A.

JUDUL PENELITIAN Manajemen Promosi Wisata Kota Cirebon (Studi Deskriptif Tentang Implementasi Manajemen Promosi Wisata Cirebon The Gate Secret Oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Cirebon) B. LATAR BELAKANG Sektor pariwisata diyakini merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan citra bangsa. Sebagaimana periode terakhir saat ini bangsa Indonesia telah dikenal secara negatif oleh negara-negara tetangga, maka melalui sektor ini diharapkan identitas sebagai bangsa yang kaya akan keanekaragaman budaya akan kembali lagi. Sehingga citra buruk yang telah melekat pada bangsa ini lambat laun akan berkurang bahkan bisa hilang sama sekali. Selain untuk tujuan diatas tujuan yang tidak kalah penting menurut Dr James J. Spillane adalah peningkatan segi ekonomi, dengan adanya sektor ini pemasukan (income) akan bertambah, baik itu untuk negara berupa devisa khususnya maupun bagi masyarakat luas pada umumnya (J. Spillane, 1987: 83). Selain itu masih menurut Dr. James J. Spillane jenis-jenis pariwisata ada bermacam-macam yaitu, pariwisata untuk menikmati perjalanan (pleasure tourism), untuk rekreasi (recreation tourism), pariwisata untuk kebudayaan (cultural tourism), pariwisata untuk olahraga (sport tourism), pariwisata untuk urusan usaha dagang (business tourism), dan yang terakhir adalah pariwisata untuk konvensi (convention tourism) ( J. Spillane, 1987:29).

1

Istilah pariwisata di Indonesia baru mulai tumbuh pada awal tahun 1960-an. Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dari penghasilan non migas. Peranan pariwisata dalam pembangunan nasional, di samping sebagai sumber perolehan devisa juga banyak memberikan sumbangan terhadap bidang-bidang lainnya. Di antaranya menciptakan dan memperluas lapangan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah, mendorong pelestarian lingkungan hidup dan budaya bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dan lain sebagainya (Karyono, 1997:89). Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi kawasan tujuan wisata dunia, karena mempunyai tiga unsur pokok yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Hal itu merupakan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Indonesia, karena rasa keingintahuannya. Ketiga unsur tersebut adalah masyarakat (people). Masyarakat Indonesia terkenal dengan keramahannya dan bisa bersahabat dengan bangsa manapun. Potensi ke dua adalah alam (nature heritage). Indonesia mempunyai alam yang indah, yang tidak dipunyai negara-negara lain, misalnya pegunungan yang ada di setiap pulau, pantai yang indah, goa, serta hamparan sawah yang luas dan enak untuk dinikmati. Potensi yang ketiga adalah budaya ( cultural haritage). Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan budaya yang beragam. Setiap suku, kota, dan pulau mempunyai ciri khas, baik dari segi logat, baju, bangunan rumah, musik, maupun upacara-upacara adat. Semuanya menjadi ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya

2

budaya. Ketiga unsur tersebut yang akan mendukung pesatnya kemajuan kepariwisataan Indonesia di masa yang akan datang (Infopar edisi No. VI 1997:44). Pariwisata juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat antara lain sosial ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Selain itu industri pariwisata tidak hanya terkait pada atraksi wisata, tetapi juga terkait dengan industri lain, seperti perhotelan, restoran, angkutan (darat, laut, dan udara) dan produk-produk industri lainnya. Perkembangan pariwisata dewasa ini sangat pesat dan memberikan peluang terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional. Untuk itu pembangunan pariwisata terus dipacu dan pemerintah mempunyai keyakinan bahwa pariwisata dapat menjadi sektor andalan menggantikan minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi tumpuan pemerintah dalam menunjang penerimaan negara. Perkembangan dunia pariwisata telah mengalami berbagai perubahan baik perubahan pola, bentuk dan sifat kegiatan, serta dorongan orang untuk melakukan perjalanan, cara berpikir, maupun sifat perkembangan itu sendiri. Pariwisata merupakan industri gaya baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor lain di dalam negara penerima wisatawan. Di samping itu pariwisata sebagai suatu sektor yang kompleks meliputi industri-industri seperti industri kerajinan tangan, industri

cinderamata, penginapan dan transportasi. Sebagai industri jasa yang digolongkan sebagai industri ketiga, pariwisata cukup berperan penting

3

dalam menetapkan kebijaksanaan mengenai kesempatan kerja, dengan alasan semakin mendesaknya tuntutan akan kesempatan kerja yang tetap sehubungan dengan selalu meningkatnya wisata di masa yang akan datang. Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu sektor unggulan bagi pemerintah Republik Indonesia dalam mendapatkan devisa negara. Didasari atas fenomena tersebut maka pemerintah Indonesia mencanangkan tahun 2008 sebagai tahun kunjungan Indonesia atau Visit Indonesia Year 2008 oleh Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata, Jero Wacik pada tanggal 26 Desember 2007 dengan anggaran sebanyak 15 dollar Amerika diharapkan dapat menjaring 7 juta turis asing dan menyumbang devisa untuk negara dari pertukaran uang asing sebanyak 6,4 milyar dolar Amerika setahun. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata ke Indonesia khususnya ke Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan program Visit West Java 2008. Program ini dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Propinsi Jawa Barat dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sektor pariwisata. Untuk menyukseskan program tersebut perlu diikuti dengan kesiapan dari seluruh daerah Provinsi Jawa Barat. Kesiapan tersebut dapat dilakukan dengan membangun dan mengembangkan potensi sumber daya yang ada di daerah. Kota Cirebon adalah salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Jawa Barat. Kota Cirebon adalah sebuah kota mandiri terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, setelah ibukota Jawa barat, yakni Kota Bandung. Kota ini berada di pesisir Laut Jawa, di jalur pantura. Jalur Pantura Jakarta - Cirebon -

4

Sehingga Kota Cirebon merupakan pilihan yang sangat tepat untuk berinvestasi. dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara. Kota Cirebon juga adalah kota terbesar keempat di wilayah Pantura setelah Jakarta. Melihat kondisi demikian. Kota Cirebon merupakan pusat bisnis. dan Semarang. hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan .Semarang merupakan jalur terpadat di Indonesia.jalan utama kota Cirebon. Karena letaknya yang sangat strategis yakni di persimpangan antara Jakarta.orang yang bekerja. Bekasi) yang merupakan hinterland / kota penyangga bagi ibukota Jakarta dan Metropolitan Bandung. Cirebon. pendidikan. sekitar kurang lebih 1 juta orang. Banyak sekali Industri baik skala kecil. menengah. beraktifitas dan menuntut ilmu di Kota Cirebon. Dengan didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik dan terpadu menjadikan Kota Cirebon berkembang menjadi Kota Metropolitan ketiga di Jawa Barat setelah metropolitan BoDeBeK( Bogor. Pembangunan di Kota Cirebon juga menggeliat dan menunjukkan respons positif. Surabaya. Depok. Dengan didukung oleh banyaknya orang . maka Pemerintah Kota Cirebon dewasa ini sedang memacu pembangunan sektor pariwisata.bangunan besar dan tinggi yang berada di jalan . dan Semarang. pusat perbelanjaan baru. dan besar menanamkan modalnya di kota wali. Industri. Bandung. rumah makan. Menjadikan kota Cirebon lebih hidup. hal ini terlihat dengan 5 . menjadikan kota Cirebon sangat cocok dan potensial untuk berinvestasi dalam segala bidang investasi seperti hotel.

