STATUS UJIAN PSIKIATRI I. IDENTITAS PENDERITA Nama Umur Jenis Kelamin : : : Tn.

Sony Pakaya 32 Tahun Laki-laki Manado, 29 April 1978 Sudah Menikah SD Tukang Ojek Gorontalo / Indonesia Islam Tuminting Ling.III 18 Juli 2011 RS Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang

Tempat/Tanggal Lahir : Status Perkawinan :

Pendidikan Terkahir : Pekerjaan Suku/Bangsa Agama Alamat Sekarang : : : :

Tanggal Pemeriksaan : Tempat Pemeriksaan : II. RIWAYAT PSIKIATRI Diperoleh dari

1. Autoanamnesis dengan penderita pada tanggal 18 Juli 2011

Rasa takut menghebat jika penderita berada dalam rumah. Alloanamnesis Menurut ibu penderita. Ratumbuysang . setelah 4 hari lari dari rumah penderita balik ke rumah kemudian keluarga penderita membawah penderita ke dokter Mahama namun dalam perjalanan penderita mengamuk dan menjatuhkan diri dari mobil. Tetapi 4 hari SMRS penderita lari dari rumah karena penderita merasa takut di dalam rumah. penderita tidak mengetahui dengan pasti kapan penderita merasa takut-takut. penderita mulai merasa takuttakut. arwah-arwah tersebut pernah berbisik dan menyuruhnya untuk membunuh orang.2. setalah kecelakaan bermotor 6 tahun yang lalu dimana kepala penderita terbentur di aspal dan 4 gigi penderita tanggal. Kemudian keluarga penderita membawa penderita ke Dokter Mahama dan penderita menunjukan adanya perbaikan. Keluhan Utama: Takut-takut B. keluarga penderita berhasil mendapatkan penderita dan langsung membawa penderita ke RS. Riwayat gangguan sekarang : Autoanamnesis Takut-takut dialami penderita sejak lama. Kemudian. Takut-takut dirasakan penderita kalau di dalam rumah dan melihat ayahnya. Menurut penderita. Penderita sering mendengar bisikan arwah-arwah dan penderita juga melihat arwah-arwah itu berwarna putih. melihat ayahnya dan pada saat penderita kelelahan setelah beraktivitas. Alloanamnesis dengan ibu penderita pada tanggal 18 juli 2011 A.

dimana penderita mengalami kecelakaan bermotor. 4. III. 2. RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI 1. 2) Riwayat gangguan medis Riwayat trauma kepala dialami penderita 6 tahun yang lalu. Riwayat masa kanak pertengahan (usia 4-11 tahun) Tidak ada masalah yang berarti. 3) Riwayat penggunaan zat psikoaktif Penderita suka mengkonsumsi alkohol dan rokok. penderita tergolong anak yang pendiam dan pemalu. Riwayat masa kanak awal (usia 1-3 tahun) Pertumbuhan dan perkembangan masa kanak awal sesuai dengan usia penderita.C. Riwayat prenatal dan perinatal Penderita dilahirkan dirumah. Riwayat masa kanak akhir dan remaja . 3. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1) Riwayat gangguan psikiatri sebelumnya Penderita tidak pernah mengalami gangguan psikiatri. Penderita merupakan anak ke tiga dari empat bersaudara. ditolong oleh biang kampung.

tapi masih suka bergaul dengan teman-teman sebaya. Riwayat masa dewasa a) Riwayat pendidikan Penderita putus sekolah kelas 1 SMP. maupun dalam pendidikan agama. f) Aktivitas sosial Penderita dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan pendiam. e) Kehidupan beragama Penderita beragama Islam dan cukup rajin beribadah. 5. b) Riwayat pekerjaan Penderita bekerja sebagai tukang ojek.Penderita merupakan anak yang pendiam dan pemalu. g) Riwayat pelanggaran hukum Tidak ada . c) Riwayat psikoseksual Penderita mendapat pendidikan formal tentang seksualitas selama SMP. d) Riwayat pernikahan Penderita sudah menikah dengan seorang istri dan memiliki dua orang anak.

i) Riwayat keluarga Penderita adalah anak ke tiga dari empat bersaudara. Genogram : Perempuan : laki LakiPENDERITA IV.h) Situasi kehidupan sekarang Penderita tinggal dengan istri dan anaknya di rumah orang tua penderita. Hubungan penderita dengan keluarga harmonis dan tidak ada masalah. Deskripsi Umum Penampilan . STATUS MENTAL 1. Saat ini biaya hidup penderita ditanggung oleh orang tua. Orang tua penderita masih hidup.

