’ – 5 30’24” O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . dengan luas 613.06 Ha yang meliputi perairan P. Kawasan Konservasi Kawasan lindung di wilayah perairan DKI Jakarta antara lain meliputi hutan lindung. Peteloran Timur Perairan Gosong Penjaliran merupakan perlindungan ekosistem terumbu karang. Zona ini merupakan daerah tertutup bagi segala bentuk eksploitasi. luas 1. kecuali penelitian.198 . Penjaliran Barat P. seperti P. Penjaliran Timur. suaka margasatwa dan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Peteloran Barat Zona Inti III terletak pada koordinat 5 26’36” – 5 29’ LS dan 106 32’ – 106 33’ BT. seperti di Muara Angke. 2.1.1. Di zona ini tidak diperkenankan segala bentuk eksploitasi dan kegiatan yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Zona Inti II terletak pada koordinat 5 27’ – 5 29’ LS dan 106 26’ – 106 28’ BT. Rambut. Zona ini terdiri dari : Zona Inti I terletak pada koordinat 5 24’ – 5 45’ LS dan 106 25’ – 106 40’ BT. P. Kayu Angin Bira dan P.356.000 Ha yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. sebagaimana diindikasikan oleh hilangnya biota laut.440. Gosong Rengat dan perairannya yang diperuntukan bagi perlindungan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). luas 2. Belanda yang O O O O O O O O O O O O P. Penyebarannya meliputi pesisir Teluk Jakarta.2. kecuali kegiatan observasi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Permasalahan utama ekosistem padang lamun di Kepulauan Seribu adalah kerusakan akibat kegiatan pengerukan dan penimbunan yang semakin meluas serta pencemaran perairan laut. Zona Perlindungan.8 Ha yang meliputi P.1. Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Menteri Kehutanan melalui Keputusan Nomor 162/Kpts-II/1995 telah menetapkan wilayah Kepulauan Seribu menjadi Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu dengan luas 108. 4. Zona Inti. kegiatan pariwisata dan kegiatan lain. penelitian dan pendidikan. Zonasi Taman Nasional Kepulauan Seribu terdiri dari : 1. Departemen Kehutanan dan Perkebunan.

Hantu Barat P. Melintang Barat P. K. Panjang Kecil P. Genteng Kecil P. K.913. Jukung P. Kelor Barat P. Cina P. Angin Barat P. Kapas 3. Zona Pemanfaatan Intensif. Putri Gundul P. Tongkeng P. Macan Besar P. Nyamplung P. K. Sebaru Kecil P. Semut Kecil P. Macan Kecil P. diperuntukan mendukung aktifitas sosial ekonomi dan budaya masyarakat setempat serta perikanan tangkap tradisional. Zona Penyangga. Bundar P. Bira kecil P. Gosong Laga P. Yu Timur P. Melintang Timur P. Kelor Timur Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .84 Ha yang meliputi : P. Sebagian besar penduduk Kepulauan Seribu bermukim di zona ini. Sepa Barat P. Petondan Timur 4. Karang Buton P. Sepa Timur P. Genteng Besar P. merupakan wilayah yang diperkenankan untuk kegiatan rekreasi alam.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 LS dan 106 25’30” – 106 37’ BT dan 5 30’54” – 5 33’54” LS dan 106 30’ – 106 33’ BT. Sebaru Besar P. dengan luas P. Angin Melintang P.199 . Karang Mayang P. Renggit P. Sebagian besar pulau-pulau di kawasan ini telah dibangun sebagai kawasan permukiman dan pariwisata bahari. dengan luas ± 12. Putri Barat P. Petondan Barat P. Zona ini berfungsi menyaring dampak negatif kegiatan budidaya di dalam maupun luar kawasan. Jagung P. Satu P. Zona ini terletak pada koordinat 5 30’24” – 5 33’24” LS dan 106 3’ – 106 37’ BT dan 5 33’54” – 5 37’36” LS dan 106 30’ – 106 37’ BT. Putri Timur P. Perak P. Bira Besar P. Angin Genteng O O O O O O O O O O O O O O 13. Melinjo P. Yu Barat P. Aktifitas penangkapan ikan diperkenankan dengan alat tradisional. Gosong Sepa P. Semut Besar P. P. Panjang Besar P. Hantu Timur P.11 Ha yang meliputi pulau dan perairan di sekitar : P.798. Lipan P.

Karang Congkak P. Perbedaan bentuk dapat disebabkan oleh faktor kedalaman. Karang Bongkok P. Demikian pula kondisi fisik yang sama dapat memberikan bentuk pertumbuhan yang serupa walaupun secara taksonomi berbeda. 1997 dalam Wibowo 1999). Karang Baka P. Kerusakan terumbu karang sebagian diakibatkan oleh penambangan karang batu untuk bahan bangunan serta penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak dan bahan kimia. Kelapa P. kondisi terumbu karang di Kepulauan Seribu pada umumnya dapat dikategorikan dalam kondisi baik hingga sedang untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel SD-19. Pada tahun 2010 luas tutupan terumbu karang di wilayah DKI Jakarta mencapai 1. penyedia makanan. Sebagai suatu ekosistem. serta karang mati telah melampaui 50 persen. Persentase penutupan karang hidup hanya berkisar antara 0 – 24.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 seperti pancing bubu. pecahan karang. Kotok Kecil P. Hal ini menunjukkan dominasi tutupan unsur-unsur abiotik seperti pasir. Bulat P. gelombang dan sebagai stabilisator perubahan morfologi garis pantai. Zona ini terletak pada koordinat 5 24’ – 5 42’ LS dan 106 25’ – 106 40’ BT dengan luas ± 75. Di samping itu secara fisik berfungsi melindungi pantai dari abrasi. Harapan P. Pemagaran P.2. Karya P. Kaliange Kecil 4. alga berkapur dan beberapa Organisme lain. Suatu jenis karang dari genus yang sama dapat mengalami bentuk pertumbuhan yang berbeda dalam suatu lokasi tertentu.669. Kotok Besar P. Terumbu Karang P.88 Ha. tempat berlindung dan sebagai tempat asuhan biota laut. Panggang P. Dua Barat P. Terumbu karang berfungsi sebagai tempat tinggal. Karang Pandan P.9 persen dan 25 – 49.9 persen. Kaliange Besar P. arus dan topografi dasar perairan (Wood. Semak Daun P. Pramuka O O O O Terumbu karang terdiri dari endapan kalsium karbonat (CaCO3) hewan karang.26 Ha meliputi : P.200 . Rakit Tiang P. Dua Timur P.067. Pengamatan yang dilakukan selama kurun waktu 22 tahun mencatat jenis terumbu karang yang terdapat di Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta mencakup 68 genera dan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . terumbu karang memiliki produktivitas yang tinggi dan merupakan habitat dengan biota yang beraneka ragam.

Melintang. KAYU ANGIN BIRA P..58. Kayu Angin Bira dan P. Tabel : II. KEBERADAAN JENIS KARANG BATU PADA BEBERAPA PULAU DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LAUT KEPULAUAN SERIBU NO I NAMA KARANG ACROPORIDAE Acropora spp Montipora spp POCILLOPORIDAE Seriatopora spp Pocillopora spp FUNGIIDAE Fungia spp Heliofungia actiniformis Sandalolitha spp OCULINIDAE Galaxea spp PORITIDAE Goniopora spp Porites spp AGARICIIDAE Laptoseris spp Pavona spp Pachyseris spp PECTINIIDAE Pectinia spp MUSSIDAE Lobophyllia spp Symphyllia spp MERULINIDAE Hydnopora spp Merulina spp FAVIIDAE Echinopora spp Echinopora pacificus Echinopora lamellosa Favites spp Favia spp Goniastrea spp bersambung. Pengamatan yang dilakukan terakhir dapat memperjelas kondisi terumbu karang di kawasan Kepulauan Seribu. KOTOK BESAR P. TABEL : II. Kondisi kehidupan karang yang berada dalam kategori baik hanya terdapat di beberapa lokasi seperti P. PETELORAN TIMUR P.. MELINTANG II III IV V VI VII VIII IX X Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 subgenera dengan 134 spesies. Terumbu karang yang teramati berada dalam kondisi baik sebesar 50 persen dan sedang sebesar 50 persen.201 . sambungan P.58 menunjukkan genera dan spesies terumbu karang di beberapa pulau di Kepulauan Seribu.

MELINTANG Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 NO NAMA KARANG Montastrea spp Platygyra spp CARYOPHYLLIIDAE Euphyllia ancora Plorogyra sinuosa DENDROPHYLLIIDAE Tubastrea spp Turbinaria reniformis MILLEPORIDAE Millepora spp HELIOPORIDAE Heliopora coerulea : LAPI-ITB. P. 1995) menyebutkan bahwa terdapat 166 spesies ikan dalam 36 famili. Kayu Angin Bira dan P. 3. Spesies target yang ditemukan sebanyak 36 jenis dalam 8 famili. KAYU ANGIN BIRA P. diikuti oleh Chaetodon trifasciatus dan Heniochus accuminatus. KAYU ANGIN BIRA P. P. KOTOK BESAR P. Spesies indikator (Chaetodontidae) yang mendominasi dan tersebar luas adalah Chaetodon octafasciatus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara kelimpahan ikan karang dengan penutupan karang hidup. TABEL : II. yaitu satu spesies dari Kyposidae. PETELORAN TIMUR P. KEBERADAAN JENIS IKAN KARANG DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LAUT KEPULAUAN SERIBU NO I 1.202 . Kotok Besar. KOTOK BESAR P. 2. 2 spesies dari Lutjanidae. 4 spesies dari Caesionidae. Peteloran Timur. dari 22 pulau wilayah studi penelitian ini. MELINTANG XI XII XIII XIV Sumber Keterangan Hasil studi distribusi dan kelimpahan ikan karang di 22 pulau di Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta yang dilakukan pada tahun 1995 (Suharsono dkk. memperlihatkan keberadaan berbagai jenis ikan karang di perairan P. Melintang. satu spesies dari Siganidae dan 5 spesies dari Serranidae. Kesimpulan lain adalah adanya hubungan positif antara kelimpahan ikan karang dengan jarak dari daratan utama. Table : I. NAMA KARANG POMACENTRIDAE Abudefduf coelistinus Abudefduf saxatilis Abudefduf abdominalis Amblyglyphidodon aureus bersambung P. Famili ikan karang yang mendominasi dari mayor spesies didominasi oleh Pomacentridae dan Labridae yang ditemukan di seluruh lokasi penelitian. PETELORAN TIMUR P. 4. dimana 13 jenis tergolong sebagai komoditi penting. : = Dijumpai = Tidak dijumpai P.41. dimana semakin jauh jarak dari daratan utama.59. semakin tinggi kelimpahan jenis ikan karang.

203 . 8. 9. 14. 11. 12. 19. 13.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 5. 16. 5. 13. MELINTANG Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 24. 23. 17. 2. 26. 12. 2. KOTOK BESAR P. 28. 21. 6. 25. 3. 7. PETELORAN TIMUR P. 11. 18. 6. 4. KAYU ANGIN BIRA P. 10. 27. 3. III 1. 20. 10. 15. NAMA KARANG Amblyglyphidodon coracao Amblyglyphidodon leucogaster Amblyglyphidodon ternatentis Amphiprion clarckii Amphiprion frenatus Amphiprion ocellaris Amphiprion periderarion Amphiprion sandoracinos Chormis ternatensis Chormis viridis Dascyllus trimaculatus Dischitodus melanotus Dischitodus prosopotaeniatus Hemiglyphidodon plagiometopon Lepidozygus tapeinosoma Paraglyphidodon melas Pomacentrus alexanderae Pomacentrus omboinensis Pomacentrus bangkanensis Pomacentrus moloccensis Pomacentrus nigricans Pomacentrus nigroris Pomacentrus philippinus Pomacentrus tripunctatus LABRIDAE Bodianus mesothorax Cheilinus faciatus Cheilinus undulatus Cheorodon anchorago Epibulus insidiator Halichoeres celebicus Halichoeres gymnocephalus Halichoeres marginatus Halichoeres melanurus Labroides dimidiatus Thalassoma hardwicki Thalassoma lunare Thaliurus chlorurus SCARIDAE Scarus dimidiatus Scarus ghobban Scarus niger P. 7. II 1. 9. 8. 22.

3. 3. MELINTANG Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . V 1. 2. 2. VI 1. XI 1. X 1. NAMA KARANG Scarus spp APOGONIDAE Apogon compressus Apogon marcodon Apogon quenquelineate Sphaeramia orbicularis POMACANTHIDAE Chaetodontoplus mesoleucus Centropyge eibli HOLOCENTRIDAE Holocentrus rubbrum Neonippon sammara PEMPHERIDAE Pempheris vanicolensis ALUTERIDAE Alutera scopas NEMIPTERIDEA Pentapodus caninus PLATACIDAE Platax orbicularis Platax teira MULLIDAE Upeneus tragula DASYATIDAE Taeniura lymma KYPHOSIDAE Kyphosus vaigiensis CAESIONIDAE Caesio cuning Caesio lunaris Caesio teres LUTJANIDAE Lutjanus carponotatus Lutjanus biguttatus Lutjanus decusatus Lutjanus fulviflamma SCOLOPSIDAE Scolopsis bilineatus Scolopsis cancellatus Scolopsis ciliatus Scolopsis margaritifer P. 4. XV 1. VII 1. 3. 2. 4. KAYU ANGIN BIRA P. XIII 1.204 . KOTOK BESAR P. 2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 bersambung sambungan NO 4. VIII 1. 4. XII 1. XIV 1. IV 1. IX 1. 3. 2. XVI 1. 2. 2. PETELORAN TIMUR P.

PETELORAN TIMUR P. 6. perhubungan. baik wilayah laut maupun pantai. 3. 5. XX 1. pertanian. 2. Kegiatan berbagai sektor yang sedemikian banyak dan tidak terkendali tentunya akan menurunkan tingkat kualitas perairannya. dan pariwisata. 3. XXI 1. pertambangan. 2. XIX 1. 5. 4. XVIII 1. 2. 2. KOTOK BESAR P. 6. 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 bersambung sambungan NO XVII 1. KAYU ANGIN BIRA P. antara lain sektor industri. 7. 4.205 . Untuk mencapai tujuan tersebut maka pihak BPLHD Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 melaksanakan kegiatan pengambilan sampel kualitas perairan Teluk Jakarta dan sekitarnya dengan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . perdagangan. MELINTANG 5. Sumber Keterangan NAMA KARANG SIGANIDAE Siganus coralinus Siganus guttatus Siganus virgatus SERRANIDAE Anyperodon leucogrammicus Cephalopholis argus Cephalopholis pachycentron Cephalopholis urodeta Epinephelus fasciatus Epinephelus merra Plectropoma maculatum HAEMULIDAE Plectorhynchus chaetodontoides LETHRINIDAE Lethrinus harak Lethrinus kallopterus CHAETODONTIDAE Chaetodon ocfasciatus Chaetodon triangulum Chaetodon rafflesi Chelmon rostratus Heniochus varius Heniochus accuminatus : LAPI-ITB 2000 : = ikan Hias Akuarium = dijumpai = tidak dijumpai P. Perairan Teluk Perairan Teluk Jakarta yang dikategorikan sebagai perairan pantai (Coastal Water) tentunya mempunyai peranan yang sangat besar dimana berbagai sektor telah memanfaatkan wilayah ini.

POSISI KOORDINAT STASIUN DI TELUK JAKARTA STASIUN A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 POSISI BUJUR TIMUR 106O42’20” 106O44’50” 106O47’20” 106O50’00” 106O52’40” 106O55’20” 106O58’00” LINTANG SELATAN 05O59’40” 05O59’00” 05O58’20” 05O57’50” 05O57’10” 05O56’30” 05O56’00” Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .60. Adapun muara sungai yang diamati pada pemantauan bulan Mei 2010 yakni Muara Kamal (M1). Muara Cengkareng Drain (M2). Peta lokasi penelitian disajikan dalam Gambar : II. TABEL : II. Muara Angke (M3).7. Muara Ancol (M5). Muara Sunter (M6).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 harapan dapat diperoleh informasi yang dapat dipakai sebagai bahan pengendalian lingkungan. yaitu :     Zone 1 yaitu perairan 5 Km dari pantai (D3 – D6) Zone 2 yaitu perairan 5 – 10 Km dari pantai (C2 – C6) Zone 3 yaitu perairan 10 – 15 Km dari pantai (B1 – B7) Zone 4 yaitu perairan 15 – 20 Km dari pantai (A1 – A7) O O O O O O O O Posisi masing-masing stasiun tersebut dapat dilihat pada Tabel : II. Muara Marunda (M8) dan Muara Gembong (M9).60 Selain pengamatan di perairan Teluk Jakarta. untuk mendapatkan gambaran pengaruh dari perairan sungai. Muara Karang (M4).206 . maka dilakukan pula pengamatan kualitas air muara sungai yang ada di perairan Teluk Jakarta. Muara Cakung (M7). Damar Besar Pada posisi koordinat 05 30’10” LS dan 106 48’30” BT Dalam melakukan pengamatan perairan dibagi menjadi 4 zona. Batas wilayah pengambilan sampel perairan laut adalah :  Batas sebelah Barat : Tanjung Kait Pada posisi koordinat 05 59’40” LS dan 106 42’30” BT  Batas sebelah Timur : Ujung Karawang Pada posisi koordinat 05 56’15” LS dan 106 58’30” BT  Batas sebelah Selatan : Garis pantai Ancol Pada posisi koordinat 06 06’00” LS dan 106 50’00” BT  Batas sebelah Utara : P.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 C2 C3 C4 C5 C6 D3 D4 D5 D6 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. 2010 : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . 2010 : 106O42’50” 106O45’30” 106O48’00” 106O50’40” 106O53’20” 106O56’00” 106O58’40” 106O46’10” 106O48’50” 106O51’20” 106O54’00” 106O56’40” 106O49’30” 106O52’00” 106O54’40” 106O57’20” bersambung.207 . sambungan O 06 02’00” 06O01’30” 06O01’00” 06O00’20” 05O59’40” 05O59’00” 05O58’30” 06O04’10” 06O03’30” 06O02’50” 06O02’10” 06O01’40” 06O05’50” 06O05’20” 06O04’40” 06O04’00” GAMBAR : II.7. PETA LOKASI PENELITIAN KUALITAS AIR MUARA SUNGAI Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta...

2. Salinitas. Setelah sampai di laboratorium. 5. Oksigen Terlarut. Arus. Kualitas Perairan Parameter yang diamati meliputi Suhu air.1. Hasil Pengamatan Periode Mei 2010 5.1. 5. Suhu dan Salinitas diamati/diukur pada permukaan laut dan dekat dasar perairan. Sampel kemudian diidentifikasi jenisnya berdasarkan Yamaji (1996).3. Kecerahan air menggunakan secchi disk dan Kecepatan arus permukaan diamati dengan floating drogue.1. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Bunyamin Dharma (1988) dan Tucher Abbot and Peter Dance (1966). Parameter yang diamati adalah Kedalaman. sedangkan arah Arusnya diketahui dengan kompas. Arus dan Kecerahan air. Suhu diukur reversing thermometer.30 mm (300 µm).1. Pengamatan Bentos Contoh bentos dianalisa dari sedimen atau lumpur yang diambil dari dasar perairan dengan menggunakan alat “Ponar grab“ yang berukuran 20 x 20 Cm. Kelimpahan Fitoplankton dinyatakan dalam sel/m . pH. Sedangkan Zooplankton dikumpulkan dengan Zooplankton net yang berukuran diameter mulut 45 Cm. Fitoplankton dikumpulkan dengan menggunakan Fitoplankton net berbentuk kerucut yang mempunyai diamater mulut 31 Cm.2. contoh Bentos disaring menggunakan saringan dengan ukuran lubang 1 mm. Bahan Dan Metode 5. Bentos diidentifikasi menggunakan Arnold Brittles (1989).2. panjang 100 Cm dan ukuran mata jarring 0. Contoh bentos berupa lumpur dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diberi pengawet Formalin 4 persen.1. Pengamatan Fisik Air Pengamatan sifat Fisik air dilakukan secara langsung di lapangan.1. panjang 180 Cm dan mata jaring 0. Di perairan laut. Contoh Plankton yang diperoleh kemudian disimpan dalam botol dan diawetkan dengan Formalin 40 persen sampai konsentrasi di dalam botol menjadi 4 3 3 persen. Kedalaman diukur dengan tali sounding. sedangkan untuk muara hanya dilakukan pengamatan pada permukaan air. Suhu.08 mm (80 µm). Contoh Bentos yang telah disaring kemudian diawetkan dengan menggunakan Alkohol 70 persen dan siap diidentifikasi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 5.208 . Salinitas. Salinitas diukur dengan alat salinometer Bechman. Pengamatan Plankton Plankton diperoleh dari hasil pengamatan contoh air permukaan laut. Pengambilan contoh air di dekat dasar perairan dilakukan dengan menggunakan alat Nansen Bottle 5. sedangkan Zooplankton dalam individu/m . Kecerahan air.

0-7.0 /oo pada saat air keadaan pasang dan antara 5.5 /o di lapisan permukaan dan antara berkisar antara 32. 2).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1). keadaan salinitas perairannya scara normal sepanjang tahun mengalami dua maksimum dan dua kali minimum (Ilahude. Keadaan ini dimungkinkan adanya fenomena perubahan iklim dimana biasanya pada musim peralihan ini curah hujan sudah berkurang. oo o o o o o O O O O O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .00-2. sementara itu di perairan muara berkisar antara 0. Salinitas hasil pengamatan tahun 2010 terlihat lebih rendah terutama di lapisan permukaan. sedangkan di perairan muara berkisar antara 9. Suhu tahun 2010 terlihat lebih tinggi dibandingkan suhu tahun 1995 pada musim yang sama.10-32. Kep.0 /oo di lapisan dekat dasar.35 C dilapisan permukaan dan antara 29. Pada musim yang sama Ilahude (1995) mendapatkan suhu di perairan Teluk Jakarta berkisar antara 29. sedangkan diperairan muara berkisar antara 30. 1995). tapi pada kenyataannya adalah hingga saat ini curah hujan masih tinggi (musim hujan masih) berlangsung.0-30. dan buangan tersebut mengalami proses pembusukan yang tentunya banyak menggunakan oksigen. Keadaan ini dimungkinkan dampak dari meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global.82 C. Seribu termasuk Teluk Jakarta adalah merupakan bagian dari Laut yang berada pada paling barat.31 ml/L dilapisan dekat dasar. Suhu Suhu air diperairan laut berkisar antara 30.24-6.58 ml/L pada saat kondisi air pasang dan antara 0. Pada musim peralihan ini suhu diperairan Teluk Jakarta umumnya tinggi.0 /oo pada saat air surut.76 C pada saat air surut Pengamatan yang dilakukan pada bulan Mei adalah saat musim peralihan barat-timur masih berlangsung.5-33.0 /oo di dekat dasar.0 /oo di lapisan permukaan dan antara 31.00 C di lapisan dekat dasar. Keadaan ini memberikan indikasi adanya buangan dari hasil berbagai kegiatan.0-32.50-30. Pada musim peralihan barat-timur keadaan salinitas di Teluk Jakarta mengalami maksimum pertama yaitu berkisar antara 28.5030.09 ml/L pada saat surut. Tercatat kandungan oksigen cukup rendah sampai ke bagian tengah perairan Teluk Jakarta terutama dilapisan dasar (<3. 3). Oksigen terlarut (DO) Kandungan oksigen diperairan laut pada bulan Mei 2010 berkisar antara 3.33.82-32.0-30.10 C pada saat air pasang dan 30. Salinitas Di perairan laut salinitas berkisar antara 10.209 . baik kegiatan yang berasal dari darat yang terbawa aliran sungai maupun kegiatan di laut sendiri.0.82-32.80 ml/L dilapisan permukaan dan antara 0.80-7.0-32.9230.00 ml/L).70 C dilapisan permukaan dan antara 28.

36 pada kondisi air surut. 6). Adanya proses pembusukan tentunya berpengaruh pada nilai pH perairan.3. A r u s Kecepatan arus dari hasil pengamatan tercatat berkisar antara 3. Molusca dan Urochordata masing-masing 2 jenis. 5).2.7 cm/det.18.87-7. GRAFIK : II.sedangkan di perairan muara berkisar antara 7.80 meter pada saat air laut surut. Kecerahan Air Kecerahan air di perairan laut berkisar antara 0.1-35.15-0.50 meter Kecerahan yang cukup rendah ditemukan di stasiun A7. KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .140. yang terdiri dari Copepoda 11 jenis.20-5. Hasil pengamatan Ilahude (1995) pH diperairan Teluk Jakarta berkisar antara 8. Lokasi stasion A7 dekat muara sungai yang berada di Ujung Kerawang.2.66 dilapisan permukaan dan antara 7.69 knot) dengan arah bervariasi baik antar waktu maupun lokasi/stasion pengamatan.66 didekat dasar. Annelida dan Chaetognatha masing-masing 2 jenis dan larva sebanyak 5 jenis (Grafik : II.22 -77.51 pada kondisi air pasang dan antara 6. Plankton 1). 5. Zooplankton Hasil pengamatan terhadap jenis zooplankton di perairan laut Teluk Jakarta.06-0.10 meter pada saat air laut pasang dan antara 0. Keadaan ini dimungkinkan masuknya lumpur yang berasal dari muara sungai.210 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 4). teridentifikasi jenis zooplankton sebanyak 22 jenis dari 5 kelas dan larva. Sementara itu kecerahan di perairan muara tercatat berkisar antara 0.20-1.20-7.140). (0. pH Keadaan pH di perairan laut berkisar antara 7.11-7.

347 (stasiun A1).211 . tersaji pada Grafik : II.568 (stasiun B3) sampai 0. Ditemukan paling melimpah di setiap stasiun pengamatan. GRAFIK : II. 2010 : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Grafik tersaji pada Grafik : II.216 (stasiun B6).141. dengan total kelimpahannya sebesar 162. Jenis Acartia sp. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun C3 dan nilai kelimpahan terendah pada stasiun A4. sedangkan indeks keseragaman (E) berkisar antara 0.936 (stasiun A4).142.141.221 ind/m (36.741 ind/m .465 sampai 51.142.145 (stasiun B6) sampai 0.54%). KISARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). Nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0.402 (stasiun A1) sampai 2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Kelimpahan zooplankton yang ditemukan pada saat pengamatan berkisar antara 1. KELIMPAHAN ZOOPLANKTON (IND/M3) DI PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 3 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Nilai indeks keanekaragaman (H’) zooplankton di perairan laut Teluk Jakarta berkisar antara 1. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. GRAFIK : II.

Jenis Oithona sp. yang terdiri dari Copepoda 7 jenis. mendominasi di setiap stasiun pengamatan.95%). GRAFIK : II. Nilai Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .143.712 sampai 37. Annelida 1 jenis. Chaetognatha 2 jenis.454 ind/m . dengan total Kelimpahan sebesar 34.211 ind/m (31.212 . KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA (PASANG) Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Kelimpahan jenis Zooplankton di muara Teluk Jakarta pada saat pasang berkisar antara 1. Muara Marunda) sampai 1. hasil tersaji pada Grafik : II. Muara Angke).155 (stasiun M8.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Hasil pengamatan jenis Zooplankton di perairan muara Teluk Jakarta pada saat pasang. KELIMPAHAN ZOOPLANKTON (IND/M3) DI PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA (PASANG) 3 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Nilai indeks keanekaragaman (H’) Zooplankton di perairan muara Teluk Jakarta pada saat pasang berkisar antara 1. GRAFIK : II. Molusca 2 jenis. diketahui 17 jenis.828 (stasiun M3.144. Komposisi jenis Zooplankton tersaji pada Grafik : II. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun M4 (Muara Karang) dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun M6 (Muara Sunter). Urochordata 2 jenis dan larva 3 jenis.143.144.

704 (stasiun M9. KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA (SURUT) Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 3 Kelimpahan Zooplankton pada saat surut.145. Muara Gembong) sampai 0. Molusca 2 jenis. Muara Sunter). berkisar antara 469 sampai 71. Urochordata 1 jenis dan larva 3 jenis. 2010 : Jenis Zooplankton yang ditemukan di perairan muara Teluk Jakarta pada saat surut.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 indeks dominansi (D) berkisar antara 0. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun M4 (Muara Karang) dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Annelida 1 jenis. diketahui 15 jenis.213 .923 (stasiun M6. Chaetognatha 2 jenis.194 (stasiun M3) sampai 0. yang terdiri dari Copepoda 6 jenis. GRAFIK : II. sedangkan indeks keseragaman (E) berkisar antara 0. Komposisi jenis Zooplankton pada saat surut tersaji pada Grafik : II.146.240 ind/m .416 (stasiun M8). gambar tersaji pada Grafik : II. GRAFIK : II. KISARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’).146.145.

GRAFIK : II. KELIMPAHAN ZOOPLANKTON (IND/M3) DI PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA (SURUT) 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Nilai indeks keanekaragaman (H’) Zooplankton di perairan muara Teluk Jakarta pada saat surut berkisar antara 0.556 (stasiun M3). Gambar tersaji pada Grafik : II.147. Muara Sunter).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 M2 (Muara Cengkareng). KISARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). gambar tersaji pada Grafik : II. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . GRAFIK : II.636 (stasiun M3.214 .82 %). Muara Angke) sampai 1.147. sedangkan indeks keseragaman (E) berkisar antara 0.257 (stasiun M9) sampai 0. Nilai indeks dominansi (D) berkisar antara 0.925 (stasiun M6.666 (stasiun M9.578 (stasiun M4. Muara Gembong). Muara Karang) sampai 0. Jenis Oithona sp.148.117 ind/m (42.148. masih mendominasi pada saat perairan dalam kondisi surut dengan total kelimpahan setiap stasiun sebesar 54.

Gastropoda. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) MUARA PADA SAAT SURUT GRAFIK : II. KISARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). Dentalium sp (5 %) dari kelas Scaphopoda.152). Turritella sp (12 %) dari kelas Gastropoda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Makrozoobentos dari perairan Laut Teluk Jakarta didapatkan terdiri dari 3 Phylum (Moluska. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) LAUT TELUK JAKARTA GRAFIK : II. Annelida.3.2.215 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 2). Cellana sp (5 %) dari kelas Gastropoda. Polychaeta. 5 kelas (Bivalvia. dan Arthropoda). 2010 Keterangan : 5. dan Aliculastrum sp (3 %) dari kelas Gastropoda (Grafik : II.150. KISARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). KISARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). Jenis yang sering ditemukan dalam jumlah yang banyak adalah Donax sp (52 %) dari kelas Bivalvia. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) MUARA PADA SAAT PASANG Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Scaphopoda.151.149. Codakia sp (23 %) dari kelas Bivalvia. Phytoplankton GRAFIK : II. Makrozoobenthos Hasil identifikasi jenis Makrozoobenthos disajikan pada lampiran 4a dan 4b. dan Crustacea) dan 61 jenis (Genus).

GRAFIK : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II. Jenis yang sering ditemukan dalam jumlah lebih banyak adalah Balanus sp sebesar 84 persen dari kelas Crustacea dan Donax sp sebesar 11 persen dari kelas Bivalvia (Grafik : II. Crustacea.154). dan Annelida). Berdasarkan komposisi Makrozoobentos di muara Teluk Jakarta.152. Arthropoda. KOMPOSISI JENIS MAKROZOOBENTOS PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Kepadatan Makrozoobentos yang ditemukan di perairan Laut Teluk Jakarta berkisar antara 275 sampai 55. KEPADATAN MAKROZOOBENTOS PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 2 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Hasil identifikasi jenis Makrozoobentos pada stasiun Muara Teluk Jakarta didapatkan terdiri dari 3 Phylum (Moluska. Scaphopoda.153).825 ind/m . Gastropoda. 5 kelas (Bivalvia. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Secara umum kepadatan Makrozoobentos terendah pada stasiun pengamatan A7 dan kepadatan tertinggi pada stasiun D3 (Grafik : II. dan 19 jenis (Genus).153. dan Polychaeta).216 .

1989) dengan kisaran: 0 ≤ H’ ≤ 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II. karena pada kedua muara tersebut tidak ditemukan adanya organisme dan kepadatan tertinggi di stasiun Muara Karang.38 (mempunyai keanekaragaman sedang). yang ditunjukkan pada stasiun A1 dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 3. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . KEPADATAN MAKROZOOBENTOS PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Berdasarkan indeks keanekaragaman (H’) dari Shannon-Wiener (Krebs.97 (keanekaragaman tinggi).32.155). dan H’ ≥ 9. Kepadatan terendah di stasiun pengamatan Muara Cengkareng dan Kamal.32 (keanekaragaman rendah). KOMPOSISI JENIS MAKROZOOBENTOS PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Mei 2010 Kepadatan Makrozoobentos di perairan Muara Teluk Jakarta berkisar antara 0 sampai 5975 ind/m 2 (Grafik : II. sedangkan pada stasiun-stasiun lainnya mempunyai nilai indeks keanekaragaman rendah yakni < 3.32 ≤ H’ ≤ 9.217 . maka dapat dikatakan bahwa pada perairan laut Teluk Jakarta mempunyai kisaran keanekaragaman rendah sampai dengan sedang.155. 3. GRAFIK : II.154.97 (keanekaragaman sedang).

12 (Stasiun A1) sampai dengan 0. sedangkan diperairan muara berkisar antara 30. salinitas. Jika dilihat dari indeks dominansinya.3. Suhu Suhu air diperairan laut berkisar antara 29.2 C dilapisan permukaan dan antara 29. pada perairan laut indeks dominansinya berkisar antara 0. Hal ini disebabkan karena sangat jarangnya organisme/individu yang ditemukan pada perairan muara Teluk Jakarta. Sedangkan indeks dominansi untuk perairan muara berkisar antara 0 (Muara Cengkareng dan Muara Kamal) sampai dengan 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pada perairan muara Teluk Jakarta indeks keanekaragaman (H’) termasuk kedalam kisaran keanekaragaman rendah.0 /oo di dekat dasar.32 (Lampiran 4b). Pada musim peralihan ini suhu diperairan Teluk Jakarta umumnya tinggi.3-30. 2). Suhu tahun 2010 terlihat lebih tinggi dibandingkan suhu tahun 1995 pada musim yang sama. Hasil Pengamatan Peride September 2010 5.2-31. Arus dan Kecerahan air.0-30.0-32.00 (Muara Angke dan Sunter). Kepulauan Seribu termasuk Teluk Jakarta o o o o O O O O O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .0 /oo pada saat air surut.00 C di lapisan dekat dasar.50-30. Pada stasiun D5 nilai indeks dominansinya tinggi karena didominai oleh jenis Donax sp.50-30.218 .1.8 C pada saat air surut Pengamatan yang dilakukan pada bulan September adalah saat musim peralihan timur -barat masih berlangsung.0 /oo di lapisan permukaan dan antara 30. 5.0 C. yang berarti bahwa keseimbangan ekosistemnya tidak stabil. 1). Salinitas Di perairan laut salinitas berkisar antara 25. pH.70 C dilapisan permukaan dan antara 28. Sedangkan pada Muara Cengkareng dan Kamal nilai indeks dominansinya 0 karena tidak adanya individu/organisme yang ditemukan pada kedua stasiun muara tersebut.0 /oo pada saat air keadaan pasang dan antara 5. Keadaan ini dimungkinkan dampak dari meningkatnya suhu bumi akibat pemanasan global. Pada musim yang sama Ilahude (1995) mendapatkan suhu di perairan Teluk Jakarta berkisar antara 29.92 (Stasiun D5). Tingginya nilai indeks dominansi pada kedua stasiun tersebut (Angke dan Sunter) disebabkan karena hanya ditemukan satu jenis/genus Makrozoobenthos. karena nilainya antara 0 – 2.28 atau < 3.3.9-31.9-31.0-30. (Lampiran 1a dan 1b). Kualitas Perairan Parameter yang diamati meliputi suhu air.0-31. Oksigen terlarut. sedangkan di perairan muara berkisar antara 19.3 C pada saat air pasang dan 29.

0-32.3-2.5 ml/L pada saat surut.5 pada kondisi air pasang dan antara 6. Hasil pengamatan Ilahude (1995) pH diperairan Teluk Jakarta berkisar antara 8.3-1.1-9. tapi pada kenyataannya adalah hingga saat ini curah hujan masih tinggi dimana musim hujan masih berlangsung. pH Keadaan pH di perairan laut berkisar antara 7.97.4 pada kondisi air surut. Salinitas hasil pengamatan tahun 2010 terlihat lebih rendah terutama di lapisan permukaan.0 dilapisan permukaan dan antara 7. Kecerahan Air Kecerahan air di perairan laut berkisar antara 1.219 . Pada musim peralihan barat-timur keadaan salinitas di Teluk Jakarta mengalami maksimum pertama yaitu berkisar antara 28.0-5. dan buangan tersebut mengalami proses pembusukan yang tentunya banyak menggunakan oksigen. Oksigen terlarut (DO) Kandungan oksigen diperairan laut pada bulan September 2010 berkisar antara 3.7-7. Adanya proses pembusukan tentunya berpengaruh pada nilai pH perairan. sementara itu di perairan muara berkisar antara 0. keadaan salinitas perairannya secara normal sepanjang tahun mengalami dua maksimum dan dua kali minimum (Ilahude.0 /oo di lapisan dekat dasar. o oo Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .8 meter pada saat air laut surut.7 ml/L dilapisan dekat dasar.1-11.1-8. 1995).2-6. Keadaan ini memberikan indikasi adanya buangan dari hasil berbagai kegiatan.5 meter Kecerahan yang cukup rendah ditemukan di stasiun C6.533. 5). 3).00 ml/L).4-5.3.3 meter pada saat air laut pasang dan antara 0.7 ml/L dilapisan permukaan dan antara 2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 adalah merupakan bagian dari Laut yang berada pada paling barat.1-6. baik kegiatan yang berasal dari darat yang terbawa aliran sungai maupun kegiatan di laut sendiri. Keadaan ini dimungkinkan adanya fenomena perubahan iklim dimana biasanya pada musim peralihan ini curah hujan sudah berkurang.7 didekat dasar. Tercatat kandungan oksigen cukup rendah sampai ke bagian tengah perairan Teluk Jakarta terutama dilapisan dasar (<3.4 ml/L pada saat kondisi air pasang dan antara 0.6-19. Keadaan ini dimungkinkan masuknya lumpur yang berasal dari muara sungai. Sementara itu kecerahan di perairan muara tercatat berkisar antara 0.sedangkan di perairan muara berkisar antara 6.2 cm/det dengan arah bervariasi baik antar waktu maupun lokasi/stasion pengamatan 6). 4).5 /o di lapisan permukaan dan antara berkisar antara 32.2-7. A r u s Kecepatan arus dari hasil pengamatan tercatat berkisar antara 2.

Larva Archiannelida (1 jenis). Hal tersebut digambarkan pada Grafik : II. 5.2 meter. GRAFIK : II. yang terdiri dari klas Crustaceae (7 jenis).4-25. zooplankton pada saat surut ditemukan 19 jenis. Hydrozoa (1 jenis). Zooplankton Pengamatan terhadap sampel zooplankton di Muara Teluk Jakarta pada saat pasang. Urochordata (2 jenis). Sagittoidea (2 jenis).0 meter pada saat pasang dan 0. dengan kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun Muara Marina dan terendah pada stasiun Muara Cengkareng.000 ind/m .2. Kedalaman terendah terdapat di zona B yaitu stasiun B1 dimana lokasinya dekat dengan daratan sedangkan tertinggi terdapat di Zona A yaitu stasiun A4 dimana lokasinya berada tepat di tengah teluk dan terjauh dari daratan Jakarta.9-5. jenis Acartia sp. Pada saat pasang maupun surut. larva crustacea (3 jenis).3. dengan komposisi jenis yang sama. Kedalaman Kedalaman perairan di laut Teluk Jakarta berkisar antara 3. ditemukan paling melimpah dan 3 3 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . ditemukan 19 jenis.207 ind/m .156.156.869 sampai 29.5 meter pada saat surut.0-6. Gastropoda (1 jenis).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 7). Sama halnya dengan hasil pengamatan zooplankton pada saat pasang. KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON PERAIRAN MUARA SAAT PASANG SURUT Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Kelimpahan zooplankton pada saat pasang berkisar antara 8. Kelimpahan zooplankton pada saat surut berkisar antara 6. larva molusca (1 jenis) dan larva cacing (1 jenis). Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun Muara Cilincing dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun Muara Kamal.220 .785 sampai 108. Kedalaman di muara Teluk Jakarta berkisar antara 1. Plankton 1).

Cilincing yaitu sebesar 0. KELIMPAHAN JENIS ZOOPLANKTON PERAIRAN MUARA SAAT PASANG SURUT Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat pasang berkisar antara 1.158. Hydrozoa 1 jenis. Cengkareng dengan nilai 0. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) ZOOPLANKTON PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG SURUT Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Pengamatan terhadap sampel zooplankton di perairan Laut Teluk Jakarta.065 (stasiun M. Urochordata 1 jenis.157.16 persen pada saat pasang dan 28. GRAFIK : II.596 (stasiun M. ditemukan 26 jenis. Kamal).912 terdapat pada stasiun M. Gastropoda 1 jenis. Indeks Dominansi (D) tertinggi pada stasiun M. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat surut berkisar antara 1. Crustaceae 14 jenis. Gembong dengan nilai 0. GRAFIK : II.221 . Marunda.144 (stasiun M.758. Gembong) sampai 2.153. yang terdiri dari Bivalvia 2 jenis. Cengkareng). Kamal dengan nilai 0.267 dan nilai terendah terdapat pada stasiun M. Indeks Keseragaman (E) tertinggi pada saat surut adalah sebesar 0. Cilincing) sampai 2.912 dan nilai terendah terdapat pada stasiun M.23 pada saat surut. dengan persen kelimpahan 28. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Nilai Indeks Dominasi (D) tertinggi terdapat pada stasiun M. Angke dengan nilai 0.627 (stasiun M. Larva cacing 1 jenis dan Larva Crustaceae 3 jenis. NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). Nilai Indeks Keseragaman (E) tertinggi terdapat pada stasiun M.141.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 mendominasi di setiap stasiun pengamatan. Gembong dengan nilai 0. Sagittoidea 3 jenis.254 dan nilai terendah pada stasiun M.

Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0.222 . KELIMPAHAN JENIS ZOOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 0.159.366 (stasiun B5). sedangkan nilai terendah terdapat pada stasiun C6 dengan nilai 0.227.54 persen.733 (stasiun A4) sampai 2. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Nilai Indeks Dominasi (D) tertinggi terdapat pada stasiun A4 dengan nilai 1. sedangkan Kelimpahan terendah terdapat pada stasiun A4.160.126. GRAFIK : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun C3. KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Kelimpahan Zooplankton berkisar antara 676 sampai 81.943 pada stasiun A5.536 pada stasiun C2 sampai 0. Jenis Acartia sp. ditemukan paling melimpah di setiap stasiun pengamatan.392 ind/m . dengan persen Kelimpahan 33.

Jenis Nitzschia sp. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) ZOOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 2). GRAFIK : II.403. Cyanophyceae (2 jenis).223 .942 – 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.161. ditemukan 36 jenis yang terdiri dari 4 classis. KOMPOSISI JENIS FITOPLANKTON PERAIRAN MUARA SAAT PASANG SURUT Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Kelimpahan Fitoplankton yang ditemukan pada saat pasang berkisar antara 147. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun Muara Marunda dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun Muara Cilincing. Nilai kelimpahannya 8. Bacillariophyceae (17 jenis) dan Dinophyceae (6 jenis).92 persen. Fitoplankton Hasil identifikasi Fitoplankton untuk perairan Muara Teluk Jakarta pada saat pasang dan surut.162. NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). tersaji pada Grafik : II.365.397 sel/m atau sekitar 67.180 sel/m .912 – 7. 3 3 3 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . mendominasi dan ditemukan paling melimpah di setiap stasiun pengamatan.162 dan 159.241 sel/m .820. yaitu Chlorophyceae (3 jenis). Kelimpahan Fitoplankton pada saat surut berkisar antara 113.

Karang).108 sel/m (11.164.541 (stasiun M.710 pada stasiun M.0. Angke)-1. NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). Karang dengan nilai 0.163.78 %). Angke.718 yang terdapat pada stasiun M. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) FITOPLANKTON PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG SURUT Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Marunda-0. Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0.651 dan nilai terendahnya terdapat pada stasiun M. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat surut berkisar antara 0.170.283 pada stasiun M. Angke dengan nilai 0. Marunda)1. KELIMPAHAN JENIS FITOPLANKTON DI PERAIRAN MUARA SAAT PASANG SURUT 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat pasang berkisar antara 0.178).224 . Nilai Indeks Dominasi (D) tertinggi pada saat surut terdapat pada stasiun M. Cengkareng. GRAFIK : II.786 (stasiun M. Melosira sp. GRAFIK : II.496.923 (stasiun M.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dengan Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun Muara Marina dan Kelimpahan terendah terdapat pada stasiun Muara Cilincing.943 (stasiun M. Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0. mendominasi Kelimpahan pada setiap stasiun pengamatan dengan Kelimpahan 1.195 terdapat pada stasiun M. Angke.808) dan stasiun Muara Angke dengan nilai dominansi terendah (0. Stasiun Muara Marunda memiliki nilai indeks dominansi tertinggi (0. Angke).

920. Jenis Nitzschia sp.140 pada stasiun B6 sampai 0.406-5. tersaji pada Grafik : II. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun C6 dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun A6. GRAFIK : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Hasil yang diperoleh dari sampel perairan laut Teluk Jakarta diperoleh 29 jenis fitoplankton yang terdiri dari 4 classis. KOMPOSISI JENIS FITOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Kelimpahan fitoplankton yang ditemukan pada masing-masing stasiun. KELIMPAHAN JENIS FITOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 3 3 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 0.225 . GRAFIK : II.165 (stasiun C3).911 sel/m (42. berkisar antara 202.359 (stasiun B6) sampai 2.101.146. Indeks Dominasi (D) tertinggi terdapat pada stasiun B6 dengan nilai 0.877 sedangkan nilai terendahnya terdapat pada stasiun D4 dengan nilai 0. Cyanophyceae (2 jenis). Bacillariophyceae (20 jenis) dan Dinophyceae (6 jenis).166. ditemukan paling melimpah dan mendominasi di setiap stasiun pengamatan. dengan kelimpahan 17. Berkebalikan dengan indeks keanekaragaman.736 sel/m .53%).165. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0.165. yaitu Chlorophyceae (1 jenis).740 pada stasiun D4.

dan Crustacea) dan 49 jenis (Genus). NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’).167. sedangkan kelas lainnya memiliki komposisi jenis kurang dari 3 persen (Grafik : II. dan Arthropoda).3.168. GRAFIK : II. 5 kelas (Bivalvia. Annelida. Polychaeta. Gastropoda.3. Jenis yang sering ditemukan dalam jumlah banyak yaitu donax sp sebesar 53 persen dan codakia sp sebesar 18 persen.226 . Scaphopoda. Jumlah jenis Makrozoobentos yang ditemukan berkisar 1 sampai 17 jenis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Makrozoobentos dari perairan Laut Teluk Jakarta didapatkan terdiri dari 3 Phylum (Moluska. dan yang paling banyak ditemukan terdapat di stasiun A2 dan D6. kemudian diikuti oleh kelas Gastropoda sebesar 21persen yang didominasi oleh jenis turritella sp adalah 11 persen. DOMINANSI (D) DAN KESERAGAMAN (E) FITOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 5. KOMPOSISI JENIS MAKROZOOBENTOS PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Komposisi jenis Makrozoobentos didominasi oleh kelas Bivalva sebesar 76 persen.168). Makrozoobenthos Hasil identifikasi jenis Makrozoobenthos disajikan pada lampiran 4a dan 4b.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.

091 ind/m . kepadatan tertinggi terdapat di stasiun D3 (Grafik : II. Berdasarkan komposisi Makrozoobentos di muara Teluk Jakarta. KEPADATAN MAKROZOOBENTOS PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Hasil identifikasi jenis Makrozoobentos pada stasiun Muara Teluk Jakarta didapatkan terdiri dari 3 Phylum (Moluska. Sama halnya dengan pengamatan bulan mei 2010. dan 24 jenis (Genus).169. pada bulan September 2010 kepadatannya lebih sedikit. Secara umum kepadatan Makrozoobentos terendah pada stasiun pengamatan A6 dan kepadatan tertinggi pada stasiun D3.825 ind/m ). barbatia sp (14%) dan mytilus sp (11%). kemudian diikuti oleh Gastropoda dan Polychaeta masing-masing 1 persen.227 . didominasi oleh balanus sp. (Grafik : II. kelas yang mendominasi yaitu Bivalva sebesar 88 persen. Jumlah jenis Makrozoobentos berkisar 0 sampai 13 jenis. Crustacea. 4 kelas (Bivalvia.170). dan Annelida). jumlah jenis yang paling banyak ditemukan terdapat di stasiun muara Gembong. jenis yang sering ditemukan dalam jumlah lebih banyak adalah donax sp (33%). GRAFIK : II.575 ind/m 2 dengan rata-rata 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Kepadatan Makrozoobentos yang ditemukan di perairan Laut Teluk Jakarta berkisar antara 150 sampai 22. Kelas Malacostraca memiliki komposisi jenis 10 persen.169). perna sp (23%). Dibandingkan dengan pengamatan 2 2 sebelumnya yaitu bulan Mei 2010 (55. Arthropoda. dan Polychaeta). Gastropoda. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .

GRAFIK : II.0-3.06.228 . karena pada kedua muara tersebut tidak ditemukan adanya Organisme dan kepadatan tertinggi di stasiun Muara Karang yang didominasi oleh jenis mytilus sp. dalam Wilhm (1975) kriteria pencemaran perairan dengan menggunakan indeks keragaman Shannon-Wiener dari hewan Makrozoobentos. Indeks keanekaragaman tertinggi terdapat di stasiun A1 sedangkan terendah terdapat di stasiun D5. Menurut Staub et al. kualitas air dapat dikelompokan atas : Tercemar Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .170. Makrozoobentos dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat ketahanan terhadap pencemaran air. KEPADATAN MAKROZOOBENTOS PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Indeks keanekaragaman Makrozoobentos di perairan laut Teluk Jakara berkisar antara 0. Hasil pengamatan bulan Mei sama dengan pengamatan bulan September 2010. Menurut Wilhm dalam Wahyono (1993). KOMPOSISI JENIS MAKROZOOBENTOS PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Kepadatan Makrozoobentos di perairan Muara Teluk Jakarta berkisar antara 0 sampai 6550 ind/m 2 2 dengan rata-rata 1877 ind/m (Grafik : II.171).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.. Kepadatan terendah di stasiun pengamatan Muara Cengkareng dan Kamal.171.32 dengan rata-rata 2.

Indeks keseragaman tertinggi terdapat di stasiun D5 dan terendah di stasiun A5. B1. C2. Stasiun D4. Pada stasiun D5 nilai indeks dominansinya tinggi karena hanya ditemukan 1 spesies yaitu Donax sp (Grafik : II.229 . A4. B6 termasuk dalam kategori tercemar sangat ringan. Gembong dan terendah di stasiun M. dan stasiun A1.96 dengan rata-rata 0. Indeks keanekaragaman tertinggi di stasiun M.172.5). dan Tercemar Sangat Ringan (TSR) (3<H’<4. A6. D3. NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’).14 (Stasiun A7) sampai dengan 1. DAN DOMINANSI (D) PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 Indeks keanekaragaman Makrozoobentos di perairan Muara Teluk Jakara berkisar antara 0. D6 termasuk dalam kategori tercemar ringan.0 (Stasiun D5).0 . stasiun A3.172). Nilai indeks dominansi berbanding terbalik dengan nilai indeks keanekaragaman.00 sampai 0. Kamal dan cengkareng Drain. C3. stasiun A2. Tercemar Ringan (TR) (1<H’<2). dan B4 termasuk dalam kategori tercemar berat. B2. A6 dan D3. Stasiun Muara Kamal. Cilincing. dan Cengkareng Drain termasuk dalam kategori tercemar berat. B7. A7. C6.93 dengan rata-rata 0. Berdasarkan klasifikasi tingkat ketahanan terhadap pencemaran air.0 sampai 0.3.64. C4. Muara karang termasuk dalam kategori tercemar ringan. perairan laut Teluk Jakarta indeks dominansinya berkisar antara 0. Muara Marina termasuk dalam kategori tercemar sedang. Sunter. B5.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Berat (TB) (0<H’<1).16.50.45 dengan rata-rata 1. B3. Berdasarkan klasifikasi tingkat ketahanan terhadap pencemaran air. dan C5 termasuk dalam kategori tercemar sedang. Indeks keseragaman Makrozoobentos perairan laut berkisar antara 0. perairan Muara Teluk Jakarta termasuk dalam kategori tercemar berat sampai tercemar sangat ringan. A5. Indeks keseragaman di Muara Teluk Jakarta berkisar 0. D5. dan Muara Gembong termasuk dalam kategori tercemar sangat ringan. Indeks keseragaman tertinggi terdapat di stasiun Muara Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Tercemar Sedang (TS)(2<H’<3). KESERAGAMAN (E). Marunda. perairan laut Teluk Jakarta termasuk dalam kategori tercemar berat sampai tercemar sangat ringan. Angke. GRAFIK : II.

230 .22 C keadaan air laut pasang dan 30. Kualitas Perairan 1).4.22 C pada saat keadaan air laut pasang dan antara 29.1.173. Tingginya nilai indeks dominansi pada stasiun Sunter disebabkan karena ditemukan jenis/genus perna viridis (kerang hijau) dalam jumlah banyak sekitar 96 persen dari total Makrozoobentos yang tertangkap.173).82-30.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Gembong dan terendah di stasiun Muara Kamal dan cengkareng. Suhu yang relatif lebih tinggi di Muara Karang dimungkinkan masuknya limbah air panas yang berasal dari aktifitas O O O O O O O Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .00 C.62-29. NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN (H’). sedangkan indeks dominansi untuk perairan muara berkisar antara 0.13 C didekat dasar.40.73 C dan antara 28.55-29. Hasil Pengamatan Periode Desember 2010 5. kecuali di Muara Karang suhu tercatat 30.30-30. Pada musim barat suhu umumnya lebih rendah suhu pada musim-musim lainnya. DAN DOMINANSI (D) PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan September 2010 5. Suhu air pada bulan pengamatan menunjukkan angka yang rendah yaitu kurang dari 30.98 C pada saat keadaan air laut surut. Sedangkan pada Muara Cengkareng dan Kamal nilai indeks dominansinya 0 karena tidak adanya individu/organisme yang ditemukan pada kedua stasiun muara tersebut (Grafik : II.86 (Muara Sunter) dengan rata-rata 0. KESERAGAMAN (E). GRAFIK : II. Keadaan ini selain pengaruh juga kuatnya angin berhembus diatas perairan Teluk Jakarta.4.0 (Muara Cengkareng dan Muara Kamal) sampai dengan 0. Suhu Di perairan laut suhu permukaan berkisar antara 28.98 C pada keadaan air laut surut. yang berarti bahwa keseimbangan ekosistemnya tidak stabil. Pada saat pengamatan adalah bulan Desember dimana pada bulan tersebut musim barat mulai berlangsung. sedangkan diperairan muara suhu berkisar antara 28.

Kandungan Oksigen kurang dari 5.90 meter.0-32. 5). Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . dan intensitas dipengaruhi loleh keadaan cuaca (angin.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 PLTU Muara Karang.00 ppm hanya ditemukan pada dekat dasar yaitu di stasion A7 sebesar 4.50 ml//L) sampai dengan 10. terutama kekeruhan di muara sungai menyebabkan yang rendah di perairan muara. Sebaliknya diperairan muara kandungan Oksigen umumnya rendah yaitu < 5. Pada saat puncak musim barat keadaan salinitas di Teluk Jakarta berkisar antara 25. sementara di perairan muara berkisar antara 0.20-0.0 ppm.0-6.. pH Keadaan pH di perairan laut menunjukkan masih memenuhi untuk kebutuhan kehidupan biota laut sesuai dengan ketentuan KLH (2004) yaitu antara 7. Kecerahan Air Kecerahan air dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Tingginya Oksigen dimungkinkan selain adanya proses difusi (larutnya oksigen dari udara oleh kuatnya) juga proses pelarutan dari darat yang terbawa air hujan melalui sungai.0 didekat dasar.0. waktu pengamatan dan kekeruhan. Oksigen terlarut (DO) Kandungan oksigen diperairan laut Teluk Jakarta menunjukkan angka yang tinggi baik di lapisan permukaan dasar yaitu diatas 5.11-816.5. Kecerahan air yang rendah hasil pengamatan bulan Desember.0 ppm (3. Kandungan Oksigen diperairan muara yang nilaiya diatas 5.91 ppm.0. faktor-faktor tersebut diatas sangat berperan terhadap rendahnya kecerahan air pada bulan Desember.0 meter. 6).23 ml/L). Sementara itu di perairan muara ada beberapa stasion pengamatan keadaan pHnya sudah kurang dari 7.231 . 4).0-8.0-32. Hasil pengamatan tercatat pH berkisar antara 7. Peairan muara yang kandungan pH-nya rendah umumnya air bau busuk.00 ppm hanya ditemukan di Muara Marunda dan Muara Gembong.0 di lapisan permukaan dan antara 28.00 ppm . Keadaan ini dimungkinkan masih adanya sisa massa air dengan salinitas tinggi yang berasal wilayah timur. awan). 2).33 ppm (7.81 ppm dan D6 sebesar 3.0-33.0. Salinitas Keadaan salinitas di perairan laut Teluk Jakarta yang diperoleh dari hasil pengamatan bulan Desember ini menunjukkan angka masih tinggi yaitu 28. Tercatat kecerahan air di perairan laut berkisar antara 2.0-32.5 dilapisan permukaan dan antara 30.

232 . tersaji pada lampiran 2a. dengan Kelimpahan total sebesar 1. tersaji pada Grafik : II.2.174. Fitoplankton Hasil identifikasi Fitoplankton di perairan laut Teluk Jakarta.2 cm/det pada keadaan air laut pasang dan antara 4. Cyanophyceae 2 jenis dan Dinophyceae 2 jenis (Grafik : II.174).213 sel/m . dengan arah bervariasi.554.368. Kecepatan arus berkisar antara 2. Jenis Chaetoceros sp. ditemukan paling melimpah dan mendominasi di setiap stasiun pengamatan.4. Hasil yang diperoleh dari sampel perairan laut Teluk Jakarta diperoleh 21 jenis Fitoplankton yang terdiri dari 3 classis. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun D5 dan kelimpahan terendah pada stasiun pulau Panggang.872507. A r u s Pengamatan arus hanya dilakukan diperairan muara.23%). Melihat pola arusnya (baik kecepatan dan arahnya) dimungkinkan arus pasang yang lebih dominan di perairan ini. GRAFIK : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 7).923 sel/m (50. yaitu Bacillariophyceae (Diatoma) terdiri dari 17 jenis. berkisar antara 47.2-32. 5.863.8 cm/det pada saat air surut. 3 3 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .175. Plankton 1).7-20. KOMPOSISI JENIS FITOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 2 2 17 DIATOMA CYANOPHYCEAE DINOPHYCEAE Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Kelimpahan Fitoplankton yang ditemukan pada masing-masing stasiun.

233 . Chlorophyceae 1 jenis. Dinophyceae 5 jenis. Cyanophyceae 2 jenis. INDEKS DOMINANSI.Pari P.820 sedangkan nilai terendahnya terdapat pada stasiun Pulau Pari dengan nilai 0.Tidung P. GRAFIK : II. ditemukan 31 jenis yang terdiri dari Bacillariophyceae (Diatoma) sebanyak 22 jenis. Hasil identifikasi Fitoplankton untuk perairan Muara Teluk Jakarta baik pada saat pasang maupun pada saat surut. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . SEBARAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON (SEL/M3) PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 600000000 K elim pahan (s el/m 3) 500000000 400000000 300000000 200000000 100000000 0 P. SEBARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN. Indeks Dominasi (D) tertinggi terdapat pada stasiun C4 dengan nilai 0. Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0.175.124.970 pada stasiun Pulau Pari (Grafik : II. tersaji pada Grafik : II. dan Chrysophyceae 1 jenis.Pramuka P.176).Panggan A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 C1 C2 C3 C4 C5 D3 D4 D5 D6 S ta siun Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 0.177. DAN INDEKS KESERAGAMAN FITOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Hasil identifikasi Fitoplankton di perairan muara Teluk Jakarta pada saat pasang dan surut tersaji pada lampiran 2b-2c.130 (stasiun pulau Pari).410 (stasiun C4) sampai 2.176.170 pada stasiun C2 sampai 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.

177.178. stasiun pengamatan Muara Gembong tidak dapat diamati.520.178). Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun M8 (Muara Marunda) dan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun M7 (Muara Cilincing). Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun M8 (Muara Marunda) dan kelimpahan terendah pada stasiun M5 (Muara Marina). mendominasi dan ditemukan paling melimpah di setiap stasiun pengamatan dengan total Kelimpahan sebesar 543. karena faktor cuaca di lapangan tidak memungkinkan untuk mengambil sampel.285.211-9. SEBARAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON (SEL/M3) MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG Pasang 400000000 K elim pahan (s el/m 3) 3 3 350000000 300000000 250000000 200000000 150000000 100000000 50000000 0 M1 M2 M3 M4 M5 S ta siun M6 M7 M8 M9 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Kelimpahan Fitoplankton pada saat surut berkisar antara 139.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 GRAFIK : II.346-359.177 sel/m atau sekitar 86.088 sel/m . Stephanophyxis sp 3 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .291. KOMPOSISI JENIS FITOPLANKTON YANG DITEMUKAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG SURUT 2 1 5 1 22 BACILLARIOPHYCEAE CYANOPHYCEAE DINOPHYCEAE CHRYSOPHYCEAE CHLOROPHYCEAE Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Kelimpahan Fitoplankton yang ditemukan pada saat pasang berkisar antara 2.234 . GRAFIK : II. Pada saat surut.40 persen (Grafik : II.948.000 sel/m . Jenis Stephanophyxis sp.

180.305).091 (stasiun Muara Marunda) sampai 1. INDEKS DOMINANSI.DAN INDEKS KESERAGAMAN FITOPLANKTON PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat surut berkisar antara 0.379 (stasiun Muara Cengkareng).009 terdapat pada stasiun Muara Gembong sampai 0. gambar tersaji pada Grafik : II. Nilai indeks dominansi tertinggi terdapat pada stasiun Muara Gembong (0. GRAFIK : II.995) dan nilai terendah pada stasiun Muara Cengkareng (0.58 persen. Nilai Indeks Dominasi (D) tertinggi pada saat surut Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .573 (stasiun Muara Cengkareng).179.179. SEBARAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON (SEL/M3) MUARA TELUK JAKARTA SAAT SURUT Surut 10000000 3 K elim pahan (s el/m 3) 8000000 6000000 4000000 2000000 0 M1 M2 M3 M4 M5 M6 M7 M8 M9 S ta siun Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat pasang berkisar antara 0. GRAFIK : II. Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0.604.575 yang terdapat pada stasiun Muara Cengkareng (Grafik : II.180).021 (stasiun Muara Gembong) sampai 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 masih mendominasi tiap stasiun pengamatan pada waktu surut dengan total Kelimpahan 21. SEBARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN.235 .841 sel/m atau sekitar 75.

Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0. ditemukan 33 jenis.182.236 . Urochordata 2 jenis.596 pada stasiun Muara Cengkareng. KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON YANG DITEMUKAN PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 3 1 12 8 2 3 TINTINNIDAE CHAETOGNATHA AKTINOPODA UROCHORDATA 4 COPEPODA LARVA MOLUSCA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Molusca 4 jenis. GRAFIK : II. Chaetognatha 3 jenis. Pengamatan terhadap sampel zooplankton di perairan Laut Teluk Jakarta. DAN INDEKS KESERAGAMAN FITOPLANKTON PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT SURUT Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 2). yang terdiri dari Tintinnidae 3 jenis. Zooplankton Hasil identifikasi Zooplankton tersaji pada lampiran 3a.974 dan nilai terendahnya terdapat pada stasiun Muara Cengkareng dengan nilai 0.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 terdapat pada stasiun Muara Marunda dengan nilai 0. GRAFIK : II.181. Actinopoda 1 jenis.280. Copepoda 8 jenis. INDEKS DOMINANSI.181.037 pada stasiun Muara Marunda sampai 0. dan larva 12 jenis (Grafik : II. SEBARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN. tersaji pada Grafik : II.182).

956 pada stasiun pulau Pramuka. ditemukan 18 jenis yang terdiri dari Copepoda 8 jenis.184. Tidung Halaman II . Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya P. Pengamatan terhadap sampel Zooplankton di Muara Teluk Jakarta pada saat pasang.183). dengan jumlah total Kelimpahan sebesar 109.279 ind/m atau sekitar 26. Pramuka P. ditemukan paling melimpah di setiap stasiun pengamatan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Kelimpahan Zooplankton berkisar antara 1. Jenis Acartia sp. INDEKS DOMINANSI. SEBARAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON (IND/M3) PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 45000 40000 3 3 K elim pahan (ind/m 3) 35000 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 D3 D4 D5 C2 C3 C4 C5 C6 D6 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 P.507 ind/m . sedangkan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun pulau Tidung. Chaetognatha 2 jenis.100. Urochordata 1 jenis. Panggang P.237 . Nilai Indeks Dominasi (D) tertinggi terdapat pada stasiun pulau Panggang dengan nilai 0.139 pada stasiun pulau Panggang sampai 0. SEBARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN. GRAFIK : II. GRAFIK : II. Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun D5. sedangkan nilai terendah terdapat pada stasiun C5 dengan nilai 0.184.962.183. Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0.459 (stasiun C5).64 persen (Grafik : II. Pari S ta siun Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 0.096 (stasiun pulau Panggang) sampai 2. Tintinnidae 1 jenis. DAN INDEKS KESERAGAMAN ZOOPLANKTON PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Hasil identifikasi Zooplankton pada saat pasang dan surut tersaji pada lampiran 3b-3c.845-41. tersaji pada Grafik : II.

Kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun M9 (Muara Gembong) dan Kelimpahan terendah terdapat pada stasiun M1 (Muara Kamal). Chaetognatha 2 jenis. KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON YANG DITEMUKAN PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG 5 8 1 2 1 COPEPODA UROCHORDATA TINTINNIDAE 1 CHAETOGNATHA MOLUSCA LARVA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Sedangkan hasil pengamatan Zooplankton pada saat surut ditemukan 19 jenis yan terdiri dari Copepoda 9 jenis. GRAFIK : II. KOMPOSISI JENIS ZOOPLANKTON YANG DITEMUKAN PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT SURUT 5 9 1 2 1 COPEPODA UROCHORDATA 1 CHAETOGNATHA MOLUSCA LARVA TINTINNIDAE Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 3 Kelimpahan Zooplankton pada saat pasang berkisar antara 12.272 ind/m . Pada saat pasang.246 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Molusca 1 jenis dan Larva 5 jenis.185. jenis Acartia sp. ditemukan paling melimpah dan mendominasi di setiap stasiun pengamatan.186).186. dengan Kelimpahan totalnya 27.185. Tintinnidae 1 jenis. dan Larva 5 jenis (Grafik : II.238 . Molusca 1 jenis. GRAFIK : II. Urochordata 1 jenis.006 sampai 28. tersaji pada Grafik : II.

349 (stasiun M2). DAN INDEKS KESERAGAMAN ZOOPLANKTON PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT SURUT Surut 40000 35000 3 Kelimpahan (ind/m3) 30000 25000 20000 15000 10000 5000 0 M . mendominasi pada setiap stasiun pengamatan dengan besar Kelimpahan totalnya 25.835 (stasiun M7) sampai 2. M arinaM . SEBARAN KELIMPAHAN ZOOPLANKTON (IND/M3) DI PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG Pasang 30000 3 Kelimpahan (ind/m3) 25000 20000 15000 10000 5000 0 M .188.628 sampai 34. Kamal M. A ngke M . Cengkareng Gembo ng Stasiun Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 3 Kelimpahan Zooplankton pada saat surut berkisar antara 12. M arunda M. Karang M . A ngke M . Cilincing M . GRAFIK : II. SEBARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN. dengan kelimpahan tertinggi terdapat pada stasiun M2 (Muara Cengkareng) dan terendah pada stasiun M3 (Muara Angke).187.239 . Karang M . Sunter M . Kamal M. GRAFIK : II. M arinaM . tersaji pada Grafik : II.187).06 persen (Grafik : II. M arunda M. Cilincing M .188.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 ind/m atau sekitar 20.626 ind/m . M .907 ind/m atau sekitar 15.29 persen. M . INDEKS DOMINANSI. Cengkareng Gembo ng Stasiun Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat pasang berkisar antara 1. Jenis Oithona sp. Sunter M . Nilai Indeks Keseragaman (E) tertinggi terdapat pada stasiun M2 dengan nilai Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .

Jenis yang sering ditemukan dalam jumlah yang banyak adalah Donax sp (87 %) dari kelas Bivalvia. Annelida. Cellana sp (4 %) dari kelas Gastropoda.188 dan nilai terendah pada stasiun M2 dengan nilai 0.190. Polychaeta. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .870. dari kelas Gastropoda.848. Makrozoobenthos 1).167 dan nilai terendah terdapat pada stasiun Muara Cengkareng dengan nilai 0. GRAFIK : II. SEBARAN NILAI INDEKS KEANEKARAGAMAN. Scaphopoda. Codakia sp (3 %) dari kelas Bivalvia. dan Arthropoda).947 (stasiun Muara Marina) sampai 2.4.945 dan nilai terendah terdapat pada stasiun M3 dengan nilai 0.459 (stasiun Muara Cengkareng). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Makrozoobentos dari perairan Laut Teluk Jakarta didapatkan terdiri dari 3 Phylum (Moluska. DAN INDEKS KESERAGAMAN ZOOPLANKTON PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA SAAT PASANG Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada saat surut berkisar antara 1. dan Aliculastrum sp (3 %) dari kelas Gastropoda (Grafik : II.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 0. Indeks Dominansi (D) tertinggi pada stasiun M7 yaitu sebesar 0. Indeks Keseragaman (E) tertinggi pada saat surut adalah sebesar 0.096.240 .3. dan Crustacea) dan 57 jenis (Genus). 5 kelas (Bivalvia. Dentalium sp (3 %) dari kelas Scaphopoda.107 (Grafik : II. 5. Gastropoda.190). Nilai Indeks Dominasi (D) tertinggi terdapat pada stasiun Muara Marina dengan nilai 0. GRAFIK : II.189.189). Laut Hasil identifikasi jenis Makrozoobenthos disajikan pada lampiran 4a.932 terdapat pada stasiun Muara Cengkareng dan nilai terandah pada stasiun Muara Karang dengan nilai 0. INDEKS DOMINANSI.

yang ditunjukkan pada stasiun B3 & B5 dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 3.36 (mempunyai keanekaragaman sedang).241 .191. pada perairan laut indeks dominansinya berkisar antara 0.191). Secara umum kepadatan Makrozoobentos terendah pada stasiun pengamatan A7 dan kepadatan tertinggi pada stasiun D4 (Grafik : II.98 (Stasiun D5). Jika dilihat dari indeks dominansinya. 1989) dengan kisaran: 0 ≤ H’ ≤ 3. GRAFIK : II.32 (keanekaragaman rendah).32 (Lampiran 4a).97 (keanekaragaman tinggi).97 (keanekaragaman sedang). maka dapat dikatakan bahwa pada perairan laut Teluk Jakarta mempunyai kisaran keanekaragaman rendah sampai dengan sedang. 3.32 ≤ H’ ≤ 9. Pada stasiun D5 nilai indeks dominansinya tinggi karena didominai oleh jenis Donax sp. sedangkan pada stasiun-stasiun lainnya mempunyai nilai indeks keanekaragaman rendah yakni < 3. KEPADATAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA 2 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Berdasarkan indeks keanekaragaman (H’) dari Shannon-Wiener (Krebs.12 (Stasiun B7) sampai dengan 0. dan H’ ≥ 9.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 KOMPOSISI JENIS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN LAUT TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Kepadatan Makrozoobentos yang ditemukan di perairan Laut Teluk Jakarta berkisar antara 275 sampai 38000 ind/m .43 & 3. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .

193.193). Kepadatan terendah di stasiun pengamatan Muara Angke dan Kamal. karena pada kedua muara tersebut tidak ditemukan adanya Organisme dan kepadatan tertinggi di stasiun Muara Gembong. KEPADATAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Jenis yang sering ditemukan dalam jumlah lebih banyak adalah Donax sp sebesar 65 persen dari kelas Bivalvia dan Balanus sp sebesar 21 persen dari kelas Crustacea (Grafik : II. KOMPOSISI JENIS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN MUARA TELUK JAKARTA Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Kepadatan Makrozoobentos di perairan Muara Teluk Jakarta berkisar antara 0 sampai 3275 ind/m 2 (Grafik : II.192). dan Annelida).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 2). Gastropoda. Arthropoda. Berdasarkan komposisi Makrozoobentos di muara Teluk Jakarta. Scaphopoda.242 . Crustacea. Muara Hasil identifikasi jenis Makrozoobentos pada stasiun Muara Teluk Jakarta didapatkan terdiri dari 3 Phylum (Moluska. 5 kelas (Bivalvia. dan Polychaeta). dan 23 jenis (Genus). GRAFIK : II.192. GRAFIK : II.

KOMPOSISI JENIS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN KEP. 3). Gastropoda. Scaphopoda. GRAFIK : II. dan Turritella sp dari kelas Gastropoda (25 %) (Grafik : II. pulau Panggang.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Pada perairan muara Teluk Jakarta indeks keanekaragaman (H’) termasuk kedalam kisaran keanekaragaman rendah. dan pulau Pramuka ditemukan 2 filum (Moluska dan Annelida).194.99 atau < 3. SERIBU Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Hal ini disebabkan karena sangat jarangnya Organisme/individu yang ditemukan pada perairan muara Teluk Jakarta. jenis yang paling sering ditemukan dalam jumlah banyak adalah Siliquaria sp dari kelas Gastropoda (42 %). dan 23 genus. Berdasarkan komposisi jenis Makrozoobenthos pada ketiga pulau. Sedangkan indeks dominansi untuk perairan muara berkisar antara 0 (Muara Angke dan Muara Kamal) sampai dengan 0.194). karena nilainya antara 0-1. Tingginya nilai indeks dominansi pada stasiun Gembong disebabkan karena ditemukan satu genus Makrozoobenthos yang paling mendominasi yaitu Donax sp.243 . Dentalium sp dari kelas Scaphopoda (33 %). Kepulauan Seribu Hasil identifikasi Makrozoobenthos pada perairan Kepulauan Seribu yaitu pulau Pari. Sedangkan pada Muara Angke dan Kamal nilai indeks dominansinya 0 karena tidak adanya individu/organisme yang ditemukan pada kedua stasiun muara tersebut. 4 kelas (Bivalvia.32 (Lampiran 4b).90 (Muara Gembong). Polychaeta).

10 (pulau Panggang) . Kepadatan terendah di stasiun pengamatan pulau Pramuka dan Kepadatan tertinggi di Pulau Pari.60 dan nilai terendah terdapat pada pulau Pramuka sebesar 2. Nilai tertinggi pada pulau Panggang yakni sebesar 3.60 atau (Lampiran 4c). KEPADATAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Pada perairan Kepulauan Seribu indeks keanekaragaman (H’) termasuk ke dalam kisaran keanekaragaman rendah sampai dengan sedang.194). Sedangkan indeks dominansi untuk perairan Kepulauan Seribu berkisar antara 0.244 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Pemantauan Bulan Desember 2010 Kepadatan Makrozoobentos di perairan Kepulauan Seribu berkisar antara 425 sampai 925 ind/m 2 (Grafik : II. GRAFIK : II.194.20 (pulau Pramuka).44 – 3.0. Dari hasil pemantauan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi beban pencemaran di Teluk dan Laut telah dilakukan berbagai upaya diantaranya : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .44. karena nilainya antara 2.

Perubahan iklim mengakibatkan di lapisan atmosfer paling bawah terjadi kenaikan muka air laut. F. Dhaka berada di peringkat pertama. Di lain pihak Teluk Jakarta juga merupakan tempat bagi nelayan melakukan kegiatan penangkapan ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Provinsi DKI Jakarta. industri maupun rumah tangga serta kegiatan lainnya. aktivitas deforentasi akan terus meningkatnya emisi karbon yang ada di atmosfir. Perubahan iklim global telah dan akan terus terjadi sejalan dengan peningkatan aktivitas manusia yang mengkonsumsi energi. 4. mahasiswa. juga telah merencanakan Program Pantai Lestari yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan pantai dan laut agar pemanfaatannya dapat ditingkatkan serta memperbaiki kondisi Mangrove dan Terumbu Karang di Kepulauan Seribu. 3. Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Manila dalam daftar kota di Asia yang paling terancam akibat naiknya permukaan air laut. hal ini menyebabkan perairan Teluk Jakarta mempunyai karakteristik yang khusus dimana perairan ini menerima beban pencemaran yang cukup berat.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1. Cakung dan Grogol. Membuat jaring penangkap sampah disekitar dam pengendali pada semua sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta dimana diperkirakan ada 9 muara sungai yang membawa limbahnya baik dari pembuangan sampah. Peringkat ini didasarkan studi World Wildlife Fund (WWF) soal ancaman yang dihadapi 11 kota besar di Asia yang terletak di pinggir pantai atau delta sungai. dimana emisi karbon Indonesia khususnya di Jakarta didominasi oleh emisi dari bahan bakar fosil dan aktivitas deforestasi. khususnya energi dari bahan bakar fosil. forum peduli lingkungan. 2. Pemda Provinsi DKI Jakarta dalam peningkatkan kualitas perairan teluk telah melakukan berbagai upaya diantaranya adalah dengan program Kali Bersih dan kegiatan Stop Nyampah yang bertujuan untuk mengendalikan beban pencemaran dari kegiatan di sepanjang DPS Ciliwung.245 . cuaca ekstrem yang kerap terjadi Jakarta menduduki posisi kedua bersama Ibukota Filipina. dimana Ibukota Bangladesh. Perubahan iklim global menjadi isu penting yang terus bergulir dalam beberapa tahun terakhir ini. badai dan perubahan iklim lainnya. Ditambahkan. Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta. Mookervart. Cipinang. Dengan adanya perubahan iklim menyebabkan hujan ekstrem di Ibu Kota berdampak pada kondisi tanah yang tidak lagi bisa menampung volome air. masyarakat dalam dan luar negeri untuk melakukan penanaman mangrove. dimana tanah di DKI Jakarta dalam kondisi jenuh. Iklim Prediksi Jakarta tenggelam pada tahun 2030 bisa terjadi apabila pembangunan tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan hal ini diperkuat dari penelitian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. Bekerjasama dengan pelajar.

Kenaikan suhu udara tidak hanya disebabkan oleh sinar matahari atau kenaikan konsentrasi gas rumah kaca. Naiknya muka air laut tak hanya mengancam kehidupan penduduk pantai. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change). karena intrusi atau rembesan air laut yang semakin meningkat. Selama tahun 2010. panel ahli untuk isu perubahan iklim. Aktivitas industri selama ini diyakini sebagai pemicu awal emisi karbon -salah satu gas rumah kacayang memerangkap panas bumi. maka di perkirakan pada tahun 2070 akan terjadi kenaikan permukaan air laut setinggi 60 Cm. Menurut Rizaldi Boer Kepala Laboratorium Klimatologi Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor mengatakan.4 Derajat Celsius dan tertinggi terjadi pada bulan April yaitu 29. Ini berarti Jakarta yang masuk dalam dataran rendah akan ikut menuai akibatnya. Samoa. Jika permukaan pantai landai. Perubahan iklim juga menyebabkan negara-negara kepulauan seperti Karibia. jika terjadi kenaikan suhu hingga 2 derajat celsius -dari suhu tahun 1990. bahwa kenaikan suhu rata-rata yang mencapai 1 derajat celcius di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir termasuk sangat tinggi. rata-rata suhu terendah terjadi pada bulan September dan Desember yaitu 27. "Suhu rata-rata udara jadi minus. transportasi. satu-satunya jalan yang dapat dilakukan adalah harus memperlambat kenaikan suhu. Karena itu. Ada faktor lain yang turut mempercepat kenaikan suhu. Berdasarkan hal itu. Fiji. Vanuatu.5 Derajat Celsius untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel SD-23. Filipina serta Indonesia terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pada saat ini di DKI Jakarta telah mengalami dampak dari perubahan iklim diantaranya dengan meningkatnya permukaan air laut. jika Indonesia dan juga negara lain tidak melakukan upaya apapun untuk mengurangi Gas Rumah Kaca. itu mungkin saja. 1988). tetapi juga akan memperburuk kualitas air tanah di perkotaan. maka garis pantai akan mundur lebih dari 60 Cm. dan populasi merupakan tiga faktor yang terkait dengan aktivitas manusia (antroposentris). Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .pada tahun 2050 kondisi akan sangat sulit dikendalikan. Tetapi harus dilihat dulu titik-titik pemantauannya dan sumber panasnya dari mana saja. suhu di kawasan perkotaan khususnya daerah-daerah kawasan industri dipastikan akan lebih cepat panas daripada daerah kawasan pinggiran atau kawasan dengan vegetasi rapat.246 . dalam 100 tahun terakhir telah terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10 -25 Cm. Aktivitas industri. Dari hasil pemantauan suhu yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika pada titik pemantauan Stasiun Meteorologi Kemayoran menunjukkan bahwa rata-rata suhu udara di Jakarta setiap bulannya berubah-ubah. sementara diperkirakan bahwa pada tahun 2100 mendatang akan terjadi peningkatan air laut setinggi 15-95 Cm (Greenpeace. Jepang. Menurut Study ALGAS (1997). Menurut Panel Ahli Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

maka pemerintah kota DKI Jakarta telah mulai melakukan langkah-langkah antisipasi yaitu dengan melakukan penambahan ruang terbuka hijau dengan vegetasi rapat yang dapat memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika. intensitas badai dan puting beliung akan meningkat. Dalam kaitan tersebut untuk mengurangi penurunan permukaan tanah di DKI Jakarta yang menurut penelitian Kawasan Muara Baru Jakarta Utara mencapai 116 Cm. maka dapat dipastikan adanya kejadian banjir rob yang akhir-akhir ini sering terjadi di DKI Jakarta. bulan Januari. kenaikan permukaan laut.7 mm pada bulan Januari 2010 berakibat banyak kejadian banjir di Jakarta. sedangkan musim hujan kian pendek. daerah Cibubur mencapai 11 Cm. Februari dan Maret merupakan bulan dimana curah hujan tertinggi di Jakarta sehingga perlu diwaspadai adanya bahaya banjir lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel SD-22. Pada menjelang akhir tahun curah hujan mulai meningkat lagi pada bulan Oktober yaitu sebesar 381 mm.7 mm.8 Cm. yang menurut hasil penelitian Dinas Pertambangan Provinsi DKI Jakarta dengan ITB yang menunjukkan bahwa rata-rata penurunan tanah di DKI Jakarta adalah 1. dilanjutkan dengan curah hujan tinggi yang mencapai 413. Kondisi ini secara global diyakini. Jl. MH Thamrin mencapai 15 Cm.4261 Cm dimana penyebabnya adalah eksploitasi air tanah dan berat beban bangunan.247 . selain juga diakibatkan penurunan permukaan tanah. Curah hujan di Jakarta akan menurun lagi pada bulan April dan mencapai titik terendah yaitu hanya 40. Selain itu juga menciptakan program-program cinta lingkungan diantaranya : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Curah hujan ini akan menurun pada bulan bulan berikutnya meski sempat meningkat pada bulan Maret hingga mencapai 246 mm. cuaca semakin sulit diprediksi. Sejumlah penyakit akan mewabah dalam skala luas. hingga munculnya ancaman ketahanan pangan akibat pola tanam yang berubah-ubah. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Jl. diakibatkan dari adanya perubahan iklim. Daerah Kuningan Jakarta Selatan mencapai 2. Selain suhu. menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota." katanya. Kawasan Kelapa Gading mencapai 47 Cm. Setelah musim kemarau yang panjang. Dari uraian tersebut diatas. Ini bisa dilakukan dengan menambah luas hutan kota dan melindungi kawasan hutan yang sudah ada agar tetap hijau dengan vegetasinya yang rapat. Khusus di DKI Jakarta dengan banyaknya usaha industri dan semakin berkurangnya lahan terbuka hijau diketahui akan dapat merubah kondisi iklim. Kramat Raya penurunan ruas jalan menunju Islamic Center mencapai 4 Cm. berakibat pada perubahan temperatur yang akan berdampak negatif pada banyak hal. Saat ini musim kemarau di Indonesia semakin panjang. meresapkan air.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Misalnya. yang mempengaruhi iklim adalah curah hujan. Cengkareng Barat mencapai 65 Cm. terjadi penurunan. dan mendukung pelestarian keanekaragaman hayati. ada penyerap panas seperti hutan di kawasan yang dulunya tidak ada hutannya.

Adiwiyata (Green School) Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya ilmu pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan. SMP dan SMA) agar menjadi sekolahsekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1). keterampilan serta aksi/partisipasi dalam pembinaan dan pengembangan pendidikan lingkungan hidup. Maksud dari kegiatan ini untuk menseleksi dan menilai sekolah dalam rangka mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan (Adiwiyata). Jakarta Green and Clean Program Green and Clean diawali di kota Surabaya pada tahun Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II .248 . membentuk kesadaran guru-guru. siswa dan warga sekolah dalam mengambil sikap dan nilai. SD Negeri 12 Benhil Jakarta Pusat (Adiwiyata) dan SMPN 103 Cijantung Jakarta Timur (Adiwiyata). Adapun manfaatnya adalah untuk memotivasi sekolah lain yang belum masuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Adapun Peserta Jakarta Green School Tahun 2010 yang mendapatkan penghargaan oleh pemerintah pusat yaitu SD Citra Alam Ciganjur (Adiwiyata Mandiri).07/MENLH/06/2005 dan No.05/VI/KB/2005 tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup. 2). Tujuannya adalah untuk meloloskan sekolah (SD.No. sehingga kebersihan. Adapun dasar kebijakan program ini adalah Kesepakatan Bersama Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan Departemen Pendidikan Nasional Kep. Dengan program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif. sehingga dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan dan bagi pembangunan berkelanjutan. murid dan orang tua murid serta karyawan sekolah). penghijauan dan kesehatan di lingkungan sekolah dan sekitarnya meningkat.

Salah satu bentuk kegiatannya adalah lomba kebersihan dan penghijauan lingkungan tingkat RT se-DKI Jakarta yang dilaksanakan selama bulan Maret-Juli 2006 dan didukung oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH).249 . Harian Republika. 10 April 2007 lalu dilakukan penandatanganan MoU dari pendukung program Jakarta Green and Clean ini. Harian Republika. Sejak Maret 2006 PT. 99. kembali akan digulirkan JGC ketiga dengan penekanan pengelolaan sampah. Aksi Cepat Tanggap (ACT). dan kini telah berkembang ke enam kota besar lainnya di empat pulau yang ada di Indonesia yaitu pulau Jawa (Jakarta. Sumatera (Medan) dan Kalimantan (Banjarmasin). Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Masa kerja JGC 2008 mulai Maret hingga Oktober 2008. Surabaya. Bandung). suatu program pelestarian lingkungan melalui penghijauan dan pengelolaan sampah mandiri.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 2005 di Kelurahan Jambangan. Mereka telah melakukan berbagai persiapan.1 Delta FM Jakarta dan dihadiri oleh Sekretaris Bidang Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta. serta Jak TV. sejumlah RW akan dinilai dan dikompetisikan hingga tingkat provinsi. Penandatangan MoU dari PT. Menandai kembali dimulainya JGC 2007. Aksi Cepat Tanggap (ACT). Tim yang terlibat di dalamnya. Yogyakarta. PT Unilever Indonesia. Unilever Indonesia. Sekurangnya 300 dari ratusan RW di Jakarta akan tersaring hingga tingkat Kotamadya untuk dipilih 25 RW terbaik. Unilever Indonesia. Dari 25 RW terbaik inilah yang akan dilombakan pada tingkat Provinsi. Program Jakarta Green and Clean (JGC) akan kembali digelar tahun 2008 ini. Kini pada 2008. Tbk. Sulawesi (Makassar). Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) Jakarta. Yang terakhir ini merupakan program terbaru dari JGC dengan melibatkan pula pihak Pemda DKI Jakarta. penghijauan dan resapan dengan metoda biopori. Tbk. Seperti JGC yang lalu dengan program membuat lingkungan lebih bersih dan hijau. Badan Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dana Mitra Lingkungan. Selasa. Melalui program tersebut sebanyak 148 RT di Jakarta berlomba untuk menjadikan lingkungannya hijau dan bersih. dan Jaringan Delta FeMale Indonesia (JDFI) membentuk kemitraan strategis yang membuahkan program Jakarta Green and Clean (JGC). Sejumlah workshop dan pertemuan rutin pun digelar guna mematangkan rencana pelaksanaan JGC 2008. Delta FM. Diharapkan dengan Pemda mendukung program JGC maka sukses membersihkan Jakarta dari sampah akan lebih cepat terealisasi.

Green Building Green Building adalah perencanaan dan pembangunan gedung atau rumah tinggal dengan menggunakan material yang tidak banyak menimbulkan efek Global Warming. harian Republika. Tujuannya untuk makin memacu semangat warga guna mengikuti program yang bertujuan menciptakan lingkungan yang hijau dan bersih ini. hal ini dapat dipenuhi dengan berbagai cara antara lain : Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . radio Delta. Ini seiring dengan ditutupnya pendaftaran bagi para peserta. Tahun ini tim JGC yang terdiri dari PT. dimana tiap kelurahan mengikuti program JGC 2010 masing-masing diwakili 3 RW yaitu 1 RW Maju. segi sociality dan lain sebagainya.250 . sedikit penggunaan/pemakaian energi (baik itu energi listrik ataupun energi pemanasan atau yang lainnya). Kenaikan target peserta ini bertujuan untuk makin menyebarkan dan meratakan program JGC kepada masyarakat di lima wilayah DKI Jakarta. Para penerima Apresiasi JGC 2010 adalah : 1. Pada JGC 2010 ini Program Bank Sampah juga disambut positif oleh warga. Kondisi wilayah yang sempit dan terbatas. Runner Up oleh Kelurahan Cipinang Melayu 4.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Program Jakarta Green and Clean (JGC) yang keempat tahun 2009 ini akan segera dimulai tanggal 5 Mei 2009. pada penyelenggaraan tahun ini sasaran program JGC adalah masyarakat di tingkat RW. menargetkan sebanyak 500 RW bisa berpartisipasi. Unilever Indonesia. memperhatikan pelestarian lingkungan baik itu dari segi ekosistem flora & fauna. Target tersebut naik signfikan dibandingkan tahun lalu yang diikuti 300 RW. Runner Up oleh Kelurahan Cikoko 3. Sama dengan tahun lalu. dan 2 RW Berkembang. Untuk mencapai target tersebut. Target untuk tahun 2010 JGC diikuti 700 RW dari 250 Kelurahan. Runner Up oleh Kelurahan Cempaka Putih Barat 3). Aksi Cepat Tanggap (ACT). tim JGC yang juga bergabung dengan tim paguyuban kader lingkungan se-DKI Jakarta mengambil langkah proaktif untuk menjemput bola kepada calon peserta JGC 2009. Runner Up oleh Kelurahan Rawa Buaya 5. pekan lalu. tidak menghalangi kreatifitas warga untuk mewujudkan Bank Sampah di wilayahnya. penilaian terhadap progres wilayah dan upaya warga dilakukan secara bertahap yaitu dari 250 kelurahan diseleksi menjadi 50 kelurahan hingga didapatkan 25 nominatror JGC 2010. dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup daerah (BPLHD) DKI Jakarta. Secara mudahnya gedung/bangunan dibuat lebih green/hijau. Juara Umum oleh Kelurahan Malaka Sari 2.

Karena pemakaian AC di gedung/bangunan 50 persen bahkan lebih dipakai untuk peralatan AC ini. Selain hal tersebut pemerintah DKI Jakarta pada saat ini sudah mulai memperketat Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . b. Pemakaian kaca ini cukup seperlunya saja. belakang atau tengah gedung/bangunan (bila sudah terlanjur tidak ada halaman tanahnya. Melimitasi pemakaian efek kaca yang menimbulkan efek pemanasan karena penggunaan kaca ini selain menimbulkan efek global warming juga menambah energi pemakaian listrik karena dari sisi pendinginan udara bila menggunakan Air Conditioning (AC) menjadi lebih besar. BPLHD Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 telah melakukan rasia dengan menutup 56 sumur-sumur ilegal dan memproses pelanggarannya ke pengadilan. dapat diberikan tanaman dalam pot) agar terjadi penyaringan udara yang masuk ke gedung tersebut. c. Perencanaan sirkulasi udara yang baik dan diusahakan terjadi Cross Ventilation. bila hal ini dapat dimaksimalkan maka pemakaian mechanical ventilation ataupun Air Conditioning dapat diminimalkan. agar di dapatkan penerangan natural. hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pepohonan di halaman depan. hal ini sudah mulai banyak dilakukan. Dapat juga dengan memberikan unsur tanaman/pepohonan pada atap gedung/bangunan. Dalam rangka mengurangi penurunan permukaan tanah di DKI Jakarta. sehingga terdapat udara yang lebih segar. hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi pemakaian air tanah yang berlebihan selain dengan menaikan biaya retribusi air tanah bagi pelanggan air tanah di DKI Jakarta. dapat dibayangkan udara yang sudah tersaring oleh tumbuh-tumbuhan di halaman masuk ke dalam dengan membawa udara yang relatif segar dan dikeluarkan lagi melalui belakang rumah secara terus menerus. d Setiap bangunan di DKI Jakarta pada tahun 2010 yang ingin mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Serifikat Laik Fungsi (SLF) diwajibkan (mandatory) untuk memenuhi persyaratan bangunan ramah lingkungan (Green Building) yang diatur dalam pedoman teknis Peraturan Gubernur KDKI Jakarta tentang Bangunan Ramah Lingkungan. sehingga suasana di dalam gedung/bangunan lebih fresh secara natural.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 a. Membuat hijau di sekitar gedung/bangunan dengan memberi banyak lahan tanaman. tidak perlu besar untuk mencegah beban AC yang lebih besar lagi. Bila hal ini dilakukan maka dari segi pandangan mata memandang lebih soft/lembut tidak hard/keras seperti yang ada saat ini kita berjalan di daerah Thamrin-Sudirman dan Kuningan saat ini. 4). Sehingga berguna agar sinar matahari tidak dipantulkan tapi dapat diserap oleh tumbuhan tersebut dan udara di bawah atap juga tidak terlalu panas.251 . maka pemda DKI Jakarta dalam hal ini BPLHD Provinsi DKI Jakarta telah memberikan sanksi bagi para pengguna air tanah yang melanggar aturan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 1998 tentang Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Bawah Tanah akan ada ancaman sanksi administratif denda dan pidana.

yang ketinggiannya berada di bawah muka air laut pasang 1 sampai dengan 1. serta banyak terjadinya penyempitan/pendangkalan sungai. terbatasnya sarana dan prasarana penanggulangan Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . untuk yang akan datang maka pemerintah DKI Jakarta akan berencana membangun Sea wall (dinding penyangga air laut) dimana sea wall ini tidak akan mengganggu lalulintas komunikasi laut di pelabuhan seperti pada sejumlah kota di dunia misalnya Saint Pittersburg. penutupan pengecoran saluran air. Mesti sudah dibangun tanggul.500 Hektar yang sudah dilayani dengan Polder. Bencana Alam Kondisi geografis yang tidak menguntungkan. mulai dari tempat penampungan batu bara dan Pelabuhan Nizam Zaman. G. menyediakan pompa dan mengimplementasikan drainase dengan sistem polder. membuat waduk. yang saat ini sering dilakukan bekerja sama dengan BPLHD Provinsi DKI Jakarta. bukan berarti area tersebut bebas banjir.000 Ha 40 persennya (24 hektar) merupakan dataran rendah.000 Ha.252 . dimana luas DKI Jakarta sebesar 65. merentang mulai dari wilayah Kali Baru Timur sampai Muara Cakung Drain dari Cakung Drain tanggul akan disambung lagi sampai muara Blencong dimana tanggul direncanakan lebih tinggi 3 meter dari permukaan Kanal Banjir Timur. tanggul yang sudah dan sedang dikerjakan di wilayah Jakarta Utara adalah sebagai berikut : a.5 meter. saluran air yang tidak berfungsi dengan baik. Sedang dalam mengatasi banjir rob yang saat ini sering terjadi. Wilayah Sunda Kelapa akan dibangung tanggul sepanjang 1 Km. Cilincing tanggul akan dibangun sepanjang 3 Km. yang menyebabkan penambahan debit air pada musim penghujan yang melebihi batas maksimum. masyarakat maupun pihak swasta. dimana pada saat ini daerah tangkapan hujan yang mempengaruhi Jakarta meliputi BOPUNJUR hanya seluas 85.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 perijinan pembangunan gedung-gedung tinggi selain dapat menambah kemacetan juga untuk mengurangi beban tanah yang saat ini sudah mulai tidak dapat menopang lagi keberadaannya. selain diperparah dengan kondisi curah hujan yang tinggi. dan New Orland. untuk itulah menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air. dan dari 40 persen lahan tersebut baru 11. selain banyak melakukan penanaman pohon bakau baik yang dilakukan oleh pelajar. Tanggul dibangun untuk melindungi area di belakangnya dari air pasang. b. akibat dari adanya perubahan iklim maka pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2009 yang telah ditempuh antara lain dengan membangun tanggul. 5). tanggul hanya didisain untuk mengurangi gelombang pasang dengan intensitas tertentu atau periode tertentu. pembangunan yang sangat pesat di Jabotabek dan terjadinya perubahan tataguna lahan di hulu sungai.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 bencana serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan kondisi geografis.8.253 . Kali Angke. Kali Cakung dan Kali Sunter) yang setiap tahun menampung aliran sungai dari hulu menambah penanganan banjir di DKI Jakarta sampai saat ini belum bisa tertanggulangi. dan Jakarta Utara jumlah pengungsi sebanyak 170 jiwa lihat Tabel BA-1.220 jiwa dan korban meninggal sebanyak 1 orang. Kali Krukut. Jakarta Pusat jumlah pengungsi sebanyak 1. Berdasarkan kenyataan tersebut di atas. upaya yang telah dan yang perlu terus dilakukan Pemerintah DKI Jakarta Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Kali Buaran.014 jiwa. Kali Baru Barat. dimana mengalir 13 aliran sungai menuju laut melewati kota Jakarta (Kali Mookervart. Kali Jatikramat. Kali Baru Timur. PETA GENANGAN AIR HUJAN DI PROVINSI DKI JAKARTA. maka bencana banjir tahunan bagi DKI Jakarta yang dahulu selalu menggenang dan bertahan lama dimana sejak tahun 2008 dengan adanya normalisasi sungai-sungai di Jakarta maka jumlah genangan dari tahun ke tahun sudah mulai berkurang dan pada tahun 2010 genangan tersebut sifatnya sementara yang airnya terus mengalir walaupun disana-sini masih dapat menyebabkan kemacetan hal ini terjadi karena banyaknya kendaraan serta tidak disiplinnya pengemudi yang saling serobot dan memperlambat laju kendaraannya.850 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada peta di bawah : GAMBAR : II. Jakarta Timur jumlah pengungsi 2. Kali Grogol. 2006 Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta (2006) Dari data bulan Januari-Desember 2010 korban banjir di wilayah DKI Jakarta untuk wilayah Jakarta Selatan jumlah pengungsi 10. Kali Cipinang. Kali Ciliwung. Kali Pesanggrahan. Dalam kaitan tersebut. Diharapkan dengan berfungsinya BKT pada tahun 2009 maka jumlah genangan air akibat banjit akan menurun khususnya di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Dukungan tenda besar (TNI) untuk optimalisasi fasilitas pengungsi. Sungai Cipinang sebanyak 8 unit. f. Optimalisasi sarana evakuasi : Perahu karet. parit atau alur taman resapan. Selain itu kondisi air tanah yang Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Sungai Krukut sebanyak 4 unit.254 . langkah yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta dalam mengurangi beban warga kota Jakarta. adalah melakukan langkah tindak antara lain :             Evakuasi penduduk di daerah bahaya untuk menghindarkan korban jiwa. Optimalisasi dukungan fasilitas dan tenaga kesehatan di Pos pengungsi. Pemasangan Early Warning System Dalam mengurangi jumlah korban banjir di wilayah DKI Jakarta. 2). Seperti diketahui bahwa pembuatan sumur resapan yang berfungsi untuk menahan air hujan saat ini sudah sangat diperlukan. Sungai Pesanggrahan sebanyak 5 unit. dapat berupa sumur. Manfaat Sumur Resapan antara lain dapat menampung dan menahan air hujan baik yang melalui atap rumah maupun yang langsung ke tanah sehingga tidak langsung keluar dari pekarangan rumah. e. jaringan telepon. karena kelangkaan air pada saat musim kemarau akibat dari tidak tertahannya air hujan pada saat musim penghujan. Sungai Ciliwung sebanyak 8 unit. Optimalisasi jumlah dan kemampuan dapur umum. tokoh masyarakat dan Pemuka Agama untuk menjaga kesejukan. Sungai Sunter sebanyak 7 unit. Pengendalian secara optimal aliran listrik. c. Optimalisasi pengendalian pintu air. Optimalisasi kemampuan dapur umum dan ketersediaan logistik. ketenangan dan dukungan dalam penanganan banjir. TPJ dan Palija. d. Optimalisasi petugas. b. Optimalisasi distribusi air bersih dari PAM. Selain menyiapkan alat tersebut. Pembuatan Sumur Resapan Sumur Resapan adalah sistem resapan buatan yang berfungsi sebagai penampung air hujan. tetapi mengisi kembali air tanah dangkal sebagai sumber air bersih. Optimalisasi dukungan personil TNI dan Polri untuk pengamanan dan evakuasi. dan ketersediaan solar (genset). Truk Reo. Sungai Angke sebanyak 2 unit.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dalam hal penanganan banjir antara lain : 1). Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pemasangan early warning system khususnya di sungaisungai yang sering menjadi tampungan air hujan yaitu : a. Optimalisasi Sanitasi tempat penampungan.

Memelihara kebersihan. 3). g. Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) Manfaat LRB adalah untuk meningkatkan laju peresapan air hujan ke dalam tanah. Kompos yang dihasilkan dalam lubang biopori. selain dapat memantapkan dinding LRB dan meningkatkan laju peresapan air. malaria. Haryono-Casablanca). pemerintah DKI Jakarta akan bekerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan bekerjasama untuk memindahkan 350 ribu penduduk yang tinggal disepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung dimana pemerintah DKI Jakarta akan melakukan relokasi ke Perumahan Susun. j.255 . Dalam melakukan normalisasi Sungai Ciliwung. Berikut fungsi dari Lubang Resapan Biopori : a. seperti demam berdarah dengue (DBD). i. Pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan juga dapat membantu mengatasi masalah pembuangan sampah yang seringkali mengakibatkan pencemaran dan tersumbatnya saluransaluran drainase. Mengurangi emisi gas rumah kaca. Menyuburkan tanah. c. Mencegah pencemaran air. Peresapan air. paket 2 (CawangPangadekan). Pemanfaatan sampah organik. 4). seperti typus. juga dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah yang ditanami. Saat ini pemerintah DKI Jakarta telah menyiapkan Rusunawa di jalan Kamarudin Jakarta Timur (16 Menara). Mencegah bahaya banjir.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 tercemar menjadikan kita perlu membuat resapan-resapan air agar kita memiliki cadangan air bersih. Menambah cadangan air. serta bersarangnya lalat dan tikus yang menjadi pembawa bibit penyakit. paket 3 (Casablanca-Slamet Riyadi) dan paket 4 (Slamet Riyadi-Pintu Air Manggarai). dan Pinus Elok (4 Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Marunda (6 Menara). b. f. Mencegah genangan air. e. Cibinong Besar (4 Menara). Memelihara biodiversitas tanah. d. serta menghindari terjadinya genangan yang menyebabkan merebaknya penyakit yang dibawa oleh nyamuk. sehingga tidak terbuang percuma mengalir dipermukaan yang dapat menyebabkan banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. yaitu paket I (MT. h. dalam pelaksanaannya pemerintah DKI Jakarta akan melakukan penataan lingkungan tersebut menjadi empat paket area.

Sebagai langkah awal untuk tahun 2008 akan dimulai pelaksanaan studi kelayakan proyek Deep Tunnel di Jakarta sepanjang 22 kilometer melintang dari CawangManggarai-Setiabudi-Tanah Abang-Muara Angke. 6). Contohnya. jalan tol dan utilitas umum.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Menara). Malaysia. kebutuhan air baku PAM. Hampir seluruh Daerah Aliran Sungai yang berada di daerah Jawa Barat dan Banten saat ini dalam Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . utilitas umum. perut terowongan multifungsi itu akan menghasilkan uang sewa dan retribusi yang besar sehingga pasti banyak investor berminat. pengadaan air baku PAM. Proyek itu bisa menghasilkan uang dari retribusi jalan tol. Singapura. Fungsi terowongan yang juga sudah dibangun di Malaysia. Rencana studi kelayakan yang diperkirakan menghabiskan dana Rp. dan lahan utilitas umum. penanganan air limbah. Rencana pembangunan Deep Tunnel multifungsi dibuat sedalam 18 meter dengan lebar 40 meter. 5). banjir. limbah dan utilitas umum berupa telepon umum maupun listrik (Media Indonesia. Seperti pengendalian banjir. pengadaan air baku PDAM. kemacetan lalulintas. Hal ini perlu segera dilakukan sebagai solusi mengatasi keterbatasan lahan. juga karena kehancuran ekosistem DAS yang terjadi di daerah hulu. Apalagi pembangunan Deep Tunnel tidak perlu membebaskan lahan karena proyeknya di bawah tanah. Selain sebagai pengendali banjir.256 . 17 Trilyun tersebut bagian bawahnya untuk saluran air dan atasnya untuk jalan tol. Sebagai gambaran proyek Deep Tunnel adalah suatu proyek terpadu untuk mengatasi problem Jakarta. Hongkong dan Chicago antara lain untuk mengatasi kemacetan. 18 Milyar akan dibiayai pemerintah Jerman dan Belanda. 26/3). Mempercepat Pembentukan Konsep Megapolitan Kondisi banjir yang saat ini terus terjadi di Jakarta selain karena Ibukota Jakarta berada di dataran rendah. Rencana Pembangunan “Deep Tunnel” Rencana pembangunan terowongan bawah tanah (Deep Tunnel) adalah pembangunan insfrastruktur sebagai upaya untuk mengatasi banjir. Hasil studi kelayakan akan dipaparkan dihadapan wakil presiden untuk selanjutnya ditawarkan ke investor yang berminat mendanai megaproyek itu. listrik dan kompos. Terowongan yang diperkirakan menelan dana senilai Rp.

Untuk itu konsep Megapolitan yang bermaksud memperluas koordinasi teknis dan integrasi kebijakan pembangunan penyangga ibukota sebaiknya segera diwujudkan dengan titik berat kepada aspek lingkungan hidup. kerusakan sempadan sungai saat ini juga disebabkan oleh penguasaan lahan. untuk melindungi dan membenahi zona sempadan sungai. kanal. DAS Ciliwung dan DAS Cisadane. Saat ini masalah sempadan sungai tidak dapat ditangani secara tuntas karena hal tersebut memerlukan biaya yang sangat besar dalam rangka menormalisasi sungai seperti sediakala. Ketidakberdayaan Provinsi Jawa Barat dan Banten untuk menghentikan laju deforestasi di wilayahnya akan berdampak lebih buruk lagi di waktu mendatang. 35 Tahun 1991 tentang Sungai. Egoisme sektor kedaerahan dan buruknya koordinasi wilayah menambah parah situasi di atas. termasuk sungai buatan. b.257 . Kondisi Lingkungan Hidup dan Kecenderungannya Halaman II . Sekurang kurangnya 100 meter di kiri kanan sungai besar dan 50 meter di kiri kanan anak sungai yang berada diluar pemukiman sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. Penanganan sempadan sungai dibutuhkan tindakan tegas tanpa pandang bulu. Kriteria sempadan sungai terdiri dari : a. saluran irigasi primer yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Sempadan sungai adalah merupakan merupakan kawasan sepanjang kiri kanan sungai. Untuk sungai di kawasan pemukiman lebar sempadan sungai seharusnya cukup untuk membangun jalan inspeksi yaitu antara 10-15 meter. Selain penegakan hukum yang lemah.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 kondisi kritis terutama DAS Citarum.

01 persen per tahun.62 persen.7 juta jiwa. Pada kurun waktu tahun 1961-1990 jumlah penduduk tumbuh dengan pesat dari 2. Pada periode 20002010. Kependudukan Secara umum. Peningkatan dan monitoring mobilitas penduduk. atau laju pertumbuhan penduduk per tahun nya sebesar 4.9 juta jiwa pada tahun 1961 menjadi 4. terutama disebabkan karena semakin rendahnya tingkat kelahiran umum. Laju pertumbuhan pada periode ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sepuluh tahun sebelumnya.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 BAB III TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN A. Laju pertumbuhan penduduk di Jakarta yang relatif kecil ini. 1. c. penduduk DKI Jakarta naik sekitar 1.61.42 persen per tahun. Pendataan penduduk dan penyusunan peta demografi di DKI Jakarta. Dengan semakin mahalnya harga lahan/rumah tinggal di DKI Jakarta serta semakin pesatnya pembangunan perumahan di sekitar Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Perkembangan jumlah penduduk DKI Jakarta selama empat dasawarsa dapat dilihat pada Tabel : II.198 jiwa. laju pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta selama empat dekade terakhir terus mengecil. d.16 persen. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Hasil agregat Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk DKI Jakarta adalah sebanyak 9.588. program kependudukan di DKI Jakarta bertujuan untuk mengendalikan kuantitas penduduk.258 . Peningkatan kualitas administrasi kependudukan dan catatan sipil. dan meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan migrasi keluar wilayah DKI Jakarta. sehingga jumlah penduduk menjadi 8. b. meningkatkan kualitas penduduk dan kualitas keluarga serta mengarahkan persebaran penduduk dalam rangka mewujudkan tingkat kehidupan yang lebih baik.40 persen per tahun. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan yaitu : a. Pada kurun waktu 1990-2000. Selama periode 1980-1990 laju pertumbuhan penduduk sebesar 2. pertambahan penduduk DKI Jakarta dapat dikendalikan sehingga kenaikannya hanya sekitar 0. laju pertumbuhan penduduk mengalami kenaikan menjadi 1. jumlah penduduk bertambah lagi menjadi 6. Tahun 1990. Kemudian sepuluh tahun berikutnya. Jika dilihat pertumbuhannya.3 juta jiwa. Pelaksanaan program ketenagakerjaan yang diarahkan pada perluasan kesempatan kerja di segala sektor. dengan laju pertumbuhan 4.6 juta jiwa pada tahun 1971.5 juta jiwa.

baik dalam kota maupun antar kota. Oleh karena itu pembangunan Ruang Hijau Terbuka (RHT). dan Bekasi (BODETABEK) menjadi salah satu faktor yang mendorong banyaknya penduduk DKI Jakarta yang bermigrasi keluar. harus ditangani secara hati-hati. semakin meningkat. Pembangunan ekonomi harus mampu bersinergi dengan kondisi lingkungan alam yang ada di DKI Jakarta. Oleh karena itu penataan ruang wilayah DKI Jakarta yang menyangkut pembangunan pusatpusat industri dan aktivitas ekonomi lainnya. JUMLAH PENDUDUK DKI JAKARTA. dan pengaturan drainase menjadi hal penting yang patut menjadi perhatian dalam menyeimbangkan kondisi lingkungan.259. pembangunan industri.3 8.5 6. TABEL : II.5 4.1.61. Sebaran dan Kepadatan Penduduk Sebaran Penduduk Salah satu dimensi permasalahan kependudukan yang ada di DKI Jakarta adalah tidak meratanya distribusi penduduk antar kabupaten/kota administrasi. dan lain-lain.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Bogor. terutama yang berasal dari sumber bergerak.906. Hasil Agregat SP2010 Pertambahan penduduk DKI Jakarta pada dasawarsa terakhir ini relatif kecil. dan pembangunan ekonomi.4 8. seperti industri/pabrik. Dengan kondisi ini. seperti sarana transportasi. khususnya efek rumah kaca. 2010 Keterangan : Sensus Penduduk 1961-2000. Tangerang. dan Proyeksi 2009. 2. sarana dan prasarana transportasi. 2. namun demikian tetap perlu mendapat perhatian. khususnya dalam penanganan masalah lingkungan. menjadikan pertumbuhan gedung-gedung perkantoran. Pembangunan gedung-gedung pencakar langit yang dilengkapi dengan pengatur udara (air conditioner/AC) berdampak pada pemanasan global.546.588. Peralihan fungsi lahan pemukiman menjadi pusat aktivitas ekonomi di DKI Jakarta.6 9. Hal ini tentunya akan berdampak besar dalam pemeliharaan lingkungan hidup. di satu pihak ada Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . penataan Daerah Aliran Sungai (DAS). karena semakin banyak sumber pencemaran udara.385. Depok. pertambahan penduduk.2 Sumber : BPS Provinsi DKI DKI Jakarta. 1961-2010 (ribu orang) TAHUN 1961 1971 1980 1990 2000 2010 JUMLAH PENDUDUK 2. dan sumber tidak bergerak.503. agar pembangunan yang dilaksanakan dapat berkelanjutan (sustainable development).259 .

260 . yaitu sebesar 25.45 28.37 28.01 10.01 0.00 2000 21.00 1990 23.78 17.06 100. Jakarta Timur memiliki persentase penduduk tertinggi. Tahun 1990.00 15.37 23. PERSENTASE PENDUDUK MENURUT KABUPATEN/KOTA ADMINISTRASI TAHUN 1971 – 2010 KABUPATEN/KOTA ADMINISTRASI Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA % TERHADAP PENDUDUK DKI JAKARTA 1971 23.64 27. sementara ada kabupaten/kota administrasi lain yang kepadatan penduduknya relatif rendah.08 19.07 13. Dengan melihat distribusi jumlah penduduk antar kabupaten/kota administrasi di DKI Jakarta pada Tabel : II. sementara empat wilayah lainnya relatif seimbang. kebijakan pengembangan industrialisasi mulai diarahkan ke kawasan barat dan timur ibukota (pengembangan poros barat dan poros timur). Begitu pula rendahnya penurunan proporsi penduduk di Jakarta Selatan tampaknya karena daerah ini memang Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .22 100.62.05 13.14 25.72 %) dan Jakarta Selatan (23. sebagian besar penduduk Jakarta tercatat berdomisili di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.00 2010 21. Jakarta Barat dan Jakarta Utara.62.07 persen dan Jakarta Pusat memiliki persentase terendah. yaitu 13. sementara Jakarta Pusat mulai menunjukkan penurunan.12 16. Akibatnya pada saat ini.12 17. persentase terbesar penduduk DKI Jakarta berada di Jakarta Selatan.48 19.72 18.07 22.02 9. Sepuluh tahun berikutnya. dan terjadi peningkatan persentase penduduk di Jakarta Timur.47 100. Penurunan ini disebabkan karena sebagian lahan permukiman di wilayah ini sudah beralih fungsi menjadi lahan perkantoran. sebaliknya yang bertempat tinggal di Jakarta Pusat hanya mendapatkan proporsi terkecil.38 22. sehingga persebaran penduduk secara bertahap mulai memadati kawasan tersebut.39 100.12 %). 2010 Keterangan : Periode tahun 1990 hingga sekarang ini.00 Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta. Persebaran penduduk di lima kabupaten/kota administrasi Provinsi DKI Jakarta sepanjang tahun 1971-2010.21 100.65 22.16 0.07 persen. pusat-pusat perdagangan dan fasilitas umum lainnya. masih merupakan yang tertinggi dibandingkan kepadatan penduduk di kota lain di Indonesia. terlihat bahwa pada tahun 1971 sebagian besar penduduk DKI Jakarta tinggal di Jakarta Pusat (27.62.77 17.00 1980 24.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 kabupaten/kota administrasi yang sangat padat penduduknya. dapat dilihat pada Tabel : II. Namun patut diingat bahwa kepadatan penduduk yang paling rendah sekalipun di kabupaten/kota administrasi yang ada di DKI Jakarta. TABEL : II.

dengan tingkat kepadatan sebesar 18.77 persen. Secara umum kepadatan penduduk di DKI Jakarta sepanjang tahun 1961-2010 meningkat terus. kepadatan penduduk DKI Jakarta menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. karena dengan terbatasnya lahan. Dengan mengamati antar kabupaten/kota administrasi terlihat bahwa Jakarta Pusat merupakan wilayah terpadat.476 jiwa per Km² pada tahun 2010.22 persen. Oleh karena itu.261 . Penduduk Jakarta Utara berada di urutan keempat yaitu 17.2. Namun demikian selama sepuluh tahun terakhir peningkatannya relatif kecil dibandingkan yang terjadi pada tiga dasawarsa sebelumnya.03 persen dari luas seluruh Indonesia. Pola persebaran penduduk pada tahun 2010 relatif sama dibandingkan dengan keadaan tahun 2000. namun dengan luas wilayah yang relatif kecil (662. penghijauan swakarsa yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri perlu digiatkan. yaitu 14.675 orang per km².30 Km²) atau sekitar 0. Hal ini secara tak langsung menciptakan paru-paru kota yang akan menyerap zatzat yang ditimbulkan akibat pencemaran lingkungan. Jumlah penduduk DKI Jakarta tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Kondisi ini dapat dipahami. Penduduk Jakarta Selatan menempati urutan ketiga terbanyak dengan persentase sebesar 21.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dipersiapkan sebagai daerah resapan air untuk wilayah Jakarta.78 persen. Sebagian besar penduduk DKI Jakarta berdomisili di Jakarta Timur.02 persen. sehingga masih banyak lahan luas yang berfungsi sebagai Ruang Hijau Terbuka (RHT) di wilayah ini. Sebagai ilustrasi. Kepadatan penduduk di empat kota administrasi lainnya berkisar antara 10 ribu hingga 17 ribu jiwa per km². Diakui akselerasi penurunan laju pertumbuhan penduduk Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Provinsi Jawa Barat dengan luas 80 kali lipat lebih besar dibandingkan luas DKI Jakarta.45 persen. Sementara yang terendah terdapat di Kepulauan Seribu dengan tingkat kepadatan 2. Kepulauan Seribu memiliki jumlah penduduk terendah sebesar 0. kepadatan penduduk juga menjadi permasalahan pokok dalam pembangunan di DKI Jakarta. berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan. dan penduduk Jakarta Pusat di urutan kelima dengan persentase sebesar 9.423 jiwa per km². Kepadatan Penduduk Selain persebaran penduduk yang tidak merata.16 persen. kepadatan penduduknya hanya sekitar 980 jiwa per km². Pembangunan pemukiman dan pusat-pusat perdagangan yang sangat pesat di DKI Jakarta. 2. Urutan kedua adalah Jakarta Barat dengan persentase penduduk sebesar 23. yakni sebesar 28. proporsi lahan yang dapat dijadikan RTH cenderung semakin berkurang dibandingkan kondisi sepuluh tahun yang lalu. karena Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan wilayah administrasi yang baru terbentuk. dan merupakan daerah kepulauan yang relatif sulit kondisi geografisnya.

Penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun) meningkat dari 66. dapat dilihat dari banyaknya areal kumuh (slum area) di beberapa wilayah DKI Jakarta.76 persen pada tahun 2010.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 di DKI Jakarta selama dua dekade terakhir relatif cepat. pada tahun 1990 sekitar 50 penduduk usia tidak produktif ditanggung oleh 100 penduduk produktif.26 pada tahun 2009.262 . Ini berarti. Demikian pula pada penduduk produktif perempuan juga mengalami kenaikan dari 66. yaitu angka ketergantungan penduduk usia tidak produktif (0-14 tahun dan 65 tahun lebih) terhadap penduduk usia produktif (15-64 tahun).6 persen menjadi 3.2 persen pada tahun 2000 dan naik lagi menjadi 37.52 persen. permukiman. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . kesehatan lingkungan. Masalah pemenuhan kebutuhan pangan. Dari data yang ada (BPS DKI Jakarta.9 persen pada tahun 1990 menjadi 73.36 persen. Penurunan ini memberikan tendensi umum bahwa selama sembilan tahun terakhir beban tanggungan penduduk produktif di DKI Jakarta mengalami sedikit kenaikan. Sementara itu. Pada tahun 1990 proporsi penduduk produktif laki-laki mencapai 65.43 persen. 2. Konsekuensi logis dari meningkatnya proporsi penduduk usia produktif adalah menurunnya angka dependency ratio. dan umumnya berlokasi di permukiman padat.4 persen pada tahun 1990 menjadi 37. Penduduk umur muda (young population). ditinjau menurut jenis kelamin. penyediaan lapangan pekerjaan dan lainnya memerlukan penanganan tersendiri yang lebih bersifat spesifik lokatif antar Kabupaten/kota administrasi. telah terjadi pergeseran struktur umur penduduk. penyediaan sarana dan prasarana umum. namun karena kepadatan penduduk yang sangat tinggi mengakibatkan munculnya permasalahan sosial dan ekonomi yang cukup kompleks. struktur penduduk menurut kelompok usia produktif/tidak produktif memiliki pola yang hampir sama.9 persen dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 72. tahun 2000 sebesar 35.9 persen menjadi 23. Begitu pula dengan penduduk lansia (65 tahun ke atas) naik dari 1.05 persen. 2008) diketahui bahwa dari 415 Rukun Warga (RW) kumuh yang ada di ibukota sekitar 62 persen dalam kondisi kumuh “berat” dan kumuh “sedang”. dan pada tahun 2010 hanya sekitar 37 penduduk yang tidak produktif ditanggung oleh 100 penduduk produktif.5 persen menjadi 75. Salah satu dampak negatif dari tingginya kepadatan penduduk di DKI Jakarta.14.3. Distribusi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin Komposisi Penduduk DKI Jakarta menurut kelompok umur menunjukkan bahwa selama kurun waktu 1990-2010. Dari data terlihat bahwa dependency ratio mengalami penurunan dari 50. yaitu kelompok umur 0-14 tahun mengalami penurunan dari 31.

pada tahun yang bersangkutan. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Secara langsung dapat dilakukan jika data kelahiran yang terjadi selama satu periode tertentu tersedia.1. Fertilitas Fertilitas adalah istilah yang digunakan untuk mengindikasikan banyaknya anak yang lahir hidup. dan pandangan mengenai ukuran keluarga. dewasa dan lanjut usia dengan tidak membedakan jenis kelamin.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 2. Ukuran yang paling baik adalah TFR. agama.4. dan banyaknya anak yang lahir. Selain itu. Sedang GFR mengukur banyaknya kelahiran per 1. banyaknya perkawinan. Rasio Anak-Ibu (Child Woman Ratio = CWR) dan Paritas/Jumlah Anak Yang dilahirkan Hidup/ALH (Children Ever Born = CEB). pendidikan. Oleh karena itu tingkat fertilitas di DKI Jakarta. pendapatan.4. Pertumbuhan Penduduk Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah dipengaruhi oleh 3 (tiga) komponen utama yaitu kelahiran (fertilitas). atau Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate = TFR). Beberapa ukuran tingkat fertilitas adalah Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate = CBR). Tetapi angka ini juga kurang spesifik karena tidak membedakan resiko melahirkan dari berbagai kelompok umur. Ukuran fertilitas dapat dihitung baik dengan menggunakan cara langsung maupun tidak langsung. Angka ini lebih spesifik karena memperhatikan jumlah kelahiran menurut kelompok umur perempuan dengan interval 5 tahunan.000 penduduk. Angka Fertilitas Umum (General Fertility Rate = GFR). yaitu dari usia (15-19) tahun hingga kelompok usia (45-49) tahun. TFR adalah rata-rata jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya. maupun provinsi lain di Indonesia dihitung dengan menggunakan cara tidak langsung. Jadi fertilitas mengukur kemampuan reproduksi perempuan yang diperkirakan dengan menggunakan angka kelahiran hidup. Artinya kelahiran yang berasal dari ibu yang berusia 15-19 tahun diperlakukan sama dengan jumlah kelahiran dari ibu yang berusia lebih tua. CBR mengukur banyaknya kelahiran untuk setiap 1. dimana hingga saat ini registrasi penduduk belum berjalan dengan baik. jenis kelamin. 2. misalnya kondisi rumah. lamanya perkawinan. Namun tampaknya sulit dilakukan karena data tersebut hanya di dapat melalui registrasi. Angka ini sangat kasar karena membagi banyaknya kelahiran dengan penduduk secara keseluruhan yang mencakup penduduk anak-anak. kematian (mortalitas) dan perpindahan (migration).263 . banyaknya kelahiran juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan lingkungan sosial dan ekonomi pada waktu tertentu. Ukuran ini lebih baik daripada CBR karena hanya mempertimbangkan penduduk perempuan usia subur (15-49 tahun).000 perempuan usia subur (15-49 tahun) pada pertengahan tahun. Banyaknya kelahiran yang muncul pada tahun tertentu dalam suatu populasi ditentukan oleh faktor-faktor demografi seperti umur.

Hasil ini menunjukkan bahwa program KB di DKI Jakarta telah memberikan hasil yang cukup menggembirakan. pertimbangan rasional akan meningkatnya biaya hidup apabila jumlah anak meningkat. selama tiga dasawarsa (1971-2006) mengalami penurunan yang sangat berarti. Anak Lahir Hidup (ALH) / Paritas Salah satu indikator yang digunakan untuk menggambarkan tingkat fertilitas adalah ALH/paritas dan rasio ibu-anak. Paritas perempuan (woman parity) adalah ukuran fertilitas dari satu kohor yang Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . tanpa disadari juga turut memberikan kontribusi dalam menjarangkan kehamilan.000 perempuan usia subur. Apalagi dengan meningkatnya biaya pendidikan anak-anak dari tingkat taman kanak-kanak. cenderung menggunakan alat-alat kontrasepsi. Dalam periode 1994-1996 berdasarkan hasil SDKI 1997. Pada Tahun 2006 TFR DKI Jakarta kembali turun menjadi 1. Kemudian rata-rata anak yang dilahirkan oleh perempuan usia subur selama masa reproduksinya mengalami penurunan dari 2 anak per perempuan menjadi 1 hingga 2 anak saja selang waktu 1997-2010.000 perempuan usia subur. Dalam periode 1967-1970.990.326 per 1.040 per 1. karena mereka masih ingin terus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau ingin terlibat dalam lapangan pekerjaan. terutama pada dasawarsa terakhir. Semakin tinggi kesadaran ibu akan pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) bagi anaknya. TFR di DKI Jakarta masih mencapai angka 5.000 perempuan usia subur. sehingga banyak keluarga yang harus berfikir panjang untuk mempunyai anak yang banyak.264 . sekolah dasar hingga jenjang Perguruan Tinggi.175 per 1. Faktor lain adalah meningkatnya tingkat pendidikan ibu dan perempuan secara umum sehingga semakin besar keinginan perempuan yang belum kawin untuk menunda umur perkawinan. tingkat penurunan lebih tajam lagi sehingga dalam periode 1986-1989 menjadi 2. dalam periode 1976-1979 turun menjadi 3. Sebagian dari faktor-faktor ini akan dijelaskan lebih rinci pada pembahasan selanjutnya. Sebagian dari wanita yang berstatus kawin. seperti terlihat.000 perempuan usia subur.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 a. rata-rata anak yang dilahirkan oleh perempuan usia subur selama masa reproduksinya mengalami penurunan dari 5 anak per perempuan menjadi 2 anak saja pada tahun 1997. Sepuluh tahun berikutnya. baik untuk menunda kehamilan maupun mengatur jarak kelahiran. Kemudian. dengan kata lain. Perkembangan Angka Fertilitas Total (TFR) Angka Fertilitas Total (TFR) di DKI Jakarta. Misalnya. selama kurun waktu 1970-1997. faktor perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat juga turut berperan di dalam penurunan angka fertilitas. TFR DKI Jakarta diperkirakan sebesar 2.530 per 1. b. Dengan demikian masa reproduksi perempuan menjadi semakin pendek sehingga jumlah anak yang dapat dilahirkan menjadi lebih sedikit. Di samping program KB. Sehingga banyak keluarga yang cenderung untuk memiliki sedikit anak agar lebih leluasa untuk membiayai kebutuhan ekonomi rumah tangga. periode awal dicanangkannya program KB.

berusia 15-49 tahun.80 1.35 2.28 0.03 0. 1990-2010 KELOMPOK UMUR PEREMPUAN 15 – 19 20 – 24 25 – 29 30 – 34 35 – 39 40 – 44 45 – 49 Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Tabel : II.88 3. Sebaliknya.67 Peningkatan rata-rata anak lahir hidup sejalan dengan umur perempuan juga menunjukkan trend fertilitas yang semakin menurun. paritas rata-rata dari perempuan yang berumur 40-an mewakili masa kemampuan melahirkan selama 20-25 tahun sebelum sensus. misalnya pada tahun 2006 perempuan berumur 15-19 tahun hanya memiliki rata-rata 0. Ukuran ini mengacu pada fertilitas kumulatif sehingga berbeda dengan angka kelahiran total (TFR) yang mengacu pada fertilitas current.50 1.79 1.03 0. ditambah kelahiran baru yang terjadi beberapa tahun sebelum sensus. Hal ini karena pada umur muda. paritas rata-rata mewakili keadaan fertilitas pada saat ini. RATA-RATA ANAK LAHIR HIDUP PER PEREMPUAN MENURUT KELOMPOK UMUR. TABEL : II. 2010 Keterangan : RATA-RATA ALH 1990 0. Dengan ukuran ini dapat diketahui rata-rata anak yang telah dilahirkan hidup oleh seorang perempuan usia subur. Misalnya anak yang dilahirkan oleh perempuan kelompok umur 15-19 tahun yang dicatat dalam sensus merupakan kelahiran yang terjadi hanya beberapa tahun yang lalu sebelum sensus. sementara perempuan berumur 35-39 tahun memiliki rata-rata 2 anak lahir hidup.86 1.63 memperlihatkan bahwa di DKI Jakarta rata-rata anak yang lahir hidup semakin tinggi dengan meningkatnya umur perempuan.68 2000 0.65 2. karena setelah mencapai kelompok umur ini perempuan umumnya tidak melahirkan lagi.65 2.48 2.44 4.02 anak lahir hidup.65 3.35 2010 0. dan puncaknya adalah pada perempuan yang berumur 45-49 tahun dengan rata-rata 3.42 2003 0.22 0.265 . dengan kata lain masa reproduksi yang dijalani masih relatif lebih pendek dibandingkan dengan kelompok perempuan yang lebih tua.30 0.32 2.93 2.46 3. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . proporsi perempuan yang belum memiliki anak biasanya cukup besar karena mungkin mereka baru melangsungkan pernikahan.05 0.11 4.21 anak lahir hidup.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 mengukur fertilitas yang telah dicapai oleh perempuan dari kelompok umur yang berbeda-beda sampai dengan referensi waktu pendataan. Pada kelompok umur 15-19. Ukuran paritas adalah rata-rata anak yang dilahirkan hidup atau rata-rata ALH per wanita usia subur.09 3. Masa reproduksi penuh atau paritas lengkap (completed family size) dicapai pada kelompok umur 45-49 tahun.03 0.63.43 1.

Mortalitas Indikator kematian yang populer adalah Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR).64.000 perempuan usia reproduktif. Selain itu perbaikan lingkungan perumahan dan permukiman.4. 2. yaitu dari 4. pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga.000 penduduk. Kemudian pada tahun 2000. TABEL : II. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .8 78. a. termasuk yang dikelola oleh masyarakat dan pihak swasta.2 Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta.90 7.266 .0 74.000 perempuan usia reproduktif.000 perempuan usia reproduktif.2.78 JUMLAH 4. IMR DAN ANGKA HARAPAN HIDUP (e0) NO 1 2 3 INDIKATOR CDR IMR e0 TAHUN 2000 LAKI-LAKI 26. dan Proporsi Anak Masih Hidup. pengelolaan drainase.0 76.0 LAKI-LAKI TAHUN 2010 PEREMPUAN JUMLAH 3. dan peremajaan permukiman kumuh. Angka Harapan Hidup (AHH). Pada tahun 1980.4 8. turut memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menekan angka kematian secara umum.000 perempuan usia reproduktif. Dari Tabel : II.64. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR).48 22. Kebijakan ini antara lain dilakukan dengan membangun fasilitas kesehatan yang memadai. rasio ini menjadi 257 anak per 1.00 71. di DKI Jakarta terdapat 526 anak balita (0-4 tahun) pada setiap 1. termasuk sanitasi lingkungan. Angka Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate/ASDR). Sepuluh tahun kemudian. terlihat bahwa sepanjang kurun waktu 20002010. 2010 Keterangan : Penurunan CDR ini tidak terlepas dari berbagai program dan kebijakan pemerintah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.000 penduduk menjadi 3.90 PEREMPUAN 19.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 c. terjadi penurunan angka kematian kasar (CDR).00 73.000 penduduk pada tahun yang sama. rasio ini turun secara drastis menjadi 331 anak per 1.48 per 1.00 69. dan pada tahun 2010 turun menjadi 235 anak per 1. Angka Kematian Kasar (CDR) Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR) merupakan salah satu indikator kematian yang menghitung secara kasar rata-rata kematian yang terjadi pada tahun tertentu terhadap 1.50 7. Rasio Jumlah Anak Terhadap Jumlah Perempuan (Child Woman Ratio/CWR) Rasio Anak Ibu (CWR) merupakan indikator fertilitas yang cukup sederhana. Semakin rendah CWR mengindikasikan semakin rendah tingkat fertilitas di suatu wilayah. CDR.50 kematian per 1.

00 14.66 34. Hal penting yang patut dicatat berkaitan dengan angka harapan hidup di DKI Jakarta adalah bahwa dari tahun ke tahun angka harapan hidup.267 .00 19.53 20. Usia satu tahun pertama merupakan masa kritis bagi seorang bayi.00 1995 67.78 71.00 2004 71. dan angka harapan hidup perempuan tetap lebih tinggi dibandingkan angka harapan hidup laki-laki.65.00 2001 70.00 2000 69.40 88.36 73. karena pada masa itu bayi sangat rentan terhadap berbagai penyakit sehingga perlu mendapatkan perhatian yang serius dari orang tuanya.8 tahun dan perempuan 59.90 73.58 69.2 7 8.5 tahun.0 tahun. Pada tahun 1980. angka harapan hidup masih relatif sangat pendek dimana angka harapan hidup laki-laki hanya 50.4 78 76. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . TABEL : II.62 71.8 7 Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan banyaknya bayi lahir hidup yang meninggal sebelum mencapai usia satu tahun per 1.58 75.00 17.90 25. Bayi perlu mendapatkan imunisasi yang lengkap dan selalu dijaga kebersihannya agar tidak terinfeksi oleh suatu penyakit. 2010 Keterangan : Estimasi Parameter Demografi 1980 50.70 73. terutama ibu.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 b.00 2010 74.80 59.5 tahun dan 71. Semakin tinggi AHH dan semakin rendah AKB di suatu daerah menunjukkan semakin tinggi derajat kesehatan penduduk di daerah tersebut.00 82.00 26. Selain itu angka harapan hidup perempuan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan angka harapan hidup laki-laki. yaitu 76. angka harapan hidup terus menerus mengalami peningkatan hingga pada tahun 2005 menjadi 74.00 30.24 72. Oleh karena itu kelangsungan hidup bayi sangat tergantung pada pengetahuan orang tuanya. Namun sejalan dengan peningkatan status kesehatan masyarakat. Angka Kematian Bayi dan angka Harapan Hidup Angka Harapan Hidup dan Angka Kematian Bayi (IMR) merupakan indikator penting untuk mengukur derajat kesehatan penduduk suatu daerah.50 55.39 74. 1980 – 2010 INDIKATOR ANGKA HARAPAN HIDUP (AHH) Laki-laki Perempuan L+P ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB) Laki-laki Perempuan L+P Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta.000 kelahiran hidup.37 24. baik laki-laki maupun perempuan. mengenai kesehatan. ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA HARAPAN HIDUP MENURUT JENIS KELAMIN DI DKI JAKARTA.7 tahun.00 21.00 22.00 17. cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat.

juga terlihat bahwa AKB di DKI Jakarta mengalami penurunan dari 82 kematian per 1. baik dari lokasi maupun biayanya.3. Kehidupan yang serba gemerlap di suatu daerah dapat menjadi daya tarik bagi penduduk daerah lainnya. rata-rata anak masih hidup (AMH) pada tahun 2010 lebih rendah dibanding AMH pada tahun-tahun sebelumnya. sempitnya lapangan pekerjaan. tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup luas. dan lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kematian penduduk DKI Jakarta pada tahun 2010 lebih rendah dibanding keadaan tahun 1990 dan 2000.93 persen.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. angka ini menunjukkan bahwa jumlah kematian anak dari ibu yang berusia 15-24 tahun sangat sedikit . Faktor-faktor yang dapat dijadikan sebagai pendorong perpindahan penduduk adalah kurangnya sumberdaya alam yang tersedia di daerah asal. karena diasumsikan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . jika pada provinsi lain pengaruh migrasi dapat diabaikan. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat/wilayah ke tempat lain yang melampaui batas administratif suatu wilayah. Hal ini sejalan dengan penurunan fertilitas (rata-rata ALH).0 kematian per 1. Selain itu.4. Untuk melihat kelangsungan hidup penduduk DKI Jakarta dapat diamati perkembangan proporsi AMH antara 1990-2010. Sedangkan yang menjadi faktor penarik di daerah tujuan adalah pembangunan yang pesat di segala bidang. Proporsi AMH pada kelompok umur 15-24 tahun sebesar 0. Menurunnya AKB terutama dipengaruhi oleh semakin tingginya pemahaman ibu terhadap kesehatan yang membawa akibat pada semakin tinggi pula peluang bayi untuk melewati masa kritis dan rentan tersebut. terlihat bahwa pada semua kelompok umur ibu. c. penurunan AKB juga dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas kesehatan. Kecuali pada kelompok umur 15-24 tahun.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Berdasarkan Tabel : II. tampak bahwa proporsi AMH pada tahun 2010 selalu lebih besar dibanding keadaan tahun sebelumnya. Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lainnya yaitu faktor pendorong (push factor) dari daerah asal dan faktor penarik (pull factor) dari daerah tujuan. Proporsi anak Masih Hidup (AMH) terhadap Anak Lahir hidup (ALH) Apabila diamati lebih jauh. sehingga mereka tertarik untuk turut serta menikmati gemerlapnya kehidupan tersebut. Fasilitas kesehatan yang tersedia diutamakan dapat dijangkau oleh masyarakat. Bagi DKI Jakarta. 2. terjadi bencana alam dan sebagainya. keadaan sosial ekonomi masyarakat yang mapan. persoalan migrasi menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan pertambahan jumlah penduduk.268 .65. Migrasi Migrasi merupakan salah satu komponen perubahan penduduk yang dapat menambah atau mengurangi jumlah penduduk.000 kelahiran hidup pada tahun 1980 menjadi 7.

Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Pada tahun 2000 tercatat 2. a.71 persen migran laki-laki. Migrasi Seumur Hidup Tabel : II. Sementara transmigrasi merupakan perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. jumlah migran masuk seumur hidup naik menjadi 4. tercatat bahwa migrasi masuk di DKI Jakarta lebih besar dibandingkan migrasi keluar.01 ribu jiwa atau sekitar 45.342.9 persen merupakan migran laki-laki dan 51.29 persen adalah migran perempuan dan 50. sebaliknya terjadi peningkatan pada migrasi keluar.01 ribu migran masuk tersebut.28 persen dari total penduduk DKI Jakarta.342. yaitu BOTABEK (Bogor. tanah di DKI Jakarta sudah menjadi komoditi komersial yang memiliki nilai jual yang tinggi.8 persen dari total penduduk DKI Jakarta tidak dilahirkan di ibukota tetapi di daerah lainnya. namun yang akan dibahas hanya 2 (dua) jenis yaitu migrasi seumur hidup (life time migration) dan migrasi risen (recent migration). Terdapat beberapa jenis migrasi.1 persen migran perempuan. Tangerang dan Bekasi). agar penyebarannya tidak terlalu timpang.66 memperlihatkan migran masuk selama hidup menurut golongan umur dan jenis kelamin pada tahun 2000 dan 2010. sehingga penduduk yang tidak mampu membeli tanah maupun rumah di Jakarta beralih ke BOTABEK atau daerah sekitarnya yang relatif lebih terjangkau. Pada tahun 2010. Kecenderungan ini tampaknya terus berlanjut hingga saat ini. Sampai dengan tahun 1990. maka pada tahun 1995 terlihat indikasi terjadinya penurunan migrasi masuk.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 bahwa penduduk yang masuk ke daerah tersebut dan yang keluar dari daerah tersebut relatif sama.269 . karena selain lahan pemukiman di Jakarta sudah “jenuh”. umumnya dari kota ke pedesaan dalam rangka melakukan redistribusí penduduk.3 ribu jiwa atau sekitar 32.749. Sedangkan migrasi risen adalah penduduk yang tempat tinggalnya 5 tahun yang lalu berbeda dengan tempat tinggalnya sekarang. maka untuk DKI Jakarta faktor migrasi sangat besar pengaruhnya terdapat pertambahan jumlah penduduk. sekitar 49. Namun setelah diimplementasikan kebijakan pengembangan daerah pemukiman baru di wilayah perbatasan ibukota. Migrasi seumur hidup adalah penduduk yang tempat kelahirannya berbeda dengan tempat tinggal sekarang. Dari jumlah tersebut sekitar 48. Dari 4.

4 5. karena pada usia ini merupakan kelompok usia dinamis.29 30 .00 813.80 338.39 40 .12 174.94 MIGRAN ribuan 177. MIGRAN MASUK SELAMA HIDUP MENURUT GOLONGAN UMUR DAN JENIS KELAMIN PROYEKSI TAHUN 2010 X UMUR LAKI-LAKI PENDUDUK ribuan 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 0. 2010 Keterangan : Dengan mengamati kelompok umur.70 67.19 MIGRAN ribuan 344.59 60 .96 24.33 104.23 4. dikarenakan mereka pada umumnya sudah “mapan” dalam kehidupannya.00 68.58 335.14 325.9 10 .05 385.88 150.83 2. Rendahnya migran anak-anak karena anak-anak yang bermigrasi umumnya mengikuti orang tuanya. tampak bahwa pola migran mengikuti huruf “U” terbalik.06 544.23 1.86 43.44 513.98 100.25 MIGRAN ribuan 167.77 35.859.76 400.38 507.82 8.77 122.36 691.91 351.16 5.49 50 . yang memiliki berbagai alasan dalam bermigrasi.57 360.47 149.66.54 55 .69 70 .50 43.19 20 .03 4.17 374.29 9.140.70 105.62 4.57 44.26 773.17 311.24 25 . baik dalam skala kecil maupun skala besar.037.01 Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta.71 39.34 35 .85 499.74 75 + JUMLAH 430.13 583.46 158.56 97. Jadi jarang sekali yang pindah karena keinginan sendiri.728. atau berpindah tempat tinggal karena alasan berumah tangga.141.92 219.95 116.04 62.54 218. yaitu pada kelompok umur 30-34 tahun.342.44 45 .07 835.62 142.90 991.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.73 277.31 434.95 427.25 JUMLAH PENDUDUK ribuan 834.72 439.66 1.17 15.64 65 .57 82.47 12. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .06 533.00 283.99 52. Hubungan antara migran dengan karakteristik umur.81 67. baik untuk tujuan melanjutkan sekolah (pendidikan).72 12.29 160.72 73.28 221.09 159. Sedangkan tingginya migran masuk pada kelompok umur 25 tahun hingga 50 tahun. yaitu rendah pada kelompok umur anak-anak. Rendahnya migran pada usia lanjut.201.46 477.006.40 2.56 202.76 404. pada kurva terlihat adanya dua tonjolan (bimodus).55 317.27 27.60 503.88 100.51 1.86 561.13 3.86 200.588.01 23.22 30.86 278.81 136.71 690.14 15 . dan mulai meningkatkan pada usia remaja dan dewasa.89 297.18 220.76 PEREMPUAN PENDUDUK ribuan 404.65 9.97 48. baik dalam segi ekonomi maupun lingkungan sosialnya.270 .35 7.77 81. memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dalam menunjang kegiatan bisnis dan perekonomian.11 134.60 287.38 558. Hal ini merupakan salah satu daya bagi kaum migran untuk memasuki wilayah ibukota dengan tujuan untuk mengadu nasib di kota ini.09 398. DKI Jakarta sebagai ibukota negara merupakan pusat pemerintahan dan segala kegiatan perekonomian.15 695. mencari pekerjaan.86 96. kemudian berangsur-angsur turun kembali pada usia tua.19 25.

Seiring dengan meningkatnya wanita yang bekerja. Sedangkan.271 . mengakibatkan kebutuhan akan tenaga pramuwisma juga meningkat. kebutuhan akan tenaga kerja wanita lebih banyak ditujukan sebagai pramuniaga.44 persen (205. Ini tidak berarti menandakan bahwa daerah ini kurang diminati oleh para migran. Migrasi Risen Yang dimaksud dengan migrasi risen (baru) adalah penduduk yang mempunyai tempat tinggal berbeda dengan tempatnya pada waktu lima tahun yang lalu. selain karena mengikuti kepindahan orang tuanya juga disebabkan karena melanjutkan pendidikan di Jakarta. Faktor lain yang dapat menarik migran masuk ke DKI Jakarta. pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta cukup tinggi yaitu sekitar 8 persen per tahun. khususnya migran perempuan.57 persen migran wanita dan 42. Jadi bisa saja tempat lahirnya sama dengan tempat tinggal sekarang. sekitar 31. Diperkirakan wilayah tersebut cukup menarik minat kaum migran karena di wilayah tersebut terdapat kawasan industri yang dapat menyerap tenaga kerja cukup banyak. b. Migran yang tinggal di Jakarta Selatan sekitar 117. Dari 654. Berbagai usaha ekonomi tumbuh dengan subur di Jakarta. Sebelum terjadi krisis moneter yang dilanjutkan dengan krisis ekonomi. Mereka datang ke Jakarta untuk memperoleh pekerjaan atau mengikuti suami karena alasan perkawinan.43 persen migran laki-laki. Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. adalah mengikuti kepindahan suami ke Jakarta.89 ribu jiwa) tinggal di Jakarta Timur. Jasa perorangan seperti pramuwisma tersebut umumnya diisi oleh mereka yang berasal dari luar Jakarta. karena berdasarkan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) kota administrasi Jakarta Pusat bukanlah daerah pemukiman tetapi lebih ditujukan sebagai daerah bisnis dan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Keberadaan migran anak-anak di ibukota umumnya karena mereka mengikuti kepindahan orang tuanya ke Jakarta.92 %).09 ribu jiwa) di Jakarta Barat. yaitu hanya sekitar 58. salah satu sektor ekonomi yang cukup pesat pertumbuhannya adalah sektor jasa dan perdagangan. Sedangkan migran remaja yang datang ke DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Dorongan untuk memperoleh pekerjaan merupakan salah satu alasan utama datang ke DKI Jakarta. Migran risen yang masuk ke DKI Jakarta pada tahun 2010 mencapai 654. Kabupaten/kota administrasi yang cukup banyak diminati oleh kaum migran adalah kabupaten/kota administrasi Jakarta Timur.86 %). akan tetapi lebih cenderung karena di wilayah ini relatif sulit memperoleh tempat tinggal. Kecenderungan tingginya persentase migran pada kelompok usia ini karena tingginya tingkat mobilitas penduduk pada usia tersebut.29 ribu jiwa (17.80 ribu jiwa terdiri dari 57. Kedua sektor ini membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak terutama tenaga kerja wanita. Tempat tinggal migran lainnya yaitu 22. Persentase migran risen di kabupaten/kota administrasi Jakarta Pusat merupakan yang terendah. Migran baru paling tinggi ditemui di kelompok usia 15-39 tahun.92 persen (150.00 ribu (8.80 ribu migran. atau dengan kata lain migran risen tidak berarti migran seumur hidup.

sedangkan faktor Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Ketenagakerjaan Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan.272 . Transmigrasi Diadakannya program transmigrasi oleh pemerintah antara lain ditujukan agar terjadi penyebaran penduduk yang lebih merata. mengatakan bahwa tingkat kemakmuran suatu negara ditentukan oleh kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia (SDM). Dua jenis transmigrasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah Transmigrasi Umum (TU) dan Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM). Disamping itu juga tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi. yaitu dengan mengikuti program transmigrasi dan apabila telah sampai di tempat tujuan mereka akan menjual lahan dan rumah serta kembali lagi ke Jakarta untuk mengikuti lagi program transmigrasi selanjutnya. Ada dua faktor yang mempengaruhi keadaan ketenagakerjaan yaitu permintaan dan penawaran.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 pemerintahan.5. maka di daerah yang baru diharapkan keadaan sosial ekonomi mereka menjadi lebih baik. tetapi menyebar pula ke pulau-pulau lainnya. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah meningkatnya keadaan ekonomi transmigrasi. Faktor permintaan sangat dipengaruhi oleh dinamika pembangunan ekonomi. Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi dan merupakan sumberdaya manusia yang memegang peranan penting dalam setiap aktivitas ekonomi. 2. devisa negara dan lain-lain. Ilustrasi tentang pentingnya SDM dapat diwakili oleh negara Singapura. Produk Nasional Bruto (PNB). disamping harga tanah yang juga sudah cukup mahal. sehingga kapital dan aturan-aturan yang mereka ciptakan dapat menempatkan negara tersebut pada jajaran negara-negara maju. c. Penduduk tidak hanya terakumulasi di Pulau Jawa. Wilayah yang paling banyak mengirim TU adalah Jakarta Selatan yaitu sebanyak 15 KK dan yang mengirim TSM paling banyak adalah Jakarta Utara yaitu sebanyak 23 KK. laju inflasi. Perubahan struktur umur penduduk berimplikasi terhadap perubahan profil ketenagakerjaan. Selain itu sumberdaya alam yang ada di daerah tujuan transmigrasi dapat dikelola secara lebih optimal dibandingkan sebelumnya. Selain itu ada juga sebagian para transmigran yang menganggap bahwa transmigrasi dapat digunakan sebagai upaya untuk mata pencaharian. Negara ini memiliki SDM yang berkualitas. Bahkan Yonky Karman (2006). Jika di daerah sebelumnya kehidupan mereka dilingkupi kemiskinan. Masalah yang umumnya timbul adalah masih sulitnya untuk mendapatkan calon transmigran karena sudah terbiasa hidup di ibukota dan tidak jarang penduduk yang sudah dikirim ke daerah transmigrasi kembali lagi ke Jakarta karena merasa tidak kerasan atau pekerjaannya tidak sesuai dengan profesinya.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 penawaran sangat ditentukan oleh perubahan struktur umur penduduk. sedangkan jumlah angkatan kerja perempuan hanya mencapai 1. sedangkan sisanya yaitu mereka yang masih sekolah. ternyata angkatan kerja laki-laki jauh lebih banyak dibanding angkatan kerja perempuan.67 memperlihatkan jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) selama kurun waktu 20002010. Pada tahun 2010.355 juta jiwa. Tenaga kerja adalah penduduk usia kerja (penduduk berumur 15 tahun ke atas) yang melakukan kegiatan ekonomi dengan maksud untuk memperoleh uang/pendapatan atau membantu melakukan kegiatan ekonomi paling sedikit satu jam tidak terputus selama seminggu sebelum pencacahan (wawancara dalam pengumpulan data). penerima pendapatan dan lain sebagainya) digolongkan sebagai bukan angkatan kerja (Non Economically Active Population). Sedangkan lapangan pekerjaan dari tenaga kerja didefinisikan sebagai bidang kegiatan dari pekerjaan/tempat bekerja/perusahaan/kantor dimana seseorang bekerja.21 persen dari penduduk usia kerja perempuan. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Komposisi Penduduk Usia Kerja Tenaga kerja dalam tulisan ini mengacu pada konsep yang didefinisikan menurut International Labour Organization (ILO).997 juta jiwa. pada tahun 2010 naik menjadi 6. 2. Konsepsi penduduk usia kerja yang digunakan dalam pembahasan ini adalah penduduk berumur 15-64 tahun. mengurus rumah tangga dan lainnya (cacat. TABEL : II. Sehubungan dengan hal tersebut. jumlah penduduk usia kerja di DKI Jakarta mengalami kenaikan. yaitu penduduk yang bekerja dan mencari pekerjaan atau disebut penduduk yang aktif secara ekonomi (Economically Active Population). khususnya bidang ketenagakerjaan yang membatasi usia minimum seorang pekerja adalah 15 tahun. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Jika dilihat menurut jenis kelamin. baik pada tahun 2000 maupun tahun 2010. maka pada bab ini akan mengulas yang terkait dengan komposisi penduduk usia kerja dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK).1. Namun bila diamati menurut jenis kegiatan. selama kurun waktu 2000-2009. angkatan kerja laki-laki mencapai 2. Tabel : II. Pada tahun 2000. jumlah penduduk usia kerja perempuan hampir sama dengan jumlah penduduk usia kerja laki-laki. Penduduk usia kerja terdiri dari angkatan kerja.67. Batasan ini sejalan dengan ketentuan perundang-undangan.770 juta orang atau 51.90 persen dari penduduk usia kerja laki-laki. penduduk usia kerja di DKI Jakarta sebanyak 6.273 .935 juta orang atau 82.5.

meskipun institusi pasar tenaga kerja tergolong restriktif (terbatas).934 6. Angkatan Kerja . TPAK adalah perbandingan antara angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja.541 PEREMPUAN 2000 1.011 174 1. Perubahan jumlah penduduk dalam angkatan kerja di suatu negara lebih banyak dipengaruhi oleh populasi suatu negara.705 4.Bekerja .25 persen.181 2010 2. 2010 Keterangan : Survay Angkatan Kerja Nasional LAKI-LAKI 2000 2. Berdasarkan data pada Tabel : II.21 persen. TPAK di DKI Jakarta mengalami sedikit kenaikan.533 238 1.136 570 2. maka besar kemungkinan penawaran kerja akan semakin tinggi yang disebabkan oleh bertambahnya penduduk dalam angkatan kerja. dari 56. penawaran tenaga kerja lebih dipengaruhi oleh perubahan jumlah penduduk dalam angkatan kerja.5.355 2.603 332 606 304 301 3.90 persen pada tahun 2010.185 1.074 536 2.745 811 1.613 3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Menurut Sitanggang dan Nachrowi (2004).68.770 1.23 persen pada tahun 2000 menjadi 82.425 2. Semakin tinggi TPAK semakin besar keterlibatan penduduk usia kerja dalam pasar kerja.998 3.Lainnya TOTAL Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta. Begitu juga halnya dengan karakteristik pasar tenaga kerja di Indonesia.2.292 562 1.274 .686 258 1.989 376 1. Bukan Angkatan Kerja . Sementara itu. Kenaikan TPAK ini banyak disebabkan oleh perubahan TPAK laki-laki. keadaan pasar tenaga kerja tidak lepas dari kondisi ekonomi makro.935 2. dikenal dengan indikator tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). dapat dijelaskan bahwa selama kurun waktu 2000-2010.Sekolah . TPAK perempuan juga mengalami kenaikan dari 37.68.729 6.81 persen menjadi 67. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .610 3. TABEL : II. yaitu dari 76.457 2000 L+P 2010 4. Keterlibatan penduduk dalam kegiatan ekonomi diukur dengan proporsi penduduk yang masuk pasar kerja. Sementara menurut Badan Pusat Statistik (2001).33 persen menjadi 51.428 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 KEGIATAN UTAMA PENDUDUK USIA 15-64 TAHUN MENURUT JENIS KELAMIN TAHUN 2000 DAN 2010 (RIBU ORANG) JENIS KEGIATAN 1.174 2010 1.Pengangguran 2. pasar tenaga kerja sangat fleksibel (dalam menyesuaikan dengan fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan struktur ekonomi).063 362 756 435 321 3.

Sedangkan bagi mereka yang melanjutkan ke sekolah menengah umum. jasa-jasa dan industri pengolahan merupakan sektor-sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.78 57. Pola yang sama juga terjadi jika dirinci menurut jenis kelamin. 2010 (%) TINGKAT PENDIDIKAN 1.3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 PARTISIPASI ANGKATAN KERJA USIA 15-64 TAHUN MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN.33 46. SMTP Umum 5.21 TOTAL 43. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang.67 91.18 57. Ini membuktikan bahwa orientasi dari mereka yang memilih melanjutkan pendidikan di sekolah menengah kejuruan sebagian besar berniat langsung terjun ke pasar kerja. Tidak Sekolah 2.99 87. TABEL : II.58 59.75 72.85 77. KOMPOSISI PENDUDUK USIA 15-64 TAHUN YANG BEKERJA MENURUT Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Pada tabel tersebut terlihat bahwa sektor perdagangan.02 62. Tidak Tamat SD 3.41 44.68 67.69.17 67. Besarnya porsi penduduk yang bekerja di kedua sektor ini disajikan dalam Tabel : II. Akademi/Diploma III 9.87 92.03 51.94 88.02 78. Sekolah Dasar 4.91 86. Penduduk Bekerja Data mengenai kegiatan ekonomi penduduk yang diuraikan disini menitikberatkan pada alokasi penduduk yang bekerja menurut sektor ekonomi (lapangan pekerjaan). penduduk yang bekerja di sektor sekunder dan tersier biasanya menempati porsi yang cukup besar.275 .28 77.68 42. lebih memilih melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.87 68. 2.44 47. Diploma I/II 8.90 PEREMPUAN 39.68 tampak bahwa TPAK semakin meningkat bila tingkat pendidikan juga meningkat. Dalam ekonomi perkotaan seperti DKI Jakarta.25 82. Universitas TOTAL Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Susenas 2010 LAKI-LAKI 53.48 71.25 Disamping faktor jenis kelamin. semakin tinggi motivasinya untuk terjun ke pasar kerja. SMTA Kejuruan 7. Berdasarkan Tabel : II.24 82.5.14 77. Hal yang menarik dari pola TPAK secara total adalah tingginya TPAK pada mereka yang berpendidikan sekolah menengah kejuruan dibandingkan dengan mereka yang tamat dari sekolah menengah umum.69.71 82.58 79. SMTA Umum 6. hal lain yang sangat berpengaruh terhadap keikutsertaan seseorang dalam kegiatan ekonomi adalah tingkat pendidikan.

Sedangkan keterkaitan aktivitas ekonomi dengan alam lingkungan yang mempunyai fungsi sangat penting belum dimasukan ke dalam analisa ekonomi. Pola penyerapan tenaga kerja yang hampir sama juga terlihat jika dirinci menurut jenis kelamin.11 15.34 36. Lainnya JUMLAH Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Susenas. tetapi harus pula memperhatikan bagaimana dampak dari aktivitas ekonomi tersebut terhadap pelestarian dan kualitas sumberdaya alam. jasa-jasa dan industri pengolahan. Oleh karena itu pembangunan ekonomi harus memasukan lingkungan ke dalam sistem ekonomi. Restoran & Hotel 4.95 27.96 21. 2010 (%) LAPANGAN PEKERJAAN 1. Perdagangan. Aktivitas ekonomi selain mampu menyediakan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Industri Pengolahan 3. penyerapan tenaga kerja terbesar baik pada laki-laki maupun perempuan tetap berada pada sektor perdagangan.00 JUMLAH 0. Jasa-jasa 5. pada laki-laki penyerapan tenaga kerja terlihat lebih menyebar di hampir semua sektor. Dengan kata lain aktivitas ekonomi tidak hanya mampu menunjukan produksi optimal dan konsumsi maksimum sesuai dengan sumberdaya yang tersedia.69 persen dari total penduduk yang bekerja.45 4. Jika sistem pendukung itu mengalami degradasi atau kerusakan maka secara tidak langsung akan mempengaruhi kelangsungan hidup manusia.63 16. Dengan demikian lingkungan bisa dipandang sebagai aset utama yang menyediakan kebutuhan umat manusia.60 33. Sayangnya kajian-kajian ilmu ekonomi sebagian besar hanya memperhatikan dan mengkaji tentang analisa aktivitas ekonomi dan konsumsi serta keterkaitan antara keduanya.00 PEREMPUAN 0.11 persen dan 16. sektor perdagangan.00 Pada tahun 2010. Sementara itu sektor jasa-jasa dan sektor industri pengolahan masingmasing menyerap 31.38 100.18 41.276 . Lingkungan menyediakan sistem pendukung kehidupan untuk mempertahankan kehidupan manusia. Melalui proses produksi itulah sumberdaya alam dieksploitasi untuk digunakan sebagai salah satu faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. 2009 LAKI-LAKI 0. Pertanian 2. restoran dan hotel mampu menyerap 36.84 100.19 17.89 15. Penduduk merupakan bagian atau komponen yang berinteraksi dengan komponen-komponen lain yang berada di dalam lingkungan untuk memenuhi kelangsungan hidupnya. Hal ini tidak terjadi pada penduduk perempuan.19 36.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 LAPANGAN PEKERJAAN DAN JENIS KELAMIN. Walaupun begitu. Untuk memenuhi permintaan tersebut maka dilakukan kegiatan ekonomi atau proses produksi.69 31.59 100.19 persen. Permasalahan tentang lingkungan berawal dari adanya permintaan penduduk terhadap barang dan jasa. Perbedaannya adalah.

Permintaan terhadap sumberdaya alam yang semakin meningkat tersebut akan mengakibatkan eksploitasi sumberdaya alam secara terus menerus dari waktu ke waktu sehingga akan mengganggu keseimbangan lingkungan dan menimbulkan masalah lingkungan. Jumlah perusahaan industri pengolahan di DKI Jakarta yang cukup banyak tersebut mempunyai dampak terhadap kerusakan lingkungan hidup.99 persen. Sektor perdagangan. Seringkali diumumkan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan melalui media elektronik atau surat kabar bahwa untuk dalam jangka waktu tertentu tidak boleh mengkonsumsi ikan laut dan kerang oleh karena keracunan limbah pabrik terutama ikan-ikan yang berasal dari pantai utara DKI Jakarta.69 diperlihatkan bahwa sektor industri pengolahan di DKI Jakarta mempunyai kontribusi cukup besar dalam penyerapan tenaga kerja yaitu sekitar 19. Sektor industri pengolahan yang dalam proses produksinya menggunakan bahan kimia seringkali melalaikan aturan dalam undang-undang lingkungan hidup yang mengharuskan proses pengolahan dan penanganan limbah sebelum dibuang. Udara yang tercemar tersebut akan mengalami peningkatan kadar karbon dioksida yang mengganggu pernafasan manusia.277 . Sektor perdagangan adalah yang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta yaitu sekitar 34. Ada dua potensi yang menyebabkan penimbunan limbah (sampah) yaitu perusahaan perdagangan dan tenaga kerja yang mencari nafkah di DKI Jakarta. Hal ini mempunyai korelasi dalam hal jumlah perusahaan industri yang cukup besar pula.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 barang dan jasa juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penimbunan sampah yang tidak segera diangkut ke penampungan sampah berpotensi menyebabkan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Meningkatnya kesejahteraan masyarakat akan diikuti dengan meningkatnya daya beli masyarakat yang menuntut tersedianya barang dan jasa yang banyak pula. yang pada gilirannya akan meningkatkan permintaan terhadap sumberdaya alam. udang. Dengan pendekatan aktivitas ekonomi (lapangan pekerjaan) seperti yang ditunjukan pada Tabel : II. kerang. Dalam Tabel : II. Jika dihitung berapa ribu ton sampah yang diproduksi setiap hari dari aktivitas perusahaan dan tenaga kerja. restoran & hotel mempunyai potensi dalam penimbunan sampah baik sampah sisa makanan yang tidak terkonsumsi atau kemasan yang digunakan dalam proses produksi. Selain itu juga hasil industri berupa bahan organik yang sulit dipecahkan dan bahan kimia seperti pestisida mempengaruhi kesehatan manusia. tumbuhan air. Misalnya industri pengolahan mempunyai dampak berupa pencemaran air baik sungai maupun laut akibat pembuangan limbah industri. rumput laut dan lain lain. Selain air industri juga mencemari udara melalui cerobongcerobong asap pabrik dan pembakaran minyak oleh kendaraan bermotor.69 di atas dapat diasumsikan bahwa semua sektor ekonomi tersebut mempunyai kontribusi terhadap dampak pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup.89 persen. kepiting. sehingga dapat membunuh biota air seperti ikan.

Perkembangan jumlah penduduk DKI Jakarta selama kurun waktu 2000-2010 relatif lebih lambat dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya. dengan jumlah penduduk 9.6 juta jiwa pada tahun 1971. Konsep megapolitan yang dicanangkan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta sangat efektif bila dilaksanakan terutama dalam penanganan infrastruktur perkotaan.588 juta jiwa. jumlah ini meningkat sekitar satu juta jiwa dibandingkan tahun 2000. kemudian sepuluh tahun berikutnya. Untuk itu pihak yang terkait dalam urusan transportasi darat agar lebih seksama dan bertindak konsisten dalam memberikan perijinan layak operasi. PERKEMBANGAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 1961-2010 (RIBUAN) Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Permukiman Salah satu informasi penting yang diperlukan dalam penyusunan rencana maupun strategi kebijakan dalam berbagai bidang adalah data kependudukan dengan segala aspeknya. Karena masalah lingkungan hidup sangat penting untuk kita pelihara dan budayakan. Konsep ini melibatkan provinsi yang berdampingan dengan DKI Jakarta untuk menangani infrastruktur perkotaan secara terpadu seperti tempat pembuangan limbah padat (sampah) dan cair. Akibat dampak aglomerasi ini perlu dilakukan pemahaman secara terintegasi terutama yang berkaitan dengan penanganan infrastruktur perkotaan karena sangat penting untuk aktivitas ekonomi di DKI Jakarta dan dalam penanganan limbah serta kelestarian sumberdaya alam dan air. tahun 1990. jumlah penduduk bertambah lagi menjadi 6. Jika dilihat perkembangannya selama tahun 19611990.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 berkembang biaknya penyakit dan secara tidak langsung dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur perkotaan seperti yang diakibatkan oleh banjir. Ekspor dan impor yang melibatkan Jabodetabek frekuensinya cukup tinggi untuk setiap harinya. Jumlah penduduk DKI Jakarta pada tahun 2010 diperkirakan sebanyak 9. naik menjadi 4.588 juta jiwa. Uji emisi gas kendaraan sebagai prasyarat layak beroperasi bila dilakukan secara tepat dan konsisten maka hal ini dapat mengurangi tingkat polusi udara. penduduk DKI Jakarta sebanyak 2.195. B.9 juta jiwa pada tahun 1961. Asap yang dihasilkan dari knalpot kendaraan yang mengandung gas CO2 (karbon dioksida) dapat mengganggu kesehatan.278 . GRAFIK : II. Sektor angkutan dan komunikasi yang dalam hal ini dikelompokan dalam lapangan pekerjaan lainnya sangat berpotensi menyebabkan polusi udara. Dasar pemikiran ini diilustrasikan bahwa banyak pekerja yang berasal dari Bodetabek yang mencari nafkah di DKI Jakarta dan menggunakan fasilitas perjalanan sebagai akses tujuan bekerja. Bila diamati untuk jenis kendaraan seperti metro mini dan sejenisnya mengeluarkan asap dari lubang knalpot mengepul berwarna hitam yang menandakan kadar racun yang sangat tinggi.5 juta jiwa.

546.503. Ini memberikan indikasi telah terjadi penurunan tingkat pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta.40 persen per tahun.000 4.259.588.41 persen. Pertumbuhan penduduk yang tinggi di DKI Jakarta pada tahun 1960-an hingga tahun 1970-an selain karena pengaruh migrasi yang masih tinggi dari luar DKI Jakarta. dan selama periode 1990-2000 laju pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta telah dapat diturunkan hingga mencapai 0.3 8. pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta mulai dapat ditekan dengan berkurangnya angka kelahiran secara signifikan.000 6. Selain itu faktor yang lain adalah penundaan usia perkawinan pertama dan penurunan angka migrasi netto di DKI Jakarta yang artinya jumlah penduduk yang keluar dari DKI Jakarta lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang masuk ke DKI Jakarta. angka ini menurun kembali menjadi 2. disebabkan oleh semakin banyaknya pasangan usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi (alat KB) untuk membatasi jumlah kelahiran dan mengatur jarak kelahiran.9 persen pada kurun waktu 1971-1980.4 6.16 persen rata-rata per tahun.385. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Sejak periode tahun 1971 tersebut. tingkat pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta sangat luar biasa yaitu 4.5 Penduduk 1961 1971 1980 1990 2000 2010 Walaupun jumlah penduduk DKI Jakarta terus menunjukkan peningkatan. Pada periode 1961-1971. menambah beban Pemerintah Daerah dalam menyediakan sarana dan prasarana serta lapangan pekerjaan.000 0 2. karena pergeseran penduduk Jakarta untuk bertempat tinggal di wilayah Botabek. Diperkirakan selama periode 2000-2010 pertumbuhan penduduk naik menjadi 1. tingkat kelahiran di DKI Jakarta juga sangat tinggi.000 8.5 9.000 2. Periode berikutnya (1980-1990).279 .0 8.5 4.6 persen rata-rata per tahun. kemudian mengalami penurunan menjadi 3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 10. namun jumlah peningkatannya semakin mengecil.906. Penurunan angka kelahiran ini Peningkatan pertumbuhan penduduk.

Jumlah penduduk DKI Jakarta yang terus meningkat ini perlu dicermati karena dapat menimbulkan permasalahan di berbagai bidang. namun pada tahun-tahun berikutnya persentasenya terus mengalami penurunan. Disamping itu. menjadi salah satu faktor yang 100% 80% 60% GRAFIK : II.5 juta jiwa. 1. Salah satu usaha untuk mengatasi hal ini adalah dengan menyediakan perumahan yang mampu menampung jumlah penduduk yang semakin bertambah dengan menyiasati luas lahan yang semakin sempit. penduduk DKI Jakarta masih terkonsentrasi di Jakarta Pusat dengan persentase sebesar 34. TAHUN 1961-2010 mengakibatkan terjadinya perbedaan sebaran penduduk. Kondisi ini di pengaruhi oleh penglaju (commuter) yaitu penduduk yang tinggal di luar Wilayah DKI Jakarta tetapi melakukan aktivitas pada siang hari seperti bekerja dan bersekolah di Wilayah DKI Jakarta. Keunikan jumlah penduduk DKI Jakarta adalah adanya perbedaan jumlah penduduk pada malam hari dibandingkan dengan siang hari. dan ketenagakerjaan. Pada siang hari di perkirakan mencapai sekitar 10. Namun karena demikian banyaknya jumlah penduduk yang harus ditampung maka tidak semua mampu tertampung dalam rumah susun. di Ibukota persebaran penduduk di pengaruhi pula oleh 40% 20% 0% 1961 1971 1980 1990 1995 2000 2010 Jaksel Jaktim Jakpus Jakbar Jakut Kep.280 .02 Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Seribu kebijakan yang digariskan oleh Pemda DKI Jakarta. Distribusi penduduk selama tahun 1961-2010 menurut kota administrasi di DKI Jakarta dapat dilihat pada Grafik : II. pendidikan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Perlu di perhatikan bahwa jumlah penduduk DKI Jakarta yang berjumlah 9.196. DISTRIBUSI PE NDUDUK ME NURUT KOTAMADYA. transportasi. Masalah yang berkaitan erat dengan jumlah penduduk yang tinggi antara lain masalah pemukiman. yaitu pembangunan rumah susun. Salah satu masalah yang muncul dan perlu di waspadai oleh Pemda DKI Jakarta adalah munculnya pemukiman-pemukiman kumuh (slum area) di beberapa wilayah DKI Jakarta.196. Persebaran dan Kepadatan Penduduk Adanya perbedaan sumber daya antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Biasanya penduduk akan mengumpul pada suatu wilayah yang dapat menunjang kehidupannya. dengan persentase masing-masing 28. Pada tahun 1961. Pada tahun 2010.48 persen.588 juta pada tahun 2010 tersebut adalah jumlah penduduk “malam hari”. dua wilayah yang terlihat menonjol sebagai wilayah yang paling banyak penduduknya adalah Jakarta Timur dan Jakarta Barat. kesehatan.

Hal ini tampaknya masih melanjutkan kebijakan pengembangan poros Barat dan Timur pada RUTR DKI Jakarta Tahun 1985-2005. Sebaliknya wilayah yang relatif paling sedikit penduduknya adalah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Kota administrasi Jakarta Pusat merupakan kota administrasi yang sangat padat penduduknya. Sanitasi Lingkungan 2 2 2 2 2 2 2 2 2 Rumahku adalah surgaku. pada tahun 2010 setiap 1 km dihuni oleh sekitar 18.281 .218 jiwa.808 jiwa menempati luas 1 km . hal ini dikarenakan kota tersebut mempunyai wilayah yang cukup luas. sekitar 9.37 persen dari penduduk Ibukota. Pengembangan kota ke arah Barat dan Timur juga dimaksudkan untuk melindungi kawasan Selatan yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk diperoleh dengan membandingkan antara jumlah penduduk terhadap luas wilayah. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 persen dan 23. Demikian pepatah mengatakan yang menggambarkan sedemikian pentingnya rumah dalam kehidupan manusia. Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di daerah ini. Pada tahun 1980. Jakarta Timur walaupun mempunyai jumlah penduduk yang relatif tinggi namun tingkat kepadatan penduduknya relatif rendah yaitu 14. Sebagai kabupaten yang baru terbentuk. baik dari hujan maupun panas dan rumah juga diperlukan untuk memberi rasa aman penghuninya dari gangguan yang tidak diinginkan.16 persen dan 9. Hal ini bisa di maklumi karena Jakarta Utara selain daerahnya cukup panas juga sebagian masih merupakan rawa-rawa. Kepulauan Seribu memiliki kepadatan penduduk yang sangat rendah.423 jiwa per km . 3.290 per km . Pada tahun 1961 kepadatan penduduk DKI Jakarta hanya sekitar 4 ribu per km . Rumah juga menjadi tempat berkumpul bagi para penghuni rumah yang biasanya merupakan ikatan keluarga. tetapi sepuluh tahun berikutnya meningkat pesat menjadi 7 ribu per km . Kota administrasi yang paling jarang penduduknya adalah Jakarta Utara karena setiap 1 km dihuni oleh 11.400 jiwa per km . yaitu 2. Dalam sepanjang kehidupannya manusia memang membutuhkan rumah yang digunakan sebagai tempat untuk berteduh atau berlindung. Kepadatan di Jakarta Pusat menunjukkan kecenderungan yang menurun disamping terjadinya penurunan jumlah penduduk juga daerahnya sudah banyak yang dibangun untuk pusat bisnis. dan pada tahun 2010 kepadatan penduduk menjadi 14. Dengan luas Wilayah DKI Jakarta yang relatif stabil dari tahun ke tahun namun jumlah penduduknya terus meningkat. sedangkan di Jakarta Pusat harga lahan sudah demikian tinggi sehingga penduduk mencari wilayah lain yang harga tanahnya masih relatif lebih murah.675 jiwa. Satu dekade kemudian kepadatan penduduk DKI Jakarta telah meningkat menjadi 12.476 jiwa per km . 2. masing-masing hanya sekitar 17.77 persen. maka DKI Jakarta menjadi semakin padat.

93 persen yang memakai lantai dengan luas < 20 m .53 26.76 21.35 persen rumah tangga yang memiliki luas lantai diatas 100 meter persegi.95 39.93 20-49 28.03 34.00 100.68 22.00 100.07 20. bahkan susunan rumah tampak berdesak-desakan dan tanpa halaman.60 37. 2010 KOTA ADMINISTRASI Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Susenas.282 . Kenyataan diatas menunjukkan bahwa lebih dari separuh rumah tangga (58. TABEL : II. Tampak dari sekitar 2.82 20. Berbagai fasilitas yang dapat mencerminkan tingkat kesejahteraan tersebut antara lain dapat dilihat dari luas lantai rumah.70. Di beberapa tempat. Luas lantai dirinci menjadi < 20 m . 20-49 m . kemudian 21.08 23.40 persen rumah tangga menggunakan luas lantai 50-99 m dan sisanya sekitar 20.00 100.91 17. 2010 2 2 2 2 2 2 2 2 <20 3. Selain itu.3 juta rumah tangga di DKI Jakarta memiliki luas lantai kurang dari 49 meter persegi.81 23.00 Besarnya jumlah penduduk dan tingginya tingkat kepadatan hunian.57 15.05 21. memberi andil pada kurangnya luas lantai rumah yang dapat dimiliki oleh rumah tangga.36 21. rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok selain sandang dan pangan. dan 34.53 20. Apabila rumah sebagai salah satu kebutuhan pokok tersebut tidak dapat tersedia maka akan sulit manusia dapat hidup secara layak.40 >100 14.27 17.82 21.35 JUMLAH 100.75 34.25 %) dari sekitar 2. Tabel : II. Diantara fungsi rumah adalah dapat dijadikan sebagai salah satu indikator bagi kesejahteraan pemiliknya. PERSENTASE RUMAH TANGGA MENURUT LUAS LANTAI DI DKI JAKARTA.00 100.32 persen yang memakai lantai dengan luas 20-49 m . harga tanah dan rumah di DKI Jakarta sangat mahal menyebabkan banyak masyarakat yang tidak mampu untuk membeli tanah dan rumah dengan ukuran yang relatif besar.37 24. dan hanya sekitar 20. Dengan kata lain.00 100.70 menunjukkan jumlah dan persentase rumah tangga dan luas lantai di DKI Jakarta tahun 2010. 50-99 m dan 100+ m .32 34. dapat diasumsikan semakin sejahtera rumah tangga yang menempati rumah tersebut.3 juta rumah tangga pada tahun 2010 ditemui 23.32 50-99 52. fasilitas tempat buang air besar rumah tangga dan juga tempat penampungan kotoran akhir.76 19.65 31.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Rumah merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi untuk dapat terus bertahan hidup. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . sumber air minum.74 20.55 29.00 100. Semakin baik fasilitas yang dimiliki.35 persen rumah tangga tinggal di rumah besar dengan luas lantai 100 m lebih.

Selain itu. Tampak bahwa sebagian besar rumah tangga mendiami rumah dengan jenis lantai bukan tanah. jenis lantai juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. kualitas lantai perumahan dapat mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat di wilayah tertentu. menunjukkan rumah tangga yang ada di DKI Jakarta menurut jenis lantainya. Data Susenas membagi jenis lantai menjadi 2 kategori yaitu tanah dan bukan tanah. seperti penyakit diare.98 persen dari total rumah tangga yang ada.71. jenis lantai juga dapat digunakan sebagai indikator untuk melihat kualitas perumahan. Sedangkan rumah tangga yang menggunakan jenis lantai tanah sekitar 3. kecacingan dan penyakit kulit.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Banyaknya urbanisasi menyebabkan kurangnya fasilitas perumahan di Provinsi DKI Jakarta. Kenyataan masih adanya rumah tangga di DKI Jakarta yang mempunyai lantai dengan jenis tanah ini cukup memprihatinkan. Selain dari luas lantai. Tabel : II.20 persen. Karena lantai tanah diakui dapat menjadi media yang subur bagi timbulnya kuman penyakit dan media penularan bagi jenis penyakit tertentu. Semakin tinggi kualitas lantai perumahan dapat diasumsikan semakin membaik tingkat kesejahteraan penduduknya. Rumah tangga dengan jenis lantai bukan tanah dianggap mempunyai tingkat kesejahteraan yang lebih baik dari rumah tangga yang mempergunakan jenis lantai tanah. Ini patut mendapat perhatian serius dari pemerintah. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . mengingat lantai tanah dapat berpengaruh pada derajat kesehatan penduduk. Semakin banyak rumah tangga yang mendiami rumah dengan lantai tanah akan berpengaruh pada rendahnya derajat kesehatan masyarakat.20 persen rumah tangga tetapi ini mencapai sekitar 69 ribu rumah tangga. Selain itu. Meskipun jumlahnya hanya sekitar 3.283 . yang jumlahnya mencapai sekitar 96.

kayu.31 1.98 96. yaitu dinding tembok. Rumah dapat dikatakan layak huni dan memenuhi standar kesehatan.68 persen rumah tangga.02 3.32 96. PERSENTASE RUMAH TANGGA MENURUT JENIS LANTAI DI DKI JAKARTA.32 persen rumah tangga yang masih mempergunakan lantai tanah.31 persen dari total rumah tangga di Jakarta Selatan. Rumah tangga yang masih menggunakan lantai tanah ini umumnya berada di daerah kumuh dengan kondisi sosial ekonomi rumah tangga yang rendah dan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi (slum area).00 100. yaitu masing-masing sebesar 6. Dengan demikian program lantai semen tidak akan menyentuh mereka karena mereka tidak/belum memiliki KTP DKI Jakarta sebagai syarat dinyatakan sebagai keluarga prasejahtera.01 6.00 100.00 100.32 4.69 98. jumlah ini paling kecil dibandingkan dengan di kota administrasi lain. Salah satunya dapat dilihat dari bahan bangunan yang digunakan untuk dinding rumah. Jumlah rumah tangga di Jakarta Timur yang masih menggunakan lantai tanah mencapai sekitar 1.68 95. antara lain ditandai dengan bangunan rumah yang bersifat permanen. Dalam pembahasan ini dinding rumah di kelompokkan menjadi empat jenis.00 100.71 3.2010 Keterangan : BUKAN TANAH 98.00 100. bambu dan lainnya. Sedangkan di Jakarta Selatan jumlah rumah tangga yang berlantaikan tanah mencapai sekitar 1. Jakarta Utara menempati urutan ketiga dengan 3.00 100.71. 2010 KOTA ADMINISTRASI Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta. Pada umumnya rumah tersebut dihuni oleh migran baru dan atau kelompok pekerja kasar (buruh) yang secara konsepsi belum dikategorikan sebagai warga DKI Jakarta.68 3.98 TANAH 1. terlihat bahwa persentase tertinggi rumah tangga yang menggunakan jenis lantai tanah terdapat Jakarta Barat di disusul oleh Kabupaten Kepulauan Seribu. Selain dilihat dari jenis lantai yang dipergunakan.02 persen dan 4.00 Apabila diamati antar kota administrasi.71 persen.29 96.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .99 93. kualitas perumahan dapat pula ditinjau dari jenis dinding.284 .02 JUMLAH 100.

meskipun hanya 0.96 93. Sedangkan jenis dinding lainnya seperti seng. karton. Apabila diperhatikan kondisi menurut kota administrasi tampak bahwa kondisi antar kota administrasi tidak jauh berbeda dengan kondisi tingkat DKI Jakarta.54 0.97 11.39 91. Jenis dinding kayu dan bambu tidak banyak digunakan.00 100.15 1.00 100.59 7. serta rumah tanggarumah tangga di daerah kumuh dan kurang tertata. Pola ini relatif sama di wilayah kabupaten/kota administrasi. karton. Hal yang menarik adalah jumlah rumah tangga yang mempergunakan atap asbes/seng/sirap/lain-lain di Kota administrasi Jakarta Utara yang mencapai sekitar 57. Jumlah rumah tangga yang mempergunakan jenis dinding lainnya seperti seng. Berbeda dengan kondisi di Kota administrasi Jakarta Utara.60 JUMLAH 100.95 persen.71 8. PERSENTASE RUMAH TANGGA MENURUT JENIS DINDING TERBANYAK DI DKI JAKARTA.29 dan 0. Sebaliknya jumlah rumah tangga yang mempergunakan jenis dinding bambu mengalami penurunan dari 0. Kondisi seperti ini mencerminkan masih banyaknya rumah tangga yang mempunyai tingkat sosial ekonomi yang relatif lebih rendah di Jakarta Utara.12 5. plastik dan lain sebagainya tampak mengalami peningkatan pada tahun 2010 ini dibandingkan dengan tahun 2000.28 91. 2010 KOTA ADMINISTRASI Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta.69 14.80 83.00 100.53 pada tahun 2000 menjadi sekitar 0.19 LAINNYA 0. Kemungkinan sebagian dari mereka adalah para nelayan dan pencari ikan.00 100. Jumlah ini paling menonjol jika dibandingkan dengan jumlah rumah tangga yang mempergunakan atap yang sama di kota administrasi lain.00 0.08 0.72. Apabila dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2000 tampak bahwa pada tahun 2010 jumlah rumah tangga yang mempergunakan atap beton mengalami sedikit peningkatan sedangkan rumah Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Sebanyak 91.08 4.15 0.00 100.63 0.285 .19 persen.29 BAMBU 0.92 KAYU 6.39 0. 2010 Keterangan : TEMBOK 93.19 pada tahun 2010.92 0. Kota administrasi Jakarta Selatan justru mempunyai jumlah rumah tangga paling kecil yang mempergunakan atap seng/asbes/sirap/lain-lain (sekitar 26 persen rumah tangga).13 95.81 persen.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.01 83.92 persen rumah tangga di DKI Jakarta menggunakan dinding tembok. Pada tahun 2000 jumlah rumah tangga yang mempergunakan jenis dinding lainnya ini mencapi sekitar 0.17 3.93 0. plastik masih ada juga yang menggunakan. persentase masing-masing hanya sebesar 7.00 Jenis dinding terbanyak yang dipakai oleh penduduk DKI Jakarta pada tahun 2010 ditunjukkan oleh Tabel : II.72.16 0.60 persen.00 100.15 0.

Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane adalah sungai yang mengalir di DKI Jakarta. Berdasarkan gambaran tentang kondisi perumahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa kualitas bangunannya secara umum cukup baik dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. air melimpah sering tidak tertampung dan mengakibatkan pipa saluran air bersih pecah dan bocor.59 persen pada tahun 2000 menjadi sekitar 2. Kegunaan air bersih bagi manusia dan sebagian besar penduduk terutama Kebutuhan air bersih yang selalu meningkat menyebabkan untuk kepentingan rumah tangga. dsb) Air merupakan salah satu kebutuhan yang cukup vital dalam kehidupan setiap makhluk hidup termasuk manusia/penduduk.66 persen pada tahun 2010. perusahaan dan tempat-tempat umum lainnya.32 persen pada tahun 2000 menjadi sekitar 55. sehingga menimbulkan banjir.286 . Diduga rumah tangga yang sebelumnya mempergunakan atap genteng sebagian telah berganti ke atap beton. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 tangga yang mempergunakan atap genteng mengalami penurunan. sedangkan rumah tangga dengan atap genteng menurun dari 84. dan lainnya. pertanian pasokan air dilakukan secara swadaya. Juanda. 4. Jumlah rumah tangga dengan jenis atap yang selain beton dan genteng relatif tetap. Sumber air bersih tersebut dapat berupa air tanah. Sedangkan pada musim hujan. Listrik. misalnya melalui perbaikan lingkungan. Rumah tangga yang mempergunakan atap beton meningkat dari 3. Sumber air dan badan-badan air di DKI Jakarta dinilai telah tercemar untuk kebutuhan air bersih dan kontinuitasnya juga kurang terjamin. H. maka sumber daya air di DKI Jakarta sangat vital. Mengingat besarnya jumlah penduduk yang membutuhkan air bersih. pesat dan Pertumbuhan penduduk serta yang derajat meningkatnya aktivitas kehidupan di DKI Jakarta harus diikuti oleh pemenuhan kebutuhan terhadap air bersih. Sebagian dari 13 sungai tersebut diolah oleh PDAM untuk dialirkan ke rumah tangga. bersama 11 sungai lainnya. Pada musim kemarau debit air yang mengalir terlalu kecil bahkan cenderung kotor. Namun demikian masih ada sebagian kecil pemukiman-pemukiman kumuh yang masih terus diupayakan untuk dilakukan penataan. sarana dan prasarana kota serta pembangunan rumah susun. Akses Terhadap Infrastruktur Permukiman (Air Bersih. industri.50 persen rumah tangga. air sungai dan air permukaan terutama dari suplai air baku dari waduk Ir. Dengan upaya ini diharapkan kualitas perumahan dan lingkungan di DKI Jakarta akan meningkat dibandingkan waktu sebelumnya. Jatiluhur dan Cisadane.

79 persen. Jumlahnya mencapai sekitar 74.32 51. Secara umum daerah hijau terbuka di Jakarta Timur relatif lebih baik dibandingkan dengan wilayah lain. 2010 Keterangan : SENDIRI 67. rumah tangga yang memperoleh air minum dengan cara tidak membeli masih sebesar 26. sedangkan persentase terendah terdapat di Kabupaten Kepulauan Seribu.64 BERSAMA 29.71 1.35 18.18 UMUM 2.44 0. Tabel : II. Dikategorikan membeli apabila rumah tangga menggunakan air minum dengan berlangganan PAM. yaitu sekitar 75. yakni 36. PERSENTASE RUMAH TANGGA MENURUT FASILITAS AIR MINUM TAHUN.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Tangerang.70 80. Sekitar 22. TABEL : II. semakin tinggi kesejahteraannya.287 .79 75.67 2. yakni membeli dan tidak membeli. Tampaknya kondisi ini berkaitan dengan keadaan tanah kedua wilayah tersebut.18 persen rumah tangga masih menggunakan fasilitas air minum secara bersama-sama dengan rumah tangga lain.00 100. Dari data tersebut dapat diartikan bahwa masih cukup banyak Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .00 100.00 100.96 16.71 76.71 1. Dengan demikian lebih dari separoh rumah tangga di DKI Jakarta memiliki kemudahan untuk mendapatkan air minumnya.71 24. Ini berarti semakin banyak rumah tangga yang memiliki fasilitas air minum sendiri.58 21.84 0. terungkap bahwa lebih dari separoh rumah tangga di DKI Jakarta memiliki fasilitas air minum milik sendiri (termasuk sumur).27 5. rumah tangga dengan keadaan ekonomi yang sudah mapan memiliki fasilitas air minum sendiri.72 36.00 persen.68 6.00 100. yakni sumur dan pompa.00 100. Rumah tangga yang memperoleh air bersih dengan cara tidak membeli. umumnya berasal dari air tanah. Sebaliknya.64 persen.79 72.83 LAINNYA 0.73.74 menunjukkan jumlah dan persentase rumah tangga di DKI Jakarta menurut sumber air minumnya. terlihat bahwa Kota administrasi Jakarta Barat mempunyai persentase terbesar rumah tangga yang memiliki fasilitas air minum sendiri.83 persen rumah tangga mempergunakan fasilitas air minum umum dan sisanya sekitar 0. membeli air kemasan atau pedagang air keliling.32 80.95 0.35 JUMLAH 100.00 persen rumah tangga. Sampai dengan tahun 2008 lebih dari separoh rumah tangga di DKI Jakarta memperoleh air minum dengan cara membeli. Cara rumah tangga memperoleh air minum di kelompokkan menjadi dua. 2010 KOTA ADMINISTRASI Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta. Fasilitas air minum yang dimiliki rumah tangga dapat mencerminkan tingkat sosial ekonomi rumah tangga tersebut.79 persen. Dari Tabel : II.35 persen tidak memiliki fasilitas air minum.00 100.73.60 1. yaitu sebanyak 80. Pada umumnya.16 22. 1.00 Apabila diamati antar wilayah.

60 20. PERSENTASE RUMAH TANGGA MENURUT CARA MEMPEROLEH AIR MINUM DI DKI JAKARTA. Mengingat tingginya tingkat pencemaran yang terjadi pada air tanah dan air permukaan di DKI Jakarta.56 64.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 rumah tangga yang menggunakan air tanah. limbah rumah tangga.74. TABEL : II. 2010 KOTA ADMINISTRASI Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta.96 93.288 . Hal ini pada gilirannya akan berpengaruh pada peningkatan derajat kesehatan lingkungan maupun kesehatan masyarakat secara umum.60 44.00 TIDAK MEMBELI 41.00 100.00 100.04 6. karena pada umumnya air yang diperoleh dengan cara membeli identik dengan air bersih.00 JUMLAH 100. Apabila dibandingkan antar wilayah terlihat bahwa Kota administrasi Jakarta Utara mempunyai jumlah terbesar rumah tangga yang memperoleh air minum dengan cara membeli.00 persen pada tahun 2010. baik akibat limbah buangan industri. Artinya selama sembilan tahun terakhir. Kondisi ini tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun.00 100. atau naik hampir 20 persen.91 12.00 Jika dibandingkan keadaan tahun 2000.00 100. Jumlah rumah tangga yang mempergunakan air dengan cara membeli di Jakarta Utara mencapai sekitar 93. Peningkatan ini cukup besar dibandingkan peningkatan antara tahun 1996-1999 yang mencapai sekitar 14 persen. 2010 Keterangan : MEMBELI 58.25 26.00 100. pengaruh intrusi air laut maupun penurunan tanah (land subsidence). tampaknya jangkauan jaringan PAM perlu ditingkatkan pula. Akibat kondisi ini sebagian besar rumah tangga di wilayah ini memilih untuk mengkonsumsi air ledeng atau air kemasan yang umumnya diperoleh dengan cara membeli.44 35. Ini bisa jadi diakibatkan meningkatnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi air bersih bagi rumah tangga. Kota Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Hal ini dapat dimaklumi mengingat Kota administrasi Jakarta Utara merupakan wilayah yang paling dekat dengan laut lepas sehingga air tanahnya sudah kurang bersih dan kurang sehat karena sebagian besar air tanahnya sudah terintrusi oleh air laut dan menjadi terasa payau.40 79.75 persen dari total rumah tangga yang ada di Kota administrasi Jakarta Utara.40 55. Disamping kesadaran dari warga sendiri. jumlah penduduk yang mengkonsumsi air bersih semakin meningkat. tampak adanya peningkatan rumah tangga yang memperoleh air minum dengan cara membeli.44 persen menjadi 74.75 74.00 100. yaitu dari 55. seyogyanya jumlah rumah tangga pengguna air tanah ini dapat dikurangi dan mulai beralih ke air PAM.09 87.

12 ribu orang. angka kemiskinan turun menjadi 3. angka kemiskinan mengalami penurunan menjadi 3. dan merupakan daerah resapan. beberapa diantaranya mampu mengembangkan usaha rumah tangganya. dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 312. seperti pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang masih dilanjutkan pada tahun 2009. Permukiman Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . terutama di DKI Jakarta sangat berbeda dibanding dengan daerah lain. Pada tahun 2000.57 persen atau sebanyak 407 ribu penduduk miskin. kurva angka kemiskinan menunjukkan kurva ”U”. Angka kemiskinan ini relatif stabil selama beberapa tahun. Berbagai penelitian menyatakan bahwa migran masuk yang relatif besar dapat mempengaruhi tingkat kesempatan kerja. Kata kumuh biasa digunakan untuk mengidentifikasi kualitas perumahan yang miskin dan kondisi yang tidak sehat. PPMK. meningkatkan produktivitas kerjanya. Walaupun pertumbuhan ekonomi sudah menunjukkan angka yang positif. Seiring dengan dilaksanakannya berbagai program penanggulangan kemiskinan dan sudah semakin pulihnya perekonomian DKI Jakarta. meningkatkan derajat kesehatannya. program PNPM Mandiri.96 persen.14 persen pada tahun 2001. namun pada tahun 2006. Implikasinya terjadi penurunan jumlah penduduk miskin. persentase penduduk miskin tercatat sebesar 4. Selama tahun 2000-2010. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk miskin pada tahun 2010 ini adalah digulirkannya berbagai program pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan. Dengan demikian sumber air tanahnya masih relatif lebih bersih dan lebih baik.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 administrasi yang mempunyai jumlah rumah tangga terkecil cara memperoleh air minumnya dengan cara membeli adalah Kota administrasi Jakarta Selatan. dan sebagainya.48 persen. Pada tahun 2010. Sebagian besar dari mereka hidup di lokasi padat kumuh. Hal ini disebabkan Kota administrasi Jakarta Selatan merupakan daerah yang relatif lebih jauh dari laut. namun belum pemberikan dampak terhadap penurunan angka kemiskinan. Kemiskinan di DKI Jakarta sering dikaitkan pula dengan kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak layak.289 . angka kemiskinan kembali mengalami peningkatan menjadi 4. persentase rumah tangga yang membeli air minum sebanyak 58. Kepulauan Seribu dengan kondisi geografis berada di pulaupulau yang dikelilingi lautan. sehingga tingkat pengangguran menjadi tinggi. Mereka yang tidak memperoleh pekerjaan di sektor formal pada akhirnya akan memasuki sektor informal atau berusaha apa saja untuk bisa bertahan hidup. 5.40 persen.65 persen saja. sehingga masih banyak penduduk yang mempergunakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya. Kebijakan yang telah digulirkan pemerintah secara langsung maupun tidak langsung telah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat miskin. jumlahnya mencapai sekitar 55. yang pada gilirannya tingkat kesejahteraan masyarakat miskin menjadi lebih baik. Kemiskinan Fenomena kemiskinan di perkotaan.

197. Upaya penanggulangan kemiskinan ini diperkuat pula dengan Keputusan Gubernur Nomor 1791/2004 tentang Strategi Penangulangan Kemiskinan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Dalam kaitan tersebut program penanggulangan kemiskinan yang telah dipersiapkan antara lain : a.290 . Memberikan kredit bergulir tanpa bunga. c. 2002-2010 Sumber Keterangan : BPLHD Provinsi DKI Jakarta : Dalam upaya melakukan penanggulangan masalah kemiskinan. Kemiskinan dapat menyebabkan lingkungan menjadi semakin kumuh. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . PERKEMBANGAN PENDUDUK MISKIN DKI JAKARTA. berbagai kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2002. dibentuk Komite Penanggulangan Kemiskinan melalui Keputusan Gubernur Nomor 1582/2002. Dibidang pendidikan disiapkan bantuan untuk keluarga yang tidak mampu. masalah kemiskinan merupakan masalah lintas sektor. GRAFIK : II. b. dalam penanggulangannya perlu dilakukan koordinasi berbagai sektor. Komite yang terdiri dari berbagai instansi terkait ini mempunyai tugas pokok yang salah satunya adalah meningkatkan keberhasilan penanggulangan kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta antara lain melakukan langkah-langkah nyata untuk mempercepat pengurangan jumlah penduduk miskin. Mengacu pada batasan kemiskinan hasil Konferensi Dunia untuk Pembangunan Sosial (World Summit for Social Development) tahun 1995. Oleh karena itu. yang dapat digunakan untuk berusaha dengan dikoordinir oleh kelurahan dan dilaksanakan oleh warga masyarakat. Dibidang kesehatan untuk keluarga miskin di DKI Jakarta disiapkan layanan kesehatan dengan memberikan Jaminan Pelayanan Kesehatan bagi keluarga miskin (JPK-Gakin) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 kumuh adalah lokasi dengan tingkat kepadatan tinggi yang dicirikan oleh perumahan yang di bawah standar (struktur dan layanan publik) dan kejorokan. mendapat biaya gratis untuk tetap bersekolah.

dengan luas wilayah sebesar 662. g.844 Jiwa dan korban meninggal sebanyak 21 orang dengan total kerugian mencapai Rp.06 Ha dengan jumlah pengungsi sebanyak 5.dan Jakarta Utara total area terbakar 35. dimana di DKI Jakarta terdapat 44 kecamatan dan masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp. Menyiapkan kebijakan 1000 Menara Rumah Susun.menyebabkan rata-rata kepadatan penduduk di wilayah DKI Jakarta mencapai 14.01 Ha. 27. untuk bulan Januari-Desember 2010 total area kebakaran mencapai 256. bersubsidi untuk warga kota yang berpenghasilan rendah.630. dimana di DKI Jakarta terdapat 267 kelurahan dan masing-masing kelurahan mendapatkan dana sebesar Rp. dalam kenyataannya juga banyak terjadi bahaya kebakaran. agar dapat berusaha di DKI Jakarta..-Jakarta Barat total area terbakar 63.319 orang. 48. korban meninggal 5 orang dan perkiraan kerugian Rp.808 juta/km .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 d. 44. Untuk lebih rincinya wilayah Jakarta Selatan total area terbakar 62.672.037...604. Menyiapkan dana perkuatan kelurahan untuk membantu keluarga memperbaiki tingkat kesejahteraannya. h.476 juta/Km .80 Ha.20 Ha jumlah pengungsi sebanyak 1. Tabel BA-3).931.Apabila dibandingkan dengan tahun 2009 jumlah korban meninggal sebanyak 43 orang dan jumlah kerugian lebih dari 300 milyard maka pada tahun 2010 telah terjadi penurunan secara signifikan.291 .817. 197. 48.420 orang.Jakarta Pusat total area terbakar 37. 1.540.062.517.4 miliar. Kebakaran Jumlah penduduk yang mencapai 9. jumlah pengungsi sebanyak 806 jiwa dan korban meninggal sebanyak 3 orang dengan perkiraan kerugian mencapai Rp.069.258. Dalam kaitan tersebut maka bahaya kebakaran di DKI Jakarta akan semakin meningkat dengan bertambahnya permukiman yang saling berhimpitan. Provinsi DKI Jakarta selain adanya bahaya banjir yang melanda setiap tahun. 2 2 2 Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . korban meninggal 5 orang perkiraan kerugian mencapai Rp.. jumlah pengungsi sebanyak 861 orang.999. Jakarta Timur total area terbakar 57.774.438 jiwa.32 Ha. 29.620. korban meninggal sebanyak 5 orang dan total kerugian sebesar Rp. maka kebutuhan akan tempat tinggal akan semakin sesak dan semakin berhimpitan. apabila dibandingkan dengan tahun 1998 sebanyak 9. jumlah pengungsi sebanyak 1. koban meninggal 3 orang perkiraan kerugian mencapai Rp. f.588 juta pada tahun 2010. e. Melakukan program transmigrasi bagi penduduk DKI Jakarta. jumlah pengungsi sebanyak 1.3 Km .116.7 miliar. Menyiapkan keterampilan bagi masyarakat yang kurang mampu.73 Ha.316.810.011. 3.sedang untuk bencana kekeringan dan tanah longsor untuk wilayah DKI Jakarta pada tahun 2010 dan mungkin juga untuk yang akan datang tidak akan terjadi karena berada di dataran rendah dan tidak ada daerah perbukitan (Lihat Tabel BA-1A(T). 6. Tabel BA-2. Menyiapkan dana yang akan digulirkan kepada masyarakat di tingkat kecamatan untuk perbaikan tingkat kehidupan masyarakat di era otonomi daerah.

sepanjang rel kereta api. dengan harga yang relatif murah dan adil bagi setiap lapisan masyarakat. Kesehatan Salah satu tujuan pembangunan di DKI Jakarta adalah terciptanya peningkatan kualitas hidup masyarakat secara adil dan merata. imunisasi dan berbagai upaya lainnya. mengingat belum meratanya tingkat pendidikan dan kemampuan ekonomi masyarakat DKI Jakarta. Menambah pos jaga di semua wilayah kota dan menambah armada juga personil dimana pada tahun 2010 Dinas Damkar DKI Jakarta akan menambah personil baru sebanyak 3. dalam memberikan pelayanannya dimana untuk selanjutnya bagi pemasangan listrik baru harus mendapat rekomendasi dari Kelurahan dan Kecamatan tujuannya agar selektif terhadap pemasangan listrik untuk permukiman liar. pemerintah daerah telah melakukan beberapa upaya diantaranya : a. Cara yang dilakukan antara lain menyediakan pelayanan kesehatan di tempat yang mudah dijangkau. Melakukan kerjasama dengan PLN. serta melakukan pelatihan kepada tenaga sukarela ditingkat kelurahan dan kecamatan yang daerahnya sangat potensial terjadi kebakaran. upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak. dan permukiman yang menempati areal bukan peruntukannya. Walaupun demikian.292 . Salah satu indikator yang menunjukkan perbaikan kualitas kesehatan tersebut adalah penurunan angka kematian bayi dan balita. upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terus diupayakan sehingga dapat menyentuh sasaran secara adil. seperti : Puskesmas keliling. Melakukan penertiban bangunan liar secara berkala. serta peningkatan gizi balita. Untuk mencapai derajat kesehatan yang baik tersebut tidaklah mudah. misalnya adalah melalui peningkatan dan penyempurnaan sarana dan prasarana kesehatan. Indikator keberhasilan peningkatan kualitas hidup adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang memadai. peningkatan angka harapan hidup.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Maka dalam rangka mengurangi bahaya kebakaran di DKI Jakarta. c. b. penugasan dokter/bidan di seluruh kelurahan.000 orang karyawan dan diupayakan untuk menambah kendaraan operasional yang saat ini baru mencapai 165 buah. upaya perbaikan gizi keluarga. C. padat atau kumuh yang saat ini banyak menyebabkan terjadinya kebakaran di DKI Jakarta. baik disepanjang bantaran kali. Telkom dan Pam Jaya agar bersinergi dengan pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Upaya kongkrit yang dilakukan Pemerintah DKI Jakarta. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .

000 kelahiran bayi perempuan. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Sebagian besar wanita hamil melahirkan di bidan dimana kebersihan tempat melahirkannya cukup terjamin. Pada tahun 2000. Semakin rendah IMR. kebersihan lingkungan dan pelayanan kesehatan yang tersedia. Perawatan bayi yang tidak sesuai dengan standar kesehatan menyebabkan bayi mudah terserang penyakit dan akhirnya meninggal dunia.293 . diantaranya yaitu angka kematian bayi/balita. semakin tinggi rata-rata lama hidup yang diharapkan dari seorang bayi. Secara genetis. Hal ini menyebabkan mereka mudah terkena penyakit dan akhirnya meninggal dunia. Di samping itu pula dapat mencerminkan semakin baiknya pengetahuan seorang ibu. Seiring dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan diri dan lingkungan. Pengetahuan ibu dalam hal perawatan bayi sangat menunjang kelanjutan hidup seorang bayi.000 kelahiran bayi laki-laki sementara untuk angka kematian bayi perempuan adalah sekitar 14 jiwa setiap 1. Pada tahun 2005 angka kematian bayi laki-laki sekitar 20 jiwa setiap 1. Derajat kesehatan penduduk dapat dilihat dari berbagai indikator. Kinerja semua indikator kesehatan tersebut.1. angka kesakitan dan rata-rata lama sakit. bayi laki-laki lebih rentan terhadap penyakit.000 kelahiran. Angka kematian bayi yang rendah mencerminkan tingginya tingkat kesejahteraan suatu wilayah. Dan pada tahun 2010. kemudian mengalami penurunan hingga menjadi 17 per 1. Dengan kualitas hidup yang baik akan berdampak pula kepada produktivitas penduduk. pada tahun 2000 angka kematian bayi laki-laki adalah 23 untuk setiap 1. maka angka kematian bayi di DKI Jakarta dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Pada tahun 2010. Salah satu penyebab kematian bayi adalah kebersihan yang tidak terjamin pada saat melahirkan. Angka kematian bayi laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian bayi perempuan.000 kelahiran bayi laki-laki sementara ada 16 kematian bayi perempuan dari 1. Bila ditinjau menurut jenis kelamin. angka kematian bayi tercatat sekitar 19 tiap 1.000 kelahiran. angka kematian bayi laki-laki tercatat sebesar 7 bayi per 1. berkaitan erat dengan tingkat pendidikan keluarga. Status Kesehatan dan Gizi Angka Kematian Bayi dan Balita serta Angka Harapan Hidup Derajat kesehatan dapat mencerminkan kualitas hidup penduduk suatu daerah.000 kelahiran laki-laki dan kematian bayi perempuan tercatat sebanyak 8.000 kelahiran bayi perempuan. 1. Angka kematian bayi (IMR) adalah indikator yang dapat memprediksi rata-rata lama hidup seorang bayi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 1. angka harapan hidup.000 kelahiran tahun 2005. keadaan sosial ekonomi rumah tangga.8 bayi per 1000 kelahiran bayi perempuan. angka ini menurun kembali menjadi 7 per 1.

00 tahun. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa daya tahan tubuh bayi laki-laki ternyata lebih lemah dibanding bayi perempuan.79 2005 20. Dari sajian kedua indikator tersebut.23persen.00 8. sehingga lama hidup yang diharapkan dari bayi laki-laki di DKI Jakarta lebih rendah jika dibandingkan bayi perempuan.36 73.00 19.53 2010 7.00 74.58 75. yaitu penurunan angka kematian bayi yang cukup tinggi dan peningkatan angka harapan hidup.20 Seiring dengan penurunan angka kematian bayi.2.00 71.00 76. 2010.40 78. Pada tahun 2010 angka harapan hidup laki-laki mencapai sekitar 74. Angka kesakitan tertinggi tercatat di Jakarta Utara yaitu 43. TAHUN 2000 – 2010 UKURAN/JENIS KELAMIN 1. Pada tahun 2010 penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan (angka kesakitan) hanya sekitar 36.21 persen dan yang terendah tercatat di Jakarta Barat yaitu 32. Semakin besar angka kesakitan mencerminkan semakin rendahnya tingkat kesehatan masyarakat atau kurang baiknya kondisi lingkungan setempat.65 72. Rata-rata lama sakit atau lamanya terganggu Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . pekerjaan laki-laki lebih banyak yang menanggung resiko kematian dibandingkan dengan yang perempuan. atau mengalami peningkatan dibanding dengan angka harapan hidup tahun-tahun sebelumnya.80 7.000 KELAHIRAN Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan 2. ANGKA KEMATIAN BAYI DAN ANGKA HARAPAN HIDUP DI DKI JAKARTA.00 16.82 74. maka lama hidup yang diharapkan penduduk DKI Jakarta semakin tinggi. pada saat dewasa.76 persen.40 tahun sedangkan perempuan diharapkan hidup hingga berumur 78.00 70.75.2 tahun.00 14. Angka Kesehatan dan Gizi Indikator lain untuk melihat derajat kesehatan penduduk antara lain adalah dengan melihat angka kesakitan dan rata-rata lamanya sakit. 1. ANGKA KEMATIAN BAYI PER 1. angka harapan hidup penduduk DKI Jakarta mencapai 76.00 17. menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat telah mengalami kemajuan yang cukup berarti. ANGKA HARAPAN HIDUP Laki-laki Perempuan Laki-laki+Perempuan Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta. Di samping itu. Keterangan : Estimasi Parameter Demografi 2000 23. Pada tahun 2010.294 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.

salah satunya adalah dengan pemberian ASI kepada balita.87 bulan. selain mengurangi insiden kematian bayi dan kematian maternal melalui penyediaan pelayanan persalinan. baik dari aspek pembiayaan maupun aspek lokasi. Pemerintah maupun masyarakat telah berupaya meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas dan sarana kesehatan. Pemerintah DKI Jakarta telah berupaya menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.31 2.97 12. ANGKA KESAKITAN.90 11.295 . Menurunnya rata-rata lama sakit ini merupakan indikasi yang kurang baik terhadap kualitas kesehatan masyarakat DKI Jakarta. agar memberi dampak positif bagi peningkatan kesehatan masyarakat di DKI Jakarta.04 1. Upaya Perbaikan Kesehatan dan Gizi Upaya peningkatan derajat dan status kesehatan penduduk harus disertai dengan upaya peningkatan penyediaan pelayanan persalinan oleh tenaga medis. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2005 yang mencapai 3.42 39. juga adanya upaya perbaikan lingkungan.00 32.83 2. Tabel : II.76).87 Investasi terhadap kesehatan harus dilakukan sejak usia dini.61 11.31 2.96 32.76 RATA-RATA LAMA SAKIT (HARI) 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 adalah sekitar 2.90 36. 2. 2010 KAB. RATA-RATA LAMA SAKIT DAN RATA-RATA LAMA PEMBERIAN ASI DI DKI JAKARTA.85 1. ADMINISTRATIF Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta. 2010 Keterangan : ANGKA KESAKITAN (%) 40. Pemberian ASI kepada balita dianjurkan hingga mencapai usia 2 tahun. seperti proyek kali bersih dan relokasi industri yang berdekatan dengan lokasi pemukiman telah membawa harus terus digalakkan.55 2./KOTA ADMINISTRASI/ KAB. Pembangunan Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) hingga ke tingkat kelurahan merupakan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . TABEL : II. Upaya pemerintah daerah selain peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.88 11.06 13. Rata-rata lama balita yang diberi ASI di DKI Jakarta mendekati anjuran tersebut.08 RATA-RATA LAMA PEMBERIAN ASI (BULAN) 14.76.7 hari.76 memperlihatkan bahwa rata-rata lama balita disusui adalah 12.23 43.92 14. ASI sangat dianjurkan oleh karena mengandung berbagai zat yang dapat menunjang pertumbuhan anak.21 39.08 hari (Tabel : II.

70 141.27 662.071 9.468 Jarak 0.18 17.87 0.38 0. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .12 persen oleh bidan dan 27.44 0.439 Jarak 0. seperti : perawat. selebihnya ditangani oleh tenaga selain medis. TENAGA MEDIS DAN JARAK RATA-RATA FASILITAS KESEHATAN MENURUT KABUPATEN/KOTA ADMINISTRASI NO 1 2 3 4 5 6 K OTA MA DYA Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kep.20 persen oleh tenaga medis lain.645. Seribu JUMLA H JUMLA H PE NDUDUK Orang 2.32 2.56 0.94 K LINIK K B / POSYA NDU B uah 1.06 JUMLA HB IDA N B uah 198 612 97 331 220 13 1. mantri dan sebagainya.825 1.25 Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta.057.198 LUA S K m2 188.588.57 PUSK E SMA S B uah 79 87 44 75 49 8 342 Jarak 2. masih ada persalinan yang ditolong oleh dukun.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 salah satu upaya yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam bidang kesehatan (Tabel : II. 2010 Keterangan : Sejak tahun 1995 lebih dari 90 persen persalinan di DKI Jakarta telah ditangani oleh tenaga medis.084 81 616 516 31 3.476 33 11.53 0. digalakkan pula Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) khususnya bagi balita dan ibu hamil.19 JUMLA H DOK TE R B uah 1. Di samping Puskesmas. Persentase persalinan oleh bidan cukup besar. Sekitar 3. Pada tahun 2010 balita yang ditolong kelahirannya oleh tenaga medis telah mencapai 95.312 21. higienitasnya pun terjamin. yang terdiri dari 68.02 0.66 8. Kondisi kesehatan balita akan terpantau apabila mereka selalu berkunjung ke Posyandu minimal 1 bulan sekali.04 10. Penolong kelahiran secara langsung sangat mempengaruhi derajat kesehatan ibu dan anak pada tahun-tahun selanjutnya pasca kelahiran. Upaya penting lain dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat adalah peningkatan penolong kelahiran oleh tenaga medis.04 4. seluruh kejadian kelahiran ditolong oleh tenaga medis (dokter.15 0.687.60 0. serta 0.296 .60 5.111 1.12 35. dan tenaga medis lainnya).54 146.33 RUMA H SA K IT UMUM B uah 25 30 25 21 17 1 119 Jarak 7.38 0.34 0.28 0.883 2. bidan.98 0.17 0.08 1.282 2.95 0.027 898.77. LUAS DAERAH. karena jika kemungkinan terjadi komplikasi akibat kelahiran dapat diperkecil resikonya dan segera terdeteksi dan tertangani. Hal ini diduga terjadi pada rumah tangga pendatang.03 48.54 0. karena selain biayanya yang relatif murah.24 0. Walaupun Jakarta adalah kota metropolitan.77).17 2.45 DUK UN B A YI TE RLA TIH B uah 74 67 21 58 70 4 294 Jarak 2. TABEL : II.378 3.34 persen.78).080 2.18 6.52 1.96 0.957 342 3.94 1. Idealnya.25 persen persalinan balita ditolong oleh dukun.02 persen oleh dokter.27 5.04 1. JUMLAH PENDUDUK.55 2.66 1.72 6.471 Jarak 0.13 129.51 141. mereka akan lebih senang melahirkan di daerah asalnya dan umumnya persalinan mereka dibantu oleh dukun (Tabel : II. Masyarakat yang tidak menggunakan tenaga medis karena alasan darurat karena kesadaran ibu hamil telah cukup baik serta ketersediaan fasilitas kesehatan di DKI Jakarta sudah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.278.02 4.

11 JUMLAH 100. Pertanian Luas lahan pertanian selama tahun 2010 relatif tidak mengalami perubahan.00 100. baik dari Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . D.93 1.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. sangat tergantung pada keberadaan air irigasi. maka pemerintah DKI Jakarta berjanji menjadi pelopor UU Rumah Sakit tersebut.24 0. Jakarta Barat 297 Ha dan Jakarta Utara seluas 593 Ha. dimana mulai saat itu semua Rumah Sakit Pemerintah Daerah DKI Jakarta tidak boleh lagi mendahulukan uang ketimbang penyakit dan memungut uang jaminan. menjual darah. Seringkali terdengar permasalahan antara petani dengan petani atau petani dengan pengguna air lainnya karena rebutan air.215 Ha terdiri dari 1. PENOLONG PERSALINAN BALITA DI DKI JAKARTA. Total luas lahan sawah seluas 1.77 5.00 100.69 DUKUN 0.89 65.23 93.95 1.74 62.44 BIDAN 54.00 TENAGA MEDIS 0.00 100. petani kolam atau perikanan dan lainnya.00 100.18 28.46 0. 2010 Keterangan : DOKTER 43. Lahan sawah tersebar di tiga wilayah kota.39 44. Rata-rata persediaan air irigasi lahan sawah yang ada sebanyak dua kali musim tanam.00 100. Sehingga lama kelamaan air merupakan barang ekonomis yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi./KOTA ADMINISTRASI/ KAB.184 Ha lahan sawah irigasi dan 31 Ha lahan tadah hujan.22 2. Pengguna air selain petani antara lain perusahaan air minum.40 34.53 0.08 0.21 0.00 Selain hal tersebut diatas sehubungan dengan diterbitkannya Undang-Undang Rumah Sakit yang telah disahkan DPR pada Sidang Paripurna 28 September 2009. yaitu Jakarta Timur seluas 325 Ha.297 .59 35.78.48 62. dan juga pemerintah DKI Jakarta akan selalu mendukung amanat Undang-Undang tersebut mengenai korban meninggal akibat kelalaian akan dikenai sanksi denda maksimal 1 milyar dan dipidana 10 tahun penjara kepada pihak yang terlibat membahayakan pasien.48 0. Selain hal tersebut diatas bahwa semua rumah sakit swasta yang berada di wilayah DKI Jakarta juga harus menyediakan sebanyak 25 persen untuk pasien kelas tiga. Penanaman tanaman padi pada lahan sawah irigasi.44 32.86 55.70 FAMILI 0. Banyaknya air irigasi mempengaruhi jumlah musim tanam yang bisa dilakukan.34 66.31 2.48 2. 2010 KAB. ADMINISTRATIF Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Kepulauan Seribu DKI JAKARTA Sumber : BPS Provinsi DKI Jakarta.00 100.79 0. Salah satu kebutuhan pokok sektor pertanian adalah air. mengenakan tarif ambulan kepada pasien dan apabila ada kejadian luar biasa semua ruangan harus disetarakan dengan ruangan kelas tiga.

885 Ton dan mangga mencapai 3. air.150. Rata-rata pupuk yang digunakan untuk tanaman padi. Produksi jauh dari cukup untuk mencukupi kebutuhan penduduk DKI Jakarta.000 m .015 Ha selama setahun sekitar 747.308 Ton.607 Ton. SP-36 sebanyak 100 Kg/Ha dan KCl sebanyak 50 Kg/Ha.164 Ton. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. dan tanaman palawija sebanyak 300 kg/Ha.000 m sehingga total air yang digunakan untuk pengairan sebanyak 20.015 Ha. Pada tahun-tahun mendatang akan sulit bagi DKI Jakarta untuk meningkatkan produksi. selain air tanaman padi dan tanaman pangan lainnya selama masa tumbuhnya juga memerlukan pupuk. sayur maupun buah. Kandungan Nitrogen yang terdapat dalam pupuk akan mengalami perubahan apabila berada di 3 3 Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . sungai atau badan air.75 Ton.579 Ton. Pupuk yang digunakan untuk tanaman pangan antara lain urea. Produksi padi selama tahun 2010 diperkirakan mencapai 11. SP-36 dan KCl. Keterbatasan lahan pertanian merupakan penyebab utamanya. SP36 dan KCl. tanaman. Produksi buah yang paling banyak adalah belimbing. Pada saat ini permasalahan yang masih ada dilingkungan para petani adalah penggunaan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida yang berlebihan yang dapat mencemari tanah. Sedangkan untuk tanaman kacang tanah jumlah pupuk yang diperlukan lebih sedikit. Luas panen tanaman padi selama tahun 2010 diperkirakan mencapai 2. Selama ini. SP36 sebanyak 100 Kg/Ha dan KCl sebanyak 75 Kg/Ha. jagung sebanyak 31 Ton. Bila dilihat dari ratarata. Untuk pemerintah banyak mengimpor kebutuhan pangan dari daerah lain.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sisi kualitas maupun kuantitas. Sedangkan buah-buahan yang lain dalam satu tahun produksinya masih dibawah 800 Ton. baik tanaman pangan. Rata-rata pupuk Urea yang digunakan sebanyak 150 Kg/Ha. Rata-rata Urea yang diperlukan sebanyak 200 Kg/Ha. air pengairan untuk Jakarta berasal dari irigasi waduk Serbaguna Jatiluhur. Produksi sayuran di DKI Jakarta yang paling banyak adalah kangkung. ubi kayu sebanyak 290 Ton dan kacang tanah sebanyak 10 Ton. jagung dan ubi kayu selama tanamnya hampir sama.298 . Rata-rata pupuk yang digunakan untuk tanaman padi sebanyak 375 kg/Ha. Selama tahun 2010 produksi kangkung diperkirakan mencapai 17. Sehingga total kebutuhan pupuk untuk tanaman pangan dengan luas panen 2. dan selama tahun 2010 produksinya diperkirakan mencapai 4. Pupuk yang digunakan selama musim tanam antara lain Urea. diperkirakan dalam 1 Ha sawah yang ditanam padi memerlukan air untuk pengairan selama 1 kali musim tanam sebanyak 10.441 Ton dan bayam mencapai 5. sawi 12.

668 orang. Dalam kaitan tersebut. hal ini menunjukkan bahwa sektor industri selain jasa adalah pemasuk lapangan kerja yang potensial di DKI Jakarta. dalam kaitan tersebut maka sektor industri pengolahan diharapkan dapat terus meningkat dari tahun ketahun. yang bisa mempengaruhi tingkat pengembalian dan resiko suatu investasi. Nitrogen yang menguap ke udara berpotensi mencemari lingkungan. Teknik penanggulangan yang dipilih pun harus dipilih yang tepat. Selain itu. Hal ini mengakibatkan pemupukan yang tidak efektif dan terjadi pengkayaan nitrogen pada badan-badan air.74 persen. nitrat (NO3) dan atau nitrit (NO2). Tetapi ada sedikit mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15. baik yang sedang berlangsung maupun yang diharapkan terjadi di masa mendatang. seperti hanya dengan disebarkan saja menyebabkan banyak pupuk yang terbawa angin dan jatuh ke badan-badan air.568 perusahaan dengan jumlah pekerja mencapai 351. Iklim investasi didefinisikan oleh Stern (2002) adalah semua kebijakan. sedangkan yang hilang melalui pencucian atau erosi akan menyebabkan pencemaran pada badan-badan air. iklim investasi dapat juga didefinisikan sebagai lingkungan bisnis Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Sektor ini menduduki urutan ke tiga setelah sektor keuangan. Pemberian pupuk yang tidak benar. Kontribusi pada tahun 2010 semester I mencapai 15.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dalam tanah. upaya yang telah dan akan terus dilakukan adalah penanggulangan pencemaran lahan pertanian dan kerusakan lingkungan yaitu melakukan penyuluhan baik dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat. akurat dan tidak menimbulkan efek samping. hotel dan restoran. agar penangannya lebih cepat dilakukan. persewaan dan jasa perusahaan serta sektor perdagangan.299 .34 persen terhadap PDRB Provinsi DKI Jakarta. diperlukan iklim investasi yang kondusif. E. kelembagaan dan lingkungan. Dalam kaitan tersebut maka untuk mendorong peningkatan di sektor industri pengolahan di DKI Jakarta. seperti dalam bentuk amonium (NH2). karena selain sebagai salah satu penggerak pembangunan. memiliki peranan yang cukup besar bagi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). terarah dan tepat sasaran.866 perusahaan terjadi penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2009 yaitu sebanyak 2. Selain itu ada yang menguap ke udara (volatilisasi) dan hilang melalui pencucian atau erosi. Industri Jumlah industri baik menengah dan besar di DKI Jakarta pada tahun 2010 mencapai 1. sektor ini diharapkan dapat lebih menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya dapat menurunkan angka kemiskinan di DKI Jakarta.084 orang pada tahun 2010 juga terjadi penurunan apabila dibandngkan dengan tahun 2009 sebesar 378. maupun penyuluh pertanian serta melakukan penelitian tentang sumber penyebab pencemaran dan jenis pencemaran/kerusakan lahan sedini mungkin.

Berbagai survei membuktikan. peningkatan ekspor dan investasi serta peninjauan kembali perda yang menghambat investasi. rendah polusi serta mempunyai nilai tambah yang besar. air yang banyak. yaitu [1] perbaikan iklim investasi. Dalam kaitan tersebut serta dengan adanya Iklim investasi di Indonesia secara umum masih belum menunjukkan kondisi yang menggembirakan.300 . tetapi juga agar perusahaan yang sudah ada tetap memilih lokasi di Indonesia. dimana krisis multidimensi yang terjadi sepuluh tahun yang lalu masih terasa imbasnya terhadap penurunan investasi dan melambatnya perkembangan sektor swasta. dan [4] pemberdayaan UMKM. adalah upaya untuk menggairahkan sektor indstri tersebut. Hal ini menyebabkan DKI Jakarta menjadi wilayah yang dipandang sebagai tujuan investasi yang paling menjanjikan dibanding wilayah lainnya di Indonesia. [3] percepatan pembangunan infrastruktur. pemerintah memiliki beberapa kebijakan yaitu kelancara arus barang ekspor dan impor. Termasuk penyusunan peraturan perundangan mengenai penanaman modal. infrastruktur fisik. Inpres 6/2007 ini terdiri dari empat paket kebijakan. seperti tidak memerlukan lahan yang luas. mempercepat pelayanan kepabean serta pengembangan fasilitas kepabean dan pengawasan kepabean. pemerintah memiliki beberapa kebijakan seperti memperkuat kelembagaan pelayanan investasi dan keselarasan antara peraturan daerah dan pusat.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 yang sehat diperlukan tidak hanya untuk menarik investasi dalam dan luar negeri. kondisi sosial politik. padat modal dan teknologi tinggi. Kecil dan Menengah (UMKM) pada tanggal 12 Juni 2007. perekonomian daerah. dan institusi. kelancaran arus barang dan kepabeanan serta mengatur perpajakan. Sedangkan dalam upaya mengatur perpajakan. Dalam upaya kelancaran arus barang dan kepabeanan. diantaranya Inpres 6/2007 tentang Kebijakan Percepatan Pembangunan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro. Keseriusan pemerintah DKI Jakarta dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif khususnya di DKI Jakarta didukung oleh peraturan-peraturan yang dibuat. Perekonomian DKI Jakarta selama ini telah menjadi barometer bagi kemajuan dan kestabilan pembangunan nasional karena memiliki kondisi umum yang jauh lebih baik dibanding provinsiprovinsi lain di Indonesia. faktor dominan yang mempengaruhi lingkungan bisnis adalah tenaga kerja dan produktivitas. Dalam upaya mengatur kelembagaan. [2] reformasi sektor keuangan. pemerintah bertekad untuk mengatur kembali kelembagaan. serta melindungi hak wajib pajak. Sebagai ibukota negara. meningkatkan good governance. Dalam paket kebijakan perbaikan iklim investasi. Salah satunya adalah upaya percepatan proses pelayanan perpajakan yang diharapkan dapat meningkatkan iklim investasi di DKI Jakarta. percepatan pendirian perusahaan dan izin usaha. Adapun model investasi yang dapat diterapkan di Jakarta harus memenuhi beberapa unsur. Secara umum penurunan investasi merupakan salah satu faktor yang dapat Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Jakarta memiliki basis perekonomian yang lebih baik karena didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang realtif baik dan memiliki sarana infrastruktur yang paling memadai.

Prosedur perijinan di Indonesia seacara umum dinilai para investor masih belum memberi kemudahan dan terlalu memberatkan. Tingkat kepastian hukum yang belum optimal. Banyaknya gedung-gedung perkantoran maupun perbelanjaan yang dibangun. Hal ini menyebabkan banyak investor yang memilih untuk menunda investasi sampai kondisi di DKI Jakarta lebih kondusif. Daya saing ekonomi akan terwujud bila didukung oleh sumber daya manusia yang handal. Namun di sisi lain justru menambah rumit persoalan yang di hadapi. untuk itu maka persoalan mendasar yang menjadi penentu kemampuan menarik investor ke Indonesia. Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan ekonomi. Tidak adanya jaminan kepastian hukum dapat menyebabkan investor merasa khawatir dan kecewa. Selain itu.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 menyebabkan menurunnya perekonomian suatu wilayah. Keterbatasan dan menurunnya kualitas infrastruktur. Contohnya banjir besar yang dialami hampir seluruh wilayah Jakarta pada awal Pebruari tahun 2007. tidak terkecualia iklim investasi di DKI Jakarta. tata kota Jakarta yang masih belum optimal juga berpengaruh terhadap minat investor. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terhambatnya para investor dalam melakukan bisnis di Indonesia khususnya di DKI Jakarta adalah :      Prosedur perijinan yang masih berliku dan relatif mahal. Padahal bila konsistensi penataan kota dilaksanakan. Kualitas sumber daya manusia yang rendah. tentu tidak akan terjadi hal-hal yang dapat menghambat pemulihan ekonomi. praktis menjadi salah satu indikator bahwa iklim investasi di dalam negeri mulai merosot dan tidak kondusif. Kurangnya insentif yang bersaing yang diberikan pada para calon investor. di satu sisi memang memberi nilai tambah bagi pemerintah. maka perijinan akan semakin sulit dan mahal. khususnya ke DKI Jakarta diantaranya adalah terciptanya iklim investasi dan bisnis yang kondusif. DKI Jakarta pada dasarnya memiliki infrastruktur yang lebih memadai dibanding wilayah lain di Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Kondisi dan situasi keamanan Indonesia pada umumnya dan Jakarta pada khususnya yang kurang kondusif akan semakin menambah keterpurukan iklim investasi Indonesia. Selain ijin yang lama pembiayaannya juga sangat tinggi. Terlebih bila yang akan mendirikan perusahaan adalah investor asing. Terkait dengan tingkat kepastian hukum yang belum optimal. Merupakan tugas dari pemerintah baik pusat maupun daerah secara serius untuk membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas. diantaranya masih belum tuntasnya peradilan terhadap pelaku-pelaku ancaman teror. yaitu semakin rendahnya daerah resapan air.301 .

DKI Jakarta hanya memiliki satu daerah pengeksploitasian minyak dan gas yaitu di Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Pabelokan. untuk mengurangi bahaya banjir maka pemerintah DKI Jakarta telah membuat Banjir Kanal Timur. Survei iklim investasi pada industri pengolahan DKI Jakarta 2010 ini diharapkan dapat memberikan informasi terkini dalam menghadapi masalah iklim investasi secara sektoral dan memberikan gambaran karakteristik industri pengolahan guna menjembatani antara kepentingan investor dan pembuat kebijakan (pemerintah). Salah satunya dapat terlihat dari sarana dan prasarana jalan yang masih menimbulkan persoalan. F. dan melakukan pengerukan dan normalisasi sungai-sungai di DKI Jakarta. maka pemerintah DKI Jakarta sudah mulai melakukan rencana yang lebih strategis dalam rangka menciptakan iklim investasi yang mendukung secara global di Indonesia. Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut akan menyebabkan Jakarta bukan lagi menjadi tempat tujuan yang menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya. terutama untuk dilewati kendaraan berat. Terutama karena jumlah armada yang tidak sebanding dengan jumlah penumpang. Keberadaan busway sepertinya masih belum bisa mengatasi persoalan. air dan telepon juga masih memiliki banyak kelemahan. Pertambangan Pada dasarnya DKI Jakarta bukan merupakan domain utama dari produksi pertambangan. untuk insfrastrutur pemerintah DKI Jakarta sudah mulai melakukan rencana pembuatan Tol dalam kota agar arus lalu lintas barang lebih lancar dan kemacetan dapat lebih ditekan. Permasalahan di atas terkait dengan perencanaan yang kurang efektif antar instansi maupun program pemerintah itu sendiri. Pengeksploitasian ini dilakukan oleh perusahaan perminyakan yang berasal dari Negeri Cina. yaitu PT CNOOC. Bahkan jalan tol yang seharusnya bebas hambatan pun tetap tidak luput dari kemacetan. selain hal tersebut pemerintah DKI Jakarta telah melakukan antisipasi diantaranya. Namun infrastruktur yang menunjang proses industri ternyata masih juga belum memicu iklim investasi yang baik.302 . Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Selain itu. Maka untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan dari semua permasalahan tersebut diatas. Letak lokasi pertambangan ini cukup jauh dari pusat pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dan tempat tinggal sebagian besar penduduk DKI Jakarta. Kapasitas jalan yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan menyebabkan kemacetan lalu lintas. dan dalam menunjang terlaksananya program menarik investor agar mau menanamkan investasinya di DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Indonesia. Sehingga diperlukan suatu penyelesaian yang dapat mengubah iklim investasi menjadi kondusif. selain hal tersebut kemudahan investasi di DKI Jakarta akan lebih dipermudah baik untuk pengurusan izin usaha maupun pengurusan Dokumen Amdal yang diterbitkan oleh BPLHD Provinsi DKI Jakarta. ketersediaan infrastruktur seperti listrik. Kualitas jalan dan jembatan juga masih belum baik.

233 10.303 .79.433 170.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pengeksploitasian dimulai pada tahun 2000 dengan kapasitas produksi mencapai 4 juta barel per tahun. TABEL : II. air tanah juga dikategorikan bahan konservasi yang perlu dipertahankan.474. Pertambangan jenis ini cenderung menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan seperti erosi di kali/sungai atau menyebabkan hilangnya lapisan penunjang tanah yang mengakibatkan terjadinya banjir. hal ini terkait dengan upaya pemerintah DKI Jakarta dalam mengurangi dampak pemakaian air tanah yang berlebihan. hal tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah DKI Jakarta dalam mengantisipasi mengurangi intrusi air laut agar tidak terus bertambah.218. Berdasarkan peraturan UU no. juga sebagai upaya mengurangi penurunan muka tanah yang setiap tahunnya terus bertambahdi wilayah DKI Jakarta Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . maka Provinsi DKI Jakarta berhak memperoleh bagi hasil dari minyak sebesar 3 persen dan dari gas sebesar 6 persen.114. LUAS AREAL DAN PRODUKSI PERTAMBANGAN MENURUT JENIS BAHAN GALIAN NO 1 2 NAMA PERUSAHAAN CNOOC CNOOC JENIS BAHAN GALIAN Minyak (barel) Gas (MMSCF) PRODUKSI 2010 70. Jenis pertambangan yang dieksploitasi antara lain minyak dan gas bumi. Oleh karena itu perlu dilakukan pengawasan dengan seksama agar tidak menambah beban pencemaran yang terjadi di DKI Jakarta. kerikil dan lainnya di DKI Jakarta hampir bisa dikatakan tidak ada. Pertambangan lainnya yang dapat dilakukan dengan teknologi yang tidak terlalu tinggi seperti pertambangan Bahan Galian Golongan C (BGGC) seperti penggalian pasir.80.301 Sumber : Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Kegiatan sampai Triwulan III Selain hasil tambang tersebut diatas. 25 tahun 1999. batu kali.060 Sumber : Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta. Kapasitas produksi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. BESARNYA BAGI HASIL YANG DIPEROLEH PROVINSI DKI JAKARTA NO 1 2 JENIS TAMBANG Minyak Gas SATUAN 000 Barel 000 MMBTU PRODUKSI 2010 2. Berikut ini tabel yang menggambarkan besarnya bagi hasil yang diperoleh Provinsi DKI Jakarta yang berasal dari pertambangan di Pulau Pabelokan. Keterangan : Kegiatan sampai Triwulan III Pertambangan di Pulau Pabelokan ini berpotensi untuk mencemari kondisi laut di Jakarta jika tidak dilakukan sesuai prosedur standar yang ditetapkan. TABEL : II.

niaga kecil sebanyak 387 buah. i. wilayah Jakarta Utara pelanggan sumur pantek 141 buah dan pelanggan sumur bor sebanyak 108 buah. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .600. Membuat bak meter air untuk melindungi meter air dan segel dari kerusakan. total kerugian bisa mencapai puluhan milyar rupiah dan khusus untuk industri tekstil kerugian akan bertambah besar lagi.304 . f. Melaporkan hasil analisis kualitas air bawah tanah setiap sumur dari laboratorium yang diakui pemerintah setiap 6 (enam) bulan sekali. dan untuk tahun 2010 di wilayah DKI Jakarta jumlah pelanggan sumur pantek sebanyak 1.566 M .417 buah dengan rincian wilayah Jakarta Pusat pelanggan sumur pantek sebanyak 183 buah. h. industri kecil sebanyak 197 buah dan niaga besar sebanyak 661 buah. wilayah Jakarta Timur pelanggan sumur pantek sebanyak 440 buah dan pelanggan sumur bor sebanyak 537 buah.485 M . non niaga sebanyak 263 buah. Menggunakan air bawah tanah sebagai cadangan. niaga besar sebanyak 2. Mematuhi jumlah pengambilan dan pemanfaatan maksimum sesuai dengan yang tercantum dalam izin (debit maksimum yang diizinkan).613 buah dan sumur bor pada tahun 2008 sebanyak 2. Membayar pajak pengambilan dan pemanfaatan sesuai tarif yang telah ditetapkan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dengan adanya pemakaian air tanah yang berlebihan.906. sedang tahun 2009 untuk pemakaian air pada sumur bor dan pantek mengalami penurunan menjadi 18.025.725 buah dan pelanggan sumur bor sebanyak 2. Untuk wilayah DKI Jakarta jumlah sumur pantek pada tahun 2008 yang tersebar di 5 wilayah kota sebanyak 1.332 buah. pelanggan sumur bor sebanyak 408 buah. wilayah Jakarta Selatan pelanggan sumur pantek sebanyak 675 buah dan pelanggan sumur bor sebanyak 783 buah. peruntukan dan jaringan PAM. Energi Pemadaman bergilir yang menimpa beberapa wilayah DKI Jakarta pada tahun 2009 banyak merugikan sektor industri yang bergantung pada pemakaian listrik. Membuat sumur resapan dan sumur pantau sesuai ketentuan yang berlaku. Memelihara dan bertanggung jawab atas kerusakan meter air dan segel pabrik maupun segel.390 buah. sedang untuk pemakai air untuk sumur bor di 5 wilayah kota pada tahun 2008 adalah sebesar 18. Melaporkan pelaksanaan eksplorasi dan pemboran.230 buah. Melaporkan perubahan kepemilikan. 3 3 3 d. tetapi pada tahun 2009 jumlah pelanggan untuk sumur pantek dan bor di 5 wilayah kota telah mengalami penurunan menjadi 3. e.902 M dan untuk sumur pantek sebesar 4. g. b. wilayah Jakarta Barat pelanggan sumur pantek sebanyak 286 buah dan pelanggan sumur bor sebanyak 381 buah. Apabila dilihat dari data pemakai dapat dirinci pelanggan instansi pemerintah sebanyak 244 buah. Bagi pemegang izin pemboran dan pengambilan air bawah tanah yang perlu diperhatikan adalah : a. G. c.

Dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur KDKI Jakarta tersebut maka tingkat ketergantungan energi DKI Jakarta diharapkan dapat ditekan se-efisien mungkin.184. Sumber energi yang digunakan antara lain bahan bakar minyak seperti premium. 2010 Keterangan : RUMAH TANGGA 42. Premium 2.795.000 6.305 . Minyak tanah 3. DISTRIBUSI BAHAN BAKAR BERDASARKAN SEKTOR PENGGUNA (LITER) JENIS BBM 1.521. Tentang kebijaksanaan dalam pelaksanaan penghematan energi dan air di Provinsi DKI Jakarta adalah : a. Maka dalam mengurangi ketergantungan tentang penggunaan energi yang semakin tahun terus meningkat Gubernur Provinsi Daerah DKI Jakarta menerbitkan Instruksi Gubernur KDKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2005 tentang Program Implementasi Hemat Energi di Lingkungan unit kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang isinya unit di lingkungan pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus melakukan pengurangan penggunaan energi untuk penerangan.000 257.390. AC dan kendaraan dinas. bio fuel.000 2.818.000 TRANSPORTASI 1. Pada saat ini pasokan sumber energi di DKI Jakarta diperoleh dari daerah lain yang merupakan produsen sumber energi. mengganti peralatan yang tidak efisien serta mengatur pemakaian listrik. Penggunaan sumber energi di DKI Jakarta selama tahun 2010 dapat dilihat dari tabel berikut : TABEL : II.091. Solar 4. Minyak diesel Sumber : Pertamina UPMS II dan BPS.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pemadaman listrik bisa memberi efek domino bagi pengusaha dan pelaku industri karena hal tersebut pemerintah Provinsi DKI Jakarta termasuk provinsi yang tinggi penggunaan energinya.000 5. dari transportasi.000 76.000 - INDUSTRI 2.81. bio diesel/biosolar.968. b. keindahan dan kenyamanan. Karena DKI Jakarta bukan merupakan daerah produsen sumber energi. dimana terhadap daerah lain sangat tinggi.000 Pada tahun 2010 ini penggunaan bahan bakar meningkat untuk semua jenis dan semua sector.832. Diversifikasi energi yaitu merubah penggunaan energi primer dari BBM ke non BBM seperti BBG. Efisiensi energi yaitu dengan melakukan pengurangan pemakaian listrik yang bersifat konsumtif. akan berusaha mengurangi ketergantungannya dalam hal pemakaian energi listrik dimasa mendatang.733. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . selain hal tersebut maka pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menerbitkannya Peraturan Gubernur KDKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2008 tentang Pelaksanaan Hemat Energi dan Air.

sumber energi lain yang tak kalah penting adalah listrik. wajib melakukan manajemen energi yaitu : 1.965 9. Keterangan : Tanpa bus umum. Dari data tersebut diatas dapat dilihat bahwa pengguna energi terbesar adalah sektor transportasi.82. Hal ini juga berarti meningkatkan jumlah emisi pencemar di udara. Melaporkan pelaksanaan konservasi energi setiap tahun kepada Menteri.687 KENDARAAN BERMOTOR LAINNYA 6. Berikut ini tabel yang menunjukkan semakin meningkatnya jumlah kendaraan di DKI Jakarta : TABEL : II.455 64.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 kecuali penggunaan minyak tanah di sector rumahtangga yang mengalami penurunan. maka pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan upaya penghematan khususnya pemakaian energi listrik di Provinsi DKI Jakarta.932 63. Menyusun program konservasi energi.019 67.545 10.689 Sumber : Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.727.650. 2009.494. 3. 4.647. Hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan dari Pemerintah Daerah untuk mengganti minyak tanah dengan penggunaan gas LPG di sektor rumahtangga.390.319 7.948 8.967.919 7. Selain bahan bakar minyak dan gas.463 64. Menunjuk manajer energi. Melaksanakan audit energi secara berkala. dalam kaitan tersebut untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penghematan Energi. Gubernur.925 11. Untuk program awal sebagai langkah penghematan energi maka pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mewajibkan bagi pengguna sumber energi atau energi yang menggunakan sumber energi atau energi lebih atau sama dengan 6. Tingginya penggunaan energi di sektor transportasi terjadi seiring dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan di DKI Jakarta. atau Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangan masing-masing. dimana jumlah pemakai listrik sebanyak 77 persen yang terdapat di Pulau Jawa.230. Melaksanakan rekomendasi hasil audit energi. sebanyak 20 persen adalah konsumsi pemerintah Provinsi DKI Jakarta.000 TOE.306 .654 71.654 92. hasil evaluasi laporan pelaksanaan penghematan energi dari Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 adalah sebagai konsumen listrik terbesar di Indonesia. 5. JUMLAH KENDARAAN DI PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 KENDARAAN BERMOTOR UMUM 61. Dari program penghematan energi. 2.

5. Dalam meningkatkan penghematan energi di Provinsi DKI Jakarta.864.519 orang dan pada tahun 2010 sebanyak 9. Dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan bertambahnya pembangunan jalan menyebabkan semakin menambah kemacetan di wilayah ibukota Jakarta. 2. Membuat program penggunaan pemanfaatan energi yang efisien.d Desember 2010 yang dilakukan evaluasi pada 583 gedung aset Pemda DKI Jakarta secara keseluruhan masih dapat dikatakan statusnya adalah efisien.588. Untuk menjadi gambaran bahwa panjang jalan di DKI Jakarta pada tahun 2010 dapat dilihat pada tabel dibawah : Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . H. serta melakukan program-program kegiatan yang berintikan menyadarkan masyarakat tentang arti pentingnnya pengelolaan udara bersih di DKI Jakarta. Menyelenggarakan bimbingan teknis untuk pengembangan kapasitas SDM. maka langkah yang terus dilakukan dalam program konservasi energi adalah : 1. mau tidak mau kebutuhan akan sarana jalan dan segala prasarananya sangatlah dibutuhkan. Membuat peraturan yang memasukan kaedah-kaedah bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan dalam Izin Mendirikan Bangunan. Transportasi Pertambahan penduduk di DKI Jakarta yang semakin meningkat. Dalam mengurangi dampak kemacetan yang semakin meningkat. dimana tahun 2006 jumlahnya mencapai 8. maka penyediaan transportasi massal khususnya bagi pemakai jalan dan kebutuhan sarana jalan serta pemakaian kendaraan yang berbahan bakar ramah lingkungan di wilayah DKI Jakarta perlu segera ditingkatkan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 bulan Januari s. aman dan ramah lingkungan. seperti LED/Lampu Hemat Energi untuk lampu lalu lintas. 4.307 . 6.000 sebagian sangat bergantung kepada alat transportasi dalam melakukan aktivitasnya. 3. hal tersebut terkait dengan upaya menekan pemakaian kendaraan pribadi dan menyiapkan transportasi massal yang nyaman. lampu taman dan PJU. Direncanakan pada tahun mendatang akan dibuat pelaporan penggunaan energi dengan system on line. Melakukan monitoring pelaksanaan hemat energi dan air dilapangan berkoordinasi dengan gugus tugas dimasing-masing lingkungan SKPD. Melakukan sosialisasi konservasi energi kepada masyarakat dan aparat.

00 1.395 meter.347.723 meter dan terakhir jalan tol sepanjang 112.810.992.893.432.00 3.00 997. Jalan Negara/ Provinsi sering disebut pula sebagai jalan arteri/kolektor.00 1.419.720.314.00 15.00 8.070.00 242.00 343.00 520.00 3.00 1.085.882.592.950.00 1.890.621.725.00 30.723.774.Jika dirinci menurut jenis jalan.00 8.304.535. jalan terpanjang berada di Jakarta Selatan sepanjang 1.087.057.00 1.039.00 464.917.00 4.00 14.086.482.00 7.00 34.484.724.514.00 1.00 193.00 1.308 .506. Dengan demikian jalan raya dapat berfungsi sebagai stimulan bagi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.00 1.014.00 1.00 3.960.00 169.00 51.674. BPS.627.00 6.837.00 21.377.888.110.706.964.00 112.930. terbanyak berupa jalan kotamadya sepanjang 5.00 29.614. jalan negara sepanjang 169.084.514 meter.860.00 6.381.00 4. Jakarta Barat sepanjang 1.00 697.621.208. diikuti berturut-turut oleh jalan provinsi sepanjang 1.00 299.759.062.473.00 114.00 JENIS JALAN TOL NEGARA PROVINSI KOTAMADYA JUMLAH Sumber : Sub Dinas Bina Program.00 10. PANJANG DAN LUAS JALAN MENURUT KOTA ADMINISTRASI DAN JENIS JALAN.00 29.632.314.495.00 5.226 meter dan Jakarta Utara sepanjang 1.307.736.404.537.893.940.499.00 12.677.222.468.473 meter.641.00 244.Status jalan dapat dilihat pada tabel berikut : Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .83.472. Kota administrasi Jakarta Timur mempunyai jalan sepanjang 1.323.246.00 37.381 meter.960.00 31.479.00 8.304. Perkiraan data panjang jalan tahun 2010 tidak terlalu banyak mengalami perubahan dibandingkan dengan data tahun 2009.00 2.00 5.269.248.398.741.00 231.226.075.322.512.00 3. Jika dirinci menurut kota administrasi.765.641.395.479.00 meter.00 65.342.00 1.840.00 2.677 meter. Dinas Pekerjaan Umum Jalan Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Jalan raya merupakan salah satu prasarana penting dalam transportasi darat karena merupakan penghubung antar satu daerah dengan daerah lainnya.00 879.994.725 meter.00 323.194.903.680.884.693.00 13.00 694. Dalam hal ini jalan raya juga dapat sebagai penghubung antara sentra-sentra produksi dan sentra-sentra distribusi dengan wilayah pemasarannya.494. Sedangkan yang terpendek di Jakarta Pusat sepanjang 879.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.380.043.00 1.876.716.440.00 11.00 614.976.029. 2010 KOTA ADM PANJANG JALAN Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara JUMLAH LUAS JALAN (M 2 ) Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara JUMLAH 430.458.

Arteri Sekunder 5.472. JUMLAH PENUMPANG KAPAL YANG DATANG DAN BERANGKAT MELALUI PELABUHAN LAUT TANJUNG PRIOK. Arteri Primer 3.411.384.592. Sektor transportasi laut di DKI Jakarta mempunyai peran yang sangat strategis mengingat sebagian besar ekspor maupunimpor Indonesia melalui wilayah ini yakni melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan demikian. 1998 .323. Kolektor Sekunder 6.84.566 bersambung.500 pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih 81.711 BERANGKAT 502.85.918.00 779.00 55.046 805. Kota Administrasi JUMLAH PANJANG (M) 112.735 822.242. Sejalan dengan pernyataan tersebut. Menyadari betapa besar tantangan dari sisi geografis. Untuk jalan tol.00 51.660.208. Jasa Marga menjadi pengelola ruas jalan tol.264 833. Jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Tanjung Priuk dapat dilihat pada tabel dibawah ini : TABEL : II.110.131. PANJANG.724.287 833. Tol 2.621. kewajiban dalam pembangunan dan kewenangan pemeliharaan jalan negara ada pada level Departemen.957 833.00 8.00 7.852 804.711 BERANGKAT 499. Membangun transportasi laut di wilayah negara yang begitu luas dengan jumlah pulau yang tersebar sekitar 17. Sedangkan untuk jalan arteri/kolektor sekunder kewenangan pembinaan dan pemeliharannya ada pada level Dinas.309 .680.00 2. selain PT.971. Dinas Pekerjaan Umum Jalan Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Angka Perkiraan Pengklasifikasian jenis jalan tersebut berkaitan erat dengan dana pembangunan dan kewenangan dalam pemeliharaan.537.761 693 JUMLAH DATANG 521. untuk jalan Provinsi ada pada level Dinas dan jalan Kotamadya pada level Suku Dinas.2010 TAHUN 1998 1999 2000 ANTAR PULAU DATANG 504.194 693 BERANGKAT 2..594 833.000 Km atau sama dengan 2 kali keliling bumi merupakan tantangan yang sangat besar.00 STATUS JALAN Tol Nasional Nasional Provinsi Provinsi Kota Administrasi Sumber : Sub Dinas Bina Program. LUAS DAN STATUS JALAN MENURUT JENISNYA. Jasa Marga.566 SAMUDERA DATANG 16.347. pemerintah perlu memberikan perhatian yang sangat besar kepada sektor transportasi laut.472. untuk jalan arteri/kolektor primer kewenangan pembinaan dan pemeliharaannya ada pada level Departemen.00 739. Kolektor Primer 4.00 30.994.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.00 6.443. beberapa perusahaan swasta juga bermitra dengan PT.00 5.00 524. sambungan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II ..00 LUAS (M²) 2. Negara Indonesia merupakan negara maritim terbesar di dunia.644.960. 2010 JENIS JALAN 1.00 114.496 822.

369 720. Jumlah angka penumpang kapal laut pada tahun 2001 ini mencapai lebih dari empat kali lipat bila dibandingkan dengan angka penumpang kapal laut pada tahun 2009.146 299.180 220.025 orang (15.891 227.86.870 penumpang berarti ada kelebihan sekitar 741 penumpang datang.180 220.611 penumpang sementara yang berangkat sebanyak 225. Ini menunjukkan bahwa Jakarta mulai berkurang daya tariknya. jumlah penumpang kapal laut baik yang datang maupun berangkat selalu berada di atas 500.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TAHUN 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010* ANTAR PULAU DATANG 934. (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok Keterangan : *) Angka Perkiraan Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah penumpang kapal yang datang melalui Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 226.891 227.804 326.474 299. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .696 275.605 195.464 219.310 .728 287. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir angkanya selalu berada dibawah 300.33 persen).215 720.006 293.610 235. Jumlah barang yang dibongkar dan dimuat melalui pelabuhan laut Tanjung Priok dapat dilihat pada tabel berikut : TABEL : II.388 275.58 persen) dan penumpang antar pulau yang berangkat naik sebanyak 30. Dengan harga yang relatif sama bahkan pada maskapai tertentu harga tiket pesawat bisa lebih murah dibanding harga tiket kapal laut.927 226.340 417.464 219.340 417. Jika dirinci lebih jauh. jumlah penumpang antar pulau yang datang turun sebanyak 1.267 289.927 226. jumlah penumpang kapal laut mencapai puncak keemasan dengan jumlah penumpang datang 934. Jika data penumpang kapal yang datang dan berangkat dianggap sebagai penduduk masuk dan penduduk yang keluar maka jumlah penduduk yang masuk ke Jakarta lebih sedikit dibanding yang keluar.369 penumpang.845 225.870 SAMUDERA DATANG 154 328 BERANGKAT 154 308 - JUMLAH DATANG 934.450 250. sehingga mulai banyak orang yang keluar dari DKI Jakarta.316 orang (0.000 penumpang.588 penumpang dan yang berangkat 895. Bahkan pada tahun 2001. angkutan penumpang kapal laut terus mengalami penurunan.267 289. Fenomena ini terjadi setelah maskapai penerbangan berlomba-lomba memberikan harga yang relatif murah bagi para penumpang pesawat udara.870 Sumber : PT.804 326.605 195.006 293.000 penumpang.434 712.588 712.611 BERANGKAT 895.610 235.671 420. sampai dengan tahun 2002.845 225.450 250. Setelah tahun 2001.728 287.611 BERANGKAT 895. Jika dibandingkan dengan tahun 2009.671 420. maka calon penumpang lebih memilih menggunakan pesawat udara dibanding kapal laut.

Jumlah barang yang dibongkar ini mengalami penurunan 233.229 ton (0.053.275 7.365.020.216.727.540 12.221 7.479.31 juta US $ yang berarti nilai impor melalui DKI Jakarta hampir dua kali lipat dari nilai ekspor melalui DKI Jakarta.723 13.572.205.182 8.453. Sedangkan barang yang dimuat juga mengalami penurunan sebesar 314.351 5.609 4.444 13.453.547.414 5.768.768. jumlah barang yang dibongkar mencapai 26.030 7.787.099.999 15.341.533 ton. Pada tahun 2009. Asumsi tersebut sesuai dengan kondisi lapangan.379.996. Jika dirinci lebih jauh.87.341 11.521 15.784.152.843.152.588 MUAT 8.613 14. (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok Keterangan : *) Angka Perkiraan Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa data dari Pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan bahwa jumlah barang yang dibongkar selalu lebih banyak dibanding barang yang dimuat.037 JUMLAH BONGKAR 26.453. Pada tahun 2010 diperkirakan.191 25.336.622. Data ekspor impor yang ada selama ini.533 ton.821 6.715 5.989 7. yang siap untuk di-publish setiap bulan adalah data ekspor impor yang berasal pelayaran antar negara (international).900. Dengan beranggapan bahwa sebagian besar barang yang dibongkar merupakan kegiatan impor dan barang yang dimuat merupakan kegiatan ekspor maka bisa disimpulkan bahwa nilai impor melalui Pelabuhan Tanjung Priok lebih besar dibanding nilai eksport.738.717 11.092.612 13. TABEL : II.530 ton menjadi 13.78. dari total barang yang dibongkar maupun dimuat melalui Pelabuhan Tanjung Priok lebih dari separuhnya berasal pelayaran antar pulau (domestik).810 14.530 ton sekitar 8.536. JUMLAH PENUMPANG DAN BARANG YANG DIANGKUT MELALUI PELABUHAN TANJUNG PRIOK Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .530 12.324 10. 2004 – 2010 (TON) BULAN 2010* 2009 2008 2007 2006 2005 2004 ANTAR PULAU BONGKAR 15.196.042 25.819.862 ton sedangkan barang yang dimuat hanya 13.708.053.716 27.948.997 ton dari 13.341.232.862 27.091 ton. hal ini dapat dilihat pada tabel dibawah.533 13. Begitu juga dari total barang yang dimuat seberat 13.363.51 juta US $.054.817.221.311 .805 MUAT 13.551 16. pada tahun 2010. nilai ekspor melalui DKI Jakarta mencapai 32.091 29.551.578 11.886 12. Dari total barang yang dibongkar seberat 27.009 Sumber : PT.275 ton (60.86 persen) jika dibandingkan tahun 2009.688.361. data mengenai nilai ekspor impor antar pulau tidak pernah dilakukan pencatatan.676.972 ANTAR NEGARA BONGKAR 11.164.866.161. Ini berarti barang yang dibongkar bobotnya lebih kurang dua kali lipat dibanding barang yang dimuat.156 13.793.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 JUMLAH BARANG YANG DIBONGKAR DAN DIMUAT MELALUI PELABUHAN LAUT TANJUNG PRIOK.427.255 5.523 11.58 persen) berasal dari pelayaran domestik.01 persen) berasal dari pelayaran domestik.819. Nilai impor melalui DKI mencapai 48.135 24.217 MUAT 5.502 5. Walaupun data bongkar muat antar pulau di Pelabuhan Tanjung Priok relatif tersedia.738. diantaranya sekitar 15.551 ton (56.

022 DATANG 111.821 275.990 Sumber : PT. jumlah kapal yang bersandar di Pelabuhan tanjung Priok selalu berada di atas16.983 6.728 22. 2004-2010 BULAN 2010* 2009 2008 2007 2006 2005 2004 Sumber : PT.353 225.989 2009 8.216.443 104. tidak terlepas dari upaya PT.609 289. JUMLAH LALU LINTAS PESAWAT UDARA YANG BERANGKAT DAN DATANG MELALUI PELABUHAN UDARA SOEKARNO-HATTA.114 95.405 101.341.275 258.605 5.Angkasa Pura II.138 unit.110 17. 2004 .Penumpang 2.897 2006 5.882 21.738.897 111. jumlah kapal yang bersandar baru mencapai 16.792 22. Pelayaran Samudera .312 .543 DALAM NEGERI BERANGKAT 111.306.110 unit.940 100. Pada tahun 2008.161 20. Peningkatan jumlah kapal bersandar yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. jumlah kapal yang bersandar telah mencapai 18.073 unit.990 unit. sedikit meningkat menjadi 16.242.138 16.363. Diperkirakan tahun 2010 kembali meningkat menjadi 17.379.121 24.829 18.705 24.302 97. Pada tahun 2005.609 21.214 unit pada tahun 2006.479.180 7.214 17.450 5. Selama kurun waktu 2005-2009.817.221 2008 7.Jumlah kapal Bersandar Unit 16.992 23. tetapi pada tahun 2009 jumlah kapal yang bersandar mengalami penurunan menjadi17. (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok Keterangan : *) Angka Perkiraan SATUAN Ton Orang Ton 2005 5. Untuk jumlah lalu lintas pesawat udara dapat dilihat pada tabel dibawah : TABEL : II.079 LOKAL 187 180 175 150 261 215 217 Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar lalu lintas udara di Bandara Soekarno Hatta Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .414 250. Pelindo II yang terus berupaya meningkatkan pelayanan serta perbaikan sarana dan pra sarana pelabuhan.284 2010* 8.334 20.274 99.870 5. pada tahun 2007 sampai 2008 jumlah kapal yang bersandar di pelabuhan Tanjung Priok terus mengalami peningkatan.696 7.502 220.2010 URAIAN 1.948.313 100.761 100.448 20.316 100.000 unit.211.030 2007 6. Pelayaran Nusantara .073 17. Jasa Pelayaran Pelabuhan .149.369 95.180 Selain data penumpang (datang dan berangkat) dan barang (bongkar muat) Pelabuhan Tanjung Priok juga menyediakan jasa pelayaran pelabuhan.539 21.103 110.855 23.Barang 3. Keterangan : *) Angka Perkiraan LUAR NEGERI BERANGKAT 25.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 MENURUT JENIS PELAYARAN DAN JASA PELAYARAN PELABUHAN.88.641 DATANG 23.Barang .

sebanyak 24.865 penerbangan menjadi 17. diperkirakan penerbangan domestik lebih besar dibanding penerbangan internasional.295 10 296 9 615 10 737 11 054 Lalu lintas penerbangan di bandara Halim Perdana Kusuma juga lebih banyak berasal dari penerbangan domestik. Penerbangan domestik justru mengalami peningkatan sebanyak 56 penerbangan dari 17. Sedangkan pada tahun 2010.865 penerbangan dimana 9. JUMLAH LALU LINTAS PESAWAT UDARA YANG BERANGKAT DAN DATANG MELALUI PELABUHAN UDARA HALIM PERDANA KUSUMA.148 1 103 1 011 903 828 DALAM NEGERI BERANGKAT 9.972 9. TABEL : II.121 penerbangan berupa keberangkatan dan 23. Penerbangan luar negeri meningkat 18 penerbangan dari 2.992 penerbangan kedatangan.463 9 057 9 376 9 951 11 258 DATANG 8.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 berasal dari penerbangan domestik. Pada tahun 2009 jumlah penerbangan mencapai 48.745 penerbangan dan diperkirakan sedikit meningkat pada tahun 2010 menjadi 223.127 8.302 penerbangan berupa penerbangan kedatangan.066 penerbangan berupa penerbangan keberangkatan dan 8. Data-data menunjukkan bahwa penerbangan keberangkatan senantiasa lebih tinggi dibandingkan penerbangan kedatangan.243 1. Pada tahun 2009 sebanyak 111.Angkasa Pura II. Pada tahun 2009.477 penerbangan pada tahun 2010.103 penerbangan.226 1.921 penerbangan pada tahun 2010.428 9 068 9 360 9 936 11 250 LOKAL 9.459 penerbangan pada tahun 2009 menjadi 2.234 merupakan penerbangan kedatangan. Penerbangan domestik ini terdiri dari 9. Sedangkan penerbangan international hanya berjumlah 2.897 penerbangan dan kedatangan sebanyak 111.459 penerbangan.233 penerbangan kedatangan dan 1. Keterangan : *) Angka Perkiraan LUAR NEGERI BERANGKAT 1. jumlah penerbangan domestik di Bandara Soekarno Hatta mencapai 221.000 penerbangan.066 7. untuk mengantisipasi tentang melonjaknya pengguna jalan raya akibat dari Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . 2004-2010 BULAN 2010* 2009 2008 2007 2006 2005 2004 Sumber : PT.799 penerbangan berupa penerbangan kedatangan.89. Pada tahun 2010 penerbangan keberangkatan sebesar 111.313 .560 penerbangan.443 penerbangan berupa penerbangan keberangkatan dan 110.814 penerbangan kedatangan.226 penerbangan kedatangan.234 1. Jumlah penerbangan domestik di Halim Perdana Kusuma pada tahun 2009 mencapai 17.705 penerbangan merupakan penerbangan keberangkatan. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.243 merupakan penerbangan keberangkatan dan 1.071 1 061 1 103 973 824 DATANG 1.107 9. Dalam kaitan tersebut.113 penerbangan dimana 25.233 1. Penerbangan international berjumlah 49.799 7.814 8.107 penerbangan keberangkatan dan 8. Penerbangan Internasional sebanyak 1.

langkah yang saat ini sudah dilaksanakan dalam mendukung program tersebut adalah : 1. Kemayoran-Kampung Melayu 9.5 km. Bapak Sutiyoso.314 .5 km. Ke-enam tol layang tersebut dibangun di sejumlah kawasan yaitu Rawa Buaya-Sunter sepanjang 18.7 km.377. Sunter-Pulo Gebang 12. Pasar Minggu-Casablanca 9 km. pembangunan jalan layang Bekasi-Cawang yang sudah berdiri tiang pancangnya di sejumlah titik di ruas jalan raya Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .619.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 adanya aktivitas kegiatan dalam rangka menunjang transportasi di wilayah DKI Jakarta dan untuk mengurangi dampak pencemaran udara di DKI Jakarta akibat penggunaan kendaraan. walaupun dalam proses pengerjaan jalur-jalur koridor tersebut sempat membuat kemacetan yang luar biasa di lokasi tertentu terutama dilokasi pembangunan shleter-shelter.7 km. Pengoperasian Bus Way sampai Koridor VIII secara signifikan meminimalisir permasalahan transportasi di ruas-ruas jalan utama kota Jakarta hal ini terlihat dengan banyaknya pengguna kendaraan masal tersebut dimana pada tahun 2009 jumlah pengguna adalah sebanyak 82. pemerintah DKI Jakarta juga akan berencana membangun 6 (enam) tol layang baru yang direncanakan pada tahun 2011. Selain akan membangun jalan tol baru. namun hal itu sudah tidak terjadi lagi setelah pembangunan selesai dilaksanakan. Pengadaan Kendaraan Bus Way Sampai akhir tahun 2006 pelaksanaan pengadaan kendaraan Bus Way telah selesai sesuai target sampai Koridor VIII.995. dan menyiapkan rencana kendaraan tersebut bisa masuk tol sebagai upaya pengurangan pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke kendaraan masal seperti di negaranegara maju lainnya di dunia. selain melakukan berbagai cara pembatasan. juga sedang diwacanakan diharapkan Kota Jakarta juga meluaskan jangkauan operasional kendaraan Bus Trans Jakarta khususnya ke daerah penyangga. dan Ulujami-Tanah Abang 8. Uji coba pengoperasian Bus Way sampai Koridor VIII dipusatkan di shelter PGC Cililitan pada tanggal 27 Januari 2007 oleh Gubernur KDKI Jakarta. 2.670 penumpang atau naik sebanyak 10 persen bila dibandingkan dengan jumlah penumpang pada tahun 2008 sebanyak 74. Pembuatan Tol Dalam Kota Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Kampung Melayu-Tomang 12.6 km.

untuk pengoperasiannya nanti pemerintah DKI Jakarta akan membangun Circle line Tanah Abang. kepadatan jalan 9.0 Km melalui bawah tanah. Jakarta Timur. Pemerintah daerah memilih alternatif pembangunan jalan layang tersebut karena di Jakarta sudah tidak mungkin lagi untuk menambah ruas jalan baru. untuk sosialisasi publik pemda DKI Jakarta telah mengadakan pameran di Jakarta Fair. dengan kepadatan penduduk 140. Rencana mempercepat pembangunan MRT (Mass Rapid Transit System). Dalam kaitan tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan wacana mengenakan tarif untuk 2 Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . untuk aturannya apabila terjadi pelanggaran maka biaya derek akan dibuat mahal dan pul kendaraan derek akan dibuat diluar kota. hal ini dilakukan karena masih banyak aturan parkir yang masih dilanggar. Jakarta memiliki panjang jalan sekitar 27. Sebagai gambaran kota Jakarta yang mempunyai sebutan megapolitan dengan penduduk lebih dari 9.3 jiwa/Ha. dimana disain pembangunannya sudah dikerjakan dan diharapkan bahwa semua moda transportasi meliputi jenis busway. Senen sampai MRT Dukuh Atas dan diharapkan jaringan transportasi makro tersebut akan berhubung dengan jalur pejalan kaki dan City walk.3 Km dari Lebak Bulus hingga Dukuh Atas. Jika pembuatan desain pembangunan kontruksi bisa diselesaikan pada tahun 2010 dengan perhitungan proses pengerjaan selama lima tahun. 3. 5. juga akan diteruskan. kereta dan MRT akan berinteraksi dengan lingkungan.181 jiwa.146. Kota. cara ini akan dibuat seperti di Amerika Serikat dan beberapa negara maju lainnya. mencakup tol dalam kota Jakarta dan jalan lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR).7 juta unit.698 km per kapita. Penerapan sanksi bagi pelanggar parkir diperberat. upaya dan cara telah banyak dilakukan selain pengoperasian bus way juga ada upaya mengefektifkan alat transportasi publik. Tahap II dimulai dari Dukuh Atas hingga Kota dalam pembangunannya pemda DKI Jakarta sudah melakukan pengkajian bahwa sepanjang 4. kendaraan per kapita 0.315 . dan panjang jalan per kapita 0. Jalan tol di Jakarta yang akan dibangun meliputi beberapa ruas. dimana rencana jalur MRT akan dilengkapi dengan 12 stasiun dan 4 diantaranya adalah stasiun bawah tanah. 4. Upaya Penerapan ERP (Electronic Road Pincing) Dalam mengatasi kemacetan di DKI Jakarta.83 km/km . MTR tersebut sudah dapat dioperasikan pada tahun 2016 dan pada tahap I akan dibangun sepanjang 14.52 kendaraan/orang.000 km dan jumlah kendaraan 5. dan untuk membuat efek jera Pemda DKI Jakarta juga telah menerjunkan 612 personel lapangan dan menambah 300 gembok baru dengan material yang lebih ringan agar bisa dibawa oleh petugas bermotor disaat melakukan operasi lapangan. Tujuannya adalah agar pengendara disiplin dan tidak parkir kendaraan secara sembarangan yang menyebabkan kemacetan dan kesemrawutan di wilayah DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Kalimalang.

Gajah Mada. adapun persimpangan yang menjadi target penertiban adalah Simpang Tomang (Jakarta Barat). Gerakan Bersama Atasi Lalu Lintas. 7. Dimana alat tersebut berbentuk kotak dengan garis berwarna kuning di depan lampu pengatur lalu lintas. Jl. Simpang Lebak Bulus (Jakarta Selatan). Pembenahan kawasan Thamrin dan Pancoran dengan menggunakan rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) dan foto untuk menilang kendaraan dimana peresmiannya dilakukan pada bulan Januari 2010. Adalah gerakan bersama antara pemerintah DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya. 26/2). Jl. Guna alat tersebut adalah sebagai tanda bagi para pengendara mobil maupun motor untuk tidak berhenti didalam kotak dan berhenti diluar garis agar tidak terjadi kemacetan. juga untuk mengurangi polusi akibat pembakaran bahan bakar fosil. I. 15. Jalan Suprapto dan Jalan Perintis Kemerdekaan. Simpang Permai (Jakarta Utara). Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . dan Simpang UKI Cawang (Jakarta Timur). PCI mengusulkan kebijakan tersebut dapat diberlakukan pada 2010 setelah semua perangkatnya selesai dibangun (Media Indonesia. KPP antara lain diberlakukan di Jl. Agar upaya pelaksanaan tersebut bisa segera dilaksanakan maka Pemprov DKI akan se-segera mungkin menyiapkan seluruh infrastruktur dan menyiapkan aparat yang bertugas mengawal kebijakan tersebut.00 WIB dan pukul 16.00 WIB. dilain pihak untuk mengurangi pembelian kendaraan baru diharapkan daerah penyangga yaitu Jabotabek menerapkan pajak PKB progresif. Gatot Subroto. 5. Thamrin. Hayam Wuruk. dimana kegiatan itu dititik beratkan untuk mengatur lalulintas di DKI Jakarta yang paling padat penggunaannya. dan Jl.30 WIB hingga pukul 19. selain itu pemda DKI Jakarta bekerjasama dengan Polda Metro Jaya juga akan menggunakan sistem Yellow box junctition (YBJ). untuk program awal diuji cobakan pada 3 ruas jalan dan 4 persimpangan diantaranya 3 ruas jalan yaitu di Jalan Sudirman-Thamrin. Sudirman. Jl. Untuk mengatasi kemacetan tersebut telah dilakukan uji studi dari Pacific Consultant International (PCI) menyimpulkan tarif Rp. dimana sasaran penertiban adalah sepeda motor dan angkutan umum.000 per motor sekali lewat tidak memberatkan.316 . Pariwisata Setelah dinobatkan World Economic Forum sebagai salah satu destinasi berlibur termurah di dunia. Selain hal tersebut diatas untuk pelaksanaan dimasa yang akan datang akan mengeluarkan kebijaksanaan pemakaian kendaraan dengan nomor ganjil dan genap.30 WIB sampai pukul 09.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 kendaraan bermotor yang akan melewati KPP pada pukul 06. Jl.000 untuk mobil dan Rp. Dalam program selanjutnya untuk mengurangi kemacetan pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2010 akan menyiapkan jalur khusus sepeda selain untuk mengatasi kemacetan akibat pemakaian kendaraan bermotor. 6. Sisingamangaraja.

Potensi pasar tersebut akan diperebutkan oleh para pelaku pariwisata di seluruh dunia khususnya di kawasan Asean. multi-disiplin. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui 3 pintu masuk yaitu Soekarno Hatta. Oleh karena itu Provinsi DKI Jakarta harus bersaing keras dengan destinasi-destinasi lain di kawasan Asia Timur dan Pasifik khususnya dengan kota besar seperti Kuala Lumpur. keamanan dan ketertiban. sosial. Kota tersebut merupakan pesaing utama kota Jakarta mengingat produk-produk wisata yang ditawarkan mempunyai karakter yang sama. multi-disipliner. multi-sektoral. Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dan kota metropolitan harus mampu tampil terdepan dan mandiri dalam mengemban kualitas kesejahteraan seluruh warga kotanya melalui kegiatan kepariwisataan. dinamis dan teritegrasi dengan pembangunan Jakarta secara keseluruhan. multi-dimensi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 maka Indonesia mempunyai peluang besar mendongkrak income dari Sektor Pariwisata. Sedang untuk kunjungan wisatawan mancanegara World Tourism Organization memproyeksikan pada tahun 2020 ke Asia Timur dan Pasifik sebanyak 397 juta wisatawan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 5 persen pertahun. Singapura. sektor pariwisata memerlukan dukungan kolektif dari seluruh pelaku pembangunan dan masyarakat luas. multi-sektoral. untuk itu pariwisata dimasa yang akan datang memiliki arti yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi.317 . Kedudukan Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dan pusat bisnis sangat strategis untuk menarik kunjungan wisatawan. regional maupun global sehingga sektor kepariwisataan dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Bangkok dan Hongkong. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . dan memiliki ranah internasional. budaya. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan yang ditujukan untuk mengembangkan pariwisata yang sistemik. khususnya wisatawan domestik. Tanjung Priok dan Halim Perdana Kusumah pada tahun 2010 dapat dilihat pada tabel berikut. Populasi kunjungan wisatawan di Indonesia sangat besar hal tersebut sangat relefan jika wisatawan domestik harus diberi prioritas utama dalam pemasaran pariwisata Jakarta. teknologi. Sebagai suatu kegiatan yang sistemik. memperluas dan melakukan pemerataan kesempatan usaha dan lapangan pekerjaan serta mendorong laju pertumbuhan pembangunan Provinsi DKI Jakarta. hal tersebut merupakan peluang yang baik bagi Jakarta untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan. Menetapkan Perda ini dapat menjadi acuan dalam mewujudkan Provinsi DKI Jakarta menjadi destilasi pariwisata yang memiliki keunikan dan daya saing yang baik dalam tataran nasional.

218 155.892.906 183. 4.271 4.636 T.156. Perlu dibuat paket-paket wisata yang mempunyai value bagi konsumen. 5.343 188.449 173.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II.378 189. tempat hiburan agar lebih ditingkatkan.469 155.542 159.720 5.035 5.050 145. 2. Yang paling tidak disukai adalah kemacetan.828 148.422 121. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .222 179.943 4.300 147.951 180.242 1. polusi dan keamanan.050 125. 3. Rekomendasi yang diberikan antara lain : a. Yang paling disukai di Provinsi DKI Jakarta adalah wisata kuliner.690 6.866 Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. Rata-rata Pengeluaran Wisman ke DKI Jakarta per kunjungan 1.90. tempat bersejarah.225 130.859 HALIM PK.727 183.823.439 153. 8. 7. Sebagian besar Wisman tidak pernah melihat kegiatan promosi pariwisata Provinsi DKI Jakarta.56 US $. c.319 185. 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 BULAN JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER TOTAL SOETA 117.318 .579 139. 6.202 161.260 5.945 4. Maksud kunjungan Wisman ke DKI Jakarta yang paling utama adalah untuk berbisnis. Produk wisata Jakarta yang lain seperti budaya. hiburan malam dan belanja.552 63. dining. Rata-rata Pengeluaran Wisman ke DKI Jakarta per hari 142.427 422 5. d. Jakarta kurang atraktif dibanding dengan kota-kota lain di Asia.44 US $. 115 391 502 492 264 333 387 232 327 479 1. 2010 Keterangan : Berdasarkan Pendataan Profil Wisatawan Mancanegara (Wisman) Tahun 2008 atau yang lebih dikenal dengan Passanger Exit Survey (PES) tahun 2008 dan para travel agent dapat disimpulkan bahwa : 1.216 1.072 127. KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA KE DKI JAKARTA.535 5.776 5.11 hari. night life yang ditujukan langsung kepada konsumen. b. PRIOK 5.044 5. Rata-rata Lama Tinggal Wisman ke DKI Jakarta per kunjungan adalah 8.353 142. dining.371 JUMLAH 123. Jakarta agar lebih banyak melakukan promosi dengan melakukan advertising (iklan) khususnya untuk produk shoping.088 5.

c. Langkah-langkah yang saat ini dilakukan dalam mendukung pengembangan pariwisata adalah mengembangkan atraksi pariwisata dan pengembangan Tata Ruang Pariwisata. f. Penyelenggaraan atraksi wisata alam dan lingkungan. b. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . 4. Mengembangkan tata ruang destilasi yang berwawasan pariwisata. Kegiatan pengembangan atraksi objek antara lain : a. pameran dan MICE a. Mengembangkan pola pemasaran pariwisata guna meningkatkan citra positif pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan. 6. Penyelenggaraan atraksi wisata minat khusus.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Berdasarkan fakta tersebut maka arah kebijakan pengembangan pariwisata di Jakarta adalah sebagai berikut : 1. 3. Mengembangkan atraksi pariwisata agar memiliki keunikan sebagai daya tarik utama. Penyelenggaraan atraksi pameran. e. Penyelenggaraan atraksi wisata belanja. prasarana dan sarana kerja serta regulasi kepariwisataan guna mendorong peningkatan pelayanan publik dan percepatan pengembangan pariwisata. c. Penyelenggaraan atraksi wisata bahari. Kegiatan pengembangan atraksi kesenian. Pengembangan Atraksi Pariwisata 1). Penyelenggaraan atraksi wisata sejarah. 3). d. b. Penyelenggaraan atraksi kesenian dan budaya modern. c. Penyelenggaraan atraksi kesenian dan budaya nusantara. Kegiatan pengembangan festival. g. 2). 1. Penyelenggaraan atraksi wisata agro. Penyelenggaraan atraksi wisata ziarah. b. a. Mengembangkan kualitas pelayanan industri pariwisata agar memiliki keunggulan dan daya saing. Mengembangkan aparatur. Penyelenggaraan atraksi festival. Mengembangkan peran serta masyarakat dan kelembagaan untuk mendukung kegiatan pariwisata. 5.319 . Penyelenggaraan atraksi kesenian dan budaya betawi. 2. Penyelenggaraan MICE.

Kawasan Senayan. e. Kawasan Thamrin – Sudirman. b. i. b. Jalur III yang terdiri dari : a. Kawasan Menteng – Kuningan. Kawasan Ancol. g. d. f. b. Pengembangan Tata Ruang Pariwisata Ruang pariwisata di Provinsi DKI Jakarta telah ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 4986 Tahun 1999. Kawasan Kelapa Gading – Pulo Gadung. Kawasan Tanah Abang. serta adanya sejumlah kegiatan diantaranya Batavia Art Festival yaitu pertunjukan seni dan budaya Betawi sampai akhir tahun 2009. Kawasan Cibubur – Condet. Kawasan Ragunan – Jagakarsa. c. h. Kawasan Kepulauan. g. j. c. Kawasan Kemayoran. d. Kawasan Jatinegara – Manggarai. Kawasan Teluk Jakarta. selain kegiatan tersebut pada Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . b. Pelaksanaan promosi dan publikasi atraksi pariwisata. Kegiatan promosi dan publikasi. e. Jalur I yang terdiri dari : a. 2. a. Kawasan Senen – Gambir. Kawasan Taman Merdeka. Kawasan Kota Tua. Kawasan Kebon Jeruk. Kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Kawasan Kebayoran. f.000 wisatawan yang berkunjung di daerah tersebut setelah digalakkannya Hari Bebas Kendaraan Bermotor di wilayah Kota Tua.500-2.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 4). 3). Jalur II yang terdiri dari : a.320 . menjadi 19 kawasan pariwisata melalui 3 (tiga) jalur yaitu: 1). 2). Khusus untuk kawasan Kota Tua di Jakarta rata-rata setiap bulannya sebanyak 1. Kawasan Gajah Mada – Hayam Wuruk. Pengadaan bahan promosi dan publikasi atraksi pariwisata.

i. Museum Bank Mandiri. e. Velodrome. Museum Sejarah Jakarta. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . merupakan salah satu upaya dalam pengendalian pencemaran lingkungan. yaitu :  Meningkatnya penggunaan bahan berbahaya dan beracun pada kegiatan perindustrian. Museum Bank Indonesia. Makam Souw Beng Kong. b. pertambangan. Gedung Wayang Orang Barata.321 . Kampung Hijau Rawajati.(dua puluh lima ribu rupiah) pada semua kunjungan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 bulan Mei 2009 juga diadakan “Museum Day” dengan acara utama memasuki Bun-Ker (ruang bawah tanah) di Museum Fatahilah. Gedung Mis Tjitjih.. h. Kebun Anggrek Ragunan. J. TPU Menteng Pulo. dalam melakukan wisata tersebut juga disiapkan jasa keliling Sepeda Ontel dengan tarif Rp. Taman Air Mancur Empang. dimana kawasan tersebut akan didukung dengan layanan bus khusus. d. Musium Taman Prasasti. k. rumah tangga. 25. Taman Suropati. c. kesehatan.000. Terdapat 5 (lima) hal pokok yang melatar belakangi dilakukannya pengelolaan limbah B3 yang berwawasan lingkungan di DKI Jakarta. g. f. Suaka Margasatwa Muara Angke. Dalam kaitan untuk menambah kunjungan wisata baik domestik maupun mancanegara pemerintah DKI Jakarta juga mulai memperkenalkan sejumlah lokasi wisata alternatif tentang keberadaan Peta Hijau Jakarta (PHJ) dimana wisata tersebut menampilkan sumberdaya lingkungan dan budaya diantaranya : a. penimbunan limbah B3 yang berwawasan lingkungan. Museum Wayang.  Adanya kebutuhan industri penghasil limbah B3 terhadap ketersediaan fasilitas pengolahan dan penyimpanan sementara. Limbah B3 Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di DKI Jakarta. Selain sejumlah alternatif tersebut diatas pemerintah DKI Jakarta juga akan menyiapkan Wisata Belanja di Koridor Satrio dimana kawasan tersebut akan disulap menjadi kawasan wisata belanja dengan jalur pendestrian selebar 6 hingga 10 meter yang menghubungkan koridor Satrio Kuningan Jakarta Selatan. j. Museum Seni Rupa dan Keramik. Kawasan Kota Tua yang terletak di wilayah Jakarta Barat dikelilingi enam Museum diantaranya : Museum Bahari.

Pengolahan minyak pelumas bekas. hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah B3 dan keputusan Bapedal Nomor Kep. Belum optimalnya pemanfaatan fasilitas pengolahan dan penimbunan limbah B3 yang ada dan masih kurangnya kesadaran sebagian besar kegiatan/industri yang berpotensi sebagai penghasil limbah B3 untuk mengelola limbahnya. berdasarkan Peraturan Gubernur No 103 tahun 2005 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Rumah sakit (semua tipe). Pembinaan dan pengawasan pengelolaan limbah B3 dilakukan terhadap kegiatan sebagai berikut : a. Untuk itulah pada tahun 2009 dan tahun 2010. Percetakan.322 . tentang Tata Laksana Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 di daerah. e. salah satu upaya pengelolaan limbah B3 yang dilakukan BPLHD Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 yaitu dengan melakukan pengawasan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010  Meningkatnya upaya pengendalian pencemaran air dan pengendalian pencemaran udara yang akan menghasilkan lumpur dan abu yang berbahaya dan beracun. d. b. PPLI maupun yang dikirim penghasil limbah B3 pada tahun 2004 hanya sekitar 20 persen dari jumlah industri yang ada. Elektroplanting. Oleh karena itu. c. Cuci cetak film. 02/Bapedal/01/1998. memonitor sekaligus mendata timbulan limbah B3 yang dihasilkan oleh kegiatan/industri di Wilayah DKI Jakarta. Laboratorium.  Bersifat tahan lama (persistant) dan dengan waktu yang panjang (long term) tinggal di lingkungan. g. Pelaksanaan pengawasan (evaluasi kinerja pengelolaan) limbah B3 untuk tahun ini difokuskan pada jenis kegiatan/industri yang diamanatkan dalam Kep-02/Bapedal/01/1998 baik skala menengah maupun skala besar dan mencoba melakukan mediasi penerbitan izin pengelolaan limbah B3 bagi industri/pelaku kegiatan khususnya kegiatan pengelolaan pelumas bekas. f. penyimpanan sementara dan pengoperasian incinerator. Penyamakan kulit. h. Perusahaan Pest Control. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi dokumen limbah (manifest) yang diterima BPLHD Provinsi DKI Jakarta baik yang dikirim PT.  Limbah B3 yang dihasilkan biasanya mempunyai nilai ekonomis sehingga banyak orang yang ingin memanfaatkannya.

uji laboratorium dan penjelasan pedoman pengelolaan limbah B3. pengolahan. Kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.323 . untuk melakukan pembinaan pengelolaan limbah B3 dari kegiatan industri dan jasa di Provinsi DKI Jakarta. dilakukan terhadap semua kegiatan yang terlibat dalam pengelolaan limbah B3 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 18 jo No 85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3 (penghasil. pengumpul maupun pengolah/pemusnah. difokuskan pada inventarisasi dan identifikasi semua kegiatan/industri terutama yang berlokasi di wilayah pesisir pantai Jakarta Utara dan kegiatan pembinaan dan pengawasan fasilitas kesehatan. meliputi : a. Melaksanakan pelatihan. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan data penghasil limbah B3 dari kegiatan industri dan jasa yang ada di DKI Jakarta sebagai acuan pencegahan pencemaran oleh limbah B3. penyimpan. pengolah. bimbingan teknis. b. izin pengelolaan limbah B3 baru sekitar 32 yang terdiri dari izin pengolahan limbah rumah sakit dan industri/kegiatan. Melakukan pertemuan koordinasi secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam 2 bulan. Memasyarakatkan peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan limbah B3. pemusnah dan pemanfaat). j. Binatu (Laundry dan dry Cleaning). sedangkan tahun 2009 sebanyak 471 maka pada tahun 2010 perusahaan yang mendapat izin untuk penyimpanan. pengangkut. c. Pada tahun 2005. Pelaksanaan pembinaan terhadap penghasil limbah B3 di DKI Jakarta bertujuan mendorong industri/kegiatan untuk melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai dengan ketentuan KLH dan dilegalkan dengan diperolehnya/didapatkannya izin pengelolaan limbah B3. dan pemusnahan limbah B3 adalah sebanyak 201 perusahaan. Pembinaan terhadap pengelolaan limbah B3. pengumpulan. Pemantauan limbah B3.dan membuat mekanisme dan pelaksanaan pengawasan kegiatan pengelolaan limbah B3. pemanfaatan. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengawasan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) pada tahun 2010. d. sedangkan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . pengumpul. Dalam kaitan tersebut maka BPLHD Provinsi DKI Jakarta mulai tahun 2008 telah membuat data base kegiatan/industri pengelola limbah B3 dengan melibatkan seluruh pelaku pengelolaan limbah B3 baik sebagai penghasil. Memfasilitasi dalam mendapatkan izin mengenai pengelolaan limbah B3 yang diajukan ke Instansi pembinaan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 i.dan meminimisasi sumber pencemar/penghasil limbah B3 sesuai harapan Kep-02/Bapedal/01/1998.

Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 perusahaan yang mendapat rekomendasi dan izin dari perhubungan untuk mengankut limbah B3 di DKI Jakarta adalah sebanyak 37 perusahaan bagi kegiatan yang melakukan pengelolaan limbah B3 yang dikeluarkan oleh KLH disampaikan ke Gubernur dan BPLHD Provinsi. terdiri dari : o o o o o  Jakarta Barat terdapat 68 kegiatan Jakarta Pusat terdapat 14 perusahaan Jakarta Selatan terdapat 48 perusahaan Jakarta Timur terdapat 146 perusahaan Jakarta Utara terdapat 90 perusahaan RS/klinik yang mengelola limbah B3 : terdapat 131 rumah sakit/klinik. terdiri dari : o o o o o Jakarta Barat terdapat 20 rumah sakit/klinik Jakarta Pusat terdapat 27 rumah sakit/klinik Jakarta Selatan terdapat 37 rumah sakit/klinik Jakarta Timur terdapat 26 rumah sakit/klinik Jakarta Utara terdapat 21 rumah sakit/klinik Dikarenakan banyaknya intansi terkait yang terlibat dalam pengelolaan limbah B3 di Provinsi DKI Jakarta. kemudian ditindaklanjuti dengan pengawasan (sesuai dengan ketentuan Keputusan Bapedal No. maka dikeluarkan Peraturan Gubernur No 103 tahun 2005 dengan tujuan untuk mengkoordinasikan dan menarik benang merah antar instansi yang terlibat. langkah dan uraian tugas yang dilakukan adalah sbb : a. Hasil Inventarisasi jumlah dan jenis industri dan rumah sakit yang menghasilkan limbah B3 berdasarkan identifikasi dokumen manifest limbah B3 terdiri dari :  Industri yang menghasilkan limbah B3 : terdapat 366 perusahaan. Untuk BPLHD Provinsi DKI Jakarta. BPLHD Provinsi menyampaikan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh pemilik izin dan melaporkannya secara berkala per 3-bulan. Penyiapan Data Base Penyusunan data base kegiatan/industri pengelola limbah B3 dengan melibatkan seluruh pelaku pengelolaan limbah B3 baik sebagai penghasil. Inventarisasi dan identifikasi kegiatan/industri yang ada di DKI Jakarta. Sedangkan pengawasan lapangan dilakukan dengan uji petik. Tahapan kegiatannya adalah sebagai berikut : 1. pengumpul maupun pengolah/ pemusnah.324 . 02 tahun 1998) baik secara administrasi maupun lapangan (uji petik). Kegiatan ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan sub bidang lain dalam bidang pengendalian pencemaran dan bertujuan untuk menjaring semua kegiatan/industri yang Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Secara administratif. pengangkut.

pengumpul pengolah/pemusnah) limbah B3 yang beroperasi di dan melintasi wilayah Provinsi DKI Jakarta. Dengan melakukan kegiatan akan dapat diketahu tingkat ketaatan kegiatan/industri dalam mematuhi ketentuan hukum yang berkaitan dengan pengelolaan limbah B3 dan akan membantu dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 memiliki dampak terhadap lingkungan. b. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . pengangkut. Terutama dengan Program Peningkatan Kinerja Perusahaan (PROPER ) di DKI Jakarta. Pengawasan melalui perijinan (uraikan sesuai dengan mekanisme Bandar Indah). Penyusunan Mekanisme Pengawasan Limbah B3 a) b) c) d) Pengawasan secara administratif (buat protap). Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan besaran timbulan jumlah dan jenis limbah B3 yang dihasilkan kegiatan/industri. Identifikasi jenis. yang berlokasi di pesisir pantai Jakarta Utara yang dikaitkan dengan program Bandar Indah. 3. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkaya pengetahuan dalam bidang pengelolaan limbah B3 bagi kegiatan/industri yang menghasilkan limbah B3 di Provinsi DKI Jakarta. Koordinasi dengan instansi pusat (KLH). 4. dan pengawasan kepada dan kegiatan/industri melakukan pengelolaan pengangkut. 2.325 . Penyusunan mekanisme pelaksanaan pengawasan kegiatan pengelolaan limbah B3. Inventarisasi kegiatan/industri yang melakukan pengelolaan limbah B3 baik sebagai penghasil. Pengawasan secara pasif (bersifat administratif) dengan memberikan tanggapan atas dokumen limbah B3 (manifest) yang dikirim ke BPLHD Provinsi DKI Jakarta. SosiaIisasi pengelolaan limbah B3 terhadap kegiatan/industri yang berpotensi menghasilkan limbah B3. jumlah bahan dan limbah B3 yang mengacu kepada dokumen limbah B3 (manifest). serta untuk mengetahui lalu lintas limbah B3 yang melintasi wilayah Provinsi DKI Jakarta. Dalam rangka penyusunan mekanisme pengawasan dibutuhkan koordinasi dengan instansi pusat (KLH) mengingat kebijakan pengelolaan limbah B3 sampai saat ini masih berada di tingkat pusat (KLH) sehingga pelaksanaan yang inventarisasi ijin/rekomendasi (penghasil. Pelaksanaan kegiatan ini dapat berkoordinasi dengan instansi pusat (KLH). dan untuk pengawasan di lapangan membutuhkan koordinasi dengan wilayah kotamadya agar lebih memudahkan pelaksanannya sehingga pembinaan dapat berjalan dengan efektif dan efisien. pengumpul maupun pengolah/pemusnah.

serta melaksanakan Program PROPER khususnya dalam bidang pengelolaan limbah B3. Pengawasan secara aktif dengan melakukan inspeksi/peninjauan lapangan yang difokuskan pada kegiatan/industri yang telah memiliki ijin pengelolaan limbah B3 dan yang ter-record manifestnya. Lingkup pengawasan dan pembinaan Berdasarkan Peraturan Gubernur No 103 Tahun 2005 tentang Pembinaan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Kegiatan ini sebagai bagian dalam mekanisme pengawasan dan pembinaan terhadap kegiatan/industri yang melakukan pengelolaan limbah B3 baik sebagai penghasil. Klinik : dilakukan oleh sektor Kesehatan (Sudin Kesmas) dan BPLHD Kotamadya.326 . Praktek Dokter. b). pengangkut. Pembinaan dan pengawasan pengelolaan limbah B3 secara administrasi dilakukan melalui pembahasan implementasi RKL/RPL. Kegiatan ini dilakukan berkoordinasi dengan instansi pusat (KLH) dan wilayah kotamadya sehingga didapatkan rumusan yang komprehensif dengan tujuan penilaian kinerja pengelolaan limbah B3 oleh kegiatan/industri setiap tahunnya. pengumpul maupun pengolah/pemusnah dengan memberikan apresiasi pemerintah kepada kegiatan/industri yang telah melakukan pengelolaan limbah B3. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan berkoordinasi dengan BPLH wilayah kotamadya. Industri kecil dan industri rumah tangga : dilakukan oleh sektor perindustrian (Sudin Perindustrian) dan BPLHD Kotamadya. 1. Pembinaan dan pengawasan Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . c. dengan memberikan rekomendasi pengelolaan limbah B3 sesuai ketentuan yang berlaku (280 dokumen dari berbagai kegiatan). Hasil Pelaksanaan a. Secara teknis limbah B3 dari limbah domestik pemisahan dan pelaksanaannya dilakukan oleh Dinas Kebersihan. dengan tujuan pengawasan dan pembinaan. Puskesmas. Rumah Sakit (semua tipe) dilakukan oleh sektor Kesehatan (Dinkes dan Sudin Kesmas) dan BPLHD (Provinsi dan Kotamadya). Pelaksanaan dan Pengawasan Limbah B3 a) Pengawasan terhadap pengelolaan limbah B3 dilakukan oleh BPLHD Provinsi dan Kotamadya yang berkoordinasi secara rutin setiap bulan.

pengoperasian alat (incenerator).Apartemen : 130 : Gedung/Perkantoran : untuk masing-masing wilayah dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Melaksanakan pelatihan. uji laboratorium dan penjelasan pedoman pengelolaan limbah B3. b. Pengolah (tank cleaning) seperti sebagai berikut : 1. 8. Inventarisasi kegiatan penghasil limbah berdasarkan Laporan manifest limbah B3. Pengangkutan. Memfasilitasi dalam mendapatkan izin mengenai pengelolaan limbah B3 yang diajukan ke Instansi pembinaan. Penyimpan dan pengumpul minyak pelumas bekas. 4. Memasyarakatkan peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan limbah B3. 5. 2. Penyimpanan Sementara. 3. Rumah sakit (semua tipe). Percetakan. meliputi : a. 9. 7. Binatu (Laundry dan dry Cleaning). d. bimbingan teknis. Cuci cetak film. c. Melakukan pertemuan koordinasi secara berkala sekurang-kurangnya satu kali dalam 2 bulan. 10.327 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 pengelolaan limbah B3 dilakukan terhadap kegiatan yang terdiri dari Pemanfaat. Pembinaan terhadap pengelolaan limbah B3. Elektroplanting. 6. Laboratorium. Kegiatan lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. terdiri dari:     Manufaktur dan jasa : 341 RS/Klinik Hotel . Penyamakan kulit. Perusahaan Pest Control. Pengolahan minyak pelumas bekas.

Pertamil PT. Sumber Waras RS. Pelni Petamburan RSIA Aries RS. Pabrik Kulit Latumenten PT. Bhakti Mulia RS.. Al-Kamal RS. Kanker "Dharmais" RSUD. Ultra Prima Abadi RSU. Jantung Harapan Kita RS. Lafonda Beauty PT.67 kg * * * ** ** * * * * * * * * * * bersambung .91. Continental Panjipratama PT.328 . Surya Barutama Mandiri PT. Radiance Food Division CV. Jakarta PT. Hinomoto Indonesia PT. Mulia Knitting Factory Ltd PT. "MANUELA" RS. Anugrah Stella Mandiri Victory Laundry Service PT. Sugih Harta Jakarta Leathers PT. Astron Optindo Industries PT. Royal Taruma Klinik Prodia Kedoya Klinik Prodia Puri Indah Laboratorium Klinik Bio Medika Makanan Minuman Ringan Pasta Gigi Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Klinik Klinik Klinik solid Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Kedaung Industrial PT. Medika Permata Hijau Puskesmas Kec. Winner Synthetic Textile PT. Puri Mandiri Kedoya RS. Padi Mas Jaya PT. Dragon Phoenix Garment PT. Harapan Kita RS. PERUSAHAAN PENGHASIL LIMBAH B3. Mitrasentana Abadi Raya PT. Rahmat Kurnia Sejahtera PT. Hisotex PT.Grogol Siloam Hospitals West Jakarta RSAB. Heinz ABC Indonesia JENIS KEGIATAN JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) * * * * * * * * * * ** * * * * * * * * liquid 15 m3 5 tangki 5 TT * * * * * 288.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Pelapisan logam Pelapisan Logam Pelapisan logam Penyamakan Kulit Penyamakan Kulit Penyamakan kulit Penyamakan Kulit Penyamakan Kulit Karton Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Laundry Laundry Laundry Kosmetik Kosmetik Makanan/minuman 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 PT.. Cengkareng RS. JENIS LIMBAH DAN VOLUMENYA NO NAMA INDUSTRI JAKARTA BARAT PT.

Husada RS. United Can Co PT. Altus Nusa Mandiri Carlos Oil Indonesia. International Chemical PT. Betaconcrete Mexindo PT. CS2 Pola Sehat United Can JAKARTA PUSAT PT. Dharma Jaya (Kapuk) PT. Suma Jaya PT. Tembaga Mulia Semanan PT. Sint Carolus RSPAD. Citra Sigma Kertaswara PT. Sabun Minyak. Betaconcrete Mexindo PT. Palko Sari Eka PT. Sabun Minyak. Swarga Loka Dinamika RS. Evasari RS. Mowilex PT.329 . Metro Pos Cengkareng PT. Tjengkareng Djaja PT. Serinco Djaya Marmer Inds PT. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Sabun Percetakan Percetakan Kaleng Alat RT dari logam Alat RT dari logam Plastik Sendal Jepit Batterai Aki Beton Beton Keramik Dempul Sanpolac Elektronika Kabel Radio kaset Potongan hewan Bengkel Kawat Tembaga Percetakan Rumah Sakit Rumah Sakit liquid Tekstil Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit * * * * * solid 148. Nuh Jaya PT. Sumadjaja Sejahtera CV. Adiprima Utama Mobilindo PT. Mintohardjo RS.26 Ton 14360 m3 4 box * * * * ** * * * * * * * * * * * * ** * * * 1 drum * * ** * * * * * * * 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 1 2 3 4 5 6 7 8 PT. Sinar Jaya Prakarsa PT. Micotex Paint CV. Dr. Garuda BatikTekstil RSAl.. Pertamina Jaya RS. Budi Kemuliaan RSIA. Patria IKKT RSIA. Nila Alam PT. Alfa Tara Utama PT. Sucaco PT. PT. CV PT. Gatot Soebroto Kimia / fibercemen Cat Cat Spidol Oli Pengisian Oksigen Gas Elpiji Minyak. Bakrie Building Industries PT. Hermina Daan Mogot. Parama Raya PT. Fraksindo Almira PT. Indomachine PD.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 42 NAMA INDUSTRI PT. BASF Indonesia JENIS KEGIATAN Kimia JENIS LIMBAH solid VOLUME (Ton/Tahun) 13.. Indometal SedjatiLtd.5 kg ** * bersambung . Sinar Mutiara Indah PT.

Zindo Utama PT. Abdi Waluyo RSB. Thamrin RS. Blue Bird Group PT. Pam Lyonnaise Jaya PT. Sankarsa Restu Chemie PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 NAMA INDUSTRI RS. Yayasan Panti Raharja Garuda Sentra Medika Klinik Prodia Cideng Klinik Prodia Kramat Prodia Pecenongan PT. Teliti Bersih Rahayu Arawa Loundry PT. Gramedia PT. Pharos Indonesia JENIS KEGIATAN Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Klinik Klinik Klinik Klinik kimia Kawat Las Percetakan Percetakan Beton Bengkel Bengkel Bengkel / Show room Bengkel / Show room Pengolahan Air Minum Bengkel JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) * * * * * * * * * * * * ** * * * * * * * * * * liquid 40 drum * * * * * liquid 230 L * Pelapisan logam Tekstil Laundry Laundry Laundry Laundry Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi * * * * * * * ** * * * bersambung . Bunda Jakarta RS. PT. THT Bedah Proklamasi RS. Betaconcrete Mixerindo PT. Bina Estetika RS.Tarakan RS. Glorry Offset Basari Agung Nortum JAKARTA SELATAN PT. Mata Jakarta Eye Center RSJ. Pabrik Kaos "Aseli" PT.. "Kramat 128" RS. Pyridam Farma Tbk. Italindo Citra Modern PT. Organon PT. Sydna Farma/PT. Upaya Sarana Kosala PT. PGI Cikini RS. Metiska Farma PT. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .. MH. Star Metal Ware Industry PT. Central Sole Agency PT. Islam Jakarta RS. Astra International TSO PT. Astra International TSO PT. Mitra Kemayoran RS. Ontoreja Kanca Sejahtera PT. Mecosin Indonesia PT. Darma Jaya RS. Moh. Cipto Mangunkusumo RS. Ridwan Maureksa RSUD. Business News PT. YPK RS.330 .

Klinik Prodia KP Melayu PT. Tebet RS. Jakarta Medika II Klinik Prodia Arteri P Indah Klinik Prodia Bona Indah Klinik Prodia Gunawarman Prodia Pasar Minggu Lab. Lama RSB. Budhi Jaya RSUP. Yadika Keb. Asih RS. Dowell Anadrilchlumberger PT. Sumber Cakung PT. Schlumberger Geophysic PT. Prikasih RS.Tunas Ridean Tbk. Muhammadiyah Puring RSB "KARTINI" RS. Zahirah PT. Tria Dipa RS.. Panen Djaja Abadi RSB. Jakarta RS.12 kg ** ** * 517.. PT. Darma Medika RS.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 NAMA INDUSTRI PT. Pasar Minggu RS. Marinir Cilandak RS. Khusus THT. Ciranjang RS. SamMarie Purnafiat RSIA. Kebayoran RS.66 kg * * * * * * * * * * * * * 19 drum * * * * * bersambung .331 . Medistra RS. Mitra Usaha Genta Niaga JENIS KEGIATAN Farmasi Kosmetik Kosmetik Detergent Makanan Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Oil Field Service Minyak Percetakan Percetakan Beton Bengkel Bengkel JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) * * * * * * * * ** * * * * * * ** ** * 233. Setia Mitra RSIA. Betaconcrete Mexindo PT. Wonderindo Pharmata PT.71 kg * 12. Jiwa Dharmawangsa RSIA AVISENA RS. Kao Indonesia PT. Yadika RSIA. Temprint PT. Gandaria PT. Pusat Pertamina RS. Pondok Indah RS. Avon Indonesia CV. Siaga Raya RS. Fatmawati RS. MMC RS.99 kg 47. Tri Tunggal Agung Lestari PT. solid solid solid solid liquid Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .

Setianita Megah Motor PT. Brawijaya Medikatama PT. Astra International DSO Bestindo Aquatex Sejahtera PT. Tirta Sumber Kalimaya RSIA Kemang Medical Care RS. Metro Tiga Berlian Motors PT. Menara Djaja Industri PT.. Southern Cross Textile PT. New Crown Metal Works PT. Buanasakti Aneka Motor PT. Inremco Bengkel Sentosa Motor Honda Mugen PT. Moric Indonesia PT. Perfecta Textiles JENIS KEGIATAN Bengkel Bengkel Bengkel Pool taksi Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Bengkel Showroom mobil Showroom Pengelolaan Air Rumah Sakit Rumah Sakit Pencucian botol Laboratorium RS. Suyoto Corelab Indonesia PHILIPS INDONESIA Wyeth Indonesia JAKARTA TIMUR PT.332 . Meki Indonesia PT. Hangtuah Warung Buncit PT. Tunas Mobilindo Perkasa PT. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . NGK Busi Indonesia PT. Istana Kebayoran Raya I PT. Astrido Jaya Mobilindo PT. Guru Indonesia PT. Panji Rama Otomotif PD. Indomobil Trada Nasional PT.. PT. New Angkasa Motor PT. Indonesia Carpet MFG PT. Century Textile Industri CV. Panca JulangJaya Motor PT. Liavansya Utama PT. METINBOX PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 NAMA INDUSTRI PT. Permata Hijau Auto PT. Bumi Agung Perkasa PT. Leader Qualitex Indonesia PT. Dr. Istana Kebayoran Raya II PT. Tunas Ridean Tbk. RS 33 drum JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Pelapisan logam Pelapisan logam Pelapisan Logam Pelapisan logam Pelapisan logam Pelapisan logam Pelapisan logam Pelapisan logam Karton box Packing Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil Tekstil * * * * ** * * * * ** * ** * ** * bersambung . Kayaba Indonesia PT. Napoleon Light Industries PT. Blue Bird (Mampang) PT. Tirta Puspita Jaya PT.

Immortal Cosmedika PT. Bintang Toejoe PT. Lionindojaya PT. Triyasa Nagamas Farma PT. Nova Chemie Utama PT. Joenoes Ikamulya PT. Martina Berto PT. Industri Farmasi PT. Bayer Indonesia PT. Sandoz Indonesia (Bayer) PT. Mahakam Beta Farma PT. Phyto Kemo Agung Farma PT. Nicholas Laboratories Ind PT. Ethica Industri Farmasi PT. Aventis Pharma PT. Intulin PT. Ikapharmindo Putramas PT.333 . Mustika Ratu PT. Kemang Food Industri Kosmetik Kosmetik Kosmetik Kosmetik Kosmetik Kosmetik Manufacturing Makanan ternak Pembersih Lantai Detergent Detergent Pengolahan daging liquid solid Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Big Star Knitting PT.. Estetika Enterprisindo PT. Tempo Nagadi PT. Harsen Laboratories PT. Kimia Farma PT. Sara Lee Indonesia PT. Glaxo Wellcome Indone PT.. Tempo Scan Pasific PT. Arrish Rulan PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 16 17 18 19 20 21 22 22 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 NAMA INDUSTRI PT. Nellco Indopharma PT. Johnson Home Hygiene PT. Lion Wings PT. Dankos Farma PT. Soho Industri Pharmasi PT. Actavis Indonesia PT. IDS MFG Indonesia PT. Merck Indonesia PT. 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 PT. Procter & Gamble Ind PT. Pfizer Indonesia PT. Tunggal Idaman Abadi PT. Yasulor Indonesia JENIS KEGIATAN Tekstil (Perajutan) Laundry Garment Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Farmasi Kosmetik Kosmetik Kosmetik JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) * * * ** * ** liquid 13 drum ** * ** * solid 4 pallet ** * solid 5622 kg * * liquid liquid 7 drum 5 can 1 drum * ** * * * * * liquid solid 777 m3 3 pallet 217 tangki 1 truk 36 TT * ** * * ** * * * 98 drum 942 kg ** * * bersambung .

Haji Jakarta RS. Ciba Specialty Chemicals PT. Findeco Jaya PT. Islam Jakarta PDKopi RS. Navika Beverages PT. Inkenas Agung PT. Bersalin Sayyidah RS. FKUKI RS. Jantung Binawaluya Klinik Prosana Jaya Yayasan Ginjal Diatrans PT. Kepolisian Sukanto RS. Yadika (Pondok Bambu) RS. Monde Mahkota Biscuit PT.. Khong Guan Biscuit Sedap Wangi PT. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Hermina (Jatinegara) RS. Dharma Nugraha RS. Bintang Toejoe Pulomas PT. Duren Sawit RS. Pulosynthetic JENIS KEGIATAN Makanan Makanan Susu & Makanan Susu Makanan Minuman Ringan Minuman Ringan Minuman Ringan Minuman Ringan Makanan Makanan Makanan Gula Cair Susu & Makanan Susu Susu & Makanan Susu Susu & Makanan Susu Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah sakit Klinik Klinik Kimia Kimia Kimia KimiaTekstil Kimia Dasar Kimia JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) * * * * ** * * * * * * * liquid liquid 1 drum * 400 L 31 drum * * * * * * * * * * * * ** * * * * ** * * * * * * ** ** * * * bersambung . Pusat TNI AU RS. Harum Sisma Medika RS. Cadbury Indonesia PT. Sinar Sosro PT. Ciracasindo Perdana PT. Mediros RS. Pasar Rebo RS. Omni Medical Center RS. Huntsman Indonesia d/h. Nutricia Indonesia RSUD. PT. Essence Indonesia . Harapan Bunda RSB. Australia Indonesia Milk / Indomilk PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 NAMA INDUSTRI PT. Indonesian Acids Industry PT.IFF PT. Puncak Gunung Mas PT. Eka Boga Inti /HokaBento PT.. Harapan Jayakarta RS. Frisian Flag Indonesia PT. Mitra International RSUD. Lautan Sulfamat Lestari PT. Budhi Asih RS. Kartika Pulomas RS. Persahabatan RSU.334 . Nusantara Parkerizing PT.

Sinar Meadow Internatio PT. Cicero Indonesia PT.47 ton 59090 kg ** ** * ** ** ** * ** ** ** ** ** 2 box 7 jumbo bag bersambung . Herculess Aluminium Mfg PT. Yamaha Indonesia JENIS KEGIATAN Kimia kimia Cat Cat Cat Cat Tinta Ban Lem Manufactur Minyak. Sigmakalon Indonesia PT. Dic Astra Chemicals PT. SC. DIC Graphics PT. AREVA T & D PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 NAMA INDUSTRI PT. Sharp Electronics Ind PT. Pamindo Tiga T PT. Topjaya Antariksa Elektro PT. Dynea Indria PT.. PT.SabunMargarine Minyak. Century Batteries Indonesia PT. Unindo Yamaha Musik Mfg. Lion Metal Works Tbk. Intirub PT. Kangar Consolidated Indstri PT. Siemens Indonesia PT. Dyno Indria PT. Foseco Indonesia PT. Krama Yudha Ratu Motor PT. GT Kabel Indonesia PT. solid solid solid ludge solid solid Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .335 . Mitsubishi Krama Yudha PT. Torishima Guna Indonesia PT. Trico Paint PT. Artistika Inkernas PT.SabunMargarine Percetakan Percetakan Percetakan Percetakan Percetakan Plastik & polyurethane Botol gelas Alumunium Alat RT dari logam Alat RT dari logam Plastik Batterai Aki Pengecoran Keramik Pompa Perakitan kendaraan Perakitan kendaraan Perakitan kendaraan Perakitan Motor Alat berat Manufacturing Manufactur Bearing Assembling kendaraan Elektronika Elektronika Elektronika Kabel Panel Listrik Panel Listrik Pabrik Travo Perakitan alat musik Perakitan Piano JENIS LIMBAH liquid VOLUME (Ton/Tahun) 2 drum * * * * solid 1 box * * * 65331. Delapratasa PT. National Assemblers PT. United Tractors PT. Sinar Agape Press CV. Yamaha Indonesia Motor PT. FSCM Manufacturing Ind PT. Aksara Buana PT. SKF Indonesia PT. Percetakan Penebar Swadaya PT.3 kg * * * * * * * * ** * * * * ** * * ** * 16 drum 84. Alakasa Extrusindo PT.. Panasonic Mfg Indonesia PT. Tansri Gani PT. Indonesia PT. PT. Dai Nippon Printing (DNP) PT. Hasil Kesatuan PT. Indomobil Suzuki Int PT. Central JasindoKreasijaya PT. Danapaints Indonesia PT.Johnson & Son Ltd.

Sokapermai Santosa PT. Blue Bird (Kramat jati) PT..Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO NAMA INDUSTRI JENIS KEGIATAN JENIS LIMBAH liquid VOLUME (Ton/Tahun) 50 cn 1 tangki 1 TT * ** * * * * * * * liquid 18 can * * * * * ** 26730 kg 8. Sampoerna Printpack PT. Budi Muaratex PT. Charoen Pokphand PT. Dharma Jaya (Cakung) PT. Akzo Nobel Car Refinished Indonesia PT. Pabrik Kulit Indoleco PT. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Kerismas Witikco Sukses PT. Biginusindo Permai PT. Royal City Taxsi PT. Astra International Tbk Bengkel 99 PT. Surya Hidup Satwa Tbk PT. makanan susu Industri Otomotif Industri cat Mobil Industri Kimia solid Solid liquid solid liquid 2 drum Pelapisan logam Pelapisan logam Penyamakan Kulit Penyamakan Kulit Tekstil Tekstil Laundry Laundry Laundry Sablon Pakaian Farmasi Farmasi Kosmetik Kosmetik kosmetik Obat Hewan Makanan ternak Detergent liquid 1600 L * * * * * * * * * * * * * * * * * bersambung . Indolakto PT. Suzuki Indomobil Motor PT. Antam Tbk. Sayap Mas Utama RS. Mayasari Bhakti PT. Mandom Indonesia Tbk PT. Wira Insani JAKARTA UTARA PT. Sinar Antjol Pemotongan hewan Bengkel / pool taksi Bengkel / Show room Bengkel Bengkel / pool bus Bengkel / Show room Bengkel Jasa angkutan umum Logam Logam mulia Pabrik Kaleng Garmen Sabun Rumah Sakit Aluminium Susu.336 . Harindo PT. Bison (Industri Farmasi) PT. Istana Magnoliatama PT. Melati Murni PT.82 ton 3 drum 6 Karung 1L 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 PD. PT. Rawamangun ALCOMEX INDO PT. Indonesia Acid Industry Karya Gemilang Selatan DNP Indonesia Mitra Multi Media Film Laboratories PT. Brother Jaya Grafindo PT.. Auto Pit Sejahtera Bengkel Sumber Hidup PT. Zebra Asaba Industries PT. Pabrik Kulit Karya Hidup PT. Sumberkreasi Ciptalogam PT. Universe Lion PT. Astoria Prima PT. Mega Esa Farma PT.

Diamond Cold Storage PT. Pademangan Prodia Sunter Laboratorium Klinik Analisa PT. Khom Foods PT. Mahera PT. Justus Sakti Raya PT. Wirontono Baru PT.. Dr. Pabrik Cat & Tinta Pacific PT. Atmajaya RS. Kedamaian PT. Port Medical Center Klinik Prodia Kelapa Gading Klinik Prodia Pluit Klinik lab. Puri Medika RSIA. Pantai Indah Kapuk RS. Dharma Karya Perdana PT. Indofood Sukses Makmur PT. Ibu & Anak Family RSPI Prof. S & D Food Indonesia PT. Pelabuhan ) RS. Sukmul RS. Eastern Polymer PT. Bahtera Prima Arta PT. BOC Gases Indo PT.337 . Hermina Podomoro . JENIS KEGIATAN Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Pengolahan ikan Pengolahan udang Pengolahan Udang Pengawetan sayur Susu & Makanan Makanan Makanan Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Rumah Sakit Klinik Klinik Klinik Klinik Klinik Kimia Kimia kimia (oxygen) Kimia Kimia / Cat Cat Tangki penyimpan Depo isotank Depo Pertamax Pabrik Oli JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) ** * * * * * * * * * * * ** ** * ** * * * * * * * * * * * ** * * * * * * * * * * * ** * * * * * bersambung . Tugu ( RS. RS. Hontan Jaya Graha PT. Elnusa Tbk. Medika Gria RS. Dharma Samudera Fising Pelabuhan Perikanan Nizam PT. Halimas Mina Utama PT. Pertamina PT. Sulianti Saroso RS. Mitra Keluarga K Gading RSUD. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Satya Negara RS.. Makro Prima Pangan PT. Hawaii Confectionery RS. Pluit RS. Lola Mina CV. Koja RS. Pelabuhan Jakarta RS.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 NAMA INDUSTRI PT. Nipsea Paint & Chemicals PT. Fishindo Makmur Santoso PT. Mahkota Indonesia PT.

kendaraan Elektronika Bengkel/Showroom Bengkel/Showroom Baja Logam Pembangkit listrik Pembangkit listrik Pembangkit listrik Rumah Sakit Tangki penampung liquid liquid liquid liquid Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . PJB Unit Pembangkit M. Supernova PT. Margarin Minyak. Tri Dharma Wisesa PT. Sanyo Industri Indonesia PT. GS. Salim Ivomas Pratama PT. Islam Jakarta Sukapura PT. Trimitra Baterai Prakasa PT. Nilam Terang Indonesia PT. Gemala Kempa Daya PT. Selamat Sempurna PT. Astra Honda Motor JENIS KEGIATAN Minyak. kendaraan Komp. Danmotor Indonesia (Kawasaki) PT. Gaya Motor PT. Inkoako (Group Pako) PT. kendaraan Komp. Tirta Marta PT.619 kg 9760 karung ** 19 drum 20 m3 * * 10 drum * * * * 23 drum * ** ** ** * * bersambung . Margarin Minyak Sawit Sabun mandi Percetakan Kemasan kaleng Kemasan Plastik Gelas Gelas Plastik Batterai Aki Batterai Aki Beton Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor Perakitan Motor JENIS LIMBAH VOLUME (Ton/Tahun) * * * * * * * liquid liquid 2 drum ** 4 drum * liquid scrap liquid liquid sludge sludge 22 m3 230. Dua Kuda PT. Astra Otoparts Nusametal PT. Asianagro AgungJaya PT. Orson Indonesia PT. Ancol Terang Metal Prin PT. Cahaya Kalbar PT. Toyota Motor mfg PT. Alcarindo Prima PLTGU UBP Priok PT. Steel center Indonesia PT.. Karya Beton Sudhira PT. kendaraan Komp. Karang PT. Honda Prospect Motor PT. Margarin Minyak. FMC Santana PEI RS. kendaraan Komp. Komatsu Indonesia PT.338 ..317 scrap * 6 drum ** 2 drum 146090 kg 331 drum * ** ** 46 drum ** 1 box 8116. Intiboga Sejahtera PT. kendaraan Komp. Pulogadung Pawitra Laksana PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 NAMA INDUSTRI PT. PT. Timur Kentjana PT. Astra Daihatsu Motor (Assy Plant) PT. Krama Yudha Kesuma Motor PT. Astra Daihatsu Motor (Stamping) PT. Battery Inc. Denso Indonesia Corp. Astra Honda Motor PT. Astra International PT. Asahimas Flat Glass Tbk PT. SMART Tbk Perakitan Alat berat Komp. Astra International TSO PT. PT. liquid solid 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 PT. Margarin Minyak.

Nirmala Tipar Sesama PT.377/2006 11 Sep 2006 Kepmen LH No. 345/2008 12 Juni 2008 Kepmen LH No. Jaya Mulya Mandiri PT. Nusantararindu Abadi Pesona PT. 535/2009 12 Okt 2009 bersambung. 112/2002 16 Des 2002 Kepmen LH No. tempat penyimpanan sementara. 40/2002 24 Jun 2002 Kepmen LH No. PERUSAHAAN YANG MENDAPAT IZIN UNTUK PENYIMPANAN. 39/2010 22 Feb 2010 Kepmen LH No. 373/2006 11 Sep 2006 Kepmen LH No.339 . 238/2006 26 Jul 2006 Kepmen LH No. Intisumber Nusarezeki CV. PENGOLAHAN. Titian Wiraswasta Sentosa PT.. 615/2008 26 Ags 2008 Kepmen LH No. PENGUMPULAN. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Priok PIDILITE INDONESIA JENIS KEGIATAN Pembangkit listrik JENIS LIMBAH Solid VOLUME (Ton/Tahun) 180 kg Sedang perusahaan atau kegiatan usaha di DKI Jakarta yang mendapatkan izin sebagai. 270/2004 30 Des 2004 Kepmen LH No.92.304/2006 8 Sep 2006 Kepmen LH No.. Pengumpul. DAN PEMUSNAHAN (LAND FILL) LIMBAH B3 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 NAMA PERUSAHAAN CV. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Fajar Indah PT. Stiadi Utama Sejahtera CV. Gamter Jaya CV. 218/2006 7 Jul 2006 Kepmen LH No. 565/2008 15 Ags 2008 Kepmen LH No. Pemanfaat dan Pengoperasian alat pengolah limbah B3 di DKI Jakarta dapat dilihat pada tabel dibawah : TABEL : II. Karya Kayu Jaya CV. Barokah PT. YM Jaya Gaya Putra PT. 97/2002 1 Nov 2002 Kepmen LH No. 612/2007 28 Des 2007 Kepmen LH No. PEMANFAATAN. 389/2006 11 Sep 2006 Kepmen LH No.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 106 107 NAMA INDUSTRI PT. Anna Marine Corp PT. Elnusa Harapan PT. Habindo Satria Perkasa PT. Setia Utama CV. Mitra Mukim Mandiri JENIS IZIN*) Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul NOMOR IZIN Kepmen LH No.

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing PT. Kurnias CV. FMC Santana Pei PT.. 703/2008 12 Sep 2006 Kep. Jaya Mulya CV.132/2003 30 Jul 2003 Kepmen LH No. Dankos Laboratories JENIS IZIN*) Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara NOMOR IZIN Kepmen LH No. 10/2004 29 Jan 2004 Kepmen LH No. Astra Daihatsu Motor Stamping Plant Sunter PT. Toyota Motor Mfg Indonesia Sunter Plant II PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 NAMA PERUSAHAAN PT. Century Textile (Centex) Tbk PT. 336/2009 29 Des 2009 Kepmen LH No. Astra Daihatsu Motor Assembling PT. 323/2007 25 Jun 2007 Kepmen LH No. Pelabuhan Indonesia II Cab Tanjung Priok CV. Fajar Indah CV. 192/2005 12 Jul 2005 Kepgub No. Mitra Karya Utama PT. 34/2003 26 Maret 2003 Kepgub No.MenLH No. 643/2008 2 Sep 2008 Kepmen LH No. Yamaha Indonesia PT. Mitra Karya Utama PT. Toyota Motor Mfg Indonesia Sunter Plant I PT. 215/2005 25 Jul 2005 Kepmen LH No. Krama Yudha Motors and Manufacturing PT. 335/2009 29 Des 2009 Kepmen LH No. 321/2009 09 Juli 2009 Kepmen LH No.IV /LH/12/ 2006 7 Des 2007 Kepmen LH No. 425/2008 14 Jul 2008 Kepmen LH No. 210/2008 18 Apr 2008 B-1974/Dep. Gamter Jaya PT. Bina Samsurya Mandalaputra PT.119/2008 5 Maret 2008 Kepmen LH No. Intisumber Nusarezeki PT. Astra Daihatsu Motor Assy Plant PT.MenLH No. 216/2005 25 Jul 2005 Kepmen LH No. Carlos Oil Indonesia PT. 445/2007 22 Okt 2007 bersambung. 376/2007 30 Ags 2007 B-8352/Dep.IV/ LH/03/2008 18 Mar 2008 Kepmen LH No.. 428/2007 17 Sep 2007 Kepmen LH No. Berkah Anugrah Ilahi CV. 107/2002 22 Nov 2002 Kep. 287/2009 23 Nop 2009 Kepgub No. Herma Muda PT. Bering Grece Jaya CV.340 . Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . 190/2008 17 Apr 2008 Kepmen LH No. 428/2008 14 Juli 2008 Kepmen LH No.

Mustika Ratu PT. Santa Fe Indonusa PT. 88/2005 10 Mei 2005 Kepmen LH No.. 244/2009 10 Juni 2009 Dokumen izin belum ada Kepmen LH No. International Chemical Industrial Co. 173/2005 5 Jul 2005 Kepmen LH No. Krama Yudha Ratu Motor PT. Bintang Toedjoe Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara 62 PT. 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 PT. BASF PT. 243/2009 10 Juni 2009 Kepmen LH No. Baruna Raya Logistik PT. 90/2004 4 Juni 2004 Kepmen LH No. Pertamina Gas Domestik LPG Plant Tanjung Priok Pengumpul Sementara Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . 326/2007 10 Jul 2007 Kepgub No. Komatsu Indonesia PT. 431A/2009 09 Juli 2009 Kepmen LH No.. Bayer Indonesia Pabrik Cibubur JENIS IZIN*) Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara NOMOR IZIN Kepmen LH No. 315/2009 7 Des 2009 Kepgub No. Kepgub No. 127/2004 12 Ags 2004 Kepmen LH No. 78/2005 4 Mei 2005 Kepmen LH No. Pfizer Indonesia PT.341 . Gaya Motor PT. 194/2004 29 Sep 2004 Kepmen LH No. 239/2005 15 Ags 2005 Kepmen LH No. 212/2010 9 Juli 2010 Kep. 180/2005 5 Jul 2005 Kepmen LH No. Astra Honda Motor Plant pegangsaan II PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 41 42 NAMA PERUSAHAAN PT. Pulogadung Pawitra Laksana PT.92/2004 4 Jun 2004 Kepmen LH No.. 06/2005 7 Jan 2005 Kepgub No 99/2010 29 Maret 2010 Kepmen LH No. Tetra Pak Stailess Equipment. 199/2004 13 Okt 2004 Kepmen LH No.Ltd PT. 211 /2009 2 Okt 2009 bersambung. Siemens PT. Bhumyamca Sekawan PT.Marunda Shorebase PT. Indo Laval PT.MenLH No. West Java . 464/2008 21 Jul 2008 Kepgub No. 306/2009. Panasonic Manufacturing Indonesia PT. Kimia Farma PT. BP. 60/2004 30 April 2004 Kepmen LH No. 63/2008 6 Peb 2008 Kepmen LH No. Gemala Kempa Daya PT. Vinytex PT.

Suzuki Indomobil Motor PT. Waskita Karya PT.414/2006 6 Okt 2006 Kepmen LH No. 478/2007 22 Okt 2007 Kepgub No. Southern Cross Textile Industry Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Daya Radar Utama PT. 294/2009 29 Juni 2009 Dokumen izin belum ada Kepmen LH No. Astra Honda Motor . Stiadi Utama Sejahtera PT. Dynea Indria PT.Tipar Cakung PT. 516/2006 21 Nov 2006 bersambung. Sydna Farma) PT. 68/2010 8 Maret 2010 Kepgub No. Frisian Flag Indonesia Plant Pasar Rebo PT.432/2006 6 Okt 2006 Kepgub No. Sumber Harta Agung PT. 109/2007 27 Febi 2007 Kepmen LH No. Johnson Home Hygiene Product Indonesia PT. 168/2007 14 Mar 2007 Kepmen LH No. 14/2010 22 Jan 2010 Kepmen LH No. 160/2010 21 Mei 2010 Kepmen LH No. 529/2006 21 Nov 2006 Kepmen LH No.342 . 91/2007 16 Feb 2007 Kep Gub No. Pertamina Unit Pemasaran III Instalasi Tanjung Priok Depot Pelumpang PT. 551/2006 21 Nov 2006 Kepmen LH No.. Steel Center Indonesia PT. 133/2007 27 Feb 2007 Kepmen LH No. Soho Industri Pharmasi PT. Frisian Flag Indonesia Plant Ciracas PT. Kawasaki Motor Indonesia Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara 77 78 79 80 81 82 83 84 85 PT. 234/2006 26 Jul 2006 B-106/Dep IV-4/LH/01/2006 9 Apr 2006 Kepmen LH No. PT berubah nama menjadi PT. 38 tahun 2010 9 Februari 2010 Kepmen LH 56/2007 29 Jan 2007 Kepgub No.. 59/2010 22 Feb 2010 Kepmen LH No. Astra Honda Motor Plant Sunter PT. Pharos Indonesia PT.419A/2009 Dokumen izin belum ada Kepgub No. Asahimas Flat Glas Tbk PT. Sydna Farma (Organon Indonesia. 145/2006 27 Jun 2006 Kepmen LH No. Budidharma Jakarta PT. Mulia Kniting Factory ltd JENIS IZIN*) Pengumpul Sementara NOMOR IZIN Kepmen LH No. Sharp Electronics Indonesia PT. 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 PT. 29/2010 29 Jan 2010 Kepmen LH No. Heinz ABC Indonesia PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 63 NAMA PERUSAHAAN PT. 313/2009 09 Juli 2009 Dokumen izin belum ada Kepmen LH No.

Martina Berto PT.. 64/2008 6 Peb 2008 Kep 79/BAPEDAL/07/2001 16 Jul 2001 Kepmen LH No. 357/ 2007 31 Jul 2007 Kepmen LH No. Areva T & D PT.IV/LH /01/2008 3 Jan 2008 Kepmen LH No. 524/2007 19 Nov 2007 Kepmen LH No. Berkah Anugrah Ilahi PT. 587/2007 28 Des 2007 Kepmen LH No. Unindo PT. GS Battery Sunter Factory PT. 523/2007 19 Nov 2007 Kepmen LH No. Danapaint Indonesia PT. Dialog Sistemindo PT.IV/LH/03/2008 18 Mar 2008 Kepmen LH No. 126/2007 27 Peb 2007 Kepmen LH No.174/2005 5 Juli 2005 Kepmen LH No. Indofood Sukses Makmur (Bogasari Flour Mills) Unit Pabrik Tanjung Priok PT. Nipsea Paint and Chemicals PT. 600/2007 28 Des 2007 Kepmen LH No. Torishima Guna Indonesia NAMA PERUSAHAAN JENIS IZIN*) Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara NOMOR IZIN Kepmen LH No.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 PT. 636/2008 2 Sep 2008 Kepmen LH No.343 . Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Priok PT. Century Batteries Indonesia PT. 530/2008 15 Ags 2008 B-23/Dep.. GT Kabel Indonesia Tbk PT. United Tractor Tbk PT. Astra Honda Motor Plant Pulo Gadung PT. Aventis Pharma PT. Dharma Karya Perdana PT. 524/2006 21 Nov 2006 Kepmen LH No. 229/2007 7 Mei 2007 Kepmen LH No. Nusantara Parkerizing PT. 176/2008 17 Apr 2008 bersambung. Baruna Raya Logistics PT. 529/2008 15 Ags 2008 Kep 79/BAPEDAL/07/2001 16 Jul 2001 Kepmen LH No. Sokapermai Santosa PT. 358/2007 31 Jul 2007 B-2886/Dep. Nusantara Pakerizing PT.IV/LH/04/2007 20 Apr 2007 Kepmen LH No.MenLH No. 572/2007 28 Des 2007 B-1964/Dep. 445 thn 2007 22 Okt 2007 Kepmen LH No. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . NGK Busi Indonesia PT. 323/2009 09 Juli 2009 Kep. Tri Dharma Wisesa RS Kanker Dharmais PT. 148/2008 24 Mar 2008 Kepmen LH No.

Tobu Indonesia Steel PT. 408/2008 30 Juni 2008 Kepmen LH No. 304/2008 12 Jun 2008 Kepgub No. Pamindo Tiga T . Ethica PT. 159 /2010 21 Mei 2010 Kepmen LH No. Karinda Tata Lestari PT. Cakratunggal Steel Mills PT. 388/2008 24 Juni 2008 Kepmen LH No. DNP Indonesia Pengumpul Sementara Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . 358/2009 9 Juli 2009 Kepmen LH No. 147/2008 24 Mar 2008 Kepmen LH No. Astra Otoparts Divisi Nusametal PT. Lautan Sulfamat Lestari Pengumpul Sementara 132 PT. 754/2008 8 Okt 2008 Kepmen LH No. 741/2008 23 Sep 2008 Kepmen LH No. Akzo Nobel Car Refinishes Indonesia PT. Exedy PT. Wirantono Baru PT. 338/2009 9 Juli 2009 Kepmen LH No.. SKF Indonesia . 230/2008 29 Apr 2008 Kepmen LH No. Denso Indonesia PT. 486/2008 7 Ags 2008 Kepmen LH No.Pabrik Pulogadung JENIS IZIN*) Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara NOMOR IZIN Kepmen LH No.Jakarta PT. 285/2009 23 Nop 2009 Kepgub No. 717/2008 15 Sep 2008 Kepmen LH No. 112/2008 5 Mar 2008 Kepmen LH No. 313/2009 Dokumen izin belum ada bersambung. 422/2008 14 Juli 2008 Kepmen LH No. 293/2009 29 Juni 2009 Dokumen izin belum ada Kepmen LH No. Tetra Pak Stainlessn Equipment PT. 181/2008 17 Apr 2008 Kepmen LH No. Inter Word Steel Mills Indonesia PT.344 . 369A/2009 09 Juli 2009 Kepmen LH No. 324/2009 09 Juli 2009 Dokumen izin belum ada Kepmen LH No. Adiguna SE PT.Jakarta Timur PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 NAMA PERUSAHAAN RS. 663/2008 12 Sep 2008 Kepmen LH No. Ancol Terang MPI PT. Sandoz Indonesia PT. Joenoes Ikamulya PT. 490/2008 7 Ags 2008 Kepmen LH No. PJB Unit Pembangkitan Muara Karang PT. Garuda Metalindo Plant. Pertamina Jaya PT.. 131 PT. Supernova PT. 485/2008 7 Ags 2008 Kepmen LH No.

283/2009 23 Nop 2009 Kepgub No. 305/2009 Kepgub No. Swadharma Kerry Satya PT. Toyota Motor Mfg Indonesia Sunter Plant I PT. Actavis Indonesia PT.116/2002 17 Des 2002 Kepmen LH No. 252/2009 23 Nop 2009 Kepgub No. Pulogadung Steel PT. 83/2005 10 Mei 2005 bersambung. 189/2009 14 Sep 2009 Kepgub No. 454/2009 13 Agustus 2009 Kep. Istana Arta Karya PT. Philips Indonesia PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 NAMA PERUSAHAAN PT.MenLH No. 286/2009 23 Nop 2009 Kepgub No..MenLH No. Zebra Asaba Industri PT. 60/2007 29 Jan 2007 Kepmen LH No. 59/2010 22 Feb 2010 Kepgub No. 102/2010 29 Maret 2010 Kepmen LH No.. 94/2002 1 Nov 2002 Kep. Dok & Perkapalan Kodja Bahari PT. Karya Kita Jaya PT. 307/2009 Kepgub No. Atlas Copco Indonesia PT. Nuansa Ayu Karamba PT. 308/2009 4 Des 2009 Kepgub No. 56/2010 22 Feb 2010 Kepgub No.MenLH No. Sucaco Tbk PT. 22/2010 28 Jan 2010 Kepgub No. Guru Indonesia PT. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . 191/2009 14 Sep 2009 Kepgub No.345 . Krama Yudha Motors and Manufacturing JENIS IZIN*) Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Pengumpul Sementara Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator NOMOR IZIN Kepmen LH No. Unggaran Dimensi PT. Kangar Consolidated Indutries PT. 87/2010 19 Mar 2010 Kepgub No. Insani Graha Medika PT. Indonesia Steel Tube Works PT. 317/2009 Dokumen izin belum ada Kepgub No. Nutricia Indonesia Sejahtera PT. Yamaha Indonesia PT. 284/2009 23 Nop 2009 Kepgub No. Toyota Astra Motor PT. Zyrexindo Mandiri Buana PT. Indonesia Acid Industry PT. 334/2009 29 Des 2009 Kepgub No / 2009 29 Des 2009 blm ada no Kepgub No. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing PT. 303/2009 09 Juli 2009 Kepmen LH No. 12 Juni 2008 Kep.187/2004 21 Sep 2004 Kepmen LH No. The Master Steel Mfg PT.

berlaku 5 thn sejak ditetapkan Kepmen LH No. Atma Jaya RS. 470/2008 25 Jul 2008 Kepmen LH No. 568/2008 15 Ags 2008 Kepmen LH No. Kosala Agung Metropilitan) RS.. Bayer Indonesia Pabrik Cibubur PT. 220/2008 18 Apr 2008 Kepmen LH No. 429/2007 17 Sep 2007 sudah tidak memiliki/ mengoperasikan incenerator Kepmen LH No.. Ibu dan Anak Budi Kemuliaan RS. Kanker Dharmais RS.MenLH No.. Indofood Sukses Makmur (Bogasari Flour Mills) Unit Pabrik Tanjung Priok PT. 309/2005 Sep 2005 Kepmen LH No.IV /LH/09/2007 14 Sep 2007 Kepmen LH No. 403/2008 2 Jun 2008 Kepmen LH No. Astra Honda Motor Plant pegangsaan II JENIS IZIN*) Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator NOMOR IZIN Kepmen LH No.MenLH No. Tri Dharma Wisesa Incenerator Incenerator 173 174 175 176 177 178 179 RS.346 . Herlina Indah PT. 204/2006 17 Jul 2006 Kepmen LH No.Ltd PT. 59/2010 30 Maret 2010 Kepmen LH No. Krama Yudha Ratu Motor PT. Ibu dan Anak Yadika Kebayoran Lama RS. BASF PT. Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto RS. 317/2005 27 Okt 2005 Kepmen LH No. 252/2005 15 Ags 2005 Kep. 469/2008 25 Jul 2008 Kepmen LH No. 42/2010 22 Februari 2010 B-1428/Dep. 504/2007 19 Nov 2007 Kep. Johnson Home Hygiene Product Indonesia PT. 456/2009 13 agustus 2009 Kepmen LH No.IV/LH/02/2008 26 Peb 2008 (incenerator mobile) B-7298/Dep. International Chemical Industrial Co. Gaya Motor PT.120/2003 21 Jul 2003 Kepmen LH No. 167 168 169 170 RS Pusat Infeksius Sulianti Saroso RS Haji Jakarta PT. 262/2009 10 Juni 2009 bersambung. Dankos Laboratories PT.103/2003 12 Ags 2003 Kepmen LH No. 442/2009 28 Juli 2009. Yamaha Music Mfg Indonesia PT. 174/2009 30 Maret 2009 Kepmen LH No. 651/2008 2 Sep 2008 Kepmen LH No. Karya Lestari Perkasa Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator 171 172 PT. dr Cipto Mangunkusumo Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Incenerator Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . MMC (PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 158 159 160 161 162 163 164 165 166 NAMA PERUSAHAAN PT.

IV /LH/01/2008 14 Jan 2008 Kepmen LH No. Multimadya Niaga Mitratama PT. Pusat Pertamina RSUD Cengkareng PT. 473/2008 25 Jul 2008 Kepmen LH No. 104/2002 22 Nov 2002 Kepmen LH No. Komatsu Indonesia PT. Samatraco Industrial Service PT. 445/2007 22 Okt 2007 Kepmen LH No. 11/2004 29 Jan 2004 Kepmen LH No. 434/2004 15 Jul 2008 Kepmen LH No. 349/2007 31 Jul 2007 Kepmen LH No. Ovalangga Citra Samudra PT. Enviromate Technology International PT. 699/2008 12 Sep 2008 Kepmen LH No.347 . Palagan Sejati PT. Garuda Hohan Asia JENIS IZIN*) Incenerator Incenerator Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Tank Cleaning Pemanfaat Pemanfaat Pemanfaat Pemanfaat Pemanfaat Pemanfaat Pemanfaat NOMOR IZIN Kepmen LH No. 474/2008 25 Juli 2008 Kepmen LH No. Jasastar Margapella PT. 100/2003 4 Jun 2003 Kepmen LH No. Jasa Star Margapella PT. 94/2002 1 Nov 2002 Kepmen LH No. Unggaran Dimensi PT. Sinar Alindo Metal Pemanfaat Pemanfaat Sedang perusahaan atau dunia usaha yang melakukan pengangkutan limbah B3 di DKI Jakarta dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . 151/2008 24 Mar 2008 Kepmen LH No. Tritunggal Jayamandiri PT. Gamter Jaya PT. 443/2009 28 Juli 2009 Kepmen LH No. IV/LH/12/2006 18 Des 2006 Kepmen LH No. Trinitas Sakta Makmur PT. Daya Radar Utama PT. 619/2008 26 Ags 2008 Kepmen LH No. 68/2005 3 Mei 2005 Kepmen LH No. Multimadya Niaga Mitratama PT. 40/2010 22 Feb 2010 Kepmen LH No. 536/2008 15 Ags 2008 200 201 CV Artha Nirmala Lestari PT. Komatsu Indonesia PT. Adhimix Precast Indonesia PT. 06/2004 29 Jan 2004 Kepmen LH No. 100/2007 16 Feb 2007 B-7341/ Dep IV/LH/11/2006 3 Nov 2006 B-8571/Dep. Sugico Graha PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 NAMA PERUSAHAAN RS. 253/2008 8 Mei 2008 Dokumen izin belum ada B-221/Dep.

Sidomulyo Selaras PT.IV/LH/09/2007 3 Sep 2007 (AHM-Holcim) B-6970/Dep. Mandiri CV. Citosarana Jasapratama CV.IV/LH/09/2007 3 Sep 2007 (ADM-Gaya Motor-Holcim) B-6974/Dep. PERUSAHAAN YANG MENDAPAT REKOMENDASI DAN IZIN DARI PERHUBUNGAN UNTUK PENGANGKUTAN LIMBAH B3 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 NAMA PERUSAHAAN PT. Samudra Anambas PT.IV/LH/09/2007 B-5543/Dep.IV-4/LH/10/2006 2 Okt 2006 bersambung. 18 19 20 21 CV. Genta Sari Manunggal PT. Jaya Mulya Mandiri PT. Masaji Prayasa Cargo PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : II. Pertamina Tongkang PT.. PT.93.LH/07/2007 2 Jul 2007 B-6978/Dep. Sinarfajar Cahaya Utama CV. Baruna Raya Logistik CV.348 . Enviromate Technology International JENIS IZIN*) Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut NOMOR IZIN B-417/MenLH/1/2004 29 Jan 2004 B-5873/MenLH/12/2003 4 Des 2003 B-2677/MenLH/6/2004 2 Jun 2004 B-5835/Dep.IV/LH/07/2007 13 Jul 2007 (limbah medis) B-6192/Dep IV/LH/08/2007 3 Ags 2007 B-8828/Dep IV/LH/12/2008 2 Des 2008 B-6557/Dep..IV. Hasti Kencana PT. Pradini Surya Sentosa CV. Citra Mandiri PT.IV/LH/07/2007 24 Jul 2007 B-3346/MenLH/07/2005 12 Jul 2005 B-3345/Men LH/07/2005 12 Jul 2005 B-105/MenLH/01/2005 7 Jan 2005 B-5555/MenLH/10/2004 20 Okt 2004 B-3004/MenLH/06/2004 16 Jun 2004 B-4170/MenLH/08/2004 12 Ags 2004 B-4440DepIV-4/LH/09/2005 12 Sep 2005 B-4434DepIV-4/LH/09/2005 12 Sep 2005 B-6085DepIV/LH/08/2007 1 Ags 2007 B-1619/MenLH/04/2004 7 Apr 2004 B-8343/Dep IV/LH/11/2007 2 Nov 2007 B5149/Dep. Wika Trading Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Anna Marine Corp PT. Lee Thong Hung Logistik PT. Sarana Berkat Anugrah Transport PT. Rig Tenders Indonesia Tbk. Karya Lestari Perkasa PT. Barokah PT.

dapat disimpulkan bahwa upaya pengelolaan limbah B3 di DKI Jakarta pada tahun 2010 terus meningkat apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.349 . Sinar Alindo Metal CV. Pandu Niaga Nusa Cemerlang PT. Pengelolaan limbah B3 yang dilakukan oleh industri/kegiatan.IV/LH/01/2008 30 Jan 2008 B-177/Dep./MENLH/09/2008 Sep 2008 B-6670/MENLH/09/2008 8 Sep 2008 Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Apabila dilihat pada daftar diatas. Pelabuhan Indonesia II Cab Tj Priok PT. Gajah Inti Sukses PT. khususnya yang berpotensi menghasilkan limbah B3. AKR Corporindo Tbk PT. walaupun jumlah tersebut masih jauh dari jumlah kegiatan yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Amanda Hadijah Mulia JENIS IZIN*) Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut Pengangkut NOMOR IZIN B-7435/Dep. baik yang belum memiliki ijin/rekomendasi KLH maupun yang sudah memilikinya.IV/LH/05/2008 12 Mei 2008 B-5541/Men LH/07/2008 29 Jul 2008 B-5504/MENLH/07/2008 25 Jul 2008 B.IV/LH/01/2008 9 Jan 2008 B-174/Dep.IV/LH/05/2008 6 Mei 2008 B-2751/Dep. Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II .IV/LH/11/2007 12 Nov 2007 B-3323/Dep.IV/LH/02/2008 B-8535/Dep.lV/LH/11/2006 7 Nov 2006 B-675/Dep. Equinox PT.IV/LH/01/2008 9 Jan 2008 B-9366/Dep. Kreasi Sarana Logistic PT.IV/LH/02/2008 B-1130/Dep. Dari data tersebut diatas maka dapat disimpulkan adalah sebagai berikut : 1. Bina Samsurya Mandalaputra PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 sambungan NO 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA PERUSAHAAN PT. 2. Mulya Adhi Paramita PT. Jason Marintama Servindo PT.IV/LH/04/2008 16 Apr 2008 B-3511/Dep.IV/LH/01/2008 9 Jan 2008 B-1163/Dep. Ultramos Jaya PT. Berkah Anugrah Ilahi PT. Herma Muda PT. Meningkatnya jumlah pemegang ijin pengelola limbah B3 mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya pelaku usaha untuk melindung lingkungannya dari bahaya limbah B3. sudah mulai memperhatikan ketentuan pengelolaan yang berlaku (teknis dan non teknis). Guna Timur Raya PT.IV/LH/12/2007 19 Des 2007 B-176/Dep. Lee Thong Hung Logistik PT.

Tekanan Terhadap Lingkungan Halaman II . Melakukan sosialisasi tentang pengelolaan limbah B3 secara terus-menerus melalui berbagai sarana yang ada dan mungkin untuk dilakukan. halhal yang saat ini terus dilakukan adalah : 1. pengangkut dan pengolah/pemusnah) untuk konfirmasi satuan kapasitas limbah B3 yang dikelolanya melalui pelaporan realisasi per 3 bulan sesuai dengan klausul dalam setiap dokumen izin yang dimiliki. Berkoordinasi dengan industri/kegiatan pengelola limbah B3 (penghasil. 4. Membangun mekanisme pengawasan limbah B3 dengan seluruh stake holder.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Maka dalam menindaklanjuti dan meningkatkan upaya pengelolaan limbah B3 di DKI Jakarta. Departemen Perhubungan. 3. yaitu : Kementerian LH.350 . pengangkut. pengolah/ pemusnah). Berkoordinasi dengan industri/kegiatan penghasil limbah B3 yang menggunakan jasa industri/ kegiatan yang melakukan pengangkutan dan pengumpulan pelumas bekas (limbah B3) untuk melakukan pengawasan lapangan. yang melakukan pengelolaan limbah B3 (penyimpan sementara. 2. 5. industri/kegiatan yang menghasilkan limbah B3 dan. Membangun mekanisme pengelolaan dan pengawasan yang lebih spesifik terhadap limbah B3 yang bersumber dari RS/Klinik.

Hutan Kota PT. warga juga mulai dibiasakan sadar menjaga kebersihan. Rehabilitas Lingkungan Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. Hutan Kota Pluit. dimana gerakan kampung hijau bisa membantu pemerintah DKI Jakarta untuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . dan Asean. Hutan Kota Kemayoran. Pengembangan dan Program Pembangunan Hutan Kota : Lokasi yang telah ditetapkan dan telah dibuat detail perencanaannya adalah hutan Kota UI Depok. bahkan untuk kampung hijau di Cilandak. Hutan Kota Halim Perdana Kusuma serta Hutan Kota Srengseng. akibatnya pantang mundur untuk pulang kampung walaupun kehidupannya sangat memprihatinkan. hal ini terkait dengan mulai berkurangnya lahan karena bertambahnya lingkungan permukiman serta tidak tertanganinya sampah di lingkungan permukinan. 2. Hutan Kota Situ Rawa Dongkal. Walaupun tantangan kota semakin berat mau tidak mau kota Jakarta harus berbenah dalam mengurangi beban lingkungan. Matraman.351 . Gerakan Kampung Hijau ini jauh lebih baik karena kesadaran mereka tumbuh diakibatkan sudah tidak nyamannya lingkungan disekitarnya. Menggiatkan Gerakan Kampung Hijau : Gerakan kampung hijau yang ramah lingkungan saat ini mulai digalakkan di Provinsi DKI Jakarta. untuk itu perencanaan pembangunan kota harus mulai mengedepankan pemenuhan unsur vitalitas dan kenyamanan warganya. Dalam kaitan tersebut langkah yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta khususnya untuk pengembangan dan rehabilitasi lingkungan. Hutan Kota Ambereturn Cibubur. JIEP Pulo Gadung. membuat sumur resapan air. mengolah limbah dan membuat tempat bermain. keadaan dan mahkluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya sehingga kualitas lingkungan hidup perlu dijaga dan dikelola dengan bijaksana. DKI Jakarta sebagai negara Indonesia mempunyai banyak tantangan dalam hal melakukan penataan lingkungan hal ini terkait dengan jumlah penduduk dan urbanisasi yang semakin meningkat juga adanya anggapan bahwa hidup di kota besar seperti Jakarta merupakan pretise tersendiri apabila bisa menaklukkannya. Hutan Kota Mabes ABRI Cilangkap. dalam rangka mengurangi permasalahan tersebut para warga kota dengan kesadaran sendiri mereka mulai mendaur ulang sampah rumah tangga di lingkungannya dengan menjadikannya kompos dan barang-barang berguna lainnya.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 BAB IV UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN A. 1.

Kampung Hijau Kemayoran Terletak di RW 07 Gunung Sahari Utara.352 . puskesmas keliling. terdapat kegiatan pembuatan kompos. Kampung Hijau Pegangsaan Terletak di Menteng Jakarta Pusat warga menghijaukan sepanjang gang. Kampung Hijau Rawajati Terletak di RW 03 Rawajati. Kampung Hijau Mardani Terletak di daerah pasar Gembrong tepatnya di jalan Cempaka Gang Cendana RT 05/09 Rawa Selatan Jakarta Pusat. komunitas seni lukis. Ditanami banyak tanaman apotik hidup. dan sirih merah. Daerah Kampung Hijau di DKI Jakarta adalah : a. tanaman anti nyamuk. Terdapat taman. tanaman hias. g. c. e. Kampung Hijau Pramuka Terletak di jalan Pramuka Sari I. ditemukan juga tempat pembuatan kompos. merupakan kawasan percontohan pengelolaan sampah di Wilayah Jakarta Timur. mengolah kompos dan membuat jamu tradisional. dan tanaman obat-obatan. Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan. 3. f. apotik hidup. Kampung Hijau Kedoya Kerajinan dari sampah. h. Kampung Hijau Bulak Terletak di RW 15. Kampung Bulak Klender Jakarta Timur. dan kegiatan pembuatan biopori. Programnya adalah menghijaukan kampung serta pengolahan sampah sebagai kompos dan kerajinan. dan melakukan pembebasan SPBU yang Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . pemerintah daerah telah melakukan pembebasan tanah yang saat ini banyak yang terlantar dan akan dijadikan lahan terbuka hijau. lapangan olah raga (basket. Jakarta Selatan. komunitas seni musik. Kampung Hijau ini pernah mendapat Juara I JGC 2007 dan Juara II RW Bersih 2007. Jakarta Pusat terdapat permukiman padat bernuansa hijau. b. d. tanaman hias. setiap warga wajib menanam pohon di pot depan rumah dan menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun. Dalam menambah perluasan hutan kota dan mengurangi polusi udara di DKI Jakarta pada tahun 2009. Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 mencapai target Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen dari luas kota pada tahun 2030. Kampung Hijau Mampang Terletak di kawasan Mampang Prapatan. bulu tangkis) balai RW. dan perpustakaan.

Adiwiyata (Green School). Melestarikan wilayah penyangga Wilayah penyangga memiliki peran besar untuk meredam energi gelombang laut. dan Jakarta Timur sebanyak 3 (tiga) lokasi dengan menggunakan lahan seluas 4. selain hal tersebut di lima wilayah kota dan kepulauan Seribu tahun 2010 telah dilakukan penanaman pohon sebanyak 1. dimana untuk wilayah Jakarta Pusat mencapai 11 (sebelas) lokasi. terutama kawasan mangrove. wilayah Jakarta Utara sebanyak 4 (empat) lokasi dengan menggunakan lahan seluas 6. Program Jangka Panjang akan melaksanakan relokasi permukiman di sepanjang bantaran kali Ciliwung. 2 2 2 2 B. agar dapat hidup lebih layak dan mendapatkan pelayanan sanitasi yang lebih baik. pasal 15 menyatakan bahwa “setiap usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)”. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Amdal Kegiatan pembangunan yang semakin meningkat ini dikawatirkan menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. 5. dimana warga permukinan tersebut akan ditempatkan di perumahan Rusunami.580. wilayah Jakarta Selatan sebanyak 10 (sepuluh) lokasi dengan menggunakan lahan seluas 17. penerapan Green Building yang saat ini sudah dilaksanakan dan terus dikembangkan di Provinsi DKI Jakarta 6. sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi penunjang kehidupan akan rusak dan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pemulihannya. untuk itu keberadaannya perlu dilestarikan sehingga dapat mengurangi dampak banjir rob yang diakibatkan adanya perubahan iklim. yang menggunakan lahan seluas 1. misalnya pemulihan Sabuk Hijau Pantai/Green belt yang dilaksanakan di wilayah Pantai Indah Kapuk dengan bekerja sama dengan pihak swasta.979 pohon. membuat Sumur Resapan. yang termasuk wilayah penyangga adalah pantai dan rawa. Jakarta Green And Clean.475 m .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 menempati areal jalur hijau. Untuk melakukan tindakan preventif tersebut maka perlu dilakukan suatu kajian/analisa mengenai dampak dasar dan penting dari suatu kegiatan dan/atau usaha yang bertujuan untuk menganalisis. 4. mengukur serta mengidentifikasi dampak terhadap perubahan lingkungan yang mendasar.123 m . Melaksanakan dan meningkatkan program pembuatan Sumur Biopori.353 . Dengan mengacu dan mengendalikan akibat yang akan ditimbulkan oleh pengelolaan lingkungan tersebut maka pemerintah DKI Jakarta telah melakukan antisipasi dengan diterbitkannya Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2863 Tahun 2001 tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III .804 m .560 m .

5. 2. Terkoordinasikannya pengelolaan lingkungan dengan instansi terkait. 3. mengukur. serta Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 99 Tahun 2002 tentang Mekanisme Pelakanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam proses perizinan daerah. RKL-RPL atau hasil penilaian UKL-UPL yang merupakan syarat untuk memperoleh perizinan daerah (Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor 99 Tahun 2002 tentang Mekanisme Amdal dan UKL-UPL didalam perijinan daerah di Provinsi DKI Jakarta). Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan analisa. Memberikan rekomendasi Andal. ANDAL. perguruan tinggi.354 . Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 telah melakukan pembahasan dan memberikan rekomendasi untuk dokumen KA ANDAL. Termonitornya evaluasi implementasi RKL-RPL dan UKL-UPL usaha dan/atau kegiatan di Provinsi DKI Jakarta. dokumen DPPL sebanyak 92 rekomendasi untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut : Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . RKL-RPL sebanyak 92 rekomendasi. menilai. mengidentifikasi dampak besar dan penting terhadap perubahan lingkungan atau struktur dan fungsi dasar ekosistem.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 yang Wajib dilengkapi dengan Amdal di Provinsi DKI Jakarta dan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 189 Tahun 2001 Tentang Jenis Usaha/atau Kegiatan Usaha yang Wajib Dilengkapi dengan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL) di Provinsi DKI Jakarta. Terlaksananya tindakan preventif terhadap usaha dan/atau kegiatan yang dapat meninbulkan dampak besar dan penting. maka juga diterbitkannya Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 178 Tahun 2008 tentang Kewajiban Penyusunan Dokumen Lingkungan serta Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pendelegasian Kewenangan Penilaian Dokumen UKL-UPL kepada Kepala Pengelola Lingkungan Hidup Kota Administrasi. karena permasalah lingkungan apabila tidak dikelola secara baik dan benar dapat menimbulkan permasalahan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. merupakan realisasi konsistensi untuk terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang bernuansa lingkungan hidup di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. 4. Tujuan pelaksanaan penilaian AMDAL dan UKL-UPL di berbagai sektor adalah sebagai berikut: 1. para pakar. Dewan Kelurahan dan Narasumber lainnya untuk melakukan penelitian/pengkajian suatu usaha dan/atau kegiatan serta menilai kebijakan kualitas lingkungan dari usaha dan/atau kegiatan yang dimaksud.

Aries Utama Ekagriya PT.ANDAL KEGIATAN Pembangunan Rumah Susun Cipinang Besar Selatan Pembangunan Rusunami Bandar Kemayoran Pembangunan Transmisi 500 KV Pembangunan Gedung Kantor Pembangunan Rusunami Kemanggisan Resedence Pembangunan Perumahan Puri Mansion Segmen Banjir Kanal Barat Segmen Saluran Drainase Cideng-Thamrin Segmen Waduk Sunter Pembangunan Gedung Kompleks Koni Kebon Jahe Segmen Grogol-Sekretaris.ANDAL KA.ANDAL KA.ANDAL KA.ANDAL KA. International Gold Dinas Pekerjaan Umum Prov. Danau & Waduk.ANDAL KA. Direktorat Sungai. DKI Jakarta bersambung. PLN (Persero) PT.ANDAL KA. Lower Angke & Kamal Drain Segmen Upper Sunter Cakung Drain PEMRAKARSA Dinas Perumahan & Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Perum Perumnas PT. Sumberdaya Air. sambungan PEMRAKARSA 12 KA.. Direktorat Sungai. Ciputra Multivision PT. Sumberdaya Air. Danau & Waduk. Sumberdaya Air. Direktorat Sungai. Puri Arta Prima Renovasi Rumah Jabatan Anggota DPR-RI Kalibata Pembangunan Apartemen Sunter Icon Pembangunan Jalan Layang Non Tol AntasariBlok M NO JENIS DOKUMEN KEGIATAN Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Mitra Safir Sejahtera PT. Kementerian Pekerjaan Umum RI PT.ANDAL Pembangunan Rusunami Sunter Park View Pembangunan Rusunami Puri Park View Renovasi Taman Ria & Fasilitasnya Pembangunan Gdng Kantor Sovereign Plaza Pembangunan Perumahan Citra 7 Pembangunan Apartemen Signature Park Pembangunan Ruang Serba Guna Olah Raga & Fasilitasnya Pembangunan Kantor & Fasilitasnya Pembangunan Rukan Grand Aries Niaga Blok E1 Pembangunan Gd. REKOMENDASI AMDAL/UKL-UPL NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 JENIS DOKUMEN KA. Direktorat Sungai.ANDAL KA.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : III. Citra Abadi Mandiri Departemen Pekerjaan Umum. Danau & Waduk Departemen Pekerjaan Umum. Sumberdaya Air. Alam Jaya Perkasa PT.ANDAL KA. Direktorat Jend. Kementerian Pekerjaan Umum RI Project Management Unit (PMU). Krukut-Cideng & Waduk Pluit Segmen Tanjungan.ANDAL KA. Kementerian Pekerjaan Umum RI Project Management Unit (PMU).ANDAL 13 KA.ANDAL KA.355 . Direktorat Jend. Danau & Waduk.ANDAL KA.ANDAL 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 KA. Direktorat Jend. Lahan Adyabumi PT.ANDAL KA. Garama Dhanalaksmi PT. Solomo Motor Nasional & PT. Archipelago Sapta Pesona PT. Direktorat Sungai. Tiara Sakti Mandiri PT.ANDAL KA. Direktorat Jend. Chitatex Peni PT.ANDAL KA. Sumberdaya Air. Ariobimo Laguna Perkasa PT.ANDAL KA.ANDAL KA. Direktorat Jend.94. Pakin-Kali BesarJelakeng. Tripar Multivision Plus QQ PT. Pelaksana Jaya Mulia & PT. Sumberdaya Air. Direktorat Jend. Direktorat Sungai.ANDAL KA.ANDAL KA. Arta Boga Cemerlang Sekjen DPR-RI PT.ANDAL KA.. Kantor PT.ANDAL KA.ANDAL KA. Alam Jaya Perkasa Yayasan Karya Bakti Ria Bangunan / PT. Danau & Waduk Departemen Pekerjaan Umum. Danau & Waduk Dinas Perumahan & Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Project Management Unit (PMU).ANDAL KA.

Fega Marikultura PT.. Nagadi Walujo PT. PT T.ANDAL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL Kegiatan Kantor Hunian. Cipta Indah Megah Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III .7506222 Badan Pusat Statistik PD. Tbk PT. sambungan NO 60 JENIS DOKUMEN ANDAL RKL-RPL KEGIATAN Pembangunan Apartemen & Fasilitasnya Perdagangan The Mansion At Kemang PEMRAKARSA PT.ANDAL KA. Sarana Olahraga. Makmurkarya Persada PT.MMC) (Pembangunan Rumah Sakit. Gudang Garam PT. Hutama Karya PT. Esta Sarana Lestari PT.ANDAL KA. Pakkodian Lekom Maras. Pembangunan Jaya Ancol. Dharma Jaya PT.ANDAL KA. Balai Pertemuan Summeracon Kelapa Gading Pengembangan RS. PT Mitra Furnitama Karya. Kreasi Bersama Maju PT. Dirjen Sumberdaya Air Departemen Pekerjaan Umum RI PT. Budidharma Jakarta PMU. PT Perusahaan Gas Negara. Mahardhika Propertindo PT. PT PT. DKI Jakarta Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta PT. Duta Paramindo Sejahtera Dinas Pekerjaan Umum Prov. Arah Sejahtera Abadi PT. Jakarta Realty PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 KA. Bahana Development Kurniawan Sutandi cs PT. Apartemen & Fasilitasnya "Spring Hill Golf Terrace" Pembangunan Town House. Graha Cipta Propertindo Sekneg RI cq BPKK qq PT. Tbk Bonauli Real Estate. Apartemen & Fasilitasnya "Spring Hill Golf Mansion" Peleburan Besi Baja Pengerukan Saluran & Waduk di DKI Jakarta Fase 1 dalam rangka JUFMP / JEDIP Pembangunan Rusunami Casablanca East Residences Pembangunan Rumah Susun Pulogebang PT. Apartemen & Fasilitasnya Kalibata Regency Revitalisasi Jakarta City Center & Thamrin Residence II Menara Salemba Batavia Rusunami Pembangunan Hotel Delta & Fasilitasnya Pembangunan Gedung Kantor Pembangunan Rusunami Gading Icon & Fasilitasnya Apartemen Cervino Village Kegiatan Perkantoran Ratu Prabu II Pembangunan Kantor Pembangunan Gedung IFEC Pembangunan Pergudangan & Sarana Penunjangnya Pembangunan Perkantoran Menara Allianz Pembangunan Town House.ANDAL KA. Bank Rakyat Indonesia (Persero). Medialand Internasional Sekneg RI cq BPKK qq PT.ANDAL KA. Pradani Sukses Abadi PT. Tbk PT. Mall & Apartemen Kuningan City Kegiatan Budidaya Laut-Perairan Pulau Jakung Pembangunan Rusunami Bintaro Park View Pembangunan Rusunami. Binakarya Agung Propertindo Perum Perumnas bersambung.ANDAL KA. Hunian dan Fasilitasnya) Pembangunan Rusunami D'Green Pramuka Residence dan Fasilitas Penunjangnya Pembangunan Jalan Layang Non Tol Koridor Kampung Melayu-Tanah Abang Tahap 1 Pembangunan Kabel Laut Pembangunan Gedung Kantor Gudang Garam dan Fasilitasnya Pembangunan Apartemen Mutiara Menteng Mansion Pembangunan Kawasan Ancol Barat Pembangunan Pengembangan Wisma Diklat BRI Kawasan Bonavista & Fasilitasnya Pembangunan Gedung Kantor Rumah Pemotongan Hewan Pembangunan Perkantoran. Metropolitan Medical Centre (RS. Tempo Realty/PT.ANDAL KA..356 . Cempaka Wenang Jaya PT.7506333 F. Summeracon Agung.

Summeracon Agung. Direktorat Jend. Anggana Margahayu Land Iwan Soetiawan.. Cahaya Agung Makmur PT. Mitra Safir Sejahtera PT. Danau & Waduk. Sumberdaya Air. Wisma Kartika Perum Perumnas PT.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL Pembangunan Transmisi 500 KV Duri Kosambi-Kembangan Apartemen Nirvana Kemang Pembangunan Ged. Tbk PT. Asiana Lintas Cipta PT. Pembangunan Sarana Jaya PT. Direktorat Sungai. Sumberdaya Air.357 . Jakarta Propertindo PT. Perdana Gapuraprima. Direktorat Sungai. Chitatex Peni Direktorak Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan Dinas PU Prov. Apartemen & Perkantoran Mega City Daan Mogot Pembangunan Rusunami Latumenten Pembangunan Apartemen Tamansari Sudirman Pembangunan Perumahan Puri Mansion Industri Alat-alat Berat Pembangunan Gedung Kantor Multivision Tower Pembangunan Rusunami Pesona Asri & Fasilitasnya Kegiatan Industri Farmasi Pembangunan Jalan Sejajar BKT Pembangunan Gedung Menara Merdeka Pembangunan Apartemen Ancol Mansion & Fasilitasnya Pembangunan Rusunami Kebagusan City Wisma Kartika Pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Bandar Kemayoran Pembangunan Rusunami Kemanggisan Residence Pembangunan Kantor & Fasilitasnya Menara Chitatex Peni Pembangunan Jakarta MRT Lebak BulusBundaran HI Pembangunan (Perluasan) Situ Babakan Segmen Banjir Kanal Barat PT. Direktorat Jend. PT PT. DKI Jakarta 86 ANDAL RKL-RPL Pengerukan Waduk Sunter Utara. Perkantoran Wisma Pondok Indah Pembangunan Rusunami MT. Ciputra Multivision PD. Merck. Tbk PT. Direktorat Jend. Kementerian Pekerjaan Umum RI PT. Metropolitan Kentjana. Melayu-Tanah Abang Tahap 1 Pembangunan Jalan Layang Non Tol AntasariBlok M Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Waduk Sunter Timur 3 & Waduk Sunter Selatan Utara Pembangunan Rusunawa Cipinang Besar Selatan Pengerukan Saluran Drainase Cideng-Thamrin 87 88 ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL 89 90 ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL Pembangunan Gedung Perkantoran Menara Satu Sentra Kelapa Gading (MSSKG) Pembangunan Puri Village (ST. Moritz) NO 91 92 JENIS DOKUMEN ANDAL RKL-RPL ANDAL RKL-RPL KEGIATAN Pembangunan Jalan Layang Non Tol Koridor Kp.. Komatsu Indonesia PT. Mandiri Cipta Gemilang bersambung. Direktorat Sungai. DKI Jakarta Project Management Unit (PMU). Sumberdaya Air. DKI Jakarta Dinas Pekerjaan Umum Prov. Danau & Waduk. Kementerian Pekerjaan Umum RI Dinas Perumahan & Gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Project Management Unit (PMU). PLN (Persero) PT. Danau & Waduk. Bersaudara Kagum Sejahtera Dua Kuda Indonesia. Tbk Dinas Pekerjaan Umum Departemen Kebudayaan & Pariwisata PT. Citra Abadi Mandiri PT. Kementerian Pekerjaan Umum RI Project Management Unit (PMU). Tbk PT. CS PT. sambungan PEMRAKARSA Dinas Pekerjaan Umum Prov. Haryono Residences Industri Minyak Kelapa Sawit (CPO) Apartemen De Paradiso Pembangunan Kwsn Rusunami. Mahkota Kemayoran Realty PT.

NYK Puninar Logistics Indonesia PT. Antam Tbk Unit Geomin PT. PLN (Persero) PT. Tbk PT. Perbaikan & Perawatan Kapal Gedung Kantor Geomin & Fasilitas Pendukungnya Kegiatan Gedung Kantor Industri Wadah dari Logam PT. PLN (Persero) PT. Nurati Jaya PT. Metropolitan Realty International PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama PT. PLN (Persero) PT. Batavia Towerindo PT. Yekapepe Inti Graha PT. Melayu & Area Jaringan Jatinegara Jakarta Timur Kegiatan Kantor PLN (Persero) Area Pelayanan Bulungan Jakarta Selatan Kegiatan Penyimpanan (Warehouse) dan Transportasi Kegiatan Penyimpanan (Warehouse) dan Bahan Kimia Kegiatan Operasional Depo Kontainer Kegiatan RS. Yamaha Musik Indonesia Distributir PT. Permadani Propertindo Development PT. Tbk PT. Daya Sakti Perdika Mahkamah Agung PT. Astra Daihatsu Motor-ASSY PLANT Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL SPBU Pertamina Wisma Kodel Gedung Perkantoran PT. Sayap Mas Utama PT.358 . Kanker Dharmais PT. Setia Putra Sejati RS. Hand Sum Tex PT. Merpati Merine Service PT. Kanker Dharmais Hotel Mercure Conventation Centre Budidaya Ayu Karamba Kegiatan Operasional Depo Kontainer Kegiatan Operasional Depo Kontainer Kegiatan Pembuatan Kapal. Batavia Towerindo PT. Pasar Jaya Rumah Sakit Setia Mitra PT. Wooin Indonesia PT. PLN (Persero) PT. Medika Apparelindo PT. Aldevco Menara BTS Menara BTS Gedung Yamaha Music Center Gedung Kantor Usayana Holding Industri Pakaian Jadi Kegiatan Gedung Perkantoran Wisma Argo Manunggal Gedung Satu Atap Mahkamah Agung RI Kegiatan Industri Pakaian Jadi Untuk RS Industri Pembuatan Deterjen Kegiatan Peyimpanan & Perindustrian Komponen (spare part) Alat-alat Berat Industri Pencampuran Aspal Kegiatan Kantor PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya-Tangerang Gambir Kegiatan Kantor PLN (Persero) Area Pelayanan Condet & Area Jaringan Kramat Jati Jakarta Timur Kegiatan Kantor PLN (Persero) Area Jaringan Gambir & Area Jaringan Tanjung Priok Jak-Utara Kegiatan Kantor PLN (Persero) Area Pelayanan Kp.. Harmoni Mitra Utama PT. Kharisma Astra Nusantara PT. AKR Coprorindo. PLN (Persero) PT. Ancol Terang Metal Printing Industri bersambung. AKR Coprorindo. PLN (Persero) PT. Aldevco PT. sambungan NO 124 125 126 127 JENIS DOKUMEN DPPL DPPL DPPL DPPL KEGIATAN Kegiatan Rehabilitasi Pasar Perniagaan & Fasilitasnya Rumah Sakit Industri Pakaian Jadi Kantor & Gudang / Perakitan PEMRAKARSA PD.. Nuansa Ayu Karamba PT.

Kaho Indah Citragarment PT. Graha Pena Jawa Pos PT. Wirawisata Indah PT. Tbk PT. International PT. Inkenas Agung PT. Vibest International PT. Tbk Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Jaya Prasetia Mandiri PT. Alam Terang Abadi Sejahtera PT. Tbk PT.359 . Fotexco Busana International PT. Permata Bank. Young II Indonesia PT. Presstek Indonesia PT. Mulialand PT. Tbk PT. Tbk PT. Permata Bank. Tridharma Sakti Indah PT. Katexindo Citramandiri PT. Kang International PT. Permata Bank. KH. Bangun Kuningan Indah SCBD Suites PT. Reksagriya Antam PT.. Jakarta Sinar Intertrade PT. Permata Bank. Doosan Cipta Busana Jaya PT. Korosi Specindo PT. Avery Dennison Packaging Indonesia PT. Pyramid Realty Indonesia PT. Global Prom PT. Jayaland PT.. Permata Bank.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL Kegiatan Gedung Perkantoran Aneka Tambang Gedung Perkantoran Sentra Mulia Gedung Perkantoran Graha Pena Industri Furniture Gedung Perkantoran Plaza 89 Industri Pembuatan Label Kegiatan Industri / Produksi Barang dr Plastik Industri Textile Sample Book Perkantoran Plaza Kuningan Kegiatan Industri / Produksi Barang dr Plastik Kegiatan Kantor Kegiatan Distributor Kegiatan Industri Barang Logam untuk Elektronika Kegiatan Pengumpulan dan Penampungan Sementara Oli Bekas/Pelumas Bekas/Minyak Kotor Kegiatan Pengumpulan dan Penampungan Sementara Oli Bekas Kegiatan Operasional ITC Roxy Mas & Apartemen Pool Taksi & Pendukungnya Blue Bird Group Kegiatan Operasional Gedung Hotel Royal Regal Industri Pakaian Jadi Industri Pakaian Jadi Jasa Perdagangan Import Accesoriers Pakaian Jadi Menteng Regency Apartement Industri Gantungan Pakaian Kegiatan Industri Minuman Ringan Kegiatan Industri Alat Pendeteksi Korositas Industri Pakaian Jadi Kegiatan Industri Farmasi Apartemen Menara Budi Kegiatan SCBD Suites Kegiatan Industri Pakaian Jadi Kegiatan Operasional Stockpile (Penyimpanan Pasir) Industri Farmasi Kegiatan Operasional Industri Percetakan Kain dan Bordir (Embroidery) Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Pluit Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Sawah Besar PT. Mulia Persada Tata Lestari PT. Karya Tehnik Pasirindo PT. Westside Agritama PT. Permata Bank. Mahakam Beta Farma PT. Blue Bird Group PT. sambungan NO 163 164 165 166 167 JENIS DOKUMEN DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL KEGIATAN Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Harmoni Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Pantai Indah Kapuk Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Jayakarta Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Melawai Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang PEMRAKARSA PT. Tbk PT. Anna Jaya Mandiri PT. Tbk bersambung. Permata Bank. Dong Kwang Printing PT. Dankos Farma PT.

7. Tbk PT. Ketetapan rencana kota (yang sudah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang KDB-KLB). Permata Bank. Tbk PT. Buanagraha Arthaprima PT. 2. Tbk PT. Permata Bank. Tbk PT. Gambar perencana perspektif dan foto situasi dilokasi rencana kegiatan (1 minggu terakhir). 4. Stock Pile Batubara & Hasil Tambang Lainnya PT. 5.000 M ). Permata Bank. Tbk PT. Permata Bank. Atlas Copco Indonesia PT. Permata Bank. Pergudangan. Graha Putra Nusa PT. 9. Tbk PT. Tbk PT. Blok Plant (yang sudah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang/gambar perencanaan pemrakarsa yang disetujui/dapat dilengkapi pada saat proses Andal RKL-RPL). Daftar riwayat hidup penyusun study Amdal (CV). Master Printing Nusantara PT. Tbk PT. Permata Bank. 10. MoU (bila ada kerjasama dengan pihak kedua atau ketiga). 6. Suku Cadang & Perlengkapannya Stasiun Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Kegiatan Percetakan Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Glodok Plaza Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Roa Malaka Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Kedoya Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Gunung Sahari Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Balikpapan Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Muara Karang Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Sunter Nirwana Hunian & Fasilitasnya Gedung Artha Graha The Capital Residence Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Pembantu Jembatan Lima Kegiatan Operasional Bank Permata Cabang Mangga Dua Textile Kegiatan Depo Container MSC. 3. Permata Bank. Transportation. Zona Tiga Lintas Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta Keterangan : Tentang persyaratan administrasi penyusunan Dokumen Ka-Andal adalah sebagai berikut : 1. Indosat. Peta dan Gambar. Tbk Apartemen Kusuma Candra PT. Famlee Invesco PT. 8.360 . Tbk PT. Hasil Sosialisasi Amdal. Akte Pendirian Perusahaan/KTP (apabila kepemilikan perorangan).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 DPPL DPLH DPLH DPLH DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DPPL DELH Pembantu Sunter Royal Gedung Perkantoran Paninlife Center Kegiatan Perdagangan Besar Mesin-mesin. Sertifikat tanah. Permata Bank. SIPPT (bilamana luas lahan lebih dari 5. Permata Bank. Sehubungan dengan kondisi yang semakin komplek dalam hal penanganan dokumen maka 2 Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III .

Kualitas dokumen Amdal yang dihasilkan masih rendah sehingga tujuan ideal pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan masih sebagai harapan bagi berbagai pihak. Bagi pemrakarsa. sehingga kontribusi di dalam pengelolaan lingkungan hidup masih rendah. sehingga walaupun mengetahui kegiatannya wajib Amdal. c. C. Amdal lebih dipandang sebagai instrumen perijinan ketimbang instrumen pencegahan dampak lingkungan akibat dari usaha dan/atau kegiatan yang dilakukan. Untuk perbaikan proses penegakan hukum Amdal. dibandingkan dengan pelaksanan proyek di lapangan. 5. perlu adanya sanksi administrasi. 4. maka upaya yang saat ini dilakukan adalah : 1. Penegakan Hukum Pelaksanaan penegakan hukum lingkungan hidup terpadu dilakukan salah satunya dengan legal sampling yaitu pengambilan sampel limbah cair oleh BPLHD Provinsi DKI Jakarta dan tim terkait terhadap kegiatan usaha yang sebelumnya telah mendapatkan Teguran I.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 permasalahan yang sering dihadapi oleh Komisi Penilai Amdal Daerah Provinsi DKI Jakarta adalah sebagai berikut : a. b. Dengan banyaknya permasalahan tersebut. Kurangnya atau tidak adanya kepedulian dari pemrakarsa terhadap lingkungan akibat dari kegiatan yang dilakukan. Keputusan Gubernur) dan penegakan hukum yang tegas kepada pemrakarsa kegiatan yang menyalahi ketentuan yang berlaku. Ruang Lingkup pelaksanaan penegakan hukum terpadu meliputi : Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . perdata maupun pidana. Penyusunan Amdal terlambat. Amdal merupakan bagian studi kelayakan dengan pendekatan ilmiah (termasuk aspek sosial) dan pendekatan ekosistem. Dokumen Amdal yang dihasilkan berkualitas baik dengan melihat sertifikasi dan akreditasi penyusun Amdal.361 . mereka enggan memenuhi kewajibannya. d. dengan tidak pernahnya melaporkan implementasi RKL-RPL kepada instansi yang bertanggung jawab dan berwenang. Perlu adanya ketentuan hukum (Peraturan Gubernur. Masih adanya pemrakarsa kegiatan yang tidak peduli terhadap lingkungan. 2. Teguran II dan Peringatan karena tidak memenuhi Baku Mutu Limbah Cair. Perlu adanya sanksi administrasi terhadap pemrakarsa yang tidak pernah melaporkan implementasi RKL-RPL nya. 3. e.

pengelolaan limbah B3.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 a. Penegakan Hukum Pidana terhadap kegiatan usaha/industri yang diduga melakukan pencemaran dan perusakan lingkungan melalui beberapa tahapan (pengumpulan bahan keerangan.95. pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka.362 . Hasil dari kegiatan penegakan hukum dapat dilihat pada tabel dibawah : TABEL : III. pemberkasan dan penyampaian berkas perkara kepada kejaksaan dengan tembusan kepada Polda Metro Jaya). PELAKSANAAN LEGAL SAMPLING DAN TINDAK LANJUT TAHUN 2010 NO 1 TINDAK LANJUT Kembali Binwas WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara JUMLAH KEGIATAN USAHA 4 5 1 2 1 6 2 1 1 2 11 2 2 4 1 bersambung. Pelaksanaan koordinasi dengan para penegak hukum (Korwas Polda Metro Jaya. b.. tidak melaksanakan ketentuan izin dan ketentuan dalam dokumen lingkungan).. Penegakan Hukum Administrasi terhadap kegiatan usaha/industri yang melakukan pelanggaran dalam pengelolaan lingkungan (pengelolaan limbah cair. Jaksa Tinggi dan Pengadilan Tinggi)/Tim Terpadu. melakukan upaya paksa. sambungan JUMLAH KEGIATAN USAHA 3 1 1 - 2 Pelaksanaan Saluran 3 Penutupan Saluran 4 Penutupan Saluran dan Proses Sidik NO 5 TINDAK LANJUT Pelaksanaan Pembangunan IPAL 6 Pembukaan Saluran WILAYAH Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Jakarta Selatan Jakarta Timur Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Utara Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . c. pengelolaan limbah udara. gelar perkara.

Pengecekan keberadaan jaringan distribusi serta peruntukan pemakaian air bawah tanah. letak dan kondisi meter air.  Pembuatan berita acara hasil temuan lapangan. Pengecekan lokasi titik sumur. pengendalian dan penertiban. Pengawasan dan penertiban tersebut dilakukan secara rutin dan berkoordiasi dengan instansi dan unit terkait diwilayah Provinsi DKI Jakarta terutama pada daerah yang mempunyai pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat. Dari hasil pengawasan dan penertiban pemanfaatan air bawah tanah di DKI Jakarta dapat dilihat pada tabel dibawah : Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Pengawasan dan pengecekan kegiatan pengambilan air bawah tanah meliputi :       Pengecekan ijin. Pengecekan fungsi. Pengecekan segel pabrik dan segel dinas meter air. Dengan adanya pengawasan pengendalian dan penertiban penyimpangan terhadap pemanfaatan air bawah tanah yang tidak sesuai dengan peraturan.363 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 JUMLAH Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta Keterangan : 50 Tugas pokok BPLHD Provinsi DKI Jakarta diantaranya adalah melakukan pengawasan. serta tetap melayani masyarakat untuk dapat memanfaatkan air bawah tanah tanpa merusak lingkungan. Pengecekan keberadaan sumur pantau bagi yang memiliki sumur lebih dari 5 buah titik sumur dalam satu lokasi. terhadap kegiatan usaha yang memanfaatkan air bawah tanah. kartu juru bor dan instalasi bor.

tingkat kesadaran dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan harus terus ditingkatkan. Untuk tatanan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.364 . HASIL PENGAWASAN DAN PENERTIBAN PEMANFAATAN AIR BAWAH TANAH DI DKI JAKARTA TAHUN 2010 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 BULAN Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember JUMLAH Sumber : BPLHD Provinsi DKI Jakarta Keterangan : JUMLAH LOKASI 0 5 0 3 5 21 15 7 15 30 53 19 173 JUMLAH SUMUR DALAM 0 7 0 4 6 19 6 4 20 20 63 17 166 JUMLAH SUMUR DANGKAL 0 4 0 3 1 11 14 3 2 18 51 18 125 JUMLAH PENYEGELAN 0 1 0 0 1 3 0 5 2 5 18 6 41 PENYITAAN & PENYIDIKAN 1 6 7 D. usaha-usaha peningkatan dan pengembangan ke arah konservasi alam yang sudah diimplementasikan dalam setiap kegiatan pembangunan harus dipertahankan begitu juga komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam perencanaan program-program yang mengandung upaya konservasi sumberdaya alam dan kelestarian lingkungan terutama dalam pengalokasian dana bagi upaya pengelolaan.96. Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . penyelamatan dan pemulihan lingkungan serta dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang ada dibutuhkan “political will” Pemerintah Provinsi yang tinggi dan konsisten selain peningkatan “law enforcement” untuk para pelanggar hukum dalam masalah lingkungan perlu diupayakan peningkatannya. Peran Serta Masyarakat Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara sadar. terencana yang memadukan komponen lingkungan hidup ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan. Usaha kerjasama yang dilakukan oleh semua pelaku pembangunan (pemerintah provinsi. kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 TABEL : III. masyarakat dan kalangan swasta) secara bersama-sama dalam pengelolaan lingkungan memiliki tujuan akhir tercapainya peningkatan kesejahteraan masyarakat. pemeliharaan.

kultur budaya setempat dan keragaman demografis. maka setiap rencana kegiatan pembangunan harus diinformasikan kepada komponen masyarakat di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. tingkat pemahaman masyarakat belum terlihat cukup baik dan merata sehingga dirasakan perlu untuk melakukan upaya pelibatan masyarakat dan peningkatan pemahaman akan pentingnya lingkungan hidup. Kondisi rendahnya komitmen dari kalangan swasta tersebut diindikasikan dengan masih ada kegiatan yang belum memiliki dokumen UKL dan UPL. Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III .365 . masih terdapat variasi tingkat pemahaman yang signifikan terhadap pengelolaan lingkungan hidup. terdapat juga kondisi dimana pelaku kegiatan yang memiliki dokumen lingkungan namun tidak mengimplementasikannya sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen seperti pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tidak maksimal karena biaya operasional yang relatif mahal. hal ini menandakan bahwa masyarakat di DKI Jakarta sudah merasa ikut memiliki tentang arti dari pengelolaan lingkungan. tingkat kesejahteraan masyarakat. dalam hal ini diatur berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 76 Tahun 2001 tentang Pedoman Operasional Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. banyak instansi yang ikut serta berpartisipasi dalam penanaman pohon penghijauan/reboisasi di DKI Jakarta hal ini dapat dilihat pada Tabel UP-3A(T). Guna merealisasikan pencapaian tujuan pembangunan Provinsi DKI Jakarta. Secara garis besar. sehingga air limbah yang dikeluarkan belum memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Perbedaan pemahaman tersebut disebabkan adanya perbedaan tingkat pendidikan. perdagangan dan jasa) yang belum menerapkan kaidah-kaidah konservasi sumberdaya alam dan lingkungan dalam proses kegiatannya. maupun Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL). komitmen terhadap pengelolaan lingkungan masih terlihat relatif renda karena masih banyak pelaku kegiatan (industri. Namun demikian partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan lingkungan telah mulai tumbuh seperti yang diindikasikan dalam keterlibatan masyarakat pada gerakan rehabilitasi lahan/penghijauan dengan kegiatan penanaman tanaman pada lahan-lahan kritis dan pembuatan sumur resapan dan DAM penahan di beberapa kelurahan pada Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Untuk tatanan swasta (private sector). Pada tahun 2010 selain banyaknya warga masyarakat. Masih terlihat terjadinya kecenderungan yang signifikan dari pelaku kegiatan di Provinsi DKI Jakarta untuk hanya mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa mengindahkan azas keberlanjutan. Namun demikian telah ada pula pelaku bisnis yang menerapkan kaidah-kaidah ramah lingkungan seperti beberapa perusahaan yang telah menerapkan ISO 14000 Sistem Manajemen Lingkungan. Untuk tatanan masyarakat.

Yayasan Garuda Nusantara. Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA). Memastikan adanya transparansi dalam keseluruhan proses AMDAL dan rencana usaha dan/atau kegiatan. Peran partisipatif masyarakat telah dirintis dengan diselenggarakannya kegiatan ”Konsultasi Masyarakat”. dan diharapkan adanya dialog/komunikasi dua arah.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Mengacu dengan hal tersebut diatas pada Pasal 5 (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa setiap orang mempunyai hak dan kewajiban untuk dapat berperan serta dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Formapel. yaitu dengan menghormati hak-hak semua pihak untuk mendapatkan informasi dan kewajiban semua pihak untuk menyampaikan informasi yang harus diketahui pihak lain yang terpengaruh. Komite Penghapusan Bensin Bertimbal. Yayasan Bina Usaha Lingkungan. Indonesian Center for Environmental Law (ICEL). yaitu pemberian/penyuluhan kepada masyarakat tentang program pemerintah.366 . Jakarta Green Monster. Memberikan informasi dan menampung aspirasi masyarakat (bisa diwakili golongan tertentu) yang diperkirakan terkena dampak rencana kegiatan. Wahana Lingkungan Indonesia wilayah DKI Jakarta. terbukti dengan timbul dan tetap berkembangnya upaya perorangan maupun kelompok masyarakat untuk ikut terlibat dalam organisasi peduli lingkungan hidup seperti :                Lembaga M3. 2. Peningkatan partisipasi dari masyarakat di Provinsi DKI Jakarta untuk turut serta menjaga dan memelihara lingkungannya. WWF Indonesia. Lintas Pelaku. Dengan adanya komunikasi dua arah diharapkan dapat menimbulkan rasa memiliki di pihak masyarakat karena sejak dini masyarakat disertakan ”Urun Rembug”. Yayasan Wahana Visi Indonesia. Kaukas Lingkungan Jakarta. Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Terangi. Mitra Emisi Bersih. Proses pelibatan masyarakat dalam setiap kegiatan pembangunan dimaksudkan agar dapat : 1. Menciptakan suasana kemitraan yang setara antara semua pihak yang berkepentingan. 3.

mahasiswa serta pengguna kendaraan bermotor serta mengkampanyekan penghapusan bensin bertimbal di wilayah DKI Jakarta. 2. Tentang Sejarah Singkat BPLHD Provinsi DKI Jakarta berasal dari gabungan dua unit yang berbeda yaitu Biro Lingkungan Hidup (BLH) dan Kantor Pengkajian Perkotaan dan Lingkungan (KPPL) adalah dimulai Sejak Tahun 1981 untuk dimana pada tahun tersebut didirikannya Biro Bina dan Kependudukan Lingkungan Hidup (BKLH) Tentang sejarah masing-masing unit tersebut diatas adalah sbb : Biro Bina dan Kependudukan Lingkungan Hidup (BKLH) Provinsi DKI Jakarta berdiri pertama kali sesuai dengan Terbitnya Perda No. Diskusi kelompok LSM pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah. tetapi sejak Tahun 1992 dengan terbitnya Perda No. Green School. Swisscontact Bentuk-bentuk peran serta masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup di Wilayah DKI Jakarta hingga tahun 2010 antara lain : 1. 3. Melaksanakan pelestarian alam dan lingkungan serta mendorong pembangunan hulu hilir berdasarkan sub koordinat kesatuan ekosistem. Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . karang taruna. 5. Kegiatan pembersihan kali/sungai dan pemberdayaan masyarakat di bantaran sungai bersama masyarakat seperti pelajar. maka BPLHD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai peran yang sangat strategis dalam melakukan pengelolaan lingkungan di wilayah DKI Jakarta. kalangan agama. 4. Program Kali Bersih. Pelibatan civitas akademika dalam diskusi penanganan pengelolaan Lingkungan Hidup dan melaksanakan program penghijauan di DKI Jakarta seperti dalam Sekolah Hijau. tim penggerak PKK. 10 Tahun 1992 terbentuk Susunan dan Tata kerja yang baru dan berubah nama menjadi Biro Lingkungan Hidup (BLH). 6. Kelembagaan Sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta nomor 10 tahun 2008 tentang Perangkat Daerah. penghijauan dan lain-lain. Rencana Detil Tata Ruang. pramuka. Program Konservasi Kawasan Lindung.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010   Yayasan Pelangi Indonesia. 10 Tahun 1981 terbentuk susunan dan tata kerja Biro Bina dan Kependudukan Lingkungan Hidup (BKLH) Pemda DKI Jakarta. E. Pelibatan masyarakat dan LSM yang bergerak dalam bidang lingkungan guna membahas penilaian dokumen AMDAL serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL). organisasi kepemudaan. Melaksanakan sosialisasi tentang bahaya pemakaian bensin bertimbal baik terhadap siswa.367 . Gerakan Cinta Lingkungan (GCL).

dari jumlah tersebut jumlah karyawan yang menduduki jabatan Fungsional Lingkungan. 2. Dinas Pertambangan Provinsi DKI Jakarta. 2 Tahun 1988 dimana sebelumnya bernama Kantor Pusat Penelitian Masalah Perkotaan dan Lingkungan (PPMPL) Pemda DKI Jakarta. Fungsi Pengelolaan Limbah B3 dari Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2010 BPLHD Provinsi DKI Jakarta mempunyai jumlah personil sebanyak 256 karyawan yang terdiri dari 149 laki-laki dan 107 perempuan yang diperbantukan di lima wilayah kota dan Kepulauan Seribu serta kantor BPLHD Provinsi DKI Jakarta tentang jumlah personil menurut tingkat pendidikan dan lokasi penempatannya dapat dilihat pada Tabel UP-14A(T). Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Fungsi Pengelolaan Limbah Domestik dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Kantor Pengkajian Perkotaan dan Lingkungan (KPPL) berdiri sejak tahun 1988 sesuai dengan terbitnya Perda No. 6 Tahun 1991 terbentuk Kantor Pengkajian Perkotaan dan Lingkungan (KPPL) Pemda DKI Jakarta perubahan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkotaan dan Lingkungan (PPPPL) Pemda DKI Jakarta. dan pada tahun 1991 diterbitkan Perda No. 8 Tahun 1980 Pusat Penelitian Masalah Perkotaan dan Lingkungan (PPMPL) Pemda DKI Jakarta berubah menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkotaan dan Lingkungan (PPPPL) Pemda DKI Jakarta. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta mendapat 3 tambahan fungsi tugas selain tugas pokok yang selama ini menjadi tanggung jawabnya diantaranya : 1. dan Pengendali Dampak Lingkungan Penyelia sebanyak 13 karyawan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel UP-15 dan UP-15A(T). 5 Tahun 1998 terbentuk Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah DKI Jakarta (BAPEDALDA DKI Jakarta) yang merupakan hasil penggabungan (merger) dari Unit Biro Bina Lingkungan Hidup (BLH) dan Kantor Pengkajian Perkotaan dan Lingkungan Hidup (KPPL) DKI Jakarta. 3. Fungsi Pengendalian Pemanfaatan Air Bawah Tanah dari ex. tetapi sejak Tahun 1980 dengan terbitnya Perda No. dan pada tahun 2001 maka berubah nama menjadi Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta dibentuk berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2001 tentang Bentuk Susunan dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Provinsi DKI Jakarta merupakan perubahan dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Provinsi DKI Jakarta. dan pada tahun 2009 bedasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Gubernur Nomor 165 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta. PPNS dan PPLHD di BPLHD Provinsi DKI Jakarta untuk Pengendali Dampak Lingkungan Pertama berjumlah 14 karyawan. Sejak Tahun 1998 dengan diterbitkannya Perda No.368 .

Menumbuhkembangkan dan memperkuat kapasitas serta meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pengelolaan lingkungan. pengelolaan sumberdaya perkotaan dan penerapan instrumen baru dalam pengelolaan lingkungan. Fungsi : a. pengembangan model-model konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. pengawasan dampak lingkungan hidup. pengawasan.369 . evaluasi.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Sedang visi dan visi BPLHD Provinsi DKI Jakarta adalah : Visi Terwujudnya Kota Jakarta Yang Memiliki Lingkungan Berkelanjutan. penelitian dan pengembangan dalam upaya pengelolaan lingkungan. d. b. Tentang Tugas Pokok dan Fungsi BPLHD Provinsi DKI Jakarta adalah : Tugas Pokok : adalah menyelenggarakan pengelolaan lingkungan hidup. strategi penegakan hukum dan pengembangan instrumen lingkungan dalam rangka pelestarian lingkungan hidup. Pelaksanaan kebijakan pelestarian dan penataan lingkungan meliputi pelestarian dan pemulihan lingkungan. pengendalian dan evaluasi dalam pengelolaan lingkungan hidup terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan. perencanaan tata lingkungan melalui pengendalian tata ruang dan peningkatan keterpaduan dalam perencanaan. Misi Menumbuhkembangkan profesionalisme dalam pengelolaan lingkungan. pengendalian. pemantauan. perijinan lingkungan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Perumusan kebijakan bidang lingkungan hidup yang meliputi perencanaan. Pelaksanaan kebijakan pencegahan dampak lingkungan dan pengelolaan sumberdaya perkotaan meliputi penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Mengembangkan sistem informasi lingkungan untuk menunjang terciptanya kerjasama. Terwujudnya Tanggung Jawab Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan di Kota Jakarta. pengendalian habitat Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Pelaksanaan kebijakan pengendalian pencemaran dan sanitasi lingkungan meliputi pengendalian pencemaran sumber kegiatan dan atau badan usaha. adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan perlindungan atmosfir serta penanggulangan kerusakan lingkungan. c. pengkajian.

Melakukan pembinaan terhadap kantor pengelola lingkungan hidup di Kota/Kabupaten Administrasi. h. penegakan hukum lingkungan secara administrasi. d. Kantor Lingkungan Hidup Kota Administrasi dan Kabupaten Administrasi. pengelolaan keuangan. Bidang Pelestarian dan Tata Lingkungan. Kegiatan dalam rangka Udara Bersih Untuk Semua (UBUS) : Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day). Melakukan pembinaan jabatan fungsional di bidang lingkungan hidup.370 . Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Unit Pelaksana Teknis (UPT).Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 dan sanitasi lingkungan. pengelolaan kepegawaian dan hukum. f. Bidang Penegakan Hukum Lingkungan. c. Bidang Pengendalian Pencemaran dan Sanitasi Lingkungan. susunan Organisasi Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Pelaksanaan kebijakan pebegakan hukum lingkungan meliputi fasilitasi penyelesaian sengketa lingkungan. Kawasan Dilarang Merokok. Program Strategis BPLHD dalam meningkatkan upaya pengendalian lingkungan di wilayah DKI Jakarta diantaranya : 1. Pelaksanaan kesekretariatan meliputi perencanaan dan evaluasi program dan anggaran serta pengembangan kerjasama lingkungan. f. perdata maupun pidana terhadap pelaku pencemaran dan perusakan lingkungan hidup serta edukasi lingkungan. Pelaporan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan fungsi. Kepala Badan. j. i. i. pengelolaan sumberdaya sampah dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Kelompok Jabatan Fungsional. e. Dalam menunjang operasional kegiatan di unit BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor. Sekretariat. g. e. g. pengelolaan administrasi persuratan dan pelayanan masyarakat terpadu dengan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang lingkungan hidup dan pengelolaan urusan rumah tangga serta penyebaran informasi lingkungan. h. b. Bidang Pencegahan Dampak Lingkungan dan Pengelolaan Sumberdaya Perkotaan. Penyelenggaraan Unit Pelayanan Teknis (UPT) meliputi UPT Laboratorium Lingkungan dan UPT Pengembangan Pengelolaan Lingkungan. terdiri dari : a.

Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Kalpataru.371 . Kampung Ramah Lingkungan. Penegakan Hukum. Pemantauan Kualitas Udara. Kegiatan dalam rangka Green City dan Peran Serta Masyarakat : Adipura. Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Sumur Injeksi Air Tanah Dalam. Ijin Pengumpulan Limbah B3. Peran Serta Dalam PEMSEA. Adiwiyata (Green School). Ijin Penyimpanan Sementara Limbah B3. Situ dan Air Tanah. Program Super dan Pesisir Pantai. Penerapan Kawasan Parkir Berstiker Lulus Uji Emisi. Ijin Operasional Laboratorium Lingkungan). Ijin Emisi Sumber Tidak Bergerak. Program Kali Bersih (PROKASIH). Pemantauan Kualitas Perairan. Penerapan Kebijakan Tata Kelola Lingkungan Hidup (daya dukung & daya tampung). 4. Jakarta Green and Clean. Kegiatan dalam rangka Tata Kelola Lingkungan : Penilaian Amdal. Kegiatan dalam rangka Integrated Coastel River Basin Management (ICRBM) : Pantai Bersih Laut Lestari. Muara Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu. Pemantauan Sungai. 3. 2. Jakarta Green Offfice. Biopori. Ijin Pembuangan Air Limbah. 5. Pengawasan Implementasi RKL-RPL dan UKL-UPL. Program Peningkatan Kinerja Perusahaan (PROPER). Pemberian Ijin Lingkungan (Ijin Pengambilan Air Tanah.Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 Pengelolaan Kualitas Udara dalam Ruangan (KUDR). Kegiatan dalam rangka Air Lestari : Sumur Resapan.

Penerapan Baseline emisi Gas Rumah Kaca dan Naskah Akademis Rencana Aksi Daerah (RAD). Penyusunan Pedoman Pengawasan Penggunaan (Bahan Perusak Ozon) BPO. Upaya Pengelolaan Lingkungan Halaman III . Kegiatan dalam rangka Global Warming : Green Belt. Penyusunan Perencanaan Penerapan Green Building di DKI Jakarta. Carbon Finance Capacity Building (CFCB).372 .Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 6.

.......... 6 5.................................. i DAFTAR TABEL ................................. Tujuan Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah .......................................... 6 G.................................... 8 2.DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR GUBERNUR KDKI JAKARTA KATA PENGANTAR KEPALA BPLHD PROVINSI DKI JAKARTA DAFTAR ISI .................................... Pendekatan Penyusunan ....................................................................................................................................................................................................... Pelaksanaan Kegiatan ........................... Kependudukan dan Ketenagakerjaan ........................................................................................................................... Bidang Sarana dan Prasarana Kota ..................... Lahan dan Hutan ................................................................................................................................................................ Prioritas Pengalokasian APBD 2010 .................................... 9 3............................. viii DAFTAR GAMBAR.............................................................. Bidang Sosial Budaya ....................................................................................................................... 17 i ......................................................................... iv DAFTAR GRAFIK ............... Isu-isu Utama Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta ....................................................................................................... Visi dan Misi Pemerintah Provinsi dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta ...... Lahan ............................................................................................................................................................... 8 1.................................................................................... 2 D............ 5 1............................................................................... 3 1..................................................................................................... 3 2............................................ Hutan ....... Kebijakan Pembangunan Daerah Berkelanjutan Provinsi DKI Jakarta ................................................................................ xv DAFTAR LAMPIRAN. 1 C........................................................ 14 1........................................................... 1 B............. 5 3.............. 4 F..................... Prioritas Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta .................................. 2 2......... 13 BAB 2 KONDISI LINGKUNGAN HIDUP DAN KECENDERUNGANNYA .................................. 5 4........... xvi ABSTRAK .....................................1 A................... Bidang Ekonomi .................................................................................. 14 2..................1 BAB 1 PENDAHULUAN ............................................... Sistematika Penyajian ..... Latar Belakang ............................................................. Metodologi Penyusunan ...........14 A. Prosedur Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah ............ 4 E..................... Sumber Daya dan Lingkungan Hidup ......................... 2 1.......................................................................................................................................................................................................... Proses Kegiatan ...................... Sumber Data .................................................................................................................................................... 5 2.....

........................... 286 5............................................................................ Persebaran dan Kepadatan Penduduk ............................................................................................ Bencana Alam ..... 245 G..................... 51 1................................................................... Situ-situ (Waduk) .......................... Kesehatan ........................ Kebakaran ......................... 259 B......... 292 1.............. 289 6................................................................................................. 281 4......................... Gambaran Ancaman terhadap Wilayah Pesisir Teluk Jakarta ........ 252 BAB 3 TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN .................................................................... 205 F........................................................................................................................................................ 186 1................. Permukiman ....................................................... Kepadatan Penduduk ......................................................... 187 2.......................................................................................................................................................................................... 54 2....................................................................................... 299 F................................................................................................... 162 E...B........................................... Laut........ 258 A.. 42 2...................................... Status Kesehatan dan Gizi ...... Sanitasi Lingkungan ...................................... 297 E........................... Kualitas Udara Ambien Metode Sesaat (manual) ..................................... Upaya Perbaikan Kesehatan dan Gizi ................... Pesisir dan Pantai ................. 304 ii ......... Air Tanah ............................................... Iklim .. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk ........... Kemiskinan ................... Kependudukan ........... 158 2...................................... Perairan Teluk .......... Kondisi Umum Hidro-Oseanografi di Wilayah Pantura ................................. 153 1.................................................................. 188 3................. 291 C............ 43 C................................. Arti Penting Wilayah Pesisir Teluk Jakarta ................................................................................................. 42 1.................. Dampak Kualitas Udara Ambien Terhadap Kesehatan Masyarakat ............................................................................ Listrik. Sungai ....................................................................................... 194 5.......................................... Energi ......................... 258 1..................................................................................... 68 3............................................................................. Sebaran dan Kepadatan Penduduk .................................................... 302 G..................... Pertanian ............................ Pertambangan ...................... Keanekaragaman Ekosistem ............ Keanekaragaman Spesies ...................................................... 108 D.............................................................................................. Air ...... 295 D.................... 281 3.............................................................................................................. Akses Terhadap Infrastruktur Permukiman (Air Bersih..................... dsb) ..................................... Mangrove .............................. Udara ........................................ 280 2........................................................................................................ Keanekaragaman Hayati . 278 1.................................................................................................. 258 2....................................................... Industri ....................................................... 189 4.... 293 2.....

................ Rehabilitas Lingkungan .................................................................................................................................................. Amdal ........................................................................................................................... 307 I................................................................. 321 BAB 4 UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN ....... Pariwisata ............................................... 364 E............ 351 A.................................. Penegakan Hukum ............................................. Transportasi....... Peran Serta Masyarakat ................................. 353 C.................................. 316 1........................................... 319 2............ 320 J............................................................ Kelembagaan ................................................................................................................................................................................................................. Limbah B3 ............. Pengembangan Atraksi Pariwisata .................................. Pengembangan Tata Ruang Pariwisata .......................... 351 B................................... 361 D...... 367 LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA iii ...................................H.........

............ Nilai Indeks Pencemar (IP) Air dan Kategorinya ........... Tahun 2009 Kisaran Kadar Kimia Organik/Anorganik Air Tanah.................................................12 Tabel : II............................. Kondisi Pemukiman Pemantauan Kualitas Air Tanah di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009 ............ Jumlah Sumberdaya Hutan Menurut Fungsi dan Tipe Hutan di DKI Jakarta Tahun 2010 ..10 Tabel : II..11 Tabel : II...... Fauna yang dilindungi di suaka margasatwa Muara Angke....................... Neraca Sumberdaya Air : Air Tanah Provinsi DKI Jakarta..................................................................................................15 Tabel : II............................ Kondisi Umum Lokasi Pemantauan Situ Tahun 2010 ................................ Peralatan Sampling Air Situ/Waduk ... Lokasi Pengambilan Sampel Situ/Waduk di DKI Jakarta Tahun 2010 . 2009 ........... Persentase Jumlah Sumur Tidak Memenuhi Baku Mutu Untuk Parameter Coliform Provinsi DKI Jakarta....... Tahun 2010 ..........7 Tabel : II....3 Tabel : II............................................................... 2009 ..... Lokasi Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta........ Tahun 2010 ............................. 2009 ....................... Kisaran Kualitas Fisik Air Tanah di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009 ...................13 Tabel : II............6 Tabel : II. Jenis Vegetasi di Kawasan Lindung Muara Angke........8 Tabel : II.................................................... 2010 ........................ Persentase Jumlah Sumur Tidak Memenuhi Baku Mutu Untuk Parameter Besi (Fe) Provinsi DKI Jakarta..... Persentase Parameter Fisik Air Tanah Yang Melebihi Baku Mutu.......... Persentase Jumlah Sumur Tidak Memenuhi Baku Mutu Untuk Parameter Mangan (Mn) Provinsi DKI Jakarta...............................22 Inventarisasi Sumberdaya Lahan Menurut Klasifikasi Penggunaan Lahan..... 2010 ...... 2009 ................... Persentase Jumlah Sumur Tidak Memenuhi Baku Mutu Untuk Parameter Organik Provinsi DKI Jakarta....................................................................... Jarak Sumur dengan Septik Tank di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2009 ....16 Tabel : II... Status Mutu (Indeks Pencemaran) Air Tanah Provinsi DKI Jakarta................... 15 19 20 47 49 53 54 59 59 60 61 61 63 64 64 65 65 66 69 70 71 72 iv ...20 Tabel : II...................................1 Tabel : II.................... Angke Kapuk dan Kamal............... 2009 ..............14 Tabel : II..... Persentase Jumlah Sumur Tidak Memenuhi Baku Mutu Untuk Parameter Detergent Provinsi DKI Jakarta.......18 Tabel : II.........21 Tabel : II....17 Tabel : II........................................................................... 2009 .....................4 Tabel : II..............DAFTAR TABEL Halaman Tabel : II....................................... 2009 ....... Neraca Sumberdaya Air : Air Permukaan Provinsi DKI Jakarta...2 Tabel : II................................ 2009..5 Tabel : II.............................................19 Tabel : II....................... 2009.......9 Tabel : II...............................................

..................45 Tabel : II............37 Tabel : II.................. Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Kuningan.... Jakarta Selatan (Peruntukan Pemukiman) ......... Kualitas Fisik Situ di Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010 ............34 Tabel : II. Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Istiqlal................47 Tabel : II..42 Tabel : II...................50 Kualitas Fisik Situ di Wilayah Jakarta Timur Tahun 2010 ............ Rerata Kualitas Fisik Sungai Sunter Tahun 2010 ............23 Tabel : II.........48 Tabel : II..............................49 Tabel : II..... Jakarta Timur (Peruntukan Industri) .....38 Tabel : II............................................................... Kualitas Fisik Situ di Wilayah Jakarta Utara Tahun 2010 ............................ Kualitas Udara Ambien Parameter Debu (TSP) DKI Jakarta Tahun 2010 .....30 Tabel : II............................ Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Tebet.......... Kualitas Udara Ambien Parameter Pb DKI Jakarta Tahun 2010..32 Tabel : II.24 Tabel : II...............................36 Tabel : II............31 Tabel : II..............................................40 Tabel : II............................ Kualitas Fisik Situ di Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 ....................................... Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Kawasan PT........................................ Jumlah Titik Pemantauan dan Status IP Sungai di DKI Jakarta Tahun 2010 .. JIEP............39 Tabel : II.25 Tabel : II................... 81 81 82 83 83 101 109 111 111 112 112 115 116 118 121 126 129 146 Lokasi Pengambilan Sampel Kualitas Udara Ambien DKI Jakarta dan Peruntukannya Tahun 2010 ...... Rerata Kualitas Fisik DAS Cipinang Tahun 2010 ................................................... Rerata Kualitas Biologi DAS Sunter Tahun 2010 ... Rerata Kualitas Biologi Sungai Ciliwung Tahun 2010 ..........44 Tabel : II.... Rerata Kualitas Fisik Sungai Ciliwung Tahun 2010 ............... Kisaran Konsentrasi Mikrobiologi Situ/Waduk DKI Jakarta Tahun 2010 ................... Kualitas Fisik Situ di Wilayah Jakarta Barat Tahun 2010 ........28 Tabel : II............. Rerata Kualitas Biologi Sungai Cipinang Tahun 2010. Rerata Kualitas Fisik Sungai Mookervart Tahun 2010 .......26 Tabel : II.. Kualitas Udara Ambien Parameter SO2 DKI Jakarta Tahun 2010 ................................................. Peralatan Sampling Air Sungai................ Nilai Indeks Pencemar (IP) Air Sungai dan Kategorinya .................35 Tabel : II...........29 Tabel : II...............43 Tabel : II... Klasifikasi Derajat Pencemaran Berdasarkan Shannon-Wiener .................33 Tabel : II......................... 157 158 159 160 161 166 167 168 169 v .....................................................................Tabel : II......27 Tabel : II............. Jakarta Pusat (Peruntukan Niaga) ...................46 Tabel : II..41 Tabel : II...................... Lokasi Pengambilan Sampel Air Sungai Tahun 2010 .................... Kualitas Udara Ambien Parameter NO2 DKI Jakarta Tahun 2010 .. 156 Metode Analisa Kualitas Udara ........................ Jakarta Selatan (Peruntukan Perkantoran) ........................

..72 Tabel : II...........66 Tabel : II.................. 2010 ................................................69 Tabel : II................. 287 vi ..............................55 Tabel : II........................ 202 Posisi koordinat stasiun di Teluk Jakarta .......... 266 Angka Kematian Bayi dan Angka Harapan Hidup Menurut Jenis Kelamin di DKI Jakarta........ 275 Komposisi Penduduk Usia 15-64 Tahun yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan dan Jenis Kelamin..............56 Tabel : II............... 282 284 Persentase Rumah Tangga Menurut Jenis Dinding Terbanyak di DKI Jakarta...................... Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Kahfi...............................65 Tabel : II..................................61 Tabel : II...................60 Tabel : II..52 Tabel : II.Tabel : II........................................ 267 Migran Masuk Selama Hidup Menurut Golongan Umur dan Jenis Kelamin ........................................................................................................54 Tabel : II.... 285 Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Air Minum Tahun................ Vegetasi Mangrove di Kawasan Pesisir Teluk Jakarta Bagian Barat............................ Jakarta Timur (Peruntukan Pemukiman) ......................... Jakarta Utara (Peruntukan Industri dan Pemukiman) 171 Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Lubang Buaya....................................................62 Tabel : II................................. 274 Partisipasi Angkatan Kerja Usia 15-64 Tahun Menurut Tingkat Pendidikan...68 Tabel : II.....64 Tabel : II.... Jakarta Barat (Peruntukan Pemukiman) .......................71 Tabel : II........... 1980 – 2010 ............................................................ 260 Rata-rata Anak Lahir Hidup per Perempuan menurut Kelompok Umur.................................73 Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Taman Impian Jaya Ancol..........59 Tabel : II...67 Tabel : II.....................53 Tabel : II............................... Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Kalideres............. Jakarta Selatan (Peruntukan Pemukiman) .... 201 Keberadaan Jenis Ikan Karang di Kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu .................... 2010............. 172 173 174 195 196 Keberadaan Jenis Karang batu Pada beberapa Pulau di Kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu ........... 2010 ............70 Tabel : II...... 1961-2010.......... 2010 ............. IMR dan Angka Harapan Hidup (e0) ............................................................. 2010 (Persen) ...................................... Jumlah Penduduk DKI Jakarta... 1990 – 2010 ..... 206 259 Persentase Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Administrasi Tahun 1971 – 2010 .57 Tabel : II............................................ 265 CDR..51 Tabel : II...... Persentase Rumah Tangga Menurut Jenis Lantai di DKI Jakarta...... Luas dan Kerapatan Tutupan Mangrove .........................................................................................................63 Tabel : II................. 270 Kegiatan Utama Penduduk Usia 15-64 Tahun Menurut Jenis Kelamin Tahun 2000 dan 2010 (Ribu Orang) ............................... 276 Persentase Rumah Tangga Menurut Luas Lantai di DKI Jakarta............ 2010 (Persen) ....................... Jakarta Utara (Kawasan Rekreasi) 170 Tingkat Kualitas Udara Ambien – Lokasi Pantau : Cilincing.......58 Tabel : II.....

.............. 294 Angka Kesakitan...................... 1998 ........................................93 Tabel : III.......... 2010 ..88 Tabel : II........74 Tabel : II................... 313 Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke DKI Jakarta...........82 Tabel : II.....................77 Tabel : II.............................................. 2010 ................................... 295 Jumlah Penduduk....................... dan Pemusnahan (Land fill) Limbah B3 ...... Pelaksanaan Legal Sampling dan Tindak Lanjut Tahun 2010 ..... Luas Daerah........... 348 Rekomendasi Amdal/UKL-UPL .Tabel : II...................................................76 Tabel : II.... 339 Perusahaan yang Mendapat Rekomendasi dan Izin dari Perhubungan Untuk Pengangkutan Limbah B3 ......86 Tabel : II..............................................................................79 Tabel : II. 355 362 Hasil Pengawasan dan Penertiban Pemanfaatan Air Bawah Tanah di DKI Jakarta Tahun 2010 . 312 Jumlah Lalu Lintas Pesawat Udara yang Berangkat dan Datang Melalui Pelabuhan Udara Soekarno-Hatta.81 Tabel : II................ 2010 ... 288 Angka Kematian Bayi dan Angka Harapan Hidup di DKI Jakarta.........89 Tabel : II...........96 Persentase Rumah Tangga Menurut Cara Memperoleh Air Minum di DKI Jakarta................ Besarnya Bagi Hasil yang Diperoleh Provinsi DKI Jakarta ...............2010 ................... Pemanfaatan...... 2004-2010... 2010 ....................... 2004 .......................... Panjang.....80 Tabel : II.... 311 Jumlah Penumpang dan Barang yang diangkut Melalui Pelabuhan Tanjung Priok Menurut Jenis Pelayaran dan Jasa Pelayaran Pelabuhan....................................... Jumlah Kendaraan di Provinsi DKI Jakarta ............. Tahun 2000 – 2010........ Tenaga Medis dan Jarak Rata-rata Fasilitas Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota Administrasi ....................................................94 Tabel : III.....................................75 Tabel : II............................. 296 Penolong persalinan balita di DKI Jakarta...... 2010 ..................95 Tabel : III................................................ Perusahaan Penghasil Limbah B3.............84 Tabel : II.91 Tabel : II..................................... 312 Jumlah Lalu Lintas Pesawat Udara yang Berangkat dan Datang Melalui Pelabuhan Udara Halim Perdana Kusuma.......................87 Tabel : II.... Pengumpulan........... Rata-rata Lama Sakit dan Rata-rata Lama Pemberian Asi di DKI Jakarta..........85 Tabel : II..... Luas dan Status Jalan Menurut Jenisnya........78 Tabel : II...... Distribusi Bahan Bakar Berdasarkan Sektor Pengguna (Liter) ..................... Pengolahan........ 309 Jumlah Barang yang Dibongkar dan Dimuat Melalui Pelabuhan Laut Tanjung Priok................................ 2004-2010 .........2010 .................................. 318 328 Perusahaan yang Mendapat Izin Untuk Penyimpanan..................................................83 Tabel : II.......... 2010 ........90 Tabel : II... Jenis Limbah dan Volumenya .... Luas Areal dan Produksi Pertambangan Menurut Jenis Bahan Galian ................................. Panjang dan Luas Jalan Menurut Kota Administrasi dan Jenis Jalan............................................................. 364 vii ............... 297 303 303 305 306 308 309 Jumlah Penumpang Kapal yang Datang dan Berangkat Melalui Pelabuhan Laut Tanjung Priok.......... 2004 – 2010 (Ton) .............92 Tabel : II........

........20 Grafik : II......... Konsentrasi BOD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010.....4 Grafik : II...27 Konsentrasi BOD Situ/Waduk di Wilayah Jakarta Timur. Konsentrasi COD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 ...................11 Grafik : II................................2 Grafik : II.DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik : II.........................14 Grafik : II........7 Grafik : II..22 Grafik : II.10 Grafik : II...... Konsentrasi Organik Situ/Waduk Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010.. 84 85 85 86 87 87 88 89 89 90 90 91 92 92 93 94 94 95 95 96 96 97 97 98 99 99 100 viii ......21 Grafik : II. Konsentrasi Detergent Situ/Waduk Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010 ...... Konsentrasi Organik Situ/Waduk Wilayah Jakarta Barat Tahun 2010 .. Konsentrasi BOD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 ........ Konsentrasi BOD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Barat Tahun 2010 ..17 Grafik : II.......... Konsentrasi Detergent Situ/Waduk Wilayah Jakarta Timur Tahun 2010 .......................... Konsentrasi Detergent Situ/waduk Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 ...1 Grafik : II........8 Grafik : II................24 Grafik : II...... Konsentrasi DO Situ/Waduk Wilayah Jakarta Barat.... Konsentrasi COD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Barat Tahun 2010 .......... Konsentrasi DO Situ/Waduk Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 .... Konsentrasi Detergent Situ/Waduk Wilayah Jakarta Barat Tahun 2010 .............16 Grafik : II...19 Grafik : II.......................................................13 Grafik : II..... Konsentrasi COD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Timur........... Konsentrasi Phospat Situ/Waduk Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010 ...... Konsentrasi DO Situ/Waduk Wilayah Jakarta Utara Tahun 2010 . Konsentrasi Phospat Situ/Waduk Wilayah Jakarta Utara Tahun 2010........5 Grafik : II. 2010 .......12 Grafik : II............... Konsentrasi COD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010 ... Konsentrasi DO Situ/Waduk Wilayah Jakarta Timur.....6 Grafik : II...18 Grafik : II.....26 Grafik : II... 2010 . Konsentrasi COD Situ/Waduk Wilayah Jakarta Utara Tahun 2010 . Konsentrasi Phospat Situ/Waduk Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 ..... Konsentrasi Phospat Situ/Waduk Wilayah Jakarta Barat Tahun 2010 ...... Konsentrasi Phospat Situ/Waduk Wilayah Jakarta Timur. Konsentrasi Organik Situ/Waduk Wilayah Jakarta Timur Tahun 2010 .23 Grafik : II..... 2010 .........9 Grafik : II.....25 Grafik : II.........3 Grafik : II...15 Grafik : II............ 2010 ...... Konsentrasi DO Situ/Waduk Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010 .. Konsentrasi Organik Situ/Waduk Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 ..... 2010...

.............33 Grafik : II....................................... Indeks Pencemaran Situ/Waduk Wilayah Jakarta Barat Tahun 2010 ......30 Grafik : II.................... Konsentrasi Organik S.........49 Grafik : II........................................ Indeks Pencemaran Situ/Waduk Wilayah Jakarta Utara Tahun 2010 .............................................31 Grafik : II.................... Konsentrasi Detergent Sungai Angke Tahun 2010 ..................43 Grafik : II. Konsentrasi Detergent Sungai Mookervart Tahun 2010 .............38 Grafik : II.............45 Grafik : II............................35 Grafik : II............. 100 101 103 104 104 105 106 106 107 113 113 113 114 114 115 116 117 117 117 117 118 119 119 119 119 120 120 121 122 122 ix ......29 Grafik : II..............42 Grafik : II.. Konsentrasi BOD Sungai Cipinang Tahun 2010 .............47 Grafik : II............Grafik : II.......... Indeks Pencemaran Situ/Waduk Wilayah Jakarta Pusat Tahun 2010 ..54 Grafik : II......... Konsentrasi DO Sungai Cipinang Tahun 2010 ........39 Grafik : II................. Konsentrasi DO Sungai Angke Tahun 2010 ............................ Konsentrasi Phospat Sungai Mookervart Tahun 2010 ..........................53 Grafik : II.............46 Grafik : II............................... Indeks Pencemaran Situ/Waduk Wilayah Jakarta Selatan Tahun 2010 .. Konsentrasi Organik Sungai Ciliwung Tahun 2010 ...................................................28 Grafik : II............... Konsentrasi Organik Sungai Angke Tahun 2010 ..................32 Grafik : II..................................41 Grafik : II....44 Grafik : II.......... Konsentrasi BOD Sungai Angke Tahun 2010 ..................50 Grafik : II.......................................52 Grafik : II...........................................................................................................57 Konsentrasi Organik Situ/Waduk Wilayah Jakarta Utara Tahun 2010 ................. Konsentrasi Phospat Sungai Ciliwung Tahun 2010 .................... Konsentrasi Phospat Sungai Cipinang Tahun 2010 ..56 Grafik : II........51 Grafik : II........... Konsentrasi Detergent Sungai Cipinang Tahun 2010 ..................... Konsentrasi BOD Sungai Cipinang Tahun 2010 .................55 Grafik : II.. Indeks Pencemaran Situ/Waduk Wilayah DKI Jakarta Tahun 2010............................... Konsentrasi Detergent Sungai Ciliwung Tahun 2010 ............. Konsentrasi COD Sungai Angke Tahun 2010 ...............................48 Grafik : II..........................................34 Grafik : II..................................37 Grafik : II.............................. Konsentrasi BOD Sungai Ciliwung Tahun 2010 ....................40 Grafik : II.... Mookervart Tahun 2010 ........ Konsentrasi Organik Sungai Cipinang Tahun 2010 ................................... Persentase Indeks Pencemaran Situ/Waduk Wilayah DKI Jakarta Tahun 2010 ...................... Indeks Pencemaran Situ/Waduk Wilayah Jakarta Timur Tahun 2010 ................ Konsentrasi COD Sungai Ciliwung Tahun 2010............... Konsentrasi Phospat Sungai Angke Tahun 2010. Konsentrasi Detergent Situ/Waduk Wilayah Jakarta Utara Tahun 2010 ................... Konsentrasi DO Sungai Ciliwung Tahun 2010 ....36 Grafik : II.

.................................60 Grafik : II.............83 Grafik : II.............81 Grafik : II.......... Konsentrasi Organik Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Tahun 2010 .................................70 Grafik : II.......79 Grafik : II................... Konsentrasi Phospat Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 ....87 Konsentrasi BOD S............................78 Grafik : II.......................................................84 Grafik : II............................. Konsentrasi COD Sungai Sunter Tahun 2010..... Konsentrasi Organik Sungai Grogol Tahun 2010 ............ Konsentrasi DO Sungai Krukut & tarum barat Tahun 2010 ............ Konsentrasi DO Sungai Grogol Tahun 2010 ................................................................................................................................. Konsentrasi COD Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 .Grafik : II. Konsentrasi Organik Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 .................71 Grafik : II...............73 Grafik : II.................... Konsentrasi Phospat Sungai Krukut & Tarum Barat Tahun 2010 .... Konsentrasi COD Sungai Krukut & tarum barat Tahun 2010 ................................ Konsentrasi Phospat S.67 Grafik : II.................................................................................................................85 Grafik : II..... Konsentrasi Detergent Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Tahun 2010.........................................................................72 Grafik : II...............77 Grafik : II........80 Grafik : II................66 Grafik : II...............................................63 Grafik : II.....75 Grafik : II............82 Grafik : II................. Konsentrasi Detergent Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 ................................... Mookervart Tahun 2010 ............ Konsentrasi BOD Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 ............... Konsentrasi Organik Sungai Krukut & Tarum Barat Tahun 2010 ..............64 Grafik : II..................................... Konsentrasi BOD Sungai Grogol Tahun 2010............74 Grafik : II.............. Konsentrasi DO Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 ..... Konsentrasi BOD Sungai Sunter Tahun 2010 ..................... Konsentrasi Detergent Sungai Sunter Tahun 2010........ Konsentrasi COD Sungai Grogol Tahun 2010 ........................ Konsentrasi COD Sungai Mookervart Tahun 2010 .. Konsentrasi DO Sungai Mookervart Tahun 2010...... Konsentrasi DO Sungai Sunter Tahun 2010...... 122 123 123 124 124 125 125 125 126 127 127 127 128 128 128 129 129 130 130 130 131 132 132 132 132 132 133 134 134 134 x ... Konsentrasi Phospat Sungai Grogol Tahun 2010 ........69 Grafik : II.....................76 Grafik : II.59 Grafik : II............... Konsentrasi Detergent Sungai Grogol Tahun 2010 .......................................................58 Grafik : II............ Konsentrasi Phospat Sungai Sunter Tahun 2010 ....... Konsentrasi Organik Sungai Sunter Tahun 2010 .................65 Grafik : II.........86 Grafik : II...........68 Grafik : II..62 Grafik : II.. Konsentrasi Detergent Sungai Krukut & Tarum Barat Tahun 2010 ................................................................................................................. Konsentrasi BOD Sungai Krukut & Tarum Barat Tahun 2010 .. Cengkareng Drain & Kali Baru Timur Tahun 2010 ...61 Grafik : II............................

.............. Beban Pencemar COD di Sungai Mookervart Tahun 2010 ........ Beban Pencemar COD di Sungai Cipinang Tahun 2010 .........98 Grafik : II. Konsentrasi Organik Sungai Buaran....... Beban Pencemar COD di Sungai Grogol Tahun 2010 ....................Grafik : II................94 Grafik : II....115 Konsentrasi BOD Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Tahun 2010 ........... Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 ...........................103 Grafik : II......... Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 .... Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 Konsentrasi COD Sungai Buaran.......................................91 Grafik : II...... Beban Pencemar BOD di Sungai Ciliwung Tahun 2010 ........... Konsentrasi COD Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Tahun 2010 .........110 Grafik : II............................... Konsentrasi DO Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Tahun 2010 ...................104 Grafik : II..... Konsentrasi Phospat Sungai Petukangan dan Sungai kamal Tahun 2010....... Beban Pencemar BOD di Sungai Cipinang Tahun 2010 ...100 Grafik : II........ Beban Pencemar BOD di Kali Angke Tahun 2010 ........................................................ Konsentrasi Detergent Sungai Buaran..............................................101 Grafik : II.................................................... Konsentrasi DO Sungai Petukangan dan Sungai Kamal Tahun 2010 ..................113 Grafik : II...........................................96 Grafik : II...................................114 Grafik : II......... Konsentrasi BOD Sungai Petukangan dan Sungai Kamal Tahun 2010................93 Grafik : II................ Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 ............88 Grafik : II..........97 Grafik : II..........................89 Grafik : II...............................95 Grafik : II........................106 Grafik : II........................................... Konsentrasi Organik Sungai Petukangan dan Sungai Kamal Tahun 2010. Beban Pencemar COD di Kali Angke Tahun 2010 ............ 135 135 135 136 136 137 137 137 137 138 138 139 139 139 139 140 140 141 141 141 141 142 142 142 142 143 143 143 xi ....................................... Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 .............108 Grafik : II................99 Grafik : II.............. Konsentrasi Phospat Sungai Buaran.............92 Grafik : II....... Beban Pencemar BOD di Sungai Mookervart Tahun 2010.......... Beban Pencemar COD di Sungai Ciliwung Tahun 2010 ............. Konsentrasi COD Sungai Petukangan dan Sungai Kamal Tahun 2010 ..109 Grafik : II.................................. Beban Pencemar BOD di Sungai Grogol Tahun 2010 ..... Konsentrasi Detergent Sungai Petukangan dan Sungai Kamal.............111 Grafik : II............... Beban Pencemar COD di Sungai Sunter Tahun 2010 .......................... Konsentrasi BOD Sungai Buaran.......................................... Beban Pencemar BOD di Sungai Sunter Tahun 2010 ....................... Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 Konsentrasi DO Sungai Buaran..... Beban Pencemar COD di Sungai Pesanggrahan Tahun 2010.................102 Grafik : II..........................................................................105 Grafik : II.......90 Grafik : II................................................................................................................107 Grafik : II..............112 Grafik : II..............................

......Cengkareng Drain dan Sungai Kali Baru Timur Tahun 2010...140 Grafik : II................119 Grafik : II.........116 Grafik : II..............................125 Grafik : II....................... Indeks Pencemaran Sungai Buaran..Grafik : II........................................................................... Beban Pencemar COD di S......139 Grafik : II.....141 Beban Pencemar BOD di Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 .........126 Grafik : II.. Beban Pencemar COD di Sungai Petukangan dan Kamal Tahun 2010 ..................................................................................................................131 Grafik : II.122 Grafik : II...............................117 Grafik : II. Beban Pencemar COD di Sungai Krukut dan Sungai Tarum Barat Tahun 2010 ........ Indeks Pencemaran Sungai Petukangan dan Kamal Tahun 2010 ......138 Grafik : II.......................124 Grafik : II...........132 Grafik : II...................... Kelimpahan Zooplankton (ind/m3) di Perairan Laut Teluk Jakarta .........118 Grafik : II...........................................................................................................................................................................133 Grafik : II............................... Kualitas Udara Ambien Parameter Debu (TSP) DKI Jakarta Tahun 2010 ...................... Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 ....... Beban Pencemar COD Sungai Buaran.......... Kualitas Udara Ambien Parameter SO2 DKI Jakarta Tahun 2010 .........................Cengkareng Drain dan Sungai Kali Baru Timur Tahun 2010..... Komposisi Jenis Zooplankton di Perairan Laut Teluk Jakarta ..................... Indeks Pencemaran Sungai Cipinang Tahun 2010...............................................134 Grafik : II..............128 Grafik : II................................................... Beban Pencemar BOD di Sungai Petukangan dan Kamal Tahun 2010 .. Indeks Pencemaran Sungai Angke Tahun 2010 ..........................130 Grafik : II.........137 Grafik : II...... Indeks Pencemaran Sungai Krukut dan Tarum Barat Tahun 2010 ................. Indeks Pencemaran Sungai Cengkareng Drain dan Kali Baru Timur Tahun 2010 .........................................................................................135 Grafik : II............ Indeks Pencemaran Sungai Pesanggrahan Tahun 2010 ....136 Grafik : II...........120 Grafik : II................................ Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 .............................................. Cakung Drain dan Blencong Tahun 2010 ................. Indeks Pencemaran Sungai Grogol Tahun 2010 .............. Indeks Pencemaran Sungai Mookervart Tahun 2010........................................ Beban Pencemar BOD di Sungai Krukut dan Sungai Tarum Barat Tahun 2010 ........................................ Indeks Pencemaran Sungai Ciliwung Tahun 2010 .................................................................129 Grafik : II.............. Kualitas Udara Ambien Parameter NO2 DKI Jakarta Tahun 2010 . 143 144 144 145 145 145 145 146 146 147 147 148 148 149 149 150 150 151 151 152 159 160 161 162 210 211 xii ... Beban Pencemar BOD di S...........................................123 Grafik : II....... Indeks Pencemaran Sungai Sunter Tahun 2010 ............ Beban Pencemar BOD Sungai Buaran................................................................................127 Grafik : II...... Kualitas Udara Ambien Parameter Pb DKI Jakarta Tahun 2010 .......121 Grafik : II..................

... Dominansi (D) dan Keseragaman (E) Laut Teluk Jakarta ... Dominansi (D) dan Keseragaman (E) Zooplankton Perairan Laut Teluk Jakarta ..........................144 Grafik : II...146 Grafik : II...158 Grafik : II.165 Grafik : II.............................Grafik : II.......143 Grafik : II...............166 Kisaran Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)..................... Dominansi (D) dan Keseragaman (E) Fitoplankton Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Pasang Surut ..................145 Grafik : II. Kelimpahan Jenis Fitoplankton Perairan Laut Teluk Jakarta...........................................148 Grafik : II.......................... Dominansi (D) dan Keseragaman (E) Zooplankton Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Pasang Surut ....................159 Grafik : II.........156 Grafik : II...153 Grafik : II.......... Kisaran Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)................... Komposisi Jenis Fitoplankton Perairan Muara Saat Pasang Surut................................................ Komposisi Jenis Makrozoobentos Perairan Muara Teluk Jakarta ............... Kelimpahan Jenis Fitoplankton di Perairan Muara Saat Pasang Surut .... Komposisi Jenis Zooplankton Perairan Laut Teluk Jakarta ....................... Dominansi (D) dan Keseragaman (E) .....154 Grafik : II........................................ Komposisi Jenis Zooplankton di Perairan Muara Teluk Jakarta (Surut) ............. Dominansi (D) dan Keseragaman (E) ................................................ Kelimpahan Jenis Zooplankton Perairan Laut Teluk Jakarta .155 Grafik : II................ Kisaran Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)................................ Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)............ Kelimpahan Jenis Zooplankton Perairan Muara Saat Pasang Surut .......149 Grafik : II..................... Kisaran Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)...164 Grafik : II......... Dominansi (D) dan Keseragaman (E) ... Komposisi Jenis Zooplankton Perairan Muara Saat Pasang Surut .... Komposisi Jenis Zooplankton di Perairan Muara Teluk Jakarta (Pasang) . Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)...................................150 Grafik : II............................151 Grafik : II..................................................................152 Grafik : II................160 Grafik : II.............. Dominansi (D) dan Keseragaman (E) Muara Pada Saat Surut ......... Kisaran Nilai Indeks Keanekaragaman (H’).142 Grafik : II......... Kepadatan Makrozoobentos Perairan Laut Teluk Jakarta................................................ Komposisi Jenis Makrozoobentos Perairan Laut Teluk Jakarta........157 Grafik : II.....................147 Grafik : II.......... Kelimpahan Zooplankton (ind/m3) di Perairan Muara Teluk Jakarta (Pasang) ............... Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)... Kelimpahan Zooplankton (ind/m ) di Perairan Muara Teluk Jakarta (Surut) ............................. Kisaran Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)..... Komposisi Jenis Fitoplankton Perairan Laut Teluk Jakarta . Dominansi (D) dan Keseragaman (E) Muara Pada Saat Pasang ...................163 Grafik : II............ Kepadatan Makrozoobentos Perairan Muara Teluk Jakarta .............................. 3 211 212 212 213 213 214 214 215 215 215 216 216 217 217 220 221 221 222 222 223 223 224 224 225 225 xiii ....162 Grafik : II..........161 Grafik : II............................................

............. Sebaran Nilai Indeks Keanekaragaman........... Sebaran kelimpahan Fitoplankton (sel/m ) Muara Teluk Jakarta Saat Surut .....178 Grafik : II..................177 Grafik : II.......181 Grafik : II...............171 Grafik : II.... Sebaran Nilai Indeks Keanekaragaman... Komposisi Jenis Zooplankton yang ditemukan Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Pasang............176 Grafik : II..............182 Grafik : II................................................... Kepadatan Makrozoobentos Perairan Laut Teluk Jakarta............................ dan Indeks Keseragaman Zooplankton Perairan Laut Teluk Jakarta ................ Keseragaman (E).............Grafik : II.................. Indeks Dominansi............ Kepadatan Makrozoobentos Perairan Muara Teluk Jakarta .... Sebaran kelimpahan Zooplankton (ind/m3) Perairan Laut Teluk Jakarta ............174 Grafik : II.......184 Grafik : II.......187 Grafik : II..................... Indeks Dominansi...................179 Grafik : II.. Komposisi Jenis Fitoplankton Perairan Laut Teluk Jakarta ............. Sebaran Nilai Indeks Keanekaragaman....... dan Indeks Keseragaman Fitoplankton Perairan Laut Teluk Jakarta ............ Sebaran Nilai Indeks Keanekaragaman........ dan Dominansi (D) Perairan Muara Teluk Jakarta ........................................ Komposisi Jenis Makrozoobentos Perairan Muara Teluk Jakarta ................................... Indeks Dominansi....................................................................................... dan Indeks Keseragaman Zooplankton Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Surut .................. Sebaran kelimpahan Zooplankton (ind/m ) di Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Pasang ..............180 Grafik : II. Indeks Dominansi.....170 Grafik : II........ Sebaran Nilai Indeks Keanekaragaman.......... Keseragaman (E)....... Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)................................185 Grafik : II........................183 Grafik : II.............. Sebaran kelimpahan Fitoplankton (sel/m ) Muara Teluk Jakarta Saat Pasang ...175 Grafik : II.....................169 Grafik : II...................... Komposisi Jenis Makrozoobentos Perairan Laut Teluk Jakarta................................ dan Indeks Keseragaman Zooplankton Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Pasang ................ dan Indeks Keseragaman Fitoplankton Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Surut ....... Komposisi Jenis Fitoplankton yang ditemukan Muara Teluk Jakarta Saat Pasang Surut ..............................173 Grafik : II....189 Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)...186 Grafik : II. dan Indeks Keseragaman Fitoplankton Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Pasang .....................167 Grafik : II................. Dominansi (D) dan Keseragaman (E) Fitoplankton Perairan Laut Teluk Jakarta ..................... Indeks Dominansi............................... Indeks Dominansi......................... Komposisi Jenis Zooplankton yang ditemukan Perairan Muara Teluk Jakarta Saat Surut......... dan Dominansi (D) Perairan Laut Teluk Jakarta ..............168 Grafik : II....... Sebaran Nilai Indeks Keanekaragaman... Komposisi Jenis Zooplankton yang ditemukan Perairan Laut Teluk Jakarta ......................................172 Grafik : II....... Nilai Indeks Keanekaragaman (H’)............ 3 3 3 3 226 226 227 228 228 229 230 232 233 233 234 234 235 235 236 236 237 237 238 238 239 239 240 xiv ..188 Grafik : II...................... Sebaran kelimpahan Fitoplankton (sel/m ) Perairan Laut Teluk Jakarta ........

............................ Kepadatan Makrozoobentos di Perairan Kepulauan Seribu........................ Kepadatan Makrozoobentos di Perairan Muara Teluk Jakarta .194 Grafik : II... Komposisi Jenis Makrozoobentos di Perairan Kepulauan Seribu........198 Komposisi Jenis Makrozoobentos di Perairan Laut Teluk Jakarta............................................ Kepadatan Makrozoobentos di Perairan Laut Teluk Jakarta .......... Perkembangan Jumlah Penduduk Tahun 1961-2010 (ribuan) ...............196 Grafik : II............. Perkembangan Penduduk Miskin DKI Jakarta.191 Grafik : II.... Tahun 1961-2010....................................... 241 241 242 243 244 244 279 280 290 xv ...Grafik : II.. Distribusi Penduduk Menurut Kotamadya....... Komposisi Jenis Makrozoobentos di Perairan Muara Teluk Jakarta .. 2002-2010 ....193 Grafik : II..192 Grafik : II.197 Grafik : II........190 Grafik : II......195 Grafik : II.

............3 Gambar : II.............7 Gambar : II......5 Gambar : II............................................................................... Lokasi Pengambilan Sampel Kualitas Udara (Metode Sesaat) .. 2009 ...6 Gambar : II........4 Gambar : II............. Lokasi Pengambilan sample Kualitas Air Situ/Waduk Tahun 2010 ................... Peta Lokasi Penelitian Kualitas Air Muara Sungai ..................8 Lokasi Pemantauan Kualitas Air Tanah Dangkal di DKI Jakarta................................ 1983)..1 Gambar : II. 2006 .........................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar : II.. Interaksi Antara Tiga Ekosistem Utama di Pesisir (dimodifikasi dari Ogden dan Gladfelter.............. Lokasi Pengambilan Sampel Kualitas Udara Ambien DKI Jakarta Tahun 2010 ...................... 58 70 109 156 157 189 207 253 xvi ............... Peta Genangan Air Hujan di Provinsi DKI Jakarta........................ Lokasi Pengambilan Sampel Air Sungai Tahun 2010 ....2 Gambar : II..

7. 9. 8.DAFTAR LAMPIRAN 1. Peta Pemantauan Kualitas Air Muara dan Teluk. 11. Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2010. Peta Lokasi Pemantau Kualitas Udara Provinsi DKI Jakarta Metode Sesaat. Peta Pemantauan Kualitas Air Situ/Waduk Provinsi DKI Jakarta. Lokasi Pemantauan Perairan dan Muara Teluk Jakarta Tahun 2010. 5. SK Kepala BPLHD Nomor 13/2010 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Kegiatan Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2010. Peta Lokasi Pemantauan Perairan dan Muara Teluk Jakarta Tahun 2010. 3. 2. Pulau-pulau di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. 6. Peta Lokasi Pemantau Kualitas Udara Provinsi DKI Jakarta Metode Kontinue. 13. SK Gubernur KDKI Nomor 1822/2002 tentang Penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. 4. 12. 10. Lokasi Pemantauan Kimiawi Air Sungai di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2010. xvii . Peta Lokasi Pemantauan Kualitas Air Sungai Tahun 2010. Peta Pemantauan Kualitas Air Tanah.

_______ 2009. Penerbit Kanisius. Indikator Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta. 2005 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2007 . 2009. 1980. Fardiaz. Jakarta. Laporan Neraca Sumberdaya Alam Spasial Daerah Provinsi DKI Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik DKI Jakarta. Lembaga Demografi. Laporan Koordinasi Pelaksanaan PBLL di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu (Program Pantai Bersih Laut Lestari). Pencemaran Udara : Kumpulan Karya Ilmiah. _______ 2009. Lembaga Demografi. _______ 2009. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta. _______ 2002. Polusi Air dan Udara. _______ 2009. 2009 : Laporan Pelaksanaan Koordinasi Pengawasan dan Pengendalian Tempat Pengelolaan Limbah Padat Kota. 1992. Dasar-dasar Demografi. Soedono. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. _______ Himpunan Peraturan dan Kebijakan tentang Lingkungan Hidup. Laporan Koordinasi Monitoring Evaluasi Pemanfaatan Air Tanah Dalam dan Dangkal. Buku Pegangan Bidang Kependudukan. Yogyakarta.2012. Mustikohadi. Penyusun ASERWJEMP dengan Partisipasi Forum-forum Lingkungan Hidup. _______ 2004. Jakarta. 2010. Jakarta Dalam Angka 2010. Ringkasan Eksekutif Keadaan Angkatan Kerja DKI Jakarta 2010. Laporan Pelaksanaan Peningkatan Pemanfaatan Fungsi Sungai sebagai Ekosistem (Prokasih). Laporan Akhir Pelaksanaan Program Tata Praja Lingkungan. 2010. . Srikandi. 2009 : Laporan Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Air Tanah. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta. Lembaga Demografi.

Laporan Koordinasi Inventarisasi Sumur Resapan di Provinsi DKI Jakarta.Dinas Kebersihan. _______ 2010. Dinas Kebersihan Dalam Data dan Informasi. _______ 2010. _______ 2010. _______ 2010. No. . Laporan Pelaksanaan Rekomendasi Limbah Cair dan Konsultasi. Pembinaan dan Pengendalian Teknis Amdal di Provinsi DKI Jakarta. Dinas Kebersihan DKI Jakarta. _______ 2010. 2010. Laporan Hasil Pemantauan Kualitas Lingkungan di DKI Jakarta.Gub. Laporan Pelaksanaan. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 : Laporan Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Situ 2010. Laporan Pelaksanaan Pengendalian Limbah Cair (Kep. _______ 2010. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 : Laporan Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Udara 2010. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 : Laporan Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Teluk Jakarta 2010. 582/1995). Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 : Laporan Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Sungai 2010. Laporan Implementasi RKL/RPL di DKI Jakarta.