seperti Makam Sunan Gunung Djati.258 2. Keberadaan objek wisata ini tidak hanya menampilkan visualisasi belaka namun ditunjang dengan pelestarian tradisi dan budaya khas Cirebon. dan Gua Sunyaragi. Statistik Pariwisata di Kota Cirebon Tahun 2003 Objek Pariwisata Luas (Ha) (1) (2) Taman Ade Irma 2 Kraton Kesepuhan 12 Kraton Kanoman 5 Gua Sunyaragi 2. sehingga menjadikan wilayah Cirebon sebagai darah tujuan wisata yang sangat menarik. Kondisi ini ditunjang dengan daya tarik wisata di sekitar Kota Cirebon. Secara internal Kota Cirebon mempunyai objek wisata khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain: seperti Keraton Kesepuhan.adanya upaya Pemerintah Daerah dalam melakukan pengembangan dalam sektor tersebut Pengembangan Kota Cirebon dalam bidang pariwisata tidak dapat dipisahkan dengan potensi wisata yang ada di wilayah administrasi Kota Cirebon. dan objek wisata alam di Kabupaten Cirebon maupun Kabupaten Kuningan.666 7.764 Dari data diatas maka dapat diketahui bahwa Kota Cirebon memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi kota tujuan wisata. Kota Cirebon juga memiliki jumlah kesenian yang tidak kalah banyaknya dengan jumlah tempat wisata yang 6 . sehingga menimbulkan daya tarik yang kuat bagi para wisatawan.421 43. Keraton Kanoman. Selain banyaknya tempat wisata yang menarik.5 Sumber: BPS Kota Cirebon Tahun 2003 Tenaga Kerja (3) 35 38 15 11 Pengunjung (4) 70.

Adapun strategi komunikasi yang digunakan dalam meningkatkan pariwisata di Kota Cirebon salah satunya adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon telah melaunching branding pariwisata bagi Kota Cirebon dengan nama “Cirebon The Gate Secret”. baik dalam negeri maupun luar negeri. Kesenian yang paling terkenal dari Cirebon adalah kesenian Tarling (gitar dan suling) dan kesenian Tari Topeng Cirebonan. Tahu Gejrot dan Terasi Cirebon. Cara ini merupakan salah satu bagian dari strategi komunikasi dalam meningkatkan pariwisata di kota Cirebon. Salah satunya adalah Nasi Jamblang. Dari paparan diatas tentang Kota Cirebon tentang tempat wisata serta kesenian dan ciri khas Kota Cirebon. Branding pariwisata ini baru saja dilaunching pada 18 April 2010 lalu ini dimaksudkan agar para wisatawan berminat untuk datang dan menetapkan Kota Cirebon sebagai salah satu kota tujuan wisata bagi para pelancong.terdapat di Kota Cirebon. Dilihat dari banyaknya tempat wisata yang masih banyak belum diketahui oleh orang banyak 7 . Dan dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon sebagai instansi pemerintah yang mempunyai wewenang melaksanakan kegiatan di bidang pariwisata dan kebudayaan. Maka Kota Cirebon memang layak untuk dijadikan kota tujuan wisata bagi para wisatawan. Kota Cirebon juga banyak memiliki kuliner khas yang menjadi ciri khas dari Kota Cirebon. Selain kesenian Cirebon yang dapat dijadikan salah satu factor Kota Cirebon sebagai tempat tujuan wisata. Kegiatan dan wewenang yang dapat dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon diantaranya adalah promosi wisata.

Padahal promosi wisata ini sangatlah bagus untuk meningkatkan jumlah pendapatan 8 . Masalah-masalah yang terlihat dari masih “hangatnya” branding pariwisata Kota Cirebon ini adalah masih banyak dari masyarakat yang belum mengetahui tentang branding pariwisata yang dimiliki oleh Kota Cirebon ini.Sehingga masyarakat masih “buta” akan informasi tentang Cirebon The Gate Secret yang merupakan branding pariwisata Kota Cirebon. Dapat dilihat juga dari berbagai informasi yang terdapat di situs-situs pemerintah Kota Cirebon dan situs yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon masih sangat minim akan informasi tentang apa dan bagaimana program promosi wisata Cirebon The Gate Secret tersebut dan tujuan dibuatnya serta masih banyak juga informasi-informasi yang harusnya dipaparkan agara masyarakat luas dapat mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya Cirebon The Gate Secret.branding pariwisata ini dinilai sangat efektif untuk menarik wisatawan agar berkeinginan datang mengujungi Kota Cirebon. Selain itu juga masih kurangnya informasi tentang programprogram yang ditawarkan dari adanya branding pariwisata ini merupakan salah satu alasan dari kurang sosialisasi yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. Hal ini dikarenakan masih kurang maksimalnya usaha dari pihak terkait dalam promosi wisata Cirebon The Gate Secret tersebut. Akan tetapi karena merupakan branding pariwisata baru maka masih terlihat beberpap kendala yang dihadapi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selaku dinas terkait yang mengurusi masalah tentang promosi pariwisata Kota Cirebon ini.

PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas. Seperti Indonesia yang telah memiliki branding pariwisata Visit Indonesia dan Jawa Barat yang memiliki Visit West Java.daerah Kota Cirebon selain yang berasal dari sektor-sektor vital lainnya. Selain itu juga keberadaan branding pariwisata dalam mempromosikan suatu daerah merupakan peraturan dari pemerintah pusat dan daerah dalam rangka untuk mengembangkan potensi dari daerah masing-masing. Oleh karena hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon harus berupaya secara maksimal dalam promosi wisata Cirebon The Gate Secret agar masyarakat dapat mengetahui bahwa Kota Cirebon memiliki branding pariwisata. C. TUJUAN PENELITIAN 9 . maka peneliti berkeinginan untuk meneliti bagaimana implementasi promosi wisata yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selaku dinas yang terkait dalam hal promosi branding pariwisata “Cirebon The Gate Secret”. maka yang menjadi perumusan masalah penelitian ini adalah: “Bagaimanakah implementasi promosi wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon dalam program Cirebon The Gate Secret”. Setelah melihat fenomena tersebut. Agar dapat lebih diketahui lagi oleh masyarakat umumnya masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Cirebon. D.

Manfaat Praktis a. MANFAAT PENELITIAN Adapun manfaat yang yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Hambatan-hanbatan yang dihadapi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon dalam promosi wisata Cirebon The Gate Secret. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. Manfaat Teoritis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan wawasan bagi ilmu-ilmu social. Diharapkan hasil penelitian ini akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta bermanfaat untuk menguji kemampuan peneliti berkaitan dengan penelitian. Mengetahui dan menggambarkan bagaimana implementasi dari program promosi wisata Cirebon The Gate Secret yang dijalankan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. khususnya Ilmu Komunikasi. 10 . 3. 2. b. E.Penelitian ini tidak lain bertujuan untuk: 1. yaitu pada tataran Komunikasi Pemasaran. Mengetahui strategi promosi wisata apa saja yang digunakan pada program promosi wisata Cirebon The Gate Secret sehingga dapat diketahui oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan msayarakat Kota Cirebon pada khususnya. 2.

Pari berarti banyak. Pengertian tentang Pariwisata dan wisatawan timbul diperencis pada akhir abad ke 17. Medik . KAJIAN TEORI 1. yaitu “ pari” dan “ wisata” . Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling. terdiri dari dua suku kata. 1987). Pariwisata Pariwisata berasal dari bahasa Sangsakerta . Learn the language and take exercise. berkali-kali atau berputar-putar. Dan disini terdapat pula beberapa pengertian tentang pariwisata yang dikemukakan oleh beberapa ahli dan berdasarkan undang-undang: 11 . Dalam buku ini disebutkan ada dua perjalanan yaitu perjalanan besar dan kecil (Grand Tour dan Perit Tour).maupun memberikan informasi bagi masyarakat luas serta institusiinstitusi yang berkepentingan dengan kajian penelitian. F.tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hlidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu (Menurut A.J. sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Tahun 1972 Maurice Menberbitkan buku petunjuk “The True Quide For Foreigners Travelling in France to Appriciate its Beealities. Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan. Burkart dan S.

pariwisata baik yang dilakukan oleh pemerintah. pengangkutan setempat. Pendit (1999:33) menjelaskan tentang kepariwisataan sebagai berkut : Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan langsung terhadap kemajuan kemajuan pembangunan atau perbaikan pelabuhan pelabuhan (laut atau udara). jalan-jalan raya. pengawasan. Yang kesemuanya dapat memberikan keuntungan dan kesenangan baik bagi masyarakat dalam lingkungan daerah wilayah yang bersangkutan maupun bagi wisatawan pengunjung dari luar.a) Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 pada bab I pasal 1.program program kebersihan atau kesehatan. pilot proyek sasana budaya dan kelestarian lingkungan dan sebagainya. Kepariwisataan juga dapat memberikan dorongan dan sumbangan terhadap pelaksanaan pembangunan proyek-proyek berbagai sektor bagi negara-negara yang telah berkembang atau maju ekonominya. yang 12 . pengaturan. b) Nyoman S. Artinya semua kegiatan dan urusan yang ada kaitannya dengan perencanaan. c) Menurut Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar ( 2000:46-47) menjelaskan definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan orang untuk sementara waktu. dimana pada gilirannya industri pariwisata merupakan suatu kenyataan ditengah-tengah industri lainnya. pihak swasta dan masyarakat disebut Kepariwisataan. bahwa Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata. pelaksanaan.

e) Robert McIntosh dan Shashikant Gupta dalam Nyoman S. budaya. d) Menurut Prof. Salah Wahab dalam Oka A Yoeti (1994. Pariwisata dalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri/ diluar negeri. ' bersifat sementara. meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya. dimana ia memperoleh pekerjaan tetap. tetapi semata-mata untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam. atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dan dimensi sosial.diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain meninggalkan tempatnya semula. Pariwisata adalah gabungan gejala dan hubungan yang timbul dari interaksi wisatawan. dilakukan perorangan maupun kelompok dan tidak untuk mencari keuntungan. 116. pemerintah tuan rumah serta masyarakat tuan rumah dalam proses menarik dan melayani wisatawan-wisatawan ini serta para pengunjung lainnya. bisnis. sebagai usaha mencari keseimbangan. Pendit (1999:37). Ada beberapa jenis-jenis pariwisata antara lain : 13 . dengan suatu perencanaan dan dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi. alam dan ilmu.). Jadi definisi pariwisata secara luas adalah perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain.

balapan mendayung. kebiasaan adat istiadat mereka. dan seni suara). Hawaii. Wisata Budaya Yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri. atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya. kompetisi berselancar. mempelajari keadaan rakyat. taman laut di Kepulauan Maluku dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat dan daerah yang memiliki potensi wisata maritim ini. Fiji dan sebagainya. Tahiti.1. 14 . melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah atau negara–negara maritim. Jenis ini disebut pula wisata tirta. seperti misalnya Pulau–pulau Seribu di Teluk Jakarta. pantai. seperti eksposisi seni (seni tari. seni drama. 2. teluk. Danau Toba. pantai Pulau Bali dan pulau–pulau kecil disekitarnya. menyelam sambil melakukan pemotretan. di Laut Karibia. atau laut seperti memancing. berlayar. budaya dan seni mereka. cara hidup mereka. Seiring perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan budaya. seni musik. Wisata Maritim atau Bahari Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air. lebih–lebih di danau.

Jerman Barat 15 . hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. musyawarah. Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi) Untuk jenis wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha–usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam. Wisata cagar alam ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat.3. konvensi atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun internasional. Wisata Konvensi Yang dekat dengan wisata jenis politik adalah apa yang dinamakan wisata konvensi. Di Bali wisata Cagar Alam yang telah berkembang seperti Taman Nasional Bali Barat dan Kebun Raya Eka Karya 4. taman lindung. kesegaran hawa udara di pegunungan. Berbagai negara pada dewasa ini membangun wisata konvensi ini dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan–ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi. Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam. keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh–tumbuhan yang jarang terdapat di tempat–tempat lain.

atau Jakarta berusaha dengan keras untuk menarik organisasi atau badan–badan nasional maupun internasional untuk mengadakan persidangan mereka di pusat konvensi ini dengan menyediakan fasilitas akomodasi dan sarana pengangkutan dengan harga reduksi yang menarik serta menyajikan program–program atraksi yang menggiurkan 5. ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi. wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian. Biro konvensi. perkebunan. 16 . baik yang ada di Berlin. Wisata Pertanian (Agrowisata) Sebagai halnya wisata industri. Philipina mempunyai PICC (Philippine International Convention Center) di Manila dan Indonesia mempunyai Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk tempat penyelenggaraan sidang–sidang pertemuan besar dengan perlengkapan modern.misalnya memiliki Pusat Kongres Internasiona (International Convention Center) di Berlin. Manila.

