KECURANGAN: PENGERTIAN DAN PENCEGAHAN

Seiring dengan tekad pemerintah untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi (TPK), maka ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan kecurangan. Tulisan ini mencoba membahas mengenai kecurangan (fraud) terlebih dahulu. Pada edisi ASEINews berikutnya, penulis akan menghubungkannya dengan TPK/KKN dan fraud audit atau audit investigasi yang lagi sering dibahas orang berkaitan dengan kasus KPU. Oleh karena itu, keep in touch ya….

Definisi Kecurangan
Yang dimaksud dengan kecurangan (fraud) sangat luas dan ini dapat dilihat pada butir mengenai kategori kecurangan. Namun secara umum, unsur-unsur dari kecurangan (keseluruhan unsur harus ada, jika ada yang tidak ada maka dianggap kecurangan tidak terjadi) adalah:  Harus terdapat salah pernyataan (misrepresentation)  dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present)  fakta bersifat material (material fact)  dilakukan secara sengaja atau tanpa perhitungan (make-knowingly or recklessly)  dengan maksud (intent) untuk menyebabkan suatu pihak beraksi.  Pihak yang dirugikan harus beraksi (acted) terhadap salah pernyataan tersebut (misrepresentation)  yang merugikannya (detriment). Kecurangan dalam tulisan ini termasuk (namun tidak terbatas pada) manipulasi, penyalahgunaan jabatan, penggelapan pajak, pencurian aktiva, dan tindakan buruk lainnya yang dilakukan oleh seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian bagi organisasi/perusahaan.

Kategori Kecurangan
Pengklasifikasian kecurangan dapat dilakukan dilihat dari beberapa sisi. Berdasarkan pencatatan Kecurangan berupa pencurian aset dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori: a. Pencurian aset yang tampak secara terbuka pada buku, seperti duplikasi pembayaran yang tercantum pada catatan akuntansi (fraud open on-the-books, lebih mudah untuk ditemukan).

semua pihak Riduan Simanjuntak. Dalam arti. Dalam kecurangan berulang. Pencurian aset yang tampak pada buku. Berdasarkan konspirasi Kecurangan dapat diklasifikasikan sebagai: terjadi konspirasi atau kolusi. auditor harus mereview program aplikasi komputer untuk memperoleh bukti terjadinya tindakan kecurangan pembulatan ke bawah saldo tabungan nasabah dan pengalihan selisih pembulatan tersebut ke suatu rekening tertentu. dan tidak akan dapat dideteksi melalui pengujian transaksi akuntansi “yang dibukukan”. Misalnya. Ak. tindakan kecurangan — walaupun terjadi beberapa kali — pada dasarnya bersifat tunggal. Pada umumnya kecurangan terjadi karena adanya konspirasi. signifikansi dari berulang atau tidaknya suatu kecurangan tergantung kepada dimana ia akan mencari bukti. MBA. tidak terdapat konspirasi. baik bona fide maupun pseudo. Bagi auditor. Penerbitan cek terus berlangsung sampai diberikan perintah untuk menghentikannya. CIA 2/7 . b. tindakan yang menyimpang terjadi beberapa kali dan hanya diinisiasi/diawali sekali saja. seperti: kickback (fraud hidden on the-books) c.b. paling sulit untuk ditemukan) Berdasarkan frekuensi Pengklasifikasian kecurangan frekuensi terjadinya: dapat dilakukan berdasarkan a. Selanjutnya kecurangan terjadi terus-menerus sampai dihentikan. seperti: pencurian uang pembayaran piutang dagang yang telah dihapusbukukan/di-write-off (fraud off-the books.. Berulang (repeating fraud). Pencurian aset yang tidak tampak pada buku. dan terdapat konspirasi parsial. Dalam kecurangan yang tidak berulang. CISA. namun tersembunyi diantara catatan akuntansi yang valid. Dalam bona fide conspiracy. Misalnya. Tidak berulang (non-repeating fraud). hal ini terjadi disebabkan oleh adanya pelaku setiap saat (misal: pembayaran cek mingguan karyawan memerlukan kartu kerja mingguan untuk melakukan pembayaran cek yang tidak benar). cek pembayaran gaji bulanan yang dihasilkan secara otomatis tanpa harus melakukan penginputan setiap saat.