Proses Pikir Bentuk pikiran : Koheren Isi pikiran : Waham(+) 6. Selama wawancara penderita hanya berdiam diri. Karakteristik bicara Selama wawancara. Berpakaian kaus. 3. Penderita duduk di tempat duduk menghadap pemeriksa. dan celana jeans. Pertanyaan dijawab dengan yakin namun lambat. ekspresi wajah terlihat datar. Rambut cepak oval. penderita menjawab sesuai pertanyaan.Penderita adalah seorang laki-laki. bentuk badan proporsional. sesuai umur. bicara lambat dengan volume suara yang tidak terlalu keras. Sensorium dan kognisi Taraf kesadaran . Alam perasaan(mood) dan ekspresi(afek) Mood : Irritable. usia 32 tahun. Perilaku dan psikomotor Selama wawancara penderita menjawab semua pertanyaan tetapi secara lambat dan harus beberapa kali ditanya. artikulasi tidak jelas. Sikap terhadap pemeriksa Penderita kooperatif dalam menjawab pertanyaan 2. Afek : flat affect 4. Gangguan persepsi Halusinasi visual dan auditorik(+) 5.

Penderita dapat mengenali orang-orang disekitarnya. Kemampuan menolong diri sendiri Penderita dapat mandi sendiri serta dapat makan dan minum sendiri. Daya ingat Daya ingat jangka panjang : Tidak terganggu. Penderita bisa membedakan siang dan malam Tempat: Baik. Penderita dapat yang mengingat kegiatan yang dilakukan tadi pagi. Penderita dapat mengulang 6 huruf yang diucapkan pemeriksa. Pengendalian impuls Penderita kadang-kadang berbicara sendiri Pertimbangan dan tilikan Daya nilai sosial : Terganggu . Penderita dapat menyebutkan nama tempat penderita bersekolah SD-SMP Daya ingat jangka pendek : Tidak terganggu. Penderita mengetahui bahwa dirinya berada di rumah sakit.GCS 15 Orientasi Waktu : Baik. Kemampuan baca dan menulis Penderita dapat membaca dan menulis Kemampuan visuospasial Penderita tidak bisa menggambar jam dan angka-angkanya. Orang : Baik. Daya ingat segera : Tidak terganggu.

N : 80x/m. refleks cahaya ⊕/⊕ C. Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum Kesadaran Tanda Vital Kepala Toraks Abdomen : Tampak sakit : Compos Mentis : T : 110/80. lemas. turgor kembali cepat. Pemeriksan Neurologis GCS TRM Mata : E4M6V5 : Tidak ada : Gerakan normal searah. pupil bulat isokor.3 0C : Konjungtiva anemis -/-. SB : 36. Pemeriksaan Penunjang . akral hangat B. bising usus ⊕ normal Hepar/Lien : tidak teraba Ekstremitas : Edema . PEMERIKSAAN DIAGNOSIS LEBIH LANJUT A. Wheezing -/: Datar. Sklera ikterus -/: Rhonki -/-.Penilaian realitas : Terganggu Tilikan : Derajat 1 V. R : 20x/m.

secara umum masih baik) . Tidak ditemukan adanya kelainan pada pemeriksaan neurologis dan fisik umum. tinggal di Tuminting ling. bekerja sebagai tukang ojek. Tn. Penderita diperiksa di Poli Jiwa RS Prof. agama Islam. dimana penderita mendengar bisikan-bisikan arwah yang berbicara penderita. umur 32 tahun. disabilitas ringan dalam fungsi.Tidak dilakukan pemeriksaan penunjang VI. tempat dan orang dievaluasi.0) : Tidak ditemukan ciri-ciri kepribadian tertentu : Tidak ada diagnosis : Masalah Pendidikan : GAF 61-70 (Beberapa gejala ringan dan menetap. L. suku Gorontalo. pendidikan SD. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : Gangguan Skizofrenia Paranoid (F 20. Ratumbuysang Manado pada tanggal 18 Juli 2011 dengan keluhan utama takut-takut. VII. sehingga wawancara juga dilakukan dengan ibu penderita. Pada penderita terdapat halusinasi auditorik.Sony Pakaya. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Telah diperiksa seorang penderita. Dr. Orientasi waktu. Penderita mau bicara tetapi kadangkadang terhenti. III. V.

Psikoterapi dan intervensi psikososial Psikoterapi individual (suportif) C. Psikofarmakologi Risperidon 3 x 2 mg Carbamazepine 25 mg. PROBLEM A. Penderita tidak mau makan dan tidak mau minum obat.VIII.0 – 50 mg Trihexylphenidil 3 x 2 mg B. C. IX. Konseling Keluarga . PERENCANAAN TERAPI A. . Lingkungan & Sosial Ekonomi : Penderita memiliki masalah pendidikan. penderita terlihat murung tetapi mau bicara. Organobiologi : Faktor genetik gangguan jiwa ada B. dimana penderita putus sekolah saat kelas 1 SMP. Psikologi : Saat datang.

wawancara psikiatri. pemeriksaan fisik dan status mental dapat ditarik kesimpulan bahwa penderita ini Gangguan Skizofrenia. Pada penderita ini. PROGNOSIS Dubia ad bonam XI. Penderita memiliki gejala halusinasi visual dan auditorik dimana penderita sering mendengar bisikan-bisikan yang sudah berlangsung selama 6 tahun. ANJURAN Dianjurkan kepada ibu penderita untuk mengawasi dan membantu penderita dalam melakukan pengobatan secara teratur dan berkelanjutan sesuai anjuran dokter ahli kesehatan jiwa. terapinya diberikan Risperidon 3x2mg/hari. XI. Penderita juga sering berbicara sendiri selama 3 minggu yang lalu. Dimana mekanisme kerjanya adalah memblokade Dopamine pada reseptor pasca-sinaptik neuron di Otak. . serta memberi dukungan kepada penderita untuk beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain melalui pekerjaan maupun aktivitas sosial lainnya. Chlorpromazine 25mg-0-50mg.Memberi pengertian kepada orang tua dan istri penderita tentang kondisi penderita dan menyarankan untuk senantiasa memberi dukungan selama masa pengobatan. X. sering berkomunikasi dengan penderita. Risperidon merupakan golongan obat anti psikosis atipikal. DISKUSI Berdasarkan anamnesis.

dan menjalankan pengobatan yang teratur.” “ Perkenalkan kita Vina dokter muda. cara pengobatan.” “ Selamat siang dokter. WAWANCARA PSIKIATRI A B C A B C A : : : : : : : Pemeriksa Penderita Ibu penderita “ Selamat siang bapak…” “. Keluarga penderita juga diberikan terapi keluarga dalam bentuk psikoedukasi berupa penyampaian informasi kepada keluarga mengenai penyebab penyakit yang dialami penderita serta pengobatannya. perbaikan fungsi sosial dan pencapaian kualitas hidup yang baik sehingga memotivasi penderita agar dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik. efek samping yang dapat muncul. tidak dengan terpaksa.. Trihexylphenidil 3x2mg. sehingga penderita sadar dan mengerti akan sakitnya. Hal lain yang dilakukan adalah dengan intervensi langsung dan dukungan untuk meningkatkan rasa percaya diri individu.. pentingnya kepatuhan dan keteraturan minum obat. Om pe nama sapa?” .khususnya di sistem limbik dan sistem ekstrapiramidal sehingga efektif untuk gejala POSITIF dan berafinitas terhadap “Dopamine D2 Receptors”. Pada penderita ini juga diberikan terapi lain. berupa psikoterapi. Dalam hal ini diberikan melalui edukasi terhadap penderita agar memahami gangguannya. sehingga keluarga dapat memahami dan menerima kondisi penderita untuk minum obat dan kontrol secara teratur serta mengenali gejalagejala kekambuhan secara dini. sehingga efektif juga untuk gejala Negatif. juga terhadap “Serotonin 5 HT2 Receptors”(Serotonin-dopamine antagonists). Pengertian kepada keluarga akan pentingnya peran keluarga pada perjalanan penyakit juga penting untuk disampaikan.

..” “ Kong so brapa hari dang itu? Sejak kapan dang?” ” So deng taon-taon.” “ Pak sony datang kamari rasa saki apa dang?” “ Cuma stres.Sony..” “ Ngana pe nama kata sapa.. tidor mungkin?” “ Nda dapa inga. di dalam.pas kapan ja muncul? Pas bapak ja mandi ato makang. 93. Tu arwah-arwah. 2003..” “ Ba taria di talinga?” ” Di talinga.B C B A B C B A B A B A B A B A B A B A B C A B : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : “ ..” “ Stres? Stres karena apa?” “ Tu suara-suara yang dorang ja ba taria di dalam.” “ So deng taon-taon? Taon-taon itu so boleh brapa lama dang? So brapa taon?” ” . umur. Brapa taong lalu. ngana cuma da pigi ka dokter tu hari ba priksa.. 88.” “ Umur berapa kata.” “ 78... 83..” “ Di dalam?” “ Di dalam. Umur..” “ Umur berapa dang om?” “ ..” .di taon berpa ta pernah datang kamari..” ” Dua taon? Tiga taon?” “ So.” ” Tu suara-suara ja datang itu.” “ Blum.” ” ..

..” ” .” ” Baku-baku ganti? Dorang ja suruh dang pa bapak? ” Nyanda. waktu dapa anak dang. bapak ja ba cerita deng dorang?” ” Di dalam ba cerita.Baku-baku ganti.” ” Pangge teman?” ” Baku-baku hela arwah bagitu.” “Oh.” “ Yang dapa anak sapa?” ” .dorang jaga bilang pangge-pangge mo baku bage.. Jangan bukang dia.” ” Oh.” “ Waktu dapa anak dang.pangge tamang. berdamai tampung-tampung.A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : “ Cuma kage-kage bagitu dang. apa yang dorang cirita?” ” E..” “ Tiga taon ka stow tiga bulan.” “ Waktu anak umur tiga taon. Bagimana depe bentuk tu arwah?” “ Kalo diliat dari gambaran ba warna putih... dorang ja ba cirita di dalam. ” Arwah warna apa?” ” Ha?” “ Nda ba warna? Tu arwah warna apa?” ” Arwah?” “ He-e.” ” Tu suara-suara itu ja bilang apa dang pa bapak?” ” E... dari dalam ada baku tangkis.potong Toni pe kapala kong tu arwah bilang jangan.” ...” “Oh.

..” ” Oh.e.” ” Baku strekel deng sapa?” ” Kita pe mai…Kita pe keluarga. Ta jaga lindungi pa dorang. Kita so lindungi dengan mati-matian.” ” Sapa yang so mati?” bau. deng bini pe keluarga.apa…waktu di sanger.” “ Itu arwah ba suruh itu?” “ Pot…e…bukang buat suruh ba perang to. ja rasa apa?” ” Jaga…nentau le tu satu itu.. Yang mana…e…apa…tu…tu…suara. Tapi dalam keadaan stress stenga mati. A B A B A B A B A B C A : : : : : : : : : : : : B A B : : : A : ..saya punya keluarga. Kong bapak kan tadi jaga bilang ja lindungi itu keluarga apa-apa-apa...maupun emosi. Bagitu. Ada apa so deng bapak pe keluarga? Kyapa bapak musti lindungi-lindungi dang? “ Dorang so baku serang. kalo sebiar bagitu.e...” “ Baku serang?” ” Karena di awal.” ” Dia nimbole kase sebiar bagitu (stres).kita so mati. baik kita pe mai… kita punya keluarga.di. Samua talalu Baku…baku-baku bunuh “ Itu tu bapak ja dengar-dengar? Itu?” “ Itu arwah yang ba suruh.A B A B : : : : “ Putih? Dua-dua warna putih dang tu arwah?” “ Emm.ada…ada macam bisikan suara. Mo lari..” ” Bapak ja lindungi pa sapa? “ Keluarga. Dorang ganggu trus.” ” Ba prang for? For apa mo ba prang?” ” Tau dorang perang apa. mar stenga mati lantaran keadaan gila.” ” Stress? Kalo bapak ja rasa stress.kita stenga mati mo…Baku strekel samua.ba warna putih. Baik kita pe bini pe keluarga.. Kita.

” “ Stenga mati.” .” ” Sapa da bilang pa bapak sapa yang so mati? Yang mati itu sapa dang. Satu lawan banyak.” “ Banyak? Ilmu apa dorang ja pake?” “ E…semacam hipnotis.” “ Bapak tau sapa tu pake ilmu?” “ Ban.B A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B A B : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : ” Tau ini.nya. Laeng menyerang di dapur…Laeng menyerang…Stenga mati…Kita ingin melindungi pa dorang.” “ O…” “ Nyanda dapa lindungi.” “Di dalam?” ” Arwah di dalam. yang bilang pa bapak?” ” Tau.” “ Kong bapak pe keluarga di mana dang?” “…” “ Kong bagimana dang bapak pe keluarga?” “ Hmm?” “ Bapak pe keluarga bagimana?” “…” “ Bapak ja bilang tadi bapak ja lindungi bapak pe keluarga.. semacam kebal apa. Arwah yang di dalam.” ” Kong itu ada hubungan deng yang tadi? Yang bapak ja bilang tadi lindungi bapak pe keluarga?” “ Stenga mati dorang pake ilmu samua.” “ Kebal? O…Bapak tau dang itu hipnotis deng kebal? Iyo?” “ …dia da mati kita yang bunuh..

” : : : : “ Oh.” “ Baru kalo taman-taman tanya: Ngana ini pa sapa? Kita bilang kita pa bosami.” “ Sama-sama bu selamat siang ilmu ini A B A B C A : : .kita nda memihak pa sapa sapa…apa…memihak satu pihak. samua keluarga.A B A B : : : : ” Bapak mo lindungi pa sapa dang?” ” Samua keluarga. Makese ne. ibu. Ehem..” “ Oh. “ …” “ Oh. Kita mau semua pihak itu damai. Torang tinggal di negara mana? Cuma ini ilmubeking diri.” “ Ilmu-ilmu apa?” “ Emm…macam apa itu…macam hipnotiskah…macam apa…nda tahu. iyo dok. bapak so lelah stow kang jadi so nda dapa ba jawab? Kalo bagitu torang mo permisi dulu ne bapak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful