Modul Praktikum Metalografi

MODUL IV : PERCOBAAN JOMINY I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mendapatkan hubungan antara jarak permukaan dengan pendinginan langsung dengan kekerasan bahan (kemampukerasan bahan) 2. Mendapatkan hubungan antara kecepatan pendinginan dengan fasa yang terbentuk serta mendapatkan sifat kekerasan dari fasa tersebut.

II.

TEORI SINGKAT
Proses kombinasi pemanasan dan pendinginan yang bertujuan mengubah struktur mikro dan sifat mekanis logam disebut Perlakuan Panas ( Heat Treatment) . Logam yang didinginkan dengan kecepatan yang berbeda-beda misalnya dengan media pendingin yang berbeda, air, udara atau minyak akan mengalami perubahan struktur mikro yang berbeda. Setiap struktur mikro misalnya fasa martensit, bainit, ferit dan perlit merupakan hasil transformasi fasa dari fasa austenit. Masing-masing fasa tersebut terjadi dengan kondisi pendinginan yang berbeda-beda dimana untuk setiap paduan bahan dapat dilihat pada diagram Continous Cooling Transformation (CCT) dan Time Temperature Transformation (TTT) diagram. Masing-masing fasa di atas mempunyai nilai kekerasan yang berbeda. Dengan pengujian Jominy maka dapat diketahui laju pendinginan yang berbeda akan menghasilkan kekerasan bahan yang berbeda. Pada baja,pendinginan yang cepat dari fasa austenit menghasilkan fasa martensit yang tinggi kekerasannya. Untuk pendinginan lambat akan mendapatkan struktur ; 3. Bainit Bawah Struktur seperti jarum, mirip Martensit 4. Bainit atas; Struktur seperti perlit dengan sifat lapisan yang lebih halus

1

Modul Praktikum Metalografi

III. Uji Jominy Makin lambat laju pendinginan logam. Batang baja sebagai benda uji. Alat penguji Kekerasan Brinell 6. Mikroskop pengukur jejak. 2 Modul Praktikum Metalografi . 5. Amplas. makin banyak matriks perlit yang ditampilkan dan kekerasan makin turun . Gambar 1. 1100oC 3. Oven Muffle temperatur max. Kran air dengan tekanan cukup 4. Penambahan kadar karbon atau paduan atau bertambah besarnya ukuran butir akan menyebabkan grafik bergeser ke kanan sehingga memudahkan pembentukan struktur martensit. Perlit Kasar Struktur sama dengan perlit halus namum lamel lebih kasar dan kekerasan lebih rendah. Perlit halus.Modul Praktikum Metalografi 5. dengan d=2.5 cm . Pergeseran grafik ke kanan juga menggambarkan sifat kemampukerasan bahan/tersebut. Struktur Perlit yang halus dengan lapisan ferit dan cementit 6. ALAT DAN BAHAN 1. L= 10 cm 2.

Kg D= Diameter bola. mengalami 3 Modul Praktikum Metalografi . Ukur besarnya diameter jejak yang di dapat. P = Beban yang digunakan .Modul Praktikum Metalografi III.mm 8. 9. PROSEDUR PERCOBAAN 7. Hitung kekerasan pada setiap lokasi penjejakan dengan mrnggunakan rumus Kekerasan Brinell HB = 2 P/Π D (D-√D2. mm dan d = diameter indentasi. 12. Bersihkan bagian untuk penjejakan dengan amplas. 10. Buat /isi kolom pada lembar data. Panaskan batang uji dalam oven dengan temperatur preheating 350oC selama 15 menit dan temperatur austenisasi 900oC selama 30 menit. Siapkan batang benda ujii. dimana ujung bawah logam penyemprotan air. biarkan sampai dingin. 8. amplas salah satu sisi batang untuk penjejakan.d2) Dimana . 11. 13. Lakukan penjejakan Brinell pada 15 titik yang berjarak sama. Keluarkan batang dari oven dengan cepat dan letakkan batang tersebut pada alat bangku Jominy.