Pertemuan ke-4

PEMBUATAN BESI DAN BAJA SERTA PADUAN NYA
Logam ferrous dapat digolongkan kedalam beberapa kelompok, tergantung kepada komposisi kimianya, khususnya unsur karbon, sifat-sifat mekanis, sifat fisis atau tujuan dari penggunaan nya. Besi sebagai bahan teknik, diperkirakan sudah dikenal manusia sekitar tahun 1200 S.M, dan penggunaan nya meliputi hampir 95 % dari produksi logam dunia. 4.1. BIJIH BESI 4.1.a). Bijih Besi (iron ore) atau cabikan besi adalah: merupakan bahan galian hasil tambang yang banyak mengandung unsur besi

( Fe )

dan

bersenyawa atau terikat dengan unsur-unsur lain, terutama Oksigen, Karbonat dan sifat-sifat yang mengandung Sulfida (ke-3 nya disebut mineral-mineral). Oleh karena itu, pembagian macam dan jenis bijih besi didasarkan kepada kandungan mineralnya. 4.1.b). Macam-macam bijih besi. 1). Oksida-oksida besi, contoh nya: * Ferri Oksida ( Fe2 O3 ) atau disebut: “hematit”. Kandungan Besi nya = ± 69,94 %

Oksigen nya = ± 30,06 % Warna nya: merah dan tidak mengandung air * Ferro Oksida Fe3 O4 atau disebut: “magnetit” Kandungan Besi nya = ± 72,4 %

(

)

Oksigen nya = ± 27,6 % Warna nya abu-abu sampai dengan ke cokelat-cokelat an. Mempunyai sifat kemagnitan. * Fe O ( OH ) Fe2 O3 disebut juga: “limanit” Limanit ini disebut juga Ferro Oksida yang ada mengandung air. Kandungan Besi nya = (60 ÷ 65) %

Oksigen nya = (8 ÷ 20) % Sisa nya = air ( H 2 O )

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Ganda Samosir, M.Sc.

PROSES PRODUKSI

1

0 % Sisa nya = air Bentuk nya kristal atau seperti jarum. contoh nya: * Fe CO3 disebut juga: “sederit” Kandungan Besi nya = ± 48.8 % Bentuk nya seperti kristal dan berlumpur. contoh nya: * Magnetik pyrite Kandungan Besi nya = ± 69. * Fe O( OH ) disebut juga: “lepidoerosite” Bijih besi ini merupakan bentuk lain atau variasi dari goethite.9 % Oksigen nya = ± 27.2 % Karbonat nya = ± 50. N i . atau disebut bijih besi bersifat putih Kandungan Besi nya = ± 46.6 % * Marcasite. * “Pyrite lythos” Kandungan Besi nya = ± 46. M. C a . warna nya: kuning PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.4 % Macam bijih besi ini.6 % Sulfur nya = ± 39. Sulfida-sulfida besi. merah atau cokelat.Sc. Mengandung unsur-unsur lain. perak atau sulfur (belerang). C u . M n . biasanya merupakan hasil sampingan dari penambangan: Z n . C o 3. Warna: kuning. Au . seperti: M g .4 % . Ganda Samosir.6 % Sulfur nya = ± 53.4 % Sulfur nya = ± 30. * Fe O2 ( OH ) 2 disebut juga: “turgite” Bijih besi ini merupakan bentuk lain atau variasi dari limanite 2. PROSES PRODUKSI 2 .Warna: cokelat * HFe O2 disebut juga: “goethite” Kandungan Besi nya = ± 62. Karbonat-karbonat besi.

sehingga siap untuk di olah lebih lanjut. hingga menjadi bersih dan teratur.Terjadi sekitar 25 juta tahun yang lalu . bijih besi terjadi akibat fraksinasi kristalisasi yang kemudian mengalami periode pendinginan. dapat dikatakan: . Cara pengolahan bijih besi. Teknik-teknik pengolahan bijih besi tersebut adalah sbb: Pemecahan (Crushing) Gerinda (Grinding) Pencucian (Washing) Gaya berat (Gravity method) Pemisahan secara magnetik (Magnetic Separation) Pembuihan dan pengapungan (Froth floatation) Pemisahan secara elektrostatik ber tegangan tinggi (Electroststic/high tension separation) . dari beberapa meter hingga beberapa ratus meter di bawah permukaan tanah.e.1. desintegrasi. Teknologi pengolahan bijih besi disini adalah pengolahan bijih besi dari hasil tambang yang masih kotor dan tidak teratur bentuk nya.Pemisahan secara magnetis dengan temperatur rendah (Low temperature magnetizing separation) .Karena proses geologi dan terjadi akibat pembagian geografis . transportasi.4.Deposit nya mempunyai kedalaman yang ber-variasi. Namun secara ringkas. Penjelasan Cara-Cara Pengolahan Bijih Besi ♦ Pemecahan (Crushing) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. atau juga sedimentasi yang terbentuk karena adanya proses erosi.Hanya terdapat di beberapa tempat di dunia. dll. Terjadinya bijih besi Secara umum dapat dikatakan.c).Sc.1.1.Menghilangkan zat cair dan dikeringkan (Dewatering and drying) Pengumpulan/penggumpalan. 4.d. 4. M. Atau bahkan karena oksidasi pada cairan kimia (solvent). Australia dan Amerika . Ganda Samosir. seperti: India. PROSES PRODUKSI 3 .

bijih besi magnetit masih mengandung tanah. dapat dipisahkan dengan “mineral non-magnetic separation” Untuk kemagnitan yang lemah.1 ÷ 0. biasanya masih berbentuk bonglahan-bongkahan besar. jigging. untuk bijih besi dengan ukuran 0. digunakan mesin: .agar ukuran nya seragam. Ganda Samosir.5 ÷ 25 mm .1 ÷ 1. Ball mill dan atau Rod mill ♦ Pencucian (Washing) bijih besi yang mengandung tanah liat dan kotoran-kotoran lain nya. maka digunakan ayakan (saringan). cyclone.5 mm . ♦ Pemisahan secara magnetik (Magnetic separation) mineral-mineral dengan kemagnitan yang besar (contoh: bijih besi magnetit).Sc. maka akan diperoleh bijih besi yang bersih. ♦ Grinda (Grinding) adakalanya. yang dilengkapi oleh alat pengangkat. kotoran-kotoran halus akan tertinggal dan yang telah tercuci disaring dalam keadaan basah menggunakan saringan susun yang bergetar. Mesin nya: Jaw Crusher dan atau Gyratory Crusher. hampherey spiral. untuk bijih besi dengan ukuran 0. dicuci dengan menggunakan mesin pencuci berbentuk silindris maupun konis. guna memisahkan antara bijih besi dan kotoran-kotoran tersebut. untuk bijih besi dengan ukuran 0.- bijih besi hasil tambang. ada yang basah ada pula yang kering dan sedikit bercampur dengan kotoran-kotoran lain nya. ♦ Gaya berat (Gravity method) dengan memanfaatkan beda berat jenis dari bahan-bahan hasil tambang. yakni antara 300 ÷ 400 mm 2 - untuk keperluan “tanur tinggi”di perlukan ukuran bijih besi antara 10 ÷ 30 s/d 50 mm 2 . dapat menggunakan cara pengapungan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. PROSES PRODUKSI 4 . shaking tabel. digunakan “high density dry magnetic separation” ♦ Pembuihan dan pengapungan (Froth floatation) Untuk bijih-bijih besi yang kemagnitan nya sangat lemah/rendah. M. oleh sebab itu bongkahan-bongkahan tadi perlu di pecah-pecah sehingga mempunyai ukuran yang kecil dan seragam.5 mm . maka akan dapat diperoleh bijih besi yang bersih pralatan-peralatan yang sering dipakai adalah: . . untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang sangat halus.

Sc. ♦ Pengumpulan atau penggumpalan (Stockage) 4. maka bahan utama nya adalah: besi kasar. : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. ♦ Pemisahan secara magnetis dgn temp. Ganda Samosir. PEMBUATAN BESI KASAR (BESI MENTAH) Untuk membuat besi batangan dan paduan nya. ♦ Pemisahan secara elektrostatik ber tegangan tinggi (Electrostatic/high tension separation) Elektrostatik atau pemisahan dengan tegangan tinggi dipakai untuk meningkatkan mutu dari konsentrat-konsentrat yang halus juga untuk memisahkan bahan-bahan yang tidak di inginkan. PROSES PRODUKSI 5 . kemudian dimampatkan kedalam mesin pemampat dan kemudian dikeringkan.- pH dari bahan yang di apungkan dapat diperlemah/diperkecil dengan cara menambahkan asam atau alkali (tergantung dari bahan yang di apungkan). Gambar skematik sebuah tanur tinggi beserta dimensi-dimensi utama nya. di beri air.2. M. rendah (Low temperature magnetizing separation) teknik ini biasanya dipakai untuk bijih-bijih besi yang halus dan non-magnetik atau yang magnetik nya rendah serta menandung oksida-oksida hidrat dan kadang-kadang siderite sebuah alat pemanggang (pemanas) ditempatkan persis dibawah alat utama. guna memisahkan bahan-bahan yang non-magnit dengan yang magnetis serta bahan-bahan lain yang tidak di inginkan ♦ Menghilangkan zat cair dan dikeringkan (Dewatering and drying) bijih besi yang butiran-butiran nya sangat halus di dalam suatu konsentrat. sedangkan besi kasar (pig iron) dihasilkan oleh “Tanur Tinggi” (Blast Furnace).

maka sebuah tanur tinggi. disusun ber lapis-lapi.Kokas/Batu bara . Oleh karena itu: hematit.Sc. PROSES PRODUKSI 6 . M. Bijih besi dan Batu kapur. magnetit. maka hasil dari Tanur Tinggi ini sering juga disebut sebagai “besi mentah”.Batu kapur Bahan baku ini. Ganda Samosir. • Jenis bijih besi yang lazim digunakan adalah yang % Fe nya besar dan % kotoran kecil. siderit dan himosit. sebab besi kasar ini merupakan bahan baku dari tanur jenis lain. memerlukan bahan-bahan sebagai berikut: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. • Untuk mendapatkan/menghasilkan 1 (satu) ton besi kasar. dst.Bijih besi . dimulai dari Kokas. • Kapasitas Tanur Tinggi adalah: (390 ÷ 400) ton/hari ( 80 ÷ 100) ton/sekali tuang.Karena besi kasar ini masih mengandung persentase karbon yang tinggi (tidak dapat langsung dipakai). lebih di sukai. • Bahan baku Tanur Tinggi adalah: . yang kemudian di olah lebih lanjut agar persentase kadar karbon nya bisa sesuai dengan yang diharapkan.

• Proses-proses yang terjadi di dalam Tanur Tinggi 1. akhirnya menghasil kan: besi + gas karbon dioksida ( CO2 ) . Proses yang terjadi di dalam tanur tinggi disebut: “reduksi tidak langsung” (indirect reduction) dan reaksi kimia yang berlangsung adalah sebagai berikut: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. terak dapat digunakan sebagai bahan bangunan (campuran beton) atau sebagai bahan isolasi tahan panas. Terak cair ini kemudian akan di hisap keluar dari tanur tinggi secara bertahap. 9. 3. Berat jenis terak cair ini lebih ringan dibandingkan dengan berat jenis besi cair. Dengan udara panas ± 500 °C. 6. setelah dibersihkan (disaring). Gas panas yang dihasilkan. kemudian bereaksi dengan bijih besi. juga menghasilkan produk sampingan berupa 0. sehingga terbentuk karbon monoksida (CO).± ± ± ± 2 ton bijih besih 0. M. 8. Batu kapur akan mengikat kotoran-kotoran didalam bijih besi.5 ton batu kapur 4 ton ≈ 4000 m 3 udara panas • Kadar Karbon pig iron adalah antar (4. dapat dihemat penggunaan kokas sekitar 30 %.8 ton kokas 0. sehingga dengan demikian. kadar C nya harus cukup tinggi ukuran nya harus homogen (seragam) porosity (pori-pori) nya harus baik bebas dari kotoran-kotoran yang dapat mengganggu proses pembakaran. hasilnya adalah “terak cair”. dapat digunakan sebagai bahan baku (bakar) tanur tinggi. Setiap 1 (satu) kg besi cair yang dihasilkan. Setelah membeku. Udara panas ± 500 °C di hembuskan melalui tuyer dan membakar kokas. 4. 7. batu kapur berfungsi sebagai “fluks”. Ganda Samosir.5 ÷ 6) % • Tidak semua jenis kokas. Besi cair murni (tanpa kotoran-kotoran) dialirkan kedalam cetakan setiap 5 sampai dengan 6 jam sekali. untuk itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. atau untuk menghasilkan energi. 5. dapat digunakan kembali sebagai pemanas mula tanur tinggi. dll. sehingga dengan demikian terak cair akan berada diatas besi cair. 2. antara lain: harus cukup keras semurni mungkin. PROSES PRODUKSI 7 .Sc.5 kg terak cair dan sekitar 6 kg udara panas.

Ganda Samosir. berapa shift pekerja yang dibutuhkan untuk mendapatkan pig iron murni ? ♦ Gambar penampang lengkap dari sebuah Tanur Tinggi ada pada halaman berikut ini: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Biasanya untuk bijih besi hematit 1 7 bagian dari tanur tinggi di isi oleh kokas. akan disajikan sebuah tabel yang menggambarkan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan besi kasar (pig iron).Sc.Fe3 O4 + CO → 3Fe O + CO2 atau → → untuk bijih besi magnetit Fe2 O3 + CO → 2 Fe O + CO2 10. PROSES PRODUKSI 8 . • Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan besi kasar Berikut ini. M. Jam ke 0 30 30 54 107 Setiap 6 jam Kegiatan atau proses Dapur di –ON kan dan udara panas ditiupkan Terak cair pertama dikeluarkan (belum stabil) Penuangan pertama besi kasar (belum stabil) Terak mulai stabil Besi kasar mulai stabil Penuangan besi cair ke dalam cetakan ♦ Hitunglah.

M. PROSES PRODUKSI 9 . Ganda Samosir.Sc.“GAMBAR PENAMPANG LENGKAP SEBUAH TANUR TINGGI” PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir.