You are on page 1of 10

SEJARAH AHLUL BAIT(Keturunan) NABI MUHAMMAD SAW DI INDONESIA Padahal, 143 tahun silam seorang anggota keluarga

AlHabsyi dan seorang keluarga Baharun tercatat dalam sejarah menjadi orang-orang penting di Dewan Pengadilan/Kehakiman-1 di Banjarmasin. Mereka adalah wakil komunitas Arab yang terpilih duduk dalam lembaga pemerintahan pusat bentukan penguasa Belanda, pasca penghapusan kerajaan Banjar tahun 1860. Saat itu, Sajid Iderus bin Hasan AlHabsyi-2 dan Pangeran Sjarif Husin bin Muhammad Baharun-3 merupakan dua tokoh terkemuka dari kalangan warga masyarakat keturunan Arab.Sajid Iderus AlHabsyi adalah orang Arab kelahiran Hadramaut yang masuk ke Banjarmasin melalui Sambas-4. Di sana, Sajid Iderus berhasil menyunting seorang perempuan bernama Nur-5, kerabat kesultanan Sambas dan mengajaknya pindah ke Banjarmasin. Dari pernikahan mereka lahir Sajid Hasan, yang kelak menjadi kapten Arab pertama. Sedang Pangeran Sjarif Husin, menurut catatan Belanda, adalah pendatang dari keturunan Arab di Pekalongan, yang juga menantu Sultan Adam (raja Banjar periode 1825-1857). Ia menikah dengan salah satu putri Sultan Adam yang bernama Ratu Aminah.Jejak-jejak sayyid di Tanah Banjar pernah semarak dengan kedatangan keluarga Muhammad bin Alwi AlHabsyi langsung dari Hadramaut, sekitar permulaan abad ke-20. Muhammad mempunyai 7 putra. Husin, putra sulung, pernah singgah ke Banjar tapi kemudian balik lagi ke Hadramaut. Abdillah putra kedua mendarat di Aceh dan selanjutnya bermukim hingga akhir hayat di negeri serambi Mekkah itu. Putra Muhammad lainnya Ahmad berdiam di Pal 1 (Jl.

. (salah satu kabupaten di Kalteng)-9. Ia dari keluarga Bahasyim. Yani Km 1). Habib Basirih. Abdullah dan Muhammad. Tak lama memegang jabatan itu. ayah Abdurrahman Panotogomo. Abdullah. Kelak ia dan anak cucunya bermakam di tanah pemberian sultan tersebut (makam Karang Putih Jl Menteri Empat Martapura). keluarga Ba’bud.A. Ia mengajar mengaji para pangeran dan kerbat dalam istana lainnya. karena menikah dengan perempuan campuran NagaraBanua Kupang bernama H. Assegaf. Karena sakit tua. Dari perkawinan tersebut Ahmad memiliki 3 putra yakni Muksin. Idrus Sultan Kubu (w. kampung Telawang Banjarmasin).1842) dilaporkan melalui perjalanan panjang dari Hadramaut-Turki-Palembang-Gresik sebelum menyinggahi Banjarmasin dan sempat bermukim di Kampung Sungai Mesa. Alwi kemudian menetap di Martapura (Kampung Melayu) dan mendapat hadiah tanah dari Sultan Adam di daerah Karang Putih. Awad bin Umar mempunyai seorang saudara lelaki yang menetap dan menurunkan Bahasyim di Bima. Satu keterangan dari pihak keluarga. Sejarah Perkembangan Islam di Timur Jauh. Hasan. Jika Diponegoro berjuang di Jawa. Ahmad datang dari Pekalongan dan bekerja di kerajaan Banjar sebagai guru agama. Keluarbiasaan jalan hidup Habib Basirih “berumah di atas pohon kelapa” menjadi cerita sambung menyambung di tengah masyarakat. Seorang dari keluarga Assegaf bernama Alwi bin Abdillah bin Saleh bin Abubakar (w. ia akhirnya berpulang ke rahmatullah di salah satu kediaman putranya di Banjamasin dan dimakamkan di Turbah (pemakaman orang Arab) Kampung Sungai Jingah. Dari keluarga Ba’bud tercatat nama Ahmad bin Abdurrahman (wafat 1884 M) yang juga menjadi menantu Sultan Adam lewat perkawinanannya dengan Putri Qamarul Zaman. Zen dari Banjarmasin kemudian memilih bertempat tinggal di Martapura (40 km dari ibukota Banjarmasin). Leluhur Hamid bin Abas yang bernama Awad diyakini sebagai Bahasyim “pertama” (paling tua) di bumi Kalimantan (Banjar)-8. Orang Arab dikenal sebagai orang yang suka berpetualang menjelajahi sepanjang lautan sebelum dan sesudah berkembangnya Islam. Muhammad mempunyai tiga saudara yakni Abdullah. Masrah. Menengok kebelakang. Alaydrus dan Bahasyim tercatat lebih dulu menjejakkan kakinya di pulau Kalimantan bagian tenggara ini. Pangeran Syarif Ali bin Abdurrahman adalah cucu Sultan Kubu Idrus bin Abdurrahman.Salah satu tokoh sayyid yang sangat popular adalah Hamid bin Abas-7. Pangeran Sjarif Husin bin Muhammad Baharun dan empat keluarga AlHabsyi (Muhammad. Pangeran Syarif Ali berjuang di pedalaman Kalimantan. Kalsel). Ali.Sajid Iderus bin Hasan AlHabsyi. Muhammad bin Alwi yang sudah sepuh suatu ketika menengok putra-putranya ke Banjarmasin. Alwi bin Abdullah AlHabsyi belakangan pindah mukim ke Barabai. Salim (tinngal di sekitar Pasar Rambai. Sementara Syekh mempunyai putri bernama Fetum yang kemudian kawin dengan Ahmad Pal 1. Syekh dan Hasan-6. 1795 M) adalah paman dari Sajid Besar Abdurrahman Panotogomo yang mengabdi di Kraton Yogyakarta pada zaman Hamengku Bowono I (1755-1792). Syekh dan Hasan) sebenarnya bukan pendatang yang pertama di tanah Banjar. tinggal di Martapura dan mempunyai putra bernama Ali (Martapura). merupakan sosok kharismatik yang tetap ramai diziarahi masyarakat --baik sewaktu ia masih hidup maupun setelah ia meninggal dunia. demikian masyarakat menyebut sosok Hamid bin Abas. menyebut bahwa Pangeran Syarif Ali sezaman dengan Pangeran Diponegoro. NTB. adalah saudara Idrus Sultan Kubu. di samping sebagai penasihat pribadi sultan. (lihat Sejed Alwi bin Tahir Al-Haddad. serta Umar juga di wilayah Pal 1. Ali menetap di Lawang (daerah perbatasan Malang-Pasuruan). Menurut cerita. Awad masuk ke Banjar dari Sampit. Buyut Awad adalah Abas (ayah Habib Basirih) yang dikenal sebagai orang kaya yang memiliki tanah luas dan kapal dagang. Putra Abdullah yang bernama Alwi menjadi Kapten Arab kedua menggantikan Sajid Hasan bin Iderus AlHabsyi.Jejak Alaydrus dikenal dari Pangeran Syarif Ali yang mendirikan kerajaan kecil di Angsana-Sebamban (Kabupaten Tanah Bumbu.

1957. University of London. Karena mempunyai istri yang berasal dari keluarga kerajaan tersebut. Jalaluddin adalah anak sayyid Muhammad Wahid (Aceh) dan Syarifah Halisyah. Sunda Kelapa merupakan jalur sutra yang dikunjungi pedagang pelbagai penjuru (Lihat M. kumpulan makalah.Salah satu putranya yang bernama Jamaluddin Aidid balik ke Banjar. Murujuzzahab. kedatangan orang Arab di Indonesia makin jelas setelah agama Islam lahir (abad VII M). yang merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru.Ada juga yang melahirkan kerajaan islam seperti kerajaan Cirebon oleh Sunan Gunung Jati Sumber dari catatan keluarga Aidid menyebutkan. Lihat RB Serjeant. Jalaluddin