badak dan sebagainya. Dalam hubungan ini. Wisata ziarah banyak dilakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat– tempat suci. sejarah. dan sebagainya. singa. orang–orang Khatolik misalnya melakukan wisata ziarah ini ke Istana Vatikan di Roma. keteguhan iman dan tidak jarang pula untuk tujuan memperoleh berkah dan kekayaan melimpah. Wisata Berburu Jenis ini banyak dilakukan di negeri–negeri yang memang memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan digalakan oleh berbagai agen atau biro perjalanan. 7. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safari buru ke daerah atau hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan. Wisata Ziarah Jenis wisata ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama. ke bukit atau gunung yang dianggap keramat. Tibet dan sebagainya. ziraf. kekuatan batin. ada daerah– daerah yang memang disediakan untuk berburu macan. orang–orang Islam ke tanah suci. Nepal. ke makam–makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan. Wisata ziarah ini banyak dihubungkan dengan niat atau hasrat sang wisatawan untuk memperoleh restu.6. sedangkan di Indonesia. adat istiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Di Indonesia banyak 17 . pemerintah membuka wisata buru untuk daerah Baluran di Jawa Timur dimana wisatawan boleh menembak banteng atau babi hutan. Di India. seperti berbagai negeri di Afrika untuk berburu gajah. tempat pemakaman tokoh atau pemimpin sebagai manusia ajaib penuh legenda. orang–orang Budha ke tempat–tempat suci agama Budha di India.

Sporting Tourism of The Practitioners Adalah pariwisata olah raga bagi mereka yang ingin berlatih dan mempraktekkannya sendiri. seperti mendaki gunung. Pura Basakih di Bali. Sendangsono di Jawa Tengah. berburu dan lain sebagainya. (Yoety A. Banyak agen atau biro perjalanan menawarkan wisata ziarah ini pada waktu– waktu tertentu dengan fasilitas akomodasi dan sarana angkuatan yang diberi reduksi menarik ke tempat–tempat tersebut di atas. Bentuk – bentuk Pariwisata atau Pengelompokan pariwisata menurut bentuknya berdasarkan pada lama kunjungan dan efek ekonomi dari pariwisata yang diperinci sebagai berikut : 18 . 2. kejuaraan Sepak bola dunia dan lain – lain yang menarik tidak hanya bagi olahragawannya. makam Wali Songo. memancing. misalnya seperti Candi Borobudur. 1979:3334). Prambanan.tempat–tempat suci atau keramat yang dikunjungi oleh umat–umat beragama tertentu. Wisata Olah Raga ( Sports Tourism ) Jenis ini dibagi dalam dua kategori : 1. 8. tapi juga bagi penonton dan pendukungnya. Big Sports Event Adalah peristiwa – peristiwa olah raga besar seperti Olympiade Games. Gunung Kawi. makam Bung Karno di Blitar dan sebagainya.

Mereka mengatur tentang programnya.1. baik program maupun penentuan waktunya dilaksanakan oleh travel agent atau tour operator. dan hukum yang cukup besar (J. ekonomis. yaitu: 19 . Spillane.1994:27). Setelah Perang Dunia II. Pariwisata Perorangan ( individual) dan kolektif ( organized) Yang dimaksud dengan pariwisata perorangan (individual) adalah dimana seorang wisatawan atau satu group wisatawan yang dalam melakukan perjalanan dengan cara mengatur sendiri. dan mengatur kebutuhan-kebutuhan selama perjalanan. Penelitian ilmiah terhadap pariwisata pertamakali dilakukan pada permulaan abad XX. perkembangan pariwisata makin pesat dan mantap. menentukan tujuan. Pariwisata jangka pendek dan jangka panjang Yang dimaksud dengan pariwisata jangka pendek dimana lama perjalanannya diantara satu minggu sampai sepuluh hari. 2. Menurut James J. Dengan demikian. politis. pariwisata menjadi salah satu dari kegiatan masa kini yang paling khas dengan konsekuensi social. Sedangkan yang dimaksud dengan dengan pariwisata yang diorganisir ( organized tourism) adalah para wisata dimana cara pengaturan perjalanannya . Spillane. penelitian tentang pariwisata secara kronologis dapat digolongkan kedalam empat kelompok.

Pendekatan Developmental Menganggap bahwapariwisata dapat disesuaikan dengan keadaan masyarakat tuan rumah dan peka akan selera masyarakat tuan rumah tersebut. Pendekatan Adaptancy Menyebutkan bahwa pengaruh negative pariwisata dapat dikontrol dengan mencari bentuk lain perkembangan pariwisata yang selama ini sudah dikenal secara umum atau dengan menyesuaikannya dengan Negara/daerah tujuan wisata. pendekatan Advocacy mencapai puncaknya pada tahun 1960-an. Model allosentris / psikosentris Plog dianggap bagian dari bidang yang dikenal sebagai psikografis. b. Penelitian psikografis banyak kegunaanya. c.a. Salah satu contoh pokok bahasan untuk penelitian pariwisata adalah iklan dan promosi yang memfokuskan 20 . d. Pendekatan Advocacy Pendekatan ini mendukung pariwisata dengan tekanannya pada keuntungan ekonomis. yang pada gilirannya adalah bagian dari bidang pemasaran wisata. Pendekatan Cautionary Pendekatan kedua ini muncul pada tahun 1970-an. Sebaliknya pendekatan ini memandang bahwa pariwisata dapat mengakibatkan banyak kerugian (disbenefits) dalam aspek sosio-ekonomi.

Dari sudut teori. dan kebutuhan-kebutuhan dasar wisatawan dapat dirangsang melalui pesan yang sangat terfokus (Plog dalam Ross. 1998:54-56). Selanjutnya dukungan dan perbaikan atas model yang mereka ciptakan juga akan membawa berbagai jenis implikasi praktis bagi pengembangan tempat tujuan.1998:49-52). maka disini akan dijelaskan terlebih dahulu pemahaman tentang manajemen secara umum maupun secara khusus. Manajemen belum 21 . Dalam hal ini adalah pariwisata. serta iklan promosi (Nickerson dan Ellis dalam Ross. motivasi. yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Apabila manajemen yang dijalankan dalam suatu pogram pariwisata berjalan dengan baik.pesan pada kelompok wisatawan yang tepat. memfokuskan layanan. Psikologi. Manajemen Pariwisata Manajemen merupakan hal yang sangat penting dalam mencapai suatu tujuan dari suatu organisasi. keinginan pribadi. salah satu aspek yang sangat penting dalam pariwisata adalah manajemen. Istilah manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement. Mengingat manajemen sangat penting bagi pariwisata. Meskipun model Plog (1972) secara umum mendapat dukungan. hasil kajiannya menunjukkan bahwa teori-teori kepribadian mungkin berguna untuk menjelaskan fenomena pariwisata. masih banyak perbaikan yang harus dilakukan. 2. maka bisa dipastikan suatu program yang sedang dijalankan akan berjalan sesuai dengan keinginan.