Ak. CIA . seperti: bank. pesanan pembelian/kontrak yang lebih tinggi dari kebutuhan yang sebenarnya. Oleh karena itu. penetapan harga yang tidak benar. MBA. dan pengiriman barang yang tidak benar. Kecurangan yang dilakukan oleh manajemen umumnya lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh karyawan. pemasok. pembuatan kontrak ulang atas pekerjaan yang telah selesai. pembayaran ganda. Berdasarkan keunikan Kecurangan berdasarkan keunikannya dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. atau badan otoritas Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak terantisipasi Penjualan/laba menurun sementara itu utang dan piutang dagang meningkat Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk jangka waktu yang lama 3/7 Riduan Simanjuntak. Gejala Adanya Kecurangan Pelaku kecurangan di atas dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok. perlu diketahui gejala yang menunjukkan adanya kecurangan tersebut. dana pensiun. ada pihak-pihak yang tidak mengetahui terjadinya kecurangan. Kecurangan umum (garden varieties of fraud) yang semua orang mungkin hadapi dalam operasi bisnis secara umum. Contoh: (1) pengambilan aset yang disimpan deposan pada lembaga-lembaga keuangan. reksa dana (disebut juga custodial fraud) dan (2) klaim asuransi yang tidak benar. yaitu: manajemen dan karyawan. b. CISA. yang terjadi secara unik pada orang-orang yang bekerja pada operasi bisnis tertentu.. Misal: kickback.sadar akan adanya kecurangan. Kecurangan khusus (specialized fraud). Gejala kecurangan manajemen        Ketidakcocokan diantara manajemen puncak Moral dan motivasi karyawan rendah Departemen akuntansi kekurangan staf Tingkat komplain yang tinggi terhadap organisasi/perusahaan dari pihak konsumen. sedangkan dalam pseudo conspiracy.

Faktor Pendorong Kecurangan & Pencegahannya Terdapat empat faktor pendorong seseorang untuk kecurangan. seperti: easy going. CIA . CISA. sering bekerja sendiri  Gaya hidup di atas rata-rata  Mobil atau pakaian mahal. MBA. pengrusakan dokumen pendukung pembayaran Kekurangan barang yang diterima Kemahalan harga barang yang dibeli Faktur ganda Penggantian mutu barang Tindakan/perilaku pelaku kecurangan Berikut merupakan daftar perilaku seseorang yang harus menjadi perhatian auditor karena dapat merupakan indikasi adanya kecurangan yang dilakukan orang tersebut. bekerja melampaui jam kerja. gaya hidup mewah. yang disebut juga dengan teori GONE. penghilangan. tidak seperti biasanya. yaitu:  Perubahan perilaku secara signifikan.  Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan Terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada akhir tahun buku. bekerja keras. Ak. yaitu:   Greed (keserakahan) Opportunity (kesempatan) 4/7 melakukan Riduan Simanjuntak.. Gejala kecurangan karyawan         Pembuatan ayat jurnal penyesuaian tanpa otorisasi manajemen dan tanpa perincian/penjelasan pendukung Pengeluaran tanpa dokumen pendukung Pencatatan yang salah/tidak akurat pada buku jurnal/besar Penghancuran.  Sedang mengalami trauma emosional di rumah atau tempat kerja  Penjudi berat  Peminum berat  Sedang dililit utang  Temuan audit atas kekeliruan (error) atau ketidakberesan (irregularities) dianggap tidak material ketika ditemukan  Bekerja tenang.

Pengungkapan (exposure) suatu kecurangan belum menjamin tidak terulangnya kecurangan tersebut baik oleh pelaku yang sama maupun oleh pelaku yang lain. CIA 5/7 . ada yang mempunyai kesempatan besar dan ada yang kecil. ditetapkan dan dicapai dengan melibatkan seluruh pihak (manajemen dan karyawan)  Aturan perilaku pegawai. CISA. Faktor generik Kesempatan (opportunity) untuk melakukan kecurangan tergantung pada kedudukan pelaku terhadap objek kecurangan. dikaitkan dengan lingkungan dan budaya organisasi/perusahaan  Gaya manajemen. MBA. memberikan contoh bekerja sesuai dengan misi dan aturan perilaku yang ditetapkan organisasi/perusahaan  Praktik penerimaan pegawai. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko tersebut adalah:  Misi/tujuan organisasi/perusahaan. faktor ini berhubungan dengan keserakahan (greed). Faktor individu Faktor ini melekat pada diri seseorang dan dibagi dalam dua kategori:  Moral.  Need (kebutuhan) Exposure (pengungkapan) Faktor Greed dan Need merupakan faktor yang berhubungan dengan individu pelaku kecurangan (disebut juga faktor individual).. setiap pelaku kecurangan seharusnya dikenakan sanksi apabila perbuatannya terungkap. Sedangkan faktor Opportunity dan Exposure merupakan faktor yang berhubungan dengan organisasi sebagai korban perbuatan kecurangan (disebut juga faktor generik/umum). Namun. dicegah diterimanya karyawan yang bermoral tidak baik. Riduan Simanjuntak. Secara umum manajemen suatu organisasi/perusahaan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan kecurangan daripada karyawan. Oleh karena itu. Kesempatan untuk melakukan kecurangan selalu ada pada setiap kedudukan. Ak.

sebaliknya produk motivasi tersebut tidak dapat disembunyikan. apabila pelapor meminta uang sebelum memberi penjelasan lebih jauh. Ak. untuk mengidentifikasi calon karyawan yang berisiko tinggi dan sekaligus mendiskualifikasinya  Kehati-hatian. berkomunikasi secara terbuka. termasuk identitas pelapor dan keterangan tertulisnya (keterangan lisan tidak cukup) Riduan Simanjuntak. yang wajar sehingga karyawan merasa diperlakukan secara adil  Bantuan konsultasi pegawai. kredibilitas. Motivasi. untuk mengetahui masalah secara dini  Proses penerimaan karyawan. kemampuan mengetahui kecurangan tersebut. Beberapa cara mengurangi kemungkinan keterlibatan dalam kecurangan:  Menciptakan lingkungan yang menyenangkan. Jangan memberikan uang sebelum informasi yang akurat diberikan dan dikonfirmasi dengan saksi yang dapat dipercaya dan dengan dokumen . jengkel. faktor ini berhubungan dengan kebutuhan (need). . uang) .Tentukan apa motif dari pelapor (balas dendam. dan keandalan dari si pelapor/pengadu) . cemburu.Tentukan apakah pelapor mengetahui informasi dari tangan pertama (secara pribadi mengetahui terjadinya kecurangan) atau dari pihak lain.. mengingat motivasi seseorang tidak dapat diamati mata telanjang. MBA. Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan Apabila Terdapat Indikasi Kecurangan Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh suatu organisasi/perusahaan apabila terdapat indikasi kecurangan adalah: .Uji sumber pengaduan (misal: cek identitas. CISA.Uji lebih jauh dugaan kecurangan tersebut dengan sumber independen dan dokumen . dan adanya mekanisme agar setiap keluhan dapat didiskusikan dan diselesaikan  Sistem pengukuran kinerja dan penghargaan. misalnya: memperlakukan pegawai secara wajar.Waspada.Jangan mengambil tindakan disiplin tanpa catatan lengkap mengenai tuduhan kecurangan. CIA 6/7 .

CISA. auditor memperoleh suatu surat pengaduan dengan identitas yang tidak jelas namun indikasi kecurangan cukup kuat. Dalam hal ini.. apakah pemasok yang mengajukan penawaran atau karyawan yang menetapkan harga dari pemasok) Langkah-langkah di atas juga dapat digunakan oleh auditor untuk mendeteksi adanya kecurangan. Riduan Simanjuntak. Ak. namun disesuaikan dengan kondisi yang ada. auditor boleh jadi tetap melakukan audit kecurangan tanpa harus melakukan klarifikasi atas identitas pelapor. MBA.- - - Konfirmasi tuduhan tersebut melalui dokumen dan pengakuan/testimony (tertulis dan berkaitan dengan) saksi-saksi lain yang mengetahuinya Lakukan pendekatan dengan pemasok atau pihak-pihak lain yang diduga terlibat untuk memperoleh jawaban dan kerjasama mereka Lakukan interview terhadap karyawan yang diduga terlibat untuk mengetahui versinya mengenai dugaan kecurangan tersebut (misalnya. Misalnya. CIA 7/7 .