datang ke Gowa Tallo. terletak di pesisir pantai selatan provinsi Kalsel dan berbatasan dengan Laut Sulawesi. Tanah Bumbu. School of Oriental and African Studies. Garis silsilah para wali lainnya seperti Maulana Malik Ibrahim (Gresik). tanpa tahun.dari Aceh pernah datang ke Banjar (Kalimantan Selatan) pada penghujung abad ke-16. The Saiyids of Haadramawt. Dien Majid. Demang Leman dan H . Awal Perkembangan Islam di Jakarta dan Pengaruhnya hingga Abad XVII dalam Sunda Kelapa Sebagai Bandar Jalur Sutra. Buyut Abdul Malik bernama Jamaludin Husin adalah datuk dari Syarif Hidayatullah (Sunang Gunung Jati di Cirebon). sudah ada orang Arab yang datang dari Hadramaut ke Jawa termasuk ke Jakarta seperti kelompok Alaydrus dan kelompok Al-Bafaqih. Keterangan lain menyebutkan. kecamatan Cakung). Sedangkan buyut Abdul Malik lainnya (saudara Jamaludin Husin) yang bernama Ali Nurudin merupakan leluhur Sunan Kalijaga dan Sunan Muria. Sejarah Islam di Indonesia. Istri Jalaluddin adalah kerabat kerajaan Gowa Tallo. Sungai Danau (Tanah Bumbu). Banjarmasin. mereka menikah dengan pribumi sehingga tidak terlihat berwajah arab. hal 15). Sunan Giri. Sayang. Kalimantan Selatan bukan sesuatu yang mustahil dari sisi lalu lintas laut. Selain itu. Sulawesi Selatan. Leluhur Wali Sanga adalah Abdul Malik bin Alwi bin Muhammad Shahib Mirbath yang hijrah dari Hadramaut ke India. Saat ini kebanyakan keturunan wali sanga yang keturunan Nabi Muhammad saw. Kapan persisnya periode waktu kedatangan mereka ke Nusantara. Jalaluddin beristri Tamami putri Sultan Abdul Kadir Alaudin di Banjar (di kerajaan Pagatan?). Sunan Drajat dan Sunan Bonang tersambung ke nama Jamaludin Husin.Jauh sebelum Belanda datang pertama kali ke Nusantara (1596). hal 14-15). yang kini menjadi basis keluarga Aidid di Makassar). Sunan Kudus. di sana ulama keramat yang merupakan keturunan ke-27 dari Rasulullah ini kurang dipedulikan. Anak cucu keturunan Aidid hingga kini tersebar di Makassar. Pada masa ini mereka sedang mengemban dua tugas yaitu berniaga dan menyiarkan agama Islam. Almaktab-AlDaimi. P Hidayatullah.terjemah Dzija Shahab. Lihat pula buku kisah perjalanan ke dunia timur Al-Mas’udi. (Lihat Ismail Yacob. Sunan Ampel. Kabupaten Takalar. berada di kampung Jawa (sekarang berada dalam kelurahan Jatinegara. 1995). Sebuah nama yang disebut terlibat dalam Perang Banjar bersama-sama Pangeran Antasari. Di masanya. Keberadaan keluarga Aidid di Kabupaten Tanah Bumbu. Sebab. Jalaludin kemudian pindah ke Cikoang (Kecamatan Marbo. tiada keterangan yang cukup jelas. Sebagian penduduk Kotabaru selain terdiri dari suku Banjar juga berasal dari pendatang asal Suku Bugis Makassar. hal 25). para Wali Sanga (pada zaman kerajaan Demak) datang dari Arab ke Nusantara untuk keperluan dakwah menyebarkan Islam. Jakarta (di Tebet) dan Johor (Malaysia). Beberapa penulis sejarah Islam di Indonesia menyatakan para pedagang Arab kemungkinan pernah menyinggahi Pelabuhan Sunda Kelapa yang berada dalam kekuasaan Kerajaan Pajajaran. 1957. bahwa moyang mereka yang bernama Jalaluddin Aidid -keturunan dari Muhammad Maula Aidid (Muhammad bib Ali Shahib Al-Hauthoh/1334-1442 M)-.

Saat bersamaan. Identikkah ia dengan Sajid Iderus bin Hassan bin Agil AlHabsyi yang menurut keterangan juga datang dari Sambas bersama seorang Arab bernama Nasar bin Yusuf Ganam ? Ataukah Said Sambas ini merupakan pribadi dan sosok berbeda? Satu sosok bernama Sayyid Zen yang mengawini cucu Sultan Sulaiman juga belum diketahui asal usulnya. Habib Muhdhor akhirnya diambil sebagai menantu. Pada suatu ketika Muhdhor berkunjung ke Martapurta menemui kerabatnya Abubakar AlHabsyi. di rumah keluarga Arab itu. Perkawinan Dapat dengan perempuan Bugis melahirkan perempuan bernama Ratubah.Buyasin adakah Said Sambas. Alwi berjasa mengembangkan penanaman karet di wilayah Hulu Sungai. Syarif Umar putra hasil perkawinan mereka gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Paringin (kini Kabupaten Balangan. Zen kawin dengan Syarifah dari keluarga Bahasyim berputra Alwi [seorang pedagang asam kamal yang berjualan dari Kuin Utara ke Aluh-aluh. Alwi Kapten Arab kerap menaiki kereta kuda dari Barabai ke Pantai Hambawang. Sy Noor dan Sy Fedlon (masih hidup tinggal di . dan bergerilya di wilayah Riam Kanan.Ali putra Alwi memiliki cerita khusus tentang perkawinannya. Dari perjumpaan menyaksikan seorang perempuan campuran Bugis-Banjar di rumah keluarga Arab itu.Jejak jejak sayyid di wilayah Hulu Sungai dapat ditemui di sebuah tempat bernama Lorong Said Alwi di Kota Barabai. Dari Tarim Abubakar datang ke Martapura dan kemudian menikah dengan Syarifah Muzenah binti Alwi bin Abdillah Assegaf (Kampung Melayu. beristirahat dan kemudian berganti kuda dengan penduduk setempat untuk menuju sebuah pangkalan perahu menjemput kerabat-kerabatnya sejumlah Habib asal Nagara. dan menyulapnya menjadi rumah Baanjung (rumah adat Banjar). Sewaktu Soekarno ke Barabai ia berjumpa dengan tokoh ini. yang merupakan mertua Abubakar AlHabsyi.Putra Ali dengan Ratubah adalah Zen. 3 Maret 1862. Sy Zainab. Martapura). Muhdhor kawin dengan Syarifah Noor binti Abubakar bin Husin bin Ahmad bin Abdullah bin Ali AlHabsyi. Tidak diperoleh keterangan jelas tentang siapa sesungguhnya sosok ini. Ayah Abubakar yang bernama Husin AlHabsyi semula tinggal di Ma’la (Mekah) pindah ke Tarim. Oleh Habib Abubakar. Said (Sayyid?) Sambas ketika meletus Perang Banjar merupakan salah satu pimpinan penyerangan terhadap benteng Pengaron. menurut catatan yang diperoleh penulis merupakan salah satu pendatang Hadramaut paling awal datang ke Martapura. Mereka sama-sama berasal dari Tarim. Untuk tempat tinggalnya Ali membeli sebuah rumah kecil di Kampung Bugis (Jalan Sulawesi). Sayyid diperkirakan lahir awal 1800-an. Dapat berasal dari Kampung Kalampayan yang masih terhitiung cucu dari Datu Kalampayan Syekh Muhammad Arsyad. lebih dulu bermukim di wilayah Hulu Sungai ini seorang bernama Muhdhor bin Salim bin Agil bin Ahmad BSA (Keramat Manjang). Kalsel) tahun 1860. Martapura dan Rantau. Sebelum kedatangan Said Alwi di Barabai. membangunnya kembali. Ali akhirnya tinggal di Kampung Bugis karena menikah dengan Ratubah. Syarif Umar mempunyai seorang putra bernama Syarif Abubakar. Suatu ketika Ali bin Alwi Assegaf dari Kampung Melayu Martapura mampir ke rumah keluarga Alklatiri tersebut. Syarif Abubakar dan putrinya Syarifah Intan (4 tahun) ikut dalam rombongan Pangeran Hidayatullah yang diasingkan Belanda Cianjur. Ratubah dipelihara oleh keluarga Arab dari marga Alkatiri di Kampong Arab Banjarmasin (sekarang Jalan Antasan Kecil Barat). Riam Kiwa. Di sana ia turun. Ratubah tengah mencucuki marjan. Alwi Assegaf. Sy Fetum (ibu Segaf bin Abubakar AlHabsyi). Adalah seorang perempuan Bugis yang asalnya merupakan pelarian dari kerajaan Bone tinggal di Kampung Bugis di Banjarmasin. Kabupaten Banjar dan merupakan ayah dari Ibu Galuh (Syarifah Fatimah) di Kampung Melayu dan Abdul Kadir Jailani di Sungai Mesa] Perkawinan Zen dengan perempuan dari bangsa Banakmah berputra Ali. Perempuan yang tidak diketahui namanya ini kawin dengan seorang lelaki bernama Dapat (Sudapat). Muhdhor datang langsung dari Tarim (Hadramaut) ke Barabai.