pengarahan dan pengawasan dari sumber daya. dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement.” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. M. Pengertian manajemen menurut Drs. menggerakkan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumbersumber lainnya. pengorganisasian.memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. penyusunan. Terry dalam Malayu (1984:3) dalam bukunya “Principles of Management” (Homewood Illinois.. b. pengorganisasian. manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan. Menurut George R. Sixth edition. terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. diantaranya adalah: a. Inc. 22 . 1972): Manajemen merupakan suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda). Dan selain itu terdapat beberapa definisi tentang manajemen yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Richard Irwin . Manullang (1996:15). yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia maneggiare yang berarti “mengendalikan.

dijelaskan dan dijalankan. Malayu S. penempatan. e. penggerakan.P. d. Selain itu manajemen juga memiliki beberapa fungsi dan juga pengertiannya. maksud dan tujuan dari sekelompok manusia tertentu yang ditetapkan.Homewood) dapat didefinisikan sebagai suatu teknik. Manajemen menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel dalam Malayu (1984:3) adalah usaha mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. mengorganisir. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Sedangkan manajemen menurut Drs. Ketika itu. ia menyebutkan lima fungsi manajemen. dan 23 . Dengan demikian manajer mengadakan koordinasi atas sejumlah aktivitas orang lain yang meliputi perencanaan. Manajemen menurut Patterson dan E.G. Plowman dalam Malayu (1984:3) “Business Organization and Management “ (fifth edition. pengorganisasian. Hasibuan (1984:3) adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif untuk mencapai suatu tujuan tertentu. pengendalian. yaitu merancang. Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.c.

pada tingkatan mana keputusan harus diambil. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan. kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat. fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. siapa yang harus mengerjakannya. yaitu: 1.memerintah. Perencanaan (planning) Adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Namun saat ini. 2. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian (organizing) Dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. mengordinasi. dan mengendalikan. 24 . bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan.

sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha 4. Oleh karena itu suatu obyek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar obyek tersebut diminati pengunjung. Something to see adalah obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata. bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula Manajemen pariwisata adalah cara mengelola suatu pariwisata yang bisa menghasilkan suatu nilai ekonomis atau keuntungan untuk masyarakat disekitarnya dan pemerintah. Pengawasan(controlling) Controlling atau pengawasan. Dalam mengembangkan pariwisata di suatu tempat atau daerah sangat dibutuhkan suatu manajemen pariwisata yang baik agar pariwisata di daerah menjadi maju dan bisa menghasilkan manfaat untuk masyarakat sekitar ataupun pemerintah. yaitu : a. 25 . Dengan kata lain obyek tersebut harus mempunyai daya tarik khusus yang mampu untuk menyedot minat dari wisatawan untuk berkunjung di obyek tersebut.3.

b. Something to buy adalah fasilitas untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas atau icon dari daerah tersebut. 1985. rel kereta api. Karena sarana dan prasarana juga sangat diperlukan untuk mendukung dari pengembangan obyek wisata. c. Prasarana kepariwisataan tersebut antara lain : a. Something to do adalah agar wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang. terminal. b. Perhubungan: jalan raya.181). Menurut Yoeti dalam bukunya Pengantar Ilmu Pariwisata (1985. relax berupa fasilitas rekreasi baik itu arena bermain ataupun tempat makan. bahagia.164). Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih. sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. mengatakan : “Prasarana kepariwisataan adalah semua fasilitas yang memungkinkan agar sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang sehingga dapat memberikan pelayanan untuk memuaskan kebutuhan wisatawan yang beraneka ragam”. 26 . Agar suatu obyek wisata dapat dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang menarik. pelabuhan udara dan laut. (Yoeti. maka faktor yang sangat menunjang adalah kelengkapan dari sarana dan prasarana obyek wisata tersebut. terutama makanan khas dari tempat tersebut sehingga mampu membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal di sana.

Pelayanan wistawan baik itu berupa pusat informasi ataupun kantor pemandu wisata. Secara umum teknologi informasi akan sangat bermanfaat dalam penyajian informasi yang cepat. mudah dan akurat yang sangat dibutuhkan oleh wisatawan. Pelayanan kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit.c. untuk menjaga keamanan di sekitar obyek f. telegraf. atau jaringan digital khusus. Sistem telekomunikasi. dan efektif mengenai tujuan wisata beserta obyek-obyek yang menarik yang ada untuk memudahkan wisatawan yang berkunujung . g. baik itu telepon. Pom bensin. televisi. Internet menghubungkan sejumlah komputer menjadi suatu jaringan komputer. sehingga dengan keberadaan jaringan telepon yang dapat menghubungkan lokasi-lokasi yang berbeda seberapapun jauhnya. kantor pos d. maka dengan komputer yang tersambung ke jaringan komputer kita dapat mengakses data dari lokasi 27 . Selain sarana dan prasarana untuk meningkatkan kemajuan sebuah objek wisata dibutuhkan suatu pelayanan informasi yang serba cepat efisien. Pelayanan keamanan baik itu pos satpam penjaga obyek wisata maupun pos-pos polisi wisata. Salah satu dari sekian banyak teknologi informasi yang bermanfaat bagi wisatawan dan dapat diakses dengan mudah dari manapun adalah internet. Hubungan antara komputer ini dapat melalui jaringan telepon biasa. e. radio.

Cirebon The Gate Secret Seperti telah disebutkan dilatar belakang diatas. tiket pertunjukan dan mengakses segala kebutuhan informasi pariwisata lainnya sehingga sangat memudahkan dan menghemat biaya serta menghemat waktu karena tidak perlu pergi sendiri ke tempat penjualannya. sampai saat ini operator pariwisata yang telah memanfaatkan internet untuk melayani pelanggannya masih sangat sedikit. Daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini melaunching sebuah branding pariwisata dengan nama. Antara lain untuk kepentingan pemesanan kamar hotel. Selain sebagai media penyedia informasi internet juga dapat memudahkan wisatan untuk berinteraksi dengan operator pariwisata yang dikehendakinya. Mengharuskan juga daerah otonomi yang berada di bawah naungan pemerintah Jawa Barat membuat sebuah branding pariwisata dalam rangka memperkenalkan keunikan dan kekhasan daerah masing-masing sehingga nantinya diharapkan pariwisata di Indonesia dapat menggeliat kembali.yang berjauhan. Dengan keberadaan internet. diadakannya branding Visit Indonesia dan Visit West Java oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. pengguna dapat meminta informasi pariwisata untuk suatu daerah dengan hanya mengetikkan nama lokasi alamat internet. 3. 28 . Walaupun demikian. Salah satu daerah di Jawa Barat yang juga membuat sebuah branding pariwisata adlah Kota Cirebon. tiket perjalanan. “Cirebon The Gate Secret”.

