You are on page 1of 3

MANAJEMEN PERKEBUNAN

ONE VILLAGE ONE PRODUCT
(OVOP)
Tinjauan dari Manajemen Produksi Tanaman
Lili Dahliani | Tenaga Profesional LPP Kampus Yogyakarta

OVOP di Indonesia dan Negara Asia Tenggara
VOP bukan suatu inovasi teknologi terbaru bagi komunitas agribisnis. Program ini sudah dikenal sejak tahun 2001. Pertama kali OVOP diperkenalkan oleh komunitas kota kecil Oita, Jepang yang diterjemahkan sebagai ”paling sedikit satu kecamatan menghasilkan satu produk unggulan”. Di Thailand OVOP lebih dikenal sebagai OTOP, yaitu One Tambon, One Product yang di ”adopt” oleh pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di negara ini. Melalui program sejenis OVOP ini beberapa negara di Asia Tenggara menemukan keunggulan bersaing berdasarkan potensi sumberdaya dan competitiveness masing-masing produk negara tersebut. Sumber lain mengatakan OVOP yang di Indonesia akan menjadi Satu Desa S a t u P r o d u k a d a l a h p e n d e ka t a n pengembangan potensi daerah di satu

O

wilayah (maksud dan pengertian satu desa dapat diperluas menjadi kecamatan, kabupaten/kota, maupun kesatuan wilayah lainnya sesuai dengan potensi dan skala usaha secara ekonomis) untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik khas daerah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. OVOP bertujuan untuk menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif lokal berdasarkan potensi sumberdaya yang ada, bersifat unik khas daerah, bernilai tambah tinggi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Seperti yang dilakukan di negara tetangga Malaysia yang menerapkan codes untuk industri minyak sawitnya dan dalam kaitan produk pangan halal, negara ini disiapkan menjadi hub untuk pemasaran internasional. Dengan OTOP, Thailand bisa dengan mantap memasuki era industri yang berbasis pertanian. Proteksi pemerintah dalam hal harga juga berlaku di Thailand. Kebijakan proteksi ini diterapkan salah satunya pada komoditas perkebunan karet yang potensial. Harga

14 | LPPCOM | Mei 2009

Faktor dalam tanaman adalah gen yang merupakan sifat bawaan dari tanaman itu sendiri meliputi: umur. Arti pengelolaan sendiri adalah implementasi fungsi–fungsi planning. Perbedaan kondisi faktor dalam dan luar serta kombinasinya akan memberikan bentuk fenotipe yang berbeda menjadikan setiap tanaman memiliki keunikan dan ke u n g g u l a n m a s i n g . pemerintah akan membeli.m a s i n g j i k a beristeraksi dengan genotipe unggul yang dimiliki tanaman yang dibudidayakan. agroindustri adalah suatu keniscayaan bagi kawasan Asia Tenggara. Alam tersebut memberikan lahan yang dapat memaksimalkan perolehan produktivitas sesuai potensi tanaman dengan sifat bawaan produk unggul. mengingat proses perubahan input menjadi output di dalam tubuh tanaman merupakan sistem terbuka. Hal ini esensinya menjadi dasar pertimbangan dan tolak ukur pada saat memenej kegiatan budidaya tanaman. Untuk itu. Selain plasma nuftah dengan biodiversity yang beragam. Penjabaran dari syarat tumbuh tersebut adalah faktor lahan/tanah dan iklim atau dalam arti luas sebagai suatu kesesuaian ekologi bagi tanaman. Keunggulan tersebut meliputi kriteria produk yang disyaratkan OVOP. pancaran sinar matahari. dan sebagainya. sumberdaya manusia. actuating. mikroorganisme tanah. Sedangkan faktor luar adalah kondisi lahan/tanah dan iklim merupakan syarat tumbuh yang harus dipenuhi dalam manajemen produksi tanaman. kecepatan angin. Artinya bahwa produksi yang terjadi dalam tubuh tanaman dalam bentuk proses metabolisme. kapital. mestinya Indonesia bisa memimpin sebagai negara terbesar di Asia Tenggara. pengetahuan dan teknologi. sehingga harga terus termonitor. Sehingga secara potensi lahan dan potensi tanaman mestinya dihasilkan beragam produk OVOP yang memiliki image dan daya saing yang tinggi dibanding dengan negaranegara lain di Asia Tenggara. yaitu produk unggulan desa/wilayah dan atau Mengingat kekayaan dan keberagaman sumberdaya yang dimiliki. sangat dipengaruhi oleh kondisi alam (sumberdaya alam). Produksi tanaman juga diartikan sebagai proses perubahan masukan ( input ) menjadi hasil (output) yang terjadi di dalam tubuh tanaman. Indonesia perlu kemandirian daya saing. dan controlling secara periodik maupun kontinyu. Kombinasi dari kedua faktor di atas beserta interaksi faktor-faktor tersebut akan memberikan pilihan produk unggulan di setiap desa/wilayah dengan ragam yang tinggi. waktu. dan populasi tanaman per Ha. tidak cukup dengan berlari. informasi. juga kondisi lahan yang mendukung sehingga potensi unggul dan daya saing tanaman tergali. dan elevasi dari wilayah tertentu masingmasing berbeda yang mengendalikan dan membatasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Manajemen produksi tanaman merupakan kunci yang dapat membantu seorang agronomis menggali dan memilih potensi keunggulan tadi sesuai dengan wilayah masing-masing. temperatur. komposisi. organizing. menjadikan Indonesia memiliki tidak hanya keunggulan comparative tetapi juga keunggulan competitive dibanding dengan negara lain di Asia Tenggara. dan produksi adalah pengelolaan secara optimal penggunaan sumberdaya dalam proses transformasi (konversi) bahan mentah menjadi produk berbasis tanaman. pH tanah. Sumberdaya alam yang dimaksud meliputi sumberdaya alam. kelembaban.MANAJEMEN PERKEBUNAN Manajemen Produksi Tanaman Menggali Potensi OVOP Pertimbangan memilih OVOP untuk memperoleh produk unggul berdaya saing meliputi aspek-aspek: nilai produktivitas. jika harga turun. struktur dan tekstur tanah. Bagaimana dengan Indonesia? M e n u r u t a n a l i s a p a k a r. Pengertian manajemen produksi jika ditelaah dari arti dua kata manajemen karet mentah diproteksi. sifat unggul. Mengingat kekayaan dan keberagaman sumberdaya yang dimiliki. mestinya Indonesia bisa memimpin sebagai negara terbesar di Asia Tenggara. Mei 2009 | LPPCOM | 15 . Dalam proses transformasi tersebut perlu diingat bahwa faktor dalam tanaman (internal) dan faktor luar tanaman (external) serta interaksi kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi perolehan produk. Keunggulan nilai produktivitas meliputi kuantitas dan kualitas produk. Kondisi iklim dan lahan/tanah seperti: curah hujan. potensi pasar yang berkaitan dengan nilai dan harga jual serta aspek ekonomi lainnya. jenis tanah. Indonesia harus melompat.

MANAJEMEN PERKEBUNAN produk kompetensi inti daerah. dapat diproduksi secara kontinyu dan konsisten (consistent and sustainable). Trade and Industry (METI) membantu pelaksanaan promosi dan perkembangan OVOP untuk Ket: Beberapa jenis tanaman termasuk komoditas perkebunan berdaya saing. memilih. serta pemasaran dan pemasaran lingkup nasional menuju global (mendunia) merupakan empat langkah ke depan untuk mengarah dan mengefektifkan kampanye OVOP. berpotensi pasar domestik dan ekspor. yaitu selain fulfilling desa-desa yang potensial sekaligus penduduknya. *** Perkembangan dan Kampanye OVOP Karena prakarsa program OVOP berawal dari Oita. menyeleksi produk-produk competitive yang berasal dari bahan-bahan lokal dengan menggunakan kearifan lokal dan keterampilanke t e r a m p i l a n y a n g u n i k u n t u k menghasilkan produk-produk asli. bersifat unik khas budaya dan keaslian lokal. Sehingga pasar dan tampilan produk yang menarik dari negara-negara kurang berkembang tersebut termasuk negaranya sendiri dapat dipromosikan kepada masyarakat luas. yaitu: pro growth. memasukkan kebijakan yang relevan dan pembinaan bakat masyarakat di negara kurang berkembang. unik. Jepang. yaitu: kesadaran dan pemahaman SDM tentang OVOP . menemukan. Sehingga bagi Indonesia. program OVOP dapat mendukung visi ekonomi yang dicanangkan Presiden SBY dengan “Triple Track Strategy” nya. dapat dipilih untuk dikembangkan dalam program OVOP Indonesia. mendorong perekonomian negara-negara berkembang khususnya Least Development Countries (LDCs). Efektivitas dan keberhasilan OVOP tersebut tidak lepas dari 6 kunci sukses pelaksanaannya. bermutu dan berpenampilan baik (market oriented). unik dan bernilai yang ditujukan untuk pasar domestik maupun global serta asli juga termasuk komitmen dan campur tangan pemerintahan lokal dan pusat. Dalam rangka kampanye OVOP tiga hal yang diperlukan. melanjutkan percobaan-percobaan dan usaha-usaha yang terus-menerus. Pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang OVOP. 16 | LPPCOM | Mei 2009 . pro-employment dan pro-poor. Selain memperhatikan produk-produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. membangun pasar dan saluran distribusi serta pembinaan bakat dan kreativitas SDM. Dapat dibayangkan jika keberagaman dan keunikan serta keunggulan daya saing fenotipe dan genotipe tanaman dari masing-masing desa bisa memenuhi apa yang disyaratkan oleh produk OVOP betapa negara Indonesia memiliki tanaman dengan nilai comparative dan competitiv tinggi yang mengalahkan produk sejenis di negara-negara Asia Tenggara lainnya bahkan boleh jadi untuk negara sedunia. maka negara ini melalui Japan External Trade Organization (JETRO) dan Ministry of Economy. menggali potensi yang tersembunyi dari masing-masing desa/wilayah. Keberhasilan OVOP. dan memiliki kearifan lokal. juga merupakan beberapa kunci sukses penerapan program OVOP. selain dapat menjadi pilihan untuk membantu pencapaian swasembada dan ketahanan pangan (meninggalkan perilaku impor) juga untuk meningkatkan image “daya saing dan keunggulan” dari produk Indonesia. dan meng-improv produk lalu mengkreasinya menjadi produk asli berdaya saing.