dalam sumpahnya yang terkenal dengan Sumpah Palapa. Sambas kini merupakan sebuah kabupaten di provinsi Kalimantan Barat.Jejak jejak para sayyid yang menghilang dan tenggelam sekian masa waktu kini mulai bangun seiring tumbuhnya majelis-majelis ta’lim yang diasuh sejumlah keturunanan sayyid. Datu Khayyan dikenal sebagai pendakwah dan pejuang melawan Belanda di abad ke-18. Gampang mencapai makam Habib karena ada angkutan kota yang melayani rute Pasar Hanyar – Basirih. Pangeran Sjarif Husin bin Muhammad Baharun dulu tinggal di Kampung Melayu Banjarmasin. Setelah cukup lama bermukim di Kalbar. Syarifah Khadijah Bahasyim. Kampung Sungai Jingah3. Sajid Iderus bin Hasan AlHabsyi bermakam di Turbah. Menurut keterangan juru kunci makam.7. berasal dari kata-kata Mahapatih Kerajaan Majapahit. Syekh dan Hasan) bersambung ke Alwi bin Syekh bin Zen bin Ahmad bin Hasyim bin Ahmad bin Muhammad Ashgar bin Alwi bin Abubakar AlHabsyi. cucu Habib Basirih. Makam Nur terdapat di dalam mesjid ini.Jika kita berkunjung ke Komplek Makan Sultan Suriansyah. Belum lagi sejumlah seniman. Datu Khayyan kemudian menetap dan menghabiskan masa tuanya di Alalak Berangas. pimpinan pasukan Tengkorak Putih pada tahun 1949. di sana terdapat makam Sayid Muhammad (atau Sayyid Ahmad Idrus?) dan Khatib Dayyan. budayawan yang pernah memperkaya batin masyarakat dengan karyakarya mereka. Gajah Mada. Bahwa dia tidak akan menikmati kesenangan dunia sebelum seluruh nusantara bersatu. Dewan Pengadilan/Kehakiman di Banjarmasin dibentuk tahun 1863. namun ia mempunyai putra bernama Husin yang menurut seorang keluarga Bahasyim bermakam di Kompleks Makam Sultan Adam Martapura. 8. Makamnya hingga kini tidak diketahui tempatnya. Nur belakangan diambil sebagai nama mushala sederhana keluarga di wilayah Ujung Murung yang dibangun oleh Sajid Hasan. Hamid bin Abas bermakam di Basirih. Ia merupakan keturunan keluarga kesultanan Cirebon yang didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Khatib Dayyan yang menjabat panotogomo (penghulu) ini mempunyai nama asli Abdurrahman. Makam Awad tak diketahui. 2. kemudian tampil menjadi orang yang paling berpengaruh dari zaman ke zaman dengan konsep Nusantara-nya dan kemudian menghilang entah ke mana. mushalla tersebut lalu berpindah ke wilayah Masjid Noor sekarang di antara pertemuan Jalan Samudera dan Simpang Sudimampir.Kampung Bugis ). Nama terakhir adalah tokoh yang dikirim Sultan Demak Tranggono untuk mengislamkan Raden Samudera (kelak bernama menjadi Sultan Suriansyah) dan rakyat Banjar pada tahun 1526 M. Gajah Mada sendiri adalah sosok yang misterius.Satu lagi sosok yang perlu penelitian adalah seorang figur bernama Datu Khayyan (bermakam di Alalak Berangas). Abdullah. Di generasi abad ke-20 terdapat nama Abdul Kadir Ba’bud. . Silsilah empat keluarga AlHabsyi ini (Muhammad. 5. Menurut cerita. 9.Note:1. tidak diketahui dari mana asal-usulnya. Datu Khayyan kemudian meneruskan perjalanan menelusuri sungai Kahayan dan Barito. kita menanti generasi sayyid masa kini membuat sejarahnya. 6. Sayyid Muhammad adalah leluhur dari Habib Abdurrahman Alhabsyi (Ketua Islamic Center Kwitang Jakarta dan cucu Habib Ali Kwitang).4. Jika para leluhur telah meninggalkan sesuatu yang bermakna dan kenangan di hati umat. Rumah Hasan Kapten Arab pertama di tanah Banjar berada di lokasi bangunan Plaza Metro sekarang. Karena jumlah jemaahnya berkembang. tokoh ini berasal dari Banten dan mengembara ke Kalimantan Barat. Kabupaten Batola. Sempat berdiam di Kotawaringan Barat. KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW DI NUSANTARA Kata ‘Nusantara’. Anak keturunan tokoh ini masih bisa yang tinggal di Kampung Melayu. Ia diketahui mempunyai nama asli Abdurrahman Sidik bin Said Husin Bin Syekh Abubakar bin Salim.

Saat ini terdapat sekitar setengah milyar penduduk mendiami wilayah ini. Tidak diketahui siapa nama Syeikh Rukunuddin sebenarnya. Sunan Drajad dan Jaka Tarub yang keturunannya menjadi ulama-ulama dan raja-raja Jawa (Demak. kerajaan yang mengalami kemunduruan setelah sebelumnya menjadi pemimpin Nusantara. Cirebon. Tercatat raja pertama dinasti Islam Campa adalah anak dari Sayyid Ali Nurul Alam. Para sahabat dan tabiin telah memulai gelombang awal sejarah Islam di Bumi Nusantara. Semenanjung Malaya. menjadikan rumpun bangsa Melayu adalah bangsa Muslim terbesar di dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah makam Syeikh Rukunuddin di Barus (Fansur). yaitu Raja Wan Bo (Sayid Abdullah ibn Ali Nurul Alam). Inilah cikal bakal Wali Songo di tanah Jawa. Islam semakin deras mengalir khususnya ke Pulau Sumatera. dan Kamboja (Campa). Orang Eropa menyebut wilayah ini Timur Jauh. Salah seorang puteranya yang bernama Sayyid Jamaluddin Al Hussein berpindah ke Campa dan kemudian lebih terkenal dengan nama Syeikh Jumadil Kubra. Pada abadabad penjajahan bangsa Eropa. Sumatera Utara. tapi dari tanggal wafatnya kita bisa mengatakan bahwa kemungkinan beliau adalah salah sorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Kehadiran Sunan Ampel diterima dengan baik oleh penguasa Majapahit saat itu. Jawa. Semenanjung Malaysia. Pattani (Thailand Selatan). Pada periode berikutnya.Wilayah Nusantara mengacu kepada kepada kawasan kepulauan Asia Tenggara. Kalimantan dan Brunei (Borneo) serta di kawasan Filipina. Dengan 300 juta orang diantaranya beragama Islam. Sumatera. Dari keluarga Syeikh Asmarakandi lahir Sunan Ampel. terutama setelah serbuan Bangsa Mongol ke Baghdad. Mataram. Sekitar abad ke 13 M. Begitu juga dengan orang Arab dan Timur Tengah. Bahkan lebih besar dibandingkan seluruh bangsa Arab yang merupakan menjadi bangsa Muslim pertama. Sejarah keislaman Nusantara dan Bangsa Melayu bermula sangat awal sekali. tapi dalam maksud yang lain berarti wilayah di arah timur di luar Jazirah Arab dan Teluk Persia: Nusantara. Keluarga Ahlul Bait ini kemudian dengan cepat membaur dan segera mencorak Nusantara dengan Islam. yang saat ini berada dalam wilayah negara Indonesia. Banten dst). Walaupun Majapahit masih tetat kerajaan . wilayah ini terletak paling timur dalam peta dunia. Malaysia dan sekitarnya. Pada makamnya tertulis bahwa beliau wafat pada tahun 48 H. Seorang putera Syeikh Jumadil Kubra yang bernama Sayyid Ali Nurul Alam mengasaskan berbagai kesultanan di Campa. Tersebutlah Sayyid Ahmad Jalal Syah yang menjadi gubernur di India Barat. Nusantara biasa disebut Hindia Timur (East Indies). bila dikatakan ‘Timur’ maka dalam maksud lokal bisa bermaksud kawasan di sebelah timur Hijaz (kawasan Mekah dan Madinah). pusat pemerintahan Majapahit. Telah ditemukan beberapa makam Sahabat Nabi Muhammad SAW di Nusantara. Wilayah ini didiami oleh rumpun bangsa Melayu (Jawi). yaitu orang yang hidup sezaman dan berjumpa dengan beliau. Suatu fenomena yang tidak dijumpai pada bangsa manapun di dunia. Puteranya yang lain adalah Syeikh Ibrahim Al Akbar As Samarkand (Sunan Maulana Malik Ibrahim/ Sunan Maghribi/ Syeikh Asmarakandi). Pada waktu itu keluarga ini datang ke Jawa Timur. Pajang. Menurut pembagian kawasan dunia. banyak cabang-cabang keluarga keturunan Nabi Muhammad SAW (Ahlul Bait) mulai meninggalkan Hadramaut (Yaman) di wilayah selatan Jazirah Arab.

Dengan demikian perkembangan Islam menjadi semakin pesat dan berwibawa. Dan umumnya mereka juga mengekalkan marga-marga ahlul bait hingga ke saat ini.Hindu tapi tidak sedikit warganya yang telah memeluk Islam. Hal ini juga didorong oleh terjadinya serangan di Hijaz oleh Muhammad ibn Saud (Bani Saud) dan Muhammad ibn Abdul Wahhab yang di kemudian hari lebih banyak disebut sebagai gerakan Wahabi (Wahhabism). Bahkan akhirnya Raja Majapahit. Dia bernama Zheng He. Salah satunya adalah Raden Patah (Fatah) yang kemudian menjadi menantu Sunan Ampel dan selanjutnya mengasaskan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa: Kesultanan Demak. Wan. Bahkan ada sumber sejarah yang mengatakan bahwa Mahapatih Gajah Mada. membantu menstabilkan kondisi politik kerajaan-kerajaan di Nusantara setelah memudarnya kejayaan Majapahit pasca Gajah Mada dan juga membantu memperkenalkan Islam sebagai agama yang damai dan universal. Terlebih setelah mereka terusir dari tanah airnya sendiri. Tengku dan lain sebagainya. Menjadikan bangsa Melayu menjadi bagian dari keluarga besar Nabi Muhammad SAW. khususnya dari kalangan Ahlul Bait terdahulu dengan sangat serius dan terarah menyiarkan dakwahnya ke Bumi Nusantara. Rupanya orang-orang muslim terdahulu. mereka yang datang pada periode ini lebih mudah dikenali secara fisik sebagai sebagai keturunan Arab. Syarif. darah Rasul telah mengalir dalam darah mereka dan mengalirkan keberkahan tersendiri. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikan. Serangan ini didukung oleh Inggris yang berkepentingan untuk menjatuhkan Turki Utsmani dan kemudian memicu konflik antara Turki Utsmani dan dinasti Saud (Ottoman-Saudi War) setelah sebelumnya mengakibatkan terusirnya kalangan Ahlul Bait dari Hijaz. Berbeda dengan para pendahulunya yang telah berbaur dengan ras Melayu. “Kami Ahlul Bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih daripada dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran selepasku kelak hingga datanglah Panji-panji Hitam dari Timur. Hampir bersamaan dengan itu. Raden Patah menjadi raja Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar Al Fatah. Wallahu ‘alam. Juga lazim dikenal sebagai panggilan Sayyid. Inilah salah satu keajaiban bangsa Melayu. dan secara satah satunya khusus datang ke Nusantara dengan puluhan kapal bersama hampir 30. Habib. mengadakan ekpedisi pelayaran ke berbagai tempat di dunia. Tok. Brawijaya V (Bhre Kertabumi) kemudian memeluk Islam. ‘pendiri’ Nusantara yang misterius itu. Sebagian ada yang berpindah ke utara dan mendirikan kerajaan Bani Hasyim/Al Hasyimi di Yordania (The Hashemite Kingdom of Jordan) dan sebagian bergerak ke timur menuju Nusantara. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh . dan lebih terkenal dengan nama Laksamana Ceng Ho. Maka kemudian datang gelombang Ahlul Bait pada abad ke-18 M. tidak lain adalah salah seorang muslim dari kalangan Ahlul Bait. seolah-olah Bumi Nusantara di Timur ini adalah tanah air kedua bagi Islam dan keluarga yang mulia ini. Anak-anaknya dididik langsung oleh Sunan Ampel. salah seorang ahlul bait keturunan ke-31 dari Sayidina Hussain (cucu Nabi Muhammad SAW) yang lahir dan dibesarkan di daratan Cina. Inilah satu ekpedisi pelayaran terbesar dalam sejarah.000 orang anggota armadanya. ‘Show force’ Laksamana Ceng Ho dengan armadanya yang luar biasa besar namun membawa misi perdamaian.

datangilah Imam dari ahli keluargaku itu walaupun terpaksa merangkak di atas salju. At-Tarmizi. bin Abu Ahmad Ishaq dari Malaka bin Hamid bin Jamad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahnul al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdullah al-Baghdad bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Wahid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain alAbidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w. Sesungguhnya. Mereka akan menyerahkannya kepada seorang lelaki dari ahli keluargaku yang namanya seperti namaku. dan nama ayahnya seperti nama ayahku.kejayaan. KIAHI AGENG LURUNG TENGAH bin Syihabuddin bin Nuradin Ali bin Ahmad al-Kubra al-Madani bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdullah alBaghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al- . SUSUHUNAN TEMBAJAT bin Muhammad Mawla al-Islam bin Ishaq gelar WALI LANANG DARI BALAMBANGAN.. mereka adalah pembawa Panji-panji Al Mahdi.w. Siapa di antara kamu atau keturunanmu yang hidup pada masa itu.w. Abu Dhabi. Abu Daud. imam Yamen.w. Hasanuddin gelar PANGERAN SABAKINKING bin Ibrahim gelar SUSUHUNAN GUNUNG JATI bin Ya’qub gelar Sutomo Rojo bin Abu Ahmad Ishaq dari Malaka bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud alKubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k. Na’im gelar SUSUHUNAN WALI ALLAH.w. Dia akan memenuhi dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan. Ibnu Majah. SUSUHUNAN GIRI bin Islam gelar WALI LANANG DARI BELAMBANGAN.” (H. Abus Syeikh. Ibnu Hibban. bin Abu Ahmad Ishaq dari Malaka bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abudrahman bin Abdullah al-Baghdad bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmadin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Zali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k. Ibnu Asakir & Abu Nuaim) Abu Salam Jumad gelar SUSUHUNAN ATAS ANGIN. bin Abdul-Malik Asafrani bin Husain Asfarani bin Muhammad Asfarani bin Abibakar Asfarani bin Ahmad bin Ibrahim Asfarani bin Tuskara. Al-Hakim. bin Makhdum Kubra bin Jumad al-Kubra bin Abdallah bin Tajaddin bin Sinanaddin bin Hasanaddin bin Hasan bin Samaim Bin Nadmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.R. bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Jasmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain alKabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zaid al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k. Ibnu Adi.

etc. bin Abu Ali Ibrahim Asmoro al-Jaddawi bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Abdurrahman bin Abdullah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin ZainalKubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alimbin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k. Gubernur Majapahit. Gubernur Surabaya.w. bin ARIO TEJO KUSUMO. Gubernur Tuban. Gubernur Jepara.w. lihat diatas. bin Tejo Laku. SUSUHUNAN BONANG bin SUSUHUNAN AMPEL bin Abu Ali Ibrahim Asmoro al-Jaddawi bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdullah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k. SUSUHUNAN KUDUS bin SUSUHUNAN NGUDUNG bin Husain bin al-Wahdi bin Hasan bin Askar bin Muhammad bin Husain bin Askib bin Muhammad Wahid bin Hasan bin Asir bin Al bin Ahmad bin Mosrir bin Jazar bin Musa bin Hajr bin Ja’far al-Sadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husein bin al-Imam Ali k.w.w.w. bin Khurames bin Abdallah bin Abbas bin . SUSUHUNAN KALIJOGO bin TUMENGGUNG WILO TIRTO.w. lihat diatas. bin Abrar bin Ahmad Jumad al-Kubra bin Abid al-Kubra bin Wahid al-Kubra bin Muzakir Zain al-Kubra bin Ali Zain al-Kubra bin Muhammad Zain al-Kabir bin Muhammad al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-husain bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.SUSUHUNAN PAKUAN bin al-Ghaibi bin al-Wahdi. bin Abdurrahman gelar ARIO TEJO Gubernur Tuban. Ibrahim gelar SUSUHUNAN PUGER bin askhian bin Malik bin Ja’far al-Sadiq bin Hamdan al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghdadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin Zain al-Kubra bin Zaid Zain al-Kabir al-Madani bin Umar Zain al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain alAbidin al-Madani bin al-Husain bin al-Imam Ali k.w. SUSUHUNAN PAKALA NANGKA dari Banten bin Makhdum Jati.etc. SUSUHUNAN KALINYAMAT bin Haji Usman bin Ali gelar RAJA PENDETA GERSIK. Pangeran Banten. SUSUHUNAN DRAJAT bin SUSUHUNAN AMPEL bin Abu Ali Ibrahim Asmoro al-Jaddawi bin Hamid bin Jumad al-Kabir bin Mahmud al-Kubra bin Mahmud al-Kabir bin Abdurrahman bin Abdallah al-Baghadadi bin Askar bin Hasan bin Sama-un bin Najmaddin al-Kubra bin Najmaddin al-Kabir bin al-Husain bin Zain al-Hakim bin Walid Zain al-Alim al-Makki bin Walid Zain al-Alim bin Ali Zain al-Abidin al-Madani bin alHusain bin Al-Imam Ali k. bin Ario Nembi bin Lembu Suro.SUSUHUNAN GESENG bin Husain bin Al-Wahdi.

a.Abdallah bin Ahmad bin Jamal bin Hasanuddin bin Arifin bin Ma’ruf bin Abdallah bin Mubarak bin Kharmis bin Abdallah bin Muzakir bin Wakhis bin Abdallah Azhar bin ABBAS r. bin Abdulmuttalib. .