Launching branding pariwisata Kota Cirebon ini bertujuan juga untuk menarik minat wisatawan yang penasaran akan kebudayaan dan kekhasan yang dimiliki oleh Kota Cirebon. wisata kesenian dan kebudayaan Cirebon sampai dengan berbagai tempat hiburan modern yang terdapat di Kota Cirebon. Dan dengan adanya program itu. wisata bahari. karena masih banyak sekali hal-hal menarik yang dapat dieksplor di Kota Cirebon. wisata ziarah.Cirebon the gate secret merupakan sebuah branding pariwisata yang dimiliki oleh Kota Cirebon. Oleh karenanya pemerintah Kota Cirebon melaunching branding pariwisata Kota Cirebon dengan nama Cirebon The Gate Secret. wisata kuliner. Sehingga hal ini diharapkan akan membuat masyarakat di luar sana menjadi penasaran dan ingin mengetahuinya dengan langsung datang ke Cirebon Seperti kota tujuan wisata yang lain. pada hari Minggu tanggal 18 April 2010.Kota Cirebon juga memiliki banyak alternative tempat untuk disinggahi. 29 . Dimulai dari keratin yang masih ada di Cirebon sampai sekarang. Seperti Azan Pitu (azan tujuh) saat shalat Jumat di Masjid Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan atau alasan mangkuk China menempel menghiasi sekeliling tembok keraton sebagian orang belum mengetahui makna-makna yang terkandung dalam budaya tersebut. Branding wisata ini baru saja di launching dan diresmikan oleh Walikota Cirebon Subardi. diharapkan dapat memperkenalkan makna kebudayaan Cirebon yang selama ini belum terungkap.

pihak-pihak yang memiliki kepentingan pada perusahaan tersebut dan masyarakat umum. yang secara umum sering disebut sebagai bauran promosi (promotion mix). Pemasaran modern memerlukan lebih dari sekedar mengembangkan produk yang baik. pertanyaannya tidak hanya seputar “apakah akan melakukan komunikasi atau tidak”.1999:234). Lebih lanjut lagi. Setiap perusahaaan tidak dapat menghindari perannya sebagai komunikator sekaligus promoter. Disebut bauran promosi karena biasanya pemasar sering menggunakan berbagai jenis promosi secara simultan dan terintegrasi dalam suatu rencana promosi produk (Sutisna. 1998:205). sebenarnya memiliki arti atau definisi yang berbeda. pemasok. menawarkannya dengan harga yang menarik dan membuatnya mudah didapat oleh pelanggan sasaran. akan tetapi lebih pada apa yang akan dikomunikasikan kepada siapa dan seberapa sering (Kotler. terlebih dahulu akan dibahas tentang komunikasi pemasaran.2001:267). Kedua istilah ini meski sering dianggap sama.4. Promosi Wisata Sebelum mempelajari promosi secara lebih dalam. komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada public terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk dipasar. Bagi sebagian besar perusahaan. Komunikasi pemasaran merupakan pertukaran informasi dua – arah antara pihak-pihak atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam pemasaran (Swastha. Akan tetapi perusahaan juga harus berkomunikasi dengan para pelanggan potensial. pengecer. 30 .

Promosi adalah komunikasi persuasive. mengajak. Ciri komunikasi yang persuasif adalah komunikator secara terencana mengatur berita dan cara penyampainnya untuk mendapatkan penerima (Mursid:95) akibat tertentu dalam sikap dan tingkah laku si 31 .Sedangkan promosi bertujuan untuk merubah tingkah laku dan pendapat serta memperkuat tingkah laku calon pembeli. mendesak. trade show. Promosi yang dikaitkan dengan industri pariwisata dalam bahasa Inggris disebut dengan berbagai istilah. 1993:135) Sedangkan promosi menurut Swastha merupakan arus informasi atau persuasi atau arah yang hanya dilakukan oleh satu organisasi atau individu tertentu yang bertujuan untuk memuaskan semua pihak (Swastha. industrial show. Dan sebagai dasar pengembangan kegiatan promosi adalah komunikasi. diantaranya adalah: Menurut Stanton. membujuk serta meyakinkan. Dan disini terdapat pendapat dari beberapa ahli tentang promosi. professional/scientific exhibition. expo atau exposition. tergantung pada jenis kegiatan promosi yang diselenggarakan seperti : exhibition. trade fair. promosi merupakan perencanaan dan manajemen suatu sub system pemasaran dengan tujuan memberikan informasi dan menghimbau pelanggan sekarang dan yang mungkin dapat menjadi pelanggan (Stanton. 1999:234).

akan dibahas terlebih dahulu tentang tujuan dasar dari promosi. Dan dapat juga disimpulkan dari kegiatan promosi diatas. Tujuan dasar dari promosi adalah menyebarluaskan informasi guna memberitahukan pelanggan potensial. Dana ini dan kegiatan promosi harus dikoordinasikan menjadi kampanye promosi. Fungsi dan Tujuan Promosi Sebelum membahas tentang fungsi dan tujuan promosi. Atau dengan kata lain promosi wisata adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisata suatu daerah. 1993:40). Pendekatan yang baik adalah menetapkan tujuan promosi dan kemudian memperkirakan biaya yang diperlukan. Sementara Wahab menyatakan bahwa tujuan umum promosi harus dibedakan dari tujuan pemasaran pada umunya.Berdasarkan pada beberapa definisi promosi diatas dapat disimpulkan bahwa promosi adalah suatu kegiatan dalam pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan suatu produk dan jasa dengan cara mengkomunikasikan suatu produk atau jasa kepada khalayak dengan tujuan mempersuasif mereka sehingga dapat tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan. didasarkan atas tema tunggal dan direncanakan untuk mencapai tujua promosi (Stanton. biasanya berupa sasaran 32 . bahwa promosi wisata adalah suatu tindakan atau usaha yang bertujuan untuk mempersuasif atau mengajak konsumen agar mereka tertarik untuk menggunakan produk wisata yang ditawarkan.

Misalnya: porsi pasar atau jumlah kedatangan wisatawan dan jumlah malam menginap wisatawan (Wahab. Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen (brand awareness).penjualan yang harus dicapai. Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning) Dalam menetukan suatu tujuan harus juga dapat persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan mempertimbangkan hal-hal berikut: a) b) c) d) e) Sasaran khalayak. 2. 2002:222) mengklasifikasikan tujuan promosi sebagai efek dari komunikasi sebagai berikut: 1. Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase facilitation). 4. Karena itu tujuan promosi yang harus diungkapkan dalam bentuk angka-angkayang berasal dari penjualan. 1996:294) Rossiter dan Percy (dalam Tjiptono. Menumbuhkan (category need). 6. Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk (brand purchase intention). 3. jenis dan ukurannya Hasil-hasil komunikasi yang ingin dicapai Tanggapan masyarakat terhadap media dan isi pesan iklan tertentu Penetapan isi pesan iklan Media yang akan digunakan 33 . Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude). 5.

promosi berupaya untuk membangun permintaan sekunder. permingtaan bagi merek perusahaan yang spesifik. Saat kebutuhan muncul. 3.Selain terdapat beberapa tujuan dasar dari promosi. dampak promosi di masa lalu memungkinkan merek pengiklan hadir di benak konsumen. Shimp (2000:7) Promosi memiliki lima fungsi yang sangat penting bagi suatu perusahaan/lembaga. 2. menurut Terence A. Persuading (Membujuk) Media promosi atau iklan yang baik akan mampu mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang ditawarkan. Periklanan 34 . mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek. Informing (Memberikan Informasi) Promosi membuat konsumen sadar akan produk-produk baru. Lebih sering. Promosi menampilkan peran informasi bernilai lainnya. dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek yang telah ada. yakni menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. baik untuk merek yang diiklankan maupun konsumennya. yang berhubungan dengan produk dan jasa yang diiklankan. Kelima fungsi tersebut dijabarkan sebagai berikut: 1. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer. Reminding (Mengingatkan) Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. serta memfasilitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa.

Ketiga komponen nilai tambah tersebut benar-benar independen. Terlebih lagi. penyempurnaan kualitas. Promosi membantu perwakilan penjualan. Promosi yang efektif menyebabkan merek dipandang lebih elegan. Upaya. 35 . dan biaya periklanan dapat dihemat karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk memberi informasi kepada prospek tentang keistimewaan dan keunggulan produk jasa.lebih jauh didemonstrasikan untuk mempengaruhi pengalihan merek dengan mengingatkan para konsumen yang akhir-akhir ini belum membeli merek yang tersedia dan mengandung atribut-atribut yang menguntungkan. waktu. lebih bergaya. dan bisa lebih unggul dari tawaran pesaing. Assisting (Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan) Periklanan merupakan salah satu alat promosi. lebih bergengsi. iklan melegitimasi atau membuat apa yang dinyatakan klaim oleh perwakilan penjual lebih kredibel. Iklan mengawasi proses penjualan produk-produk perusahaan dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi wiraniaga sebelum melakukan kontak personal dengan para pelanggan yang prospektif. Adding Value (Menambah nilai) Terdapat tiga cara mendasar dimana perusahaan bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka. inovasi. atau mengubah persepsi konsumen. 4. 5.

Advertaising / Iklan Iklan adalah penyampaian informasi tentang suatu produk. Menurut Yoeti Secara garis besar alat promosi ( Promotion Instrumental) dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu antara lain: a. Sales Support Sales support adalah kegiatan mengadakan kontak langsung atau mebujuk konsumen dengan memberikan semua bentuk promosi material yang direncanakan untuk disampaikan kepada umum sehingga konsumen tertarik kepada produk yang ditawarkan. diperlukan kebijakan-kebijakan yang tepat dalam memilih alat promosi yang akan dipergunakan demi tercapainya tujuan promosi yang akan dilakukan. lengkap dengan informasi dan bentuknya. b. Adapun macammacam bentuk sales support dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: 1) Brosur 2) Prospectus 3) Direct mail material 36 . kegunaannya. Untuk dapat mengambil kebijaksanaan yang tepat maka perlu kita ketahui macam-macam alat promosi yang lazim dipergunakan dalam kegiatan promosi. sekaligus harga dari produk tersebut.Jenis-jenis Promosi Didalam mempromosikan suatu produk barang atau jasa.

4) Folder 5) Leaflet 6) Booklet 7) Guide Book 8) Display c. 37 . agar ada kesan baik dan menjaga hubungan dengan pihak luar dengan perusahaan yang bersangkutan. Public Relation Public relation adalah kegiatan promosi dengan menggunakan fungsi dari suatu unit atau bagian dari suatu organisasi atau perusahaan yang tugasnya member informasi yang diperlukan masyarakat. Cara promosi ini biasanya dilakukan dengan cara: 1) Proses press release 2) Proses conference 3) Pembuatan film dokumenter mengenai perjalanan ke suatu tempat tujuan wisata yang baru atau tempat istirahat yang baru.

Kemudian hal tersebut juga diikuti oleh provinsi-provinsi yang terdapat di 38 . Program pariwisata Indonesia ini kemudian dikenal dengan nama Visit Indonesia Year 2008 yang masih berlanjut sampai saat ini yaitu Visist Indonesia Year 2010.4 milyar dolar Amerika setahun.G. KERANGKA BERPIKIR Program Pemerintah Pusat Visit Indonesia 2008 Program Pemerintah Provinsi Visit West Java 2008 Promosi WIsata Kota Cirebon Branding Pariwisata Cirebon The Gate Secret Implementasi Branding Pariwisata Cirebon The Gate Secret Kerangka berpikir dari penelitian ini adalah berawal dari suatu program pariwisata yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat pada tanggal 26 Desember 2007oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. dengan anggaran sebanyak 15 dollar Amerika diharapkan dapat menjaring 7 juta turis asing dan menyumbang devisa untuk negara dari pertukaran uang asing sebanyak 6.

Tujuannya tidak lain adalah agar wisatawan tertarik dating ke Kota Cirebon dan dapat menemukan keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh Kota Cirebon ini. maka banyak masyarakat yang belum mengetahui maksud dan tujuan dari adanya program pariwisata tersebut. turut serta juga dalam meningkatkan potensi pariwisata yang terdapat di daerah. 39 .Indonesia. Akan tetapi karena kendala kurangnya sosialisasi program promosi wisata ini. Sehingga pemerinta daerah dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Cirebon sepakat melaunching sebuah branding pariwisata yang diberi nama “Cirebon The Gate Secret”. Sehingga nantinya dapat diketahui program apa saja yang akan menjadi tujuan dari branding pariwisata ini dan kendala serta hambatan apa saja yang terdapat dalam promosi wisata ini. Dan selanjutnya program promosi pariwisata tersebut diikuti juga oleh hamper sebagian besar daerah-daerah yang ada di Indonesia. Seperti provinsi Jawa Barat yang memiliki nama Visit West Java untuk branding pariwisatanya. Oleh karena itu peneliti ingin sekali meneliti tentang bagaimana implementasi dari sebuah program promosi pariwisata yang dijalankan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. pemerintah provinsi yang juga tidak kalah gencarnya dalam mempromosikan branding pariwisata mereka masing-masing. Untuk itu Kota Cirebon sebagai daerah yang bernaung dalam provinsi Jawa Barat. Sebagai wujud kepedulian untuk memajukan pariwisata di Indonesia yang memang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Apalagi masih banyak sekali masyarakat yang belum atau kurang mengetahui keunikan yang ada di Kota Cirebon.

laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut.1. I. Hal ini disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. semua yang berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti. karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Sasaran Penelitian Sasaran dalam penelitian ini adalah mereka yang trlibat secara langsung dalam pelaksanaan promosi pariwisata Kota Cirebon ini. metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi (Moleong. dan ketiga. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cirebon. Penggunaan pertimbangan. gambar dan bukan angka-angka.3. I.H. Dengan demikian.2. Selain itu. metode kualitatif berhadapan dengan kenyataan ganda. 1992). Bersifat kualitatif. kedua. Berikut adalah sasaran penelitian yang mencakup: 40 . metode kualitatif didasarkan lebih atas mudah beberapa apabila Pertama. Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah kualitatif. metode ini menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dan responden. METODOLOGI PENELITIAN I.

Jenis Data Penelitian Jenis data penelitian ini adalah data kualiatif yang mampu mendeskripsikan suatu proses. b. I. Dalam penelitian ini data yang diambil secara langsung dari peneliti kepada sumbernya tanpa perantara. situs atau manusia (Mukhtar dan E. sehingga data kuantitatif dapat pula diinterpretasikan secara kualitatif (Mukhtar dan E. Data Kualitatif umumnya adalah data yang berupa nonangka seperti: kalimat-kalimat atau catatan foto. Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kota Cirebon khususnya pada Bidang Pemasaran dan Bidang Pariwisata. Widodo. 41 . literature. Widodo. atau hasil kajian pustaka yang terkait dengan penelitian ini (Bungin. rekaman suara dan gambar. Data Sekunder Data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder. Merupakan data pendukung yang diperoleh peneliti berupa artikel. 2000:116).a. Data Primer Data primer adalah data yang diambil dari sumber data primer atau sumber pertama di lapangan (Bungin. b. 2000:117). Sumber data dapat berupa benda.4. Data biasanya bersifat fleksibel. Dan adapun sumber data yang digunakan adalah: a. 2001:128). 2001:128). Jaka Rara Kota Cirebon yang aktif berperan serta dalam kegiatan promosi “Cirebon The Gate Secret”.

berita-berita di surat kabar. c. catatan-catatan atau laporan-laporan. laporan-laporan. agenda. Pengamatan ini dilakukan secara terbuka yaitu pengamat secara terbuka diketahui oleh subyek. para subyek dengan sukarela memberikan kesempatan untuk mengamati peristiwa yang terjadi dan mereka menyadari ada orang yang mengamati hal yang dilakukan oleh mereka (Moleong. Pengamatan tanpa peran serta yang terbuka Pada pengamatan tanpa peran serta. Teknik Pengumpulan Data a. yaitu mengadakan pengamatan.5. Dokumentasi Dokumentasi yaitu pengumpulan data yang bersumber dari dokumen yang ada dapat berupa surat.I. Wawancara mendalam (In-depth interview) Wawancara mendalam (In-depth interview) merupakan proses menggali informasi secara mendalam melalui percakapan langsung yang diarahkan pada masalah tertentu. pengamat hanya melakukan satu fungsi. sedangkan sebaliknya. 2001:127). memorandum. peristiwa tertulis. b. internet dan artikel yang relevan. Melalui wawancara peneliti dapat menggali tidak saja apa yang diketahui dan dialami seseorang atau subjek penelitian tetapi juga apa yang tersembunyi jauh di dalam diri subjek penelitian dan apa yang ditanyakan kepada informan bisa mencakup hal-hal yang bersifat lintas waktu yang berkaitan dengan waktu 42 . sebelumnya pertanyaan tidak ditentukan secara baku.

2000:178). Syarat dalam 43 . Dalam purposif sampling.6. peneliti cenderung memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap dan mengetahui masalah yang telah diteliti secara dalam. I.2000:179). waktu sekarang dan juga masa mendatang (Faisal. Triangulasi data meliputi triangulasi sumber. Validitas Data Pengembangan validitas penelitian ini menggunakan triangulasi sumber (data). Triangulasi teori yaitu teori yang digunakan sebagai penjelas banding (rival explanation). metode dan teori (Ptton dalam Moleong.1990:178). Sampel dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. yaitu menanyakan kembali kepada informan bahwa hasil penelitian sudah konsisten dengan saat wawancara.1998:61:62).7. I.lampau. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teori. Melaporkan hasil penelitian disertai penjelasan sebagaimana derajat dikemukakan kepercayaan dalam data teori yang jelas akan meningkatkan diperoleh (Moleong. penyidik. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data (Moleong. Teknik pemilihan informan Penelitian ini menggunakan purposif sampling untuk memilih informan. Triangulasi dengan sumber melalui informan chek.

pengabstrakan dan transformasi data “kasar” yang muncul dalam catatan-catatan tertulis di lapangan sehingga peneliti memilih dan memfokuskan data yang relevan dengan pemisahan data (Miles&Huberman. yaitu : jujur. Proses ini berjalan terus menerus seperti sebuah siklus. yaitu reduksi data. dokumentasi resmi. 2002:90). 44 . patuh dalam peraturan. a. pemusatan pada penyederhanaan.1992:16). Teknik analisis data Analisis data merupakan proses mengatur urutan data. foto. dan tidak termasuk dalam kelompok yang bertentangan dalam latar penelitian (Moleong. dan sebagainya (Moleong. gambar. I. Reduksi Data Merupakan proses pemilihan.8. 1992:19) Model analisis ini terdiri dari tiga komponen utama. suka berbicara. pengamatan. 2004:190) b. 1990:103). taat. Pengumpulan Data Merupakan proses pengambilan data dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu wawancara. penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi).memilih dan menentukan seorang informan. mengorganisasikan dalam suatu pola kategori dan satuan uraian dasar (Patton dalam Moleong. dokumentasi pribadi. analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis interaktif (Miles dan Huberman.

Penarikan Kesimpulan Merupakan proses mengartikan segala hal yang ditemui selama peneliti melakukan pencatatan peraturan-peraturan. pola-pola. 1992:20) 45 . pertanyaan-pertanyaan.1992:18) d.c. tahap ini merupakan proses untuk menarik kesimpulan terhadap apa yang didapat selama penelitian. (Miles&Huberman. Dengan kata lain. Semuanya dirancang secara sistematis. dengan demikian seorang penganalisa dapat melihat apa yang sedang terjadi dan menentukan apakah menarik kesimpulan yang benar ataukah melangkah melakukan analisis. Penyajian Data Merupakan rangkaian informasi yang memungkinkan pengambilan keputusan. Model Analisis Interaktif (Miles dan Huberman. Gambar dibawah ini merupakan komponen-komponen analisis data model interaktif: Pengumpulan Data Reduksi Data Penarikan Kesimpulan/Verifikas i Sajian Data Gambar 8. riset dan pengambilan tindakan berdasarkan pemahaman yang didapat dari penyajian tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful